Prposal ptk ipa sd

33,117 views

Published on

PTK IPA SD

Published in: Education
2 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • TERBATAS HANYA UNTUK 5 ORANG Berisi 300 PTK Lengkap plus Lampiran, Tingkat PAUD/TK, SD/MI/SMA/SMK MA dengan berbagai Macam Model Dan Metode Pembelajaran yang bisa digunakan sebagai referensi dalam pembuatan karya ilmiah dan juga sebagai referensi untuk kenaikan pangkat, DVD Penelitian Tindakan Kelas Ini untuk semua tingkat , bapak/ibu guru tidak usah bingung dengan teori teori model dan metode pembelajaran, Insya Alloh sangat bermanfaat. silahkan hubungi 085220275400
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • tolong bantu saya donwlodn ptk yah
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
33,117
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
7
Actions
Shares
0
Downloads
972
Comments
2
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Prposal ptk ipa sd

  1. 1. MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY PADA SISWA KELAS V DI SDN ….. KECAMATAN ……… KABUPATEN ……. TAHUN PELAJARAN ………A. Latar Belakang MasalahPerubahan-perubahan Sistem pendidikan di Indonesia itu terjadi karena telah dilakukan berbagaiusaha pembaharuan dalam pendidikan.Akibat pengaruh itu pendidikan semakin mengalamikemajuan.Sekarang ini pendidikan di sekolah-sekolah telah menunjukkan perkembangan yang sangatpesat.Perkembangan itu terjadi karena terdorong adanya pembaharuan tersebut, sehingga didalam pengajaranpun guru selalu ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapatmemberikan semangat belajar bagi semua siswa. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakanbahwa pembaharuan dalam sistem pendidi kan yang mencakup seluruh komponen yang ada.Pembangunan d bidang pendidikan barulah ada artinya apabila dalam pendidiakn dapatdimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia yang sedangmembangun.Hakekatnya kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balikantara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu komponen dalamproses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanyasekedar penyampai materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentralpembelajaran.Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses belajar mengajar, gurulah yang mengarahkanbagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. Karena itu guru harus dapat membuat suatupengajaran menjadi lebeh efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akanmembuat siswa merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut.Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitumeningkatkan kualitas manusia Indonesia, manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwaterhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerjakeras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani,juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air, mempertebalsemangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Sejalan dengan itu pendidikan nasionalakan mampu mewujudkan manusia-manusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri sertabertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Depdikbud (1999).Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor di antaranya adalah faktor gurudalam melaksanakan proses belajarmengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkankecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapaitujuan pendidikan secara maksirnal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki
  2. 2. cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuaidengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.Untuk itu diperlukan suatu upaya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaransalah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaranagar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. Misalnya denganmcmbimbing siswa untuk bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampumembantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkanpemahaman siswa terhadap konsepkonsep yang diajarkan. Pemahaman ini memerlukan minatdan motivasi.Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untukbelajar.Untuk itu, guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi sehingga denganbantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaranIPA yang diharapkan oleh guru adalah 90,00Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi olehsejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaranIPA sangat rendah yaitu mencapai 50,00. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajarmengajar hanya menggunakan metode ceramah, tanpa menggunakan alat peraga, dan materipelajaran tidak disampaikan secara kronologis.Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkanmotivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat la.ngsung dalamkegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untukmenemukan konsep IPA.Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik, motivasi juga pentingdalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atauseberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untukbelajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materiitu, sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Tugaspenting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur, 2001 : 3).Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi, juga diharapkan dapat menetapkandan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak, sehinggamenghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa.Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metodepembelajaran, yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakahdengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajarIPA.Penulis memilih metode pembelaja.an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasamenemukan, mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. (Siadari, 2001:4). Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa iebih aktif dalam memecahkanuntuk menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing atau memberikan petunjuk caramemecahkan masalah itu.Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul "
  3. 3. Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA dengan Metode Pembelajaran Discovery PadaSiswa Kelas V Di SDN …….. Kecamatan …….. Kabupaten ……. Tahun Pelajaran …….. ".B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar helakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran discovery terhadap motivasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN …… di Kecamatan … Kabupaten ….. Tahun pelajaran ………? 2. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN ……. di Kecamatan ……. Kabupaten …… Tahun pelajaran ……?C. Tujuan PenelitianSesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk: 1. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN .......Kecamatan ......Kabupaten ............ Tahun pelajaran 20../20... 2. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN .......Kecamatan ......Kabupaten ............ Tahun pelajaran 20../20...D. Manfaat PenelitianPenulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi :1. Guru Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA.2. Siswa Meningkatkan motivasi dan prestasi pada mata pelajaran-pelajaran IPA3. Sekolah Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan disekolah tersebut.E. HipotesisTindakanHipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: 1. Penerapan pembelajaran disvovery dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN ....... di Kecamatan ......Kabupaten ............ Tahun pelajaran 20../20... 2. Penerapan pembelajaran discovery dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mata pelajaran IPA pada siswa kelas V di SDN ....... di Kecamatan ......Kabupaten ............ Tahun pelajaran 20../20..F. Ruang Lingkup PenelitianRuang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:
  4. 4. 1. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. 2. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V 3. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN .......Kecamatan ......Kabupaten ............. 4. Dalam penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 20../20... 5. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar menyimpulkan hasil penyelidikan tentang perubahan sifat benda, baik sementara maupun tetap.G. Definisi OperasionalVariabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikanhal-hal sebagai berikut:1. Metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah :Suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukarpendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapatbelaiar sendiri2. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atautingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalamdiri individu yang mendorong tingkah. lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuantertentu.3. Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentukskor, setelah siswa mengikuti pelajaran.H. Kajian Pustakaa. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery)Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. Menurut Sund discovery adalah prosesmental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksudkandengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, manbuat dugaan, menjelaskan, mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Suatukonsep misalnya: segi tiga, pans, demokrasi dan sebagainya, sedang yang dimaksud denganprisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. Dalam teknik ini siswadibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanyamembimbing dan memberikan instruksi.Dr. J. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu, sehingga situasibelajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominatedlearning. Dengan menggunakan discovery learning, ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkansiswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membacasendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belajar sendiri.Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam prosesbelajar mengajar. Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:
