MAKALAHKONSEP DASAR PENDIDIKAN SEUMUR HIDUPdisusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu PendidikanOlehKELOMPOK 3...
ISIA.KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUPPendidikan adalah lembaga dan usaha membangun bangsa dan watak bangsa.Pendidikan yang d...
Pembahasan tentang konsep pendidikan seumur hidup ini akan diuraikan dalamdua bagian yaitu ditinjau dari dasar teoritis/ r...
dalam keluarga, tetangga, pekerjaan, hiburan, pasar, atau didalam pergaulan sehari-hari.Walaupun demikian, pengaruhnya san...
yang luas dan terintegrasi, agar siapa saja dapat belajar lebih lanjut berdasarkanketerampilan pertama yang telah mereka p...
B. PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DALAM BERBAGAI PERSEPEKTIFDasar pemikiran yang menyatakan bahwa long life education adalah sang...
Di era globalisasi seperti sekarang ini, tampaknya dunia dilanda oleh eksplosi ilmupengetahuan dan teknologi (IPTEK) denga...
Diantara self interest tersebut, kebutuhan akan baca tulis bagi mereka umumnya danlatihan kleterampilan bagi para pekerja,...
C. IMPLIKASI KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP PADA PROGRAMPENDIDIKANImplikasi diartikan sebagai akibat langsung atau konseku...
seumur hidup bagi kehidupan berbangsa dan bernegara baik menjadi rakyat maupunpimpinan.6. Pendidikan kultural dan pengisia...
8. Kebutuhan anak-anak awalE. Strategi Pendidikan Seumur HidupMenurut Prof. Soelaiman Joesoef strategi dalam rangka pendid...
disusun buat anak antara lain : kecakapan baca tulis, ketrampilan dasar danmempertinggi daya pikir anak sehingga memungkin...
DAFTAR PUSTAKA Fuad Ikhsan, Drs, Dasar-dasar Kependidikan, Jakarta: PT Rineka Cipta. 200 Zahara Idris H, pengantar pendi...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Konsep dasar pendidikan seumur hidup

9,704 views

Published on

  • Be the first to comment

Konsep dasar pendidikan seumur hidup

  1. 1. MAKALAHKONSEP DASAR PENDIDIKAN SEUMUR HIDUPdisusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu PendidikanOlehKELOMPOK 3AYU ROSA WIDYASTUTI (120210301098)DELIANA ARISTANTIA (120210301067)NOVIA SENJA KURNIA (120210301037)PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMIFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS JEMBER2012
  2. 2. ISIA.KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUPPendidikan adalah lembaga dan usaha membangun bangsa dan watak bangsa.Pendidikan yang demikian mencakup ruang lingkup yang amat komprehensif, yaknipendidikan kemampuan mental, pikir, kepribadian manusia seutuhnya. Konseppendidikan seumur hidup mulai di masyarakat melalui kebijaksanaan negara yangmenetapkan prinsip-prinsip pembangunan nasional. Konsep pendidikan seumur hidupmerumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalah suatu proses yang terus menerus daribayi sampai meninggal dunia.Sebuah sistem operasional pendidikan seumur hidup mencakup beberapakomponen-komponen:1. Tujuan-tujuan pendidikan seumur hidup.2. Asumsi-asumsi yang mendasari pendidikan seumur hidup.3. Prinsip-prinsip pembimbing untuk pengembangan sistem pendidikan seumur hidup.4. Bentuk-bentuk belajar, yang terdiri atas pendidikan umum yang berlangsung secaraformal dan non formal dan pendidikan profesional yang berlangsung secara formal dannon formal.Azas pendidikan seumur hidup bertitik tolak atas keyakinan bahwa proses pendidikandapat berlangsung selama manusia hidup, baik di dalam maupun di luar sekolah.Asas pendidikan seumur hidup merumuskan bahwa proses pendidikanmerupakan suatu proses kontinu yang bermula sejak seseorang dilahirkan hinggameninggal dunia. Menurut GBHN 1978 dinyatakan bahwa pendidikan berlangsungseumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, danmasyarakat sehingga pendidikan seumur hidup merupakan tanggung jawab keluarga,masyarakat dan pemerintah.
