Modul sistem-informasi-1-2

4,719 views

Published on

  • Be the first to comment

Modul sistem-informasi-1-2

  1. 1. BAB 1 DEFINISI SISTEM DAN PENGERTIAN SISTEM INFORMASI 1.1. Gambaran Umum Sistem Informasi Ada berbagai macam Sistem Informasi misalnya system POS (Point Of Sales), Sistem Pemantauan jalan yang menggunakan GPS, Sistem yang menangani management gedung dll. 1.2. Definisi System Dapat didefinisikan bahwa suatu system adalah pada dasarnya sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang mempunyai fungsi bersama- sama untuk mencapai tujuan tertentu. 1.3. Pengerian Informasi Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam mengambil keputusan saat ini atau mendatang (Davis, 1995). Mc Leod (1995) mengatakan bahwa informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti. 1.4. Pengertian Sistem Informasi  Alter (1992) System Informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam organisasi  Bodnar dan Hopwood (1993) System Informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna  Wikinso (1992) Sistem Informasi adalah kerangka kerja yang mengkoordinasikan sumberdaya (manusia dan komputer) untuk mengubah masukan (input) menjadi keluaran (informasi), guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan  Turban, McLean, dan Wetherbe (1999) Sebuah system informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik  Hall (2001) System Informasi adalah sebuah rangkaian prosedur formal dimana data dikelompokkan, diproses menjadi informasi dan didistribusikan kepada pemakai 1.5. SISTEM INFORMASI VS. TEKNOLOGI INFORMASI Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 1
  2. 2. Sistem adalah satu bagian yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berkaitan dan bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu dengan batasan/lingkup yang jelas. Sistem Informasi adalah gabungan dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, sumber data, kebijakan dan prosedur yang terorganisir yang mampu menyimpan, mengambil, dan mendistribusikan informasi di dalam sebuah organisasi. Sistem informasi secara teori dapat berbentuk sistem manual (paper based). Teknologi Informasi adalah perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan manajemen data. Dapat diambil kesimpulan bahwa Teknologi Informasi merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer. Sistem informasi saat ini sulit untuk dipisahkan dari teknologi informasi. 1.6. UNTUK APA SYSTEM DI BUAT/ DICIPTAKAN? Waktu mengalami perputaran zaman berubah, teknologi semakin maju dan manusia tidak pernah puas maka system pun perlu dikembangkan sebagai tuntutan zaman dan memenuhi kebutuhan manusia. Setiap system dibuat untuk menangani sesuatu yang berungkali atau secara rutin terjadi. Bayangkan apabila suatu organisasi atau badan perusahaan melakukan pekerjaan rutin tetapi tidak didukung dengan suatu system. System yang lama perlu diganti atau diperbaiki karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut: 1. Adanya permasalahan-permasalahan dari system lama, misalnya: • Ketidakberesan dalam system lama menyebabkan system yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Ketidakberesan ini dapat berupa: • Pertumbuhan organisasi Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya system yang baru 2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities) 3. Adanya instruksi-instruksi (directives). Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 2
  3. 3. BAB 2 KONSEP DASAR INFORMASI 2.1. Lingkungan Informasi Informasi merupakan salah satu sumber daya penting dalam manajemen modern. Banyak keputusan strategis yang bergantung kepada informasi. Yang dimaksud manajemen informasi tidak lain adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan perolehan informasi, penggunaan informasi seefektif mungkin, dan juga pembuangan terhadap informasi (yang tidak berguna lagi) pada waktu yang tepat (McLeod, 1998). Ebert dan Griffin (2003) mendefinisikan manajemen informasi sebagai operasi-operasi internal yang mengatur sumber daya informasi dalam perusahaan untuk mendukung kinerja dan hasil bisnis. Untuk memahami bgaimana informasi digunakan dalam nanajemen, ada baiknya untuk mengetahui level-level manajemen dalam suatu organisasi. Manajemen biasa dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu manajemen tingkat atas, manajemen tingkat menengah dan manajemen tingkat bawah. • Manajemen tingkat bawah bertanggung jawab terhadap pengawasan dan pengendalian kegiatan operasional sehari-hari. Yang termasuk manajemen tingkat bawah antara lain: penyelia (supervisor), kepala proyek, dan kepala bagian. • Manajemen tingkat menengah bertanggung jawab dalam hal perencanaan dan koordinasi kegiatan-kegiatan jangka pendek yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi (pengendalian manajemen). Termasuk dalam kategori ini, yaitu manajer pabrik, manajer operasi, dan manajer divisi. • Manajemen tingkat atas bertanggung jawab terhadap perencanaan jangka panjang (yang biasa disebut rencana strategis) dan menetapkan tujuan orgasnisasi. Termasuk dalam kategori ini yaitu direktur dan wakil direktur. 2.2. Data, Informasi, dan Pengetahuan Perbedaan antara data dan informasi sering menjadi titik awal untuk memahami sistem informasi. Sebagai tambahan, pengetahuan juga diikutkan untuk dibahas, mengingat pada saat ini pemakaian sistem pakar yang berbasiskan pengetahuan telah banyak digunakan. • Data Secara konseptual, data adalah deskripsi tentang benda, kejadian, aktivitas, dan transaksi, yang tidak mempunyai makna atau tidak berpengaruh secara langsung kepada pemakai. Misalnya, anda menjumpai deretan angka seperti: 6.30 27 6.32 28 6.34 27. Apa yang terpikir pada anda ketika melihatnya? Anda mungkin merasakan bahwa deretan bilangan tersebut tidak memberikan makna apapun. Itulah contoh data. Berbeda hal kalau anda disuguhi tabel seperti berikut : Waktu Suhu 6.30 27 Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 3
