Pkn bab 2 nilai budaya

2,790 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,790
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pkn bab 2 nilai budaya

  1. 1. Pendidikan Kewarganegaraan Page 1MAKALAHPENDIDIKAN KEWARGANEGARAANBAB 2: PENGERTIAN NILAI BUDAYANama : Nofa ErianaNpm : 19211400Kelas : 2 EA 27Universitas GunadarmaFakultas Ekonomi2013
  2. 2. Pendidikan Kewarganegaraan Page 2DAFTAR ISICover........................................................................................................................................1Daftar Isi………………………………………………………................... ...........................2Kata Pengantar………………………………………………….............................................3BAB.1 PENDAHULUAN.......................................................................................................41.1 Latar Belakang...................................................................................................................41.2 Rumusan Masalah..............................................................................................................51.3 Tujuan Masalah..................................................................................................................5BAB.2 PEMBAHASAN..........................................................................................................62.1 Pengertian Nilai Budaya ....................................................................................................62.2 Masalah Pokok Dalam Kehidupan Yang Menetukan Budaya Manusia...........................72.3 Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Indonesia Berkaitan Dengan Kesehatan .......................102.4 Pendapat Menurut Para Ahli Tentang Perubahan Budaya Sosial....................................13BAB. 3 PENUTUP ................................................................................................................163.1 Kesimpulan .....................................................................................................................163.2 Saran ................................................................................................................................17
  3. 3. Pendidikan Kewarganegaraan Page 3KATA PENGANTARSyukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta‟ala yang telahmelimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikantugas tulisan yaitu “Pengertian Sistem Nilai Budaya” tersebut dengan baik. Dalam mata kuliahPendidikan Kewarganegaraan. Mata pelajaran PKn dengan judul “Pengertian Sistem NilaiBudaya ” di kelas 2 semester 4.Demikian tulisan yang dapat saya sampaikan. Sebaik-baik tulisan disusun pasti adakekurangannya. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan demipenyempurnaan tugas ini. Semoga tugas ini bermanfaat bagi rekan-rekan guru yangmembutuhkan wawasan pendidikan.Amin.Bekasi, 30 Mei 2013PenyusunNofa Eriana
  4. 4. Pendidikan Kewarganegaraan Page 4BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang MasalahIstilah sistem budaya mungkin tidak terlalu asing bagi para pemerhati kehidupan sosial danbudaya masyarakat, baik praktisi maupun akademisi.Istilah tersebut mulai menarik perhatianpara peneliti, khususnya peneliti kehidupan budaya masyarakat, karena sering dihubungkandengan perilaku masyarakat dalam kehiupan sehari-hari.Sekilas, tampak nilai budaya sangat mempengaruhi prilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari walaupun terkadang budaya yang diturunkan dari nenek moyang sebagian besar tidaktertulis namun selalu dipatuhi oleh masyarakat. Hal ini tidaklah aneh karena sanksi sosial bagimasyarakat yang tidak mematuhi nilai-nilai budaya masyarakat setempat membuat siapapuntidak akan merasa nyaman.Tylor dalam Imran Manan (1989;19) mengemukakan moral termasuk bagian dari kebudayaan,yaitu standar tentang baik dan buruk, benar dan salah, yang kesemuanya dalam konsep yanglebih besar termasuk ke dalam „Nilai‟. Hal ini di lihat dari aspek penyampaian pendidikan yangdikatakan bahwa pendidikan mencakup penyampaian pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai.Kedudukan nilai dalam setiap kebudayaan sangatlah penting, maka pemahaman tentang sistemnilai budaya dan orientasi nilai budaya sangat penting dalam konteks pemahaman perilaku suatumasyarakat dan sistem pendidikan yang digunakan untuk menyampaikan sisitem perilaku danproduk budaya yang dijiwai oleh sistem nilai masyarakat yang bersangkutan.Clyde Kluckhohn mendefinisikan nilai sebagai sebuah konsepsi, eksplisit atau implisit, menjadiciri khusus seseorang atau sekelompok orang, mengenai hal-hal yang diinginkan yangmempengaruhi pemilihan dari berbagai cara-cara, alat-alat, tujuan-tujuan perbuatan yangtersedia. Orientasi nilai budaya adalah Konsepsi umum yang terorganisasi, yang mempengaruhi
