Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sahih shifa kesembuhan sejak 900 tahun yang lalu

687 views

Published on

SAHIH SHIFA
KESEMBUHAN
SIAPA HAKIM IYAD DAN PENDAHULUAN SHIFA
DISARIKAN DARI
Karya
Hakim Agung Abulfadl Iyad, Wafat (1123 M / 544 H)

Periwayat Hadis
Muhaddis Agung Hafiz Abdullah Bin Siddiq

Perevisi
Muhaddis Abdullah Talidi
Adaptasi
Oleh
Abdi Hadis Syaikh Ahmad Darwish (Arab/ Inggris)
Anne Khadeijah (Inggris)
Siti Nadriyah (Indonesia)

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Sahih shifa kesembuhan sejak 900 tahun yang lalu

  1. 1. 1 SAHIH SHIFA KESEMBUHAN SIAPA HAKIM IYAD DAN PENDAHULUAN SHIFA DISARIKAN DARI Karya Hakim Agung Abulfadl Iyad, Wafat (1123 M / 544 H) Periwayat Hadis Muhaddis Agung Hafiz Abdullah Bin Siddiq Perevisi Muhaddis Abdullah Talidi Adaptasi Oleh Abdi Hadis Syaikh Ahmad Darwish (Arab/ Inggris) Anne Khadeijah (Inggris) Siti Nadriyah (Indonesia)
  2. 2. 2 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang @ Mengenal Hakim Iyad, penyusun buku Shifa Hakim Iyad, penulis dan penyusun Shifa, yang tenar dengan nama Abulfadl Iyad, adalah hakim Mahkamah Agung yang termasyhur di Spanyol dan Maroko. Garis keturunan: Muhammad, putra Hakim Iyad, berkata, "Leluhur kami adalah orang Arab yang berasal dari Andalusia, Spanyol, lalu pindah di kota Faz, Maroko, dan kemudian menjadi penduduk Qoirowan. Kakek kami Amrun kemudian memutuskan untuk meninggalkan Fez dan menetap di Sabta. Kedudukan Hakim Iyad: Hakim Iyad adalah seorang pemuka agama Islam yang tidak hanya mahir dalam ilmu Kutipan Kenabian (hadis), tetapi juga dalam penafsiran Al-Quran. Beliau ahli dalam prinsip-prinsip agama, bahasa Arab beserta kesusastraannya, syair-syair, dan silsilah orang-orang Arab. Hakim Iyad telah diakui sebagai pakar fikih di Lembaga Fikih Imam Malik. Sebagai tambahan atas prestasinya, beliau dikenal sebagai pribadi yang sabar, baik hati dan ramah, serta masyhur sebagai ahli pidato yang hebat. Selain murah hati dan dermawan, beliau juga sosok yang bisa dipercaya dan selalu konsisten pada kebenaran serta tekun menghasilkan berbagai karya. Pencarian ilmu pada guru besar di zamannya: Hakim Iyad mulai melangkah mencari pengetahuan dengan
  3. 3. 3 meninggalkan rumah dan pergi ke Andalusia. Disana beliau mengawali belajarnya dibawah bimbingan hakim agung serta seratus orang syekh besar dizaman itu. Dari mereka, Hakim Iyad sukses meraih banyak Sertifikat Tradisional Keislaman (Ijaza). Selama masa pencarian ilmu, beliau berhasil mengumpulkan sejumlah besar kutipan kenabian (hadis), yang kemudian beliau tulis kembali dengan tangan serta dihafalkannya. Ketika kembali dari Andalusia sekitar tiga puluh tahun kemudian, para ulama di Sabta menyambutnya dan mengundangnya untuk memimpin diskusi mengenai ilmu fikih "mudawana (kitab fikih terbesar karya Imam Malik)". Tidak lama setelah kedatangannya, beliau menjadi anggota Dewan Kepenasehatan, lalu menjadi hakim di provinsi tersebut selama beberapa tahun. Sesudah itu beliau dilantik sebagai Hakim di Granada sehingga meninggalkan Sabta. Beberapa lama kemudian, beliau kembali lagi ke Sabta dan melanjutkan jabatannya sebagai hakim. Perluasan Masjid Kordoba: Hakim Iyad telah membangun perluasan sebelah barat Masjid Agung Kordoba. Setelah itu, mendirikan sebuah bangunan di pegunungan yang kemudian menjadi pusat pengajaran terkemuka. Akhir hidupnya: Setelah adanya pergantian pemerintahan, Hakim Iyad pindah ke Marakish, dan disanalah beliau meninggal dunia, yaitu pada tahun 544 Hijriyah atau 1123 Masehi, hampir 900 tahun yang lalu. Marakish adalah sebuah kota yang dikenal sebagai kota tujuh auliya’ (tujuh orang yang dekat dengan Allah dan Rasul-Nya). Hakim Iyad termasuk salah satu dari tujuh orang auliya tersebut, dan beliau dikebumikan di area pemakaman yang sama dengan
  4. 4. 4 mereka. Makam Hakim Iyad telah diziarahi banyak orang dari seluruh Maroko maupun negara-negara lainnya. Karya-karyanya: Hakim Iyad telah menulis lebih dari sepuluh buku, diantaranya adalah penjelasan (syarah) himpunan Kutipan Kenabian (hadis) sahih susunan Imam Muslim. Puncak karya besar hakim Iyad, terukir pada buku "Ash Shifa" yang mengupas biografi indah Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Bukunya ini telah bertahan menempati posisi teratas selama hampir 900 tahun. Dalam karya ini, kecakapan hebat hakim Iyad dalam meneliti dan mengumpulkan materi sangat nampak, sehingga mendapat pengakuan dan sambutan hangat dari masyarakat, yang mengenali berkah yang besar didalam karya beliau, mereka lantas memuji beliau dalam berbagai tulisan dan syair mereka. Disepanjang masa, tidak ada yang mampu melebihi karya besar ini, sampai sekarang permintaan akan salinan karyanya terus mengalir. Puji syukur karena kini tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Dalam karya Hakim Iyad ini, terdapat beberapa kutipan kenabian (hadis) yang diantaranya masih belum dibuktikan kesahihannya, pada masa tersebut tidak memungkinkan untuk membuktikan kesahihannya karena tersebar dibanyak negara (sarana dan prasarana pada zaman tersebut sangat terbatas). Namun untunglah, di masa sekarang, seorang ulama besar dan Pakar Kutipan Kenabian (Muhaddis) Syekh Sayid Talidi dari Tanjir, Maroko, yang diberkati dengan kemampuan meneliti dan menentukan kesahihan hadis, dan sudah mengumpulkan semua hadis di seluruh dunia, telah menentukan kesahihan hadis-hadis yang terdapat didalam
  5. 5. 5 karya "Ash Shifa", jadi hadis-hadis yang tidak sahih ditiadakan. Inilah edisi yang dirilis dalam penerjemahan kami. Biografi (versi talidi) sekarang menjadi sangat akurat, dan ini yang menjadi maksud ketika merujuk terjemahan sebagai ringkasan dan adaptasi. Hakim Iyad berkomentar mengenai bukunya, "Kami tidak menyusun biografi ini untuk orang-orang yang menyangkal adanya pangkat kenabian serta meragukan mukjizat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, namun untuk orang-orang yang beriman sehingga bisa lebih mengenal Nabi mereka. Kami sajikan karya ini untuk orang-orang yang mempercayai Nabi Muhammad, yang menerima ajakannya menuju jalan Allah, dan jauh dilubuk hati mereka mempercayai kenabiannya, sehingga kecintaan mereka kokoh, dan semakin meningkat perbuatan baik serta keimanan mereka." Pembahasan tulisan Hakim Iyad pada unit keempat, berkaitan dengan orang-orang munafik dan orang-orang yang menghina Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan para Sahabatnya. Itulah sebabnya kami menyendirikan unit tersebut dari unit sebelumnya. Ini semua demi kenyamanan anda ketika menikmati karya ini, apalagi sifat karya hakim Iyad terkenal membela kenabian. Namun jika membutuhkan unit tersebut, sebagai bahan untuk mempertahankan kenabian dari gempuran orang-orang munafik, kami persilahkan untuk mengakses unit keempat. Jadi pantas sekali, hakim Iyad meletakkan doa untuk orang- orang beriman, sebagai penutup karyanya, diakhir unit ketiga, sebelum unit keempat unit yang terakhir. @ Kata Pengantar Penulis Kata Pengantar Penulis
  6. 6. 6 Catatan: (Baca: Salla Allahu alaihi wa sallam) Arti dari kalimat tersebut adalah, "Semoga Allah senantiasa memuji dan melimpahkan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad." Kata Pengantar Pengarang, Hakim Agung Abulfadl Iyad Dengan Nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ASH-SHIFA Kesembuhan (pembaca) dengan melukiskan hak-hak Nabi Terpilih Pujian dan kesejahteraan atasnya (untuk kata pengantar dan latar belakang penulis, silakan menuju bab ke 113 dan 114 diakhir buku ini) @ BAB 1 - ALLAH MEMUJI NABI MUHAMMAD 1. BAB: Pujian Allah untuk Nabi-Nya Muhammad, dan derajat agung baginda dalam ucapan dan perbuatannya. Seorang pakar hukum Islam dan ulama besar dizamannya, Imam Al-Hafiz Abulfadl Iyad, semoga Allah meridhainya, membuka karya besar biografi Nabi Muhammad ini dengan sebuah kata pengantar, dan berkata: Segala puji bagi Allah, Yang Maha Esa, mempunyai Nama- nama Terbagus, Pemilik perlindungan megah. Pujian bagi Allah, Yang Maha Sempurna, Yang sendirian memiliki Nama-nama yang agung, menguasai kekuatan dahsyat, tidak berawal dan tidak berakhir. Allah nyata adanya, tidak muncul dari imajinasi(daya cipta) atau dugaan. Allah Maha Tersembunyi sebab kesucian-Nya, bukan karena ketiadaannya. Dia meliputi segala sesuatu dalam kasih sayang dan pengetahuan-Nya.
