Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kti populer

449 views

Published on

Diklat Publikasi Ilmiah bagi Guru Madrasah Angkatan I
Balai Diklat Keagamaan Palembang

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kti populer

  1. 1. RUDI HERMAWAN rudidepag@yahoo.co.id 081373159476
  2. 2. Pra Syarat Penulis 1. Ambisi * Menguasai latar belakang disiplin ilmu * Ada ide, Bahan, Kemampuan berbahasa tulisan dengan baik * Adanya sarana pengembangan, misalnya perpustakaan * Melihat realitas 2. Motivasi * Mengembangkan bakat * Memberi pengetahuan kepada pembaca * Ingin dikenal banyak orang * Mempunyai bahan, sayang kalau tidak ditulis * Memperoleh penghasilan sampingan * Menemukan identitas & kepercayaan diri, kepuasan batin.
  3. 3. Syarat Minimal Penulis 1. Bisa menulis 2. Tekun membaca artikel apa saja 3. Banding-bandingkan gaya tulisan semua artikel yang sudah dibaca 4. Coba berlatih menulis tentang apa saja 5. Bergerak cepat, untuk tetap aktual 6. Bisa mensiasati keinginan redaksi
  4. 4. KARYA TULIS ILMIAH POPULER  Memahami konsep penulisan karya tulis ilmiah populer  Membuat kerangka penulisan karya tulis ilmiah populer  Membuat karya tulis ilmiah populer
  5. 5. KARYA TULIS ILMIAH POPULER • Yaitu pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan tampilan format dan bahasa yang lebih enak dibaca & dipahami, fakta yang disajikan harus tetap obyektif dan dijiwai dengan kebenaran dan metode berfikir keilmuan (Suhardjono). • Jadi Karya Tulis Ilmiah Populer adalah pengetahuan ilmiah yang disajikan dengan menggunakan bahasa dan kerangka sajian isi yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat umum.
  6. 6. Karya Ilmiah Populer Non Penelitian Hasil Penelitian Bebas biasanya dikirim ke media massa  Surat kabar  Majalah  Buletin Merupakan karya tulis hasil penelitian, dikirim ke media massa  Surat kabar  Majalah  Journal ilmiah, Buletin
  7. 7. Strategi Tulisan 1. * Menarik bagi redaksi dan pembaca * Tulisan jangan sama dengan tulisan yang ada * Kalaupun ada tulisan yg sama, berbeda titik pandangannya 2. Memperhatikan waktu dan momentum 3. Mengandung sesuatu yang baru layak di baca 4. Mengamati terus tulisan-tulisan orang lain 5. Memahami kebijaksanaan redaksional 6. Melakukan kliping artikel-artikel yg diinginkan
  8. 8. APA TUJUAN ANDA INGIN MENULIS KTI POPULER ARTIKEL & BUKU ? Tuliskan : 5 menit
  9. 9. NON PENELITIAN 1. Mencari ide tulisan 2. Membuat kerangka tulisan 3. Menentukan sistimatika tulisan 4. Mendesain tulisan (Penampilan dan Pelaporan) 5. Mengirim ke media massa HASIL PENELITIAN 1. Membuat kerangka tulisan 2. Menentukan sistimatika tulisan 3. Mendesain tulisan (Penampilan dan Pelaporan) 4. Mengirim ke media massa KARYA TULIS ILMIAH POPULER
  10. 10. Dari koran atau membaca buku Proses pengamatan terhadap fakta, fenomena sosial masyarakat Issue-issue strategis / menarik / hangat bidang Iptek, pengawasan, keselamatan, lingkungan, sosial, dll IDE, datang dari : BERTOLAK DARI ISSUE : • Menyajikan pandangan • Menyajikan gagasan • Menyajikan komentar/ulasan terhadap permasalahan • Menyajikan urunan pendapat
