Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Memahami masalah dan perkembangan emosi pada anak

908 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Memahami masalah dan perkembangan emosi pada anak

  1. 1. Memahami Masalah dan Perkembangan Emosi pada Anak Disampaikan pada Diskusi Parenting Apotek Lima, 13 Agustus 2011
  2. 2. PERKEMBANGAN EMOSI ANAK • Usia Infant (0 – 2 Tahun) – Sejak lahir, seorang individu sudah memiliki kemampuan untuk merasakan dan memberi respon emosi; dalam bentuk tertarik pada sesuatu, merasa tertekan dan merasa jijik – Bayi sudah bisa memberikan senyuman social sebagai bentuk ekpsresi emosi, pada usia mulai 4-6 minggu. – Emosi Marah, terkejut dan sedih mulai muncul pada usia 3-4 bulan – Perasaan takut muncul pada usia antara 5 – 7 bulan – Rasa malu mulai muncul pada usia 6-8 bulan – Perasaan bersalah muncul pada usia anak 2 tahun
  3. 3. PERKEMBANGAN EMOSI ANAK • Usia Prasekolah (2-6 Tahun) • Anak-anak prasekolah sudah bisa merasakan cinta dan mempunyai kemampuan untuk menjadi anak yang penuh kasih sayang, baik dan sangat menolong, dan pada saat yang bersamaan bisa juga sangat egois dan agresif. • Anak sudah bisa merasakan dan menyadari jika ada anak lain yang sedih, merasa bersimpati dan ingin menolong • Anak usia 4 dan 5 tahun sudah bisa menyampaikan perasaan mereka pada orang lain. • Anak prasekolah hanya mengekspresikan satu emosi pada satu waktu, dan belum bisa memadukan emosi atau perasaan dari hal-hal yang membingungkan
  4. 4. PERKEMBANGAN EMOSI ANAK • Usia Sekolah (6- 12 Tahun) – Perkembangan emosi anak usia sekolah kurang lebih sama dengan anak usia prasekolah, namun karena kemampuan kognitif mereka sudah lebih berkembang, hal ini memungkinkan mereka untuk bisa mengekpresikan emosinya dengan lebih bervariasi, dan terkadang bisa mengekpresikan secara bersamaan dua bentuk emosi yang berbeda dan bahkan bertolak belakang. – Anak-anak usia antara 6-8 tahun sudah mengetahui bahwa orang lain bisa punya perasaan dan pikiran berbeda mengenai suatu hal – Pada usia 8-10 tahun mereka bisa mempersepsi/mengira-ngira mengenai apa yg orang lain pikir dan rasakan – Pada usia 12 tahun keatas mereka sudah mampu menganalisa dan mengevaluasi cara mereka merasakan atau memikirkan sesuatu, begitu juga orang lain, dan mereka sudah mulai bisa merasakan bentuk empati yang lebih dalam.
  5. 5. MASALAH EMOSI PADA ANAK • Pengendalian emosi terutama marah, • Kurang kasih sayang, • Terlalu terikat dgn satu figur, • Tidak mampu terikat secara emosi dengan benda-benda kesayangan
  6. 6. Memahami emosi anak prasekolah Jika ia menyakiti untuk membalas  yang ia butuhkan adalah keadilan dan perlakuan yang sama Jika anak marah dan menggunakan kekuatannya yang ia inginkan adalah otonomi, ikut memutuskan dan tanggung jawab Jika anak merengek minta perhatian = yang diinginkannya adalah rasa memiliki dan dimiliki, pengakuan, keterlibatan Jika anak takut dan tidak berani melakukan sesuatu  yang ia butuhkan adalah dorongan dan dukungan
  7. 7. Tingkah laku Pengasuhan Yang Sensitif dan Responsif • Mampu mengenali tanda-tanda yang disampaikan oleh anak • Mampu mengartikan tanda tersebut dengan tepat, dan • Memberi respon dengan segera sesuai dengan kebutuhan emosi anak
  8. 8. Tingkah laku yang sensitif dan responsif • Senang bermain dengan anak dan tertarik dengan aktivitas anak Memahami apa yang dibutuhkan anak Menanggapi dengan tepat apa yang menjadi kebutuhan anak Tidak bereaksi negatif saat anak rewel atau marah
  9. 9. Disiplin Positif Fokus pada tingkah laku positif anak Menghilangkan tingkah laku negatif anak tanpa omelan dan hukuman fisik Meyakini bahwa tidak ada anak yang nakal Mengajarkan disiplin dengan cinta dan kasih sayang
  10. 10. Tidak Dengan Omelan dan Bentakan Metode Disiplin Positif Tidak Dengan Pukulan
  11. 11. Disiplin positif dengan kasih sayang I - message Spesial Moment Positif Recognition Konsekuensi tingkah laku Kees-erziehen
  12. 12. Kasih sayang dan perlindungan bagi anak Aturan yang jelas dan kontrol yang konsisten Pengetahuan dan pemahaman mengenai dunia fisik dan sosial anak Adanya kesempatan bagi anak untuk memahami dirinya Interaksi dan relasi yang bermakna afektif

×