Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
IV                                           KEMENTERIAN                                           PEKERJAAN UMUM         ...
DAFTAR ISIBAB I     PENDAHULUAN                                          IV.01          I.1 Latar Belakang                ...
BAB IV   PELAKSANA KEGIATAN                                  IV.19         IV.1 Tenaga Ahli                               ...
BAB IPENDAHULUAN          IV.01
I.1 LATAR BELAKANG        Pengembangan Kota Hijau di Indonesia        memerlukan gerak bersama seluruh unsur        pemang...
d. Uraian penggunaan landscape item (spesifikasi secaraI.2 MAKSUD DAN TUJUAN                                              ...
IV.04
BAB IISYARAT DANKETENTUAN             IV.05
II.1. SYARAT PENENTUAN     L O K A S I D A N     PERENCANAAN RTH Sebelum pelaksanaan perancangan konstruksi, setiap Kota/K...
II.2. KETENTUAN RTHPenyusunan DED RTH Perkotaan diarahkan berbentuk Taman Ramah Lingkungan (Ecopark).Atribut yang harus te...
II.3. RTH TEMA KHUSUS Jenis RTH lain yang menjadi alternatif utama dalam penyusunan DED RTH adalah Hutan Kota, atau yang b...
IV.09
04IV.10
BAB IIIPROSES DANTAHAPANKEGIATAN             IV.11
III.1. PENGUMPULAN DATA A. Data Primer                                                                           START Dat...
III.2. ANALISISKegiatan analisis yang dilakukan dimaksudkan untuk                                                         ...
III.3. PERENCANAAN Setelah dilakukan analisis dan berdasarkan hasil              Adapun keluaran atau produk penyusunan DE...
III.4. PENYUSUNAN DOKUMEN KONSTRUKSI DANPELELANGANA. Dokumen Konstruksi                                       b. Pembuatan...
III.5. KOMPONEN RENCANA ANGGARAN Dalam perhitungan biaya terdapat beberapa komponen biaya   c. Pekerjaan Softscape yang ha...
III.6 JADWAL PEKERJAAN                                                         Bulan  No                    Tahapan Kagiat...
IV.18
BAB IVPELAKSANAKEGIATAN            IV.19
IV.1 TENAGA AHLI Dalam pelaksanaan kegiatan ini diperlukan Tenaga Ahli sebanyak 3 (tiga) orang sesuai dengan bidang keahli...
IV.2 MEKANISME KERJA4.2.1 Tanggung JawabA. Tanggung Jawab Tim Tenaga AhliTim Tenaga Ahli harus melaksanakan fungsi teknis ...
IV.2.2 Koordinasi Kegiatan  A. Rapat Kemajuan Pekerjaan       Tim Tenaga Ahli harus melaksanakan rapat kemajuan perkerjaan...
IV.23
IV.24   04
BAB V LAMPIRANCONTOH DED(TAMAN KOTASIPIROK KABUPATENTAPANULI SELATAN)              IV.25
V.1 DAFTAR GAMBAR TEKNIS DEDIV.26
V.2 SITE PLAN/LANDSPACE PLAN                        Sumber :                        Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli ...
V.3 GAMBAR TAMPAK POTONGAN  V.4 GAMBAR DETAIL TEKNIS                     Sumber: Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli Sel...
V.5 GAMBAR DETAIL KONSTRUKSI                     Sumber : Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan                   ...
V.6 GAMBAR DETAIL PENANAMAN                    Sumber : Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli SelatanIV.30
V.7 GAMBAR 3D RTH                    Sumber : Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan                               ...
Kota hijau-iv-manual-ded-rev-120227
Kota hijau-iv-manual-ded-rev-120227
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

5

Share

Download to read offline

Kota hijau-iv-manual-ded-rev-120227

Download to read offline

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Kota hijau-iv-manual-ded-rev-120227

