Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Tari rantak

15,718 views

Published on

  • Login to see the comments

Tari rantak

  1. 1. Tari RantakTari Rantak merupakan salah satu kesenian budaya dari Sumatera Barat yang gerakannyadiambil dari gerakan silat. Tarian ini merupakan salah satu tari yang mengedepankan danmenegaskan ketajaman gerakan penari. Keindahan tari ini tidak hanya terdapat pada gerakannya,tetapi juga dari kerantakan penari yang menimbulkan bunyi hentakan kaki yang selaras denganketegasan gerakan.Tari rantak yang berkembang di dalam masyarakat ada beberapa nama tarian :1. Tari Rantak Kudo Pesisir Selatan (karya : NN)2. Tari Rantak Gusmiati SuidTari rantak point kedua merupakan karya Almh. Gusmiati Suid. Bundo Gusmiati Suid dalamperjalanan kreatifnya, sangat sadar bahwa tampilan Minangkabau dalam tari, terletak padapenguasaan pamenan yang berdasarkan pancak. Ia menekankan bahwa penguasaan bentuk-bentuktari tradisi sebagai bahasa karya baru, semestinya diikuti dengan penguasaan pencak. Bahkan bagiGusmiati Suid, pencak tidak hanya harus dilakukan secara teknik, tetapi juga dipahami dalamkonteks filosofinya. Karena tari Minang umumnya mempunyai gaya dan teknik gerak yang identikdengan pencak silat Minangkabau, yang mana dalam pencak silat itu terdapat beberapa teknik yangharus dikuasai oleh penari Minangkabau, seperti :a. Tagak – TagunSecara harfiah, tagak (tegak) ini hanya berarti berdiri, tetapi “tagak” dalampermainan pencak silat dan juga tari dapat diartikan melakukan tarian seperti lazimnyadikatakan Mambao Tagak (melakukan tarian) sedangkan Tagun (berhenti atau merenungsejenak sebelum memulai pekerjaan) hubungan dua kata tagak tagun dimaksudkan untukmengungkapkan kemampuan dasar atau kemampuan awal penari Minangkabau.b. Ukua Jo JangkoUkua jo jangko (ukur dan jangka) adalah dua kalimat mempunyai satu makna yaituketepatan melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuannya. Istilah ini dimaksudkan agarpenari mampu melakukan gerak secara teknik dengan sempurna, tetapi belum terlalumenuntut kemampuan penafsiran dan pengekspresian terhadap tarian yang mereka sajikan.c. Pandang KutikoPandang secara harfiah diartikan melihat, tapi dalam silat diartikan sebagaipemahaman, penafsiran dan persepsi terhadap sesuatu. Sedangkan Kutiko (ketika, saat)yang artinya ketepatan terhadap pemahaman, penafsiran dan persepsi pada sesuatu. Padalevel ini penari dituntut mempunyai kemampuan untuk memahami tarian yang ia lakukansecara sempurna dan benar.d. Garak – GarikGarak (Firasat) merupakan kepekaan dan keahlian seseorang terhadap sesuatu yangsedang dan akan terjadi. Sedangkan Garik (gerak). Istilah Garak-Garik di Minangkabaudiartikan kemampuan seseorang melakukan sesuatu secara teknis dan non teknis. Hal ini
  2. 2. dimaksudkan penari pada Garak-garik dituntut mampu melaksanakan secara teknis dan jugapunya kepekaan dan ketepatan rasa dan ekspresi terhadap tari yang disajikan.e. Raso – ParesoRaso (rasa) Pareso (periksa, koreksi). Dalam budaya Minangkabau Raso Peraso duakalimat yang mempunyai satu makna, yaitu menyimpulkan tentang sikap dan perbuatanberdasarkan pikiran dan perasaan. Pepatah Minang mengatakan “raso dibaok naiak paresodibaok turun” ketika itu terjadi pembauran antara raso dan peraso (pikiran dan perasaan)PenariTari rantak memang memiliki cara dan pola yang beragam. Hanya saja, tari ini disatukan olehkesamaan konsep yang menjadi karakteristik yang unik, yaitu ketegasan dan kerantakan gerakpenarinya.Dalam segi jumlah penari, tidak ada jumlah yang pasti. Pada kesempatan kali ini tari rantakdibawakan oleh 7 orang yang terdiri dari 3 putra dan 4 putri. Sedangkan dalam segi pakaian, yangperlu ditekankan adalah kekhasan baju minangnya. Tidak mesti warna-warni. Biasanya warna bajuyang digunakan adalah merah, kuning, atau oranye karena warna-warna itu adalah warna mencolokyang dapat menarik perhatian penonton. Dalam segi musik, musik yang digunakan dalam tarian inihanya berupa instrument saja, tidak ada unsur vokal di dalamnya.
  3. 3. Desain LantaiPenari := Febi Naomi = Steven Wellington= Nurdiniah Indra = M. Shafariantoro= Nyak Nisa Ul Khairani = Eko Setyo Raharjo= Putri Khairusa’diah

×