Glossary of terms for 2011 asean bac survey (bahasa indonesia)

966 views

Published on

Published in: Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
966
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
105
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Glossary of terms for 2011 asean bac survey (bahasa indonesia)

  1. 1. 2011
Survey
on
ASEAN
Competitiveness

Daftar
Terminologi
yang
berkaitan
dengan
Inisiatif
Kebijakan
ASEAN

AEC:
ASEAN
Economic
Community/
Masyarakat
Ekonomi
ASEAN
–
ASEAN
mempunyai
tujuan
untuk
membentuk
 AEC
 pada
 tahun
 2015
 nanti,
 dimana
 ASEAN
 akan
 menjadi
 pasar
 tunggal
 dan
 berbasis
produksi
 tunggal
 dengan
 arus
 barang,
 jasa,
 investasi
 dan
 tenaga
 terampil
 serta
 arus
 modal
 yang
bebas
mengalir
diantara
Negara
anggota
ASEAN.

AEC
 Blueprint
 (Pertanyaan
 13):
 Rencana
 aksi
 dengan
 jadwal
 dan
 target
 yang
 jelas
 bagi
 Negara
anggota
 ASEAN
 untuk
 mengimplementasi
 berbagai
 kebijakan
 dari
 tahun
 2008
 agar
 AEC
 tercapai
pada
tahun
2015
nanti.

ASEAN‐plus
 Free
 Trade/Economic
 Partnership
 Agreements
 (Pertanyaan
 12
 &
 14):
 Ini
 merupakan
kesepakatan
perdagangan
bebas
atau
kerjasama
ekonomi
komprehensif
yand
ditandatangani
antara
Negara
anggota
ASEAN
dan
mitra
dialog.
Sampai
sekarang,
ASEAN
telah
menyelesaikan
kesepakatan
dengan
Austalia‐Selandia
Baru,
China,
India,
Jepang
dan
Korea
Selatan.


Terminologi
yang
digunakan
di
Pertanyaan
13:

Penghapusan
 tarif:
 Pada
 akhirnya
 menghapus
 pajak
 impor
 untuk
 semua
 produk
 yang
 mempunyai
nilai
tambah
ASEAN
yang
sangat
tinggi
dan
diperdagangkan
diantara
Negara
anggota
ASEAN,
dengan
beberapa
pengecualian.


Peningkatan
 ketransparanan
 Non‐Tariff
 Barrier:
 Non‐Tariff
 Barrier
 (NTB)
 termasuk
 contohnya

persyaratan
ijin
impor
dan
peraturan
teknis.
Ketransparanan
dapat
ditingkatkan
jika
Negara
anggota
ASEAN
 taat
 pada
 prosedur
 untuk
 mengajukan
 laporan
 mengenai
 NTB
 dan
 membentuk
 mekanisme
pengawasan
yang
efektif.

Reformasi
 Rules
 of
 Origin:
 “Rules
 of
 Origin”
 adalah
 kriteria
 yang
 digunakan
 untuk
 menjelaskan
dimana
 sesuatu
 produk
 dibuat.
 Penyederhanaan
 prosedur
 certification
 termasuk
mengimplementasikan
sistem
self‐certification
oleh
 eksportir
bahwa
produk
 mereka
sesuai
dengan
“Rules
of
Origin”.


Penyederhanaan
 dan
 penyelarasan
 prosedur
 bea
&
 cukai:
Langkah‐langkah
termasuk
mengadopsi
standar
 internasional
 dan
 best
 practices
 untuk
 menjamin
 klasifikasi
 tarif
 yang
 seragam,
 sistem
penilaian
yang
sama
untuk
bea
&
cukai,
sistem
penentuan
asal
dan
juga
aplikasi
ICT
(informasi
dan
komunikasi
 teknologi)
 untuk
 proses
 digital
 dan
 menukar
 informasi.
 Langkah‐langkah
 tersebut
 akan
memuncak
dengan
terbentuknya
ASEAN
Single
Window,
yang
merupakan
satu
titik
masuk
bagi
para
pedagang
untuk
melaporkan
data
dan
informasi
untuk
bea
&
cukai.

Harmonisasi
 standar,
 peraturan
 teknis
 &
 prosedur
 conformity
 assessment:
 mengadopsi
 standar
internasional
 apabila
 mungkin,
 dengan
 ketransparanan
 yang
 lebih
 tinggi,
 kualitas
 conformity
assessment
yang
lebih
meningkat
dan
sektor
swasta
yang
lebih
aktif
dalam
berpartisipasi.
 1


  2. 2. 
Peningkatan
 partisipasi
 saham
 asing
 di
 bidang
 jasa:
 mengizinkan
 partisipasi
 saham
 asing
 oleh
perusahaan
yang
dimiliki
oleh
orang
asal
ASEAN
atau
perusahaan
yang
paling
sedikit
70%
beroperasi
di
kawasan
ASEAN
di
bidang
jasa
pada
akhirnya.

Pengembangan
 dan
 pengimplementasian
 mutual
 recognition
 of
 professional
 qualifications:
mengembangkan
 dan
 mengimplementasikan
 mutual
 recognition
 arrangements
 for
 professional
services
 (contoh:
 jasa
 arsitek,
 jasa
 akuntansi,
 praktisi
 ilmu
 kedokteran)
 untuk
 mempermudah
mobilitas

qualified
services
professionals
di
kawasan
ASEAN.

Proteksi
 investor
 beserta
 investasinya:
 
 memperkuat
 ketentuan
 untuk
 mekanisme
 penyelesaian
sengketa
diantara
investor
dan
pemerintah
beserta
ganti
rugi
karena
perselisihan.

Pembentukan
 peraturan
 investasi
 yang
 dapat
 diprediksi,
 transparan
 dan
 konsisten:
 langkah‐langkah
 termasuk
 menyelaraskan
 sebisa
 mungkin
 kebijakan
 investasi
 untuk
 mencapai
komplementasi
 industri
 dan
 integrasi
 ekonomi,
 mempermudah
 prosedur
 aplikasi
 beserta
 ijin
investasi
dan
membagikan
informasi
mengenai
peraturan,
kebijakan
dan
prosedur
investasi.

Promosi
joint
investment
missions
yang
berpusat
pada
regional
clusters
and
production
networks:
menyelenggarakan
 dua
 misi
 investasi
 inbound
 dan
 dua
 misi
 investasi
 outbound
 setiap
 tahun
 dan
mempromosikan
 regional
 clusters
 and
 production
 network
 melalui
 ASEAN
 industrial
 cooperation
initiatives.

Liberalisasi
rezim
investasi
Negara
anggota
ASEAN:
menyelaraskan
langkah‐langkah
investasi
untuk
mempermudah
 arus
 investasi
 dan
 perlahan‐lahan
 mengurangi/menghapus
 pembatasan
 investasi
agar
mencapai
rezim
investasi
yang
lebih
bebas
dan
terbuka.


Pengembangan
 dan
 peningkatan
 kebijakan
 daya
 saing
 nasional
 untuk
 menciptakan
 iklim
kompetisi
 yang
 adil:
Memperkenalkan
kebijakan
daya
saing
ke
seluruh
Negara
anggota
ASEAN
dan
membentuk
 jaringan
 otoritas
 daya
 saing
 untuk
 mendiskusikan
 dan
 mengkoordinasi
 kebijakan
 daya
saing.

 2



×