  7. 7. 7 Allah memberi karunia yang melimpah kepada mereka yang dibimbing-Nya (Para Kekasih/Pecinta-Nya). Dia telah mengutus pada mereka seorang Utusan (yaitu Nabi Muhammad) dari keturunan Arab asli, yang terbaik diantara penduduk Arab dan selain Arab, serta paling bagus garis keturunan dan masa pertumbuhannya. Kecerdasan dan kesabaran Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, melebihi semua manusia. Pengetahuan dan pemahaman baginda kokoh teratas mengungguli siapapun. Baginda mempunyai keyakinan yang sangat teguh dan tekad yang sangat kuat. Baginda adalah insan yang paling belas kasih dan pemurah dari seluruh makhluk yang ada dimuka bumi. Allah telah mensucikan jiwa raga baginda, dan melindunginya dari berbagai cela dan ketidak sempurnaan, serta menganugerahkan hikmah dan kebijaksanaan kepadanya. Melalui Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, Allah membuka mata yang buta, hati yang tertutup dan telinga yang tuli, serta membuat manusia beriman (percaya) kepada-Nya. Oleh karena itu, mereka yang memuliakan dan menolong Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah mereka yang telah ditetapkan bahagia oleh Allah, namun bagi yang telah ditetapkan celaka, merekapun mendustakan dan berpaling dari baginda. Allah berfirman, "Dan barangsiapa yang di (dunia)ini buta (kepercayaan), maka ia di akhirat akan buta dan lebih tersesat jalan." (Al-Isro'-17:72). Semoga Allah senantiasa memuji Rasul-Nya dengan pujian yang meningkat terus menerus, dan semoga Dia juga menganugerahkan kesejahteraan kepada keluarga dan para Sahabat baginda. (Setelah beberapa kalimat diatas, Imam Abulfadl Iyad
  8. 8. 8 berdoa): "Semoga Allah menerangi hatiku dan hatimu dengan cahaya keyakinan. Mudah mudahan Dia menganugerahi kita kelembutan, sebagaimana yang Dia anugerahkan kepada para kekasih-Nya (auliya') ialah mereka yang sangat takut kepada Allah, yang telah mendapat anugerah kesucian dari-Nya. Kalbu mereka kosong tidak butuh pada manusia, karena itulah mereka mendapat karunia pengetahuan sempurna dari Allah, dan nikmat bisa menyaksikan aneka keajaiban dalam kerajaan dan kekuasaan-Nya. Hingga hati mereka dipenuhi rasa takjub dan pikiran mereka berkelana di alam kebesaran Allah." Mereka menjadikan diri mereka selalu fokus kepada Allah semata, dan senantiasa bersaksi untuk Allah dalam kehidupan didunia. Kelak di Kehidupan Abadi (akhirat), mereka diberkati bisa melihat keindahan dan keagungan Raja semesta alam, dan bebas pergi kesana kemari menikmati bentangan Kekuasaan dan Kebesaran-Nya. Para kekasih benar-benar puas membenamkan diri tenggelam dalam pengabdian dan ketergantungan kepada Allah. Mereka mempraktikkan untuk diri mereka perkataan Allah dalam ayat ini, "Katakan 'Allah' kemudian tinggalkan mereka bermain-main dalam penyelaman mereka." (Al- An'am-6: 91) Karya ini merupakan jawaban atas permintaan masyarakat supaya menulis buku yang mengupas perihal kedudukan manusia terpilih, Nabi Muhammad - semoga Allah senantiasa memuji dan memuliakan serta melimpahkan kesejahteraan kepada baginda - dan menggambarkan betapa sepatutnya bagi umat manusia untuk menghormati dan memuliakan baginda, serta putusan bagi orang-orang yang tidak menghormati baginda maupun mereka yang
  9. 9. 9 menyepelekan dalam menghargai keunggulan pangkat baginda meski hanya dengan sepotong kecil kuku. Aku juga telah diminta untuk mengumpulkan pernyataan para pemimpin dan pemuka Islam pendahulu kita tentang kebesaran baginda, dan aku mendukung perkataan mereka disertai ayat-ayat Al-Quran dan beberapa contoh. Sadarilah saudaraku - semoga Allah memberkatimu - menyusun karya ini adalah pekerjaan berat yang teramat sulit, tetapi penting sekali pelaksanaannya meski karenanya telah memenuhi hatiku dengan ketakutan. Dalam menyusun karya ini, perlu bagiku mengevaluasi(meneliti) sumber-sumber utama, dan mengoreksi data-data yang mendukungnya, serta melakukan riset(penelitian) yang mendalam dan detail, tentang segala pengetahuan yang berhubungan dengan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang wajib, mustahil maupun yang diperbolehkan atas baginda. Demikian pula perlu bagiku mendalami pengetahuan tentang Kenabian, Kerasulan, Risalah Kenabian, Cinta dan Persahabatan sejati, serta keistimewaan pangkat baginda yang sangat tinggi. Saya seolah-olah menemukan gurun pasir terpencil yang terbentang luas, yang bahkan burung paling cerdas sekalipun takkan mampu melintasinya, dan langkah siapapun tak akan bisa mencapai tujuan akhir penjelajahan. Seakan-akan aku berada ditempat-tempat yang tak dikenal dalam pikiran, yang jika tidak dibimbing pengetahuan yang tepat dan kejernihan pikiran, tentu akan tersesat. Aku bagai menemukan lereng licin yang menyebabkan kaki tergelincir bila tidak bergantung pada pertolongan dan dukungan dari Allah. Bagaimanapun, melalui penyusunan buku ini, aku berharap
  10. 10. 10 semoga kita mendapatkan ridho dan pahala dari Allah, dengan mengenal kebesaran kedudukan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan kemuliaan budi pekerti baginda, serta menerangkan kepribadian dan sifat- sifat baginda yang belum pernah dibukukan oleh seorang pun sebelumnya. Kini aku mengutip firman Allah, "Supaya menjadi yakin orang-orang yang diberi Al Kitab dan meningkat keimanan mereka yang beriman." (Al-Muddatstsir,74: 31). Mereka yang diberi Al Kitab telah diwajibkan oleh Allah : "(demi Allah) kamu menerangkannya kepada manusia dan tidak merahasiakannya." (Ali Imran,3: 187) Untuk melengkapi uraian ini, aku sertakan hadis riwayat Abu Hurairah, semoga Allah meridhainya, yang memberitahu bahwa Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda: "Barangsiapa ditanya tentang pengetahuan agama namun ia menyembunyikannya, maka Allah akan mengekangnya dengan tali kekang dari Api neraka pada Hari Kiamat." Lantaran inilah, aku bergegas dalam penelitian untuk menemukan beberapa keterangan yang jelas, supaya tercapai obyek sasaran tujuan, dan demi untuk memenuhi suatu kewajiban. Sebagaimana diketahui, dalam kehidupan ini, tubuh dan pikiran seseorang biasanya disibukkan dengan berbagai cobaan dan beraneka perkara yang menguji. Tak diragukan lagi, hal-hal semacam ini dapat dengan mudah mengalihkan perhatian dari berbagai kewajiban dan hal penting lainnya, dan menjadi penyebab seseorang merosot ke tingkat yang lebih rendah. Ketika Allah memilihkan yang terbaik untuk seseorang, Dia secara total akan menenggelamkannya tanpa batas dalam kesibukan yang hanya tertuju kepada-Nya, yang
  11. 11. 11 mana akan dipuji dimasa sekarang maupun di Kehidupan Abadi (akhirat). Pada Hari Pembalasan (Kiamat) kelak, hanya akan ada kebahagiaan diSurga, atau hukuman di Neraka. Karenanya, manusia yang mencari keselamatan bagi dirinya, wajib memperhatikan segala hal yang menjadikan ruhnya berada dalam petunjuk kebenaran. Memperbanyak amal kebaikan, serta menambah ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Semoga Allah memperbaiki hati kita yang retak, mengampuni dosa-dosa kita yang banyak, menjadikan kita selalu bersiap-siap untuk kembali kepada-Nya, dan menganugerahi kesempatan luas untuk selalu melakukan kebaikan, yang membawa pada keselamatan dan kedekatan kepada-Nya, menjadikan kita diberkati dengan anugerah, kemurahan dan belas kasih-Nya. Demikianlah menjadi niatku melakukan pekerjaan penting (amalan) ini. Aku harus mengorganisasikan bahan menyusunnya, serta mengurai bab dan segala isi tulisan. Aku menamakan karya ini: Ash-Shifa Bita'rif Huquq Al- Musthofa “Kesembuhan dengan Melukiskan Hak-hak Nabi Terpilih - Pujian dan kesejahteraan atasnya.” Penanda tangan: Hakim Agung Abulfadl Iyad SAHIH SHIFA KESEMBUHAN Seri ke-2 ALLAH MEMUJI NABI MUHAMMAD
  12. 12. 12 Karya Hakim Agung Abulfadl Iyad wafat tahun 1123M / 544H Periwayat Hadis Muhaddis Agung Hafiz Abdullah Bin Siddiq Perevisi Muhaddis Abdullah Talidi diadaptasi oleh Abdi Hadis Syaikh Ahmad Darwish (Arab/ Inggris) Anne Khadeijah (Inggris) Siti Nadriyah (Indonesia) Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi. Surah An-Najm (bintang) dan keistimewaannya Allah berfirman, "Demi bintang tatkala terbenam; kawanmu tidak sesat dan tidak keliru; dan tidak berucap menurut hawa nafsu; ucapannya tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan; diajarkan kepadanya oleh yang sangat kuat; yang mempunyai keperkasaan, berdiri kokoh; dan dia (Jibril) berada di ufuk tertinggi; Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat; menjadi berjarak dua ujung busur panah atau lebih dekat; maka (Allah) mewahyukan kepada penyembah-Nya (Jibril) apa yang Dia wahyukan (kepada
  13. 13. 13 Nabi Muhammad); Hati tidak berdusta apa yang dia lihat; apakah kamu membantahnya atas apa yang dia lihat; dan dia benar-benar melihatnya pada pendaratan lain; disisi Sidratulmuntaha; di dekatnya ada Surga tempat tinggal; saat Sidratulmuntaha diselubungi apa yang menyelubungi; pandangannya tidak membelok dan tidak melampaui; dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda terbesar Penguasanya." (An- Najm, 53:1-18.) Terdapat perbedaan pendapat mengenai kata "bintang". Sebagian ulama mengatakan makna katanya tetap yaitu: bintang. Sementara lainnya berkata maknanya adalah: (penurunan) Al-Qur'an (secara berangsur-angsur). Jelas sekali Allah telah bersumpah untuk bimbingan-Nya kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan kebenaran baginda dalam pelantunan Al-Quran, yang mana diturunkan bersama malaikat Jibril yang kuat dan perkasa, kepada baginda secara langsung dari Allah, dan bahwa baginda bebas total dari segala keinginan diri, yakni tidak pernah menuruti hawa nafsu. Lalu, Allah menyatakan lagi keunggulan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dalam berbagai peristiwa di Malam Isra' Mi'raj, dan memberitahu pencapaian baginda di Sidratul Muntaha (Pohon Lote) dekat Surga tempat tinggal, serta kepastian pandangan baginda yang tidak menyimpang saat melihat sebagian dari tanda-tanda terbesar Penguasanya. Allah juga memberitahu kita peristiwa agung ini dalam ayat-ayat pembuka surah "Al- Isro' (Perjalanan Malam)." Allah telah menyingkap kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kerajaan gaib-Nya yang agung, sehingga pandangan baginda bisa menembus keajaiban
  14. 14. 14 alam malaikat, suatu keajaiban besar yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, serta tidak terjangkau akal manusia, meskipun hanya sekecil atom. Tentang ayat, "Maka (Allah) mewahyukan kepada penyembah-Nya (Muhammad) apa yang Dia wahyukan." Ulama mempunyai pandangan, ayat ini mengandung sebuah pertanda anugerah dari Allah untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan suatu penghargaan yang mengesankan (yang berupa wahyu). Allah berfirman, "dia benar-benar telah melihat sebagian tanda-tanda terbesar Penguasanya." Pemahaman manusia yang terbatas tidak mampu menyerap rincian apa yang sebenarnya diwahyukan, dan akhirnya setiap usaha untuk menggambarkan tanda-tanda terbesar menemukan jalan buntu. Allah telah menyebutkan status Nabi Muhammad yang memang benar-benar suci, dan perlindungan yang didapatkan baginda selama Perjalanan di Malam Isro' Mi'roj. Berkenaan dengan hati baginda, Allah berfirman, "Hatinya tidak berdusta apa yang dia lihat". Allah juga berfirman tentang lisan baginda, "dan tidak berucap menurut hawa nafsu", dan berfirman tentang pandangan baginda, "Pandangannya tidak membelok dan tidak melampaui." Sumpah Allah demi bintang, demi malam, dan demi pagi bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah dan dibawa oleh Malaikat Jibril dan bahwa Nabi-Nya tidak gila Allah berfirman, "Sungguh, Aku bersumpah demi bintang- bintang; yang beredar dan terbenam; demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya; dan demi subuh apabila fajar mulai menyingsing; sungguh itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) Utusan Mulia (Jibril);
  15. 15. 15 yang mempunyai kekuatan, berkedudukan tinggi di sisi Pemilik Singgasana; dipatuhi di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya; Temanmu (Muhammad) bukanlah orang gila; Benar-benar dia telah melihatnya di ufuk yang nyata; dan dia (Muhammad) tidak menahan (dalam menerangkan) atas yang gaib; dan itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk." (At-Takwir, 81:15-25). Para ulama' menjelaskan makna ayat-ayat itu tertuju pada Malaikat Jibril, yaitu ketika Allah bersumpah dengan kalimat "Utusan Mulia". Malaikat Jibril memiliki pangkat yang tinggi disisi Allah dan telah diberi kekuatan untuk mengirimkan Wahyu. Kedudukan Malaikat Jibril aman dan kokoh disisi Penguasanya. Malaikat Jibril "dipatuhi" di langit, dan "dipercaya" untuk mengirimkan Wahyu. Ini merupakan beberapa kelebihan Malaikat Jibril. "dia telah melihatnya" berarti Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, melihat Malaikat Jibril dalam rupa yang sebenarnya. Ayat selanjutnya, "dan dia (Muhammad) tidak menahan (dalam menerangkan) atas yang gaib." Jadi Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tidak meragukan hal-hal yang gaib. Ulama lainnya bilang baginda tidak menahan diri dalam berdoa kepada Allah. Allah bersumpah demi Pena bahwa baginda mempunyai akal pikiran yang sehat dan pahala tak terbatas disisi Penguasanya, serta berbudi pekerti paling luhur. Sumpah besar lainnya ditemukan didalam surah "Al-Qalam (Pena)", dimana Allah memulai dengan huruf "Nun" yang misterius maknanya. "Nun; demi pena dan apa yang mereka tulis; berkat nikmat Penguasamu, engkau bukanlah orang gila; dan sungguh bagimu benar-benar pahala yang
