Plugin panduan%20haji

1,584 views

Published on

haji merupakan rukun Islam yang kelima yang mensyaratkan adanya kemampuan materil dan imateril

Published in: Spiritual

Plugin panduan%20haji

  1. 1. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 1Panduan HAJIKhutwatan… khutwatan(Selangkah Demi Selangkah) Abdullah Haidir (Boleh Disebarluaskan, Tidak Boleh Dikomersilkan)
  2. 2. 2 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan j Salam PengantarAlhamdulillah, walau tertatih-tatih, buku panduan haji iniselesai kami susun. Tampak sangat ala kadarnya, karenanyakami tidak berpretensi buku ini menjadi rujukan satu-satunyabagi jamaah haji, tapi lebih sebagai pelengkap danpembanding dari referensi yang ada.Kami sangat berharap dan berterimakasih jika ada koreksiyang disampaikan apabila terdapat kekeliruan, atau masukandan usulan untuk melengkapi buku ini.Salam hangat untuk semua saudara kami di mana saja berada.Semoga, sebagaimana ibadah haji mempertemukan kaummuslimin dari berbagai penjuru dunia, hati kita juga selaludipertemukan dalam keimanan dan ketakwaan, sebelum kitadipertemukan di surga Allah kelak, aamiin. Riyadh, Syawwal 1430- September 2009 Akhukum wa muhibukum fillah, Akhuk Abdullah Haidir abu_rumaisha@hotmail.com
  3. 3. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 3 DAFTAR ISIKATA PENGANTARIBADAH HAJI, KHUTWATAN… KHUTWATAN(SELANGKAH DEMI SELANGKAH)- Miqat Makan dan Miqat Zamani -5- Mulai Ihram Di Miqat -6- Ihram Untuk Umrah Bagi Haji Tamattu dan Ihram Untuk Haji Bagi Haji Qiran dan Ifrad -8- Thawaf Dan SaI -13- Tahallul Bagi Haji Tamattu -22- Mulai Melakukan Amalan Haji Bagi Haji Tamattu -23- Pergi Ke Mina Pada Tanggal 8 Dzulhijjah dan Bermalam (Mabit) Di Sana padam Malam Tanggal 9 Dzulhijjah -23- Wukuf Di Arafah -25- Menuju Muzdalifah dan Bermalam Di Sana -29- Tanggal 10 Dzulhijjah; Menuju Mina (melontar, menyembelih hady, meggundul kepala, thawaf ifadhah) - 31- Tanggal 11 Dzulhijjah; Mabit Pada Malamnya Dan Melontar Pada Siangnya -38- Tanggal 12 Dzulhijjah; Mabit dan Melontar -40- Nafar Awal - 41
  4. 4. 4 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan- Tanggal 13 Dzulhijjah; Mabit Di Mina dan Melontar serta Nafar Tsani -42- Thawaf Wada -43SYARAT, RUKUN, WAJIB DAN SUNNAH HAJI -45BEBERAPA MASALAH TERKAIT DENGAN IHRAM -47BEBERAPA MASALAH YANG PERLU DIPERHATIKAN -53MASALAH DAM DALAM IBADAH HAJI – 59PANDUAN SHALAT DALAM SAFAR -63DOA DAN ZIKIR -67- Doa safar -67- Doa saat singgah di suatu tempat -68- Zikir pagi dan petang -69- Sayyidul Istighfar -73- Doa yang bersifat umum -74- Zikir setelah shalat fardhu -78- Doa istikharah -79SHALAT JENAZAH DAN ZIARAH KUBUR -81- Tata cara shalat jenazah -81- Tata cara ziarah ke masjid nabawi dan ke makam Rasulullah j -82- Salam untuk penghuni kubur -84- Doa dalam shalat jenazah 84
  5. 5. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 5 Panduan Haji Khutwatan… khutwatan (Selangkah demi selangkah)Miqat Makan dan Miqat Zamani• Memulai ibadah haji harus dilakukan pada waktu(miqat zamani) dan tempat (miqat makani) yangtelah ditetapkan.Waktunya adalah sejak tanggal satu Syawwal hinggasebelum masuk waktu Fajar pada tanggal 10Dzulhijjah.1Sedangkan tempatnya adalah miqat-miqat yang telahditetapkan, yaitu Dzul Hulaifah (Abyar Ali/Bir Ali),Rabigh (sebagai pengganti dari Juhfah), Yalamlam,dan Qarnal-Manazil (Sail Kabir), sesuai dengan arahkedatangan masing-masing jamaah haji. Miqat iniberlaku bagi orang yang tinggal di luar miqat,1. Seseorang dapat memulai ihram pada malam tersebut di Arafah, dan dia langsung dianggap telah wukuf. Lihat, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, 3/125.
  6. 6. 6 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatansedangkan bagi yang tinggal di dalam miqat, seperti diJedah atau Mekah, maka dia dapat memulai ihram ditempat kediamannya.1Mulai Ihram Di Miqat 2• Jika telah tiba di miqat, lakukan persiapan ihram,dengan mandi membasahi seluruh tubuh,3 kemudianbersuci.Disunnahkan bagi jamaah laki untuk memakaiwewangian di tubuhnya, bukan di kain ihramnya. 4Sebagaimana Aisyah radhiallahuanha memakaikanRasulullah j wewangian sebelum ihram.5Jamaah haji wanita yang sedang haid atau nifas jugatetap disunnahkan mandi, berdasarkan perintahRasulullah j kepada Asma binti Umais yang1. HR. Bukhari dan Muslim.2. Ada sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Muslim (lihat Shahih Muslim, no. 1218, Bab Hajjatun-Nabi j) dan lainnya dari shahabat Jabir bin Abdullah yang menceritakan tentang perjalanan haji Nabi j , dikenal dengan istilah Hajjatun-Nabi j. Perkara-perkara haji yang tidak disebutkan riwayatnya dalam buku ini, umumnya merujuk ke riwayat tersebut.3. HR. Tirmizi, no. 8304. Muttafaq alaih; HR. Bukhari, no. 1542, dan Muslim, no. 11775. Muttafaq alaih; HR. Bukhari, no. 1539, dan Muslim, no. 1189
  7. 7. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 7melahirkan saat tiba di Miqat untuk mandi. 1Karenanya, ihram tidak disyaratkan dilakukan dalamkeadaan suci, hanya dianjurkan saja. Prinsipnya, bagiwanita yang haid atau nifas dibolehkan melakukansemua amalan haji, kecuali thawaf. 2Pakaian ihram bagi laki-laki adalah dua helai kainyang disebut izaar (kain) dan rida (selendang) yangberwarna putih. Disunnahkan pula memakai sandal. 3Sedangkan bagi wanita, tidak ada pakaian khususdan warna khusus untuk ihram, yang penting menutupaurat dan memenuhi adab-adab berpakaian bagiwanita dalam Islam.Kekeliruan yang sering terjadi bagi jamaah laki-lakiadalah sudah membuka pundak kanan (idhtiba) sejakdi miqat, padahal yang diajarkan adalahmembukanya ketika hendak memulai thawaf qudum.Bagi jamaah wanita, sering terjadi merekamemaksakan memakai pakaian berwarna putihkarena meyakini keutamaannya. Kadang pakaianyang dikenakan sedikit transparan sehingga keluardari adab yang diperintahkan dalam ajaran Islam.1. HR. Muslim, no. 12182. HR. Abu Daud, no. 1744.3. HR. Ahmad, dishahihkan oleh Ahmad Syakir.
  8. 8. 8 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanSekali lagi, tidak ada sunnah khusus memakai pakaianberwarna putih bagi jamaah haji wanita saat ihram.• Saat persiapan ihram telah selesai, bersiap-siaplahmemulai ihram.Ihram lebih utama jika ditunaikan setelah selesai shalatfardhu, selain bagi wanita yang haid dan nifas,sebagaimana perbuatan Rasulullah j. Namun jikatidak memungkinkan, seseorang dapat shalat apa sajasesuai situasi dan kondisi, seperti shalat fardhu, shalatDhuha, Tahiyyatul Masjid, Shalat Witir, dsb. Akantetapi tidak ada shalat khusus sunnah ihram.• Lebih tepat dimulai ketika jamaah haji sudahberada di kendaraan dan kendaraan sudah mulaiberangkat dari miqat menuju Mekkah, sebagaimanaRasulullah j melakukannya ketika beliau sudah diatas ontanya dan bersiap berangkat menuju Mekah. 1Ihram Untuk Umrah Bagi Haji Tamattu danIhram Untuk Haji Bagi Haji Qiran dan Ifrad• Saat memulai ihram inilah anda menentukanmacam haji apa yang hendak anda laksanakan.1. Begitulah yang dilakukan Rasulullah saw dalam hadits Jabir bin Abdullah, riwayat Muslim.
  9. 9. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 9Untuk diketahui, ibadah haji itu ada tiga macam;Tamattu, Ifrad dan Qiran, dengan penejalasansebagai berikut;- Haji Tamattu’: yaitu berihram untuk umrah(dengan niat untuk haji Tamattu) pada bulan-bulanhaji (Syawwal, Dzul-qaidah dan sepuluh hari pertamabulan Dzul-hijjah). 1 Umrahnya diselesaikan padawaktu-waktu tersebut. Kemudian berihram untuk hajidari Mekkah atau sekitarnya pada hari Tarwiyah (tgl.8 Dzulhijjah) pada tahun umrahnya tersebut.Haji Qiran: berihram dengan niat untuk umrah danhaji sekaligus, dan terus berihram (tidak tahallul)kecuali pada hari nahr (tgl. 10 Dzul-hijjah, setelahmemenuhi syaratnya).Haji Ifrad: berihram untuk haji saja dan terusberihram (tidak tahallul) kecuali pada hari nahr (tgl. 10Dzul-hijjah, setelah memenuhi syaratnya).Ibadah haji yang lebih utama –sebagaimanadikuatkan sebagian ulama- adalah haji Tamattu’,1. Dengan demikian, jika ada orang yang niat haji Tamattu, namun umrahnya sebelum bulan Syawwal, maka umrahnya tidak dapat dikatagorikan haji Tamattu. Atau sebaliknya, jika ada orang yang umrah pada bulan-bulan haji, namun tidak niat untuk haji, maka umrahnya dianggap umrah biasa, dia tidak harus menunaikan haji, atau membayar dam karenanya.
  10. 10. 10 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatankarena Rasulullah j memerintahkan para shahabatuntuk Tamattu. Dan beliau j mengisyaratkan untukmelakukannya jika ada kesempatan pada tahunberikutnya. 1Haji Tamattu dan Qiran diwajibkan menyembelihhadyu (dam) bagi yang mampu mendapatkannyaatau membelinya. Jika tidak mampu dapat digantidengan berpuasa selama sepuluh hari; tiga hari saathaji, dan tujuh hari di negerinya, sebagaimanadiisyarakatkan dalam surat Al-Baqarah ayat 196.Haji Ifrad dan Qiran secara praktis tidak adaperbedan. Titik perbedaannya hanya pada niat saatihram, dan bahwa haji Qiran diwajibkan menyembelihhadyu, sedangkan haji Ifrad tidak diwajibkan.• Jika anda hendak melakukan haji Tamattu, makasejak di miqat tersebut anda niat ihram untuk umrahdalam hati, lalu ucapkan, Labbaika Umrotan1. HR. Bukhari dan Muslim. Rasulullah j melakukan haji Qiran, karena beliau membawa binatang hadyu dari Madinah, dan ketentuan bagi mereka yang membawa binatang hadyu dari negerinya adalah melakukan haji Qiran.
