Menimbang ideologi

182 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
182
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Menimbang ideologi

  1. 1. 28/05/13 Islam Will Dominate: Our Ideologywww.globalmuslim.web.id/p/our-link.html?m=1 1/6Islam Will Dominate▼Our IdeologyMENIMBANG IDEOLOGIDengan Nalar dan Fitrah KemanusiaanOleh: Arief B. IskandarPengantarSecara fitrah, manusia adalah makhluk yang serba terbatas (relativismus uber alles).Keserbaterbatasan manusia ini telah cukup mengantarkan manusia pada situasi dimana iasenantiasa membutuhkan—dan bergantung pada—Zat Yang Tak Terbatas alias Yang Mahamutlak(Absolutismus uber alles); Dialah Tuhan sebagai The Ultimate Reality (Realitas Tertinggi, Wâjib al-Wujûd); Dialah Allah Swt.Secara fitrah pula, manusia dianugerahi oleh Allah Swt. naluri untuk beragama atau religiusitas(gharîzah at-tadayyun), yang merupakan sesuatu yang sudah built-in dalam dirinya, bahkan sejaksebelum kelahirannya ke alam dunia. Naluri ini telah cukup mendorong manusia untuk melakukanpemujaan terhadap apa yang dianggapnya sebagai The Ultimate Reality (Realitas Tertinggi) itu.Sayang, dua kenyataan primordial (fitri) ini tidak serta-merta menjadikan manusia "tahu diri"; entahkarena mereka tidak berpikir rasional (tidak menggunakan akal) atau karena mereka terlalu percayadiri akibat hegemoni hawa nafsu yang ada dalam dirinya. Pada saat ini, ketidaktahudirian manusia itutercermin dalam dua sikap: (1) Pengingkaran secara total (sepenuh hati) terhadap eksistensi Tuhansang Pencipta (ateisme). Ini tergambar pada manusia yang berpaham materialisme. Materialisme inikemudian menjadi dasar pijakan ideologi Sosialisme-komunis. (2) Pengingkaran secara "setengahhati" terhadap eksistensi Tuhan. Ini tergambar pada manusia yang berpaham sekularisme, yakni yangmengakui keberadaan Tuhan, tetapi tidak otoritas-Nya untuk mengatur manusia, karena yangdianggap punya otoritas untuk mengatur manusia adalah manusia sendiri. Sekularisme ini kemudianmenjadi landasan ideologi Kapitalisme-sekular.Padahal, alhamdulillah, dengan kasih-sayang-Nya, Allah Swt. telah lama—jauh sebelum kelahiranideologi Sosialisme-komunis dan Kapitalisme-sekular—menurunkan wahyu-Nya kepada manusiauntuk membimbing manusia kembali pada fitrahnya, kembali pada jatidirinya yang asli, yakni sebagaimakhluk yang serba terbatas dan memiliki—secara built-in—religiusitas dalam dirinya. Wahyu itutidak lain adalah Islam, yang akidahnya mengajari manusia untuk meyakini secara total dan sepenuhhati eksistensi Tuhan sekaligus otoritas-Nya untuk mengatur kehidupan manusia. Akidah inilah yangkemudian menjadi basis ideologi Islam sebagai satu-satunya ideologi yang rasional dan sesuaidengan fitrah manusia.Our Ideology
