Partisipasi Masyarakat DKI Dalam Menyukseskan Pemilu Gubernur -16 mei 2012

4,373 views

Published on

Pemilukada DKI 2012
Presentasi Musni Umar

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,373
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1,747
Actions
Shares
0
Downloads
20
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Partisipasi Masyarakat DKI Dalam Menyukseskan Pemilu Gubernur -16 mei 2012

  1. 1. Partisipasi Warga DKIdalam Undian Gratis, Pengumpulan Sumbangan serta Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Oleh Musni Umar, Ph.D
  2. 2. PengantarPartisipasi warga dalam undian gratis berhadiah, walaupun sayabelum pernah melakukan penelitian tentang hal itu, tetapi fenomenayang kita saksikan di TV dengan berbagai nama yang menarik sepertiKuis Berhadiah, sangat banyak peminatnya.Mencari peruntungan tanpa kerja banyak disukai masyarakat.Begitu juga kegiatan pengumpulan sumbangan uang dan barangterjadi di mana-mana. Yang melakukan pengumpulan sumbangandari masyarakat kelas atas sampai masyarakat kelas bawah.Kegiatan pengumpulan sumbangan di jalan-jalan raya oleh anak-anak miskin dan orang tua miskin di Jakarta misalnya, tak obahpameran kemiskinan ditengah gedung-gedung pencakar yangterbentang. Ini fenomena yang menyedihkan dibalik kemajuan ekonomi yangmembanggakan.
  3. 3. Undian Berharga
  4. 4. Undian Berhadiah
  5. 5. Pencerahan dan penyadaran kepada masyarakat bahwahidup ini adalah untuk beramal (bekerja) dan berjuangharus ditanamkan. Hanya dengan bekerja, seseorangberhak mendapatkan imbalan (uang). Menina-bobokanmasyarakat dengan kuis berhadiah, selain tidak mendidik,juga membuat masyarakat menjadi malas bekerja.Kegiatan undian gratis berhadiah yang bersifat untung-untungan, begitu pula kegiatan mencari sumbangan,sebaiknya tidak dijadikan sebagai pekerjaan (profesi) untukmenopang kehidupan.Kemuliaan karena bekerja dengan pekerjaan apapun yangtidak melanggar hukum, harus dibiasakan dan dibudayakandi tengah-tengah masyarakat Jakarta dan masyarakatIndonesia. Jangan memilih-milih pekerjaan, yang pentinghalal dan menghasilkan pendapatan (income).
  6. 6. Tangan di atas lebih Mulia dari Tangan di bawah
  7. 7. Peminta-minta di Jalanan
  8. 8. Selanjutnya, kita masuk kepada partisipasi warga DKI dalammenyukseskan pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernuryang sering disebut pemilihan umum kepala daerah (pemilukada)yang akan diselenggarakan di Provinsi Daerah Khusus IbukotaJakarta pada 11 Juli 2012, dapat dikatakan tak obahnya pestawarga DKI Jakarta sekali dalam lima tahun. Karena itu, seringdisebut pemilu atau pemilukada sebagai pesta demokrasi.Sebagaimana layaknya suatu pesta, yang diundang tidak semua,tetapi terbatas. Suatu pesta akan berhasil dan sukses jika semuayang diundang berpartisipasi. Demikian juga hanya pestademokrasi yang diundang tidak semua, tetapi hanya terbatasyang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih. Pesta demokrasiakan berhasil jika masyarakat berpartisipasi.Bentuk partisipasi masyarakat dalam suatu pesta, pada umumnyahampir sama. Pertama, menghadiri pesta. Kedua, menjaga supayapesta berlangsung damai. Ketiga, menyaksikan pesta sambilbersilaturrahim. Keempat, bersantap (makan). Kelima, bersalam-salaman.
  9. 9. Sukseskan Pemilukada DKI
  10. 10. Demikian pula pesta demokrasi, bentuk partisipasi pemilihbanyak kemiripannya walaupun ada perbedaan denganpesta pada umumnya. Pertama, berpartisipasi denganmenghadiri undangan pesta demokrasi oleh panitiapemungutan suara (PPS). Ini sama dengan undangan pestaperkawinan, pesta syukuran dan pesta lainnya.Kedua, mengisi daftar hadir dengan menuliskan nama danalamat. Ini sama ketika menghadiri undangan pesta apapunnamanya.Ketiga, antri. Kalau pesta demokrasi harus antri menunggupanggilan untuk menggunakan hak pilih dengan mencoblossalah satu calon di bilik suara. Kalau pesta perkawinanmisalnya, hanya antri secara teratur untuk mengucapkanselamat kepada kedua mempelai dan orang tuanya.
