Tugas uas teknologi pendidikan

536 views

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
536
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas uas teknologi pendidikan

  1. 1. UAS ADMINISTRASI PENDIDIDKAN OLEH: SATUNAH 20126210145 Kelas B
  2. 2. TEORI BELAJAR MENGAJAR
  3. 3.  Defenisi Mengajar adalah sebuah cara dan sebuah proses hubungan timbal balik antara guru dengan siswa yang sama – sama aktif melakukan kegiatan, dimana guru bertujuan membantu dan memudahkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar  Hasil Belajar  Hasil belajar merupakan kemampuan – kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar
  4. 4. KONDISI BELAJAR YANG EFEKTIF  Pengelolaan Tempat Belajar  Pengelolaan Siswa  Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran  Pengelolaan isi/materi pembelajaran  Pengelolaan Sumber Belajar
  5. 5. TEORI BELAJAR 1. Teori Behaviourisme 2. Teori Kognitivisme 3. Teori Humanisme 4. Teori Konstruktivism 5. Teori Belajar Sosial
  6. 6. ILMU TEKNOLOGI PENDIDIKAN “ PROGRAM PENGAJARAN
  7. 7. Definisi Program Pengajaran adalah perangkat kegiatan belajar mengajar yang direncanakan untuk mencapai tujuan FUNGSI PROGRAM PENGAJARAN  Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan  Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran
  8. 8. LANJUTAN,..  Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik guru maupun murid  Sebagai alat ukur keefektifan suatu proses pembelajaran sehingga setiap saat dapat diketahui ketepatan dan kelambanan kerja  Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja
  9. 9. PROSEDUR PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUKSIONAL (PPSI)/ SAP PPSI adalah sistem yang saling berkaitan dari satu instruksi yang terdiri atas urutan, desain tugas yang progresif bagi individu dalam belajar. Oemar Hamalik (2006) mendefinisikan PPSI sebagai pedoman yang disusun oleh guru dan berguna untuk menyusun satuan pelajaran
  10. 10. KOMPONEN Pedoman perumusan tujuan Pedoman prosedur pengembangan alat penilaian Pedoman proses kegiatan belajar siswa Pedoman program kegiatan guru Pedoman pelaksanaan program Pedoman perbaikan atau revisi
  11. 11. MODEL-MODEL PENGEMBANGAN SISTE MODEL-MODEL PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUKSIONAL M INSTRUKSIONAL  M o d e l P e n g e mb a n g a n I n s t r u k s i o n a l B r i g g s  M o d e l B e l a H . B a n a t h y  M o d e l P P S I  M o d e l K e mp  M o d e l P e n g e mb a n g a n G e r l a c h d a n E l y  M o d e l I D I (I n s t r u c t i o n a l D e v e l o p me n t I n s t i t u t e )
  12. 12. EVALUASI DALAM PENGAJARAN Perumusan tujuan evaluasi Penetapan aspek-aspek yang akan diukur Menetapkan metode dan bentuk tes Merencanakan waktu evaluasi Melakukan uji coba atau tes
  13. 13. P R I N S I P - P R I N S I P P E N D I D I K A N O R A N G D E WA S A
  14. 14. DEFINISI...  Andragogi berasal dari bahasa Yunani yakni andra yang berarti “orang dewasa” dan agogos yang berarti “memimpin atau membimbing”. Orang dewasa sendiri dapat didefenisikan dalam tiga aspek yaitu :  Biologis  Psikologis  Sosiologis  Pendidikan orang dewasa adalah apa yang dipelajari pelajar, bukan apa yang diajarkan pengajar.
  15. 15. PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA  Orang dewasa mempunyai konsep diri  Orang dewasa kaya akan pengalaman  Orang dewasa memiliki masa kesiapan untuk belajar  Orang dewasa berpandangan untuk segera mempraktekkan hasil belajaranya  Orang dewasa dapat belajar  Belajar merupakan proses yang terjadi pada diri sendiri
  16. 16. TUJUAN PENDIDIKAN ORANG DEWASA  Membantu melakukan penyesuaian psikologis dengan kondisi social.  Melengkapi keterampilan yang diperlukan untuk menemukan dan memecahkan masalah yang menekankan pemecahan dengan keterampilan bukan isi.  Menolong merubah kondisi sosial orang dewasa.  Memberi bantuan agar orang dewasa menjadi individu bebas dan otonom.
