Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
MAKALAHMENGENAL KARAKTERISTIK REMAJA PADA SISWASEKOLAH MENENGAH PERTAMAdisusun guna memenuhi tugas mata kuliah Perkembanga...
KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahankarunianya kami dapat menyelesaikan ma...
BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANGSebagai seorang guru, sangat perlu memahami perkembangan peserta didik.Perkembangan peser...
BAB IIPEMBAHASANA. KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK REMAJAUSIA SMP Pertumbuhan FisikPada masa remaja, pert...
Hal ini menyangkut tentang hubungan sebab akibat. Remaja sudah mulaiberfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tu...
sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya.Ketrampilan-ketrampilan tersebut biasanya disebut seb...
Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanyamengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan seki...
 Adapun ciri-ciri penting pada masa remaja awal atau anak SMP sebagaiberikut :1. Pada masa ini terjadi kematangan alat-al...
B. PERAN LINGKUNGAN TERHADAP PEMBELAJARAN ANAK USIA REMAJAAWAL (SMP)Konsep belajar behavioristik memandang manusia sebagai...
untuk langkah-langkah pembelajaran di kehidupan selanjutnya. Sekolah diharapkanmemberikan suatu wadah bagi pengembangan se...
- Penerimaan terhadap keberagaman ,menumbuhkembangkan interaksisosial bagi siswa.Siswa akan lebih mudah menerima teman-tem...
BAB IIIPENUTUPKESIMPULAN Karakteristik Perkembangan Anak Usia SMP remaja dalam bahasa aslinya disebutadolescence, berasal...
a. Lingkungan Keluargab. Lingkungan Masyarakatc. Lingkungan SekolahDAFTAR PUSTAKA file:///http/metode%20pembelajran%20yan...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah (mengenal karakter remaja pada siswa smp

  • Be the first to comment

Makalah (mengenal karakter remaja pada siswa smp

  1. 1. MAKALAHMENGENAL KARAKTERISTIK REMAJA PADA SISWASEKOLAH MENENGAH PERTAMAdisusun guna memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta DidikOlehNOVIA SENJA KURNIA (120210301037)PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS JEMBER2012
  2. 2. KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berkat limpahankarunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini.Guna memenuhi tugas matakuliahPerkembangan Peserta Didik.Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantupenyelesaian makalah ini. Terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah membimbingkami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tak lupa kami ucapkan terimaksihkepada teman-teman yang telah membantu membuat makalah ini, sehingga dapatterselesaikan dengan baik.Kami selaku penulis sudah berusaha sebaik-baiknya untuk menyelesaikan makalahini, tak ada gading yang tak retak, kesempurnaan hanya milik-Nya. Tiada suatu usaha yangbesar akan berhasil tanpa dimulai dari usaha yang kecil. Sebagai penanggung jawab ataskarya tulis ini, kami mengharapkan kritik dan saran, serta masukan untuk perbaikan sertapenyempurnaan karya tulis ini.Akhirnya penulis berharap, semoga hasil karya tulis ini memberikan manfaat dandapat dijadikan sebagai wacana untuk memperluas pengetahuan.Jember,9 Desember 2012Penulis
  3. 3. BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANGSebagai seorang guru, sangat perlu memahami perkembangan peserta didik.Perkembangan peserta didik tersebut meliputi: perkembangan fisik, perkembangansosioemosional, dan bermuara pada perkembangan intelektual. Perkembangan fisikdan perkembangan sosio sosial mempunyai kontribusi yang kuat terhadapperkembangan intelektual atau perkembangan mental atau perkembangan kognitifsiswa.Pemahaman terhadap perkembangan peserta didik di atas, sangat diperlukanuntuk merancang pembelajaran yang kondusif yang akan dilaksanakan. Rancanganpembelajaran yang kondusif akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswasehingga mampu meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang diinginkan.B. RUMUSAN MASALAHBerdasarkan latar belakang di atas,maka dapat dirumuskan masalah sebagaiberikut : Bagaimana karakteristik pertumbuhan dan perkembangan anak remaja usiaSMP ? Bagaimana peran lingkungan terhadap pembelajaran anak usia remaja awal /SMP? Bagaimana metode pembelajaran yang tepat pada siswa SMP?C. TUJUAN Untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan dan perkembangan anak remajausia SMP Untuk mengetahui hubungan pemahaman karakter siswa SMP dengan prosespembelajaran. Untu mengetahui metode pembelajaran yang tepat pada siswa SMP.