  11. 11. Contoh Ide dari Diri Sendiri Misalnya anda duduk di bawah pepohonan yg rindang di pinggir jalan raya, mobil berseliweran. apa anda mempunyai ide ? Apa yg harus di tulis ? Ban mobil ? Ban yg gundul ? Yang di bahas ? * Ban cepat gundul apa kualitasnya jelek * Apa jalan terbuat dari semen atau dari kita sendiri misalnya ban terlalu kempes atau terlalu besar tekanan anginya antara Ban belakang & depan tidak sejajar/tidak lurus Dari uraian di atas didapatkan : Ide Umum : Tentang Mobil Ide khusus : tetang ban Mobil Topik : Ban yg Gundul Tema : Faktor penyebab Ban gundul Batasan tema : Ban gundul bukan karena kualitas Ban yang jelek/Ban itu selalu dipakai dijalan yg terbuat dari semen
  12. 12. Mengenal Ide Tulisan Memiliki bahan yg didapat dari jurnal atau bacaan lainnya Memperkaya diri dengan referensi, mengembangkan ide-ide Sikap yg di butuhkan penulis * Banyak latihan, penciuman terhadap berita, dijadikan lecutan ide * Berwawasan luas, peka menangkap & mengantisipasi masalah, latihan kerja keras * Mempertajam feeling bahwa bahan referensi ini memiliki nilai, sehingga tidak rugi mengkliping foto kopinya * Banyak membaca referensi ilmiah (Jurnal Artikel) dan melihat suatu masalah * Pandai melihat peluang, cari cara yang bisa diangkat menjadi tulisan * Topik ide dipersempit kedalam pembahasan
  13. 13. Contoh Topik Ide Dipersempit Ke Dalam Pembahasan 1. Ide Tulisan : Musim Kemarau 2. Mempersempit : * Teknik membuat hujan buatan Pembahasan * Pohon-pohon meranggas pada musim kemarau, teta pi bisa hidup lagi bila musim hujan (Mengapa pohon semacam itu bisa tahan) * Waspada terhadap pencemaran di sungai (karena konsentrasi zat bisa lebih Besar, air sungai hanya mengalir sedikit) * Musim kemarau suka terjadi kebakaran hutan, bagaimana cara mengantisipasi kebakaran itu & bagaimana melacak luas kebakaran dg bantuan satelit
  14. 14. Bagaimana membuat kerangka tulisan ilmiah populer ? 1. Merumuskan masalah  Terjadi manakala ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan  Dirumuskan dengan kalimat tanya  Ada variabel atau fokus yang akan dikaji  Menarik untuk dikaji, diinformasikan kepad masyarakat 2. Bagaimana menentukan latar belakang masalah? Menuliskan setting yang mendorong munculnya masalah yang didalamnya ada fakta, fenomena, isue- isue masyarakat
  15. 15. 3. Bagaimana cara melakukan pembahasan masalah?  Melihat variabel atau fokus dalam permasalahan  Mengembangkan konsep-konsep yang ada, atas dasar acuan  Membuat preposisi-preposisi dan analisis  Membuat kesimpulan-kesimpulan Ide Masak Tulis
  16. 16. 06/09/15 16 Bagaimana dengan sistimatika tulisan?  Judul  Nama Penulis  Abtraks & Kata Kunci (jika perlu)  Pendahuluan / Latar Belakang  Bagian Inti (Pembahasan)  Penutup Non Penelitian  Judul  Nama Penulis  Abtraks & Kata Kunci  Pendahuluan/ Latar Belakang  Metode  Hasil  Pembahasan  Kesimpulan dan saran Hasil Penelitian
  17. 17. Sistematika Penulisan Naskah Tulisan Populer 1 Pembukaan Uraian aktual ( Peristiwa, Statement, Rangkuman Kejadian, Kutipan, Fenomena) 2. Menghubungkan antara prolog dg isi, mengkaitkan antara pembukaan dg materi yang akan disajikan 3. Content (uraian eksplanasi, mengungkapkan permasalahan yg ingin dikupas, terfokus, jangan keluar dari backgraund 4. Anti klimak/ending. Berisi kunci yang menerangkan pembahasan kedalam bentuk kesimpulan yg ringkas, jelas, saran atau bisa berupa pertanyaan mengantung. Keasatuan yg utuh prolog, isi, materi secara runtut.