  4. 4. 6.32 28 6.34 27 Namun, dalam konteks yang berbeda, isi tabel di atas dapat di pandang hanya sebagai data. Data dapat berupa nilai yang terformat teks, citra, audio, dan video. Data yang terformat adalah data dengan suatu format tertentu. Misalnya, data yang menyatakan tanggal atau jam, atau menyatakan nilai mata uang. • Informasi McFadden, dkk (1999) Mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut. • Pengetahuan Pengetahuan (knowledge) adalah kombinasi dari naluri, gagasan, aturan, dan prosedur yang mengarahkan tindakan atau keputusan (Alter, 1992). Sebagai gambaran, informasi yang dipadukan dengan pengalaman masa lalu dan keahlian akan memberikan suatu pengetahuan yang tentu saja memiliki nilai yanbg tinggi. 2.3. Hirarki Data Secara tradisional data disusun dalam suatu hirarki yang terdiri dari: • Elemen Data Elemen data adalah suatu data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit data yang lain. Pada data kepegawaian, elemen data dapat berupa nama pegawai, alamat, kota tempat tinggal, dan atribut lain yang berkaitan dengan pegawai. Istilah lain untuk elemen data adalah medan (field), kolom, Item, dan atribut • Rekaman Rekaman adalah gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait, sebagai contoh, nama, alamat, kota, dan tempat tinggal lahir seorang pegawai dapat dihimpun dalam sebuah rekaman. Istilah lain untuk rekaman adalah tupel dan baris. • Berkas Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 4
  5. 5. Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama membentuk sebuah berkas. Berkas dapat dikatakan sebagai kumpulan data yang berkaitan dengan suatu subjek. Dalam sistem basis data relasional, berkas mewakili komponen yang disebut tabel atau relasi. Dalam konteks yang lebih besar, sekumpulan berkas atau tabel membentuk sebuah basis data. Sebagai contoh, sebuah basis data kepegawaian dapat mengandung sejumlah tabel seperti data pribadi, data presensi, sejarah kerja, dan sebagainya. Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 5
  6. 6. Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 6
  7. 7. BAB 3 KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI 3.1. Karakteristik Sistem Untuk memahami atau mengembangkan suatu sistem, maka perlu membedakan unsur - unsur dari sistem yang membentuknya. Berikut ini karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan sistem lainnya. 1. Batasan (boundary) 2. Lingkungan luar sistem(environment) 3. Masukan (input) 4. Keluaran (output) 5. Komponen (component) 6. Penghubung (interface) 7. Pengolah (Process) 8. Sasaran (Objectives) 9. Tujuan (Goals) 3.2. Subsistem dan Supersistem Suatu sistem yang kompleks biasanya tersusun atas beberapa subsistem. Subsistem bisa dijelaskan sebagai sebuah Sistem dalam sistem yang lebih besar. Contohnya : Sistem Akuntasi memiliki beberapa sub sistem yaitu Sistem Pembayaran (Payable Sistem), Sistem Penerimaan (Receivable System), Sistem Perpajakan (Tax System) dan lain-lainnya. 3.3. Sistematika Sistem Informasi Sistem informasi yang baik harus memiliki sistematika yang: 1. Jelas 2. Ringkas 3. Sederhana 4. Mudah dipahami Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 7
  8. 8. BAB 4 KOMPONEN SISTEM INFORMASI 4.1. Mengenal Satuan dalam Sistem Komputer Sistem komputer bekerja atas dasar bilangan binner. Yang disebut bilangan binner adalah bilangan yang hanya mengenal digit 0 dan 1 atau hanya mengenal dua digit yang digunakan. Pada sistem matematika, bilangan seperti ini disebut bilangan berbasis 2, nilai 0 atau 1 biasa disebut bit. Pada sistem komputer, digit 0 untuk menyatakan “tidak ada” dan digit 1 menyatakan “ada”. Sebuah bilangan berapapun dapat dinyatakan dengan sederetan digit 0 dan digit 1 sebagai contoh: 10000010 Adalah bilangan binner yang mengandung 8 digit dan identik dengan bilangan 130 dalam sistem bilangan yang umum kita pakai (disebut sistem desimal atau sistem bilangan berbasis 10). Untuk menghitung ekuivalensi bilangan di atas dengan bilangan desimal, bisa dilakukan penguraian seperti berikut 10000010 = 1x27 + 0x26 + 0x25 + 0x24 + 0x23 + 0x22 +1x21 + 0x20 = 128 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 2 + 0 = 130 Telah diketahui bahwa komputer merupakan bagian dari sistem informasi dan merupakan perangkat keras. Sebagai sebuah sistem, komputer tersusun atas sejumlah komponen. Antar komponen dihubungkan oleh saluran komunikasi yang disebut bus 4.1.1. Bus Bus dapat dibayangkan sebagai suatu jalan atau saluran, Bus berperan sebagai tempat data melintas dari suatu komponen ke komponen yang lain. Terdapat tiga macam • Bus Data Berfungsi untuk melewatkan data dari dan ke memori utama • Bus Alamat Digunakan untuk mengirimkan isyarat yang menyatakan alamat dalam memori utama • Bus Pengendali Berfungsi untuk mengirimkan isyarat yang menyatakan data “dibaca” atau “ditulis” dari atau dan ke memori utama peranti masukan, atau peranti keluaran. 4.2. Perangkat lunak (Software) 1. Pengelompokan Perangkat Lunak Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 8
  9. 9. • Program System Adalah program digunakan sebagai pendukung atau support software adalah program yang digunakan untuk mengontrol sumber daya komputer, seperti CPU dan peranti masukan/ keluaran. Program sistem dapat di kelompokkan menjadi tiga golongan yaitu: 1. Program Pengendali Sistem Adalah program yang mengendalikan pemakaian perangkat keras, perangkat lunak, dan data pada komputer selama program ini dijalankan misalnya adlah sistem operasi. 2. Program Pendukung Sistem Adalah program yang mendukung operasi, manajemen dan pemakai sistem komputer dengan menyediakan bermacam- macam layanan. Termasuk dalam kelompok ini adalah program utilitas, pemantau kinerja sistem, dan pemantau keamanan. 3. Program Pengembangan Sistem Adalah program yang ditujukan untuk membantu pemakai dalam membuat/ mengembangkan program. Termasuk dalam kategori ini yaitu kompiler dan interpreter. • Program Aplikasi Seringkali hanya disebut aplikasi saja, dibuat oleh pemakai yang ditujukan untuk melakukan suatu tugas khusus. Program seperti ini biasa dikelompokkan menjadi dua, yaitu : 1. Program Aplikasi Serbaguna Adalah program aplikasi yang dapat digunakan oleh pemakai untuk melaksanakan hal-hal yang bersifat umum, misalnya untuk membuat dokumen atau untuk mengirim surat secara elektronis) serta untuk mengotomasikan tugas-tugas individual yang bersifat berulang (misalnya untuk melakukan perhitungan-perhitungan yang bersifat rutin). Termasuk dalam kategori ini antara lain adalah DBMS sederhana, Web Browser, surat elektronis, pengolah kata (word processor), lembar kerja (Spreadsheet), dan program presentasi. Program aplikasi serbaguna seringkali disebut perangkat lunak pemakai akhir (end-user software) 2. Program Aplikasi Spesifik Adalah program yang ditujukan untuk menangani hal-hal yang sangat spesifik. Misalnya, program pada sistem POS (Point Of Sales) dan ATM. Termasuk dalam kategori ini adalah program yang di sebut sebagai paket aplikasi atau perangkat lunak paket. 2. Berbagai Perangkat Lunak Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 9
