Daya Saing Konstruksi, Semarang 02 November 2012

1,002 views

Published on

Disajikan pada acara "Forum Konsultasi Peningkatan Daya Saing Sektor Konstruksi di Provinsi Jawa Tengah" tanggal 2 November 2012, Hotel Santika Premiere, Semarang

Published in: Business
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
1,002
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Daya Saing Konstruksi, Semarang 02 November 2012

  1. 1. 10/30/2012 M. Sapri Pamulu, M.Eng.PM,Ph.D. Forum Konsultasi Peningkatan Daya Saing Sektor Konstruksi Nasional Provinsi Jawa Tengah Semarang, 02 November 12Daya Saing (Competitiveness) adalah produktifitasdari suatu negara dalam menggunakan sumberdayanya.Daya saing nasional merupakan agregasi dari dayasaing industri-industrinya termasuk konstruksi. 1
  2. 2. 10/30/2012 2
  3. 3. 10/30/2012Kualitas Infrastruktur 2011-2012 2012-2013Infrastruktur secara keseluruhan 82 74Jalan 83 68Jalan KA 52 45Pelabuhan 103 81Bandara 80 132Ketersediaan kursi pesawat kms/minggu, juta 20 53Pasokan listrik 98 60HP langgan/100 pop.* 79 112Sambungan telp lines/100 pop 82 32Ref. The Global Competitiveness Report 2012 – 2013 (WEF, 2012) Global B Nasional A C Industri Daya Saing E D Lokal Perusahaan 3
  4. 4. 10/30/2012Porter (1990) ”DiamondFramework” sebagaiperangkat untukmembantu menjelaskanmengapa sebuah negarabisa memiliki daya sainglebih baik dibandingkanyang lain? 4
  5. 5. 10/30/2012Daya saing perusahaan konstruksi Indonesia rendah(Pamulu, 2012): Lingkungan yang dihadapi tidakmendukung/kondusif dan minimnya arah strategis untukmeningkatkan kinerja dan daya saing(related/supporting industries + context for firm’sstrategy & rivalry)Daya saing rendah akibat lemahnya kapasitas sumber dayabaik sdm, materal,peralatan, modal, dll. (Factorconditions, Pusbin SDI,2012) 5
  6. 6. 10/30/2012 Mikro: Perusahaan nasional kurang kompetitif efisiensi rendah, transaksi biaya tinggi (KKN), mutu SDM dan kinerja & pertumbuhan usaha rendah, orientasi pasar pemerintah. Makro: Lingkungan usaha kurang mendukung, dan senjang akan orientasi strategis untuk lebih kompetitif dan berkinerja lebih baik. Strategi fokus ke level proyek/teknis, bukan pada korporat/perusahaan.1. Rasio antara kontraktor 5. Peran/tg.jawab asosiasi umum dan spesialis. profesi/perusahaan konstruksi, perguruan2. Persyaratan mutu dari tinggi dan LPJK pemberi tugas/klien 6. Kolaborasi untuk3. Produktifitas tenaga inovasi kerja/buruh konstruksi (pengembangan pasar4. Teknologi peralatan & produk/jasa) konstruksi 7. Tingkat “fairness” tata kelola dalam proses tender/ seleksi pekerjaan 6
  7. 7. 10/30/2012Indeks TW-3/10 Tw-4/10 TW-1/11 TW-2/11 TW-3/11Prospek bisnis 60,30 58,46 59,42 59,78 60,06Kondisi Bisnis 44,17 43,08 49,46 49,21 49,08Masalah Bisnis 27,77 26,17 25,16 23,18 24,14Sumber: BPS (2012) 14000 12062 12000 10000 8000 6000 4000 2000 869 0 38 K M BSumber:Statistik Badan Usaha Tahun 2008 Menurut Propinsi dan Golongan (LPJK, 2009) 7
  8. 8. 10/30/2012 No Nama Kabupaten K M B Jumlah 2 Kab. Banyumas 373 35 5 413 4 Kab. Blora 436 13 0 449 6 Kab. Brebes 516 10 1 527 7 Kab. Cilacap 730 57 5 792 8 Kab. Demak 490 21 2 513 9 Kab. Grobogan 449 38 0 487 14 Kab. Klaten 419 27 3 449 19 Kab. Pemalang 375 10 0 385 26 Kab. Tegal 419 21 5 445 33 Kota Semarang 1202 208 69 1479 Jumlah 12061 770 137 12968Sumber:Statistik Badan Usaha Tahun 2008 Menurut Kabupaten dan Golongan (LPJK, 2009) Akses Pasar Teknologi Info & SDM Produksi Akses Manajemen Pembiayaan 8
  9. 9. 10/30/2012 9