  4. 4. BAB IIPEMBAHASANA. KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK REMAJAUSIA SMP Pertumbuhan FisikPada masa remaja, pertumbuhan fisik mengalami perubahan lebih cepatdibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. Pada fase ini remajamemerlukan asupan gizi yang lebih, agar pertumbuhan bisa berjalan secaraoptimal. Perkembangan fisik remaja jelas terlihat pada tungkai dan tangan, tulangkaki dan tangan, serta otot-otot tubuh berkembang pesat. Perkembangan SeksualTerdapat perbedaan tanda-tanda dalam perkembangan seksual pada remaja.Tanda-tanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya alatreproduksi spermanya mulai berproduksi, ia mengalami masa mimpi yangpertama, yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Sedangkan pada anakperempuan, bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah mendapatkanmenstruasi yang pertama.Terdapat ciri lain pada anak laki-laki maupun perempuan. Pada laki-lakipada lehernya menonjol buah jakun yang bisa membuat nada suaranya pecah;didaerah wajah, ketiak, dan di sekitar kemaluannya mulai tumbuh bulu-bulu ataurambut; kulit menjadi lebih kasar, tidak jernih, warnanya pucat dan pori-porinyameluas. Pada anak perempuan, diwajahnya mulai tumbuh jerawat, hal inidikarenakan produksi hormon dalam tubuhnya meningkat. Pinggul membesarbertambah lebar dan bulat akibat dari membesarnya tulang pinggul danberkembangnya lemak bawah kulit. Payudara membesar dan rambut tumbuh didaerah ketiak dan sekitar kemaluan. Suara menjadi lebih penuh dan merdu.Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasipertama pada remaja putri ataupun perubahan suara pada remaja putra, secarabiologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pubertas menjadikanseorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk bereproduksi.Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi duajenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungandengan pertumbuhan, yaitu: 1) Follicle-Stimulating Hormone (FSH); dan 2).Luteinizing Hormone (LH). Pada anak perempuan, kedua hormon tersebutmerangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormonkewanitaan. Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakanInterstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhantestosterone. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atasmerubah sistem biologis seorang anak. Anak perempuan akan mendapatmenstruasi, sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain ituterjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. Anak lelakimulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yangberhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Bentuk fisik mereka akanberubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada duniaremaja. Cara Berfikir Kausalitas
  5. 5. Hal ini menyangkut tentang hubungan sebab akibat. Remaja sudah mulaiberfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua, guru, lingkungan, masihmenganggapnya sebagai anak kecil. Mereka tidak akan terima jika dilarangmelakukan sesuatu oleh orang yang lebih tua tanpa diberikan penjelasan yanglogis. Misalnya, remaja makan didepan pintu, kemudian orang tua melarangnyasambil berkata “pantang”. Sebagai remaja mereka akan menanyakan mengapa halitu tidak boleh dilakukan dan jika orang tua tidak bisa memberikan jawaban yangmemuaskan maka dia akan tetap melakukannya. Apabila guru/pendidik dan oarangtua tidak memahami cara berfikir remaja, akibatnya akan menimbulkan kenakalanremaja berupa pekelahian antar pelajar.Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahliperkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahappertumbuhan operasi formal (period of formal operations). Pada periode ini,idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkanmasalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remajaberkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapatmembayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibatatau hasilnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembangsehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remajatidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memprosesinformasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Merekajuga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untukditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan.Dengan