SlideShare a Scribd company logo
1 of 8
Download to read offline
ISSN : 1907-4867, Vol.V, Edisi 1-Januari-2010


MEAN ABSOLUTE DEVIATION CAPITAL ASSET PRICING MODEL DAN ARBITRAGE
  PRICING THEORY TERHADAP RETURN SAHAM INDUSTRI MANUFAKTUR
  Mean Absolute Deviation of Capital Asset Pricing Model and Arbitrage Pricing Theory
                Toward to Return on Stock Return of Manufacture Industry

                                          Musdalifah Azis

              (Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda)


ABSTRACT

     This research aim to point out the difference between mean absolute deviation capital asset
pricing model and arbitrage pricing theory of the stock return of manufacture industry listed in
Indonesia stock exchange.
     This research used purposive sampling method, data were then analyzed using regression
analysis and the different test of two flattening samples.
     The results show that mean absolute deviation of capital asset pricing model is different
from arbitrage pricing theory of the stock return of manufacture industry listed in Indonesia
Stock Exchange.

Key Words : mean absolute deviation, capital asset pricing model, arbitrage pricing theory, and
            stock return

A. PENDAHULUAN

  CAPM dikembangkan pertama kali pada tahun 1966 oleh William F Sharpe, Lintner dan
Mossin. Weston, Besley dan Brigham (1996: 193) mendefinisikan CAPM sebagai berikut :

    “A Model based on the proposition that any stock’s required rate of return is equal to the
risk free of return plus a risk premium, where risk reflect diversification”.

    CAPM merupakan suatu model yang menghubungkan tingkat pendapatan yang diharapkan
dari suatu aset yang berisiko dengan risiko dari aset tersebut pada kondisi pasar yang seimbang.

“However, it was only with the Capital Asset Pricing Model (CAPM) developed by Sharpe
(1964) that one of the important problems of modern financial economics was formalized: the
quantification of the trade-off between risk and expected return. Proponents of the CAPM argue
that β, a measure of systematic risk relative to the market portfolio, is the sole determinant of
return. Any additional variability caused by events peculiar to the individual asset can be
“diversified away”: capital markets do not reward risks borne unnecessarily”.
Capital Asset Pricing Model bukanlah satu-satunya teori yang mencoba menjelaskan
bagaimana suatu aktiva ditentukan harganya oleh pasar. Ross (1976) merumuskan suatu teori
yang disebut sebagai Arbitrage Pricing Theory (APT) :

    “who developed APT, dropped the assumptions on preferences and strict maximisation. He
kept the idea that firms and stocks are looking for profit maximizing opportunities, and the
market was hard to beat. Rather than evolving an equilibrium condition for the market from
consumer preferences as Sharpe did, Ross snapped the market equilibrium onto the investors,
merely assuming that the search for arbitrage would keep investors at or near the CAPM-
derived equilibrium”.

Seperti halnya CAPM, APT menggambarkan hubungan antara risiko dan pendapatan, tetapi
dengan menggunakan asumsi dan prosedur yang berbeda.

    “An enormous amount of literature has been written on the two models. It is widely believed
that the APT performs very well compared to the CAPM and provides an attractive alternative.
However, the academic world is still deeply divided between beta defenders (Sharpe (1964,
1998), Cheng (1995), Grundy and Malkiel (1996)), APT advocates (Chen (1983), Chen, Roll and
Ross (1986), Fama and French (1992), Groeneworld and Fraser (1997)) and researchers
questioning the testability of both methods (Roll (1977), Shanken (1983), Dhrymes, Friend and
Gultekin(1984))”.

      Konno dan Yamazaki (1991) mengenalkan metode Mean-Absolute Deviation (MAD)
sebagai parameter untuk risiko. Model MAD ini merupakan permasalahan pemilihan portofolio
yang berbentuk linear programming. Mean Absolute Deviation menunjukkan kemungkinan
perbedaan antara return yang mungkin diterima dengan expected return-nya. Maka akan
dilakukan pengujian perbedaan rata-rata penyimpangan absolut Capital Asset Pricing Model dan
model Arbitrage Pricing Theory berdasarkan Mean Absolut Deviation (MAD) pada masing-
masing model (capital asset pricing model –CAPM dan model arbitrage pricing theory-APT)
dalam memprediksi return saham Industri Manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia
selama periode 5 tahun (tahun 2003 hingga 2008). Sehingga hipótesis ini sebagai berikut :
Expected return capital asset pricing model berbeda rata-rata penyimpangan absolut dengan
expected return model arbitrage pricing model pada industri manufaktur yang tercatat di Bursa
Efek Indonesia.


B. METODE PENELITIAN

    Penelitian ini menggunakan data sekunder harga saham masing-masing perusahaan pada
industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (http://www.idx.go.id). Selain harga
saham yang merupakan variabel dependen, penelitian ini juga menggunakan data-data tingkat
suku bunga SBI (http://www.bi.go.id) bulanan untuk mencari imbalan aset bebas risiko, IHSG
untuk mencari imbalan pasar, tingkat inflasi bulanan, serta nilai tukar mata uang rupiah terhadap
dollar Amerika sebagai variabel independen.

“In testing the two asset pricing models, we utilize approaches that have been used by earlier
studies, such as approaches used by Sharpe and Lintner (SL, 1965), Black Jensen and Scholes (BJS,
1972), Fama and Macbeth (FM, 1973), Fama and French (FM, 1992), as well as Chen, Roll and
Ross (CRR, 1986). And we also consider market capitalization value to assess the existence of size
effect in both CAPM and APT validation tests. To check surprise factor of the macroeconomic
variable, we employ Auto-regressive Integrated Moving Average (ARIMA) model. Through the model
we may check on the white noise residual (autocorrelation-free residual). The analysis is started
from descriptive”.

     Data dikumpulkan oleh peneliti bersumber dari Laporan Keuangan Tahunan emiten yang
diperoleh dari buku Indonesian Capital Market Direktory (ICMD) tahun 2003 -2008 dan
Laporan Penerbitan Indeks Saham LQ 45 oleh BEJ mulai dari tahun 2003 hingga tahun 2008.
Data tersebut kemudian dipilih berdasarkan metoda purpose sampling untuk dijadikan sampel
pada penelitian ini, seperti yang terlihat pada tabel 1.

                   Tabel 1. Data Perusahaan yang Digunakan Sebagai Sampel
              No                    Nama Perusahaan                    Kode
               1             PT. Indofood Sukses Makmur Tbk            INDF
               2                   PT. Kalbe Farma Tbk                 KLBF
               3            PT. Medco Energi International Tbk        MEDC
               4                PT. Unilever Indonesia Tbk            UNVR
               5                  PT. Aneka Tambang Tbk               ANTM
               6                  PT. United Tractors Tbk             UNTR
                              Sumber : Pusat Informasi Pasar Modal

