Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Surah yasin

29,967 views

Published on

  • Perlu disampaikan: (1) Jannah dan Neraka baru akan terjadi di hari akhirat terjadi di bumi dan langit yang lain sesudah bumi dan langit yang kita tempati dihari Kiamat dhancurkan. Di bumi yang lain yang serupa dengan bumi kita tempat, kita akan dkumpulkan di Padang Masyhar dan selanjutnya ditempatkan di Jannah atau di Neraka atau di Al Araf.(2) Baca dan fahami senjutnya Surat Al Qur'an ke 14 ayat 47 dan 48 ditambah dengan ayat-ayat sebelum dan selanjutnya.(3) Ayat 47, 48 dan 49. Qs.14: (QS.14/47) Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan. (QS.14/48):(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.(QS.14/49):Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. (QS.14/50): Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (QS.51): agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.Dst. Sekali lagi saya sampaikan bahwa padang Masyhar, Jannah, Neraka dan Al Araaf adanya di bumi yang lain sebagi penggnti bumi yang sekarang kita tempati Allah-lah Yang Maha Benar dan Yang Maha Mengetahui
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Surah yasin

  1. 1. SURAH YASIN MAKALAH Disusun guna melengkapi tugas Mata kuliah : Tafsir Dosen pengampu : Drs. Miftah Ahmad Fatoni M. Ag. Disusun oleh : Siti Farida Afianti (122411164) Siti Fatimatuzzahra (122411165) Siti Nur Hasanah (122411169) Sri Ningsih (122411173) JURUSAN EKONOMI ISLAM KELAS EIC3 FAKULTAS SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG
  2. 2. 2013 SURAH YASIN AYAT 78-83 I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Surah Yasin terdiri dari 83 ayat dimana surah yang keseluruhan ayat- ayatnya termasuk surah Makkiyyah karena turun di Mekkah sebelum Nabi Muhammad saw hijrah. Tetapi ada satu ayat dalam surah ini yang termasuk surah Madaniyyah karena turun di Madinah yaitu ayat ke 45. Surah ini dinamakan surah Yasin karena kedua huruf alfabet Arab Ya’ dan Sin memulai ayat-ayatnya. Nama ini telah dikenal sejak masa Rasul saw. Surah ini merupakan surah ke 41 dari segi peruntuan turunnya yaitu turun sesudah surah Al-Jin dan sebelum surah Al-Furqan. Surah Yasin juga dikenal dengan nama Qalbu Al-Qur’an atau Jantung Al-Qur’an, penanaman ini berdasar satu hadits yang diriwayatkan oleh At- Tirmidzi, tetapi dinilainya gharib (asing) bahkan banyak ulama yang menilainya dha’if. Menurut imam Ghazali, penanaman ini disebabkan surah Yasin menekankan uraiannya tentang hari kebangkitan, sedang keimanan baru dinilai benar jika seseorang mempercayai hari kebangkitan. Memang kepercayaan tentang hari kebangkitan mendorong manusia beramal shalih lagi tulus walau tanpa imbalan duniawi. Keyakinan itu juga mengantar manusia menghindari kedurhakaan karena, jika tidak, ia akan tersiksa diakhirat nanti. Ada lagi yang menamainya surah Habbib An-Najjar karena sementara riwayat menyatakan bahwa tokoh itulah yang dimaksud oleh ayat ke-20 surah ini : “Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas- gegas.” Tetapi pemahaman ini tidak memiliki dasar riwayat yang kuat. Al-Biqa’i juga menyebut surah ini dengan Ad-Dafi’ah atau yang menampik dan mendukung. Dan juga bernama Al-Qadhiyah atau yang menetapkan karena siapa yang mempercayai risalah kenabian, kepercayaannya itu menampik segala mara bahaya, serta disamping mendukung dan 2