  18. 18. Sistematika Penulisan ( Majalah, Koran ) 1. Kerangka tulisan berisi * Bagian Pendahuluan * Bagian Isi * Bagian Akhir/Penutup 2. Pemisahan bagian perbagian tidak begitu nyata, tidak ditulis Bab, cukup dg sesuatu yg menarik unk diperhatikan pembaca, lebih bebas, tidak menggunakan urutan kerangka isi yg baku. 3. Kerangka penuntunnya : a. Menentukan Topik, bentuk tulisan apa yg diinginkan b. Masalah apa yg sudah diketahui c. Informasi baru apa yg akan ditulis, pancing perhatian pembaca dg kalimat menarik, tulis dg gaya yg hidup, pilihan kata yg sudah dikenal, pilih kata kerja yg menunjukkan kesan gerak dan kalimat yg efektif
  19. 19.  Artikel menurut KBBI : Karya tulis lengkap • Menurut definisi, idealnya artikel membahas seluk beluk suatu tema yg dibahas secara tuntas. • ciri-ciri sebuah artikel : Lugas, Logis, Tuntas, Obyektif, Cermat, Jelas, Padat.  “ Artikel adalah istilah yang sering dipakai oleh media cetak. Sebagaimana jurnalisme mensakralkan fakta, artikel pun menegaskan muatan fakta sebagai isi sajiannya, bukan fantasi. Artikel ialah tulisan non fiksi yang mengangkat berbagai aspek / kejadian yang terjadi di masyarakat ”. (Nelson, 1978 ).  Karangan ilmiah populer – non fiksi tentang suatu masalah secara lengkap, dengan tujuan menyampaikan gagasan dan fakta guna mendidik, memecahkan suatu masalah atau menghibur. MENULIS NASKAH POPULER = MENULIS ARTIKEL Apa itu ARTIKEL ?
  20. 20. 1. Singkat, Jelas , Mewakili Isi 2. Dibuat dengan kalimat pernyataan yang lugas . 3. Jangan terlalu panjang, pendek tapi berkomunikatif A. Teknik Baru Pembuatan Optik Yang Menekan Ongkos Produksi B. Menciptakan Buah Tomat Tetap Segar Dengan Teknik Antisense RNA C. Membuat Ramuan obat Leukimia dari Tanaman Perdu Tropis 2. Jangan ada pengulangan kata “ Mobil Jepang Merebut Pasaran Mobil Eropa” 3. Menggunakan kalimat yang aktif, Dibuat sesuai isi artikel JUDUL KARYA TULIS ILMIAH POPULER
  21. 21. Bentuk Artikel 1. How To ( Bagaimana cara mengatasi suatu masalah) 2. Personal Experience (Pengalaman pribadi/langsung) 3. Self Help (Petunjuk/Pedoman bersifat psikologis berdasarkan prilaku) 4. Profile (Potret pribadi, Public Figure) 5. Round Up Survey (Menghubungkan pendapat, saran, gagasan, komentar beberapa tokoh dirangkum menjadi satu, menghadapi permasalahan yg timbul, Bermuatan Komentar, Renungan, Informasi, Petunjuk, Saran, Antisipasi Isu, Memperluas Perspektif & Kepedulian) 6. Humor (Lucu, menarik, essai ) 7. Commentary/Opinion Editorial ( Mengemukakan ekspresi penulisnya, Mengangkat suatu masalah dari sudut pandangannya sendiri, Mengajak pembaca untuk terlibat) 8. General Interes ( Luas cakupannyadan di kupas secara umum)
  22. 22. Gaya Penulisan 1. Menyesuaikan dengan koran (siapa pembacanya, hari apa terbitnya) 2. Kritis, analitis, eksplanatif bukan fiksi 3. Hindari istilah/bahasa teknis ilmiah, penjelasan dengan bahasa yang sederhana 4. Alur penyampaian runtut, logis 5. Terfokus, terorganisasi, tidak bertele- tele/bombastis/vulgar 6. Bahasa yang baik, benar tidak menggunakan ungkapan kalimat klise/normatrif
  23. 23. Menyusun Kalimat 1. Satu kalimat hanya mengandung satu ide, jika belum bisa, dapat dilakukan pada kalimat yang lain tetapi dalam satu alinea 2. Jangan terlalu pendek, sebab pembaca lelah tulisan tidak mengalir membacanya 3. Jangan terlalu panjang, sebab pembaca akan lelah dan bacaan monoton 4. Panjang kalimatnya beragam dan tidak rancu, kalimatnya efektif 5. Kalimat runtun dan santai
