Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
TATALAKSANA  LINGKUNGAN NEONATUS DI NICU ( NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT ) M. Sholeh Kosim Sub Bagian Perinatologi Bagian I...
N ICU (Neonatal Intensive Care Unit)  : <ul><li>Perawatan Intensip Bayi baru lahir </li></ul><ul><li>U nit perawatan khusu...
Lingkungan di NICU <ul><li>F aktor penting dalam menentukan hasil atau keluaran proses perawatan BBL.  </li></ul><ul><li>H...
Lingkungan NICU  ( lanjutan)  <ul><ul><li>Begitu bayi lahir premature  : ekstra uterin :  </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>t...
NICU tradisional <ul><li>T indakan pro s edural lama masih tetap diteruskan  </li></ul><ul><li>B erdasarkan hasil peneliti...
<ul><li>Suhu  bayi dan  lingkungan  </li></ul><ul><li>Sinar atau penerangan  </li></ul><ul><li>Suara  </li></ul><ul><li>Pr...
1. Suhu Bayi dan Lingkungan <ul><li>Suhu bayi dipertahankan  :  36 5  o  C - 37 4  o  C  </li></ul><ul><li>agar bayi tidak...
2.Sinar atau penerangan   <ul><li>Sinar lampu di NICU  :  hubungan  dg  ROP ( Retinopathy of Prematurity ). </li></ul><ul>...
Bayi mendapat sinar  Dari berbagai sumber  REKOMENDASI  A A P (THE AMERICAN ACADEMY OF PEDIATRICS  NICU  sinar  yang adeku...
Sumber dari penyinaran <ul><li>L ampu atap </li></ul><ul><li>F ototerapi ( 300 -400 ft-c ), </li></ul><ul><li>L  ampu peng...
<ul><li>I ntensitas sinar </li></ul><ul><li>K ekurangan penyinaran secara periodik   ( sering gelap) </li></ul>Pengaruh pa...
Pengaruh sinar  <ul><li>B erlebihan di NICU  -----  perubahan biokimiawi dan fisiologik di retina mata  ----------  Defisi...
Penelitian  20 bayi  21 bayi  12 jam 12 jam Sinar redup Bergantian  Sinar kontinyu  Follow up 12 minggu setelah umur ekspe...
3. Suara atau kebisingan <ul><li>Ti ngkat suara atau kebisingan yang dapat menembus isolet atau inkubator  --------  satur...
<ul><li>Kebisingan suara di NICU dapat berpengaruh pada gangguan neurologik pada bayi imatur dengan berat lahir sangat ren...
The Occupational Safety and Health Administration (OSHA) <ul><li>S tandar 89 dB  :  batas tertinggi untuk suara yang tidak...
<ul><li>Kebisingan suara  di NICU dapat ditambah dengan  :  suara dering telepon, alarm monitor dan alat alat  pengukur la...
Rekomendasi beberapa penelitian  <ul><li>Tingkat tekanan suara atau “ Sound pressure level “ ( SPL)  di NICU  :  </li></ul...
SPL > 80 dB  <ul><li>Sumber suara  </li></ul><ul><li>alarm ventilator, </li></ul><ul><li>pemancar panas, </li></ul><ul><li...
Rekomendasi  <ul><li>Untuk menjaga tingkat suara dalam rentang normal di NICU , </li></ul><ul><ul><li>Menurunkan suara ( m...
Rekomendasi  (lanjutan)  <ul><ul><li>Uji coba alat baru dengan memperhatikan SPL nya  </li></ul></ul><ul><ul><li>Menggunak...
<ul><ul><li>Mendidik staf  dan meningkatkan kepedulian tentang kebisingan suara di NICU  dapat berpengaruh pada hasil luar...
Pengaruh suara musik  <ul><li>Diduga bahwa  suara musik  langsung ( “ live music “) lebih bermanfaat dibandingkan dengan m...
Prosedur/tindakan  yang dapat menimbulkan rangsang nyeri atau perubahan perilaku  <ul><li>Rangsang taktil  </li></ul><ul><...