  16. 16. 16 tiada putus-putusnya; dan sungguh engkau (Muhammad) benar-benar diatas budi pekerti yang luhur." (Al- Qalam,68:1-4). Orang-orang kafir memandang rendah pada baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya. Mereka berpaling dari baginda dan menyerangnya dengan banyak kebohongan. Dalam ayat tersebut, Allah bersumpah dengan sumpah yang besar bahwa Nabi pilihan-Nya, bebas dari segala kecaman mereka. Allah menyenangkan hati baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan meningkatkan harapan baginda, ketika secara lembut menyamankan baginda seraya berfirman, "Berkat nikmat Penguasamu, engkau bukanlah orang gila." Ayat ini memperlihatkan perkataan yang penuh sopan santun dan mengandung suatu penghargaan tinggi. Allah memberitahu baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya, "dan sungguh bagimu benar-benar pahala yang tiada putus-putusnya." Allah telah menganugerahkan keberkatan dan kenikmatan abadi kepada baginda. Pahala yang tiada putus-putusnya dan tak terhitung banyaknya diberikan kepada baginda, dan Allah tidak mengungkit- ungkit segala pemberian-Nya kepada baginda. Ayat selanjutnya memperlihatkan pengesahan besar dari Allah yang menguntai sifat-sifat terpuji baginda, "dan sungguh engkau (Muhammad) benar-benar diatas akhlak yang luhur." Terlepas dari makna aslinya, para ulama memberitahu, akhlak yang luhur berarti akhlak Al-Qur'an, akhlak Islam, tabiat yang mulia dan tidak ada yang lebih penting bagi Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, selain Allah semata. Allah memuji Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang telah menerima secara mutlak segala keberkatan yang
  17. 17. 17 diberikan kepadanya, serta memberinya keutamaan dengan menghiasi baginda karakter yang agung tersebut. "Maha Suci Allah, Yang lemah lembut lagi Maha Mulia, Yang Maha Membaguskan, Maha Dermawan lagi Maha Terpuji, yang memudahkan dan membimbing manusia berbuat kebajikan. Dia memuji dan memberi pahala siapapun yang melakukan kebaikan. Maha Suci Allah! berkat, nikmat dan karunia-Nya melimpah ruah!". Hati baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya, terhibur, ditengah ancaman dan gangguan yang tiada hentinya menimpanya, dengan firman Allah berikut, "Maka kelak kamu akan melihat dan mereka pun akan melihat; siapa di antara kamu yang gila; sungguh Penguasamu, Dia lebih Mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya; dan Dia lebih Mengetahui orang-orang yang terbimbing. (Al- Qalam, 68:5-7) Setelah memuji Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, Allah menyingkap kedok orang-orang yang memusuhi baginda dengan mewahyukan kehinaan perangai mereka dan kejahatan mereka melalui penyebutan sepuluh atau lebih sifat-sifat buruk mereka. Allah berfirman, "Janganlah mematuhi orang-orang yang mendustakan; mereka menginginkan supaya kamu berkompromi maka mereka berkompromi; dan janganlah mematuhi setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina; pencela berjalan dengan menghasud; menghalangi pada kebaikan, yang melampaui batas lagi banyak dosa; yang kaku, sesudah itu terkenal jahat; karena ia mempunyai harta dan anak-anak; apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata: 'dongengan orang-orang dahulu kala'." (Al-Qalam, 68:8-15). Ayat berikut ini memberitakan bahwa hukuman dan
  18. 18. 18 kehancuran mereka akan segera datang. "Kelak Kami menandainya diatas belalai." (Al- Qalam,68:16). Firman Allah ini jauh lebih efektif daripada apapun yang akan diucapkan dan dilakukan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, disamping juga membingungkan orang-orang yang memusuhi baginda. Jadi kemenangan yang diberikan Allah kepada baginda, jauh lebih tinggi daripada kemenangan yang bisa diperoleh dengan usaha baginda sendiri. Firman Allah tentang sifat nabi Muhammad yang penuh belas kasih dan murah hati Allah berfirman, "ToHa; Kami tidak menurunkan Al- Qur'an kepadamu untuk menyengsarakan." (Toha,20:1-2) Kata "ToHa" huruf-hurufnya terpisah ('To' dan 'Ha'). Tafsir yang akurat mengungkap makna "Toha" yaitu "Wahai lelaki", pendapat ini diriwayatkan oleh ulama generasi setelah Sahabat (Tabi'in) serta ulama besar Jarir At-Tobari, gurunya para ahli tafsir. Dalam surah yang lain, Allah berfirman tentang Nabi-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Maka barangkali kamu akan membinasakan dirimu dengan duka cita atas berpalingnya mereka sekiranya mereka tidak beriman dengan keterangan ini (Al Qur'an)." (Al-Kahf,18:6). "Barangkali kamu akan membinasakan dirimu bilamana mereka bukan orang-orang yang beriman; Jika Kami kehendaki, niscaya menurunkan atas mereka pertanda dari langit, maka senantiasa batang leher mereka tunduk kepadanya." (Asy-Syu'ara,26:3-4). Allah juga berfirman, "Maka sampaikanlah terang-terangan
  19. 19. 19 apa yang diperintahkan dan berpalinglah dari orang-orang musyrik; Sungguh Kami mencukupimu dari orang-orang yang mengejek; mereka yang menjadikan tuhan yang lain bersama Allah, maka kelak mereka mengetahui; dan sungguh Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit sebab apa yang mereka ucapkan." (Al-Hijr,15:94-97). "Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka Aku beri tahu kepada orang-orang yang kafir itu kemudian Aku binasakan mereka. Alangkah hebatnya hukuman-Ku itu." (Ar-Ra'd,13:32) Makki menjelaskan, "Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, menderita disebabkan orang-orang kafir, maka Allah menurunkan ayat-ayat tersebut untuk menghiburnya, sehingga menjadi mudah untuknya, dan pada saat yang sama Dia memberitahu akibat bagi mereka yang keras kepala. Hiburan serupa terdapat dalam firman Allah berikut ini: "Dan jika mereka mendustakanmu, maka sungguh telah didustakan rasul-rasul sebelum kamu, dan kepada Allah segala urusan dikembalikan." (Fatir, 35:4). "Demikianlah, tidak datang seorang rasul kepada orang- orang sebelum mereka, melainkan mereka berkata, 'ia seorang penyihir, atau orang gila!" (Az-Zariyat, 51:52) Selain sebagai pelipur bagi baginda, ayat tersebut sekaligus memberitahu bahwa para nabi dan rasul sebelumnya juga mengalami hal yang sama. Adapun untuk orang-orang yang keras kepala, Allah telah menjadikan perkara itu mudah bagi Nabi-Nya, dengan berfirman, "Berpalinglah dari mereka, maka kamu tidak disalahkan." (Adz-Dzariyat, 51:54). Dengan kata lain, Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah mengirimkan Pesan Allah (Risalah), berarti telah
  20. 20. 20 menjalankan tanggung jawabnya maka tidak disalahkan. Belas kasih Allah selanjutnya dinyatakan dalam ayat berikut, sebagaimana tampak pada beberapa ayat lainnya, "Dan bersabarlah pada ketetapan Penguasamu, sungguh kamu dibawah Pandangan Kami." (At-Tur, 52:48). Ayat ini memperlihatkan bahwa baginda secara terus menerus berada dibawah penglihatan dan perlindungan Allah, dan hendaknya tetap sabar dengan kezaliman yang mereka lakukan. Allah menghibur Nabi-Nya dengan cara yang sama di banyak ayat lainnya. Kedudukan Nabi Muhammad yang melebihi nabi mulia lainnya Pujian dan kesejahteraan atas semua nabi Allah Allah berfirman, "Dan ketika Allah mengambil perjanjian para nabi, 'Manakala Aku telah memberikanmu Kitab dan Hikmah. Kemudian datang kepadamu seorang rasul (Muhammad) membenarkan pada apa yang bersamamu, kamu benar-benar akan beriman dengannya dan benar- benar menolongnya. Dia berfirman: 'Apakah kamu setuju dan mengambil perjanjian-Ku atas yang demikian itu?' Mereka menjawab: 'Kami setuju'. Dia berfirman: 'Maka bersaksilah dan Aku menyertaimu diantara yang bersaksi'." (Ali-Imran,3:81). Abul Hasan Al-Qobisi menarik perhatian kita pada kenyataan, bahwa dalam ayat ini, Allah memilih Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, melebihi semua nabi dan rasul mulia yang lain, keunggulan ini tidak diberikan pada selain baginda. Para ahli tafsir mengatakan, Allah mengambil perjanjian dengan wahyu. Sebelum mengutus seorang nabi maupun
  21. 21. 21 rasul bagi umat, Allah telah menyebut tentang Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan sifat- sifatnya, serta mengambil perjanjian dari setiap nabi maupun rasul agar jika mendapatinya, mereka beriman kepadanya. Juga dikatakan, para nabi dan rasul supaya menjelaskan pada umatnya masing-masing, dan mengambil perjanjian umat mereka agar menjelaskan pula pada generasi setelahnya. Kalimat, "Kemudian datang kepadamu seorang rasul" ditujukan kepada Ahli Kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani / Kristen yang sezaman dengan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan dizaman sesudahnya. Ali bin Abi Talib dan sahabat lainnya menambahkan, sejak masa Nabi Adam, Allah telah membuat perjanjian dengan setiap nabi dan rasul, agar beriman dan membantu Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, jika muncul selama masa mereka. Ini berarti mereka pun berkewajiban mengambil perjanjian dengan umat mereka masing-masing. As-Suddi dan Qotada menuturkan: beberapa ayat yang lain juga menggambarkan keutamaan baginda dengan cara yang serupa lebih dari satu kali. Allah berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil dari para nabi perjanjian mereka dan dari kamu (Muhammad) dan dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami mengambil dari mereka perjanjian yang teguh." (Al-Ahzab, 33:7). Dan, "Sungguh Kami telah mewahyukan kepadamu sebagaimana Kami mewahyukan kepada Nuh dan para nabi sesudahnya, dan Kami mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'kub dan suku bangsanya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. dan Kami memberikan
  22. 22. 22 Dawud Kitab Zabur; dan para rasul, Kami telah mengisahkan mereka kepadamu sebelumnya, dan (sebagian) para rasul tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan Allah telah berfirman kepada Musa dengan pembicaraan (firman yang langsung didengarnya). Allah telah mengutus para rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan supaya tidak ada bagi manusia alasan untuk membantah Allah, setelah (pengutusan) rasul-rasul itu (yang mengenalkan mereka kepada Allah). Dan Allah Maha Perkasa lagi, Maha Bijaksana; akan tetapi Allah bersaksi pada apa yang Dia turunkan kepadamu. Dia telah menurunkannya dengan Ilmu-Nya, dan para malaikat menjadi saksi. dan cukuplah Allah sebagai saksi." (Al- Maidah, 4:163-166). Allah memberi keutamaan yang lebih pada sebagian para rasul, sebagaimana nampak dalam ayat, "Rasul-rasul itu, Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain, diantara mereka yang Allah telah berbicara dan meninggikan derajat beberapa mereka." (Al-Baqarah, 2:253). Ayat tersebut merujuk pada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, karena baginda diutus untuk seluruh umat manusia. Allah juga menghalalkan rampasan perang bagi baginda (yang mana dilarang pada nabi-nabi sebelumnya) serta memberikan aneka mukjizat yang mengagumkan. Tak ada seorang nabi pun yang diberi keutamaan dan kemuliaan selain Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, diberikan yang setara atau lebih tinggi. Allah telah menyebut nama baginda didalam Al- Qur'an memakai gelar seperti, 'Wahai Nabi', 'Wahai Rasul', sedang Dia menyebut para nabi mulia lainnya dengan nama
  23. 23. 23 mereka. Umat manusia diperintah memuji Nabi Muhammad dan penangguhan hukuman disebabkan olehnya Pada periode ketika baginda tinggal di Mekah, Allah telah berfirman, "Dan tidaklah Allah menghukum mereka sementara kamu di tengah-tengah mereka ..." (Al-Anfal, 8:33). Ketika baginda telah berhijrah (berimigrasi) dari Mekah ke Madinah, sebagian muslim masih tinggal di Mekah, maka bunyi firman selanjutnya adalah, "...dan tidaklah Allah menghukum mereka sedang mereka (masih) memohon ampunan." (Al-'Anfal, 8:33). Beberapa tahun setelah hijrah, baginda memimpin para pengikutnya dalam perjalanan haji dari Madinah ke Mekah. Mereka berangkat tanpa bersenjata. Namun sebelum sampai di Mekah, mereka menghadapi perlawanan dari orang-orang kafir Mekah, dan dihalang-halangi masuk Mekah. Umat Islam di Madinah tidak tahu kalau masih ada orang Islam yang tertinggal di Mekah, dan karena mereka, Allah menurunkan ayat, "Dan kalau bukanlah karena ada beberapa orang beriman laki-laki dan perempuan yang tidak kamu ketahui tentulah kamu akan membunuh mereka, yang menyebabkan kamu ditimpa kesusahan tanpa kamu sadari." (Al-Fath, 48:25) Dari ayat-ayat ini, posisi terhormat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bisa diketahui dengan jelas. Jika bukan karena baginda, hukuman benar-benar segera turun pada penduduk Mekah, sebab Allah telah berfirman, "dan mengapa Allah tidak menghukum mereka." (Al-Anfal, 8:34). Hukuman mereka ditunda karena
  24. 24. 24 keberadaan baginda di tengah-tengah mereka, dan sebab keberadaan para pengikut baginda. Setelah semua orang Islam berhijrah ke Madinah sebelum Mekah dibuka, yang tersisa di Mekah hanyalah orang- orang kafir, namun pada pembukaan kota Mekah, kaum muslimin meraih kejayaan, sedang orang-orang kafir dihukum dengan harus menerima kekalahan. Saat itulah, harta kekayaan milik orang-orang Islam, yang dulunya disita orang-orang kafir, dikembalikan lagi pada mereka. Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku adalah pengaman bagi para Sahabatku." Ini berarti pengaman dari bid'ah (inovasi), dan dari perselisihan serta kekacauan (fitnah). Rasulullah adalah jaminan keamanan terbesar selama masa hidup baginda dan selama jalannya (sunnah) diikuti. Namun saat jalannya ditelantarkan dan ditinggalkan, maka akan datang bala bencana dan kekacauan (fitnah). Dalam surah Al-Ahzab ("Kelompok-kelompok") terdapat ayat dimana Allah sendiri yang memperjelas nilai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dengan berfirman, "Sungguh Allah, dan para malaikat-Nya bersolawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersolawatlah kepadanya, dan lafalkan kesejahteraan yang melimpah ruah." (Al-Ahzab,33:56). Perhatikan bagaimana Allah memulai ayat dengan pertama kali merujuk kepada diri-Nya sendiri, dalam bersolawat untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kemudian menunjukkan bahwa para malaikat juga melakukan hal yang sama. Siapapun akan menyadari betapa agungnya perintah untuk semua orang yang beriman agar bersolawat kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yaitu
