Bab 2

1,415 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,415
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
37
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab 2

  1. 1. 4 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung BAB II AUDACITY A. PENGENALAN AUDACITY a. Apa yang dapat Anda lakukan dengan Audacity? Audacity adalah program yang memanipulasi bentuk gelombang audio digital. Selain rekaman suara langsung dari dalam program, ini impor banyak format file suara, termasuk WAV, AIFF, MP3, dan Ogg Vorbis. Format PCM dari 8,16,24 dan 32-bit dapat diimpor dan diekspor. 1. Potong, Salin, Tempel, Hapus, Diam, Duplikat, Split 2. berlaku plug-in efek untuk bagian suara 3. built-in editor amplop volume 4. spektrogram disesuaikan trek modus tampilan 5. analisis frekuensi window untuk aplikasi audio analisis 6. Tingkat pemutaran kustom untuk melacak setiap, yang hidup-resampled dengan tingkat Sampel proyek 7. sederhana untuk operasi menyelaraskan kompleks untuk trek dan kelompok trek b. Apa yang tidak dapat Audacity lakukan? a. Meskipun Audacity adalah audio editor yang sangat kuat yang bekerja dengan trek jumlah yang tidak terbatas ukuran hampir tak terbatas, tidak dapat melakukan semuanya. Tidak bisa: b. Audacity tidak dapat merekam lebih dari dua saluran sekaligus pada banyak sistem.Beberapa dukungan untuk rekaman multitrack termasuk dalam versi 1.2.3, tetapi tidak mendukung sistem sangat banyak. c. Audacity membuka file MIDI, tetapi bukan editor MIDI, MIDI serta fitur yang sangat terbatas. c. Yang membuat Audacity unik?  Audacity adalah gratis dan kode sumber tersedia di bawah GNU General Public License.  Audacity adalah cross-platform - berjalan pada Windows (98 melalui XP), Mac  OS X, dan banyak platform Unix, termasuk Linux. Versi sebelumnya bekerja dengan  Mac OS 9.  Tidak ada batasan pada jumlah panjang trek atau jalur apapun, kecuali ukuran hard disk Anda.  Impor hampir semua hal: WAV, AIFF, Next / AU, IRCAM, MP3, dan Ogg Vorbis file yang didukung secara native, tapi Audacity juga akan membuka
  2. 2. 5 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung hampir semua file suara terkompresi dan secara otomatis menyimpulkan format (menggunakan Impor Data mentah ... fitur).  Audacity tidak hanya meliputi efek berkualitas tinggi banyak built-in, tetapi juga memungkinkan Anda menggunakan LADSPA dan VST plug-in efek. Ada puluhan bebas, shareware, dan komersial online plug-in yang melakukan segalanya dari Reverb untuk Noise Reduction.  Audacity mendukung plug-in yang ditulis dalam bahasa pemrograman Nyquist, bahasa tingkat tinggi yang dirancang khusus untuk bekerja dengan audio.  Audacity bertindak seperti editor non-destruktif, menyediakan berbagai tingkat undo, tetapi juga menulis perubahan yang dibuat pada audio ke disk, menghilangkan kebutuhan untuk pemrosesan real-time rumit.  Label trek memungkinkan Anda untuk membubuhi keterangan bentuk gelombang (misalnya, pidato transkrip) dan kemudian ekspor gelombang ke file teks.  Fitur spektral Powerfull memungkinkan Anda untuk melihat bentuk gelombang sebagai spektrogram atau plot spektrum daya dari setiap wilayah audio, dan bahkan ekspor data ini untuk spreadsheet.  Pitch-berubah dan berubah tempo-efek d. Menginstal Audacity pada Linux dengan Menggunakan Terminal Menginstal audacity pada linux melalui terminal dengan cara mengetikan perintah : Sudo apt-get install audacity Gambar 1.1 Proses Instal Audacity Melalui Terminal e. Menginstal Audacity pada Linux dengan Menggunakan Synaptic Package Manager Berikut ini adalah cara menginstal audacity melalui Synaptic Package Manager : Mengakses Synaptic Package Manager melalui System|Administrastion|Synaptic Package Manager
  3. 3. 6 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 1.2 System Package Manager 1. Ketikan aplikasi Audacity pada quick search kemudian tandai aplikasi audacity yang akan diinstal seperti gambar dibawah ini : Gambar 1.3 Mencari dan Menandai Aplikasi yang akan diinstal 2. Menerapkan aplikasi audacity Gambar 1.4 Menerapkan Instalasi Aplikasi Audacity
  4. 4. 7 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 3. Maka akan muncul pemberitahuan pemasangan perangkat lunak seperti gambar dibawah ini Gambar 1.5 Pemasangan Perangkat Lunak 4. Setelah pemasangan selesai maka akan muncul pemberitahuan perubahan perangkat lunak yang diterapkan seperti dibawah ini Gambar 1.6 Perubahan Perangkat Lunak diterapkan
  5. 5. 8 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung f. Menjalankan dan Mengenal Antar Muka Audacity Untuk menjalankan audacity, dengan mengklik aplikasi > suara dan video > Audacity. Setelah dijalankan, akan terlihat antarmuka Audacity seperti berikut : Gambar 1.7 Antarmuka Audacity Penjelasan : 1. Menu Bar berisi menu-menu yang dapat digunakan untuk membuka dan mengolah file suara. 2. Control Bar terdiri atas dua bagian yaitu editing tools dan audio tools Gambar 1.8 Editing Tools Meter Toolbar Mixer Toolbar Menu Bar Control Bar Edit Toolbar Status Bar Track
  6. 6. 9 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Keterangan Gambar : 1) Selection Tool adalah alat utama yang digunakan untuk audio. Cara menggunakannya dengan klik track ke posisi kursor , atau klik dan drag untuk memilih rentang audio. 2) Envelope Tool adalah alat yang berfungsi untuk mengubah volume suara. 3) Time Shift Tool adalah tombol alat yang digunakan untuk mengubah posisi sinyal suara dalam audio track ke kiri atau ke kanan. 4) Zoom Tool adalah alat yang digunakan untuk melihat lebih jelas bagian- bagian tertentu sinyal suara. Tombol ini bisa digunakan untuk melakukan zoom in atau zoom out. 5) Draw Tool adalah alat yang digunakan untuk memodifikasi volume suara pada satu titik. 6) Multi Tool Mode adalah digunakan untuk mengakses kemampuan semua tools secara bersamaan. Fungsi tool akan digunakan bergantung pada area yang di klik dan bagaimana mouse digerakkan. Gambar 1.9 Audio Control Buttons Keterangan Gambar : 1) Pause digunakan untuk menghentikan perekaman sementara. Jika ingin merekam kembali maka tekan kembali tombol pause tersebut. 2) Play digunakan untuk memutar audio yang sudah direkam. 3) Stop digunakan untuk menghentikan rekaman audio atau audio yang sedang diputar. 4) Rewind digunakan untuk mengarahkan kembali ke awal proyek. 5) End digunakan untuk mengarahkan ke akhir proyek. 6) Record digunakan untuk memulai merekam proyek audio. 3. Mixer toolbar berfungsi untuk mengatur volume baik input maupun output dan menentukan sumber suara yang masuk ke dalam komputer (direkam).
  7. 7. 10 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 4. Edit toolbar berisi tombol-tombol yang dapat digunakan untuk mengolah suara. 5. Meter toolbar menampilkan informasi proses perekaman suara, apakah suaranya terlalu besar atau terlalu kecil. Bagian L dan R akan terlihat jika suara output atau input adalah suara stereo. Jika suara input atau output adalah suara mono, maka yang terlihat hanya bagian L saja. 6. Status bar berisi informasi status suara yang sedang diolah. 7. Track berisi berbagai macam track seperti audio track, label track, time track, dan MIDI track. g. Merekam Suara dengan Menggunakan Audacity Langkah-langkah untuk merekam suara pada audacity adalah sebagai berikut : 1. Pasang microphone pada komputer. 2. Atur volume microphone melalui menu Sistem > Preferensi > Suara. Pilih masukkan kemudian atur input volumenya. Gambar 1.10 Sound Preferensi 3. Jalankan Audacity. 4. Atur Volume input pada bagian Mixer Toolbar. 5. tombol Record pada Control Toolbar. 6. Tekan tombol Pause untuk menghentikan proses perekaman suara sementara. Kemudian tekan tombol pause kembali untuk melanjutkan perekaman suara. 7. Tekan tombol Stop untuk menghentikan proses perekaman suara.
  8. 8. 11 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 8. Tekan tombol Play untuk mendengarkan hasil rekaman. Hasil rekaman dapat dilihat seperti gambar dibawah ini : Gambar 1.11 Hasil Rekaman Mode rekaman bisa dirubah sesuai dengan keinginan kita seperti gambar diatas, itu adalah contoh hasil rekaman dari mode stereo. Maka jika ingin dirubah dengan mode mono atau yang lainnya bisa dirubah dengan cara memilih menu edit >> preferences dan pilih jenis chanel seperti gambar dibawah ini : Gambar 1.12 Jendela Preferences Audacity h. Menyimpan Suara Untuk menyimpan file pada aplikasi Audacity dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1. Klik File > Save As Project pada menu bar 2. Ketika terbuka jendela Save As Project, tuliskan nama project yang akan disimpan, kemudian tekan Save. 3. Hasil rekaman yang disimpan
  9. 9. 12 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 1.13 File Rekaman Tersimpan 5. File tersebut akan tersimpan secara standar dengan format .uap seperti pada gambar dibawah ini. Gambar 1.14 Format File Standar Audacity menyediakan fasilitas untuk menyimpan sinyal suara dalam format file audio tertentu, misalnya WAV, MP3 dan Ogg Vorbis. Untuk menyimpan suara dengan format WAV, ikuti langkah-langkah berikut : 1. Klik File >> Export pada menu bar. Gambar 1.13 Pilihan Menu Export Nama file
  10. 10. 13 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 2. Jendela Save dengan pilihlah berbagai format. Gambar 1.14 Kotak Dialog Export i. Membuka File Audio Langkah-langkah untuk membuka file audio adalah sebagai berikut : 1. Pilih menu File >> Open pada menu bar. Gambar 1.15 Menu File – Open
  11. 11. 14 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 2. Maka akan muncul Jendela untuk memilih file audia yang akan dipillih. Gambar 1.16 Pilih File 3. Tekan tombol Open 4. Maka file audio akan terbuka di Audacity j. Mengimport File Audio Ada lima buah format file audio yang dapat diimport dalam Audacity, yaitu : 1. WAV (Windows Wave Format) : File audio dengan format ini adalah file standar dari Sistem Operasi Windows dan didukung hampir setiap komputer. File ini belum mengalami kompresi. 2. AIFF (Audio Interchange File Format) : File audio dengan format ini adalah standar dari Macintosh dan didukung oleh sebagian komputer. File ini belum mengalami kompresi 3. Sun Au / NeXT : File audio dengan format ini adalah standar dari Sun dan Next Format ini adalah salah satu format audio pertama yang didukung oleh browser web. File ini sudah mengalami kompresi. 4. MP3 (MPEG I, layer 3) : Format file audio ini adalah format yang paling populer dikalangan masyarakat. File ini sudah mengalami kompresi. 5. Ogg Vorbis : File audio dengan format ini adalah standar dari Linux. File dengan ukuran yang sama dengan MP3 dengan kualitas yang lebih baik dan tidak ada pembatasan paten. File ini sudah mengalami kompresi.