Rangsang taktil <ul><li>Memegang untuk  melakukan tindakan  dalam pemberian obat atau melakukan tindakan klinis, </li></ul...
Rangsang taktil (2) <ul><li>Perubahan fisologik ini  akan langsung membangunkan bayi dan bayi mungkin dapat memberi respon...
Rangsang dan respons nyeri  <ul><li>S ejak dulu sering tidak begitu diperhatikan  </li></ul><ul><li>Asumsi BBL  tidaklah m...
Cara penilaian nyeri  <ul><li>Secara teknik penilaian dapat digolongkan dalam : </li></ul><ul><li>Indikator perilaku  (Beh...
Dampak nyeri  <ul><li>D apat merubah pola normal dari perkembangan ekspresi nyeri pada bayi  yang lebih besar dan anak usi...
Pengelolaan nyeri yang  lebih efektip dapat dilakukan dengan cara: <ul><li>Pencegahan  </li></ul><ul><li>Mengurangi atau m...
P engelolaan  s ecara umum : <ul><ul><li>Pengelolaan Farmakologik </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengelolaan Lingkungan  </li>...
RINGKASAN  <ul><li>Lingkungan di NICU  :  perlu diperhatikan bila ingin mendapatkan hasil atau luaran bayi yang dirawat me...
Terima kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tatalaksana Lingkungan Neonatus

2,589 views

Published on

Published in: Health & Medicine
  • Be the first to comment

Tatalaksana Lingkungan Neonatus

  1. 1. TATALAKSANA LINGKUNGAN NEONATUS DI NICU ( NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT ) M. Sholeh Kosim Sub Bagian Perinatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP/RSUP.Dr. Kariadi Semarang
  2. 2. N ICU (Neonatal Intensive Care Unit) : <ul><li>Perawatan Intensip Bayi baru lahir </li></ul><ul><li>U nit perawatan khusus dan spesifik </li></ul><ul><li>D irancang untuk merawat bayi baru lahir (BBL) risiko tinggi </li></ul><ul><li>P erawatan neonatal level 3 perawatan sub spesialistik untuk pengobatan “life saving “ . </li></ul><ul><li>Perkembangan dan kemajuan memungkinkan perawatan untuk bayi kecil atau bayi kurang bulan yang sakit. </li></ul><ul><li>B agian atau unit dari Rumah Sakit d g teknologi tinggi dan khusus </li></ul><ul><li>Bayi yang dirawat di sini dapat memerlukan waktu yang panjang, mereka belajar untuk dapat bernapas sendiri dan tumbuh sebelum pulang ke rumah. </li></ul>
  3. 3. Lingkungan di NICU <ul><li>F aktor penting dalam menentukan hasil atau keluaran proses perawatan BBL. </li></ul><ul><li>H arus diperhatikan dengan benar. </li></ul><ul><li>Lingkungan ini terutama merupakan lingkungan fisik : </li></ul><ul><ul><li>penerangan </li></ul></ul><ul><ul><li>suhu lingkungan </li></ul></ul><ul><ul><li>kebersihan lingkungan </li></ul></ul><ul><ul><li>suara atau kebisingan </li></ul></ul><ul><ul><li>T indakan /prosedur yang dapat berpengaruh pada BBL </li></ul></ul>
  4. 4. Lingkungan NICU ( lanjutan) <ul><ul><li>Begitu bayi lahir premature : ekstra uterin : </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>terpapar dengan dunia baru : </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>sinar yang terang, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>suara gaduh, </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>penuh dengan rangsang nyeri </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><ul><ul><li>rangsang taktil atau sering dipegang dan gerakannya dibatasi. </li></ul></ul></ul></ul><ul><ul><li>B ayi premature : kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan baru sangat terbatas </li></ul></ul><ul><ul><li>K arena iumaturitas organnya serta perubahan fisiologik yang sangat mendadak. </li></ul></ul>