  5. 5. Pendidikan Kewarganegaraan Page 5perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam alam, hubungan orangdengan orang dan tentang hal-hal yang diingini dan tak diingini yang mungkin bertalian denganhubungan antar orang dengan lingkungan dan sesama manusia.1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan uraian yang telah disampaiakan diatas, maka permasalahan pokok dalam makalah inidapat dirumuskan sebagai berikut:1. Apakah Sistem Nilai Budaya ?2. Apakah masalah dasar dalam kehidupan yang menentukan budaya manusia?1.3 Tujuan MasalahSesuai dengan permasalahan yang telah dikemukakan pada rumusan masalah, maka tujuanpembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:1. Untuk mengetahui secara teori tentang sistem nilai budaya2. Untuk mengetahui masalah dasar dalam kehidupan yang menentukan budaya manusia
  6. 6. Pendidikan Kewarganegaraan Page 6BAB IIPEMBAHASAN2.1 Pengertian Nilai BudayaTylor dalam Imran Manan (1989;19) mengemukakan moral termasuk bagian dari kebudayaan, yaitustandar tentang baik dan buruk, benar dan salah, yang kesemuanya dalam konsep yang lebih besartermasuk ke dalam „Nilai‟. Hal ini di lihat dari aspek penyampaian pendidikan yang dikatakan bahwapendidikan mencakup penyampaian pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai.Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentukjamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akalmanusia.Dalam bahasa inggris kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitumengolah atau mengerjakan.Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.Kata culturejuga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompokorang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karyaseni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusiasehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.Ketika seseorangberusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh.budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyakaspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar danmeliputi banyak kegiatan sosial manusia.Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang daribudaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yangdipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra
  7. 7. Pendidikan Kewarganegaraan Page 7yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti"individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" di Jepang dan "kepatuhankolektif" di Cina.Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedomanmengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjamanggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian denganhidup mereka.Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untukmengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.Jadi, Sistem Nilai Budaya ini merupakan rangkaian dari konsep-konsep abstrak yang hidup dalammasyarakat, mengenai apa yang dianggap penting dan berharga, tetapi juga mengenai apa yangdianggap remeh dan tidak berharga dalam hidup. Sistem nilai budaya ini menjado pedoman danpendorong perilaku manusia dalam hidup yang memanifestasi kongkritnya terlihat dalam tatakelakuan. Dari sistem nilai budaya termasuk norma dan sikap yang dalam bentuk abstrak tercermindalam cara berfikir dan dalam bentuk konkrit terlihat dalam bentuk pola perilaku anggota-anggotasuatu masyarakat.2.2 Masalah Pokok dalam Kehidupan yang Menentukan Budaya ManusiaKluckhohn mengemukakan kerangka teori nilai nilai yang mencakup pilihan nilai yang dominanyang mungkin dipakai oleh anggota-anggota suatu masyarakat dalam memecahkan 6 masalah pokokkehidupan, sebagai berikut:Masalah pertama, yang dihadapi manusia dalam semua masyarakat adalah bagaimana merekamemandang sesamanya, bagaimana mereka harus bekerja bersama dan bergaul dalam suatu kesatuansosial. Hubungan antar manusia dalam suatu masyarakat tersebut dapat mempunyai beberapaorientasi nilai pokok, yaitu yang bersifat linealism, collateralism, dan indiviualism. Inti persoalannyaadalah siapa yang harus mengambil keputusan.