      Komponen metode CAPM adalah premi pasar (Rm-Rf) yang terdiri dari imbalan pasar
(Rm) dan premi bebas risiko (Rf). Berdasarkan konsep APT pada penelitian Ario yang
berkesimpulan bahwa perubahan inflasi, perubahan suku bunga BI rate, dan perubahan nilai
tukar berpengaruh signifikan terhadap imbalan saham maka pada penelitian ini untuk konsep
APT terdiri dari faktor-faktor makro, yaitu perubahan inflasi, perubahan tingkat suku binga BI
rate, perubahan nilai tukar atau kurs. Pengujian terhadap kedua model (CAPM dan APT)
tersebut dilakukan melalui analisis regresi. Pengujian yang digunakan yaitu uji beda dua rata-
rata.
      Teknik analisis dalam penelitian ini mempunyai beberapa tahap, diantaranya adalah
sebagai berikut :
    (1) Menentukan periode estimasi (estimation Period) yang akan digunakan untuk
        mengestimasi parameter alpha dan beta tiap-tiap saham. Periode estimasi dalam
        penelitian ini dari Januari 2003 - Desember 2008.
    (2) Menetukan periode uji (test period), yaitu periode pengamatan perbedaan keakuratan
        kedua model (CAPM dan APT) tersebut dalam memprediksi return saham.
    (3) Menghitung return saham yang sesungguhnya (Actual) perusahaan-perusahaan
        Manufaktur.
    (4) Menghitung market return.
    (5) Menghitung beta (β) dengan menggunakan rumus market model yang meregresikan
        antara pendapatan saham yang sesungguhnya (actual return) dengan pendapatan pasar
        (market return).
    (6) Setelah beta (β) masing-masing perusahaan diperoleh kemudian membentuk sebuah
        model persamaan berdasarkan model CAPM.
(7) Menghitung a, b1, b2, dan b3 untuk model APT multi index model pada perusahaan-
       perusahaan Manufaktur.
   (8) Menghitung return saham yang diharapkan (expected return) dengan menggunakan
       model CAPM dan APT.

      Untuk mengetahui perbedaan rata-rata penyimpangan absolut (mean absolut deviation
(MAD)) CAPM dan APT pada saham industri manufaktur yang tercatat di bursa efek indonesia,
dilakukan tahapan-tahapan sebagai berikut:
   i. Menghitung selisih antara actual return dan expected return yang diukur dengan
      menggunakan capital asset pricing model (CAPM) dan model arbitrage pricing theory
      (APT) dibagi dengan banyaknya obeservasi pengamatan yang dilakukan peneliti, dengan
      rumus yang sama diterapkan sama pada capital asset pricing model (CAPM) dan model
      arbitrage pricing theory (APT), yaitu :



  ii. Dilakukan uji statistik, yaitu uji rata-rata dua sampel independen (t-test);
 iii. Dari hasil uji statistik tersebut, selanjutnya diambil kesimpulan tentang perbedaan rata-rata
      penyimpangan absolut Capital Asset Pricing Model dan mdel Arbitrage Pricing Theory
      berdasarkan Mean Absolut Deviation (MAD) pada masing-masing model (capital asset
      pricing model –CAPM dan model arbitrage pricing theory-APT) dalam memprediksi
      return saham Industri Manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

     The test used for the CAPM and APT is a two-step test, which is extensively used in the
literature (see Roll and Ross (1980), Chen (1983), Lehmann and Modest (1988), Cheng (1995)
and Groenewold and Fraser (1997)). The first step involves the use of time series to estimate the
betas for the shares for the CAPM and a set of factor loadings through factor analysis for the
APT; the second step then regresses the sample mean returns on the beta (for the CAPM) and on
the factor loadings (for the APT).


C. PEMBAHASAN

    Secara deskriptif, pada table 2 terlihat bahwa rata-rata MAD CAPM lebih kecil dibandingkan
rata-rata MAD APT yang berarti model CAPM lebih akurat dibandingkan model APT dalam
memprediksi return saham Industri Manufaktur.

                                  Tabel 2. Mean Absolute Deviation
                             No    NAMA     MAD CAPM       MAD APT
                              1    INDF        0.0018        0.1965
                              2    MEDC        0.0033        0.3391
                              3    UNVR        0.0014        0.1971
                              4    KLBF        0.0013        0.2948
                              5    ANTM        0.0016        0.3293
6         UNTR               0.0018                0.4643
                                                   Sumber : Hasil output SPSS 13.00

    Rata-rata MAD model CAPM dalam memprediksi return saham industri manufaktur
sebesar 0.019 dengan standar deviasi 0.00073. Adapun rata-rata MAD model APT dalam
memprediksi return saham industri manufaktur sebesar 0.3035 dengan standar deviasi 0.10063.
Perbedaan Mean Absolut Deviation (MAD CAPM dan MAD APT) ini perlu diuji secara statistik
untuk mengetahui apakah perbedaan tersebut signifikan.

                                      Tabel 3. Group Statistik MAD CAPM dan APT
                                                                Group Statisti cs

                                                                                                                  St d. Error
                                       Model               N              Mean            St d. Dev iation           Mean
                           MAD         CAPM                      6         .0019                  .00073              .00030
                                       APT                       6         .3035                  .10063              .04108

                                                   Sumber : Hasil output SPSS 13.00

     Pada bagian ini akan dilakukan pengujian perbedaan rata-rata penyimpangan absolut
Capital Asset Pricing Model dan mdel Arbitrage Pricing Theory berdasarkan Mean Absolut
Deviation (MAD) pada masing-masing model (CAPM dan APT) dalam memprediksi return
saham Industri Manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 5 tahun.
Tabel 4 Hasil Uji Rata-rata Sampel Independen
                                                           Independent Samples Test

                           Levene's Test f or
                          Equality of Variances                                       t-test for Equality of Means
                                                                                                                                 95% Confidence
                                                                                                                                  Interv al of the
                                                                                                    Mean        Std. Error          Dif f erence
                             F          Sig.           t             df        Sig. (2-tailed)   Dif f erence   Dif f erence    Lower         Upper
  MAD   Equal variances
                             9.156          .013      -7.342              10             .000       -.30165          .04108     -.39319      -.21011
        assumed
        Equal variances
                                                      -7.342          5.001              .001       -.30165          .04108     -.40726      -.19604
        not assumed

Sumber : Pengolahan data dengan SPSS 13.00

Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Expected return capital asset pricing
model berbeda rata-rata penyimpangan absolut dengan expected return model arbitrage pricing
model pada Industri Manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia
      Pada tabel 4 terlihat bahwa T-hitung dengan equal variance assumed adalah -7.342 dengan
nilai-p 0.000. Oleh karena nilai-p untuk uji dua sisi 0,000/2 < 0,025 maka H0 ditolak, artinya
Expected return capital asset pricing model berbeda akurasi dengan expected return model
arbitrage pricing model. Dengan demikian penelitian menyatakan bahwa Expected return
capital asset pricing model berbeda rata-rata penyimpangan absolute dengan expected return
model arbitrage pricing model
      Model CAPM yang menggunakan pendapatan pasar saham aktual sebagai variabel, lepas
dari unsur bias dalam penentuan variabel dan semua investor jika menggunakan model CAPM
maka akan menggunakan pendapatan pasar saham aktual sebagai variabel (homogen), dan salah
satu asumsi model CAPM yang masih berlaku dalam model APT adalah bahwa Investor
mempunyai kepercayaan yang bersifat homogen (Tande Lilin, 2001; 06), dan model CAPM,
perubahan faktor non ekonomi dan company actions (perusahaan yang mempunyai kapitalisasi
pasar yang besar) sudah tercakup dalam perubahan dari pendapatan pasar saham. Sedangkan
pada model APT, penggunaan variabel-variabel makro ekonomi dalam penelitian tidak bisa
menjelaskan variasi pendapatan saham industri manufaktur yang disebabkan oleh faktor non
ekonomi (misalnya sosial, politik, keamanan dsb), padahal seringkali faktor non ekonomi
merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan harga saham di Bursa Efek Jakarta.
Selain itu, model APT yang digunakan dalam penelitian ini juga tidak bisa menjelaskan variasi
pendapatan saham industri manufaktur yang disebabkan oleh company actions (seperti right isue,
stock split, warrant dll.). Sedangkan berdasarkan analisis yang menghubungkan CAPM dan
APT: pertama dengan analisis Davidson dan Mackinnon (1981) menunjukan nilai sebesar
(0,247) yang berarti model APT kurang baik dibanding model CAPM, karena slope CAPM
sebesar (0,753) lebih besar dari slope APT sebesar (0,247), serta menujukkan bahwa yang
mempengaruhi return saham di BEJ bukan hanya dapat dicari dengan satu pendekatan/
kemungkinan kedua model akan lebih baik jika dihubungkan. Dengan analisis residual
menunjukkan bahwa kekuatan penjelas menjadi lebih baik jika menghubungkan antara teori
CAPM dan APT. Dan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Widyawati (1996), Nisful laila
(1996), Nanang Hamdani (1997) dan Neneng Zumainah (2001) diperoleh kesimpulan bahwa
company actions (right isue, stock split, warrant) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
pendapatan saham di BEI. Hal ini menyebabkan model CAPM lebih akurat dibandingkan dengan
model APT dalam memprediksi pendapatan saham industri manufaktur yang tercatat di Bursa
Efek Indonesia.


