Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

majalah-al-binaa-edisi-kedua

425 views

Published on

edisi 2

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

majalah-al-binaa-edisi-kedua

  1. 1. 1 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan ‫الرحيم‬ ‫الرحمن‬ ‫اهلل‬ ‫بسم‬ ‫وبركاته‬ ‫اهلل‬ ‫ورحمة‬ ‫عليكم‬ ‫السالم‬ Segala puji bagi Allah l atas karunia dan rahmat-Nya, majalah Al Binaa bisa kembali menyapa para pembaca dalam edisi kedua ini. Bagi kami, ini merupakan pencapaian yang besar. Meskipun dengan berbagai kesibukan, akhirnya kami redaksi bisa menyelesaikan amanah ini sehingga mudah-mudahan tetap eksis dan istiqomah. Belajar dari edisi perdana, maka pada edisi kali ini kami berusaha untuk menghadirkan yang lebih baik, perwajahan yang lebih segar, design dan layout yang mudah-mudahan tidak menjemukan para pembaca sekalian. Kami juga menambahkan beberapa rubrik baru yang menarik seperti rubrik ibrah, doa, dan resensi buku. Inovasi dan kreasi akan terus kami lakukan sebagai usaha untuk mengarah kepada majalah Al Binaa yang memiliki ciri khas tersendiri. Oleh karena itu, redaksi menghaturkan beribu-ribu terimakasih kepada para pembaca yang telah ikut urun rembug, memberikan kritik, saran, dan masukan-masukan yang konstruktif untuk majalah tercinta ini. Karena tentunya tiada gading yang tak retak dan kesempurnaan hanya milik Allah semata. Kami berharap semoga goresan-goresan pena tim redaksi pada edisi kedua ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat, menjadi pencerah bagi kita semua, dan semoga Allah l membimbing kita untuk menetapi jalan kebenaran. Akhirnya, selamat membaca dan menelaah sajian kami kali ini. ‫وبركاته‬ ‫اهلل‬ ‫ورحمة‬ ‫عليكم‬ ‫السالم‬ Alamat Redaksi: AL BINAA IBS, Jl. Raya Pebayuran Kertasari Pebayuran Bekasi Jabar 17710 Telp/Fax: 021 89150720/021 89150721 Website: www.majalahalbinaa.com Email: redaksi@majalahalbinaa.com Sms: 085285107991- 081398176123 Penanggung Jawab: Aslam Muhsin Abidin, Lc., Pemimpin Umum: Sofyan Toha, S.Si., Pemimpin Redaksi: Agung Wahyu Adhy, Lc., Sekretaris Redaksi: Sulaeman, S.Pd., Staff Redaksi: Zaenal Arifin, Lc. , Musthofa Aini, Lc., Nuralim, Lc., Zaenal Abidin, Lc., Saepul Anwar, S.Pd., Hasyim Nur. S.Pd. Editor: Suratman, S.Pd., Rofael Afriyanto,Lc., Administrasi Keuangan: RM. Syarief Rusdy. SE., Pemasaran dan Sirkulasi: Abu Ishaq Ilustrator: M.S. Haromain, S. Ikom., Web: Agus Setiawan,. ST. Salam Redaksi
  2. 2. 2 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan @Musa Ibrahim: Akhirnya cita-cita terkabul, semoga selalu istiqomah dalam menjalankan dakwah, saya akan dukung terus untuk kemajuan majalah albinaa. @Redaksi.Alhamdulillah alladzi bini’matihi tatimmus shalihat, hanya dengan ijin Allah-lah cita-cita kita semua akan terkabul karena tiada daya dan upaya kecuali dari Allah. Syakarallahu lakum atas doa antum, semoga kita semua istiqomah di jalan dakwah, amin. @Afifah Dian: Subhanallah, bagus majalahnya, tapi isinya kurang remaja buat kita. Kalau bisa membahas tentang masalah remaja ya ustadz. Syukron, sukses terus. @Nida: Baguuuss, tapi kurang banyak nih isinya. i’m waiting for the second edition, semoga lebih bagus, lebih baik, lebih keren, and lebih, lebih, lebih lah pokonya. @Yuna: Subhanallah bagus sekali majalahnya saya menunggu edisi yang akan datang. Saya berterimakasih karena al binaa bisa membuat majalah yg sesuai ahlu sunnah. @Redaksi.Jazakumullah khoiron atas penilaiannya, semoga itu juga yang menjadi penilaian Allah terhadap kita. Masukan- masukan yang sangat berharga, semoga kedepan tim redaksi bisa memilih materi dan bahasa yang lebih baik, lebih keren, and lebih, lebih dan lebih. Second edition sudah hadir, silakan ditelaah. @Meirani Azizah: Kenapa santriwati Al Binaa ga di ajak launching majalah? Sedikit nyesek ya.. tapi ga papa deh.. makin sukses ya Al Binaa.. Semoga majalah ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat. supaya bisa meluruskan orang awam, amiin. Maju terus Al Binaa!! @Redaksi.Bukan maksud hati untuk membuat santriwati nyesek, tapi apalah daya….In syaa Allah tidak mengurangi semangat anti untuk membacanya dan menggali ilmu darinya. @Kenji Binsam.Semoga dengan hadirnya majalah albinaa, dakwah islam bisa makin meluas. Jaya Al Binaa!! @Redaksi.Amin,wa jazakumulah khoiron. Semoga kejayaan bukan hanya untuk Al Binaa tetapi untuk Islam seluruh kaum muslimin, amin. @Malik Al Kudus: Ya Allah saya membaca majalah ini membuat saya ingin lebih mengenal Islam yang sesungguhnya. Andai saya masih muda saya ingin sekali menjadi murid di sana. @Redaksi.Kami ikut senang bahwa majalah al binaabisamenjadiwasilahuntukmengenalkan Islam. Tidak ada batas usia untuk belajar dan tidak harus menjadi santri pesantren, mari terus belajar sepanjang hayat. ROSAILUKUM Akhi al-Qoori….rubrik ini kami siapkan untuk antum semua para pembaca yang budiman, sebagai ruang untuk menyampaikankritik,saran,usul,komentar yang membangun demi kelangsungan majalah al binaa tercinta dan untuk menjadikan majalah lebih baik. Silakan kirim kritik, saran dan komentar antum melalui email: redaksi@majalahalbinaa.com atau sms ke: 081398176123 / 085285107991 dengan mencantumkan nama dan identitas diri antum.
  3. 3. DAFTAR isiEdisi 02/Vol. 1 Aqidah Info Ma'had Info Ma'had Reportase Santri Kisah Mereka Resensi Buku Safari Ma'had Ibroh Doa Mimbar Santri 4 - Agungkan Sunnah Nabimu 51 - Berita Expo Islamic Education 54 - Kerja Bakti di Asrama Putri 56 - Tadribul Khithobah 60 - Pahit+Manis= Manis 66 - Manajemen Waktu Para Ulama 68 - eLKID Bogor 75 - Juraij Al 'Abid 79 - Doa pergi ke Masjid 80 - Puisi 12 - Nilai Mencari Ilmu Syar'i dalam Pandangan Al-Quran 16 - Sang Pencerah 21- Shalat Sunnah Rawatib 26 - Kapan Bumi Ada 32 - Mengenal Sistem Pendidikan Pesantren 36 - Kelahiran dan Dan masa Pertumbuhan Rasulullah n 42 - Fatawa Ulama Seputar Bulan Shafar 48 - Salaf dan Keikhlasan Tafsir Hadist Fiqih Sains Pendidikan Siroh Fatawa Ulama Teladan Salaf
  4. 4. Oleh: Abu Usaid Al Banyumasi S audaraku pembaca rahimakumullah…. Tahukah Anda bahwa syahadaturrasul (‫أشهد‬ ‫اهلل‬ ‫رسول‬ ‫حممدا‬ ‫)أن‬ yaitu persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah memberikan konsekuensi bagi orang yang mengucapkannya untuk mengagungkan sunnah Rasul y.Di antara bentuk pengagungan terhadap sunnah Rasul y adalah dengan Al Imam Malik bin Anas mengatakan; “Sunnah laksana bahtera Nabi Nuh. Barangsiapa yang manaikinya ia selamat. Barangsiapa yang tertinggal, maka tenggelam” (Dzammul Kalam wa Ahlihi 5/81) 4 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan AQIDAH
  5. 5. manaati Beliau, mencintainya, meneladaninya, pasrah dengan apa yang menjadi keputusannya, mendahulukan ucapan Beliau di atas ucapan siapa pun, mencintai Beliau, tidak menyelisihinya dan tidak memperolok-olok serta mengejeknya dan sebagainya. SunnahRasulharuskitaagungkan karena ia memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Sunnah merupakan penjelas dan penjabar dari Al Quran yang merupakan sumber utama syariat Islam, sehingga tidak mungkin seorang muslim bisa menjalankan syariat dengan benar tanpa memahami sunnah Rasul dengan baik. Allah l berfirman: ْ‫ِم‬‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ َ‫ِّل‬‫ز‬ُ‫ن‬� ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫َّاس‬‫ن‬‫ِل‬‫ل‬ َِّ‫ن‬‫ي‬َ‫ب‬�ُ‫ت‬ِ‫ل‬ َ‫ر‬ْ‫ك‬ِّ‫الذ‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬َ‫ن‬ْ‫ل‬َ‫ز‬ْ‫ن‬�َ‫أ‬َ‫و‬ )٤٤( َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬َّ‫ك‬َ‫ف‬َ‫�ت‬َ‫ي‬� ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬َ‫و‬ Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan (QS. An Nahl: 44). Definisi Sunnah Saudaraku pembaca rahimakumullah…. Sunnah yang dimaksud dalam pembahasan ini bukanlah sunnah dalamterminologifikih,yaituamalan yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa, yang sering dikenal dengan istilah mustahab atau mandub dan menjadi lawan dari makruh . Sunnah yang dimaksud di sini adalah jalan dan petunjuk Nabi y, yaitu segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah y, baik itu ucapan, perbuatan, ataupun ketetapan Beliau. Sunnah dengan definisi ini mencakup perkara yang wajibdanmustahab,jugamencakup masalah akidah, ibadah, mu’amalah dan akhlak. Sunnah dengan makna seperti ini sebenarnya adalah Islam itu sendiri secara utuh. Al Imam Abu Muhammad Al Barbahari v berkata, “Ketahuilah, bahwa Islam itu adalah sunnah dan sunnah itu dialah Islam, yang masing-masing dari keduanya tidak akan tegak tanpa ada yang lainnya.” (Syarhus Sunnah, hal. 59) Ibnu Rajab v berkata, “Sunnah adalah jalan yang dilalui, ia mencakup sikap komitmen/ berpegang teguh dengan ajaran Rasulullah dan Khulafaurrasyidun berupa akidah, amalan-amalan dan ucapan-ucapan. Ini adalah sunnah yang sempurna. Oleh karena itu, 5 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan
  6. 6. 6 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan dahulu kaum salaf tidak menyebut kalimatsunnahkecualiterhadapapa yang mencakup itu semua”. Makna yang serupa juga diriwayatkan dari Al Hasan, Al Auza’I dan Al Fudhoil bin‘Iyadh. (Jami’ul Ulum wal Hikam). Dalil-daliltentangmengagungkan sunnah Allah l berfirman: ُ‫ه‬ُ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬َ‫و‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ ‫ى‬ َ‫َض‬‫ق‬ ‫َا‬‫ذ‬ِ‫إ‬ ٍ‫ة‬َ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ ‫ال‬َ‫و‬ ٍ‫ِن‬‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫ِم‬‫ل‬ َ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ ِ‫ص‬ْ‫ع‬َ‫ي‬� ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ ْ‫ِم‬‫ه‬ِ‫ر‬ْ‫م‬َ‫أ‬ ْ‫ِن‬‫م‬ ُ‫ة‬َ‫ر‬َ‫ِ�ي‬ْ‫خ‬‫ال‬ ُ‫م‬َُ‫ه‬‫ل‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ك‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ا‬ً‫ر‬ْ‫م‬َ‫أ‬ )٣٦( ‫ا‬ً‫ن‬‫ِي‬‫ب‬ُ‫م‬ ‫الال‬ َ‫ض‬ َّ‫ل‬ َ‫ض‬ ْ‫د‬َ‫ق‬َ‫ف‬� ُ‫ه‬َ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬َ‫و‬ َ‫ه‬َّ‫الل‬ “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata”.( QS. Al Ahzaab: 36) Allah juga berfirman: ْ‫ن‬َ‫أ‬ ِ‫ه‬ِ‫ر‬ْ‫م‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ف‬ِ‫ل‬‫ا‬َُ‫خ‬‫ي‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ِ‫ر‬َ‫ذ‬ ْ‫ح‬َ‫ْي‬‫ل‬َ‫ف‬� )٦٣( ٌ‫ِيم‬‫ل‬َ‫أ‬ ٌ‫َاب‬‫ذ‬َ‫ع‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ب‬�‫ي‬ ِ‫ص‬ُ‫ي‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ٌ‫ة‬َ‫ن‬ْ‫�ت‬ِ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ب‬�‫ي‬ ِ‫ص‬ُ‫ت‬ “Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An Nuur: 63) Juga fiman-Nya: َ‫ق‬ْ‫و‬َ‫ف‬� ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ت‬‫ا‬َ‫و‬ ْ‫ص‬َ‫أ‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ع‬َ‫ف‬�ْ‫ر‬َ‫�ت‬ ‫ال‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫ي‬�َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ ِ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬�ِ‫ر‬ْ‫ه‬ َ‫ج‬َ‫ك‬ِ‫ل‬ْ‫َو‬‫ق‬ْ‫ل‬‫ِا‬‫ب‬ُ‫ه‬َ‫ل‬‫ا‬‫و‬ُ‫ر‬َ‫ه‬َْ‫ج‬‫ت‬‫ال‬َ‫و‬ِِّ‫ي‬‫َّب‬‫ن‬‫ال‬ ِ‫ت‬ْ‫و‬ َ‫ص‬ )٢( َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ع‬ ْ‫ش‬َ‫ت‬‫ال‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬�َ‫أ‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ُ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ع‬َ‫أ‬ َ‫ط‬َ‫ب‬َْ‫ح‬‫ت‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ٍ‫ض‬ْ‫ع‬َ‫ب‬�ِ‫ل‬ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yanglain,supayatidakhapus(pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.” (QS. Al Hujuroot: 2) Ibnul Qoyyim v berkata mengomentari ayat di atas, “(Allah) memperingatkan orang-orang mukmin dari terhapusnya amal mereka karena mengeraskan suara kepada Rasulullah sebagaimana mereka mengeraskan suara kepada Ibnu Rajab v berkata, “Sunnah adalah jalan yang dilalui, ia mencakup sikap komitmen/berpegang teguh dengan ajaran Rasulullah dan Khulafaurrasyidun berupa akidah, amalan-amalan dan ucapan-ucapan.