  8. 8. Pendidikan Kewarganegaraan Page 8Masyarakat dengan orientasi nilai yang lineal orang akan berorientasi kepada seseorang untukmembuatkan keputusan bagi semua anggota kelompok. Masyarakat dengan orientasi nilai yangcollateral, orientasi nilai akan berpusat pada kelompok. Kelompoklah yang mempunyai keputusantertinggi.Masyarakat dengan orientasi individualism, semua keputusan dibuat oleh individu-individu.Individualisme menekankan hak tertinggi individu dalam mengambil keputusan-keputusan dalammemecahkan berbagai permasalahan kehidupan.Masalah Kedua, Setiap manusia berhadapan dengan waktu. Setiap kebudayaan menentukan dimensidimensi waktu yang dominan yang menjadi ciri khas kebudayaan tersebut. Secara teoritis ada tidadimensi waktu yang dominan yang menjadi orientasi nilai kebudayaan suatu masyarakat, yaitu yangberorientasi ke masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Dimensi waktu yang dominan akanmenjiwai perilaku anggota-anggota suatu masyarakat yang sangat berpengaruh dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengejaran kemjuan.Masalah Ketiga, Setiap manusia berhubungan dengan alam. Hubungan dapat berbentuk apakah alammenguasai manusia, atau hidup selaras dengan alam, atau manusia harus menguasai alam.Masalah Keempat, Masalah yang mendasar yang dihadapi manusia adalah masalah kerja. Apakahorang berorientasi nilai kerja sebagai sesuatu untuk hidup saja, ataukah kerja untukmencarikedudukan, ataukah kerja untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak.Masalah Kelima, Masalah kepemilian kebudayaan. Alternatif pemilikan kebudayaan yang tersediaadalah suatu kontinum antara pemilikan kebudayaan yang berorientasi pada materialisme atau yangberorientasi pada spiritualisme. Ada kesan bahwa kebudayaan barat sangat berorientasi kepadamaterialisme sedang kebudayaan timur sangat berorientasi kepada spiritualisme.Masalah Keenam, Apakah hakekat hidup manusia. Orientasi nilai yang tersedia adalah pandangan-pandangan bahwa hidup itu sesuatu yang baik, sesuatu yang buruk, atau sesuatu yang buruk tetapidapat disempurnakan.Ahli lain yang menganalisa nilai inti atau pola orientasi nilai suatu masyarakat adalah Talcots Parson.Dia telah memperkembangkan suatu taksonomi nilai dasar yang dinamakannya ”pattern variables”
  9. 9. Pendidikan Kewarganegaraan Page 9yang menentukan makna situasi-situasi tertentu dan cara memecahkan dilemma pengambilankeputusan. Lima pattern tersebut adalah:1. Dasar-dasar pemilihan objek terhadap mana sebuah orientasi berlaku, yaitu apakah pemilihanditentukan oleh keturunan (ascription) atau keberhasilan (achievement).2. Kepatutan atau ketak-patutan pemuasan kebutuhan melalui tindakan ekspresif dalam kontekstertentu, yaitu apakah pemuasan yang patut harus disarankan atas pertimbangan perasaan,(affectivity) atau netral perasaan (affective neutrality).3. Ruang lingkup perhatian dan kewajiban terhadap sebuah objek yaitu apakah perhatian harusjelas dan tegas untuk sesuatu (specificity) atau tidak jelas dan tegas, atau berbaur (diffuseness).4. Tipe norma yang menguasai orientasi terhadap suatu objek yaitu apakah norma yang berlakubersifat universal (universlism) atau normanya bersifat khusus (particularism).5. Relevan atau tidak relevannya kewajiban-kewajiban kolektif dalam konteks tertentu, yaituapakah kewajiban-kewajiban didasarkan kepada orientasi kepentingan pribadi (self-orientation)atau kepentingan kolektif (collective orientation).Menurut pandangan Sutan Takdir Alisyahbana (STA) yang menggunakan struktur nilai-nilai yanguniversal yang ada dalam masyarakat manusia. Menurut STA yang dinamakan kebudayaan adalahpenjelmaan dari nilai-nilai. Bagian penting adalah adalah membuat klasifikasi nilai yang universalyang ada dalam masyarakat manusia. Dia merasa klasifikasi nilai yang digunakan E. Sprangeradalah yang terbaik untuk dipakai dalam melihat kebudayaan umat manusia. Sprangermengemukakan ada 6 nilai pokok dalam setiap kebudayaan, yaitu:1. Nilai teori yang menentukan identitas sesuatu.2. Nilai ekonomi yang berupa utilitas atau kegunaan.3. Nilai agama yang berbentuk das Heilige atau kekudusan.4. Nilai seni yang menjelmakan expressiveness atau keekspresian.5. Nilai kuasa atau politik.6. Nilai solidaritas yang menjelma dalam cinta, persahabatan, gotong royong dan lain-lain.