D. KESIMPULAN DAN SARAN

1. Kesimpulan
    T-hitung dengan equal variance assumed adalah -7.342 dengan nilai-p 0.000. Oleh karena
nilai-p untuk uji dua sisi 0,000/2 < 0,025 maka H0 ditolak, artinya Expected return capital asset
pricing model berbeda rata-rata penyimpangan absolut dengan expected return model arbitrage
pricing model. Rata-rata MAD model CAPM dalam memprediksi return saham industri
manufaktur sebesar 0,0278 dengan standar deviasi 0,00327. Adapun rata-rata MAD model APT
dalam memprediksi return saham industri manufaktur sebesar 1.1816 dengan standar deviasi
0,12492. Secara deskriptif menunjukkan bahwa model CAPM lebih akurat dibandingkan model
APT dalam memprediksi return saham industri manufaktur.

2. Saran
    Pertama Berdasarkan temuan diatas para investor dalam menentukan faktor yang
menentukan return saham dapat menggunakan fungsi yang menghubungnkan CAPM dan APT,
yaitu berupa: .Kedua, Penelitian selanjutnya sebaiknya terus melakukan kombinasi hubungan
teori CAPM dan APT, karena dalam penelitian terbukti tingkat penjelasnya meningkat. Ketiga,
Dalam penelitian ke depan sebaiknnya menggunakan harga saham rata-rata, serta IHSG rata-rata
tiap bulan sehingga akan menjelaskan lebih baik. Keempat, dengan menggunakan Proksi LQ 45
sebagai proksi return pasar akan menjelaskan lebih baik. Kelima, dalam penelitian selanjutnya
sebaiknya menggunakan obligasi pemerintah sebagai proksi return risk free rate, karena
kemungkinan akan menunjukkan return risk free rate yang sesunguhnya. Keenam, dalam
analisis faktor yang mempengaruhi return saham kedepan sebaiknya ditambahkan faktor-faktor
baru yang secara empiris sudah terbukti dalam penelitian terdahulu, seperti: inflasi, GDP (Gross
Domestic Product), faktor produksi industri. Ketujuh, secara umum keadaan pasar modal
mengalami perkembangan, maka bagi investor sebaiknya mulai masuk ke lantai bursa, tetapi
sebaiknya investor juga memperhatikan analisis fundamental perusahaan.

                                    DAFTAR PUSTAKA

Black, F., Jensen, M., Scholes, M., “The Capital Asset Pricing Model:Some Empirical Tests”, in
       Jensen, M., Studies in The Theory of Capital Markets, Praeger, New York, 1972
Brigham, E.F., Weston. and Besley. 1996. Modern Portofolio, Elevent Edition, New York:
       TheDryden Press.
Chen, N. F., “Some Empirical Tests of Arbitrage Pricing”, Journal of Finance, Vol.38, 1983
Chen Nai-Fu, Richard Roll and Stephen A Ross, 1986, Economics Forces and the Stock Market,
       Journal of Business, 1986, vol. 59, no. 3, hlm. 383-403 The University of Chicago.
Cheng, A.C.S., “The UK Stock Market and Economic Factors: a New Approach”, Journal of
       Business Finance and Accounting, Vol.22, 1995.
Davidson, R., MacKinnon, J., “Several Tests for Model Specification in the Presence of
       Alternative Hypotheses”, Econometrica, Vol. 49, 1981.
Dhrymes, P.J., Friend,I., Gultekin, N. B., “A Critical Reexamination of the Empirical Evidence
       on the Arbitrage Pricing Theory”, Journal of Finance, Vol. 39, 1984
Ross, S.A., “The Arbitrage Theory of Capital Asset Pricing”, Journal of Economic Theory,
       Vol.13, 1976
Fama Eugene F and James D. Macbeth, 1973, Risk, Return and Equilibrium: Empirical Tests,
       Journal of Political Economy, 81, pp. 607-636.
Fama Eugene F and Kenneth R. French, 1992, The Cross-Section of Expected Stock Returns,
       Journal of Finance, 47, hlm. 427-465.
Groenewold, N., Fraser, P., “Share Prices and Macroeconomic Factors”, Journal of Business
       Finance and Accounting, Dec. 1997
Grundy, K., Malkiel, B.G., “Reports of Beta’s Death Have Been Greatly Exaggerated”, Journal
       of portfolio Management, Vol. 22, 1996
Hamdani, Nanang. 1997. Pengaruh Pengumuman Pemecahan Saham Terhadap Pendapatan
       Saham. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya.
Konno, H. dan H. Yamazaki, (1991). ”Mean-absolute Deviation Portfolio Optimization Model
       and Its Application to Tokyo Stock Exchange,” Management Science, Vol. 37, No. 5. pp
       519-531.
Lehmann, B., Modest, D., “The Empirical foundations of the Arbitrage Pricing Theory”, Journal
       of Financial Economics, Vol. 21, 1988.
Laila, Nisful. 1996. Analisis Dampak Penerbitan Right Issue Terhadap Tingkat Pengembalian
       Saham (Studi Kasus BEJ) Periode 1994-1995. Skripsi, Surabaya: Fakultas Ekonomi
       Universitas Airlangga
Lintner, J. (1965), “The Valuation of Risk Assets and Selection of Risky Investments in Stock
       Portfolios and Capital Budgets”, Review of Economics and Statistics, Vol.47, pp.13-37.
Mossin, J. (1966), “Equilibrium in a Capital Market”, Econometrica, ol.34,pp.768-783.
Roll, R., “A critique of the Asset Pricing Theory’s Tests”, Journal of Financial Economics,
       Vol.4, 1977
Sharpe William F, 1964, Capital Asset prices : A Theory of Market Euilibrium Under Conditions
       of Risk, Journal of Finance, 19 : hlm. 425-442, USA
Sharpe, W.F., ”Revisiting the Capital Asset Pricing model”, an Interview by Jonathan Burton,
       Dow Jones Asset Manager, May-June 1998
Shanken, J. “ The Arbitrage Pricing Theory: Is It Testable?”, Journal of Finance, Vol. 37, 1982
Tandelilin, Eduardus, 2001. Analisis Investasi Manajemen Portfolio, Cetakan Pertama,
       Yogyakarta: BPFE
Website Bursa Efek Jakarta (BEJ). http://www.jsx.co.id
Website Bank Indonesia. http://www.bi.go.id
Widyawati. 1996. Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue Terhadap Perubahan Harga
       Saham dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Saham, Skripsi,
       Surabaya: .Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga,
Zumainah, Neneng. 1985. Dampak Pengumuman Konversi Waran Menjadi Saham Biasa
       Terhadap Pendapatan Abnormal Saham. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas
       Airlangga, Surabaya, 2001. The Journal of Finance, Vol XL. No. 4 September 1985.