  10. 10. 10/30/2012 Economic Corridors Development Theme Supporting Infrastructure Needed Investment Value1.Sumatra EC Center of production and Railways, Roads, Power & Energy, Ports, $ 26.5 billion processing of natural resources Sunda Straits Bridge (JSS), Water Utilities and as nations energy reserves2.Jawa EC Driver for national industry Roads, Power & Energy, Airports, Ports, $ 72.2 billion and service provision Railways, Other Infrastructure3.Kalimantan EC Center for Production and Roads, Power & Energy, Airports, Ports, $ 60.2 billion processing of national mining Railways, Bridge, Water Utilities, and energy reserves Overland Conveyor4.Sulawesi EC Center for production and Roads, Power & Energy, Fishing Ports, $ 20.5 billion processing of natural Power Plant, Jetty, Irrigation, Water agricultural, plantation, Ponds fisheries, oil and gas, mining5.Bali-Nusa Tenggara EC Gateway for tourism and Ports, Nusadua-Ngurah Rai-Benoa $ 6.2 billion national food support Airport, Toll Roads, Airports, Roads, Fishery Production Facilities6.Papua-Kep.Maluku EC Center for development of Sea Ports, Power & Energy, Water $ 53.1 billion food, fisheries, energy, national Utilities, Roads, Fishery Production mining Facilities, Road & Bridges, Airport 10
  11. 11. 10/30/2012 Current Products New Products 1. Market penetration strategy 3. Product development strategy Current • Mendorong pelanggan untuk • Fitur baru Markets membeli lebih banyak • Kualitas yang berbeda • Mengakuisisi pelanggan pesaing • dll • Meyakinkan pembeli baru 2. Market development strategyNew Markets • Identifikasi pelanggan potensial (Intensive diversification strategy) • Mencari jaringan distribusi baru Contoh: Apple menjual Ipod • Menjual di lokasi baru atau luar negeri Sumber: Philip Kotler, Marketing Management, hal.84 22 11
  12. 12. 10/30/2012 12
  13. 13. 10/30/2012 13
  14. 14. 10/30/2012 Vision Barrier STRATEGY FOCUSED ORGANIZATION Only 5% of the workforce understand the strategy Barriers to Strategy Execution People Barrier Only 25% of managers have Successful Only 10% of incentives linked to strategy Collaborativeorganizationexecute their In Strategy strategy Management Barrier Implementation 85% of executive teams spend less than one hour per month discussing strategy Resource Barrier 60% of organization don’t link budgets to strategy 28 Chart adapted and modified from material developed by Robert S. Kaplan and David P. Norton 14
  15. 15. 10/30/2012 Create the Strategy Visualise the Strategy (BSC) Implement the Strategy 29BSC = a frameworkthat helpsorganizationsvisualize its strategyand translate thestrategy intooperational objectivesthat drive bothbehavior andperformance. 15
  16. 16. 10/30/2012 Sustainable, increased shareholder value Perspective Financial Increased Revenue Efficiency Management Optimum Asset Utilization Rev from Rev from Existing Market/ • Current Efficient Cost New Market/Products Products • Fixed Perspective Customer Market Share Customer Loyalty Customer Acquisition Product Leadership Customer Intimacy Operation Excellence Value Proposition: Value Proposition: Value Proposition: • Cutting edge products • Customized solutions • Low cost • First to market • Intimate relationship • Speed and wide selections Value Chain: Perspective Internal Develop Produce Sell Deliver Serve Collect EHSPerspectiveLearning & Productive workforce driven by Human, Organization and Information CapitalGrowth Great organization and World-class ICT Competent workforce Climate that support that enhance strategic aligned to strategy 31 strategy capabilities 16
  17. 17. 10/30/2012VISION MISSION SWOT STRATEGY STRATEGIC OBJECTIVE CSF KPI Strategic Initiatives TARGET 17
  18. 18. 10/30/2012Strategi Peningkatan Daya Saing Konstruksi melaluiCluster Pemetaan Daya saing secara Komparatif berdasarkan besaran nilai pertumbuhan konstruksi/infrastruktur (core/construction industry) dan ketersediaan sumber daya (related/supporting industries) ? 1. Peta MP3EI 2. Peta Proyeksi Konstruksi 3. Peta SISDI (Material & Peralatan) 4. Peta Modal/Pembiayaan 5. Peta Penyedia Jasa (kontraktor/konsultan) Cluster berfungsi sebagai alat kebijakan ekonomi yang menjadi kerangka untuk melaksanakan kebijakan publik dan mengorganisir kolaborasi swasta untuk memacu dan meningkatkan daya saingSektoral: Pada cara pandang traditional sectoral,digunakan pendekatan structure-performance-conduct dalam proses pemetaan dan analisa industriKlaster: analisa industri dilakukan bersifat lintassektoral yaitu pemetaan keterkaitan antara industriyang akan dianalisa sebagai industri inti (coreindustry), dengan industri pendukung dan terkaitnyadalam sebuah rantai penciptaan nilai (value chain). 18