  11. 11. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 11• Jika hendak melakukan haji Ifrad, maka saatketika hendak memulai ihram, anda niat ihram untukhaji dalam hati, lalu ucapkan, Labbaikan hajjan• Sedangkan jika anda niat haji Qiran, maka ketikahendak memulai ihram, anda niat untuk haji danumrah dalam hati, lalu ucapkan, Labbaika umrotan wa hajjan• Bagi yang ingin melakukan haji untuk orang lain,cukup saat ihram dia niatkan dalam hati, dan ketikamengucapkan labbaik, ditambah dengan menyebutnama orang yang hendak diwakilkan. Misalnya jikaihram untuk umrah dia katakan, Labbaika umratanan ……………….. (lalu sebut nama orang tersebut).Seandainya lupa menyebutan namanya, sedangkananda sudah meniatkan sejak awal untuk orangtersebut, hal itu tidak mengapa dan haji anda untukorang tersebut tetap berlaku. Selebihnya pelaksanaanibadahnya sama.
  12. 12. 12 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan• Mewakilkan haji, syaratnya adalah bahwa orangyang mewakilkan sudah pernah haji sebelumnyauntuk dirinya sendiri. Sedangkan yang diwakilkanadalah orang muslim yang sudah wafat, atau orangyang secara fisik (seperti sangat tua atau sakit yangtidak ada harapan sembuh) tidak mampu melaksana-kan ibadah haji. Selain itu, tidak dapat diwakilkan.• Sekali ihram hanya berlaku untuk satu orang.Tidak boleh sekali ihram, untuk dirinya dan orang lain.• Setelah itu, anda berada dalam keadaan ihram,dan berlakulah larangan-laranagn ihram denganketentuan yang akan dijelaskan berikut. (Lihatlarangan-larangan ihram dan konsekwensinya dalamlampiran)• Setelah ihram, disunnahkan banyak membacatalbiah. Labbaikawloohumma labbaik, Labbaika laa syariika laka labbaik, innalhamda wannimata laka wal mulk, laa syariika lak
  13. 13. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 13Laki-laki disunnahkan bertalbiah dengan suara keras,1sedangkan bagi wanita cukup dengan suara yangterdengar oleh dirinya saja.Thawaf Dan Sai• Ketika tiba di Mekah, bersiap-siaplah menunaikanthawaf dan sai.• Bagi orang yang melakukan haji Tamattu, thawafdan sai yang dilakukan saat itu, thawafnya adalahthawaf Qudum, 2 dan sekaligus dapat dianggapsebagai thawaf rukun umrah yang harus dilakukanbagi haji Tamattu, sedangkan sainya juga rukunumrah, yang juga harus dilakukan bagi haji Tamattu.• Sedangkan bagi yang hajinya Ifrad dan Qiran,maka thawafnya dianggap sebagai thawaf Qudumsaja dan hukumnya sunnah yang kalau tidakdilakukan tidak apa-apa. Sedangkan sainya, jika dialakukan, dapat dianggap sebagai sai haji (sebab diasudah niat untuk haji), sehingga dia tidak perlu sai laginantinya. Kalau pun dia tidak sai saat itu, juga tidakmengapa dengan catatan dia harus menunaikan sainantinya setelah melaksanakan thawaf Ifadhah.1. HR. Abu Daud, no. 1814, Tirmizi, no. 829.2. Tawaf Qudum adalah thawaf sunnah saat pertama kali tiba di Mekah.
  14. 14. 14 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan• Bagi wanita yang mengalami haid tidak bolehthawaf, sebab syarat thawaf adalah suci dari hadats.Karena itu, bagi seorang wanita yang melakukan hajiTamattu, apabila datang haid sebelum diamelakukan thawaf umrah, maka baginya ada duapilihan;Pertama, jika masa pelaksanaan haji masih lama,sekiranya dia dapat menunggu hingga datangnya suci,maka dia dapat menunggu masa suci tersebut lalumenyempurnakan umrahnya.Kedua, jika masa pelaksanaan hajinya tinggal seharidua hari, sekiranya kemungkinan pada hari wukuf diArafah dirinya masih haid, maka dia dapat merubahniat Tamattunya menjadi Qiran, sehingga dia tidakdiharuskan melakukan thawaf saat itu. Sebagaimanaperintah Rasulullah j kepada Aisyah radhiallahuanhayang mengalami haid saat ihram. 1Adapun jika haidnya datang setelah thawaf, makatidak ada masalah baginya, dia dapat melakukansemua amalan haji lainnya keculai thawaf.• Sebelum thawaf, pastikan anda telah bersuci darihadats besar dan hadats kecil. Kemudian, karena ini1. Muttafaq alaih.
  15. 15. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 15adalah thawaf Qudum, disunnahkan bagi orang lakiuntuk melakukan idhtiba (membuka pundakkanannya) 1 dan raml (berjalan cepat dengan langkah-langkah pendek)2 pada tiga putaran pertama.• Thawaf dimulai dari Hajar Aswad, jikamemungkinkan, sebaiknya menciumnya, 3 ataumengusapnya dan menciup tangannya setelahmengusap.4 Jika tidak mungkin, cukup lambaikantangan saja dan tidak perlu mencium tangannya,5lalu ucapkan Bismillaahi wawloohu akbar"Dengan menyebut nama Allah, Allah Mahabesar"Jika ditambah dengan bacaan yang dibaca oleh IbnuUmar radhiallahuanhu, 6 tidak mengapa. Yaitubacaan,1. HR. Abu Daud, no. 1883, Tirmizi, no. 859. Ibnu Majah, no. 2954.2. Muttafaq alaih.3. Muttafaq alaih, Bukhari, no. 1605, Muslim, no. 12704. HR. Muslim, no. 1268.5. HR. Bukhari, no. 1613.6. HR. Thabrani dan Baihaqi dari Ibnu Abbas. Al-Haitsami berkata, para perawinya shahih.
  16. 16. 16 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan ¯ Awloohumma iimaanan bika, wa tashdiiqon bikitaabika, wa wafaaan biahdika, wattibaaan lisunnati nabiyyika Muhammadin shallallahu alaihi wa sallamYa Allah, dengan keimanan kepadamu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji kepada-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu, Muhammad j• Setelah itu mulailah berjalan untuk thawaf.• Thawaf dilakukan dalam keadan bersuci, ataudalam keadaan tidak memiliki hadats kecil maupunbesar. 11. Syaikhul Islam Ibnu Taimiah berpendapat bahwa thawaf hanya diharuskan suci dari hadats besar berdasarkan hadits Rasulullah j kepada Aisyah yang haid untuk tidak thawaf , sedangkan suci dari hadats kecil, bukan syarat sah thawaf. Pendapat ini dikuatkan oleh Syekh Ibnu Utsaimin, rahimahullah. Beliau berkata, thawaf dalam keadaan memiliki wudhu tidak diragukan lagi lebih utama dan lebih sempurna serta lebih sesuai dengan petunjuk Nabi j. Akan tetapi kadang-kadang seseorang terpaksa mengambil pendapat Syaikhul Islam, seperti misalnya jika wudhunya batal saat akhir thawaf sedangkan manusia penuh sesak, maka tidak layak berpendapat bahwa dia harus berwudhu sementara manusia sangat penuh sesak sedangkan nash yang ada tidak menunjukkan dengan jelas (wajibnya wudhu dalam thawaf). Seharusnya dicari yang lebih ringan dan memudahkan. Karena mengharuskan sesuatu yang berat tanpa dalil yang jelas, bertentangan dengan firman
  17. 17. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 17• Ketika thawaf, jadikan Ka’bah di sebelah kiri danlakukan sebanyak tujuh kali putaran. Jika beradadalam posisi sejajar dengan rukun Yamani (sudutKabah sebelum Hajar Aswad) hendaklahmengusapnya dengan tangan kanan -jikamemungkinkan- seraya mengucap: Bismillaahi wawloohu akbarNamun tidak usah menciumnya. Jika sulitmengusapnya, maka berlalulah dan teruskan thawaf.Tidak memberi isyarat dan bertakbir, karena haltersebut tidak terdapat riwayatnya dari Rasulullah j.• Adapun terhadap Hajar Aswad, setiap kali sejajardengannya hendaknya mengusap dan menciumnyaseraya bertakbir. Jika tidak mampu, cukup memberiisyarat dan bertakbir.• Disunnahkan memperbanyak zikir dan doa yangmampu dia baca dalam semua putaran. Tidakterdapat doa dan zikir khusus dalam thawaf, hanya Allah Taala dalam surat Al-Baqarah: 185. (Lihat Asy-Syarh Al-Mumti, 7/259-263)
  18. 18. 18 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatansaja di antara rukun Yamani dan Hajar Aswadhendaknya pada setiap kali putaran membaca:1 ª Robbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanah, wa-fil- aakhiroti hasanah wa-qinaa azaaban-naar• Thawaf diakhiri pada putaran ketujuh, ditutupdengan mengusap Hajar Aswad atau memberi isyaratserta bertakbir, sebagaimana rinciannya telah disebut-kan.• Setelah selesai Thawaf, pundak kanan bagi laki-laki kembali ditutup dengan kain ihram. Kemudian –setelah itu- menuju Maqam Ibrahim seraya membaca, ∩⊇⊄∈∪ ( ’~?|ÁãΒ zΟ↵Ïδ≡tö/Î) ÏΘ$s)¨Β ÏΒ (#ρä‹ÏƒB$#uρ ª Wattakhidzuu mim-maqoomi Ibroohima mushollaDan Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. (QS.Al-Baqarah: 125)21. HR. Abu Daud, no. 1892.2. HR. Muslim.
  19. 19. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 19Kemudian shalat dua rakaat di belakang MaqamIbrahim jika memungkinkan. Jika tidak mungkin,shalatlah di mana saja di dalam masjid.Pada rakaat pertama -setelah membaca surat al-Fatihah- membaca surat al-Kafirun, sedang padarakaat kedua membaca surat al-Ikhlas, itulah yanglebih utama. Adapun jika dia membaca surat yang laintidaklah mengapa. 1• Setelah salam hendaknya menuju Hajar Aswad danmengusapnya dengan tangan kanan jikamemungkinkan. Jika sulit, dapat langsung menujutempat sai.• Setelah itu, dia menuju Shafa, lalu mendakinyaatau berdiri di situ. Namun mendaki lebih utama.Pada saat mulai mendaki, hendaklah membacafirman Allah Ta’ala: ∩⊇∈∇∪ ( «!$# ̍Í←!$yèx© ÏΒ nορyϑø9$#uρ $x ¢Á9$# ¨β) u ö Î Inash-shofaa wal-marwata min syaaairillahSesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syiarAllah (QS. Al-Baqarah: 158)1. HR. Muslim.
  20. 20. 20 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan• Kemudian dalam posisi yang lebih tinggi lagi diShafa, disunnahkan menghadap Kiblat lalu bertahmiddan bertakbir seraya mengangkat kedua tanganuntuk berdoa, lalu membaca: K ªLaa ilaaha illawlooh, wawloohu-akbar, laa ilaahaillawloohu wahdahu laa syariika-lah, lahul-mulkuwalahul-hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir.Laa ilaaha illawloohu wahdah, anjaza wadah, wa nashoro abdah, wa hazamal-ahzaaba wahdahSetelah itu berdoa dengan doa yang dia inginkanseraya mengangkat kedua tangan. Zikir tersebutbeserta doa diulangi sebanyak tiga kali.• Setelah itu, turun dan berjalan menuju Marwa.Ketika tiba di tanda pertama (lampu hijau),disunnahkan bagi laki-laki untuk berlari hingga
  21. 21. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 21 1sampai ke tanda (lampu hijau) kedua, sedang bagiwanita tidak disyariatkan berlari.• Setelah itu berjalan lagi dan mendaki Marwa atauberdiri padanya, namun mendaki lebih utama jikamemungkinkan. Di Marwa, disunnahkan mengucap-kan serta melakukan hal yang sama seperti di Shafa,kecuali tidak membaca ayat terdahulu karena haltersebut hanya disyariatkan tatkala mendaki Shafapada putaran pertama.• Setelah itu turun dan berjalan di tempat dia harusberjalan, serta berjalan cepat ditempat yangdisyariatkan untuk ber-jalan cepat hingga sampai diShafa.• Begitu seterusnya, hal tersebut dilakukan selamatujuh kali putaran, perginya (Shafa-Marwa) dianggapsatu putaran, dan pulangnya (Marwa-Shafa)dianggap satu putaran. Dan putaran ketujuh berakhirdi Marwah. Tidak mengapa menggunakan kursi rodasaat sa’i, apalagi jika dibutuhkan.• Disunnahkan pada saat sa’i memperbanyak doadan zikir yang mudah baginya.1 . HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, no. 2764, Daruquthni, Al-Hakim, Baihaqi.