  3. 3. menetapkan untuknya berbagai kebijakan dan memberinya apa yang dia harapkan. Surat Yasin mengemukakan tentang Al Quran, kanabian Muhammad, menegaskan adanya hari berbangkit disertai bukti-buktinya baik bukti-bukti alamiyah maupun bukti-bukti akliyah; kemudian mengemukakan beberapa perumpamaan diantaranya dengan mengemukakan kisah utusan-utusan Nabi Isa Almasih a.s dengan penduduk Anthakiyah. Kesemuanya dikemukakan sebagai penghibur hati Rasulullah s.a.w. dan untuk menambah keyakinan orang-orang yang beriman yang sedang mengalami tekanan-tekanan dari kaum musyrikin. Tetapi dalam makalah ini penulis hanya akan menguraikan atau membahas sebagian dari surah Yasin, yaitu ayat 78-83 yang didalamnya mencakup bagaimana, tafsir ayat, asbabun nuzul, munasabah, surah yang terkait, dan pokok-pokok kandungan surah Yasin ayat 78-83. B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana bunyi dan terjemhan surah Yasin ayat 78-79? 2. Bagaimana tafsir surah Yasin ayat 78-83? 3. Bagaimana asbabun nuzul surah Yasin ayat 78-83? 4. Bagaiman munasabah surah yasin ayat 78-83 dengan surah lainnya? 5. Apakah ada surah yang terkait dengan surah Yasin ayat 78-73 6. Bagaimana pokok-pokok kandungan ayatnya? 3
  4. 4. II. PEMBAHASAN A. Surat Yasin Ayat 78-83 Dan Terjemah 1. Surat Yasin Ayat 78-83                                                                          Artinya: 4
  5. 5. (78). Dan ia membuat perumpamaan bagi kami; dan Dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" (79). Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. dan Dia Maha mengetahui tentang segala makhluk. (80). Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, Maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu". (81). Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? benar, Dia berkuasa. dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha mengetahui. (82). Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia. (83). Maka Maha suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. 2. Penafsiran Kata-Kata Sulit ‫اولم‬‫ير‬ Dan tidaklah ia (manusia) mengetahui. ‫الخصيم‬ Orang yang bersangatan dalam bertengkar dan bermusuhan dengan sahabat-sahabatnya. ‫ضرب‬‫لنا‬‫مثل‬ Mengeluarkan suatu cerita yang ajaib mengenai Kami yang karena anehnya bagaikan perumpamaan. Karena ia mengingkari kemampuan Kami untuk menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur. ‫الرميم‬ Bagai potongan tali buruk dan benda-benda yang telah hancur. ‫بلى‬ Kata jawaban, seperti halnya na’am (ya), datang setelah perkataan negatif (manfiy) ‫الملكوت‬ Kerajaan yang lengkap, seperti kata-kata ar-rahamut, ar-rahabut, al-jabarut. Orang arab berkata, jabaruta khaitun min rahamuta : kekuasaan yang semurna lebih baik dari pada belas kasih yang sempurna. 5
  6. 6. B. Tafsir Surah Yasin Ayat 78-83 78. ‫ضضرب‬‫ض‬‫وض‬‫ضضا‬‫ض‬‫لن‬‫مثل‬ (dia membuat perumpamaan bagi kami) : mengeluarkan suatu cerita yang ajaib mengenai kami yang karena anehnya bagaikan perumpamaan. Karena ia mengingkari kemampuan kami untuk menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur, mengenai hal tersebut- ‫ونسي‬ ‫خلقه‬ (dan dia lupa kepada kejadiannya) berasal dari air mani, dan terlebih lagi ia lupa kepada hal-hal yang selain itu- ‫ضال‬‫ض‬‫ق‬‫ضن‬‫ض‬‫م‬‫ضي‬‫ض‬‫يح‬‫ضام‬‫ض‬‫العظ‬‫ضي‬‫ض‬‫وه‬‫ضم‬‫ض‬‫رمي‬ (ia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?") hancur berantakan, di dalam ungkapan ini tidak dikatakan Ramiimatun, karena isim bukan sifat. Menurut suatu riwayat dikisahkan bahwa Ashi bin Wail mengambil sebuah tulang yang telah hancur, kemudian ia cerai-beraikan tulang itu di hadapan Nabi saw. seraya berkata, "Apakah kamu berpendapat, bahwa Allah nanti akan menghidupkan kembali tulang ini sesudah hancur luluh dan berantakan ini?" Maka Nabi saw. menjawab, "Ya, Dia akan memasukkanmu ke neraka." 