Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Perubahan sosial dan kebudyaan 2016

549 views

Published on

Pengantar ilmu sosiologi

Published in: Education
  • Be the first to comment

Perubahan sosial dan kebudyaan 2016

  1. 1. PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN Universitas Ibnu Chaldun Jakarta 2016 1
  2. 2. 1. Definisi  KingsleyDavis, mengartikan : “perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat” (Soerjono Soekanto, 2009).  Mac Iver, mengatakan : “perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (so cialre latio nships) atau se bag ai pe rubahan te rhadap ke se im bang an (e q uilibrium ) hubung an so sial” (So e rjo no So e kanto , 20 0 9 : 26 3) 2
  3. 3.  JL.GillindanJP.Gillin, mengatakan :“perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat”(Soerjono Soekanto, 2009)  Selo Soemardjan, rumusannya adalah : “segala perubahan- perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat” (Soerjono Soekanto, 2009) 3
  4. 4.  Dari definisi di atas dapat disimpulkan perubahan sosial adalah : “perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat yang dapat mempengaruhi pola interaksi sosial di dalam suatu bentuk masyarakat, yang dapat bersifat membangun karakter manusia menuju proses yang lebih baik atau malah sebaliknya”. 4
  5. 5. 2. Karakteristik Perubahan Sosial  a. Pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.  b. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.  c. Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (so cialre latio nships) atau se bag ai pe rubahan te rhadap ke se im bang an (e q uilibrium ) hubung an so sial. 5
  6. 6.  d. Suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan- perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan- penemuan baru dalam masyarakat.  e. Modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.  f. Segala bentuk perubahan-perubahan pada lembaga- lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. 6
  7. 7. 3. Bentuk Perubahan Sosial  Perubahanlambat : “Perubahan-perubahan yang memerlukan waktu yang lama, rentetan rentetan perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi. Pada evolusi perubahan terjadi dengan sendirinya tanpa rencana atau kehendak tertentu. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan, keadaan-keadaan, dan kondisi-kondisi baru yang timbul sejalan pertumbuhan masyarakat” (Soerjono Soekanto, 2009). 7
  8. 8. ILUSTRASI 8
  9. 9. 3.1.Beberapa teori tentang evolusi 1. Unilinier theories of evolution  perkembangan masyarakat itu melalui tahapan, dari tahap sederhana ke tahap yang lebih kompleks EX:  Durkheim, dari masyarakat yang bersolidaritas mekanis ke Organis  Merton, dari masyarakat Tradisional ke modern 9
  10. 10. 2. Universal theories of evolution  perkembangan masyarakat tidak perlu melalui tahap-tahap yg tetap Ex :  Herbert Spencer perkembangan masyarakat itu dari kelompok Homogen ke kelompok heterogen, baik sifat maupun susunannya. 10
  11. 11. 3. Multilined theories of evolution  Lebih menekankan pada penelitian-penelitian terhadap tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. EX:  penelitian tentang pengaruh perubahan sistem mata pencaharian dari berburu ke pertanian, terhadap sistem kekeluargaan dst.  Perubahan yang evolusioner sering tidak dirasakan sebagai perubahan, karena masyarakat telah berhasil menyesuaikan diri secara sempurna terhadap perubahan yang terjadi. 11
  12. 12.  Soerjono Soekanto(2009), mengataka bahwa : “Perubahan cepat adalah : perubahan-perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar- dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat”. Ex: Revolusi Industri  tahap produksi tanpa mesin menuju tahap produksi dengan mesin  mengubah sistem kekeluargaan, hubungan buruh dan majikan dsb.  SecaraSosiologis agarsuaturevolusidapat terjadi, maka harus dipenuhisyarat-syarat tertentuantaralain: 1. Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. 2. Adanya kelompok orang sebagai pelopor. 12
