Musni Umar, Ph.D
Membangun Citra Positif Satpol PPdi Tengah Masyarakat DKI Jakarta           Oleh Musni Umar, Ph.D Direktur dan Peneliti So...
PengantarSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selama ini citranyasangat negatif di tengah-tengah masyarakat. Kurang baik...
Satpol PP Dianggap Semena-mena
Mahasiswa dan Warga Menolak Penggusuran
Satpol PP Menggusur PKL
Ketiga, Satpol PP sering berlaku brutal, suka main pukulkalau melakukan penertiban, sehingga pernah KoranPos Metro membuat...
Satpol PP Dianggap Preman
Kemarahan Publik diekspresikan melalui media sosial
Apa yang Harus Dilakukan Satpol PP?Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menyadari buruknya opini publikterhadap Satpol ...
Perubahan Mindset Satpol PP
2) Perubahan pendekatan (approach) dari physicalapproach (pendekatan pisik) kepada human approach(pendekatan kemanusiaan) ...
Satpol PP Human Approach
Kedua, pendidikan, penyadaran dan ketaatan hukum masyarakat. Harusdiakui bahwa seringnya terjadi bentrokan pisik antara wa...
Satpol PP Yang Manusiawi
Soliditas, Integritas dan Masa DepanUntuk meningkatkan dam mengoptimalkankinerja Satpol PP perlu dibangun kelembagaanSatpo...
Masa Depan Anggota Satpol PP
Pengertian (Pasal 3)(1) Satpol PP merupakan bagian perangkat daerah di bidang penegakan Perda, ketertiban umum dan ketente...
Untuk membangun kesejahteraan para anggota Satpol PP danmasa depan mereka, dapat ditempuh berbagai upaya dan langkahstrate...
KesimpulanSatpol PP DKI Jakarta merupakan tugas mulia yang harus diembandengan sebaik-baiknya sebagai wujud syukur atas ke...
Untuk memberi spirit dalam bekerja, maka seluruhanggota Satpol PP harus ada jaminan bahwa merekamemiliki masa depan yang b...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Membangun Citra Positif Satpol PP di Tengah Masyarakat DKI Jakarta2013 1

1,213 views

Published on

Citra Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sangat diburuk di mata publik khususnya di mata publik DKI Jakarta.

Published in: News & Politics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,213
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
14
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Membangun Citra Positif Satpol PP di Tengah Masyarakat DKI Jakarta2013 1

