Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI
SEJARAH SINGKAT PERCOBAAN SISTEM INJEKSI PADA MOTOR 
BENSIN 
– Sejak Robert Bosch berhasil membuat pompa 
injeksi Diesel p...
• Untuk mengatasi kesulitan ini, maka penyemprotan langsung pada ruang bakar, 
diganti dengan penyemprotan pada saluran ma...
• Untuk efisiensi pemakaian bahan bakar, motor 2 
tak & motor rotari (Wankel) juga suka memakai 
sistem injeksi. Prinsip d...
Mercedes – Benz C 111 (tipe 
motor wankel) memakai 
pompa injeksi bensin , 
penyemprotan langsung 
pada ruang bakar. 
Merc...
Macam – macam 
Sistem Injeksi Bensin 
Injeksi bensin 
Mekanis 
(Injeksi K) 
Injektor membuka terus 
menerus pada tekanan 
...
Injeksi bensin 
elektronis 
Memakai satu 
injektor 
untuk semua 
silinder motor 
(Mono Jetronik) 
Memakai satu 
injektor u...
Perbandingan Sistem Injeksi Bensin 
dengan Karburator 
Efisiensi isi silinder 
• Motor dengan sistem injeksi memakai banya...
• Gambar A memperlihatkan 
motor 4 silinder 1 karburator, 
panjang saluran masuk tidak 
sama, akibatnya pengisian tiap 
si...
Daya Maksimum & Momen Putar
• Daya maksimum sistem injeksi bensin sedikit lebih 
besar, ini disebabkan karena konstruksi saluran masuk, 
saluran gas b...
Sistem Pengaliran Bahan Bakar 
• Secara prinsip pengaliran bahan bakar 
pada semua sistem injeksi bensin adalah 
sama, dan...
Sistem pengaliran bahan bakar injeksi EFI 
• Keterangan: 
1. Tangki bensin 
2. Pompa bensin listrik 
3. Filter 
4. Pipa pe...
Sistem pengaliran bahan bakar injeksi 
K 
• Keterangan: 
1. Tangki bensin 
2. Pompa bensin listrik 
3. Penyimpanan tekanan...
• Berilah nomor bagian-bagian sistem pengaliran 
bahan bakar injeksi K, sesuai dengan nomor 
urut pada gambar diatas!
1. Tangki bensin 
Konstruksi tangki sedikit agak berbeda dengan mesin 
karburator, tapi tangki mesin karburator masih dapa...
Macam-macam bentuk tangki khusus 
untuk mesin sistem injeksi 
• Penempatan tangki pada posisi 
berdiri, pompa bensin listr...
2. Pompa tekanan listrik. 
Mengalirkan bahan bakar dengan tekanan 
tinggi sehingga bisa diinjeksikan ke saluran 
masuk
• Rangkaian listrik pompa harus direncanakan agar 
pada waktu kunci kontak “ON” pompa bekerja 
beberapa detik, selama star...
• Besar arus listrik yang mengalir pada pompa saat 
beban penuh 8-10 A tegangan 12 Volt oleh karena 
itu pada mesin-mesin ...
3. Penyimpanan tekanan (injeksi K) 
Berfungsi untuk menyimpan / mempertahankan tekanan bahan bakar 
yang dipompakan oleh p...
4. Saringan/ Filter 
Untuk menyaring kotoran yang ada pada bensin 
• 1. Kertas elemen 
saringan 
• 2,3. Penyaring 
kasar 
...
5. Pipa pembagi (Injeksi EFI) 
Fungsi: Menyalurkan tekanan bahan bakar agar sama 
pada setiap injektor.
6. Pengatur / Regulator tekanan 
(Injeksi EFI) 
• Fungsi: 
– Menentukan tekanan dalam sistem 
aliran 
– Menyesuaikan tekan...
• Cara kerja: 
• Fungsi pertama: 
Bila tekanan bahan bakar dari pompa bensin 
listrik > dari tekanan pegas membran terteka...
7. PEMBAGI BAHAN BAKAR (INJEKSI K) 
• Fungsi: Mendistribusikan bahan bakar 
pada setiap silinder motor dengan 
tekanan yan...
8. PENGONTROL TEKANAN BAHAN 
BAKAR (Injeksi K) 
• Fungsi: 
• Mengontrol tekanan 
bahan bakar dalam 
sistem 
1. Tekanan bah...
1. SALURAN PENGEMBALI TERTUTUP 
• Pada waktu mesin dimatikan saluran 
pengembali tertutup, dengan demikian 
meskipun mesin...
2. SALURAN PENGEMBALI 
TERBUKA 
• Pada waktu mesin hidup dan tekanan 
bahan bakar jauh lebih besar dari tekanan 
pembukaan...
9. Injektor 
• Menginjeksikan bahan bakar pada saluran 
masuk 
• Injeksi K : Pembukaan katup injektor oleh 
tekanan bahan ...
Pengukur Jumlah Udara 
• Ada 3 macam cara pengukuran udara yang diisap oleh motor, 
agar perbandingan campuran udara-bensi...
2. Mengukur massa udara yang diisap motor 
• Di dalam unit pengatur massa udara terdapat elemen 
kawat yang dipanaskan den...
3. Mengukur jumlah udara 
• Secara mekanis 
(Injeksi K) 
Bagian-bagian: 
a. Saringan udara 
b. Piring/Plat sensor 
c. Koni...
• Pk = Tekanan bensin di atas 
plunyer sebagai pengontrol 
• Pu = Aliran udara yang 
diisap 
• Pg = Berat piring/ Plat 
se...
• Jumlah udara yang 
mengalir kecil saja 
piring/ plat sensor dan 
plunyer terangkat 
sedikit, bensin yang 
diinjeksikan j...
Kesimpulan: 
Jumlah udara 
yang mengalir 
tergantung 
dari tinggi pengangkatan 
piring/ plat sensor dan 
bentuk konisitas ...
Konstruksi bagian konisitas 
a. Konisitas lurus 
• Dengan konstruksi konisitas lurus kebutuhan 
pengisian silinder motor b...
b. Konisitas bertingkat 
• Untuk menyesuaikan kebutuhan udara bensin 
yang diinjeksikan, maka bentuk konisitas 
dibuat ber...
Secara mekanis-elektris injeksi EFI 
Mengukur jumlah udara secara mekanis-elektris, berarti gerakan 
pengukur udara diruba...
