SlideShare a Scribd company logo

LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mutia.docx

tugas ppg

1 of 8
Download to read offline
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah
Nama : Mahdiyah Al Muti’ah,S.Pd.
No UKG : 201901337671
Kelas : 002 Teknik Otomotif
No.
Masalah yang
telah
diidentifikasi
Hasil eksplorasi penyebab masalah
Analisis eksplorasi
penyebab masalah
1 Rendahnya
minat, keaktifan,
semangat dan
motivasi belajar
peserta didik.
Hasil kajian Literatur :
Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait
rendahnya minat, keaktifan, semangat dan motivasi belajar peserta didik saat pembelajaran
sebagai berikut:
Menurut Komsiyah (2012) unsur-unsur yang memengaruhi motivasi belajar:
 Cita-cita atau aspirasi siswa
 Kemampuan siswa
 Kondisi siswa
 Kondisi lingkungan siswa
 Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran.
Menurut N Prihatini (2018) , Penyebab rendahnya motivasi belajar peserta didik
disebabkan oleh faktor keluarga, lingkungan, dan guru. Faktor keluarga dikarenakan
masalah ekonomi. Masalah ekonomi yang mengakibatkan banyak orang tua lebih
mementingkan pekerjaan, sehingga lupa untuk memperhatikan kebutuhan peserta didik.
Faktor lingkungan disebakan ingkaran pergaulan peserta didik di lingkungan sekolah,
masyarakat. Dan faktor guru dapat disebabkan karena dalam kegiatan belajar mengajar
metode guru yang digunakan kurang kreatif. Sehingga peserta didik merasa jenuh dalam
mengikuti kegaiatan pembelajaran.
Menurut Ari & Sri (2017) motivasi merupakan proses internal yang menjadi salah satu
faktor penggerak bagi siswa untuk mau melibatkan dan mengarahkan dirinya ke dalam
pembelajaran hingga mencapai hasil tertentu. Motivasi siswa dapat digerakkan dari faktor
eksternal seperti pemberian materi oleh guru yang disusun secara kreatif, dukungan dari
orang tua, sedangkan motivasi dari faktor internal dapat digerakkan dengan adanya minat
belajar dari siswa
Setelah dilakukan analisis
terhadap eksplorasi
penyebab masalah
berdasarkan kajian literatur
dan wawancara, dapat
diketahui bahwa penyebab
rendahnya minat, keaktifan,
semangat dan motivasi
belajar peserta didik dalam
mapel DDO adalah :
1. Peserta didik kurang
percaya diri dengan
kemampuannya.
2. Peserta didik merasa
bosan dengan metode
pembelajaran dari guru.
3. Peserta didik kurang
memiliki dukungan atau
motivasi dari keluarga
dan guru.
4. Peserta didik susah
keluar dari zona nyaman
karena efek pandemi.
5. Peserta didik tidak
nyaman dengan kondisi
pembelajaran.
Sumber :
 Komsiyah, Indah. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras, 2012.
 Riswanto, Ari., & Sri Aryani. (2017). Learning Motivation And Student Achievement :
Description Analysis And Relationships Both". COUNS-EDU: The International Journal
Of Counseling And Education 2, 1: 42. doi:10.23916/002017026010.
 N Prihatini 2018 Analisis Berbagai Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa
Kelas IV SDN 3 Tebaban J DIDIKA Wahana Ilm Pendidik Dasar 4(1) 56
Hasil Wawancara :
 Peserta didik kurang percaya diri dengan kemampuannya sehingga lebih memilih
diam saat pembelajaran.
 Peserta didik merasa bosan dan jenuh dengan metode pembelajaran yang monoton.
 Peserta didik takut bertanya ketika ada yang tidak dimengerti sehingga hanya
peserta didik yang pintar yang aktif di kelas.
 Kurangnya motivasi dari guru.
 Peserta didik kecanduan game dari gadgetnya.
 Kurang motivasi atau semangat dari keluarga.
 Efek pandemi sehingga perlu adaptasi lagi dari yang santai menjadi pembelajaran
yang terstruktur di kelas.
 Tidak nyaman dengan suasana kelas
 Tidak tertarik dengan media yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan
materi.
 Siswa hanya mengharap ilmu itu diberikan satu arah yaitu dari guru saja.
6. Peserta didik lebih
senang dengan
smartphonenya.
7. Mindset peserta didik
bahwa pembelajaran
hanya satu arah dari
guru.
2 Rendahnya minat
literasi peserta
didik dalam
membaca materi
atau bahan ajar.
Hasil kajian Literatur :
Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait
Rendahnya minat literasi peserta didik dalam membaca materi atau bahan ajar sebagai
berikut:
Menurut Citra (2018) faktor internal penyebab rendahnya minat membaca siswa adalah
kemampuan membaca dan kurangnya kebiasaan membaca. Faktor eksternal penyebab
rendahnya minat membaca siswa adalah lingkungan sekolah kurang mendukung, peran
perpustakaan belum maksimal, keterbatasan buku/bahan bacaan, keluarga kurang
mendukung, dan pengaruh menonton televisi serta penggunaan handphone.
Setelah dilakukan analisis
terhadap eksplorasi
penyebab masalah
berdasarkan kajian literatur
dan wawancara, dapat
diketahui bahwa penyebab
rendahnya minat literasi
peserta didik dalam
membaca materi atau bahan
ajar dalam mapel DDO
adalah sebagai berikut:
Menurut Hapsari dan Purnamasari(2019) Guru harus memiliki kemampuan
menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan efektif sehingga minat baca
siswa menjadi meningkat. Selain guru, minat baca juga bisa tercipta dari dorongan
orang tua dirumah, namun kebanyakan orang lebih terfokus pada hasil belajarnya,
pengaruh teknologi seperti penggunakan smarthphone yang tidak dibatasi oleh kedua
orang tuanya salah satu faktor penyebab rendahnya minat baca dikalangan siswa sekolah
dasar (Hapsari, Purnamasari, & Purnamasari , 2019, hal. 377)
Menurut Diana & Juairiah. (2022). Minat membaca yang rendah akan mempengaruhi
kualitas belajar Peserta didik yang akan berdampak pada prestasi belajar Peserta didik di
sekolah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Diana & Juairiah (2022) dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut: 1. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 7
Banjarmasin diwujudkan dengan melaksanakan program sosialisasi pelaksanaan Gerakan
Literasi Sekolah, literasi membaca 15 menit sebelum kelas dimulai, pemanfaatan
perpustakaan, pojok baca, lomba literasi, penulisan Karya Ilmiah, serta sosialisasi dan
pendampingan ke sekolah lain. 2. Faktor Pendukung: Sumber Daya Manusia yang
memadai, sarana dan prasarana yang lengkap, dan dana. Faktor penghambat antara lain
rendahnya perhatian orang tua, rendahnya kesadaran, dan kemauan Peserta didik, serta
kurangnya koordinasi antara guru dengan tim pengelola sekolah
Sumber:
 Sari, Citra Purnama.(2018) Factors That Cause Low Reading Interest Of 4th Grade
Students: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 32 Tahun ke-7 2018
 Hapsari, Y. I., Purnamasari, L., & Purnamasari, V. (2019). Minat Baca Siswa Kelas V SD
Negeri Harjowinangun 02 Tersono Batang. Indonesia Journal Of Educational Reseach
and Review, Vol 2, No 3, 377
 Diana & juairiah. (2022) Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (Gls) Untuk
Menumbuhkan Minat Baca Peserta didik Di Sma Negeri 7 Banjarmasin. Jurnal ElPustaka,
3(1), 67-80
Hasil wawancara:
1. Peserta didik lebih tertarik dengan metode yang instan yaitu searching di internet.
2. Era sekarang bukan jamannya untuk membaca buku secara manual
3. Kondisi perpustakaan yang kurang ideal dan kurang menarik minat baca peserta didik.
4. Kurangnya model dari para guru untuk memberikan contoh membudayakan membaca
di perpustakaan
5. Kesadaran dari siswa untuk membaca kurang
6. Buku buku yang relevan dengan pembelajaran masih terbatas
1. Kurangnya
pembiasaan
membaca sejak dini.
2. Orangtua lebih fokus
pada hasil belajarnya.
3. Penggunaan
smartphone yang
tidak dibatasi oleh
orangtua.
4. Peserta didik lebih
tertarik dengan cara
instan yaitu tanya
google.
5. Ketersediaan buku
yang relevan dengan
pembelajaran masih
terbatas
6. Kurangnya model dari
guru dalam
memberikan contoh
budaya literasi di
perpustakaan
7. Kondisi perpustakaan
yang belum ideal.
3 Rendahnya
kemampuan
dasar numerasi
peserta didik
Hasil kajian Literatur :
Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait
Rendahnya kemampuan dasar numerasi peserta didik sebagai berikut
Menurut Hartatik (2020), Kemampuan literasi numerasi diartikan sebagai kemampuan
peserta didik untuk menjabarkan informasi yang berkaitan dengan angka atau
matematika kemudian merumuskan sebuah permasalahan, menganalisis
