SlideShare a Scribd company logo
1 of 14
Penggunaan Media Pembelajaran Melalui Simulasi Kelas
Di susun
Oleh :
Kelompok 7
Nama anggota :
HUSNIAH (1302090128)
SUSI NADEA (13020901 )
USWATUN HASANAH (13020901 )
NISA KASMINOOR (13020901 )
RISKI ( )
AZZHARI ( )
Dosen pembimbing : Dra.H Hambali, M.Pd
PROGRAM STUDI PGSD FAKULTAS FKIP
UNIVERSITAS ALMUSLIM MATANGGLUMPANGDUA
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT ,bahwa penulis
telah menyelesaiakan tugas mata kuliah sumber dan media pembelajaran dengan
membahas materi penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas.
Dalam penyusunan dan penulisan tugas atau makalah ini,tidak sedikit
hambatan yang penulis hadapi.Sehingga dalam penulisan makalah ini penulis
merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik dalam penulisan maupun
materi,mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis.Untuk itu kritik dan
saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi menyempurnakan makalah
ini.
Dalam pembuatan makalah ini penulis juga menyampaikan ucapan
terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu dalam
memberikan informasi tentang materi yang terkait. Semoga materi ini dapat
bermanfaat bagi yang membutuhkan dan menjadi motifasi,khususnya bagi
penulis.
Matangglumpangdua, Desember 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................... i
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................ 2
1.3 Tujuan ......................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian simulasi .................................................................................... 3
2.2 Tujuan penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas............... 3
2.3 Manfaat penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas............. 4
2.4 Prinsip-prinsip model simulasi dalam belajar............................................. 5
2.5 Bentuk-bentuk simulasi.............................................................................. 5
2.6 Langkah-langkah penggunaan metode simulasi......................................... 6
2.7 Peranan guru dalam simulasi...................................................................... 7
2.8 Hakikat belajar melalui media simulasi...................................................... 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 10
3.2 Saran ......................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
`Filosofi belajar melalui media simulasi ini bertujuan untuk dan demi
meningkatkan motivasi (keinginan) anak (peserta didik) untuk belajar. Dengan
belajar melalui media simulasi, anak lebih memahami dan mengerti apa yang
dipelajarinya, karena anak ikut langsung dalam proses pembelajarannya, dan itu
akan membuat anak menyukai pembelajaran yang dilakukannnya tersebut, dengan
kata lain pembelajaran anak (peserta didik) itu bermakna bagi dirinya. Hal
tersebut dikarenakan bukan hanya ranah kognitif saja yang dikuasai oleh anak
(peseta didik), namun ranah afektif dan psikomotorik juga dapat dikuasai oleh
anak (peserta didik). Oleh sebab itu, belajar melalui media simulasi ini amat
sesuai dengan kebutuhan belajar anak (peserta didik).
Simulasi menjadi penting seiring dengan perubahan pandangan
pendidikan, dari proses pengalihan isi pengetahuan kearah proses pengaplikasian
teori ke dalam realita pengalaman kehidupan. Lebih lanjut, pengenalan teknik
simulasi lebih merupakan kegiatan untuk membantu siswa (peserta didik) dalam
mengembangkan keterampilan menemukan dan memecahan masalah. Sehingga
pada giliranya melalui simulasi, dapat meningkatkan efektivitas keterampilan
siswa dalam menemukan dan memecahkan masalah untuk saat yang akan datang.
Teknik simulasi dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa, akan
menjadi bagian dari suasana pendidikan.
Dalam kegiatan pembelajaran guru harus mampu menciptakan proses
pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk
memecahkan masalah tersebut adalah dengan mengubah pola pembelajaran
akuntansi yang bersifat konvensional menjadi pembelajaran yang lebih variatif.
Salah satu metode yang bisa digunakan adalah simulasi. Selain perubahan dalam
metode pembelajaran, diperlukan juga suatu media yang dapat meningkatkan
motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran salah satunya yaitu media CD
Interaktif dengan metode simulasi yang mengharapkan kegiatan pembelajaran
akan lebih menyenangkan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara menggunakan media pembelajaran melalui simulasi kelas ?
2. Bagaimana prinsip-prinsip menggunakan media pembelajaran melalui simulasi
kelas ?
3. Bagaimana peran guru dalam menggunakan media pembelajaran melalui
simulasi kelas ?
1.3 Tujuan
1. Untuk memngetahui bagaimana menggunakan media pembelajaran melalui
simulasi kelas.