  1. 1. IV KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM PENYUSUNAN DETAIL ENGINEERING DESIGNDetail Engineering Design DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG
  2. 2. DAFTAR ISIBAB I PENDAHULUAN IV.01 I.1 Latar Belakang IV.02 I.2 Maksud dan Tujuan IV.03 I.3 Lingkup Kegiatan IV.03 I.4 Keluaran IV.03BAB II SYARAT DAN KETENTUAN IV.05 II.1 Syarat Penentuan Lokasi dan Perencanaan RTH IV.06 II.2 Ketentuan RTH IV.07 II.3 RTH TEMA KHUSUS IV.08BAB III PROSES DAN TAHAPAN KEGIATAN IV.11 III.1 Pengumpulan Data IV.12 III.2 Analisis IV.13 III.3 Perencanaan IV.14 III.4 Penyusunan Dokumen Konstruksi dan Pelelangan IV.15 III.5 Komponen Rencana Anggaran Biaya IV.16 III.6 Jadwal Pekerjaan IV.17
  3. 3. BAB IV PELAKSANA KEGIATAN IV.19 IV.1 Tenaga Ahli IV.20 IV.2 Mekanisme Kerja IV.21BAB V LAMPIRAN : CONTOH DED (TAMAN KOTA SIPIROK - KABUPATEN TAPANULI SELATAN) IV.25 V.1 Daftar Gambar IV.26 V.2 Site Plan IV.27 V.3 Gambar Tampak Potongan IV.28 V.4 Gambar Detail Teknis IV.28 V.5 Gambar Detail Konstruksi IV.29 V.6 Gambar Detail Penanaman IV.30 V.7 Gambar Simulasi3D IV.31
  4. 4. BAB IPENDAHULUAN IV.01
  5. 5. I.1 LATAR BELAKANG Pengembangan Kota Hijau di Indonesia memerlukan gerak bersama seluruh unsur pemangku kepentingan kota. Pada tahun 2011, Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum memprakarsai Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH. P2KH diawali dengan penggalangan prakarsa dan komitmen kabupaten kabupaten/kota untuk mewujudkan Kota Hijau melalui perumusan local action plan atau rencana aksi kota hijau (RAKH). Salah satu atribut yang menjadi fokus di dalam RAKH adalah terkait “Green Open Space” yakni berupa peningkatan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) sesuai dengan karakteristik Kabupaten/kota. Hal ini tentunya sejalan dengan tujuan dari P2KH yaitu meningkatkan kualitas ruang kota khususnya melalui perwujudan RTH 30% sekaligus implementasi RTRW Kota/Kabupaten. Untuk menindaklanjuti rencana aksi yang telah disepakati oleh pemerintah Kabupaten/Kota tersebut, maka di tahun 2012 ini pemerintah melaksanakan kegiatan penyusunan DED (Detail Engineering Design) RTH Perkotaan. Kegiatan ini merupakan turunan dari masterplan RTH Perkotaan dan ditujukan untuk memberikan panduan dalam perencanaan RTH perkotaan.IV.02 02
  6. 6. d. Uraian penggunaan landscape item (spesifikasi secaraI.2 MAKSUD DAN TUJUAN garis besar). e. Penyusunan gambar pelaksanaan termasukA. MAKSUD rancangan detail untuk dokumen pelelangan.Kegiatan Penyusunan DED dimaksudkan sebagai salah 3) Kegiatan Pekerjaan Dokumen Lelang :satu upaya mendorong terwujudnya kota hijau melalui a. Petunjuk Pelelangan.peningkatan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau b. Persyaratan teknis.