  25. 25. 25 memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan pujian, kemuliaan dan kesejahteraan untuk baginda. Nabi Muhammad bersabda, "Dijadikan kesejukan mataku didalam solat" Abu Bakar bin Faurok menjelaskan: “Allah bersolawat untuk Nabi Muhammad, demikian pula para malaikat-Nya, dan umat diperintahkan supaya bersolawat (berdoa memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan pujian, kemuliaan dan kesejahteraan) kepada Nabi Muhammad sampai Hari Kiamat.” Solawat dari para malaikat bermakna memohonkan ampunan (untuk umat baginda), sedang solawat dari umat baginda berarti mendoakan baginda, dan rahmat Allah diturunkan kepada umat baginda. "Orang-orang beriman bersolawat" berarti memintakan keberkatan untuk baginda. Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah mengajarkan para Sahabatnya tata cara bersolawat kepadanya. Ada perbedaan antara kata berbahasa Arab "solat" yang berarti beribadah kepada Allah, dengan membungkuk dan bersujud, dan "solat" bermakna solawat yaitu memohon kepada Allah agar senantiasa melimpahkan pujian, kemuliaan dan kesejahteraan kepada baginda. Allah berfirman, "dan jika saling bantu membantu menghadapinya, maka sungguh Allah, Dia pelindungnya, dan Jibril, dan kaum mukminin yang saleh." (At- Tahrim,66:4). Kalimat, "kaum mukminin yang saleh", merujuk pada para nabi, para malaikat, Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali, sedang sisanya orang-orang beriman lainnya. Kemuliaan Nabi Muhammad disebut didalam surah Al-
  26. 26. 26 Fath (Pembukaan) Allah memulai surah "Pembukaan" dengan ayat-ayat, "Sungguh, Kami telah membuka untukmu (Muhammad) pembukaan yang nyata; Allah mengampuni bagimu apa yang telah lalu dari dosamu dan apa yang akan datang, dan menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, serta membimbingmu ke jalan yang lurus; dan Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat; Dia yang telah menurunkan ketenangan didalam hati orang- orang beriman supaya bertambah keimanan bersama keimanan mereka, dan milik Allah bala tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana; (karena rahmat-Nya) untuk memasukkan orang beriman laki-laki dan orang beriman perempuan kedalam taman-taman yang mengalir sungai-sungai dari bawahnya, mereka kekal di dalamnya, dan menutupi dari mereka kejelekan mereka. Demikian itu kejayaan besar disisi Allah; dan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang- orang musyrik laki-laki dan perempuan yang berprasangka terhadap Allah dengan sangkaan buruk, atas mereka giliran (nasib) buruk, dan Allah murka atas mereka dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka (neraka) Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali; Milik Allah bala tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana; Sungguh Kami mengutusmu (Muhammad) sebagai saksi, dan pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan; supaya kamu semua beriman kepada Allah dan rasul-Nya, menguatkannya, memuja-mujanya, dan bertasbihlah kepada-Nya pagi dan petang; Orang-orang yang bersumpah setia kepadamu
  27. 27. 27 sesungguhnya mereka bersumpah setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Barangsiapa yang melanggar, sesungguhnya ia melanggar atas dirinya sendiri, dan barangsiapa memenuhi perjanjiannya dengan Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar." (Al- Fath,48:1-10). Ayat diatas tidak hanya memaparkan karunia, pujian dan kemuliaan martabat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, tetapi juga mengupas keberkatan yang dianugerahkan Allah kepada baginda, meski hanya sekelumit saja yang mampu dipahami akal pikiran manusia. Dalam pembukaan ayat, Allah memberitakan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bahwa Dia akan membuat baginda meraih kejayaan atas musuh- musuhnya, serta meninggikan kalimat dan hukum-Nya. Allah memberitahu kalau baginda menikmati status pengampunan serta status perlindungan dari perbuatan dosa, karenanya tidak akan diadakan perhitungan untuk segala tindakan baginda dimasa lampau maupun di masa yang akan datang. Seorang cendekiawan Islam menjelaskan maksud ayat, "Allah mengampuni bagimu apa yang telah lalu dari dosamu dan apa yang akan datang," ialah Allah memberi status telah dimaafkan dan telah diampuni kepada baginda. Status ini secara jelas ditujukan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dengan mengampuni dosa-dosa baginda meskipun baginda tidak memiliki dosa besar maupun kecil, bahkan setan (jin kafir) yang mengikuti baginda ikut memeluk Islam. (Syekh Darwish menambahkan: Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya tiada manusia dimuka bumi ini, kecuali didampingi oleh saudaranya (Qarin) dari bangsa jin, dan
  28. 28. 28 saudaranya dari bangsa malaikat. Mereka (para Sahabat) bertanya: “Dan engkau juga wahai Rasulullah?”. Baginda menjawab: “Dan aku juga, akan tetapi Allah membantuku untuk menaklukkan saudaraku dari bangsa jin sehingga ia masuk Islam, dan sekarang ia hanya menyeru aku untuk melakukan kebaikan." Dari hadis yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud tersebut, bisa disimpulkan bahwa setiap manusia mempunyai saudara dari bangsa jin dan malaikat yang senantiasa mengikuti kemana saja manusia pergi. Saudara dari bangsa malaikat selalu mengajak pada kebaikan, sedangkan saudara dari bangsa jin selalu membisiki dan mengajak pada keburukan) Penting sekali mempelajari status baginda yang telah dimaafkan dan status telah terlindungi yang saling bergabung satu sama lain. Perlu diingat, Allah melindungi baginda dari segala macam dosa besar atau kecil. Ini penting diketahui supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami unsur yang sangat penting dari sifat baginda ini. Baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya, hanya memerintahkan dirinya untuk berbuat kebaikan, jadi bahasan mengenai pengampunan hanya secara abstrak (menikmati status pengampunan tanpa adanya dosa), bukan sebagai alasan memperbaiki kesalahan karena nyatanya baginda tak berdosa sedikitpun. Sebagai gantinya, pengampunan akan turun kepada para Sahabat dan para pengikut baginda. Baginda memperoleh status pengampunan atas apa yang telah terjadi dan yang belum terjadi. Disisi lain, Makki berkomentar, "Allah memberi karunia dan menjadikannya sebagai sebab untuk status pengampunan baginda. Segala
  29. 29. 29 sesuatu adalah berasal dari-Nya, tidak ada tuhan selain Dia. Karunia yang satu mengiringi karunia yang lain, dan baginda mendapatkan anugerah diatas anugerah lainnya." Ayat selanjutnya, "dan menyempurnakan nikmat-Nya atasmu". Dalam ayat ini, Allah memberitahu sempurnanya kenikmatan yang dianugerahkan kepada baginda, dengan pembukaan dua kota terpenting yaitu Mekah dan Thaif. Juga dikatakan itu berarti status baginda di kehidupan dunia, pertolongan dan pengampunan dari Allah, semakin meningkat. Allah memberitahu penyelesaian keberkatan-Nya dengan menghinakan musuh-musuh baginda yang arogan, dan pembukaan dua kota terpenting, Mekah dan Thaif, dengan demikian status baginda kian terangkat, sebab baginda mendapat hidayah jalan yang lurus, yang pada akhirnya menuju Surga dan kebahagiaan di Kehidupan Abadi (akhirat). Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, selalu ditolong oleh Allah, namun pertolongan yang diterima baginda selama pembukaan kota Mekah dan Thaif jauh lebih hebat. Orang-orang beriman mendapatkan karunia dari Allah, yang dengan rahmat-Nya, Dia menurunkan ketenangan dan ketentraman di hati mereka, sehingga semakin meningkatkan keimanan mereka. Allah memberi kabar terbaik - berupa kejayaan dan kemenangan besar - bagi orang-orang beriman laki-laki maupun perempuan bahwa Allah mengampuni mereka dan menutupi dosa-dosa mereka, serta mengganjar mereka Surga yang mereka kelak akan hidup abadi didalamnya. Kemudian Allah membahas hukuman bagi orang-orang
  30. 30. 30 munafik dan orang-orang musyrik di dunia maupun di akhirat, mereka dilaknat dan jauh dari rahmat-Nya, dan tempat kembali mereka kelak adalah menempati tempat terburuk di Neraka. Orang-orang munafik dan orang-orang musyrik akan mendapatkan hukuman di dunia dan di akhirat, mereka dilaknat dan jauh dari rahmat-Nya, dan tempat kembali mereka kelak adalah menempati tempat terburuk di Neraka. Allah berfirman, "Sungguh Kami mengutusmu (Muhammad) sebagai saksi, dan pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan." Dalam ayat ini, Allah menyebutkan keistimewaan dan karakter utama Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang kelak menjadi saksi menghadapi umatnya, karena baginda yang menyampaikan kepada mereka, risalah yang dipercayakan kepadanya oleh Allah. Dikatakan bahwa baginda akan menjadi saksi bagi umatnya dalam pengesaaan Allah (tauhid), serta memberi kabar gembira pahala bagi umat baginda. Pengampunan bagi mereka yang teguh dalam kebaikan dan beriman kepada Allah, dan Nabi-Nya, pujian dan kesejahteraan atasnya, juga memperingatkan siksaan bagi musuh-musuh yang menentang baginda. "Menguatkannya, memuja-mujanya," Kesepakatan ulama mengatakan kalimat ini tertuju pada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan bahwa baginda hendaknya didukung dan dijunjung tinggi oleh umatnya. Kemudian firman Allah, "dan bertasbihlah kepada-Nya pagi dan petang" bermakna, bertasbih kepada Allah di waktu pagi dan petang hari. Ibnu Atho' berkata, "Surah Al-Fath berisi keanekaragaman keberkatan untuk baginda."
  31. 31. 31 Contohnya, "pembukaan yang nyata" merupakan suatu tanda jawaban, "Mengampuni" adalah indikasi kecintaan, berarti bebas dari segala cacat dan cela; "Menyempurnakan nikmat" menjadi pertanda terpilihnya baginda dan keberkatan telah mencapai tingkat kesempurnaan; "Membimbingmu" yaitu sebuah indikasi persahabatan Allah dengan baginda, dan ajakan persaksian. Ja'far bin Muhammad menjelaskan, termasuk keberkatan sempurna untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah bahwa Allah menjadikan baginda sebagai kekasih-Nya. Allah juga bersumpah demi hidup baginda, penggantian hukum lainnya dengan yang dibawa baginda, dan mengangkat baginda pada derajat tertinggi. Dan lagi, Allah telah melindungi baginda dalam Perjalanan Malam yang Menakjubkan (Isro' Mi'roj), sehingga pandangan baginda tidak menyimpang. Allah mengutus baginda untuk seluruh umat manusia, serta mengizinkan rampasan perang untuk umat baginda (yang mana sebelumnya dilarang untuk orang-orang Ahli kitab - Yahudi dan Nasrani). Allah meninggikan baginda pada derajat dimana syafaatnya diterima, dan menjadikan baginda sebagai junjungan anak turun Nabi Adam, kedamaian kepadanya. Allah menempatkan nama Nabi Muhammad bersebelahan dengan Nama-Nya sendiri, dan keridhaan Allah terletak keridhaan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Allah
  32. 32. 32 menjadikan baginda sebagai salah satu dari dua rukun tauhid (Pengesaan Allah). Ayat berikutnya, "bahwa orang-orang yang bersumpah setia kepadamu sesungguhnya mereka bersumpah setia kepada Allah." Ini merujuk pada mereka yang mengikrarkan kesetiaannya kepada baginda. Peristiwa ini dikenal dengan "Baiat Ar-Ridwan - keridhaan Allah. Ketika para Sahabat bersumpah setia kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, maka mereka bersumpah setia kepada Allah - kesetiaan adalah untuk Allah. . (Sisipan Syeikh Darwish: Ada 1400 Sahabat yang mengikrarkan kesetiaan mereka dibawah pohon di Hudaibiyah. Nabi Muhammad, pujian kedamaian kepadanya, bersabda bahwa mereka semua telah diampuni dan tidak akan masuk neraka) Janji itu diikuti dengan pernyataan, "Tangan Allah di atas tangan mereka". Kata "Tangan" adalah metafora dan melambangkan kekuasaan Allah, pahala dan kenikmatan dari-Nya, serta ikatan-Nya. Kata-kata tersebut memperkuat ikatan baiat (sumpah setia) mereka kepada baginda sekaligus menunjukkan keagungan orang yang mereka berbaiat dan memberikan kesetiaan kepadanya. Dalam surah Al-Anfal "Harta rampasan perang" ayat 17 ada kemiripan kata-kata, "Maka bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, akan tetapi Allah yang melempar." Terdapat majas metafora pada ayat tersebut, dimana terdapat kebenaran
  33. 33. 33 yang sesungguhnya, karena yang membunuh maupun yang melempar sebenarnya adalah Allah. Allah adalah pencipta segala tindakan, dengan demikian Dia yang telah melempar, karena telah memberikan kekuasaan dan keputusan untuk melempar. Tak seorangpun memiliki kekuasaan untuk melempar sedemikian rupa, sampai-sampai mata para musuh semuanya dipenuhi debu. Sehingga secara hakikat, yang membunuh mereka adalah para malaikat. Ada yang menjelaskan makna ayat adalah kaum muslimin (orang-orang Islam) tidak membunuh mereka maupun melemparkan batu-batu atau pasir ke wajah mereka, namun Allah yang telah melemparkan ketakutan di hati mereka. Ini berarti, keuntungan tindakan datang secara langsung dari tindakan Allah, dan pada hakikatnya Allah yang membunuh dan melempar, sedang para Sahabat sebagai pelaku dalam nama. Allah memperlihatkan kemuliaan Nabi Muhammad didalam Al-Qur'an serta memperjelas kedudukan dan kehormatan baginda disisi Allah. Termasuk bagian dari kemuliaan yang Allah curahkan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, ditemukan dalam surah ke-17 (Al-Isro' - Perjalanan Malam yang Menakjubkan) dan surah ke-53 (An-Najm - bintang). Dalam kedua surah itu, terlihat jelas keagungan kedudukan baginda, pangkatnya yang tak tertandingi, dan kedekatannya pada Allah, serta persaksiannya atas berbagai keajaiban. Dalam ayat-ayat berikut ini, juga nampak jelas curahan perlindungan Allah kepada baginda