  24. 24. Berapa Panjang 1. Panjang sebuah kalimat tak ada batasan definitifnya, namun baik jika tidak lebih dari 18 kata (yang kalau dibaca dengan suara keras tidak lebih dari satu tarikan nafas). 2. Panjang sebuah alinea juga tidak ada batasan yang baku, namun para wartawan umumnya menulis 2- 5 kalimat untuk sebuah alinea. 3. Panjang sebuah artikel di rubrik Opini KOMPAS sekitar 600 kata, setara dengan 6.000-7.000 karakter termasuk spasi. 4. Satu halaman kertas ukuran A-4 yang digunakan untuk mengetik sebuah artikel dengan 1,5 spasi dan font Arial atau Times New Roman ukuran 12, akan berisi sekitar 300 kata.
  25. 25. Kalimat yang Terlalu Panjang Perkembangan rekayasa genetika dewasa ini semakin maju, sejalan dengan penemuan-penemuan enzim yang dapat memotong DNA maupun menyambung untaian DNA, sehingga para peneliti kini semakin dapat bekerja dengan mudah untuk menghasilkan beragam produk yang bernilai tinggi dan strategis untuk pengobatan berbagai penyakit, baik penyakit karena kerusakan genetik atau penyakit menular. Bisa diganti: Perkembangan rekayasa genetika dewasa ini semakin maju, seiring dengan penemuan-penemuan enzim yang dapat memotong DNA maupun menyambung untaian DNA. Penemuan enzim-enzim tsb. semakin memudahkan bekerjaan peneliti untuk menghasilkan beragam produk bernilai tinggi dan strategis, misalnya produk untuk penyakit kelainan genetik atau penyakit menularter tentu.
  26. 26. Contoh Kalimat yang Rancu Gambar itu menunjukkan hampir mirip dengan balok karet yang bisa bergoyang sedikit bila kita sentuh. Sebaiknya ditulis : Gambar itu menunjukkan bangunan gedung bertingkat yang dirancang tahan gempa, hampir mirip dengan balok karet yang bisa bergoyang sedikit bila kita sentuh. Keterangan. Kata menunjukkan, kurang tepat bila diikuti kata hampir mirip seharusnya diikuti oleh kata benda misalnya kata bangunan
  27. 27. Pemilihan Kata 1. Kata baku, yang tidak baku seperti istilah Sih, Dong, Khan, Gimana, Kenapa dst. 2. Berisi informasi baru,hangat 3. Penggunaan kata harus tepat, tidak terlalu resmi 4. Kalimat ringkas, tepat, memikat pembaca utuh dlm kesatuan seluruh paragraf/alinea 5. Tanda baca yg tepat 6. Memilih kata kerja yg aktif 7. Jangan mengulang-ulang kata, maka perlunya sinonim 8. Mengenal ruang lingkup pembaca 9. Mengenal karakter pembaca
  28. 28. Akhir Artikel Penutup berupa ringkasan, renungan Contoh “ …Tetapi paling tidak dengan konseling masing-masing lebih siap menerima kepribadian pasangannya “ (Diambil dari harian Kompas tentang stres pada wanita) Meluweskan Tulisan Banyak membaca Cerpen, Cerbung, Kisah Sejati, Pengalaman yg ada dalam majalah Cara menulisnya memakai perasaan supaya lebih menarik, memilih kata-kata yg enak didengar, supaya pembaca merasa terlibat dg tulisan anda Luwes yaitu kalimat dlm tulisan tsb. mengalir lancar, perpindahan alenea semakin menggugah minat baca alinea berikutnya
  29. 29. Cara Menulis Tradisional MENULIS ARTIKEL POPULER
  30. 30. Cara Menulis Cerdas
  31. 31. Menulis Cara Wawancara
  32. 32. Menulis Cara Gampang