  1. 1. Musni Umar, Ph.D
  2. 2. Membangun Citra Positif Satpol PPdi Tengah Masyarakat DKI Jakarta Oleh Musni Umar, Ph.D Direktur dan Peneliti Sosial The Institute for Social Empowerment and Democracy (INSED)
  3. 3. PengantarSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selama ini citranyasangat negatif di tengah-tengah masyarakat. Kurang baiknyacitra Satpol PP ditengah-tengah masyarakat, setidaknyadisebabkan oleh lima faktor. Ini persepsi masyarakat terhadapSatpol PP.Pertama, sering berlaku semena-mena terhadap warga.Akibatnya muncul antipasti masyarakat terhadap Satpol PP,sehingga YLBHI merespon dengan membuat Website “NegaraBebas Satpol PP”.Kedua, suka menggusur PKL dengan kekerasan. AkibatnyaPKL menganggap Satpol PP sebagai musuh yang harusdilawan. Karena dianggap musuh, maka PKL melakukanperlawanan dengan kekerasan ketika dilakukan penertiban,sehingga selalu terjadi bentrokan pisik antara PKL dan SatpolPP.
  4. 4. Satpol PP Dianggap Semena-mena
  5. 5. Mahasiswa dan Warga Menolak Penggusuran
  6. 6. Satpol PP Menggusur PKL
  7. 7. Ketiga, Satpol PP sering berlaku brutal, suka main pukulkalau melakukan penertiban, sehingga pernah KoranPos Metro membuat judul “Kami Nggak Suka Satpol PP.Keempat, dinilai arogan, sombong dan tidakmanusiawi. Hal itu tercermin dari reaksi masyarakatdalam kasus kerusuhan Koja 14 April 2010 yang dipicuoleh rencana eksekusi tanah kawasan makam MbahPriok yang ada di dalam area Terminal Peti KemasTanjung Priok. Tindakan ini ditentang oleh warga yangkemudian berubah menjadi bentrokan antara wargadengan Satpol PP.Kelima, masyarakat sudah telanjur antipati kepadaSatpol PP. Apapun yang dilakukan Satpol PP selaludinilai negatif. Merajalelanya ketidak-sukaanmasyarakat terhadap Satpol PP banyak disebabkan olehpemberitaan media yang tidak jarang bias danmemojokkan Satpol PP.
  8. 8. Satpol PP Dianggap Preman
  9. 9. Kemarahan Publik diekspresikan melalui media sosial
  10. 10. Apa yang Harus Dilakukan Satpol PP?Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menyadari buruknya opini publikterhadap Satpol PP, sehingga diperlukan adanya perubahan untukmembangun citra positif Satpol PP di tengah-tengah masyarakat DKIJakarta.Paling tidak harus dilakukan dua hal untuk membangun citra positif SatpolPP ditengah-tengah masyarakat DKI Jakarta. Pertama, pembenahan internalSatpol PP yang meliputi:1) Perubahan mindset yaitu cara berpikir pimpinan dan seluruh anggotaSatpol PP. Cara berpikir yang benar akan melahirkan tindakan (action) yangbenar dan bisa meraih simpati dari masyarakat dalam melaksanakan fungsidan tugas Satpol PP. Perubahan mindset harus disertai perubahan carapendekatan (approach) untuk membantu Gubernur Kepala Daerah dalammenciptakan suatu kondisi daerah yang tenteram, tertib, dan teratursehingga penyelenggaraan roda pemerintahan dapat berjalan denganlancar dan masyarakat melakukan kegiatannya dengan aman. Dengandemikian, diharapkan Satpol PP lebih mudah menjalankan tugasmenegakkan Peraturan Daerah (Perda), dan Peraturan Gubernur KepalaDaerah.
  11. 11. Perubahan Mindset Satpol PP
  12. 12. 2) Perubahan pendekatan (approach) dari physicalapproach (pendekatan pisik) kepada human approach(pendekatan kemanusiaan) dengan lobby, silaturrahimdan dialog. Gubernur Jokowi telah mempraktikanhuman approach di Solo untuk menegakkan Perda danPerwal di Solo. Dalam human approach tidak hanyapenegakan Perda dan Pergub, tetapi juga way out darisetiap pelaksanaan Perda dan Pergub. Misalnyapenggusuran PKL, jangan hanya menggusur, tetapi jugamenyediakan tempat mereka berdagang di gedungyang sudah dibangun Pemprov DKI Jakarta.3) Perubahan budaya (cultural change). Dampakpositif yang bakal dicapai dari perubahan mindset (caraberpikir dan nawaitu) serta cara pendekatan dalammenegakkan Perda dan Pergub, akan melahirkanbudaya baru yang jauh dari praktik kekerasan (nonviolence) dalam melaksanakan tugas Satpol PP.
  13. 13. Satpol PP Human Approach
  14. 14. Kedua, pendidikan, penyadaran dan ketaatan hukum masyarakat. Harusdiakui bahwa seringnya terjadi bentrokan pisik antara warga dengan SatpolPP, tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada Satpol PP. Masyarakat jugamemiliki andil terpuruknya citra Satpol PP di mata publik.Hal tersebut banyak disebabkan oleh masih kurangnya kesadaran danketaatan hukum masyarakat. Untuk meningkatkan kesadaran dan ketaatanhukum masyarakat DKI Jakarta, maka harus dilakukan berbagai upaya.Pertama, pendidikan dini kepada anak-anak pentingnya displin dan taathukum. Ini harus dimulai dari keluarga sejak dini di rumah tangga, TK, SD,SMP dan SMA. Kedua, para pemimpin formal dan informal harus membericontoh teladan dalam hidup disiplin dan taat hukum. Ketiga, pemimpinpemerintahan di pusat dan daerah, penegak hukum dan para pejabatNegara harus taat hukum dan mengamalkannya dalam seluruh aspek hidupberbangsa dan bernegara. Dengan demikian, diharapkan akan dicontoh,ditiru dan diikuti oleh masyarakat luas khususnya di DKI Jakarta. Keempat,kampanye terus-menerus pentingnya disiplin, sadar dan taat hukum.Dengan semakin tumbuhnya kesadaran hukum dan taat hukum masyarakatDKI Jakarta, maka secara otomatis akan memberi dampak positif dankemudahan bagi pelaksanaan tugasa Satpol PP dalam upaya mewujudkanPerda DKI dan Pergub DKI di seluruh aspek di DKI Jakarta