  17. 17. MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN Metode Ceramah (Preaching Method) Metode demontrasi (Demonstration method) Metode diskusi (Discussion method) Metode latihan keterampilan (Drill method) Metode percobaan (Experimental method) Metode pemecahan masalah (Problem solving method) Metode Discovery
  18. 18. PERBEDAAN PEDAGOGY DAN ANDRAGOGY Pedagogy Konsep diri (self-cocept) Anak ialah pribadi yang tergantung. Pengalaman pelajar masih sangat terbatas Kesiapan belajar Pendidik menentukan apa yang akan dipelajari, bagaimana dan kapan belajar Perspektif waktu dan orientasi terhadap belajar. Androgogy Si pelajar bukan pribadi yang tergantung, tetapi pribadi yang telah masak secara psikologis Pengalaman pelajar orang dewasa dinilai sebagai sumber belajar yang kaya. Pelajar menentukan apa yang mereka perlu pelajari berdasarkan pada persepsi mereka sendiri terhadap tuntutan situasi sosial mereka. Belajar merupakan proses untuk penemuan masalah dan pemecahan masalah pada saat itu juga.
  19. 19. TEKNOLOGI PENDIDIKAN CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA)
  20. 20. CARA BELAJAR SISWA AKTIF (CBSA) Definisi pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secar fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor
  21. 21. CBSA DAPAT DILIHAT DARI 2 SEGI YAITU : Siswa • bahwa CBSA merupakan proses kegiatan yang dilakukan siswa dalam rangka belajar. Guru • merupakan suatu strategi yang dipilih guru agar keaktifan siswa dalam kegiatan belajar berlangsung secara optimal
  22. 22. INDIKATOR CBSA 1. Aktivitas belajar anak didik 2. Aktivitas Guru Mengajar 3. Program Belajar 4. Suasana Belajar 5. Sarana Belajar
  23. 23. PRINSIP-PRINSIP CBSA Bahwa prinsip CBSA adalah tingkah laku belajar yang mendasarkan pada kegiatan-kegiatan yang nampak, yang menggambarkan tingkat keterlibatan siswa dalam proses belajar-mengajar baik intelektual-emosional maupun fisik
  24. 24. PRINSIP SECARA UMUM 1. Hal apapun yang dipelajari murid, maka ia harus mempelajari sendiri tidak ada seorang pun dapat melakukan kegiatan belajar tersebut. 2. Setiap murid belajar menurut tempo (kecepatannya sendiri dan untuk tiap kelompok umum terdapat variasi kecepatan belajar).
  25. 25. 4. Seorang murid belajar lebih banyak bila pada setiap langkah segare diberikan penguatan (reinforcement) 5. Penguasaan secara penuh dari setiap langkah memungkinkan belajar secara keseluruhan lebih berarti. 6. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar menururt irama, cara dan kemampuannya. Lanjutan
  26. 26. PRINSIP-PRINSIP CBSA YANG NAMPAK PADA 4 DIMENSI SEBAGAI BERIKUT: 1. Dimensi subjek didik : 2. Dimensi Guru 3. Dimensi Program 4. Dimensi situasi belajar- mengajar
  27. 27. PENGELOLAAN KELAS
  28. 28. PENGERTIAN Kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (pembinaan rapport, penghentian perilaku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh siswa secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produktif), didalamnya mencakup pengaturan orang (siswa) dan fasilitas.
  29. 29. 2 MACAM MASALAH PENGELOLAAN KELAS Masalah Kelompok Masalah Individual
  30. 30. PENDEKATAN PENGELOLAAN KELAS 1. Behavior-Modification Approach 2. Socio-Emotional Climate Approach 3. Group Process Approach
  31. 31. BEHAVIOR-MODIFICATION APPROACH bahwa perilaku “baik” dan “buruk” individu merupakan hasil belajar. Asumsi : Positive Reinforcement (untuk membina perilaku positif) Negative Reinforcement (untuk mengurangi perilaku negatif) Teknik :
  32. 32. GROUP PROCESS APPROACH Asumsi : pengalaman belajar berlangsung dalam konteks kelompok sosial dan tugas guru adalah membina dan memelihara kelompok yang produktif dan kohesif.