79. ‫قل‬‫يحييها‬‫الذي‬‫انشاها‬‫اول‬‫مرة‬،‫وهو‬‫بكل‬‫خلق‬َّ Katakanlah! "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya yang pertama kali. Dan Dia tentang segala makhluk) semua yang diciptakan-Nya ‫عليم‬ (Maha Mengetahui) secara global dan rinci, baik sebelum mereka diciptakan maupun sesudahnya. 80. ‫الذي‬‫جعل‬‫لكم‬ (Yaitu Tuhan yang menjadikan untuk kalian) yakni segolongan umat manusia ‫من‬‫الشجر‬‫ضر‬‫ض‬‫الخض‬ (dari kayu yang hijau) yakni kayu pohon Marakh dan Affar atau semua jenis pohon selain pohon anggur ،‫نار‬‫فاذا‬‫انتم‬‫منه‬‫توقدون‬ (api, maka tiba-tiba kalian nyalakan - api - dari kayu itu.") kalian membuat api daripadanya. Hal ini menunjukkan kekuasaan Allah swt. yang mampu untuk menghidupkan kembali manusia yang mati. Karena sesungguhnya di dalam kayu yang hijau itu terhimpun antara air, api, dan kayu; maka air tidak dapat memadamkan api, dan pula api tidak dapat membakar kayu. 6
  7. 7. 81. ‫اوليضضس‬‫الضضذي‬‫خلضضق‬‫السضضموت‬‫والرض‬ (Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu) padahal langit dan bumi itu sangat besar ‫پقدر‬‫على‬‫ان‬‫يخلق‬‫مثلهم‬ (berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu) yaitu manusia yang kecil bentuknya itu.‫ضضى‬‫ض‬‫بل‬ (Benar) Dia berkuasa untuk menciptakannya, di sini Allah swt. menjawab diri-Nya sendiri. ‫ضو‬‫ض‬‫وه‬‫ضق‬‫ض‬‫الخل‬ (Dan Dialah Maha Pencipta) banyak ciptaan-Nya ‫عليضضضم‬ (lagi Maha Mengetahui) segala sesuatu. 82. ‫ضا‬‫ض‬‫انم‬‫ضره‬‫ض‬‫ام‬ (Sesungguhnya perkara-Nya) keadaan-Nya ‫اذا‬‫ارد‬‫ضيأ‬‫ض‬‫ش‬ (apabila Dia menghendaki sesuatu) yakni berkehendak menciptakan sesuatu ‫ان‬‫يقول‬‫له‬‫كن‬‫فيكون‬ (hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah," maka terjadilah ia) berujudlah sesuatu itu. Menurut qiraat yang lain lafal Fayakuunu dibaca Fayakuna karena diathafkan kepada lafal Yaquula. 83. ‫ضبحن‬‫ض‬‫فس‬‫ضذي‬‫ض‬‫ال‬‫ضده‬‫ض‬‫بي‬‫ضوت‬‫ض‬‫ملك‬ (Maka Maha Suci Allah Yang dalam genggaman-Nya kekuasaan) lafal Malakuutu pada asalnya adalah Mulki kemudian ditambahkan huruf Wawu dan Ta untuk menunjukkan makna mubalaghah, artinya kekuasaan atas ‫كل‬‫شيء‬‫ضه‬‫ض‬‫والي‬‫ضون‬‫ض‬‫ترجع‬ (segala sesuatu dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan) kelak di akhirat. C. Asbabun-Nuzul Surah Yasin Ayat 78-83 Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Al-‘Ash Bin Wail menghadap kepada Rasulullah saw dengan membawa tulang yang sudah rusak sambil mematah-matahkannya ia berkata : “Hai Muhammad, apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah lapuk ini?” Nabi saw menjawab: “Benar! Allah akan membangkitkan ini dan mematikan kamu ke neraka jahannam”. Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut diatas menegaskan kekuasaan Allah untuk membangkitkan manusia di hari kiamat. (diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan sanad yang bersumber dari ibnu abbas. Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Mujtahid, 7