  34. 34. 34 "Dan Allah melindungimu dari orang-orang." (Al- Maidah,5:67). "Dan ketika orang-orang yang kafir merencanakan tipu daya menghadapimu (Muhammad), untuk menawanmu atau membunuhmu atau mengusirmu, dan mereka merencanakan tipu daya, sedang Allah menggagalkan tipu daya. Dan Allah sebaik-sebaik pengatur tipu daya." (Al- Anfal,8:30). Saat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan Abu Bakar beristirahat di sebuah gua di lereng curam Gunung Tsur, Allah membantunya dengan bala tentara yang tak terlihat. Allah berfirman,"Jika kamu (kaum Mukminin) tidak membantunya (Nabi Muhammad), maka sungguh, Allah menolongnya, ketika orang-orang yang kafir mengeluarkannya, sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada didalam gua, di waktu itu dia berkata kepada temannya (Abu Bakar), 'jangan bersedih, sungguh Allah bersama kita', kemudian Allah menurunkan ketenangan(sakinah)-Nya kepadanya, serta membantunya dengan bala tentara (para malaikat) yang tak terlihat, dan menjadikan kalimat mereka yang kafir menjadi rendah, dan kalimat Allah adalah yang tertinggi. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah,9:40). Allah telah menghindarkan baginda dari tipu daya orang- orang kafir yang berkomplot dan berencana untuk menghancurkannya, sehingga baginda selamat dalam urusannya. Allah juga mencegah musuh-musuh yang hendak membahayakan baginda, dengan menarik penglihatan mereka, dan meloloskan baginda melewati tengah-tengah mereka dengan tak terlihat. Sekali lagi, Allah menjadikan orang-orang kafir
  35. 35. 35 kebingungan ketika tengah mencari-cari baginda, dan mencegah mereka melihat dibawah kaki mereka, yang terdapat gua dimana baginda sedang berada di dalamnya. Allah telah menurunkan ketenangan kepada baginda, diantaranya bisa ditemukan dalam kisah Suroqoh Ibnu Malik. Tidak hanya anugerah ketenangan yang dilimpahkan kepada baginda tetapi mukjizat-mukjizat lain juga terjadi selama perjalanan hijrah baginda, dari Mekah ke Madinah. Dalam upaya mencegah baginda sampai ke Madinah, orang-orang Quraisy berangkat mengejar ketika baginda baru berangkat berhijrah. Mereka mencari jejak baginda disekitar gua-gua yang ada di pegunungan. Sementara itu, baginda dan Abu Bakar, tengah beristirahat di sebuah gua di lereng curam Gunung Thur. Allah telah membekali baginda dengan tentara gaib. Sambil berteriak-teriak, orang-orang Quraisy mulai mendaki gunung. Derap suara langkah mereka terdengar jelas dan semakin mendekati gua. Abu Bakar menjadi cemas dan khawatir mereka menemukan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, lalu Abu Bakar berbisik kepada baginda, "Jika mereka sampai menoleh ke bawah, maka akan menemukan kita." Allah telah menurunkan ketenangan kepada baginda. Dengan lembut baginda menentramkan hati Abu Bakar dan menghiburnya serta berkata, "Apa pendapatmu tentang dua orang, yang mempunyai Allah bersama mereka sebagai yang ketiga?" Ketika Abu Bakar mendengar kata-kata ini, kedamaian menghampiri hatinya, dan ketakutannya pun lenyap. Tak lama kemudian, satu diantara orang-orang kafir itu memandang ke gua tempat baginda dan Abu Bakar berada,
  36. 36. 36 tepat di bawah kaki dimana orang itu berdiri, lalu ia mengamati dengan seksama, yang lain juga ikut mengamati. Namun mereka memutuskan tidak memeriksa kedalamnya. Kisah-kisah tersebut telah didokumentasikan dengan baik dalam kutipan kenabian (hadis), yang menceritakan aneka peristiwa selama hijrah baginda ke Madinah. Surah Al-Kawtsar "Sungai Kelimpahan" berbunyi, "Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) Al Kawtsar (Kelimpahan sungai, kolam dan mata airnya); maka solatlah untuk Penguasamu dan berkorbanlah; sungguh orang yang membencimu dialah yang paling terputus." (Al-Kausar,108:1-4). Dalam surah yang singkat tersebut, Allah memberitahu bahwa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah diberi Kausar yaitu sungai yang memiliki sebuah telaga (telaga itu kelak terlihat dari mimbar baginda di Raudah). Dikatakan bahwa Al-Kawtsar adalah sebuah sungai (didalam) Surga, keberkatan yang besar, syafaat, mukjizat yang diberikan kepada baginda, kenabian dan pengetahuan sempurna. Adapun ayat, "Sungguh, orang yang membencimu dialah yang paling terputus." tertuju pada orang-orang yang memusuhi baginda dan yang membenci baginda. "Paling terputus" berarti hina, nista, tertinggal, dan seseorang yang tidak ada kebaikan sama sekali dalam dirinya. Allah memberitahu Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dengan berfirman, "Dan sungguh, Kami telah memberikan engkau tujuh yang rangkap dan Al-Qur'an yang agung." (Al-Hijr, 15:87) Ada beberapa penjelasan untuk ayat ini. "Tujuh yang
  37. 37. 37 rangkap (yang diulang-ulang)" merujuk pada tujuh surah permulaan yang terpanjang, sedang "Al-Qur'an yang agung" tertuju pada surah pertama yaitu Al-Fatihah "Pembuka". Ada yang berkata, "tujuh yang rangkap" yaitu induk Al- Qur'an atau surah Al-Fatihah. Sedang "Al-Qur'an yang agung" yaitu semua surah dalam Al-Qur'an setelah surah Al-Fatihah. Dikatakan juga, "tujuh yang rangkap" merujuk pada perintah, larangan, kabar gembira dan peringatan, yang terdapat dalam Al-Qur'an. "Induk Al-Quran", dikatakan sebagai "tujuh yang rangkap", karena dibaca minimal dua kali dalam setiap shalat. Dikatakan bahwa Allah menganugerahkan Al-Fatihah hanya kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan tidak memberikannya kepada nabi-nabi mulia yang lain, dan Allah menyebut Al-Qur'an "tujuh yang rangkap", sebab pengulangan kisah-kisahnya. Dikatakan pula, "tujuh rangkap", berarti bahwa Allah memuliakan baginda dengan tujuh kemuliaan: petunjuk, kenabian, rahmat, syafaat, persahabatan, keagungan, dan ketenangan. Allah berfirman kepada baginda, "Dan Kami turunkan kepadamu Ingatan (Al-Qur'an) agar menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka, dan supaya mereka memikirkan." (An-Nahl,16:44). "Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan untuk seluruh umat manusia, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan." (Saba',34:28). "Katakanlah, 'wahai manusia, sungguh aku Utusan Allah kepadamu semuanya.'" (Al-A'raf,7:158). Diantara keutamaan baginda, tampak dalam firman Allah berikut ini,
  38. 38. 38 "Dan Kami tidak mengutus seorang rasul melainkan dalam lisan kaumnya, untuk menjelaskan kepada mereka." (Ibrahim,14:4). Ayat ini menerangkan bahwa tiap rasul diutus pada suatu umat yang khusus dan suku bangsa tertentu, sedang Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia. Baginda bersabda, "Aku diutus untuk semua ras, yang terang dan gelap." (Sisipan Syeikh Darwish: Dimasa berikutnya, Risalah yang dibawa baginda, tersebar hingga melintasi perbatasan, diberbagai negeri dan bangsa lainnya yang berlainan bahasa mereka. Mereka mengecek kebenaran ajaran Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan banyak yang beralih masuk agama Islam. Kemudian mereka mempelajari bahasa Arab. Inilah realisasi dari sabda Nabi, "Aku dikirim untuk semua ras yang terang dan gelap) "Nabi lebih utama bagi orang-orang beriman dari diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka." (Al-Ahzab,33:6). Ahli tafsir menjelaskan kata-kata "lebih utama bagi orang- orang beriman dari diri mereka sendiri", yaitu adanya kewajiban atas semua orang beriman untuk mematuhi perintah baginda, seperti halnya seorang pelayan yang harus mematuhi perintah tuannya. Mentaati perintah Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, ialah jauh lebih baik daripada mengikuti penilaian diri sendiri yang merupakan obyek sasaran hawa nafsu dan kelemahan serta kesalahan. "Istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka". Orang-orang beriman harus menghormati istri-istri baginda sebagaimana mereka menghormati ibu-ibu mereka sendiri, untuk alasan inilah, istri-istri baginda tidak diizinkan menikah dengan siapapun setelah wafatnya baginda - sebagai bentuk
  39. 39. 39 penghormatan kepada baginda. Ini termasuk pertanda kemuliaan baginda disisi Allah. Kelak, mereka akan kembali menjadi istri-istri baginda di Kehidupan Abadi (akhirat). Allah berfirman, "Dan Allah telah menurunkan kepadamu Kitab dan Hikmah, dan mengajarkanmu apa yang tidak kamu ketahui. Dan adanya anugerah Allah atasmu sangat besar." (An-Nisa,4:113). Anugerah Allah yang sangat besar merujuk pada kenabian baginda, atau apa yang telah diberikan kepada baginda di masa pra-keabadian (di dunia). SAHIH SHIFA KESEMBUHAN Seri ke-3 KESEMPURNAAN FISIK DAN PERILAKU SERTA KEBERKATAN NABI MUHAMMAD Karya Hakim Agung Abulfadl Iyad wafat tahun 1123M / 544H Periwayat Hadis Muhaddis Agung Hafiz Abdullah Bin Siddiq Perevisi Muhaddis Abdullah Talidi Adaptasi oleh
  40. 40. 40 Abdi Hadis Syekh Ahmad Darwish (Arab) Anne Khadeijah (Inggris) Siti Nadriyah (Indonesia) Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi. KESEMPURNAAN FISIK DAN PERILAKU BAGINDA Allah menjadikan sempurna fisik bagus baginda, perilaku dan keberadaannya serta memberkatinya dengan segala kebajikan dalam dunia dan agama. Mereka yang mencintai Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan mencari pengetahuan rincian harta karun bernilai sangat besar tentang kenyataan hidup baginda, terlebih dahulu yang harus diketahui adalah perangai keagungan dan kesempurnaan fitrah baginda sebagai manusia. Yakni terdapat dalam dua kategori: Kategori pertama: Merupakan kategori sifat bawaan, misalnya apa saja yang diperlukan dalam urusan-urusan duniawi, serta hal-hal yang berkaitan dengan segala yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari manusia. Kategori kedua: Merupakan kategori yang berkaitan dengan agama, yang membawa manusia lebih dekat dengan Allah. Mencakup sifat-sifat yang terpuji. Sifat-sifat tersebut terbagi menjadi dua macam, baik itu
  41. 41. 41 sifat bawaan ataupun sifat-sifat yang didapatkan dengan berjuang (berusaha) untuk memperolehnya atau gabungan dari keduanya. Sehubungan dengan sifat-sifat bawaan, seperti sifat-sifat yang tidak bisa dielakkan adanya. Misalnya, fisik yang bagus, keindahan rupa, kekuatan daya pikir, pemahaman sempurna, kefasihan lidah , ketajaman panca indera, kekuatan jasmani, kemuliaan nasab, pengaruh sanak kerabat dan kehormatan bangsa seseorang. Sifat bawaan mempunyai hubungan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari seseorang, misalnya, makan, tidur, pakaian, rumah, perkawinan, harta kekayaan atau pengaruh dalam masyarakat. Sifat bawaan dan kebutuhan harian dapat dihubungkan dengan urusan akhirat, jika memang berniat takut kepada Allah (takwa), dan mendidik tubuh supaya menuju jalan Allah, dimana semuanya itu telah ditentukan dan digariskan dalam agama Islam, serta merupakan kebutuhan dalam ajaran Islam. Sifat yang diperoleh dengan bekerja keras dan berkaitan dengan akhirat, serta termasuk akhlak yang luhur dan tata krama dalam ajaran Islam, diantaranya adalah mengamalkan ajaran agama, berilmu pengetahuan, toleransi, sabar, bersyukur, adil, mengendalikan diri, rendah hati, suka memaafkan, menjaga harga diri, dermawan, pemberani, sederhana, menahan amarah, pendiam, suka merenung, ramah dan bersahabat, rahmat (berbelas kasih), dan yang semacamnya, dimana
  42. 42. 42 kesemuanya itu merupakan akhlak dan karakter yang baik. Sebagian manusia memiliki karakter tersebut sebagai pembawaan alaminya, dan sebagian yang lain tidak memilikinya. Karena itu mereka harus berjuang untuk mendapatkannya, namun ada beberapa karakter yang harus ada untuk membentuk dasar sifat seseorang, Insya Allah hal ini akan dijelaskan kemudian. Para ulama' bersepakat bahwa akhlak dan karakter tersebut merupakan sifat yang baik dan luhur, bahkan (sekalipun) ketika niatnya bukan untuk Allah, dan akhirat. Karakter kesempurnaan dan keindahan Nabi Muhammad Pujian dan kesejahteraan atasnya Hakim Iyad berkata, "Ketika seseorang diketahui telah diberkati dengan satu atau dua sifat mulia, tidak peduli apakah ia sudah meninggal dunia atau masih hidup, maka dianggap sebagai orang saleh yang mulia, sehingga dijadikan sebagai panutan karena sifat-sifat keteladanannya, dan karena itulah ia dihormati dan dimuliakan dalam masyarakat. Ketika seseorang diberkati dengan kesempurnaan dan kemuliaan yang melimpah, maka mustahil bagi kita untuk mengungkapkan keutamaannya. Sifat-sifat tersebut merupakan anugerah istimewa yang datang dari Allah, Yang Maha Kuasa. Karunia kesempurnaan dan kemuliaan yang melimpah telah dianugerahkan kepada Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, diantaranya adalah karunia