permasalahan, serta menemukan penyelesaian dari masalah tersebut.
Menurut Nayla Ziva Salvia dkk (2022) kecemasan matematika dapat mempengaruhi
kemampuan literasi numerasi peserta didik baik secara langsung maupun tidak. Oleh
karena itu untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik diperlukan
usaha untuk mengurangi tingkat kecemasan matematika peserta didik.
Mneurut Saputra (2014:78) yang mengungkapkan bahwa kecemasan matematis
merupakan perasaan yang berasal dari peserta didik yang merasa takut, tegang, dan cemas
ketika sedang berhadapan dengan matematika serta berpikir bahwa matematika
merupakan mata pelajaran yang tidak menyenangkan karena melihat dari pengalaman
pribadi, guru, teman, dan ejekan teman karena tidak dapat menyelesaikan persoalan
matematika.
Sumber :
 Hartatik, Sri, Nafiah. 2020. “Kemampuan Numerasi Mahasiswa Pendidikan Profesi
Guru Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Masalah Matematika”, Education and
Human Development Journal, Vol. 5 No. 1. April 2020. 32-42.
 Saputra, P.R. (2014). Kecemasan Matematika dan Cara Menguranginya (Mathematic
Anxiety and How To Reduce It). Journal of the Mathematics Education Study Program,
3(2)
 https://proceeding.unikal.ac.id/index.php/sandika/article/view/890/662
Hasil Wawancara :
1. Stigma Peserta didik bahwa matematika itu sulit.
2. Peserta didik lebih memilih menggunakan HP untuk menghitung
3. Model pembelajaran yang digunakan membuat bosan.
4. Peserta didik kurang banyak berlatih sehingga kemampuan numerasinya kurang.
5. Peserta didik merasa takut untuk bertanya ketika belum paham sehingga untuk
lanjut ke materi selanjutnya masih meraba raba.
Setelah dilakukan analisis
terhadap eksplorasi
penyebab masalah
berdasarkan kajian literatur
dan wawancara, dapat
diketahui bahwa penyebab
rendahnya kemampuan
dasar numerasi peserta didik
dalam mapel DDO adalah
sebagai berikut:
1. Peserta didik merasa
tegang dan takut
untuk bertanya
ketika ada yanng
belum dimengerti.
2. Stigma dari peserta
didik bahwa
matematika itu sulit.
3. Peserta didik kurang
berlatih sehingga
kemampuannya
numerasi masih
kurang.
4. Model pembelajaran
teacher center
membuat peserta
didik bosan.
4 Rendahnya
kemampuan
public speaking
dan kepercayaan
diri peserta didik.
Hasil kajian Literatur :
Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait
Rendahnya kemampuan public speaking dan kepercayaan diri peserta didik sebagai berikut
Menurut Fitrananda dkk, (2018), Public speaking ini adalah menyampaikan ide atau
gagasan secara lisan atau berbicara. Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi kemampuan
publik speaking seseorang, yaitu faktor internal dan eksternal. Terkait dengan faktor
internal yaitu segala hal yang menempel pada diri individu, diantaranya faktor fisik (bibir,
mulut, lidah, pita suara, gigi) dan faktor non fisik (tingkat kecerdasan, pola piker, minat,
bakat, karakter, kepribadian). Berikutnya yaitu faktor eksternal sebagai contoh kebiasaan,
level pendidikan, dan lingkungan pergaulan. Namun demikian, ketrampilan public speaking
seseorang tidak hanya dijamin dengan 2 faktor tersebut, karena membutuhkan latihan
secara terus menerus agar potensi public speaking yang dimiliki dapat berkembang dengan
optimal. Dalam menyampaikan presentasi atau praktik public speaking di depan kelas
terkadang terdapat faktor penghambat yang cukup signifikan yaitu kecemasan.
Menurut Aswi (2008) individu yang tidak percaya diri biasanya disebabkan oleh individu
tersebut tidak mendidik sendiri dan hanya menunggu orang melakukan sesuatu kepada
dirinya. Semakin individu kehilangan suatu kepercayaan diri, maka akan semakin sulit
untuk memutuskan yang terbaik apa yang harus dilakukan kepada dirinya.
Sumber :
 Menurut Fitrananda, C. A., Anisyahrini, R., Iqbal, M., Studi, P., Komunikasi, I., &
Pasundan, U. (2018). Pelatihan Public Speaking untuk Menunjang Kemampuan
Presentasi Bagi Siswa SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung. Jurnal Pengabdian
Kepada Masyarakat MADANI, 4(2), 66– 69. http://dx.doi.org/10.53834/mdn. v4i2.507
 Mastuti & Aswi. (2008). 50 Kiat Percaya Diri. Jakarta : PT. Buku Kita.
Hasil Wawancara :
1. Peserta didik tidak terbiasa presentasi di depan kelas.
2. Ada rasa kurang percaya diri dengan kemampuan peserta didik tersebut.
3. Peserta didik malu jika diejek atau disorakin temannya ketika salah berbicara.
4. Metode pembelajaran yang masih teacher center.
5. Belum menggunakan metode reward bagi peserta didik yang aktif presentasi di
depan kelas.
6. Mindset peserta didik yang menganggap pembelajaran hanya satu arah yaitu guru
berceramah sedangkan peserta didik hanya mendengarkan.
Setelah dilakukan analisis
terhadap eksplorasi
penyebab masalah
berdasarkan kajian literatur
dan wawancara, dapat
diketahui bahwa penyebab
dari rendahnya kemampuan
public speaking dan
kepercayaan diri peserta
didik dalam mapel DDO
adalah sebagai berikut:
1. Peserta didik
menganggap
pembelajaran hanya
menggunakan sistem
satu arah yaitu guru
menjelaskan dan
peserta didik
mendengarkan.
2. Peserta didik takut
diejek atau disorakin
teman kalau salah
berbicara.
3. Perasaan cemas dari
peserta didik.
4. Metode pembelajaran
yang masih teacher
center belum
mendukung
kemampuan publik
speaking peserta
didik.
5 Kurangnya
komunikasi
antara guru
dengan orang tua
peserta didik
terkait dengan
masalah yang
dihadapi peserta
didik selama
mengikuti
pembelajaran
Hasil kajian Literatur :
Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait
Kurangnya komunikasi antara guru dengan orang tua peserta didik terkait dengan masalah
yang dihadapi peserta didik selama mengikuti pembelajaran sebagai berikut
Menurut Hendita (2019) yang menyatakan bahwa keterlibatan dan peran orang tua dalam
pembelajaran akan memiliki pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Oleh karena
itu, dapat diduga peran orang tua berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
Menurut Suryo Subroto (dalam Ilyas: 2004) komunikasi orang tua dengan anaknya
sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Apabila komunikasi orang tua
berpengaruh baik kepada anaknya maka hal akan menyebabkan anak berkembang baik
pula. Penentuan kehidupan anak di sekolah dapat dilihat dari peranan dan suasana
komunikasi orang tua di rumah. Orang tua harus menjadikan rumah sebagai wadah untuk
berkomunikasi secara intens dengan anaknya.
Menurut Khusnul (2021) Faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua dalam membimbing
pembelajaran daring anak diantaranya: Latar belakang pendidikan orang tua, Tingkat
ekonomi, Teman dan jumlah anggota keluarga, Suasana hati anak, dan Sinyal atau jaringan
Hp.
Sumber :
 Alfiansyah, Hendita. (2019). The role of parental involvement towards the students’
learning motivation. Lentera Pendidikan. Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. 22. 276.
10.24252/lp.2019v22n2i9
 Ilyas, Yunahar, Kuliah aqidah Islam, Yogyakarta: LPPI, 2004
Hasil wawancara:
1. Orang tua tidak terbuka dengan pihak sekolah cenderung menutupi kesalahan
peserta didik
2. Pihak sekolah kurang aktif dalam membangun komunikasi dengan orangtua.
3. Orang tua tidak memiliki komunikasi ketika ada home visit orangtua tidak ada di
rumah.
4. Tidak adanya kontrol orang tua /wali siswa saat diluar sekolah
5. Orang tua jarang menanyakan perkembangan siswa ke guru
Setelah dilakukan analisis
terhadap eksplorasi
penyebab masalah
berdasarkan kajian literatur
dan wawancara, dapat
diketahui bahwa penyebab
Kurangnya komunikasi
antara guru dengan orang
tua peserta didik terkait
dengan masalah yang
dihadapi peserta didik
selama mengikuti
pembelajaran mapel DDO
adalah sebagai berikut :
1. Kurangnya
perhatian orang tua
dan guru.
2. Orang tua tidak
memperhatikan
perkembangan
anaknya di sekolah
3. Orang tua belum
paham tentang
pentingnya
koordinasi dengan
pihak sekolah
4. Orang tua masih
banyak yang belum
mengetahui
pentingnya
pendidikan.
5. Latar belakang
pendidikan orang
tua yang rata-rata
masih terbilang
rendah.
6 Penerapan
metode dan
Hasil kajian Literatur : Setelah dilakukan analisis
terhadap eksplorasi