More Related Content

What's hot

Penilaian Saham
Penilaian SahamPenilaian Saham
Penilaian SahamHayy
 
Modal dalam perusahaan
Modal dalam perusahaanModal dalam perusahaan
Modal dalam perusahaanfredi_umby
 
Bab 12 keseimbangan pasar uang dan barang
Bab 12   keseimbangan pasar uang dan barangBab 12   keseimbangan pasar uang dan barang
Bab 12 keseimbangan pasar uang dan barangYusron Blacklist
 
Contoh soal analisis biaya (2)
Contoh soal analisis biaya (2)Contoh soal analisis biaya (2)
Contoh soal analisis biaya (2)Diana Marlyna
 
risiko dan tingkat pengembalian
risiko dan tingkat pengembalianrisiko dan tingkat pengembalian
risiko dan tingkat pengembalianAmrul Rizal
 
Portofolio investasi-bab-6-model-model-keseimbangan
Portofolio investasi-bab-6-model-model-keseimbanganPortofolio investasi-bab-6-model-model-keseimbangan
Portofolio investasi-bab-6-model-model-keseimbanganJudianto Nugroho
 
Portofolio investasi-bab-5-pemilhan-portofolio
Portofolio investasi-bab-5-pemilhan-portofolioPortofolio investasi-bab-5-pemilhan-portofolio
Portofolio investasi-bab-5-pemilhan-portofolioJudianto Nugroho
 
Biaya marginal
Biaya marginalBiaya marginal
Biaya marginalhadiqzuhri
 
Contoh perhitungan deviden saham
Contoh perhitungan deviden saham Contoh perhitungan deviden saham
Contoh perhitungan deviden saham Livi Pungus
 
Dinamika persaingan
Dinamika persainganDinamika persaingan
Dinamika persainganAgeng Asmara
 
Portofolio investasi-bab-19-evaluasi-kinerja-portofolio
Portofolio investasi-bab-19-evaluasi-kinerja-portofolioPortofolio investasi-bab-19-evaluasi-kinerja-portofolio
Portofolio investasi-bab-19-evaluasi-kinerja-portofolioJudianto Nugroho
 
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Mentah - PENGANGGARAN
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Mentah - PENGANGGARANPerencanaan dan Pengendalian Bahan Mentah - PENGANGGARAN
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Mentah - PENGANGGARANFalanni Firyal Fawwaz
 

What's hot (20)

Pemilihan Portofolio
Pemilihan PortofolioPemilihan Portofolio
Pemilihan Portofolio
 
Penilaian Saham
Penilaian SahamPenilaian Saham
Penilaian Saham
 
Modal dalam perusahaan
Modal dalam perusahaanModal dalam perusahaan
Modal dalam perusahaan
 
Model Indeks Tunggal
Model Indeks TunggalModel Indeks Tunggal
Model Indeks Tunggal
 
Bab 12 keseimbangan pasar uang dan barang
Bab 12   keseimbangan pasar uang dan barangBab 12   keseimbangan pasar uang dan barang
Bab 12 keseimbangan pasar uang dan barang
 
Ekonomi manajerial
Ekonomi manajerialEkonomi manajerial
Ekonomi manajerial
 
Contoh soal analisis biaya (2)
Contoh soal analisis biaya (2)Contoh soal analisis biaya (2)
Contoh soal analisis biaya (2)
 
risiko dan tingkat pengembalian
risiko dan tingkat pengembalianrisiko dan tingkat pengembalian
risiko dan tingkat pengembalian
 
Penilaian saham
Penilaian sahamPenilaian saham
Penilaian saham
 
Portofolio investasi-bab-6-model-model-keseimbangan
Portofolio investasi-bab-6-model-model-keseimbanganPortofolio investasi-bab-6-model-model-keseimbangan
Portofolio investasi-bab-6-model-model-keseimbangan
 
Portofolio investasi-bab-5-pemilhan-portofolio
Portofolio investasi-bab-5-pemilhan-portofolioPortofolio investasi-bab-5-pemilhan-portofolio
Portofolio investasi-bab-5-pemilhan-portofolio
 
Biaya marginal
Biaya marginalBiaya marginal
Biaya marginal
 
Contoh perhitungan deviden saham
Contoh perhitungan deviden saham Contoh perhitungan deviden saham
Contoh perhitungan deviden saham
 
Analisa kurva IS-LM
Analisa kurva IS-LMAnalisa kurva IS-LM
Analisa kurva IS-LM
 
Strategi dalam tindakan
Strategi dalam tindakanStrategi dalam tindakan
Strategi dalam tindakan
 
Efisiensi Pasar Modal dan Saham
Efisiensi Pasar Modal dan SahamEfisiensi Pasar Modal dan Saham
Efisiensi Pasar Modal dan Saham
 
Dinamika persaingan
Dinamika persainganDinamika persaingan
Dinamika persaingan
 
Perhitungan Persediaan
Perhitungan PersediaanPerhitungan Persediaan
Perhitungan Persediaan
 
Portofolio investasi-bab-19-evaluasi-kinerja-portofolio
Portofolio investasi-bab-19-evaluasi-kinerja-portofolioPortofolio investasi-bab-19-evaluasi-kinerja-portofolio
Portofolio investasi-bab-19-evaluasi-kinerja-portofolio
 
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Mentah - PENGANGGARAN
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Mentah - PENGANGGARANPerencanaan dan Pengendalian Bahan Mentah - PENGANGGARAN
Perencanaan dan Pengendalian Bahan Mentah - PENGANGGARAN
 

Similar to Artikel 6.MAD CAPM dan APT

Analisis Asset Pricing Models Industri Manufaktur yang tercatat di BEI
Analisis Asset Pricing Models  Industri Manufaktur yang tercatat di BEIAnalisis Asset Pricing Models  Industri Manufaktur yang tercatat di BEI
Analisis Asset Pricing Models Industri Manufaktur yang tercatat di BEIUniversitas Mulawarman Samarinda
 
Aminullah assagaf mil12 manaj inv lanjutan_12 juni 2021
Aminullah assagaf mil12 manaj inv lanjutan_12 juni 2021Aminullah assagaf mil12 manaj inv lanjutan_12 juni 2021
Aminullah assagaf mil12 manaj inv lanjutan_12 juni 2021Aminullah Assagaf
 
Aminullah assagaf simk12 seminar inv md porto dan keu_30 jan 2021
Aminullah assagaf simk12 seminar inv md porto dan keu_30 jan 2021Aminullah assagaf simk12 seminar inv md porto dan keu_30 jan 2021
Aminullah assagaf simk12 seminar inv md porto dan keu_30 jan 2021Aminullah Assagaf
 
inisiasi 7-TPAI2020.pptx
inisiasi 7-TPAI2020.pptxinisiasi 7-TPAI2020.pptx
inisiasi 7-TPAI2020.pptxdummyakun
 
Aminullah Assagaf_P12_Manaj Inv Lanjutan_28 Nov 2020.pptx
Aminullah Assagaf_P12_Manaj Inv Lanjutan_28  Nov 2020.pptxAminullah Assagaf_P12_Manaj Inv Lanjutan_28  Nov 2020.pptx
Aminullah Assagaf_P12_Manaj Inv Lanjutan_28 Nov 2020.pptxAminullah Assagaf
 
