Analisis perancangan kerja modul 2 by sazali

4,985 views

Published on

Published in: Technology, Business
  • Be the first to like this

Analisis perancangan kerja modul 2 by sazali

  1. 1. Analisis Perancangan Kerja Rabu/10 September 2008 Modul 2 Proses Produksi dan Produktivitas
  2. 2. Proses produksi dapat dinyatakan sebagai serangkaian aktivitas yang diperlukan untuk mengolah maupun merubah sekumpulan masukan (input) menjadi sejumlah keluaran (output) yang memiliki nilai tambah (added value) Definisi
  3. 3. Secara sederhana proses produksi dapat digambarkan dalam bagan input – output berikut ini: <ul><li>Bahan baku </li></ul><ul><li>Tenaga kerja </li></ul><ul><li>Mesin dan fasilitas produksi </li></ul><ul><li>Informasi </li></ul><ul><li>Energi </li></ul><ul><li>Waktu </li></ul><ul><li>Dll </li></ul>Masukan (Input) <ul><li>Kegiatan produktif </li></ul><ul><li>Transportasi fisik/non fisik </li></ul><ul><li>Proses nilai tambah (fungsional dan ekonomis) </li></ul><ul><li>Kegiatan non produktif </li></ul><ul><li>Idle/delays </li></ul><ul><li>Set-up, loading-unloading, material handling, dll </li></ul>Proses Produksi (Through-put) <ul><li>Produk/Jasa </li></ul><ul><li>Limbah (padat, cair, gas) </li></ul><ul><li>Informasi </li></ul>Keluaran (Output)
  4. 4. Produktivitas Produktivitas secara sederhana dapat dinyatakan sebagai perbandingan (rasio) antara output per inputnya. Manfaat positif apa yang bisa dicapai dengan terjadinya peningkatan produktivitas dari suatu proses produksi?
  5. 5. Produktivitas vs Biaya
  6. 6. Kurva peningkatan produktivitas Bilamana output dalam hal ini adalah berupa unit keluaran yang dihasilkan oleh proses produksi dan semua masukan (input) yang diperlukan dikonversikan dalam unit satuan moneter (Rp), maka: Peningkatan produktivitas bilamana output berhasil naik (bertambah besar) atau tetap dan di sisi lain input dapat ditekan seminimal mungkin.
  7. 7. Naiknya produktivitas (unit/Rp) akan membawa konsekwensi terhadap biaya produksi per unitnya (Rp/unit). Maka formulasi Ci=1/Pi Kesimpulan: Kenaikan produktivitas yang menyebabkan penurunan biaya per unitnya akan mampu meningkatkan daya saing dari output yang dihasilkan oleh industri
  8. 8. Produktivitas manusia dan cara pengukurannya <ul><li>Sebagai ukuran produktivitas kerja manusia, maka rasio output/input dapat didekati dalam bentuk keluaran yang dihasilkan oleh aktivitas kerja dibagi dengan jam kerja (man hours) yang dikontribusikan sebagai sumber masukan dengan rupiah atau unit produksi lainnya sebagai dimensi tolak ukurnya. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Perlu diperhatikan bahwa seringkali ada masukan yang bernilai abstrak (tidak terukur) tetapi cukup penting dalam menentukan tingkat produktivitas kerja. </li></ul><ul><li>Faktor ini dikenal sebagai masukan bayangan (invisible input), antara lain: </li></ul><ul><li>- Tingkat pengetahuan (degree of knowledge) </li></ul><ul><li>- Kemampuan teknis (technical skill) </li></ul><ul><li>- Metodologi kerja dan pengaturan organisasi (management skill) </li></ul><ul><li>- Motivasi kerja </li></ul>
  10. 10. <ul><li>Keluaran suatu industri umumnya sulit diukur secara kuantitatif. Karena proses yang dipakai dalam suatu industri terdiri dari bermacam-macam proses produksi yang berbeda satu-sama lain. </li></ul><ul><li>Dalam pengukuran produktivitas biasanya dihubungkan dengan produk akhir yang dihasilkan. </li></ul><ul><li>Untuk mengukur produktivitas kerja dari tenaga manusia (operator mesin, misalnya), maka dapat diformulasikan sbb: </li></ul>Man-hours