  11. 11. Jadi Pemilih
  12. 12. Calon Gubernur & Wakil Gubernur Jakarta: Pilih Siapa?
  13. 13. Nomor Urut Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jakarta
  14. 14. Keempat, bersalaman dengan PPS dan wargamasyarakat yang antri menunggu panggilan untukmenyampaikan hak pilihnya dibilik suara yang telahdisiapkan panitia untuk mencoblos calon yangdiinginkan.Kelima, berpartisipasi menyaksikan hasil penghitungansuara yang dilakukan oleh PPS setempat. Hadir danmenyaksikan pembukaan kotak suara sambilmendengarkan pembacaan satu persatu hasilpencoblosan sangat baik sebagai bentuk partisipasiyang otonom dalam upaya menyukseskanpemilukada. Akan lebih baik lagi jika ikut mencatathasil pemungutan suara di TPS, tempat yangbersangkutan menggunakan hak pilihnya. Iadiperlukan, jika terjadi masalah bisa menjadi alat buktidalam perkara atau sengketa pemilukada.
  15. 15. Saksikan Hasil Pemungutan Suara
  16. 16. Partisipasi WargaDalam pesta demokrasi, paling tidak terdapat dua macam bentukpartisipasi. Pertama, autonmous participation (partisipasi otonom). Kedua,mobilized participation (partisipasi yang dimobilisasi).Kedua macam partisipasi yang disebutkan lazim dilaksanakan dalampengamalan demokrasi. Partisipasi otonom adalah bentuk partisipasi yangsangat sempurna. Ia lahir berdasarkan kesadaran dari dalam diri setiaporang. Kesadaran berdasarkan pengetahuan dan penghayatan terhadappentingnya ikut serta menyukseskan pelaksanaan demokrasi seperti pemiluparlemen, pemilu Presiden/Wakil Presiden dan pemilukada.Partisipasi yang didorong oleh kesadaran mendalam yang dilandasipengetahuan dan penghayatan, akan melahirkan partisipasi otonom.Partisipasi semacam ini, adalah bentuk pengamalan demokrasi yanggenuine, murni dan paling sempurna. Akan tetapi, harus disadari tidakbanyak yang mengamalkannya, karena keterbatasan ilmu pengetahuan,kurang pendidikan dan harta, menyebabkan banyak pemilih yangmelaksanakan demokrasi karena dimobilisasi oleh kekuatan uang danpengaruh kekuasaan.
  17. 17. Dukungan Warga Pemilukada
  18. 18. Partisipasi yang dimobilisasi, pada umumnya berlaku padamasyarakat marjinal, yang kurang uang, harta, danpendidikan. Mereka itu, hanya mau berpartispasi dalampemilu atau pemilukada kalau diberi sembako dan uang. Itusebabnya dalam pelaksanaan demokrasi melalui pemilu ataupemilukada, faktor politik uang sulit dihindari. Para calonmemerlukan dukungan sosial untuk memenangkanpemilukada. Untuk mendapatkan dukungan suara, pemiliksuara tidak mau memberikan suaranya secara percumatanpa mendapat imbalan.Akan tetapi, ada juga partisipasi yang dimobilisasi tanpaharus membayar suara pemilih dengan memberikansembako dan uang. Hal itu paling tidak bisa ditemukan dalampelaksanaan demokrasi melalui pemilu parlemen di erapemerintah Orde Baru, dimana Golkar memiliki kekuatanhegemoni sebagai single majority. Dengan didukung 3(tiga) jalur yaitu jalur A (ABRI), jalur B (Birokrasi) dan jalur G(Golkar), maka pemerintah bisa memobilisasi dukunganmasyarakat secara masif untuk menyukseskan pemilu.
  19. 19. Pencerahan Warga supaya Partisipasi
  20. 20. Setelah bangsa Indonesia memasuki era OrdeReformasi (1998-sekarang), terjadi liberalisasidalam segala lapangan kehidupan termasuk dalambidang penyiaran (media). Akibatnya perananmedia sangat besar, sehingga disebut sebagai pilardemokrasi keempat. Besarnya peranan mediadalam membentuk opini, telah melahirkankebebasan masyarakat. Meningkatnya kebebasanmasyarakat, belum diimbangi meningkatnyapendidikan, pengetahuan dan kesadaran.Dampaknya yang memobilisasi masyarakat untukmemilih bukan lagi faktor kekuasaan, tetapikepentingan pragmatis seperti uang, dan sembako.
  21. 21. Partisipasi & Mobilisasi
