Sejarah peradaban di sungai nil

1,060 views

Published on

Published in: Data & Analytics
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,060
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
39
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • Setiap tahunnya sungai ini selalu meluap dan menimbulkan banjir, dan berkat banjir inilah padang-padang pasir dapat menjadi lembah-lembah yang sangat subur. Lebar lembah itu antara 15 km- 50 km. Para ahli sejrh menjuluki daerah mesir adlh hadiah dari sungai nil.
  • 3 piramid itu hanya yg terdapat di giza saja. Di Mesir umumnya piramida digunakan sebagai makam raja-raja Mesir Kuno yang dikenal dengan nama firaun. 
  • Sphinx dianggap sebagai penjaga makam kerajaan atau kuil oleh orang Mesir kuno sehingga ditempatkan di sekitar struktur bangunan tersebut.Wajah sphinx Mesir kuno biasanya menggambarkan firaun yang dianggap sebagai inkarnasi dewa matahari.
  • Kuil ini diperuntukkan Firaun Ramses II bagi para dewa utama dari Heliopolis, Memphis, dan Thebes
  • Sejarah peradaban di sungai nil

    1. 1. Sejarah Oleh: 1. Ibnu Maftuh (07) 2. Tirta Rahma D. (12) 3. Tita Putri A. (13) 4. Ziyadatul Husna (16)
    2. 2. Pendahuluan M e s i r me r u p a k a n s a t u -s a t u n y a p u s a t k e b u d a y a a n t e r t u a d i b e n u a A f r i k a y a n g b e r a s a l d a r i t a h u n 4000 S M .H a l i n i d i k e t a h u i me l a l u i p e n e mu a n s e b u a h b a t u t u l i s d i d a e r a h R o s e t t a o l e h p a s u k a n P e r a n c i s y a n g d i p i mp i n o l e h N a p o l e o n B o n a p a r t e . B a t u t u l i s i t u b e r h a s i l d i b a c a o l e h s e o r a n g b e r k e b a n g s a a n P e r a n c i s y a n g b e r n a ma J e a n F r a n c o i s C h a mp o l l i o n p a d a t a h u n 1800 s e h i n g g a s e j a k t a h u n
    3. 3. LETAK GEOGRAFIS MATA PENCAHARIAN SISTEM KEPERCAYAAN PEMERINTAHAN IPTEK SENI BANGUNAN
    4. 4. 1. Letak Geografis Mesir terletak dibagian utara benua Afrika. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Tengah, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah, di sebelah selatan berbatasan dengan Sudan dan di sebelah barat berbatasan dengan Lybia. Sungai Nil terbentang dari Pegunungan Kilimanjaro (Sudan) hingga Laut Tengah dengan panjang sekitar 6400 km. Di muara Sungai Nil terdapat suatu delta yang luas. Di delta tersebutlah terletak kota-kota penting seperti Kairo, Iskandaria, Abusir dan Rosetta BACK
    5. 5. 2. Mata Pencaharian Pola hidup bangsa Mesir menggantungkan diri pada Sungai Nil, apabila musim hujan mereka akan bercocok tanam dan apabila musim kemarau mereka akan menghindar. Tanaman yang mereka tanam antara lain: jelai, sekoi, gandum dan bahan-bahan sandang. Untuk meningkatkan produksi, petani-petani Mesir pada jaman dahulu membuat terusan- terusan dan mengalirkan air ke ladang. Selain itu mereka juga membangun waduk tempat penyimpanan air. BACK
    6. 6. 3. Sistem Kepercayaan • Penduduk Mesir menyembah banyak dewa yang dianggap sebagai Tuhan atau biasa dikenal dengan sebutan ajaran Polytheis. • Dewa tersebut antara lain: oDewa Osiris sebagai dewa tertinggi oDewa Thot sebagai dewa pengetahuan oDewa Anubis sebagai dewa kematian oDewa Apis, dewa yang berwujud sapi oDewa Ra, yang kemudian pada masa Amenhotep IV diesakan dan dikenal sebagai Dewa Amon-Ra • Sebagai penguasa kehidupan politik dan keagamaan dipegang oleh Fir’aun, Fir’aun (Pharaoh) ini diistimewakan karena dianggap Dewa Horus (anak Dewa Osiris) perantara manusia dengan dewa dan pemelihara Sungai Nil.