  2. 2. 28/05/13 Islam Will Dominate: Our Ideologywww.globalmuslim.web.id/p/our-link.html?m=1 2/6Tulisan berikut tidak lain ingin membuktikan kembali "klaim" di atas—yakni bahwa hanya Islamlahsatu-satunya ideologi rasional dan sesuai dengan fitrah manusia—dengan cara membandingkanketiga ideologi di atas, yakni Sosialisme-komunis, Kapitalisme-sekular, dan Islam; melalui perspektifyang paling mendasar: akidah.Realitas IdeologiSecara umum, ideologi (Arab: mabda) adalah pemikiran paling asasi yang melahirkan—sekaligusmenjadi landasan bagi—pemikiran-pemikiran lain yang menjadi turunannya. (M. Muhammad Ismail,1958). Pemikiran mendasar dari ideologi ini dapat disebut sebagai akidah (aqîdah), yang dalamkonteks modern terdiri dari: (1) materialisme; (2) sekularisme; (3) Islam. Akidah ini berisi pemikiranmondial dan global mengenai manusia, alam semesta, dan kehidupan dunia; tentang apa yang adasebelum dan sesudah kehidupan dunia; berikut kerterkaitan ketiganya dengan kehidupan sebelumdan setelah dunia ini. (M. Husain Abdullah, 1990). Akidah ini kemudian melahirkan pemikiran-pemikiran cabang yang berisi seperangkat aturan (nizhâm) untuk mengatur sekaligus mengelolakehidupan manusia dalam berbagai aspeknya—politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dansebagainya. Akidah dan seluruh cabang pemikiran yang lahir dari akidah itulah yang disebut denganideologi. Dengan ungkapan yang lebih spesifik, ideologi (mabda) dapat didefinisikan sebagaikeyakinan rasional (yang bersifat mendasar, pen.) yang melahirkan sistem atau seperangkatperaturan tentang kehidupan (An-Nabhani, 1953: 22).Pada kenyataannya, di dunia saat ini hanya ada tiga ideologi: (1) Sosialisme-komunis, yang lahirdari akidah materialisme; (2) Kapitalisme-sekular, yang lahir dari akidah sekularisme; (3) Islam, yanglahir dari akidah Islam.Realitas Akidah Materialisme, Sekularisme, dan Islam1. Materialisme.Materialisme adalah akidah yang memandang bahwa alam semesta, manusia, dan kehidupanmerupakan materi belaka; materi ini mengalami evolusi dengan sendirinya secara subtansialsehingga tidak ada Pencipta (Khalik) dan yang dicipta (makhluk). Dalam perspektif Karl Marx,peletak dasar ideologi Sosialisme-komunis, alam mengalami evolusi mengikuti hukum gerak materi;alam tidak membutuhkan Akal Holistik (Pencipta) (Ghanim Abduh, 2003: 3). Senada dengan Marx,Lenin, ideolog sekaligus realisator Marxisme, dengan mengutip filosof Heraclitus (540-480 SM),menyatakan, "Alam adalah wujud tunggal yang tidak pernah diciptakan oleh Tuhan atau manusiamanapun. Ia telah ada, selalu ada, dan akan selalu ada sebagai api yang terus menyala selama-lamanya." (Vladimir Ilich, 1870-1924).Oleh karena itu, penganut akidah materialisme pada dasarnya adalah ateis (mengingkari Tuhan).Bahkan, penganut akidah ini memandang bahwa keyakinan terhadap Tuhan (agama) adalahberbahaya bagi kehidupan. Dalam bahasa Lenin, keyakinan terhadap agama adalah "candu"masyarakat dan "minuman keras" spiritual. Dalam manifesto politiknya, Lenin secara ekstremmenyebut agama sebagai salah satu bentuk penindasan spiritual yang, dimana pun ia berada, amatmembebani masyarakat (Lenin, 1972: 83-87).Pengingkaran terhadap eksistensi Tuhan ini kemudian melahirkan sebuah keyakinan, bahwadunia ini harus diatur berdasarkan prinsip dialektika materialisme yang melibatkan semua unsurmateri, yakni: manusia, alam, dan sarana kehidupan (alat-alat produksi). Dari sini muncullah ideologiSosialisme-komunis, yang didasarkan pada akidah materialisme, yang berisi seperangkat aturan
