Successfully reported this slideshow.

More Related Content

Related Books

Free with a 14 day trial from Scribd

See all

Bab 13 paired t test

  1. 1. Najmah, SKM, MPH. Faculty of Public Health, Sriwijaya University najem240783@yahoo.com
  2. 2. Today’s Topics Uji Beda Rata-Rata Berpasangan/Paired T- Test (Hipotesa Pre dan Post Test)
  3. 3. 1. Uji Beda Rata-Rata Berpasangan/Paired T-Test (Hipotesa Pre dan Post Test) Peneliti ingin melakukan uji intervensi untuk mengurangi dampak buruk (harm reduction) asap rokok di ruangan berAC/tertutup di lingkungan Universitas Sriwijaya, peneliti ingin mengetahui;  Apakah perbedaan tingkat pengetahuan bahaya rokok (numerik) dan kawasan tanpa rokok (KTR) sebelum dan setelah intervensi harm reduction  Apakah perbedaan sikap responden mengenai perilaku merokok di dalam ruangan berAC & tertutup (numerik) sebelum dan setelah intervensi harm reduction
  4. 4. Uji apa Uji apa yang bisa kita lakukan?
  5. 5.  Di bidang kesehatan sering kali kita harus menarik kesimpulan apakah parameter dua populasi berbeda atau tidak.  Uji statistik yang membandingkan perbedaan rata rata (mean difference) dua kelompok data ini disebut uji beda dua mean.  Pendekatan ujinya dapat menggunakan pendekatan distribusi T.  Sebelum kita melakukan uji statistik dua kelompok data, kita perlu mengetahui apakah dua kelompok data tersebut berasal dari dua kelompok yang independen atau berasal dari dua kelompok yang dependen/pasangan.
  6. 6. Kelompok Independen Data kelompok yang satu tidak tergantung dari kelompok kedua, misalnya membandingkan rata-rata kadar kolesterol orang desa dengan orang kota. Kadar kolesterol orang kota independen (tidak tergantung) dengan orang desa, dengan kata lain sampel orang desa dan orang kota berbeda. Kelompok Dependen/Pasangan Kelompok data yang dibandingkan datanya saling mempunyai ketergantungan, misalnya kadar kolesterol sebelum dan sesudah minum obat X di desa Y. Responden yang mengkonsumsi obat X sebelum dan setelah intervensi adalah orang yang sama.
  7. 7. 2. Studi Kasus Pada Bab ini kita akan membahas Uji T yang berasal dari dua kelompok yang dependen/pasangan, yaitu apakah ada perbedan pengetahuan, sikap sebelum dan sesudah dilakukannya Intervensi Terpadu Pengurangan Dampak Buruk (Harm Reduction) Asap Rokok Pada Ruangan Tertutup/Ber-Ac Di Lingkungan Universitas Sriwijaya. Responden pada intervensi ini adalah karyawan Unsri yang bersedia mengikuti intervensi selama 1 bulan, lalu tingkat pengetahuan dan sikap mereka diukur sebelum dan setelah pelaksanaan intervensi.
  8. 8. Hipotesa 1 : Ada perbedaan pengetahuan tentang akibat rokok, bahaya rokok, penyakit akibat rokok dan kawasan tanpa rokok sebelum dan sesudah intervensi terpadu pengurangan dampak buruk(harm reduction) asap rokok pada ruangan tertutup/ber-ac di lingkungan Universitas Sriwijaya. Hipotesa2 : Ada perbedaan sikap mengenai perilaku merokok di ruang kerja sebelum dan sesudah intervensi terpadu pengurangan dampak buruk(harm reduction) asap rokok pada ruangan tertutup/ber-ac di lingkungan Universitas Sriwijaya.
  9. 9. Langkah-Langkah dalam SPSS Uji Hipotesa : Uji Paired T Test atau Uji T Berpasangan. (Buka data PRE POST KTR.sav) Langkah-langkah pengolahan data: 1. Analyze  Compare Means  Paired-Sample T- Test
  10. 10. 2. Masukkan Pengetahuan (Pre) ke kotak variabel 1 dan Pengetahuan (Post) ke kotak variabel 2  Ok. Langkah yang sama juga dilakukan terhadap variabel Sikap.
  11. 11. a. Output SPSS  Variabel Pengetahuan
  12. 12.  Variabel Sikap
  13. 13.  Laporan Hasil Tabel 57. Laporan Hasil Uji T Dependen Intervensi Terpadu Pengurangan Dampak Buruk (Harm Reduction) Asap Rokok Pada Ruangan Tertutup/Ber-Ac Di Lingkungan Universitas Sriwijaya Variabel Kategori N Mean Perbedaa n Mean korelasi CI 95% P lower upper Pengetahuan Sebelum 81 42,13 -2.15 0,34 -3,4 -0,9 0,001 Sesudah 81 44,28 Sikap Sebelum 81 25,25 -1,58 0,44 -2,8 -0,3 0,016 Sesudah 81 26,83
  14. 14. Interpretasi  Untuk pengetahuan sebelum intervensi rata-rata skor 42,13 sedangkan setelah intervensi rata-rata skor 44,28.  Hasil uji statistik didapatkan p-value 0.001 < α (0.05), artinya ada perbedaan yang signifikan pengetahuan tentang akibat rokok, bahaya rokok, penyakit akibat rokok dan kawasan tanpa rokok sebelum dan sesudah intervensi terpadu pengurangan dampak buruk (harm reduction) asap rokok pada ruangan tertutup/ber-ac di lingkungan Universitas Sriwijaya.  Secara statistic diperoleh hasil bahwa ada korelasi yang lemah dan berpola positif antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi.
  15. 15. Interpretasi  Pada variabel sikap, skor rata -rata sebelum intervensi rata-rata 25,25 sedangkan setelah intervensi skor rata-rata 26,83.  Hasil uji statistik didapatkan p-value 0.016 < α (0.05), artinya ada perbedaan yang signifikan sikap mengenai perilaku merokok di ruang kerja sebelum dan sesudah intervensi terpadu pengurangan dampak buruk (harm reduction) asap rokok pada ruangan tertutup/ber-ac di lingkungan Universitas Sriwijaya atau ada perbedaan rata-rata skor sikap sebelum intervensi dan setelah diintervensi. Secara statistik diperoleh hasil bahwa ada korelasi yang sedang dan berpola positif antara sikap sebelum dan sesudah intervensi.
  16. 16. thankyou Referensi

×