(RTH) yang sesuai dengan karakteristik Kota dalam c. Gambar rancangan detail arsitektur landscape.rangka implementasi RTRW Kota/Kabupaten amanat UU d. Rencana Kerja dan Syarat.No. 26/ 2007 tentang Penataan Ruang pasal 29 ayat (2). e. Rincian Volume pekerjaan dan rencana anggaran biaya pekerjaan konstruksi (Engineering Estimate)B. TUJUANTujuan kegiatan ini adalah menyusun Detail EngineeringDesign (DED) RTH sebagai acuan bagi pelaksana I.4 KELUARANkonstruksi dalam melaksanakan pekerjaan konstruksiserta mengawal proses terkait penyelenggaraan 1. Dokumen DED yang meliputi :konstruksi implementasi pengembangan RTH. a.Laporan perencanaan arsitektur lansekap lengkap dengan perhitungan-perhitungan yang bisa dipertanggungjawabkan.I.3 RUANG LINGKUP b.Gambar-Gambar Rancangan Teknis, yang terdiri dari : Rencana Lansekap (Site Plan),1) Kegiatan Pekerjaan Pra Rancangan a. Gambar pra-rancangan arsitektur lanskap yang Rencana Tata Hijau (Planting Plan), Detail meliputi : siteplan, tampak, potongan, jaringanM/E. Rancangan Lansekap Lainnya b. Garis besar persyaratan teknis (outline specification) c.Gambar DED terutama untuk menjelaskan c. Perkiraan biaya pembangunan (preliminary cost softscape dan hardscape (skala 1:200, 1:100, estimate) 1:50) d.Gambar rancang teknis softscape dan2) Kegiatan Pekerjaan Pengembangan Rancangan. hardscape lengkap dalam ukuran kertas A3 dan a. Gambar Rancangan lansekap dan elemen A1 pendukungnya yang meliputi : siteplan, denah, 2. Dokumen Lelang : tampak, potongan, gambar detail dan jaringan a. Rencana anggaran biaya (RAB/EE), utilitas. b. Rician volume pekerjaan (BQ), b. Gambar Rancangan M/E beserta konsep dan c. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) perhitungannya. 3. Dokumen pengadaan jasa pemborongan c. Menyusun perhitungan biaya pembangunan lengkap dengan Bill of Quantity dan harga satuan pekerjaan. implementasi pengembangan RTH. IV.03
  7. 7. IV.04
  8. 8. BAB IISYARAT DANKETENTUAN IV.05
  9. 9. II.1. SYARAT PENENTUAN L O K A S I D A N PERENCANAAN RTH Sebelum pelaksanaan perancangan konstruksi, setiap Kota/Kabupaten harus menentukan lokasi strategis dan signifikan dalam rangka peningkatan kuantitas RTH kawasan perkotaan. Kawasan Perkotaan yang termasuk dalam cakupan kegiatan P2KH adalah ibukota kota/kabupaten sehingga akan memberikan dampak optimal terhadap perwujudan Kota Hijau secara keseluruhan. Syarat Penentuan Lokasi Penambahan RTH : - Status lahan milik PEMDA - Kemudahan aksesibilitas - Kedekatan dengan pusat kegiatan masyarakat kota, serta bisa digunakan untuk publik Syarat Perencanaan RTH : - 1 (satu) lokasi dengan luasan minimal 5000m2 atau bisa pada (maksimal) 2 (dua) lokasi yang dihubungkan dengan koridor penghubung hijau misalkan: 2 lokasi, dengan luas 2000m2/lokasi dengan koridor penghubung 1000m2 berupa jalur pejalan kaki, jalur sepeda, jalur vegetasi, atau bentuk lain) - Komposisi Ruang Hijau (Softcape) : Perkerasan (Hardscape) = Softcape min. 70% : Hardcape max.30% berupa material ramah lingkungan (bisa dimungkinkan untuk menyerap air)IV.06