kemampuan operasional formal ini, para remaja mampu mengadaptasikandiri dengan lingkungan sekitar mereka.Pada kenyataan, di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masihsangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnyamencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini. Sebagian masihtertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya, yaitu operasional konkrit,dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampumelihat masalah dari berbagai dimensi. Hal ini bisa saja diakibatkan sistempendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar-mengajarsatu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikiranak. penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yangcenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak, sehingga anak tidakmemiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia danmentalnya. Semestinya, seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahappemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah, sudah terbiasaberpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik. Emosi Yang Meluap-luapEmosi pada remaja masih labil, karena erat hubungannya dengan keadaanhormon. Mereka belum bisa mengontrol emosi dengan baik. Dalam satu waktumereka akan kelihatan sangat senang sekali tetapi mereka tiba-tiba langsung bisamenjadi sedih atau marah. Contohnya pada remaja yang baru putus cinta atauremaja yang tersinggung perasaannya. Emosi remaja lebih kuat dan lebihmenguasai diri mereka daripada pikiran yang realistis. Saat melakukan sesuatumereka hanya menuruti ego dalam diri tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi. Perkembangan SosialSebagai makhluk sosial, individu dituntut untuk mampu mengatasi segalapermasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosialdan mampu menampilkan diri sesuai dengan aturan atau norma yang berlaku.Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk menguasai ketrampilan-ketrampilan
  6. 6. sosial dan kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitarnya.Ketrampilan-ketrampilan tersebut biasanya disebut sebagai aspek psikososial.Ketrampilan tersebut harus mulai dikembangkan sejak masih anak-anak, misalnyadengan memberikan waktu yang cukup buat anak-anak untuk bermain ataubercanda dengan teman-teman sebaya, memberikan tugas dan tanggungjawabsesuai perkembangan anak, dsb. Dengan mengembangkan ketrampilan tersebutsejak dini maka akan memudahkan anak dalam memenuhi tugas-tugasperkembangan berikutnya sehingga ia dapat berkembang secara normal dan sehat.Ketrampilan sosial dan kemampuan penyesuaian diri menjadi semakinpenting manakala anak sudah menginjak masa remaja. Hal ini disebabkan karenapada masa remaja individu sudah memasuki dunia pergaulan yang lebih luasdimana pengaruh teman-teman dan lingkungan sosial akan sangat menentukan.Kegagalan remaja dalam menguasai ketrampilan-ketrampilan sosial akanmenyebabkan dia sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya sehinggadapat menyebabkan rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, cenderungberperilaku yang kurang normatif (misalnya asosial ataupun anti sosial), danbahkan dalam perkembangan yang lebih ekstrim bisa menyebabkan terjadinyagangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan kriminal, tindakan kekerasan dsb.Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka amatlah penting bagi remajauntuk dapat mengembangkan ketrampilan-ketrampilan sosial dan kemampuanuntuk menyesuaikan diri. Permasalahannya adalah bagaimana cara melakukan haltersebut dan aspek-aspek apa saja yang harus diperhatikan.Salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja yang beradadalam fase perkembangan masa remaja madya dan remaja akhir adalah memilikiketrampilan sosial (sosial skill) untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupansehari-hari. Ketrampilan-ketrampilan sosial tersebut meliputi kemampuanberkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri &orang lain, mendengarkan pendapat atau keluhan dari orang lain, memberi ataumenerima feedback, memberi atau menerima kritik, bertindak sesuai norma danaturan yang berlaku, dsb. Apabila keterampilan sosial dapat dikuasai oleh remajapada fase tersebut maka ia