  3. 3. Pembahasan tentang konsep pendidikan seumur hidup ini akan diuraikan dalamdua bagian yaitu ditinjau dari dasar teoritis/ religios dan dasar yuriditisnya.1. 1. Dasar Teoritis/ ReligiousKonsep pendidikan seumur hidup ini pada mulanya dikemukakan oleh filosof danpendidik Amerika yang sangat terkenal yaitu John Dewey. Kemudian dipopulerkan olehPaul Langrend melalui bukunya : An Introduction to Life Long Education. MenurutJohn Dewey, pendidikan itu menyatu dengan hidup. Oleh karena itu pendidikan terusberlangsung sepanjang hidup sehingga pendidikan itu tidak pernah berakhir.Konsep ppendidikan seumur hidup merumuskan suatu aas bahwa pendidikan adalahsuatu proses yang terus-menerus (kontinu) dari bayi sampai meninggal dunia. Konsepini sesuai dengan konsep islam seperti yang tercantum dalam hadis Nabi MuhammadSAW., yang menganjurkan untuk belajar mulai dari buaian sampai ke liang kubur.a. pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolahDi dalam UU Republik Indonesia No.2 Tahun 1989 tentang system PendidikanNasional Pasal 10 Ayat (1), pendidikan itu hanya dibagi dua, yaitu pendidikan sekolahdan pendidikan luar sekolah. Pendidikan luar sekolah dibagi pula yang dilembagakandan yang tidak dilembagakan.Dalam konsep pendidikan seumur hidup pendidkan sekolah, pendidikan luar sekolahyang dilembagakan, dan yang tidak dilembagakan ssaling mengisi dan salingmemperkuat.Philip H. coombs mengklasifikasikan pendidikan ke dalam tiga bagian, yaitupendidikan informal (pendidikan luar sekolah yang tidak dilembagakan) pendidiakanformal (pendidiakan sekolah) pendidikan non-formal (pendidikan luar sekolah yangdilembagakan). Kata-kata “pendidikan luar sekolah yang tidakdilembagakan”,”pendidikan sekolah”,dan “pendidiakan sekolah yang dilembagakan”merupakan istilahyang digunakan dalam UU sistem Pendidika Nasional din atas.1) pendidikan luar sekolah yang tidak dilembagakanpendidikan luar sekolah yang tdak dilembagakan adalah proses pendidikan yangdiperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, padaumumnyatidak teratur dan tidak sistematis, sejak seseorang lahir sampai mati, seperti di
  4. 4. dalam keluarga, tetangga, pekerjaan, hiburan, pasar, atau didalam pergaulan sehari-hari.Walaupun demikian, pengaruhnya sangat besar dalam kehidupan seseorang, karenadalam kebanyakan masyarakat pendidiakan luar sekolah yang tidak dilembagakanberperan pentin g melalui keluaga, massyarakat dan pengusaha.2) pendidikan sekolahpendidika sekolah adalah pendidikan di sekolah, yang teratur, sistematis, mempunyaijenjang dan yang dibagi melalui waktu-waktu tertentu yang berlangsung dari tamankanak-kanak smpai pergiruan tinggi.Akan tetapi, saat ini sekolah bukan satu-satunya tempa bagi setiap orang untuk bekajar.Namun, kita menyadari bahwa sekolah merupakan tempat dan periode yang sangatstrategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk membina seseorsng untuk membinadalam menghadapi masa depannya.3) pendidikan luar sekolah yang dilembagakanpendidikan luar seklah yang dilembagakan adalah semua bentuk pendidikan yangdiselenggarakan dengan sengaja, tertib, terarah dan berencana di luar kegiatanpersekolahan. Dalam hal ini, tenag pengajar, fasilitas, cara penyampaian, dan waktuyang dipakai, serta komponen-komponen lainnya yang disesuaikan dengan keadaanpeserta, atau peserta didik supaya mendapatkan hasl yang memuaskan.Pendidikan luar sekolah yang dilembagakan bersifat fungsional dan praktis, sertapendekatannya lebih fleksibel. Calon peserta didik ( raw-input ) pendidikan luar sekolahyang dilembagakan, yaitu :I. penduduk usia sekolah yang tidak pernah mendapat keuntungan/kesepakatanmemasuki sekolah.II. Orang dewasa yang tidak pernah bersekolah.III. Peserta didik yang putus sekolah ( drop-out ), baik dari pendidiakn dasar, menengahdan pendidikan tinggi.IV. Peserta didk yang telah lulus satu system pendidikan sekoalh, tetapi tidak dapatmelanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.V. Orang yang telah bekerja, tetapi ingin menambah keterampilan lain.Di samping pendekatan yang fleksibel hendaknya dapat pula digunakan pendekatan