  10. 10. II.2. KETENTUAN RTHPenyusunan DED RTH Perkotaan diarahkan berbentuk Taman Ramah Lingkungan (Ecopark).Atribut yang harus tercakup dalam perencanaan Taman Ramah Lingkungan :1. Green Waste : Sistem Pengolahan dan Penggunaan Material Bekas (Sampah), dalam bentuk :- pemilahan sampah dengan penggunaan tempat sampah organik-anorganik- pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan komposter. Kompos digunakan untukpemeliharaan taman itu sendiri.- penggunaan furniture hijau (terbuat dari bahan daur ulang) di dalam taman, seperti untuk bangkutaman, patung, dll.2. Green Water : Sistem Pengolahan dan Penggunaan Ulang (Daur Ulang) Air, dalam bentuk :- pembuatan sumur resapan air- pembuatan kolam penampung air (jika memungkinkan)- pengolahan atau penggunaan kembali air bekas, misalnya dari air dari toilet untuk penyiramantanaman.3. Green Energy : Sistem Penyedia Sumber Listrik dari Matahari, dengan pemakaian :- Lampu Surya- Pohon Surya (penyedia instalasi stop kontak & wi-fi dengan solar panel)4. Green Building : Naungan sederhana, sebagai sarana pendukung utama taman, dari material ramahlingkungan dengan penghawaan alami- Shelter atau Halte Bus- Gazebo- Pergola- Toilet5. Green Transportation : Sistem Kemudahan & Kenyamanan Aksesibiltas, dalam bentuk :- Trotoar Tepi Jalan-Taman dan Jalur Pejalan Kaki dalam Taman- Jalur & Parkir Sepeda- Halte Bus6. Green Open Space : Pemilihan Jenis Vegetasi dengan tinggi minimal 3 meter, diameter minimal 5cm,berupa- Vegetasi Lokal (Endemik)- Vegetasi Peneduh (Penyerap Polutan atau Pereduksi Emisi Karbon)- Vegetasi Pembentuk Iklim Mikro- Vegetasi Produsen Oksigen- Vegetasi Penarik Satwa Liar7. Green Community : Sistem Penggunaan Taman, untuk kegiatan komunitas masyarakat setempatsehingga taman berfungsi optimal sebagai wadah interaksi sosial IV.07
  11. 11. II.3. RTH TEMA KHUSUS Jenis RTH lain yang menjadi alternatif utama dalam penyusunan DED RTH adalah Hutan Kota, atau yang berfungsi sebagai arboretum (museum hidup untuk flora) 3.3.2 RTH dengan Tema Khusus 1.Tema Mitigasi Bencana RTH yang termasuk dalam kategori ini antara lain Hutan Mangrove sebagai penahan abrasi pantai dan gelombang, RTH penahan longsor, dan RTH penyaring polutan 2. Tema Perubahan Iklim RTH yang difokuskan pada tanaman-tanaman penyerap emisi karbon sehingga dapat mengurangi kandungan Co2 di atmosfir 3.Tema Konservasi RTH yang difokuskan untuk mendukung ciri “natural heritage” dari Kota/Kabupaten misalnya melalui penanaman flora yang menjadi identitas kota/kabupaten 4.Tema Keanekaragaman Hayati Perencanaan RTH yang ditujukan untuk mempertahankan keanekaragaman hayati. Sebagai contoh, Hutan konservasi bekantan di Tarakan-Kaltim atau RTH yang menjadi persinggahan atau tujuan migrasi burungIV.08
  12. 12. IV.09
  13. 13. 04IV.10
  14. 14. BAB IIIPROSES DANTAHAPANKEGIATAN IV.11
  15. 15. III.1. PENGUMPULAN DATA A. Data Primer START Data Visual PLANNING SURVEY DAN ADVIS Kegiatan ini berupa pendokumentasian/foto yang PENGUMPULAN DATA menunjukkan visualisasi lokasi perencanaan. Data visual ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran ANALISIS DAN KONSEPSI DESAIN nyata kondisi eksisting di lapangan terutama LAP ORA N PENDAHULUAN mengenai potensi dan masalah yang ada. TIDAK Data Pengukuran ASISTENSI KE OWNER DISETUJUI Pengukuran dilakukan pada lokasi perencanaan untuk mendapatkan data ukur sebagai dasar SCHEMATIC DESIGN penyusunan DED. TIDAK DISETUJUI ASISTENSI