Contextual learning (indonesian version) copy

584 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
584
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
7
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Contextual learning (indonesian version) copy

  1. 1. MODEL PEMBELAJARAN MAMPU MEMAHAMI LANDASAN MODELPEMBELAJARAN, PRINSIPPENGEMBANGAN MODEL, PROSEDURPENGEMBANGAN MODEL DANMENGIMPLEMENTASIKANNYA UNTUKMENGEMBANGKAN MODEL/ METODEPEMBELAJARAN DAN METODEMEMBACA, MENYIMAK, MENULIS,BERBICARA
  2. 2. Tugas bisa diemail harsia_abu@yahoo.co.id
  3. 3. Apa model pembelajaran? Gunter et al (1990:67) mendefinisikan modelpembelajaran sebagai langkah-langkah suatuprosedur yang mengarah pada hasil belajarsecara khusus Joyce & Weil (1980) mendefinisikan modelpembelajaran sebagai kerangka konseptualyang digunakan sebagai pedoman dalammelakukan pembelajaran.
  4. 4. Konsep Model Pembelajaran model pembelajaran merupakan kerangkakonseptual yang melukiskan prosedur yangsistematis dalam mengorganisasikanpengalaman belajar untuk mencapai tujuanbelajar. Jadi model pembelajaran cenderungpreskriptif, yang relatif sulit dibedakandengan strategi pembelajaran
  5. 5. Landasan Pendekatan dalam pembelajaran Tujuan pembelajaran dan konsep belajar Karakteristik pembelajar Teori proses belajar
  6. 6. Prinsip Model Pembelajaran Sesuai dengan karakteristik tujuan Sesuai dengan karakteristik pembelajar Memfasilitasi siswa dalam belajar Berisi unsur model pembelajaran secarajelas
  7. 7. Contoh Model Pembelajaran Model pembelajaran observasional(A = atensiR = untuk mereproduksi tindakan model, muridmengkode dan menyimpan dalam memorisehingga bisa duambil kembaliP = produksi belajar/ berlatih untukmereproduksi apa yang dilakukan modelM = motivasi (memotivasi murid untukmenghasilkan perilaku model – motivasi diri)
  8. 8. Unsur Model Pembelajaran Syntax, yaitu langkah-langkah operasionalpembelajaran, Social system, adalah suasana dan normayang berlaku dalam pembelajaran, Principles of reaction, menggambarkanbagaimana seharusnya guru memandang,memperlakukan, dan merespon siswa,
  9. 9.  Support system, segala sarana, bahan, alat,atau lingkungan belajar yang mendukungpembelajaran, dan Instructional dan nurturant effects—hasilbelajar yang diperoleh langsung berdasarkantujuan yang menjadi sasaran (instructionaleffects) dan hasil belajar di luar yang menjadisasaran (nurturant effects).
  10. 10. Prosedur Mengembangkan ModelPembelajaranKaji pendekatan(prinsip )StrategikefektifanMenentukan fokusHsl beljar (langsung/ tdk)Menentukannorma/ prinsip/ saranaMenentukansintaks
  11. 11. Pendekatan dan konsep pembelajaranKonsep Pembelajaran dipengaruhi pendekatan Proses perubahan perilaku berdasarkanrangsangan dari lingkungannya. Proses transformasi pengalaman secarakognitif berdasarkan peran lingkungan danperilaku Pengaruh yang relatif permanen atasperilaku, pengetahuan, dan keterampilanberpikir yang diperoleh melalui pengalaman Proses mengkonstruk pengetahuan
  12. 12. 4 Pendekatan Pembelajaran1. Behavioral = belajar adalah meningkatkanperilaku yang diharapkan, menggunakandorongan, pembentukan dan mengurangiperilaku yang tidak diharapkan2. Pemrosesan informasi = penekanan bgmnsiswa memproses informasi melalui atensi,memori, pemikiran, dan proses kognitiflainnya ( mengolah informasi, memonitor,dan menyusun strategi/ cara berpikir)
  13. 13. 3. Kognitif sosial = penekanan pada hubunganperilaku, kognitif, dan perilaku (strategiobservasional – metode modelling)4. Konstruktivis sosial = penekanan padakolaborasi dengan orang lain untukmenghasilkan pengetahuan dan pemahaman
  14. 14. Pendekatan behaviorismeStrategi Behavioral prompt (dorongan) adalah stimulus tambahan atauisyarat tambahan yang diberikan sebelum respons danmeningkatkan kemungkinan respons itu akan terjadi. Ketika guru menggunakan prompt, mereka berasumsibahwa murid dapat melakukan perilaku yang diinginkan.Tetapi, kadang-kadang murid tidak punya kemampuanuntuk melakukannya. Dalam kasus ini diperlukanshaping (pembentukan) Shaping = mengajari perilaku baru dengan memperkuatperilaku yang mirip dengan perilaku sasaran
  15. 15.  Behavioral = penekanan pada pengalamanterutama penguatan dan hukuman sebagaideterminan dari pembelajaran dan perilaku Kelemahan pendekatan behavioral kontroleksternal dominan Direvisi oleh pendekatan kognitif sosial yangmemberi ruang kontrol internal