akan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungansosialnya. Hal ini berarti pula bahwa sang remaja tersebut mampumengembangkan aspek psikososial dengan maksimal. Jadi tidak mengherankanjika pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari ingkungannya danberusaha mendapatkan status atau peranan, misalnya mengikuti kegiatan remajadikampung dan dia diberi peranan dimana dia bisa menjalankan peranan itudengan baik. Sebaliknya jika remaja tidak diberi peranan, dia akan melakukanperbuatan untuk menarik perhatian lingkungan sekitar dan biasanya cenderung kearah perilaku negatif.Salah satu pola hubungan sosial remaja diwujudkan dengan membentuksatu kelompok. Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik pada kelompoksebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomorduakan, sedangkankelompoknya dinomorsatukan. Contohnya, apabila seorang remaja dihadapkanpada suatu pilihan untuk mengikuti acara keluarga dan berkumpul dengan teman-teman, maka dia akan lebih memilih untuk pergi dengan teman-teman.Pola hubungan sosial remaja lain adalah dimulainya rasa tertarik padalawan jenisnya dan mulai mengenal istilah pacaran. Jika dalam hal ini orang tuakurang mengerti dan melarangnya maka akan menimbulkan masalah sehinggaremaja cenderung akan bersikap tertutup pada orang tua mereka. Anak perempuansecara biologis dan karakter lebih cepat matang daripada anak laki-laki. Perkembangan Moral
  7. 7. Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanyamengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasarbagi pembentukan nilai diri mereka. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa pararemaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah-masalahpopuler yang berkenaan dengan lingkungan mereka, misalnya: politik,kemanusiaan, perang, keadaan sosial, dsb. Remaja tidak lagi menerima hasilpemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selamaini tanpa bantahan. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang adadan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Secara kritis, remaja akanlebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Sebagian besar pararemaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama inidiketahui dan dipercayainya. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalammelihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. Baginya dunia menjadilebih luas dan seringkali membingungkan, terutama jika ia terbiasa dididik dalamsuatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak.Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remajaberkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan danketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yangada di sekitarnya. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksipola pikir dengan “kenyataan” yang baru. Perubahan inilah yang seringkalimendasari sikap "pemberontakan" remaja terhadap peraturan atau otoritas yangselama ini diterima bulat-bulat. Misalnya, jika sejak kecil pada seorang anakditerapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik. Padamasa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkankorupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalamsuatu kondisi tertentu. Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sangremaja. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuahmasalah besar, jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. Kemungkinanremaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtuaatau pendidik sejak masa kanak-kanak akan sangat besar jika orangtua ataupendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis, apalagi jika lingkungansekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut.Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatifjawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Orangtuayang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remajaitu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. Orangtua yang tidak mampumemberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sangremaja tambah bingung. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaranorangtua dan nilai yang dianutnya. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkunganbaru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yangdiberikan oleh orangtua. Konflik dengan orang tua mungkin akan mulai menajam. Perkembangan KepribadianSecara umum penampilan sering diindentikkan dengan manifestasi darikepribadian seseorang, namun sebenarnya tidak. Karena apa yang tampil tidakselalu mengambarkan pribadi yang sebenarnya (bukan aku yang sebenarnya).Dalam hal ini amatlah penting bagi remaja untuk tidak menilai seseorangberdasarkan penampilan semata, sehingga orang yang memiliki penampilan tidakmenarik cenderung dikucilkan. Disinilah pentingnya orangtua memberikanpenanaman nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpamendasarkan pada hal-hal fisik seperti materi atau penampilan.