  5. 5. NICU tradisional <ul><li>T indakan pro s edural lama masih tetap diteruskan </li></ul><ul><li>B erdasarkan hasil penelitian terakhir : lingkungan NICU masih potensial penuh dengan stress dan memberi dampak kurang baik terhadap perkembangan bayi premature. </li></ul><ul><li>Bayi preterm rentan sekali terhadap stress yang berasal dari lingkungan NICU, </li></ul><ul><ul><li>sebab imaturitas syaraf dan kurang stabilnya fisiologi bayi </li></ul></ul><ul><ul><li>k emampuan bayi untuk dapat melakukan koping terhadap pengalaman stress sangat terbatas. </li></ul></ul><ul><ul><li>Stres utama: rangsang taktil, sinar, kegaduhan/kebisingan, rangsang pada mata dan rangsang “gustatory“ dan hilangnya ritme harian </li></ul></ul>
  6. 6. <ul><li>Suhu bayi dan lingkungan </li></ul><ul><li>Sinar atau penerangan </li></ul><ul><li>Suara </li></ul><ul><li>Prosedur/tindakan yang dapat m enimbulkan rangsang nyeri atau p erubahan perilaku </li></ul>Hal yg harus dipertimbangkan pada lingkungan NICU
  7. 7. 1. Suhu Bayi dan Lingkungan <ul><li>Suhu bayi dipertahankan : 36 5 o C - 37 4 o C </li></ul><ul><li>agar bayi tidak jatuh dalam keadaan hipotermia . </li></ul><ul><li>Komplikasi atau penyulit hipotermia : </li></ul><ul><ul><li>stresss dingin dengan berbagai derajatnya </li></ul></ul><ul><ul><li>g ambaran klinis antara lain dapat terjadi: asidosis metabolik, syok, apnea dan mati mendadak . </li></ul></ul><ul><li>Bila suhu > 37 o C bayi akan mengalami keadaan hipertermia ------- berakibat </li></ul><ul><ul><li>dehidrasi, </li></ul></ul><ul><ul><li>denyut jantung </li></ul></ul><ul><ul><li>f rekwensi napas meningkat </li></ul></ul>
  8. 8. 2.Sinar atau penerangan <ul><li>Sinar lampu di NICU : hubungan dg ROP ( Retinopathy of Prematurity ). </li></ul><ul><li>Sebagian besar rangsang lingkungan di NICU sangat tidak cocok untuk perkembangan sensori yang optimal.. </li></ul><ul><li>S istem sensori yang matang pada bayi prematur minimal </li></ul><ul><ul><li>sensori penglihatan </li></ul></ul><ul><ul><li>pendengaran </li></ul></ul><ul><ul><li>2 sistem yang menerima rangasang secara acak </li></ul></ul><ul><ul><li>Bayi prematur dipaksa untuk hidup di luar uterin yang sangat tidak konsisten terhadap perkembangan sensori dan ini berbeda secara bermakna dengan keadaan sebelum nya di intrauterin. </li></ul></ul>
  9. 9. Bayi mendapat sinar Dari berbagai sumber REKOMENDASI A A P (THE AMERICAN ACADEMY OF PEDIATRICS NICU sinar yang adekuat : 100 foot-candles (ft-c). VARIASI ----- 1000 ft – c
  10. 10. Sumber dari penyinaran <ul><li>L ampu atap </li></ul><ul><li>F ototerapi ( 300 -400 ft-c ), </li></ul><ul><li>L ampu penghangat ( Radiant warmer ) </li></ul><ul><li>L ampu untuk melakukan tindakan ( 200n – 300 ft-c) </li></ul><ul><li>P aparan jendela langsung </li></ul><ul><li>S emuanya memberi suplementasi sinar artificial (1,000 ft-c). </li></ul>
  11. 11. <ul><li>I ntensitas sinar </li></ul><ul><li>K ekurangan penyinaran secara periodik ( sering gelap) </li></ul>Pengaruh pada bayi preterm