  5. 5. yang luas dan terintegrasi, agar siapa saja dapat belajar lebih lanjut berdasarkanketerampilan pertama yang telah mereka peroleh, serta mengisi segala kekurangan yangmenghambat usaha mereka ke arah hidup yang lebih baik. Dengan kata lain, pendidikanluar sekolah yang di lembagakan dapat memperkuat pendidiakn luar sekolah yang tidakdilembagakan.2. Dasar YuridisKonsep pendidikan seumur hidup di Indonesia mulai dimasyarakatkan melaluikebijakan negara yaitu melalui :a. Ketetapan MPR No. IV/MPR/1973 JO TAP. NO. IV/MPR/1978 tentang GBHNmenetapkan prinsip-prinsip pembangungan nasional, antara lain :- pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesiaseutuhnya dan pembangunan seluruh rakyat Indonesia (Arah Pembangunan JangkaPanjang)- Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam keluarga (rumahtangga), sekolah dan masyarakat. Karena itu, pendidikan adalah tanggung jawabbersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah (Bab IV GBHN BagianPendidikan).b. UU No. 2 Tahun 1989 Pasal 4 sebagai berikut :“Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkanmanusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanYang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan,kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasatanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.c. Di dalam UU Nomor 2 Tahun 1989, penegasan tentang pendidikan seumur hidup,dikemukakan dalam Pasal 10 Ayat (1) yang berbunyi : “penyelenggaraan pendidikandilaksanakan melalui dua jalur, yaitu pendidikan luar sekolah dalam hal ini termasuk didalamnya pendidikan keluarga, sebagaimana dijelaskan pada ayat (4), yaitu :“pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yangdiselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan agama, nilai budaya, nilai moraldan keterampilan”.
  6. 6. B. PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP DALAM BERBAGAI PERSEPEKTIFDasar pemikiran yang menyatakan bahwa long life education adalah sangatpenting. Dasar pemikiran tersebut ditinjau dari berbagai aspek, diantaranya adalahsebagai berikut :1. Tinjauan IdeologisPendidikan seumur hidup atau lifelong education akan memungkingkan seseorangmengembangkan potensi-potensinya sesuai dengan kebutuhan hidupnya, sebab padadasarnya semua manusia dilahirkan ke dunia mempunyai hak sama, khususnya untukmendapatkan pendidikan dan peningkatan pengetahuan dan keterampilannya (skill).2. Tinjauan EkonomisMelalui pendidikan, merupakan cara paling efektif untuk keluar dari suatu lingkaranyang menyeret kepada kebodohan dan kemelaratan. Pendidikan seumur hidup dalamkonteks ini memungkingkan seseorang untuk :1. Meningkatkan produktifitasnya2. Memelihara dan mengembangkan sumber-sumber daya dimilikinya3. Memungkinkan hidup dalam lingkungan yang lebih sehat dan menyenangkan4. Memiliki motivasi dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya secara tepat,sehingga pendidikan keluarga menjadi sangat penting dan besar artinya.5. Tinjauan SosiologisPada umumnya di negara-negara sedang berkembang ditemukan masih banyaknya paraorang tua yang kurang menyadari akan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, banyak anak-anak mereka yang kurang mendapatkanpendidikan formal, putus sekolah atau tidak bersekolah sama sekali. Dengan demikianpendidikan seumur hidup kepada orang akan merupakan solusi dari masalah tersebut.3. Tujuan FilosofisDi negara demokrasi, menginginkan seluruh rakyat menyadari pentingnya hak memilihdan memahami fungsi pemerintah, DPR, MPR dan sebagainya.4. Tinjauan Teknologis
