Osi layer

4,064 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,064
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
224
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Osi layer

  1. 1. TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN Model OSI Layer 12 / 14030 XI TKJ B Melati Nauli Rohmah 2013 SMK N 2 DEPOK SLEMAN YOGYAKARTA
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan yang berjudul “ Model OSI Layer” ini dengan baik. Tidak lupa kami sampaikan terimakasih kepada Ibu Ratna Yunita Sari, ST. yang telah membantu dan membimbing kami dalam menyelesaikan laporan ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini sehingga dapat tersusun dengan baik. Kami menyadari bahwa dalam menyelesaikan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya laporan ini. Kami berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi kami khususnya, dan bagi para pembaca pada umumnya. Penyusun Model OSI Layer Page 2
  3. 3. DAFTAR ISI Halaman Judul ......................................................................................................................... 1 Kata Pengantar......................................................................................................................... 2 Daftar Isi ................................................................................................................................... 3 Bab Isi A. Dasar Teori ................................................................................................................... 4 B. Fungsi Masing-Masing Layerdan Contoh Protokolnya .................................................. 4 C. Apa yang dimaksud Upper Layer dan Lower Layer?...................................................... 8 D. Cara Kerja Komunikasi Antar Layer ............................................................................... 9 E. Perangkat Network OSI Layer ...................................................................................... 9 F. Kesimpulan ................................................................................................................... 10 Daftar Pustaka.......................................................................................................................... 11 Model OSI Layer Page 3
  4. 4. OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI) A. Dasar Teori OSI merupakan singkatan dari Open System Interconnection adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Dahulu ketika OSI belum digunakan, perangkat komunikasi yang berasal dari vendor berbeda tidak dapat saling berkomunikasi. Alat komunikasi yang diciptakan oleh IBM tidak dapat berkomunikasi dengan vendor lain. Sehingga dibentuklah standard OSI. tujuan utama dalam penggunaan model OSI adalah untuk membantu designer jaringan memahami fungsi dari tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protocol jaringan dan metode transmisi. Open dalam OSI Open dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ hardware yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang). Modularity Modularity mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya. Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda. B.Fungsi Masing-masing Layer dan Contoh Protokolnya Model OSI Keterangan Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya. Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi. Model OSI Layer Page 4
  5. 5. Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”. Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling). Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket. Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error. Model OSI Layer Page 5
  6. 6. Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem. 1. HTTP (Hyper Text Transfer Protocol ) Protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dan web dalam sebuah web browser, melalui www. HTTP juga merupakan protokol yang meminta dan menjawab antar klien dan server. 2. FTP (File Transfer Protokol) Protokol internet yang berjalam dalam layer aplikasi yang merupakan standar untuk mentransfer file komputer antar mesin-mesin dalam sebuat jaringan internet. 3. NFS (Network File system) Jaringan protokol yang memungkinkan pengguna di klien komputer untuk menngakses file melalui jaringan dengan cara yang sama dengan bagaiman penyimpanan lokal yang diaksesnya. 4. DNS (Domain Name System) Protokol yang digunakkan untuk memberikan suatu nama domain pada sebuah alamat IP agar lebih mudah diingat. 5. POP3 (Post Office Protocol) Protokol yang digunakan untuk mengambil mail dari suatu mail transfer agent yang akhirnya mail tersebut akan di dowbload kedalam jaringan local. 6. MIME (Multipurpose Internet Mail Exension) Protokol yang digunakan untuk mengirim file binary dalam bentuk teks. 7. SMB (Server Messange Block) Protokol yang digunakan untuk mentransfer server-server file ke DOS dan Windows. 8. NNTP (Network News Transfer Protocol) Protokol yang digunakan untuk menerima dan mengirim newsgroup. 9. DHCP (Dynamic Configuration Protocol) Layanan yang memberikan no IP kepada komputer yang meminta nya secara otomatis. Model OSI Layer Page 6