  7. 7. 7 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan sebagian yang lain. Perbuatan ini tidak termasuk riddah (keluar dari agama), akan tetapi kamaksiatan yang menghapus/menggugurkan amal, sementara pelakunya tidak sadar. Lantas bagaimana pendapat Anda, terhadap orang yang lebih mendahulukan ucapan, petunjuk dan jalan selain Rasul di atas ucapan, petunjukdanjalanRasul?!Bukankah orang yang seperti ini sudah gugur amalannya sementara dia tidak sadar?!” (Al Waabilus Shoyyib, hal. 24) Saudaraku pembaca yang dirahmati Allah… Coba perhatikan komentar Ibnul Qoyyim v di atas, kalau sekadar mengeraskan suara kepada Rasul saja bisa mengakibatkan amalan pelakunya terhapus dan gugur. Tentu orang-orang yang tidak mengagungkan sunnah-sunnah Nabi dengan cara merendahkan, melecehkan, memperolok-olok, menjadikan sunnah sebagai bahan candaan,mengedepankanpendapat orang di atas pendapat Nabi, maka mereka lebih pantas untuk terhapus dan gugur amalannya, bahkan bisa jadi murtad keluar dari agama, wal’iyadzubillah. Mari perhatikan ayat berikut: ُ‫وض‬َُ‫خ‬‫ن‬ ‫َّا‬‫ن‬ُ‫ك‬ ‫َا‬َّ‫م‬‫ِن‬‫إ‬ َّ‫ن‬ُ‫ل‬‫و‬ُ‫ق‬َ‫�ي‬َ‫ل‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫�ت‬ْ‫ل‬َ‫أ‬َ‫س‬ ْ‫ِن‬‫ئ‬َ‫ل‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ت‬ْ‫ن‬ُ‫ك‬ ِ‫ه‬ِ‫ل‬‫و‬ُ‫س‬َ‫ر‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ِ‫ت‬‫ا‬َ‫ي‬‫آ‬َ‫و‬ ِ‫ه‬َّ‫ِالل‬‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ُل‬‫ق‬ ُ‫ب‬َ‫ْع‬‫ل‬َ‫ن‬�َ‫و‬ ُْ‫م‬‫ت‬ْ‫ر‬َ‫ف‬َ‫ك‬ ْ‫د‬َ‫ق‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ِر‬‫ذ‬َ‫ت‬ْ‫ع‬َ‫�ت‬ ‫(٥٦)ال‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ئ‬ِ‫ز‬ْ‫ه‬َ‫�ت‬ ْ‫س‬َ‫ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ف‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ط‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ ُ‫ف‬ْ‫ع‬َ‫ن‬� ْ‫ِن‬‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ِك‬‫ن‬‫ا‬َ‫مي‬ِ‫إ‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� )٦٦( َ‫ني‬ِ‫م‬ِ‫ر‬ُْ‫ج‬‫م‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ن‬�َ‫أ‬ِ‫ب‬ ً‫ة‬َ‫ف‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ط‬ ْ‫ب‬ِّ‫ذ‬َ‫ع‬ُ‫ن‬� Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, «Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.» Katakanlah: «ApakahdenganAllah,ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok- olok?» Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab
  8. 8. 8 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. At Taubah: 65-66) Al Imam Ibnu Katsir v membawakan sebuah riwayat tentang sebab turunnya ayat di atas, “Dari Abdullah bin Umar ia menuturkan, pada suatu majlis di perang Tabuk ada seseorang yang berkata, “Aku tidak pernah melihat yang seperti para qori’ (penghafal al Qur’an) ini, (mereka) paling rakus, paling dusta lisannya, dan paling pengecut kalau berjumpa dengan musuh”. Lalu salah sorang yang berada di masjid mengatakan, “Engkau dusta, hanyalah engkau seorang munafik, sungguh aku akan sampaikan berita ini kepada Rasulullahy ”. Berita tersebut sampai kepada Rasulullah y dan turunlahayatAlQuran.Abdullahbin Umar berkata, “Aku melihat orang tersebut bergelayut di pelana unta Rasulullah y dan ia tersandung- sandung batu, seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Sementara itu Rasulullah menjawab, «Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?» (Tafsir Ibnu Katsir 2/1073) KaumSalafdalamMengagungkan Sunnah Nabi Saudaraku para pembaca yang dirahmati Allah… Saking berbahayanya sikap merendahkan, melecehkan dan memperolok-olok sunnah Nabi, kita dapatkan betapa salafus shalih sangat mengagungkan dan menjunjung sunnah-sunnah Nabi y. Mereka khawatir dan takut terjatuh dalam sikap merendahkan dan melecehkan sunnah Nabi. Sahabat yang mulia Abu Bakar Ash Shiddiq a berkata,“Aku tidak meninggalkan sesuatu pun yang Rasulullah amalkan, kecuali aku mengamalkannya,karenaakusangat khawatir apabila meninggalkan sedikit saja dari perintah Nabi, aku akan menjadi orang yang tersesat”. Ibnu Baththah berkata mengomentari ucapan Abu Bakar di atas, “Wahai saudara-saudaraku… inilah Ashshiddiqul Akbar (Abu Bakar) mengkhawatirkan dirinya
  9. 9. 9 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan menjadi orang yang sesat apabila ia menyelisihi sedikit saja dari perintah Nabinya.Lalubagaimanakahdengan suatu zaman yang penduduknya memperolok-olok Nabinya dan perintah-perintahnya, berbangga s a a t menyelisihinya dan mengejek sunnahnya?!! Kita memohon kepada Allah agar dijaga darikesalahandandiselamatkandari amalan buruk” (Al Ibanah 1/246) Al Humaidi berkata, “Suatu hari Asy Syafi’i meriwayatkan sebuah hadits, lalu aku pun berkomentar, “Apakah engkau memakai hadits tersebut?”, maka Beliau menjawab, “Apakah kamu melihat diriku telah keluar dari gereja, atau ada pada diriku simbol/atribut kekufuran sehingga apabila aku mendengar hadits dari Rasulullah lalu kau tidak mengucapkan (mengamalkannya)?”. (I’laamul Muwaqi’in 2/282). Pernah Imam Asy Syafi’i ditanya tentang suatu masalah, lalu beliau berkata, “Telah diriwayatkan dari Nabi tentang masalah ini (hadits) yang begini dan begitu. Si penanya berkata, “Wahai Abu Abdillah, apakah engkau berpendapat dengan (hadits) tersebut?”. Imam Asy Syafi’i pun gemetar dan marah, dan beliau berkata, “Wahai fulan, bumi mana lagi yang bisa dijadikan pijakanku, dan langit mana lagi yang bisa menaungiku, apabila aku meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah, lalu aku tidak berpendapat dengannya?Ya, wajib bagiku mendengar dan taat” (Hilyatul Auliyaa 9/106). Imam Ahmad bin Hambal berkata,“Barangsiapa yang menolak hadits Nabi maka dia berada pada jurang kebinasaan”. Lihatlahsaudarakuparapembaca, bagaimana pengagungan yang dilakukan salafushshalih terhadap sunnah-sunnahNabidanbagaimana ketakukan serta kekhawatiran mereka untuk menyelisihi sunnah- sunnah tersebut. Itu karena mereka sangat paham bahwa kejayaan, kemuliaan dan keselamatan umat ada pada seberapa besar pengagungan mereka terhadap sunnah Nabinya. Dan bahwa keterpurukan, kemunduran, kehinaan, dan kekalahan umat adalah di saat Imam Ahmad bin hambal berkata, “Barangsiapa yang menolak hadits Nabi maka dia berada pada jurang kebinasaan”.
  10. 10. 10 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan mereka meremehkan, melecehkan dan memperolok-olok sunnah Nabinya. Cukuplah bagi kita pelajaran yang sangat berharga dari perang Uhud. Bagaimana Rasul dan para sahabatnya harus menerima kekalahan yang menyakitkan setelah sebelumnya kemenangan ada di depan mata mereka, hanya karena kesalahan sebagian sahabat yang tidak mengindahkan perintah Nabi untuk mereka tetap bertahan di bukit dan tidak turun baik mereka melihatkemenanganataukekalahan, kecuali kalau sudah diperintahkan turun. Kalau kesalahan yang seperti itu saja menjadi penyebab kekalahan kaum muslimin, lalu bagaimana dengan perbuatan yang lebih dari itu yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin sendiri, di mana mereka berani menolak, merendahkan dan melecehkan bahkan memperolok-olok sunnah Nabi. Lantas dari manakah kejayaan, kemuliaan dan kemenangan umat akan diraih??? M u d a h - m u d a h a n A l l a h menjadikan kita semua orang-orang yangmengagungkan,mengamalkan, dan membela sunnah-sunnah Nabinya di mana dan kapan pun kita berada. Wallahu ta’ala a’lam. Referensi: Ta’dzimus sunnah wa mauqifissalaf mimman ‘aarodhoha awistahza’a bi sayai’in minha, karya Asy-Syaikh Abdul Qoyyum As Suhaibani dengan beberapa tambahan.
  11. 11. KELUARGA BESAR YAYASAN BINAAUL MUSTAQBAL DAN MA’HAD AL BINAA ISLAMIC BOARDINGSCHOOL MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA: Hanif Dzaki Alifi, Rifky Aliansyah, Rafif Yusuf (Tim 1 SMP IT Al Binaa) sebagai juara 1 dan Fathan Rozani, Ardi Aulia Mahram, Re Rakannabyan (Tim 2 SMP IT Al Binaa) sebagai juara 2 dalam Lomba MIPA tingkat SMP se-Jabodetabek pada tanggal 5 November 2014 di SMP Islam Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi Jawa Barat. Tim Kimia SMP IT Al Binaa (Fathan Rozani IX A, Adam Hanif Sabarto IXA, Muhammad Hanif Dzaky Alifi IX E) sebagai juara 1 dalam kompetisi Kimia tingkat SMP se-Jabodetabek yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta pada hari Sabtu tanggal 1 November 2014. FUTSAL SMP IT AL BINAA sebagai juara ketiga dalam turnamen futsal tingkat SMP/ MTs se-Jabodetabek pada tanggal 5-8 November 2014 yang diselenggarakan oleh SMA Islam Al Azhar 8 Kemang Pratama Bekasi Jawa Barat. “Semoga prestasi yang dicapai menjadi motivasi untuk meningkatkan semangat dalam meraih ilmuyang bermanfaat bagi islam dan kaum muslimin. Amin...” 1 2 3 Ucapan Selamat
  12. 12. ‫ال‬ْ‫و‬َ‫ل‬ َ‫ف‬� ً‫ة‬َّ‫اف‬َ‫ك‬ ‫وا‬ُ‫ِر‬‫ف‬ْ‫ن‬َ‫ي‬�ِ‫ل‬ َ‫ون‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ان‬َ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ ‫وا‬ُ‫ه‬َّ‫َق‬‫ف‬َ‫ت‬�َ‫ِي‬‫ل‬ ٌ‫ة‬َ‫ف‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ط‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ِ�ن‬‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ق‬ْ‫ِر‬‫ف‬ ِّ‫ل‬ُ‫ك‬ ْ‫ِن‬‫م‬ َ‫َر‬‫ف‬َ‫ن‬� ‫وا‬ُ‫ع‬َ‫ج‬َ‫ر‬ ‫َا‬‫ذ‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫م‬ْ‫و‬ َ‫�ق‬ ‫وا‬ُ‫ر‬ِ‫ذ‬ْ‫ن‬ُ‫ي‬�ِ‫ل‬َ‫و‬ ِ‫ين‬ِّ‫الد‬ ‫ِي‬‫ف‬ )١٢٢( َ‫ون‬ُ‫ر‬َ‫ذ‬ ْ‫ح‬َ‫ي‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬ ْ‫ِم‬‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapaoranguntukmemperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (Q.S.At Taubah : 122) Ayat ini menjelaskan kepada kita hal yang sepatutnya diperbuat dan dilakukan oleh seorang mukmin dari amal shalih yang berada di hadapannya. Ayat ini berbicara tentang jihad fii sabilillah dan mencari ilmu syar’i .Tentu keduanya merupakan amalan yang nilainya sangat mulia dalam islam dan sangat besar pahalanya di sisi Allah k.Denganjihadakantegaksyariat Allah;denganIlmuakanterbimbing ummat ke jalan yang haq . Imam Al qurthubi menjelaskan kepada kita bahwa jihad fii sabilillah Oleh: Zainal Arifin, Lc. 12 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan TAFSIR Nilai mencari ilmu syar’i Al-qur’an dalam pandangan