  10. 10. • Spreadsheet • Word Process • Program Presentasi • Image Processing • Email • Groupware • DBMS 4.3. Prosedur Adalah sekumpulan aturan yang di pakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki. Prosedur terdiri dari: • Cara Masuk ke aplikasi dan database (login) • Cara memakai fasilitas-fasilitas tertentu dalam aplikasi dan database • Cara mengaktifkan dan menghentikan aplikasi dan database • Cara buat cadangan/ back up aplikasi dan basis data dan cara me-restore kembali. 4.4. Sumber Daya Manusia (SDM) Komponen SDM dapat dibagi menjadi tiga kelompok, antara lain: • Pemakai akhir (end-user) • Pemrogramam aplikasi • Administrator basis data 4.5. Basis Data 1. Administrator Basis Data • Mendefinisi basis data • Mendefinisikan struktur dan metode akses penyimpanan • Menetukan keamananan basis data • Melakukan pemeliharaan basis data secara rutin 2. Arsitektur Basis Data Arsitektur basis data dimaksudkan untuk membuat abstraksi terhadap basis data. Tujuannya agar DBMS dapat diakses secara efisien tanpa mengharuskan pemakai tahu detail tentang cara data disimpan dan dipelihara. ANSI-SPARC (American National Standards Institute – Standards Planning and Requirements Committee) mendefinisikan Arsitektur basis data ada tiga level: • Level eksternal Adalah level yang berhubungan langsung dengan pemakai. Pada level ini, pemakai cukup mengenal struktur data yang sederhana dalam basis data supaya bias akses basis data. Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 10
  11. 11. • Level konseptual Menjabarkan data apa yang tersimpan dalam basis data dan juga menjabarkan hubungan-hubungan antar data. Level ini biasa dipakai administrator basis data. • Level internal Level ini adalah level yang berhubungan langsung dengan basis data dan menjabarkan bagaimana data disimpan dalam basis data 4.6. Arsitektur Informasi Adalah suatu pemetaan atau rencana kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi. Arsitektur ini berguna sebagai penuntun bagi operasi sekarang atau menjadi cetak biru (blue print) untuk arahan dimasa mendatang. Tujuan dari arsitektur ini adalah agar bagian teknologi informasi memenuhi kebutuhan-kebutuhan bisnis strategi organisasi. Oleh karena itu arsitektur informasi memadukan kebutuhan informasi, komponen system informasi dan teknologi pendukung.. 1. Arsitektur Tersentralisasi Arsitektur tersentralisasi (terpusat) adalah pemrosesan data yang tepusat (biasa disebut komputasi terpusat). Semua pemrosesan data dilakukan oleh komputer yang ditempatkan di dalam suatu lokasi yang ditujukan untuk melayani semua pemakai dalam organisasi, kebanyakan perusahaan yang tidak memiliki cabang menggunakan model seperti ini. 2. Arsitektur Desentralisasi Merupakan konsep dari pemrosesan data tersebar (atau terdistribusi). System pemrosesan data terdistribusi (atau biasa disebut sebagai komputasi tersebar. 3. Arsitektur Client/ Server Adalah konektivitas antar berbagai komputer yang saling berinteraksi. Istilah interoperabilitas sering dipakai untuk menyatakan keadaan ini. Perkembangan ini akhirnya juga disusul oleh kemudahan perangkat lunak untuk saling berinteraksi. Sebuah basis data pada prinsipnya dapat diakses oleh perangkat lunak apa saja. Misalnya database SQL Server bias di akses oleh aplikasi Visual basic, atau Delphi, ASP atau PHP, dll. Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 11
  12. 12. BAB 5 JENIS SISTEM INFORMASI 5.1. Klasifikasi Sistem Informasi Ada berbagai cara untuk mengelompokkan system informasi, klasifikasi yang umum dipakai antara lain didasarkan pada: 1. Level organisasi 2. Area fungsional 3. Dukungan yang diberikan dan 4. Arsitektur system informasi 5.2. Sistem Informasi menurut Level Organisasi 1. Sistem Informasi departemen (Department Information System) adalah system informasi yang hanya digunakan dalam sebuah department. Sebagai contoh, deparmen SDM (Sumber Daya Manusia) memiliki aplikasi untuk memantau kinerja pegawai dan aplikasi yang menangani pelamar. u 2. Sistem Informasi perusahaan (Enterprise Information System) merupakansistem informasi yang tidak terletak pada masing-masing departemen, melainkan berupa sebuah system terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen secara bersama-sama. Sebagai contoh, system informasi perguruan tinggi mengintegrasikan bagian-bagian seperti pengajaran, keuangan, dan mahasiswa. 3. Sistem Informasi antar organisasi (Interorganization Information System atau terkadang IOS / Interorganization System) merupakan jenis system informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih. Sebagai gambaran, system informasi reservasi pesawat terbang adalah contoh system informasi yang memungkinkan biro perjalanan yang menjual tiket dan maskapai penerbangan bisa berbagi informasi. 5.3. Sistem Informasi Fungsional 1. Sistem informasi akuntansi Adalah system informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi akuntansi (departemen/ bagian akuntansi). System ini mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan. 2. Sistem informasi keuangan Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 12