  12. 12. 15 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Cara mengimport kelima buah file audio diatas dengan cara : 1. Pilih menu File >> Import pada menu bar. Gambar 1.17 Menu File – Import Audio 2. Maka akan muncul jendela untuk memilih salah satu file audio yang akan dibuka. Gambar 1.18 Jendela Memilih Import Audio
  13. 13. 16 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 1.19 Track Import Audio 3. Maka file audio yang telah di import ke dalam file audio Audacity akan terletak dengan track tersendiri, di bawah audio track yang sudah ada. 4. Kemudian penyimpanan file audio yang sudah diimport akan tersimpan pada folder dimana file audio yang diimport. Gambar 1.20 Penyimpanan File Audio Import
  14. 14. 17 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung k. Menutup Audacity Langkah-langkah menutup Audacity adalah sebagai berikut : 1. Menutup Audacity dengan menekan tombol yang terletak pada kanan atas antarmuka Audacity. 2. Menutup Audacity dengan cara menggunakan menu bar dengan memilih menu File >> Exit pada menu bar. Gambar 1.21 Menutup Audacity
  15. 15. 18 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung B. MENGGUNAKAN EDITING TOOLS a. Selection Tool Selection tool digunakan untuk memilih track sinyal suara yang akan diubah, dengan cara : 1. Rekam atau buka file audio yang ingin diubah. 2. Klik selection tool, lalu klik bagian awal yang ingin diubah kemudian sorot ke bagian akhir yang akan diubah tanap melepas tombol mouse. 3. Bagian yang sudah terpilih akan terlihat gelap dari sinyal suara yang tidak terpilih. Tampak seperti gambar di bawah ini : Gambar 2.1 Hasil Selection Tool b. Zoom Tool Zoom tool digunakan untuk melihat lebih jelas bagian-bagian tertentu dari sinyal suara. Berikut adalah cara menggunakan zoom tool pada aplikasi Audacity. 1. Rekam atau buka file audio yang ingin diubah. Gambar 2.2 Sinyal Suara Sebelum dizoom 2. Klik zoom tool kemudian klik pada bagian sinyal suara yang akan di zoom, maka akan tampak hasilnya seperti di bawah ini : Area yang dipilih dengan selection tool
  16. 16. 19 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 2.3. Sinyal Suara Setelah dizoom c. Envelope Tool Envelope tool digunakan untuk mengubah volume suara, setiap digunakan maka akan ada titik-titik bantu ditempat perubahan volume. Berikut langkah-langkah menggunakan envelope tool : 1. Rekam atau buka file audio yang ingin diubah. 2. Klik envelope tool, kemudian klik bagian sinyal suara yang akan diubah volume suaranya, maka hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini : Gambar 2.4 Hasil Penggunaan Envelope Tool d. Draw Tool Draw tool digunakan untuk memodifikasi volume suara tepat pada satu titik sampel. Cara menggunakan draw tool adalah sebagai berikut : 1. Rekam atau buka file audio yang ingin diubah 2. Dengan zoom tool lakukan zoom in pada sinyal suara yang akan diubah volume suaranya, sehingga terlihat titik-titik sampel seperti gambar dibawah ini :
  17. 17. 20 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 2.5 Zoom In Sehingga Terlihat Titik-titik Sampel 3. Klik draw tool, kemudian klik salah satu titik sampel, drag keatas untuk memperbesar volume atau ke bawah untuk memperkecilnya. Hasilnya dapat dililhat seperti gambar di bawah ini : Gambar 2.6 Hasil Penggunaan Draw Tool e. Time Shift Tool Time shift tool digunakan untuk menggeser sinyal suara dalam audio track ke kiri atau ke kanan. Untuk menggunakan time shift tool dengan cara sebagai berikut : 1. Rekam atau buka file audio yang ingin diubah. 2. Klik time shift tool, lalu klik pada sinyal suara pada audio track. Drag ke kiri atau ke kanan. Lihat hasil penggunaan time shift tool berikut :
  18. 18. 21 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 2.7 Hasil Penggunaan Time Shift Tool f. Multi Tool Mode Multi tool mode digunakan untuk penggunaan tool secara bersamaan. Fungsi tool yang digunakan akan bergantung pada area yang diklik dan bagaimana mouse digerakkan. Cara penggunaan multi tool mode adalah seperti gambar di bawah ini : Gambar 2.8 Penggunaan Multi Tool Mode Tampak dilihat dari gambar di atas penggunaan beberapa penggunaan tool secara bersamaan. Mulai dari selection tool, emvelope tool, zoom tool dan lain-lain.
  19. 19. 22 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung C. MENGOLAH SUARA Mengolah hasil rekaman suara dapat dilakukan pada aplikasi Audacity dengan memanfaatkan fasilitas memotong suara, menyalin suara, trim, split dan menduplikasi suara serta menggabungkan dan menghapus track. a. Memotong Suara Langkah perubahan yang paling mendasar adalah memotong kemudian menyisipkan. Langkah-langkah memotong suara pada aplikasi Audacity dengan cara sebagai berikut : 1. Rekam suara atau bukalah file au 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. dio yang sudah terekam. Yang seperti terlihat pada gambar dibawah ini : Gambar 3.1 File Audio 2. Pilih area sinyal suara yang akan dipotong dengan menggunakan select tool. Seperti gambar dibawah ini : Gambar 3.2 Memilih Area Sinyal Suara 3. Setelah dipilih area sinyal yang akan dipotong kemudian memilih menu edit
  20. 20. 23 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung >> cut atau bisa juga dengan cara pintas dengan menggunakan CTRL+X. Gambar 3.3 Menu Edit – Cut 4. Maka akan tampak hasil potongan sebagai berikut : Gambar 3.4 Hasil Potongan Sinyal Suara Bisa dilihat perbedaan dari Gambar 3.1 File Audio yang sebelum dipotong dengan Gambar 3.4 Hasil Potongan Sinyal Suara. Tampak perbedaan panjang sinyal suara seperti pada Gambar 3.1 panjang sinyal suara terlihat sampai pada menit ke 4.25 namun pada Gambar 3.4 panjang sinyal suara terlihat kira-kira pada menit 3.40. b. Menyalin Suara Menyalin suara dapat dilakukan pada aplikasi Audacity dengan menggunakan menu edit >> copy atau menggunakan tombol pada toolbar edit. Langkah-langkah untuk menyalin sinyal suara adalah sebagai berikut : 1. Rekam atau buka file audio seperti yang terlihat seperti yang terdapat pada Gambar 2.1 File Audio 2. Pilih sinyal area seprti yang terlihat pada Gambar 3.2 Memilih Area Sinyal Suara
  21. 21. 24 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 3. Setelah dipilih area sinyal suara yang akan disalin kemudian pilihlah menu Edit >>copy seperti gambar dibawah ini : Gambar 3.5 Menu Edit – Copy 4. Kemudian pilih menu Edit >> Paste pada menu bar. Jika sinyal suara akan dipasang pada awal sinyal suara yang ada sebelumnya. Maka geser sinyal suara yang ada seperti gambar dibawah ini : Gambar 2.6 Hasil Penyalinan Sinyal Suara 5. Kemudian klik tombol play untuk mendengarkan hasil penyalinan. c. Menggunakan Fasilitas Trim Fasilitas ini berguna untuk mengambil sinyal yang dipilih dan menghapus sinyal yang tidak terpilih, ikuti langkah-langkah berikut untuk menggunakan fasilitas trim ini. 1. Rekam atau buka file audio yang sudah direkam. 2. Pilih bagian sinyal suara yang akan diambil dengan menggunakan selection tool. 3. Setelah itu pilih menu edit >> trim pada menu bar.
  22. 22. 25 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 3.7 Menu Edit – Trim 4. Maka akan tampak hasilnya sebagai gambar dibawah ini. Gambar 3.8 Hasil Fasilitas Trim d. Menggunakan Fasilitas Split Fasilitas split ini berfungsi untuk memindahkan area yang dipilih ke dalam lagu sendiri. Langkah-langkah menggunakan split adalah sebagai berikut. 1. Rekam atau buka file audio yang sudah direkam. 2. Pilih bagian sinyal suara yang akan diambil dengan menggunakan selection tool. 3. Pilih menu edit >> split atau split new pada menu bar.
  23. 23. 26 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 3.9 Menu Edit – Split New 4. Maka akan tampak hasilnya seperti gambar di bawah ini. Gambar 3.10 Hasil Fasilitas Split e. Menduplikasi Suara Aplikasi editing Audacity bisa melakukan duplikasi sinyal suara, langkah- langkahnya sebagai berikut : 1. Rekam atau buka file audio yang sudah tersimpan. 2. Pilih area sinyal suara yang akan diduplikasikan. 3. Pilih menu edit >> duplicate.