  7. 7. Di era globalisasi seperti sekarang ini, tampaknya dunia dilanda oleh eksplosi ilmupengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan berbagai produk yang dihasilkannya.Semua orang, tak terkecuali para pendidik, sarjana, pemimpin dan sebagainya dituntutselalu memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya seperti apa yang terjadi dinegara maju.5. Tinjauan Psikologis dan PaedagogisPerkembangan IPTEK sangat pesat mempunyai dampak dan pengaruh besar terhadapberbagai konsep, teknik dan metode pendidikan. Disamping itu, perkembangan tersebutjuga makin luas, dalam dan kompleks, yang menyebabkan ilmu pengetahuan tidakmungkin lagi diajarkan seluruhnya kepada anak didik di sekolah.Oleh karena itu, tugas pendidikan jalur sekolah yang utama sekarang ialah mengajarkanbagaimana cara belajar, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajarterus sepanjang hidupnya, memberikan skill kepada anak didik secara efektif agar diamampu beradaptasi dalam masyarakat yang cenderung berubah secara cepat. Berkenaandengan itulah, perlu diciptakan suatu kondisi yang merupakan aplikasi asas pendidikanseumur hidup atau lifelong education.Demikian keadaan pendidikan seumur hidup yang dilihat dari berbagai aspek danpandangan. Sebagai pokok dalam pendidikan seumur hidup adalah seluruh individuharus memiliki kesempatan yang sistematik, terorganisisr untuk belajar disetiapkesempatan sepanjang hidup mereka. Semua itu adalah tujuan untuk menyembuhkankemunduran pendidikan sebelumnya, untuk memperoleh skill yang baru, untukmeningkatkan keahlian mereka dalam upaya pengertian tentang dunia yang merekatempati, untuk mengembangkan kepribadian dan tujuan-tujuan lainnya.Konseptualisasi pendidikan seumur hidup yang merupakan alat untuk mengembangkanindividu-individu akan belajar seumur hidup agar lebih bernilai bagi masyarakat.Arah Pendidikan Seumur HidupPada umumnya pendidkan seumur hidup diarahkan pada orang-orang dewasaa dan padaanak-anak dalam rangka penambahan pengetahuan dan keterampilan mereka yangsangat dibutuhkan di dalam hidup.1) pendidikan seumur hidup kepada orang dewasaSebagaimana generasi penerus, kaum muda/dewasa membutuhkan pendidikan seumurhidup ini dalam rangka pemenuhan “self interest” yang merupakan tuntunan hidupmereka sepanjang masa.
  8. 8. Diantara self interest tersebut, kebutuhan akan baca tulis bagi mereka umumnya danlatihan kleterampilan bagi para pekerja, sangat membantu mereka untuk menghadapisituasi dan persoalan-persoalan penting yang merupakn kunci keberhasilan.2) penidikan seumur hidup bagi anakPendidikan seumur hidup bagi anak, merupakan sisis lain yang perlu memperolehperhatian dan pemenuhan olah karena anak akan menjadi “ tampat awal” bagi orangdewasa nantinya dengan segala kelebihan dan kekurangannya.Pengetahuan dan kemampuan anak, memberi peluang yang besar bagi pembangunanpada masa dewasa dan pada gilirannya masa dewasanya menanggung beban hidup yanglebih ringan.Proses penddiakan menekankan pada metodologi yang mengajar oleh karena padadasarnya pada diri anak harus tertanam kunci belajar dan kepribadian belajr yang kuat.Program kegiatan disusun mulai peningkatan kecakapan baca tulis, keterampilan dasarda mempertinggi daya pikir anak, sehingga memungkinkan anak terbiasa untuk belajar,berpikir kritis dan mempunyai pandangan kehidupan yang dicita-citakan pada masayang akan dating.B. Implikasi Konsep Pendidikan Seumur Hidup pada Program-program pendidikanImplikasi pendidikan seumur hidup pada program pendidikan sebagaimanadikemukakan oleh W.P. Guruge, dalam garis besarnya dapat dikelompokkan dalamenam kategori, sebagai berikut :a. pendidikan baca tulisb. pendidkan vokasionalc. pendidikan professionald. pendidikan ke Arah perubahan dan pembangunane. pendidikan kewargaan nengara dan kedewasaa politikf. pendidikan cultural dan penngesian waktu luang