  8. 8.  Adapun ciri-ciri penting pada masa remaja awal atau anak SMP sebagaiberikut :1. Pada masa ini terjadi kematangan alat-alat seksual.Dengan tumbuh dankembangnya fungsi-fungsi organ maka ciri-ciri seks sekunder mulaiberkembang seperti tumbuhnya rambut pubis dan timbulnya jakun pada anaklaki-laki.Sedangkan pada anak perempuan mulai memasuki masa menstruasidan mulai tumbuhnya buah dada. Dengan adanya kedewasaan biologis ini,remaja memiliki kemampuan biologis yang sama dengan orang-orang dewasalainnya dalam hal reproduksi.2. Masa remaja awal merupakan periode yang singkat dibandingkan denganbanyaknya perubahan yang terjadi di dalam perkembangan manusia maka masapuber merupakan periode yang paling singkat, yaitu sekitar dua sampai empattahun pada usianya.3. Masa remaja awal merupakan masa pertumbuhan dan perubahan yangpesat.Perubahan-perubahan yang pesat ini akan menimbulkan dampak padaanak. Misalnya timbul keraguan, perasaan tidak mampu dan tidak aman dandalam beberapa hal memungkinkan timbulnya perilaku negatif.4. Masa remaja awal merupakan masa negatif .Pada masa ini anak cenderungmengambil sikap anti terhadap kehidupan atau kehilangan sifat-sifat baiknyayang pada masa sebelumnya sudah berkembang. Kondisi ini merupakan sesuatuyang wajar. Beberapa ahli psikologi perkembangan menyebut ini sebagai masanegatifistik kedua. Perkembangan anak usia SMPSelama di SMP/ MTs seluruh aspek perkembangan manusia yaitu kognitif,afektif dan psikomotorik mengalami perubahan sebagai masa transisi dari masaanak-anak menjadi masa dewasa. Masa remaja dan perubahan yang menyertainyamerupakan fenomena yang harus di hadapioleh guru.Perkembangan aspek kognitif Arajoo T.V (1986) menyatakan bahwa aspekkognitif meliputi fungsi intelektual seperti pemahaman, pengetahuan danketrampilan berpikir. Untuk siswa SMP perkembangan kognitif utama yangdialami adalah formal operasional,yang mampu berpikir abstrak denganmenggunakan simbol-simbol tertentu atau mengoperasikan kaidah-kaidah logikaformal yang tidak terikat lagi oleh objek-objek yang bersifat konkrit, sepertipeningkatan kemampuan analisis,kemampuan mengembangkan suatukemungkinan berdasarkan dua atau lebih kemungkinan yang ada, kemampuanmenarik generalisasi dan inferensasi dari berbagai kategori objek yang beragam.Selain itu ada peningkatan fungsi intelektual, kapabilitas memori dalam bahasadan perkembangan konseptual. Dengan kata lain, bahasa merupakan salah satu alatvital untuk kegiatan kognitif.Perkembangan aspek afektif Menurut Arajoo T.V (1986), ranah afektifmenyangkut perasaan,modal dan emosi.Perkembangan afektif siswa SMPmencakup proses belajar perilaku dengan orang lain atau sosialisasi. Sebagianbesar sosialisasi berlangsung lewat pemodelan dan peniruan orang lain.Perkembangan psikomotorik Wuest & Combardo (1974) menyatakanbahwa perkembangan aspek psikomotorik seusia SMP ditandai dengan perubahanjasmani dan fisiologis sex yang luar biasa. Salah satu perubahan luar biasa tersebutadalah perubahan pertumbuhan tinggi badan dan berat badan,sering menganggapdiri mereka serba mampu, sehingga seringkali mereka terlihat “tidak memikirkanakibat” dari perbuatan mereka, dan kadang mengalami proses pencarian jati diri.