  16. 16. 5 Strategi untuk mengingkatkanperilaku yang diharapkan memilih penguat yang efektif membuat penguatan bersifat kontingen dantepat waktu memilih jadwal penguatan yang terbaik mempertimbangkan penggunaan perjanjian(contracting) dan menggunakan penguatan negatif secaraefektif
  17. 17. PENDEKATAN PERILAKUKOGNITIF Membuat murid memonitor, mengelola, danmengatur perilaku mereka sendiri (mendorongmurid agar bertang jawab atas perilaku danpembelajaran aktif mrk sendri) Mengubah miskonsepsi murid, memperkuatkeahlian mereka dalam menangani sesuatu,meningkatkan kontrol diri, dan mendorongrefleksi diri yang konstruktif. Metode instruksidiri = membantu murid mengubah apaanggapan mereka tentang diri mereka sendiri(berbicara kepada diri sendiri secara positif)
  18. 18. Membaca sastra : memupuk pemahamanpengalaman kemanusiaan dan kemampuanberempati
  19. 19. PENDEKATAN KOGNITIF DANKOGNITIF SOSIAL Pendekatan kognitif menekankan agar muridmemonitor, mengelola, dan mengaturperilaku mereka sendiri (bukan mengontroldari luar) Kognitif sosial = penekanan pada interaksifaktor perilaku, lingkungan, dan orang(kognitif) sebagai determinanpembelajara(pembelajaran resiprokal)Pembelajaran observasional melalui atensi,retensi, produksi, motivasi)
  20. 20. Model Resiprokal BanduraP/KFaktor persondan kognitifLLingkunganPPerilaku
  21. 21. Contoh Model PembelajaranModel pembelajaran regulasi diri1. Menentukan tujuan dan perencanaanstrategis2. Melaksanakan rencana dan memonitornya3. Monitoring hasil dan memperbaiki strategi4. Evaluasi dan monitoring diri
  22. 22. Model pembelajaran resiprokal Model resiprokal dalam pembelajaran membaca Guru bergantian dengan murid Guru menjelaskan/ mendemonstrasikan /mencontohkan cara menggunakan strategi dalammemahami suatu teks. Murid diminta mendemostrasikan strategi tersebut Murid bergantian memimpin diskusi kelompok kecil Guru memberi dukungan saat siswa mempelajar. Guru secara bertahap mengurangi peran aktifnya(scaffolding)
  23. 23. Menurut Bandura Person = sikap bawaan (introvet-ekstrovet,tenang-cemas, ramah- jutek Kognitif = strategi memahami, pemikiran,kecerdasan, ekspektasi, keyakinan Faktor person ditekankan pada self eficacyyaitu keyakinan bahwa seseorang bisamenguasai situasi dan menghasilkan halpositif.
  24. 24.  Pembelajaran observasional efektif untukmengajar perilaku baru (mengamati modelyang kompeten) Retensi akan meningkat jika siswa mengamtidemontrasi dan contoh yang jelas
  25. 25. Jenis modelling berdasarkanbentuknya Modeling langsung Modeling simbolik (karakter tokoh cerita) Modelling sintetik Modelling kognitif (demonstrasi yangdimodelkan disertai deskripsi verbal dari apayang dipikirkan dan dilakukan oleh model dihadapan siswa
  26. 26. Jenis modelling berdasarkan pelaku Model teman sebaya Model guru Model orangtua Model panutan yang dihargai bersama
  27. 27. Proses Asimilasi dan AkomodasiHal Baru(benda, peristiwa, gagasan)Mencocokkan dengan konsepyang telah dimilikiCocokTidak cocokPenguatanAsimilasiKetidak-seimbangan(Disbalance)AkomodasiAdaptasi (Belajar)CocoktransformasiKeseimbangan(Balance)MengertiJalan buntu(tidak mengerti)
  28. 28. Mutiara-mutiara dalam Teoripemrosesan informasi Peranan pengetahuan/ pengalaman awalmenentukan pemahaman siswa Pemahaman bermakna perlu dibuat agarmasuk pada memori jangka panjang Pengetahuan dan pengalaman disusundalam pikiran manusia dalam bentuk jaringan(skemata) – skemata isi (tentang apa yangdibicaran– skemata formal (tentang caramelakukan sesuatu)Implikasi – peta konsep (mata pelajaran yang
  29. 29. 31Contoh membuat peta konsep
  30. 30. Pramembaca/pramenulisprosesMembaca/menulisPascamembaca/Pasca
  31. 31. ENCODINGMemasukkaninformasi kedalam memoriPENYIMPANANMempertahankaninformasi dariwaktu ke waktuPENGAMBILANMengambil informasidari gudangpengambilan
  32. 32. Penggalian ide+ penguatanDraft 1Draft 2 +dukunganbersamaPajang/ manfaatkan
  33. 33. Pembelajaran Aktif (Fink) Melibatkan pikiran, emosi, fisik Siswa sebagai subjek Belajar dengan melakukan Berorientasi kelompok Variasi model disessikan dengan kecerdasanmajemuk Multiarah Fisik kelas kondusif Daya imajinasi, dan fantasi dikembangkan