  13. 13. 3. Pemimpin diharapkan dapat menampung keiginan-keinginan masyarakat untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas tadi menjadi program dan arah gerakan. 4. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat 5. Harus ada momentum/waktu yang tepat untuk melakukan gerakan. 13
  14. 14.  PerubahanKecil : “perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau yang berarti bagi masyarakat”. Ex : Perubahan mode pakaian, misalnya, tidak akan membawa pengaruh apa- apa bagi masyarakat dalam keseluruhannya, karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan.  Perubahanbesaradalah : “perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yaitu membawa pengaruh besar pada masyarakat “(Soerjono Soekanto, 2009). 14
  15. 15.  EX: Industrialisasi yang terjadi pada masyarakat agraris akan membawa pangaruh besar dalam masyarakat.  Perubahanyangdikehendaki(intended-change) atauperubahanyangdirencanakan(planned- chage) :“merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan didalam masyarakat. Dinamakan “agenof chage”yaitu se se o rang atau se ke lo m po k o rang yang m e ndapat ke pe rcayaan m asyarakat se bag ai pe m im pin satu atau le bih le m bag a- le m bag a ke m asyarakatan. 15
  16. 16.  Perencanaan perubahan masyarakat itu dapat disebut social enginering atau social planning.  Perubahan yang disengaja direncanakan itu misalnya, disebut dengan istilah pembangunan dan modernisasi.  Perubahansosialyangtidakdikehendakiatau yangtidakdirencanakan, merupakan : “perubahan- perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki atau berlangsung diluar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat”. (Soerjono Soekanto, 2009). 16
  17. 17.  Ex: Perubahan cara bergaul orang desa ketika sudah berada di kota 17
  18. 18. 18
  19. 19. 4. Faktor Penyebab Perubahan Sosial  Soerjono Soekanto(2009) Secara umum penyebab dari perubahan sosial budaya dibedakan atas dua golongan besar, yaitu: “Perubahan yang berasal dari masyarakat itu sendiri dan Perubahan yang berasal dari luar masyarakat”. 19
  20. 20. 4.1.Penyebab Perubahan Sosial dari dalam masyarakat  Bertambahatauberkurangnyapenduduk: “Perubahan jumlah penduduk merupakan penyebab terjadinya perubahan sosial, seperti pertambahan atau berkurangnya penduduk pada suatu daerah tertentu. Hal ini dapat mengakibatkan perubahan pada struktur masyarakat, terutama mengenai lembaga-lembaga kemasyarakatan. Sementara pada daerah lain terjadi kekosongan sebagai akibat perpindahan penduduk tadi. EX: Urbanisasi.  Penemuan-penemuanbaru: “Penemuan-penemuan baru akibat perkembangan ilmu pengetahuan baik berupa teknologi maupun berupa gagasan-gagasan menyebar kemasyarakat, dikenal, diakui, dan selanjutnya diterima serta menimbulkan perubahan sosial”. 20
  21. 21.  Penemuan baru ini dibedakan menjadi:  discovery penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat atau gagasan yang diciptakan seorang/beberapa individu.  Invention  suatu proses di mana masyarakat telah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru tersebut.  Terutamadalambidangtehnologi yang di antaranya diciptakannya berbagai mesin produksi, transportasi, komunikasi, farmasi dan kedokteran telah menyebabkan perubahan tatanan kehidupan yang tradisional dan kurang efisien mengarah kehidupan modern yang jauh lebih efisien 21
  22. 22.  Pertentangan(konflik)masyarakat  Pertentangan bisa terjadi antara individu kelompok atau kelompok dengan kelompok.  EX: konflik antara pemerintah orde baru dengan berbagai komponen masyarakat pada tahun 1997 telah mengakibatkan terjadinya perubahan dari tatanan pemerintahan yang cenderung otoriter ke pemerintahan yang demokratis. 22
  23. 23.  Terjadinyapemberontakanataurevolusi EX: Revolusi yang terjadi pada bulan Oktober 1917 di Rusia, menyebabkan perubahan besar dari negara yang bentuk kerajaan yang absolut menjadi negara diktator proletariat yang mendasarkan pada doktrin marxisme. 23