  13. 13. Sistem informasi yang menyediakan informasi pada fungsi keuangan (departemen/ bagian keuangan) yang menyangkut keuangan perusahaan. Misalnya berupa ringkasan arus kas (cash flow) dan informasi pembayaran 3. Sistem informasi Manufaktur Sistem informasi yang bekerja sama dengan system informasi lain untuk mendukung manajemen perusahaan (baik dalam hal perencanaan maupun pengendalian) dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Misalnya berupa data bahan mentah, profil vendor baru, dan jadwal produksi. 4. Sistem Informasi Pemasaran Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi pemasaran. Misalnya berupa ringkasan penjualan. 5. Sistem Informasi SDM Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajak, dan tunjangan-tunjangan hingga kinerja pegawai. 5.4. Sistem Informasi Berdasarkan Dukungan yang Tersedia 1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing System atau TPS) System pemrosesan transaksi merupakan jenis system informasi yang pertama kali diimplementasikan. Focus utama system ini adalah pada data transaksi. System informasi ini digunakan untuk menghimpun, menyimpan, dan memproses data transaksi serta sering kali mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transaksi. Misalnya, yang mengendalikan keputusan adalah system pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat memvalidasi keabsahan kartu kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Seperti pada gambar di bawah ini dijelaskan bahwa, data transaksi pertama kai dimasukkan ke dalam system dan kemudian disimpan dalam basis data. Dan selanjutnya, system dapat memberikan laporan ataupun dokumen tentang transaksi. Pemakai dapat meminta suatu permintaan terhadap data dan system akan memberiaknnya. Pemakai juga dapat mengambil data (download) ataupun meletakan data (upload) ke dalam basis data Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 13
  14. 14. 2. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System atau MIS) Adalah system informasi yang digunakan untuk menyajikan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Biasanya SIM menghasilkan informasi untuk memantau kinerja, memelihara koordinasi, dan menyediakan informasi untuk operasi organisasi. Umumnya SIM mengambil data dari system pemrosesan transaksi. 3. Sistem Otomasi Perkantoran (Office Automation System atau OAS) Adalah system informasi yang memberikan fasilitas tugas-tugas pemrosesan informasi sehari-hari di dalam perkantoran dan organisasi bisnis. System ini menyediakan aneka ragam perangkat untuk pemrosesan informasi, seperti pengolah lembar kerja (spreadsheet), pengolah kata (word process), pengolah grafik, aplikasi presentasi, pengaksesan bsis data personal, email, voice mail, dan bahkan telekonferensi. Pengguna system ini pada prinsipnya adalah semua personil dalam organisasi, baik staf maupun yang masuk kategori level manajemen. 4. Sistem Pendukung Keputusan (Decission Support System atau DSS) Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 14
  15. 15. Adalah system informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan manupulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang semiterstruktur dan situasi yang tidak terstruktur dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Alter, 2002) DSS, dibuat sebagai reaksi atas ketidakpuasan terhadap TPS dan MIS. Sebagaimana diketahui, TPS lebih memfokuskan diri pada perekaman dan pengendalian transaksi yang merupakan kegiatan yang bersifat berulang dan terdefinisi dengan baik, sedangkan MIS lebih berorientasi pada penyediaan laporan bagi manajemen yang sifatnya tidak fleksibel. DSS lebih ditujukan untuk mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analitis, dalam situasi yang kurang terstruktur dan dengan criteria yang kurang jelas. DSS tidak dimaksudkan untuk mengotomasikan pengambilan keputusan, tetapi memberikan perangkat interaktif yang memungkinkan pengambil keputusan dapat melakukan berbagai analisis dengan menggunakan model-model yang tersedia. 5. Sistem Informasi Eksekutif (Excecutive Information System atau EIS) Merupakan system informasi yang menyediakan fasilitas yang fleksibel bagi manajer dan eksekutif dalam mengakses informasi eksternal dan internal yang berguna untuk mengidentifikasi masalah atau mengenali peluang. Pemakai yang awam dengan computer pun tidak sulit mengoperasikannya karena system dilengkapi dengan antarmuka yang sangat memudahkan pemakai untuk menggunakannya (user friendly). Berikut adalah model sistem informasi Eksekutif : Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 15
  16. 16. Suatu EIS pada dasarnya terdiri atas sebuah komputer personal (PC) yang terhubung ke suatu basis data eksekutif. Sistem ini akan memberikan tampilan informasi yang sesuai dengan permintaan informasi, terutama yang sifatnya insidentil. Selain basis data eksekutif EIS terhubung ke SIM organisasi sehingga EIS dapat memperoleh data inti atau data ringkasan semua sistem fungsional dalam organisasi sehingga eksekutif dapat memperoleh gambaran lengkap tentang organisasi. Karakteristik utama dari EIS adalah: • menyediakan akses yang mudah dan cepat ke seluruh sumber data / informasi dengan kemampuan untuk melakukan peringkasan, pemilihan, ataupun merinci lebih lanjut • membantu eksekutif meng-identifikasi masalah dan mengenali adanya peluang • memiliki fleksibilitas (keluwesan) dalam pembuatan laporan • memiliki perangkat (software) untuk melakukan analisis terhadap data dan informasi, misalnya analisis trend, atau drill-down • mudah digunakan (user friendly) • biasa dilengkapi dengan fasilitas akses komunikasi, e-mail, konferensi. 6. Sistem Pendukung Kelompok (Grouping Support System atau GSS) Adalah suatu jenis system informasi yang digunakan untuk mendukung sejumlah orang yang berada pada lokasi yang berbeda yang hendak melakukan sumbang-saran, pemberian komentar-komentar, pemilihan suara , dan evaluasi terhadap alternative-alternatif melalui sarana komunikasi. Contohnya adalah aplikasi linux yang berjalan pada platform Windows. Perangkat lunak yang mendukung GSS biasa disebut Groupware. Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 16
  17. 17. 7. Sistem Pendukung Cerdas Intelligent Support System atau ISS) System pendukung cerdas atau sering kali hanya disebut system cerdas adalah system yang memiliki kemampuan seperti kecerdasan manusia. System pendukung ini memiliki beberapa karatristik, antara lain: • Belajar atau memahami permaslahan berdasarkan pengalaman • Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi-situasi baru • Mampu menangani masalah yang kompleks • Memecahkan permasalahan berdasarkan penalaran • Menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan. System cerdas yang banyak dipakai dalam aplikasi bisnis adalah system pakar (expert system) yaitu system yang meniru kepakaran (keahlian) seseorang dalam bidang tertentu dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 17