  8. 8. ‘Ikrimah, ‘Urwah Bin Zubair dan As-Suddi dengan tambahan bahwa orang tesebut bernama Ubay Bin Khalaf.1 D. Munasabah Ayat 1. Hubungan Surat Yasin Dengan Surat Ash-Shaffaat a. Pada surat Yasiin disebut secara umum tentang umat-umat yang telah dihancurkan Allah karena ingkar kepada-Nya, sedang surat Ash- Shaffaat menjelaskannya dengan menyebut kisah-kisah Nuh a.s., Isa a.s. dengan kaumnya. b. Pada akhir surat Yasin disebut secara umum keadaan orang-orang mukmin dan orang-orang kafir di hari kiamat, sedang surat Ash- Shaffaat menjelaskannya. c. Pada surat Yasin disebutkan tentang kekuasaan Allah membangkitkan manusia dan menghidupkannya kembali, karena Dia-lah yang menciptakan mereka dan Dia-lah yang menghendaki demikian, sedang surat Ash-Shaffaat menjelaskan lebih luas dengan mengemukakan contoh-contoh yang berhubugnan dengan itu. E. Surah Yang Terkait Dengan Surat Yasin Ayat 78-83 Dalam Ayat 78 sebagian orang musyrik menganggap tidak mungkin Allah yang mempunyai kekuasaan besar dan yang telah menciptakan langit dan bumi dapat mengembalikan lagi kehidupan dari tubuh-tubuh dan tulang- tulang yang telah busuk. Mereka lupa tentang diri mereka sendiri, dan bahwa Allah menciptakan mereka dari tiada. Kenapakah setelah keadaan mereka seperti itu tetap saja mereka menganggap tidak mungkin atau mengingkari adanya pengembalian kehidupan. Semakna dengan ayat ini adalah cerita tentang orang-orang musyrik: 1 Kh. Qamaruddin Shaleh, Haa. Dahlan, Dr. Md. Dahlan. Asbabun Nuzul Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-Ayat Al-Qur’an, (Bandung: Cv. Diponegoro, 1983). 8
  9. 9.          “Dan mereka berkata: "Apakah bila Kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, Kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?" Dan firman allah swt pula dalam bentuk cerita:        .   “Apakah apabila Kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, Apakah benar-benar Kami akan dibangkitkan (kembali)? Dan Apakah bapak-bapak Kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)"? Dalam Ayat 81 Allah memperingatkan tentang betapa besar kekuasaan-Nya untuk menciptakan langit tujuh dengan segala isinya yang berupa bintang-bintang beredar maupun bintang-bintang tetap, dan bumi yang segala isinya berupa gunung-gunung, padang-padang pasir dan belantara, serta apa saja yang ada diantara hal-hal tersebut. Juga, Allah memperingatkan bahwa Dia yang Maha Kuasa untuk mengadakan alam-alam yang besar ini tentu Maha Kuasa pula untuk mengembalikan tubuh-tubuh setelah hancur luluh. Semakna dengan firman Allah swt:         “Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” Dalam ayat 83 semakna dengan firman Allah swt:     “Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan” Dan firmannya pula:        9
  10. 10. “Katakanlah: "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu” F. Pokok-Pokok Kandungan Ayat Dalam ayat ini terjadi penetapan tentang bakal terjadinya kebangkitan dengan dalil-dalil yang Allah tegakkan disegala penjuru dan pada diri manusia.2 Allah swt berfirman menunjuk kepada kekuasaan-Nya yang maha besar yang telah menciptakan langit berlapis tujuh dengan bintang-bintang dan planet-planetnya dan bumi yang berlapis tujuh juga dengan gunung- gunungnya, pasir-pasirnya, laut-lautnya dan hutan-hutannya dan menciptakan pula segala sesuatu yang ada di antara langit dan bumi. Maka apakah Tuhan yang berkuasa menciptakan itu semuanya tidak berkuasa menciptakan makhluk-makhluk lagi seperti mereka (manusia) atau menghidupkan kembali orang-orang yang sudah dikubur itu? Sesungguhnya Allah adalah maha pencipta, dapat dan berkuasa melakukan