PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PRODUK By : Marwah Tiffani  080411012 welcome to my lecture, on this day, I will report the re...
Pendahuluan <ul><li>Perkembangan dalam perancangan produk yang semakin berin o vasi pada saat ini sudah tidak terbendung l...
TINJAUAN PUSTAKA Pengukuran Kualitas <ul><li>Menurut Gavin (dalam lovelock, 2001) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa pe...
2.2 Kepuasan Pelanggan <ul><li>Pelanggan eksternal </li></ul><ul><li>yaitu orang atau badan yang membeli atau menggunakan ...
Kepuasan <ul><li>Faktor pendorong kepuasan pelanggan tersebut adalah menurut Handi Irawan D., Mba, Moom 2004, adalah </li>...
2.3 Ekspektasi Pelanggan <ul><li>Memberikan kepuasan yang optimal kepada pelanggannya. Pelanggan dengan harapan tinggi aka...
2.4 Persepsi Pelanggan <ul><li>Menurut Kotler (2000) kualitas jasa harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pad...
2.5 Teknik – Teknik QFD <ul><li>Teknik Kreatifitas </li></ul><ul><li>Pendekatan tak terstruktur dan terstruktur  </li></ul...
2.6 Hierarkhi matrik QFD <ul><li>1. Tahap Perencanaan Produk  (House of Quality) </li></ul><ul><li>2. Tahap Perencanaan Ko...
2.7 House of Quality <ul><li>Rumah kualitas atau biasa disebut juga  House of Quality (HOQ)  merupakan tahap pertama dalam...
2.8 Part Deployment <ul><li>Bagian A </li></ul><ul><li>Bagian ini berisi persyaratan teknis yang diperoleh dari  QFD </li>...
2.9 Penentuan Karakteristik <ul><li>Mengelompokan Kebutuhan Konsumen Kedalam Istilah Atribut Produk </li></ul><ul><li>Meme...
3.1 Langkah-Langkah Pemecahan Masalah  Keseluruhan
3.2 Langkah-Langkah Pemecahan  Metodologi Penelitian
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA <ul><li>JUMLAH RATA-RATA DATA AWAL </li></ul><ul><li>4.52 </li></ul><ul><li>4.40 </li></ul...
DATA ATRIBUT <ul><li>JUMLAH RATA RATA  Kursi Kuliah T.I </li></ul><ul><li>4,01 </li></ul><ul><li>3,96 </li></ul><ul><li>3,...
PENGOLAHAN DATA
HOQ
ANALISA <ul><li>Goal : Target Pencapaian Produk </li></ul><ul><li>- Kualitas produk (5)  </li></ul><ul><li>- Harga yang di...
<ul><li>Sales Poin (SP) </li></ul><ul><li>Sales poin menunjukkan tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut-atribut dari p...
<ul><li>Row   Weight   (RW) </li></ul><ul><li>Row   weight  atau bobot baris merupkan suatu acuan dalam menentukan priorit...
<ul><li>Analisa korelasi teknis </li></ul>
<ul><li>Persentase Bobot Kolom </li></ul><ul><li>Persentase bobot kolom digunakan untuk menilai kebutuhan teknis nama yang...
<ul><li>Gap Analisis </li></ul><ul><li>Dari gap analisis, kita dapat melihat posisi atribut dari produk kita bila dibandin...
KESIMPULAN DAN SARAN <ul><li>Kesimpulan </li></ul><ul><li>Dari pengolahan data yang telah dilakukan pada praktikum ini, di...