  18. 18. BAB 6 INTERNET DAN APLIKASI WEB 6.1. INTERNET Internet merupakan contoh jaringan terbesar yang menghubungkan jutaan komputer yang tersebar di seluruh penjuru dunia dan tak terikat pada satu organisasipun. Supaya bisa terhubung dengan internet, seorang pemakai dapat mengakses komputer pada perusahaan yang telah terkoneksi ke internet atau perlu menjadi pelanggan dari sebuah ISP (Internet Service Provider). ISP adalah organisasi komersial yang bergerak dalam bidang penyediaan jasa akses ke internet. Koneksi jutaan komputer di internet ditangani dengan menggunakan protokol TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol ini mensyaratkan bahwa setiap komputer di dalam jaringan internet harus memiliki identitas yang unik yang dinamakan nomor atau alamat IP. Nomor ini terdiri dari empat bilangan dengsn masing-masing bernilai antara 0 sampai dengan 255, dan antar bilangan dipisahkan oleh tanda titik. Contoh alamat IP: 128.252.115.5 6.2. INTRANET Intranet adalah jaringan komputer dalam sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi internet sehingga terbentuk lingkungan yang seperti internet tetapi bersifat privat bagi perusahaan bersangkutan. Dalam hal ini, pengaksesan informasi yang berkaitan dengan sistem basis data juga dilakukan melalui Web browser. Kadangkala internet juga dihubungkan ke jaringan internet, dengan dilengkapi firewall. Firewall adalah program yang dijalankan pada komputer yang berkedudukan sebagai server dengan tujuan untuk mencegah akses intranet dari internet, tetapi memungkinkan pemakai di dalam intranet mengakses internet. 6.3. EXTRANET Extranet adalah jaringan privat yang menggunakan teknologi internet dan sistem telekomunikasi publik untuk membentuk hubungan yang aman antara pemasok, vendor, mitra kerja, pelanggan, dan pihak bisnis lainnya dalam rangka mendukung operasi bisnis atau pengaksesan informasi bisnis. Extranet dapat menggunakan hubungan internal yang aman antara kedua belah pihak yang akan berkomunikasi ataupun melalui jaringan internet. 6.4. E- BUSINESS O’Brien (2001) mendefinisikan e-business atau bisnis elektronik sebagai “Penggunaan teknologi Internet untuk menghubungkan dan memperkuat proses-proses bisnis, perdagangan elektronik, dan komunikasi serta kolaborasi Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 18
  19. 19. antara sebuah perusahaan dengan para pelanggan, pemasok, dan mitra kerja bisnis elektronis lainnya”. 6.5. E- COMMERCE Digunakan untuk mendukung kegiatan pembelian dan penjualan, pemasaran produk, jasa, dan informasi melalui internet atau extranet. E- Commerce umumnya dikelompokkna menjadi beberapa kategori: a. Business to business (B2B) b. Business to Consumer (B2C) c. Consumer to Consumer (C2C) d. Consumer to Business (C2B) 6.6. TEKNOLOGI WEB Dari sisi teknologi yang digunakan untuk membentuk web dinamis, terdapat dua macam pengelompokkan, yaitu: • Teknologi pada sisi klien (client-side technology) Teknologi web pada sisi klien diimplementasikan dengan mengirimkan kode perluasan HTML atau program tersendiri dan HTML ke klien. Yang termasuk dalam teknologi pada sisi klien antara lain: - Kontrol ActiveX - Java Applet - Skrip sisi klien • Teknologi pada sisi server (server-side technology) Teknologi pada sisi server memungkinkan pemrosesan kode di dalam server sehingga kode yang sampai pada pemakai berbeda dengan kode asli pada server. Beberapa contoh teknologi yang berjalan di server, yaitu: - Common Gateway Interface (CGI) - Proprietary Web Server API - Active Server Page (ASP) - Server Side Java Script - Java Servlets dan JavaServer Page (JSP) - PHP Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 19
  20. 20. BAB 7 KOMUNIKASI DATA DAN JARINGAN KOMPUTER 7.1. Dasar Telekomunikasi dan Komunikasi Data Telekomunikasi merupakan istilah yang bermakna luas, yang mencakup baik suara maupun komunikasi data, jadi komunikasi data hanyalah bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan perpindahan data/ informasi dalam bentuk digital dari suatu piranti ke piranti yang lain 7.2. Sistem Komunikasi Data Komunikasi data yang melibatkan dua buah simpul (umumnya berupa komputer, tetapi juga bisa berupa peralatan yang lain). Komponen-komponen penting yang menyusun sistem komunikasi data antara lain: 1. Komputer untuk memproses data 2. Terminal atau peralatan masukan/ keluaran untuk mengirim atau menerima data 3. Media transmisi (media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima) 4. Prosesor komunikasi, yang mendukung pengiriman atau penerimaan data via media transmisi 5. Perangkat lunak yang mengontrol kegiatan pertukaran informasi Perangkat pengirim mengirimkan data/ informasi melalui prosesor komunikasi . prosesor inilah yang bertanggung jawab melintaskan data/ informasi ke media transmisi. Pada bagian penerima, prosesor komukasi inilah yang berperan menangkap data yang berasal dari media transmisi yang mengkonversinya menjadi data/ informasi dalam bentuk yang bisa di mengerti oleh komputer penerima. 7.3. Macam Isyarat Data informasi yang disampaikan melaui media transmisi berwujud isyarat listr,lik. Macam isyarat yang melalui media tersebut dapat berupa: • Isyarat analog Isyarat analog biasa juga disebut isyarat kontinyu, karena bentuknya berupa gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. • Isyarat digital Isyarat digital biasa juga disebut isyarat diskret. Isyarat ini tersusun atas dua keadaan, yang biasa disebut bit. BAB 8 Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 20
  21. 21. KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SISTEM 8.1. Kebijakan Sistem Menetapkan kebijakan untuk menerapkan suatu perencanaan system untuk mengembangkan system informasi yang terpadu. System informasi ini dimaksudkan untuk menyediakan manajemen dengan informasi yang cukup, meningkatkan produktivitas dari karyawan-karyawannya dan menyediakan pelayanan yang lebih baik. Setelah manajemen puncak menetapkan suatu kebijakan untuk mengmbangkan suatu system informasi, partisipasi dan keterlibatan manajemen puncak masih diharapkan untuk keberhasilan juga dengan komite pengarah (steering committee) Tugas dari komite ini adalah: 1. Mengkaji, menyetujui atau membuat rekomendasi yang berhubungan dengan perencanaan system, proyek-proyek system serta pengadaan perangkat keras, perangkat lunak dan fasilitas-fasilitas lainnya. 2. Mengkoordinasi pelaksanaan proyek system sesuai dengan rencananya 3. Memonitor atau mengawasi kemajuan kemajuan dari proyek system 4. Menilai kinerja dari fungsi-fungsi system yang telah dikembangkan 5. Memberikan saran-saran dan petunjuk terhadap proyek system yang sedang dikembangkan terutama yang berhubungan dengan pencapaian sasaran system, sasaran perusahaan dan juga terhadap kendala-kendala yang dihadapi. 