Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
HAKIKAT PROFESI
Oleh:
Mukhamad Fathoni, M.Pd.I.
STKIP NURUL HUDA SUKARAJA
OKU TIMUR
2015
Perubahan Berdampak terhadap
Pendidikan (Michael J. Marquard, 1996)
1. Ekonomi sosial
2. Lingkungan kerja
3. Harapan konsu...
Perubahan Paradigma Abad ke-21
1. Belajar terminal ke belajar sepanjang hayat.
2. Dari belajar yang berfokus penguasaan pe...
Tuntutan untuk siswa di Abad ke-21
1. Kreativitas
2. Penguasaan teknologi
3. Komunikasi efektif
4. Pemecahan masalah
5. Be...
Pekerjaan Guru di Abad ke-21
1. Menggunakan teknologi
2. Mempersiapkan siswa untuk pekerjaan yang
belum ada
3. Memecahkan ...
Profesi
Pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian,
yang didapat melalui pendidikan dan latihan
tertentu, menuntut pers...
Profesional
Orang yang menyandang pekerjaan atau jabatan
yang dikerjakan dengan keahlian khusus.
Juga berarti penampilan a...
Profesionalisme
Sikap mental dalam bentuk komitmen dari para
anggota suatu profesi untuk senantiasa
mewujudkan dan meningk...
Profesionalitas
Kualitas sikap para anggota suatu profesi
terhadap profesinya serta derajat
pengetahuan dan keahlian yang ...
Profesionalisasi
Serangkaian proses mewujudkan dan
meningkatkan profesi dalam mencapai suatu
kriteria yang sesuai dengan s...
Hakikat
Profesi
Profesi
Profesional
Profesionalitas
Profesionalisme
Profesionalisasi
Pekerjaan/Jabatan
Orang/kinerja
Kuali...
Karakteristik Profesi
1. Berdasar pengetahuan teoritis unik, beda dengan lainnya
2. Asosiasi profesi
3. Pendidikan dan pel...
Syarat Profesi
1. Keahlian
2. Komitmen
3. Keterampilan
4. Mementingkan layanan kemanusiaan
5. Memerlukan waktu panjang mem...
Bidang Pekerjaan Kategori Profesi
(1) legal;
(2) health;
(3) entertainment;
(4) artistic;
(5) literacy;
(6) musical;
(7) s...
Nasib Profesi Guru
Nasib profesi guru kurang baik, antara ada dan tidak ada.
Beberapa penyebabnya:
a. Sulit sekali didefin...
Pandangan tentang Guru
1. Sudut pandang administrasi dan manajemen:
a. pengadaan,
b. pengangkatan,
c. penempatan, dan
d. p...
2. Sudut pandang keprofesian:
Kesulitan dihadapi pada saat definisi dan
kriteria tersebut dicocokan dengan kenyataan
di la...
3. Sudut pandang birokrasi
Guru sebagai bagian dari mesin birokrasi
pendidikan di tingkat sekolah.
Guru dipandang sebagai ...
4. Sudut pandang sistem pendidikan nasional:
Guru sebagai sentral dari segala upaya
pendidikan dan agen dalam pembaharuan
...
5. Sudut perspektif kemanusiaan
Guru hadir sebagai sosok yang serba muka dan
penuh warna. Rentang dan ragam persoalan
tent...
6. Sudut peran strategis guru
Guru memegang peranan strategis dalam upaya
membentuk watak bangsa melalui
pengembangan kepr...
Semua usaha reformasi
di bidang pendidikan
pada akhirnya
tetap tergantung
kepada guru.
Syarat Profesi Guru
1. Sehat jasmani dan rohani
2. Kualifikasi
3. Kompetensi
4. Sertifikasi
5. Memiliki kemampuan mewujudk...
Kompetensi Guru
1. Kompetensi personal
2. Kompetensi Profesional
3. Kompetensi pedagogik
4. Kompetensi sosial
Guru sebagai Jabatan Profesi
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas
utama:
1. mendidik,
2. mengajar,
3. membimbing,...
Beberapa Keterampilan Guru dalam
Proses Belajar Mengajar
(1) keterampilan membuka dan menutup pelajaran,
(2) keterampilan ...
Perbedaan antara Guru sebagai Profesi
dan Guru sebagai Panggilan Jiwa
Guru sebagai profesi
a. Mengajar lebih cenderung men...
Guru sebagai Panggilan Jiwa
a. Selain mengajarkan ilmu pengetahuan juga
membangun dan membina jiwa dan watak anak didik.
b...
Tugas
Kaji kenyataan empiris kelemahan yang menjadi
permasalahan utama guru di Indonesia dengan
menggunakan tolok ukur sya...
TERIMA KASIH
Guru adalah profesi terhormat.
Menjadi guru tidak cukup sekedar untuk
memenuhi panggilan jiwa,
tetapi juga me...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Hakikat profesi

1,077 views

Published on

Guru adalah profesi terhormat.
Menjadi guru tidak cukup sekedar untuk memenuhi panggilan jiwa, tetapi juga memerlukan keterampilan dan kemampuan khusus.