  3. 3. 28/05/13 Islam Will Dominate: Our Ideologywww.globalmuslim.web.id/p/our-link.html?m=1 3/6yang khas, yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia; tentu di luar aspek religiusitas danspiritualitas manusia yang telah diingkarinya.2. Sekularisme.Sekularisme pada dasarnya adalah akidah yang mengakui eksistensi Tuhan, tetapi tidak otoritas-Nya untuk mengatur manusia. Dengan kata lain, akidah ini mengakui keberadaan agama tetapi tidakotoritasnya untuk mengatur kehidupan. Singkatnya, sekularisme adalah akidah yang menetralkan(baca: memisahkan) agama dari kehidupan.Secara historis, sekularisme merupakan akidah "jalan tengah" yang lahir pada AbadPertengahan, sebagai bentuk kompromi para pemuka agama yang menghendaki kehidupan manusiaharus tunduk pada otoritas mereka (dengan mengatasnamakan agama), dengan para filosof dancendekiawan yang menolak otoritas agama dan dominasi para pemuka agama dalam kehidupan.Dengan demikian, para penganut sekularisme sebetulnya tidak mengingkari Tuhan (agama) secaramutlak; mereka hanya menginginkan agar Tuhan (agama) tidak mengatur kehidupan mereka.Pengingkaran terhadap otoritas Tuhan ini selanjutnya melahirkan sebuah pandangan bahwamanusialah—melalui mekanisme demokrasi—yang berwenang secara mutlak untuk mengaturkehidupannya sendiri secara bebas, tanpa campur tangan Tuhan (agama). Dari sini lahirlah ideologiKapitalisme-sekular, yang berisi seperangkat aturan yang khas, yang mengatur seluruh aspekkehidupan manusia; tentu di luar aspek agama yang telah mereka singkirkan dari kehidupan.3. Islam.Islam adalah akidah yang meyakini eksistensi Tuhan sebagai Pencipta alam, manusia, dankehidupan ini; sekaligus mengakui bahwa Dialah satu-satunya yang memiliki otoritas untuk mengaturkehidupan manusia. Singkatnya, akidah Islam mengajari manusia tentang keyakinan dan kepasrahantotal kepada Tuhan sang Pencipta, yakni Allah Swt.Keyakinan terhadap eksistensi sekaligus otoritas Tuhan inilah yang kemudian melahirkankeyakinan bahwa Tuhanlah satu-satunya Yang mutlak dan berhak membuat hukum, sementaramanusia hanya sekadar pelaksananya saja. Dari sini lahirlah ideologi Islam, yang juga berisiseperangkat aturan dalam berbagai aspek kehidupan manusia; termasuk yang menyangkut aspekreligiusitas dan spiritualitas manusia, atau yang menyangkut agama.Menimbang Ideologi Sosialisme-komunis, Kapitalisme-sekular, dan IslamDari paparan di atas, manakah akidah/ideologi yang masuk akal (rasional) dan sesuai denganfitrah manusia? Jawabannya adalah sebagai berikut:1. Sosialisme-komunis.Dalam perspektif rasio, dengan mengingkari eksistensi sang Pencipta, ideologi ini jelas tidakrasional. Alasannya: (a) Seluruh materi yang ada di dunia ini, termasuk manusia, memilikiketerbatasan dan bergantung pada yang lain. Akal kita yang jujur akan mengakui, bahwa segala yangterbatas ini pasti membutuhkan Zat Yang Tak Terbatas. Itulah Pencipta, Tuhan. (b) Manusia dan alamsemesta memiliki keseimbangan, keteraturan, harmoni, dan keindahan yang luar biasa; yang semuaitu tidak mungkin terjadi serba kebetulan tanpa ada Zat Yang menciptakan dan mengendalikannya.Adapun secara fitrah, ideologi ini jelas bertentangan dengan kenyataan bahwa dalam diri manusiaada naluri beragama (religiusitas), yang mendorongnya selalu cenderung untuk melakukanpengagungan/pemujaan kepada Zat Yang lebih tinggi dari dirinya; baik mereka akui atau tidak; baik