8.2. Perencanaan Sistem Perencanaan system (System Planning) ini menyangkut estimasi dari kebutuhan- kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan system ini serta untuk mendukung operasinya setelah diterapkan. Perencanaan system biasanya ditangani oleh staff perencaan system, bila tidak ada maka perencanaan system dapat juga dilakukan oleh departemen system (system department) bila department ini ada di perusahaan (umumnya untuk perusahaan yang besar mempunyai). System department juga mempunyai tugas untuk melakukan pengembangan system bila perencanaan system telah disetujui oleh committee steering, direktur utama dan dewan direksi. 8.3. Proses Perencanaan Sistem Proses dari perencanaan system dapat dikelompokkan dalam 3 proses utama yaitu sebagai berikut: 1. Merencanakan proyek-proyek system yang dilakukan oleh staf perencana system 2. Menetukan proyek-proyek system yang akan dikembangkan yang dilakukan oleh komite pengarah 3. Mendefinisikan proyek-proyek system dikembangkan yang dilakukan oleh analisa system. 8.4. Pengadaan Sistem Informasi Cara mengadakan sistem Informasi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 21
  22. 22. 1. Membuat Sendiri Organisasi besar yang memiliki departemen yang menangani informasi umumnya memenuhi kebutuhan sistem informasi dengan cara mengembangkannya sendiri. Cara seperti ini memang memberikan kelebihan dan kelemahan. a. Kelebihan Membuat Sendiri • Sistem dapat diatur sesuai dengan kebutuhan • Dapat diintegrasikan dengan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada • Proses pengembangan sistem dapat dikelola dan di kontrol • Dapat dijadikan sebagai keunggulan kompetitf b. Kelemahan Membuat Sendiri • Pada waktu yang lama untuk mengembangkan sistem karena harus dimulai dari nol • Kemungkinan program mengandung bug sangat besar • Kesulitan para pemakai dalam menyatakan kebutuhan dan kesukaran pengembangan memahami mereka dan sering kali hal ini membuat para pengembang merasa putus asa 2. Membeli Perangkat Lunak Paket Banyak vendor yang menjual perangkat lunak paket (program siap pakai) dan bahkan kadangkala paket tersebut dijual bersama-sama perangkat keras. Umumnya pembelian paket seperti ini tidak memungkinkan perusahaan pembeli untuk memodifikasi sendiri sistem yang sudah terpasang sehingga pemeliharaan selalu tergantung pada vendor. Namun, adakalanya paket dapat dimodifikasi sendiri oleh pengembang internal dalam perusahaan dengan cara mengatur beberapa parameter tertentu dalam paket. c. Kelebihan Penggunaan Perangkat Lunak Paket • Memerlukan waktu pengembangan yang jauh lebih singkat karena secara prinsip perangkat lunak paket siap untuk dioperasikan. Yang diperlukan adalah penyesuaian sistem berdasarkan kebutuhan pemakai. • Pemakai dapat memilih paket yang paling sesuai dengan kebutuhan • Umumnya paket merupakan perangkat lunak yang berkualitas karena sudah teruji beberapa kali di tempat lain sehingga terbebas dari bug • Pemakai dapat melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum membeli • Dokumentasi lengkap d. Kelemahan Kelemahan Penggunaan Perangkat lunak paket Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 22
  23. 23. • Ada kemungkinan paket tidak mendukung fungsi-fungsi yang spesifik dalam perusahaan • Ada kemungkinan harganya sangat mahal • Perangkat lunak tidak seefisien kalau menggunakan sistem buatan sendiri (karena umumnya paket di buat seumum mungkin hingga dapat dipakai oleh perusahaan mana saja) • Evaluasi paket menyita waktu dan menuntut biaya • Ada kemungkinan paket hanya jalan pada jenis perangkat keras tertentu (tidak kompatibel dengan perangkat yang sudah tersedia) 3. Melakukan Outsourcing Masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Berbagai pertimbangan perlu dilakukan untuk memilih salah Satu cara di atas. Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 23
  24. 24. Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 24
  25. 25. BAB 9 PENGEMBANGAN DAN PENGADAAN SISTEM INFORMASI Untuk mengembangkan suatu sistem informasi , kebanyakan perusahaan menggunakan suatu metodelogi yang disebut metodelogi pengembangan sistem. Seperti yang berlakku pada kebanytakan proses pengembangan sistem informasi juga memiliki daur hidup. Daur hidupnya disebut daur pengembangan sistem informasi (O’Brien, 2001) atau secara lebih umum dinamakan Siklus hidup pengembangan system (System development life cycle – SDLC), adalah aplikasi dari pendekatan atau metodelogi system bagi pengembangan suatu system informasi. 9.1. SDLC Tradisional Tahapan-tahapan SDLC adalah: 1. Perencanaan 2. Analysis Tahapan ini dimulai karena adnya permintaan terhadap system baru. Permintaan dapat datang dari seorang manajer di luar department system informasi atau dari pihak eksekutif yang melihat adnya masalah atau menemukan adanya peluang baru. Namun adakalanya pengembangan system berasala dari bagian yang bertanggung jawab terhadap pengembangan system. 3. Desain Desain system dibagi menjadi dua sub tahapan a. Perancangan konseptual b. Perancangan fisik 4. Implementasi 5. Penggunaan Summary: Proyek direncanakan dan sumber-sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan kemudian disatukan. System yang ada juga dianalysis untuk memahami masalah dan menentukan persyaratan fungsional dari system yang baru. System baru ini kemudian dirancang dan diimplementasikan. Setelah implementasi, system kemudian digunakan – idealnya untuk jangka waktu yang lama. 9.2. Prototyping Terdapat dua jenis prototype a. Evolusioner (evolutionary Prototype) Langkah-langkahnya adalah: 1. Identifikasi kebutuhan user 2. Membuat satu prototype 3. Menentukan apakah prototype dapat diterima pengguna 4. Menggunakan prototype Terus-menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsionalitas yang dibutuhkan pengguna dari system yang baru. Prototype ini kemudian Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 25