  43. 43. 43 kenabian, risalah (terpilih untuk menyampaikan Pesan Allah), Persahabatan karib dan mendapatkan kasih sayang Allah, serta karunia Isro’ Mi’roj dimana baginda diberkati dengan sebuah Penglihatan. Termasuk juga karunia wahyu, syafaat, wasilah, kesempurnaan semua kebajikan, pangkat tinggi, tempat terpuji, mengendarai tunggangan bersayap Buroq, naik ke langit hingga mencapai sidratul muntaha, diutus untuk seluruh ras manusia, menjadi imam semua nabi mulia lainnya dalam solat dan menjadi saksi atas mereka dan umat-umat mereka, sebagai junjungan anak turun nabi Adam, sebagai pembawa Bendera Pujian, pembawa kabar gembira dan peringatan. Karunia amanah, hidayah, rahmat bagi seluruh alam, penerima ridha Allah sehingga memungkinkan baginda untuk memohon kepada-Nya ketika semua makhluk terbungkam, telaga (dari sungai) Kawtsar, ucapan baginda didengar, kenikmatan yang sempurna, berada dalam status telah dimaafkan meliputi perlindungan dari tindakan- tindakan masa lalu maupun masa depan, pelapangan dada, peletakan beban, peninggian penyebutan baginda, ditolong dengan kemenangan yang besar, turunnya ketenangan, dukungan dari para malaikat, penyampaian Al Qur'an dan tujuh yang rangkap (Sab’ul Matsaanii), menyucikan dan mengajak umat menuju Allah serta karunia Hikmah kebijaksanaan (hadis). Allah, dan para malaikat-Nya bersolawat untuk baginda, dan baginda bisa melihat sebagian ketetapan Allah, adalah diantara karunia untuk baginda. Demikian pula karunia peletakan beban umat, Allah bersumpah dengan nama baginda, permohonan terkabul, benda mati dan hewan berbicara kepada baginda, orang
  44. 44. 44 mati dibangkitkan kembali sebab baginda, orang tuli bisa mendengar lagi, mukjizat air mengalir dari sela jari-jemari baginda, sesuatu yang sedikit menjadi banyak, pembelahan bulan, perubahan bentuk barang, pertolongan dengan menjadikan musuh ketakutan, pengetahuan tentang yang gaib, awan menaungi baginda, kerikil-kerikil bertasbih, mengobati penyakit, dan perlindungan dari musuh-musuh Islam. Kenikmatan tersebut hanyalah sebagian kecil dari berbagai kenikmatan tak terhitung jumlahnya yang menghiasi Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Hanya orang yang diberi cahaya ilmu oleh Allah yang bisa mengetahui segala sifat bagus baginda, sebab Allah sendirian Yang Maha Pemberi, dan tidak ada tuhan selain Dia. Selain itu, juga terdapat kedudukan mulia, derajat kesucian, kebahagiaan bertingkat-tingkat, keutamaan dan meningkatnya karunia Allah yang akan dianugerahkan kepada baginda di akhirat - yang tak terhitung jumlahnya, dan diluar jangkauan manusia, serta tak akan mampu dipahami siapapun. Sekilas gambaran fisik Nabi Muhammad Tidak samar bagi siapapun adanya fakta bahwa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah manusia berderajat tertinggi dan berkedudukan teragung, serta paling sempurna kebagusan dan keutamaannya dari semua manusia. Di bagian ini, Hakim Iyad mulai memperinci kesempurnaan sifat-sifat fisik baginda seraya berdoa, "Semoga Allah menerangi hatiku dan hatimu, dan meningkatkan kecintaan kita kepada Nabi yang mulia,
  45. 45. 45 pujian dan kesejahteraan atasnya." Sang Pencipta telah menganugerahkan sifat-sifat alami yang sempurna kepada baginda. Rupa dan pembagiannya Keindahan fisik dan karakter baginda, telah dilaporkan oleh sebagian besar Sahabatnya, diantaranya adalah Ali, Anas bin Malik, Abu Hurairah, Baro' bin Azib, Ibnu Abi Halah, Abu Juhayfa, Jabir bin Samuroh , Ummu Ma'bad, Ibnu Abbas, Muarrid bin Muayqib, Abu Tufail, Idda' bin Kholid, Khuraim bin Fatik, dan Hakim bin Khizam. Ketampanan baginda jauh melebihi nabi Yusuf, dimana para wanita dinegeri nabi Yusuf amat tertegun memandang beliau hingga tanpa sadar mereka memotong jari tangan mereka. Tekstur kulit baginda berseri-seri, dengan bulu mata panjang dan hidung yang khas serta jarak antara gigi-gigi yang rata. Baginda berwajah bulat, berdahi lebar dan berjanggut tebal yang terjuntai hingga ke dada. Dada dan perut baginda berukuran sama, dengan bahu lebar sebagaimana dadanya, serta mempunyai tulang-tulang dan lengan yang besar. Telapak tangan baginda tebal begitu juga telapak kakinya. Jari-jari baginda panjang, sedang warna kulitnya terang bercahaya. Terdapat bulu-bulu halus diantara dada dan pusar baginda. Tinggi badan baginda sedang, namun ketika orang yang tinggi berjalan di samping baginda, pujian dan kesejahteraan atasnya, baginda terlihat lebih tinggi. Rambut baginda tidak keriting dan tidak lurus. Ketika tertawa gigi baginda terlihat seperti kilatan petir, juga digambarkan putih giginya bagaikan hujan batu es. Leher baginda seimbang, tidak lebar dan tidak gemuk, sebagaimana seluruh tubuh baginda yang kukuh, padat dan
  46. 46. 46 tidak lembek. Ketika Al Bara, salah satu Sahabat Nabi, melihat rambut baginda terjurai pada jubah merah, Al Bara berkomentar, "Belum pernah aku melihat orang dengan rambut yang lebih indah daripada yang terjurai pada jubah merah." Abu Hurairah, berkata, "Aku belum pernah melihat orang yang lebih bagus daripada Rasulullah, seolah-olah matahari sedang bersinar didalam wajahnya. " Seseorang menanyai Jabir bin Samuroh, "Apakah wajah baginda seperti sebilah pedang (yang berarti putih dan bersinar)?" Jabir menjawab, "Tidak, malahan seperti matahari dan bulan." Masih banyak hadis masyhur yang menggambarkan pribadi Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan baru sebagian saja yang kami muat disini. Kami membatasi penyajiannya yang sekiranya mencukupi, dengan menghadirkan beberapa aspek penjabaran. Insya Allah, kesimpulan bagian ini akan anda temukan pada halaman yang lain. Kebersihan Nabi Muhammad Pujian dan kesejahteraan atasnya Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Keringat baginda berbau wangi sedang parfum baginda harum semerbak. Baginda bebas dari segala macam noda, kotoran dan kekurangan. Itu semua merupakan kualitas istimewa yang dianugerahkan Allah kepada baginda. Kesempurnaan yang tidak pernah diberikan kepada selain baginda, dan kebersihan baginda benar-benar melebihi standar kebersihan yang berlaku saat itu.
  47. 47. 47 Anas berkomentar, "Aku belum pernah mencium bau ambar, misk atau apapun yang lebih wangi daripada aroma Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya." Ada sebuah kejadian ketika baginda mengusap pipi Jabir bin Samuroh, lalu Jabir berkata, "Aku merasakan sensasi dingin dan bau harum tangan baginda, seolah-olah baru dikeluarkan dari wadah penjual parfum. Suatu hari baginda mengunjungi rumah sahabat Anas, kemudian baginda tidur sebentar sebagaimana kebiasaan baginda di siang hari, dan baginda berkeringat. Ketika ibu Anas melihat keringat baginda, beliau mengambil sebuah botol lantas mengumpulkan keringat yang menetes dari baginda. Lantas Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, bertanya tentang hal itu, dan ibu Anas menjawab, "Kami mencampurnya dengan parfum kami sehingga menjadi aroma terwangi." Pada waktu baginda wafat, Imam Ali, semoga Allah meridhainya, membasuh jasad baginda dan berkata, "aku memandikan baginda dan berusaha mengamati perubahan yang lazim terjadi pada jasad orang yang meninggal dunia, namun aku tak mendapati sesuatupun, lalu aku berkata, 'Engkau bagus dan harum dalam kehidupan dan kematian.'" Tatkala baginda meninggal dunia, Abu Bakar menciumnya, dan menyebut-nyebut aroma harum baginda. Suatu ketika darah baginda mengucur, lalu Abdullah bin Zubair menelannya. Baginda tidak keberatan dengan apa yang telah dilakukannya, namun baginda bersabda, "Kamu akan diuji orang-orang dan orang-orang akan diuji olehmu." Suatu hari, Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, menaruh mangkuk kayu di bawah tempat tidur
  48. 48. 48 baginda, dan memakainya untuk buang air kecil di malam hari. Pagi harinya, baginda melihat tidak ada air seni didalam mangkuk. Maka baginda bertanya pada Ummu Aiman (para ulama' berbeda pendapat apakah Ummu Aiman pembantu baginda ataukah tidak). Lantas Ummu Aiman menjawab, "Setelah bangun tidur, saya merasa haus, jadi saya meminumnya, saya tidak tahu kalau itu air seni." Hendaknya dimengerti, orang biasa minum air maka membersihkan tubuh mereka, sehingga zat buangan mereka pun kotor. Namun untuk Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, zat cair buangan tubuhnya adalah bersih, karena kesucian tubuhnya, sehingga apapun yang berasal dari tubuhnya adalah suci serta penuh dengan berkah. Oleh karena itulah, zat cair buangan tubuh baginda terasa manis, dan orang yang meminumnya tidak merasakan seperti rasa air seni pada umumnya. Dalam beberapa kesempatan, baginda bersabda kepada para Sahabatnya, "Allah telah memberiku makan dan minum." Makanan tersebut benar-benar suci dan penuh berkah, maka menyebabkan darah dan air seni menjadi suci, dan keringat baginda pun menjadi seperti kasturi." Ibnu Abbas mengatakan bahwa ketika baginda sedang tidur, terdengar olehnya suara tarikan napas yang dalam, kemudian baginda bangun lalu shalat dan tidak berwudhu. Ikrima berkomentar, "Ini karena baginda dilindungi oleh Allah." (Sisipan Syeikh Darwish: Ketika tidur, mata baginda terpejam, tetapi hati dan batin baginda tidak dalam keadaan tidur yakni tetap terjaga, karena itulah baginda berwudhu hanya ketika dibutuhkan. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Mataku tidur tetapi hatiku tidak.")
  49. 49. 49 Kecerdasan, kefasihan dan kecerdikan Nabi Muhammad Pujian dan kesejahteraan atasnya Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, telah dianugerahi otak yang paling cerdas oleh Allah, juga kecerdikan, ketajaman panca indera, dan kefasihan dalam berbicara. Selain itu, baginda dianugerahi gerak-gerik yang menawan dan daya pikir yang mengagumkan. Tidak ada keraguan bahwa kelebihan baginda ini tidak ada yang mampu menandinginya. Keunggulan kecerdasan baginda serta pemahaman yang mendalam menjadi terbukti ketika mengamati cara baginda mengatur umatnya, menyangkut urusan dalam negeri maupun urusan luar negeri - tak pandang bulu apakah urusan orang biasa ataupun orang berpangkat. Kemampuan baginda benar-benar mengagumkan, dan perilaku baginda merupakan teladan bagi siapapun. Pengetahuan yang mendalam mengalir dalam diri baginda, tanpa pengajaran, pengalaman, dan tanpa membaca kitab- kitab terdahulu. Baginda menempuh suatu cara yang telah diarahkan kepada baginda guna melaksanakan dan menegakkan Hukum Allah. Tercatat dalam kitab Muwatto' bahwa Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Sungguh aku dapat melihatmu ketika berada di belakang punggungku." Hal yang sama diriwayatkan sahabat Anas dalam Sahih Bukhari Muslim. Bunda Siti Aisyah, semoga Allah meridhainya, melaporkan sesuatu yang serupa dengan menambahkan dalam penuturannya, "Itu merupakan tambahan keistimewaan
  50. 50. 50 yang Allah berikan sebagai hujjah (penguat) bagi baginda." Ada yang meriwayatkan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Sungguh aku benar-benar melihat siapa yang dibelakangku sebagaimana aku melihat pada siapa yang diantara kedua tanganku (didepanku)." Terdapat banyak kutipan kenabian (yakni hadits) sahih yang meriwayatkan tentang kemampuan baginda melihat para malaikat. Demikian pula kemampuan baginda melihat setan. Meskipun berada jauh dari Yerusalem, baginda mampu melihat kota tersebut dan menjabarkannya pada orang- orang Quraisy. Pada zaman Jahiliyyah (kebodohan), ada seorang lelaki bernama Abu Rukanah yang paling terkenal kekuatannya, bergelut tiga kali dengan Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dan Abu Rukanah selalu kalah, lalu baginda mengajaknya masuk Islam. Perihal cara berjalan baginda, Abu Hurairah berkata, "Aku tidak melihat seorangpun yang lebih cepat daripada Rasulullah, pujian dan kesejahteraan atasnya, dalam berjalan. Seolah-olah bumi digulung untuk baginda, sungguh kami kepayahan, namun sama sekali tak ada tanda-tanda kelelahan pada diri baginda." Saat berjalan, baginda seolah-olah sedang menuruni lereng. Tertawa baginda adalah dengan tersenyum lebar. Baginda menoleh pada seseorang dengan menghadapkan seluruh tubuh baginda secara langsung dan baginda seolah-olah sedang menuruni lereng saat berjalan Kefasihan Nabi Muhammad Banyak sekali penjelasan yang mengungkap penguasaan baginda dalam berbahasa Arab, serta kefasihan lisan dan kelancaran dalam berkata-kata.
  51. 51. 51 Perkataan baginda ringkas namun mempunyai makna. Baginda sangat cekatan dalam berdiskusi dan mampu mengutarakan segala sesuatu secara jelas. Pidato baginda mengalir secara rapi, penuh arti dan tidak dibuat-buat. Ucapan baginda mengandung hikmah dan pengetahuan. Baginda pandai dalam semua ragam dialok bahasa Arab, serta mampu berkomunikasi dengan setiap komunitas masyarakat memakai bahasa klasik mereka. Ketika orang-orang Arab dari berbagai suku bercakap- cakap dengan baginda, baginda menjawab menggunakan ungkapan keseharian mereka, sehingga terkadang para Sahabat tidak memahami apa yang diucapkan baginda, jadi para Sahabat meminta baginda supaya menjelaskannya. Hal ini telah dibuktikan oleh siapapun yang mempelajari ilmu kutipan kenabian (hadis) dan sejarah hidup baginda. Cara bicara baginda dengan orang-orang Quraisy Mekah dan kaum Ansor Madinah, atau penduduk Hijaz dan Najd, berbeda dengan cara bicara baginda dengan Dzul Misy'ar, Hamdani, Tohfah An-Nahdi, Qoton bin Haritsa Al-Ulaimi, Asy'ats bin Qois, Wail bin Hujr Al-Kindi dan kepala suku- suku Hadramaut lainnya serta raja-raja Yaman. Baginda ahli dalam pemilihan kata-kata. Kefasihan pidato baginda yang tak tertandingi, tampak dalam contoh berikut: "Orang Islam sebanding darah mereka, yang paling rendah pun dapat mewakili mereka, dan mereka bersatu padu menghadapi selain mereka." "Seseorang itu bersama siapa yang dia cintai (di Surga)" "Manusia bagaikan barang tambang. Yang terbaik darimu di 'Zaman Jahiliyyah' adalah yang terbaik darimu dalam Islam jika memahami Hukum Islam." "Tidaklah hancur seseorang yang mengetahui kadar nilai dirinya."