  33. 33. Latihan menulis dengan cara yang paling mudah • Setiap kelompok mendiskusikan topik salah satu dari 8-etos kerja profesional ( Terlampir ) • Pakai pendekatan 5W + 1H : what-why-who-when-where-how . • Sekarang kita melangkah dengan membayangkan etos kerja profesional tokoh, diskusikan dengan menggambarkan si tokoh itu untuk merumuskan What , Why dan How. Hasil diskusi anda kembangkan masing-masing peserta membuat artikel tentang salah satu etos kerja profesional dengan menggunakan penokohan tersebut . • Setiap peserta berlatih membuat artikel , 2 – 3 paragraf boleh lebih , waktunya 15 menit tanpa henti, tidak boleh dihapus/diganti atau diedit ditengah jalan , ini perlu untuk belajar mengeluarkan pendapat dalam bentuk tulisan . Sesudah selesai 15 menit baru kita coba edit kekurangannya dalam 5 menit.
  34. 34. Wicara // Tulisan WICARA TULISAN Wicara singkat (pidato, ceramah, kotbah, sambutan) Wicara singkat (pidato, ceramah, kotbah, sambutan) Wicara panjang (kuliah, seri ceramah, training) Wicara panjang (kuliah, seri ceramah, training) ArtikelArtikel BukuBuku
  35. 35. Dimulai dengan Rancangan MERANCANG  Sejak sebelum bicara sudah berpikir tulisan  Struktur bicara dirancang seperti bagan tulisan  Persiapkan alat perekam MENGATAKAN  Sampaikan semua yang sudah direncanakan sebebas mungkin  Pastikan bahwa semuanya terekam dengan baik TRANSKIP  Transkip hasil rekaman  Edit hasil transkip  Perkaya dengan berbagai tambahan yang perlu
  36. 36. Dimulai dengan Wicara Berbicaralah Senyaman Mungkin  Jadilah diri sendiri, hilangkan beban, tampil seperti biasa  Rekam (record) seluruh proses wicara (pastikan suara jelas) Transkip Seluruh Isi Wicara  Transkip boleh diedit bahasa  Tetapi pastikan semua yang dikatakan Rancang Tulisan Berbasis Transkip  Perhatikan fokus tulisan  Perhatikan struktur tulisan  Intinya adalah fungsi editing
  37. 37. Menulis Naskah Wawancara Wawancara: mengeluarkan sebanyak mungkinWawancara: mengeluarkan sebanyak mungkin gagasan dengan bantuan orang laingagasan dengan bantuan orang lain Wawancara direkam dan ditranskipWawancara direkam dan ditranskip Hasil wawancara diedit: dipilah, dikategorisasi,Hasil wawancara diedit: dipilah, dikategorisasi, disusun, dirapikan, diperkayadisusun, dirapikan, diperkaya
  38. 38.  Pastikan satu unit wawancara dirancang untuk mengisi satu unit tulisan: satu artikel, satu sub bab atau satu bab buku  Idealnya buat kerangka acuan yang terdiri dari:  Latar belakang, uraian singkat , batasan  Daftar pertanyaan  Daftar pertanyaan adalah apa saja yg akan dijawab oleh satu unit artikel  Pilih pewawancara yg “nakal”, yang mampu memancing keluar gagasan-gagasan besar Anda Persiapan Wawancara
  39. 39. Lakukan wawancara senatural mungkin: • Pewawancara mengajukan pertanyaan dengan serius • Pewawancara perlu mengembangkan wawancara • Terwawancara menjawab selengkap mungkin, sejelas mungkin • Keluarkan semua komponen: argumentasi, narasi, contoh, data, rujukan, anekdot, humor • Jaga wawancara pada koridornya Tips Melakukan Wawancara
  40. 40. Melakukan Wawancara • Berpasangan, bergantian menjadi pewawancara dan terwawancara • Tema dan cakupan ditentukan , tentang pengalaman yg paling membahagiakan, menyedihkan/menyakitkan, tidak terlupakan • Buat daftar pertanyaan sekilas • Tulis ulang hasil wawancara apa adanya LATIHAN