  26. 26. dilanjutkan produksi. Jadi, satu prototype evolusioner akan menjadi system actual. b. Persyaratan (Requirement Prototype) Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a. Membuat kode system baru b. Menguji system baru c. Menentukan apakah system yang baru dapat diterima d. Membuat system baru menjadi system produksi Dikembangkan sebagai satu cara untuk mendefinisikan persyaratan- persyaratan fungsional dari system baru ketika ppengguna tidak mampu mengungkapkan dengan jelas apa yang mereka inginkan. Dengan meninjau prototype persyaratan seiring dengan ditambahkan fitur-fitur, pengguna akan mampu mendefinisikan pemrosesan yang dibutuhkan dari system baru. Ketika persyaratan ditentukan, prototype, persyaratan telah mencapai tujuan dan proyek lain akan dimulai, untuk pengembangan system baru. Oleh karena itu, suatu prototype persyaratan tidak selalu menjadi actual. 9.3. RAD Rapid Application Development, atau pengembangan aplikasi cepat adalah kumpulan strategi, metodologi, dan alat terintegrasi yang terdapat di dalam suatu kerangka kerja yang disebut rekayasa informasi. 9.4. Phased Development Atau pengembangan berfase, adalah suatu pendekatan bagi pengembangan system informasi yang terdiri dari enam tahap yaitu: 1. Investigasi Awal 2. Analysis 3. Desain 4. Konstruksi awal 5. Konstruksi akhir 6. Pengujian dan pemasangan system Metodologi ini adalah metodologi yang banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan. Merupakan kombinasi dari SDLC tradisional, prototyping, dan RAD, dengan mengambil fitur-fitur yang terbaik dari masing-masing metodologi. 9.5. BPR Business Process Redesign atau Desain ulang proses bisnis. BAB 10 Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 26
  27. 27. ANALISIS SYSTEM 10.1. Definisi Analisis Analisis system dapat didefinisikan sebagai pengurai dari suatu system informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan- kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Tujuannya adalah menetukan hal-hal detail yang akan dikerjakan oleh system yang diusulkan (dan bukan bagaimana caranya) 1. Tekhnik Analisis a. Studi Kelayakan Digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan-tahapannya adl: • Penentuan masalah dan peluang yang dituju system • Pembentukan sasaran system baru secara keseluruhan • Identifikasi para pemakai system • Pembentukan lingkup system Selain itu juga melakukan tugas-tugas seperti berikut • Pengusulan perangkat lunak dan perangkat keras untuk system baru • Pembuatan analisis untuk membuat atau membeli aplikasi • Pembuatan analisis biaya/ manfaat • Pengkajian terhadap resiko proyek • Pemberian rekomendasi untuk meneruskan atau menghentikan proyek b. Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan dilakukan untuk menghasilkan spesifik kebutuhan (disebut juga spesifik fungsional. Diperlukan untuk menentukan keluaran yang akan dihasilkan system, masukan yang diperlukan system, lingkup proses yang akan digunakan untuk mengolah masukan menjadi keluaran, volume data yang akan ditangani system, jumlah pemakai dan kategori pemakai serta control terhadap system. Untuk melakukan analisis kebutuhan biasanya melakukan langkah-langkah seperti berikut : • Wawancara • Riset terhadap system sekarang • Observasi lapangan • Kuisioner • Pengamatan terhadap system serupa • prototype 10.2. Langkah-langkah Di Analysis System Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 27
  28. 28. Langkah-langkah di dalam tahap analisis sistem hampir sama dengan langkah- langkah yang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek system yang akan dikembangkan di tahap perencanaan system. Adapun langkah-langkah analysis System adalah sbb: 1. Identify, Mengidentifikasi masalah 2. Understand, memahami kerja dari system yang ada 3. Analyze, menganalisa system 4. Report, membuat laporan hasil analisis Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 28
  29. 29. BAB 11 DESAIN SISTEM 11.1. Arti Desain System • Menurut Robert J. Verzello/ John Reuter III: Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan system  pendefinisian dari kebutuhan kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi; menggambarkan bagaimana suatu system di bentuk. • Menurut John Burch dan Gary Grudniski: Desain system dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. • Menurut George M. Scott Desain system menetukan bagaimana suatu system akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan; tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponen – komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu system sehingga setelah instalasi dari system akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan. Dengan demikian desain system dapat diartikan sbb: 1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan system 2. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional 3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi 4. Menggambarkan bagaimana suatu system di bentuk 5. Dapat berupa penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. 6. Termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen 11.2. Tujuan Desain System Tahap desain system mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu sbb: 1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai system 2. Untuk memberikan gambaran yag jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. 11.3. Prinsip Melakukan Desain System Tahap desain system dilakukan oleh system designer yang melakukan interaksi atau “join interaction” dengan pengguna system. - Berikut ini adalah beberapa prinsip yang perlu dipahami dalam melakukan desain sebuah system informasi: Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 29
  30. 30. 1. Proses desain merupakan langkah lanjutan dari analisis data. Jadi desain harus dapat ditelusuri sampai ke tingkat analisis. 2. Desain sebuah system harus meminimalkan kesenjangan intelektual. Misalnya program computer yang dibuat tidak hanya dapat dioperasikan oleh seseorang yang ahli computer saja. 3. Desain harus mengungkap keseragaman dan integrasi antar sub system yang kuat. 4. Desain harus berorientasi ke kondisi sekarang dan masa depan artinya, sebuah desain harus mampu mengakomodasi jika terjadi suatu perubahan. 5. Desain harus mempertimbangkan konsep penanganan kesalahan pada saat pengoperasian system. 6. Desain harus dinilai kualitasnya pada saat desain dibuat. 7. Desain harus dikaji lebih lanjut sehingga dapat meminimalkan kesalahan- kesalahan konseptual. 11.4. .Perancangan sistem Perancangan atau desain sistem dibagi menjadi dua tahap yaitu perancangan konseptual dan perancangan fisik. Keduanya memiliki sejumlah aktifitas sebagaimana di perlihatkan pada gambar berikut: 11.4.1. Perancangan Konseptual Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 30