  4. 4. 28/05/13 Islam Will Dominate: Our Ideologywww.globalmuslim.web.id/p/our-link.html?m=1 4/6yang mereka agungkan itu Tuhan Yang sebenarnya atau "Tuhan" palsu. Pada faktanya, orang-orangateis hanya mengalihkan pengagungan itu—yang seharusnya kepada Tuhan—menjadi kepadamanusia.2. Kapitalisme-sekular.Dalam tinjauan nalar, pengakuan terhadap eksistensi Tuhan tetapi tidak otoritasnya untuk mengaturmanusia adalah juga tidak rasional. Alasannya: (a) Pengingkaran atas otoritas itu telah melahirkansikap manusia untuk membuat sendiri aturan bagi kehidupannya. Padahal manusia, sebagaimakhluk, pada faktanya tidak bisa memahami hakikat dirinya sendiri. Yang tahu hakikat manusiaadalah Pencipta-Nya, yakni Allah Swt. Apabila manusia tidak memahami hakikat dirinya sendiri,apalagi membuat aturan yang terbaik bagi dirinya. (b) Tuhan—dalam hal ini Allah Swt.—telahmenurunkan wahyu-Nya, yakni al-Quran, melalui utusan (Rasul)-Nya untuk mengatur kehidupanmanusia. Secara rasional, al-Quran dapat dibuktikan kebenarannya sebagai wahyu Allah. Karena itu,menjauhkan otoritas Tuhan Yang Mahatahu untuk mengatur kehidupan manusia adalah tidak rasional.Adapun secara fitrah, manusia, ketika dibiarkan bebas membuat sendiri peraturan bagikehidupannya, terbukti melahirkan banyak perbedaan, pertentangan, bahkan konflik. Peraturan yangdibuat juga sering berubah-ubah sesuai dengan kecenderungan dan hawa nafsu manusia. Lebih dariitu, fakta telah membuktikan bahwa peratuan–peraturan yang dibuat manusia—karena lebihdidasarkan pada kecenderungan dan hawa nafsunya—telah melahirkan banyak ekses negatif,menciptakan banyak kerusakan, dan menimbulkan banyak kekacauan. Itulah yang terjadi seperti saatini ketika hak membuat aturan/hukum diberikan kepada rakyat melalui mekanisme demokrasi.3. Islam.Dalam perspektif akal, pengakuan terhadap eksistensi Tuhan sekaligus otoritas-Nya untukmengatur kehidupan manusia adalah rasional. Alasannya: (a) Pada faktanya, di samping akal dapatmembuktikan secara benar bahwa Tuhan sang Pencipta, yakni Allah Swt. itu ada, akal pun dapatmembuktikan bahwa Dia telah menurunkan wahyu-Nya berupa al-Quran kepada Rasul-Nya, yangkebenarannya sebagai wahyu bisa dibuktikan secara rasional. Di dalam al-Quran sendiri tidak akanditemukan adanya pertentangan antar satu ayat dengan ayat lain, atau antar satu aturan denganaturan lain, yang menunjukkan bahwa ia berasal dari Zat Yang Mahakuasa. (b) Sepanjang aturan-aturan al-Quran diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan manusia, terbukti bahwa iamendatangkan rahmat bagi umat manusia seluruhnya. Ini adalah fakta sejarah yang pernah terjadi danberjalan selama-berabad-abad sejak zaman Nabi saw. mendirikan Daulah Islamiyah di Madinahhingga keruntuhan Kekhilafahan Islam terakhir di Turki, yang diawali oleh banyaknya penyimpanganterhadap al-Quran yang dilakukan penguasa.Adapun secara fitrah, pengakuan atas eksistensi Tuhan sekaligus otoritas-Nya untuk mengaturmanusia sesuai dengan fitrah manusia yang serba terbatas, serba kurang, dan serba lemah; yangmenjadikannya butuh pada yang lain. Keserbaterbatasan, keserbakurangan, dan keserbalemahanmanusia ini pada faktanya membuktikan bahwa manusia membutuhkan berbagai peraturan bagikehidupannya yang tidak berasal dari dirinya, tetapi bersumber dari al-Khalik, Tuhan Pencipta alam.KesimpulanWalhasil, dari paparan di atas, secara nalar (rasio, akal) maupun fitrah, juga berdasarkanrealitas sejarah manusia, terbukti bahwa hanya Islamlah satu-satunya ideologi yang rasional dansesuai dengan fitrah manusia. Sebaliknya, Sosialisme-komunis dan Kapitalisme-sekular adalah