2. Untuk memngetahui prinsip-prinsip menggunakan media pembelajaran melalui
simulasi kelas.
3. Untuk mengetahui peran guru dalam melakukan media pembelajaran melalui
simulasi kelas.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Simulasi
Simulasi berasal dari kata “Simulate” artinya pura-pura atau berbuat
seolah-olah. Simulation juga berarti tiruan atau perbuatan yang pura-pura saja.
Simulasi sebagai metode penyajian adalah suatu usaha untuk memperoleh
pemahaman akan hakikat suatu prinsip atau keterampilan tertentu melalui proses
kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan (tidak sesungguhnya). Dengan simulasi
memungkinkan siswa mampu menghadapi kenyataan yang sesungguhnya atau
mempunyai kecakapan bersikap dan bertindak sesuai dengan situasi sebenarnya.
Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta
keadaan sekelilingnya (state of affairs). Aksi melakukan simulasi ini secara umum
menggambarkan sifat-sifat karakteristik kunci dari kelakuan sistem fisik atau
sistem yang abstrak tertentu. Alasan pemilihan metode simulasi, untuk
memudahkan siswa dan guru “mengalami” pola atau model kehidupan dan nilai
praktis dari suatu pokok masalah tanpa langsung kedalam suasa alamiah (yang
sebenarnya).
2.2 Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran Melalui Simulasi Kelas
Adapun tujuan penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas yaitu :
1. Melatih keterampilan tertentu, baik yang bersifat keahlian (profesional)
maupun keterampilan dalam hidup sehari-hari.
2. Memperoleh pemahaman tentang suatu pengertian (konsep) atau prinsip.
3. Latihan memecahkan masalah
2.3 Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran Melalui Simulasi Kelas
Adapun manfaat penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas yaitu :
1. Meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan melibatkan diri dalam
mempelajari situasi yang hampir serupa dengan kejadian yang sebenarnya.
2. Memberikan motivasi untuk bekerja sama dalam kelompok.
3. Melatih siswa untuk bekerja sama dalam kelompok.
4. Menimbulkan dan memupuk daya imaginasi siswa.
5. Melatih siswa untuk memahami dan menghargai pendapat, peran orang lain.
Agar penggunaan metode simulasi mencapai tujuan dan manfaat yang
diinginkan, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Tiap siswa atau kelompok siswa mendapat kesempatan yang sama untuk
melakukan simulasi.
2. Tiap siswa terlibat langsung dalam peranannya masing-masing.
3. Simulasi dimaksudkan untuk latihan keterampilan agar dapat menghadapi
kenyataan dengan baik oleh sebab itu, disiapkan petunjuk simulasi dapat
secara terperinci atau secara garis besar.
4. Dalam simulasi diusahakan dapat digambarkan secara lengkap tentang situasi,
proses yang diperkirakan terjadi dalam kenyataan sesungguhnya.
2.4 Prinsip Penggunaan Model Simulasi Dalam Belajar
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru manakala menggunakan
simulasi untuk pembelajaran, diantaranya :
1. Simulasi dilakukan oleh kelompok siswa.
2. Tiap kelompok mendapat kesempatan melaksanakan simulasi yang sama atau
dapat juga berbeda.
3. Semua siswa harus terlibat langsung menurut peranan masing- masing.
Penentuan topik disesuaikan dengan tingkat kemampuan kelas, dibicarakan
oleh siswa dan guru.
4. Dalam simulasi seyogyanya dapat dicapai ketiga domain psikis.
5. Hendaknya yang diusahakan terintegrasinya beberapa ilmu. Petunjuk simulasi
hendaknya dibuat secara jelas dan mudah dipahami anak terutama bagi
pemegang peran.
6. Simulasi adalah latihan keterampilan motorik maupun sosial yang dapat
memberikan pengalaman belajar bagi siswa dalam menghadapi keadaan yang
sebenarnya.
7. Pelaksanaan simulasi perlu menggambarkan situasi yang lengkap, proses yang
rinci dan urut yang sesuai dengan situasi yang sesungguhnya.
2.5 Bentuk-Bentuk Simulasi
Secara rinci, bentuk-bentuk simulasi , diantaranya :
1. Peer teaching
Peer teaching dapat dikategorikan sebagai simulasi mengingat peer
teaching adalah latihan mengajar yang dilakukan seorang mahasiswa dimana dia
bertindak seolah-olah sebagai guru dan teman sekelasnya seolah-olah sebagai
murid suatu sekolah tertentu. Peer teaching ini banyak dipraktekan siswa atau
mahasiswa di sekolah calon guru, untuk meningkatkan keterampilan mengajarnya,
sebelum mengajar siswa yang sebenarnya pada saat praktek.