  11. 11. Tenaga kerja produktif <ul><li>Seseorang dapat dikatakan telah bekerja produktif jika ia telah menunjukan output kerja yang paling tidak telah mencapai suatu ketentuan minimal. </li></ul><ul><li>Ketentuan ini didasarkan pada besarnya keluaran yang dihasilkan secara normal dan diselesaikan dalam jangka waktu kerja yang layak pula. </li></ul>
  12. 12. Waktu kerja <ul><li>Waktu kerja disini adalah ukuran umum dari nilai masukan yang harus diketahui guna melaksanakan penelitian dan penilaian mengenai produktivitas kerja manusia. </li></ul><ul><li>Dapat diteliti dengan cara melakukan studi mengenai tata cara dan pengukuran waktu kerja ( motion and time study ). </li></ul>
  13. 13. Dasar-dasar perancangan/penelitian kerja dan kaitannya dengan upaya peningkatan produktivitas <ul><li>Penelitian kerja (methods engineering work design) adalah suatu aktivitas yang ditujukan untuk mempelajari prinsip-prinsip dan teknik-teknik guna mendapatkan suatu rancangan sistem kerja yang terbaik . </li></ul><ul><li>Prinsip2 dan teknik kerja ini digunakan untuk mengatur komponen2 sistem kerja (manusia, mesin, dll) sedemikian rupa sehingga dicapai tingkat efektivitas dan efisiensi kerja yang tinggi, yang diukur dengan waktu yg dihabiskan, tenaga yg dipakai serta akibat psikologis dan sosiologis yang ditimbulkan. </li></ul>
  14. 14. Langkah-langkah penelitian kerja Penelitian kerja <ul><li>Prinsip-prinsip pengaturan metode kerja </li></ul><ul><li>Ergonomi </li></ul><ul><li>Studi gerakan </li></ul><ul><li>Ekonomi gerakan </li></ul><ul><li>Teknik-teknik pengukuran kerja </li></ul><ul><li>Pengukuran waktu </li></ul><ul><li>Pengukuran tenaga </li></ul><ul><li>Pengukuran dampak </li></ul><ul><li>psikologis dan sosiologis </li></ul>Beberapa alternatif sistem kerja lebih baik Alternatif sistem kerja terbaik Produktivitas lebih tinggi
  15. 15. Latar belakang sejarah dan perkembangan studi tentang penelitian kerja <ul><li>Dipelopori oleh F.W. Taylor (1856-1915) dan F.B. Gilbreth (1868-1924) </li></ul><ul><li>          </li></ul><ul><li>B4D3 CONSULTANTS </li></ul><ul><li>Education, Industry and Management </li></ul><ul><li>Hey there! Thanks for dropping by B4D3 CONSULTANTS! Take a look around and grab the RSS feed to stay updated. See you around! </li></ul><ul><li>Artikel </li></ul><ul><li>batik yogyakarta </li></ul><ul><li>Contact US </li></ul><ul><li>Ergonomi Kerja </li></ul><ul><li>Katering </li></ul><ul><li>Panduan K3 </li></ul><ul><li>Pelatihan </li></ul><ul><li>Pelayanan Prima </li></ul><ul><li>Pemberdayaan Perempuan </li></ul><ul><li>Perpustakaan </li></ul><ul><li>Sistem Manajemen Mutu/QMS </li></ul><ul><li>Teknologi Batik </li></ul><ul><li>Teknologi Busana </li></ul><ul><li>Teknologi tekstil </li></ul><ul><li>Tenologi Pasca Panen </li></ul><ul><li>Wisata Kuliner </li></ul><ul><li>zat warna alam </li></ul><ul><li>ANALISIS PERANCANGAN KERJA </li></ul><ul><li>Filed under: Ergonomi Kerja by Noor Fitrihana — 16 Komentar </li></ul><ul><li>Agustus 16, 2007 </li></ul><ul><li>ANALISIS   PERANCANGAN KERJA   </li></ul><ul><li>Prinsip perancangan kerja manual     pada umumnya : </li></ul><ul><li>1.       Menggunakan kekuatan dan keterbatasan tubuh manusia </li></ul><ul><li>2.       Pengaturan kondisi temat kerja (lingkungan kerja </li></ul><ul><li>3.       Perancangan peralatan dan mesin kerja </li></ul><ul><li>Perancangan kerja manual didasarkan pada prinsip pengetahuan gerakan dan ekonomi gerakan yang diperkenalkan oleh Frank. B Gilbret. Ada 17 gerakan dasar dalam perancangan kerja yang disebut Therbligh yang meliputi:   </li></ul><ul><li>RE = Reach (menjangkau) </li></ul><ul><li>M = Move (Membawa) </li></ul><ul><li>G = Grasp (Memegang) </li></ul><ul><li>RL = Release (Melepas) </li></ul><ul><li>PP = Pre-position (Pengarahan Sementara) </li></ul><ul><li>U = Use (Memakai) </li></ul><ul><li>A = Assemble (Merakit) </li></ul><ul><li>DA = Disassemble (Lepas rakit) </li></ul><ul><li>S = Search (Mencari) </li></ul><ul><li>SE = Select (Memilih) </li></ul><ul><li>P = Position (pengarahan) </li></ul><ul><li>I = Inspect (Memeriksa) </li></ul><ul><li>PL = Plan (Merencanakan) </li></ul><ul><li>UD = Unavoidable delay (Kelambatan yang tak terhindarkan) </li></ul><ul><li>AD = Avoidable delay (Kelambatan yang dapat dihindarkan) </li></ul><ul><li>R = Rest (Istrirahat) </li></ul><ul><li>H = Hold (memegang untuk memakai) </li></ul><ul><li>  Sedangkan prinsisp ekonomi gerakan adalah meminimalkan gerakan tubuh pada saat bekerja berdasarkan bahan baku dan peralatan yang digunakan. Serta keterbatasan manusia sendiri. Hal ini sangat terkait dengan tata letak tempat kerja dan peralatan kerja. Dalam perancangan kerja manual perlu dilakukan pengaturan fungsi kerja anggota badan lain seperti kaki atau keseimbangan beban tangan kiri dan kanan. Proses ini biasanya dilakukan dengan menggunakan Peta Kerja tangan Kiri dan kanan. </li></ul><ul><li>Keterbatasan manusia dalam bekerja secara manual diukur melalaui: </li></ul><ul><li>1.       Penggunaan energi selama bekerja </li></ul><ul><li>2.       Kerja Jantung </li></ul><ul><li>3.       Tekanan pada punggung </li></ul><ul><li>4.       Kemampuan pengangkatan berdasar stndar NIOSH   </li></ul><ul><li>Pertimbangan human factor   dalam penataan sistem kerja meliputi </li></ul><ul><li>1.       Aspek Fisik Kemampuan pekerja, bebean kerja gerakan kerja dan konsumsi energy tubuh manusia </li></ul><ul><li>2.       Sosio Psikologis Kesesuaian sifat pekerja dengan lingkungan kerja dan pekerjaaannya.   </li></ul><ul><li>FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GERAKAN DASAR: Jarak, berat beban, penggunaan penglihatan dan ketelitian.                    </li></ul><ul><li>   FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS </li></ul><ul><li>1. Human Factor   </li></ul><ul><li>Kemampuan kerja </li></ul><ul><li>Motivasi Kerja </li></ul><ul><li>2. Faktor   Teknologi : meliputi </li></ul><ul><li>Size and capacity of plant </li></ul><ul><li>Product design and standardization </li></ul><ul><li>Timely supply of materials and fuel </li></ul><ul><li>Rationalization and automation measures </li></ul><ul><li>Repairs and maintenance </li></ul><ul><li>Production planning and control </li></ul><ul><li>Plant layout and location </li></ul><ul><li>Materials handling system </li></ul><ul><li>Inspection and quality control </li></ul><ul><li>Machinery and equipment used </li></ul><ul><li>Research and development </li></ul><ul><li>  Inventory control </li></ul><ul><li>3. Managerial factors: kompetensi manager </li></ul><ul><li>4. Faktor Alam : iklim, geografis dll </li></ul><ul><li>5. Faktor Sosisologi: budayapekerja, sikap kerja, etnis </li></ul><ul><li>6. Faktor politik: hukum, stbilitas pemerintahan </li></ul><ul><li>7. faktor ekonomi : Pasar, fasilitas kredit, transportasi dan komunikasil dll                       </li></ul><ul><li>PE RANCANGAN KERJA DAN ANALISIS OPERASI </li></ul><ul><li>Faktor-Faktor yang mempengaruhi perancangan kerja   </li></ul><ul><li>     a. Analisis Pekerjaan       </li></ul><ul><li>  b. Analisis Pekerja      </li></ul><ul><li>  c. Analisis Lingkungan kera       </li></ul><ul><li>  d. Analisis Ergonomi       </li></ul><ul><li>e. Analisis teknolologi dan otomasi </li></ul><ul><li>elemen analisis pekerjaan: </li></ul><ul><li>   Description of tasks to be performed </li></ul><ul><li>Task sequence </li></ul><ul><li>Function of tasks </li></ul><ul><li>  Frequency of tasks </li></ul><ul><li>  Criticality of tasks </li></ul><ul><li>Relationship with other jobs/tasks </li></ul><ul><li>  Performance requirements </li></ul><ul><li>  