  13. 13. hukumnya fardhu kifayah bukan fardhu ‘ain seperti shalat lima waktu; yang mana kalau seluruhnya pergi berjihad niscaya akan terlantar orang orang yang berada di belakang mereka dari keluarga keluarga mereka. Maka hendaklah ada sekelompok di antara mereka yang keluar untuk berjihad dan tinggal (tetap) sebagian dari mereka bertafaqquh fii ad-diin ( Mendalami dan mempelajari ilmu syar’i) dan menjaga para kaum wanita sehingga apabila kelompok yang berjihad kembali, maka kelompok yang tinggal tadi bisa memberi tahu apa yang mereka telah pelajari dari hukum hukum syar’ie dan apa saja yang baru turun (dari ayat) kepada Nabi n. Beliau (Imam Qurthubi) pun berpendapat; "bahwa ayat ini merupakan merupakan pokok dan dasar yang utama akan wajibnya menuntut ilmu, karena makna ayat tersebut adalah; ” Tidak patut bagi orang orang mukmin pergi ( berjihad) seluruhnya sedangkan Nabi n tinggal di tempatnya (tidak berjihad) lalu mereka meninggalkan beliau sendiri”. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’diy v dalam tafsirnya mengatakan; “Dalam hal ini ada keutamaan ilmu, terkhusus ilmu tentang agama, sesungguhnya dia itu merupakan hal yang sangat penting, dan siapa saja yang sudah belajar suatu ilmu maka wajib baginya untuk menyebarkan ilmu tersebut serta memberi nasehat kepada orang lain karena tersebarnya ilmu dari seorang alim merupakan barokah dan pahalanya yang akan berkembang untuknya”. Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy pun mengatakan bahwa pada ayat ini ada bimbingan yang sangat lembut yaitu, ”Sesungguhnya kaum muslimin sepatutnya menyiapkan orang untuk setiap kemaslahatan dari kemaslahatan kemaslahatan yang umum sehingga dia bisa menggunakan waktunya untuk mewujudkan kemaslahatan tersebut dan berijtihad padanya dan tidak berpaling ke yang lainnya agar tegak kemaslahatan tadi dan sempurna manfaatnya sehingga pandangan seluruhnya dan akhir dari seluruh tujuannya adalah satu yaitu terwujudnya kemaslahatan agama dan dunia mereka walaupun jalannnya beraneka ragam dan pekerjaannya pun bermacam macam, namun tujuannya tetap satu. Ini merupakan hikmah yang umum yang sangat bermanfaat 13 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan
  14. 14. dalam seluruh perkara . Dalil-dalil yang menyebutkan keutamaan jihad fii sabilillah sangatlah banyak , baik dalam al qur’an maupun hadits nabi n, di antaranya hadits Abu Said Al Khudri berikut ini ; ُ‫اهلل‬ ‫ى‬َّ‫ل‬ َ‫ص‬ِ‫هلل‬‫ا‬ َ‫ول‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َّ‫ن‬َ‫أ‬ ، ِّ‫ِي‬‫ر‬ْ‫د‬ُْ‫خ‬‫ال‬ ٍ‫د‬‫ِي‬‫ع‬َ‫س‬ ِ‫ي‬‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ ِ‫م‬َ‫لا‬ْ‫س‬ِْ‫إ‬‫ِال‬‫ب‬َ‫و‬ ،‫ا‬ًّ‫ب‬َ‫ر‬ِ‫هلل‬‫ِا‬‫ب‬ َ‫ي‬ ِ‫ض‬َ‫ر‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ :َ‫َال‬‫ق‬ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫َي‬‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ب‬ ِ‫ج‬َ‫ع‬َ‫ف‬� ، »ُ‫ة‬َّ‫ن‬َْ‫ج‬‫ال‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ْ‫ت‬َ‫ب‬َ‫ج‬َ‫و‬ ،‫ا‬ًّ‫ي‬ِ‫ب‬َ‫ن‬ ٍ‫د‬َّ‫م‬ َ‫ح‬ُِ‫م‬‫ب‬َ‫و‬ ،‫ا‬ً‫ن‬‫ِي‬‫د‬ ِ‫ه‬ْ‫َي‬‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫اهلل‬ ‫ى‬َّ‫ل‬ َ‫ص‬ ِ‫هلل‬‫ا‬ َ‫ول‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫َال‬‫ق‬َ‫ف‬� ،ٍ‫د‬‫ِي‬‫ع‬َ‫س‬ ‫و‬ُ‫ب‬َ‫أ‬ ‫ا‬ََ‫ه‬‫ل‬ ِ‫ي‬‫ف‬ ٍ‫ة‬َ‫ج‬َ‫ر‬َ‫د‬ َ‫ة‬َ‫ئ‬‫ِا‬‫م‬ ُ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬َِ‫ه‬‫ب‬ ُ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ر‬ُ‫ي‬� ‫ى‬َ‫ر‬ْ‫خ‬ُ‫أ‬َ‫«و‬ : َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ِ‫ء‬‫ا‬َ‫م‬َّ‫الس‬ َْ‫ن‬‫ي‬َ‫ب‬� ‫ا‬َ‫م‬َ‫ك‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ج‬َ‫ر‬َ‫د‬ ِّ‫ل‬ُ‫ك‬ َْ‫ن‬‫ي‬َ‫ب‬� ‫ا‬َ‫م‬ ،ِ‫ة‬َّ‫ن‬َْ‫ج‬‫ال‬ ‫ِ؟‬‫هلل‬‫ا‬ َ‫ول‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ‫ا‬َ‫ي‬ َ‫ِي‬‫ه‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ :َ‫َال‬‫ق‬ ، » ِ‫ض‬ْ‫ر‬َْ‫أ‬‫ال‬َ‫و‬ ) ‫مسلم‬ ‫اه‬‫و‬‫ر‬ ( » ِ‫هلل‬‫ا‬ ِ‫ِيل‬‫ب‬َ‫س‬ ِ‫ي‬‫ف‬ ُ‫د‬‫ا‬َ‫ه‬ِْ‫ج‬‫«ال‬ :َ‫َال‬‫ق‬ ”DariAbuSaidAlKhudriyrodhiyallohu anhu sesungguhnya Rasulullah n bersabda ; “Barang siapa Ridha Allah sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanyasertaMuhammadsebagai Nabinya maka pasti untuknya surga. Maka takjub Abu Said dengan hal tersebut. Lalu Rasulullah n pun bersabda lagi, “dan ada yang lain yang mana Allah akan mengangkat seorang hamba dengannya seratus derajat di surga, jarak antara satu tingkat dengan tingkat berikutnya sebagaimana jarak antara langit dan bumi”. Lalu Abu Said bertanya ;” Apa itu wahai Rasulullah ?”, Rasulullah menjawab;”JihaddijalanAlloh”.(HR. Muslim) . Namun demikian, betapa hebatnya pahala serta nilai jihad di dalam Islam dan di sisi Allah. Ayat yang kita bahas ini mengisyaratkan hendaklah tidak seluruh kaum muslimin pergi berjihad,melainkan ada sekelompok di antara mereka yang mendalami ilmu agama (Tafaqquh fii ad diin) Dalil yang mengisyaratkan 14 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan
  15. 15. akan keutamaan tafaqquh fii ad diin sangatlah banyak pula , diantaranya adalah hadits berikut ini yang di tuturkan oleh sahabat yang mulia Abu ad darda’ z , ‫مسعت‬ : ‫قال‬ ‫عنه‬ ‫اهلل‬ ‫رضي‬ ‫الدرداء‬ ‫أيب‬ ‫عن‬ : ‫يقول‬ ‫سلم‬ ‫و‬ ‫عليه‬ ‫اهلل‬ ‫صلى‬ ‫اهلل‬ ‫رسول‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ َ‫ل‬َ‫ه‬َ‫س‬ ‫ا‬ً‫ْم‬‫ل‬ِ‫ع‬ ِ‫ه‬‫ِي‬‫ف‬ ُ‫ُب‬‫ل‬ْ‫ط‬َ‫ي‬ ‫ًا‬‫ق‬‫ِي‬‫ر‬َ‫ط‬ َ‫َك‬‫ل‬َ‫س‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ع‬ َ‫ض‬َ‫ت‬َ‫ل‬ َ‫ة‬َ‫ِك‬‫ئ‬َ‫لا‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫ِن‬‫إ‬َ‫و‬ ،ِ‫ة‬َّ‫ن‬َْ‫ج‬‫ال‬ َ‫ى‬‫ِل‬‫إ‬ ‫ًا‬‫ق‬‫ِي‬‫ر‬َ‫ط‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ،ُ‫ع‬َ‫ن‬ ْ‫ص‬َ‫ي‬ ‫ا‬َِ‫م‬‫ب‬ ‫ا‬ ً‫ِض‬‫ر‬ ِ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ِب‬‫ل‬‫ا‬َ‫ِط‬‫ل‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫�ت‬ َ‫ِح‬‫ن‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ، ِ‫ات‬َ‫و‬َ‫م‬َّ‫الس‬ ِ‫ي‬‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ُ‫ِر‬‫ف‬ْ‫غ‬َ‫�ت‬ ْ‫س‬َ‫ي‬َ‫ل‬ َِ‫م‬‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫ِن‬‫إ‬َ‫و‬ ،ِ‫ء‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ي‬‫ف‬ ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ت‬‫ِي‬ْ‫ح‬‫ال‬ َ‫ى‬‫ت‬َ‫ح‬ ، ِ‫ض‬ْ‫ر‬َْ‫أ‬‫ال‬ ِ‫ي‬‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ ِ‫ر‬َ‫َم‬‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ل‬ ْ‫ض‬َ‫ف‬َ‫ك‬ ،ِ‫د‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫َى‬‫ل‬َ‫ع‬ ِِ‫م‬‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ل‬ ْ‫َض‬‫ف‬ َ‫و‬ َ‫اء‬َ‫َم‬‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫ِن‬‫إ‬َ‫و‬ ، ِ‫ب‬ِ‫اك‬َ‫و‬َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ر‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫س‬ ‫َى‬‫ل‬َ‫ع‬ ِ‫ر‬َ‫َم‬‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ،‫ا‬ً‫ار‬َ‫ن‬‫ِي‬‫د‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ث‬ِّ‫ر‬َ‫و‬ُ‫ي‬� َْ‫م‬‫ل‬ َ‫اء‬َ‫ِي‬‫ب‬ْ‫ن‬َْ‫أ‬‫ال‬ َّ‫ِن‬‫إ‬َ‫و‬ ،ِ‫ء‬‫ا‬َ‫ِي‬‫ب‬ْ‫ن‬َْ‫أ‬‫ال‬ ُ‫ة‬َ‫ث‬َ‫ر‬َ‫و‬ َ‫ذ‬َ‫خ‬َ‫أ‬ ُ‫ه‬َ‫ذ‬َ‫خ‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫َم‬‫ف‬ ،َ‫ْم‬‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ث‬َّ‫ر‬َ‫و‬ ‫َا‬َّ‫م‬‫ِن‬‫إ‬ ،‫ا‬ًَ‫م‬‫ه‬ْ‫ِر‬‫د‬ َ‫لا‬َ‫و‬ ) ‫الرتمذي‬ ‫و‬ ‫داود‬ ‫أبو‬ ‫اه‬‫و‬‫ر‬ ( »ٍ‫ر‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫و‬ ٍّ‫ظ‬َِ‫ح‬‫ب‬ Dari Abu Ad Darda’ z ia berkata ; “Aku mendengar Rasulullah n bersabda ; “Barangsiapa yang menempuh jalan dimana ia mencari ilmu padanya , Allah akan mudahkan untuknya jalan ke surga, dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya terhadap orang yang mencari ilmu sebagai keridhoaan dengan apa yang ia lakukan , dan sesungguhnya orang yang berilmu itu akan di mintakan untuknya ampunan oleh makhluk Allah di langit dan di bumi termasuk juga ikan-ikan di laut, serta keutamaan seorang yang berilmu (“alim”) di banding dengan orang yang beribadah (“abid”) seperti lebih utamanya bulan dibanding seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama merupakan pewaris Nabi ; dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham (harta), namun mereka mewariskan ilmu, maka barang siapa yang bisa mengambilnya maka sungguh ia telah mendapatkan sesuatu yang sangat banyak”. (H.R. Abu Dawud dan At Tirmidzi) ‫قال‬ : ‫قال‬ ‫عنه‬ ‫اهلل‬ ‫رضي‬ ُ‫ة‬‫معاوي‬ ‫عن‬ ِ‫د‬ِ‫ر‬ُ‫ي‬ ‫ن‬َ‫م‬ : ‫م‬َّ‫وسل‬ ‫عليه‬ ُ‫اهلل‬ ‫ى‬َّ‫صل‬ ِ‫هلل‬‫ا‬ َ‫رسول‬ ) ‫عليه‬ ‫متفق‬ ( ِ‫ين‬ْ‫د‬ِّ‫ال‬ ِ‫ي‬‫ف‬ ‫ه‬ْ‫ه‬ِّ‫ق‬َ‫ف‬ُ‫ي‬� ‫ا‬ً‫خري‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫اهلل‬ Dari Mu’awiyah z ia berkata, telah bersabda Rasululloh n : “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan untuknya maka Allah akan pahamkan dia dalam agama”. (muttafaqun alaihi) ‫و‬ ‫صحبه‬ ‫و‬ ‫آله‬ ‫على‬ ‫و‬ ‫حممد‬ ‫نبينا‬ ‫على‬ ‫اهلل‬ ‫صلى‬ ‫و‬ ‫ا‬‫ري‬‫كث‬‫تسليما‬ ‫سلم‬ 15 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan
  16. 16. ُ‫ت‬ْ‫ع‬ِ‫م‬َ‫س‬ َ‫ال‬َ‫ق‬ ِ‫اص‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ن‬ْ‫ب‬ ‫ِو‬‫ر‬ْ‫م‬َ‫ع‬ ِ‫ن‬ْ‫ب‬ ِ‫ه‬َّ‫الل‬ ِ‫د‬ْ‫ب‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ َّ‫ِن‬‫إ‬ ُ‫ُول‬‫ق‬َ‫�ي‬ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ ‫ى‬َّ‫ل‬ َ‫ص‬ ِ‫ه‬َّ‫الل‬ َ‫ول‬ُ‫س‬َ‫ر‬ ِ‫د‬‫ا‬َ‫ِب‬‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ْ‫ِن‬‫م‬ ُ‫ه‬ُ‫ع‬ِ‫ز‬َ‫ت‬ْ‫ن‬َ‫�ي‬ ‫ا‬ً‫ع‬‫ا‬َ‫ز‬ِ‫ت‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ِض‬‫ب‬ْ‫ق‬َ‫�ي‬ َ‫لا‬ َ‫ه‬َّ‫الل‬ ‫َا‬‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫َّى‬‫ت‬َ‫ح‬ ِ‫ء‬‫ا‬َ‫م‬َ‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ض‬ْ‫َب‬‫ق‬ِ‫ب‬ َ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُ‫ِض‬‫ب‬ْ‫ق‬َ‫�ي‬ ْ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫ل‬َ‫و‬ ‫ال‬َّ‫ه‬ُ‫ج‬ ‫ا‬ً‫وس‬ُ‫ء‬ُ‫ر‬ ُ‫َّاس‬‫ن‬‫ال‬ َ‫ذ‬ َ‫خ‬َّ‫ت‬‫ا‬ ‫ا‬ً‫ِم‬‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ ِ‫ق‬ْ‫ب‬ُ‫�ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ‫وا‬ُّ‫ل‬ َ‫ض‬َ‫أ‬َ‫و‬ ‫وا‬ُّ‫ل‬ َ‫ض‬َ‫ف‬ ٍ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ِ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ِ‫ب‬ ‫ا‬ْ‫و‬َ‫ت‬� ْ‫ف‬�َ‫أ‬َ‫ف‬ ‫وا‬ُ‫ل‬ِ‫ئ‬ ُ‫س‬َ‫ف‬ . Abdullah bin ‘Amr bin ‘Aash a berkata,“SayamendengarRasulullah n bersabda; Sesungguhnya Allah k tidaklah mencabut ilmu agama itu dengan menariknya sekonyong- konyong dari dada hamba-hamba Nya. Namun Allah angkat ilmu agama itu dengan diwafatkannya paraulama.Hingga,jikalautidaklagi menyisakan satupun ulama, maka orang-orang di saat itu mengangkat pemimpin-pemimpinnya dari kalangan orang-orang bodoh; para pemimpin itu pun ditanya tentang masalah-masalah agama, lantas mereka memberi fatwa tanpa landasan ilmu yang benar, dengannya mereka sesat dan menyesatkan.”(H.R.Bukhari,bab kaifa yuqbadhu al-'ilmu). Sang Pencerah Oleh: Muhammad Irfan Zain, Lc. 16 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan HADIST