Capital Asset Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory by i gede auditta
Capital Asset Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory by i gede audittaCapital Asset Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory by i gede auditta
Capital Asset Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory by i gede audittaI Gede Auditta
 
Investasi dan Portofolio
Investasi dan PortofolioInvestasi dan Portofolio
Investasi dan PortofolioRizkikaAstari
 
Modul manajemen investasi & portofolio
Modul manajemen investasi & portofolioModul manajemen investasi & portofolio
Modul manajemen investasi & portofolioMia Rarasputri
 
Modul Management Investasi & Portofolio 2011
Modul Management Investasi & Portofolio 2011Modul Management Investasi & Portofolio 2011
Modul Management Investasi & Portofolio 2011Mia Rarasputri
 
Manajemen keuangan bab 16
Manajemen keuangan bab 16Manajemen keuangan bab 16
Manajemen keuangan bab 16Lia Ivvana
 
PERBANDINGAN EFISIENSI TEKNIKAL INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTI...
PERBANDINGAN EFISIENSI TEKNIKAL INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTI...PERBANDINGAN EFISIENSI TEKNIKAL INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTI...
PERBANDINGAN EFISIENSI TEKNIKAL INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTI...Asri Dewi Muslikhah
 
Materi analisis kelayakan pabrik
Materi analisis kelayakan pabrikMateri analisis kelayakan pabrik
Materi analisis kelayakan pabrikDeviKharisma3
 

Similar to Artikel 6.MAD CAPM dan APT (20)

Expected return capm dan apt
Expected return capm dan aptExpected return capm dan apt
Expected return capm dan apt
 
Analisis Asset Pricing Models Industri Manufaktur yang tercatat di BEI
Analisis Asset Pricing Models  Industri Manufaktur yang tercatat di BEIAnalisis Asset Pricing Models  Industri Manufaktur yang tercatat di BEI
Analisis Asset Pricing Models Industri Manufaktur yang tercatat di BEI
 
Aminullah assagaf mil12 manaj inv lanjutan_12 juni 2021
Aminullah assagaf mil12 manaj inv lanjutan_12 juni 2021Aminullah assagaf mil12 manaj inv lanjutan_12 juni 2021
Aminullah assagaf mil12 manaj inv lanjutan_12 juni 2021
 
Aminullah assagaf simk12 seminar inv md porto dan keu_30 jan 2021
Aminullah assagaf simk12 seminar inv md porto dan keu_30 jan 2021Aminullah assagaf simk12 seminar inv md porto dan keu_30 jan 2021
Aminullah assagaf simk12 seminar inv md porto dan keu_30 jan 2021
 
inisiasi 7-TPAI2020.pptx
inisiasi 7-TPAI2020.pptxinisiasi 7-TPAI2020.pptx
inisiasi 7-TPAI2020.pptx
 
Aminullah Assagaf_P12_Manaj Inv Lanjutan_28 Nov 2020.pptx
Aminullah Assagaf_P12_Manaj Inv Lanjutan_28  Nov 2020.pptxAminullah Assagaf_P12_Manaj Inv Lanjutan_28  Nov 2020.pptx
Aminullah Assagaf_P12_Manaj Inv Lanjutan_28 Nov 2020.pptx
 
Capital Asset Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory by i gede auditta
Capital Asset Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory by i gede audittaCapital Asset Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory by i gede auditta
Capital Asset Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory by i gede auditta
 
Investasi dan Portofolio
Investasi dan PortofolioInvestasi dan Portofolio
Investasi dan Portofolio
 
Capm &amp; apt
Capm &amp; aptCapm &amp; apt
Capm &amp; apt
 
CAPM dan Arbitrage Pricing Theory
CAPM dan Arbitrage Pricing TheoryCAPM dan Arbitrage Pricing Theory
CAPM dan Arbitrage Pricing Theory
 
Modul manajemen investasi & portofolio
Modul manajemen investasi & portofolioModul manajemen investasi & portofolio
Modul manajemen investasi & portofolio
 
Modul Management Investasi & Portofolio 2011
Modul Management Investasi & Portofolio 2011Modul Management Investasi & Portofolio 2011
Modul Management Investasi & Portofolio 2011
 
Manajemen keuangan bab 16
Manajemen keuangan bab 16Manajemen keuangan bab 16
Manajemen keuangan bab 16
 
3 risk-return-21
3 risk-return-213 risk-return-21
3 risk-return-21
 
Modul 2 KB 3
Modul 2 KB 3Modul 2 KB 3
Modul 2 KB 3
 
5044-10924-1-PB.pdf
5044-10924-1-PB.pdf5044-10924-1-PB.pdf
5044-10924-1-PB.pdf
 
PERBANDINGAN EFISIENSI TEKNIKAL INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTI...
PERBANDINGAN EFISIENSI TEKNIKAL INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTI...PERBANDINGAN EFISIENSI TEKNIKAL INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTI...
PERBANDINGAN EFISIENSI TEKNIKAL INDIKATOR SIMPLE MOVING AVERAGE DAN EXPONENTI...
 
P-6 Equilibrium Model in Capital Market dan Efficient Market Hypothesis.ppt
P-6 Equilibrium Model in Capital Market dan Efficient Market Hypothesis.pptP-6 Equilibrium Model in Capital Market dan Efficient Market Hypothesis.ppt
P-6 Equilibrium Model in Capital Market dan Efficient Market Hypothesis.ppt
 
Efisiensi Pasar Modal
Efisiensi Pasar ModalEfisiensi Pasar Modal
Efisiensi Pasar Modal
 
Materi analisis kelayakan pabrik
Materi analisis kelayakan pabrikMateri analisis kelayakan pabrik
Materi analisis kelayakan pabrik
 

More from Universitas Mulawarman Samarinda

More from Universitas Mulawarman Samarinda (20)

penganggaran bisnis korporasi
penganggaran bisnis korporasipenganggaran bisnis korporasi
penganggaran bisnis korporasi
 
Sekilas Pandang Kegiatan Masa Pandemic Covid 19
Sekilas Pandang Kegiatan Masa Pandemic Covid 19Sekilas Pandang Kegiatan Masa Pandemic Covid 19
Sekilas Pandang Kegiatan Masa Pandemic Covid 19
 
E t i k a, mm1
E t i k a, mm1E t i k a, mm1
E t i k a, mm1
 
Kebijakan teknis kementerian keuangan
Kebijakan teknis kementerian keuanganKebijakan teknis kementerian keuangan
Kebijakan teknis kementerian keuangan
 
The political economy of the european union
The political economy of the european unionThe political economy of the european union
The political economy of the european union
 
Politik ekonomi jepang, mm
Politik ekonomi jepang, mmPolitik ekonomi jepang, mm
Politik ekonomi jepang, mm
 
Republik rakyat china, mm
Republik rakyat china, mmRepublik rakyat china, mm
Republik rakyat china, mm
 
Mnj.produksi.fix
Mnj.produksi.fixMnj.produksi.fix
Mnj.produksi.fix
 
3. musdalifah azis fe unmul
3. musdalifah azis fe unmul3. musdalifah azis fe unmul
3. musdalifah azis fe unmul
 
security information system
security information systemsecurity information system
security information system
 
Information in action, SIM2
Information in action, SIM2Information in action, SIM2
Information in action, SIM2
 