    7. 7. Tampak Dewa Osiris sedang melakukan penimbangan atas kebaikan dan kejahatan yang dilakukan seseorang semasa hidupnya. BACK
    8. 8. 4 . Sistem Pemerintahan  Kerajaan Mesir berkuasa dan berkembang kurang lebih selama 3 milenium (3150 SM -31 M). Sejarahnya mengalir melalui periode- periode yang stabil. Namun terdapat pula periode ketidakstabilan (kemunduran) yang disebut Periode Menengah.  Puncak kejayaan Mesir terjadi pada Zaman Mesir Baru. Sedangkan peradaban ini berakhir setelahnya. Tepatnya ketika bangsa Romawi menaklukan Mesir dan menjadikannya sebagai bagian dari kerajaan Romawi.
    9. 9.  Sistem pemerintahan Mesir berbentuk kerajaan yang dipimpin seorang raja yang berkuasa penuh atas negaranya. Raja tersebut dikenal sebagai Firaun. Firaun merupakan Kepala Pemerintahan, Komandan militer tertinggi, pemegang kendali tanah dan sumber daya lainnya ( diktator )  Selain Firaun dalam kerajaan Mesir terdapat pula orang yang bertanggung jawab dalam sistem administrasi yang disebut Wazir. Wazir merupakan tangan kanan dari Firaun. Ia berperan mengkordinir survey tanah, kas negara, proyek pembangunan, sistem hukum dan arsip kerajaan
    10. 10.  Kerajaan dibagi dalam 42 wilayah regional yang disebut Nome. Setiap dipimpin oleh seorang Nomark.  Kuil menjadi tulang punggung utama perekonomian. Selain sebagai tempat pemujaan, kuil juga difungsikan sebagai tempat menyimpan dan mengumpulkan harta negara  Kerajaan Mesir kemudian dibagi berdasarkan periodisasinya dalam 3 zaman, yaitu Zaman Kerajaan Mesir Tua, Zaman Kerajaan Mesir Pertengahan dan Kerajaan Mesir Baru
    11. 11. Zaman Kerajaan Mesir Tua Zaman Kerajaan Mesir Tua memiliki beberapa ciri – ciri, yaitu : o Pada awalnya Kerajaan Mesir terdiri atas 2 kerajaan. Kerajaan Mesir Hulu dan Hilir. o 2 kerajaan tersebut kemudian dipersatukan oleh Firaun Menes. o Raja di zaman ini biasa disebut dengan nama Nesutbiti (Raja Mesir Hulu dan Mesir Hilir) o Raja yang terkenal pada era ini (2800-2700 SM) adalah Raja Chufu, Chefren dan Menkaure ( Raja yang dimakamkan didalam Piramida Giza ) o Kerajaan Mesir pada era ini melemah pada masa pemerintahan Firaun Pepi II ( ± 2500 SM )
    12. 12. Zaman Kerajaan Mesir Pertengahan  Raja yang terkenal selain Seostris III ialah Firaun Amenemhet III (±1800 SM). Namun setelah kepemimpinan Amenemhet III, Mesir mengalami kemunduran dan berhasil dikuasai Bangsa Hyksos dari Asia  Perpecahan yang terjadi selepas zaman kerajaan mesir tua berhasil dipersatukan oleh Raja dari Kerajaan Thebe, yakni Firaun Sesostris III (±1880 SM).  Firaun Sesostris III berhasil memullihkan Kerajaan Mesir dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperluas Kerajaan Mesir
    13. 13. Zaman Kerajaan Mesir Baru  Bangsa Hyksos berhasil diusir oleh Firaun Ahmosis I dari Kerajaan Thebe. Ia berhasil merebut Kota Awaris dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota kerajaan Mesir yang baru.  Pada Zaman ini, Kerajaan Mesir menjadikan Kekuatan Militer sebagai prioritas utama agar Mesir bisa memperluas perbatasan dan menancapkan kekuasaan atas wilayahnya  Pada Zaman Kerajaan Baru, Fir’aun-fir’aunnya berhasil membawa kesejahteraan yang terbaik dari zaman-zaman sebelumnya. Perbatasan kerajaan berhasil diamankan, hubungan diplomatis juga semakin baik. Kekuatan militer juga berkembang pesat pada era ini.  Fir’aun yang mengobarkan kampanye militer diantaranya adalah Firaun Thutmosis I dan cucunya Firaun Thutmosis III. Mereka berhasil meperluas kerajaan hingga daerah Asia Barat.