  5. 5. Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. Mampu mengarahkan cara siswa belajar, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Guru hanya sebagai teman belajar saja,membantu bila diperlukan.Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikanialah: Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja, kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif.b Motivasi BelajarPengertian Motivasi Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untukmelakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapankesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasiadalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untukmemenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yangmendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman,2000: 28).Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubahenergi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuantertentu.:Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidakmempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Hal inisesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajarsesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu,sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik.
  6. 6. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalammencapai tujuan tertentu.Macam-macam MotivasiMenurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu:1. Motivasi IntrinsikJenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah karena adanya ajakan,suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia maumelakukan sesuatu atau belajar (Usman, 2000: 29).Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115), motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadiaktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudahada dorongan untuk melakukan sesuatu.Menurut Winata (dalam Erriniati, 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untukmembangun motivasi intrins.k. Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. 2. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok. 3. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah. 4. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. 5. Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya.Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul daridalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Seseorang yang mernilikimotivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidakmemerlukan motivasi dari luar dirinya.2. Motivasi EkstrinsikJenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanyaajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnyaia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh olehorang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman, 2000: 29).Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117), motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasiintrinsik.Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanyaperangsang dari luar.Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsikantata lain: 1. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain.
  7. 7. 2. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. 3. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. 4. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas, kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri, sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian, guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri, tentu saja dengan bimbingan guru. 5. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. 6. Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Akan tetapi, bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan, barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Jadi, angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa.Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luarindividu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar, misalnya adanya persaingan,untuk mencapai nilai yang tinggi, dan lain sebagainya.c. Prestasi Belajar IPABelajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar.Perubahan ini merupakanpengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Pengalaman dalam belajarmerupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar disekolah. Menurut Poerwodarminto (1991: 768), prestasi belajar adalah hasil yang dicapai(dilakukan, dekerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasilpenciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yangmembutuhkan pikiran.Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa denganmelibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatanbelajar.Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasilbelajar.Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikutipelajaran yang diberikan oleh guru. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh manakeberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.Sejalan dengan prestasi belajar, maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilaiyang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinyabaik aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam prosesbelajar mengajar IPA.d. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan(Discovery)
  8. 8. Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapaitujuan tertetntu. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitifyang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap danmengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur, 2001: 3). Sedangkan prestasi belajar adalahhasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswaitu melakukan kegiatan belajar.Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yargmemberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuanpembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari, 2001: 7). Pengetahuan yangdiperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama, mempunyai efek transferyang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. Secara umumbelajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan danmemecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Selain itu, belajar penemuanmembangkitkan keingintahuan siswa, memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukanjawaban (Syafiudin, 2002: 19).Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalampembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadioptimal. Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu. Denganmotivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. Jadi motivasi akansenantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasibelajar siswa.I. Metode Penelitiana. Jenis PenelitiantiJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif, partisipatif,kolaboratif, dan spiral, bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim, carakerja, proses, isi, dan kompetensi atau situasi pembelajaran. PTK yaitu suatu kegaitan mengujicobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampumemperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto, 2001)b. Kehadiran PenelitiPada penelitian ini, peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : 1. Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran 2. Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas 3. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat 4. Melaporkan hasil penelitianc. Lokasi Penelitian
  9. 9. Penelitian dilaksanakan di…….d. Data dan sumber 1. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test). 2. Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Sebagai obyek penelitiane. Prosedur pengumpulan dataPengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut :1. WawancaraWawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. Wawancaradilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa2. AngketAngket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkaitdengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif3. ObservasiObservasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri daribeberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung.Observasi ini dilakukan denganmenggunakan lembar observasi yang telah disusun.Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer.4. TestTest dilaksanakan setiap akhir siklus, hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperolehsiswa setelah pemberian tindakan. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materitercakup5. Catatan lapanganCatatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua datayang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian inif. Analisis data1. Kemampuan BerfikirKualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric.Kemudian untuk mengetahuipeningkatan skor kemampuan berfikir, pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubricpada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric padasiklus II.Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswaSkor riil X 4Skor maksKeterangan:Skor riil :skortotal yang diperoleh siswaSkor maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa4 : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran )2. Hasil Belajar
  10. 10. Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untukmengetahui ketuntasan belajar siswa.Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasanbelajar. Secam Aswirara individu, siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnyamencapai 65 %, Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % darijumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007)g. Tahap-tahap penelitianBerdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah modelpembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . Setiap siklustediri dari perencanaan, tindakan, penerapan tindakan, observasi, refleksi.Siklus I1. PerencanaanSebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. Kegiatan pada tahap ini adalah : Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK. Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa. Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis, jenis kelamin,maupun etnis. Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan2. Pelaksanaan Tindakan Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran, siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran) Kegiatan penutupDi akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus, guru memberikan test secara tertulis untukmengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung.3. ObservasiPengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamatmelakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya.4. RefleksiPada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. Hasil analisis data yang telah adadipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai.Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi, apayang dihasilkan,kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Hasil refleksi
  11. 11. digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikanpada siklus IISilus IIKegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaankegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikanpada pelaksanaan siklus I.Sumber : http://www.sarjanaku.com

×