Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Lilin Harapan

2,145 views

Published on

Published in: Spiritual
  • Be the first to comment

Lilin Harapan

  1. 1. Empat Lilin
  2. 2. Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.
  3. 3. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
  4. 4. Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.
  5. 5. Yang kedua berkata: “ Aku adalah Iman Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, Jadi tak ada lagi gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.
  6. 6. Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “ Aku adalah Cinta Aku tak mampu lagi untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.
  7. 7. Tanpa terduga... Seorang anak kecil masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Eh apa yang terjadi?! Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!” Lalu ia menangis tersedu-sedu.
  8. 8. Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata: “Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya: Akulah HARAPAN”
  9. 9. Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.
  10. 10. Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita....
  11. 11. ...dan masing-masing kita adalah alat, seperti anak kecil tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali budaya keluarga yang penuh Iman, Damai, Cinta dan Harapan
  12. 12. Setiap orang diantara kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia... Hal ini telah memberitahukan kepada Anda bagaimana cara menjadi garam dan terang dalam keluarga Anda... Yakni Ikut membangun budaya keluarga berbasis nilai
  13. 13. Tugas kita adalah tetap memberi cahaya, sekecil apapun dengan memberikan teladan hidup dalam segala hal Seperti Lilin-Lilin Kecil

×