  24. 24. 27 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 3.11 Menu Edit - Duplicate 4. Maka akan tampak hasilnya seperti gambar dibawah. Gambar 3.12 Hasil Duplikasi Sinyal Suara f. Menggabungkan Suara dan Menghapus Track Rekaman suara pada umumnya dilakukan berkali-kali agar menghasilkan rekaman yang maksimal. Maka diperlukan langkah untuk menggabungkan sinyal suara dari hasil rekaman yang terbaik tersebut. Manggabungkan sinyal suara dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Rekam atau buka beberapa file audio suara yang telah disimpan. 2. Sebelum memilih sinyal suara yang akan digabungkan maka sebaiknya lakukan pemisahan track terlebih dahulu, seperti dibawah ini :
  25. 25. 28 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 3.13 Split Stereo Track Catatan : Untuk mengembalikan track gunakan perintah make stereo track yang terdapat pada audio track. 3. Pilih sinyal suara pada audio track kedua dengan menggunakan selection tools. 4. Pilih menu edit >> copy pada menu bar. Gambar 3.14 Menu Edit – Copy 5. Pindahkan kursor pada bagian akhir sinyal suara pada track pertama. 6. Kemudian klik menu edit >> paste. Maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini :
  26. 26. 29 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 3.15 Hasil Gabungan Sinyal Suara Pada aplikasi Audacity dapat menghapus track yang ada pada satu file audio. Langkah-langkah manghapus track pada satu file audio adalah dengan cara : 1. Rekam/buka file audio yang telah tersimpan 2. Split track pada audio track agar bisa memilih track yang akan dihapus. 3. Pilih track yang akan dihapus. 4. Pilih menu track >> remove track. Atau bisa juga dengan cara memilih tombol pada audio track. Gambar 3.16 Menu Track – Remove Track
  27. 27. 30 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 5. Maka akan tampak hasil seperti dibawah ini. Gambar 3.17 Hasil Remove Track
  28. 28. 31 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung D. ANALYZE DAN GENERATE Selain merekam dan mengolah file audio, aplikasi Audacity juga bisa untuk menganalisis sinyal suara. Aplikasi Audacity ini dapat melakukan banyak sekali analisis. Salah satunya adalah menampilkan spektrum sinyal. Selain menganalisis sinyal suara, aplikasi Audacity juga dapat menambahkan berbagai bentuk sinyal suara khusus ke dalam sinyal suara yang sudah ada dengan menggunakan menu generate. Sinyal khusus yang dapat dibuat diantaranya adalah silence, tone, noise, click track dan pluck. a. Menampilkan Spektrum Sinyal Suara Spektrum sinyal suara menginformasikan mengenai energi suatu sinyal suara pada masing-masing frekuensi. Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan spektrum sinyal suara : 1. Rekam sinyal suara atau buka file audio dengan format MP3. 2. Pilih bagian sinyal suara yang akan ditampilkan spektrum sinyal suaranya dengan menggunakan selection tool. 3. Klik menu analyze >> plot spectrum pada menu bar. Gambar 4.1 Menu Analyze – Plot Spectrum 4. Maka akan muncul freq window. Gambar 4.2 Freq Window
  29. 29. 32 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 5. Maka akan tampil jendela frequency analysis Gambar 4.3 Frequency Analysis b. Membuat Silence Untuk membuat sinyal suara menjadi hening maka dapat dilakukan dengan cara melalui menu generate pada menu bar. Langkah-langkah untuk membuat hening (silence) sinyal suara dengan cara : 1. Bukalah sebuah file audio MP3. 2. Tentukan area yang akan di silence. 3. Klik menu generate >> silence pada menu bar, sehingga akan muncul jendela seperti gambar di bawah Gambar 4.4 Kotak Dialog Silence 4. Maka akan tampak hasil audio yang sudah di silence seperti gambar di bawah :
  30. 30. 33 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 4.5 Hasil Silence Audio 5. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 6. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3. c. Membuat Tone Tone adalah sinyal suara yang berbunyi seperti suara “tut” panjang. Untuk membuat tone dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Buka sebuah file audio MP3. 2. Tentukan letak area dimana tone akan dibuat. 3. Klik menu generate >> tone pada menu bar. Maka akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini : Gambar 4.6 Tone Generator 4. Aturlah waveform, ada 3 bagian bentuk sinyal suara yaitu shine, square dan sawtooth.
  31. 31. 34 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 5. Atur frekuensi untuk mengatur tinggi nada tone pada bagian frequency/hz. Untuk menentukan suara bisa ditentukan dengan mengatur bagian amplitude, kemudian untuk menentukan panjang sinyal suara yang dibuat dengan mengatur duration. 6. Klik ok, maka akan tampat hasilnya seperti gambar dibawah ini : Gambar 4.7 Hasil Pembuatan Tone 7. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 8. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3. d. Membuat White Noise White noise digunakan untuk menambah sinyal suara berisik (noise). Untuk menambahkan white noise dapat dilakkukan dengan cara sebagai berikut : 1. Bukalah file audio berformat MP3. 2. Tentukan area sinyak suara yang akan dibuat white noise. 3. Klik menu generate >> white noise pada menu bar sehingga muncul jendela seperti gambar di bawah ini : Gambar 4.8 Noise Generator 4. Tentukan durasi white noise yang akan dibuat pada kotak duration. Kemudian tekan tombol ok. Maka hasilnya akan tampak seperti gambar di
  32. 32. 35 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung bawah ini : Gambar 4.9 Hasil White Noise 5. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 6. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3. e. Membuat Click Track Click track termasuk dalam plug-in, namun tidak semua aplikasi Audacity memiliki fasilitas ini, dua bagian yang dimiliki oleh click track yaitu measure dan beat. Bagian measure akan berbunyi “klik” dan bagian beat akan berbunyi “pluk”. Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan click track : 1. Bukalah file audio berformat MP3. 2. Tentukan area untuk membuat click track. 3. Klik menu generate >> click track pada menu bar. Maka akan muncul kotak dialog seperti gambar di bawah ini : Gambar 4.10 Jendela Click Track
  33. 33. 36 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 4. Tentukan tempo, banyaknya beat per measure dan tentukan number of measure. Kemudian klik ok, maka akan terlihat hasilnya seperti gambar dibawah ini : Gambar 4.11 Hasil Click Track 5. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 6. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3. f. Membuat Pluck Pluck sama seperti click track yang merupakan plug-in dan tidak semua aplikasi Audacity menyediakan fasilitas untuk membuatnya. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat pluck pada aplikasi Audacity : 1. Buka file audio berformat MP3. 2. Tentukan area yang akan dibuat pluck. 3. Klik menu generate >> pluck pada menu bar, maka akan terbuka jendela pluck seperti di bawah ini : Gambar 4.12 Jendela Pluck
  34. 34. 37 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 4. Tentukan pluck MIDI pith-nya kemudian klik Ok. Maka akan tampak hasilnya seperti gambar di bawah ini : Gambar 4.13 Hasil Pluck 5. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 6. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3.
  35. 35. 38 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung E. MEMBERI EFEK SUARA Pada aplikasi Audacity terdapat fasilitas-fasilitas untuk memberi efek suara. Berikut adalah penjelasan fasilitas-fasilitas memberi efek suara pada aplikasi Audacity dan cara memberikan efek suara : a. Memberi Efek Bass Boost Jika kita memberikan efek bass boost maka pada file audio yang diberi efek, frekuensi bass-nya akan meningkat. Berikut adalah langkah-langkah memberikan efek bass boost pada aplikasi Audacity : 1. Bukalah file suara dengan format MP3. 2. Pilih area sinyal suara yang akan diberi efek bass boost. 3. Pilih menu effect >> bass boost. Gambar 5.1 Menu – Effect 4. Maka akan muncul jendela Gambar 5.2 Jendela Bass Boost
  36. 36. 39 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 5. Tentukan frekuensi dan boost yang diinginkan. 6. Klik tombol preview untuk meyakinkan pemberian efek. 7. Klik tombol ok. Maka hasilnya dapat dilihat seperti gambar di bawah ini : Gambar 5.3 Hasil Efek Bass Boost 8. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 9. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3. b. Memberi Efek Echo Efek echo digunakan untuk memberikan efek gema pada file suara audio, berikut adalah langkah-langkah untuk memberikan efek echo pada file suara audio : 1. Bukalah file suara dengan format MP3. 2. Pilih area sinyal suara yang akan diberi efek echo. 3. Pilih menu effect >> echo. Gambar 5.4 Menu Effect - Echo
  37. 37. 40 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 4. Maka akan muncul jendela echo. Gambar 5.5 Jendela Echo 5. Aturlah delay time dan decay factor kemudian pilih preview untuk memastikan. 6. Klik ok, maka hasilnya akan tampak seperti gambar di bawah ini : Gambar 5.6 Hasil Efek Echo 7. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 8. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3. c. Memberi Efek Fade-In Efek fade-in berfungsi untuk mengubah volume suara dari semula rendah menjadi tinggi. Berikut adalah langkah-langkah untuk memberikan efek fade-in pada file suara : 1. Bukalah file suara dengan format MP3. 2. Pilih area sinyal suara yang akan diberi efek fade-in. 3. Pilih menu effect >> fade-in.
  38. 38. 41 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 5.7 Menu Fade-In 4. Maka akan terlihat hasil dari efek fade-in seperti gambar di bawah ini : Gambar 5.8 Hasil Fade-In 5. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 6. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3. d. Memberi Efek Fade-Out Efek fade-out berfungsi untuk mengubah volume suara dari semula tinggi menjadi rendah. Berikut adalah langkah-langkah untuk memberikan efek fade-in pada file suara : 1. Bukalah file suara dengan format MP3. 2. Pilih area sinyal suara yang akan diberi efek fade-out. 3. Pilih menu effect >> fade-out.
  39. 39. 42 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 5.9 Menu Fade-Out 4. Maka akan terlihat hasil dari efek fade-in seperti gambar di bawah ini : Gambar 5.8 Hasil Fade-Out 5. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 6. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3. e. Memberi Efek Repeat Repeat adalah mengulang, untuk memberi efek repeat pada aplikasi Audacity adalah dengan cara sebagai berikut : 1. Buka file suara dengan format MP3. 2. Pilih area sinyal suara yang akan diberi efek repeat. 3. Pilih menu effect >> repeat pada menu bar.