  10. 10. Pendidikan Kewarganegaraan Page 10Keenam nilai ini masing-masing mempunyai logika, tujuan, norma-norma, maupun kenyataanmasing-masing. Menurut STA nilai-nilai yang dominan yang berfungsi menyusun organisasimasyarakat adalah nilai kuasa dan nilai solidaritas. Didalam hidupnya manusia dinilai !! atau akanmelakukan sesuatu karena nilai. Nilai mana yang akan dituju tergantung kepada tingkat pengertianakan nilai tersebut.Misalnya, seorang yang telah melakukan pembunuhan kemudian ia melakukanpengakuan dosa dihadapan pendeta dan dalam pengakuannya itu ia benar-benar menggambarkansuatu kesalahan atau dosa. Hal ini karena dilatarbelakangi nilai ketuhanan atas nilai baik dan burukmenurut agama, sehingga membunuh itu dosa hukumnya dan yang melakukannya itu salah.2.3 Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Indonesia Berkaitan dengan KesehatanMenurut Sutan Takdir Alisyahbana (1982) ketika menjelaskan kebudayaan asli Indonesiamenyebutkan ada enam nilai, yaitu:1. Nilai Ekonomi ; tujuan untuk memakai atau menggunakan benda-benda dan kejadian-kejadiansecara efektif bagi kehidupan manusia2. Niala Estetis; jika dikaitkan dengan masalah keindahan3. Nilai Solidaritas : jika dikaitkan dengan proses penghargaan dalam konteks interaksi dankomunikasi4. Nial Kuasa; jika dikaitkan dengan kepuasan bila orang lain mengikuti norma dan nilai kita.5. Teori; proses penilaian secara obyektif mengenai identitas benda-benda dan kejadian-kejadianalam sekitar.6. Agama; jika penilaian dihadapkan pada masalah keagungan serta kebesaran hidup dan alamsemesta.Sudarma (2008) mengatakan bahwa sesungguhnya sebuah praktik layanan kesehatan dapat dilihatdari berbagai nilai sebagaimana yang dikemukakan oleh STA tersebut yaitu:Nilai Budaya dan Pelayanan KesehatanNo Nilai Budaya Pelayanan Kesehatan
  11. 11. Pendidikan Kewarganegaraan Page 11123456EkonomiEstetisSolidaritasKuasaTeoriAgamaDalam mendapatkan pelayanan kesehatan dibutuhkan biaya, latproduksi, atau imblana jasa. Kebutuhan terhadap layanan medisatau obat, senantiasa menyertakan kebutuhan akan biaya(ekonomi), pada konteks ini maka layanan kesehatanmengandung nilai ekonomi.Lingkungan yang bersih serta ruangan yang nyaman dan harummemberikan dukungan emosional terhadap proses penyembuhankesehatan. Terlebih lagi bila dikaitkan dengan adanyapengembangan aromaterapi untuk kesehatan, maka masalahkeindahan dan kenyamanan menjadi sangat penting untukkesehatan. Dalam menjalankan tugas profesinya, seorang perawat dapatberkerja sama dengan pasien, keluarga pasien, dokter, bidan ataupihak lain yang berkepentingan. Sebagai manusia, pasien sesungguhnya membutuhkan temanuntuk berkeluh kesah. Sebagai seorang perawat, memiliki peran dan fungsi yang berbeda,demikian pula dokter dan bidan. Terdapatnya struktur pengelola rumah sakit mulai dari direktur,dokter, perawat, bidan, apoteker, gizi, sanitarian dan sebagainya Dalam menjalankan tugasnya seorang dokter, perawat, dan bidandituntut untuk memiliki pengetahuan tentang kesehatan. Sebelum melaksanakan praktik, setiap lulusan pendidikankesehatan diwajibkan untuk mengikuti pendidikan profesi. Bagi masyarakat yang beragama praktik pelayanan kesehatanmerupakan bagian dari pelayanan kepada umat.Selaras dengan kode etik, ilmu pengetahuan, dan keterampilan
  12. 12. Pendidikan Kewarganegaraan Page 12profesi yang dimiliki merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa.Oleh karena itu pelayanan kesehatan pun perlu dianggap sebagaibagian dari ibadah.Selain yang dipaparkan oleh STA, saya akan mencoba memberikan contoh nilai lainnya yangberkaitan dengan kesehatan yaitu:1. Dalam keperawatan komunitas, terdapat materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yangmeliputi 10 point utama yaitu mengetahui pertolongan persalinan, memberi ASI Eksklusif,menimbang balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mengetahui perilaku cuci tangan,menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, makan sayur dan buah setiap hari,melakukan aktivitas fisik sehari-hari, dan tidak merokok di dalam rumah. Sepuluh point-pointtersebut merupakan suatu nilai karena hal tersebut sangat penting bagi kehidupan kesehatanmasyarakat khususnya rumah tangga dan memiliki tujuan yang penting pula bagi kesehatanmasyarakat.2. Membina trust (bina saling percaya), merupakan suatu nilai yang kecil tapi penting manfaatnyabagi perawat dan kesembuhan klien. Terpikir membina rasa