    14. 14. Berikut beberapa Firaun yang berkuasa selepas meninggalnya Thutmosis III: 1. Amenhotep II, Berkuasa menggantikan Thutmosis III 2. Thutmosis IV, Firaun ini berhasil mengembangkan hubungan diplomatis ke beberapa wilayah di sekitar Mesir 3. Amenhotep IV, Firaun ini membawa kepercayaan monotheis. Pada masa kepemimpinannya ibukota kerajaan dipindahkan ke kota Al Amarna. 4.Firaun Ramses II, Ia dikenal sebagai Firaun yang tangguh karena ia berhasil memperluas wilayah mesir dan berhasil mengalahkan bangsa Hittit yang mengacau di Asia Barat 5.Firaun Ramses III, Firaun terakhir mesir. Mesir mengalami kemunduran dan dikuasai bangsa asing setelah ia meninggal BACK
    15. 15. 5. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Masyarakat Mesir kuno sudah dapat mempelajari dan mengenal tata alam lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat Mesir kuno yang hidup dari hasil bercocok tanam memiliki banyak waktu luang untuk menambah pengetahuan tentang kehidupan baik yang bersifat material maupun spiritual. .
    16. 16. a) Mummi  Masyarakat Mesir kuno percaya bahwa roh orang yang meninggal akan tetap hidup dan menghuni jasadnya, apabila jasadnya tidak rusak. Oleh karena itu, pada tubuh orang yang meninggal dimasukkan bermacam- macam obat dan rempah-rempah agar tidak membusuk dan kemudian dibalut dengan bermacam – macam kain yang dipoles dengan kapur , garam, dan perekat, sehingga terbentuk mummi yang tidak dapat rusak atau membusuk.  Mummi orang kaya disimpan dalam kubur di batu-batu karang yang dihiasi dengan lukisan- lukisan pahat, sedang mummi raja-raja disimpan dalam bangunan kubur pengawet yang sangat megah (piramida). Sistem penguburan dan pengawetan jenazah itu menunjukkan bahwa masyarakat Mesir kuno sudah mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi.
    17. 17. b) Tembikar Glasir Bening Sebelum masa keemasan di bawah kekuasaan Kerajaan lama, bangsa Mesir kuno telah mampu mengembangkan sebuah material kilap yang dikenal sebagai Tembikar glasir bening, yang dianggap sebagai bahan artifisial yang cukup berharga. Tembikar glasir bening adalah keramik yang terbuat darisilika, sedikit kapur dan soda, serta bahan pewarna, biasanya tembaga.[Tembikar glasir bening digunakan untuk membuat manik-manik, ubin, arca, dan lainnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menciptakan tembikar glasir bening, namun yang sering digunakan adalah menaruh bahan baku yang telah diolah menjadi pasta di atas tanah liat, kemudian membakarnya. Dengan teknik yang sama, bangsa Mesir kuno juga dapat memproduksi sebuah pigmen yang dikenal sebagai Egyptian Blue, yang diproduksi dengan menggabungkan silika, tembaga, kapur dan sebuah alkali seperti natron.
    18. 18. c) Pengobatan Luka-luka dirawat dengan cara membungkusnya dengan daging mentah, linen putih, jahitan, jaring, blok, dan kain yang dilumuri madu untuk mencegah infeksi. Mereka juga menggunakan opium untuk mengurangi rasa sakit. Bawang putih maupun merah dikonsumsi secara rutin untuk menjaga kesehatan dan dipercaya dapat mengurangi gejala asma. Ahli bedah mesir mampu menjahit luka, memperbaiki tulang yang patah, dan melakukan amputasi. Mereka juga mengetahui bahwa ada beberapa luka yang sangat serius sehingga yang dapat mereka lakukan hanyalah mebuat pasien merasa nyaman menjelang ajalnya.
    19. 19. d) Pembuatan Kapal Bangsa Mesir kuno telah tahu bagaimana merakit papan kayu menjadi lambung kapal sejak tahun 3000 SM. Archaeological Institute of America melaporkan bahwa beberapa kapal tertua yang pernah ditemukan berjenis kapal Abydos. Kapal-kapal yang ditemukan di Abydos ini dibuat dari papan kayu yang "dijahit" menggunakan tali pengikat. Awalnya kapal- kapal tersebut diperkirakan sebagai milik Firaun Khasekhemwy karena ditemukan dikubur bersama dan berada di dekat kamar mayat Firaun Khasekhemwy, namun penelitian menunjukkan bawa kapal-kapal itu lebih tua dari usia sang firaun, sehingga kini diperkirakan sebagai kapal milik firaun yang lebih terdahulu. Menurut profesor David O'Connor dari New York University, kapal-kapal itu kemungkinan merupakan kapal milik Firaun Aha . Namun meskipun bangsa Mesir Kuno memiliki kemampuan untuk membuat kapal yang sangat besar dan mudah dikendalikan di atas sungai Nil, mereka tidak dikenal sebagai pelaut yang handal.