  40. 40. 43 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 5.9 Menu Effect – Repeat 4. Maka akan terbuka jendela repeat seperti gambar di bawah ini : Gambar 5.10 Jendela Repeat 5. Tentukan number of times to repeat kemudian klik ok. Maka akan tampak hasilnya seperti gambar di bawah ini : Gambar 5.11 Hasil Repeat 6. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 7. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3.
  41. 41. 44 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung f. Memberi Efek Reverse Reverse adalah terbalik, pada aplikasi Audacity dapat memberi effect reverse. Cara memberi efek reserve, ikutilah langkah-langkah berkut ini : 1. Bukalah file suara dengan format MP3. 2. Pilihlah area sinyal yang akan diberi efek reserve. 3. Pilih menu effect >> reserve. Gambar 5.12 Menu Effect – Reserve 4. Maka tampak hasilnya seperti gambar dibawah ini : Gambar 5.13 Hasil Effect Reserve 5. Klik tombol play untuk mendengarkan hasilnya. 6. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio kembali pada format mp3.
  42. 42. 45 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung F. MEMBUAT FILE MP3 File MP3 adalah file suara yang memiliki mode stereo, sedangkan pada umumnya hasil perekaman adalah memiliki mode mono. Diperlukan cara tertentu untuk membuat file audio MP3 dari hasil perekaman. Selain format MP3, file berformat WAV juga banyak digunakan dan umumnya file berformat WAV memiliki mode mono. Oleh karena itu diperlukan juga cara tertentu untuk membuat file berformat MP3 dari file berformat WAV. a. Membuat File MP3 dari Hasil Perekaman Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat file MP3 dari hasil perekaman : 1. Rekam satu buah sinyal suara dalam mode mono. Gambar 6.1 Rekaman Suara Mono 2. Pilih sinyal suara track pertama. 3. Pilih menu edit >> duplicate. Gambar 6.2 Hasil Duplicate Suar 4. Klik panah audio track pertama kemudian klik make stereo track. 5. Maka akan tampak track pertama dan kedua akan tergabung menjadi satu audio track.
  43. 43. 46 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 6.3 Hasil Make Stereo 6. Klik play untuk mendengarkan hasilnya. 7. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio pada format mp3. 8. Format file dapat dilihat pada folder penyimpanan dimana file audio tersebut disimpan. Gambar 6.4 Hasil Pembuatan File MP3 dari Rekaman File Suara Mono b. Membuat File MP3 dari File Berformat WAV Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat file MP3 dari file berformat WAV : 1. Bukalah file berformat WAV. Gambar 6.5 File Suara Format WAV 2. Pilih sinyal suara dalam audio track pertama. 3. Pilih menu edit >> duplicate.
  44. 44. 47 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Gambar 6.6 Hasil Duplicate File Suara WAV 4. Klik panah audio track pertama kemudian klik make stereo track. 5. Maka akan tampak track pertama dan kedua akan tergabung menjadi satu audio track. Gambar 6.7 Hasil Make Stereo File Suara Format WAV 6. Klik play untuk mendengarkan hasilnya. 7. Klik menu file >> export untuk menyimpan file audio pada format mp3. 8. Format file dapat dilihat pada folder penyimpanan dimana file audio tersebut disimpan. Gambar 6.8 Hasil Membuat File MP3 dari File WAV
  45. 45. 48 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung PEMBUATAN ANIMASI Dengan Macromedia Flash 8
  46. 46. 49 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung BAB II PEMBUATAN ANIMASI Dengan Macromedia Flash 8 PENDAHULUAN Animasi merupakan salah satu bentuk visual bergerak yang dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan materi pelajaran yang sulit disampaikan secara konvensional. Dengan diintergrasikan ke media lain seperti video, presentasi, atau sebagai bahan ajar tersendiri animasi cocok untuk menjelaskan materi-materi pelajaran yang secara langsung sulit dihadirkan di kelas atau disampaikan dalam bentuk buku. Sebagai misal proses bekerjanya mesin mobil atau proses terjadinya tsunami. Dengan tujuan memberi pengetahuan dasar tentang bagaimana membuat animasi kepada para pengajar/guru modul Pembuatan Animasi dengan Flash 8 ini ditulis. Modul ini berisi 10 kegiatan belajar yaitu: KEGIATAN 1 : Mengenal Animasi KEGIATAN 2 : Mengenal Flash 8 KEGIATAN 3 : Menggambar Bentuk Dasar, Menggunakan Warna, dan Mengimpor Gambar KEGIATAN 4 : Membuat Animasi Objek Bergerak KEGIATAN 5 : Membuat Animasi Teks berubah Warna KEGIATAN 6 : Membuat Animasi dengan Masking dan Path KEGIATAN 7 : Memberi Suara pada Animasi KEGIATAN 8 : Membuat Tombol Kontrol (play dan stop) untuk AnimasiKEGIATAN 9 : Membuat Animasi Proses Metamorfosis Kupu-KupuKEGIATAN 10: Mempublish dan Mengekspor File Setelah mengikuti kegiatan-kegiatan belajar tersebut diharapkan Anda dapat membuat animasi sederhana dengan menggunakan Flash 8. Dengan pengetahuan dasar pembuatan animasi ini serta pengetahuan lain dari modul-modul pelatihan pemanfaatan ICT, diharapkan Anda dapat mengembangkan bahan ajar yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Selamat Belajar.
  47. 47. 50 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung A. MENGENAL ANIMASI TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat menyebutkan:  prinsip animasi,  jenis-jenis animasi, dan  macam-macam software yang dapat digunakan dalam pembuatan animasi. URAIAN MATERI a. Prinsip Dasar Animasi Animasi berasal dari kata ”Animation” yang dalam bahasa Inggris ”to animate” yang berarti menggerakan. Jadi animasi dapat diartikan sebagai menggerakan sesuatu (gambar atau obyek) yang diam. Sejarah animasi dimulai dari jaman purba, dengan ditemukannya lukisan- lukisan pada dinding goa di Spanyol yang menggambarkan ”gerak” dari binatang-binatang. Pada 4000 tahun yang lalu bangsa Mesir juga mencoba menghidupkan suatu peristiwa dengan gambar-gambar yang dibuat berurutan pada dinding. Sejak menyadari bahwa gambar bisa dipakai sebagai alternatif media komunikasi, timbul keinginan menghidupkan lambang-lambang tersebut menjadi cermin ekspresi kebudayaan. Terbukti dengan diketemukannya berbagai artefak pada peradapan Mesir Kuno 2000 sebelum masehi. Salah satunya adalah beberapa panel yang menggambarkan aksi dua pegulat dalam berbagai pose. Animasi sendiri tidak akan pernah berkembang tanpa ditemukannya prinsip dasar dari karakter mata manusia yaitu: persistance of vision (pola penglihatan yang teratur). Paul Roget, Joseph Plateau dan Pierre Desvigenes, melalui peralatan optic yang mereka ciptakan, berhasil membuktikan bahwa mata manusia cenderung menangkap urutan gambar-gambar padatenggang waktu tertentu sebagai suatu pola. Dalam perkembangannya animasi secara umum bisa didefinisikan sebagai: Suatu sequence gambar yang diekspos pada tenggang waktu tertentu sehingga tercipta sebuah ilusi gambar bergerak
  48. 48. 51 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung b. Jenis-Jenis Animasi Dilihat dari tehnik pembuatannya animasi yang ada saat ini dapat dikategorikan menjadi 3, yaitu: a. Animasi Stop-motion (Stop Motion Animation) b. Animasi Tradisional (Traditional animation) c. Animasi Komputer (Computer Graphics Animation) 1. Stop-motion animation Stop-motion animation sering pula disebut claymation karena dalam perkembangannya, jenis animasi ini sering menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang digerakkan. Tehnik stop-motion animation merupakan animasi yang dihasilkan dari penggambilan gambar berupa obyek (boneka atau yang lainnya) yang digerakkan setahap demi setahap. Dalam pengerjaannya teknik ini memiliki tingkat kesulitan dan memerlukan kesabaran yang tinggi. Salah satu adegan dari film Chiken Run.Deadmatch Salah satu adegan dari film Celebrity Wallace and Gromit dan Chicken Run , karya Nick Parks, merupakan salah satu contoh karya stop motion animation. Contoh lainnya adalah Celebrity Deadmatch di MTV yang menyajikan adegan perkelahian antara berbagai selebriti dunia.
  49. 49. 52 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 2. Animasi Tradisional (Traditional animation) Tradisional animasi adalah tehnik animasi yang paling umum dikenal sampai saat ini. Dinamakan tradisional karena tehnik animasi inilah yang digunakan pada saat animasi pertama kali dikembangkan. Tradisional animasi juga sering disebut cel animation karena tehnik pengerjaannya dilakukan pada celluloid transparent yang sekilas mirip sekali dengan transparansi OHP yang sering kita gunakan. Pada pembuatan animasi tradisional, setiap tahap gerakan digambar satu persatu di atas cel. Contoh gambar proses gerakan berjalan pada animasi tradisional. Dengan berkembangnya teknologi komputer, pembuatan animasi tradisional ini telah dikerjakan dengan menggunakan komputer. Dewasa ini teknik pembuatan animasi tradisional yang dibuat dengan menggunakan komputer lebih dikenal dengan istilah animasi 2 Dimensi. ”Pinokio” salah satu film animasi tradisional buatan Waltsdisney. ”Naruto” salah satu film animasi tradisional yang proses pembuatannya telah menggunakan komputer.
  50. 50. 53 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 3. Animasi Komputer Sesuai dengan namanya, animasi ini secara keseluruhan dikerjakan dengan menggunakan komputer. Dari pembuatan karakter, mengatur gerakkan “pemain” dan kamera, pemberian suara, serta special effeknya semuanya di kerjakan dengan komputer. Dengan animasi komputer, hal-hal yang awalnya tidak mungkin digambarkan dengan animasi menjadi mungkin dan lebih mudah. Sebagai contoh perjalanan wahana ruang angkasa ke suatu planet dapat digambarkan secara jelas, atau proses terjadinya tsunami. Monster Inc, salah satu film animasi yang seluruh pembuatannya menggunakan komputer. Perkembangan teknologi komputer saat ini, memungkinkan orang dengan mudah membuat animasi. Animasi yang dihasilkan tergantung keahlian yang dimiliki dan software yang digunakan. Salah satu contoh animasi untuk dunia pengetahuan yang dibuat dengan komputer.
