Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

10 konsep dasar uji hipotesis

3,442 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

10 konsep dasar uji hipotesis

  1. 1. Konsep Dasar Pengujian Hipotesis Oleh Mukhamad Fathoni
  2. 2. Pengertian Hipotesis Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap suatu masalah yang kebenarannya masih lemah sehingga harus diuji secara empiris. Pernyataan atau dugaan disebut proposisi.
  3. 3. Ciri Hipotesis yang Baik 1. Jelas secara konseptual. 2. Sesuai dengan fakta. 3. Dapat diuji. 4. Sederhana (spesifik). 5. Sesuai dengan ilmu (berkaitan dengan teori).
  4. 4. Bentuk Rumusan Hipotesis 1. Berdasar tingkat ekplanasi (jenis masalah) a. Hipotesis deskriptif b. Hipotesis komparatif c. Hipotesis asosiatif 2. Berdasar uji statistik a. Hipotesis nol (nihil) b. Hipotesis alternatif (kerja)
  5. 5. Pengujian Hipotesis Suatu prosedur yang akan menghasilkan keputusan menerima atau menolak hipotesis. Keputusan mengandung ketidakpastian artinya bisa benar atau salah.
  6. 6. Prosedur Pengujian Hipotesis 1. Menentukan formulasi hipotesis 2. Menentukan taraf nyata dan nilai tabel 3. Menentukan kriteria pengujian 4. Melakukan uji statistik 5. Membuat kesimpulan
  7. 7. Jenis Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dua pihak Ho berbunyi ”sama dengan” dan Ha berbunyi ”tidak sama dengan”. (Ho= dan Ha ≠) Pengujian hipotesis pihak kiri Ho berbunyi ”sama dengan” atau ”lebih besar atau sama dengan” dan Ha berbunyi ”lebih kecil” atau ”lebih kecil atau sama dengan” (Ho = atau Ho ≥ dan Ha < atau ≤), atau Ha berbunyi ”paling sedikit/paling kecil”. Pengujian hipotesis pihak kanan Ho berbunyi ”sama dengan” atau ”lebih kecil atau sama dengan” dan Ha berbunyi ”lebih besar” atau ”lebih besar atau sama dengan” (Ho = atau Ho ≤ dan Ha > atau ≥), atau Ha berbunyi ”paling banyak/paling besar”.
  8. 8. Kesalahan dalam Pengujian Hipotesis Keputusan Keadaan Sebenarnya Ho Benar Ho Salah Terima Benar Salah (Kesalahan Tipe II) Tolak Salah (Kesalahan Tipe I) Benar
  9. 9. 1. Kesalahan tipe I disebut kesalahan α, dalam penggunaannya disebut taraf nyata. 1- α disebut tingkat keyakinan, karena dengan ini kita yakin bahwa kesimpulan yang dibuat benar sebesar 1- α. 2. Kesalahan tipe II disebut kesalahan β, dalam penggunaannya disebut fungsi ciri operasi. 1- β disebut kuasa pengujian karena memperlihatkan kuasa terhadap pengujian yang dilakukan untuk menolak Ho yang seharusnya ditolak.
  10. 10. Terima Kasih

×