  22. 22. 22 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan• Hendaknya sa’i dilakukan dalam keadaan sucidari hadats besar atau kecil. Namun, jika dilakukandalam keadaan tidak suci, sa’inya tetap sah.Tahallul Bagi Haji Tamattu• Selesai thawaf dan sai, bagi mereka yang berhajiTamattu dapat bertahallul dengan menggundulkepalanya atau memendekkan rambutnya (jikawaktunya berdekatan dengan pelaksanaan haji,sebaiknya cukup dipendekkan saja), ini bagi laki-laki,sedangkan bagi wanita, cukup dengan memotongujung rambutnya seukuran ujung kuku (sekitar satuatau dua cm). Setelah itu mereka –yang Tamattu-bebas dari larangan-larangan ihram, sambil menungguwaktu pelaksanaan haji.Sedangkan bagi mereka yang berhaji Ifrad dan Qiran,dia tetap dalam ihramnya sampai tahallul setelahamalan-amalan haji.Mulai Melakukan Amalan Haji Bagi HajiTamattu• Ihram untuk haji bagi mereka yang melakukanhaji Tamattu sunnah dilakukan di pagi hari Tarwiyah,
  23. 23. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 23yaitu hari tanggal 8 Dzulhijjah, sebelum mataharitergelincir (sebelum masuk waktu Zuhur), di tempatsaat itu dia berada, di Mekah atau sekitarnya di tanahharam. Baik, jika diawali dengan mandi membasahiseluruh tubuhnya, dan memakai wewangian bagiorang laki di tubuhnya.• Setelah semua persiapan ihram telah siap, makalakukanlah niat ihram untuk haji, serayamengucapkan,• Sedangkan bagi yang melakukan haji Ifrad danQiran tidak ada ritual apa-apa bagi mereka.Pergi Ke Mina Pada Tanggal 8 Dzulhijjah danBermalam (Mabit) Di Sana padam MalamTanggal 9 Dzulhijjah• Setelah itu, pada hari itu juga, seluruh jamaah haji,baik yang Tamattu, Ifrad dan Qiran, disunnahkanmenuju Mina seraya membaca talbiah, lalu mabit disana. Mabit pada malam tanggal 9 Dzulhijjah adalahsunnah.
  24. 24. 24 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan• Selama di Mina, cara shalat yang disunnahkanadalah dengan qashar tanpa jama. Maksudnya shalatyang empat rakaat dilakukan dua rakaat dan padawaktunya masing-masing.Sebagian jamaah haji, pada tanggal 8 tersebut adayang langsung menuju Arafah, hal itu tidak mengapa,namun dia meninggalkan sunnah. Dan di Arafah padamalam tanggal sembilan tidak ada ibadah khusus danbelum dianggap wukuf.• Mabit di Mina pada malam tanggal sembilan,berlangsung sampai terbit fajar dan shalat Shubuh diMina. Selesai shalat Shubuh bersiap-siap berangkatmenuju Arafah.Pertimbangan teknis biasanya membuat sebagianjamaah harus berangkat ke Arafah sebelum Shubuh.Mengikuti arahan rombongan, akan lebih baik.• Sebelum berangkat ke Arafah, sebaiknya disadari,bahwa meskipun jaraknya dekat dan hanyamemakan waktu sehari atau dua hari, namun andaakan melalui perjalanan yang cukup berat, karenakepadatan manusia yang luar biasa. Sebab ibadahwukuf adalah ibadah yang semua jamaah hajiberkumpul pada waktu dan tempat yang sama danterbatas.
  25. 25. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 25Karena itu bekalilah diri dengan kesabaran yangprima, tawakkal dan doa memohon kemudahan.Berikutnya lakukan antisipasi dengan baik, sepertimakan sebelum berangkat. Jangan sekali-kaliberangkat dalam keadaan perut kosong. Perhatikanpula kualitas makanan agar tidak mengganggu perutanda di perjalanan.Bawa pula bekal makanan ringan seperti biscuit atumakanan kering lainnya, dan jangan lupa membawaair mineral. Juga bawa tikar kecil untuk nantibermalam di Muzdalifah. Jangan lupa pula obat-obatan khusus, jika anda memiliki penyakit khusus,atau obat-obatan standar seperti Panadol dansemacamnya. Hand phone boleh jadi sangat penting.Persiapkan agar kondisi batereinya full, bahkan kalauperlu menyiapkan baterei cadangan. Masker jugaboleh jadi sangat diperlukan. Jangan lupa pulamembaca buku doa dan zikirWukuf Di Arafah (Tgl. 9 Dzulhijjah)• Setelah tiba di Arafah, bersiap-siaplah melakukanwukuf; Rukun haji yang paling besar dan palingutama. Sebelumnya pastikan anda sudah berada diarea arafah dengan melihat tanda-tanda yang ada.
  26. 26. 26 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanWukuf di Arafah adalah rukun haji yang paling utama,sehingga Rasulullah j bersabda, "Haji adalah (wukuf)di Arafah." 1• Wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari, atausejak masuknya waktu Zuhur. Dimulai denganmendengarkan khutbah, lalu mengumandangkanazan, kemudian iqamah, setelah itu lakukan shalatZuhur dua rakaat, kemudian iqamah lagi, lalulakukan shalat Ashar dua rakaat, dengan cara qashardan jama pada waktu Zuhur (jama taqdim).• Selesai shalat Zuhur dan Ashar, hadapkan diri andake arah kiblat, lalu perbanyaklah membaca doa, zikir,tilawatul quran. Karena doa yang paling utamaadalah doa pada hari Arafah. 2Saat itu anda berada di tempat dan waktu yangsangat berharga dan sangat mustajabah. Saat itu Allahmembanggakan hamba-hamba-Nya yang datangdari berbagai penjuru memenuhi panggilan-Nya, 3karenanya Dia akan memenuhi apa yang merekaminta dan mengampuni orang-orang yang bertaubat.Maka, jangan lewatkan waktu-waktu anda yang1. HR. Abu Daud.2. HR. Tirmizi, no. 3585.3. HR. Thabrani
  27. 27. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 27sangat berharga tersebut dengan hal-hal yang sepele,seperti jalan kesana kemari, belanja atau poto sana-sini. Manfaatkan dengan banyak beribadah.Jika merasa letih anda boleh istirahat sebentar, atauanda makan dan minum untuk mengembalikanstamina.• Bacaan yang paling utama dibaca adalah; Laa ilaaha illawloohu wahdahu laa syariikalah, lahul-mulku walahul-hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir 1• Upayakan untuk membaca doa dan zikir yangtelah ada ketetapannya dalam Al-Quran dan Sunnah.Perbanyaklah membacanya dengan khusyu danpenuh penghayatan, begitu pula dengan zikir dandoa-doa yang lain. Tidak ada batasan jumlah yangdibaca. Jangan lupa doakan orang-orang terdekatdengan kita, dan kaum muslimin secara umum,khususnya mereka yang tertimpa kemalangan. Jika1 . HR. Tirmizi, no. 3585.
  28. 28. 28 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatananda letih duduk, anda dapat berdiri, atau mencaritempat lebih sepi untuk berdoa. Boleh pula andawukuf di atas kendaraan, sebagaimana Rasulullah jwukuf di atas ontanya.• Wukuf dapat terlaksana minimal dengan berdiamsebentar di Arafah setelah matahari tergelincir padatanggal 9 Dzulhijjah, namun wajibnya dia berdiam diArafah adalah hingga matahari terbenam.1 Namunwaktu wukuf masih terbuka hingga waktu fajartanggal 10 Dzulhijjah. 2• Ketika matahari terbenam pada hari Arafah,bersiap-siaplah berangkat ke Muzdalifah untuk mabitpada malam tanggal 10 Dzulhijjah.1. Maksudunya, jika seseorang wukuf setelah Zuhur, lalu meninggalkan Arafah sebelum Maghrib, maka dia sudah mendapatkan rukun haji, namun meninggalkan wajib haji, karenanya harus membayar dam.2. Itu artinya, jamaah haji yang baru datang ke Arafah pada waktu malam, dia mendapatkan wukuf di Arafah, dan tidak terkena kewajiban membayar dam.
  29. 29. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 29Menuju Muzdalifah 1 dan Bermalam Di Sana• Ketika matahari terbenam, atau ketika waktuMaghrib tiba, jamaah haji meninggalkan Arafahmenuju Muzdalifah, dengan harapan tiba diMuzdalifah pada pertengahan malam. Lalu setibanyadi sana segera lakukan shalat Maghrib dan Isya dengancara jama dan qashar. Lakukan azan, kemudianiqamah, lalu shalat Maghrib tiga rakaat, lalu iqamahlagi, kemudian shalat Isya dua rakaat. Setelah ituistirahat hingga masuk waktu Fajar.Adapun sekedar turun di Muzdalifah untuk mencaribatu, kemudian langsung pergi meninggalkannyamenuju Mina atau Mekah, itu bukan manasik yangdicontohkan Rasulullah j kepada kita. Apalagi jikatidak ada uzur padanya.Secara teknis masalah keberangkatan dari Arafah keMuzdalifah sangat tergantung dengan keadaan, arusmanusia dan kendaraan yang sangat padat danberjubel membuat kita harus ekstra sabar. Begitu puladi Muzdalifah fasiliasnya apa adanya, umumnya tidak1. Sekedar informasi, Muzdalifah, disebut juga dengan Masyaril Haram, karena dia masuk wilayah tanah haram, sedangkan Arafah disebut sebagai Masyaril Halal, karena dia termasuk tanah halal. Muzdalifah disebut juga Juma ( ) karena tempat ini pada masa jahiliah adalah tempat berkumpul jamaah haji sebagai pengganti Arafah.
  30. 30. 30 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatanada tenda dan alas. Tidak ada ibadah khusus ketikamabit di Muzdalifah. Sebaiknya setelah shalat dankeperluan pribadi, segera tidur untuk istirahat danmengembalikan stamina.• Mabit di Muzdalifah hingga fajar adalah wajib haji,namun dibolehkan bagi mereka yang sakit atau lemahuntuk meninggalkan Muzdalifah pada waktu malamsebelum Fajar. Bagi yang sehat dan tidak adahalangan hendaknya dia bermalam di Muzdalifahhingga Fajar. Dengan fasilitas apa adanya, mabit diMuzdalifah memang berat, namun justeru disanalahkita dapat merasakan kenikmatan beribadah haji jikasesuai dengan tuntunan dan ajaran Rasulullah j.• Setelah masuk waktu Fajar lakukan shalat Fajar,bagi laki-laki usahakan shalat dengan berjamaah,setelah itu baca zikir-zikir yang disyariatkan. Setelahitu angkat kedua tangan anda berdoalah sebanyak-banyaknya kepada Allah hingga hari mulai terang,sebagaimana yang dilakukan Rasulullah j. Dansebelum matahari terbit, berangkatlah menuju Mina.• Mengenai batu kerikil untuk melontar jumrah,tidak harus diambil di Muzdalifah, dapat juga di ambildi Mina atau di mana saja di tanah haram. Namunjika sudah anda siapkan sejak di Muzdalifah akan lebihbaik dan lebih mudah.