KE OWNER B. Data Sekunder Pengumpulan data sekunder berupa: BASIC DESIGN a. Peraturan pemda setempat, yang meliputi: 1) Peraturan yang terkait dengan Penataan Ruang; TIDAK ASISTENSI KE DISETUJUI § Peruntukan lahan. OWNER BLOK PLAN § KDB (Koefisien dasar bangunan). § KDH (Koefisien dasar hijau). LAP. ANTARA FINAL DESIGN § KLB (Koefisien lantai bangunan). § KB (Ketinggian bangunan). ASISTENSI KE TIDAK § Tipe bangunan. OWNER DISETUJUI § GSB (garis sepadan bangunan). 2) Peraturan mengenai persyaratan bangunan KONSEP FINAL TPAK, T POB, dan T PKB LAP. DESIGN DEVELOPMENT berupa persyaratan: / GAMBAR KERJA § Disain. § Struktur. § Instalasi mekanikal/ elektrikal. AKHIR CONSTRUCTION L AP. DOCUMENT / DOKUMEN § Kebakaran. KONSTRUKSI § Aksesibilitas bagi penyandang cacat. 3) Peraturan dan standar perencanaan lainnya yang BIDDING PROCESS secara langsung ataupun tidak langsung terkait dengan kegiatan perencanaan bangunan tersebut. CONSTRUCTION PENGAWA SAN a. Gambar peta eksisiting dan LRK (Lembar Rencana Kota). LAP. b. Studi literatur PENGAWASAN BERKALA SELESAIIV.12
  16. 16. III.2. ANALISISKegiatan analisis yang dilakukan dimaksudkan untuk 4. Tata Hijaumendapatkan bentuk-bentuk penanganan yang bisa Pemilihan jenis tanaman yang sesuaidilakukan berdasarkan potensi dan masalah yang telah dengan fungsi dan zonasi tapak.diidentifikasi sebelumnya, seperti tanah, slope, vegetasi, 5. Site Furnitureklimatologi, dan lainnya. Perencanaan berbagai site furniture yang dapat mendukung aktifitas sosialAdapun elemen analisis perancangan lansekap ini di RTH.adalah: 6. Parkir1. Zonasi tapak Ta t a l e t a k d a n j u m l a h p a r k i r y a n g Pembagian zonasi tapak dari taman yang akan dapat menampung kendaraan direncanakan sebagai RTH publik. pengguna RTH.2. Sirkulasi kendaraan 7. Sosial Budaya Perencanaan pola sirkulasi kendaraan yang berada Identifikasi aspek non fisik sosial didalam tapak dikontekskan dengan sirkulasi budaya yang berada di lingkungan sekitar. sekitar RTH.3. Sirkulasi pedestrian Perencanaan pola sirkulasi pejalan kaki yang berada di dalam tapak. Ilustrasi : www.livingcolourlandscapes.com.au IV.13
  17. 17. III.3. PERENCANAAN Setelah dilakukan analisis dan berdasarkan hasil Adapun keluaran atau produk penyusunan DED pengamatan di lapangan, selanjutnya disusun bentuk- adalah: bentuk penanganan dalam kegiatan pembangunan atau penataan RTH. 1. Gambar Rencana Teknis (Gambar Rancangan, Detail Rancangan dan Gambar Konstruksi) Selanjutnya dilakukan pengembangan potensi dan 2. Rencana Kerja dan Syarat-syarat Teknis pemecahan masalah dengan cara merumuskan konsep (Spesifikasi Teknis) pembamgunan atau penataan RTH yang dituangkan 3. Estimate Enginer (EE) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB). dalam bentuk perencanaan teknis. Semua produk hasil perencanaan tersebut selanjutnya dijadikan acuan pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan pekerjaan fisik (Pemerintah Pusat /Ditjen Penataan Ruang, Pemerintah kota dan Kabupaten, Kontraktor, dan juga masyarakat secara umum). Ilustrasi : www.livingcolourlandscapes.com.auIV.14