  17. 17. Ulama, Mereka Adalah Karunia Allah dan Simbol Agama Keberadaan ulama dalam sebuah komunitas –secara khusus- dan di dunia ini –secara umum- adalah satu diantara nikmat besar yang Allah karuniakan kepada manusia, bahkan kepada alam raya secara umum. Dengan keberadaan para alim (ulama), seluruh makhluk akan memintakan ampun bagi para ulama tersebut karena manfaat yang mereka berikan, tidak saja kepada manusia tetapi juga kepada seluruh alam. Manfaat yang dimaksud bukanlah manfaat yang bersifat nominal angka dalam bentuk rupiah, dollar, atau real. Akan tetapi manfaat yang dimaksudadalahsebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah n: ‫ا‬ً‫ار‬َ‫ن‬‫ِي‬‫د‬‫ا‬‫و‬ُ‫ث‬ِّ‫ر‬َ‫و‬ُ‫ي‬�َْ‫م‬‫ل‬َ‫اء‬َ‫ِي‬‫ب‬ْ‫ن‬َ‫أل‬‫ا‬ َّ‫ِن‬‫إ‬َ‫و‬ِ‫ء‬‫ا‬َ‫ِي‬‫ب‬ْ‫ن‬َ‫أل‬‫ا‬ُ‫ة‬َ‫ث‬َ‫ر‬َ‫و‬َ‫اء‬َ‫َم‬‫ل‬ُ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫ِن‬‫إ‬ ٍ‫ر‬ِ‫ف‬‫ا‬َ‫و‬ ٍّ‫ظ‬َِ‫ح‬‫ب‬ َ‫ذ‬َ‫خ‬َ‫أ‬ ُ‫ه‬َ‫ذ‬َ‫خ‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫َم‬‫ف‬ َ‫ْم‬‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ث‬َّ‫ر‬َ‫و‬ ‫ا‬ًَ‫م‬‫ه‬ْ‫ِر‬‫د‬ َ‫ال‬َ‫و‬ "Sesungguhnya para ulama adalah pewaris sekalian nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak juga dirham kepada ummat. Warisan mereka hanyalah ilmu agama. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sungguh ia telah mengambil bagiannya yang banyak.”(H.R.Abu Dawud, bab al hatstsu ala thalab al-ilmi). Karakter Ilmu Agama dan Keutamaan para Penyandangnya Ilmu agama, dalam tinjauannya sebagai sebuah disiplin ilmu, memiliki karakter yang berbeda dengan disiplin ilmu keduniaan. Perbedaan itu sudah tampak mulai dari hulu hingga hilirnya. Dari hulu, hukum menuntut ilmu agama adalah wajib. Sebagaimana bagi seorang yang menuntutnya pun wajib menjalaninya dengan ikhlas, semata mengharap keridhaan Allah. Di hilir, parameter keberhasilan seorang penuntut ilmu agama tidaklahdinilaidarigelarkesarjanaan yang berhasil diraihnya. Akan tetapi, parameter yang dijadikan acuan adalah sejauh mana ilmu yang dimilikinya dapat mendekatkannya kepada Allah, bermanfaat bagi dirinya dan bermanfaat bagi selain dirinya. Dengan mengetahui dan mengingat perbedaan karakter itu, wajarlah bila dalam banyak keterangan agama, secara khusus Allah memuji para penuntut ilmu agama dan para penyandangnya. Allah k berfirman; {‫ا‬ً‫ِم‬‫ئ‬‫َا‬‫ق‬َ‫و‬ ‫ا‬ً‫د‬ِ‫اج‬َ‫س‬ ِ‫ل‬ْ‫ي‬َّ‫الل‬ َ‫اء‬َ‫ن‬‫آ‬ ٌ‫ِت‬‫ن‬‫َا‬‫ق‬ َ‫و‬ُ‫ه‬ ْ‫ن‬َّ‫م‬َ‫أ‬ ْ‫ل‬َ‫ه‬ ْ‫ُل‬‫ق‬ ِ‫ه‬ِّ‫ب‬َ‫ر‬ َ‫ة‬َْ‫م‬‫ح‬َ‫ر‬ ‫و‬ُ‫ج‬ْ‫ر‬َ‫ي‬�َ‫و‬ َ‫ة‬َ‫ر‬ِ‫خ‬ ْ‫آ‬‫ال‬ ُ‫َر‬‫ذ‬َْ‫ح‬‫ي‬ 17 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan
  18. 18. ‫ون‬ُ‫َم‬‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ي‬� َ‫لا‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬َ‫و‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫َم‬‫ل‬ْ‫ع‬َ‫ي‬� َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ِي‬‫و‬َ‫ت‬ ْ‫س‬َ‫ي‬} [9:‫]الزمر‬ (Apakahmerekayanghanyameminta kepada Allah di waktu susah dan melupakaNyadiwaktusenangadalah lebih baik) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?. Katakanlah: Adakah sama orang- orang yang mengetahui (kewajiban- kewajibannya kepada Allah) dengan orang-orangyangtidakmengetahui?." (Q.S.Az Zumar : 9) ‫ا‬‫و‬ُ‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ ِ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ر‬َ‫ي‬�{ ]11 :‫[اجملادلة‬ } ٍ‫ات‬َ‫ج‬َ‫ر‬َ‫د‬ َ‫ْم‬‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ “Allahakanmeninggikanorang-orang yangberimandiantaramudanorang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”.(Q.S.Al Mujadilah : 11). Rasulullah n bersabda; َ‫َك‬‫ل‬َ‫س‬ ‫ا‬ً‫ْم‬‫ل‬ِ‫ع‬ ِ‫ه‬‫ِي‬‫ف‬ ُ‫ُب‬‫ل‬ْ‫ط‬َ‫ي‬ ‫ًا‬‫ق‬‫ِي‬‫ر‬َ‫ط‬ َ‫َك‬‫ل‬َ‫س‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ َ‫ة‬َ‫ِك‬‫ئ‬َ‫ال‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫ِن‬‫إ‬َ‫و‬ ِ‫ة‬َّ‫ن‬َْ‫ج‬‫ال‬ ِ‫ق‬ُ‫ر‬ُ‫ط‬ ْ‫ِن‬‫م‬ ‫ًا‬‫ق‬‫ِي‬‫ر‬َ‫ط‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ َِ‫م‬‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ َّ‫ِن‬‫إ‬َ‫و‬ ِ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ِب‬‫ل‬‫ا‬َ‫ِط‬‫ل‬ ‫ا‬ ً‫ِض‬‫ر‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫�ت‬ َ‫ِح‬‫ن‬ْ‫ج‬َ‫أ‬ ُ‫ع‬ َ‫ض‬َ‫ت‬َ‫ل‬ ِ‫ض‬ْ‫ر‬َ‫أل‬‫ا‬ ِ‫ى‬‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬ ِ‫ات‬َ‫و‬َ‫م‬َّ‫الس‬ ِ‫ى‬‫ف‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ُ‫ِر‬‫ف‬ْ‫غ‬َ‫�ت‬ ْ‫س‬َ‫ي‬َ‫ل‬ ِِ‫م‬‫ال‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ل‬ ْ‫َض‬‫ف‬ َّ‫ِن‬‫إ‬َ‫و‬ ِ‫ء‬‫ا‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ف‬ْ‫و‬َ‫ج‬ ِ‫ى‬‫ف‬ ُ‫ن‬‫ا‬َ‫ت‬‫ِي‬ْ‫ح‬‫ال‬َ‫و‬ ‫َى‬‫ل‬َ‫ع‬ ِ‫ر‬ْ‫د‬َ‫ب‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ة‬َ‫ل‬ْ‫�ي‬َ‫ل‬ ِ‫ر‬َ‫َم‬‫ق‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ل‬ ْ‫ض‬َ‫ف‬َ‫ك‬ ِ‫د‬ِ‫ب‬‫ا‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫َى‬‫ل‬َ‫ع‬ ‫ب‬ِ‫اك‬َ‫و‬َ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ ِ‫ر‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫س‬ “Barangsiapa menempuh jalan dalam rangkamenuntutilmuagama,niscaya Allah akan mudahkan baginya satu diantara jalan-jalan menuju Surga. Sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayap-sayapnya karena ridha kepada para penuntut ilmu. Dan sesungguhnya seluruh makhluk di langit dan di bumi, bahkan hingga ikan di dasar lautan, akan memintakan ampun bagi para penuntut ilmu. Sesungguhnya keutamaan seorang penyandang ilmu agama dari yang selainnya ibarat keutamaan bulan di malam purnama atas sekalian bintang di langit.” (H.R.Abu Dawud, bab al hatstsu 'ala thalab al-ilmi) Mereka Sudah Semakin Langka Para ulama, keberadaan mereka dari masa ke masa semakin langka. Maka benarlah jika dinyatakan dalam sebuah kata hikmah; ‫أقل‬ ‫ا‬‫و‬‫صار‬ ‫فقد‬ ... ً‫ال‬‫قلي‬ ‫ا‬‫و‬‫عد‬ ‫إذا‬ ‫ا‬‫و‬‫كان‬‫وقد‬ ‫القليل‬ ‫من‬ 18 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan
  19. 19. “Dahulu jumlah mereka adalah sedikit. Dan ternyata saat ini, jumlah mereka lebih sedikit dari yang sedikit itu.”. Keberadaan mereka yang semakin langka ini, bagi orang- orang beriman -tentu- adalah fenomena yang sungguh sangat mengkhawatirkan. Terlebih dengan mencermati informasi yang disampaikan oleh Rasulullah n dalam hadits Abdullah bin ‘Amr a, bahwa ketika Allah k telah mewafatkanmerekasemuanya(para ulama), tiadalah tersisa di muka bumi ketika itu melainkan orang- orang bodoh yang dijadikan acuan oleh masyarakat dalam penetapan- penetapan hukum. Dengan dasar ketidakpahamannya, para pemimpin itu menetapkan hukum yang salah, hingga mereka sesat dan menyesatkan banyak orang. Fenomena Akhir Zaman Mengangkat orang-orang yang tidak berkompetensi menduduki posisi-posisistrategis,sebagaiulama, pendakwah, penentu kebijakan dan yang semisalnya; seluruh hal ini adalah sebuah fenomena yang tidak dapat kita pungkiri telah ada ditengah-tengah kita. Betapa hati kita sakit dan tersayat menyaksikan orang-orang yang diklaim sebagai cendikiawan muslim itu berdebat dalam masalah-masalah Islam yang mendasar dan seharusnya tidak lagi boleh diperdebatkan karena telah menjadi masalah baku (min ats tsawaabit fil Islam). Betapa hati kita sakit dan tersayat menyaksikan kelompok-kelompoksempalanyang mengatasnamakan dirinya Islam dilegalkan, diantaranya dengan pemelintiran sejumlah keterangan- keterangan agama yang dilakukuan oleh mereka yang diklaim sebagai tokohpembaharuIslam.Danbetapa hati kita akan merasa sedih melihat saudara-saudara kita yang justru ingin menegakkan sunnah; lantas difitnah, dicaci, dan dikucilkan. Fenomena akhir zaman, yang di antaranya ditandai dengan semakin berkurangnya para ulama, sudah seharusnya menjadi pemicu bagi kita untuk memiliki andil positif dalam upaya meregenerasi mereka. Mempersiapkan kader-kader yang andal untuk menghadapi dan menjawab segala syubhat yang ditiupkan oleh musuh-musuh Islam. 19 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan
  20. 20. 20 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan Demikian juga memfasilitasi mereka agar dapat lebih berkonsentrasi dengan “ilmu” dan tidak justru disibukkan dengan urusan-urusan keduniaan lainnya; baik dimasa pendidikannya maupun setelah ia memasuki dan berada pada jenjang setelahnya. Denganhadirnyagenerasi-generasi mumpuni tersebut, diharapkan dapat menjadi pencerah dan pemberi kabar gembira ditengah ummat yang saat ini tengah dilanda berbagai cobaan, baik dari kalangan eksternal ataupun dari internal yang mencoba merusak dan mencabik- cabik mereka dari dalam. Kesimpulan Dari pemaparan hadits Abdullah bin ‘Amr a ini, dapat dipetik beberapa pelajaran. Diantaranya adalah ; 1. Dalam hadits ini dijelaskan keutamaanilmudanpenyandangnya, dan celaan terhadap sifat bodoh dan penyandangnya. 2. Anjuran untuk menuntut ilmu agama. 3. Keberadaan para ulama adalah satu diantara nikmat Allah yang sangat besar. 4. Tugas para ulama adalah menjelaskan agama kepada seluruh lapisan masyarakat. Dan kewajiban masyarakat awwam adalah kembali merujuk dan bertanya kepada para ulama dalam masalah-masalah agama. 5. Lenyapnya para ulama adalah satu di antara fenomena akhir zaman. 6. Melakukan upaya regenerasi ulama adalah satu di antara kewajiban (fardhu) kifayah bagi ummat; bila telah ada yang melakukannya, gugurlah kewajiban yang lainnya. Namun, bila seluruh orang telah mengabaikannya, maka berdosalah seluruhnya. Akhirnya hanya kepada Allah k harapan dan angan. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah dan menjadikan kita sebagai satu dari mereka yang memiliki andil dalam menghidupkan nilai dan norma- norma agama di tengah derasnya arus penyesatan dan pembodohan. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolong.Wahasbunallahwani’mal wakiil. Referensi 1. Al Quran al Kariim 2. Al Jaami’e Al Musnad As Shahiih, oleh Imam Muhammad bin Ismail Abu Abdillah al Bukhari. 3. Sunan Abi Daud, oleh Imam Sulaiman bin al Asy’ats Abu Daud as Sajastaani al Azdiy 4. ‘Idzhaat wa ‘Ibar min Ahaadiits Sayyid al Basyar , oleh Syaikh Jabir bin Musa bin Abdul Qadir bin Jabir Abu Bakr al Jazaairiy 5.http://islamport.com/w/adb/Web/678/23.htm
  21. 21. P embaca yang dirahmati Allah, pada edisi kali ini kita akan mengangkat pembahasan tentang shalatsunnahrawatib.Temainiperlu rasanyauntukdiketengahkankarena shalat sunnah rawatib merupakan shalat yang senantiasa dilaksanakan oleh Rasulullah n dan beliau pun mendorong ummatnya agar senantiasa mengerjakannya secara rutin. Namun pada zaman sekarang, begitu banyak ummat Islam yang mengaggap remeh sunnah ini hingga dengan ringan hati ia meninggalkannya. Tak sedikit yang “berlindung”dibalikkatasunnahagar ia dengan lengang meninggalkan perkara tersebut. Sama halnya tak sedikitjuayang“bertameng”dengan kata–katamakruhuntukmelegalkan perbuatan yang dilakukannya. Semoga Allah memudahkan kita untuk menjalankan perintahNya, baik itu perkara–perkara yang wajib maupun perkara–perkara yang sunnah. Apa Itu Shalat Sunnah Rawatib ? Shalat sunnah rawatib ialah shalat sunnah yang mengiringi shalat fardhubaikyangdikerjakansebelum shalat fardhu (shalat sunnah qabliyah) maupun yang dilakukan setelahnya (ba’diyah). Dinamakan Sunnah Rawatib shalat )bagian 1( Oleh: Rafael Afrianto,Lc. 21 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan FIQIH