itu semua bila Dia menghendaki, karena perintah-Nya bila dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata :”Kun” (jadilah) maka terjadilah apa yang dikehendaki-Nya, maka Maha sucilah Allah yang ditangan-Nya berpusat kekuasaan atas segala sesuatu dan kepadanya lah kamu semuanya kembali.3 Allah berfirman dalam ayat lain :                         “Dan Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, Kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 2 Ahmad mushthafa al-maraghi, terjemah tafsir al-maraghi, (semarang: PT. Karya toha putra,1993). Hal.66. 3 H. Salim Bahreisy Dan H. Said Bahreisy, Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsier, (Surabaya: PT. Bina Ilmu,1990).Hal.424. 10
  11. 11. Pada ayat terakhir disebutkan bahwa kerajaan dan kekuasaan hanyalah milik Allah, bukan yang lain. Pada hari kiamat mereka semua dikembalikan kepada Allah. Mereka akan diberi balasan yang sesuai amal perbuatan mereka. Apaila perbuatan baik, baik pula blasannya. Apabila perbuatan buruk, maka buruk pula balasannya. Ini adalah janji bagi orang-orang shalih dan ancaman bagi orang-orang dzalim dan maksiat. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i melalui Ma’qil Ibn Yasar, dan diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah dan lain-lainnya, Rasulullah bersabda: ‫إقرأو‬‫على‬‫موتاكم‬‫يس‬ Artinya: “Bacakanlah surah Yasin bagi yang mautakum.” Kata mautakum dipahami banyak ulama dalam arti orang yang sedang akan mati. Ada juga yang memahaminya dalam arti yang telah mati atau wafat. III. PENUTUP A. KESIMPULAN 11
  12. 12. 2. Dalam surah yasin ayat 78-83 ini dijelaskan bahwa Allah adalah maha kuasa atas segala hal termasuk menghidupkan kembali tulang-belulang yang telah remuk dan hancur karena Allah maha mengetahui tentang segala makhluk. Dan Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya karena Dialah maha pencita. Apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya “Kun” maka jadilah itu. Dan kepada allah lah kita akan kembali. Dalam ayat ini terjadi penetapan tentang bakal terjadinya kebangkitan dengan dalil-dalil yang Allah tegakkan disegala penjuru dan pada diri manusia. Surah yasin ayat 78-83 ini berhubungan Surat Yasin Dengan Surat Ash-Shaffaat. B. PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat kami susun. Jika terdapat kesalahan dalam makalah yang kami susun ini, sesungguhnya itu merupakan kekhilafan kami sebagai manusia yang memang tak selalu sempurna. Oleh sebab itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan dan kekhilafan kami. Dan jika terdapat manfaat yang dapat diambil darinya, sesungguhnya itu merupakan rahmat dari Allah SWT, yang sepantasnya untuk kita syukuri bersama. DAFTAR PUSTAKA 12
  13. 13. Mushthafa, Ahmad Al-Maraghi, 1993, Terjemah Tafsir Al-Maraghi, Semarang: PT. Karya Toha Putra. Quraish, M. Shihab, 2009, Tafsir Al-Mishbah, Ciputat: Lentera Hati. Jalaluddin, Imam Al-Mahalli, Dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi, 2008, Tafsir Jalalain Berikut Asbabun-Nuzul, Bandung: Sinar Baru Algensindo. Shaleh, Qamaruddin, Dkk., 1983, Asbabun Nuzul Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-Ayat Al-Quran, Bandung: Cv. Diponegoro. Salim, Bahreisy, dan Said Bahreisy, 1990, Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsier, Cetakan VI, Surabaya: PT. Bina Ilmu Offset. Khamami, Syaikh Zadah, 2005, Tafsir Surah Yasin, Yogyakarta: Pustaka Pesantren. 13

×