  18. 18. III.4. PENYUSUNAN DOKUMEN KONSTRUKSI DANPELELANGANA. Dokumen Konstruksi b. Pembuatan spesifikasi khusus pekerjaanTahap ini meliputi pembuatan gambar-gambar detail, lansekap, struktur, dan M/E.BQ, RKS dan RAB dan menyusun dokumen c. Pembuatan rencana kerja dan syarat (RKS)perancangan berupa laporan perancanan Arsitektur pekerjaan lansekap, struktur, dan M/E.Lansekap, lengkap dengan perhitungannya. d. Pembuatan rencana volume (BQ) pekerjaan lansekap, struktur, dan M/E.Adapun rincian kegiatan pada tahap ini adalah sebagai e. Pembuatan rencana anggaran dan biayaberikut: pekerjaan lansekap, struktur, dan M/E.1. Pembuatan gambar-gambar detil yang penting. f. P e m b u a t a n d o k u m e n p e r s y a r a t a n2. Pembuatan gambar kerja. administrasi.3. Pembuatan gambar-gambar: g. Pembuatan dokumen persyaratan umum. a. Rencana tapak (Site plan). b. Rencana Tata Hijau (Planting Plan). 2. Persiapan Pelelangan c. Gambar Arsitektur. Meliputi : membantu pemberi tugas dalam b. Gambar Struktur. menyusun dokumen untuk pelelangan, membantu c. Gambar M/E. panitia pelelangan dalam menyusun program dan f. Gambar Detail (skala 1:50, 1:20, 1:10, pelaksanaan pelelangan: 1:5, sesuai kebutuhan). a. Pembuatan jadwal dan program lelang g. Pembuatan visualisasi 3D (tiga dimensi) b. P e m b u a t a n d o k u m e n p e r s y a r a t a n bangunan paling tidak dari 2 (dua) sudut administrasi. pandang. c. Pembuatan dokumen persyaratan umum.Gambar-gambar dibuat mengikuti kaidah-kaidah d. Koordinasi dengan semua pihak yang terkait.gambar kerja. 3. Pendampingan PelelanganB.Dokumen Pelelangan Meliputi : membantu panitia pelelangan pada waktuTahap ini adalah tahap persiapan pelelangan untuk penjelasan pekerjaan termasuk menyusun beritapekerjaan pelaksanaan RTH acara penjelasan pekerjaannya, membantu panitaia1. Pembuatan dokumen tender: pelelangan dalam melaksanakan evaluasi penawaran, a. Pembuatan spesifikasi teknis pekerjaan menyusun kembali dokumen pelelangan dan lansekap, struktur, dan M/E. melaksanakan tugas-tugas yang sama apabila terjadi lelang ulang, dan menyusun dokumen pelelangan. IV.15
  19. 19. III.5. KOMPONEN RENCANA ANGGARAN Dalam perhitungan biaya terdapat beberapa komponen biaya c. Pekerjaan Softscape yang harus diperhatikan sebagai kebutuhan utama RTH. Penanaman: adapun komponen tersebut antara lain: 1. Pohon 2. Perdu a. Pekerjaan Persiapan Lahan 3. Rumput 1. Pembersihan lahan 4.Ground Cover 2. Persiapan direksi kit (bedeng kerja) d. Pekerjaan Mekanikal 3. Pengukuran lahan 1. Pemipaan 4. Grading lahan 2. Sprinkler air Bersih 5. Air tanah dan listrik proyek 3. Kran air bersih 6.Sumur resapan 4. Hydrant b. Pekerjaan Hardscape e. Pekerjaan Elektrikal 1.Jalur Pedestrian & Jogging track 1. Lampu taman 2. Kanstien / pembatas 2. Lampu jalan 3. Sirkulasi kendaraan 3. Panel Listrik dan utilitas 4. Parkir f. Pekerjaan Bangunan / Site Furniture 5. Saluran Drainase 1. Gazebo 6. BollardIV.16
  20. 20. III.6 JADWAL PEKERJAAN Bulan No Tahapan Kagiatan Mei Juni Juli 1 Pengumpulan data dan survey lapangan Penyusunan gambar konsep pengembangan 2 rancangan arsitektur lansekap 3 Penyusunan gambar teknis 4 Penyusunan Dokumen Lelang (RKS, BQ, EE) IV.17