  22. 22. 22 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan shalat tersebut dengan sunnah rawatib karena disyariatkan untuk mengerjakannya secara rutin. Jumlah rakaat shalat sunnah rawatib Terkaitjumlahrakaatshalatsunnah rawatib, maka terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama: Pendapatpertama: bahwa jumlah rakaat shalat sunnah rawatib adalah 10 rakaat. Berdasarkan hadits Ibnu Umar a : : َ‫َال‬‫ق‬ ،‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ن‬�َ‫ع‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ َ‫ي‬ ِ‫ض‬َ‫ر‬ َ‫ر‬َ‫م‬ُ‫ع‬ ِ‫ن‬ْ‫ب‬‫ا‬ ِ‫ن‬َ‫ع‬ َ‫ر‬ ْ‫ش‬َ‫ع‬ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫َي‬‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫اهلل‬ ‫ى‬َّ‫ل‬ َ‫ص‬ ِِّ‫ي‬‫َّب‬‫ن‬‫ال‬ َ‫ِن‬‫م‬ ُ‫ت‬ْ‫ِظ‬‫ف‬َ‫«ح‬ ،‫ا‬َ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ر‬ْ‫ه‬ُّ‫الظ‬ َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬ ٍ‫ات‬َ‫ع‬َ‫ك‬َ‫ر‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ه‬ِ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬� ِ‫ي‬‫ف‬ ِ‫ِب‬‫ر‬ْ‫غ‬َ‫مل‬‫ا‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ )ِ‫ح‬ْ‫ب‬ ُّ‫الص‬ ِ‫ة‬َ‫ال‬ َ‫ص‬ (َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ه‬ِ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬� ِ‫ي‬‫ف‬ ِ‫ء‬‫ا‬َ‫ِش‬‫ع‬‫ال‬ Dari Ibnu Umar c berkata :”Aku menghafal dari Rasulullah n 10 rakaat ; 2 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelah dzuhur, 2 rakaat setelah maghrib di rumahnya, 2 rakaat setelah isya di rumahnya dan 2 rakaat sebelum shalat subuh.” Pendapat kedua : jumlah rakaat shalat sunnah rawatib adalah 12 rakaat. Berdasarkan hadits ‘Aisyah c: ‫ى‬َّ‫ل‬ َ‫ص‬ ِ‫ه‬َّ‫الل‬ ُ‫ول‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫َال‬‫ق‬ : ْ‫ت‬َ‫ل‬‫َا‬‫ق‬ ،َ‫ة‬َ‫ِش‬‫ئ‬‫ا‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ َ‫ة‬َ‫ر‬ ْ‫ش‬َ‫ع‬ َْ‫ي‬‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫ث‬ ‫َى‬‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ر‬َ‫ب‬�‫ا‬َ‫ث‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ « :َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫َي‬‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ :ِ‫ة‬َّ‫ن‬َ‫جل‬‫ا‬ ِ‫ي‬‫ف‬ ‫ا‬ً‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬� ُ‫ه‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ َ‫ى‬‫ن‬َ‫ب‬� ِ‫ة‬َّ‫ن‬ُّ‫الس‬ َ‫ِن‬‫م‬ ً‫ة‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬ ،‫ا‬َ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ر‬ْ‫ه‬ُّ‫الظ‬ َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ ٍ‫ات‬َ‫ع‬َ‫ك‬َ‫ر‬ ِ‫ع‬َ‫ب‬ْ‫ر‬َ‫أ‬ ،ِ‫ء‬‫ا‬َ‫ِش‬‫ع‬‫ال‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ، ِ‫ِب‬‫ر‬ْ‫غ‬َ‫مل‬‫ا‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ”ِ‫ر‬ ْ‫ج‬َ‫ف‬‫ال‬ َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ DariAisyahcberkata,“Rasulullah n bersabda : Barangsiapa yang menjaga 12 rakaat shalat sunnah niscaya Allah akan membangunkan rumah baginya di surga : 4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelah dzuhur, 2 rakaat setelah maghrib, 2 rakaat setelah shalat isya dan 2 rakaat sebelum shalat subuh“. Perbedaan pendapat terkait jumlah rakaat shalat sunnah rawatib ini in syaa Allah nanti akan dibahas pada sub judul shalat sunnah qabliyah dzuhur. Karena sumber dari perbedaan pendapat terkait jumlah rakaat shalat sunnah rawatib ini terletak pada perbedaan riwayat tentang shalat sunnah sebelum dzuhur apakah 2 rakaat ataukah 4 rakaat. Dua Rakaat atau Empat Rakaat Sebelum Dzuhur Para ulama berbeda pendapat terkait jumlah rakaat rawatib sebelum dzuhur. Sebagian diantaranya berpendapat hanya 2 rakaat saja dan sebagian yang
  23. 23. 23 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan lainnya mengatakan 4 rakaat. Perbedaan pendapat ini terjadi dikarenakan terdapat dua riwayat yang berbeda yang menjelaskan tentang jumlah rakaat shalat sunnah rawatib sebelum dzuhur. Kedua hadits tersebut sama -sama diriwayatkan oleh 2 orang sahabat besar dan merupakan hadits yang masuk dalam kategori shahih menurut pandangan para ulama. Pendapat pertama: 2 rakaat. Berdasarkan hadits Ibnu Umar c : : َ‫َال‬‫ق‬ ،‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ن‬�َ‫ع‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ َ‫ي‬ ِ‫ض‬َ‫ر‬ َ‫ر‬َ‫م‬ُ‫ع‬ ِ‫ن‬ْ‫ب‬‫ا‬ ِ‫ن‬َ‫ع‬ َ‫ر‬ ْ‫ش‬َ‫ع‬ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫َي‬‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫اهلل‬ ‫ى‬َّ‫ل‬ َ‫ص‬ ِِّ‫ي‬‫َّب‬‫ن‬‫ال‬ َ‫ِن‬‫م‬ ُ‫ت‬ْ‫ِظ‬‫ف‬َ‫«ح‬ ،‫ا‬َ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ر‬ْ‫ه‬ُّ‫الظ‬ َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬ ٍ‫ات‬َ‫ع‬َ‫ك‬َ‫ر‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ه‬ِ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬� ِ‫ي‬‫ف‬ ِ‫ِب‬‫ر‬ْ‫غ‬َ‫مل‬‫ا‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ )ِ‫ح‬ْ‫ب‬ ُّ‫الص‬ ِ‫ة‬َ‫ال‬ َ‫ص‬ َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ه‬ِ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬� ِ‫ي‬‫ف‬ ِ‫ء‬‫ا‬َ‫ِش‬‫ع‬‫(ال‬ Dari Ibnu Umar c berkata :”Aku menghafal dari Rasulullah n 10 rakaat ; 2 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat setelah dzuhur, 2 rakaat setelah maghrib di rumahnya, 2 rakaat setelah isya di rumahnya dan 2 rakaat sebelum shalat subuh.” Haditstersebutdiatasdikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari v dan Beliau menyebutkannya dalam bab khusus yaitu bab dua rakaat sebelum shalat dzuhur. Pendapat kedua: 4 rakaat. Berdasarkan hadits Aisyah x : ُ‫ه‬َّ‫الل‬ ‫ى‬َّ‫ل‬ َ‫ص‬ ِ‫ه‬َّ‫الل‬ ُ‫ول‬ُ‫س‬َ‫ر‬ َ‫َال‬‫ق‬ : ْ‫ت‬َ‫ل‬‫َا‬‫ق‬ ،َ‫ة‬َ‫ِش‬‫ئ‬‫ا‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬ َ‫ِن‬‫م‬ً‫ة‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫ة‬َ‫ر‬ ْ‫ش‬َ‫ع‬ َْ‫ي‬‫ت‬ْ‫ن‬ِ‫ث‬‫َى‬‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ر‬َ‫ب‬�‫ا‬َ‫ث‬ ْ‫ن‬َ‫م‬«:َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ِ‫ه‬ْ‫َي‬‫ل‬َ‫ع‬ َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ ٍ‫ات‬َ‫ع‬َ‫ك‬َ‫ر‬ ِ‫ع‬َ‫ب‬ْ‫ر‬َ‫أ‬ :ِ‫ة‬َّ‫ن‬َ‫جل‬‫ا‬ ِ‫ي‬‫ف‬ ‫ا‬ً‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ب‬� ُ‫ه‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ َ‫ى‬‫ن‬َ‫ب‬� ِ‫ة‬َّ‫ن‬ُّ‫الس‬ ، ِ‫ِب‬‫ر‬ْ‫غ‬َ‫مل‬‫ا‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،‫ا‬َ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ر‬ْ‫ه‬ُّ‫الظ‬ ِ‫ر‬ ْ‫ج‬َ‫ف‬‫ال‬ َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ء‬‫ا‬َ‫ِش‬‫ع‬‫ال‬ َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫ب‬� ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ Dari‘Aisyahxberkata:”Rasulullah n bersabda : Barangsiapa yang memelihara12rakaatsunnahniscaya Allah akan membangunkan baginya rumah di surga: 4 rakaat sebelum Dzuhur, 2 rakaat setelah Dzuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, 2 rakaat setelah Isya dan 2 rakaat sebelum Subuh”. Haditstersebut,selaindiriwayatkan oleh ‘Aisyah s juga diriwayatkan melalui jalur yang berbeda dari Abu Ishaq Al Hamadani dari‘Amr ibn Aus dari Unaisah ibn Abi Sufyan dari UmmuHabibahdariNabinbahwa sekelompok dari salaf melakukan hal tersebut. Untuk menggabungkan kedua hadits yang berbeda tersebut, Al Imam Ibnu Hajar Al Asqalani v berkata : “ dan yang paling utama ( di antara beberapa penggabungan antara hadits Aisyah d dan Ibnu Umar c ) ialah pendapat yang menyatakan bahwa shalat sunnah
  24. 24. 24 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan rawatib sebelum dzuhur tersebut dilaksanakan dalam 2 keadaan. Terkadang shalat dengan 4 rakaat dan terkadang dengan 2 rakaat”. Demikian pula yang disampaikan oleh Imam At Thabari v, beliau berkata: “yang paling tepat ialah menyatakan bahwa kedua hadits berkenaan tentang bilangan rakaat sebelum dzuhur seluruhnya adalah hadits shahih. Adapun yang meriwayatkannya dengan 4 rakaat maka perawi tersebut melihat Rasulullah n melaksanakannya pada sebagian besar kondisi/ keadaan, Sedangkan Ibnu Umar c dan yang lainnya melihat Rasulullah n shalat 2 rakaat (sebelum Dzuhur) hanya dalam beberapa keadaan saja. Jika memang kejadiannya seperti demikian, maka bagi seorang muslim hendaknya shalat sebelumdzuhursemampunya dikarenakan shalat tersebut adalah shalat tathowwu’ (baca sunnah atau sukarela) dan Allah f menganjurkan kaum mukminin untuk mendekatkan dirinya kepada Allah f sesuai dengan kemampuannya dalam berbuat kebaikan dan kebajikan. Dan shalat setelah tergelincirnya matahari sebelumdzuhursamakeutamaannya dengan shalat malam. Demikian yang diriwayatkan dari sekelompok ulama salaf“. Berdasarkan perkataan Imam At Thabari v di atas, maka pelaksanaan shalat sunnah sebelum dzuhur ini dikembalikan kepada kemampuan masing – masing individu. Namun, yang lebih utama tentunya adalah mengerjakannya sebanyak 4 rakaat sebelum shalat dzuhursebagaimanayangdijelaskan oleh sebagian ulama berdasarkan hadits ‘Aisyah s tersebut di atas dan juga hadits ‘Aisyah s lainnya, yaitu: َِّ‫ي‬‫َّب‬‫ن‬‫ال‬ َّ‫ن‬َ‫أ‬« :‫ا‬َ‫ه‬ْ‫ن‬�َ‫ع‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ َ‫ي‬ ِ‫ض‬َ‫ر‬ َ‫ة‬َ‫ِش‬‫ئ‬‫ا‬َ‫ع‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬
  25. 25. 25 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan ‫ا‬ً‫ع‬َ‫ب‬�ْ‫ر‬َ‫أ‬ ُ‫ع‬َ‫د‬َ‫ي‬ َ‫ال‬ َ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬ َ‫م‬َّ‫ل‬َ‫س‬َ‫و‬ ِ‫ه‬ْ‫َي‬‫ل‬َ‫ع‬ ُ‫اهلل‬ ‫ى‬َّ‫ل‬ َ‫ص‬ »ِ‫ة‬‫ا‬َ‫د‬َ‫غ‬‫ال‬ َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫�ت‬َ‫ع‬ْ‫ك‬َ‫ر‬َ‫و‬ ،ِ‫ر‬ْ‫ه‬ُّ‫الظ‬ َ‫ل‬ْ‫ب‬َ‫�ق‬ “Dari ‘Aisyah s bahwasanya Nabi n tidak pernah meninggalkan shalat 4 rakaat sebelum Dzuhur dan 2 rakaat sebelum shalat Subuh”. Syekh Ibn Baaz v menjelaskan : “Aisyah dan Ummu Habibah (yang meriwayatkan hadits tentang shalat sunnah 4 rakaat sebelum dzuhur) menghafal hal tersebut dari Rasulullah n dan dalam kaidah dijelaskan bahwa orang yang mengahafal merupakan hujjah bagi yang tak mengahafalnya sehingga total jumlah rakaat shalat sunnah rawatib adalah 12 rakaat yaitu: 4 rakaat sebelum shalat Dzuhur dan 2 rakaat setelahnya, 2 rakaat setelah shalat Maghrib, 2 rakaat setelah shalat Isya dan 2 rakaat setelah shalat Subuh”. Tata cara shalat sunnah rawatib 4 rakaat sebelum dzuhur Adapun tata cara pelaksanaan dari shalat sunnah 4 rakaat sebelum dzuhur ialah dengan dua kali salam. Artinya 4 rakaat tersebut dikerjakan dengan dua rakaat dua rakaat dan bukan dengan 4 rakaat sekaligus dengan 1 salam. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah n :“Shalat (sunnah) malam dan siang hari dikerjakan dengan dua rakaat dua rakaat”. Demikian penjelasan Syekh Al Utsaimin dalam fatwanya. bersambung... ke edisi berikutnya.
