Daya saing konstruksi nasional, Gorontalo 21 september 2012

746 views

Published on

Faktor-faktor daya saing industri konstruksi Indonesia, usulan pendekatan klaster.
Dipresentasikan dalam Forum Konsultasi Pasar dan Daya Saing, Pusbin Sumber Daya Investasi (SDI) Kementerian PU RI. Quality Hotel Gorontalo, 21 September 2012.

Published in: Business
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
746
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Daya saing konstruksi nasional, Gorontalo 21 september 2012

  1. 1. Daya Saing Industri Konstruksi NasionalMUHAMMAD SAPRI PAMULU,PH.D. GORONTALO, 21 SEPTEMBER 12
  2. 2. Daya Saing = Produktifitas Daya Saing (Competitiveness) adalah produktifitas dari suatu negara dalam menggunakan sumberdayanya (SDM, Modal, dan SDA). Daya saing nasional merupakan agregasi dari daya saing industri-industrinya termasuk tentunya industri konstruksi.
  3. 3. Level Daya Saing Nasional BGlobal A C Industri Daya Saing E D Proyek Perusahaan
  4. 4. Menakar Daya Saing Nasional Porter (1990) dalam bukunya “The Competitive Advantage of Nations” mengenalkan Diamond Framework sebagai perangkat untuk membantu menjelaskan mengapa sebuah negara bisa memiliki daya saing lebih baik dibandingkan yang lain?
  5. 5. Daya Saing Nasional (Indonesia)
  6. 6. Productivity Growth – Some Asian Countries
  7. 7. Peringkat Daya Saing Indonesia
  8. 8. Peringkat Daya Saing Infrastruktur IndonesiaInfrastructure 2011-2012 2012-2013Quality of overall infrastructure 82 74Quality of roads 83 68Quality of railroad infrastructure 52 45Quality of port infrastructure 103 81Quality of air transport infrastructure 80 132Available airline seat kms/week, millions 20 53Quality of electricity supply 98 60Mobile telephone subscriptions/100 pop.* 79 112Fixed telephone lines/100 pop 82 32Ref. The Global Competitiveness Report 2012 – 2013 (WEF, 2012)
  9. 9. Daya Saing Konstruksi Indonesia Daya saing perusahaan konstruksi Indonesia rendah (Pamulu, 2012): Lingkungan yang dihadapi tidak mendukung/kondusif dan minimnya arah strategis untuk meningkatkan kinerja dan daya saing (related/supporting industries + context for firm’s strategy & rivalry) Daya saing rendah akibat lemahnya kapasitas sumber daya baik sdm, materal,peralatan, modal, dll. (Factor conditions, Pusbin SDI,2012)
  10. 10. Daya Saing Konstruksi Nasional - Turki
  11. 11. Daya Saing Konstruksi Nasional - UAE
  12. 12. Daya Saing Konstruksi – UK, Finland, Sweden
  13. 13. Faktor Kunci Utama Daya Saing Konstruksi Pengadaan (PDS) Profitabilitas Kolaborasi (Bentuk Interaksi) Citra Industri
  14. 14. Daya Saing Konstruksi Nasional - Indonesia F1 F4 F2 F3
  15. 15. Faktor Signifikan Daya Saing Konstruksi Indonesia (Trigunarsyah, dkk. 2009)1. Rasio antara 5. Peran/tg.jawab kontraktor umum dan asosiasi profesi/perusahaan spesialis. konstruksi, perguruan2. Persyaratan mutu dari tinggi dan LPJK pemberi tugas/klien 6. Kolaborasi untuk inovasi3. Produktifitas tenaga (pengembangan pasar kerja/buruh & produk/jasa) konstruksi 7. Tingkat “fairness” tata4. Teknologi peralatan kelola dalam proses tender/ seleksi konstruksi pekerjaan