  7. 7. 1. TELNET Protokol yang digunakan untuk akses remote masuk ke suatu host, data berjalan secara lain teks. 2. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) Salah satu protokol yang biasa digunakan dalam pengiriman e-mail di internet atau untuk mengirimkan data dari komputer pengirim e-mail ke server e-mail penerima. 3. SNMP (Simple Network Management Protocol) Protokol yang digunakan dalam suatu manajemen jaringan. 1. NETBIOS Berfungsi sebagai penyiaran pesan maksud nya memungkinkan user mengirim pesan tunggal secara serempak ke komputer lain yang terkoneksi. 2. NETBEUI (NETBIOS Extended User Interface) Berfungsi sama dengat NETBIOS hanya sedikit di kembangkan lagi dengan menambahkan fungsi yang memungkinkan bekerja dengan beragam perangkat keras dan perangkat lunak. 3. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol) Berfungsi protokol ini memantau aliran datadiantara dua komputer dan untuk memeriksa aliran data tersebut tidak terputus. 4. PAP (Printer Access Protocol) Berfungsi printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk dan untuk mengendalikan bagaimana pola komunikasi antar node. 5. SPDU (Session Protokol Data unit) Berfungsi mendukung hubungan antara dua session service user. 1. TCP (Trasmission Control Protocol) Protokol yang menyediakan layanan penuh lapisan transport untuk aplikasi. 2. UDP (User Datagram Protocol) Protokol connectionless dan proses-to-procces yang hanya menambahkan alamat port, cheksum error control dan panjang informasi data pada layer di atasnya. 1. IP (Internetworking Protocol) Mekanisme transmisi yang digunakan untuk menstransportasikan data dalam-dalam paket yang disebut datagram. 2. ARP (Address Resulotion Protocol) Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat IP berdasarkan alamat fisik dari sebuah komputer. 3. RARP (Reverse Address Resulotion Protocol) Protokol yang digunakan untuk mengetahui alamat fisik melalui IP komputer. 4. ICMP (Internet Control Message Protocol) Mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host untuk mengirim notifikasi datagram yang Model OSI Layer Page 7
  8. 8. mengalami masalah pada hostnya. 5. IGMP (Internet Group Message Protocol) Protokol yang digunakan untuk memberi fasilitas message yang simultan kepada group penerima. 1. PPP (Point to Point Protocol) Protokol yang digunakan untuk point to point pada suatu jaringan. 2. SLIP (Serial Line Internet Protocol) Protokol yang digunakan untuk menyambung serial. Tidak mempunyai protokol yan spesifik di layer ini, karena pada layer ini hanya mengirimkan bit bit data. C. Apa yang dimaksud Upper Layer dan Lower layer? Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggung jawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung. Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.  Layer 5 s.d 7 dikelompokkan sebagai application layers atau upper layers. Segala sesuatu yang berkaitan dengan user interface, data formatting, dan communication session ditangani layer ini. Upper layers banyak diimplementasikan dalam bentuk software (aplikasi). Model OSI Layer Page 8
  9. 9.  Layer 1 s.d 4 dikelompokkan sebagai data flow layers atau lower layers. Bagaimana data mengalir pada network ditangani oleh layer ini. Lower layers diimplementasikan dalam bentuk hardware maupun software. Jadi, upper layers mendefinisikan bagaimana aplikasi (pada suatu host) saling berkomunikasi dengan aplikasi sejenis atau/dan dengan user (pada host) lain. Sedangkan lower layers mendefinisikan bagaimana data diangkut (melaui media jaringan) dari satu host ke host lain. D. Cara Kerja Komunikasi Antar Layer Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewatike-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudiandi sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya. Dari masing-masing layer mempunyai tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan. E. Perangkat Network OSI Layer #1 NIC/Kartu Jaringan Karena kartu jaringan merupakan perangkat yang terhubung langsung dengan media transmisi data dan fungsi utamanya adalah mengubah bit-bit data dari komputer menjadi sinyal-sinyal yang dapat ditransmisikan dalam media transmisi data maka kartu jaringan dalam model OSI layer menempati layer 1 yaitu physical layer. #2 Hub Dengan kesederhanaan fungsi hub dalam membentuk jaringan yaitu hanya meneruskan data yang masuk tanpa melakukan penyaringan data maupun alamat tujuannya, maka hub juga terdapat pada physical layer. Model OSI Layer Page 9
  10. 10. #3 Repeater Repeater juga memilki kemampuan yang sama dengan hub namun lebih sedikit jumlah port-nya, sehingga sama dengan hub terdapat pada physical layer. #4 Bridge Dengan kemampuan bridge dalam mengidentifikasi alamat tujuan dari data yang dikirim maka bridge menempati data-link layer. #5 Switch Switch melakukan pengalamatan tujuan dari data yang dikirim berdasarkan MAC address, hal tersebut sama dengan kemampuan data-link layer dalam pengalamatan perangkat keras. Maka switch dalam model OSI layer terdapat pada data-link layer. Namun ada juga switch yang memiliki kemampuan lebih sehingga dapat menempati network layer. #6 Router Router juga mampu melakukan pengalamatan tujuan dari data yang dikirim, namun berbeda dengan switch yang menggunakan MAC address, router menggunakan IP address. Oleh karena itu router terdapat pada network layer. F. KESIMPULAN Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung. Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual. Model OSI Layer Page 10
  11. 11. DAFTAR PUSTAKA http://winbok.wordpress.com/2012/11/23/protokol-protokol-yang-bekerja-pada-osi-layer/ http://cunlay.blogspot.com/ http://onestop-networking.blogspot.com/2012/11/posisi-perangkat-jaringan-dalam-model.html http://kfcngalah.wordpress.com/2012/10/25/tentang-fungsi-dan-perangkat-7-osi-layer/ http://tirtaadhytia.blogspot.com/p/7-layer-osi-dalam-jaringan-komputer.html http://www.klikiri.com/2013/03/pengertian-dan-fungsi-layer-pada-osi/ http://fajrin-dimension.blogspot.com/2013/03/apa-itu-7-layer-osi-dalam-jaringan.html Model OSI Layer Page 11

×