  26. 26. Allah l berfirman di dalam Al- Qur`an lebih dari10 ayatdiberbagai surat tentang penciptaan bumi, yang mana dalam penyebutan kata bumi senantiasa di dahului dengan penciptaan langit dan bukan sebaliknya sehingga tidak kita temukan kalimat: "Kami ciptakan bumi dan langit", akan tetapi yang kita jumpai Allah berfirman "Kami ciptakan langit dan bumi". Apa maknanya? Sains mengungkap bahwa bumi diciptakan oleh Allah setelah di Kapan Bumi Ada? ‫ى‬ َ ‫و‬َ‫ت‬ ْ‫اس‬ َّ ُ‫م‬‫ث‬ ٍ ‫ام‬َّ‫ي‬َ‫أ‬ ِ‫ة‬َّ‫ت‬ ِ‫س‬ ِ‫ي‬ ‫ف‬ ‫ا‬ َ ‫م‬َُ‫ه‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫و‬ َ‫ض‬ ْ‫ر‬َ ْ‫أ‬‫ال‬ َ‫و‬ ِ‫ات‬ َ‫او‬ َ ‫م‬ َّ‫الس‬ َ‫ق‬َ‫ل‬ َ‫خ‬ ‫ي‬ِ َ‫ذ‬ّ‫ال‬َُ‫ه‬ّ‫الل‬ َ‫ون‬ ُ ‫ر‬ َّ‫ك‬َ‫ذ‬َ‫ت‬َ‫ت‬ َ‫ا‬‫ل‬َ‫ف‬َ‫أ‬ ٍ ‫يع‬ِ‫ف‬ َ‫ش‬ َ‫ا‬‫ل‬ َ‫و‬ ٍ ّ ِ‫ي‬ ‫ل‬ َ‫و‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ِ‫ه‬ِ‫ن‬‫و‬ُ‫د‬ ْ‫ن‬ِ‫م‬ ْ‫م‬ ُ‫ك‬َ‫ل‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِ‫ش‬ْ َ‫ر‬‫ع‬ْ‫ال‬ َ‫ى‬‫ل‬ َ‫ع‬ "Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. As-Sajadah: 04) Oleh : Sufyan Toha, S.Si. 26 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan SAINS
  27. 27. 27 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan ciptakan-Nya langit. Atau dengan kata lain bahwa bumi ada setelah adanya langit. Allahu Akbar… Al-Qur’an yang diturunkan lebih dari 14 abad yang lalu telah memberikan kepada kita petunjuk dan pengetahuan tentang sains yang sangat luar biasa. Sementara orang-orang kafir baru dapat mengungkapnya di abad – abad terakhir ini. Subhanallah … Mari kita tadabburi lebih dalam lagi ayat-ayat Al Qur’an tentang kapan bumi itu ada? Berdasarkan urutan penyebutan kata dalam Al Qur`an, terbukti sekaligus menunjukkan urutan genesisnya di alam semesta ini, bumi itu ada setelah adanya langit. Dan dalam sains kenyataan ditemukan, bahwa langit tercipta terlebih dahulu, baru ±9 milyar tahun kemudian bumi tercipta, yang merupakan bagian dari berjuta-juta planet yang tersebar di langit. Allah l telah berfirman dalam ayat-ayat di bawah ini, yang menjelaskan tentang tahap atau masa penciptaan langit (Universe) dan bumi. ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ َ‫ض‬ْ‫ر‬َْ‫أ‬‫ال‬َ‫و‬ ِ‫ات‬َ‫او‬َ‫م‬َّ‫الس‬ َ‫َق‬‫ل‬َ‫خ‬ ‫ِي‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ ِ‫ش‬ْ‫ر‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫َى‬‫ل‬َ‫ع‬ ‫ى‬َ‫و‬َ‫�ت‬ْ‫اس‬ َُّ‫م‬‫ث‬ ٍ‫م‬‫ا‬َّ‫ي‬َ‫أ‬ ِ‫ة‬َّ‫ت‬ِ‫س‬ ِ‫ي‬‫ف‬ ‫ا‬َ‫م‬ُ‫ه‬َ‫ن‬�ْ‫�ي‬َ‫ب‬� َ‫لا‬َ‫ف‬�َ‫أ‬ ٍ‫ع‬‫ِي‬‫ف‬َ‫ش‬ َ‫لا‬َ‫و‬ ٍِّ‫ي‬‫ل‬َ‫و‬ ْ‫ِن‬‫م‬ ِ‫ه‬ِ‫ن‬‫و‬ُ‫د‬ ْ‫ِن‬‫م‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬َّ‫َك‬‫ذ‬َ‫ت‬َ‫�ت‬ "Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas`Arsy.Tidakadabagikamuselain dari padanya seorang penolong pun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. As-Sajadah: 04) Dalam ayat di atas disebutkan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa) Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang pengertian hari (masa) pada ayat ini. Ar Roghib Al Asfahani dalam Mufrodat-nya mengatakan : Pengertian hari dalam bahasa Arab adalahungkapanuntukmenyatakan rentang waktu dari matahari terbit sampai terbenam. Bisa juga untuk mengungkapkan jangka waktu tertentu untuk menerangkan lamanya waktu. Berkata Imam Al Qurthubi dalam menafsirkan kata hari pada ayat di atas maksudnya adalah hitungan hari di akhirat yaitu satu hari setara dengan seribu tahun. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Hajj ayat 47 :
  28. 28. 28 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan ُ‫ه‬َ‫د‬ْ‫ع‬َ‫و‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ َ‫ِف‬‫ل‬ُْ‫خ‬‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬َ‫و‬ ِ‫َاب‬‫ذ‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ِا‬‫ب‬ َ‫ك‬َ‫ن‬‫ُو‬‫ل‬ ِ‫ج‬ْ‫ع‬َ‫�ت‬ ْ‫س‬َ‫ي‬َ‫و‬ َ‫ن‬‫و‬ُّ‫د‬ُ‫ع‬َ‫�ت‬ ‫ا‬َِّ‫م‬‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ن‬َ‫س‬ ِ‫ف‬ْ‫ل‬َ‫أ‬َ‫ك‬ َ‫ك‬ِّ‫ب‬َ‫ر‬ َ‫د‬ْ‫ن‬ِ‫ع‬ ‫ا‬ً‫م‬ْ‫و‬َ‫ي‬� َّ‫ِن‬‫إ‬َ‫و‬ Artinya: “Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan. Padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. “ ( QS. Al Hajj : 47 ) Akan tetapi, pengertian “hari” pada ayat ini dapat juga bermakna bahwa rentang waktu yang lama, yangtidakdiketahuilamanyakecuali Allah. Karena pada waktu itu belum ada hitungan hari seperti saat ini. Bahkan ditegaskan oleh Allah di dalam surat Al Kahfi ayat 51, bahwa dalam penciptaan langit dan bumi tidak ada yang menyaksikan kecuali Allah sendiri. َ‫لا‬َ‫و‬ ِ‫ض‬ْ‫ر‬َْ‫أ‬‫ال‬َ‫و‬ ِ‫ات‬َ‫او‬َ‫م‬َّ‫الس‬ َ‫ْق‬‫ل‬َ‫خ‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ُ‫�ت‬ْ‫د‬َ‫ه‬ْ‫ش‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫م‬ َ‫ِّني‬‫ل‬ ِ‫ض‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ذ‬ ِ‫َّخ‬‫ت‬ُ‫م‬ ُ‫ت‬ْ‫ن‬ُ‫ك‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ ْ‫ِم‬‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬�َ‫أ‬ َ‫ْق‬‫ل‬َ‫خ‬ ‫ا‬ً‫د‬ ُ‫ض‬َ‫ع‬ Artinya : "Aku tidak menghadirkan mereka untuk menyaksikan penciptaanlangitdanbumidantidak pula penciptaan diri mereka sendiri, dan tidaklah Aku mengambil orang- orang yang menyesatkan itu sebagai penolong “ ( QS. Al Kahfi : 51 ) Lantas bagaimana dengan bumi? Allah berfirman : ِ‫ي‬‫ف‬ َ‫ض‬ْ‫ر‬َْ‫أ‬‫ال‬ َ‫َق‬‫ل‬َ‫خ‬ ‫ِي‬‫ذ‬َّ‫ِال‬‫ب‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ر‬ُ‫ف‬ْ‫ك‬َ‫ت‬َ‫ل‬ ْ‫م‬ُ‫َّك‬‫ن‬ِ‫ئ‬َ‫أ‬ ْ‫ُل‬‫ق‬ َ‫ني‬ِ‫م‬َ‫ل‬‫ا‬َ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ُّ‫ب‬َ‫ر‬ َ‫ِك‬‫ل‬َ‫ذ‬ ‫ا‬ً‫د‬‫ا‬َ‫د‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ َ‫ن‬‫ُو‬‫ل‬َ‫ع‬َْ‫ج‬‫ت‬َ‫و‬ ِْ‫ن‬‫ي‬َ‫م‬ْ‫و‬َ‫ي‬� )9( Katakanlah:"Sesungguhnya patutkah kamukafirkepadayangmenciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakansekutu-sekutubagiNya?(yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam" ( QS. Fush-Shilat: 09) DalamayatiniAllahmenjelaskan tentang lamanya penciptaan bumi yaitu dalam waktu dua hari. Kalau pada ayat As Sajadah Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Pada ayat ini di jelaskan penciptaan bumi dalam waktu dua hari. Mari kita lihat perbandingan penjelasan Al Qur’an dan informasi sains. Berdasarkan data yang diinformasikan dalam ayat di atas, membuat kita menjadi bertanya- tanya, apakah informasi-informasi dalam kedua ayat tersebut, bila digabungkan dengan data sains umur bumi, akan menghasilkan sebuah analisis umur langit yang ada? Perhitungan matematika sederhana ternyata cukup untuk
  29. 29. 29 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan menghitungberapaumurlangit,bila kita mengetahui umur bumi secara tepat. Maka dengan perhitungan matematika sederhana, kita dapat menjelaskannya sebagai berikut: Penjelasan Al Qur’an : Allahlmenciptakan Langit dan Bumi = 6 masa (QS: As sajadah/32:04) Allah lmenciptakan Bumi = 2 masa (QS : Fushilat/ 41:09) Maka (Masa penciptaan Bumi: Masa penciptaan Langit) = (2: 6) = (1: 3) Informasi sains menjelaskan : Umur Bumi versi sains (geologi) = 4,56 ×10^9 tahun (berdasarkan umur meteorit tertua yang ditemukan di Bumi). http://en.wikipedia.org/wiki/Age_of_ the_Earth http://www.talkorigins.org/faqs/faq- age-of-earth.html#howold http://www.talkorigins.org/faqs/ dalrymple/scientific_age_earth.html Maka (Masa penciptaan Bumi: Masa penciptaan Langit) = (2: 6) = (1: 3) Sehingga Dari perbandingan Masa penciptaan Bumi dan Langit yang(1:3)makaUmurLangitadalah 3x dari Umur Bumi versi sains: (4,56 ×10^9) ×3 = 13,68 ×10^9 tahun Sedangkan Umur Langit (Alam Semesta)versisainssejakperistiwa Big Bang = 13,7×10^9 tahun. http://en.wikipedia.org/wiki/Age_of_the_universe Apakah ini suatu kebetulan? Perbedaan perhitungan di atas antara pendekatan dari penjelasan Al Qur`an serta Sains dan Sains murni saja (Big Bang theory) hanya sekitar 20 juta tahun, perbedaan ini tidak ada artinya dalam perhitungan kosmologi. Yang jelas sebagai seorang muslim kita meyakini bahwa penjelasanAlQur’an tidakdiragukan kebenarannya, Allah berfirman : َ‫ني‬ِ‫ق‬َّ‫ت‬ُ‫ْم‬‫ل‬ِ‫ل‬ ‫ى‬ً‫د‬ُ‫ه‬ ِ‫ه‬‫ِي‬‫ف‬ َ‫ب‬ْ‫ي‬َ‫ر‬ َ‫لا‬ ُ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ك‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ِك‬‫ل‬َ‫ذ‬ )2( Artinya : “ Kitab Al Qur’an ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa” ( QS. Al Baqarah/2 : 2 )
  30. 30. 30 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan Bukankah ini sebuah mukjizat? Bagaimanatidak?Allahmenurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad berupa Al Qur’an yang mana orang kafir Quraisy waktu itu tahu betul bahwa Nabi Muhammad seorang buta huruf, dan peristiwa turunnya AlQur’ansudah1436tahunyanglalu akan tetapi dapat mengungkapkan bahwa umur Bumi adalah 1/3 umur Langit (alam semesta), setelah ledakan kosmik "Big Bang". Hal ini,menunjukkan tidak lain, pasti penjelasan ini merupakan firman- firman Sang Empunya langit dan bumi dialah Allah l Dzat Yang Mahakuasa tidak ada sekutu bagi- Nya. Ternyata firman-firman Allah l dalam Al-Qur`an seperti tersebut dalam ayat di atas, dapat dikaitkan dengan cukup akurat antara umur langit dan bumi. Juga, penyebutan kata langit dan bumi tersebar dalam surat-surat di dalam Al Qur’an yang dinamai dengan benda-benda langit di antaranya seperti: Matahari (Asy Syam), Bulan (Al Qamar), Bintang (An Najm), Gugusan Bintang/Galaksi (Al Buruj), dan lain sebagainya. Pertanyaannya, mengapa Allah ltidak pernah menyebut secara bersanding «langit dan matahari» atau "langit dan bulan" atau "langit dan galaksi"? Atau sebaliknya, mengapa tidak ada surat yang bernama langit atau surat bernama bumi di Al-Qur`an. Jawabnya Hanya Allah Yang Maha Tahu. Hingga awal abad ke-20, satu- satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitunganyangdilakukandengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus- menerus "mengembang". Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia,AlexanderFriedmann,danahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoretis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang. Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang- bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam
  31. 31. 31 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus "mengembang". Pengamatan yang dilakukanditahun-tahunberikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur'an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur'an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta. SejakterjadinyaperistiwaBigBang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup. Catatan: Masa penciptaan Langit dan Bumi sampai sekarang masih terjadi? (Alam semesta sejak terjadinya Big Bang sampai sekarang terus mengembang /meluas dengan ritme, keberaturan dan keseimbangan yang sangat luar biasa). )47( َ‫ن‬‫و‬ُ‫ع‬ِ‫وس‬ُ‫م‬َ‫ل‬ ‫ا‬َّ‫ن‬ِ‫إ‬َ‫و‬ ٍ‫د‬ْ‫ي‬َ‫أ‬ِ‫ب‬ ‫ا‬َ‫ه‬‫ا‬َ‫ن‬ْ‫�ي‬َ‫ن‬�َ‫ب‬� َ‫اء‬َ‫م‬َّ‫الس‬َ‫و‬ “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar- benar meluaskannya.”(QS. Adz Dzariyat/51:47) Maroji : 1.Al Qur’anul Karim 2.Tafsir Al Qurthubi 3.MenyibakRahasiaSains Bumi dalam Al-Quran karya Ir. Agus Haryo S. 4.http://fatwa.islamweb.net 5.http://www.keajaibanalquran.com 6.Maktabah Syamilah Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang .ditiup “Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya. ”(QS. Adz Dzariyat/51:47)