  15. 15. Satpol PP Yang Manusiawi
  16. 16. Soliditas, Integritas dan Masa DepanUntuk meningkatkan dam mengoptimalkankinerja Satpol PP perlu dibangun kelembagaanSatpol PP yang mampu mendukung terwujudnya kondisi daerah yang tenteram, tertib, dan teratur.Berdasarkan UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah(Pasal 148) bahwa Polisi Pamong Praja adalah perangkatpemerintah daerah dengan tugas pokok menegakkanPeraturan Daerah (Perda), menyelenggarakan ketertibanumum dan ketenteraman masyarakat sebagai pelaksanaantugas desentralisasi.Dengan demikian, kelembagaan Satpol PP DKI Jakartadianggap cukup kredibel untuk mengembantugas dan tanggung jawab sesuai PP Nomor 6 Tahun 2010tentang Satuan Polisi Pamong Praja yang ditetapkan padatanggal 6 Januari 2010 yaitu
  17. 17. Masa Depan Anggota Satpol PP
  18. 18. Pengertian (Pasal 3)(1) Satpol PP merupakan bagian perangkat daerah di bidang penegakan Perda, ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.(2) Satpol PP dipimpin oleh seorang kepala satuan danberkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepadakepala daerah melalui sekretaris daerah. Untuk bisa mewujudkan tugas dan tanggung jawab Satpol PPsebagaimana dikemukakan diatas, maka soliditaskelembagaan dan seluruh anggota Satpol PP merupakancondition sine quanon. Disamping itu, integritas paraanggotanya sangat diperlukan, karena tugas yang diembantidaklah ringan.Disinilah pentingnya pembinaan yang berkelanjutan bagiseluruh anggota Satpol PP. Dalam pembinaan satpol PP tidakboleh dilupakan faktor kesejahteraan para anggota dan masadepan mereka.
  19. 19. Untuk membangun kesejahteraan para anggota Satpol PP danmasa depan mereka, dapat ditempuh berbagai upaya dan langkahstrategis. Pertama, mereka didorong dan dibantu untukmelanjutkan pendidikan S1, S2 dan seterusnya. Kedua, merekadidorong dan dibantu untuk mengikuti pendidikan dan latihanketrampilan teknis (Diklat) dalam bidang-bidang yang diminati.Ketiga, setelah mengabdi beberapa tahun lamanya sebagaianggota Satpol PP harus diarahkan: 1) Menjadi PNS DKI jikamemungkinkan. 2) Menjadi pegawai BUMD dilingkungan PemdaDKI. 3) Menjadi pelaku bisnis (usahawan). 4) Menjadi pegawaiswasta diberbagai perusahaan yang bermitra dengan Pemprov DKIJakarta.Saya nkan dan mendorong supaya anggota Satpol PP didorong,dibina, diberdayakan dan dimajukan menjadi usahawan yangmumpuni untuk menjadi pilar kemajuan DKI Jakarta dan bangsaIndonesia dalam bidang ekonomi.Pembinaan karir dan jaminan masa depan bagi mereka sangatpenting, karena hal itu akan menimbulkan semangat dan etoskerja yang tinggi bagi mereka untuk mengemban tugas dantanggung jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU)dan Peraturan pemerintah (PP).
  20. 20. KesimpulanSatpol PP DKI Jakarta merupakan tugas mulia yang harus diembandengan sebaik-baiknya sebagai wujud syukur atas kepercayaanyang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.Perubahan politik di DKI Jakarta sebagai manifestasi daripelaksanaan demokrasi di DKI Jakarta melalui pemilukada DKIJakarta 2012 harus direspon oleh Satpol PP, di mana rakyat DKIJakarta sebagai pemilik kedaulatan menghendaki perubahanSatpol PP dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.Perubahan pendekatan dari physical approach kepada humanapproach merupakan condition sine quanon. Perubahan itu harusdimulai dari perubahan mindset (pola pikir) dannawaitu, kemudian wujud dalam perkataan, perilaku, perbuatandan tindakan. Perubahan itu, akan melahirkan budaya baru yangjauh dari kekerasan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab.
  21. 21. Untuk memberi spirit dalam bekerja, maka seluruhanggota Satpol PP harus ada jaminan bahwa merekamemiliki masa depan yang baik. Akan tetapi, harusdisadari bahwa masa depan itu banyak ditentukan olehpara anggota Satpol PP itu sendiri, karena“sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatukaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apayang pada diri mereka”.Demikianlah pokok-pokok ini disampaikan semogadapat dikembangkan dalam diskusi. Akhirnya sayasampaikan pepatah “Kalau ada jarum yang patahjangan disimpan di dalam peti, kalau ada kata yangsalah jangan disimpan dalam hati”.Semoga kita selalu optimis dan bersemangat dalammelaksanakan tugas masing-masing.* Makalah singkat ini disiapkan untuk dipresentasikan dalamTemu Satpol PP se DKI Jakarta, 27 Maret 2013 di Hotel AquariusOrange, Cisarua, Bogor, Jawa Barat

×