  9. 9. C. IMPLIKASI KONSEP PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP PADA PROGRAMPENDIDIKANImplikasi diartikan sebagai akibat langsung atau konsekuaensi dari suatukeputusan tentang pelaksanaaan pendidikan seumur hidup. Menurut W.P Guruge dalambuku Toward Better Educational Management, implikasi pendidikan seumur hidup padaprogram pendidikan adalah :1. Pendidikan baca tulis fungsionalPendidikan baca tulis sangatlah penting bagi masyarakat, baik negara maju maupunnegara berkembang. Realisasi baca tulis fungsional memuat :a. Memberikan kecakapan membaca, menulis, menghitung (3M) yang fungsional bagianak didik.b. Menyediakan bahan-bahan bacaan yang diperlukan untuk mengembangkan lebihlanjut kecakapan yang telah dimilikinya tersebut.2. Pendidikan vokasionalPendidikan vokasional sebagai program pendidikan di luar sekolah bagi anak di luarbatas usia sekolah atau sebagai program pendidikan formal dan non formal dalamrangka ‘apprentice ship training merupakan salah satu program dalam pendidikanseumur hidup. Namun pendidikan vokasional tidak boleh dipandang sebagai jalan pintastetapi tetap dilaksanakan secara kontinu.3. Pendidikan profesionalSebagai realisasi pendidikan seumur hidup, dalam tiap profesi hendaklah tercipta builtin mechanism yang memungkinkan golongan profesional terus mengikuti berbagaikemajuan dan perubahan menyangkut metodologi, perlengkapan, terminologi, dan sikapprofesionalnya.4. Pendidikan ke arah perubahan dan pembangunanPendidikan bagi anggota masyarakat dari berbagai golongan usia agar mereka mampumengikuti perubahan sosial dan pembangunan juga merupakan konsekuensi pentingdari asas pendidikan seumur hidup.5. Pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politikPendidikan kewarganegaraan dan kedewasaan politik perlu diberikan dalam pendidikan
  10. 10. seumur hidup bagi kehidupan berbangsa dan bernegara baik menjadi rakyat maupunpimpinan.6. Pendidikan kultural dan pengisian waktu senggangPendidikan kultural dan pengisian waktu senggang perlu diberikan secara konstruktifsebagai bagian konsep long life education. Dengan cara ini waktu senggang dapatdimanfaatkan berbasis budaya yang baik sehingga pendidikan seumur hidup dapatberjalan menyenangkan.Implikasi pada sasaran pendidikanYang perlu memperoleh pendidikan seumur hidup dapat diklasifikasikan dalamkategori:a. Para petani, hal ini disebabkan oleh dasar pendidikan yang rendah, maka pendidikanyang diberikan hendaknya : menolong meningkatkan produktifitas, mendidik merekabagaimana memanfaatkan waktu luang.b. Para remaja yang putus sekolah dan mereka itu perlu dibeerikan pendidikan yangkultural,c. Para pekerja yang berketrampilan,d. Para teknisi dan golongan profesional,e. Para pemimpin masyarakat,f. Para anggota masyarakat yang sudah tua.D. Beberapa Kepentingan Pendidikan Seumur HidupHal yang mendasari perlunya pendidikan seumur hidup :1. Pertimbangan ekonomi. Masih banyaknya masyarakat yang masih berada dibawah garis kemiskinan.2. Keadilan. Tuntutan akan adanya persamaan dan kesempatan yang sama untukmemperoleh pendidikan.3. Faktor peranan keluarga.4. Faktor perubahan peranan sosial5. Perubahan teknologi6. Faktor-faktor vocational7. Kebutuhan-kebutuhan orang dewasa