  32. 32. Allah berfirman : ‫وا‬ ُ‫ح‬ َّ‫َس‬‫ف‬َ‫�ت‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ِيل‬‫ق‬ ‫َا‬‫ذ‬ِ‫إ‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ه‬ُّ‫�ي‬َ‫أ‬ ‫ا‬َ‫ي‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ ِ‫ح‬ َ‫ْس‬‫ف‬َ‫�ي‬ ‫وا‬ُ‫ح‬ َ‫س‬ْ‫ف‬‫ا‬َ‫ف‬ ِ‫ِس‬‫ل‬‫ا‬ َ‫ج‬َ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫ِي‬‫ف‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬ ِ‫ع‬َ‫ف‬ْ‫ر‬َ‫�ي‬ ‫وا‬ُ‫ز‬ ُ‫ش‬ْ‫ن‬‫ا‬َ‫ف‬ ‫وا‬ُ‫ز‬ ُ‫ش‬ْ‫ن‬‫ا‬ َ‫ِيل‬‫ق‬ ‫َا‬‫ذ‬ِ‫إ‬َ‫و‬ ٍ‫ات‬َ‫ج‬َ‫ر‬َ‫د‬ َ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ْ‫ل‬‫ا‬ ‫وا‬ُ‫ت‬‫و‬ُ‫أ‬ َ‫ِين‬‫ذ‬َّ‫ال‬َ‫و‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ‫وا‬ُ‫ن‬َ‫م‬‫آ‬ )١١( ٌ‫ِير‬‫ب‬َ‫خ‬ َ‫ون‬ُ‫ل‬َ‫م‬ْ‫ع‬َ‫�ت‬ ‫ا‬َ‫ِم‬‫ب‬ ُ‫ه‬َّ‫الل‬َ‫و‬ “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang- lapanglah dalam majelis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: «Berdirilah kamu», Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahuiapayangkamukerjakan”. ( QS. Al Mujadilah : 11 ) Rasulullah bersabda : ْ‫ِن‬‫م‬ َّ‫ِال‬‫إ‬ ُ‫ه‬ُ‫ل‬َ‫م‬َ‫ع‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬َ‫ع‬ َ‫ع‬َ‫َط‬‫ق‬ْ‫ن‬�‫ا‬ ُ‫ن‬‫ا‬َ‫س‬ْ‫ن‬ِ‫إل‬‫ا‬ َ‫ات‬َ‫م‬ ‫َا‬‫ذ‬ِ‫إ‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫ع‬َ‫ف‬َ‫�ت‬ْ‫ن‬ُ‫ي‬� ٍ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ٍ‫ة‬َ‫ي‬ِ‫ر‬‫ا‬َ‫ج‬ ٍ‫ة‬َ‫ق‬َ‫د‬ َ‫ص‬ ْ‫ِن‬‫م‬ َّ‫ِال‬‫إ‬ ٍ‫ة‬َ‫ث‬َ‫ال‬َ‫ث‬ ُ‫ه‬َ‫ل‬ ‫و‬ُ‫ع‬ْ‫د‬َ‫ي‬ ٍ‫ِح‬‫ل‬‫ا‬ َ‫ص‬ ٍ‫د‬َ‫ل‬َ‫و‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ “Jika manusia itu meninggal, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang diambil manfaatnya, [3] Oleh : Sufyan Toha, S.Si. Mengenal Sistem esantren endidikan P 32 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan PENDIDIKAN (KURIKULUM)
  33. 33. anak sholih yang mendo’akan orang tuanya”. (HR. Muslim no. 1631) Pada Surat Al Mujadilah ayat 11 sebagaimana dikutip di atas Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Betapa orang yang diberi ilmu itu mempunyai keutamaan di sisi Allah dan ditinggikan derajatnya. Di dalam hadits pun Rasulullah juga menjelaskan ilmu yang bermanfaat akanmenjadiamalankitayangterus mengalir pahalanya dan tidak akan putus walaupun si empunnya sudah meninggal dunia. Lantas bagaimana cara kita menuntut ilmu dan apa yang harus kita lakukan? Ketika Rasulullah masih hidup dan mengajarkan ilmunya kepada para sahabatnya, di kenal istilah Ashabus sufah yaitu para sahabat yang ingin menuntut ilmu dari Rasullah dan mereka berasal dari tempat yang jauh bebagai suku dan daerah. Untukitu,kalaumerekapulangpergi setiap hari sangat tidak mungkin, maka mereka tinggal dan menetap di Masjid Nabawi agar senantiasa dapat belajar dengan Rasulullah. Jumlah mereka saat itu mencapai tujuh puluh orang bahkan lebih dan di antara mereka adalah Abu Hurairah z. Apa yang di lakukan oleh para sahabat pada zaman Rasulullah dalam menuntut ilmu, telah di terapkanolehpesantren–pesantren di Indonesia. Bahkan Pesantren di Indonesia sudah ada sejak zaman pra penjajahan Belanda sekitar abadke-14Masehiyangmanasantri belajarilmuagamakepadaparakyai dan mereka tinggal dan menetap bersama kyai tersebut. Para santri di pesantren dapat :  Memperdalam ilmu agama Islam sehingga setelah keluar pesantren akan menjadi ulama’.  Menghafal Al Qur’an , Hadits dan Kaidah-kaidahfiqhuntukmemahami syariat Islam.  Mampu membaca kitab kuning yang berbahasa Arab sebagai kitab-kitab rujukan.  Memiliki tradisi ibadah yang kuat dan semangat juang yang tinggi 33 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan
  34. 34. 34 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan dalam berdakwah.  Memiliki sifat dan jiwa sosial yang tinggi, ikhlas, rela berkorban dan sederhana. Pada saat ini, zaman yang serba modern dan arus globalisasi yang begitu deras telah menjadikan kita semakin jauh dari kehidupan yang islami, bahkan karakter suatu bangsa harus dipertaruhkan. Betapa kita saksikan generasi bangsa yang sudah tidak lagi mengindahkan nilai- nilai agama, dekadensi moral ada di mana-mana, perkelahian pelajar, perjudian,transaksinarkoba,korupsi, pembunuhan, pemerkosaan, selalu menghiasi berita setiap hari, baik di media cetak maupun elektronik. Karakter bangsa yang kuat diperoleh dari sistem pendidikan yang mencakup dua unsur utama yaitu keunggulan akademik dan keunggulan nonakademik sehingga tidak hanya mementingkan kecerdasan intelektual semata melainkan juga pendidikan yang dilandasi dengan keimanan dan ketakwaan. Pondok pesantren yang saat ini dikenal dengan Islamic Boarding School menjadi pilihan dan mendapat perhatian yang baik dari masyarakat karena mengutamakan pencerdasanspiritualdengankonsep belajar sepanjang waktu sepanjang hari yang mana santri tinggal satu kawasan dengan kyai dan para ustadz mereka sehingga proses p e n d i d i k a n berjalan intensif. Kenapa harus dengan sIstem pesantren atau boarding, karena dengan sistem ini memungkinkan hal-hal sebagai berikut :  Para ustadz m a m p u m e l a k u k a n p e m a n t a u a n secara leluasa
  35. 35. 35 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan setiap saat terhadap perilaku santri baik terkait dengan pengembangan intelektual maupun kepribadian.  Adanya proses pembelajaran dengan frekuensi tinggi dapat memperkokoh pengetahuan yang telah diterimanya.  Adanyaprosespembiasaanakhlak daninteraksisetiapsaatbaiksesama santri maupun dengan ustadznya.  Adanya integrasi antara proses pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari sehingga selaras antara teori dan praktik serta seimbang antara ilmu dan amal. Pendidikandengansistemboarding atau pesantren mempunyai andil besar dalam menyukseskan sistem Pendidikan Nasional Indonesia karena telah terbukti dan eksis dalam berbagai hal.  Membentuk peserta didik yang berjiwa religius, akhlakul karimah, disiplin, sederhana, mandiri, ikhlas, dan menghormati orang tua.  Mampu membentengi peserta didik dari pengaruh negatif arus globalisasi yang menghadirkan budaya barat dan jauh dari nilai- nilai Islam.  Mampu membina dan mendidik kepribadian santri untuk menjadi muslim yang shalih yang memiliki ketahanan cukup kuat dalam menghadapi tantangan masa depan. Mari kita renungkan kembali firman Allah dalam Surat At Taubah ayat 122 ْ‫ِن‬‫م‬ َ‫ر‬َ‫ف‬َ‫ن‬� َ‫لا‬ْ‫َو‬‫ل‬َ‫ف‬� ً‫ة‬َّ‫ف‬‫ا‬َ‫ك‬‫ا‬‫و‬ُ‫ِر‬‫ف‬ْ‫ن‬َ‫�ي‬ِ‫ل‬ َ‫ن‬‫و‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫م‬ْ‫ل‬‫ا‬ َ‫ن‬‫ا‬َ‫ك‬‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ِر‬‫ذ‬ْ‫ن‬ُ‫�ي‬ِ‫ل‬َ‫و‬ ِ‫ِّين‬‫الد‬ ِ‫ي‬‫ف‬‫ا‬‫و‬ُ‫ه‬َّ‫ق‬َ‫ف‬َ‫�ت‬َ‫ِي‬‫ل‬ٌ‫ة‬َ‫ف‬ِ‫ئ‬‫ا‬َ‫ط‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬ْ‫ن‬�ِ‫م‬ٍ‫ة‬َ‫ق‬ْ‫ِر‬‫ف‬ ِّ‫ل‬ُ‫ك‬ )122( َ‫ن‬‫و‬ُ‫َر‬‫ذ‬َْ‫ح‬‫ي‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َّ‫ل‬َ‫ع‬َ‫ل‬ ْ‫ِم‬‫ه‬ْ‫ي‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬‫و‬ُ‫ع‬َ‫ج‬َ‫ر‬ ‫َا‬‫ذ‬ِ‫إ‬ ْ‫م‬ُ‫ه‬َ‫م‬ْ‫و‬َ‫�ق‬ Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang beriman pergi semuanya ( ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (QS. At Taubah:122) Rasulullah bersabda : )‫عليه‬‫متفق‬( ِ‫ين‬ْ‫د‬ِّ‫ال‬ ِ‫ي‬‫ف‬‫ه‬ْ‫ه‬ِّ‫ق‬َ‫ف‬ُ‫ي‬�‫ا‬ً‫خري‬ِ‫ه‬ِ‫ب‬ُ‫اهلل‬ِ‫د‬ِ‫ر‬ُ‫ي‬‫ن‬َ‫م‬ Artinya ; “Barang siapa yang dikehendaki baginya kebaikan oleh Allah, maka Dia akan memberikan pemahaman agamakepadanya“(HR.Bukharidan Muslim dari sahabat Muawwiyah z ) Rujukan : 1. Al Qur’anul Karim 2. Shohih Muslim
  36. 36. Kelahiran dan Masa Pertumbuhan Rasulullah n N abi Muhammad n , Hamba Paling Mulia Nabi Muhammad n adalah hamba Allah yang paling mulia dari berbagai sisinya. Termasuk dari sisi garis keturunan, Beliau adalah benar-benar hamba pilihan Allah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari shahabat Watsilah bin Asqa’ bahwa Rasulullah n bersabda : ‫ى‬َ‫ف‬َ‫ط‬ ْ‫اص‬َ‫و‬،َ‫ِيل‬‫ع‬‫ا‬َْ‫سم‬ِ‫إ‬ ِ‫د‬َ‫ل‬َ‫و‬ ْ‫ِن‬‫م‬َ‫ة‬َ‫ن‬‫ا‬َ‫ن‬ِ‫ك‬‫ى‬َ‫ف‬َ‫ط‬ ْ‫اص‬َ‫هلل‬‫ا‬ َّ‫ِن‬‫إ‬ ِ‫ي‬‫ن‬َ‫ب‬ ٍ‫ش‬ْ‫ي‬َ‫ر‬ُ‫�ق‬ ْ‫ِن‬‫م‬ ‫ى‬َ‫ف‬َ‫ط‬ ْ‫اص‬َ‫و‬ ،َ‫ة‬َ‫ن‬‫ا‬َ‫ن‬ِ‫ك‬ ْ‫ِن‬‫م‬ ‫ا‬ً‫ش‬ْ‫ي‬َ‫ر‬ُ‫�ق‬ )‫مسلم‬ ‫اه‬‫و‬‫(ر‬ ٍ‫م‬ِ‫اش‬َ‫ه‬ ِ‫ي‬‫ن‬َ‫ب‬ ْ‫ِن‬‫م‬ ِ‫ي‬‫ان‬َ‫ف‬َ‫ط‬ ْ‫اص‬َ‫و‬ ،ٍ‫م‬ِ‫اش‬َ‫ه‬ “Sesungguhnya dari anak keturunan Ismail Allah memilih Kinanah. KemudiandariKinanah,Allahmemilih Quraisy. Lalu dari suku Quraisy Allah memilih Bani Hasyim. Dan setelah itu dari kalangan Banu Hasyim, Allah memilih aku.” ( HR. Muslim : 2276) Quraisy adalah suku termulia di kalangan bangsa arab dan Bani Hasyim (anak keturunan Hasyim) adalah keturunan yang paling disegani di kalangan suku Quraisy. Dari anak keturunan Nabi Ismail q tidak pernah lahir seorang Oleh: Abdusshomad Rifai, Lc. 36 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan SIROH
  37. 37. 37 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan nabi yang lebih agung daripada Nabi Muhammad n. Bahkan, dari seluruh anak cucu Adam, sampai hari Kiamat, tidak akan pernah lahir seorang hamba yang lebih agung dari pada Beliau. Beliau n juga pernah bersabda : ‫ِي‬‫د‬َ‫ِي‬‫ب‬َ‫و‬ ،َ‫ر‬ ْ‫َخ‬‫ف‬ َ‫ال‬َ‫و‬ ِ‫ة‬َ‫م‬‫ا‬َ‫ِي‬‫ق‬‫ال‬ َ‫م‬ْ‫و‬َ‫ي‬� َ‫م‬َ‫د‬‫آ‬ ِ‫د‬َ‫ل‬َ‫و‬ ُ‫د‬ِّ‫ي‬َ‫س‬ ‫ا‬َ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫م‬َ‫د‬‫آ‬ ٍ‫ذ‬ِ‫ئ‬َ‫م‬ْ‫و‬َ‫ي‬� ٍِّ‫ي‬‫ب‬َ‫ن‬ ْ‫ِن‬‫م‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ ،َ‫ر‬ ْ‫َخ‬‫ف‬ َ‫ال‬َ‫و‬ ِ‫د‬ْ‫م‬َ‫حل‬‫ا‬ ُ‫اء‬َ‫ِو‬‫ل‬ )‫غريه‬‫و‬‫الرتمذي‬‫اه‬‫و‬‫(ر‬‫ِي‬‫ئ‬‫ا‬َ‫ِو‬‫ل‬ َ‫ت‬َْ‫ح‬‫ت‬َّ‫ِال‬‫إ‬ُ‫ه‬‫ا‬َ‫و‬ِ‫س‬ ْ‫ن‬َ‫َم‬‫ف‬ “Aku adalah pemimpin anak cucu Adam, dan bukanlah untuk membanggakan diri. Adam dan nabi-nabi setelahnya akan berada di bawahpanjiku”.(Shohih.HR.Tirmidzi : 3148, dan yang lainnya) Nama dan Garis Keturunan Beliau n Beliau n adalah pemimpin anak cucu Adam. Nama yang paling masyhur bagi Beliau adalah Muhammad dan kuniah beliau adalah Abul Qosim. Beliau n juga mempunyai beberapa nama, seperti: - Ahmad - Al-Mahi (penghapus kekufuran) - A l - H a s y i r ( o r a n g y a n g mengumpulkan umat) - Al ’Aqib (yang tidak ada lagi nabi setelahnya) - Al-Muqoffi (penutup para nabi sebelumnya) -Nabiyurrahmat (nabi pembawa rahmat) -Nabiyuttaubah (nabi pembuka pintu taubat) -Nabiyulmalhamah (nabi yang memerangi musuh Allah), dan nama-nama Beliau yang lainnya. Adapun nasab (garis keturunan) Beliau n adalah : Abul Qosim Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Dan Adnantermasukdarianakketurunan Nabi Ismail bin Ibrahim. Ayah Beliau, Abdullah, adalah anak yang paling rupawan dan menjaga kehormatan diri serta paling dicintai oleh ayahnya, Abdul Muttholib. Sang ayah meninggal sebelum Nabi Muhammad n lahir. Sedangkan ibu Beliau adalah Aminah binti Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab, wanita yang dipilihkan oleh Abdul Mutthalib untuk anaknya Abdullah. Aminah adalah termasuk wanita yang paling mulia nasab dan keturunannya. Kelahiran Beliau n