  34. 34. PEMBELAJARAN AKTIF Lebih bermakna Pemahaman konsep “tahan lama” Interaksi sosial (social interaction) Menekankan pada aktivitas hands-ondan minds-on Belajar lebih menyenangkan Lahan subur untuk membentukkarakter siswa
  35. 35.  Kecemasan tinggi mengganggu kemampuanmurid mencapai prestasi Strategi relaksasi bisa mengurangikecemasan tetapi tidak meningkatkanprestasi (eccless 1989). Strategi membantu murid yang tidak tertarik(teralineasi) dengan cara mengajar yangmenyenangkan, membangun hubunganpositif, membuat sekolah lebih menarik,penggunaan mentor yang lebih tua
  36. 36. Asosiasi Pembelajaran Aktif Pembelajaran kontekstual (CTL) PAKEM/PAIKEM Pembelajaran berdasarkan masalah (PBL) Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) CBSA
  37. 37. Pembelajaran Berbasis Proyek Mengimplementasikan determinasi personal(memilih fokus sendiri, merencanakan cara memonitor) Proyek sesuai dengan karakteristik mata pelajaran danberisi langkah-langkah sehingga menghasilkan “produk” Kegiatan dilaksanakan jangka waktu yang relatif lama- Produk proyek bermakna bagi siswa (kumpulan puisi,pementasan cerita, membuat pameran Mengapa begini mengapa begitu
  38. 38.  Bagaimana bentuk pekerjaan rumah yangbaik untuk murid kelas rendah? Siswa kelas rendah PR yang menimbulkankesukaan belajar Menambah keterampilan studi Tugas pendek dan dapat diselesaikandengan cepat Jangan buat tugas yang membuat muridstres dan tegang Berguna untuk menambah keterampilan di
  39. 39.  Pekerjaan rumah berkaitan denganaktivitas kelas berikutnya agar punyamakna Tugas rumah harus fokus (bukan mencaritema tetapi memilih salah satu tokoh danmenjelaskan mengapa tokoh bertindakseperti itu) Memberi kesempatan murid melakukanpekerjaan kreatif dan mendalam
  40. 40.  (bukan menghafal tanggal dan nama perang tetapimembuat surat fiksional kepada para tentara) Tugas kelas tinggi (SMP dan SMA) –murid sekolahmenengah lebih suka bekerja keras setelah sekolahdan mempelajari keterampilan studi yang baik Tugas menantang Menuntut siswa mengaplikasikan pengetahuannya Sebagai alat melatih tanggung jawab (Santrok , 2004) Memberikan pedoman kepada orangtua (caramembantu) Tugas bermakna Memantau PR
  41. 41.  Penelitian yang mendukung modelpembelajaran
  42. 42. Kognitif
  43. 43. AFEKTIF, EMOTIF, IMAJINASI Mau merespon Mau berpartisipasi Menjadi nilai yang diinternalisasi
  44. 44. Model untuk KD yang bisa Siswa berkelompok mencoba sebisanyaindikator KD, guru menempelkan hasil dipapan tulis dan mengelompokkan hasilpada kategori tepat, kurang tepat, salah –guru menempelkan jawaban bandingan –siswa secara kelompok mengamati danmenyimpulkan perbedaan dan ciri tiap-tiapkategori – guru menyimpulkan ciri hasilyang tepat dan kurang tepat – siswa secaramandiri mencoba menerapkan langkahpada wacana yang lain dan dinilai.
  45. 45. Model KD Keterampilan/ terapan Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok –wakil kelompok diajari guru langkah/ caramencapai indikator KD- Siswa wakilmengajarkan pada anggota kelompoknya –tiap anggota mencoba menerapkan langkahmencapai indikator KD - siswa didorongmembuat simpulan langkah menentukan KDdilakukan untuk guru dan beberapa siswa-siswa mencoba secara kelompok langkahyang dilakukan guru– siswa mencobaindividu dengan wacana yang berbeda.
  46. 46. 1. Observasi2. Pembentukan Interpretasi3. Kontekstualisasi4. Penguasaan kognitif5. Kolaborasi6. Multi-Interpretasi7. Multi-ManifestasiModel Konstruksi Informasi(The Information Construction - ICON)
  47. 47. PembelajaranKONTEKSTUAL CTL adalah konsep belajar yangmembantu guru mengaitkan materi yangdiajarkan dengan situasi dunia nyata siswadan mendorong siswa membuat hubunganantara pengetahuan yang dimiliki denganpenerapannya dalam kehidupan merekasehari-hari
  48. 48. Contextual Teaching and Learning(Model Pembelajaran Kontekstual) konsep pembelajaran yang membantu gurumengaitkan antara materi yang diajarkannyadengan situasi dunia nyata siswa mendorong siswa membuat hubungan antarapengetahuan yang dimilikinya denganpenerapannya dalam kehidupan merekasebagai anggota keluarga dan masyarakat menjadikan siswa bekerja keras dalam usahamengkonstruksikan sendiri pengetahuan danketerampilan baru yang dipelajarinya.