Recommended

LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah 2.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah 2.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah 2.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah 2.docxssuser5d03bc
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxAndiqbal
 
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah dan Masalah Terpilih yang akan diselesaikan...
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah dan Masalah Terpilih yang akan diselesaikan...LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah dan Masalah Terpilih yang akan diselesaikan...
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah dan Masalah Terpilih yang akan diselesaikan...IrmadaBoheaIR
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (5).pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (5).pdfLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (5).pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (5).pdfwisnunurkamaludin
 
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docx
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docxLK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docx
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docxAbdulJamil38
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.docxMaximusCarlesSeda
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah-Ismariyana.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah-Ismariyana.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah-Ismariyana.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah-Ismariyana.docxerica233597
 
LK. 1.1. Identifikasi Masalah HELMI NYUSWANDANA.docx
LK. 1.1. Identifikasi Masalah HELMI NYUSWANDANA.docxLK. 1.1. Identifikasi Masalah HELMI NYUSWANDANA.docx
LK. 1.1. Identifikasi Masalah HELMI NYUSWANDANA.docxAliyahya_john
 

More Related Content

What's hot

LK 1.2 Eksplorasi Masalah.docx
LK 1.2  Eksplorasi Masalah.docxLK 1.2  Eksplorasi Masalah.docx
LK 1.2 Eksplorasi Masalah.docxIrmadaBoheaIR
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docxAbdulJamil38
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rev.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rev.pdfLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rev.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rev.pdfUlfaKhoirunisa2
 
LK 2.4. Rencana Evaluasi.pdf
LK 2.4. Rencana Evaluasi.pdfLK 2.4. Rencana Evaluasi.pdf
LK 2.4. Rencana Evaluasi.pdfYusriRahayu1
 