  24. 24. 4.2.Penyebab Perubahan Sosial dari Luar masyarakat  Sebab-sebabyangberasaldarilingkunganalamfisikyang adadisekitarmanusia. : “ Menurut SoerjonoSoekanto sebab yang bersumber pada lingkungan alam fisik yang kadang-kadang disebabkan oleh tindakan para warga masyarakat itu sendiri. Misalnya, penebangan hutan secara liar oleh segolongan anggota masyarakat memungkinkan untuk terjadinya tanah longsor, banjir dan lain sebagainya.  Peperangan: “Peperangan yang terjadi dalam satu masyarakat dengan masyarakat lain menimbulkan berbagai dampak negatif yang sangat dahsyat karena peralatan perang sangat canggih”. 24
  25. 25.  Pengaruhkebudayaanmasyarakat lain: “Adanya interaksi langsung antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya akan menyebabkan saling pengaruh”. Selain itu pengaruh dapat berlangsung melalui komunikasi satu arah yakni komunikasi masyarakat dengan media-media massa. 25
  26. 26. 1. Kontak dengan kebudayaan lain. 2. Sistem pendidikan formal yang maju. 3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju. 4. Sistem yang terbuka pada lapisan masyarakat. 5. Penduduk yang heterogen. 6. Orientasi ke masa depan. 7. Sikap toleransi. 26
  27. 27. 1. Sikap masyarakat yang tradisional. 2. Kurangnya hubungan dengan masyarakat yang lain. 3. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam kuat dalam masyarakat. 4. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat. 5. Adanya prasangka buruk terhadap hal-hal yang baru. 6. Adat atau kebiasaan. 7. Adanya rasa takut akan adanya kegoyahan integritas atau kesatuan bangsa. 27
  28. 28. 7. Saluran Perubahan Sosial- Budaya  Merupakansaluranyangdilaluisuatuproses perubahan 1. Pemerintah 2. Keluarga 3. Organisasi keagamaan 4. Organisasi Pendidikan 5. Organisasi ekonomi 6. Organisasi kesenian 7. Organisasi olah raga 8. Organisasi politik 28
  29. 29.  Saluran itu berfungsi agar perubahan dikenal, diterima, diakui, serta dipergunakan oleh masyarakat atau mengalami proses pelembagaan (Institutionalization) 29
  30. 30. 8. Cultural Lag  WilliamF. Ogburn: “Secara keseluruhan pertumbuhan kebudayaan tidak selalu sama cepatnya, ada bagian yang tumbuh dengan cepat, ada pula yang lambat”.  Perbedaantaraf kemajuandari berbagai bagian kebudayaansuatumasyarakat  CulturalLag EX: “Perkembangan tehnologi cepat tidak sama dengan perubahan sikap dan perilaku masyarakat”. 30
  31. 31. 9. Agar tidak terjadi Cultural Lag  Pembangunan nasional hendaknya dilaksanakan secara multidimensional, artinya berbagai aspek kehidupan itu dilaksanakan secara bersamaan.  Konsekuensinya Memerlukan dana dan tenaga ahli yang banyak serta waktu yang lama
  32. 32. 10.Arah perubahan sosial  Perubahan akan bergerak meninggalkan sesuatu yang diubah dan menuju pada sesuatu yang diharapkan.  Sesuatu yang ditinggalkan biasanya dianggap sudah tidak cocok atau tidak bermanfaat.  Di negara sedang berkembang secara umum melakukan perubahan dengan mencontoh negara maju /modern (negara2 barat) yang telah dianggap berhasil melakukan perubahan (modernisasi). 32
  33. 33. 11. Modernisasi  Modernisasi merupakan salah satu bentuk perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada perencanaan yang biasa dinamakan social planning.  Modernisasi berbeda dengan westernisasi (peniruan budaya negara-negara barat) dan sekulerisasi (Hidup adalah hanya soal-soal keduniawian) dalam arti bahwa modernisasi tidak mutlak bisa disebut sebagai weternisasi atau sekulerisasi. 33
  34. 34.  Dalam perkembanganya Modernisasi lebih bersifat umum daripada westernisasi maupun sekulerisasi.  Modernisasi juga berbeda dengan reformasi, modernisasi bersifat preventif dan konstruktif, sedangkan reformasi menekankan pada faktor-faktor rehabilitasi 34
  35. 35. 5.Referensi  Sunarto Kamanto, pengantar Sosiologi : Sebuah bunga rampai. Jakarta: yayasan obor indonesia.  Sunarto Kamanto, pengantar Sosiologi : lembaga penerbit FEUI. Jakarta  Koentjaraningrat, kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, PT Gramedia Jakarta, 1984  Soerjono Soekanto, sosiologi suatu pengantar, CV Rajawali Jakarta, 1999  Schorl. J.W. Modernisasi, Pengantar Sosiologi Pembangunan Negara- negara sedang berkembang, (terjemahan : RG. Soekadijo), PT Gramedia Jakarta, 1999  Abdulsyani, Sosiologi Skematika, teori dan terapan, PT. Bumi Aksara, 2002 35

×