    20. 20. e.) Matematika Perhitungan matematika tertua yang ditemukan berasal dari periode Naqada, yang juga menunjukkan bahwa bangsa Mesir ketika itu telah mengembangkan sistem bilangan. Nilai penting matematika bagi seorang intelektual kala itu digambarkan dalam sebuah surat fiksi dari zaman Kerajaan Baru. Pada surat itu, penulisnya mengusulkan untuk mengadakan kompetisi antara dirinya dan ilmuwan lain berkenaan masalah penghitungan sehari-hari seperti penghitungan tanah, tenaga kerja, dan padi. Teks seperti Papirus Matematika Rhind dan Papirus Matematika Moskwa menunjukkan bahwa bangsa Mesir Kuno dapat menghitung empat operasi matematika dasar — penambahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian — menggunakan pecahan, menghitung volume kubus dan piramid, serta menghitung luas kotak, segitiga, lingkaran, dan bola. Mereka memahami konsep dasar aljabar dan geometri, serta mampu memecahkan persamaan simultan. Matematikawan Mesir Kuno telah mengetahui prinsip-prinsip yang mendasari teorema Pythagoras. Mereka juga dapat memperkirakan luas lingkaran dengan mengurangi satu per sembilan diameternya dan memangkatkan hasilnya.
    21. 21. f.) Tulisan  Pada dinding kuburan para penguasa di Mesir kuno banyak dijumpai tulisan. Abjad merupakan sumbangan masyarakat Mesir yang tak ternilai harganya bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Tulisan Mesir kuno terdiri dari jenis hieroglyph yang merupakan gambar. Bentuk itu adalah yang tertua, kemudian berkembang menjadi bentuk hieratis dan demotis yang bentuknya lebih sederhana. Bentuk hieatis digunakan oleh kaum pendeta, sedangkan demotis oleh rakyat.  Orang-orang Mesir kuno memahat tulisan-tulisan pada batu-batu. Mereka juga menulis pada daun papyrus dengan pena terbuat dari jerami dan sudah tentu mereka mengenal tinta.
    22. 22.  Semula huruf Hieroglyp tidak diketahui makanya. Berkat jasa J.F Champollin maka rahasia makna huruf Hieroglyph diketahui. Ia adalah salah satu anggota Napoleon yang menyerbu Mesir pada tahun 1799. J.F Champollin menemukan sebuah batu besar berwarna hitam di daerah Rosetta. Batu kemudian diberi nama batu Rosetta. Dalam batu itu memuat inskripsi 3 bahasa yaitu Hieroglyph, Demotik, dan Yunani. Akhirnya, pada tahun 1822 J.F Champollin berhasil menemukan arti dari isi tulisan batu Rosetta tersebut. Hal itu dilakukan dengan cara membandingkan ketiga bentuk tulisan tersebut. Sejak saat itu misteri arti huruf Hieroglyph dapat terpecahkan
    23. 23. g.) Astronomi/Penanggalan Pada tahun 2776 SM, mereka sudah mengenal penanggalan berdasarkan sistem peredaran matahari. Mereka membagi setahun menjadi 12 bulan dan setiap bulan terdiri dari 30 hari. Awalnya mereka menggunakan kalender bulan berdasarkan siklus ( peredaran ) bulan selama 29 1/2 hari. Namun , karena dianggap kurang tepat sistem tersebut ditinggalkan. Mereka kemudian menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing ( siklus ) yang mucul setiap tahun. Mereka menghitung lamanya 1 tahun adalah 12 bulan , 1 bulan adalah 30 hari, dan 1 tahun adalah 365 hari , yaitu 12 × 30 hari lalu ditambah 5 hari.