Pengukur 
jumlah 
udara 
Saringan 
udara Silinder motor 
Unit 
pengontrol 
elektronika 
Injektor
Konstruksi Pengukur Jumlah Udara Injeksi 
EFI
Bagian elektris 
• Plat pengukur udara akan 
menggerakkan 
potensiometer. Terminal 
6, 7, 8, 9 dihubungkan 
dengan termina...
Lengkapi gambar rangkaian ini!
Bagian mekanis 
• Konstruksi 
1. Rumah 
2. Plat kompensasi 
3. Ruang kompensasi 
4. Potensio meter 
5. Sender pengukur suh...
Fungsi ruang & Plat kompensasi 
Tanpa ruang & plat kompensasi: 
Pada waktu katup gas dibuka dan 
ditutup secara cepat 
men...
K – Jetronik 
• Tulislah nama – nama bagian sistem injeksi K pada 
halaman 2, warnailah gambar sesuai dengan 
fungsinya !
Keterangan gambar 
NNoo NNaammaa bbaaggiiaann // kkoommppoonneenn Fungsi (no.1-6 dan 9, 
lliihhaatt LLPP sseebbeelluumm ii...
55.. PPeenngguukkuurr jjuummllaahh uuddaarraa && 
ppeemmbbaaggii bbaahhaann bbaakkaarr 
aa.. PPeenngguukkuurr jjuummllaahh...
1100.. SSaakkeellaarr wwaakkttuu ssttaarrtt 
ddiinnggiinn 
MMeemmuuttuusskkaann // 
mmeenngghhuubbuunnggkkaann aarruuss kk...
Unit pembagi bahan bakar
• Konstruksi : 
1. Plunyer pengontrol & celah pengatur 
P1 = Tekanan diatas membran 
2. Saluran ke Injektor 
P2 = Tekanan ...
1. Barel 
2. Plunyer pengontrol 
3. Celah pengantur 
4. Tepi pengontrol 
5. Ukuran lebar celah »0,2 mm
Injektor 
1. Katup jarum 
2. Ruangan katup jarum 
3. Saringan halus 
4. Ring – O – 
5. Rumah / bodi 
6. Saluran masuk baha...
Sistem start dingin 
• Sistem start dingin terdiri dari 2 komponen yaitu : injektor 
start dingin dan saklar waktu start d...
IInnjjeekkttoorr ssttaarrtt ddiinnggiinn 
11.. TTeerrmmiinnaall kkaabbeell 
22.. SSaarriinnggaann 
33.. SSaalluurraann mma...
Katup pengatur udara tambahan 
Berfungsi untuk memberikan udara pada 
waktu start dingin agar putaran waktu dingin 
sediki...
Regulator panas mesin 
• Bersamaan dengan katup 
pengatur udara tambahan, 
regulator panas mesin akan 
mengatur perbanding...
Rangkaian listrik 
Lengkapilah rangkaian listrik sistem injeksi K ini ! 
( - ) koil
11.. KKuunnccii kkoonnttaakk 
22.. IInnjjeekkttoorr ssttaarrtt ddiinnggiinn 
33.. SSaakkeellaarr wwaakkttuu ssttaarrtt 
dd...
L – Jetronik (EFI)
11.. TTaannggkkii bbaahhaann bbaakkaarr 
22.. PPoommppaa bbeennssiinn lliissttrriikk 
33.. SSaarriinnggaann bbeennssiinn 
...
Skema signal input & output unit pengontrol 
elektronika
QL = Debit uuddaarraa yyaanngg ddiihhiissaapp 
mmoottoorr 
VVLL == SSeennssoorr tteemmppeerraattuurr uuddaarraa 
mmaassuuk...
Mekanisme Katup 
k Unit kaattuupp ggaass tteerrddiirrii ddaarrii dduuaa 
bbaaggiiaann 
BBaaggiiaann mmeekkaanniissmmee ((...
KKoonnssttrruukkssii :: 
11.. TTuuaass kkoonnttaakk ppuuttaarraann iiddllee 
22.. SSeeppaattuu kkoonnttaakk 
33.. KKoonntt...
Relai kombinasi 
• Relai ini terdiri dari 11 
terminal dengan kode 
sebagai berikut : 
• 85 =ke massa 
• 86 =ke terminal 4...
• 86 c = dari klem 15 koil pengapian 
• 88 a = ke unit pengontrol elektronika 
terminal 10 dan pengukur jumlah udara 
term...
Tulislah nama bagian dan kode terminal 
rangkai relai ini !
Injektor 
• Injektor bekerja berdasarkan 
elektromagnetis yang diatur 
oleh unit pengontrol elektronika 
• Konstruksi 
1. ...
Unit pengontrol elektronika 
• Dengan unit pengontrol 
elektronika diatur waktu dan 
volume bahan bakar yang 
diinjeksikan...
Pengaturan injeksi oleh unit 
pengontrol elektronika 
Penyemprotan dilakukan serentak untuk semua silinder 
dalam satu kal...
Rangkaian lengkap 
aa.. RReellaaii kkoommbbiinnaassii 
bb.. PPoommppaa bbeennssiinn lliissttrriikk 
cc.. PPeenngguukkuurr ...
Mono Jetronik 
• Berilah nama bagian/komponen dari mono jetronik ini, dan 
jelaskan arah aliran bahan bakar !. 
• Tangki b...
Pengukur jumlah udara
Konstruksi dan nama 
11.. PPeemmbbeennttuukk ppuussaarraann buuddaaagrraaia n 
22.. PPllaatt ppeettiissttaabbiill ppuussaa...
Relai pompa bensin listrik/relai kombinasi 
• Kode terminal & hubungan kabel 
1. Ke pompa bensin 5. Komputer 
2. Komputer ...
Berilah nama-nama komponen rangkaian 
relai ini ! 
aa.. RReellaaii ppoommppaa 
bbeennssiinn 
bb.. PPoommppaa bbeennssiinn ...
Injektor 
GGaammbbaarr II KKaattuupp 
jjaarruumm mmeennuuttuupp 
GGaammbbaarr IIII IInnjjeekkttoorr 
mmeennyyeemmpprroottk...
• Keterangan 
1. Saluran masuk / filter 
2. Gulungan magnit listrik 
3. Pegas 
4. Badan 
5. Torak 
6. Ring pembatas 
7. No...
Skema sinyal masuk dan keluar 
komputSSeiinnryy aall mmaassuukk SSiinnyyaall kkeelluuaarr 
11.. PPeenngguukkuurr uuddaarra...