LK. 1.1. Identifikasi Masalah.doc
LK. 1.1. Identifikasi Masalah.docLK. 1.1. Identifikasi Masalah.doc
LK. 1.1. Identifikasi Masalah.docAbdulRosyd1
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - Copy.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - Copy.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - Copy.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - Copy.docxSukarnoSukarno16
 
LK. 2.1 REVISI_Eksplorasi Alternatif Solusi (Masita).docx
LK. 2.1 REVISI_Eksplorasi Alternatif Solusi (Masita).docxLK. 2.1 REVISI_Eksplorasi Alternatif Solusi (Masita).docx
LK. 2.1 REVISI_Eksplorasi Alternatif Solusi (Masita).docxMasitaMasita16
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxazwar38
 
LK 2.3 Rencana Aksi.docx
LK 2.3 Rencana Aksi.docxLK 2.3 Rencana Aksi.docx
LK 2.3 Rencana Aksi.docxHasanCkp
 
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah Final.docx
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah Final.docxLK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah Final.docx
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah Final.docxriama11
 
LK 1.2 SUSILO WARDANI.pdf
LK 1.2 SUSILO WARDANI.pdfLK 1.2 SUSILO WARDANI.pdf
LK 1.2 SUSILO WARDANI.pdfSusiloWardani5
 
LK. 2.1. Explorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1. Explorasi Alternatif Solusi.docxLK. 2.1. Explorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1. Explorasi Alternatif Solusi.docxFatmawatiLaisouw
 
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1) (1).docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi  (1) (1).docxLK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi  (1) (1).docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1) (1).docxIdaRoyanti3
 
LK. 1.1. Identifikasi Masalah - Berita.pdf
LK. 1.1. Identifikasi Masalah - Berita.pdfLK. 1.1. Identifikasi Masalah - Berita.pdf
LK. 1.1. Identifikasi Masalah - Berita.pdfarba15
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi MEI.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi MEI.pdfLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi MEI.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi MEI.pdfMeilanieGitchuu
 
LK 1.1 Identifikasi Masalah pemahaman pemanfaatan model-model pembelajaran in...
LK 1.1 Identifikasi Masalah pemahaman pemanfaatan model-model pembelajaran in...LK 1.1 Identifikasi Masalah pemahaman pemanfaatan model-model pembelajaran in...
LK 1.1 Identifikasi Masalah pemahaman pemanfaatan model-model pembelajaran in...RizkyYanurianto2
 
lk 2.2 penentuan solusi.pdf
lk 2.2 penentuan solusi.pdflk 2.2 penentuan solusi.pdf
lk 2.2 penentuan solusi.pdfOcaGitulo
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxAndiqbal
 

What's hot (20)

LK 2.3 Rencana Aksi (1).pdf
LK 2.3 Rencana Aksi (1).pdfLK 2.3 Rencana Aksi (1).pdf
LK 2.3 Rencana Aksi (1).pdf
 
LK 1.2 Eksplorasi Masalah.docx
LK 1.2  Eksplorasi Masalah.docxLK 1.2  Eksplorasi Masalah.docx
LK 1.2 Eksplorasi Masalah.docx
 
LK. 2.2 Menentukan Solusi.pdf
LK. 2.2 Menentukan Solusi.pdfLK. 2.2 Menentukan Solusi.pdf
LK. 2.2 Menentukan Solusi.pdf
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Abdul Jamil.docx
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rev.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rev.pdfLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rev.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi Rev.pdf
 
LK 2.4. Rencana Evaluasi.pdf
LK 2.4. Rencana Evaluasi.pdfLK 2.4. Rencana Evaluasi.pdf
LK 2.4. Rencana Evaluasi.pdf
 
LK. 1.1. Identifikasi Masalah.doc
LK. 1.1. Identifikasi Masalah.docLK. 1.1. Identifikasi Masalah.doc
LK. 1.1. Identifikasi Masalah.doc
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - Copy.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - Copy.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - Copy.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - Copy.docx
 
LK. 2.1 REVISI_Eksplorasi Alternatif Solusi (Masita).docx
LK. 2.1 REVISI_Eksplorasi Alternatif Solusi (Masita).docxLK. 2.1 REVISI_Eksplorasi Alternatif Solusi (Masita).docx
LK. 2.1 REVISI_Eksplorasi Alternatif Solusi (Masita).docx
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
 
LK 2.3 Rencana Aksi.docx
LK 2.3 Rencana Aksi.docxLK 2.3 Rencana Aksi.docx
LK 2.3 Rencana Aksi.docx
 
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah Final.docx
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah Final.docxLK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah Final.docx
LK 1.3 Penentuan Penyebab Masalah Final.docx
 
LK 1.2 SUSILO WARDANI.pdf
LK 1.2 SUSILO WARDANI.pdfLK 1.2 SUSILO WARDANI.pdf
LK 1.2 SUSILO WARDANI.pdf
 
LK. 2.1. Explorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1. Explorasi Alternatif Solusi.docxLK. 2.1. Explorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1. Explorasi Alternatif Solusi.docx
 
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1) (1).docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi  (1) (1).docxLK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi  (1) (1).docx
LK 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi (1) (1).docx
 
LK. 1.1. Identifikasi Masalah - Berita.pdf
LK. 1.1. Identifikasi Masalah - Berita.pdfLK. 1.1. Identifikasi Masalah - Berita.pdf
LK. 1.1. Identifikasi Masalah - Berita.pdf
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi MEI.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi MEI.pdfLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi MEI.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi MEI.pdf
 
LK 1.1 Identifikasi Masalah pemahaman pemanfaatan model-model pembelajaran in...
LK 1.1 Identifikasi Masalah pemahaman pemanfaatan model-model pembelajaran in...LK 1.1 Identifikasi Masalah pemahaman pemanfaatan model-model pembelajaran in...
LK 1.1 Identifikasi Masalah pemahaman pemanfaatan model-model pembelajaran in...
 
lk 2.2 penentuan solusi.pdf
lk 2.2 penentuan solusi.pdflk 2.2 penentuan solusi.pdf
lk 2.2 penentuan solusi.pdf
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docxLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.docx
 

Similar to LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mutia.docx

LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdfLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdfMarniMarni33
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdfLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdfDhieSyerin
 
contoh lk.1.2 Eksplorasi masalah ppg.pdf
contoh lk.1.2 Eksplorasi masalah ppg.pdfcontoh lk.1.2 Eksplorasi masalah ppg.pdf
contoh lk.1.2 Eksplorasi masalah ppg.pdfaprielhami24
 