  12. 12. Pengaruh sinar <ul><li>B erlebihan di NICU ----- perubahan biokimiawi dan fisiologik di retina mata ---------- Defisit akuitas penglihatan jangka panjang </li></ul><ul><li>P engurangan intensitas sinar : </li></ul><ul><ul><li>memfasilitasi bayi tidur </li></ul></ul><ul><ul><li>dan penurunan penggunaaan energi. </li></ul></ul><ul><li>Tingkat penyinaran ----- perubahan perilaku </li></ul><ul><li>Sinar siang hari atau malam hari dapat mengganggu perkembangan pola sikardian bayi. </li></ul>
  13. 13. Penelitian 20 bayi 21 bayi 12 jam 12 jam Sinar redup Bergantian Sinar kontinyu Follow up 12 minggu setelah umur ekspektasi <ul><li>tidur nya lebih lama, </li></ul><ul><li>memerlukan waktu singkat untuk minum, </li></ul><ul><li>kenaikan berat lebih baik </li></ul>
  14. 14. 3. Suara atau kebisingan <ul><li>Ti ngkat suara atau kebisingan yang dapat menembus isolet atau inkubator -------- saturasi oksigen menurun, bradikardia dan apnea. </li></ul><ul><li>Kegaduhan dapat diakibatkan : </li></ul><ul><ul><li>prosedur tindakan </li></ul></ul><ul><ul><li>suara para staf </li></ul></ul><ul><li>B ila tingkat kebisingan > ambang yang diijinkan </li></ul><ul><ul><li>menimbulkan berbagai gangguan pada bayi </li></ul></ul><ul><ul><ul><li>Ketulian </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Gangguan tidur </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Efek somatik </li></ul></ul></ul><ul><ul><ul><li>Ganggun an persepsi pendengaran </li></ul></ul></ul>
  15. 15. <ul><li>Kebisingan suara di NICU dapat berpengaruh pada gangguan neurologik pada bayi imatur dengan berat lahir sangat rendah. </li></ul><ul><li>Suara di NICU biasanya berasal dari berbagai macam sumber, sebagian dapat diprediksi menimbulkan kebisingan sedang sebagian yang lain tidak dapt diprediksi, </li></ul><ul><ul><li>suara tertawa dan bicara serta menutup pintu dengan keras. </li></ul></ul><ul><li>Tingkat kebisingan suara ini biasanya > 70 dB. </li></ul><ul><li>Tingkat suara di NICU telah diukur sekitar 50 -90 dB ekivalen dengan kebisingan lalulintas dengan puncak 120 dB) ekivalen dengan bunyi mesin berat). </li></ul>
  16. 16. The Occupational Safety and Health Administration (OSHA) <ul><li>S tandar 89 dB : batas tertinggi untuk suara yang tidak menimbulkan kerusakan yang dapat diukur, </li></ul><ul><li>Standar 90 dB : untuk industri bagi orang dewasa yang bekerja selama 8 jam. </li></ul>
  17. 17. <ul><li>Kebisingan suara di NICU dapat ditambah dengan : suara dering telepon, alarm monitor dan alat alat pengukur lain nya. </li></ul><ul><li>Bayi yang dirawat di in k ubator tidak terlindung dari suara tambahan ini. Tingkat kebisingan di incubator dapat mencapai 50 – 86 dB. </li></ul><ul><li>Membuka dan menutup inkubator dapat melipat gandakan tingkat decibel. Kebisingan dapat mengakibatkan gangguan siklus tidur –bangun dan juga distress fisiologik pada bayi. </li></ul>
  18. 18. Rekomendasi beberapa penelitian <ul><li>Tingkat tekanan suara atau “ Sound pressure level “ ( SPL) di NICU : </li></ul><ul><ul><li>B atas yang direkomendasikan ( batas aman adalah 45 dB) . </li></ul></ul><ul><li>R erata SPL di NICU masih antara 60 -80 dB </li></ul><ul><li>Kegaduhan suara maksimal yang tercatat di NICU : 102 db ( > 2 kali batas aman ). </li></ul>