Thank You 
Kingsoft Office 
published by www.Kingsoftstore.com @Kingsoft_Office 
kingsoftstore
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI

1,885 views

Published on

Mempelajari sistem bahan bakar injeksi beserta komponen dan fungsinya

Published in: Automotive
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI

  1. 1. SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI
  2. 2. SEJARAH SINGKAT PERCOBAAN SISTEM INJEKSI PADA MOTOR BENSIN – Sejak Robert Bosch berhasil membuat pompa injeksi Diesel putaran tinggi (1922-1927), maka dimulailah percobaan-percobaan untuk memakai pompa injeksi tersebut pada motor bensin. – Pada mulanya pompa injeksi motor bensin dicoba, bensin langsung disemprotkan ke ruang bakar (seperti motor Diesel). – Kesulitan akan terjadi waktu motor masih dingin, karena bensin akan sukar menguap karena temperatur rendah, akibatnya bensin akan mengalir ke ruang poros engkol dan bercampur dengan oli , bila motor sudah panas masalah ini tidak ada lagi.
  3. 3. • Untuk mengatasi kesulitan ini, maka penyemprotan langsung pada ruang bakar, diganti dengan penyemprotan pada saluran masuk. • Elemen pompa juga harus diberi pelumasan sendiri, karena bensin tidak dapat melumasi elemen pompa seperti solar, itu berarti pembuatan konstruksi elemen lebih sulit dan mahal. • Para ahli konstruksi terus berusaha merancang suatu sistem injeksi bensin yang berbeda dari sistem – sistem terdahulu ( tanpa memakai pompa injeksi seperti motor Diesel ), terutama untuk pesawat terbang kecil cukup tertarik memakai sistem injeksi bensin, karena pesawat terbang yang memakai karburator akan mengalami kesulitan antara lain : · Saluran masuk tertutup es · Posisi dan gerakan pesawat mempengaruhi kerja karburator
  4. 4. • Untuk efisiensi pemakaian bahan bakar, motor 2 tak & motor rotari (Wankel) juga suka memakai sistem injeksi. Prinsip dasar sistem injeksi yang dipakai pada mobil-mobil saat ini mulai selesai sekitar tahun 1960, dan tahun 1967 industri Mobil VW mulai memakai sistem injeksi D (D-Jetronik), sistem ini pertama kali memakai Unit Pengontrol Elektronika .Dari tahun 1973 sampai saat ini sistem injeksi K (K-Jetronik) & L-Jetronik serta Mono-Jetronik sudah dipakai pada mobil. Sistem-sistem injeksi ini merupakan pilihan lain dari sistemkarburator, terutama pada negara-negara yang mempunyai aturan yang ketat terhadap kondisi gas buang.
  5. 5. Mercedes – Benz C 111 (tipe motor wankel) memakai pompa injeksi bensin , penyemprotan langsung pada ruang bakar. Mercedes – Benz 230 SL, memakai sistem pompa injeksi bensin penyemprotan pada saluran masuk.
  6. 6. Macam – macam Sistem Injeksi Bensin Injeksi bensin Mekanis (Injeksi K) Injektor membuka terus menerus pada tekanan tertentu Mekanis Elektronis (Injeksi KE) Injeksi K yang memakai unit pengontrol elektronika Elektronis Injeksi EFI (L – Jetronik) Injektor membuka secara elektromagnetis yang diatur oleh unit pengontrol elektronika
  7. 7. Injeksi bensin elektronis Memakai satu injektor untuk semua silinder motor (Mono Jetronik) Memakai satu injektor untuk satu silinder motor Materi inilah yang akan dibahas pada LP selanjutnya Keterangan K = Berasal dari kata “Kontinuierlich” artinya Continyu / terus menerus L/EFI= L, berasal dari kata “Luft” artinya “Udara”. Volume udara yang dihisap motor diukur dan diinformasikan ke unit. pengontrol elektronika. EFI= Electronic Fuel Injection
  8. 8. Perbandingan Sistem Injeksi Bensin dengan Karburator Efisiensi isi silinder • Motor dengan sistem injeksi memakai banyak injektor akan memungkinkan pembuatan saluran masuk dengan diameter lebih besar dan panjang serta sama setiap silindernya. • Hal ini menguntungkan, karena udara yang dihisap untuk semua silinder lebih baik dan merata.
  9. 9. • Gambar A memperlihatkan motor 4 silinder 1 karburator, panjang saluran masuk tidak sama, akibatnya pengisian tiap silinder agak kurang merata. • Perbaikan dapat dilakukan seperti gambar B. Motor, 6 silinder model V dengan 3 karburator Ganda (Dobel), menghasilkan diameter dan panjang saluran masuk menjadi sama. Tapi penyetelan putaran idel pada masing – masing karburator, dan mekanisme pengerak katub gas lebih rumit.
  10. 10. Daya Maksimum & Momen Putar
  11. 11. • Daya maksimum sistem injeksi bensin sedikit lebih besar, ini disebabkan karena konstruksi saluran masuk, saluran gas buang, tekanan kompresi dan lain – lain, dibuat berbeda dengan motor karburator. • Itu juga berarti pada sistem injeksi bensin momen putar dapat sedikit diperbesar. Karena campuran bensin / udara lebih baik pada putaran rendah bahan bakar lebih hemat. • Bila konstruksi – konstruksi di atas pada motor karburator juga diperbaiki maka daya maksimum dan momen putar yang dihasilkan sama dengan motor injeksi bensin. • Pertanyaan : apa kelemahan utama sistem injeksi ? – Harga lebih mahal. – Perbaikan lebih sulit – Sistem injeksi yang memakai unit kontrol elektronika, kerusakan kecil pada kelistrikan dapat mengakibatkan motor mati. – Alternator lebih besar ( » 20 A ). – Sensitif terhadap kotoran dan air dalam sistem.
  12. 12. Sistem Pengaliran Bahan Bakar • Secara prinsip pengaliran bahan bakar pada semua sistem injeksi bensin adalah sama, dan bagian dari komponen tertentu dapat dipakai pada sistem injeksi yang berbeda.