  52. 52. 52 "Masuk Islam lah, engkau akan selamat, Allah akan memberimu pahala dua kali." "Yang paling kucintai diantaramu dan paling dekat tempat duduknya denganku pada Hari Kiamat, adalah yang paling bagus akhlaknya, yang merendahkan hati, dan yang saling mengasihi." "Orang berwajah dua tidak memiliki status (kedudukan) disisi Allah." "Bergosip adalah dilarang, begitu pula terlalu banyak bertanya, menghambur-hamburkan harta, menolak secara berlebihan dan terlalu banyak menginginkan, durhaka kepada ibu dan mengubur bayi perempuan hidup-hidup." "Takutlah kepada Allah dimanapun engkau berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan maka akan menghapusnya (keburukan), dan perlakukan manusia berdasarkan akhlak yang bagus." "Cintailah orang yang kau sayangi sekadarnya barangkali dia akan menjadi orang yang membencimu suatu hari nanti." "Kezaliman itu kegelapan pada hari kiamat." Di antara doa yang diucapkan baginda adalah, "Ya Allah, saya memohon rahmat-Mu, yang dengannya membimbing hatiku, menghimpun dan mengoreksi segala urusanku, memperbaiki mereka yang tak hadir, meninggikan derajat mereka yang hadir, dan menyucikan amal sehingga saya benar-benar berada dalam bimbingan, serta mengembalikan keakraban dan membentengi dari segala kejahatan. Ya Allah, saya memohon kemenangan dalam takdir, tempat kediaman para syuhada, kehidupan bahagia dan penaklukan atas musuh." Masih terdapat banyak riwayat lainnya (lebih dari 12.000 pernyataan akurat) yang menyampaikan tentang
  53. 53. 53 kedudukan, perkataan, pidato, doa, percakapan dan hubungan sosial kemasyarakatan baginda. Tidak seorangpun yang menyangkal fakta bahwa baginda telah mencapai peringkat yang tiada bandingannya. Dan tiada pula yang dapat menyamai ketinggian derajat baginda. Diantara kalimat yang baginda ucapkan, "Tungku memanas (Pertempuran semakin sengit)." "Orang beriman tidak disengat dari lubang batu dua kali." "Orang beruntung siapa yang dinasehati dengan selainnya." Terdapat banyak perkataan-perkataan serupa, yang akan menemukan kekaguman ketika memperhatikannya, dan menarik pemikiran untuk kedalaman isinya. Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda kepada para sahabatnya, "Bagaimanapun, aku termasuk orang Quraisy, dan aku telah tumbuh di bani Sa'ad." Suku padang pasir Sa'ad sebagai warga pribumi asli terkenal dengan kemurnian bahasa Arabnya. Ditambah kondisi kebahasaan di Mekah yang tenar kefasihan serta keindahan kata-katanya. Semua kelompok ini bergabung dengan dukungan ilahi, mendampingi Wahyu yang tidak bisa ditiru siapapun. Kemuliaan nasab, tempat lahir, dan masa pertumbuhan Nabi Muhammad Tidak ada orang yang meragukan kehormatan garis keturunan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, kemuliaan tempat tinggal serta tempat dimana baginda tumbuh dan dibesarkan. Tidak membutuhkan pembuktian karena sangat jelas dan tidak samar. Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, berasal dari anak- anak Hasyim yang terbaik, dan dari suku Quraisy yang paling berpengaruh. Baginda adalah keturunan orang Arab yang paling mulia dan disegani, tidak hanya dari nasab
  54. 54. 54 ayah tetapi juga dari nasab ibu, serta termasuk penduduk Mekah, tanah termulia dalam Pandangan Allah, juga termulia dalam pandangan para penyembah Allah. Merujuk pada keberkatan kemuliaan baginda, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa baginda bersabda, "Aku diutus dari generasi terbaik anak turun Adam, turun temurun, hingga aku muncul di generasi yang aku menjadi bagian darinya." Abbas memberitahu bahwa baginda bersabda, "Sungguh Allah telah menciptakan semua makhluk, dan Dia menjadikan aku yang terbaik diantara mereka, dari keturunan yang terbaik. Kemudian Dia memilihkan suku bangsa, maka menjadikan aku dari suku bangsa terbaik, lalu memilihkan keluarga, maka menjadikan aku dari rumah tangga terbaik. Aku yang terbaik dari mereka secara pribadi dan dari rumah tangga yang terbaik." Mengenai garis keturunannya, baginda telah bersabda, "Sungguh Allah telah memilih Ismail dari anak turun Ibrahim, dan memilih bani Kinanah dari anak turun Ismail, dan memilih kaum Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari bani Hasyim." Hadis ini diriwayatkan Watsilah bin Asqo'. (Sisipan Syekh Darwish: Nabi Ibrahim mempunyai dua istri, Siti Sarah dan Siti Hajar. Nabi Muhammad adalah keturunan Nabi Ibrahim dari perkawinannya dengan Siti Hajar. Siti Hajar adalah anak perawan raja negeri Ain Syams di Mesir. Setelah kematian ayahnya, Siti Hajar tinggal di istana istri Firaun. Siti Hajar dikenal dengan kelembutan dan sifat yang mulia. Siti Sarah telah dilindungi Allah dari niat jahat raja fir’aun Mesir, yang kemudian menyadari Siti Sarah adalah
  55. 55. 55 seorang wanita yang mulia serta berpikir bahwa Hajar akan menjadi teman yang sempurna untuk Sarah. Karena itulah, si perawan Hajar akhirnya tinggal sebagai pendamping Sarah dalam rumah tangga Ibrahim. Siti Hajar seorang wanita manis berhati mulia dan beliau menyayangi Siti Sarah. Persahabatan sangat istimewa terjalin diantara mereka.) Kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad Pujian dan kesejahteraan atasnya Tingkat keutamaan dalam kebutuhan harian seseorang dapat dikategorikan dalam tiga macam: 1. Utama dalam jumlah yang sedikit 2. Utama dalam jumlah yang besar 3. Bervariasi sesuai dengan situasi Dalam ajaran Islam maupun dalam kehidupan bermasyarakat, bagaimanapun keadaannya, bila merasa puas dengan yang sedikit, maka kebutuhan pokok sehari- sehari seperti makan, minum, dsb, akan dianggap sebagai hal yang layak dipuji dan merupakan kesempurnaan yang lebih besar. Tidak hanya orang-orang arab, orang-orang bijak pun memuji dengan sedikit tersebut, dan mengkritik jika berlebihan. Memanjakan diri dengan banyak makan dan minum, merupakan tanda keserakahan, ketamakan, rakus serta menuruti hawa nafsu. Berlebih-lebihan dalam hal tersebut tidak hanya merugikan didunia tetapi juga di akhirat. Mengakibatkan penyakit hati dan jasmani serta kebekuan pikiran. Ketika seseorang merasa puas dengan yang sedikit, itulah pertanda kesenangan sejati dan pengendalian diri. Hal yang sama juga berlaku untuk tidur berlebihan. Tidur berlebihan ialah pertanda kelemahan yang bisa mengurangi
  56. 56. 56 kecerdasan dan kepandaian, serta berujung pada kemalasan, kegagalan, tersia-sianya kehidupan dalam kegiatan tak berguna, dan menyebabkan keras hati, kelalaian, serta kematian hati seseorang. Buktinya banyak ditemukan didalam beragam perkataan yang ditularkan orang-orang bijak dan bangsa-bangsa zaman dahulu, yang kemudian menjadi bahan rujukan dalam cerita dan puisi orang Arab. Bukti juga ditemukan didalam hadis sahih, dan perkataan para Sahabat Nabi, Tabi’in, dan Tabi’tabi’in (tiga generasi pertama Islam), yang sudah sering dikutip didalam berbagai buku. Bukti- bukti semacam itu tidak disebutkan secara penuh karena siapapun telah mengetahuinya, dan disini akan diuraikan secara ringkas. Baginda selalu merasa puas dengan yang sedikit dan mendorong para pengikutnya supaya juga puas dengan yang sedikit. Miqdam bin Ma'dikarib melaporkan bahwa Nabi bersabda, "Anak cucu Adam tidak memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Seyogyanya anak Adam makan yang sekiranya cukup untuk menegakkan tulang punggungnya. Bila harus lebih, maka sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk napas." Akibat dari konsumsi makan dan minum berlebihan adalah tidur berlebihan. Generasi awal Muslim lainnya menyarankan, "Jangan banyak makan sehingga banyak minum, banyak tidur, dan mengalami banyak kerugian." Sahabat Anas bercerita tentang makanan kesukaan Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, "Baginda lebih menyukai makanan yang ada banyak tangan diatasnya." Bunda Siti Aisyah, istri baginda, semoga Allah
  57. 57. 57 meridhainya, menggambarkan kebiasaan baginda seraya berkata, "Baginda tidak pernah mengisi rongga perut baginda hingga kenyang." Suatu ketika terdengar baginda bertanya, "Bukankah aku melihat sebuah kuali dengan daging di dalamnya?" wajar baginda menanyakan hal ini, karena ada kesan orang-orang dalam rumah tangga baginda mengira daging itu tidak sepatutnya untuk baginda. (Sisipan syeikh Darwish: Karena yang diberikan kepada pembantu baginda adalah sedekah." Baginda menjelaskan hal tersebut seraya berkata, "Itu adalah sedekah baginya, dan menjadi sebuah hadiah (darinya) bagi kami.") Baginda memberitahu para Sahabatnya, "Aku tidak makan sambil bersandar disatu sisi." Baginda makan dengan menegakkan badannya, tidak dengan posisi bersandar sebagaimana sikap orang sakit yang lemah badannya ketika makan. Makan sambil duduk dengan posisi bersandar semacam itu akan menyebabkan seseorang makan lebih banyak makanan. Cara duduk baginda ketika makan adalah duduk posisi berjongkok, seolah-olah baginda akan bangun berdiri, sebagaimana kebiasaan orang Arab saat itu. Baginda bersabda, "Sesungguhnya aku seorang hamba, aku makan sebagaimana seorang hamba makan, dan duduk sebagaimana seorang hamba duduk." Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, hanya sedikit tidur. Terdapat banyak laporan mengenai hal ini. Baginda bersabda, "Kedua mataku tidur sedang hatiku tidak tidur." Baginda tidur di sisi kanan, ini menunjukkan tidur yang sedikit dan tidak pulas ketika tidur. Tidur disisi kiri lebih mudah untuk jantung, dan lagi organ-organ tubuh lebih condong ke sisi kiri.
  58. 58. 58 Ketika seseorang tidur di sisi kanan, ada kecenderungan bangun lebih cepat, dan tidak mengalami tidur yang nyenyak. Pernikahan dan kehidupan keluarga Nabi Muhammad Pujian dan kesejahteraan atasnya Kategori kebutuhan kedua adalah sesuatu yang sangat baik dalam jumlah besar. Termasuk dalam kategori ini adalah hal-hal seperti pernikahan dan pengaruh. Hukum Islam dan hukum adat telah bersepakat bahwa pernikahan adalah suatu keharusan. Pernikahan adalah bukti kesempurnaan dan kejantanan seseorang, yang dapat juga dijadikan alasan untuk membanggakan diri. Pernikahan sangat dipuji dalam hukum serta dianjurkan dalam risalah kenabian. Ibnu Abbas berkata, "Yang terbaik dari umat ini adalah yang terbanyak istrinya." Ucapan Ibnu Abbas ini merujuk pada baginda. Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Menikahlah kalian dan berkembang biaklah, aku ingin membanggakanmu diatas umat-umat yang lain." (Sisipan Syeikh Darwish: Anda mungkin penasaran mengapa Nabi Muhammad berharap memiliki umat yang lebih banyak jumlahnya. Yaitu agar lebih banyak orang yang menyembah dan memuji Allah sendirian. Baginda yang memegang peranan penting dalam membimbing umat, kelak akan memiliki lebih banyak orang yang menyembah dan memuji Allah sendirian. Di Malam Isro' Mi'roj, nabi Musa menangis karena umatnya yang menyembah dan memuji Allah sendirian lebih sedikit jumlahnya daripada umat Nabi Muhammad) Baginda melarang membujang karena pernikahan
  59. 59. 59 melindungi nafsu dari kesesatan. Baginda bersabda, "Barangsiapa yang telah mampu, maka menikahlah, sungguh hal itu menundukkan pandangan dan membentengi kemaluan." Karena alasan inilah, para ulama Islam mengatakan, bahwa pernikahan bukanlah hal yang akan mengurangi keutamaan menjauhi dunia atau zuhud. Bagi para Sahabat, memiliki banyak istri termasuk menjauhi dunia (berzuhud). Sehingga mereka umumnya mempunyai banyak istri dan budak. Mereka tidak suka jika bertemu Allah dalam keadaan membujang (belum pernah menikah). Ada yang mengajukan pertanyaan, "Bagaimana pernikahan bisa bernilai utama, sedangkan Allah telah memuji nabi Yahya, putra nabi Zakaria, yang tidak pernah menikah? Mengapa nabi Yahya dipuji sedangkan beliau tidak melakukan sesuatu yang dianggap sebagai keutamaan. Selain itu, nabi Isa putra Maryam juga membujang. Allah memuji nabi Yahya yang membujang, tidak berarti beliau seorang yang lemah dan tidak jantan. Pernyataan bernada menghina tersebut telah ditolak oleh para ulama', dengan alasan bahwa dalam pernyataan itu tersirat adanya kekurangan dan aib, sedangkan hal itu adalah mustahil bagi para nabi Allah. Ini berarti nabi Yahya (dalam keadaan membujangnya) terlindung dari segala perbuatan dosa, seakan-akan beliau tidak dapat melakukan perbuatan dosa, berarti juga beliau terlepas dari semua keinginan jasmani dan syahwat terhadap wanita. Pernikahan adalah perkara yang terpuji, dan suatu ketidaksempurnaan jika mampu menikah namun tidak melakukannya. Ketidakmampuan menikah bisa jadi akan mengurangi keutamaan berjuang melawan hawa nafsu
  60. 60. 60 (bermujahadah). Nabi Isa adalah orang yang sempurna dalam berjuang melawan hawa nafsunya. Dalam kasus Nabi Yahya, beliau telah diberi kecukupan oleh Allah. Terlalu sering menikah dapat mengalihkan perhatian seseorang dari mengingat Allah dan melekatkan diri pada dunia. Orang-orang yang menikah dan memenuhi kewajiban pernikahan tanpa melalaikan mereka dari mengingat Allah, mereka pun mencapai derajat yang tinggi. Derajat tinggi ini ditemukan dalam diri Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, yang mempunyai banyak istri, tetapi tidak pernah terganggu ibadahnya kepada Allah. Sebaliknya, ibadah baginda malah semakin meningkat, karena baginda melindungi istri-istrinya, menunaikan hak- hak mereka, menafkahi mereka, serta membimbing mereka dalam beribadah kepada Allah. Baginda telah bersabda bahwa hal-hal tersebut, tidak termasuk kehidupan duniawi baginya, namun bagi manusia lainnya, hal tersebut adalah bagian dari kehidupan duniawi. Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Dicintakan kepadaku di duniamu ini wanita dan wangi-wangian, dan dijadikan kesejukan mataku didalam shalat." Ini pertanda mencintai perempuan dan parfum adalah termasuk urusan duniawi bagi manusia lain, namun bagi baginda adalah termasuk urusan akhirat, karena baginda berhasrat memakai wangi-wangian ketika bertemu para malaikat. Kecintaan besar yang sebenarnya bagi baginda yaitu ketika menyaksikan alam malaikat. Juga percakapan akrab baginda dengan Penguasanya. Itulah sebabnya, baginda membuat perbedaan antara dua kecintaan. Baginda telah memisahkan dua keadaan dalam sabda baginda diatas.
