Karakteristik hukum-hukum
syariah
By: kelompok 4
Nursamsi erika
Fandi n dungio
Arham ali
Jeny eria
Karekteristik hukum-hukum syariah
Terdapat tiga azas yang disepakati oleh
para ahli ulama dalam pelaksanaan syariah
yakni ...
Tidak memberatkan
Seluruh ajaran islam tidak akan memberatkan
dalam pelaksanaannya oleh karena syariah selalu
mempertimban...
Sekiranya syariah memberatkan bagi kehidupan manusia
atau membiarkan manusia dalam kesulitan niscaya
syariat islam itu aka...
Potensi nafsu membawa manfaat dalam batas
tertentu tapi jika tidak dikendalikan maka nafsu
akan tanpil dengan sifat-sifatn...
Tidak memperbanyak beban
Syariat datang tidak untuk
mengeksploitasi kehidupan manusia, karena
beban kejiwaan yang diberika...
inilah sebabnya Rasulullah melarang keras para
sahabatnya yang berniat untuk shalat terus menerus
tanpa tidur, tidak mau a...
Bertahap dalam menetapkan hukum
Al-Quran sendiri turun secara bertahap
selama 22 tahun, guna mempermantap bacaan
dan mempe...
tahap pertama dimana larangan paling
tegas belum tegas dan terkesan masih
memberi toleransi kebiasaan itu.
“mereka bertany...
namun setelah kebiasaan itu sudah
mengganggu sholat lima waktu makan
larangan tahap kedua datang
“hai orang-orang yang ber...
larangan diatas terkesan hanya
ketika akan shalat saja dilarang.
Sedang selebihnya masih
dibolehkan maka turun tahapan
ket...
Karakteristik hukum hukum syariah
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Karakteristik hukum hukum syariah

507 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
507
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Karakteristik hukum hukum syariah

  1. 1. Karakteristik hukum-hukum syariah By: kelompok 4 Nursamsi erika Fandi n dungio Arham ali Jeny eria
  2. 2. Karekteristik hukum-hukum syariah Terdapat tiga azas yang disepakati oleh para ahli ulama dalam pelaksanaan syariah yakni , syariah tidak memberatkan, syariah tidak menuntut dan syariah dilaksanakan secara bertahap
  3. 3. Tidak memberatkan Seluruh ajaran islam tidak akan memberatkan dalam pelaksanaannya oleh karena syariah selalu mempertimbangkan aspek yang memungkinkan manusia melaksanakannya, terutama faktor kemampuan (al-qudrah) Setiap ibada yang dilakukan selalu terkait dengan syarat kemampuan (istitha’ah) bagi orang mukallaf dan tidak ada tanggung jawab bagi yang tidak mampu.berdasarkan inilah maka dalam usul fiqih lahir ketentuan rukhshah yang merupakan jalan kemudahan bagi yang mengalami kesulitan dalam beribada dan bermuamalah
  4. 4. Sekiranya syariah memberatkan bagi kehidupan manusia atau membiarkan manusia dalam kesulitan niscaya syariat islam itu akan kehilangan misinya dalam mewujudkan kemaslahatan hidup manusia. Bahkan tuhan sebagai pencipta syariah memiliki sifat kasih sayang (rahman dan rahim) sehingga segala perintah dan laragannya dalam membawa rahmat bagi alam semesta. Itulah sebabnya perintah syariah itu selalu bertentangan dengan selera nafsu manusia dan syariah selalu berupaya mengendalikan nafsu dan bukannya nafsu yang mengendalikan syariah. Namun tidak berarti bahwa syariah harus mematikan nafsu melainkan membiarkannya bekerja secara proporsional agar daya yang dikandung memberi manfaat dalam kehidupan
  5. 5. Potensi nafsu membawa manfaat dalam batas tertentu tapi jika tidak dikendalikan maka nafsu akan tanpil dengan sifat-sifatnya yang merusak Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyayang (QS yusuf 12:53)
  6. 6. Tidak memperbanyak beban Syariat datang tidak untuk mengeksploitasi kehidupan manusia, karena beban kejiwaan yang diberikan kepadanya tidak lebih dari batas kejiwaan yang sesuai kadar kemampuan dan kesanggupan manusia itu sendiri
  7. 7. inilah sebabnya Rasulullah melarang keras para sahabatnya yang berniat untuk shalat terus menerus tanpa tidur, tidak mau awin dan yang berpuasa setiap hari, lalu Rasul menugurnya dan mengatakan “saya shalat tapi juga tidur, puasa dan berbuka, kawin untuk berkeluarga”. Dari prinsif inilah sehingga seseorang tidak dibenarkan melakukan suatu ibadah tanpa perintah tuhan disamping manusia tidak merekayasa ibadah, juga pada prinsifnya Syariah tidak ingin membebani manusia melebihi apa yang telah ditentukan Tuhan sendiri. Salah satu kaidah usul menegaskan “al-ashlu fl al-ibadatih altahrim” jika tidak ada dalil yang memerintahkannya
  8. 8. Bertahap dalam menetapkan hukum Al-Quran sendiri turun secara bertahap selama 22 tahun, guna mempermantap bacaan dan mempermudah hapalan rasul bersama sahabatnya. Tujuan lain agar kandungan Al-Quran itu mudah dihayati dan diamalkan secara bertahap hingga puncak kesempurnaannya Salah satu contoh menyangkut bertahapnya dalam menetapkan hukum adalah ayat yang menyinggung tentang khamr yang turun sampai tiga tahapannya yaitu
  9. 9. tahap pertama dimana larangan paling tegas belum tegas dan terkesan masih memberi toleransi kebiasaan itu. “mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi katakanlah pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”
  10. 10. namun setelah kebiasaan itu sudah mengganggu sholat lima waktu makan larangan tahap kedua datang “hai orang-orang yang beriman janganlah kamu shalat sedang dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan “
  11. 11. larangan diatas terkesan hanya ketika akan shalat saja dilarang. Sedang selebihnya masih dibolehkan maka turun tahapan ketiga sebagai penegasan dan larangan keras

×