  13. 13. Sistem pengaliran bahan bakar injeksi EFI • Keterangan: 1. Tangki bensin 2. Pompa bensin listrik 3. Filter 4. Pipa pembagi 5. Pengatur tekanan 6. Injektor 7. Injektor start dingin • Berilah nomor bagian-bagian sistem pengaliran bahan bakar injeksi EFI, sesuai dengan nomor urut seperti gambar pertama! • Arah aliran bahan bakar lihat tanda panah
  14. 14. Sistem pengaliran bahan bakar injeksi K • Keterangan: 1. Tangki bensin 2. Pompa bensin listrik 3. Penyimpanan tekanan 4. Saringan / Filter 5. Pembagian bahan bakar 6. Injektor 7. Injektor start dingin 8. Regulator panas mesin 9. Pengontrol tekanan bahan bakar
  15. 15. • Berilah nomor bagian-bagian sistem pengaliran bahan bakar injeksi K, sesuai dengan nomor urut pada gambar diatas!
  16. 16. 1. Tangki bensin Konstruksi tangki sedikit agak berbeda dengan mesin karburator, tapi tangki mesin karburator masih dapat dipakai untuk sistem injeksi. • Pompa pengalir dipasang tangki bersama sender pengukur bahan bakar. • Pompa pengalir berfungsi untuk menekan bensin ke pompa bensin listrik, karena pompa bensin listrik tidak mempunyai daya hisap.
  17. 17. Macam-macam bentuk tangki khusus untuk mesin sistem injeksi • Penempatan tangki pada posisi berdiri, pompa bensin listrik pada posisi berdiri dengan demikian tinggi permukaan bensin akan cukup mengisi penuh ruang pompa. • Pompa bensin listrik ditempatkan dalam tangki-tangki supaya dalam tangki ada tekanan maka dipasang sebuah katup ventilasi yang membuka kalau bensin pada tangki sudah mencapai tekanan tertentu. • Katup ventilasi dan pompa bensin listrik diluar tangki.
  18. 18. 2. Pompa tekanan listrik. Mengalirkan bahan bakar dengan tekanan tinggi sehingga bisa diinjeksikan ke saluran masuk
  19. 19. • Rangkaian listrik pompa harus direncanakan agar pada waktu kunci kontak “ON” pompa bekerja beberapa detik, selama start dan mesin hidup pompa bekerja terus sesuai dengan aturan: bila mobil terjadi kecelakaan, bensin tidak boleh tertumpah, maka meskipun kunci kontak “ON” pompa harus tidak bekerja bila mesin mati.
  20. 20. • Besar arus listrik yang mengalir pada pompa saat beban penuh 8-10 A tegangan 12 Volt oleh karena itu pada mesin-mesin injeksi bensin alternator harus lebih besar • Katup pembatas akan terbuka bila tekanan bahan bakar pada sistem sudah melebihi 8 bar • Katup pengembali berfungsi mengontrol bensin agar tetap penuh pada ruang pompa. • Apa sebabnya bensin harus tetap penuh pada ruang pompa? • Karena bensin berfungsi sebagai pelumas dan pendingin pompa oleh sebab itu bensin dengan sistem injeksi tidak baik kalau tangki kosong.
  21. 21. 3. Penyimpanan tekanan (injeksi K) Berfungsi untuk menyimpan / mempertahankan tekanan bahan bakar yang dipompakan oleh pompa bensin listrik pada waktu motor mati • Plat dan saluran peredam getaran • Saluran pengatur • Ruang pegas • Ruang penyimpan • Membran • Pegas • Ventilasi • Tekanan bahan bakar perlu disimpan pada penyimpan tekanan supaya: bahan bakar masih tetap berbentuk cair pada waktu motor panas(lihat grafik!) Contoh: • Bensin dengan tekanan 3 bar, masih berbentuk cair pada suhu » 160oC
  22. 22. 4. Saringan/ Filter Untuk menyaring kotoran yang ada pada bensin • 1. Kertas elemen saringan • 2,3. Penyaring kasar Bila arah pemasangan saringan terbalik, secara fungsi pengaliran bahan bakar tidaklah mengganggu tapi fungsi saringan menjadi salah, karena: kotoran-kotoran yang disebabkan elemen saringan akan ikut ke dalam aliran sistem bahan bakar.
  23. 23. 5. Pipa pembagi (Injeksi EFI) Fungsi: Menyalurkan tekanan bahan bakar agar sama pada setiap injektor.
  24. 24. 6. Pengatur / Regulator tekanan (Injeksi EFI) • Fungsi: – Menentukan tekanan dalam sistem aliran – Menyesuaikan tekanan injeksi dengan tekanan saluran masuk. Konstruksi: – Saluran masuk bahan bakar dari pipa pembagi – Saluran pengembali ke tangki – Plat katup – Membran – Hubungan vakum dari saluran masuk
  25. 25. • Cara kerja: • Fungsi pertama: Bila tekanan bahan bakar dari pompa bensin listrik > dari tekanan pegas membran tertekan, saluran pengembali terbuka dengan demikian tekanan bahan bakar pada pipa pembagi jadi konstan. • Fungsi kedua: Pada waktu katup gas tertutup kevakuman saluran masuk menjadi besar, membran tertarik ke bawah saluran pengembali terbuka, tekanan bahan bakar pada pipa pembagi turun, bahan bakar yang diinjeksikan lebih sedikit.
  26. 26. 7. PEMBAGI BAHAN BAKAR (INJEKSI K) • Fungsi: Mendistribusikan bahan bakar pada setiap silinder motor dengan tekanan yang sama pada setiap injektor
  27. 27. 8. PENGONTROL TEKANAN BAHAN BAKAR (Injeksi K) • Fungsi: • Mengontrol tekanan bahan bakar dalam sistem 1. Tekanan bahan bakar dari pompa bensin listrik 2. Saluran pengembali ke tangki 3. Plunyer 4. Katup 5. Saluran bahan bakar dari regulator panas mesin
  28. 28. 1. SALURAN PENGEMBALI TERTUTUP • Pada waktu mesin dimatikan saluran pengembali tertutup, dengan demikian meskipun mesin panas bensin pada pipa-pipa injektor masih berbentuk cair, karena bensin masih mempunyai tekanan (lihat grafik halaman 5)
  29. 29. 2. SALURAN PENGEMBALI TERBUKA • Pada waktu mesin hidup dan tekanan bahan bakar jauh lebih besar dari tekanan pembukaan injektor, maka saluran pengembali terbuka, bersamaan dengan membukanya saluran bahan bakar dari regulator panas mesin.