  31. 31. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 31Ukuran batu kerikil tidak terlalu besar dan tidakterlalu kecil. Kurang lebih ukuran setengah dari bijikelereng, standarnya batu tersebut dapat disentildengan jari. Tidak juga disyariatkan untuk mencucibatu tersebut, karena tidak ada contohnya dariRasulullah j.Tanggal 10 Dzulhijjah; Menuju Mina• Tanggal 10 Dzulhijjah adalah hari Idul Adha,namun bagi jamaah haji, pada hari tersebut tidakmelakukan shalat Id, tapi ada beberapa amalan hajiyang dilakukan,Amalan bagi jamaah haji yang melakukan Ifradadalah; Melontar jumrah Aqabah, menggundul kepalaatau memendekkan rambut, thawaf ifadhah dan sai(jika belum sai pada thawaf Qudum lalu, kalau sudahsai sebelumnya, tidak perlu sai lagi).Sedangkan bagi yang melakukan haji Tamattu danQiran, selain melakukan amalan yang dilakukanjamaah haji Ifrad, ditambah dengan menyembelihseekor kambing jika mampu sebagai hadyu, atau lebihdikenal sebagai dam. Namun jika tidak mampumendapatkannya atau membelinya, kewajibantersebut dapat diganti dengan puasa sepuluh hari; tiga
  32. 32. 32 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatanhari pasa saat haji, dan tujuh hari di kampunghalaman. 1Bagi yang melaksanakan haji Tamattu, dia harusmenunaikan sai haji setelah thawaf Ifadhah.Sedangkan bagi haji Qiran, seperti Ifrad, jika sudahmenunaikan sai sebelumnya setelah thawaf Qudum,maka dia tidak perlu sai lagi. Tapi jika belum sai,maka dia harus menunaian sai haji tersebut.• Urutan amalan haji pada hari itu berdasarkansunnah nabi adalah, - Melontar Jumrah Aqabah - Menyembelih seekor kambing (hadyu) bagi haji Tamattu dan Qiran, - Menggundul kepala atau memendekkan rambut, baik laki-laki, sedangkan bagi wanita menggunting rambut seukuran ujung jari. - Thawaf ifadhah - Sai, kecuali jika telah melakukan sai bagi haji Ifrad dan Tamattu.• Namun berdasarkan petunjuk nabi pula, amalan-amalan di atas pada hari itu dapat dimundur-majukan, misalnya seseorang thawaf dahulu baru1 . QS. Al-Baqarah: 196
  33. 33. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 33kemudian dia melontar, atau cukur dahulu baru diamelontar, hal tersebut tidak mengapa. 1• Jika seorang jamaah haji telah melakukan dua daritiga perbuatan berikut; Melontar Jumrah, menggundulatau memendekkan serta thawaf dan sai, maka diatelah mendapatkan tahallul awwal, dan jikasemuanya telah dilaksanakan, maka anda sudahmendapatkan tahallul tsani.Tahallul awwal adalah anda terbebas dari larangan-larangan ihram, kecuali berhubungan intim denganisteri. Maka anda sudah boleh mandi dengan memakaiwewangian dan mengenakan pakaian biasa.Sedangkan tahallul tsani, adalah dibebaskannyajamaah haji dari seluruh larangan ihram termasukberhubungan intim dengan isteri.• Secara teknis, pelaksanaan masing-masing amalandi atas sangat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.Bukan langkah bijak mengejar keutamaan jika harusmengorbankan keselamatan dan keamanan diri,selama di sana masih ada keleluasaan dalam syariat.1. Muttafaq alaih; Bukhari, no. 1736, dan Muslim, no. 1306. Terkenal ucapan beliau tentang masalah tersebut, yaitu, Ifal walaa haraj (lakukan saja, tidak apa-apa).
  34. 34. 34 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan• Melontar jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah lebihutama dilakukan di pagi hari waktu Dhuha dan hanyamelontar di satu jumrah dengan tujuh lontaran, yaitujumrah Aqabah (jika datang dari arah Mina atauMuzdalifah, letaknya yang paling ujung). Namun jikadiperkirakan jamarat (tempat pelontaran) penuhsesak, atau tubuh kurang fit, maka melontar dapatditunda di siang hari, atau sore hari, atau boleh jugamalam hari. Namun lebih hati-hati jika melontarpada siang hari. 1• Melontar jumrah Aqabah yang paling utamaadalah dari sebelah kiri, jika anda datang dari arahMina dan Muzdalifah, atau menjadikan arah kiblat disebelah kiri anda dan arah Mina-Muzdalifah di sebalahkanan anda. Namun dari arah mana saja boleh.• Perlu diketahui, bahwa dalam melontar, yangpaling penting adalah agar batu tersebut jatuh kedalam wadah penampung batu, bukan harusmengenai tembok. Lakukanlah melontar dengantenang, satu demi satu, tidak sekaligus dan tidakterburu-buru serta emosi berlebihan, tapi bacalahAllahu Akbar setiap lontaran. Karena, seperti halnyathawaf dan sai, melontar sebagaimana dikatakan1 . Perhatikan Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 11/281-282, no. 1696,
  35. 35. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 35Aisyah radhiallahanha disyariatkan untuk berzikirkepada Allah. 1• Yang juga perlu diketahui bahwa melontar dapatdiwakilkan, jika seorang jamaah haji merasa sakit ataulemah atau halangan lainnya. Dengan catatan yangmewakilkan adalah orang yang sedang melaksanakanhaji, dan dia mewakilkan atas seizinnya. Caranya,orang yang mewakilkan, melontar untuk dirinyadahulu, baru dia melontar untuk orang yangdiwakilkan. Adapun orang yang tidak memilikihalangan, tidak boleh diwakilkan. 2 Melontar tidakboleh sekaligus dengan tujuh batu, tapi satu demi satu.Kalau ada yang melontar sekaligus dengan tujuh batu,itu dianggap satu lontaran.• Dari segi teknis, ketika anda kembali dari tempatjumrah, perhatikan dari arah mana anda datang, agartidak tersasar.Berdasarkan pengalaman, banyak jamaah haji yangtersasar ketika kembali setelah melontar jumrah.Karenanya ketika berangkat, perhatikan jalan yanganda lalui agar ketika pulang menempuh jalan yangsama. Meskipun sekedar masalah teknis, namun jika1. HR. Ahmad dan Abu Daud.2. Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, no. 501
  36. 36. 36 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatantersasar cukup lama akan sangat mengganggukekhusyuan ibadah anda.Sebab apabila tersesat, anda bisa berjalan berpuluh-puluh kilo meter tanpa tujuan jelas, dan tentu sajadapat mengganggu kondisi fisik dan kejiwaan. Karenaitu, setelah melontar jumrah Aqabah, kalau belummengerti betul jalan yang akan ditempuh, sebaiknyajangan langsung jalan, perhatikan dahulu jalan-jalanyang tampak, atau perhatikan rambu-rambu jalan,atau bertanya kepada petugas.• Menyembelih hadyu (dam) untuk haji Tamattudan Qiran, dapat dilakukan dengan menyembelihseekor kambing untuk satu orang, lebih utama lagi jikamenyembelih seekor onta yang dapat berlaku untuktujuh orang.Waktu menyembelih berdasarkan pendapat yangpaling kuat, berlaku sejak hari Idul Adha, tanggal 10Dzulhijjah setelah shalat Id atau diperkirakandemikian, hingga tanggal 13 Dzulhijjah. Semakin cepatsemakin baik. Tempat penyembelihan harus di tanahharam. Dagingnya dibagikan kepada kaum fakir ditanah haram, dan boleh dimakan sendiri sebagiannya.• Menggundul rambut atau memendekkannya tidakidentik dengan tahallul. Dia adalah ibadah khususdalam haji yang di syariatkan sejak tanggal 10
  37. 37. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 37Dzulhijjah. Boleh jadi seseorang belum menggundulrambutnya namun dia sudah tahallul awal, kalaumisalnya dia sudah melontar dan thawaf ifadah. Atauboleh jadi dia sudah menggundul kepalanya namunbelum tahallul, kalau misalnya baru melaksanakan haltersebut dan belum melakukan kewajiban lainnya.Namun urutan yang paling baik adalah, melontar lalumenggundul kepala atau memendekkannya bagi laki-laki, dan memotong rambut seukuran ujung jari bagiwanita, setelah itu tahallul awwal. Sebagaimana haditstentang hal tersebut. 1• Thawaf ifadah dapat dilakukan sejak tanggal 10Dzulhijjah hinga akhir Dzulhijjah setelah wukuf diArafah dan mabit di Muzdalifah. Hukumnya rukunhaji. Semakin cepat dilakukan semakin baik. Bahkandibolehkan bagi jamaah haji untuk melakukan thawafIfadhah sekaligus dengan tawaf Wada (dalam satukali thawaf dapat diniatkan sebagai thawaf Ifadah,juga dapat dianggap sebagai thawaf Wada). Setelahitu jangn lupa lakukan sai, bagi haji Tamattu, dan hajiQiran serta Ifrad, jika dia belum sai saat tawaf Qudumsebelumnya.1. "Jika kalian telah melontar dan menggundul kepala, maka telah halal bagi kalian kecuali masalah wanita." HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, no. 2937.
  38. 38. 38 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan• Problem sering terjadi bagi kaum wanita yangmengalami haidh sebelum thawaf ifadhah. Jika masihmungkin menunggu, maka dia harus menungguhingga suci. Jika tidak mungkin dan dia harus pulangke tempat tinggalnya, namun mudah baginya kembalike Mekah (seperti yang tinggal di Jedah) maka diaboleh pulang, dan ketika suci kembali ke Mekah untukthawaf Ifadah, dengan catatan dia tidak boleh bergauldengan suaminya karena belum tahallul kedua. Kalausulit baginya menunggu, dan sulit pula jika sudahpulang ke negerinya untuk kembali lagi ke Mekah,maka dia boleh thawaf dalam keadaan seperti itu.Hendaknya dia mandi, lalu membalut kemaluannya,kemudian lakukan thawaf. 1Tanggal 11 Dzulhijjah; Mabit Pada MalamnyaDan Melontar Pada Siangnya• Malam tangga 11 Dzulhijjah melakukan mabit diMina, hukumnya wajib. Sunnahnya jamaah haji tetapberada di Mina sepanjang siang dan malam,sebagaimana dilakukan Rasulullah j. Namun mabitdi Mina dapat teraih jika seorang jamaah haji berada1. 60 Suaalan fi ahkamil haidh wan-Nifash, Syekh Ibnu Utsaimin, rahimahullah.
  39. 39. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 39di Mina dan mendapatkan sebagian besar waktumalamnya di sana. Jika diperkirakan waktu malam,antar Maghrib hingga terbit Fajar berlangsung selama12 jam, maka jika dia berada di Mina lebih dari enamjam pada malam tersebut, dia telah dianggap mabit.• Keesokan harinya tanggal 11 Dzulhijjah, melontarjumrah. Jumrah yang dilontar adalah ketiga-tiganya;dimulai dai Jumrah Ula, kemudian Wushtha, laluAqabah.• Melontar pada tanggal 11, 12 dan 13, dimulai sejakmatahari tergelincir atau masuk waktu Zuhur. Waktuyang paling utama adalah saat matahari tergelincir.Namun jangan memaksakan jika kondisinya sangatberdesakan atau fisik anda tidak fit. Cari waktuberikutnya, selepas Ashar, atau malam hari juga tidakmengapa. Namun waktu siang lebih baik dan lebihhati-hati. Khususnya sekarang tempat jumrah telahdibangun bertingkat lima dan diperluas, insya Allahtidak terlalu mengkhawatirkan.• Melontar jumrah adalah ibadah dan zikir kepadaAllah, tidak perlu melontar dengan emosi seakan-akanmelempar setan. Lakukan dengan khusyu dan iringidengan zikir, yaitu membaca Allah Akbar pada setiaplontaran. Pastikan batu yang kita lontar masuk kekubangan.
