Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SISTEM RUJUKAN
Rujukan
Rujukkan adalah suatu pelimahan tanggung
jawab timbal balik atas kasus atau masalah
kebidanan yang timbul baik sec...
Sistem Rujukan
Sistem Rujukan adalah system yang dikelola secara
strategis, pragmatis, merata proaktif dan koordinatif unt...
Bentuk pelayanan rujukan
1. Layanan yang bersifat pribadi dan langsung.
2. Memberikan informasi kepada pemakai baik inform...
Fungsi-Fungsi Rujukan
1. Informasi.
Memberikan jawaban atas pertanyaan atau kebutuhan informasi.
2. Bimbingan.
Petugas ruj...
Tugas Layanan Rujukan
a. Layanan rujukan bersifat langsung, artinya dalam membe
rikan layanan benar-benar berhubungan seca...
Macam pelayanan rujukan menurut
jenis pekerjaannya:
1.
pelayanan rujukan umum
a. Pemberian informasi yang bersifat umum
b....
2.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Pelayanan rujukan pokok.
Mengadakan hubungan dan kerjasama dengan
perpustakaan dan atau jasa.
...
Jenis Pertanyaan Rujukan
a. Pertanyaan dengan spesifikasi yang jelas.
Artinya jelas apa yang diinginkan oleh
pemakai
b.Per...
Menurut Katz (1983) pertanyaan yang tidak
mempunyai spesifikasi yang jelas dikelompokkan
menjadi 4 yaitu:
a.Pertanyaan yan...
EVALUASI PELAYANAN REFERENSI /
RUJUKAN

Faktor –faktor yang mempengaruhi evaluasi:
1. Sikap staf terhadap evaluasi itu sen...
Jenis Rujukan
a.Rujukan medis :
o Rujukan pasien,
o Rujukan pengetahuan, dan
o Rujukan laboratorium atau bahan pemeriksaan...
alur rujukan

rujukan medik puskesmas dilakukan secara berjenjang mulai dari:
a. kader dan dukun bayi
b. posyandu
c. pondo...
Dalam kaitan ini jalur rujukan untuk kasus gawat darurat dapat
dilaksanakan sebagai berikut :
1. Dari Kader
• Dapat langsu...
Alur Pelayanan Rujukan
Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal
Sistem rujukan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan
neona...
Bidan didesa dan Polindes dapat memberikan pelayanan
langsung terhadap ibu hamil/ ibu bersalin dan ibu nifas baik yang
dat...
langkah dalam meningkatkan rujukan
1.

2.

3.

4.

5.

meningkatkan mutu pelayanan di puskeesmas dalam menampung rujukan
d...
Syarat Rujukan
Adanya pencatatan tertentu:
1. Surat rujukan
2. Kartu Sehat bagi klien yang tidak mampu
3. Pencatatan yang ...
Manfaat Rujukan
a. Dari sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebijakan
1. Membantu penghematan dana, karena tidak perl...
c. Dari sudut tenaga kesehatan

1.

Memperjelas jenjang karir tenaga kesehatan dengan
berbagai akibat positif, semangat ke...
 TERIMAKASIH 
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Sistem rujukan

26,516 views

Published on

Bentuk pelayanan rujukan, Fungsi-Fungsi Rujukan, Tugas Layanan Rujukan, Macam pelayanan rujukan menurut jenis pekerjaannya, Jenis Pertanyaan Rujukan, EVALUASI PELAYANAN, langkah dalam meningkatkan rujukan, Alur Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal, Syarat Rujukan

Published in: Education
  • Follow the link, new dating source: ❤❤❤ http://bit.ly/2u6xbL5 ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sex in your area is here: ❤❤❤ http://bit.ly/2u6xbL5 ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Sistem rujukan