  30. 30. 9. Injektor • Menginjeksikan bahan bakar pada saluran masuk • Injeksi K : Pembukaan katup injektor oleh tekanan bahan bakar • Injeksi EFI : Pembukaan katup injektor diatur secara elektromagnetis sama seperti injektor start dingin • Catatan: Bagian-bagian lain yang belum diuraikan, akan disampaikan secara terperinci pada LP: K-Jetronik, L-Jetronik dan Mono-Jetronik.
  31. 31. Pengukur Jumlah Udara • Ada 3 macam cara pengukuran udara yang diisap oleh motor, agar perbandingan campuran udara-bensin dapat sesuai dengan kebutuhan 1. Mengukur tekanan udara pada saluran isap Cara ini dipakai pada sistem injeksi D (D-Jetronik), tekanan udara diukur melalui sebuah Dos Vakum yang menggerakkan inti besi dalam kumparan elektromagnetis. Sinyal gerakan inti besi itu diterima oleh unit pengontrol elektronika sehingga volume bahan bakar yang diinjeksikan dapat diatur.
  32. 32. 2. Mengukur massa udara yang diisap motor • Di dalam unit pengatur massa udara terdapat elemen kawat yang dipanaskan dengan arus listrik dalam suhu tetap. Massa udara yang diisap akan mendinginkan elemen kawat konstant. • Besar arus yang mengalir dapat menentukan massa udara yang diisap • Tahanan yang dihubungkan seri akan merubah arus yang mengalir menjadi sinyal tegangan yang diterima oleh unit pengontrol elektronika.
  33. 33. 3. Mengukur jumlah udara • Secara mekanis (Injeksi K) Bagian-bagian: a. Saringan udara b. Piring/Plat sensor c. Konisitas d. Katup gas e. Sekrup penyetel CO f. Plunyer pengontrol
  34. 34. • Pk = Tekanan bensin di atas plunyer sebagai pengontrol • Pu = Aliran udara yang diisap • Pg = Berat piring/ Plat sensor • G = Berat bobot pengimbang Agar terjadi keseimbangan maka Pu + G = Pg + Pk Katup gas menutup Pu + G < Pg + Pk Plat sensor menutup konisitas Katup gas terbuka Pu + G > Pg + Pk Piring/ Plat sensor Dan plunyer pengontrol terangkat Bensin akan diinjeksikan ke dalam saluran isap.
  35. 35. • Jumlah udara yang mengalir kecil saja piring/ plat sensor dan plunyer terangkat sedikit, bensin yang diinjeksikan juga sedikit. • Udara yang mengalir lebih besar piring/ plat sensor dan plunyer pengontrol terangkat lebih tinggi. • Bensin yang diinjeksikan lebih banyak
  36. 36. Kesimpulan: Jumlah udara yang mengalir tergantung dari tinggi pengangkatan piring/ plat sensor dan bentuk konisitas Jumlah bahan bakar yang diinjeksikan tergantung dari jumlah udara yang mengalir
  37. 37. Konstruksi bagian konisitas a. Konisitas lurus • Dengan konstruksi konisitas lurus kebutuhan pengisian silinder motor belum sesuai dengan kurva isi silinder
  38. 38. b. Konisitas bertingkat • Untuk menyesuaikan kebutuhan udara bensin yang diinjeksikan, maka bentuk konisitas dibuat bertingkat, dengan demikian tinggi pengangkatan piring/ plat sensor disesuaikan dengan jumlah udara yang mengalir dan volume penyemprotan bensin.
  39. 39. Secara mekanis-elektris injeksi EFI Mengukur jumlah udara secara mekanis-elektris, berarti gerakan pengukur udara dirubah menjadi signal listrik yang diterima oleh unit pengontrol elektronika. • Pedal ditekan untuk membuka katup gas. Udara diisap oleh motor jumlah udara yang mengalir diukur oleh pengukur jumlah udara. • Pengukur aliran udara memberikan informasi utama secara elektris ke unit pengontrol elektronika. • Volume bensin yang diinjeksikan diatur oleh unit pengontrol elektronika.
  40. 40. Pengukur jumlah udara Saringan udara Silinder motor Unit pengontrol elektronika Injektor
  41. 41. Konstruksi Pengukur Jumlah Udara Injeksi EFI
  42. 42. Bagian elektris • Plat pengukur udara akan menggerakkan potensiometer. Terminal 6, 7, 8, 9 dihubungkan dengan terminal yang sama pada unit pengontrol elektronika. Terminal 36 dan 39 dihubungkan ke terminal 86b dan 88a relai kombinasi. • V1 = Pengukur temperatur udara yang diisap
  43. 43. Lengkapi gambar rangkaian ini!
  44. 44. Bagian mekanis • Konstruksi 1. Rumah 2. Plat kompensasi 3. Ruang kompensasi 4. Potensio meter 5. Sender pengukur suhu udara 6. Saluran masuk udara idle 7. Plat pengukur aliran udara 8. “By pass” udara idle 9. Sekrup penyetel campuran idle 10.Jet udara idle
  45. 45. Fungsi ruang & Plat kompensasi Tanpa ruang & plat kompensasi: Pada waktu katup gas dibuka dan ditutup secara cepat mengakibatkan plat pengukur bergetar beberapa waktu. Dengan rumah & plat kompensasi kesalahan diatas dapat diperbaiki, plat pengukur aliran udara bergerak tanpa getaran.
  46. 46. K – Jetronik • Tulislah nama – nama bagian sistem injeksi K pada halaman 2, warnailah gambar sesuai dengan fungsinya !