  33. 33. TEKNIK Richard A. Schmuck & Patricia A. Schmuck  Mutual Expectations  Leadership  Attraction (pola persahabatan)  Norm  Communication  Cohesiveness
  34. 34. TEKNOLOGI PENDIDIKAN RANCANGAN PEMBELAJARAN PRAKTEK
  35. 35. DEFENISI Desain bermakna adanya keseluruhan, struktur, kerangka atau outline, dan urutan atau sistematika kegiatan (Gagnon dan Collay, 2001). Selain itu, kata desain juga dapat diartikan sebagai proses perencanaan yang sistematika yang dilakukan sebelum tindakan pengembangan atau pelaksanaan sebuah kegiatan (Smith dan Ragan, 1993, p. 4).
  36. 36. PENYUSUNAN Kegiatan pertama dalam merancang pembelajaran adalah menetapkan dan memerinci tujuan pembelajaran. Rancangan pembelajaran dimulai dan berfokus pada penetapan tujuan pembelajaran. Langkah berikutnya adalah menentukan pokok-pokok bahasan dan tugas ajaran yang harus diberikan pada siswa agar tujuan pembelajaran tersebut tercapai
  37. 37. Tujuan Instruksinal Umum merupakan bagian tidak terpisahkan dari tujuan yang lebih tinggi (tujuan Kurikuler, Institusional, Nasional). Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ), sasaran belajar merupakan pernyataan tujuan pembelajaran yang sangat rinci. Melalui TIK dapat diketahui macam isi ajaran dan tingkat perubahan prilaku yang diharapkan. Untuk itu TIK harus menyatakan sesuatu yang teramati, terukur, dan operasional.
  38. 38. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENYUSUNAN 1. Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat 2. Ketersediaan sumber belajar. 3. Merumuskan Tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4. Memilih dan menetapkan isi dan muatan (bahan ajar) 5. Merencanakan dan memperkirakan kebutuhan waktu yang sesuai.
  39. 39. SUSUNAN LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN  Langkah – langkah Pembelajaran Pendahuluan Awal a. Orientasi b. Apersepsi c. Motivasi d. Pemberian Acuan e. Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar
  40. 40.  Langkah – langkah pembelajaran Inti Sesuai permen No. 41 tahun 2007 Pembelajaran inti melalui 3 tahapan yakni Ekplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi  Langkah – langkah Pembelajaran Akhir ( penutup )
  41. 41. TUGAS YANG HARUS DILAKUKAN GURU DALAM MENYUSUN PROGRAM PEMBELAJARAN (1) menganalisis hari efektif, (2) menyusun program tahunan, (3) menyusun program semester, (4) menyusun program tagihan, (5) menyusun silabus (6) menyusun rencana pembelajaran, dan (7) membuat rancangan penilaian hasil belajar siswa.
  42. 42.  Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru.  Seorang guru banyak mempunyai tugas baik yang terikat oleh dinas atau di luar dinas, dalam bentuk pengabdian.
  43. 43. Tugas Profesi •Mendidik •Mengajar •Melatih
  44. 44. Peran Guru Demostrator Pengelola Kelas Mediator& Fasilisator Evaluator
  45. 45. Profesional, jelas berkaitan dengan kemampuan fungsional seorang guru untuk memahami, bersikap, menilai, memutuskan, atau bertindak di dalam kaitan tugasnya.
  46. 46.  Memiliki semangat juang yang tinggi  Mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan perkembangan IPTEK  Mampu belajar dan bekerjasama dengan profesi lain  Memiliki etos kerja yang kuat  Memiliki kejelasan dan kepastian pengembangan karir  Berjiwa profesional tinggi
  47. 47.  Mengidentifikasi kualifikasi perubahan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.  Memilih sistem pendekatan belajar-mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.  Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan tehnik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif  Menetapkan norma-norma dan batas-batas keberhasilan serta standar keberhasilan
  48. 48. 1) Memiliki tujuan 2) Ada suatu prosedur 3) Penggarapan materi yang khusus 4) Adanya aktifitas anak didik 5) Guru sebagai pembimbing 6) Disiplin 7) Ada batas waktu 8) Evaluasi
  49. 49. Komponen Belajar Mengajar 1) Tujuan-tujuan yang ingin dicapai 2)Bahan pelajaran 3)Kegiatan belajar mengajar 4)Metode
  50. 50. METODE INTERAKSI PEMBELAJARAN UMUM
  51. 51. DEFINISI METODE PEMBELAJARAN  Metode secara harfiah berarti “cara”. Secara umum, metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu.  Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran
  52. 52. MACAM – MACAM METODE PEMBELAJARAN UMUM Metode Ceramah Adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Metode Pembelajaran Ceramah Plus Adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya.
