Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pendahuluan profesi kependidikan

232 views

Published on

Profesi Kependidikan
Program Studi Pendidikan Fisika
STKIP Nurul Huda Sukaraja Buaymadang OKU TIMUR Sumsel

Published in: Education
  • Be the first to comment

Pendahuluan profesi kependidikan

  1. 1. PENDAHULUAN PROFESI KEPENDIDIKAN Oleh: Mukhamad Fathoni, M.Pd.I. STKIP NURUL HUDA SUKARAJA OKU TIMUR 2015
  2. 2. Dasar Pendidikan Nasional (UU No. 20/2003 Pasal 2) Pendidikan nasional berdasarkan: 1. Pancasila 2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  3. 3. Tujuan Pendidikan Nasional (UU No. 20/2003 Pasal 3) Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia: 1. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2. berakhlak mulia, 3. sehat, 4. berilmu, 5. cakap, 6. kreatif, 7. mandiri, dan 8. menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
  4. 4. Fungsi Pendidikan Nasional (UU No.20/2003 Pasal 3) Pendidikan nasional berfungsi: mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
  5. 5. Pengertian Tenaga Kependidikan (UU No. 20/2003 Pasal 1 ayat 5) Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan.
  6. 6. Tugas Tenaga Kependidikan (UU No. 20/2003 pasal 39 ayat 1) Melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan
  7. 7. Tugas Pendidik (UU No. 20/2003 pasal 39 ayat 1) Merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
  8. 8. Hak Pendidik dan Tenaga Kependidikan (UU No.20/2003 pasal 40 ayat 1) a. penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai; b. penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; c. pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas; d. perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan intelektual; dan e. kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.
  9. 9. Hak Pendidik dan Tenaga Kependidikan (UU No.20/2003 pasal 40 ayat 2) a. menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis; b. mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan c. memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
  10. 10. Syarat Guru (UU No. 14/2005 Pasal 8) 1. Kualifikasi akademik, 2. Kompetensi, 3. Sertifikat pendidik, 4. Sehat jasmani dan rohani, 5. Memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
  11. 11. Tugas Guru (UU No. 14/2005 Pasal 1) 1. Mendidik, 2. Mengajar, 3. Membimbing, 4. Mengarahkan, 5. Melatih, 6. Menilai, dan 7. Mengevaluasi.
  12. 12. Hak Guru (UU No. 14/2005 Pasal 14 ayat 1) a. Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial; b. Promosi dan penghargaan; c. Perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual; d. Meningkatkan kompetensi; e. memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran; f. Kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan/atau sanksi kepada peserta didik; g. Rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas; h. Kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi; i. Berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan; j. Mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi; dan/atau k. Pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.
  13. 13. Kewajiban Guru (UU No. 14/2005 Pasal 20) a. merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran; b. meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; c. bertindak objektif dan tidak diskriminatif dalam pembelajaran; d. menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; dan e. memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.
  14. 14. Kompetensi Guru Fisika Permendiknas RI No. 16/2007
  15. 15. Kompetensi Guru Fisika 1. Memahami konsep-konsep, hukum-hukum, dan teori-teori fisika serta penerapannya secara fleksibel. 2. Memahami proses berpikir fisika dalam mempelajari proses dan gejala alam. 3. Menggunakan bahasa simbolik dalam mendeskripsikan proses dan gejala alam. 4. Memahami struktur (termasuk hubungan fungsional antar konsep) ilmu Fisika dan ilmu-ilmu lain yang terkait. 5. Bernalar secara kualitatif maupun kuantitatif tentang proses dan hukum fisika. 6. Menerapkan konsep, hukum, dan teori fisika untuk menjelaskan fenomena biologi, dan kimia. 7. Menjelaskan penerapan hukum-hukum fisika dalam teknologi terutama yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
  16. 16. Kompetensi Guru Fisika (Lanjutan) 8. Memahami lingkup dan kedalaman fisika sekolah. 9. Kreatif dan inovatif dalam penerapan dan pengembangan bidang ilmu fisika dan ilmu-ilmu yang terkait. 10. Menguasai prinsip-prinsip dan teori-teori pengelolaan dan keselamatan kerja/belajar di laboratorium fisika sekolah. 11. Menggunakan alat-alat ukur, alat peraga, alat hitung, dan piranti lunak komputer untuk meningkatkan pembelajaran fisika di kelas, laboratorium, dan lapangan. 12. Merancang eksperimen fisika untuk keperluan pembelajaran atau penelitian. 13. Melaksanakan eksperimen fisika dengan cara yang benar. 14. Memahami sejarah perkembangan IPA pada umumnya khususnya fisika dan pikiran-pikiran yang mendasari perkembangan tersebut.
  17. 17. TERIMA KASIH Semoga Bermanfaat

×