LITERATUR IDENTIFIKASI MASALAH (1).docx
LITERATUR IDENTIFIKASI MASALAH (1).docxLITERATUR IDENTIFIKASI MASALAH (1).docx
LITERATUR IDENTIFIKASI MASALAH (1).docxagunggunawan571
 
LK 1.2 Ekspolari Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Ekspolari Penyebab Masalah.pdfLK 1.2 Ekspolari Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Ekspolari Penyebab Masalah.pdfIrmadaBoheaIR
 
LK. 1.2 corat coret road to lk 1.3.pdf
LK. 1.2 corat coret road to lk 1.3.pdfLK. 1.2 corat coret road to lk 1.3.pdf
LK. 1.2 corat coret road to lk 1.3.pdfssuserc8ed61
 
Faktor-Faktor Yang Menghambat Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Timb...
Faktor-Faktor Yang Menghambat Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Timb...Faktor-Faktor Yang Menghambat Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Timb...
Faktor-Faktor Yang Menghambat Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Timb...Paulus Robert Tuerah
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Kusniati.docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Kusniati.docxLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Kusniati.docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Kusniati.docxKusniati1
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - maimunah.docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - maimunah.docxLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - maimunah.docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - maimunah.docxmaimunahSPd1
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdfLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdfAgnesSahetapy
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMA.pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMA.pdfLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMA.pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMA.pdfAlfaDigitalBooks
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (1)Josu.pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (1)Josu.pdfLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (1)Josu.pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (1)Josu.pdfAndyJs2
 
EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH - ROSLAN.pptx
EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH - ROSLAN.pptxEKSPLORASI PENYEBAB MASALAH - ROSLAN.pptx
EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH - ROSLAN.pptxdewinalan
 
Makalah Minat Belajar Siswa
Makalah Minat Belajar SiswaMakalah Minat Belajar Siswa
Makalah Minat Belajar Siswasarahrzkirh28
 
LK. 2.2 Menentukan Solusi_Abdul Aziz.pdf
LK. 2.2 Menentukan Solusi_Abdul Aziz.pdfLK. 2.2 Menentukan Solusi_Abdul Aziz.pdf
LK. 2.2 Menentukan Solusi_Abdul Aziz.pdfAbdulAziz641391
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mami (1).docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mami (1).docxLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mami (1).docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mami (1).docxVyzaAprizal1
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah contoh 1.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah contoh 1.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah contoh 1.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah contoh 1.docxErbiSuwanto1
 
LK 1. 2 Darius Magun Tukan, S.Pd.docx
LK 1. 2 Darius Magun Tukan, S.Pd.docxLK 1. 2 Darius Magun Tukan, S.Pd.docx
LK 1. 2 Darius Magun Tukan, S.Pd.docxTukanARYS
 
ppt Proyek Lembar Kerja Pendidikamn Warga Negara.Annisa Rahmadiani.pptx
ppt Proyek Lembar Kerja Pendidikamn Warga Negara.Annisa Rahmadiani.pptxppt Proyek Lembar Kerja Pendidikamn Warga Negara.Annisa Rahmadiani.pptx
ppt Proyek Lembar Kerja Pendidikamn Warga Negara.Annisa Rahmadiani.pptxTeguhHoho
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.pdfLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.pdfLeniKurnia4
 

Similar to LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mutia.docx (20)

LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdfLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah -Darma Aswita- - Copy-1.pdf
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdfLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
 
contoh lk.1.2 Eksplorasi masalah ppg.pdf
contoh lk.1.2 Eksplorasi masalah ppg.pdfcontoh lk.1.2 Eksplorasi masalah ppg.pdf
contoh lk.1.2 Eksplorasi masalah ppg.pdf
 
LITERATUR IDENTIFIKASI MASALAH (1).docx
LITERATUR IDENTIFIKASI MASALAH (1).docxLITERATUR IDENTIFIKASI MASALAH (1).docx
LITERATUR IDENTIFIKASI MASALAH (1).docx
 
LK 1.2 Ekspolari Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Ekspolari Penyebab Masalah.pdfLK 1.2 Ekspolari Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Ekspolari Penyebab Masalah.pdf
 
LK. 1.2 corat coret road to lk 1.3.pdf
LK. 1.2 corat coret road to lk 1.3.pdfLK. 1.2 corat coret road to lk 1.3.pdf
LK. 1.2 corat coret road to lk 1.3.pdf
 
Faktor-Faktor Yang Menghambat Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Timb...
Faktor-Faktor Yang Menghambat Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Timb...Faktor-Faktor Yang Menghambat Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Timb...
Faktor-Faktor Yang Menghambat Keaktifan Belajar Siswa Kelas IV SD Inpres Timb...
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Kusniati.docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Kusniati.docxLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Kusniati.docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah_Kusniati.docx
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - maimunah.docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - maimunah.docxLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - maimunah.docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah - maimunah.docx
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdfLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah.pdf
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMA.pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMA.pdfLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMA.pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMA.pdf
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (1)Josu.pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (1)Josu.pdfLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (1)Josu.pdf
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah (1)Josu.pdf
 
EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH - ROSLAN.pptx
EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH - ROSLAN.pptxEKSPLORASI PENYEBAB MASALAH - ROSLAN.pptx
EKSPLORASI PENYEBAB MASALAH - ROSLAN.pptx
 
Makalah Minat Belajar Siswa
Makalah Minat Belajar SiswaMakalah Minat Belajar Siswa
Makalah Minat Belajar Siswa
 
LK. 2.2 Menentukan Solusi_Abdul Aziz.pdf
LK. 2.2 Menentukan Solusi_Abdul Aziz.pdfLK. 2.2 Menentukan Solusi_Abdul Aziz.pdf
LK. 2.2 Menentukan Solusi_Abdul Aziz.pdf
 
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mami (1).docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mami (1).docxLK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mami (1).docx
LK 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mami (1).docx
 
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah contoh 1.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah contoh 1.docxLK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah contoh 1.docx
LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah contoh 1.docx
 
LK 1. 2 Darius Magun Tukan, S.Pd.docx
LK 1. 2 Darius Magun Tukan, S.Pd.docxLK 1. 2 Darius Magun Tukan, S.Pd.docx
LK 1. 2 Darius Magun Tukan, S.Pd.docx
 
ppt Proyek Lembar Kerja Pendidikamn Warga Negara.Annisa Rahmadiani.pptx
ppt Proyek Lembar Kerja Pendidikamn Warga Negara.Annisa Rahmadiani.pptxppt Proyek Lembar Kerja Pendidikamn Warga Negara.Annisa Rahmadiani.pptx
ppt Proyek Lembar Kerja Pendidikamn Warga Negara.Annisa Rahmadiani.pptx
 