  53. 53. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab terkadang susah dibedakan dengan metode diskusi. Akan tetapi jika dilhat dari tujuannya, maka tanya jawab lebih bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa mengenai fakta-fakta yang telah disampaikan guru. Metode Diskusi proses melibatkan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif
  54. 54. METODE PENUGASAN ( RESISTASI Menurut Mulyani Sumantri dkk (2001:130) mengemukakan bahwa “Metode pemberian tugas atau penugasan diartikan sebagai suatu cara interaksi belajar mengajar yang ditandai dengan adanya tugas dari guru untuk dikerjakan peserta didik di sekolah ataupun di rumah secara perorangan atau berkelompok”. Metode Karyawisata Dengan metode ini, guru mengajak peserta didik kesuatu tempat (objek) tertentu untuk mempelajari sesuatu dalam rangka suatu pelajaran di sekolah. Di sini peserta didik sekedar pergi ke suatu tempat untuk berekreasi. Metode karyawisata berguna untuk membantu peserta didik dalam memahami kehidupan riil dalam lingkungan dengan segala masalahnya.
  55. 55. Metode Role Playing Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Metode Pembelajaran Brainstorming Metode Brainstorming adalah suatu teknik atau mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas
  56. 56. MICROTEACHING Pengertian : Pengajaran mikro (micro-teaching) merupakan salah satu bentuk model praktek kependidikan atau pelatihan mengajar. Dalam konteks yang sebenarnya, mengajar mengandung banyak tindakan, baik mencakup teknis penyampaian materi, penggunaan metode, penggunaan media, membimbing belajar, memberi motivasi, mengelola kelas, memberikan penilaian dan seterusnya.
  57. 57. TUJUAN Microteaching mempunyai tujuan yaitu : 1. Tujuan Umum 2. Tujuan khusus
  58. 58. LANJUTAN , ADAPUN TUJUAN OPERASIONAL MICROTEACHING YAITU :  Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain  Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat.  Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain  Mengembangkan sikap kritis murobbi.  Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponen-komponenya.  Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan –keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu penampilan yang baik.
  59. 59. CIRI – CIRI MICROTEACHING Ciri-ciri pokok Micro Teaching : 1. Jumlah subyek belajar sedikit sekitar 5- 10 orang 2. Waktu mengajar terbatas sekitar 10 menit 3. Komponen mengajar yang dikembangkan terbatas 4. Sekadar real teaching.
  60. 60. KARAKTERISTIK MICROTEACHING  Microteaching is a real teaching  Micro teaching lessons the complexities of normal classroom teaching  Microteaching focuses on training for the accomplishment of specific tasks  Micro teaching allows for the increased control of practice  Micro teaching greatly expands the normal knowledge of results or feedback dimension in teaching
  61. 61. MANFAAT MICROTEACHING  Korelasi antara pengajaran mikro (micro teaching) dan praktik keguruan sangat tinggi.  Praktikan yang lebih dulu menempuh program pengajaran mikro (micro teaching) ternyata lebih baik/lebih terampil dibandingkan praktikan yang tidak mengikuti pengajaran mikro (micro teaching).  Praktikan yang menempuh pengajaran mikro (micro teaching) menunjukkan prestasi mengajar yang lebih tinggi.  Bagi praktikan yang telah memiliki kemampuan tinggi dalam pengajaran, pengajaran mikro (micro teaching) kurang bermanfaat.  Setelah mengikuti pengajaran mikro (micro teaching), praktikan dapat menciptakan interaksi dengan siswa secara lebih baik.  Penyajian model rekaman mengajar lebih baik daripada model lisan sehingga lebih signifikan dengan keterampilan mengajar.
  62. 62. KETERAMPILAN DASAR MICROTEACHING 1. Keterampilan dasar membuka dan menutup pelajaran. 2. Keterampilan dasar menjelaskan ( explaining skill). 3. Keterampilan dasar mengadakan variasi ( variations skill) 4. Keterampilan dasar memberikan penguatan (reinforcement skill) 5. Keterampilan dasar bertanya (Questioning skill) 6. Keterampilan dasar mengelola kelas 7. Keterampilan dasar mengajar diskusi kelompok kecil/perorangan 8. Keterampilan dasar membimbing diskusi kelompok kecil.
  63. 63. Sumber media dan alat Pembelajaran
  64. 64. DEFINISI Media pembelajaran merupakan alat bantu yang berfungsi untuk menjelaskan sebagian dari keseluruhan program pembelajaran yang sulit dijelaskan secara verbal.