  38. 38. 38 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan Rasulullah n yang mulia dilahirkan pada hari Senin, tanggal 8 Rabiul Awwal. Sebagian ulama berpendapat tanggal 12 Rabiul Awwal, ada juga yang mengatakan tanggal 9 Rabiul Awwal. Kelahiran Beliau terjadi pada tahun Gajah. Disebut tahun Gajah karena diceritakan bahwa Makkah di tahun tersebut kedatangan pasukan yang datang dari Yaman untuk menghancurkan Ka’bah. Pasukan tersebut dipimpin oleh Abrahah denganmenggunakanbanyakgajah. Namun dengan izin Allah, Ka’bah sebagai rumahNya tetap terjaga dan terlindungi. Sang ibu, Aminah, di saat mengandung Beliau n, pernah bermimpi melihat ada cahaya yang keluar dari rahimnya kemudian cahayatersebutmenerangikerajaan- kerajaan yang ada di Syam. BegituNabiMuhammadnlahir, maka dengan gembiranya sang ibu mengabarkan kepada sang kakek, Abdul Mutthalib, akan kelahiran cucunya. Bersegeralah dia datang dan dengan penuh kebahagiaan langsung membawanya ke Ka’bah untuk didoakan dan mengucapkan syukur kepada Allah. Dia pun memberi nama“Muhammad” untuk cucu kesayangannya tersebut. Nama yang belum pernah dikenal di kalangan orang Arab waktu itu. Masa-Masa Pertumbuhan Penuh Keharuan Nabi Muhammad n lahir dan tumbuh dalam keadaan yatim, dan tidak merasakan sentuhan kasih sayang dari sang ayah. Setelah Nabi Muhammad n lahir, Beliau disusukan di lingkungan Bani Sa’ad
  39. 39. 39 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan oleh Halimah Assa’diyah. Beliau n tinggal di kabilah tersebut dalam penyusuan Halimah Assa’diyah selama kurang lebih empat tahun. Setelah itu terjadilah peristiwa pembelahan dada Rasulullah oleh malaikat Jibril q, hal yang membuat Halimah menjadi takut, dan Nabi pun dikembalikan kepada sang Ibu. M a k a setelah itu,Nabi Muhammad n kembali kepada p a n g k u a n sang Ibu dan mendapatkan curahan kasih sayang darinya sampai beliau berumur enam tahun. DiusiaBeliauyangkeenam,sang ibu mengajak Beliau menziarahi kuburan ayah Beliau, Abdullah, yang ada di Yatsrib. Maka berangkatlah sang Ibu, Muhammad; nan yatim bersama Ummu Aiman sang pelayan untuk menelusuri jarak sekitar 500 kilometer menujuYatsrib. Setelah sekitar satu bulan di Yatsrib, mereka pun kembali ke Makkah. Dikala rombongan tersebut berada di awal-awal perjalanan menuju Makkah, Allah mentakdirkan bahwa sang Ibu jatuh sakit, dan semakin bertambah parah. Akhirnya dengan takdir Allah yang penuh hikmah, ibu Muhammad wafat dalam perjalanan tepatnya di daerah Abwa, antara Makkah dan Madinah. Bertambahlah kesedihan dan lara Muhammad n. Sejak dari dalam kandungan B e l i a u s u d a h ditinggal s a n g ayah, kini Beliau n harus pula kehilangan k a s i h s a y a n g sang ibu. Jadilah Beliau hidup sebatang kara, tanpa ibu dan ayah. Kesedihan yang sangat mendalam. Setelah wafatnya ibu Beliau, selama perjalanan menuju Makkah, beliau diasuh oleh Ummu Aiman, sang pelayan. Sesampai di Makkah, Ummu Aiman pun menyerahkan Nabi Muhammad kepada kakek beliau, Abdul Mutthollib. Abdul Muttholib menerima Muhammad nan yatim di Makkah. Perasaan iba semakin bertambah
  40. 40. 40 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan t e r h a d a p c u c u n y a yang telah kehilangan ibu yang juga kembali mengingatkan akan kesedihan masa lalu. Dengan penuh rasa kasih sayang, bahkan melebihi kasih sayangnya kepada anak-anaknya sendiri, Abdul Muttholib mengasuh Muhammad n. Namun, kasih sayang dari sang kakek itu pun tidaklah berlangsung lama, karena setelah berselang sekitarduatahun,dikalaMuhammad berumur delapan tahun, sang kakek pun wafat. Bersama Sang Paman Sebelum hari wafatnya, Abdul Muttholib berwasiat kepada Abu Thalib, paman Muhammad n, untukmengasuhkeponakannyanan yatim. Abu Thalib pun menunaikan wasiat tersebut dengan baik. Muhammad berada dalam asuhan dan perlindungannya, Muhammad selalu dibawa ke mana pun pergi dan tidak pernah ditinggal jauh, atau dititipkan kepada orang lain. Bahkan Abu Thalib menyayangi Nabi Muhammad n melebihi sayangnya kepada anak-anaknya sendiri. Beliaupun terus berada dalam asuhan Abu Thalib sampai beliau d i a n g k a t menjadi nabi dan rasul, bahkan Abu Thalib adalah orang terdepan yang melindungi dan menjaga Nabi dari gangguan para musuh Islam. Namun sayang, Allah mentakdirkan dia meninggal dalam keadaan kafir, bukan dalam keadaan muslim dan tidak ada yang bisa menolak apa yang menjadi takdir Allah. Bersama Persaksian Bahira, Si Rahib Ketika Muhammad berusia 12 tahun, Abu Thalib membawa Beliau n ke negeri Syam untuk berniaga. Dalam perjalanan, tepatnya di daerah Bushra, Abu Thalib bersama rombongandagangsinggahdidekat biara seorang rahib yang bernama Bahira. Biasanya Bahira tidaklah peduli kepada setiap rombongan yang singgah. Tapi di hari tersebut, tidak seperti biasanya, Bahira keluar dan menemui rombongan tersebut kemudian mendekati Muhammad seraya memegang kedua tangan Beliau n dan berkata :“ Ini adalah utusan Rabb semesta alam yang Dia utus sebagai rahmat untuk seluruh “ INI ADALAH UTUSAN RABB SEMESTA ALAM YANG DIA UTUS SEBAGAI RAHMAT UNTUK SELURUH ALAM.” ORANG-ORANG QURAISY DENGAN PENUH KEHERANAN BERTANYA : “DARI MANA ENGKAU TAHU?”.
  41. 41. 41 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan alam.” Orang-orang Quraisy dengan penuh keheranan bertanya : “Dari mana engkau tahu?”. Dia menjawab : “Sungguh pada saat kalian sampai di bukit, maka bebatuan dan pepohonan semuanya sujud, dan tidaklah mereka sujud kecuali kepada Nabi. Dan aku tahu dari tanda kenabian yang ada pada punggungnya” . Kemudian Bahira menjamu mereka dan meminta dengan sangat kepada Abu Thalib agar mengembalikan Muhammad n dan tidak melanjutkan perjalanan ke Syam karena takut akan gangguan orang Romawi dan Yahudi. Maka, Muhammad n pun kembali ke Makkah. Kesimpulan Dan Pelajaran yang Dipetik Penggalan dari sirah yang suci di atas mengandung kesimpulan- kesimpulan dan pelajaran-pelajaran berharga yang sangat banyak untuk dipetik, di antaranya sebagai berikut: 1. Mulia dan agungnya kedudukan (Nabi) Muhammad n 2. Mulianya kedudukan kedua orang tua Muhammad dan garis keturunan Beliau, yang menambah pengagungan, penghormatan dan rasa cinta seorang muslim kepada nabinya. 3. Ketegaran dan ketabahan Nabi ndalam menjalani hidup di masa kecil yang banyak Beliau lalui dengan kesedihan. 4. Yatimnya Nabi Muhammad n karena ayah Beliau wafat semasa Beliau masih berada dalam kandungan sang ibu. Kemudian ibu Beliau juga wafat di saat Beliau berumur 6 tahun. Alquran juga mengatakan : ‫ى‬َ‫َآو‬‫ف‬ ‫ا‬ً‫ِيم‬‫ت‬َ‫ي‬ َ‫ك‬ْ‫د‬َِ‫ج‬‫ي‬ َْ‫م‬‫ل‬َ‫أ‬ “Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?” (QS.Adh-Dhuha: 6) 5. Bukti-buktikenabianMuhammad semasa kecil Beliau sebelum diangkat menjadi nabi 6. Penetapan aqidah yaitu tentang iman kepada qadha dan qadar, dimana banyak orang yang dekat kepada Nabi secara kekerabatan, namuntidakberimankepada Beliau sampaimeninggal.Ituadalahkarena takdir Allah yang Maha adil. Dan masih banyak lagi pelajaran- pelajaran lainnya. Wallahu A’lam Maroji : -Alfushuul Fii Siroti Arrosuul : Alhafidz Ibnu Katsir Ad- Dimasyqie -Ar Rahiiq Almakhtuum : Syaikh Shafiyurrohman Almubarokfuri -Haadzaa Alhabiib Ayyuhal Muhib : Syaikh Abu Bakr Jabir Aljazairi -Shohih Siroh Nabawiyah : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
  42. 42. SIROH Jawaban: Apa yang disebutkan di atas berupalaranganmenikah,berkhitan dan sejenisnya pada bulan Shafar termasuk dalam kategori menganggap sial dengan bulan tersebut. Menganggap sial dengan bulan, hari, burung dan hewan- hewan lainnya merupakan perkara yang dilarang dalam agama Islam. Sebagaimana telah dijelaskan dalam sebuahhadisyangdiriwayatkanoleh Imam Al Bukhori dan Imam Muslim dari Abu Hurairoh a bahwasanya Rasulullah n bersabda: “Tidak ada penyakit menular dan thiyarah (menganggap sial dengan burung), al haammah (menganggap sial dengan burung hantu), dan Shafar (menganggap sial dengan bulan Safar)”. Larangan Menikah di Bulan Shafar Pertanyaan: Kami mendengar banyaknya keyakinan yang menyatakan larangan menikah, berkhitan, dan yang sejenisnya di bulan Shafar. Kami mengharapkan penjelasan Syaikh mengenai hal tersebut menurut syariat Islam. Semoga Allah menjaga Anda, wahai Syaikh. FA TAWA ULAMA SEPU TAR BULAN SHAFAR Oleh : Zainal Abidin, Lc. 42 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan FATAWA ULAMA
  43. 43. 43 edisi 2 vol1 Membina Iman Ilmu dan Akhlak majalah dakwah dan pendidikan Merasa sial dengan bulan Shafar termasuk bentuk tathoyyur (merasa sial) yang dilarang. Hal itu merupakan perbuatan orang-orang jahiliyyah yang telah dihapuskan oleh Islam. SemogaAllahmemberikitataufik. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad n, keluarga dan sahabatnya. (Fatwa Lajnah Daimah Lil Buhuts al ‘Ilmiyyah Wal Ifta’ 1, Juz 1, halaman 658, no 10775) Berkurban di Bulan Shafar Pertanyaan: Setiap tahun, di bulan Shafar, tepatnya pada hari Rabu terakhir di bulan ini, ayahku selalu menyembelih seekor kambing. Pada saat menyembelih ia mengucapkan sebuah doa: “Sedekah karena mengharap wajah Allah yang mulia. Penghalang antara kami dengan semua kejelekan”. Terkadang ia tidak menyembelih dengan tangannya sendiri. Akan tetapi, yang menyembelihnya adalah salah seorang saudaraku, berdasarkan perintah dari ayahku. Pada hari ini (hari Rabu terakhir bulan Shafar), ayahku bertathoyyur (merasa sial) dan tidak melakukan perjalanan jauh. Ayahku mengatakan: “Pada hari ini sahabat nabi dikalahkan ...... dan seterusnya”. Pertanyaanku; “Apakah boleh memakan daging kambing tersebut atau tidak”? Jawaban: Menyembelih kambing pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar serta berdoa dengan doa seperti yang diucapkan oleh ayahmu ketika menyembelih, kami tidak mengetahui dasar hukumnya dalam syariat Islam. Semoga Allah memberi kita taufik. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad n, keluarga dan sahabatnya. (Fatwa Lajnah Daimah Lil Buhuts al ‘Ilmiyyah Wal Ifta’ 2, juz 2, halaman 255, no 11100 ) Shalat Sunnah di Penghujung Bulan Safar Penangkal Bahaya?

×