  11. 11. 8. Kebutuhan anak-anak awalE. Strategi Pendidikan Seumur HidupMenurut Prof. Soelaiman Joesoef strategi dalam rangka pendidikan seumur hidup :1. Konsep-konsep kunci pendidikan seumur hidup :a. Konsep pendidikan seumur hidup itu sendiriPendidikan seumur hidup diartikan sebagai tujuan atau ide untuk pengorganisasian danpenstrukturan pengalaman-pengalaman pendidikan, yang meliputi seluruh rentanganusia ini.b. Konsep belajar seumur hidupKonsep ini menyatakan bahwa pelajar belajar karena respon terhadap keinginan yangdidasari untuk belajar dan angan-angan pendidikan menyediakan kondisi-kondisi yangmembantu belajar. Belajar menunjukkan kegiatan yang dikelola walaupun tanpaorganisasi sekolah dan kegiatan ini justru mengarah pada penyelenggaraan asaspendidikan seumur hidup.c. Konsep metode belajar seumur hidupSistem pendidikan (metode belajar) bertujuan membantu perkembangan orang-orangsecara sadar dan sistematik respons untuk beradaptasi dengan lingkungan seumur hidup.d. Kurikulum yang membantu pendidikan seumur hidupKurikulum dirancang atas dasar prinsip pendidikan seumur hidup yang praktis untukmencapai pendidikan dan mengimplementasi prinsip-prinsip pendidikan seumur hidup.2. Arah pendidikan seumur hidupa. Pendidikan seumur hidup kepada orang dewasaPemuda atau orang dewasa memerlukan pendidikan seumur hidup dalam rangkapemenuhan self interest yang merupakan tuntutan hidup mereka self interest antaralain : kebutuhan baca tulis, latihan dan ketrampilan.b. Pendidikan seumur hidup bagi anakPendidikan seumur hidup bagi anak merupakan hal yang sangat penting karena anakakan menjadi tempat awal bagi orang dewasa nantinya. Program yang kegiatan yang
  12. 12. disusun buat anak antara lain : kecakapan baca tulis, ketrampilan dasar danmempertinggi daya pikir anak sehingga memungkinkan anak terbiasa belajar berpikirkritis dan mempunyai pandangan kehidupan yang dicita-citakan.KESIMPULANDari pembahasan Konsep Pendidikan Seumur Hidup, Dasar Pemikiran ,Implikasidan Strategi Pendidikan Seumur Hidup dapat kami simpulkan sebagai berikut :1. Konsep pendidikan seumur hidup merumuskan suatu asas bahwa pendidikan adalahsuatu proses yang terus menerus dari bayi sampai meninggal dunia.2. Dasar pemikiran konsep pendidikan seumur hidup dapat ditinjau dari berbagai segiyaitu tinjauan ideologis, ekonomis, sosiologis, politis, teknologis, psikologis danpedagogis.3. Implikasi bidang pendidikan meliputi : implikasi program pendidikan yang terdiridari pendidikan baca tulis, pendidikan kejuruan, pendidikan profesional, pendidikanke arah perubahan dan pengembangan, pendidikan kewarganegaraan dan kedewasaanpolitik, perubahan kultural dan pengisian waktu luang; implikasi pada sasaranpendidikan yang meliputi para petani, remaja putus sekolah, pekerja terampil, parateknisi dan golongan profesional, para pemimpin masyarakat dan para anggotamasyarakat yang sudah tua.4. Strategi bidang pendidikan meliputi : -Konsep-konsep kunci pendidikan seumur hidupmeliputi konsep pendidikan seumur hidup,konsep belajar seumur hidup,konsep metodebelajar seumur hidup, dan kurikulum pembantu pendidikan seumur hidup.- Arah Pendidikan Seumur Hidup meliputi pendidikan seumur hidup kepada orangdewasa dan pendidikan seumur hidup kepada anak.
  13. 13. DAFTAR PUSTAKA Fuad Ikhsan, Drs, Dasar-dasar Kependidikan, Jakarta: PT Rineka Cipta. 200 Zahara Idris H, pengantar pendidkan,Jakarta: PT Grammedia WidiasaranaIndonesia. Ahmad, Abu dan Uhbiyati, Nur, Ilmu Pendidikan. Semarang: Rineka Cipta,2001. Effendi, Mukhlison dan Rodliyah, Siti, Ilmu Pendidikan. Ponorogo: PPS Press,2004. Mudyahardho, Redja, Filsafat Ilmu Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya,2006.

×