  19. 19. 10/30/2012 Ind.TerkaitInd. Pemasok Ind. IntiPembeli Ind. Pendukung Lembaga pendukung 19
  20. 20. 10/30/2012 Pendekatan Strategi OUTSIDE IN INSIDE OUT DCFPendekatan dari luar ke dalam (outside-in) yangdikembangkan oleh Porter (1980) yang juga dikenalsebagai teori posisi atau pendekatan pasar. Kiat usahaitu intinya adalah mencari posisi yang tepat dalamsuatu sektor industri. Lalu, proses penentuan kiat dimemilih industri yang berdaya tarik tinggi dancakupan pasar, kemudian diikuti dengan memilihposisi yang tepat. dan rangkaian nilai yangmendukung posisi yang diambil. 20
  21. 21. 10/30/2012Kiat dari dalam ke luar (inside-out) dimana kiatdimulai dengan memetakan sumber daya yangdimiliki lalu kemudian menentukan industri danstrategi apa yang akan dipilih. Pendekatan sumberdaya yang diteorikan oleh Barney (1991) inimensyaratkan adanya nilai, kelangkaan, tak-tertirukandan terorganisasi untuk dapat memiliki keunggulandan kinerja yang lestari.Kerangka kapabilitas dinamis (dynamic capabilitiesframework) yang dikembangkan tahun 1994, 1997,2007/2009 oleh David Teece. Menurut kerangka ini,daya saing yang lestari dapat diperoleh jika organisasimemiliki kapasitas untuk terus menerus melakukanpenyesuaian dan rekonfigurasi sumber dayanya secarakombinasi menyeluruh, baik internal/eksternalmaupun tangible/intangible, untuk meresponsperubahan pasar atau teknologi yang cepat. 21
  22. 22. 10/30/2012 + +Kombinasi Keunggulan Performance Asset- Bersaing (kinerja)kapabilitasStrategi yang jitu untuk pencapaian keunggulankompetitif dan kinerja organisasi yang Lestaribertumpu pada semua sumber daya dankapabilitas. Posisi Asset/Sumberdaya Internal Teknologi Innovasi Keuangan Reputasi Struktur Eksternal Institusi Pasar 22
  23. 23. 10/30/2012Kapabilitas Fondasi Analytical systems (and individual capabilities) to learn and to sense, Sensing filter, shape, and calibrate opportunities. Enterprise structures, procedures, Seizing designs, and incentives for seizing opportunities Continuous alignment andTransforming realignment of specific tangible and intangible assets Fondasi Mikro Kapabilitas1. Proses-proses mengarah kepada Litbang internal (R&D) dan memilih teknologi baru2. Proses-proses menyadap supplier dan komplementor inovasi3. Proses-proses menyadap perkembangan- perkembangan di luar tentang ilmu pengetahuan dan teknologi4. Proses-prose mengidentifikasi target segmen pasar, kebutuhan pelanggan yg berubah-ubah dan inovasi pelanggan 23
  24. 24. 10/30/2012 Fondasi Mikro Kapabilitas1. Menggambarkan.memberi solusi pelanggan, dan model bisnis2. Memilih protocol/tata cara pengambilan keputusan3. Membangun loyalitas dan komitment4. Memilih batasan perusahaan untuk mengelola komplemen dan mengendalikan platform Fondasi Mikro Kapabilitas1. Desentralisai, membangun skill koordinasi dan integrasi2. Tata laksana bertugas/wewenang/Governance3. Cospesialisasi: Mengelola kesesuaian strategi dg kombinasi asset4. Manajemen Pengetahuan: Pembelajaran; Transfer Pengetahuan; Integrasi Know-how dan and Perlindungan hak kekayaan intelektual 24
  25. 25. 10/30/2012 Proses berdampak tinggi terhadap keunggulanMembangun loyalitas dan komitmentManajemen Pengetahuan: Pembelajaran; TransferPengetahuan; Integrasi Know-how dan andPerlindungan hak kekayaan intelektualProses-prose mengidentifikasi target segmenpasar, kebutuhan pelanggan yg berubah-ubah daninovasi pelanggan Sapri Pamulu, Ph.D Publikasi: LAP/Amazon Wiratman Institute Graha Simatupang Tower 2A-2D, Jalan TB Simatupang Kav.38 Telp. (021) 781.7777 Mobile 0821.1165.4898 Email: sapri@wiratman.co.id sapri@eng.ui.ac.id 25

×