  49. 49. STRATEGI CL(Berdasarkan Center of Occupational Research and Development) MengaitkanBelajar dalam konteks pengalaman sehari-hari MengalamiBelajar dari pengalaman – melalui explorasi, discovery, dan invention MengaplikasikanBelajar dengan mengaplikasikan konsep, pengalaman dan kegiatan problem solving Bekerja samaBelajar dalam konteks saling berbagi, merespon, dan berkomunikasi antar pebelajar. MentransferBelajar dengan menggunakan pengetahuan dalam konteks dan situasi yang baru.
  50. 50. 6 ELEMEN KUNCI CTL(Berdasarkan Laboratorium Pendidikan Wilayah) Pembelajaran BermaknaPemahaman, relevansi personal dan penilaian yang dikaitkan oleh pebelajar terhadap isi dariapa yang dipelajari Aplikasi PengetahuanKemampuan untuk melihat bagaimana materi yang telah dipelajari dapat digunakan untuksetting dan fungsi yang berbeda di masa mendatang. Cara Pikir yang lebih TinggiPebelajar diharuskan untuk menggunakan pemikiran yang kritis dan kreatif dalammengumpulkan data, memahami masalah, atau memecahkan sebuah permasalahan. Kurikulum Standar-berkaitanIsi dari pengajaran berkaitan dengan variasi dan cakupan standar lokal, regional, nasional danindustri. Respon BudayaPendidik harus mengerti dan menghormati nilai, kepercayaan dan adat istiadat pebelajar. Penilaian otentikPenggunaan berbagai alat penilaian yang mencerminkan validitas hasil yang diharapkan dari pebelajar.
  51. 51. Prinsip Penerapan CTL1. Merencanakan pembelajaransesuai dg kewajaranperkembangan mental siswa2. Membentuk kelompok belajaryang saling bergantung3. Menyediakan lingkungan yangmendukung pembelajaran mandiri4. Mempertimbangkan keragamansiswa5. Memperhatikan multi intelegensisiswa6. Menggunakan teknik-teknikbertanya7. Menerapkan penilaian otentik
  52. 52. KOMPONENCTLKonstruktismeMenemukanInquiryPemodelanBertanyaMasy belajarRefleksiPenilaian otentik
  53. 53. 1 Kembangkanpemikiran bhw siswaakan belajar lebihbermakna dg kerja& temukan sendiri,mengkonstruksisendiri keterampilanbarunya (filosofi)
  54. 54. 2 Laksanakan kegiataninkuiri untuk capaikompetensi (inkuirisgb strategi)
  55. 55. 3 Bertanya sebagaialat belajar.Kembangkan sifatingin tahu siswadengan bertanya(keahlian dasar)
  56. 56. 4 Ciptakanmasyarakatbelajar. Belajardalam kelompok(penciptaanlingkungan belajar)
  57. 57. 5. Tunjukkan modelsebagai contohpembelajaran(benda, guru, siswalain, karya inovasi,dll) (sbg acuanpencapaiankompetensi)
  58. 58. 6. Lakukan refleksipada akhirpertemuan agarsiswa merasa bhwhari ini merekabelajar sesuatu(langkah akhir)
  59. 59. 7 Lakukan penilaianyang sebenarnya dgberbagai sumberdan cara
  60. 60.  Rasakan, raba, Lihat, dengar, Asosiasikan,Rangkaikan Amati, tuliskan, beri pendapat, hubungkan,kembangkan secara utuh, Penghargaanuntuk semua yang berhasil Amati sekitarmu, rumuskan masalah (kalimattanya- memertanyakan) - tuliskan apa saja Baca, petakan, hubungkan/ cari yang belumbanyak
  61. 61. Menemukan (Inquiry) Siklus InquiryObservasi(Observation )Bertanya(Questioning)Mengajukan dugaan(Hiphotesis)Pengumpulan Data(Data gathering)Penyimpulan(Conclusion)
  62. 62.  Amati, Tulis, Asosiasikan, Rangkaikan Baca, baca, baca, catat proposisi, rumuskanmasalah, simpulkan Tema yang berkaitan yang sudah ada/masalalu, tambahkan, cari sisi lainnya Ungkapan yang sudah ada – membuat yangberbeda
  63. 63. Langkah-langkah kegiatanmenemukan (Inquiry) Merumuskan masalah Mengamati atau melakukan observasi Menganalisis dan menyajikan hasil dalamtulisan, gambar, laporan, bagan, tabel, dankarya lainnya Mengkomunikasikan atau menyajikan hasilkarya pada pembaca, teman sekelas, guru,atau audien yang lain
  64. 64. Model Tradisional Model ContekstualPERANGURUPentransmisiPengetahuanFasilitator, koordinatoratau pembimbing untukmenemukan,mengembangkan danmengaplikasikanpengetahuanPERANSISWAPenerima pasifpengetahuan daninformasi melaluiceramah atau teksbacaanTerlibat aktif dalamproses pembelajaran;siswa membangunpengetahuan melaluikegiatan lingkungan kerjaaktual
  65. 65. ALIR PEDAGOGI PENGEMBANGAN KONSEPDALAM CONTEXTUAL LEARNINGObservasi danDiskusiKegiatan yangBerkaitanPengenalankonsepExperimenPengembanganKonsepAplikasiKonsep.Masalah /Pertanyaan
  66. 66. Kontrak Belajar 081252670462ha Usahakan tepat waktu Minimal 80% hadir Membuat respon (mencari informasilanjutan) Toleransi waktu 10 menit Usahakan menyerahkan tugas tepat waktu Penggantian waktu kuliah kesepakatandosen dan mahasiswa (ketua tingkat) – harusbisa diikuti semua mahasiswa (Syukri ) Jika tidak masuk cukup sms (dosen)