  19. 19. SPL > 80 dB <ul><li>Sumber suara </li></ul><ul><li>alarm ventilator, </li></ul><ul><li>pemancar panas, </li></ul><ul><li>konsentrator oksigen, </li></ul><ul><li>pulse oksimeter, </li></ul><ul><li>tangis bayi, </li></ul><ul><li>kursi j jatuih </li></ul><ul><li>m embuka tabung silinder. </li></ul><ul><li>kejengkelan </li></ul><ul><li>ketulian, </li></ul><ul><li>nyeri </li></ul><ul><li>distress </li></ul>Perlu cara dan teknologi untuk mengurangi kebisingan suara di NICU
  20. 20. Rekomendasi <ul><li>Untuk menjaga tingkat suara dalam rentang normal di NICU , </li></ul><ul><ul><li>Menurunkan suara ( mengatur agar lebih pelan ) alarm beberapa alat </li></ul></ul><ul><ul><li>Menggunakan alarm visual disamping alarm pendengaran </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengatur jarak yang layak beberapa perlengkapan alat kerja dari tempat bayi </li></ul></ul><ul><ul><li>Memelihara alat secara peridik </li></ul></ul><ul><ul><li>Menutuip dan membuka incubator dengan pelan-pelan </li></ul></ul><ul><ul><li>Melapisi sebagian atau seluruh alat dengan alat peredam suara , </li></ul></ul>
  21. 21. Rekomendasi (lanjutan) <ul><ul><li>Uji coba alat baru dengan memperhatikan SPL nya </li></ul></ul><ul><ul><li>Menggunakan bahan plastik untuk panci dan baki </li></ul></ul><ul><ul><li>Menggunakan bantalan karet untuk alat yang bisa didorong atau bergerak atau troli </li></ul></ul><ul><ul><li>Menyetel dering telpon </li></ul></ul><ul><ul><li>Memasang penutup telinga untuk bayi </li></ul></ul><ul><ul><li>Gunakan oksigen sentral dan penghisap lender dengan baik , </li></ul></ul>
  22. 22. <ul><ul><li>Mendidik staf dan meningkatkan kepedulian tentang kebisingan suara di NICU dapat berpengaruh pada hasil luaran bayi seperti mengurangi frekwensi bicara dan bicara dengan pelan </li></ul></ul><ul><ul><li>Diharapkan arsitektur NICU dilengkapi dengan desain kedap suara </li></ul></ul><ul><ul><li>Letak NICU di area yang tenang </li></ul></ul>Rekomendasi (lanjutan)
  23. 23. Pengaruh suara musik <ul><li>Diduga bahwa suara musik langsung ( “ live music “) lebih bermanfaat dibandingkan dengan musik rekaman dan mungkin dapat meningkatkan respons fi s iologik dan perilaku. </li></ul>
  24. 24. Prosedur/tindakan yang dapat menimbulkan rangsang nyeri atau perubahan perilaku <ul><li>Rangsang taktil </li></ul><ul><li>Rangsang dan respons nyeri </li></ul>
  25. 25. Rangsang taktil <ul><li>Memegang untuk melakukan tindakan dalam pemberian obat atau melakukan tindakan klinis, </li></ul><ul><li>S ebagian besar menyakitkan atau menimbulkan nyeri pada bayi dan dapat mengakibatkan kualitas perkembangan yang kurang baik. </li></ul><ul><li>Prosedur tindakan mengakibatkan bayi menjadi bangun untuk beberapa waktu akibat hasil perubahan fisiologik : meningkatnya denyut jantung dan frekwensi napas dan menurunnya oksigenasi . </li></ul>
  26. 26. Rangsang taktil (2) <ul><li>Perubahan fisologik ini akan langsung membangunkan bayi dan bayi mungkin dapat memberi respons negatip terhadap rangsang taktil atau sentuhan . </li></ul><ul><li>D i NICU d i tangani berbagai macam pengasuh atau perawat. </li></ul><ul><li>D ipegang sampai 82 kali dalam waktu satu hari dan tindakan yang berlebihan ini merupakan stress bagi bayi </li></ul>