saling percaya itu merupakan halkecil, tapi itu merupakan hal terpenting yang tidak mudah bagi seorang perawat untuk mengenalluar dan dalamnya klien. Dengan membina saling percaya, maka perawat akan mudah mengkaji,memberikan asuhan keperawatan, dan tindakan medis lainnya kepada klien.3. Setiap tindakan keperawatan yang diberikan oleh seorang perawat kepada klien itu semuamerupakan suatu nilai yang sangat penting. Salah satu contohnya, dalam keperawatanmaternitas; melakukan perawatan payudara yang diberikan kepada ibu yang baru melahirkan.Ibuyang baru melahirkan sering merasakan ketidaknyamanan pada payudaranya, oleh karena ituperawat memberikan perawatan payudara dengan tujuan yang berguna bagi ibu dan memberikankenyamanan pada ibu. Jika tidak dilakukan perawatan payudara, biasanya ibu akan merasakansakit yang luar biasa.
  13. 13. Pendidikan Kewarganegaraan Page 134. Membahas nilai di keperawatan jiwa, komunikasi terapeutik bagi klien dengan gangguan jiwamerupakan suatu nilai yang sangat penting dan memiliki tujuan yang sangat bermanfaat bagiklien tersebut. Mulai dari tahap orientasi sampai terminasi, merupakan tahapan yang pentingyang memiliki nilai tersendiri.Selain itu, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK), merupakan nilaiyang penting dan bermanfaat pula bagi klien dengan gangguan jiwa.2.4 Pendapat Menurut Para Ahli Tentang Perubahan Budaya SosialPendapat – pendapat yang dikemukakan para ahli jika disatukan akan ada tiga penyebab utamaterjadinya perubahan sosial yaitu:1. Timbunan kebudayaan dan penemuan baruTidak bisa kita pungkiri jika di dalam masyarakat kita terdapat banyak sekali kebudayaandimana setiap daerah yang satu dengan daerah yang lain berbeda. Seiring berjalannya waktukebudayaan yang ada semakin bertambah banyak.Banyak orang yang merasa tidak puas dengankondisinya sehingga mendorong penemuan – penemuan baru.Ogburn dan Nimkoff menyebut penemuan baru sebagai sosial invention yaitu penciptaanpengelompokan dari individu – individu baru atau penciptaan adat istiadat yang baru maupunperikelakuan sosial yang baru, dimana perubahan tersebut berpengaruh pada lembaga – lembagakemasyarakatan yang kemudian berpengaruh pada bidang – bidang kehidupan lainnya.Ada beberapa hal yang mendorong seseorang untuk mencari penemuan – penemuan baru, yaitu:Kesadaran dari orang perorangan akan kekurangan dalam kebudayaannya,Sistem pendidikan yang maju,Sistem pelapisan yang terbuka,Penduduk yang heterogen,Toleransi terhadap adanya perubahan,Kualitas dari ahli – ahli dalam sutu kebudayaan,Sikap menghargai hasil karya orang lain,
  14. 14. Pendidikan Kewarganegaraan Page 14Orientasi ke masa depan,Sikap terbuka terhadap hal – hal yang baru.2. Perubahan jumlah pendudukJika kita berbicara tentang perubahan jumlah penduduk, itu bukan berarti kita hanya mencakupkelahiran dan kematian saja. Perubahan jumlah penduduk juga berkaitan dengan adanyatransmigrasi. Pada daerah – daerah tujuan akan mengakibatkan bertambahnya jumlah penduduk,namun di sisi lainnya pada daerah yang ditinggalkan akan mengurangi jumlah penduduk padadaerah tersebut.Setiap orang yang berpindah tempat tinggal pastilah ia membawa kebudayaan daerah asalnya.Hal inilah yang kerap kali menimbulkan konflik budaya, kebiasaan dan ideologi, konflik –konflik yang terjadi ini mempermudah terjadinya perubahan sosial pada masyarakat tersebut.3. Pertentangan (conflict)Pertentangan yang terjadi antar anggota masyarakat terkadang sulit sekali dihindari, karenasetiap manusia memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda sehingga kerap kaliberbenturan antara seorang dengan yang lain. Pada sebuah pertentangan pastilah ada pihak yangmerasa menang, namun ada pihak lain yang merasa dirugikan. Hal seperti ini akan memicuterjadinya perubahan sosial. Pihak yang merasa kalah dalam sebuah pertentangan akan denganmudah menerima pengaruh – pengaruh dari luar.Setelah tadi dibahas tentang faktor – faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial, makaberikutnya kita akan membahas tentang faktor – faktor yang menghambat terjadinya perubahansosial budaya. Faktor – faktor tersebut yaitu:1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. Misalnya suku – suku yang berada dipedalaman2. Pendidikan yang terbelakang3. Masyarakat yang masih bersifat tradosional, yang masih mempertahankan tradisi denganpenguasa yang konservatif sehingga cenderung sulit menerima hal – hal baru.