  21. 21. IV.18
  22. 22. BAB IVPELAKSANAKEGIATAN IV.19
  23. 23. IV.1 TENAGA AHLI Dalam pelaksanaan kegiatan ini diperlukan Tenaga Ahli sebanyak 3 (tiga) orang sesuai dengan bidang keahliannya. Adapun kualifikasi tenaga ahli tersebut adalah sebagai berikut: 1. Ketua Tim (Arsitek Lanskap): Disyaratkan memiliki spesialisasi dan bersertifikat Tenaga Ahli Arsitektur Lanskap, denganpendidikan sekurang-kurangnya jenjang S1 bidang ArsitekturLansekap, yang dibuktikandengan ijasah S1, dan memiliki pengalaman profesional di bidang Arsitektur Lansekapsekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun. 2. Ahli Sipil: Disyaratkan dengan pendidikan sekurang-kurangnya jenjang S1 bidang Teknik Sipil yangdibuktikan dengan ijasah S1, dan memiliki pengalaman profesional di bidang ManajemenKonstruksi sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun Selain Tenaga Ahli dan Asisten Tenaga Ahli tersebut, dibutuhkan pula Tenaga Pendukung, yaitu: 1. Quantity Surveyor sejumlah 1 orang 2. Juru Gambar sejumlah 1 orang 3. Tenaga Administrasi sejumlah 1 orangIV.20
  24. 24. IV.2 MEKANISME KERJA4.2.1 Tanggung JawabA. Tanggung Jawab Tim Tenaga AhliTim Tenaga Ahli harus melaksanakan fungsi teknis konstruksi, manajemen, pengaturan, dan administrasi yangdiperlukan untuk melaksanakan Pekerjaan RTH berdasarkan kebutuhan yang dijelaskan dalam DokumenPengadaan. Tim Tenaga Ahli paling sedikit harus melaksanakan tugas-tugas berikut:1. Memberikan hasil kerja menyeluruh dan cukup terperinci dengan telah memperhatikan baik fase-fase Perancangan lansekap, konstruksi dan commisioning maupun operasi dan pemeliharaan pekerjaan.2. Menggabungkan informasi atau masukan yang diterima dari Pemerintah Daerah (Kota/Kabupaten), Masyarakat, dan informasi lainnya.3. Menyerahkan hasil kerjanya ke Pemerintah Daerah (Kota/Kabupaten) sesuai Jadwal Pekerjaan.4. Mengatur hubungan teknis antara Pemerintah Daerah, Masyarakat, dan pelaksana konstruksi, sebagaimana diperlukan untuk mendapatkan masukan atas Perancangan DED RTH.5. Menyiapkan informasi teknis kepada Pemerintah Daerah dan Masyarakat sehingga dapat berhubungan dengan kelompok pihak ketiga, namun tidak terbatas pada: - Lembaga-lembaga Keuangan dan para penasehat teknis independen mereka. - Instansi Pemerintah sektoral - Dan sebagainya.B. Tanggung Jawab Pemerintah Daerah (Kota/Kabupaten)Pemerintah Daerah akan menyediakan Tim Teknis dan administrasi untuk memeriksa pekerjaan Konsultan danberpartisipasi dalam proses Pembangunan RTH, Tim Tenaga Ahli tersebut akan melakukan tugas-tugas sebagaiberikut:1. Memberikan persetujuan untuk semua keputusan manajemen proyek dan teknis2. Menyediakan staf teknis yang memiliki wewenang serta tenaga ahli untuk mengawasi dan menyetujui pekerjaan Tenaga Ahli.3. Mengatur hubungan komersil dengan semua pihak seperti Pelaksana Konstruksi, dan pemasok.4. Memberitahukan Tenaga Ahli terhadap perubahan mengenai lingkup pekerjaan, persyaratan dan jadwal.5. Mengatur hubungan antara Tenaga Ahli dan Mitra Strategis, jika ada, sesuai keperluan.6. Menyediakan data yang diperlukan konsultan untuk kelancaran pekerjaan merujuk pada Dokumen Pengadaan. IV.21