    24. 24. Mereka sudah pula mengenal adanya tahun kabisat. Perhitungan ini sama dengan yang kita gunakan sekarang, yaitu Tahun Syamsiah ( sistem solar ) . Perhitungan kalender Mesir dengan sistem solar kemudian diadopsi ( diambil alih ) oleh Bangsa Romawi. Kalender tersebut kemudian menjadi Kalender Romawi dengan sistem Gregorian. Sedangkan Bangsa Arab Kuno mengambil alih dengan sistem lunar ( peredaran bulan ) menjadi tarik hijriah. Orang-orang Mesir juga mengenal ilmu astronomiatau ilmu perbintangan yang berkaitan erat dengan kehidupan pertanian. Misalnya, mereka menggunakn bintang sebagai patokan untuk menentukan musim atau saat saat bercocok tanam dan sebagainya. Pengetahuan tentang ilmu perbintangan seperti ini dikenal hampir di seluruh dunia. BACK
    25. 25. 6. Seni Bangunan Di Mesir terdapat banyak bangunan kuno, beberapa diantaranya seperti: a)Piramida Piramida adalah kuburan raja-raja Mesir kuno. Sekitar tahun 3000 SM raja – raja Mesir membangun piramida-piramida. Misalnya piramida yang terdapat di giza. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir yaitu Cheops, Chefren dan Mekaure, dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM. Piramida terbesar dan tertua adalah Piramida Firaun Cheops. Di depan piramida ini terdapat patung Sphinx terbesar.
    26. 26. b) Sphinx Sphinx adalah patung seekor singa berbadan manusia. Sphinx terbesar adalah sphinx Giza. c) Obeliks Obeliks adalah tugu batu yang tinggi, runcing dan bersegi tiga. Di bangunan obeliks terdapat banyak lukisan relief dan huruf Mesir kuno yang berbentuk tulisan gambar yang disebut hieroglyp
    27. 27. d) Kuil Agung Abu Simbel Situs arkeologi yang terdiri dari dua kuil batu di selatan Mesir tepatnya di ujung Danau Nasser atau sejauh 290 kilometer barat daya kota Aswan. Bagian dalam dari kuil besar disebut juga Kuil Ramses II yang memiliki ketinggian yang menjulang hingga lebih dari 55 m (sekitar 180 kaki).
    28. 28. e) Kuil- Karnak luxor Kuil Karnak adalah kuil terbesar di zaman Mesir kuno selama berabad-abad. Kuil Karnak bersama Kuil Luxor menjadi pusat peribadatan masyarakat Mesir di zaman firaun. Kedua kuil ini terletak di kota Luxor atau pada zaman Mesir kuno disebut Thebes. Di sinilah para penganut agama Pagan mengadakan festival tahunan yang sangat meriah, yang disebut Festival Opet. Jarak antara Kuil Karnak dan Kuil Luxor sekitar tiga kilometer. Karnak di utara, sedangkan Luxor di selatan
    29. 29. PENINGGALAN KERAJAAN MESIR 1. Tulisan Hieroglyph, tulisan ini di kemudian hari dikenal sebagai tulisan hierotis (bagi kaum pendeta) dan tulisan demotis (yang digunakan oleh rakyat) 2. Piramida, mulai dibangun pada tahun 3000 SM. Piramid terbesar adalah Piramida Raja Cheops (Piramida Giza) yang memiliki tinggi 137 m yang dijaga patung Sphinx di depannya 3. Ilmu Matematika, Bangsa Mesir sudah mengenal ilmu Geometri, bagaimana menghitung volume Piramida, Silinder bahkan bumi. Selain itu mereka juga telah mengenal Phytagoras
    30. 30. 4. Sphinx, patung singa yang didirikan sebagai penjaga di depan Piramida. Kepala Sphinx melambangkan kebijaksanaan Firaun, sedangkan badannya merupakan simbol kekuatan Firaun. 5. Obelisk, merupakan tugu yang dibangun untuk memuja dewa matahari (Amon-Ra) 6. Mummi, merupakan jenazah bangsawan atau Firaun yang diawetkan. 7. Kota-kota kuno di Mesir, di kota-kota ini terdapat beberapa peninggalan berupa kuil atau istana-istana pada masa kerajaan Mesir kuno. Kota tersebut antara lain:
    31. 31.  Kota Gizeh  Kota Deir el Bahri  Kota Abu Simbel  Kota Memphis  Kota Thebe • Di daerah karnak menjadi basis pembangunan kuil untuk memuja dan mengkultuskan Dewa Amun • Di Abu Simbel terdapat kuil yg dibuat ramses II

    ×