  15. 15. Pendidikan Kewarganegaraan Page 154. Adanya kepentingan yang tertanam kuat sekali pada sekelompok orang (Vested Interest)Misalnya, kelompok yang sudah mapan biasanya tidak menghendaki terjadi perubahan karenatakut posisinya terancam dan takut hidup susah.1. Ketakutan akan terjadinya disintegrasi2. Prasangka buruk terhadap adanya hal – hal baru atau budaya asing3. Hambatan ideologis
  16. 16. Pendidikan Kewarganegaraan Page 16BAB IIIPENUTUP3.1 KesimpulanSistem nilai budaya ini merupakan rangkaian dari konsep-konsep abstrak yang hidup dalammasyarakat, mengenai apa yang dianggap penting dan berharga, tetapi juga mengenai apa yangdianggap remeh dan tidak berharga dalam hidup. Sistem nilai budaya ini menjado pedoman danpendorong perilaku manusia dalam hidup yang memanifestasi kongkritnya terlihat dalam tatakelakuan. Dari sistem nilai budaya termasuk norma dan sikap yang dalam bentuk abstraktercermin dalam cara berfikir dan dalam bentuk konkrit terlihat dalam bentuk pola perilakuanggota-anggota suatu masyarakat.Sedangkan masalah pokok dalam kehidupan yang menentukan budaya manusia ada enam yaitusebagai berikut :1. Masalah pertama, yang dihadapi manusia dalam semua masyarakat adalah bagaimana merekamemandang sesamanya, bagaimana mereka harus bekerja bersama dan bergaul dalam suatukesatuan sosial.2. Masalah Kedua, Setiap manusia berhadapan dengan waktu. Setiap kebudayaan menentukandimensi dimensi waktu yang dominan yang menjadi ciri khas kebudayaan tersebut.3. Masalah Ketiga, Setiap manusia berhubungan dengan alam. Hubungan dapat berbentuk apakahalam menguasai manusia, atau hidup selaras dengan alam, atau manusia harus menguasai alam.4. Masalah Keempat, Masalah yang mendasar yang dihadapi manusia adalah masalah kerja.Apakah orang berorientasi nilai kerja sebagai sesuatu untuk hidup saja, ataukah kerjauntukmencari kedudukan, ataukah kerja untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak.5. Masalah Kelima, Masalah kepemilian kebudayaan. Alternatif pemilikan kebudayaan yangtersedia adalah suatu kontinum antara pemilikan kebudayaan yang berorientasi padamaterialisme atau yang berorientasi pada spiritualisme.6. Masalah Keenam, Apakah hakekat hidup manusia. Orientasi nilai yang tersedia adalahpandangan-pandangan bahwa hidup itu sesuatu yang baik, sesuatu yang buruk, atau sesuatu yangburuk tetapi dapat disempurnakan.
  17. 17. Pendidikan Kewarganegaraan Page 173.2 SaranBerbagai definisi tentang nilai budaya dan semakin berkembangnya kebudayaan di Indonesia,sebaiknya kita jadikan acuan untuk tidak melupakan budaya kita. Jangan biarkan budaya kitatergerus oleh kemajuan zaman teknologi.Daftar PustakaDeddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat. Komunikasi Antarbudaya:Panduan Berkomunikasidengan Orang-Orang Berbeda Budaya. 2006. Bandung:Remaja Rosdakarya.

×