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.pdfLK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.pdf
LK. 2.1 Eksplorasi Alternatif Solusi.pdf
 

LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah mutia.docx

  • 1. LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah Nama : Mahdiyah Al Muti’ah,S.Pd. No UKG : 201901337671 Kelas : 002 Teknik Otomotif No. Masalah yang telah diidentifikasi Hasil eksplorasi penyebab masalah Analisis eksplorasi penyebab masalah 1 Rendahnya minat, keaktifan, semangat dan motivasi belajar peserta didik. Hasil kajian Literatur : Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait rendahnya minat, keaktifan, semangat dan motivasi belajar peserta didik saat pembelajaran sebagai berikut: Menurut Komsiyah (2012) unsur-unsur yang memengaruhi motivasi belajar:  Cita-cita atau aspirasi siswa  Kemampuan siswa  Kondisi siswa  Kondisi lingkungan siswa  Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran. Menurut N Prihatini (2018) , Penyebab rendahnya motivasi belajar peserta didik disebabkan oleh faktor keluarga, lingkungan, dan guru. Faktor keluarga dikarenakan masalah ekonomi. Masalah ekonomi yang mengakibatkan banyak orang tua lebih mementingkan pekerjaan, sehingga lupa untuk memperhatikan kebutuhan peserta didik. Faktor lingkungan disebakan ingkaran pergaulan peserta didik di lingkungan sekolah, masyarakat. Dan faktor guru dapat disebabkan karena dalam kegiatan belajar mengajar metode guru yang digunakan kurang kreatif. Sehingga peserta didik merasa jenuh dalam mengikuti kegaiatan pembelajaran. Menurut Ari & Sri (2017) motivasi merupakan proses internal yang menjadi salah satu faktor penggerak bagi siswa untuk mau melibatkan dan mengarahkan dirinya ke dalam pembelajaran hingga mencapai hasil tertentu. Motivasi siswa dapat digerakkan dari faktor eksternal seperti pemberian materi oleh guru yang disusun secara kreatif, dukungan dari orang tua, sedangkan motivasi dari faktor internal dapat digerakkan dengan adanya minat belajar dari siswa Setelah dilakukan analisis terhadap eksplorasi penyebab masalah berdasarkan kajian literatur dan wawancara, dapat diketahui bahwa penyebab rendahnya minat, keaktifan, semangat dan motivasi belajar peserta didik dalam mapel DDO adalah : 1. Peserta didik kurang percaya diri dengan kemampuannya. 2. Peserta didik merasa bosan dengan metode pembelajaran dari guru. 3. Peserta didik kurang memiliki dukungan atau motivasi dari keluarga dan guru. 4. Peserta didik susah keluar dari zona nyaman karena efek pandemi. 5. Peserta didik tidak nyaman dengan kondisi pembelajaran.
  • 2. Sumber :  Komsiyah, Indah. Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras, 2012.  Riswanto, Ari., & Sri Aryani. (2017). Learning Motivation And Student Achievement : Description Analysis And Relationships Both". COUNS-EDU: The International Journal Of Counseling And Education 2, 1: 42. doi:10.23916/002017026010.  N Prihatini 2018 Analisis Berbagai Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SDN 3 Tebaban J DIDIKA Wahana Ilm Pendidik Dasar 4(1) 56 Hasil Wawancara :  Peserta didik kurang percaya diri dengan kemampuannya sehingga lebih memilih diam saat pembelajaran.  Peserta didik merasa bosan dan jenuh dengan metode pembelajaran yang monoton.  Peserta didik takut bertanya ketika ada yang tidak dimengerti sehingga hanya peserta didik yang pintar yang aktif di kelas.  Kurangnya motivasi dari guru.  Peserta didik kecanduan game dari gadgetnya.  Kurang motivasi atau semangat dari keluarga.  Efek pandemi sehingga perlu adaptasi lagi dari yang santai menjadi pembelajaran yang terstruktur di kelas.  Tidak nyaman dengan suasana kelas  Tidak tertarik dengan media yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi.  Siswa hanya mengharap ilmu itu diberikan satu arah yaitu dari guru saja. 6. Peserta didik lebih senang dengan smartphonenya. 7. Mindset peserta didik bahwa pembelajaran hanya satu arah dari guru. 2 Rendahnya minat literasi peserta didik dalam membaca materi atau bahan ajar. Hasil kajian Literatur : Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait Rendahnya minat literasi peserta didik dalam membaca materi atau bahan ajar sebagai berikut: Menurut Citra (2018) faktor internal penyebab rendahnya minat membaca siswa adalah kemampuan membaca dan kurangnya kebiasaan membaca. Faktor eksternal penyebab rendahnya minat membaca siswa adalah lingkungan sekolah kurang mendukung, peran perpustakaan belum maksimal, keterbatasan buku/bahan bacaan, keluarga kurang mendukung, dan pengaruh menonton televisi serta penggunaan handphone. Setelah dilakukan analisis terhadap eksplorasi penyebab masalah berdasarkan kajian literatur dan wawancara, dapat diketahui bahwa penyebab rendahnya minat literasi peserta didik dalam membaca materi atau bahan ajar dalam mapel DDO adalah sebagai berikut:
  • 3. Menurut Hapsari dan Purnamasari(2019) Guru harus memiliki kemampuan menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan efektif sehingga minat baca siswa menjadi meningkat. Selain guru, minat baca juga bisa tercipta dari dorongan orang tua dirumah, namun kebanyakan orang lebih terfokus pada hasil belajarnya, pengaruh teknologi seperti penggunakan smarthphone yang tidak dibatasi oleh kedua orang tuanya salah satu faktor penyebab rendahnya minat baca dikalangan siswa sekolah dasar (Hapsari, Purnamasari, & Purnamasari , 2019, hal. 377) Menurut Diana & Juairiah. (2022). Minat membaca yang rendah akan mempengaruhi kualitas belajar Peserta didik yang akan berdampak pada prestasi belajar Peserta didik di sekolah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Diana & Juairiah (2022) dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 7 Banjarmasin diwujudkan dengan melaksanakan program sosialisasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah, literasi membaca 15 menit sebelum kelas dimulai, pemanfaatan perpustakaan, pojok baca, lomba literasi, penulisan Karya Ilmiah, serta sosialisasi dan pendampingan ke sekolah lain. 2. Faktor Pendukung: Sumber Daya Manusia yang memadai, sarana dan prasarana yang lengkap, dan dana. Faktor penghambat antara lain rendahnya perhatian orang tua, rendahnya kesadaran, dan kemauan Peserta didik, serta kurangnya koordinasi antara guru dengan tim pengelola sekolah Sumber:  Sari, Citra Purnama.