  27. 27. Rangsang dan respons nyeri <ul><li>S ejak dulu sering tidak begitu diperhatikan </li></ul><ul><li>Asumsi BBL tidaklah merasakan nyeri akibat mielinisasi yang tidak adekuat dari saraf sensoris ,imaturitas reseptor dan korteks serta berkurangnya lokalisasi nyeri. </li></ul><ul><li>Dpt menimbulkan bahaya : BKB, yang harus berjuang dalam memelihara homeostasisnya dan dapat memicu beberapa keadaan yang mengakibatkan ketidak seimbangan yang penting </li></ul><ul><li>Evaluasi sangat sulit, oleh karena nyeri didefinisikan sebagai fenomena subyektip </li></ul>
  28. 28. Cara penilaian nyeri <ul><li>Secara teknik penilaian dapat digolongkan dalam : </li></ul><ul><li>Indikator perilaku (Behavioral indicator): misalnya: ekspresi wajah, gerakan tubuh, tangis, gerakan motorik kasar, perubahan dalam status perilaku dan perubahan pola perilaku, misalnya tidur. </li></ul><ul><li>Indikator fisiologik : misalnya : perubahan denyut jantung, frekuensi pernapasan, tekanan darah, saturasi oksigen(SaO2), tonus vagal, keringat pada telapak tangan, kadar kortikol plasma atau katekolamin </li></ul>
  29. 29. Dampak nyeri <ul><li>D apat merubah pola normal dari perkembangan ekspresi nyeri pada bayi yang lebih besar dan anak usia sekolah </li></ul><ul><li>Percobaan binatang nyer i dan stres pada periode neonatal akan menghasilkan perubahan pada sensitivitas nyeri, pengurangan pertambahan berat badan dan penurunan kemampuan belajar dan kecenderungan terhadap alkohol meningkat. </li></ul><ul><li>Manusia dan binatang rupanya tidak toleran terhadap nyeri dan sepertinya akan merasakan rasa nyeri selamanya. </li></ul><ul><li>N eurosis dan psikosomatik pada dewasa, mungkin berasal dari memori nyeri yang didapat pada masa anak atau bahkan pada masa kehidupan neonatal. </li></ul>
  30. 30. Pengelolaan nyeri yang lebih efektip dapat dilakukan dengan cara: <ul><li>Pencegahan </li></ul><ul><li>Mengurangi atau menghindari rangsang yang merugikan </li></ul><ul><li>Memberikan analgetik </li></ul><ul><li>Memodifikasi lingkungan agar lebih kondusif </li></ul><ul><li>Memberikan anxiolytic </li></ul><ul><li>Memberikan sukrosa oral untuk mengurangi nyeri procedural </li></ul>
  31. 31. P engelolaan s ecara umum : <ul><ul><li>Pengelolaan Farmakologik </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengelolaan Lingkungan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengelolaan Perilaku </li></ul></ul><ul><li>P engelolaan komprehensip ------- bayi dapat mendapatkan rasa aman dan tidak memberi respons yang negatip ----------- dampak nya tidak baik terhadap perkembangan terutama perkembangan neurologik nya </li></ul>
  32. 32. RINGKASAN <ul><li>Lingkungan di NICU : perlu diperhatikan bila ingin mendapatkan hasil atau luaran bayi yang dirawat menjadi lebih baik. </li></ul><ul><li>L ingkungan sebagian besar merupakan lingkungan fisik yang dapat mempengaruhi atau berdampak langsung pada bayi terutama bayi preterm. </li></ul><ul><li>Lingkungan yang harus diperhatikan meliputi: Suhu bayi dan lingkungan, Sinar atau penerangan, Suara dan Prosedur/tindakan yang dapat menimbulkan rangsang nyeri atau perubahan perilaku. </li></ul><ul><li>I ntervensi berupa tatalaksana yang baik untuk membuat lingkungan yang nyaman ------- suatu perubahan dalam hal perawatan bayi di NICU ------------ a ngka survival yang meningkat pada bayi BBLR dan survival tanpa gangguan perkembangan neurologik </li></ul>
  33. 33. Terima kasih

×