  67. 67.  Kami mengingat mereka yangmembutuhkan (murid didorong mengingatyang menderita, terluka, anggota timpenyelamat, anggota keluarga/ temankorban Kami ingin membantu Kami menunjukkan dukungan Kami ingin mengambil hikmah Kami ingin menghargai diversitas Membantu murid merayakan kebahagiaan
  68. 68.  Metode regulasi diri = memunculkan dan memonitorsendiri pikiran, perasaan, dan perilaku untuk mencapaisuatu tujuan (tujuan akademik, sosioemosional)Tujuan emosional – mengontrol kemarahan, belajarakrap dengan teman sebaya.Ciri pembelajar regulasi diri (1) memperluas pengetahuandan menjaga motivasi, menyadari keadaan emosi danpunya strategi untuk mengatasinya, (3) secara periodikmemonitor kemajuan, (4) menyesuaikan strategiberdasarkan hasil monitor, (5) mengevaluasi halanganyang mungkin muncul dengan adaptasi yang diperlukan
  69. 69. Strategi peningkatan self eficacy self eficacy = keyakinan bahwa seseorangbisa menguasai situasi dan menghasilkan halpositif (motivasi ut menguasai/ mot intrinsik) Self eficacy penting mempengaruhi prestasimurid. Murid dengan self eficacy tinggi setujusaya mampu menguasai/ mengerjakan,tekun, mau mengerjakan tugas sulit. Selfeficacy rendah menghindari banyak tugasbelajar (khususnya yang menantang dansulit)
  70. 70. Lembaran monitoring waktu studiTgl Tugas WktmulaiSelesai Konteks studi(dimana, dengansiapa, gangguanyang terjadiSelf eficacy1 = tidakpercaya diri2= cukuppercaya diri3 = sangatpercaya diri
  71. 71. Penguatan diri sendiri denganpengamatan model Penggunaan penguatan tidak selaludibutuhkan. Jika murid tidak memproduksiperilaku yang diharapkan, perlu tiga jenispenguat (1) memberi imbalan pada modelyang diamati, (2) memberi imbalan padamurid, dan (3) meminta murid membuatpernyataan untuk memperkuat diri sendiridan self asessment
  72. 72. Empat proses kognitif untuk motivasi1. Teori Atribusi = dalam usaha murid untukmemahami kinerja sendiri mereka termotivasiut menemukan sebab-sebab yang mendasariPenyebab kesuksesan/ kegagalan = kemampuan,usaha, tingkat kesulitan tugas, keberuntungan, suasanahati, bantuan/rintangan dari orang lainTiga dimensi atribusi kausal = lokus (persepsi murid ttgsebab kegagalan/ kesksesan bersifat eksternal/ internal,stabilitas sebab, sejauh mana dapat mengontrol sebab
  73. 73. 2. Motivasi menguasai keahlian (mastery)Dua tipe murid: orientasi ut menguasai danorientasi tak berdaya3. Perencanaan tujuan, perencanaan, danmonitoring diri. Mis: Pembelajaran regulasidiri dg penentuan tujuan, perencanaan, danmonitoring diri untuk mencapai tujuan.menentukan tujuan jangka pendek yangspesifik , menantang, dan realistis (sesuaikemamp optimal). Mendorong cara muridmencapai tujuan scr benar4. Self eficacy
  74. 74. Strategi meningkatkan Self eficacy dalampendekatan Kognitif Sosial1. Ajarkan strategi spesifik (menyusun garis besar,ringkasan) yang dapat memampuan untuk fokus padatugas murid2. Dukungan positif dari guru, orangtua, lingkungan3. Modelling dari orang dewasa/ sebaya (murid yangselesai mengerjakan menjelaskan kepada teman lain)4. Self eficacy dan prestasi akan meningkat jika muridmenentukan tujuan jangka pendek yang spesifik ,menantang, dan realistis (sesuai kemamp optimal)5. Kombinasikan strategi training dan tujuan.6. Beri umpan balik pada murid ttg bagaimana strategibeljr berhub dg kinerjanya
  75. 75. Pendekatan pemrosesan informasi Proses mengolah informasi, memonitornya,dan menyusun strategi berkenaan denganinformasi tersebut (proses memori danproses berpikir) Murid secara bertahap mengembangkankapasitas untuk memproses informasi dansecara bertahap pula mendapatkanpengetahuan dan keahlian secara kompleks
  76. 76. PENDEKATAN PEMROSESANINFORMASI KESADARAN DIRI MURID DAPATMEMAMPUKAN MEREKA UNTUKBERADAPTASI DAN MENGELOLASTRATEGI DALAM BERPIKIR/MEMECAHKAN MASALAH MURID MENGGUNAKAN PENGETAHUANDAN STRATEGI YANG MEREKA PELAJARIUNTUK MENYESUAIKAN RESPON PADASITUASI PEMBELAJARAN BARU
  77. 77. Bagaimana merepresentasikaninformasi dalam memori Teori jaringan = informasi pada memori diorganisasikandan dihubungkan (pengambilan informasi melibatkanfakta spesifik) Teori skema = rekonstruksi informasi disesuaikandengan informasi yang sudah ada di benak siswa(skema = informasi konsep, pengetahuan kejadian yangsudah eksis dalam pikiran seseorang). Skema inimempengaruhi cara kita menyambil informasi danmemahaminya.