  47. 47. Keterangan gambar NNoo NNaammaa bbaaggiiaann // kkoommppoonneenn Fungsi (no.1-6 dan 9, lliihhaatt LLPP sseebbeelluumm iinnii )) 11.. TTaannggkkii bbeennssiinn MMeennyyiimmppaann bbaahhaann bbaakkaarr 22.. PPoommppaa bbeennssiinn lliissttrriikk MMeennggaalliirrkkaann bbaahhaann bbaakkaarr 33.. PPeennyyiimmppaannaann tteekkaannaann MMeemmppeerrttaahhaannkkaann tteekkaannaann BBBB wwaakkttuu mmeessiinn ddii mmaattiikkaann 44.. SSaarruunnggaann // FFiilltteerr MMeennyyaarriinngg bbaahhaann bbaakkaarr
  48. 48. 55.. PPeenngguukkuurr jjuummllaahh uuddaarraa && ppeemmbbaaggii bbaahhaann bbaakkaarr aa.. PPeenngguukkuurr jjuummllaahh uuddaarraa bb.. PPeemmbbaaggii bbaahhaann bbaakkaarr MMeenngguukkuurr jjuummllaahh uuddaarraa ddaann mmeemmbbaaggii BBBB kkee ttiiaapp iinnjjeekkttoorr ppaaddaa vvoolluummee yyaanngg ssaammaa 66.. IInnjjeekkttoorr MMeennyyeemmpprroottkkaann bbaahhaann bbaakkaarr kkee ssaalluurraann mmaassuukk 77.. RReegguullaattoorr ppaannaass mmeessiinn MMeennggaattuurr ppeerrbbaannddiinnggaann 88.. KKaattuupp ppeennggaattuurr uuddaarraa ttaammbbaahhaann 99.. IInnjjeekkttoorr ssttaarrtt ddiinnggiinn MMeennyyeemmpprroottkkaann bbaahhaann bbaakkaarr wwaakkttuu ssttaarrtt ddiinnggiinn
  49. 49. 1100.. SSaakkeellaarr wwaakkttuu ssttaarrtt ddiinnggiinn MMeemmuuttuusskkaann // mmeenngghhuubbuunnggkkaann aarruuss kkee iinnjjeekkttoorr ssttaarrtt ddiinnggiinn 1111.. BBaatteerraaii MMeennaammppuunngg aarruuss sseemmeennttaarraa 1122.. KKuunnccii kkoonnttaakk MMeennggaattuurr ppuuttaarraann mmeessiinn ssaaaatt iiddllee iinnggiinn((mmeennaammbbaahh uuddaarraa ssaaaatt mmeessiinn ddiinnggiinn)) 1133.. DDiissttrriibbuuttoorr MMeemmbbeerrii iinnffoorrmmaassii kkee rreellaayy ppoommppaa bbeennssiinn 1144.. RReellaaii ppoommppaa bbeennssiinn MMeenngghhuubbuunnggkkaann aarruuss kkee ppoommppaa bbeennssiinn 1155.. KKaattuupp ggaass MMeennggaattuurr bbaannyyaakknnyyaa uuddaarraa yyaanngg ddii iissaapp mmoottoorr
  50. 50. Unit pembagi bahan bakar
  51. 51. • Konstruksi : 1. Plunyer pengontrol & celah pengatur P1 = Tekanan diatas membran 2. Saluran ke Injektor P2 = Tekanan dibawah membran 3. Katup membran 4. Saluran dari pompa bensin listrik – Dengan adanya katup membran maka perbedaan tekanan P1 dan P2 tidak besar dan tetap pada setiap posisi plunyer pengontrol. – Gambar I Celah terbuka sedikit katup membran membuka kecil, bensin yang disemprotkan sedikit. – Gambar II Celah dan membran terbuka lebar, bensin yang disemprotkan banyak – Konstruksi Barel & Plunyer pengontrol.
  52. 52. 1. Barel 2. Plunyer pengontrol 3. Celah pengantur 4. Tepi pengontrol 5. Ukuran lebar celah »0,2 mm
  53. 53. Injektor 1. Katup jarum 2. Ruangan katup jarum 3. Saringan halus 4. Ring – O – 5. Rumah / bodi 6. Saluran masuk bahan bakar 7. b,c,d = bentuk penyemprotan yang salah Katup jarum akan membuka secara terus – menerus, apabila tekanan bensin sudah mencapai » 3,3 bar. Tekanan dan volume bensin yang masuk ke injektor diatur oleh Unit Pembagi Bahan Bakar.
  54. 54. Sistem start dingin • Sistem start dingin terdiri dari 2 komponen yaitu : injektor start dingin dan saklar waktu start dingin. • Injektor bekerja secara elektromagnetis yang mendapatkan arus listrik dari terminal 50. Lamanya penyemprotan diatur oleh sakelar waktu start dingin yang memutus dan menghubungkan massa kumparan magnet listrik injektor.
  55. 55. IInnjjeekkttoorr ssttaarrtt ddiinnggiinn 11.. TTeerrmmiinnaall kkaabbeell 22.. SSaarriinnggaann 33.. SSaalluurraann mmaassuukk 44.. IInnttii bbeessii ((kkaattuupp eelleekkttrroommaaggnneettiiss)) 55.. MMaaggnneett lliissttrriikk 66.. SSuuppllaayyeerr SSaakkeellaarr wwaakkttuu ssttaarrtt ddiinnggiinn 11.. TTeerrmmiinnaall ddaarrii iinnjjeekkttoorr ssttaarrtt ddiinnggiinn 22.. RRuummaahh 33.. BBiimmeettaall 44.. EElleemmeenn ppeemmaannaass bbiimmeennttaall 55.. KKoonnttaakk ppeemmuuttuuss BBeennssiinn ddaappaatt ddiiiinnjjeekkssiikkaann ppaaddaa wwaakkttuu ssttaarrtt ,, sseellaammaa aaddaa hhuubbuunnggaann kkee mmaassssaa yyaanngg ddiiaattuurr oolleehh ssaakkeellaarr wwaakkttuu ssttaarrtt ddiinnggiinn LLaammaannyyaa kkoonnttaakk ppeemmuuttuuss mmeenngg hhuubbuunngg ddiiaattuurr oolleehh eelleemmeenn ppeemmaannaass ddaann tteemmppeerraattuurr mmoottoorr
  56. 56. Katup pengatur udara tambahan Berfungsi untuk memberikan udara pada waktu start dingin agar putaran waktu dingin sedikit naik. 1. Terminal 2. Elemen pemanas 3. Bimetal 4. Katup penutup saluran 5. Saluran masuk udara tambahan 6. Pegas penarik Saluran udara tambahan akan membuka waktu motor dingin, dan elemen pemanas akan menutup saluran kembali bila motor sudah panas.
  57. 57. Regulator panas mesin • Bersamaan dengan katup pengatur udara tambahan, regulator panas mesin akan mengatur perbandingan campuran waktu motor belum panas. 1. Terminal 2. Elemen pemanas 3. Bimental 4. Katup membran 5. Saluran pengontrol tekanan bahan bakar 6. Saluran ke pluyer pengontrol 7. Pegas 8. Ventilasi Pada waktu dingin membran melengkung kkee bbaawwaahh PPkk jjaaddii kkeecciill,, ppiirriinngg ppllaatt sseennssoorr mmuuddaahh tteerraannggkkaatt.. BBiillaa mmoottoorr ssuuddaahh ppaannaass,, ppeeggaass aakkaann mmeenneekkaann mmeemmbbrraann ppaaddaa ppoossiissii lluurruuss..