  65. 65. Ciri-ciri media fiksatif manipulatiif distributif
  66. 66. FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN  Media telah menjadi bagian integral dalam pembelajaran. alat bantu visual dalam pengajaran -mendorong motivasi belajar memperjelas dan mempermudah konsep yang kompleks dan abstrak menjadi lebih sederhana
  67. 67. ESENSI DARI SUMBER BELAJAR, MEDIA DAN ALAT PERAGA Dimensi Daya Jangkau/Akses Informasi Dimensi Kecepatan Informasi Dimensi Jumlah/ Kuantitas Informasi Dimensi Keefektifan Memperoleh Pengetahuan Dimensi Kesesuaian Informasi Dimensi motivasi
  68. 68. KRITERIA PEMILIHAN SUMBER BELAJAR, MEDIA DAN ALAT PERAGA Pemilihan Sumber Belajar Pemilihan Media Pembelajaran Pemilihan alat peraga
  69. 69. PEMBERDAYAAN SUMBER BELAJAR, MEDIA DAN ALAT PERAGA Barang Bekas Realitas Benda yang mempunyai nilai khusus
  70. 70. PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN MEDIA DAN ALAT PENGAJARAN”
  71. 71. MEDIA PEMBELAJARAN ADALAH suatu yang dapat diinderai, khususnya penglihatan dan pendengaran baik yang terdapat di dalam maupun di luar kelas, yang digunakan sebagai alat bantu penghubung (medium komunikasi) dalam proses interaksi belajar-mengajar untuk meningkatkan efektifitas hasil belajar siswa
  72. 72. Fungsi media pembelajaran
  73. 73. MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN Media Pembelajaran itu di bagi menjadi 2 bagian 1. Media Presentasi Pembelajaran disingkat MPP 2. Software Pembelajaran Mandiri (SPM) atau Media Pembelajaran Mandiri .
  74. 74. MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN Media ini merupakan Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas namun tidak menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa animasi dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Media Jenis ini dapat dibuat atau dikembangkan dengan software presentasi seperti:, Microsoft PowerPoint, OpenOffice Impress
  75. 75. SOFTWARE PEMBELAJARAN MANDIRI / MEDIA PEMBELAJARAN MANDIRI Adalah Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri atau tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (know how, rule of thumb, pengalaman guru).
  76. 76. LANJUTAN..!! Jenis Media ini dapat di buat dengan menggunakan software OpenOffice Impress atau Microsoft PowerPoint, dengan catatan harus jeli dan cerdas memanfaatkan berbagai efek animasi dan fitur yang ada di kedua software terebut.
  77. 77. SYARAT ISI MULTIMEDIA SYARAT DESAIN PEMBELAJARA N SYARAT REKAYASA PERANGKAT LUNAK SYARAT KOMUNIKASI VISUAL SYARAT POKO MEMBUAT MULTIMEDIA PEMBELJARAN
  78. 78. • Efektivitas Media Pembelajaran • Taraf Berpikir Siswa • Interaktivitas Media Pembelajaran • Ketersediaan Media Pembelajaran • Minat Siswa Terhadap Media Pembelajaran • Kemampuan Guru Menggunakan Media Pembelajaran • Alokasi Waktu • Fleksibelitas (kelenturan) Media Pembelajaran • Keamanan Penggunaan Media Pembelajaran • Kualitas Teknis Media Pembelajaran Prinsip-Prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
  79. 79. Alat pembelajaran Alat pembelajaran adalah setiap peralatan yang dapat menunjang efektivitas dan efisiensi pembelajaran DEFINISI KLASIFIKASI VISUAL AUDIO AUDIO VISUAL
  80. 80. Kesesuaian dengan tujuan pengajaran Ketepatan dalam memilih media pengajaran Objektifitas Program pengajaran Sasaran program Situasi dan kondisi Kualitas teknik Keefektifan dan efisiensi
  81. 81. PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN ALAT PENGAJARAN: Alat-alat yang dipilih harus sesuai dengan kematangan dan pengalaman anak/siswa Alat yang dipilih harus tepat, memadai, dan mudah digunakan Harus direncanakan dengan teliti dan diperiksa lebih dahulu Penggunaan alat peraga disertai kelanjutannya dengan diskusi, analisis, dan evaluasi Sesuai dengan batas kemampuan biaya.

×