Pengembangan SIM
Pengembangan SIMPengembangan SIM
Pengembangan SIM
 
Gbrp.analisis investasi dan portofolio
Gbrp.analisis investasi dan portofolioGbrp.analisis investasi dan portofolio
Gbrp.analisis investasi dan portofolio
 
ekonomi-manajerial, Michael R Baye
ekonomi-manajerial, Michael R Bayeekonomi-manajerial, Michael R Baye
ekonomi-manajerial, Michael R Baye
 
Ringkasan pengajaran manajemen operasional
Ringkasan pengajaran manajemen operasionalRingkasan pengajaran manajemen operasional
Ringkasan pengajaran manajemen operasional
 
Analisis pohon kepputusan
Analisis pohon kepputusanAnalisis pohon kepputusan
Analisis pohon kepputusan
 
Analisis jalur (path analysis)
Analisis jalur (path analysis)Analisis jalur (path analysis)
Analisis jalur (path analysis)
 
Manajemen risiko1
Manajemen risiko1Manajemen risiko1
Manajemen risiko1
 
Manajemen operasional.1
Manajemen operasional.1Manajemen operasional.1
Manajemen operasional.1
 
Seminar hasil disertasi per 20 juni 2013
Seminar hasil disertasi per 20 juni 2013Seminar hasil disertasi per 20 juni 2013
Seminar hasil disertasi per 20 juni 2013
 