  58. 58. Rangkaian listrik Lengkapilah rangkaian listrik sistem injeksi K ini ! ( - ) koil
  59. 59. 11.. KKuunnccii kkoonnttaakk 22.. IInnjjeekkttoorr ssttaarrtt ddiinnggiinn 33.. SSaakkeellaarr wwaakkttuu ssttaarrtt ddiinnggiinn 44.. RReellaaii ppoommppaa bbeennssiinn CCaarraa KKeerrjjaa 55.. PPoommppaa bbeennssiinn llssttrriikk 66.. RReegguullaattoorr ppaannaass mmeessiinn 77.. KKaattuupp ppeennggaattuurr uuddaarraa ttaammbbaahhaann PPoossiissii kkuunnccii kkoonnttaakk KKoommppoonneenn yyaanngg bbeekkeerrjjaa OONN//1155 mmeessiinn mmaattii SSeemmuuaa kkoommppoonneenn ttiiddaakk bbeekkeerrjjaa kkaarreennaa iimmppuullss ddaarrii tteerrmmiinnaall 1155 ttiiddaakk aaddaa SSttaarrtt 5500 SSeemmuuaa kkoommppoonneenn bbeekkeerrjjaa OONN//1155 mmeessiinn hhiidduupp PPoommppaa bbeennssiinn bbeekkeerrjjaa tteerruuss 66,,77 sseemmeennttaarraa
  60. 60. L – Jetronik (EFI)
  61. 61. 11.. TTaannggkkii bbaahhaann bbaakkaarr 22.. PPoommppaa bbeennssiinn lliissttrriikk 33.. SSaarriinnggaann bbeennssiinn 44.. PPeemmbbaaggii bbaahhaann bbaakkaarr 55.. RReegguullaattoorr tteekkaannaann 66.. KKoonnttrrooll uunniitt eelleekkttrroonniikkaa 77.. KKaattuupp ggaass 88.. PPeenniimmbbaanngg uuddaarraa 99.. RReellaaii ppoommppaa bbeennssiinn 1100..SSeennssoorr ookkssiiggeenn 1111..TTeemmppeerraattuurr mmoottoorr 1122..KKoonnttrrooll uunniitt eelleekkttrroonniikkaa 1133..IInnjjeekkttoorr 1144..IInnjjeekkttoorr ssttaarrtt ddiinnggiinn 1155..SSeekkrruupp ppeennyyeetteell iiddllee 1166..SSaakkllaarr ppoossiissii kkaattuupp ggaass 1177..SSeennssoorr ppeennddiinnggiinn 1188..DDiissttrriibbuuttoorr 1199..KKaattuupp ppeennaammbbaahh uuddaarraa 2200..SSeekkrruupp ppeennyyeetteell CCoo 2211..BBaatteerraaii
  62. 62. Skema signal input & output unit pengontrol elektronika
  63. 63. QL = Debit uuddaarraa yyaanngg ddiihhiissaapp mmoottoorr VVLL == SSeennssoorr tteemmppeerraattuurr uuddaarraa mmaassuukk nn == SSeennssoorr RRppmm pp == SSeennssoorr ppoossiissii tthhrroottttllee VVmm == SSeennssoorr tteemmppeerraattuurr aaiirr ppeennddiinnggiinn CCoolldd » 11 KK  HHoott » 220000  VVEE == QQBBBB == DDeebbiitt BBeennssiinn QQLLSS == DDeebbiitt uuddaarraa ttaammbbaahhaann VVEESS == DDeebbiitt bbeennssiinn ddiinnggiinn UUBB == TTeeggaannggaann bbaatteerraaii Unit pengontrol QL,VL,P,n. VE,Vm, Relai Relai Elektronika
  64. 64. Mekanisme Katup k Unit kaattuupp ggaass tteerrddiirrii ddaarrii dduuaa bbaaggiiaann BBaaggiiaann mmeekkaanniissmmee ((ttrrootteell)) uunnttuukk mmeennggaattuurr jjuummllaahh uuddaarraa yyaanngg mmaassuukk kkee ssiilliinnddeerr mmoottoorr.. PPaaddaa bbaaggiiaann iinnii tteerrddaappaatt mmeekkaanniissmmee ppeennggggeerraakk kkaattuupp ggaass ((11)) ddaann sseekkrruupp ppeennyyeetteell ppuuttaarraann iiddllee ((22)) BBaaggiiaann eelleekkttrriiss ((33)) aaddaallaahh bbeerruuppaa ssaakkeellaarr yyaanngg mmeemmbbeerrii iinnffoorrmmaassii ppaaddaa uunniitt ppeennggoonnttrrooll eelleekkttrroonniikkaa wwaakkttuu mmeessiinn iiddllee ddaann bbeebbaann ppeennuuhh
  65. 65. KKoonnssttrruukkssii :: 11.. TTuuaass kkoonnttaakk ppuuttaarraann iiddllee 22.. SSeeppaattuu kkoonnttaakk 33.. KKoonnttaakk bbeebbaann ppeennuuhh 44.. RRuummaahh 55.. TTeerrmmiinnaall 22 66.. TTeerrmmiinnaall 1188 77.. TTeerrmmiinnaall 33 88.. PPoorrooss kkaattuupp ggaass 99.. KKoonnttaakk ppuuttaarraann iiddllee 1100.. PPoossiissii kkoonnttaakk ppuuttaarraann iiddllee 1111.. BB PPoossiissii kkoonnttaakk bbeebbaann ppeennuuhh MMaassiinngg –– mmaassiinngg tteerrmmiinnaall ppaaddaa bbaaggiiaann eelleekkttrriiss kkaattuupp ggaass ddiirraannggkkaaiikkaann kkee uunniitt ppeennggoonnttrrooll eelleekkttrroonniikkaa ddeennggaann tteerrmmiinnaall yyaanngg ssaammaa
  66. 66. Relai kombinasi • Relai ini terdiri dari 11 terminal dengan kode sebagai berikut : • 85 =ke massa • 86 =ke terminal 4 unit pengontrol elektronika dan terminal 47 injektor start dingin • 86 a = dari klem 50 • 86 b = ke terminal 20 unit pengontrol elektronika dan terminal 36 pengukur jumlah udara
  67. 67. • 86 c = dari klem 15 koil pengapian • 88 a = ke unit pengontrol elektronika terminal 10 dan pengukur jumlah udara terminal 39 • 88 b = ke injektor, 88 d = ke pompa bensin • 88 c = ke terminal 48 katup pengatur udara tambahan • 88 y = dari klem 30, 88 z = dari terminal + baterai
  68. 68. Tulislah nama bagian dan kode terminal rangkai relai ini !