  40. 40. 40 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan• Sehabis melontar pada jumrah ula, janganlangsung berangkat ke jumrah wustha. Menepilahsebentar, hadapkan wajah ke kiblat, lalu angkattangan anda untuk berdoa memohon segala kebaikandan berlindung dari segala keburukan kepada AllahTaala. Tidak ada doa khusus, baca doa apa saja yangbaik. Mestinya disunnahkan berdoa yang lama di sanasebagaimana Rasulullah j lakukan, namun jikakondisi sangat sesak, sebaiknya pertimbangkankeadaan.• Setelah berdoa, anda menuju jumrah wustha(berada di tengah), lakukan hal yang sama hinggaselesai berdoa. Kemudian menuju jumrah Aqabah.Namun selesai melontar, tidak perlu berdoa lagi, akantetapi langsung meninggalkan tempat jumrah. 1Tanggal 12 Dzulhijjah; Mabit dan Melontar• Pada malam ke 12, jamaah haji mabit lagi di Mina.Kemudian pada siang harinya, kembali melontarketiga jumrah seperti sebelumnya.1 . HR. Bukhari.
  41. 41. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 41Nafar Awal• Bagi jamaah haji yang ingin cepat-cepat keluardari Mina, dapat menjadikan hari tersebut sebagai hariterakhir rangkaian ibadahnya di Mina, sebagaimanadiisyarakatkan dalam surat Al-Baqarah ayat 203.Syaratnya dia harus sudah meninggalkan Minasebelum Maghrib. Karenanya melontar jumrah baginyatidak dapat ditunda sampai malam. Sebelum Maghribdia harus sudah melontar dan meninggalkan Mina. Halini disebut sebagai Nafar Awal.Orang yang melakukan nafar awal tidak diwajibkanlagi mabit pada malam tanggal 13 Dzulhijjah, jugatidak diwajibkan melontar pada keesokan harinya.Tapi jika dia masih berada di Mina setelah Maghrib,maka dia harus bermalam di Mina pada malam ketigabelasnya dan melontar keesokan harinya. Kecuali jikadia sudah rapikan barang sebelum maghrib untukberangkat namun karena macet atau sebab lain diaterhalang sehingga masih tetap berada di Mina setelahMaghrib, maka tidak mengapa baginya mengambilnafar awal.
  42. 42. 42 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanCatatan; Konsekwensi dari hukum ini, melontar jumrahdi siang hari pada tanggal 12 Zulhijjah,1 khususnyaselepas Zuhur akan sangat padat sekali. Karena itu,jika anda ingin memilih hal ini, persiapkan diri denganbaik dan jaga kondisi agar terus fit.Tanggal 13 Dzulhijjah; Mabit Di Mina danMelontar serta Nafar Tsani• Bagi yang ingin terus berada di Mina pada malamtanggal 13 dan melontar keesokan harinya, maka diaharus mabit pada malam harinya dan melontar padakeesokan harinya. Hal ini disebut sebagai Nafar Tsani,dan ini yang lebih utama.• Jika jamaah haji telah melaksanakan agendamanasik haji di Mina dan dia telah melakukan thawafIfadah dan sai haji, maka tinggal satu kewajiban lagiyang harus dia lakukan, yaitu thawaf Wada.Jika dia belum melakukan thawaf Ifadah dan sai haji,maka dia harus thawaf Ifadah dan sai haji dahulu.1 . Beberapa tahun yang lalu, jika kita sering mendengar terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di jamarat, umumnya hal terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah di waktu pagi, dan 12 Dzulhijjah di waktu siang. Namun alhamdulillah, dua tahun terakhir ini relative aman setelah bangunan jamarat dipugar lebih besar dan lebih luas.
  43. 43. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 43Thawaf Wada• Thawaf Wada ini hukumnya wajib bagi jamaahhaji. Dilakukan apabila dia hendak meninggalkanMekah pulang ke tempat kediamannya. Jadi, kalaudia masih lama tinggal di Mekkah sambil menunggukepulangan, tunggu thawaf Wadanya hinggamenjelang kepulangannya.• Thawaf dilakukan dengan ketentuan seperti biasadan diakhiri dengan shalat sunnah thawaf dua rakaat.Tanpa sai. Akan tetapi bagi wanita yang haid ataunifas, jika tidak dapat menunggu masa suci dan diaharus segera pulang ke tempat kediamannya sebelumsuci, maka tidak mengapa dia meninggalkan Mekahtanpa thawaf Wada dan tidak ada kewajiban apa-apa baginya. 1• Jika seorang jamaah haji belum melakukan thawafifadhah kecuali saat hendak meninggalkan Mekah,kemudian dia mencukupkan dengan thawaf Wadasaja, hal itu sudah cukup (sudah dianggap Ifadhah),meskipun setelah itu dia harus Sai, sebagaimanamungkin terjadi pada haji Tamattu. Namun jika dia1 . Muttafaq alaih; HR. Bukhari, no. 1755, dan Muslim, no. 1328
  44. 44. 44 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatanthawaf lagi yang kedua khusus untuk Wada, itu lebihbaik dan lebih utama. 1Setelah itu, selesailah ibadah haji anda, semogamenjadi haji Mabrur, yang diterima dan diridai AllahTaala.1 . Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, no. 7141
  45. 45. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 45 SYARAT, RUKUN, WAJIB DAN SUNNAH HAJISyarat Wajib HajiSyarat adalah sesuatu yang harus ada apabila kitahendak melakukan sebuah kewajiban dalam agama.Syarat ada yang bersifat umum, dan ada yang bersifatkhusus. Yang bersifat umum adalah; Islam, baligh,berakal. Sedangkan yang bersifat khusus adalah;Istithaah (mampu), baik dari sisi biaya, fisik maupunkeamanan di jalan.Rukun Haji,Rukun haji adalah sesuatu yang harus diwujudkandalam pelaksanaan ibadah haji dan tidak dapatditinggalkan, baik disengaja atau tidak disengaja, jugatidak dapat diganti dengan dam atau lainnya. Maka,jika meninggalkannya, hajinya dianggap tidak sah.Rukun haji adalah; Ihram, Thawaf, Sai dan Wukuf diArafah.
  46. 46. 46 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanWajib Haji,Wajib haji adalah perkara yang harus dilaksanakandalam ibadah haji. Namun jika perkara tersebut tidakdilaksanakan, dia diharuskan membayar dam berupamenyembelih seekor kambing, atau kalau tidakmampu, berpuasa sepuluh hari; tiga hari di tanahharam, tujuh hari di kampung halamannya. Danhajinya tetap sah.Wajib haji adalah; Niat ihram dari miqat, wuqufhingga matahari terbenam, mabit di Muzdalifah padamalam sepuluh Dzulhijjah, melontar jumrah, mabit diMina pada malam sebelas, dua belas dan tiga belas,thawaf wada.Sunnah HajiDianjurkan untuk dilakukan dengan janji pahala dankeutamaan. Namun jika tidak dilakukan tidakberdosa dan tidak berdampak apa-apa.Sunnah haji di antaranya; Memakai kain ihram putihdan wewangian di tubuhnya sebelum memulai ihrambagi laki-laki, bertalbiah saat ihram, bermalam diMina pada malam tanggal sembilan Dzulhijjah, danlain-lain sebagaimana disebutkan dalam uraian.
  47. 47. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 47 BEBERAPA MASALAH TERKAIT DENGAN IHRAM• Saat ihram, seseorang baik laki maupun perempuan,dilarang mencabut atau memotong rambut dan kukunya,memakai wewangian, meminang, menikah ataumenikahkan, bercumbu, berjima dan membunuh binatangburuan.Khusus bagi laki-laki, dilarang menutup kepalanya (peci,sorban, kain, dll) juga dilarang mengenakan sesuatu berjahityang dapat menutup salah satu anggota badan.Khusus bagi wanita, dilarang memakai niqab (tutup mukayang tampak kedua matanya) dan sarung tangan.• Larangan-larangan dalam ihram jika dilanggar dengansengaja, tidak dipaksa, dan tahu akan ilmunya, masing-masing memiliki konsekwensi tersendiri. Tapi jika dilakukankarena lupa, dipaksa atau karena tidak tahu ilmunya,maka tidak ada konsekwensi apa-apa.Pelanggaran berupa Mencukur rambut, memotong kuku,menggunakan wewangian, memakai pakaian berjahitadalah membayar fidyah, yaitu memilih antara puasa tigahari, memberi makan setengah sha (kurang lebih 1,5 liter)untuk enam orang miskin di Mekah atau menyembelihseekor kambing.
  48. 48. 48 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanPelanggaran berupa menikah dan menikahkanmenyebabkan pernikahannya batal. Wajib baginya ber-taubat dan mohon ampunan Allah.Pelanggaran berupa memburu binatang buruan adalahdengan menggantinya dengan binatang yang sama ataumenggantinya dalam harga yang senilai.Pelanggaran berupa berjimak, jika dilakukan sebelumtahallul awal membuat hajinya batal dan dia harusmenyembelih seekor onta, namun dia tetap harusmenyempurnakan hajinya dan mengganti hajinya yangbatal pada waktu berikutnya.• Bagi laki-laki dibolehkan mengenakan sandal kulit,sabuk, jam tangan, tas pinggang, tali hp yang dikalungkan.Itu semua tidak termasuk pakaian berjahit yang dilarang(meskipun ada jahitannya). Yang dilarang adalah pakaianyang dijahit untuk menutup salah satu anggota badan,misalnya pakaian dalam, kaos kaki, sepatu yang menutuptelapak kaki, atau sarung tangan.• Wanita yang di sekelilingnya terdapat laki-laki nonmahram (jika dia berpendapat bahwa muka adalahaurat), dapat menutup mukanya dengan menjulurkan kaindi atasnya, berdasarkan perbuatan Aisyah radhiallahuanha.• Saat ihram, seseorang boleh mandi, namun dia harusmenghindari wewangian. Diapun pun boleh mengganti kainihramnya atau bajunya bagi wanita, boleh juga mencucinya
  49. 49. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 49jika kotor atau terkena najis dengan menghindariwewangian.Dibolehkan pula bagi orang yang ihram untuk menyisirrambutnya dengan hati-hati agar jangan ada rambutnyayang rontok karena disisir. Kalaupun ada yang rontok tanpadia sengaja maka tidak ada konsekwensi apa-apa baginya.• Tahiyyatul-masjid (penghormatan terhadap masjid) diMasjidil Haram bagi orang yang sedang ihram adalahthawaf. Jadi, dia tidak perlu shalat Tahiyyatul-masjid, akantetap langsung thawaf. Adapun selain ihram, jika niatnyahendak duduk beribadah, maka tahiyatul masjidnyaadalah melakukan shalat dua rakaat seperti di masjid lain,dan jika niatnya hendak thawaf sunnah, maka tahiyyatulmasjidnya adalah thawaf itu sendiri.• Dibolehkan bagi wanita mengkonsumsi pil penundahaid jika khawatir datang haid saat ihram, sepanjang haltersebut tidak membahayakan dirinya.