(2018) Factors That Cause Low Reading Interest Of 4th Grade Students: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 32 Tahun ke-7 2018  Hapsari, Y. I., Purnamasari, L., & Purnamasari, V. (2019). Minat Baca Siswa Kelas V SD Negeri Harjowinangun 02 Tersono Batang. Indonesia Journal Of Educational Reseach and Review, Vol 2, No 3, 377  Diana & juairiah. (2022) Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (Gls) Untuk Menumbuhkan Minat Baca Peserta didik Di Sma Negeri 7 Banjarmasin. Jurnal ElPustaka, 3(1), 67-80 Hasil wawancara: 1. Peserta didik lebih tertarik dengan metode yang instan yaitu searching di internet. 2. Era sekarang bukan jamannya untuk membaca buku secara manual 3. Kondisi perpustakaan yang kurang ideal dan kurang menarik minat baca peserta didik. 4. Kurangnya model dari para guru untuk memberikan contoh membudayakan membaca di perpustakaan 5. Kesadaran dari siswa untuk membaca kurang 6. Buku buku yang relevan dengan pembelajaran masih terbatas 1. Kurangnya pembiasaan membaca sejak dini. 2. Orangtua lebih fokus pada hasil belajarnya. 3. Penggunaan smartphone yang tidak dibatasi oleh orangtua. 4. Peserta didik lebih tertarik dengan cara instan yaitu tanya google. 5. Ketersediaan buku yang relevan dengan pembelajaran masih terbatas 6. Kurangnya model dari guru dalam memberikan contoh budaya literasi di perpustakaan 7. Kondisi perpustakaan yang belum ideal.
  • 4. 3 Rendahnya kemampuan dasar numerasi peserta didik Hasil kajian Literatur : Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait Rendahnya kemampuan dasar numerasi peserta didik sebagai berikut Menurut Hartatik (2020), Kemampuan literasi numerasi diartikan sebagai kemampuan peserta didik untuk menjabarkan informasi yang berkaitan dengan angka atau matematika kemudian merumuskan sebuah permasalahan, menganalisis permasalahan, serta menemukan penyelesaian dari masalah tersebut. Menurut Nayla Ziva Salvia dkk (2022) kecemasan matematika dapat mempengaruhi kemampuan literasi numerasi peserta didik baik secara langsung maupun tidak. Oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik diperlukan usaha untuk mengurangi tingkat kecemasan matematika peserta didik. Mneurut Saputra (2014:78) yang mengungkapkan bahwa kecemasan matematis merupakan perasaan yang berasal dari peserta didik yang merasa takut, tegang, dan cemas ketika sedang berhadapan dengan matematika serta berpikir bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang tidak menyenangkan karena melihat dari pengalaman pribadi, guru, teman, dan ejekan teman karena tidak dapat menyelesaikan persoalan matematika. Sumber :  Hartatik, Sri, Nafiah. 2020. “Kemampuan Numerasi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Masalah Matematika”, Education and Human Development Journal, Vol. 5 No. 1. April 2020. 32-42.  Saputra, P.R. (2014). Kecemasan Matematika dan Cara Menguranginya (Mathematic Anxiety and How To Reduce It). Journal of the Mathematics Education Study Program, 3(2)  https://proceeding.unikal.ac.id/index.php/sandika/article/view/890/662 Hasil Wawancara : 1. Stigma Peserta didik bahwa matematika itu sulit. 2. Peserta didik lebih memilih menggunakan HP untuk menghitung 3. Model pembelajaran yang digunakan membuat bosan. 4. Peserta didik kurang banyak berlatih sehingga kemampuan numerasinya kurang. 5. Peserta didik merasa takut untuk bertanya ketika belum paham sehingga untuk lanjut ke materi selanjutnya masih meraba raba. Setelah dilakukan analisis terhadap eksplorasi penyebab masalah berdasarkan kajian literatur dan wawancara, dapat diketahui bahwa penyebab rendahnya kemampuan dasar numerasi peserta didik dalam mapel DDO adalah sebagai berikut: 1. Peserta didik merasa tegang dan takut untuk bertanya ketika ada yanng belum dimengerti. 2. Stigma dari peserta didik bahwa matematika itu sulit. 3. Peserta didik kurang berlatih sehingga kemampuannya numerasi masih kurang. 4. Model pembelajaran teacher center membuat peserta didik bosan.
  • 5. 4 Rendahnya kemampuan public speaking dan kepercayaan diri peserta didik. Hasil kajian Literatur : Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait Rendahnya kemampuan public speaking dan kepercayaan diri peserta didik sebagai berikut Menurut Fitrananda dkk, (2018), Public speaking ini adalah menyampaikan ide atau gagasan secara lisan atau berbicara. Terdapat 2 faktor yang mempengaruhi kemampuan publik speaking seseorang, yaitu faktor internal dan eksternal. Terkait dengan faktor internal yaitu segala hal yang menempel pada diri individu, diantaranya faktor fisik (bibir, mulut, lidah, pita suara, gigi) dan faktor non fisik (tingkat kecerdasan, pola piker, minat, bakat, karakter, kepribadian). Berikutnya yaitu faktor eksternal sebagai contoh kebiasaan, level pendidikan, dan lingkungan pergaulan. Namun demikian, ketrampilan public speaking seseorang tidak hanya dijamin dengan 2 faktor tersebut, karena membutuhkan latihan secara terus menerus agar potensi public speaking yang dimiliki dapat berkembang dengan optimal. Dalam menyampaikan presentasi atau praktik public speaking di depan kelas terkadang terdapat faktor penghambat yang cukup signifikan yaitu kecemasan. Menurut Aswi (2008) individu yang tidak percaya diri biasanya disebabkan oleh individu tersebut tidak mendidik sendiri dan hanya menunggu orang melakukan sesuatu kepada dirinya. Semakin individu kehilangan suatu kepercayaan diri, maka akan semakin sulit untuk memutuskan yang terbaik apa yang harus dilakukan kepada dirinya. Sumber :  Menurut Fitrananda, C. A., Anisyahrini, R., Iqbal, M., Studi, P., Komunikasi, I., & Pasundan, U. (2018). Pelatihan Public Speaking untuk Menunjang Kemampuan Presentasi Bagi Siswa SMAN 1 Margahayu Kabupaten Bandung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MADANI, 4(2), 66– 69. http://dx.doi.org/10.53834/mdn. v4i2.507  Mastuti & Aswi. (2008). 50 Kiat Percaya Diri. Jakarta : PT. Buku Kita. Hasil Wawancara : 1. Peserta didik tidak terbiasa presentasi di depan kelas. 2. Ada rasa kurang percaya diri dengan kemampuan peserta didik tersebut. 3. Peserta didik malu jika diejek atau disorakin temannya ketika salah berbicara. 4. Metode pembelajaran yang masih teacher center. 5. Belum menggunakan metode reward bagi peserta didik yang aktif presentasi di depan kelas. 6. Mindset peserta didik yang menganggap pembelajaran hanya satu arah yaitu guru berceramah sedangkan peserta didik hanya mendengarkan. Setelah dilakukan analisis terhadap eksplorasi penyebab masalah berdasarkan kajian literatur dan wawancara, dapat diketahui bahwa penyebab dari rendahnya kemampuan public speaking dan kepercayaan diri peserta didik dalam mapel DDO adalah sebagai berikut: 1. Peserta didik menganggap pembelajaran hanya menggunakan sistem satu arah yaitu guru menjelaskan dan peserta didik mendengarkan. 2. Peserta didik takut diejek atau disorakin teman kalau salah berbicara. 3. Perasaan cemas dari peserta didik. 4. Metode pembelajaran yang masih teacher center belum mendukung kemampuan publik speaking peserta didik.