Information requirements </li></ul><ul><li>Control requirements </li></ul><ul><li>Error possibilities </li></ul><ul><li>Tasks duration(s) </li></ul><ul><li>Equipment requirements </li></ul><ul><li>  Elemen analisis pekerja: </li></ul><ul><li>Capability requirements </li></ul><ul><li>  Performance requirements </li></ul><ul><li>Evaluation </li></ul><ul><li>   Skill level </li></ul><ul><li>Job training </li></ul><ul><li>Physical requirements </li></ul><ul><li>Mental stress </li></ul><ul><li>Boredom </li></ul><ul><li>Motivation </li></ul><ul><li>  Number of workers </li></ul><ul><li>Level of responsibility </li></ul><ul><li>  Monitoring level </li></ul><ul><li>Quality responsibility </li></ul><ul><li>  Empowerment level </li></ul><ul><li>  Elemen analisis lingkungan </li></ul><ul><li>  Workplace location </li></ul><ul><li>  Process location </li></ul><ul><li>  Temperature and humidity </li></ul><ul><li>Lighting </li></ul><ul><li>Ventilation </li></ul><ul><li>Safety </li></ul><ul><li>Logistics </li></ul><ul><li>Space requirements </li></ul><ul><li>  Noise </li></ul><ul><li>Vibration </li></ul><ul><li>  Dalam analisis operasi kerja digunakan alat bantu </li></ul><ul><li>Peta Kerja </li></ul><ul><li>- peta Kerja keseluruha </li></ul><ul><li>Peta proses opersi </li></ul><ul><li>Peta aliran proses </li></ul><ul><li>Peta kelompok kerja </li></ul><ul><li>Diagram aliran </li></ul><ul><li>  peta Kerja setempat </li></ul><ul><li>  Peta pekerja dan mesin- </li></ul><ul><li>Peta tangan Kiri dan kanan </li></ul><ul><li>2.    Daftar periksa (CHEKLIST) </li></ul><ul><li>o        Berhubungan dengan operasi kerja </li></ul><ul><li>o        Ber hubungan dengan pemeriksaan </li></ul><ul><li>o        Berhubungan dengan transportasi </li></ul><ul><li>o        Berhubungan dengan menunggu dan penyimpanan </li></ul><ul><li>o        Berhubungan dengan perkakas dan perlengkapan </li></ul><ul><li>o        Berhubungan dengan mesin o        Berhubungan dengan pekerja </li></ul><ul><li>o        Berhubungan dengan lingkungan kerja </li></ul><ul><li>3. Tujuh alat bantu perbaikan kerja </li></ul><ul><li>o        Histogram </li></ul><ul><li>o        Lembar Periksa </li></ul><ul><li>o        Diagram pareto </li></ul><ul><li>o        Diagram sebab akibat </li></ul><ul><li>o        Grafik o        peta kendali </li></ul><ul><li>o        Digram pencar </li></ul><ul><li>4. Tujuh alat bantu baru untuk perbaikan kerja </li></ul><ul><li>o Digaram hubungan </li></ul><ul><li>o Diagram afinitas </li></ul><ul><li>o Diagram sistematis/pohon </li></ul><ul><li>o Diagram matrik </li></ul><ul><li>o Metode matrix data analisis </li></ul><ul><li>o Metode PDPC (Process De cission Program Chart method) </li></ul><ul><li>o Metode diagram panah    </li></ul><ul><li>Like this: </li></ul><ul><li>Suka </li></ul><ul><li>Be </li></ul>
  16. 16. mov
  17. 17. TUGAS 1 Kelompok <ul><li>Kelompok terdiri dari 5 orang. Anggota kelompok ditentukan dari nomor urut BP yg terkecil. Bagi selain angkatan 07, membentuk kelompok sendiri dengan aturan yang sama. </li></ul><ul><li>Rekam suatu bentuk aktivitas kerja menggunakan kamera digital/hp, dll. Pilih aktivitas yang moderat (jangan lebih dari 5 menit). </li></ul><ul><li>Uraikan dan diskusikan elemen-elemen kerja apa saja yang produktif dan tidak produktif, berikut alasannya. </li></ul><ul><li>Proses diskusi kelompok merupakan hal yang harus dilaporankan. Dikerjakan dikertas A4, diketik rapi. </li></ul><ul><li>File movie beserta laporannya diserahkan kepada ketua kelas. Ketua kelas mengumpulkan semua file movie dalam satu cd. </li></ul><ul><li>Ketua kelas menyerahkan kumpulan tugas 1 hari sebelum kuliah berikutnya, di Jurusan Teknik Industri, di locker dosen ybs. </li></ul>

×