  9. 9. B. PERAN LINGKUNGAN TERHADAP PEMBELAJARAN ANAK USIA REMAJAAWAL (SMP)Konsep belajar behavioristik memandang manusia sebagai produk lingkungan.Begitupun dalam kasus ini, faktor-faktor lingkungan sekitar mempunyai peran pentingdan andil yang kuat dalam proses pembelajaran seorang siswa secaraumum, khususnya siswa SMP.1.Lingkungan Keluarga.Lingkungan merupakan salah satu faktor yangmempengaruhi kehidupan anak, khususnya lingkungan keluarga, karena sejak kecilanak hidup bersama keluarga. Menurut Zakiah Daradjat, bahwa ” pendidikan pertamadan utama bagi anak adalah dalam lingkungan keluarga,”. Situasi lingkungan tersebutmemberikan andil bagi aktivitas belajar anak.Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagianak-anak dan remaja. Pendidikan keluarga lebih menekankan pada aspek moral danpembentukan kepribadian dari pada pendidikan untuk menguasai ilmu pengetahuan.Dasar dan tujuan penyelenggaraan pendidikan keluarga bersifat individual sesuaidengan pandangan hidup keluarga masing-masing, ada keluarga dalam mendidikanaknya mendasarkan pada kaidah-kaidah agama dan menekankan proses pendidikanagama. Ada pula keluarga yang dasar dan tujuan penyelenggaraan pendidikannyaberorientasi pada kehidupan sosial dan ekonomi kemasyarakatan dengan tujuan untukmenjadikan anaknya menjadi orang yang produktif dan bermanfaat dalam kehidupanbermasyakarat.Anak dan remaja di dalam keluarga berkedudukan sebagai anakdidik dan orang tua sebagai pendidiknya. Banyak corak dan pola penyelenggaraanpendidikan keluarga, yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga polapendidikan, yaitu : Pendidikan otoriter, pendidikan demokratis dan pendidikan liberal.Dalam pendidikan yang bercorak otoriter anak-anak senantiasa harusmengikuti apa yang telah digariskan oleh orang tuanya, sedang dalam pola pendidikanliberal, anak-anak dibebaskan untuk menentukan tujuan dan cita-citanya. Kebanyakankeluarga di Indonesia mengikuti corak pendidikan yang demokratis.Makna pendidikanyang demokratis itu oleh Ki Hajar Dewantara dinyatakan bahwa penyelenggaraanpendidikan itu hendaknya : ing ngarsasung tulada, ing madya mangun karsa, tut wurihandayani,yang artinya :Di depan memberi contoh, di tengah membimbing dan dibelakangmemberi semangat.Lingkungan Masyarakat.Masyarakat adalah lingkungan alami kedua yangdikenal oleh anak-anak dan remaja. Remaja telah banyak mengenal karakteristikmasyarakatdengan berbagai norma dan keberagamannya. Kondisi masyarakat amatberagam, tentu banyak hal yang harus diperhatikan baik oleh remaja maupun olehorang tuanya.Dalam menjalankan fungsi pendidikan, masyakarat banyak membentuk/mendirikan kelompok-kelompok atau paguyuban atau kursusyang secara sengajadisediakan untuk anak dan remaja dalam upaya mempersiapkan hidupnya di masadepan. Seperti contoh, Karang Taruna,pengajian TPA, kursus komputer berskala desa,atau pelatihan-pelatihanyang bersifat ekonomis yang profitable merupakan produknyatapembelajaran di masyarakat.Lingkungan Sekolah.Sekolah merupakan lingkungan artificial yang sengajadiciptakan untuk membina anak-anak kearah tujuan tertentu, khususnyauntuk memberikan kemampuan dan ketrampilan sebagai bekal kehidupannyadikemudian hari. Lingkungan sekolah merupakan pengaruh besar dalam pembentukanpemikiran manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan.Di lingkungan sekolah ini,remaja mendapat suatu pelajaran dan pengalaman yang berharga yang menjadi bekal
  10. 10. untuk langkah-langkah pembelajaran di kehidupan selanjutnya. Sekolah diharapkanmemberikan suatu wadah bagi pengembangan secara keseluruhan baik aspekkognitif,afektif, maupun psikomotorik. Dibentuknya unit-unit kegiatan siswa(UKS),memfasilitasi sarana dan prasarana yang memadai seperti sarana olahraga, musikmaupun berdasarkan potensi-potensi lainC. METODE PEMBELAJARAN PADA SISWA SMP Model Pembelajaran Langsung / Direct InstructionPengetahuan dapat digolongkan menjadi dua macam yaitu : pengetahuanDeklaratif dan pengetahuan procedural. Pengetahuan deklaratif adalah pengetahuantentang sesuatu konsep.Pengetahuan Procedural adalah pengetahuan tentangbagaimana seseorang melakukan sesuatu.Moel pembelajaran langsug dirancang secarakhusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan dengan pengetahuanprosedural maupun pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapatdipelajari langkah demi langkah.Metode yang digunakan dalam model pembelajaranini yang lebih dominan adalah metode Tanya jawab,Metode Ceramah, dan lain-lain.Model ini harus dikemas melibatkan terjadinya interaksi multi arah.Modelpembelajaran langsung mempunyai fase-fase penting diantarannya :1. Fase PendahuluanPada fase ini guru menyampaikan kompetensi apa yang harus dicapai siswasetelah proses pembelajaran,memotivasi belajar,meningkatkan materi prasyarat.2. Fase Presentasi