  5. 5. 28/05/13 Islam Will Dominate: Our Ideologywww.globalmuslim.web.id/p/our-link.html?m=1 5/6ideologi yang tidak rasional dan bertentangan dengan fitrah manusia; di samping terbukti dalamsejarah telah menimbulkan banyak ekses negatif, kerusakan, dan kekacauan.Karena itu, dalam momentum Idul Fitri ini, yang berarti kembali ke fitrah, sudah selayaknya kaumMuslim segera kembali menerapkan semua aturan-aturan Islam (syariah), yang memang telah sesuaidengan fitrah manusia, dalam semua aspek kehidupan. Sebaliknya, sudah selayaknya kaum Muslimsegera meninggalkan berbagai aturan yang berasal dari ideologi Sosialisme-komunis maupunKapitalisme-sekular, yang nyata-nyata bertentangan dengan fitrah manusia, dan terbukti banyakmenyengsarakan kehidupan umat manusia. Keengganan manusia untuk diatur dengan aturan-aturanAllah hanyalah merupakan bukti kesombongan, kelancangan, dan kekurangajaran dirinya di hadapanPenciptanya, Allah Swt., Zat Yang Mahatahu atas segala sesuatu. Jika kita tetap bertahan untukberkubang dalam aturan-aturan buatan manusia dan tetap enggan diatur dengan aturan-aturan Allah,layaklah kita merenungkan kembali firman Allah Swt. berikut:[َ‫ون‬ُ‫ﻧ‬ِ‫ﻗ‬‫ُو‬‫ﯾ‬ ٍ‫م‬ ْ‫و‬َ‫ﻘ‬ِ‫ﻟ‬ ‫ﺎ‬ً‫ﻣ‬ْ‫ﻛ‬ُ‫ﺣ‬ ِ‫ﷲ‬ َ‫ن‬ِ‫ﻣ‬ ُ‫ن‬َ‫ﺳ‬ْ‫ﺣ‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫ﻣ‬ َ‫و‬ َ‫ون‬ُ‫ﻐ‬ْ‫ﺑ‬َ‫ﯾ‬ ِ‫ﺔ‬‫ﱠ‬‫ﯾ‬ِ‫ﻠ‬ِ‫ھ‬‫ﺎ‬َ‫ﺟ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ َ‫م‬ْ‫ﻛ‬ُ‫ﺣ‬َ‫ﻓ‬َ‫أ‬]Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik hukumnya daripadaAllah bagi orang-orang yang yakin?! (QS al-Maidah [5]: 50).Ya, sekali ini kita patut merenungkan: Adakah hukum/aturan yang lebih baik dibandingkan denganhukum/aturan-aturan Allah?! Apakah hukum/aturan-aturan yang berasal dari ideologi Sosialisme-komunis dan Kapitalisme-sekular—yang notabene buatan manusia yang serba terbatas, serbakurang, dan serba lemah—yang lebih baik ataukah hukum/aturan-aturan Islam yang notabene buatanAllah Pencipta manusia Yang Mahatahu atas segala sesuatu?!Lalu mengapa kita tetap betah berkubang dalam sistem/aturan yang berasal dari Kapitalisme-sekular yang terbukti buruk ini dan tidak segera beranjak menuju sistem/aturan yang bersumber dariideologi Islam sebagai ideologi penebar rahmat?! Telah butakah mata dan kalbu kita?! Na‘ûdzubillah mindzâlik! []Daftar Bacaan:‘Abduh, Ghanim, 1963, Naqd al-Isytirâkiyah al-Marksiyah, t.p., Al-Quds.Abdullah, Muhammad Husain, 1990, Dirâsât fî al-Fikr al-Islâmi, Darul Bayariq, Beirut.An-Nabhani, Taqiyuddin, 1953, Nizhâm al-Islâm, t.p., al-Quds.Ismail, Muhammad Muhammad,. 1958, Al-Fikr al- Islâmi, t.p, Kairo.Lenin, Collected Works, Progress Publishers, Moscow, 1972. Cet. ke-3.1
  6. 6. 28/05/13 Islam Will Dominate: Our Ideologywww.globalmuslim.web.id/p/our-link.html?m=1 6/6HomeView web versionPowered by Blogger

×