  51. 51. 54 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung c. Software Animasi Saat ini terdapat banyak jenis software animasi yang beredar di pasaran, dari software yang mempunyai kemampuan yang sederhana hingga yang komplek, dari yang gratis hingga puluhan juta rupiah. Dari sisi fungsi penggunaan software animasi dapat dikelompokkan menjadi Software Animasi 2 Dimensi dan Software Animasi 3 Dimensi. 1. Software Animasi 2 Dimensi. Software animasi 2D adalah software yang digunakan untuk membuat animasi tradisional (flat animation), umumnya mempunyai kemampuan untuk menggambar, mengatur gerak, mengatur waktu, beberapa dapat mengimpor suara. Dari sisi penggunaan umumnya tidak sulit. Tampilan jendela kerja ToonBoom Studio Contoh dari Software Animasi 2D ini antara lain:  Macromedia Flash  Macromedia Director  ToonBoom Studio  Adobe ImageReady  Corel RaVe  Swish Max  Adobe After Effect 2. Software Animasi 3 Dimensi Software animasi 3D mempunyai fasilitas dan kemampuan yang canggih untuk membuat animasi 3 dimensi. Fasilitas dan kemampuan tersebut antara lain, membuat obyek 3D, pengaturan gerak kamera, pemberian efek, import video dan suara, serta masih banyak lagi. Beberapa software animasi 3D mempunyai kemampuan khusus, misalnya untuk animasi figure(manusia), animasi landscape (pemandangan), animasi title (judul), dll. Karena kemampuannya yang canggih, dalam penggunaannya diperlukan pengetahuan yang cukup tinggi dan terkadang rumit.
  52. 52. 55 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Contoh dari Software Animasi 3D ini antara lain:  3D Studio Max  Maya  Poser (figure animation)  Bryce (landscape animation)  Vue (landscape animation)  Cinema 4D  Blender (gratis)  Daz3D (gratis) Tampilan jendela kerja 3D Studio Max Tampilan jendela Daz3D Tampilan jendela kerja kerja Bryce Tampilan jendela kerja Poser
  53. 53. 56 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung B. MENGENAL MACROMEDIA FLASH 8 TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat menyebutkan:  cara membuka program macromedia Flash 8, dan  bagian-bagian jendela kerja macromedia Flash 8 URAIAN MATERI Macromedia Flash 8, merupakan software yang dirancang untuk membuat animasi berbasis vektor dengan hasil yang mempunyai ukuran yang kecil. Awalnya software ini memang diarahkan untuk membuat animasi atau aplikasi berbasis internet (online). Tetapi pada perkembangannya banyak digunakan untuk membuat animasi atau aplikasi yang bukan berbasis internet (offline). Dengan Actionscript 2.0 yang dibawanya, Flash 8 dapat digunakan untuk mengembangkan game atau bahan ajar seperti kuis atau simulasi. Contoh dari game atau bahan ajar dapat Anda lihat di www.e-dukasi.net atau pada Pesona Edukasi. Dari pengalaman penulis menjadi juri di Lomba Pengembangan Bahan Ajar Interaktif untuk SMA yang diadakan oleh Depdiknas, banyak karya bagus yang dibuat oleh peserta (guru) dengan menggunakan software Flash 8. Penggunaan Flash 8 untuk animasi atau pembuatan bahan ajar interaktif tidaklah sulit, tool- tool yang tersedia cukup mudah digunakan, beberapa template dan component juga sudah disediakan siap digunakan. Dengan anggapan sotfware Flash 8 telah terinstal pada computer yang Anda gunakan, berikut ini langkah awal untuk mengenal penggunaan Flash 8. a. Cara Membuka Flash 8 Untuk membuka program Macromedia Flash 8 Anda dapat melakukan cara berikut:  Pilih Start > Program > Macromedia > Flash 8 Atau  Pilih Ikon Flash 8 pada dekstop (Layar monitor). Beberapa saat akan muncul jendela dialog seperti berikut.
  54. 54. 57 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Pilih Create New > Flash Document untuk memulai membuat file baru. Pilih Open a Recent New > Open untuk membuka file flash. b. Mengenal Jendela Kerja 1. Mengenal Menu Dasar Berikut merupakan tampilan standar jendela kerja Flash 8, saat Anda memulai membuat file baru. Jendela kerja Flash 8 terdiri atas :  Menubar Berisi kumpulan menu atau perintah-perintah yang digunakan dalam Flash 8.  Toolbar Toolbar merupakan panel berisi berbagai macam tool. Tool-tool tersebut dikelompokkan menjadi empat kelompok : Tools; berisi tombol-tombol untuk membuat dan mengedit gambar, View; untuk mengatur tampilan
  55. 55. 58 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung lembar kerja, Colors; menentukan warna yang dipakai saat mengedit, Option; alat bantu lain untuk mengedit gambar. mengedit gambar. Tool Nama Fungsi Shortcut Selection Tool Memilih dan memindahkan objek V Subselection Tool Mengubah bentuk objek dengan edit points A Free Transform Tool Mengubah ukuran atau memutar bentuk objek sesuai keinginan Q Gradient Transform Tool Mengubah warna gradasi F Line Tool Membuat garis N Lasso Tool Menyeleksi bagian objek yang akan diedit L Pen Tool Membuat bentuk objek secara bebas berupa dengan titik-titik sebagai penghubung P Text Tool Membuat teks (kata atau kalimat) T Oval Tool Membuat objek elips atau lingkaran O Ractangle Tool Membuat objek berbentuk segi empat atau segi banyak R Pencil Tool Menggambar objek secara bebas Y Brush Tool Menggambar objek secara bebas dengan ukuran ketebalan dan bentuk yang sudah disediakan B Ink Bottle Tool Memberi warna garis tepi (outline) S Paint Bucket Tool Memberi warna pada objek secara bebas K Eyedropper Tool Mengambil contoh warna I Eraser Tool Menghapus objek E  Timeline Timeline atau garis waktu merupakan komponen yang digunakan untuk mengatur atau mengontrol jalannya animasi. Timeline terdiri dari beberapa layer. Layer digunakan untuk menempatkan satu atau beberapa objek dalam stage agar dapat diolah dengan objek lain. Setiap layer terdiri dari frame-frame yang digunakan untuk mengatur kecepatan animasi. Semakin panjang frame dalam layer, maka semakin lama animasi akan berjalan.
  56. 56. 59 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Stage Stage disebut juga layar atau panggung. Stage digunakan untuk memainkan objek- objek yang akan diberi animasi. Dalam stage kita dapat membuat gambar, teks, memberi warna dan lain-lain.  Panel Beberapa panel penting dalam Macromedia Flash 8 diantaranya panel: Properties, Filters & Parameters, Actions, Library, Color dan Align & Info & Transform. Tampilan Panel Action Script Tampilan Panel Color  Properties Panel Properties akan berubah tampilan dan fungsinya mengikuti bagian mana yangsedang diaktifkan. Misalnya Anda sedang mengaktifkan Line tool, maka yang muncul pada jendela properties adalah fungsi-fungsi untuk mengatur line/garis seperti besarnya garis, bentuk garis, dan warna garis.
  57. 57. 60 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Library Panel Library mempunyai fungsi sebagai perpustakaan simbol/media yang digunakan dalam animasi yang sedang dibuat. Simbol merupakan kumpulan gambar baik movie, tombol (button), sound, dan gambar statis (graphic).  Document Properties Fungsi Document Properties adalah untuk melakukan pengaturan ukuran layar, warna background, framerate, dan dimensi dari animasi yang akan dibuat. Untuk memanggil kotak dialog Document Properties, pilih jendela Properties di bawah layar, kemudian pilih tombol Size. Framerate yaitu kecepatan Flash dalam memutar animasi secara utuh yang iukur dalam fps (frame persecond). Semakin besar framerate maka semakin halus animasinya. Pastikan satuan yang aktif adalah Pixel Karena satuan inilah yang akan digunakan. Klik dan pilihlah warna yang tersedia untuk mengubah warna stage – area kerja Flash. Pilihan Printer memaksimalkan ukuran movie hingga area cetak penuh. Karena output yang diinginkan berupa animasi dan bukan print-out maka pilihan yang diaktifkan adalah Default. Dimensi atau ukuran stage yang ingin ditampilkan. Judul dan deskripsi yang akan dimasukkan ke dalam metadata output. Bukan merupakan penamaan file jadi tidak perlu diisi.
  58. 58. 61 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung C. MENGGAMBAR BENTUK DASAR, MENGGUNAKAN WARNA, DAN MENGIMPOR GAMBAR TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat menggunakan tool- tool pada Flash 8 untuk :  Menggambar bentuk-bentuk dasar (garis, kotak, lingkaran atau oval, dan bentuk bebas),  Mewarnai objek,  Mengolah teks, dan  Mengimport gambar. URAIAN MATERI a. Menggambar Bentuk-bentuk Dasar 1. Membuat garis dengan Line Tool Flash menyediakan pilihan untuk membuat beragam bentuk garis. Pilih ikon Line Tool ( ) pada toolbar disisi kiri layar, kemudian lihat pilihannya di panel Properties di sebelah kiri bawah layar, Masukkan angka ketebalannya. Dan untuk memulai garis klik pada stage dan drag sepanjang yang anda inginkan. b. Membuat garis dengan Pencil Tool Untuk membuat garis bebas, Pilih ikon Pencil Tool ( ) pada toolbar sisi kiri dan pilih warnanya pada panel Colors di bawahnya. Untuk membuat garis lurus, pada panel Options di bawah toolbar pilihlah opsi Straighten, untuk garis lengkung yang halus pilih Smooth, dan untuk membuat garis sesuai dengan gerakan mouse pilih Ink.
