Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Konflik Sosial di DKI Jakarta Permasalahan dan Solusinya

7,189 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Konflik Sosial di DKI Jakarta Permasalahan dan Solusinya

  1. 1. KONFLIK WARGA DI DKI JAKARTA PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA Oleh Musni Umar Sociologist and Researcher
  2. 2. Konflik menurut Wikipedia Ensikplopedia bebas berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik memiliki persamaan kata yang sangat banyak diantaranya: 1. Bentrokan, friksi, konfrontasi, percekcokan, pergesekan. 2. Perpecahan, perselisihan, pertengkaran, pertikaian, sengketa. 3. Rivalitas, antagonisme, inkompabilitas, paradoks, pertentangan. 4. Perbantahan, cedera, percederaaan, kelahi, kesumat, tawuran. 5. Kontradiksi, permusuhan, perang, perseteruan.
  3. 3. Konflik” setidaknya memiliki 9 (sembilan) jenis: 1. Konflik agama 2. Konflik politik 3. Konflik antar TNI-POLRI 4. Konflik Sumber Daya Alam 5. Konflik Ekonomi 6. Konflik Buruh-Majikan 7. Konflik Warga 8. Konflik Pelajar dan Mahasiswa 9. Konflik Suku (Etnik)
  4. 4. Konflik Warga Konflik warga atau tawuran warga merupakan konflik yang sangat banyak terjadi. Dalam penelitian konflik kekerasan komunal di DKI Jakarta tahun 2010-2011yang dilakukan Institut Titian Perdamaian menemukan bahwa konflik warga menempati posisi tertinggi di DKI Jakarta. Dari 354 kasus konflik, 183 diantaranya adalah konflik warga (64 %). Dari 5 (lima) wilayah di DKI Jakarta, yang paling banyak terjadi konflik (tawuran) warga adalah di Jakarta Pusat yaitu 81 kasus (33 %). Pemberi kontribusi konflik paling besar ialah Johar Baru.
  5. 5. Penyebab Konflik Lembaga Pemberdayaan Masyarakata Jakarta (LPMJ) mencatat bahwa paling tidak terdapat 28 macam yang menjadi penyebab konflik di Johar Baru, Jakarta Pusat. Penyebab konflik banyak sekali, tetapi utama diantaranya: 1. Tempat Hunian 2. Kepadatan penduduk 3. Pengangguran 4. Kemiskinan 5. Miras dan narkoba 6. Pendidikan 7. Dan lain-lain
  6. 6. Penyelesaian Konflik Untuk menyelesaikan suatu konflik, maka cari akar masalah yang menjadi penyebab konflik dan pecahkan. Dalam kasus konflik di Johar Baru Jakarta Pusat, yang sudah puluhan tahun dan terus terjadi berulang kali, menurut saya yang pernah melakukan penelitian tawuran tahun 2011. 1. Jangka Pendek 1.1. Atasi tempat hunian mereka yang masih banyak gantian tidur (shift-shitfan) dengan membangun kampung deret ke atas (rumah susun) seperti apartemen. 1.2. Perbanyak proyek padat karya untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan . 1.3. Beri bimbingan agama yang mencerahkan, menyadarkan dan mencerdaskan kepada orang tua supaya berperan membina dan mendidik anak-anak mereka. 1.4. Ciptakan lingkungan yang kondusif.
  7. 7. 2. Jangka Menengah 2.1. Bangun Pusat Pendidikan Kepakaran dilingkungan padat, kumuh dan miskin, agar mereka dilatih supaya memiliki kepakaran. Ini cara yang efektif untuk mengatasi pendidikan warga yang rendah dan tidak memiliki kepakaran. 2.2. Dirikan Komisi Beasiswa untuk memberi beasiswa kepada anak-anak miskin untuk belajar di daerah atau luar negeri supaya mereka memiliki masa depan.
  8. 8. 3. Jangka Panjang Bangun kebersamaan, optimisme, jadikan kawasan tempat tinggal masyarakat bawah yang saling mencintai. Saling tolongmenelong, gotong-royong, dan kawasan taat beragama. Hukum mereka yang melakukan pelanggaran hukum dengan berat, beri hukuman sosial dengan mengasingkan mereka yang berbuat jahat, onar dan menciptakan konflik dilingkungan mereka.
  9. 9. Kesimpulan Untuk mengatasi dan mengakhiri konflik dalam segala bentuknya yang terjadi di DKI Jakarta, maka caranya mudah, atasi dan pecahkan yang menjadi penyebab utama terjadinya konflik. Kalau masalah utama hunian warga, maka bangun kampung deret yang menjulang ke angkasa seperti apartemen yang dihuni orang-orang kaya. Kalau masalah pengangguran, kemiskinan, pendidikan, Miras dan narkoba yang menyebabkan warga suka konflik, maka atasi penyebabnya.

×