  1. 1. SISTEM RUJUKAN
  2. 2. Rujukan Rujukkan adalah suatu pelimahan tanggung jawab timbal balik atas kasus atau masalah kebidanan yang timbul baik secara vertikal( satu unit ke unit yang lebih lengkap/ rumah sakit) untuk horizontal( dari bagian lain dalam satu unit). ( muchtar, 1977)
  3. 3. Sistem Rujukan Sistem Rujukan adalah system yang dikelola secara strategis, pragmatis, merata proaktif dan koordinatif untuk menjamin pemerataan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang paripurna dan komprehensif bagi masyarakat yang membutuhkannya terutama bagi ibu dan bayi baru lahir, dimanapun mereka berada dan berasal dari golongan ekonomi manapun, agar dapat dicapai peningkatan derajat kesehatan ibu hamil dan bayi melalui peningkatan mutu dan keterjangkauan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal di wilayah mereka berada.
  4. 4. Bentuk pelayanan rujukan 1. Layanan yang bersifat pribadi dan langsung. 2. Memberikan informasi kepada pemakai baik informasi yang sifatnya ilmiah untuk kepentingan studi dan penilitian, maupun informasi umum. 3. Dalam memberikan informasi pelayanan atau petugas rujukan dapat dengan leluasa menggunakan sumber-sumber baik yang ada di perpustakaan sendiri maupun yang ada di luar perpustakaan. 4. Membantu para pembaca atau pemakai perpustakaan dalam menggunakan atau memanfaatkan sumber-sumber perpustakaan yang ada dengan sebaik-baiknya.
  5. 5. Fungsi-Fungsi Rujukan 1. Informasi. Memberikan jawaban atas pertanyaan atau kebutuhan informasi. 2. Bimbingan. Petugas rujukan menyisihkan waktunya untuk memberikan bimbingan kepada pemakai perpustakaan agar dapat menggunakan perpustakaan dengan baik dan efisien. 3. Pengarahan atau Instruksi. Petugas rujukan memberikan pengarahan kepada pemakai perpustakaan mengenai penggunaan perpustakaan secara umum. 4. Supervisi. Petugas rujukan mengamati pemakai perpustakaan baik dalam hal kebutuhan informasi yang diperlukan maupun latar belakang social dan tingkat pendidikan pemakai serta bidang pendidikan yang ditekuninya. 5. Bibliografi Petugas Rujukan membuat bibiografi untuk kepentingan penelitian atau mengenalkan bacaan yang menarik dan baik.
  6. 6. Tugas Layanan Rujukan a. Layanan rujukan bersifat langsung, artinya dalam membe rikan layanan benar-benar berhubungan secara langsung dengan pengguna, terutama dalam memberikan informasi. b. Tugas pokok layanan rujukan ialah memberikan informasi baik yang bersifat umum maupun ilmiah untuk tujuan studi dan penelitian. c. Dalam memberikan layanan informasi, dapat menggunakan sumber- sumber baik yang terdapat di dalam perpustakaan yang bersangkutan ataupun di perpustakaan lain dengan seluas-luasnya. d. Membantu pengguna dalam memanfaatkan bahan pustaka yang ada dengan sebaik-baiknya.
  7. 7. Macam pelayanan rujukan menurut jenis pekerjaannya: 1. pelayanan rujukan umum a. Pemberian informasi yang bersifat umum b. Pemberian informasi yang bersifat spesifik c. Pemberian bantuan untuk menelusur literatur atau bahan pustaka d. Pemberian bimbingan e. Pemberian bantuan pengarahan
  8. 8. 2. a. b. c. d. e. f. g. h. Pelayanan rujukan pokok. Mengadakan hubungan dan kerjasama dengan perpustakaan dan atau jasa. Informasi lain dalam bidang penggunaan informasi. Menyelenggarakan pendidikan mengenai penggunaan alatalat penemuan. Kembali seperti katalog dan bibliografi, serta penggunaan koleksi rujukan. Menyeleggarakan pameran koleksi perpustakaan. Memperkenalkan bahan pustaka yang baru diterima. Mengorganisasi koleksi rujukan dengan baik sehingga mudah digunakan. Mencatat dan mengumpulkan data (statistik) kegiatan pelayanan rujukan.