  22. 22. Apa yang Harus DilakukanUntuk memperbaiki pelaksanaan demokrasi yangkebablasan (melampaui batas), masyarakat sebagaipemilik kedaulatan (kekuasaan), tidak punya pilihankecuali berperanan memperbaiki keadaan.Paling tidak terdapat lima peran yang bisa dilakukan.Pertama, berperan menjadi pemilih yang otonom. Inisangat diperlukan karena dalam realitas pengamalandemokrasi, banyak salah arah dan salah jalan. Makasetiap orang harus berperan aktif memperbaikipelaksanaannya yang berlandaskan politik uang yangdimulai dari diri sendiri. Setiap individu harus menolakpolitik uang dengan menolak menerima pemberianuang atau sembako dari manapun.
  23. 23. Kampanye untuk Memilih
  24. 24. Kedua, mengkampanyekan kepada setiap orang untukmenolak dan menjauhi politik uang. Kampanye darirumah ke rumah (door to door) amat diperlukan dalamupaya mencegah terus terjadinya politik uang. Paratim sukses dari pasangan calon Gubernur/calon WakilGubernur DKI misalnya, harus dicerahkan dandisadarkan supaya tidak terlibat dan menjadi motor(prime mover) dalam politik uang.Ketiga, berperan dalam memandu masyarakat supayamemilih calon gubernur dam calon wakil gubernuryang paling sedikit mudharatnya. Memilih calongubernur dan wakil gubernur yang terbaik dari semuacalon yang baik.
  25. 25. Hindari Politik Uang
  26. 26. Sogok sembako dan uang bagian dari Politik Uang
  27. 27. Para aktivis karang taruna, PKK, berbagai organisasi,ulama dan tokoh masyarakat, lembaga swadayamasyarakat (LSM), mau tidak mau, suka tidak suka,harus turun gunung untuk mencerahkan, menyadarkandan memberikan pembinaan terhadap masyarakatsupaya para pemilih memilih calon Gubernur/WakilGubernur yang terbaik untuk kelangsungan danpeningkatan pembangunan di DKI Jakarta.Keempat, berperan menciptakan suasana damai, amandan tertib dalam masa kampanye, pemungutan suaradan pasca pemungutan suara. Masyarakat tidak bisalepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya keamanandan ketertiban hanya kepada polisi yang terbatasjumlahnya. Masyarakat harus berperan aktifmenciptakan suasana damai, tertib dan amandilingkungan masing-masing.
  28. 28. Pemilukada yang Damai
  29. 29. KesimpulanPemilukada Provinsi DKI Jakarta yang akan dilaksanakan pada 11 Juli 2012merupakan pesta demokrasi terbesar kedua setelah pemilu Presiden/WakilPresiden tahun 2004, dan 2009. Tidak saja pasangan calon Gubernur/WakilGubernur yang hebat dari partai-partai politik, tetapi pada pemilukada initerdapat dua pasang calon independen yang lolos dalam seleksi pencalonanGubernur/Wakil Gubernur oleh KPUD DKI Jakarta.Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan pemilukada DKI Jakarta, makamasyarakat melalui tim sukses keenam pasangan calon gubernur dan calonwakil gubernur DKi supaya menghindari black campaign (kampanye hitam)yang menjelek-jelekkan pasangan calon yang lain.Keenam pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakartaperiode 2012-2017 adalah kader terbaik bangsa yang dicalonkan olehpartai-partai politik dan dua calon independen yang disokong olehmasyarakat Jakarta. Sebagai manusia biasa, mereka memiliki kelebihandan kekurangan.
  30. 30. Bentuk Kampanye Hitam
  31. 31. Bentuk Kampanye Hitam
  32. 32. Oleh karena itu, merupakan hak setiap warga negaraIndonesia untuk mencalonkan dan dicalonkan dalampemilukada DKI serta mendukung calon gubernur dancalon wakil gubermur DKI. Dalam mendukung calongubernur dan calon wakil gubernur, sebaiknya tidakmenghalalkan cara dengan melakukan kampanyehitam, yang menjelek-jelakkan pasangan calon lain.Para kader karang taruna, PKK, ormas pemuda,lembaga swadaya masyarakat, dan lain sebagainya,saatnya bersatu mewujudkan pemilukada DKI yangaman, damai dan tenteram tanpa politik uang. Denganmelakukan hal-hal tersebut, besar harapan masyarakatberhasil memilih pasangan calon gubernur dan calonwakil gubernur DKI Jakarta yang amanah, jujur, cerdasdan mampu membangun komunikasi dengan seluruhlapisan masyarakat Jakarta yang majemuk.
  33. 33. Terima Kasih

×