SELESAI. <ul><li>TERIMAH KASIH </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Perencanaan dan perancangan produk1

3,492 views

Published on

Published in: Business, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
3,492
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
165
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Perencanaan dan perancangan produk1

  1. 1. PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PRODUK By : Marwah Tiffani 080411012 welcome to my lecture, on this day, I will report the results of my practice
  2. 2. Pendahuluan <ul><li>Perkembangan dalam perancangan produk yang semakin berin o vasi pada saat ini sudah tidak terbendung lagi. Bahkan pada saat sekarang setiap detik perusahaan tidak akan lepas dengan sebuah pemikiran untuk memperbaiki produk atau jasa yang dihasilkan. Dengan perkembangan produk maka memudahkan kita untuk dapat memasarkan produk yang kita produksi. Bahkan saat ini produk dan jasa dengan perkembangan bermacam-macam sudah merupakan suatu trend kehidupan., Hal ini menunjukkan semakin tinggi status sosial kita atau dipandang lebih modern. Sebuah perkembangan nilai suatu produk </li></ul><ul><li>Perkembangan ini sangat terlihat akselerasinya dalam kehidupan, dan hampir setiap sisi kehidupan kita selalu merasakan manfaat adanya perkembangan perancangan produk tersebut. Perkembangan tersebut akan menumbuhkan pula bisnis di bidangnya. Setiap perkembangan produk akan mendukung munculnya produk baru, atau fasilitas baru dalam suatu produk tersebut. Oleh karena itu maka produk-produk tersebut setiap saat akan naik dan terus meningkat jumlahnya. </li></ul>
  3. 3. TINJAUAN PUSTAKA Pengukuran Kualitas <ul><li>Menurut Gavin (dalam lovelock, 2001) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa pendekatan pengukuran kualitas, yakni : </li></ul><ul><li>Pandangan Transedental </li></ul><ul><li>Kualitas dapat dirasakan, tetapi sulit didefinisikan. </li></ul><ul><li>Pendekatan berbasis produk </li></ul><ul><li>Melihat kualitas sebagai variabel yang tepat dan dapat diukur </li></ul><ul><li>Pendekatan berbasis pengguna </li></ul><ul><li>Mendefinisikan kualitas sebagai kepuasan maksimum. </li></ul><ul><li>Pendekatan berbasis manufaktur </li></ul><ul><li>Pendekatan yang didasarkan pada penawaran dan sangat berkaitan dengan manufaktur. </li></ul><ul><li>Pendekatan berbasis nilai </li></ul><ul><li>Pendekatan ini mendefinisikan kualitas dalam hal ini nilai dan harga. </li></ul><ul><li>  </li></ul>
  4. 4. 2.2 Kepuasan Pelanggan <ul><li>Pelanggan eksternal </li></ul><ul><li>yaitu orang atau badan yang membeli atau menggunakan out put (produk atau jasa pelayanan). Out put adalah ukuran pencapaian efektifitas yang akan berpengaruh terhadap produktifitas perusahaan. Pelanggan eksternal disebut juga pelanggan nyata dalam arti yang sebenarnya. </li></ul><ul><li>Pelanggan Internal ( internal customer) yaitu setiap orang atau bagian yang menangani proses pembuatan produk didalam perusahaan dan menerima. komponen dari pemasok internal. </li></ul><ul><li>Pelanggan perantara (intermediate customer) yaitu mereka yang bertindak atau berperan sebagai perantara untuk mendistribusikan produk kepada pihak konsumen atau pelanggan eksternal. </li></ul>
  5. 5. Kepuasan <ul><li>Faktor pendorong kepuasan pelanggan tersebut adalah menurut Handi Irawan D., Mba, Moom 2004, adalah </li></ul><ul><li>Kualitas produk, pelanggan merasa puas kalau setelah membeli dan menggunakan produk tersebut, ternyata kualitas produknya baik. </li></ul><ul><li>Harga, untuk pelanggan yang sensitive biasanya harga murah adalah sumber kepuasan yang penting karena mereka akan mendapatkan value for maney yang tinggi </li></ul><ul><li>Service Quality, ada tiga factor yang mempengaruhi, yaitu : reliability, responsiveness, assurance, emphaty dan tangible. </li></ul><ul><li>Emotional factor, kepuasan pelanggan dapat timbul pada saat konsumen menggunakan produk atau jasa yang mempunyai brand image yang baik. </li></ul><ul><li>Faktor biaya dan kemudahan untuk mendapat produk atau jasa tersebut. Pelanggan akan semakin puas apabila relative mudah, nyaman, dan efisien dalam mendapatkan produk atau pelayanan. </li></ul>