  59. 59. 62 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung c. Menggambar lingkaran atau elips Pilih Oval Tool ( ) untuk menggambar bentuk lingkaran atau elips. Untuk memulai menggambar, klik pada stage dan drag sebesar lingkaran atau oval yang Anda inginkan. Adapun jenis dan warna garis serta warna isi bentuk itu dapat dipilih pada panel Colors. d. Menggambar kotak Pilih Rectangle Tool untuk menggambar bentuk kotak pada layar. Untuk memulai menggambar, klik pada stage dan drag sebesar kotak yang Anda inginkan. Adapun jenis dan warna garis serta warna isi (fill) bentuk itu dapat dipilih pada panel Colors. Apabila Anda ingin bentuk sudut kotak tidak berbentuk lancip tetapi berupa sudut yang halus (lengkung), Anda dapat mengubahnya dengan cara pilih Rectangle ( ) dan pilih Set Corner Radius yang berada di bagian bawah panel. Masukkan nilai 5 dalam kotak dialog Rectangle Setting dan pilih OK. Mulailah menggambar kotak dan hasilnya akan terlihat.
  60. 60. 63 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung e. Menggambar bentuk bersegi banyak Untuk menggambar bentuk bersegi banyak, Klik dan tahan pada Rectangle tool ( ), kemudian pilih Poligon tool ( ). Untuk memilih bentuk bersegi banyak atau bintang, Pilih Options pada panel Properties, Kemudian pada jendela dialog Tool Settings yang muncul Anda dapat memilih bentuk yang diinginkan serta dapat mengisikan angka berapa segi banyak yang akan dibuat. Untuk menggambarnya, Klik mouse pada stage kemudian drag sesuai besarnya objek yang diperlukan. f. Menggambar bentuk bebas atau unik Untuk membuat bentuk bebas atau unik Anda dapat menggunakan Pen Tool ( ). Klik mouse pada stage, drag dan lepas, maka garis akan terbentuk. Gerakkan kembali mouse ke arah yang diinginkan dan klik untuk membuat sudut atau anchor point. Bila bentuknya merupakan kurva tertutup maka dapat diberi warna.
  61. 61. 64 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung g. Mengubah Ukuran Objek Pilih Selection Tool ( ) double klik pada gambar/ objek yang akan diubah ukurannya. Pilih Free Transform Tool ( ) maka pada ujung bentuk akan muncul kotak kecil atau handle. Pada panel Option pilih opsi Scale ( ). Klik pada salah satu titik kemudian Drag kotak kecil tersebut ke arah luar, ukuran akan membesar dan drag ke arah dalam maka ukuran akan mengecil. h. Memutar Objek Pilih Selection Tool ( ) double klik pada gambar/objek yang akan diputar. Pilih Free Transform Tool ( ), maka pada ujung bentuk akan muncul kotak kecil atau handle. Pada panel Option pilih opsi Rotate and Skew ( ) pada panel Option kemudian arahkan mouse mendekati salah satu handle yang ada di sudut hingga cursor membentuk panah elingkar. Klik dan drag ke arah putaran yang diinginkan. b. Menggunakan Warna 1. Mengganti Warna Untuk mengganti warna isi atau garis dari bentuk yang telah dibuat dapat dilakukan dengan menyeleksi/memilih bentuk yang akan diganti dengan menggunakan Selection Tool ( ). Double-klik gambar yang ingin diganti warnanya, kemudian pada panel Colors pilih opsi Stroke Color ( ) Klik dan pilih warna untuk mengubah warna garis atau pilih Fill Color ( ) Klik dan pilih warna untuk mengubah warna isi bentuk.
  62. 62. 65 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 2. Gradasi Untuk memberi warna gradasi bada suatu gambar/objek, pilih menu Window > Color Mixer, jendela Color Mixer akan muncul di sebelah kanan layar. Pilih gambar/objek yang akan diberi warna gradasi dengan Selection Tool ( ), pada pull-down menu di panel Color Mixer, pilih Type Radial. Pilih warna yang lebih terang untuk bagian sebelah kiri, sedangkan bagian kanan yang lebih gelap. Untuk mengedit gradasi pilih Gradient Transform Tool ( ). Klik dan drag handle yang muncul sesuai dengan arah yang diinginkan. c. Mengimpor Gambar dan Mengolahnya a. Mengimpor Gambar Untuk memasukkan gambar dalam format bitmap, seperti misalnya foto, ke dalam movie dapat dilakukan dengan cara mengimpor gambar/foto tersebut. Pilih menu File > Import > Import to Stage, lalu cari letaknya direktori gambar yang akan di impor.
  63. 63. 66 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung b. Memperbesar/memperkecil Untuk memperbesar atau memperkecil ukuran gambar dapat dilakukan dengan menggunakan Scale Tool ( ) pada toolbar disebelah kiri. Agar ukuran gambar tidak distorsi, tekan Shift pada keyboard pada saat memperbesar/memperkecil gambar. c. Mengubah Bitmap menjadi Vektor (Trace Bitmap) Dalam Flash terdapat fasilitas untuk mengubah gambar dalam format bitmap menjadi vektor, yaitu menu Trace Bitmap. Fasilitas ini berguna untuk mengurangi besarnya file karena penggunaan gambar bitmap dalam animasi. Namun tentunya kualitas gambar bitmap itu sendiri akan mengalami penurunan. Untuk mengaplikasi Trace Bitmap pada gambar/foto yang telah kita impor, sebelumnya pilih/seleksi terlebih dulu gambarnya menggunakan Selection Tool ( ) pada toolbar. Kemudian pilih menu Modify > Bitmap > Trace Bitmap
  64. 64. 67 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Setelah muncul kotak dialog Trace Bitmap, masukkan angka pada kolom Color Threshold dan Minimum Area. Semakin besar angka yang dimasukkan semakin besar pula file yang dikompres. Namun sebaiknya tidak memasukkan angka lebih kecil dari 10 (sepuluh) karena pengaruhnya pada pengurangan besarnya file sebagai tujuan utama Trace Bitmap akan sangat kecil. Bahkan pada beberapa komputer (dengan spesifikasi rendah) akan mengakibatkan hang, karena komputer dipaksa bekerja terlalu keras untuk menguraikan gambar tersebut. Setelah proses Tracing Bitmap selesai, pilih menu Modify > Group, agar gambar yang sudah di-trace tersebut terkumpul sebagai satu image. d. Pengolahan Gambar lebih lanjut Untuk mendapatkan gambar dengan hasil olahan lebih lanjut, disarankan untuk menggunakan software lain yang memang dikhususkan untuk mengolah gambar/foto, seperti; Macromedia Fireworks, Adobe Photoshop atau Corel Photopaint. Flash digunakan pada saat gambar tersebut telah siap untuk dianimasikan.
  65. 65. 68 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung D. MEMBUAT ANIMASI OBJEK BERGERAK TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat membuat:  Animasi objek bergerak dengan pergeseran tempat  Animasi objek bergerak membesar atau mengecil  Animasi objek bergerak dengan berputar  Animasi perubahan bentuk URAIAN MATERI a. Animasi Gerak dengan Pergeseran Tempat Untuk membuat animasi sebuah objek yang dapat bergerak/ bergeser dari suatu tempat ke tempat lain (ke samping , ke atas, ke bawah dan sebagainya) langkah- langkahnya sebagai berikut: 1. Setelah membuat file baru, pilih Oval tool ( ) pada toolbar (atau tool yang lain sesuai bentuk objek yang akan dibuat). 2. Buat sebuah lingkaran pada layar kerja. 3. Pilih Selection tool ( ), kemudian double-klik pada lingkaran untuk mengaktifkan lingkaran. 4. Pilih Modify > Convert to symbol 5. Pada kotak dialog yang tampil isikan seperti berikut: 6. Pilih OK
  66. 66. 69 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung 7. Klik mouse di frame 30 pada Timeline, kemudian pilih Insert > Timeline > Keyframe atau Klik kanan mouse pilih Insert Keyframe. 8. Klik mouse pada lingkaran, kemudian geser lingkaran ke sembarang tempat ( sebagai contoh di sini digeser ke arah kanan ) 9. Blok pada Timeline dari frame 1 hingga frame 30. 10. Pilih jendela Properties, pada pilihan Tween pilih Motion. Atau Klik kanan mouse pada Timeline pilih Create Motion tween Sekarang coba jalankan animasinya dengan cara pilih Control > Play atau tekan Enter pada keyboard Catatan : Anda dapat merubah gerakan awal dan akhir dengan cara: Klik mouse pada frame 1 (untuk awal gerakan) kemudian ubah letak lingkaran pada layar, dan klik mouse pada frame 30 (untuk akhir gerakan) kemudian ubah letak lingkaran.
  67. 67. 70 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Untuk mempercepat gerakan animasi geser keyframe akhir ke kiri (<30) dan untuk memperlambat geser ke kanan (>30). b. Animasi Gerak dengan Pembesaran atau Pengecilan Bentuk Untuk membuat animasi gerak dengan pembesaran atau pengecilan bentuk, lakukan langkah yang sama dengan pembuatan animasi pergeseran tempat hingga langkah ke 10.  Kemudian klik frame 30 pada Timeline.  Pilih Free Transform Tool ( ) , arahkan kursor ke salah satu titik sudut yang muncul di gambar lingkaran. Sambil menekan tombol Shift pada keyboard, Klik mouse pada titik tersebut dan geser ke arah luar hingga lingkaran membesar. Kemudian lepaskan mouse. Jalankan animasi dengan menekan tombol Enter. Catatan: Untuk membuat objek mengecil, saat menggeser sebuah titik pada lingkaran arahkan ke dalam hingga lingkaran mengecil. c. Animasi Gerak dengan berputar Untuk membuat animasi gerak dengan berputar, lakukan langkah yang sama dengan pembuatan animasi pergeseran tempat hingga langkah ke 10.  Pilih Selection tool ( ), kemudian double-klik pada lingkaran atau klik kanan mouse pada lingkaran, pilih Edit in Place.  Pilih Paint Bucket Tool ( )  Pilih Window > Color Mixer
  68. 68. 71 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Pada jendela Color Mixer pilih Radial pada pilihan Type  Kemudian arahkan kursor ke lingkaran (jangan ditengah-tengah) dan klik mouse. Catatan: Langkah di atas bertujuan agar saat lingkaran diputar terlihat gerakkannya.  Tutup jendela lingkaran dan kembali ke jendela Scene 1 dengan cara klik pada tab Scene 1.  Kemudian klik frame 30 pada Timeline.  Pilih Modify > Transform > Rotate and Scale  Pada jendela Scale and Rotate isi kolom Rotate dengan 180 (angka ini menunjukkan berapa derajat objek akan berputar)  Pilih OK Jalankan animasi Catatan: Untuk membuat animasi yang dapat bergerak berputar sambil membesar atau mengecil, Anda dapat mengisikan nilai Scale dan Rotate secara bersamaan pada jendela Scale and Rotate.