  41. 41. Penulisan naratif menjadi trend baru karena: • Bagi pembaca: Menarik dan mudah diikuti, imajinatif • Bagi penulis: Peluang untuk menyampaikan berbagai pesan TULISAN NARATIF
  42. 42. • Ada storyline • Tokoh menghadapi persoalan • Ada perubahan, sesuatu yg baru Tulisan Memikat Pembaca Meyakinkan Pembaca • Ada plot (siapa melakukan apa, mengapa)
  43. 43. • Benar (gramatika) • Jernih (logika) • Bergaya (artistik) Bahasa Dalam Narasi Kejernihan Bahasa - Mulai dari kejernihan kalimat - Kalimat tunggal, ide tunggal - SPOK - Konkret
  44. 44. TULISAN YG MENARIK PEMBACA 1. Impact 2. Nama besar 3. Unik 4. Actual 5. Dekat 6. Human interest
  45. 45. Sebaiknya ... Sebaiknya setiap artikel yang telah Anda selesaikan dilengkapi dengan nama, identitas atau profil singkat, dan alamat surat-e (email) atau nomor kontak.
  46. 46. “Cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis atau pemakai bahasa” (Tarigan) Gaya Bahasa
  47. 47.  ALEGORI: Menyatakan maksud melalui kiasan, perumpamaan atau penggambaran. Dia hidup seperti air, mengalir saja mengikuti alam  ALUSIO: Pemakaian ungkapan yg tdk diselesaikan karena sudah dikenal. Jaka sembung bawa golok…  SIMILE: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan. Tutur katanya perlahan berisi layaknya tuturan seorang paderi. Gaya Bahasa Perbandingan METAFORA: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dgn menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll. Gitar spanyol ramping pinggangnya, sutera india halus kulitnya. PERSONIFIKASI: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia. Gedung-gedung jangkung berlomba menggapai angkasa. DEPERSONIFIKASI: Pengungkapan dgn tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa. Tubuhnya teronggok beku di teras pertokoan.
  48. 48.  SINISME: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Bukankah kamu orang paling dermawan di kampung ini? (tapi kok pelit)  SATIRE: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Hanya pemuda bodoh atau tak tahu malu sajalah yang mau melamar XXX  IRONI: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. Wah, bagus sekali rapor akhir tahunmu. (padahal banyak merahnya)  SARKASME: Sindiran langsung dan kasar. Lain kali saja mungkin kau bisa bergabung, ini kelab khusus VIP. Gaya Bahasa Sindiran
  49. 49.  KLIMAKS: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting. Dia pernah membangun pondok, rumah sederhana, rumah mewah, sampai gedung bertingkat.  ANTIKLIMAKS: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting. Rumah, mobil, motor, kulkas, bahkan tabung gas pun telah disita karena diduga berasal dari korupsi. Gaya Bahasa Penegasan
  50. 50.  PARADOKS: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar. Dia terlalu pintar sehingga mampu menguasai negeri ini, tetapi terlalu bodoh hingga takhluk di lutut perempuan.  ANTITESIS: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya. Penjumlahan sederhana itu kau tak bisa? Terlalu pintar kau rupanya.  KONTRADIKSI: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya. Ketika berpidato dia terlihat cerdas, tetapi ketika menulis dia terlihat bodoh. Gaya Bahasa Pertentangan
  51. 51. Periksa kembali artikel- artikel yang sudah Anda tulis dan suntinglah berdasarkan kelima ruang lingkup penyuntingan naskah.