  25. 25. IV.2.2 Koordinasi Kegiatan A. Rapat Kemajuan Pekerjaan Tim Tenaga Ahli harus melaksanakan rapat kemajuan perkerjaan penyusunan DED setiap Bulan disyaratkan dan disetujui oleh Tim Teknis Pemerintah Daerah. Rapat tersebut merupakan waktu kerja dengan Tim Teknis untuk meninjau kemajuan dan jadwal, permasalahan-permasalahan yang berhubungan dengan pekerjaan dan peluang penyelesaiannya, mengindentifikasi tindakan yang diperlukan dan menindak lanjuti yang telah disetujui untuk dilaksanakan, serta mengatur pelaksanaan pekerjaan tersebut. Laporan kemajuan pekerjaan dan informasi tentang jadwal harus disiapkan untuk rapat tersebut. Dari waktu ke waktu, Tim Teknis akan selalu meminta Konsultan untuk melaksanakan pertemuan untuk melaporkan status Pekerjaan Penyusunan DED RTH dan kemajuan pekerjaan kepada Tim Teknis Pemerintah Daerah, perwakilan masyarakat dan yang lainnya. B. Laporan Bulanan Setiap bulan, Konsultan harus menyajikan laporan singkat yang akurat dan tidak bias mengenai status pekerjaan yang dilaksanakan dan dikelola. Laporan tersebut harus tersedia dalam kurun waktu 2 (dua) hari kerja setelah tenggat waktu setiap bulannya. Tenggat waktu adalah tanggal 25 pada setiap bulan. Laporan tersebut akan digunakan Tim Teknis Pemerintah Daerah sebagai dasar untuk melaporkan status proyek kepada masyarakat. Konsultan harus mendapatkan persetujuan Tim Teknis untuk format pelaporan awal dan revisi-revisi berikutnya sebelum persiapan pembuatan laporan. Laporan pada dasarnya akan termasuk informasi yang berikut ini: · Jadwal pencapaian · Ringkasan Jadwal Pekerjaan · Laporan Pencapaian Kualitas · Daftar Kendali Perubahan Laporan pendukung yang terperinci akan dikeluarkan secara terpisah sesuai permintaan Tim Teknis Pemerintah Daerah untuk melengkapi penerbitan Laporan Kemajuan Kerja BulananIV.22
  26. 26. IV.23
  27. 27. IV.24 04
  28. 28. BAB V LAMPIRANCONTOH DED(TAMAN KOTASIPIROK KABUPATENTAPANULI SELATAN) IV.25
  29. 29. V.1 DAFTAR GAMBAR TEKNIS DEDIV.26
  30. 30. V.2 SITE PLAN/LANDSPACE PLAN Sumber : Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan IV.27
  31. 31. V.3 GAMBAR TAMPAK POTONGAN V.4 GAMBAR DETAIL TEKNIS Sumber: Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli SelatanIV.28
  32. 32. V.5 GAMBAR DETAIL KONSTRUKSI Sumber : Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan IV.29
  33. 33. V.6 GAMBAR DETAIL PENANAMAN Sumber : Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli SelatanIV.30
  34. 34. V.7 GAMBAR 3D RTH Sumber : Taman Kota Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan IV.31
  • djatmikoleksono

    Aug. 20, 2020
  • andisunandi

    Jun. 18, 2020
  • tengkukasim

    Mar. 27, 2015
  • muhamadradaad1

    Sep. 27, 2013
  • deekahade

    Jul. 19, 2013

Views

Total views

9,068

On Slideshare

0

From embeds

0

Number of embeds

2

Actions

Downloads

3,394

Shares

0

Comments

0

Likes

5

×