Published in: Education
  • Be the first to comment

Hakikat profesi

  1. 1. HAKIKAT PROFESI Oleh: Mukhamad Fathoni, M.Pd.I. STKIP NURUL HUDA SUKARAJA OKU TIMUR 2015
  2. 2. Perubahan Berdampak terhadap Pendidikan (Michael J. Marquard, 1996) 1. Ekonomi sosial 2. Lingkungan kerja 3. Harapan konsumen dan pelanggan 4. Harapan pekerja
  3. 3. Perubahan Paradigma Abad ke-21 1. Belajar terminal ke belajar sepanjang hayat. 2. Dari belajar yang berfokus penguasaan pengetahuan ke belajar holistik. 3. Dari ciri hubungan guru dan murid yang bersifat konfrontatif ke citra hubungan kemitraan. 4. Dari pengajaran yang menekan pengetahuan skolastik ke fokus pendidikan nilai. 5. Dari kampanye buta aksara ke kampenye melawan buta teknologi, budaya dan komputer. 6. Dari penampilan guru yang terisolasi ke penampilan tim kerja. 7. Dari konsentrasi eksklusif pada kompetisi ke orientasi kerja sama. (Mekagiansar, 1996)
  4. 4. Tuntutan untuk siswa di Abad ke-21 1. Kreativitas 2. Penguasaan teknologi 3. Komunikasi efektif 4. Pemecahan masalah 5. Berpikir kritis 6. Kerjasama
  5. 5. Pekerjaan Guru di Abad ke-21 1. Menggunakan teknologi 2. Mempersiapkan siswa untuk pekerjaan yang belum ada 3. Memecahkan masalah yang belum muncul
  6. 6. Profesi Pekerjaan atau jabatan yang menuntut keahlian, yang didapat melalui pendidikan dan latihan tertentu, menuntut persyaratan khusus, memiliki tanggung jawab dan kode etik tertentu. Tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesi pasti pekerjaan, pekerjaan belum tentu profesi.
  7. 7. Profesional Orang yang menyandang pekerjaan atau jabatan yang dikerjakan dengan keahlian khusus. Juga berarti penampilan atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan profesionya.
  8. 8. Profesionalisme Sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan profesionalnya. Roh, penggerak.
  9. 9. Profesionalitas Kualitas sikap para anggota suatu profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang dimiliki untuk melakukan tugas-tugasnya. Tidak mau mengerjakan yang bukan bidangnya.
  10. 10. Profesionalisasi Serangkaian proses mewujudkan dan meningkatkan profesi dalam mencapai suatu kriteria yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Life long and never ending.
  11. 11. Hakikat Profesi Profesi Profesional Profesionalitas Profesionalisme Profesionalisasi Pekerjaan/Jabatan Orang/kinerja Kualitas penampilan Sikap mental/bentuk komitmen Proses
  12. 12. Karakteristik Profesi 1. Berdasar pengetahuan teoritis unik, beda dengan lainnya 2. Asosiasi profesi 3. Pendidikan dan pelatihan khusus 4. Uji kompetensi 5. Lisensi 6. Otonomi kerja 7. Kode etik 8. Mengatur diri (organisasi) 9. Layanan publik 10. Pengakuan masyarakat dan pemerintah 11. Status dan imbalan tinggi
  13. 13. Syarat Profesi 1. Keahlian 2. Komitmen 3. Keterampilan 4. Mementingkan layanan kemanusiaan 5. Memerlukan waktu panjang mempelajari keahliannya 6. Kualifikasi tertentu 7. Kode etik 8. Kegiatan intelektual tinggi 9. Organisasi profesi 10. Pekerjaan penuh waktu
  14. 14. Bidang Pekerjaan Kategori Profesi (1) legal; (2) health; (3) entertainment; (4) artistic; (5) literacy; (6) musical; (7) social service, dan (8) teaching (Bloom dan Balinsky dalam Cici Sutarsih)
  15. 15. Nasib Profesi Guru Nasib profesi guru kurang baik, antara ada dan tidak ada. Beberapa penyebabnya: a. Sulit sekali didefinisikan profesi mengajar dan bidang garapan yang khas, serta tingkat keahian yang dituntut. b. Sejarah mengajar dan guru memang kabur. c. Penambahan guru secara besar-besaran membuat sulit standar mutu guru dikontrol dan dijaga. d. PGRI cenderung bergerak di ”pertengahan” antara pemerintah dan guru-guru. e. Tuntutan masyarakat terus meningkat dan berubah membuat guru makin tertantang.
  16. 16. Pandangan tentang Guru 1. Sudut pandang administrasi dan manajemen: a. pengadaan, b. pengangkatan, c. penempatan, dan d. pembinaan guru.