Artikel 6.MAD CAPM dan APT

  • 1. ISSN : 1907-4867, Vol.V, Edisi 1-Januari-2010 MEAN ABSOLUTE DEVIATION CAPITAL ASSET PRICING MODEL DAN ARBITRAGE PRICING THEORY TERHADAP RETURN SAHAM INDUSTRI MANUFAKTUR Mean Absolute Deviation of Capital Asset Pricing Model and Arbitrage Pricing Theory Toward to Return on Stock Return of Manufacture Industry Musdalifah Azis (Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda) ABSTRACT This research aim to point out the difference between mean absolute deviation capital asset pricing model and arbitrage pricing theory of the stock return of manufacture industry listed in Indonesia stock exchange. This research used purposive sampling method, data were then analyzed using regression analysis and the different test of two flattening samples. The results show that mean absolute deviation of capital asset pricing model is different from arbitrage pricing theory of the stock return of manufacture industry listed in Indonesia Stock Exchange. Key Words : mean absolute deviation, capital asset pricing model, arbitrage pricing theory, and stock return A. PENDAHULUAN CAPM dikembangkan pertama kali pada tahun 1966 oleh William F Sharpe, Lintner dan Mossin. Weston, Besley dan Brigham (1996: 193) mendefinisikan CAPM sebagai berikut : “A Model based on the proposition that any stock’s required rate of return is equal to the risk free of return plus a risk premium, where risk reflect diversification”. CAPM merupakan suatu model yang menghubungkan tingkat pendapatan yang diharapkan dari suatu aset yang berisiko dengan risiko dari aset tersebut pada kondisi pasar yang seimbang. “However, it was only with the Capital Asset Pricing Model (CAPM) developed by Sharpe (1964) that one of the important problems of modern financial economics was formalized: the quantification of the trade-off between risk and expected return. Proponents of the CAPM argue that β, a measure of systematic risk relative to the market portfolio, is the sole determinant of return. Any additional variability caused by events peculiar to the individual asset can be “diversified away”: capital markets do not reward risks borne unnecessarily”.
  • 2. Capital Asset Pricing Model bukanlah satu-satunya teori yang mencoba menjelaskan bagaimana suatu aktiva ditentukan harganya oleh pasar. Ross (1976) merumuskan suatu teori yang disebut sebagai Arbitrage Pricing Theory (APT) : “who developed APT, dropped the assumptions on preferences and strict maximisation. He kept the idea that firms and stocks are looking for profit maximizing opportunities, and the market was hard to beat. Rather than evolving an equilibrium condition for the market from consumer preferences as Sharpe did, Ross snapped the market equilibrium onto the investors, merely assuming that the search for arbitrage would keep investors at or near the CAPM- derived equilibrium”. Seperti halnya CAPM, APT menggambarkan hubungan antara risiko dan pendapatan, tetapi dengan menggunakan asumsi dan prosedur yang berbeda. “An enormous amount of literature has been written on the two models. It is widely believed that the APT performs very well compared to the CAPM and provides an attractive alternative. However, the academic world is still deeply divided between beta defenders (Sharpe (1964, 1998), Cheng (1995), Grundy and Malkiel (1996)), APT advocates (Chen (1983), Chen, Roll and Ross (1986), Fama and French (1992), Groeneworld and Fraser (1997)) and researchers questioning the testability of both methods (Roll (1977), Shanken (1983), Dhrymes, Friend and Gultekin(1984))”. Konno dan Yamazaki (1991) mengenalkan metode Mean-Absolute Deviation (MAD) sebagai parameter untuk risiko. Model MAD ini merupakan permasalahan pemilihan portofolio yang berbentuk linear programming. Mean Absolute Deviation menunjukkan kemungkinan perbedaan antara return yang mungkin diterima dengan expected return-nya. Maka akan dilakukan pengujian perbedaan rata-rata penyimpangan absolut Capital Asset Pricing Model dan model Arbitrage Pricing Theory berdasarkan Mean Absolut Deviation (MAD) pada masing- masing model (capital asset pricing model –CAPM dan model arbitrage pricing theory-APT) dalam memprediksi return saham Industri Manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 5 tahun (tahun 2003 hingga 2008). Sehingga hipótesis ini sebagai berikut : Expected return capital asset pricing model berbeda rata-rata penyimpangan absolut dengan expected return model arbitrage pricing model pada industri manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. B. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan data sekunder harga saham masing-masing perusahaan pada industri manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (http://www.idx.go.id). Selain harga saham yang merupakan variabel dependen, penelitian ini juga menggunakan data-data tingkat suku bunga SBI (http://www.bi.go.id) bulanan untuk mencari imbalan aset bebas risiko, IHSG untuk mencari imbalan pasar, tingkat inflasi bulanan, serta nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika sebagai variabel independen. “In testing the two asset pricing models, we utilize approaches that have been used by earlier studies, such as approaches used by Sharpe and Lintner (SL, 1965), Black Jensen and Scholes (BJS,
  • 3. 1972), Fama and Macbeth (FM, 1973), Fama and French (FM, 1992), as well as Chen, Roll and Ross (CRR, 1986). And we also consider market capitalization value to assess the existence of size effect in both CAPM and APT validation tests. To check surprise factor of the macroeconomic variable, we employ Auto-regressive Integrated Moving Average (ARIMA) model. Through the model we may check on the white noise residual (autocorrelation-free residual). The analysis is started from descriptive”. Data dikumpulkan oleh peneliti bersumber dari Laporan Keuangan Tahunan emiten yang diperoleh dari buku Indonesian Capital Market Direktory (ICMD) tahun 2003 -2008 dan Laporan Penerbitan Indeks Saham LQ 45 oleh BEJ mulai dari tahun 2003 hingga tahun 2008. Data tersebut kemudian dipilih berdasarkan metoda purpose sampling untuk dijadikan sampel pada penelitian ini, seperti yang terlihat pada tabel 1. Tabel 1. Data Perusahaan yang Digunakan Sebagai Sampel No Nama Perusahaan Kode 1 PT. Indofood Sukses Makmur Tbk INDF 2 PT. Kalbe Farma Tbk KLBF 3 PT. Medco Energi International Tbk MEDC 4 PT. Unilever Indonesia Tbk UNVR 5 PT. Aneka Tambang Tbk ANTM 6 PT. United Tractors Tbk UNTR Sumber : Pusat Informasi Pasar Modal Komponen metode CAPM adalah premi pasar (Rm-Rf) yang terdiri dari imbalan pasar (Rm) dan premi bebas risiko (Rf). Berdasarkan konsep APT pada penelitian Ario yang berkesimpulan bahwa perubahan inflasi, perubahan suku bunga BI rate, dan perubahan nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap imbalan saham maka pada penelitian ini untuk konsep APT terdiri dari faktor-faktor makro, yaitu perubahan inflasi, perubahan tingkat suku binga BI rate, perubahan nilai tukar atau kurs. Pengujian terhadap kedua model (CAPM dan APT) tersebut dilakukan melalui analisis regresi. Pengujian yang digunakan yaitu uji beda dua rata- rata. Teknik analisis dalam penelitian ini mempunyai beberapa tahap, diantaranya adalah sebagai berikut : (1) Menentukan periode estimasi (estimation Period) yang akan digunakan untuk mengestimasi parameter alpha dan beta tiap-tiap saham. Periode estimasi dalam penelitian ini dari Januari 2003 - Desember 2008. (2) Menetukan periode uji (test period), yaitu periode pengamatan perbedaan keakuratan kedua model (CAPM dan APT) tersebut dalam memprediksi return saham. (3) Menghitung return saham yang sesungguhnya (Actual) perusahaan-perusahaan Manufaktur. (4) Menghitung market return. (5) Menghitung beta (β) dengan menggunakan rumus market model yang meregresikan antara pendapatan saham yang sesungguhnya (actual return) dengan pendapatan pasar (market return). (6) Setelah beta (β) masing-masing perusahaan diperoleh kemudian membentuk sebuah model persamaan berdasarkan model CAPM.
  • 4. (7) Menghitung a, b1, b2, dan b3 untuk model APT multi index model pada perusahaan- perusahaan Manufaktur. (8) Menghitung return saham yang diharapkan (expected return) dengan menggunakan model CAPM dan APT. Untuk mengetahui perbedaan rata-rata penyimpangan absolut (mean absolut deviation (MAD)) CAPM dan APT pada saham industri manufaktur yang tercatat di bursa efek indonesia, dilakukan tahapan-tahapan sebagai berikut: i. Menghitung selisih antara actual return dan expected return yang diukur dengan menggunakan capital asset pricing model (CAPM) dan model arbitrage pricing theory (APT) dibagi dengan banyaknya obeservasi pengamatan yang dilakukan peneliti, dengan rumus yang sama diterapkan sama pada capital asset pricing model (CAPM) dan model arbitrage pricing theory (APT), yaitu : ii. Dilakukan uji statistik, yaitu uji rata-rata dua sampel independen (t-test); iii. Dari hasil uji statistik tersebut, selanjutnya diambil kesimpulan tentang perbedaan rata-rata penyimpangan absolut Capital Asset Pricing Model dan mdel Arbitrage Pricing Theory berdasarkan Mean Absolut Deviation (MAD) pada masing-masing model (capital asset pricing model –CAPM dan model arbitrage pricing theory-APT) dalam memprediksi return saham Industri Manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. The test used for the CAPM and APT is a two-step test, which is extensively used in the literature (see Roll and Ross (1980), Chen (1983), Lehmann and Modest (1988), Cheng (1995) and Groenewold and Fraser (1997)). The first step involves the use of time series to estimate the betas for the shares for the CAPM and a set of factor loadings through factor analysis for the APT; the second step then regresses the sample mean returns on the beta (for the CAPM) and on the factor loadings (for the APT). C. PEMBAHASAN Secara deskriptif, pada table 2 terlihat bahwa rata-rata MAD CAPM lebih kecil dibandingkan rata-rata MAD APT yang berarti model CAPM lebih akurat dibandingkan model APT dalam memprediksi return saham Industri Manufaktur. Tabel 2. Mean Absolute Deviation No NAMA MAD CAPM MAD APT 1 INDF 0.0018 0.1965 2 MEDC 0.0033 0.3391 3 UNVR 0.0014 0.1971 4 KLBF 0.0013 0.2948 5 ANTM 0.0016 0.3293