  50. 50. 50 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanMASALAH DAM DALAM IBADAH HAJI Banyak yang memiliki pemahaman rancu tentangmasalah dam dalam ibadah haji. Berikut penjelasan singkattentang masalah dam. Semoga dapat dipahami. Dam adalah hewan yang disembelih terkait denganibadah haji atau umrah, baik karena murni semata-mataibadah, maupun karena ada pelanggaran yang dilakukan. Ada orang yang secara sederhana mengartikan damadalah denda. Pemahaman ini tidak seluruhnya salah,namun juga tidak benar secara mutlak. Karenasebagaimana keterangan berikut, dam ada yang berartidenda, ada juga yang bersifat ibadah murni. Dam ada dua macam: 1- Dam Tamattau atau Qiran, 2-Dam karena melakukan larangan ihram ataumeninggalkan wajib haji.I- Dam Tamattu’ atau Qiran Dam dalam bentuk ini lebih dikenal dalam syariatdengan istilah ‘Hady’ ‫ .ا ي‬Ada Beberapa ketentuantentang dam dalam jenis ini:
  51. 51. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 51a. Hukumnya wajib bagi mereka yang melakukan haji Tamattu atau Qiran kecuali bagi para penduduk Mekah (QS. Al-Baqarah: 196). Namun perlu diketahui bahwa hal ini sifatnya ibadah murni, bukan karena haji Tamattu’ dan Qiran dianggap sebagai pelanggaran atau memiliki kekurangan. Justru pendapat yang lebih kuat menyatakan bahwa haji Tamattu adalah bentuk haji yang paling utama di antara tiga macam ibadah haji yang ada.b. Dam harus berwujud kambing atau sepertujuh sapi atau onta. Syarat-syarat yang dibutuhkan dari hewan dam sama dengan hewan korban (udhiyah), seperti kesehatannya, usianya dan keselamatan dari cacat. Dagingnya diberikan fakir miskin dan sebagiannya boleh dimakan.c. Waktu penyembelihannya pun sama dengan penyembelihan hewan qurban, yaitu pada 4 hari qurban; 1 hari Raya Idul Adha dan 3 Hari Tasyrik; sejak tanggal 10 Dzulhijjah hingga akhir tanggal 13 Dzulhijjah.d. Tempat penyembelihan harus di tanah haram. Jangan anda merasa telah membayar dam Tamattu atau Qiran hanya karena anda pada saat itu telah berkorban di kampung halaman anda.e. Jika kita menyerahkan uang kepada seseorang atau pihak tertentu untuk keperluan dam Tamattu’ atau
  52. 52. 52 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan Qiran, itu artinya wakalah (mewakilkan). Maka standarnya bukan sekedar anda telah memberikan uang dan kapan memberinya, tetapi standarnya adalah kapan hewan itu disembelih dan apakah syarat- syarat fisik hewan itu telah terpenuhi serta dimanakah menyembelihnya?. Meskipun anda memberikan uang tersebut sebelum tanggal yang ditentukan, tidaklah mengapa asal anda percaya bahwa hewannya disembelih pada tanggal yang telah ditentukan dan telah memenuhi syarat-syarat fisiknya serta tempat penyembelihannya. Sebaliknya, walaupun anda memberikan uang pada waktu yang telah ditentukan, tetapi jika hewan tersebut tidak disembelih bukan pada waktunya, atau cacat fisiknya atau disembelih di luar tanah haram, maka hal tersebut tidaklah sah. Dalam hal ini tingkat kepercayaan anda kepada pihak yang anda wakilkan sangat penting. Mintalah kepastian kapan hewan itu disembelih, jika anda merasa tenang bahwa hewan itu akan disembelih pada waktunya oleh orang yang anda wakilkan, maka peganglah hal tersebut. Tetapi jika pihak tersebut meragukan anda, beralihlah kepada pihak yang lebih anda percaya. Sebab tidak jarang ada pihak tertentu yang mengumpulkan uang dam dengan harga pasaran pada hari-hari korban, lalu dia hubungi penjual kambing untuk memesan sejumlah hewan dam Tamattu’, namun dengan kesepakatan bahwa penyembelihannya dilakukan jauh setelah masa haji
  53. 53. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 53 selesai atau sebelum waktu yang dibolehkan, dengan tujuan untuk mendapatkan harga yang murah…… dan tentu saja untuk mendapatkan keuntungan yang besar.f. Dam bukan satu-satunya cara yang dituntut syariat bagi orang yang haji Tamattu. Berdasarkan Al-Quran, jika seseorang tidak mampu biayanya untuk menyembelih hewan dam, maka dia boleh berpuasa selama sepuluh hari, tiga hari di Mekah dan tujuh hari di kampung halamannya. Namun –sekali lagi- hal ini baru boleh dilakukan jika seseorang tidak kuat membeli hewan dam pada hari-hari qurban. Berarti, kalau dia mampu membelinya, maka dia tidak boleh beralih kepada pilihan puasa tersebut (QS. Al-Baqarah: 196). Puasa tiga harinya tersebut boleh dilakukan selama jama’ah haji berada di tanah haram di musim haji, termasuk hari-hari Tasyrik, selain hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah).
  54. 54. 54 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanII. Dam karena Melakukan Larangan Ihram atauMeninggalkan Wajib Haji Dam jenis ini dikenal juga dengan istilah Dam Jubron(‫ان‬ ‫ )ا‬artinya: tambalan. Karena dam dalam bentuk iniberfungsi sebagai penambal (denda) atas pelanggaran yangdilakukan atau kewajiban yang ditinggalkan. Karena itu, pembahasan dalam poin ini ada duabagian;A. Dam karena melakukan larangan ihram Ada beberapa masalah yang terkait dalam masalah ini,di antaranya:1- Dam dalam masalah ini lebih dikenal dalam syari’at sebagai salah satu bentuk Fidyah. Maka dalam masalah ini, dam bukan cara satu-satunya yang harus dilakukan jika seseorang melakukan pelanggaran dalam beberapa larangan ihram. Selain dam, dia dapat memilih puasa tiga hari atau memberi makan enam orang miskin. Ketiga hal ini sifatnya memilih, tidak harus berurutan (Perhatikan surat Al-Baqarah: 196)2- Tidak semua larangan ihram yang dilanggar terkena dam/fidyah. Hanya di antaranya saja, yaitu; Mencukur atau mencabut rambut di tubuh, memotong kuku, memakai pakaian berjahit, mengenakan wewangian, menutup kepala bagi orang laki. Sedang larangan
  55. 55. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 55 berjima, menikah, bercumbu, ada hukum tersendiri. Itupun kalau dilakukan dengan sengaja dan karena tahu ilmunya. Adapun jika dilakukan tanpa sengaja, atau karena belum tahu ilmunya atau terpaksa, maka tidak ada kewajiban apa-apa baginya, kecuali dirinya harus meninggalkan pelanggaran tersebut saat itu juga jika telah mengetahui atau sadar.3- Jika seseorang memilih dam untuk fidyahnya, maka ada beberapa ketentuan tentang hewan damnya. Hewannya adalah seekor kambing. Syarat-syarat fisik hewannya sama dengan hewan qurban biasa. Penyembelihannya harus dilakukan di tanah haram. Waktu penyembelihannya tidak terbatas, kapan saja, bahkan seandainya dia telah pulang ke kampung halamannya sekalipun. Yang penting dilakukan di tanah haram. Namun lebih cepat dilakukan lebih baik. Semua dagingnya diberikan kepada fakir miskin, tidak boleh ada yang dimakan.4- Jika seseorang memilih puasa sebagai fidyahnya, maka dia harus berpuasa sebanyak tiga hari, kapan saja dan di mana saja.5- Jika berkali-kali melakukan pelanggaran, maka fidyah yang diwajibkan disesuaikan dengan jumlah
  56. 56. 56 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan pelanggaran yang dilakukan, namun jika jenis pelanggarannya sama, maka fidyahnya hanya dihitung sekali.b. Dam karena meninggalkan salah satu kewajiban haji1. Dam dalam bentuk ini adalah dengan menyembelih seekor kambing atau sepertujuh sapi atau onta. Jika seseorang tidak mampu melakukannya, maka sebagai gantinya dia harus berpuasa selama sepuluh hari, 3 hari pada musim haji di Tanah haram, sedang 7 hari di kampung halamannya.2. Kewajiban haji adalah: a- Ihram dari Miqat.1 b- Keberadaan di Arafah pada tanggal sembilan Dzulhijjah hingga terbenam matahari. 2 c- Mabit di Muzdalifah, kecuali bagi orang lemah atau sakit. d- Melontar jumroh, e- Menggundul atau memendekkan rambut, f-1. Ihramnya sendiri merupakan rukun haji, namun mengawalinya dari miqat adalah wajib haji. Maka orang yang ihramnya diawali setelah melewati miqat tetap dikatakan sah, namun dia meninggalkan wajib haji, karenanya dia terkena dam.2. Wukuf di Arafah adalah rukun haji, hal itu dapat terwujud walau dia hanya sejam berada di Arafah dan meninggalkan Arafah sebelum Maghrib. Namun jika hal itu dia lakukan, maka dirinya telah meninggalkan kewajiban haji, karena beradanya dia pada hari Arafah di Arafah hingga Maghrib hukumnya wajib.
  57. 57. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 57 Mabit di Mina pada malam hari-hari Tasyrik, g- Thawaf Wada’, kecuali bagi wanita haid dan nifas.3. Tentang ketentuan hewan, kapan dan dimana penyembelihannya, sama dengan ketentuan pada hewan untuk fidyah yang diwajibkan karena meninggalkan larangan ihram.4. Jumlah dam yang dikeluarkan disesuaikan dengan jumlah kewajiban yang ditinggalkan, kecuali jika kewajibannya dari jenis yang sama. Demikianlah penjelasan singkat tentang tentang dam,semoga dapat menambah pemahaman kita tentangibadah haji. Kepada yang mengeluarkan dam, hendaklah teliti danhati-hati dalam mengeluarkan dam agar tidak mudahdipermainkan. Kepada para pengelola dam, hendaklahanda takut kepada Allah untuk mempermainkan amanahjama’ah haji hanya karena ingin mendapatkan keuntungandunia, sebesar apapun keuntungan yang akan andadapatkan jika hal itu tidak halal, cepat atau lambat akanberakibat buruk bagi kehidupan anda.
  58. 58. 58 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan BEBERAPA MASALAH YANG PERLU DIPERHATIKANPermasalahan Ibadah haji di lapangan sangat banyak danberagam. Jangn malu bertanya apabila ada yang tidakjelas. Di beberapa tempat di Arafah, Mina dan MasjidilHaram, biasanya ada loket tempat bertanya dan adapenerjemahnya. Atau upayakan anda ikut rombonganjamaah haji yang dibimbing oleh orang yang mengertibanyak secara syari tentang masalah haji.Bagus juga jika anda menyimpan beberapa nomor hporang yang dapat ditanya apabila ada permasalahanmendesak.Jangan terlalu mengandalkan biaya murah kalaukonsekwensinya ibadah haji tidak terlaksana dengan baik.Baik dari sisi bimbingan atau fasilitas yang layak.Boleh jadi tidak ada kesempatan berikutnya untukmenunaikan haji kembali. Karena itu, perhatikan benar-benar manasik haji anda, dan lakukan semaksimal mungkinsesuai kemampuan agar pelaksanaannya sesuai tuntunanRasulullah j. Karena itu carilah rombongan yang andaperkirakan dapat mewujudkan hal tersebut denganmemperhatikan berbagai sisi.
  59. 59. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 59Pelajaran utama dalam ibadah haji adalah memurnikanaqidah kepada Allah. Hal tersebut sangat tampak dalamucapan talbiah dan perkara-perkara lainnya dalam ibadahhaji. Karena itu, hindari perbuatan dan keyakinan yangmengarah kepada kesyirikan. Seperti mengusap-usapkuburan atau tempat tertentu untuk mengharapkanberkah. 1 Atau misalnya mengambil tanah dari tanahharam atau tempat tertentu untuk dibawa pulang agarmendapatkan berkah. Apalagi jika sampai berdoa kepadaselain Allah, semua itu dapat merusak aqidah seseorang.Pelihara ibadah dengan baik, khususnya shalat. Bagi oranglaki, upayakan shalat dengan berjamaah. Betapapun hajisangat mulia, tetap saja ibadah shalat lebih utama. Tidaklayak seseorang mengupayakan pelaksanaan ibadah hajisedemikian rupa, namun dia mengabaikan shalat.Banyak jamaah haji kita yang merokok. Seandainya ibadahhaji dijadikan momentum untuk meninggalkan rokok,sungguh akan sangat bermakna. Atau minimal, dia kurangirokoknya, khususnya di tengah keramaian dan di waktu-waktu yang mulia, seperti saat wukuf di Arafah. Sayangidiri, dan hormati kesehatan orang lain dengan tidakmerokok.1 . Hanya dua tempat yang boleh diusap dalam rangka ibadah, yaiturukun Yamani dan Hajar Aswad.