  • 6. 5 Kurangnya komunikasi antara guru dengan orang tua peserta didik terkait dengan masalah yang dihadapi peserta didik selama mengikuti pembelajaran Hasil kajian Literatur : Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait Kurangnya komunikasi antara guru dengan orang tua peserta didik terkait dengan masalah yang dihadapi peserta didik selama mengikuti pembelajaran sebagai berikut Menurut Hendita (2019) yang menyatakan bahwa keterlibatan dan peran orang tua dalam pembelajaran akan memiliki pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, dapat diduga peran orang tua berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Menurut Suryo Subroto (dalam Ilyas: 2004) komunikasi orang tua dengan anaknya sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Apabila komunikasi orang tua berpengaruh baik kepada anaknya maka hal akan menyebabkan anak berkembang baik pula. Penentuan kehidupan anak di sekolah dapat dilihat dari peranan dan suasana komunikasi orang tua di rumah. Orang tua harus menjadikan rumah sebagai wadah untuk berkomunikasi secara intens dengan anaknya. Menurut Khusnul (2021) Faktor-faktor yang mempengaruhi orang tua dalam membimbing pembelajaran daring anak diantaranya: Latar belakang pendidikan orang tua, Tingkat ekonomi, Teman dan jumlah anggota keluarga, Suasana hati anak, dan Sinyal atau jaringan Hp. Sumber :  Alfiansyah, Hendita. (2019). The role of parental involvement towards the students’ learning motivation. Lentera Pendidikan. Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. 22. 276. 10.24252/lp.2019v22n2i9  Ilyas, Yunahar, Kuliah aqidah Islam, Yogyakarta: LPPI, 2004 Hasil wawancara: 1. Orang tua tidak terbuka dengan pihak sekolah cenderung menutupi kesalahan peserta didik 2. Pihak sekolah kurang aktif dalam membangun komunikasi dengan orangtua. 3. Orang tua tidak memiliki komunikasi ketika ada home visit orangtua tidak ada di rumah. 4. Tidak adanya kontrol orang tua /wali siswa saat diluar sekolah 5. Orang tua jarang menanyakan perkembangan siswa ke guru Setelah dilakukan analisis terhadap eksplorasi penyebab masalah berdasarkan kajian literatur dan wawancara, dapat diketahui bahwa penyebab Kurangnya komunikasi antara guru dengan orang tua peserta didik terkait dengan masalah yang dihadapi peserta didik selama mengikuti pembelajaran mapel DDO adalah sebagai berikut : 1. Kurangnya perhatian orang tua dan guru. 2. Orang tua tidak memperhatikan perkembangan anaknya di sekolah 3. Orang tua belum paham tentang pentingnya koordinasi dengan pihak sekolah 4. Orang tua masih banyak yang belum mengetahui pentingnya pendidikan. 5. Latar belakang pendidikan orang tua yang rata-rata masih terbilang rendah. 6 Penerapan metode dan Hasil kajian Literatur : Setelah dilakukan analisis terhadap eksplorasi
  • 7. model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi ajar belum optimal. Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi maka eksplorasi penyebab masalah terkait Penerapan metode dan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi ajar belum optimal adalah sebagai berikut Menurut Nengsih, (2018) Dalam menerapkan model pembelajaran inovatif guru masih menemukan kendala dan kesulitan. Berdasarkan hasil observasi kesulitan yang dialami guru dalam menerapkan model pembelajaran yaitu kekurangan dan keterbatasan sarana dan prasarana, peserta didik terbiasa dihadapkan pada pembelajaran konvensional sehingga ketika guru menerapkan salah satu model pembelajaran mengharuskan peserta didik aktif, dan kurang tepatnya guru dalam menentukan masalah sehingga stimulus dan rangsangan peserta didik untuk berpikir kirtis dalam suasana diskusi kurang memahami masalah yang diberikan Menurut Fitri (2020) Kendala atau problem yang dialami guru, anatara lain ialah kurangnya kesiapan guru dan sekolah dalam menyiapkan sarana dan prasaranan yang kurang memamdai, sehingga membuat guru terkadang masih bingung dalam hal menyiapkan media, materi, dan metode. Menurut firosala (2016), Proses pembelajaran dapat berlangsung karena adanya siswa, guru, kurikulum, satu dengan yang lain saling terkait atau saling berhubungan. Siswa dapat belajar dengan baik jika sarana dan prasarana untuk belajar memadai, model pembelajaran guru menarik, siswa ikut aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak merasa jenuh atau bosan ketika mengikuti pembelajaran di kelas. Sumber : http://digilib.unimed.ac.id/31363/2/9.%20NIM%202142111018%20CHAPT ER%20I.pdf http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPDP/article/view/25/21 Hasil wawancara: 1. Guru belum memahami karakteristik dari peserta didik. 2. Peserta didik terbiasa dengan pembelajaran konvensional. 3. Sarana dan prasarana yang belum memadai. 4. Guru masih belum menguasai materi ajar. 5. Guru belum mampu menguasai strategi dan teknik pembelajaran yang di sesuaikan dengan karakteristik peserta didik. 6. Pembelajaran masih terpusat pada guru. penyebab masalah berdasarkan kajian literatur dan wawancara, dapat diketahui bahwa penyebab Penerapan metode dan model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi ajar belum optimal dalam mapel DDO adalah sebagai berikut : 1. Guru belum memahami karakteristik peserta didik. 2. Sarana prasarana yang belum mendukung. 3. Kesiapan guru dalam mengajar kurang. 4. Peserta didik masih pasif dan pembelajaran terpusat pada guru.
  • 8. 7. Peserta didik belum aktif dalam proses pembelajaran.