  • 5. 6 UNTR 0.0018 0.4643 Sumber : Hasil output SPSS 13.00 Rata-rata MAD model CAPM dalam memprediksi return saham industri manufaktur sebesar 0.019 dengan standar deviasi 0.00073. Adapun rata-rata MAD model APT dalam memprediksi return saham industri manufaktur sebesar 0.3035 dengan standar deviasi 0.10063. Perbedaan Mean Absolut Deviation (MAD CAPM dan MAD APT) ini perlu diuji secara statistik untuk mengetahui apakah perbedaan tersebut signifikan. Tabel 3. Group Statistik MAD CAPM dan APT Group Statisti cs St d. Error Model N Mean St d. Dev iation Mean MAD CAPM 6 .0019 .00073 .00030 APT 6 .3035 .10063 .04108 Sumber : Hasil output SPSS 13.00 Pada bagian ini akan dilakukan pengujian perbedaan rata-rata penyimpangan absolut Capital Asset Pricing Model dan mdel Arbitrage Pricing Theory berdasarkan Mean Absolut Deviation (MAD) pada masing-masing model (CAPM dan APT) dalam memprediksi return saham Industri Manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama periode 5 tahun. Tabel 4 Hasil Uji Rata-rata Sampel Independen Independent Samples Test Levene's Test f or Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interv al of the Mean Std. Error Dif f erence F Sig. t df Sig. (2-tailed) Dif f erence Dif f erence Lower Upper MAD Equal variances 9.156 .013 -7.342 10 .000 -.30165 .04108 -.39319 -.21011 assumed Equal variances -7.342 5.001 .001 -.30165 .04108 -.40726 -.19604 not assumed Sumber : Pengolahan data dengan SPSS 13.00 Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Expected return capital asset pricing model berbeda rata-rata penyimpangan absolut dengan expected return model arbitrage pricing model pada Industri Manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia Pada tabel 4 terlihat bahwa T-hitung dengan equal variance assumed adalah -7.342 dengan nilai-p 0.000. Oleh karena nilai-p untuk uji dua sisi 0,000/2 < 0,025 maka H0 ditolak, artinya Expected return capital asset pricing model berbeda akurasi dengan expected return model arbitrage pricing model. Dengan demikian penelitian menyatakan bahwa Expected return capital asset pricing model berbeda rata-rata penyimpangan absolute dengan expected return model arbitrage pricing model Model CAPM yang menggunakan pendapatan pasar saham aktual sebagai variabel, lepas dari unsur bias dalam penentuan variabel dan semua investor jika menggunakan model CAPM
  • 6. maka akan menggunakan pendapatan pasar saham aktual sebagai variabel (homogen), dan salah satu asumsi model CAPM yang masih berlaku dalam model APT adalah bahwa Investor mempunyai kepercayaan yang bersifat homogen (Tande Lilin, 2001; 06), dan model CAPM, perubahan faktor non ekonomi dan company actions (perusahaan yang mempunyai kapitalisasi pasar yang besar) sudah tercakup dalam perubahan dari pendapatan pasar saham. Sedangkan pada model APT, penggunaan variabel-variabel makro ekonomi dalam penelitian tidak bisa menjelaskan variasi pendapatan saham industri manufaktur yang disebabkan oleh faktor non ekonomi (misalnya sosial, politik, keamanan dsb), padahal seringkali faktor non ekonomi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan harga saham di Bursa Efek Jakarta. Selain itu, model APT yang digunakan dalam penelitian ini juga tidak bisa menjelaskan variasi pendapatan saham industri manufaktur yang disebabkan oleh company actions (seperti right isue, stock split, warrant dll.). Sedangkan berdasarkan analisis yang menghubungkan CAPM dan APT: pertama dengan analisis Davidson dan Mackinnon (1981) menunjukan nilai sebesar (0,247) yang berarti model APT kurang baik dibanding model CAPM, karena slope CAPM sebesar (0,753) lebih besar dari slope APT sebesar (0,247), serta menujukkan bahwa yang mempengaruhi return saham di BEJ bukan hanya dapat dicari dengan satu pendekatan/ kemungkinan kedua model akan lebih baik jika dihubungkan. Dengan analisis residual menunjukkan bahwa kekuatan penjelas menjadi lebih baik jika menghubungkan antara teori CAPM dan APT. Dan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Widyawati (1996), Nisful laila (1996), Nanang Hamdani (1997) dan Neneng Zumainah (2001) diperoleh kesimpulan bahwa company actions (right isue, stock split, warrant) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan saham di BEI. Hal ini menyebabkan model CAPM lebih akurat dibandingkan dengan model APT dalam memprediksi pendapatan saham industri manufaktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. D. KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan T-hitung dengan equal variance assumed adalah -7.342 dengan nilai-p 0.000. Oleh karena nilai-p untuk uji dua sisi 0,000/2 < 0,025 maka H0 ditolak, artinya Expected return capital asset pricing model berbeda rata-rata penyimpangan absolut dengan expected return model arbitrage pricing model. Rata-rata MAD model CAPM dalam memprediksi return saham industri manufaktur sebesar 0,0278 dengan standar deviasi 0,00327. Adapun rata-rata MAD model APT dalam memprediksi return saham industri manufaktur sebesar 1.1816 dengan standar deviasi 0,12492. Secara deskriptif menunjukkan bahwa model CAPM lebih akurat dibandingkan model APT dalam memprediksi return saham industri manufaktur. 2. Saran Pertama Berdasarkan temuan diatas para investor dalam menentukan faktor yang menentukan return saham dapat menggunakan fungsi yang menghubungnkan CAPM dan APT, yaitu berupa: .Kedua, Penelitian selanjutnya sebaiknya terus melakukan kombinasi hubungan teori CAPM dan APT, karena dalam penelitian terbukti tingkat penjelasnya meningkat. Ketiga, Dalam penelitian ke depan sebaiknnya menggunakan harga saham rata-rata, serta IHSG rata-rata tiap bulan sehingga akan menjelaskan lebih baik. Keempat, dengan menggunakan Proksi LQ 45 sebagai proksi return pasar akan menjelaskan lebih baik. Kelima, dalam penelitian selanjutnya
  • 7. sebaiknya menggunakan obligasi pemerintah sebagai proksi return risk free rate, karena kemungkinan akan menunjukkan return risk free rate yang sesunguhnya. Keenam, dalam analisis faktor yang mempengaruhi return saham kedepan sebaiknya ditambahkan faktor-faktor baru yang secara empiris sudah terbukti dalam penelitian terdahulu, seperti: inflasi, GDP (Gross Domestic Product), faktor produksi industri. Ketujuh, secara umum keadaan pasar modal mengalami perkembangan, maka bagi investor sebaiknya mulai masuk ke lantai bursa, tetapi sebaiknya investor juga memperhatikan analisis fundamental perusahaan. DAFTAR PUSTAKA Black, F., Jensen, M., Scholes, M., “The Capital Asset Pricing Model:Some Empirical Tests”, in Jensen, M., Studies in The Theory of Capital Markets, Praeger, New York, 1972 Brigham, E.F., Weston. and Besley. 1996. Modern Portofolio, Elevent Edition, New York: TheDryden Press. Chen, N. F., “Some Empirical Tests of Arbitrage Pricing”, Journal of Finance, Vol.38, 1983 Chen Nai-Fu, Richard Roll and Stephen A Ross, 1986, Economics Forces and the Stock Market, Journal of Business, 1986, vol. 59, no. 3, hlm. 383-403 The University of Chicago. Cheng, A.C.S., “The UK Stock Market and Economic Factors: a New Approach”, Journal of Business Finance and Accounting, Vol.22, 1995. Davidson, R., MacKinnon, J., “Several Tests for Model Specification in the Presence of Alternative Hypotheses”, Econometrica, Vol. 49, 1981. Dhrymes, P.J., Friend,I., Gultekin, N. B., “A Critical Reexamination of the Empirical Evidence on the Arbitrage Pricing Theory”, Journal of Finance, Vol. 39, 1984 Ross, S.A., “The Arbitrage Theory of Capital Asset Pricing”, Journal of Economic Theory, Vol.13, 1976 Fama Eugene F and James D. Macbeth, 1973, Risk, Return and Equilibrium: Empirical Tests, Journal of Political Economy, 81, pp. 607-636. Fama Eugene F and Kenneth R. French, 1992, The Cross-Section of Expected Stock Returns, Journal of Finance, 47, hlm. 427-465. Groenewold, N., Fraser, P., “Share Prices and Macroeconomic Factors”, Journal of Business Finance and Accounting, Dec. 1997 Grundy, K., Malkiel, B.G., “Reports of Beta’s Death Have Been Greatly Exaggerated”, Journal of portfolio Management, Vol. 22, 1996 Hamdani, Nanang. 1997. Pengaruh Pengumuman Pemecahan Saham Terhadap Pendapatan Saham. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya. Konno, H. dan H. Yamazaki, (1991). ”Mean-absolute Deviation Portfolio Optimization Model and Its Application to Tokyo Stock Exchange,” Management Science, Vol. 37, No. 5. pp 519-531. Lehmann, B., Modest, D., “The Empirical foundations of the Arbitrage Pricing Theory”, Journal of Financial Economics, Vol. 21, 1988. Laila, Nisful. 1996. Analisis Dampak Penerbitan Right Issue Terhadap Tingkat Pengembalian Saham (Studi Kasus BEJ) Periode 1994-1995. Skripsi, Surabaya: Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Lintner, J. (1965), “The Valuation of Risk Assets and Selection of Risky Investments in Stock Portfolios and Capital Budgets”, Review of Economics and Statistics, Vol.47, pp.13-37. Mossin, J. (1966), “Equilibrium in a Capital Market”, Econometrica, ol.34,pp.768-783.
  • 8. Roll, R., “A critique of the Asset Pricing Theory’s Tests”, Journal of Financial Economics, Vol.4, 1977 Sharpe William F, 1964, Capital Asset prices : A Theory of Market Euilibrium Under Conditions of Risk, Journal of Finance, 19 : hlm. 425-442, USA Sharpe, W.F., ”Revisiting the Capital Asset Pricing model”, an Interview by Jonathan Burton, Dow Jones Asset Manager, May-June 1998 Shanken, J. “ The Arbitrage Pricing Theory: Is It Testable?”, Journal of Finance, Vol. 37, 1982 Tandelilin, Eduardus, 2001. Analisis Investasi Manajemen Portfolio, Cetakan Pertama, Yogyakarta: BPFE Website Bursa Efek Jakarta (BEJ). http://www.jsx.co.id Website Bank Indonesia. http://www.bi.go.id Widyawati. 1996. Analisis Pengaruh Pengumuman Right Issue Terhadap Perubahan Harga Saham dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Harga Saham, Skripsi, Surabaya: .Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Zumainah, Neneng. 1985. Dampak Pengumuman Konversi Waran Menjadi Saham Biasa Terhadap Pendapatan Abnormal Saham. Skripsi, Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya, 2001. The Journal of Finance, Vol XL. No. 4 September 1985.