Tugas Psikologi Pendidikan

3,454 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,454
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
23
Actions
Shares
0
Downloads
43
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas Psikologi Pendidikan

  1. 1. TUGAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN Disusun oleh : Ninis.Nisaul.Awaliah NIM : 2009031112 Kelas : 1C UNIVERSITAS KUNINGAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN BIOLOGI<br />
  2. 2. IDENTITAS BUKUJudul Buku : Psikologi Belajar Agama Pengarang : DR. H. Syamsu yusuf LN.M.pdPenerbit : C.V. Pustaka Bani Quraisy Tahun terbit : Desember 2003Jumlah Halaman : 92 halaman<br />
  3. 3. BAB 1 PENGERTIAN DEFINISI PSIKOLOGI BELAJAR AGAMAEsensi : Psikologi belajar agama merupakan perkembangan tingkah laku beragama secara kuantitatif (keluasan) maupun kualitatif (kedalaman) sejak usia dini samapai usia tua atau sampai mati. Atau Aktualisasi tingkah laku beragama diartikan sebagai perwujudan atau realita tingkah laku beragama seseorang , yang bentuknya meliputi : kognisi,afeksi,konasi,dan psikomotorik.<br />
  4. 4. Refleksi : perkembangan tingkah laku sangat berpengaruh sekali terutama dalam beragama, karena agama merupakan pedoman yang sangat penting dalam hidup.<br />
  5. 5. BAB 2 HAKIKAT HIDUP BERAGAMA DARI SEGI KEJIWAANEsensi : Aspek-aspek kejiwaan yang berkembang dalam diri seorang muslim yang berdampak pada agama islam yang dianutnya yaitu : - pemahaman tentang jati diri sebagai makhluk - pemahaman tentang tujuan hidup - dan pemahaman tentang tugas dan fungsi hidup.<br />
  6. 6. Refleksi : pemahaman yang berdampak pada aspek kejiwaan merupakan hal yang sangat penting yang dimilki oleh semua manusia karena untuk bisa menjalankan kehidupan.<br />
  7. 7. BAB 3 PEMAHAMAN AGAMA ANTARA SIMBOL-RITUALEsensi : Diantara umat Islam masih banyak yang menampilkan sikap dan perilakunya yang tidak sesuai dengan nilai-nlai Islam sebagai agama yang dianutnya. Dan kondisi umat islam semakin diperparah dengan merebaknya fenomena kehidupan yang dapat menumbuh kembangkan sikap dan prilaku yang tidak bermoral atau degradasi nilai-nilai keimanannya . <br />
  8. 8. Refleksi : Dikalangan umat islam kita sering melihat banyak orang yang islamnya di KTP saja atau dijadikan sebagai formalitas, dengan tidak melakukan perintah-perintah agama dan menjauhi segala larangannya, dan masih ada orang Islam yang percaya kepada tahayul.<br />
  9. 9. BAB 4 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN JIWA BERAGAMAEsensi : Keimanan kepada Allah dan aktualisasinya dalam ibadah merupakan hasil Internalisasi, yaitu proses pengenalan,pemjahaman,dan kesadaran pada diri seorang terhadap nilai-nilai agama yang di pengaruhinya oleh faktor Internal(Fitrah) dan faktor Eksternal (lingkungan)<br />
  10. 10. Refleksi : Dalam perkembangan jiwa beragama pada seorang manusia yang sangat berpengaruh pada faktor internal maupun eksternal karena kedua faktor ini merupakan hasi Internalisasi jiwa seseorang.<br />
  11. 11. BAB 5 HIKMAH PENDIDIKAN AGAMA / IBADAH TERHADAP KEJIWAANEsensi : Pendidikan Ibadah bagi anak siswa, atau peserta didik bertujuan agar mereka memilki pemahaman tentang berbagai aspek yang terkait dengan ibadah dan kebiasaan dalam mengamalkan ibadah tersebut. Melalui ibadah (khususnya shalat) manusia dapat berkomunikasi rohaniah secara langsung dengan Allah Swt.<br />
  12. 12. Refleksi : Pendidikan agama disamping terkait dengan aspek ibadah juga di harapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan psikologi atau kejiwaan anak karena ibadah merupakan perwujudan ketaatan terhadap allah Swt.<br />
  13. 13. BAB 6 PENERAPAN REINFORCEMENT DALAM PROSES BELAJAR AGAMAEsensi : Pemberian hukuman atau sanksi kepada anak bertujuan untuk mencegah tingkah laku atau kebiasaan yang tidak di harapkan atau yang bertentangan dengan norma sehingga anak akan berhati-hati dalam melakukan sesuatu.<br />
  14. 14. Refleksi : Hukuman merupakan teknik untuk meluruskan tingkah laku anak karena pemberian hukuman kepada anak hendaknya didasari perasaan cinta kepadanya, bukan atas dasar rasa benci atau dendam. <br />

×