  60. 60. 60 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanJamaah haji kita relative lebih banyak kaum wanita.Pemandangan yang lumayan miris adalah, pakaiansebagian jamaah haji ketat plus dandanan modis. Sayaminta maaf untuk mengatakan bahwa pakaian jamaahhaji muslimah dari negara-negara lain, bahkan dari negaraIndia sekalipun, secara umum lebih rapih dari sebagianjamaah haji wanita kita. Semoga hal ini dapat diperbaikidengan berpakaian dan bersikap lebih islami.Perhatikan barang-barang milik anda, khsususnya uangdan kartu identitas (paspor atau iqamah). Banyak jamaahhaji yang kehilangan uang, juga tanda pengenal, sepertipaspor atau iqamah. Meskipun di tanah suci, tetap saja adasejumlah orang yang hatinya tidak suci ingin mencarikeuntungan dengan cara yang tidak halal.Hindari tersesat atau hilang, karena hal itu akan sangatmengganggu kekhusyuan ibadah anda dan orang-orang disekitar anda. Kenali tempat dengan baik dan upayakantidak keluar seorang diri. Jika keluar juga jangan lupa tandapengenal dan hp agar mudah dihubungi.Hal ini biasanya sering terjadi di Arafah, ketika jamaah hajisedang wukuf, banyak di antara mereka yang keluarkemah dan tidak dapat kembali, khususnya jika mereka keJabal Rahmah. Perlu diketahui tidak ada keutamaan secarakhusus mendaki jabal rahmah. Yang juga sering terjadiadalah saat di mina setelah melontar jumrah.
  61. 61. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 61Kondisi kesehatan sangat menentukan kualitas ibadahanda. Jaga pola makan dengan baik. Begitu pula istirahat,gunakan semaksimal mungkin. Mencuci tangan dengansabun saat keluar dari wc, atau sebelum dan sesudahmakan, dapat menghindari anda dari penyakit. Hindarijajan di tempat yang meragukan kebersihannya.Bagi jamaah haji dari tanah air, lalu lintas di Saudiumumnya sangat ramai dan kendaraan melaju dengancepat. Hati-hati jika menyeberang jalan. Lajur kanan yangdipakai dinegara kita, boleh jadi membuat jamaah lupaketika menyeberang dengan menoleh ke arah kanan untukmelihat apakah ada kendaraan atau tidak (seharusnyamenoleh ke arah kiri).Fitnah antara laki dan perempuan tidak jarang terjadi.Khususnya jika ada jamaah yang tidak membawapendamping. Hati-hati dalam masalah ini, jangan sampaiibadah haji menjadi ternoda dengan praktek tak terpujidengan menjalin hubungan asmara di luar nikah.Ibadah haji umumnya sangat melelahkan. Hindari keluhan-keluhan yang berkepanjangan, ganti dengan kesabarandan kegembiraan karena dapat menunaikan ibadah yangagung ini.Suasana akrab dalam satu rombongan sangatmempengaruhi rasa ibadah kita. Upayakan lapang dada,tidak mudah tersinggung, mudah memaafkan, menahan
  62. 62. 62 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatanmarah, berkata santun dan lembut, sabar menunggu,mudah menolong, salam, senyum, menampakkan mimikgembira, dsb.Kepala rombongan sebaiknya didengarkan aturan-aturandan program-programnya selama tidak bermasalah secaraprinsip.
  63. 63. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 63 PANDUAN SHALAT DALAM SAFAR• Jika jarak tempuh perjalanan mencapai enam belasfarsakh (kurang lebih 80 km), maka seseorang dibolehkanmelakukan qashar dan jama dalam shalat.• Qashar shalat artinya meringkas bilangan rakaat dariempat rakaat menjadi dua rakaat. Berarti hanya berlakuuntuk shalat yang jumlahnya empat, yaitu Zuhur, Asha danIsya. Maka shalat Maghrib dan Shubuh tidak ada qasharpadanya.• Sedangkan jama shalat artinya menggabungkanpelaksanaan dua shalat dalam satu waktu shalat. Berlakuhanya untuk shalat Zuhur dan Ashar, serta Maghrib danIsya. Baik dilakukan pada waktu pertama (jama taqdim)atau pada waktu kedua (jama takhir).• Shalat Ashar tidak dapat dijama dengan shalatMaghrib, atau shalat Isya tidak dapat dijama denganShubuh.• Di tengah perjalanan, disunnahkan melakukan shalatfardhu dengan cara qashar dan jama, dengan satu kaliazan dan dua kali iqamah.Misalnya jika singgah di tengah perjalanan waktu Zuhur.Hendaklah dia shalat Zuhur dua rakaat, lalu salam, setelahitu lakukan iqamah, kemudian shalat Ashar dua rakaathingga salam.
  64. 64. 64 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan• Shalat berjamaah tetap diperintahkan bagi orang lakiselama di perjalanan, selagi dia mampu melakukannya.• Jika seseorang masuk masjid di tengah perjalanan, laludia mendapatkan jamaah shalat, janganlah dia membuatjamaah baru, tetapi bergabunglah dengan jamaah yangtelah ada. maka hendaklah dia shalat ikut berjamaahbersama imam.• Imam ditetapkan untuk diikuti. Jika imamnya ketika itushalat dengan sempurna maka sebagai mamum dia ikutshalat dengan sempurna, dan jika imamnya shalat qashar,maka sebagai makmum dia shalat qashar.• Jika seseorang mendapatkan shalat jamaah sedangditunaikan, tidak perlu dia bertanya-tanya shalat apa yangsedang dilakukan. Dia dapat langsung bergabung denganjamaah tersebut sebagai makmum dan niat shalat sesuaiurutannya.Misalnya dia hendak shalat jama Maghrib dan Isya. Makaketika dia masuk masjid dan mendapatkan jamaah shalatsedang dilakukan, dia dapat langsung bergabung denganjamaah tersebut dengan niat shalat Maghrib. Jika imamtelah salam dan rakaat shalat Maghribnya masih kurang,tinggal dia teruskan sisanya.• Adapun jika ternyata imam shalat Isya dengansempurna dan dia (yang shalat Maghrib) ikut sejak rakaatpertama, maka ketika imam bangun dari rakaat ketiga,dia tetap duduk untuk tasyahhud akhir, lalu jika selesai dia
  65. 65. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 65dapat langsung salam tanpa menunggu imam, ataumenunggu imam menyempurnakan shalatnya dan diasalam setelah imam salam.• Kadang sering terjadi di tengah perjalanan, setelahselesai shalat Maghrib, jamaah berikutnya langsung iqamahdan memulai shalat Maghrib pula, maka dia boleh langsungbergabung dengan jamaah tersebut dengan niat shalatIsya.Ketika itu ada dua cara yang dapat dilakukan; Dia dapatmelakukan shalat Isya dengan sempurna, dengan pertim-bangan imam shalat Maghrib dengan sempurna. Atau diadapat melakukan qashar shalat dengan pertimbanganbahwa jamaah tersebut sedang melakukan Shafar.Jika pilihan kedua yang dia ambil, maka ketika imam(yang shalat Maghrib) tersebut bangun setelah rakaatketiga, hendaknya dia tetap duduk untuk tasyahhud akhirdan menunggu imam menyelesaikan shalatnya, lalu diasalam setelah imam salam. Atau, dia langsung salam setelahtasyahhud akhir tanpa menunggu imam.• Jika seseorang menetap di suatu tempat selama empathari kurang, maka dia tetap boleh melakukan qashar danjama. Namun lebih utama dia melakukan qashar sajatanpa jama. Akan tetapi jika dia ikut bersama imam yangshalat dengan sempurna, maka dia harus ikut shalatdengan sempurna bersama imam.
  66. 66. 66 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanWalaupun –misalnya shalat Zuhur- dia ikut imam yangshalat sempurna pada rakaat ketiga. Ketika imam salam(dan dia baru mendapat dua rakaat), dia tidak bolehsalam dengan pertimbangan dia melakukan shalat qashar,akan tetapi dia harus menyempurnakan shalat danmenambah dua rakaat sisanya.• Adapun jika dia telah niat menetap lebih dari empathari, maka dia tidak boleh melakukan shalat qashar danjama dengan alasan Shafar.• Tidak ada shalat rawatib (qabliah dan badiah) jika kitamelakukan shalat qashar atau jama dalam perjalanan.Kecuali shalat rawatib sebelum Fajar, dia tetap sunnahdilakukan meskipun dalam perjalanan sebagaimana contohRasulullah j.
  67. 67. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 67 DOA DAN ZIKIRDoa Safar Sunnah dibaca saat memulai perjalanan$tΒuρ #x‹≈yδ $oΨs9 t¤‚y™ “Ï%©!$# (z≈ysö6ß™ tβθç7Î=s)Ζßϑs9 $uΖÎn/u‘ 4’n<Î) !$ΡÎ)uρ . tÏэø)ãΒ …çµs9 $¨Ζà2 Ì Awlohu akbar, Allohu akbar, Allohu akbar, Subhaanal-ladzii sakhkhoro lanaa haadzaa, wa maa kunnaa lahu muqriniin, wa-innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun. Awlohumma innaa nasaluka fii Shafarinaa haadza al-birro wat-taqwa, wa minal-amali maa tardhoo, Allohumma hawwin alaina Shafaronaa hadza, wathwi annaa budah.Awlohumma antash-shaahibu fis-Shafar, wal-khaliifatu fil-ahl, Allohummainnaa nauuzu bika min waatsaais-Shafar wa kaaabatil-manzor wa suuil munqolab fil-maali wal-ahli“Allah Maha Besar. Maha suci Tuhan Yang mengusahakan kami untukmengendarai ini. Sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dansesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan (dihari kiamat).
  68. 68. 68 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanYa Allah, sesungguhnya kami mohon kebaikan dan takwa dalam bepergianini, kami mohon perbuatan yang membuat-Mu rida. Ya Allah, permudahlahperjalanan kami ini, dan jadikanlah perjalanan yang jauh seolah-olah dekat.Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusikeluarga(ku).Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalambepergian, dari pemandangan yang menyedihkan dan perubahan harta dankeluarga yang jelek”. Apabila kembali, doa di atas dibaca lagi dan ditambah: Aayibuuna, taaibuuna, aabiduuna, lirobbinaa haamiduun“Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memujikepada Tuhan Kami“ keretaDoa Saat Singgah Di Suatu Tempat (Airport, stasiun keretaatau kendaraan, restoran, dll) ª ª Auudzu bikalimaatillahittaammaati min syarri maa kholaq.“Aku berlindung kepada Allah dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna 1dari keburukan apa yang Dia ciptakan.“1. Rasulullah j bersabda, "Siapa yang singgah di suatu tempat, lalu dia membaca auuzu bikalimatillahittaammaati min syarri maa khalak niscaya tidak ada yang membahayakannya hingga dia meninggalkan tempat tersebut." (HR. Muslim)
  69. 69. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 69 ZIKIR PAGI DAN PETANG (Dibaca setelah shalat Shubuh dan Ashar)• Membaca Ayat Kursy (1x)• Membaca Surat Al-Ikhlas (3x)• Membaca Surat Al-Falaq (3x)• Membaca Surat An-Nas (3x) • ª ª ª ª ª(Pada sore hari kalimat َ ْ َ ْ ‫ أ‬diganti َ ْ َ ْ ‫ ,أ‬kalimat َ َ ْ ‫ أ‬diganti َ َ َ َ ْ‫أ‬ َ, kalimat ‫ ا َ ْم‬diganti َ ْ ‫ ه ا ,ا‬diganti ‫)ه‬
  70. 70. 70 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan • ªPada sore hari membaca:ª • K • ¯ • K E1xF ª ª • E7xF •
  71. 71. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 71 Kª ­ ª • ú ­ • E3xF E3xF j • •
  72. 72. 72 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan ­ • J K E100xF • • E10x atau 100xF W • E3xF •(Dibaca hanya pada pagi hari setelah shalat Shubuh) E100xF ª • E3xF ª ª •(Dibaca hanya pada sore hari) E10xF •
  73. 73. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 73Sayyidul Istighfar ¯ ¯ ¯ ª Awloohumma anta robbi, laa ilaaha illaa anta kholaqtanii, wa ana abduka, wa ana alaa ahdika wa wadika mastathotu, auudzu bika min syarri maa shonatu,abuuu laka binimatika alayya, wa abuuu bizanbii, fagfirlii, fainnahu laa yaghfiruz-zunuuba illaa antaYa Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada ilah (tuhan yang berhak disembah)selain-Mu yang menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu, aku akan selalumenunaikan janji kepada-Mu semampuku, aku berlindung dari kejahatanyang aku perbuat, aku kembali kepada-Mu dengan nikmat-Mu kepadakudan aku bertaubat dari dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidakada yang mengampuni dosa selain EngkauSayyidul Istighfar termasuk zikir pagi dan petang, dibacasetiap pagi dan petang. 11. Nabi j bersbda. “Siapa yang membacanya dengan yakin pada sore hari kemudian dia meninggal maka dia akan masuk syurga, demikian juga jika (dibaca) pada pagi hari.” (HR. Bukhari)
  74. 74. 74 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan DOA YANG BERSIFAT UMUM • Awloohumma rohmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafsii thorfata ainin, wa ashlih lii syanii kullah, laa ilaaha illaa anta“Ya Allah, aku mohon Rahmat-Mu, jangan tinggalkan aku walausekejap, perbaikilah semua urusanku, tiada tuhan yang berhakdisembah selain Engkau” • ª Awloohumma ahsin aaqibatanaa fil-umuuri kulliha wa ajirnaa min khizyiddun-yaa wa adzaabil-aakhiroh.“Yaa Allah, berilah penyelesaian yang baik atas setiap masalah kamidan jauhkanlah kami dari kehinaan dunia dan azab akhirat”.