  6. 6. 2.3 Ekspektasi Pelanggan <ul><li>Memberikan kepuasan yang optimal kepada pelanggannya. Pelanggan dengan harapan tinggi akan jauh lebih sulit untuk dipuaskan begitu juga sebaliknya, pelanggan dengan harapan yang rendah akan mudah dipuaskan. </li></ul>
  7. 7. 2.4 Persepsi Pelanggan <ul><li>Menurut Kotler (2000) kualitas jasa harus dimulai dari kebutuhan pelanggan dan berakhir pada persepsi pelanggan. Sebagai pihak yang membeli dan mengkonsumsi jasa, pelangganlah yang menilai tingkat kualitas jasa sebuah perusahaan. </li></ul><ul><li>L.G. Schiffman dan L.I. Kanuk,Mendefinisikan persepsi adalah proses bagaimana seorang individu menyeleksi, mengorganisasikandan menginterprestasikan stimulus ke dalam suatu yang bermakna dan melekat diingatannya. </li></ul><ul><li>Solomon,Mendefinisikan persepsi adalah proses bagaimana stimulus-stimulus itu diseleksi, diorganisasi dan diinterprestasikan. </li></ul>
  8. 8. 2.5 Teknik – Teknik QFD <ul><li>Teknik Kreatifitas </li></ul><ul><li>Pendekatan tak terstruktur dan terstruktur </li></ul><ul><li>Identifikasi responden konsumen dan tenaga ahli . </li></ul><ul><ul><ul><li>Analisa Keseimbangan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Faktor pertimbangan analisa </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>kebutuhan system pengembangan </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Quality Function Deployment (QFD) </li></ul></ul></ul><ul><li>A dalah sebuah metodologi dalam proses perancangan dan pengembangan produk yang mampu mengintegrasikan voice of costumer ke dalam proses perancangannya. </li></ul>
  9. 9. 2.6 Hierarkhi matrik QFD <ul><li>1. Tahap Perencanaan Produk (House of Quality) </li></ul><ul><li>2. Tahap Perencanaan Komponen (Part Deployment) </li></ul><ul><li>3. Tahap Perencanaan Proses (Proses Deployment) </li></ul><ul><li>4. Tahap Perencanaan Produksi (Manufacturing/ Production Planning) </li></ul>
  10. 10. 2.7 House of Quality <ul><li>Rumah kualitas atau biasa disebut juga House of Quality (HOQ) merupakan tahap pertama dalam penerapan metodologi QFD. Secara garis besar matriks ini adalah upaya untuk mengkonversi voice of costumer secara langsung terhadap persyaratan teknis atau spesifikasi teknis dari produk atau jasa yang dihasilkan. perusahaan akan berusaha mencapai persyaratan teknis yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan, dengan sebelumnya melakukan benchmarking terhadap produk pesaing. Benchmarking dilakukan untuk mengetahui posisi-posisi relatif produk yang ada di pasaran yang merupakan </li></ul>
  11. 11. 2.8 Part Deployment <ul><li>Bagian A </li></ul><ul><li>Bagian ini berisi persyaratan teknis yang diperoleh dari QFD </li></ul><ul><li>Bagian B </li></ul><ul><li>Bagian ini berisi hasil normalisasi kontribusi persyaratan teknis yang </li></ul><ul><li>diperoleh dari QFD </li></ul><ul><li>Bagian C </li></ul><ul><li>persyaratan part yang berhubungan dan bersesuaian </li></ul><ul><li>Bagian D </li></ul><ul><li>Bagian ini menggambarkan hubungan diantara persyaratan part dan persyaratan teknis. Sehingga hubungan ini didasarkan pada dampak persyaratan part terhadap persyaratan teknis. </li></ul><ul><li>Bagian E </li></ul><ul><li>- Part spesification  Merupakan satuan dari persyaratan part. </li></ul><ul><li>- Column weight Merupakan kontribusi dari persyaratan part. </li></ul><ul><li>- Target. </li></ul>
  12. 12. 2.9 Penentuan Karakteristik <ul><li>Mengelompokan Kebutuhan Konsumen Kedalam Istilah Atribut Produk </li></ul><ul><li>Mementukan Kepentingan Realtif Atribut </li></ul><ul><li>Mengepaluasi Atribut- atribut Pesaingan Produk </li></ul><ul><li>Menggambarkan Suatu Matrik Atribut Produk Berlawanan Karakteristik </li></ul><ul><li>Mengindentifakasi Hubungan Diantara Karekteristik Engineering Dan Atribut Produk. </li></ul><ul><li>Mengidentifikasi Suatu Interaksi Diantara Karakteristik Engineering. </li></ul><ul><li>Mengatur Gambar Target Yang Dicapai Untuk Karakteristik Engineering </li></ul>