  78. 78. PENDEKATAN PEMROSESANINFORMASI ENCODING = PROSES MEMASUKKAN INFORMASIKE DALAM MEMORI (MENYANDIKAN INFORMASIYANG RELEVAN DAN MENGABAIKAN INFORMASIYANG TIDAK RELEVAN) MEMORI = RETENSI INFORMASI (BAGAIMANAINFORMASI DISIMPAN SETELAH DISANDIKAN/BAGAIMANA SISWA MENYUSUN MEMORI) AGAR MEMORI BEKERJA MURID HARUSMENGAMBIL INFORMASI, MENYIMPANNYA, DANKEMUDIAN MENGAMBILNYA KEMBALI UNTUKSUATU TUJUAN
  79. 79.  Ada 6 konsep yang berhubungan denganenkoding yaitu atensi, pengulangan,pemrosesan mendalam, elaborasi,mengkontruksi citra, dan penataan. Untuk mengawali proses enkoding muridharus memperhatikan informasi. Atensiadalah mengkonsentrasikan sunber dayamental. Atensi bersifat selektif karena sumberdaya otak terbatas.Siswa SD butuh bantuanuntuk memperhatikan dimensi yang relevandaripada yang menonjol
  80. 80. Strategi menghasilkan memori yangbaik Repetisi = informasi perlu diulang agarinformsi lebih lama berada di memori Mengkontruksi secara bermakna bisamengingat lebih lama (pengulangan tidakdapat bekerja baik jika berupa pengulangantanpa makna) Pemrosesan yang mendalam bisamenghasilkan memori yang baik.
  81. 81. Kapal -- level dangkal memperhatikan hurufLevel menengah memikirkan karakteristikkata (seperti kadal) dan level mendalaminformasi diproses secara semantik(memikirkan kapan terakhir naik kapal)Elaborasi = ekstensivitas pemrosesaninformasi Murid perlu menggunakanelaborasi agar memori terbantu. Mencaricontoh dan bukan contoh dari kehidupanlingkunagn dan diri sendiri adalah caraterbaik untuk mengelaborasi informasi dari
  82. 82.  Mengkontruksi citra = elaborasi informasi(disimpan sebagai kode verbal atau kodecitra). Mengingat kalimat lebih mudahdilupakan daripada membuat gambaran didalam benak untuk setiap kalimat. Penataan = jika murid menata informasiketika menyandikan makaChunking = strategi penataan denganmengelompokkan atau mengepak informasimenjadi unit-unit
  83. 83. Penyimpanan Memori sensoris = mempertahankaninformasi beberapa detik (bertahan sesaatsehingga siswa informasi sensoris yangpenting) Memori jangka pendek = sekitar 30 detikkecuali jika diulangi atau diproses lebih lanjut Memori jangka panjang = periode lama danwaktu tak terbatas ( memorideklaratifpengingatan kembali secara sadar –duduk dan merenungkan pengalamannya)
  84. 84.  Memori episodik = kapan, dimana suatuperistiwa terjadi Memori semantik = pengetahuan umummurid tentang dunia Bagaimana mempresentasikan memoriTeori jaringanTeori skema
  85. 85. Memori Jangka PanjangMemori SemantikMemori episodikDeklaratif (Eksplisit) Prosedural (implisit)
  86. 86. Mengambil informasi kembali Efek posisi serial = orang lebih mudah mengingat item yang ada diawal dan di akhir dari suatu daftar (lebih mengingat pelajaran jumatdaripada rabu) pad minggu berikutnya Semakin banyak siswa melakukan elaborasi dalam menyandikaninformasi semakin baik mereka dalam mengingat informasi(spesifitas penyandian) Asosiasi yang dibentuk dalam penyandian,cenderung efektif untuk pengambilan kembali) Teori interferensi halangan informasi lain dalam mengambil kembali(perlu menggunakan regency effect = item yang terakhir yangmudah diingat) Memori yang memiliki kaitan emosional bertahan
  87. 87. MODEL PEMBELAJARANDENGAN SIKLUS BELAJAR melibatkan peserta didik mencari informasi yangluas tentang topik/tema materi yang akandipelajari dengan mengeksplorasi berbagaisumber belajar memfasilitasi terjadinya interaksi antarpesertadidik serta antara peserta didik dengan guru,lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  88. 88. ELABORASImemfasilitasi peserta didik untuk mengkaji lebih lanjutinformasi yang ditemukan pada tahap eksplorasimemberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis,menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasiyang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secaraindividual maupun kelompok dan menyajikan hasilnya
  89. 89. KONFIRMASI memberikan umpan balik positif dan penguatandalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupunhadiah terhadap apa yang dihasilkan siswamelalui berbagai sumber, memfasilitasi peserta didik melakukan refleksiuntuk memperoleh pengalaman belajar yangtelah dilakukan, memberikan motivasi kepada peserta didik yangkurang atau belum berpartisipasi aktif.