  69. 69. 72 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung d. Animasi Perubahan Bentuk  Buat sebuah file baru.  Klik di frame 40 pada timeline, klik kanan mouse pilih Insert Blank Keyframe.  Di posisi frame ke-40, buatlah sebuah persegi.  Klik mouse pada bagian tengah timeline, pilih jendela Properties, pada opsi Tween pilih Shape.  Jalankan animasi. Untuk memperoleh animasi yang gerakannya lebih teratur, dapat digunakan Shape Hints. Sebagai contoh dapat dipraktekkan pada animasi yang baru saja kita buat.  Klik mouse pada frame pertama.  Pilih Modify > Shape > Add Shape Hint, akan muncul bulatan kecil berwarna merah.
  70. 70. 73 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Ulangi sebanyak tiga kali kemudian drag masing- masing titik a, b, c, d sesuai gambar.  Klik mouse pada frame terakhir.  Pindahkan masing-masing titik a, b, c dan d, sesuai gambar. Titik akan berubah menjadi hijau.  Klik kembali mouse pada frame pertama. Dapat dilihat bahwa titik berubah menjadi kuning, artinya, Shape Hint telah berhasil.  Jalankan animasi.
  71. 71. 74 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung E. MEMBUAT ANIMASI TEKS BERUBAH-UBAH WARNANYA TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat:  Menggunakan teks pada flash  Mengkonvert teks menjadi vektor  Membuat animasi teks berubah-ubah warnanya URAIAN MATERI a. Menggunakan Teks Untuk menambahkan teks ke dalam stage pilih Text Tool ( ) pada toolbar kemudian klik pada stage. Sebuah kotak kosong akan muncul. Untuk mengubah jenis, ukuran serta warna font, gunakan jendela Properties di bagian bawah layar. b. Animasi Teks berubah-ubah Warna Untuk sebuah judul program terkadang perlu dibuat menarik dengan cara membuat teks pada judul tersebut bergerak atau berubah-ubah warnanya. Dengan Flash 8 membuat animasi tersebut bukanlah hal yang sulit.  Pertama buat file baru, melalui jendela Properties ubah warna background menjadi hitam.
  72. 72. 75 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Pilih Text Tool ( )  Pada jendela Properties, atur : Static Text, Arial, 40 warna Kuning, Anti- alias for animation (lihat gambar).  Klik mouse pada stage, ketikkan JUDUL (judul program).  Atur posisi agar di tengah layar kerja.  Pilih Modify > Break Apart atau tekan CTRL + B  Pilih Modify > Break Apart  Pilih Modify > Convert to Symbol  Pada jendela Convert to Symbol, beri nama judul, pilih Graphic, pilih OK
  73. 73. 76 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Klik di frame 15 pada Timeline, Klik kanan mouse Insert Keyframe.  Klik di frame 30 pada Timeline, Klik kanan mouse Insert Keyframe.  Klik di frame 15 pada Timeline  Klik mouse pada teks JUDUL  Pada jendela Properties, pilih Color > Tint, atur warna ke Jingga (atau yang lain), kepekatan 100%.  Blok frame 1 hingga 30, Klik kanan mouse pada timeline Pilih Create Motion Tween.  Jalankan animasi.
  74. 74. 77 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung F. MEMBUAT ANIMASI DENGAN MASKING DAN PATH TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat:  Membuat animasi dengan masking  Membuat animasi mengikuti alur/guideline URAIAN MATERI a. Animasi Masking  Buat sebuah file baru.  Ketikkan teks BPTP DISDIK pada stage. Font: Arial, size: 48, Color: Biru. Atur agar letaknya di tengah stage.  Klik di frame 40 pada timeline, klik kanan mouse pilih Insert Frame.  Insert layer pada jendela Timeline, beri nama lingkaran. Buat sebuah lingkaran pada stage, ukuran lebih besar dari tinggi teks, warna bebas.  Klik mouse di frame 1 pada Timeline.
  75. 75. 78 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Pilih Modify > Convert to Symbol.  Beri nama lingkaran masking, pilih Graphic, pilih OK.  Dengan menggunakan Selection tool ( ) atur gambar lingkaran kesamping kiri teks.  Klik di frame 40 pada layer lingkaran, klik kanan mouse pilih Insert keyframe.  Dengan menggunakan Selection tool ( ) atur gambar lingkaran kesamping kanan teks.  Blok dari frame 1 hingga 40 pada layer lingkaran, klik kanan mouse pilih Create Motion Tween. Pilih kotak kecil pada layer lingkaran, Klik kanan mouse pilih Mask.
  76. 76. 79 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Jalankan animasi. b. Animasi Gerak dengan Mengikuti alur (Guideline) Untuk membuat animasi sebuah objek yang dapat bergerak mengikuti sebuah alur atau guide, langkah-langkahnya sebagai berikut.  Buat File baru  Ubah nama layer 1 menjadi Bumi  Buat sebuah lingkaran yang cukup besar di tengah-tengah stage. (Apabila mempunyai gambar globe/bumi dapat digunakan dengan cara Import)  Tambahkan layer baru pada Timeline, dengan cara mengklik mouse pada ikon Insert layer beri nama Bulan.
  77. 77. 80 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Buat lingkaran yang lebih kecil dari lingkaran bumi.  Klik kanan mouse pada lingkaran bulan pilih Convert to Symbol, beri nama Bulan pilih Graphic, pilih OK  Pilih ikon Add Motion Guide pada jendela Timeline  Buat sebuah lingkaran kosong (tanpa Fill) dan atur posisinya seperti di bawah ini.
  78. 78. 81 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Dengan bantuan Eraser Tool ( ) hapus sebagian lingkaran tadi hingga terputus.  Klik kanan mouse di frame 60 pilih Insert Keyframe (untuk ketiga layer)  Pilih frame 1 pada layer Bulan, dengan menggunakan Selection tool ( ) atur lingkaran bulan hingga titik tengahnya pada posisi awal lingkaran guide bulan.
  79. 79. 82 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Pilih frame 60 pada layer Bulan, dengan menggunakan Selection tool ( ) atur lingkaran bulan hingga titik tengahnya pada posisi akhir lingkaran guide bulan.  Blok frame 1 hingga 60 pada layer bulan, klik kanan mouse pilih Create Motion Tween. Jalankan animasi.  Untuk menghilangkan garis guideline, klik ikon mata pada layer Guideline bulan. Jalankan animasi.
  80. 80. 83 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung G. MEMBERI SUARA PADA ANIMASI TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat:  Mengimpor suara  Memasukan suara pada animasi URAIAN MATERI a. Mengimpor Suara  Buka file animasi masking (ini hanya untuk mempercepat tutorial)  Pilih File > Import > Import to Library  Pilih file suara yang akan digunakan (pada tutorial ini kita akan menggunakan file suara yang terdapat di direktori C > Windows > Media > Windows XP Startup ) b. Mamasukan Suara pada Animasi  Buat layer baru pada Timeline, beri nama suara.  Klik mouse di frame 1 pada layer suara.  Pilih jendela Properties, pada kolom suara pilih Windows XP Starup  Jalankan animasi  Simpan File Catatan: Apabila suara yang digunakan waktunya lebih pendek dari pada animasinya, Anda dapat mengubah kolom Repeat ke Loop atau mengubah nilai Repeat lebih besar dari 1.
  81. 81. 84 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung H. MEMBUAT TOMBOL KONTROL (PLAY DAN STOP) UNTUK ANIMASI TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat:  Membuat tombol  Mamberi action pada tombol URAIAN MATERI a. Membuat Tombol  Buka file animasi masking (ini hanya untuk mempercepat tutorial)  Buat layer baru, beri nama Kontrol.  Pilih Window > Common Libraries > Buttons  Pada jendela Library – Bottons, pilih Playback rounded > rounded green play Klik mouse dan geser gambar tombol yang muncul di stage. Atur letaknya pada bagian bawah stage.  Pada jendela Library – Bottons, pilih Playback rounded > rounded green stop.  Klik mouse dan geser gambar tombol yang muncul ke layar. Atur letaknya di samping tombol play.
  82. 82. 85 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung b. Memberi perintah action pada tombol. 1. Memberi perintah action play pada tombol play  Klik gambar tombol play pada stage.  Pilih jendela Actions yang terdapat di bawah layar, atau pilih window > Actions.  Pada jendela Actions pilih ikon > Global Functions > Movie Clip Control > on  Pilih release pada menu pilihan yang muncul.
  83. 83. 86 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Klik mouse di tengah tanda kurung kurawal pada jendela actions.  Double klik pada pilihan play  Sehingga script pada jendela Actions tampak seperti di bawah ini. 2. Mamberi perintah action stop pada tombol stop  Klik gambar tombol stop pada stage.  Pada jendela Actions pilih ikon > Global Functions > Movie Clip Control > on
  84. 84. 87 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Pilih release pada menu pilihan yang muncul. Klik mouse di tengah tanda kurung kurawal pada jendela Actions.  Double-klik mouse pada pilihan stop  Sehingga script pada jendela Actions tampak seperti di bawah ini.  Buat layer baru pada Timeline beri nama Script.  Klik kanan mouse di frame1, layer Script, pilih Insert Blank Keyframe.
  85. 85. 88 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Klik mouse di frame1, layer Script.  Pada jendela Action ketikkan stop () ;  Klik mouse di frame1, layer suara, dengan cara klik dan geser pindahkan titik (keyframe) 1 ke frame 2.  Jalankan animasi dengan cara, Pilih Control > Test Movie atau tekan tombol ctrl + Enter  Coba tekan tombol play dan stop bergantian.