  61. 61. 61 Nabi Yahya dan nabi Isa berada pada derajat yang sama dalam ujian perempuan. Tambahan keutamaan pernikahan yaitu kepuasan bisa memuaskan kebutuhan seorang istri. Baginda telah diberi limpahan kemampuan untuk memuaskan para istrinya. Karenanya, baginda diperbolehkan memiliki lebih banyak istri daripada laki-laki lainnya. Sahabat Anas berkata, "Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, mengunjungi istri-istrinya dalam satu jam, siang atau malam hari, dan mereka sebanyak sebelas orang." Anas dan rekan-rekannya menyimpulkan, baginda telah diberi kekuatan tiga puluh orang. Abu Rofi' juga mengatakan hal yang sama. Nabi Sulaiman berkata, "Sungguh aku mengelilingi dalam semalam, seratus atau sembilan puluh sembilan istri." Dari sini dapat dipahami, nabi Sulaiman juga memiliki kekuatan diatas rata-rata, sehingga mampu melayani para istrinya meski sangat banyak jumlahnya. Nabi Daud adalah seorang yang zuhud (menjauhi dunia), dia makan dari kerja tangannya sendiri, dan dia juga memiliki sembilan puluh sembilan istri. Hal ini terdapat dalam kitab Allah, Anas meriwayatkan bahwa Nabi, pujian dan kesejahteraan atasnya, bersabda, "Aku lebih utama dari orang-orang dalam empat hal; kemurahan hati, keberanian, keintiman (dengan istri-istrinya) dan ketegasan dalam menghukum (untuk keridhaan Allah semata)." (Sisipan Syeikh Darwish: Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, diutus dalam suatu masa dimana pada masa tersebut, memiliki empat puluh istri merupakan hal yang biasa. Hukum Islam mengurangi jumlah istri yang bisa dinikahi seorang laki-laki, yaitu maksimum empat
  62. 62. 62 istri, dengan persyaratan, ketika menikah lebih dari satu, wajib berlaku adil pada masing-masing istrinya, dan jika tidak mampu berbuat adil, seorang pria hendaknya hanya menikahi satu istri. Saat ini 99,99% perkawinan adalah monogami, sedangkan orang-orang Barat selama beberapa dekade terlibat dalam kencan, perselingkuhan dan seks bebas. Betapa menyedihkan, gaya hidup semacam itu ternyata telah diekspor ke internet untuk kalangan pemuda Muslim.) Orang-orang cerdas biasanya memuji orang sesuai dengan pengaruhnya, dan lubuk hati mereka menghargai seseorang berdasarkan besarnya pengaruh mereka. Di sisi lain, pengaruh juga menjadi penyebab banyak kemalangan, dan bagi sebagian manusia bisa membahayakan urusan akhiratnya. Karena alasan inilah, ada orang-orang yang mencela pengaruh dan memuji jika tidak mempunyai pengaruh. Hukum Islam lebih memuji orang yang tak mempunyai kedudukan daripada yang punya dan mencela orang-orang yang membanggakan diri di muka bumi. Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, adalah pribadi yang penuh kesederhanaan. Cinta kepada baginda telah menembus jantung hati para Sahabat, serta meresap kedalam hati orang-orang lainnya, baik sebelum baginda menjadi nabi maupun sesudahnya, sekalipun dilubuk hati orang-orang yang mendustakan dan menyakiti baginda sekalipun dan kroni-kroni mereka serta siapapun yang mencoba membahayakan baginda secara sembunyi- sembunyi. Ketika baginda bertemu mereka, mereka menghormatinya, dan jika baginda meminta sesuatu, mereka memberikan permintaan baginda. Hadis yang
  63. 63. 63 berkaitan dengan fakta ini sudah diketahui umum. Orang yang belum pernah melihat Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya, akan tercengang dan terperanjat ketika pertama kali melihatnya. Hal serupa dilaporkan oleh Qaila, yang berkata bahwa ia mulai gemetar ketakutan ketika pertama kali melihat baginda, namun baginda segera menenangkannya dan secara lembut berkata, "Wahai wanita malang, kamu harus tenang." Abi Mas'ud melaporkan, ada seorang laki-laki datang menghadap Nabi Muhammad, pujian dan kesejahteraan atasnya. Ia mulai gemetaran dan baginda langsung membuatnya tenang serta berkata, "Tenanglah, sungguh aku bukanlah seorang raja." Keberadaan Nabi Muhammad sebagai seorang nabi sungguh tak ternilai harganya, begitu pula kemuliaan kedudukan baginda yang menjadi seorang Utusan Allah. Semakin bertingkat-tingkat pangkat baginda dengan terpilih sebagai manusia terbaik dalam pandangan Allah, serta mendapat kemuliaan di dunia, sedang di akhirat menjadi junjungan semua anak turun nabi Adam. SAHIH SHIFA KESEMBUHAN Seri ke-4 KESEMPURNAAN FISIK DAN PERILAKU SERTA KEBERKATAN NABI MUHAMMAD
  64. 64. 64 Karya Hakim Agung Abulfadl Iyad wafat tahun 1123M / 544H Periwayat Hadis Muhaddis Agung Hafiz Abdullah Bin Siddiq Perevisi Muhaddis Abdullah Talidi Adaptasi oleh Abdi Hadis Syekh Ahmad Darwish (Arab) Anne Khadeijah (Inggris) Siti Nadriyah (Indonesia) Copyright © 1984-2013 Allah.com Muhammad.com. Hak Cipta dilindungi. Kebijakan Nabi Muhammad dalam berurusan dengan harta kekayaan Kategori ketiga adalah yang bervariasi sesuai dengan situasi. Kebaikan dan keunggulannya berubah-ubah sesuai dengan keadaan, termasuk juga memiliki banyak kekayaan. Orang yang berharta sering kali dipandang terhormat oleh orang-orang awam. Mereka mengira ia dapat memuaskan segala macam kebutuhan dan keinginan melalui kekayaannya itu. Padahal ini sebenarnya bukanlah suatu kebajikan. Ketika seseorang memiliki kekayaan, dan menghabiskannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, serta menggunakannya untuk membantu orang-orang yang
  65. 65. 65 membutuhkan, maka pembelanjaan harta kekayaan tersebut membuatnya meraih kemuliaan, keutamaan dan patut untuk dipuji, hati manusia pun akan memandangnya sebagai kebaikan. Dengan begitu maka menjadi suatu kebajikan untuknya di mata orang-orang dunia. Ketika seseorang menggunakan kekayaannya untuk urusan yang bermanfaat dalam agama, dan menghabiskan dalam amal guna mencari keridhaan Allah, dan untuk amal akhirat, maka menjadi sebuah kebajikan di mata setiap orang. Adapun orang yang memilih untuk menahan kekayaannya, tidak peduli apakah itu sedikit atau banyak, menyalahgunakannya dan selalu ingin mendapatkan lebih banyak, maka hartanya telah menjadi penyebab aib, dan menjadi tak berharga, serta tak ada nilai kebajikannya. Ketika itu terjadi, kekayaan tidak membawa seseorang ke tingkat keselamatan, melainkan justru sebaliknya, menjadi sebuah keburukan dan akan melemparkan ke jurang kekikiran dan kehinaan. Kekayaan dapat pula menjadi kebajikan yang patut dipuji. Tidak terletak pada berapa jumlahnya, melainkan terletak pada penggunaan yang tepat. Jika seseorang telah mengumpulkan banyak kekayaan, tetapi memanfaatkannya secara tidak benar, maka tidak patut disebut sebagai orang kaya, karenanya tidak sepantasnya memuji-muji orang tersebut. Para ulama menganggapnya sebagai orang melarat, dan tidak akan mampu menggapai harapan dan tujuan-tujuan hidupnya, karena tidak mampu mengendalikannya. Ia seperti petugas yang bertanggung jawab atas kekayaan milik orang lain, tapi ia sendiri tidak memiliki kekayaan, seolah-olah tidak memiliki apapun. Mari melihat dari dekat cara Nabi Muhammad, pujian dan
  66. 66. 66 kesejahteraan atasnya, berhubungan dengan kekayaan. Ketika seseorang membaca kisah hidup baginda, terlihat bahwa baginda diberi harta karun dunia dan kunci perbendaharaan bumi. Sebelum zaman baginda, harta rampasan perang telah diharamkan untuk para nabi mulia dan umat-umat mereka, namun Allah menghalalkan untuk Nabi Muhammad dan umatnya. Nabi Muhammad telah membuka Hijaz, Yaman, seluruh Arab serta daerah perbatasan Syria dan Irak. Baginda mengambil seperlima dari harta rampasan perang, zakat, serta pajak yang ditarik dari nonmuslim, dan raja- raja juga memberi baginda hadiah. Namun baginda tidak menyimpan kekayaan bagi dirinya sendiri, juga tidak menyimpan meski hanya satu koin untuk dirinya sendiri, baginda menghabiskan semuanya di jalan Allah. Baginda sangat murah hati dan telah memakmurkan masyarakat serta memperkuat umat Islam melalui pemanfaatan harta tersebut. Baginda bersabda, "Aku merasa tidak senang jika ada dinar emas tersisa bersamaku semalaman, kecuali satu dinar yang kusisihkan untuk membayar hutang." Mengenai hal-hal seperti pakaian, perumahan dan kesejahteraan, baginda sudah merasa puas dengan hanya sekedar yang diperlukan saja, dan tidak pernah meminta lebih. Baginda mengenakan pakaian apa saja yang ada, baik itu jubah, pakaian kasar, atau pakaian luar yang tebal. Ketika ada yang mengirimi jubah dari kain brokat atau kain bordiran, baginda bersedia memberikannya kepada siapapun yang ada di dekat baginda atau mengirimkannya kepada orang lain, karena bangga dan berhias bukanlah sifat orang-orang mulia dan terhormat yang dekat dengan Allah, akan tetapi termasuk diantara sifat-sifat perempuan.
  67. 67. 67 Pakaian paling terpuji adalah yang bersih dan berkualitas sedang. Ketika seseorang memakai pakaian semacam itu, tidak akan mengurangi reputasinya, juga tidak menarik perhatian orang-orang, serta tidak dipermasalahkan dalam Hukum Islam. Penyebab utama orang suka bergaya adalah karena memamerkan kelebihan pakaian dan kekayaan mereka. Demikian pula bangga dengan kemewahan, atau mempunyai rumah yang megah, atau memiliki banyak perabotan, pelayan dan hewan ternak. Namun, jika seseorang memiliki tanah, menanam dan memanennya, kemudian membatasi konsumsinya, serta membagi-bagikan keuntungannya kepada mereka yang membutuhkan, sebagai ungkapan rasa syukurnya kepada Sang Pencipta, maka orang itu telah memperoleh keutamaan dari harta miliknya. Sungguh terpuji perilaku berpaling dari kekayaan, begitu pula puas dengan yang sedikit, meskipun tidak ada yang tersisa setelah menghabiskan dengan cara yang benar. Akhlak terpuji Nabi Muhammad Pujian dan kesejahteraan atasnya Beberapa sifat terpuji dan perilaku mulia bisa diperoleh dengan berusaha keras. Para ulama bersepakat bahwa orang yang memilikinya tentu berbudi luhur, meski hanya sedikit sifat dan perilaku terpuji yang dimilikinya akan menjadikannya sebagai orang yang layak dihormati. Hukum Islam memuji orang-orang tersebut, dan memerintah mereka tetap berperilaku terpuji serta menjanjikan mereka pahala dan kebahagiaan yang terus menerus. Beberapa sifat-sifat ini, digambarkan sebagai bagian dari sifat-sifat kenabian, namun umumnya dikenal

×