  75. 75. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 75 ª • ¯ Awloohumma innii dzolamtu nafsii dzulman katsiiron wa laa yaghfiruzzunuuba illaa anta, faghfirlii maghfiratan min indik, warhamnii, innaka antal-ghafuururrahiim. “Yaa Allah, sesungguhnya aku telah sering menzalimi diriku dantidak ada yang meng-ampuni dosa kecuali Engkau. Maka maafkandaku dengan ampunan-Mu dan sayangilah diriku. SesungguhnyaEngkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. ¯ • ú Awloohumma atiq roqbatii minannaar, wa awsi lii minarrizqil- halaal washrif anni fisqatal-jinni wal-insiYaa Allah, bebaskanlan diriku dari neraka, luaskanlah bagiku rizkiyang halal dan jauhkanlah aku dari kefasiqan jin dan manusia. ª •
  76. 76. 76 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan Awloohumma innii asaluka muujibaati rohmatik, wa azaaima maghfirotik, wal-aziimata alarrusyd, wal-ghoniimata min kulli birrin, was-salaamata min kulli itsmin, wal-fauza biljannati wan- najaaata minan-naar, yaa hayyu yaa qayyuum, ya dzal-jalaali wal-ikroomYaa Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu rahmat dan ampunan-Mu yang pasti. (Ku mohon) juga kekuatan tuk mendapat-kanpetunjuk, keuntungan mendapatkan kebaikan, keselamatan daridosa serta kemenangan dengan surga dan bebas dari neraka. WahaiYang Maha Hidup dan Terjaga. Wahai Pemilik Kagungan danKemuliaan. • Robbanaa hablanaa min azwaajina wa dzurriyaatinaa qurrota ayun, wajalnaa lilmuttaqiina imaamaaWahai Rabb kami, karuniakanlah kami isteri-isteri dan anakketurunan yang menyenangkan hati dan jadikanlah kami sebagaiimam bagi orang-orang bertakwa
  77. 77. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 77 •Awloohumma innaa nauudzu bika minal-hammi wal-hazan, wal- ajzi wal-kasal, wal-jubni wal-bukhl, wa gholabatid-daini wa syamaatatil-adaaiYaa Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu darikegundahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, ketakutandan sifat kikir, himpitan hutang dan penindasan orang lain. ª • Awloohumma yaa muqollibal-quluub, tsabbit quluubana alaa diinikYa Allah yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami dalamagama-Mu • ªAwloohumma innii auudzu bika min qolbin laa yakhsya, wa minilmin laa yanfa, wa min nafsin laa tasyba, wa min dawatin laayustajaabu lahaYaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu,ilmu yang tidak bermanfaat, nafsu yang tidak pernah puas dan daridoa yang tidak terkabul.
  78. 78. 78 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan ZIKIR SETELAH SHALAT FARDHU (3x) • K •(Dibaca sepuluh kali setelah shalat Shubuh dan Maghrib, sedangkan pada selainnya dibaca sekali). • K • K (33x) •
  79. 79. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 79 •Kemudian;• Baca: Ayat Kursy dengan lengkap.• Baca: -Surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas (Dibaca tiga kalisetelah shalat Shubuh dan Maghrib, sedangkan pada selainnyadibaca sekali)Doa Istikharah ¯ ¯ W Kª -sebutkan masalahnya– ¯ K
  80. 80. 80 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan Awloohumma innii astakhiiruka biilmik, wa astaqdiruka biqudrotik, wa asaluka min fadhlikal-aziim, fainnaka taqdiru walaa aqdir, wa talamu walaa alam wa anta allaamul-guyuub, alloohumma in kunta talam anna haadzal amro: Sebutkan masalahnyaKhairun lii fii diinii wa maaasyii wa aaqibati amrii, faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi. Wa in-kunta talamu anna haazal-amara syarrun lii fi diinii wa maaasyi wa aaqibati amrii, fashrifhu annii washrifnii anhu, waqdur-liyal-khairo haitsu kaan“Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu dengan ke-Mahatahuan-Mupilihan yang tepat bagiku, aku mohon kepada-Mu dengan ke-Mahakuasaan-Mu (untuk meng-atasi persoalanku). Aku mohon kepada-Muanugerah-Mu yang Mahaagung, sungguh Engkau Mahakuasa, sedang akutidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahui dan EngkauMahame-ngetahui yang ghaib. Ya Allah apabila Engkau mengetahui bahwaurusan ini: -sebutkan masalahnya-lebih baik bagiku baik di dunia maupun akhirat, maka sukseskanlah untukku,mu-dahkanlah jalannya, kemudian berilah aku berkahnya. Akan tetapiapabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagikubaik di dunia maupun akhirat, maka singkirkanlah persoalan tersebut danjauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku dimana saja kebaikanitu berada, kemudian berilah keridhoan-Mu kepadaku”Catatan:Shalat istikharah dapat dilakukan kapan saja sebanyak duarakaat. Sedangkan doanya dapat dibaca setelah salam atausebelum salam, ketika sujud dan setelah membaca tasyahhudakhir.
  81. 81. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 81 SHALAT JENAZAH DAN ZIARAH KUBURDi Masjidilharam dan Masjid Nabawi kita akan seringmelakukan shalat jenazah, dan di Madinah biasanyamelakukan ziarah kubur. Beriku petunjuk ringkas tentangshalat Jenazah dan ziarah kubur.Tata Cara Shalat Jenazah• Lakukan takbir pertama dengan niat shalat jenazah(cukup di dalam hati dan tidak diucapkan dengan redaksikhusus).• Kemudian langsung membaca istiazah (auzubillahiminasy-syaitanirrajim). Tidak membaca doaistiftah/iftitah. Kemudian baca bismillahirrahmanirrahim.Setelah itu membaca surat Al-Fatihah.• Setelah itu takbir yang kedua, kemudian membacashalawat Nabi sebagaimana yang dibaca ketika tasyahhuddalam shalat biasa.• Kemudian takbir ketiga, lalu membaca doa untukmayat.• Kemudian takbir keempat, diam sejenak (boleh jugaberdoa untuk mayat) lalu mengucapkan salam sekali ke
  82. 82. 82 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatankanan (boleh juga mengucapkan salam dua kali, ke kanandan ke kiri).Tata Cara Ziarah Ke Masjid Nabawi Dan Ke MakamRasulullah j.Jika anda berziarah ke Masjid Nabawi dan ke makamRasulullah j, pertama masuk ke masjid dengan kakikanan, lalu baca doa masuk masjid, kemudian shalatsunnah tahiyyatul masjid dua rakaat (Jika bertepatandengan pelaksanaan shalat fardhu berjamaah, makalangsung shalat berjamaah).Selesai shalat, jika ingin berziarah ke makam Rasulullah j,berjalan menuju bagian depan masjid dengan tenang, tidaksaling dorong dan mengikuti arus serta arahan petugas.Setibanya di depan makam Rasulullah j, sampaikanlahsalam kepadanya, kemudian kepada kedua shahabatnya;Abu Bakar dan Umar bin Khattab, radhiallahuanhuma,yang dikubur di sisinya. Ucapkanlah,Boleh juga jika ditambah dengan ucapan
  83. 83. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 83 ª ¯Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah yang sebenarnya.Sungguh engkau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah,berjuang dengan sungguh-sungguh di jalan Allah dan menasehatiumat. Semoga Allah membalasmu atas umatnya sebaik pembalasanyang diberikan kepada seorang Nabi atas umatnya.Setelah itu ucapkan salam kepada kedua shahabat beliau; Abu Bakar dan Umar bin Khattab, yang dikubur di sisinya. ªDoakanlah mereka dengan doa-doa kebaikan.Disunnahkan pula bagi yang berziarah ke Madinah untukberziarah ke tempat-tempat yang Rasulullah j berziarahkepadanya, seperti pemakaman Baqi yang terletak disamping depan masjid Nabawi (Jika anda keluar dar makaRasulullah j, langsung akan berhadapan denganpemakamn Baqi), pemakaman Syuhada Uhud dan MasjidQuba.
  84. 84. 84 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… KhutwatanTujuan berziara kubur adalah untuk mengingat akhirat dankematian, sekaligus untuk memberikan salam dan doakepada mayat. Namun sangat bagus sekali ketikaberziarah kubur saat itu, kita juaa hadirkan dan perbaharuikembali kecintaan kita kepada Rasulullah j, keluarganyayang beriman, juga para shahabatnya. Ingatlah kembalibagaimana pengorbanan mereka untuk menyebarkanagama Islam, hingga kita yang tinggal jauh dapat pulamerasakan nikmatnya Islam yang sangat agung ini.Salam Untuk Penghuni Kubur KSemoga kesejahteraan untukmu, wahai penghuni kuburan dari orang-orangmu’min dan muslim, dan sesungguhnya kami Insya Allah akan menyusul kalian. Aku mohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian.Doa Yang Dibaca Dalam Shalat Jenazah (Dapatjuga dibaca ketika ziara kubur), di antaranya;
  85. 85. Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 85 ªE ª F ªYa Allah, ampunilah dia (mayat), berilah rahmatkepadanya, selamatkan dia, ampuni-lah dan tempatkanlahdi tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya,mandikan dia dengan air salju dan es. Bersihkan dia darikesalahan, sebagaimana Engkau membersih-kan baju yangputih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik darirumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di syurga)yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atausuami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya didunia), dan masukkanlah dia ke syurga, jagalah dia darisiksa kubur dan neraka. KYa Allah, ampunilah orang yang hidup diantara kami danyang mati, orang yang hadir diantara kami dan yang tidak
  86. 86. 86 Haji, Khutwatan… Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatanhadir, laki-laki maupun perempuan. Ya Allah, Orang yangEngkau hidupkan diantara kami, hidupkan denganmemegang ajaran Islam, dan orang yang Engkau matikandiantara kami, matikan dengan memegang keimanan. YaAllah, jangan meng-halangi kami untuk memperolehpahalanya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.Jika Mayatnya Anak Kecil K ªYa Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala dansimpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yangdikabulkan doanya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlahtimba-ngan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung.Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shaleh danjadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah diadengan rahmat-Mu dari siksaan neraka jahim.
  87. 87. Haji, Khutwatan…Panduan Haji, Khutwatan… Khutwatan 87

×