  13. 13. 3.1 Langkah-Langkah Pemecahan Masalah Keseluruhan
  14. 14. 3.2 Langkah-Langkah Pemecahan Metodologi Penelitian
  15. 15. PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA <ul><li>JUMLAH RATA-RATA DATA AWAL </li></ul><ul><li>4.52 </li></ul><ul><li>4.40 </li></ul><ul><li>2.88 </li></ul><ul><li>2.88 </li></ul><ul><li>3.82 </li></ul><ul><li>3.63 </li></ul><ul><li>4.20 </li></ul><ul><li>3.86 </li></ul><ul><li>2.69 </li></ul><ul><li>2.50 </li></ul><ul><li>4.34 </li></ul><ul><li>4.13 </li></ul><ul><li>4.05 </li></ul>
  16. 16. DATA ATRIBUT <ul><li>JUMLAH RATA RATA Kursi Kuliah T.I </li></ul><ul><li>4,01 </li></ul><ul><li>3,96 </li></ul><ul><li>3,00 </li></ul><ul><li>3,15 </li></ul><ul><li>2,82 </li></ul><ul><li>3,58 </li></ul><ul><li>3,83 </li></ul><ul><li>3,40 </li></ul><ul><li>2,98 </li></ul><ul><li>2,86 </li></ul><ul><li>3,69 </li></ul><ul><li>3,64 </li></ul><ul><li>3,07 </li></ul><ul><li>JUMLAH RATA-RATA TUPPERWARE </li></ul><ul><li>4,47 </li></ul><ul><li>4,14 </li></ul><ul><li>3,52 </li></ul><ul><li>3,76 </li></ul><ul><li>3,88 </li></ul><ul><li>3,44 </li></ul><ul><li>4,38 </li></ul><ul><li>3,82 </li></ul><ul><li>3,24 </li></ul><ul><li>3,45 </li></ul><ul><li>4,42 </li></ul><ul><li>4,54 </li></ul><ul><li>4,08 </li></ul><ul><li>JUMLAH RATA-RATA LION STAR </li></ul><ul><li>4,40 </li></ul><ul><li>4,07 </li></ul><ul><li>3,36 </li></ul><ul><li>3,72 </li></ul><ul><li>3,75 </li></ul><ul><li>3,34 </li></ul><ul><li>4,30 </li></ul><ul><li>3,77 </li></ul><ul><li>3,17 </li></ul><ul><li>3,32 </li></ul><ul><li>4,28 </li></ul><ul><li>4,36 </li></ul><ul><li>3,91 </li></ul>
  17. 17. PENGOLAHAN DATA
  18. 18. HOQ
  19. 19. ANALISA <ul><li>Goal : Target Pencapaian Produk </li></ul><ul><li>- Kualitas produk (5) </li></ul><ul><li>- Harga yang ditawarkan murah (5) </li></ul><ul><li>- Lamanya menyimpan panas (5) </li></ul><ul><li>- Kekuatan produk (5) </li></ul><ul><li>Improvement Rates (IR) </li></ul><ul><li>Ketentuan dalam pengambilan keputusan Improvement Rates (IR) adalah bahwa : “Semakin besar IR, maka semakin semakin besar usaha yang harus dilakukan untuk mencapai goal (target)” . </li></ul><ul><li>- Kemudahan mendapatkan barang (1.78) </li></ul>
  20. 20. <ul><li>Sales Poin (SP) </li></ul><ul><li>Sales poin menunjukkan tingkat kepuasan konsumen terhadap atribut-atribut dari produk kita, apabila atribut-atribut tersebut dapat terpenuhi. Semakin besar nilai Sales Poin (SP), maka semakin besar pula tingkat kepuasan konsumen apabila atribut dapat memenuhi kebutuhan konsumen. </li></ul><ul><li>Atribut-atribut tersebut diantaranya : </li></ul><ul><li>- Kualitas produk (1.5) </li></ul><ul><li>- Harga yang ditawarkan murah (1.5) </li></ul><ul><li>- Lamanya menyimpan panas (1.5) </li></ul><ul><li>- Kekuatan produk (1.5) </li></ul><ul><li>- Kenyamanan produk (1.5) </li></ul><ul><li>Sedangkan untuk atribut dengan nilai terendah adalah : </li></ul><ul><li>- Ukuran barang (1) </li></ul><ul><li>- Motif barang (1) </li></ul><ul><li>- Brand name / reputasi yang baik (1) </li></ul><ul><li>- Konsistensi garansi produk (1) </li></ul>
  21. 21. <ul><li>Row Weight (RW) </li></ul><ul><li>Row weight atau bobot baris merupkan suatu acuan dalam menentukan prioritas utama bagi suatu atribut produk untuk dikembangkan.Penentuan prioritas ini dapat dilihat dari rangking terbesar RW, yang dalam hal ini berarti merupakan atribut yang memiliki RW terkecil. Semakin kecil RW, maka semakin basar kemungkinan atribut tersebut menjadi prioritas utam untuk dikembangkan. </li></ul><ul><li>Sehingga dalam hal ini, atribut produk yang diprioritaskan untuk dikembangkan adalah Brand name / reputasi yang baik (2,00) . Sedangkan atribut yang memiliki nilai RW terbesar adalah Kualitas produk (7.52). </li></ul><ul><li>Normal Row Weight (NRW) </li></ul><ul><li>Normal row weight (NRW) menunjukkan kontribusi atribut dalam memenuhi keinginan konsumen. Semakin besar NRW, maka semakin besar pula kontribusi atribut tersebut dalam memenuhi keinginan konsumen. Untuk cangkir tahan panas TI, 1 . Kualitas produk (0.12 ) </li></ul><ul><li>2. Harga yang ditawarkan murah (0.12 ) . </li></ul><ul><li>3.Motif barang (0.03 ) . </li></ul><ul><li>Analisa Respon Teknis </li></ul><ul><li>Bisa dilihat dari Atribut </li></ul>