  9. 9. Jenis Pertanyaan Rujukan a. Pertanyaan dengan spesifikasi yang jelas. Artinya jelas apa yang diinginkan oleh pemakai b.Pertanyaan yang tidak mempunyai spesifikasi yang jelas. Artinya untuk tujuan apa penanya tersebut mencari informasi. Apakah untuk penelitian, ataukah untuk tujuan yang lain.
  10. 10. Menurut Katz (1983) pertanyaan yang tidak mempunyai spesifikasi yang jelas dikelompokkan menjadi 4 yaitu: a.Pertanyaan yang Bersifat Umum b.Pertanyaan Rujukan Biasa. c.Pertanyaan yang Bersifat Bimbingan atau Pemilihan Buku. d.Research atau pertanyaan yang bersifat penelitian
  11. 11. EVALUASI PELAYANAN REFERENSI / RUJUKAN Faktor –faktor yang mempengaruhi evaluasi: 1. Sikap staf terhadap evaluasi itu sendiri. 2. Ketrampilan, uang/ dana dan waktu yang tersedia. Tujuan evaluasi : a. Melihat kondisi pelayanan terakhir. b. Mencari cara untuk peningkatan pelayanan. c. Menentukan kebutuhan untuk modifikasi tujuan dan pelayanan. cara melakukan penilaian pelayanan referensi yaitu : 1. Penilaian langsung Pada penilaian langsung ini penilaian dilakukan pada efisiensi dan efektifitas pelayanan referensi kepada pemakai. 2. Penilaian tidak langsung Penilaian dilakukan pada hal-hal yang menyangkut anggaran, tenaga, koleksi (jumlah, umur dan nilai dari koleksi referensi tersebut).
  12. 12. Jenis Rujukan a.Rujukan medis : o Rujukan pasien, o Rujukan pengetahuan, dan o Rujukan laboratorium atau bahan pemeriksaan. b. Rujukan Kesehatan : o Rujukan ilmu pengetahuan, teknologi dan ketrampilan, misalnya :pengiriman dokter ahli terutama ahli bedah, kebidanan dan kandungan, penyakit dalam dan dokter anak dari RSU Provinsi ke RSU Kabupaten o Pengiriman asisten ahli senior ke RS Kabupaten yang belum ada dokter ahli dalam jangka waktu tertentu. o Pengiriman tenaga kesehatan dari puskesmas RSU Kabupaten ke RS Provinsi. o Alih pengetahuan dan ketrampilan di bidang klinik, manajemen dan pengoperasian peralaan. c.Rujukan Manajemen o Pengiriman informasi o Obat, biaya, tenaga, peralatan o Permintaan bantuan : survey epidemiologi, mengatasi wabah (KLB)
  13. 13. alur rujukan rujukan medik puskesmas dilakukan secara berjenjang mulai dari: a. kader dan dukun bayi b. posyandu c. pondok bersalin/ bidan desa d. puuskesmas pembantu e.puskesmas rawat inap f. rumah sakit kabupaten kelas D/C
  14. 14. Dalam kaitan ini jalur rujukan untuk kasus gawat darurat dapat dilaksanakan sebagai berikut : 1. Dari Kader • Dapat langsung merujuk ke : 1) Puskesmas pembantu 2) Pondok bersalin / bidan desa 3) Puskesmas / puskesmas rawat inap 4) Rumah sakit pemerintah / swasta 2.Dari Posyandu • Dapat langsung merujuk ke : 1) Puskesmas pembantu 2) Pondok bersalin / bidan desa 3) Puskesmas / puskesmas rawat inap 4) Rumah sakit pemerintah / swasta 3. Dari Puskesmas Pembantu Dapat langsung merujuk ke rumah sakit tipe D/C atau rumah sakit swasta 4. Dari Pondok bersalin / Bidan Desa Dapat langsung merujuk ke rumah sakit tipe D/C atau rumah sakit swasta.
  15. 15. Alur Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan Obstetri dan Neonatal Sistem rujukan pelayanan kegawatdaruratan maternal dan neonatal mengacu pada prinsip utama kecepatan dan ketepatan tindakan, efisien, efektif an sesuai dengan kemampuan dan kewenangan fasilitas pelayanan. Setiap kasus dengan kegawatdaruratan obstetric dan neonatal yang datang ke Puskesmas PONED harus langsung dikelola sesuai Prosedur tetap sesuai dengan Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Setelah dilakukan stabilisasi kondisi pasien, kemudian ditentukan apakah pasien akan dikelola di tingkat Puskesmas PONED atau dilakukan rujukan ke RS PONEK untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik sesuai dengan tingkat kegawatdaruratannya.