  16. 16. Strategi Daya Saing Konstruksi Nasional Strategi Peningkatan Daya Saing Konstruksi melalui Cluster  Pemetaan Daya saing secara Komparatif berdasarkan besaran nilai pertumbuhan konstruksi/infrastruktur (core/construction industry) dan ketersediaan sumber daya (related/supporting industries) ? 1. Peta MP3EI 2. Peta Proyeksi Konstruksi 3. Peta SISDI (Material & Peralatan) 4. Peta Modal/Pembiayaan 5. Peta Penyedia Jasa (kontraktor/konsultan) Cluster berfungsi sebagai alat kebijakan ekonomi yang menjadi kerangka untuk melaksanakan kebijakan publik dan mengorganisir kolaborasi swasta untuk memacu dan meningkatkan daya saing
  17. 17. Usulan Kluster – MP3EI
  18. 18. Skenario Infrastruktur Indonesia – MP3EI Economic Corridors Development Theme Supporting Infrastructure Needed Investment Value1.Sumatra EC Center of production and Railways, Roads, Power & Energy, Ports, $ 26.5 billion processing of natural Sunda Straits Bridge (JSS), Water resources and as nations Utilities energy reserves2.Jawa EC Driver for national industry Roads, Power & Energy, Airports, Ports, $ 72.2 billion and service provision Railways, Other Infrastructure3.Kalimantan EC Center for Production and Roads, Power & Energy, Airports, Ports, $ 60.2 billion processing of national mining Railways, Bridge, Water Utilities, and energy reserves Overland Conveyor4.Sulawesi EC Center for production and Roads, Power & Energy, Fishing Ports, $ 20.5 billion processing of natural Power Plant, Jetty, Irrigation, Water agricultural, plantation, Ponds fisheries, oil and gas, mining5.Bali-Nusa Tenggara EC Gateway for tourism and Ports, Nusadua-Ngurah Rai-Benoa $ 6.2 billion national food support Airport, Toll Roads, Airports, Roads, Fishery Production Facilities6.Papua-Kep.Maluku EC Center for development of Sea Ports, Power & Energy, Water $ 53.1 billion food, fisheries, energy, Utilities, Roads, Fishery Production national mining Facilities, Road & Bridges, Airport
  19. 19. Skenario Infrastruktur Indonesia – MP3EI
  20. 20. Jenis Konstruksi per Wilayah 2010 (BCI, 2011)Bangunan Gedung Bangunan Sipil
  21. 21. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Konstruksi KTI
  22. 22. Estimasi Nilai Konstruksi 2011-2012 (BCI, 2011)
  23. 23. SWOT Perusahaan Konstruksi KTI
  24. 24. SWOT Perusahaan Konstruksi KTI
  25. 25. Strategi , dan Sasaran Strategies Strategi:  Peningkatan Daya Saing Industri Konstruksi Nasional melalui Cluster (Bukan Sektor) Sasaran strategis:  Menyempurnakan aturan pasar, Standarisasi kebijakan industri, dan Memperkuat regulasi.
  26. 26. Inisiatif & Program Strategis Insiatif Strategis: 1. Menciptakan sistem pasar modern dan menjaga pasar yang fair: Mengurai monopoli/dominasi pasar, membuat aturan baru untuk tender yang sehat dan bersaing, inovasi konstruksi, menyempurnakan sistem pelelangan, investasi proyek konstruksi pemerintah dan swasta. 2. Menyempurnakan arah dan kebijakan industri konstruksi dengan titik berat pada pemanduan perusahaan konstruksi untuk menyempurnakan kapabilitas dalam hal inovasi, reputasi dan penyerapan pasar (pengembangan pasar & produk, pasar lama/baru-produk lama/baru).. 3. Memperkuat regulasi tentang pasar dan sistem pembiayaan konstruksi melalui sistem informasi kinerja konstruksi.
  27. 27. Indikator Kinerja Daya Saing Konstruksi Balanced Scorecard untuk mengukur kinerja dari pelaku konstruksi (LPJKN, Assosiasi, Pemerintah, Kontraktor/Konsultan, dll.) dengan indikator yang terukur (KPI)
  28. 28. Sekian – Terima Kasih Sapri Pamulu, Ph.D  Publikasi: LAP/Amazon Wiratman Institute  Graha Simatupang Tower 2A-2D, Jalan TB Simatupang Kav.38  Telp. (021) 781.7777  Mobile 0821.1165.4898  Email: sapri@wiratman.co.id sapri@eng.ui.ac.id

×