  86. 86. 89 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung I. MEMBUAT ANIMASI SIKLUS HIDUP KUPU-KUPU TUJUAN Setelah mengikuti kegiatan belajar ini, Anda diharapkan dapat membuat animasi siklus hidup kupu-kupu dengan memanfaatkan tool pada Flash 8. URAIAN MATERI a. Menyiapkan File Baru  Buat File baru dengan setting properties sebagai berikut.  Kemudian buat empat layer pada Timeline masing-masing dengan nama, kupu-kupu, telur, ulat dan kepompong. b. Membuat Gambar  Pada frame 1 layer kupu-kupu beri gambar kupu-kupu (Anda dapat mengimpor atau membuat gambar sendiri).  Pada frame 1 layer telur beri gambar telur.
  87. 87. 90 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Pada frame 1 layer ulat beri gambar ulat.  Serta pada frame 1 layer kepompong beri gambar kepompong. Kemudian atur agar posisi gambar sebagai berikut.  Buat layer baru di antara layer kupu-kupu dan layer telur, beri nama panah1. Pada frame 1 nya beri gambar panah seperti berikut.  Buat layer baru lagi di antara layer telur dan layer ulat, beri nama panah2. Pada frame 1 nya beri gambar panah seperti berikut.  Buat layer baru lagi di antara layer ulat dan layer kepompong, beri nama panah3. Pada frame 1 nya beri gambar panah seperti berikut.  Buat layer baru lagi di atas layer kepompong, beri nama panah4. Pada frame 1 nya beri gambar panah seperti berikut.  Kemudian atur agar semua gambar posisisnya sebagai berikut.
  88. 88. 91 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Pastikan posisi urutan layer seperti pada gambar. c. Mengatur Gerakan Animasi  Geser frame 1 pada layer kupu-kupu ke frame 5.  Geser frame 1 pada layer panah1 ke frame 10, dan pada frame 20 lakukan insert keyframe.  Kemudian buat layer baru di atas layer panah1, beri nama penutup1.  Pada frame 10 insert blank keyframe.
  89. 89. 92 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Klik mouse pada frame 10 layer penutup1, dengan menggunakan rectangle tool ( ), buat sebuah kotak di stage dengan ukuran menutupi gambar panah1. Warna terserah Anda.  Klik mouse dua kali pada gambar kotak, kemudian pilih Modify > Convert to symbol.  Pada jendela dialog yang muncul, atur sebagai berikut.  Pilih OK.  Klik mouse pada frame 20 layer penutup1, insert keyframe.  Klik mouse di frame 10 pada layer penutup1.  Pilih Free Transform Tool ( ), Klik mouse pada gambar kotak, geser lingkaran putih kecil yang di tengah gambar ke pojok kiri bawah gambar.
  90. 90. 93 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Atur besarnya gambar kotak seperti pada gambar berikut.  Klik mouse pada frame 20 layer penutup1.  Pilih Free Transform Tool ( ), Klik mouse pada gambar kotak, geser lingkaran putih kecil yang di tengah gambar ke pojok kiri bawah gambar.  Klik mouse pada frame 10 layer penutup1, tekan tombol shift, klik mouse pada frame 20 layer penutup1, lepas tombol shift.  Pilih Insert > Timeline > Create Motion Tween.  Klik kanan mouse pada kotak kecil di layer penutup1, pilih Mask. Maka posisi pada layer akan berubah seperti berikut. Apabila animasi dijalankan, maka panah1 akan muncul secara perlahan.
  91. 91. 94 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung Setelah animasi panah1 berhasil, selanjutnya menganimasikan munculnya gambar telur secara dissolve.  Geser frame 1 pada layer telur ke frame 21. Kemudian Klik mouse pada gambar telur, pilih Modify > Convert to Symbol (atau tekan tombol F8). Pada jendela dialog yang muncul atur sebagai berikut.  Pilih OK.  Klik kanan mouse di frame 25 pada layer telur, pilih insert keyframe.  Klik mouse di frame 21 pada layer telur.  Klik pada gambar telur di stage. Pada jendela properties pilih color pada posisi lpha dengan 0%.  Klik mouse di frame 21 pada layer telur, tekan tombol shift, klik mouse di frame 25 pada layer telur, lepas tombol shift.  Pilih Insert > Timeline > Create Motion Tween. Apabila animasi dijalankan, maka akan muncul gambar kupu-kupu, garis panah, dan gambar telur secara disslove. Selanjutnya Anda dapat menganimasikan panah2.  Geser frame 1 pada layer panah2 ke frame 26, dan pada frame 36 lakukan insert keyframe.  Kemudian buat layer baru di atas layer panah2, beri nama penutup2.  Pada frame 26 insert blank keyframe.
  92. 92. 95 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Dari jendela Library, pilih tutup1, klik dan geser hingga menutupi gambar panah2 pada stage.  Klik mouse di frame 35 pada layer penutup2, Klik kanan mouse > Insert Keyframe.  Klik mouse di frame 26 pada layer penutup2. Pilih Free Transform Tool ( ), Klik mouse pada gambar kotak, geser lingkaranputih kecil yang di tengah gambar ke pojok kiri atas gambar.  Atur besarnya gambar kotak seperti pada gambar berikut.  Klik mouse di frame 35 pada layer penutup2.  Pilih Free Transform Tool ( ), Klik mouse pada gambar kotak, geser lingkaran putih kecil yang di tengah gambar ke pojok kiri atas gambar.
  93. 93. 96 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Klik mouse di frame 26 layer penutup2, tekan tombol shift, klik mouse pada frame 35 layer penutup2, lepas tombol shift.  Pilih Insert > Timeline > Create Motion Tween. Animasi panah2 sudah selesai, selanjutnya membuat animasi munculnya ulat.  Geser frame 1 pada layer ulat ke frame 36. Kemudian Klik mouse pada gambar ulat, pilih Modify > Convert to Symbol (atau tekan tombol F8). Pada jendela dialog yang muncul atur sebagai berikut.  Pilih OK.  Klik kanan mouse di frame 40 pada layer ulat, pilih insert keyframe.  Klik mouse di frame 36 pada layer ulat.  Klik pada gambar ulat di stage. Pada jendela properties pilih color pada posisi Alpha dengan 0%. Klik mouse di frame 36 pada layer ulat, tekan tombol shift, klik mouse di frame 40 pada layer ulat , lepas tombol shift.  Pilih Insert > Timeline > Create Motion Tween. Selanjutnya Anda dapat menganimasikan panah3.  Geser frame 1 pada layer panah3 ke frame 41, dan pada frame 50 lakukan insert keyframe.  Kemudian buat layer baru di atas layer panah3, beri nama penutup3.
  94. 94. 97 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Pada frame 41 insert blank keyframe.  Dari jendela Library, pilih tutup1, klik dan geser hingga menutupi gambar panah3 pada stage.  Klik mouse di frame 50 pada layer penutup3, Klik kanan mouse > Insert Keyframe.  mouse di frame 41 pada layer penutup3.  Pilih Free Transform Tool ( ), Klik mouse pada gambar kotak, geser lingkaran putih kecil yang di tengah gambar ke pojok kanan atas gambar.  Atur besarnya gambar kotak seperti pada gambar berikut.  Klik mouse di frame 50 pada layer penutup3.
  95. 95. 98 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Pilih Free Transform Tool ( ), Klik mouse pada gambar kotak, geser lingkaran putih kecil yang di tengah gambar ke pojok kanan atas gambar.  Klik mouse di frame 41 layer penutup3, tekan tombol shift, klik mouse pada frame 50 layer penutup3, lepas tombol shift.  Pilih Insert > Timeline > Create Motion Tween. Animasi panah3 sudah selesai, selanjutnya membuat animasi munculnya kepompong.  Geser frame 1 pada kepompong ulat ke frame 51. Kemudian Klik mouse pada gambar kepompong, pilih Modify > Convert to Symbol (atau tekan tombol F8). Pada jendela dialog yang muncul atur sebagai berikut.  Pilih OK.  Klik kanan mouse di frame 55 pada layer kepompong, pilih insert keyframe.  Klik mouse di frame 51 pada layer kepompong.  Klik pada gambar kepompong di stage. Pada jendela properties pilih color pada posisi Alpha dengan 0%. Klik mouse di frame 51 pada layer kepompong, tekan tombol shift, klik mouse di frame 55 pada layer kepompong, lepas tombol shift.
  96. 96. 99 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Pilih Insert > Timeline > Create Motion Tween. Terakhir menganimasikan panah4.  Geser frame 1 pada layer panah4 ke frame 56, dan pada frame 65 lakukan insert keyframe.  Kemudian buat layer baru di atas layer panah4, beri nama penutup4.  Pada frame 56 insert blank keyframe.  Dari jendela Library, pilih tutup1, klik dan geser hingga menutupi gambar panah4pada stage.  Klik mouse di frame 65 pada layer penutup4, Klik kanan mouse > Insert Keyframe.  Klik mouse di frame 56 pada layer penutup4.  Pilih Free Transform Tool ( ), Klik mouse pada gambar kotak, geser lingkaran putih kecil yang di tengah gambar ke pojok kanan bawah gambar.  Atur besarnya gambar kotak seperti pada gambar berikut.
  97. 97. 100 UPTD BPTP Dinas Pendidikan Prov. Lampung  Klik mouse di frame 65 pada layer penutup4.  Pilih Free Transform Tool ( ), Klik mouse pada gambar kotak, geser lingkaran putih kecil yang di tengah gambar ke pojok kanan bawah gambar.  Klik mouse di frame 56 layer penutup4, tekan tombol shift, klik mouse pada frame 65 layer penutup4, lepas tombol shift.  Pilih Insert > Timeline > Create Motion Tween.  Selanjutnya, Klik mouse di frame 70 pada layer kupu-kupu, tekan tombol shift, tahan, klik mouse frame 70 pada layer penutup4. Klik kanan mouse pilih Insert Frame. Maka pada layar monitor akan menjadi seperti gambar berikut.

×