  52. 52. a. Satu tahun 3 hasil penelitian b. Data tidak konsisten (lokasi, nama sekolah, lampiran tdk sesuai, dll.) c. Kualitas KTI dari orang yang sama, mutu berbeda jauh. d. Dibuat tahun berbeda, tapi ada kesamaan yg mencolok (foto, kt pengantar, data, dll) e. Mirip skripsi, tesis, atau disertasi (dpt diduga mungkin karya orang lain) f. Dari daerah yg sama, sangat mirip (melalui biro jasa “membuatkan”) g. Permasalahan di luar atau tdk berkaitan dg tupoksinya.
  53. 53. a. Laporan penelitian korelasional b. Tinjauan/gagasan ilmiah yang tdk terkait dengan tupoksinya, terlalu umum. c. Belum tampak gagasan penulis utk memecahkan masalah. d. Sistematika tidak lengkap. Minimal memuat: (1) Pendahuluan: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujan, dan manfaat penulisan; (2) Kajian teori yg berkaitan dg permasalahan yang dikaji; (3) Sajian fakta-fakta yg terkait dg pelaksanaan tugas ybs; (4) Ulasan bgm memecahkan masalah; dan (5) kesimpulan dan saran.
  54. 54. a. Latar belakang, rumusan masalah tdk jelas; metode penelitian, sampling, data, analisis tdk benar; kebenaran tdk didukung fakta. b. Tidak jelas apa, bagaimana, dan mengapa tindakan dilakukan; tdk jelas bgm peran evaluasi dan refleksi pd siklus berikutnya. c. Tidak jelas peran peneliti pada kegiatan PTK/PTS d. KTI hasil Penelitian Eksperimen yg tidak mengikuti kaidah penulisan laporan penelitian eksperimen e. Penelitian deskriptif yg tdk jelas kegiatan nyata apa yg dilakukan peneliti
  55. 55. a. Tidak sesuai dg tugas keseharian penulis dalam upaya pengembangan profesinya b. Prasaran ilmiah dlm forum ilmiah yang isinya di luar kegiatan pengembangan profesinya c. Tulisan Ilmiah Populer yang isinya di luar kegiatan pengembangan profesinya
  56. 56. a. Prasaran ilmiah disajikan pada pertemuan ilmiah yang tdk memenuhi syarat (tingkat sekolah/kecamatan, jml dan kapasitas peserta yg kurang sesuai, waktu pelaksanaan yg tdk lazim) b. Buku atau Modul isinya belum sesuai persyaratan c. KTI yg sudah dinilai untuk diperbaiki, namun tdk diperbaiki sesuai saran d. KTI yg diusulkan tidak jelas jenisnya e. KTI yg diusulkan sudah kedaluarsa
  57. 57. f. KTI sudah cukup baik tetapi belum melampirkan kelengkapannya g. KTI sudah cukup baik namun belum ada persetejuan dari yang berwenang h. KTI berupa prasaran, tetapi belum dilengkapi bukti fisik (pernyataan dari penyelenggara seminar, piagam, daftar hadir, dll.) i. KTI Tinjauan Ilmiah namun belum mengikuti sistematika dan tidak ada gagasan dari penulis j. KTI berupa Penelitian Tindakan namun belum mengikuti kaidah PT
  58. 58. TERIMA KASIHTERIMA KASIH

×