  90. 90. Pembelajaran Abad ke -20Berpusat pada guruInstruksi langsungMenekankan PengetahuanBerorientasi pada IsiBerkaitan dengan Ketrampilan dasarPenekanan pada TeoriAkademikIndividualBerlangsung di Ruang kelasPenilaian sumatifBelajar demi sekolah
  91. 91. Pembelajaran abad ke-21Berpusat pada guruPembelajaran langsungMenekankan PengetahuanBerorientasi pada Isi/materiBerkaitan dengan Ketrampilan dasarPenekanan pada TeoriAkademikIndividualBerlangsung di Ruang kelasPenilaian sumatifBelajar demi sekolahBerpusat pada siswaPembelajaran kolaboratifMenekankan ketrampilanBerorientasi pada prosesBerpikir tingkat tinggiMenekankan PraktikLife SkillsKelompokBerlangsung dalam komunitasPenilaian formatifBelajar demi hidupA BetterA Better BalanceBalance
  92. 92. PENDEKATAN Konstruktivisme(Constructivism) Belajar adalah proses pencarian makna. Olehkarena itu, belajar harus dimulai di seputarpersoalan yang maknanya sedang secara aktifdicoba dikonstruksikan oleh siswa. Makna menuntut pemahaman keseluruhanmaupun bagian­bagiannya. Dan bagian­bagianharus dipahami dalam konteks keseluruhan.Oleh karena itu, proses belajar difokuskan padapemahaman konsep primer, bukan pada fakta­fakta yang terpisah­pisah.
  93. 93. Konstruktivisme Pembelajaran difokuskan pada upayamembuat hubungan antar berbagai fakta danmendorong terjadinya pemahaman barupada diri siswa. Strategi pembelajaran disesuaikan denganrespon siswa dan siswa didorong untukmenganalisis, menginterpretasi danmemprediksi informasi. Guru banyak mengandalkan open-endedquestions dan mendorong terjadinyabanyak dialog di antara siswa.
  94. 94. Konstruktivisme Siswa harus mengkonstruksikanpengetahuannya dan memberimakna melalui pengalaman nyata. Struktur pengetahuandikembangkan dalam otak melaluidua cara, yaitu proses asimilasiatau akomodasi.
  95. 95. Konstruktivisme Piaget ke Vigotsky Murid mengkonstruksi pengetahuan denganmentransformasikan, mengorganisasikan,dan mereorganisasikan pengetahuan denganinformasi sebelumnya Murid mengkonstruksi pengetahuan melaluiinteraksi sosial dengan orang lain. Isipengetahuan dipengaruhi kultur dimanamurid tinggal (bahasa, keyakinan, keahlian/keterampilan)
  96. 96. Dukungan guru Piaget dan vigotsky= guru sebagai fasilitator Piaget : guru seharusnya memberi dukunganmengeksplorasi dan mengembangkanpemahaman Vigotsky: guru harus menciptakan banyakkesempatan untuk belajar dengan guru,teman sebaya dalam mengkonstruksipengetahuan bersama. Menekankan pentingnya kultur dalampembelajaran, situasi sosial/ sekitar
  97. 97. Mutiara-mutiara Konstruktivismesosial Pengetahuan dibangun sendiri oleh siswa Pemikiran diletakkan dalam konteks sosial dan fisikbukan pada pikiran Menciptakan pembelajaran semirip situasi riil Makna kolaboratif penting (pengetahuan dibangunbersama) guru memantau perspektif, pemikiran, dan perasaanmurid Guru dan murid saling belajar dan mengajar Kurikulum dan isi mencerminkan minat dan kulturmereka
  98. 98.  Apa yang dapat dilakukan sendiri =perkembangan aktual anak Apa yang dapat dilakukan hanya denganpertolongan orang lain = perkembanganpotensial ZONE OF PROXIMAL DEVELOPMENTTUGAS DALAM ZONE INI TIDAK DAPATDISELESAIKAN SENDIRI OLEH SISWA
  99. 99. Guru dan teman member konstribusibersama1. Scaffolding= bantuan jika dibutuhkan/ disesuaikan –guru/ teman sebaya erkolaboratif membantu siswabelajar (beri dukungan dengan jumlah yang sesuai,jangan lakukan apa yang bisa dilakukan siswa sendiri,monitor dan beri dukungan dan bantuan yangdibutuhkan)2. Pelatihan Kognitif = pakar memperluas dan mendukung– guru memberi contoh­ teman lain membantumelaksanakan tugas­ mendorong murid untukmelakukan secara mandiri (guru memonitor kapan siapdiajak ke langkah berikutnya­ respon tidak adapemahaman akan diulang/ dirumuskan kembali