MateriGuru dengan menggunakan metode ceramah dan resistasi (mengecek pemahamandengan Tanya Jawab).3. Fase terakhir Guru memberikan kesempatan kepadasiswa untukberlatih,menyimpulkan hasil belajar dan memberikan umpan balik terhadapkeberhasilan siswa. Fase tersebut dapat dilihat sebagaai berikut : Fase Peran guru1. Pendahuluan menyampaikan kompetensi yang harus dikuasaisiswa,memotivasi,mengingatkan materi sebelumnya, dan mempersiapkansiswa-siswa.2. Presentasi materi mendemonstrasikan keterampilan atau menyajikaninformasi tahap demi tahap dengan metode ceramah dan resitasi.3. Membimbing pelatihan memberikan latihan terbimbing.4. Memberikan umpan balik dan mengecek kemampuan siswa.5. Merangkum dengan tanya jawab dan memberikan tugas.Model pembelajaran Kooperatif adalah pembelajaran yangmengharuskan siswa untuk bekerja dalam suatu tim untuk menyelesaikanmasalah,menyelesaikan tugas , atau mengerjakan sesuatu untuk tujuanbersama.Model kooperatif merupakan model pembelajaran yang memfasilitasisiswa untuk mencapai kompetensiya dengan menekankan kerjasama antarsiswa.Dengan demikian, metode mengajar yang digunakan guru adalah diskusikelompok.Adapun ciri-ciri model pembelajaran kooperatif antara lain adalah :- Untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan ,siswa belajar dalamkelompok.- Kelompok dibentuk dari siswa dengan memperhatikankemampuan,gender,ras,budaya dan suku- Penghargaan diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan.Pembelajaran kooperatif mempunyai tujuanpenting ,yaitu :- Hasil belajar akademik pembelajaran kooperatif dapat meningkatkanproses konstruksi siswa terhadap pengetahuan yang dipelajarinya.
  11. 11. - Penerimaan terhadap keberagaman ,menumbuhkembangkan interaksisosial bagi siswa.Siswa akan lebih mudah menerima teman-temannya yang mempunyaiberbagai macam perbedaan latar belakang.- Pengembangan keterampilan sosial dengan cara mengembangkansaling percaya dengan berbagai tugas dalam kelompok, aktifbertaya,menghargai pendapat orang lain,memancing teman untukbertanya,mempresentasikan dan lain-lain. Fase Indikator Kegiatan GuruFase ini dapat dilakukan dengan :- Apersepsi Guru menyampaikan kompetensi yang harus ditunjukkansiswa,memotivasi siswa,meningkatkan materi prasyarat-prasyarat- Menyajikan informasi.Guru secukupnya berupa cara kerja atau caramenyelesaikan tugas.- Membentuk kelompokbekerja . (guru memberikan arahan caramembentuk kelompok).- Membimbing Kelompok Bekerja. (guru memberikan bimbingankepada kelompokyang memerlukan).- Evaluasi (guru melakukan kesimpulan akhir,evaluasi proses maupunhasil belajar).- Memberikan Penghargaan (guru memberikan penghargaan kepadasetiap kelompok maupun individual).Model pembelajaran berdasarkan masalah (Problem BasedInstruction),Model PBM (problem based instruction) adalah suatu metodeyangdiajarkan dengan melihat fakta yang berkembang atau berdasarkan masalah yang adakemudian akan dilakukan diskusi dan pemecahan masalah tersebut. ModelPembelajaran berdasarkan pada masalah tertentu, bertujuan untuk :- Membentu siswa mengembangkan keterampilan berfikir danketerampilan memecahkan masalah.- Belajar menjadi peranan sebagai orang dewasa- Belajar MandiriPelaksanaan model pembelajaran masalah sebagai berikut :1. Penetapan Tujuan Gurumendeskripsikan tujuan model pembelajaran.2. Meancang situasi masalah guru ,merumuskan masalah yang akan dipelajari ataudiselidiki siswa.Masalah tersebut harus otentik, dan bermakna bagi siswa.3. Organisasi sumber daya dan rencana logistik (guru menyiapkan ataumenginformasikan material,sarana atau sumber belajar yang dapat dimanfaatkansiswa dalam memecahkan masalah yang ada.4. Orientasi siswa pada masalah .Siswa diberikan pengertian bahwa tujuan pembelajaran berdasarkan masalah tidakuntuk memperoleh informasi baru dalam jumlah besar,melainkan siswa harusmelakukan penelitian terhadap masalah penting untuk biasa belajar mandiri.5. Mengorganisasikan siswa untuk belajar (mengembangkan keterampilan kerjasamaantar siswa dan saling membatu untuk menyelidiki masalah secara bergotong-royong.Guru membantu siswa yang memerlukan dalam merencanakanpenyelidikan dan tugas-tugas pelaporan).6. Assement dan Evaluasi Sistem AssementYang dilakukan adalah penilaian otentik yang menyangkut penilaian prosesberfikir siswa dan juga penilaian hasil belajar.