  22. 22. <ul><li>Analisa korelasi teknis </li></ul>
  23. 23. <ul><li>Persentase Bobot Kolom </li></ul><ul><li>Persentase bobot kolom digunakan untuk menilai kebutuhan teknis nama yang akan diprioritaskan. Semakin kecil persentase bobot kolom, maka akan dijadikan prioritas kebutuhan teknis cangkir tahan panas TI adalah </li></ul><ul><li> Desain penampilan barang yang menarik (2,25 ) </li></ul><ul><li>Posisi atribut cangkir tahan panas TI dengan pesaing </li></ul><ul><li>Dari segi atribut, hampir sebagian besar kualitas cangkir tahan panas TI dapat dibilang sejajar dan lebih baik dari 2 merek pesaingnya, yaitu Tupperware dan Lion star. Bahkan dapat dilihat dari nilai posisi bahwa hanya ada 1 atribut yang kualitasnya lebih rendah, yaitu </li></ul><ul><li>Brand name/ reputasi yang baik dan dipercaya . </li></ul><ul><li>Posisi kebutuhan teknis cangkir tahan panas TI dengan pesaing </li></ul><ul><li>Sama seperti halnya dengan atribute produk, kebutuhan teknis dari cangkir tahan panas TI juga dapat dikatakan sejajar dan lebih baik. Dan hanya ada satu dari kebutuhan teknis tersebut yang lebih rendah dibanding pesaing-pesaingnya, yaitu kebutuhan teknis mengenai </li></ul><ul><li> Harga yang ditawarkan murah. </li></ul>
  24. 24. <ul><li>Gap Analisis </li></ul><ul><li>Dari gap analisis, kita dapat melihat posisi atribut dari produk kita bila dibandingkan dengan atribut produk yang ada di pasaran sekarang. </li></ul><ul><li>Dari hasil perhitungan gap analisis, dapat dikelompokkan atribut-atribut mana saja yang lebih unggul dari produk sekarang dan atribut mana saja yang harus dilakukan perbaikan, sebagai berikut : </li></ul><ul><li>Atribut yang lebih unggul ( Bernilai negatif ) : </li></ul><ul><ul><li>Ukuran barang (-0.2) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kualitas produk (-0.19) </li></ul></ul><ul><ul><li>Harga yang ditawarkan murah (-0.1) </li></ul></ul><ul><ul><li>Lamanya menyimpan panas (-0.95) </li></ul></ul><ul><ul><li>Kenyamanan produk (-1.19) </li></ul></ul><ul><li>Atribut yang perlu diperbaiki/Ditingkatkan ( Bernilai positif ) : </li></ul><ul><li>- Kelengkapan Accessories (1,52) </li></ul><ul><li>- Desain/penampilan barang yang menarik (1,25) </li></ul><ul><li>- Motif barang (0.02) </li></ul><ul><li>- Kemudahan mendapatkan barang (0.23) </li></ul><ul><li>- Brand name / reputasi yang baik (0.62) </li></ul><ul><li>- Bonus / diskon yang diberikan (1.52) </li></ul><ul><li>- Kenyamanan produk (0,3) </li></ul><ul><li>- Konsistensi garansi produk (0.98) </li></ul>
  25. 25. KESIMPULAN DAN SARAN <ul><li>Kesimpulan </li></ul><ul><li>Dari pengolahan data yang telah dilakukan pada praktikum ini, diambil kesimpulan yaitu mengenai atribut produk mana yang harus diprioritaskan untuk dilakukan pengembangan kualitasnya adalah atribut yang memiliki </li></ul><ul><li>- Row Weight (bobot kolom) dengan nilai yang terkecil </li></ul><ul><li>- Brand name/reputasi yang baik </li></ul><ul><li>- Desain penampilan barang yang menarik yang diberikan </li></ul><ul><li>Saran </li></ul><ul><li>QFD hanya merupakan salah satu metode yang digunakan untuk pengambilan keputusan dalam pengembangan produk. Ada baiknya, dalam pengambilan keputusan itu digunakan pula metode lain sebagai pembanding, sebab tidak menutup kemungkinan metode yang kita pakai memiliki kekurangan. </li></ul>
  26. 26. SELESAI. <ul><li>TERIMAH KASIH </li></ul>

×