  100. 100. 3. Tutoring = pelatihan kognitif antara pakardengan pemula (siswa yang lebih pandaidengan siswa lain, orang dewasa/ pakardengan siswa). Tutoring individual efektifdalam kelas heterogen –membantu yangkurang pandaia. Mentor/ pembantu kelas = cari orang padakomunitas yang punya keahlian – tatap mukasatu per satu untuk murid yang kesulitanbelajar membaca
  101. 101. b. Tutor sebaya = lintas usia atau sebaya.Model bermanfaat baik bagi tutor maupunteman yang dibantu4. Kooperatif (berpasangan/ kelompok) –kerjasama dan ketergantungan kelompokharus ada antarkomunitas sekolahPenghargaan kelompok, individu dimintaipertanggungjawaban dan diperlukan metodemengevaluasi individu. Motivasi dalamkelompok, memperbesar ketergantungankelompok,
  102. 102.  Kerjasama kelas, antarkelas, kerjasamasekolah, sekolah­orangtua, sekolahlingkungan Menyusun kelompok –heterogenkemampuan, heterogen etnis, team building, Memberi peran yang berbeda agar lancar–pendorong, pemuji, penjaga, pelatih,pemimpin pertanyaan, pengecek, penguasatugas, pencatat/peringkas, pemikir, kaptentenang, monitor bahan (suplier)
  103. 103. Dalam pandangan konstruktivisme “strategimemperoleh” lebih diutamakan dibandingkan“seberapa banyak” siswa memperoleh danmengingat pengetahuan.Tugas Guru adalah memfasilitasi dengan:1. Menjadikan pengetahuan bermakna danrelevan bagi siswa2. Memberi kesempatan siswa menemukandan menerapkan idenya sendiri3. Menyadarkan siswa agar menerapkanstrategi mereka sendiri dalam belajar
  104. 104. Mengapa Konstruktivisme? Lebih bermakna Pembelajaran tidak sia-sia Interaksi sosial (social interaction) Membuat masuk akal (sense making) Pengetahuan dikonstruksikan daripengalaman Menekankan pada aktivitas hands-ondan minds-on
  105. 105. • Mengajukan masalah-masalah yang relevandengan siswa• Struktur pembelajaran berkisar padakonsep-konsep utama.• Mencari dan menilai pemikiran siswa• Menyesuaikan kurikulum dengan pemikirandan perkembangan siswa• Menilai proses belajar siswa dalam kontekspengajaranPRINSIP-PRINSIP IMPLEMENTASIKONSTRUKTIVISME DI DALAMKELAS
  106. 106. 1. Siklus pembelajaran Guru mendorong siswa untuk mengajukanpertanyaan dan hipotesis dari tugas materi. Guru fokus pada pertanyaan siswa danmembantu mereka membuat hipotesis dandesain eksperimen. Aplikasi konsepTiga Model Desain Konstruktivis
  107. 107. • Mengembangkan sebuah situasi bagi siswa untukmenjelaskan proses pemilihan pengelompokan materi dansiswa.• Membangun sebuah jembatan antara apa yang sudahdiketahui siswa dan apa yang akan mereka pelajari• Mengantisipasi pertanyan dengan bertanya dan menjawabtanpa memberikan penjelasan• Mendorong siswa untuk menunukkan catatan pemikiranmereka dengan saling berbagai sesama siswa.• Mengumpulkan refleksi siswa tentang apa yang merekapelajari2. Pembelajaran Konstruktivis oleh George W.Gagnon Jr., and Michelle Collay
  108. 108. Problem-based Learning – melibatkan pebelajar dalam investigasipemecahan masalah yang mengintegrasikan kemampuan dankonsep dari berbagai bidang (Moffitt 2001)Cooperative Learning – mengorganisasikan pembelajaran denganmenggunakan kelompok belajar kecil dimana siswa bekerja bersamauntuk mencapai tujuan pembelajaran (Holubec 2001)Project-based Learning – menekankan pada konsep­konsep utamadan prinsip­prinsip disiplin, melibatkan siswa dalam investigasipenyelesaian masalah dan tugas­tugas lain (Buck Institute forEducation 2001)Service Learning – memberikan aplikasi praktis dari pengetahuandan keterampilan yang baru diperoleh yang dibutuhkan dalammasyarakat melalui projek dan berbagai kegiatan (Mc­Pherson 2001)Work-based Learning – tempat kerja, modifikasi serupa tempatkerja, dan kegiatan diintegrasikan dengan isi kelas (Smith 2001)BEBERAPA STRATEGIuntuk MENGIMPLEMENTASIKAN CL

×