Cacing Gelang

8,557 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
8,557
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
101
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Cacing Gelang

  1. 1. PRESENTASI IKM MENGENAI CACING GELANG NAMA : NOVA ANGELIA SMK FARMASI TUNAS BANGSA Twitter: @Novaangelia
  2. 2.  Cacing Gelang Cacing Gelang (Ascaris Lumbricoides) adalah hewan triploblastik yang sudah mempunyai rongga sejati sehingga disebut triploblastik selomata. Cacing Gelang terdapat dalam air tawar, air masin, dan persekitaran darat. Bentuk cacing gelang yaitu tubuhnya bulat panjang bagian ujungujung yang meruncing. Mulut terletak di ujung anterior dan dilengkapi dengan 3 buah bibir. Tubuh cacing betina ukurannya lebih besar dan lebih panjang dari cacing jantan. Diameter cacing betina relatif lebih lurus. Sedangkan cacing jantan memiliki ujung posterior yang melengkung.
  3. 3. Cacing gelang adalah cacing yang paling umum menginfeksi manusia. Cacing jantan berukuran sekitar 10-30 cm, sedangkan betina sekitar 22-35 cm dan dapat hidup hingga 1 sampai 2 tahun.a
  4. 4. Macam-macam Ascaris Lumbricoides Ascaris Lumbricoides telah memiliki sistem pencernaan yang terdiri atas mulut, faring, kerongkongan (esofagus), usus, dan anus. Sistem peredaran darahnya tertutup karena telah memiliki pembuluh darah. Darah Annelida juga telah mengandung hemoglobin sehingga berwarna merah.
  5. 5. Cacing Gelang dibagi menjadi tiga kelas, yaitu ligochaeta, Polychaeta, dan Hirudinea. Pembagian ini didasarkan atas ada tidaknya dan banyak sedikitnya rambut/seta pada tubuhnya.
  6. 6.  Siklus Hidup Cacing Gelang Terhadap Tubuh Manusia Cacing gelang menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi telurnya. Ketika sekelompok telur cacing tertelan dan memasuki usus, mereka menetas menjadi larva. Larva kemudian beredar melewati dinding usus, menuju paruparu melalui aliran darah. Selama tahap ini, gejala seperti batuk (bahkan batuk cacing) dapat terjadi. Dari paru-paru, larva memanjat melalui saluran bronkial ke tenggorokan, di mana mereka kemudian tertelan melalui ludah. Larva lalu kembali ke usus kecil hingga tumbuh menjadi dewasa, kawin, dan bertelur dalam 2 bulan setelah telur menetas.
  7. 7. Seekor cacing betina dapat memproduksi hingga 240.000 telur dalam sehari, yang kemudian dibuang ke dalam tinja dan menetas di dalam tanah. Pada cacing yang sudah dewasa akan terjadi penebalan epidermis yang disebut klitelum. Klitelum adalah alat yang dapat digunakan untuk kopulasi dan akan menghasilkan kelenjar-kelenjar yang membentuk lapisan lendir sangat kuat untuk membentuk kokon, yaitu tempat atau wadah telur yang telah dibuahi. Anak-anak sangat rentan terhadap infeksi cacing gelang karena mereka cenderung meletakkan segala sesuatu di mulut mereka, termasuk tanah, dan sering kurang bisa menjaga kebersihan dibandingkan orang dewasa.
  8. 8. Cacingan ringan biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala baru muncul pada cacingan yang parah. Anak-anak lebih mungkin dibanding orang dewasa untuk terkena penyakit cacingan. Gejala yang biasa terlihat adl:  anak terlihat lemas/lesu  Perut buncit  Gangguan Gastrointestinal  Kurang gizi (biasanya sudah terkena infeksi cacing gelang yang sudah parah) Kurus kering dan wajah yang pucat  Feses yang keluar encer, bercampur dengan lendir/darah
  9. 9.  Penyakit yang disebabkan oleh Cacing Gelang Askariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing gelang atau Ascaris lumbricoides. Di manusia, larva Ascaris akan berkembang menjadi dewasa dan menggandakan kopulasi serta akhirnya bertelur. Penyakit ini sifatnya kosmopolit, terdapat hampir di seluruh dunia. Prevalensi askariasis sekitar 70-80%.