  31. 31. Perancangan konseptual sering kali di sebut perancangan logis. Pada perancangan ini, kebutuhan pemakai dan pemecahan masalah yang teridentifikasi selama tahapan analisis sistem mulai dibuat untuk diimplementasikan. Ada tiga langkah penting yang dilakukan dalam perancangan konseptual, yaitu evaluasi alternatif rancangan, penyiapan spesifikasi rancangan, dan penyiapan laporan rancangan sistem secara konseptual. Evaluasi alternatif rancangan digunakan digunakan untuk menentukan alternatif-alternatif rancangan yang bisa digunakan dalam sistem 11.4.2. Perancangan Fisik Pada perancangan fisik, rancangan yang bersifat konseptual diterjemahkan dalam bentuk fisik sehingga terbentuk spesifikasi yang lengkap tentang modul-modul sistem dan antarmuka antarmodul, serta rancangan basis data secara fisik. 11.5. Implementasi Sistem Pada tahapan ini terdapat banyak aktivitas yang dilakukan. Aktivitas- aktivitas yang dimaksud berupa: • mPemrograman dan Pengujian • Instalasi perangkat keras dan perangkat lunak • Pelatihan kepada pemakai • Pembuatan dokumentasi • Konversi 11.6. Alat Bantu Desain Untuk melakukan proses desain umum, diperlukan alat bantu pembuatan desain tersebut yaitu: 1. Data Flow Diagram Data flow diagram, menjelaskan kepada user bagaimana nantinya fungsi- fungsi di system informasi secara logika akan bekerja. Data flow diagram akan menginterpretasikan Logical Model dari suatu system. Arus dari data tersebut nantinya dapat dijelaskan dengan menggunakan kamus data (data dictionary) Beberapa symbol yang digunakan : Sumber data/ tujuan data Proses Penyimpanan data Aliran Data • Data Flow Konteks Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 31
  32. 32. Data flow diagram konteks merupakan data flow diagram yang menggambarkan garis besar operasional system. Untuk system penggajian dapat dilihat seperti DFD konteks berikut ini: Pada DFD konteks dapat dilihat bahwa proses penggajian melibatkan tiga sumber atau tujuan data yaitu bagian Personalia, bagian keuangan dan Pegawai. Bagian personalia bertugas memberikan laporan absensi pegawai yang kemudian dari laporan dihasilkan Daftar Rencana Gaji yang masuk ke bagian keuangan. Bagian keuangan memberikan persetujuan dan kemudian gaji diberikan kepada pegawai yang bersangkutan • Data Flow Diagram Terperinci Data flow diagram terperinci merupakan penjabaran dari data flow diagram konteks. Sebagai contoh, berikut ini merupakan penjabaran secara lebih detail: Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 32
  33. 33. 2. Data Dictionary Kamus data (Data Dictionary) merupakan kumpulan data yang memberikan informasi mengenai deskripsi formal dari elemen-elemen yang ada pada Data Flow Diagram. Informasi tersebut mencakup definisi, struktur serta pemakai data. Contoh kamus data sebagai berikut: Nama Data Karyawan Keterangan Data tentang identifikasi karyawan Sumber Departemen HRD Struktur Data Nomor Induk Pegawai Nama Pegawai Jabatan Departemen Tempat lahir Tanggal lahir Alamat Pegawai : Jalan + Kota Agama Golongan darah 3. Flowchart Bagan Alir Sistem (system flowchart) merupakan alat yang tepat guna menggambarkan Physical System, symbol-simbol bagan alir ini menunjukkan secara tepat arti fisiknya dari sebuah system seperti : Gambar Simbol Keterangan Terminal. Digunakan sebagai posisi yang menyatakan awal atau akhir suatu proses. Untuk awal garis, symbol tersebut akan diikuti oleh anak panah yang menunjukkan arah proses berikutnya Preparation. Merupakan symbol yang menandakan adanya suatu pemberian nilai tertentu terhadap sebuah variable sebelum dilanjutkan ke proses tahap berikutnya. Processing. Menyatakan kegiatan pengolahan data setelah menerima masukan dari symbol yang lain dan mendistribusikan hasilnya Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 33
  34. 34. kepada proses berikutnya. Condition. Merupakan symbol yang digunakan untuk menanyakan apakah suatu kondisi logika tertentu sudah terpenuhi. Jika sudah, proses dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya dan jika tidak maka proses tidak dilanjutkan atau kembali ke proses sebelumnya. Document. Simbol ini diartikan sebagai sebuah dokumen baik sebagai data masukan (dokumen input) maupun data keluaran (dokumen report). Jika symbol merupakan symbol merupakan hasil suatu proses, maka ada symbol lain yang mengikuti atau mengarah pada symbol tersebut. Connector. Connector digunakan untuk menandai dan mengatur perpindahan halaman jika diagram alur tidak cukup diterapkan dalam satu halama saja • FLOWCHART SISTEM Flowchart Sistem merupakan bagan yang menunjukkan alur kerja atau apa yang sedang dikerjakan di dalam sistem secara keseluruhan dan menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Dengan kata lain, flowchart ini merupakan deskripsi secara grafik dari urutan prosedur-prosedur yang terkombinasi yang membentuk suatu sistem. Flowchart Sistem terdiri dari data yang mengalir melalui sistem dan proses yang mentransformasikan data itu. Data dan proses dalam flowchart sistem dapat digambarkan secara online (dihubungkan langsung dengan komputer) atau offline (tidak dihubungkan langsung dengan komputer, misalnya mesin tik, cash register atau kalkulator). Contoh sederhana untuk flowchart sistem dapat dilihat pada Gambar berikut ini : Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 34
  35. 35. • FLOWCHART PAPERWORK / FLOWCHART DOKUMEN Flowchart Paperwork menelusuri alur dari data yang ditulis melalui sistem. Flowchart Paperwork sering disebut juga dengan Flowchart Dokumen. Kegunaan utamanya adalah untuk menelusuri alur form dan laporan sistem dari satu bagian ke bagian lain baik bagaimana alur form dan laporan diproses, dicatat dan disimpan. FLOW DOKUMEN SISTEM BARU CALON ANGGOTA PERPUSTAKAAN Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 35
  36. 36. KETERANGAN : # : Masukkan data calon anggota ke dalam komputer (proses pengisian data) P : Tanda tangan dan validasi data Bahan Pustaka: 1. Raymond McLeod, Jr, Sistem Informasi Manajemen, edisi ketujuh PT Prenhallindo, Jakarta, 2001 2. Abdul Kadir, Pengenalan Sistem Informasi, Penerbit Andi Yogyakarta, 2002 3. Witarko, Memahami Sistem Informasi, Penerbit Informatika, 2004 Modul Sistem Informasi Versi 1.1 Page 36

×