  69. 69. Injektor • Injektor bekerja berdasarkan elektromagnetis yang diatur oleh unit pengontrol elektronika • Konstruksi 1. = Lubang penyemprot 2. = Batang katup jarum 3. = Kumparan magnet listrik 4. = Pegas 5. = Terminal 6. = Saringan 7. = Saluran masuk bensin X = Celah pengangkatan katup jarum
  70. 70. Unit pengontrol elektronika • Dengan unit pengontrol elektronika diatur waktu dan volume bahan bakar yang diinjeksikan, berdasarkan informasi dari = pengukur jumlah udara, katup gas, putaran motor dan relai kombinasi • Kesalahan pada unit pengontrol elektronika jarang terjadi untuk memeriksanya ada tester khusus, atau dengan mengetes komponen-komponen diluar unit pengontrol elektronika
  71. 71. Pengaturan injeksi oleh unit pengontrol elektronika Penyemprotan dilakukan serentak untuk semua silinder dalam satu kali periode setiap 360° poros engkol.
  72. 72. Rangkaian lengkap aa.. RReellaaii kkoommbbiinnaassii bb.. PPoommppaa bbeennssiinn lliissttrriikk cc.. PPeenngguukkuurr tteemmppeerraattuurr uuddaarraa mmaassuukk dd.. SSaakkllaarr wwaakkttuu ssttaarrtt ddiinnggiinn ee.. IInnjjeekkttoorr ssttaarrtt ddiinnggiinn ff.. //gg//hh//ii IInnjjeekkttoorr jj.. PPeenngguukkuurr jjuummllaahh uuddaarraa kk.. KKaattuupp ppeennggaattuurr uuddaarraa ttaammbbaahhaann ll.. SSaakkeellaarr kkaattuupp ggaass mm.. UUnniitt ppeennggoonnttrrooll eelleekkttrroonniikkaa
  73. 73. Mono Jetronik • Berilah nama bagian/komponen dari mono jetronik ini, dan jelaskan arah aliran bahan bakar !. • Tangki bensin pompa bensin listrik saringan injektor pengatur tekanan tangki. • Tekanan bensin dalam sistem diatur oleh regulator / pengatur tekanan.
  74. 74. Pengukur jumlah udara
  75. 75. Konstruksi dan nama 11.. PPeemmbbeennttuukk ppuussaarraann buuddaaagrraaia n 22.. PPllaatt ppeettiissttaabbiill ppuussaarraann uuddaarraa 33.. BBaaggiiaann ppeemmaannccaarr ggeelloommbbaanngg 11.. PPeenneerriimmaa ggeelloommbbaanngg 22.. PPeenngguuaatt ((aammpplliiffaayyeerr)) 33.. SSaalluurraann BByy PPaassss Bagian 1 & 2 berfungsi untuk membuat pusaran udara yang akan diukur melalui pemancar & penerima gelombang frekuensi tinggi. Dengan sebuah penguat , gelombang frekuensi tinggi pada bagian penerima diubah bentuknya menjadi impul tegangan yang diterima oleh komputer. Pertanyaan Apa fungsi saluran By – Pass ? Agar udara dapat masuk lebih banyak kedalam silinder, dengan perbandingan diameter By Pass tertentu maka udara yang diukur cukup sebagian yang dilalui oleh gelombang suara frekuensi tinggi.
  76. 76. Relai pompa bensin listrik/relai kombinasi • Kode terminal & hubungan kabel 1. Ke pompa bensin 5. Komputer 2. Komputer 6. Terminal 50 3. Injektor 7. Baterai 30 4. Massa 8. Kunci kotak 15
  77. 77. Berilah nama-nama komponen rangkaian relai ini ! aa.. RReellaaii ppoommppaa bbeennssiinn bb.. PPoommppaa bbeennssiinn cc.. BBaatteerraaii dd.. KKuunnccii kkoonnttaakk ee.. KKooiill ppeennggaappiiaann ff.. KKoommppuutteerr gg.. KKee bbuussii hh.. KKee IInnjjeekkttoorr
  78. 78. Injektor GGaammbbaarr II KKaattuupp jjaarruumm mmeennuuttuupp GGaammbbaarr IIII IInnjjeekkttoorr mmeennyyeemmpprroottkkaann bbeennssiinn
  79. 79. • Keterangan 1. Saluran masuk / filter 2. Gulungan magnit listrik 3. Pegas 4. Badan 5. Torak 6. Ring pembatas 7. Nozel 8. Katup jarum 9. Jarak pembukaan katup jarum • Pertanyaan : Apa sebabnya pada mono jetronik, kadang-kadang memakai dua injektor? • Untuk menyesuaikan kebutuhan campuran bahan bakar dengan volume motor.
  80. 80. Skema sinyal masuk dan keluar komputSSeiinnryy aall mmaassuukk SSiinnyyaall kkeelluuaarr 11.. PPeenngguukkuurr uuddaarraa 22.. SSeennssoorr tteemmppeerraattuurr uuddaarraa mmaassuukk 33.. TTeemmppeerraattuurr aaiirr ppeennddiinnggiinn 44.. PPoossiissii kkaattuupp ggaass 55.. SSeennssoorr ttaahhaannaann CCoo 66.. TTeeggaannggaann bbaatteerraaii 77.. SSaakkeellaarr ppuuttaarraann iiddllee 88.. PPuuttaarraann mmoottoorr 99.. KKuunnccii kkoonnttaakk tteerrmmiinnaall 5500 1100.. TTeekkaannaann ssaalluurraann iissaapp 1111.. IInnjjeekkttoorr 1122.. PPoommppaa bbeennssiinn
  81. 81. Thank You Kingsoft Office published by www.Kingsoftstore.com @Kingsoft_Office kingsoftstore

×