  10. 10. Infeksi cacing pada usus halus yang biasanya ditandai dengan sedikit gejala atau tanpa gejala sama sekali. Cacing yang keluar bersama kotoran atau kadang keluar dari mulut, anus atau hidung adalah sebagai tanda awal adanya infeksi. Beberapa penderita menunjukkan gejala kelainan paru-paru (pneumonitis, sindroma Loffler) yang disebabkan oleh migrasi larva (terutama selama masa reinfeksi), biasanya ditandai dengan bersin, batuk, demam, eusinofilia darah dan adanya infiltrat paru-paru.
  11. 11. Infeksi parasit yang berat dapat mengganggu penyerapan zat gizi makanan. Komplikasi serius, kadang fatal seperti ileus obstruktivus yang disebabkan oleh gumpalan cacing, terutama pada anak-anak; atau sumbatan pada organ yang berongga seperti pada saluran empedu, saluran pankreas atau usus buntu dapat terjadi yang disebabkan oleh cacing dewasa. Laporan terjadinya pankreatitis disebabkan oleh ascaris cenderung meningkat. Diagnosa dibuat dengan menemukan telur pada kotoran atau ditemukannya cacing dewasa yang keluar dari anus, mulut atau hidung. Adanya cacing pada usus dapat juga diketahui dengan teknik pemeriksaan radiologi atau sonografi. Terkenanya paru-paru dapat diketahui dengan menemukan larva cacing ascaris pada sputum atau cucian lambung.
  12. 12. Cacing jantan berukuran sekitar 10-30 cm, sedangkan betina sekitar 22-35 cm. Pada cacing jantan ditemukan spikula atau bagian seperti untaian rambut di ujung ekornya (posterior). Pada cacing betina, pada sepertiga depan terdapat bagian yang disebut cincin atau gelang kopulasi. Cacing dewasa hidup pada usus manusia. Seekor cacing betina dapat bertelur hingga sekitar 200.000 telur per harinya. Telur yang telah dibuahi berukuran 60 x 45 mikron. Sedangkan telur yang tak dibuahi, bentuknya lebih besar sekitar 90 x 40 mikron. Telur yang telah dibuahi inilah yang dapat menginfeksi manusia.
  13. 13. Telur askariasis yang telah dibuahi akan matang dalam waktu 21 hari. Telur akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva hati, jantung dan kemudian di paru-paru. pada usus, Larva akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. Ia akan beredar mengikuti sistem peredaran. Pada paru-paru, cacing akan merusak alveolus, masuk ke bronkiolus, lalu ke bronkus, ke trakea, kemudian di laring. Ia akan tertelan kembali masuk ke saluran cerna. Setibanya di usus, larva akan menjadi cacing dewasa.
  14. 14. Gejala klinis akan ditunjukkan pada “Stadium Larva” maupun “Stadium Dewasa” Pada Stadium Larva, Ascaris dapat menyebabkan gejala ringan di hati dan di paru-paru akan menyebabkan sindrom Loeffler. Sindrom Loeffler merupakan kumpulan tanda seperti demam, sesak nafas, eosinofilia (menimbulkan alergi). Pada Stadium Dewasa, di usus cacing akan menyebabkan gejala khas saluran cerna seperti tidak nafsu makan, muntah-muntah, diare, konstipasi, dan mual. Bila cacing masuk ke saluran empedu maka dapat menyebabkan kolik atau ikterus. Bila cacing dewasa kemudian masuk menembus peritoneum badan atau abdomen maka dapat menyebabkan akut abdomen. Diagnosis askariasis dilakukan dengan menemukan telur pada tinja pasien atau ditemukan cacing dewasa pada anus, hidung, atau mulut. Pengobatan askariasis dapat digunakan obat-obat sepreti pirantel pamoat, mebendazol, albendazol, piperasin.
  15. 15. PENUTUP Jadi Cacing Gelang dapat dikatakan cacing yang paling umum menginfeksi manusia. Cara cacing gelang masuk dan terdapat di tubuh manusia akibat makanan yang terkontaminasi telurnya, cacing gelang hidup didalam perut dan menyerap sari-sari makanan dari usus halus yang biasa terjadi pada anak-anak. Gejala yang biasa terlihat adl:  anak terlihat lemas/lesu  Perut buncit  Gangguan Gastrointestinal Jika infeksi cacing yang sudah parah:  Kurang gizi  Badan kurus kering  Wajah yang pucat  Feses yang keluar encer, bercampur dengan lendir/darah Jadi cara menghindari sebaiknya untuk selalu mencuci tangan dengan bersih dan menggunakan sabun terutama sebelum makan atau setelah buang air besar.

×