  17. 17. 2. Sudut pandang keprofesian: Kesulitan dihadapi pada saat definisi dan kriteria tersebut dicocokan dengan kenyataan di lapangan. Latar belakang pendidikan, pengalaman, komitmen, akses dan motivasi, agenda pemerintah, dan penampilan guru amat beragam.
  18. 18. 3. Sudut pandang birokrasi Guru sebagai bagian dari mesin birokrasi pendidikan di tingkat sekolah. Guru dipandang sebagai kepanjangan tangan birokrasi, karena itu sikap dan tingkah lakunya mesti sepenuhnya tunduk pada ketentuan- ketentuan birokrasi.
  19. 19. 4. Sudut pandang sistem pendidikan nasional: Guru sebagai sentral dari segala upaya pendidikan dan agen dalam pembaharuan pendidikan hingga ke tataran sekolah.
  20. 20. 5. Sudut perspektif kemanusiaan Guru hadir sebagai sosok yang serba muka dan penuh warna. Rentang dan ragam persoalan tentang guru sperti gaji yang minus, mutasi yang tinggi ke daerah terbuka, dan perilaku yang ditampilkannya sehari-hari pada akhirnya akan kembali pada akar kemanusiannya. Sebagai manusia, guru memiliki kebutuhan, pikiran, harapan, emosi, dan kehendak.
  21. 21. 6. Sudut peran strategis guru Guru memegang peranan strategis dalam upaya membentuk watak bangsa melalui pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Peran guru sulit digantikan oleh orang lain. Peran guru dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang amat cepat.
  22. 22. Semua usaha reformasi di bidang pendidikan pada akhirnya tetap tergantung kepada guru.
  23. 23. Syarat Profesi Guru 1. Sehat jasmani dan rohani 2. Kualifikasi 3. Kompetensi 4. Sertifikasi 5. Memiliki kemampuan mewujudkan tujuan pendidikan nasional
  24. 24. Kompetensi Guru 1. Kompetensi personal 2. Kompetensi Profesional 3. Kompetensi pedagogik 4. Kompetensi sosial
  25. 25. Guru sebagai Jabatan Profesi Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama: 1. mendidik, 2. mengajar, 3. membimbing, 4. mengarahkan, 5. melatih, 6. menilai, dan 7. mengevaluasi peserta didik.
  26. 26. Beberapa Keterampilan Guru dalam Proses Belajar Mengajar (1) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (2) keterampilan menjelaskan, (3) keterampilan bertanya, (4) keterampilan memberi penguatan, (5) keterampilan menggunakan media pembelajaran, (6) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, (7) keterampilan mengelola kelas, (8) keterampilan mengadakan variasi, dan (9) keterampilan mengajar perorangan dan kelompok kecil.
  27. 27. Perbedaan antara Guru sebagai Profesi dan Guru sebagai Panggilan Jiwa Guru sebagai profesi a. Mengajar lebih cenderung menjadikan anak pandai tentang ilmu pengetahuan saja. b. Hanya berusaha menghabiskan kurikulum atau silabus yang telah ditetapkan tanpa mau tahu daya serap anak didik. c. Lebih banyak memikirkan honor dibandingkan hasil belajar anak. d. Biasanya memilih-milih anak didik. Kelas yang anak- anaknya ramai atau lambat dalam menerima materi akan dijauhi. e. Tidak sabar, apalagi menghadapi anak didik yang lambat. f. Mengajar menjadi suatu beban.
  28. 28. Guru sebagai Panggilan Jiwa a. Selain mengajarkan ilmu pengetahuan juga membangun dan membina jiwa dan watak anak didik. b. Berusaha menghabiskan kurikulum yang ada namun tetap memperhatikan kemampuan daya serap anak didik. c. Honor menjadi urusan kesekian yang terpenting ialah prestasi anak baik. d. Menyampaikan ilmu pengetahuan kepada siapa saja dan di mana saja. Tidak peduli dengan keadaan kelas dan anaknya karena sudah menjadi tugas guru untuk mengubah anak didik menjadi lebih baik. e. Akan sabar mengajar anak didik sampai anak didik benar-benar bisa. f. Mengajar menjadi suatu kesenangan bukan sebagai beban.
  29. 29. Tugas Kaji kenyataan empiris kelemahan yang menjadi permasalahan utama guru di Indonesia dengan menggunakan tolok ukur syarat dan karakteristik profesi!
  30. 30. TERIMA KASIH Guru adalah profesi terhormat. Menjadi guru tidak cukup sekedar untuk memenuhi panggilan jiwa, tetapi juga memerlukan keterampilan dan kemampuan khusus.

×