  12. 12. BAB IIIPENUTUPKESIMPULAN Karakteristik Perkembangan Anak Usia SMP remaja dalam bahasa aslinya disebutadolescence, berasal dari bahasa adolescere yang berarti “tumbuh atau tumbuhuntuk mencapai kematangan”.Perkembangan lebih lanjut, istilah adolescencememiliki arti mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik.WHOmembagi 2 tahap usia remaja yaitu:a. Remaja Awal : 10 – 14 tahun.Remaja akhir : 15 – 20 tahun. Oleh karena itu, anak usia Sekolah MenengahPertama (SMP) dapat dikategorikan sebagai anak usia remaja awal.Ciri-ciri Masa Remaja:Ciri Fisik/BiologisPada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandaidengan menstruasi pertama pada remaja perempuan dan perubahan suara padaremaja laki-laki.Ciri PsikologisSecara umum, dari sisi psikologis seorang remaja memilikibeberapa cirisebagai berikut:1) Kegelisahan2)Pertentangan3) Mengkhayal4) Aktivitas kelompok5) Keinginan mencoba segala sesuatuPerkembangan anak usia SMP meliputi:a)Perkembangan aspek kognitif meliputi fungsi intelektual sepertipemahaman,pengetahuan dan ketrampilan berpikir.b)Perkembangan aspek afektif menyangkut perasaan, modal dan emosi.c)Perkembangan aspek psikomotorik seusia anak SMP ditandai denganperubahanjasmani dan fisiologis sex yang luar biasa. Tiga model pembelajaran yang digunakan untuk karakteristik anak usiaSekolahMenengah Pertama (SMP), yaitu: Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction).Metode yangdigunakan dalam model pembelajaran ini yang lebih dominan adalahmetode Tanya Jawab, metode Ceramah, dan lain-lain.Model ini harusdikemas melibatkan terjadinya interaksi multi arah.. Model Pembelajaran Kooperatif Model kooperatif merupakan modelpembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk mencapaikompetensinya dengan menekankan kerjasama antar siswa. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah.Model Pembelajaranberdasarkan pada masalah tertentu, bertujuan untuk1)Membantu siswa mengembangkan ketrampilan berfikirdanketrampilan memecahkan masalah.2) Belajar menjadi peranan sebagai orang dewasa.3) Belajar mandiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran siswa adalah :
  13. 13. a. Lingkungan Keluargab. Lingkungan Masyarakatc. Lingkungan SekolahDAFTAR PUSTAKA file:///http/metode%20pembelajran%20yang%20tepat/IMPLEMENTASI%20MODEL%20PEMBELAJARAN%20CREATIVE%20PROBLEM%20SOLVING%20DENGAN%20MENGGUNAKAN%20ALAT%20PERAGA%20UNTUK%20MENINGKATKAN%20PRESTASI%20BELAJAR%20MATEMATIKA%20POKOK%20BAHASAN%20BANGUN%20RUANG%20PADA%20SISWA%20KELAS%20VIII%20SMP%20N%202%20GODEAN%20%20%20Nuryadi.htm file:///http/metode%20pembelajran%20yang%20tepat/Metode%20Pembelajaran%20Efektif%20%C2%AB%20MGMP%20Bahasa%20Indonesia%20SMP%20Bogor.htm file:///http/karakter%20remaja%20pada%20siswa%20SMP/MAKALAH%20Pengetahuan%20Kita%20%20Karakteristik%20anak%20usia%20SMP%20%20%20Remaja.htm file:///http/karakter%20remaja%20pada%20siswa%20SMP/PENDIDIKAN%20KARAKTER%20di%20SMP%20%C2%AB%20Belajar%20jadi%20Guru.htm

×