  16. 16. Bidan didesa dan Polindes dapat memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil/ ibu bersalin dan ibu nifas baik yang datang sendiri atau atas rujuka kader/ masyarakat. Selain menyelenggarakan pelayanan pertolongan persalinan normal, bidan di desa dapat melakukan pengelolaan kasus dengan komplikasi tertentu sesuai dengan tingkat kewenangan dan kemampuannya atau melakukan rujukan pada Puskesmas, Puskesmas PONED dan Rumah Sakit PONEK sesuai dengan tingkat pelayanan yang sesuai. Puskesmas non PONED sekurang – kurangnya harus mampu melakukan stabilisasi pasien dengan kegawatdaruratan obetetri dan neonatal yang datang sendiri maupun dirujuk oleh kader/ dukun/ bidan di desa sebelum melakukan rujukan ke Puskesmas PONED dan Rumah Sakit PONEK. Puskesmas PONED memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan langsung terhadap ibu hamil/ ibu bersalin/ ibu nifas dan bayi baru lahir yang datang sendiri atau atas rujukan kader/ masyarakat, bidan di desa dan Puskesmas. Puskesmas PONED dapat melakukan pengelolaan kasus dengan komplikasi tertentu sesuai dengan tingkat kewenangan dan kemampuannya atau melakukan rujukan pada Rumah Sakit PONEK.
  17. 17. langkah dalam meningkatkan rujukan 1. 2. 3. 4. 5. meningkatkan mutu pelayanan di puskeesmas dalam menampung rujukan dari puskesmas pembantu dan pos kesehatan dari masyarakat. Mengadakan “Pusat Rujukan Antara ” dengan mengadakan ruangan tambahan untuk 10 tempat tidur perawatan penderita gawat darurat pada lokasi srategis. Meningkatkan sarana komunikasi antara uunit-unit pelayanan kesehatan dengan perantaan telepon atau radio komunikasi pada setiap uint pelayana kesehatan. Menyediakan puskesmas keliling pada setiap kecamatan dalam bentuk kendaraan roda empat atau perahu bermotor yang dilengkapi dengan radio komunikasi. Menyediakan sarana pencatatan dan pelaporan yang memadai bagi sistem rujukan baik rujukan medik maupun rujukan kesehatan.
  18. 18. Syarat Rujukan Adanya pencatatan tertentu: 1. Surat rujukan 2. Kartu Sehat bagi klien yang tidak mampu 3. Pencatatan yang tepat dan benar 4. Kartu monitoring rujukan ibu bersalin dan bayi (KMRIBB) 5. Adanya pengertian timbal balik antar yang merujuk dan yang menerima rujukan 6. Adanya pengertian tugas tentang system rujuikan 7. Sifat rujukan horizontal dan vertical (kearah yang lebih mampu dan lengkap).
  19. 19. Manfaat Rujukan a. Dari sudut pandang pemerintah sebagai penentu kebijakan 1. Membantu penghematan dana, karena tidak perlu menyediakan berbagai macam alat kedokteran pada setiap sarana kesehatan. 2. Memperjelas system pelayanan kesehatan, kemudian terdapat hubungan antara kerja berbagai sarana kesehatan yang tersedia. 3. Memudahkan pekerjaan administrasi, terutama pada aspek perencanaan b. Dari sudut masyarakat sebagai pemakai jasa pelayanan 1. Meringankan biaya pengobatan, karena dapat dihindari pemeriksaan yang sama secara berulang-ulang 2. Mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, karena telah diketahui dengan jelas fungsi dan wewenang setiap sarana pelayanan kesehatan
  20. 20. c. Dari sudut tenaga kesehatan 1. Memperjelas jenjang karir tenaga kesehatan dengan berbagai akibat positif, semangat kerja, ketekunan dan dedikasi. 2. Membantu peningkatan pengetahuan dan ketrampilan melalui jalinan kerjasama 3. Memudahkan/ meringankan beban tugas, karena setiap sarana kesehatan mempunyai tugas dan kewajiban tertentu
  21. 21.  TERIMAKASIH 

×