2. Sosiodrama
Sosiodrama adalah salah satu bentuk simulasi, yakni suatu drama yang
bertujuan untuk menemukan alternatif pemecahan masalah-masalah sosial yang
timbul dalam hubungan antar anggota sosial. Masalah-masalah sosial yang cocok
untuk sosiodrama misalnya, masalah konflik antara anggota keluarga, konflik
antara buru dengan majikan, konflik antara masyarakat dengan pimpinannya, dan
sejenisnya. Bagi siswa, dengan metode simulasi utamanya melalui sosiodrama
dapat belajar menemukan alternatif pemecahan masalah sosial yang berkembang
dimasyarakat. Dengan disosiodramakan, siswa dapat mengimajinasikan masalah
sehingga terdorong untuk menemukan alternatif pemecahannya.
2.6 Langkah-langkah penggunaan metode simulasi
Langkah-langkah penggunaan metode simulasi :
1. Persiapan
2. Menentukan topik dan tujuan, dimana menentukan topik dan tujuan simulasi,
akan lebih baik bila dilakukan bersama siswa
3. Pelaksanaan simulasi
4. Merumuskan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
5. Merumuskan petunjuk simulasi, dimana guru menguraikan secara garis besar
situasi yang akan disimulasikan, menjelaskan peranan-peranan yang akan
disimulasikan.
6. Proses simulasi yang didalamnya terdapat pemilihan para pelaku atau
pemeran, setelah itu barulah pemberian kesempatan bertan
7. Evaluasi, sesuai dengan tujuan dan isi pokok bahasan, seyelah itu
dilakukanya latihan ulang.
Ada juga yang menyebutkan langkah-langkah penggunaan metode
simulasi menggunakan empat fase, diantaranya :
1. Fase orientasi, berisi penjelasan guru tentang topik dan memberikan gambaran
tentang simulasi.
2. Fase latihan, Guru menjelaskan skenario atau jalannya cerita, aturan main,
pemegang peran, prosedur keputusan yang harus diambil, dan tujuan,
membagi peran, dan memberikan kesempatan anak untuk berkordinasi dan
berlatih sesuai dengan peran masing-masing
3. Fase pelaksanaan simulasi. Siswa pemegang peran melaksanakan simulasi
sesuai dengan jalan cerita yang sudah ditentukan. Selama simulasi
berlangsung, guru berperan sebagai wasit dan pelatih. Secara periodik guru
dapat menghentikan permainan siswa dan memberikan koreksi atau balikan,
mengevaluasi penampilan pemegang peran dan mengklarifikasi kekeliruan
dalam memainkan peran.
4. Fase debriefing, berisi guru mengkonsentrasikan perhatian anak pada :
1) Persepsi dan reaksi anak terhadap peristiwa simulasi.
2) Menganalisis proses simulasi.
3) Membandingkan simulasi dengan realitas yang sebenarnya.
4) Menghubungkan aktivitas simulasi dengan bahan belajar.
5) Simulasi lanjutan
2.7 Peranan Guru Dalam Simulasi
Peranan guru dalam simulasi sangat penting mengingat tugas guru adalah
membangkitkan kesadaran anak tentang konsep dan prinsip yang disimulasikan.
Di samping itu, guru dalam pelaksanaan simulasi mempunyai fungsi manajerial.
Joyce dan Weil, mengidentifikasi empat peranan guru dalam model pembelajaran
melalui simulasi, yakni : explaining, refereeing, coaching, dan discussing.
1) Explaining. Siswa mampu melakukan peran-peran dalam simulasi, apabila
memiliki pemahaman yang cukup mengenai peran. Demikian pula jalan cerita
harus dipahami betul oleh pelaku atau pemegang peran. Pemahaman pelaku
terhadap peran yang dimainkan maupun jalannya cerita tidak terlepas dari
pentingnya peranan guru. Sebelum simulasi dimulai, guru perlu memberikan
gambaran tentang jalannya cerita. Selain itu, gambaran tokoh-tokoh cerita beserta
karakterisasinya. Gambaran yang disampaikan guru tersebut dimaksudkan untuk
memancing daya imajinasi anak, khususnya bagi pemegang peran agar mampu
menghayati peran masing-masing.
2) Refereeing. Simulasi digunakan untuk menyediakan pengalaman belajar yang
baik. Guru perlu mengontrol partisipasi siswa dalam bersimulasi agar simulasi
mampu memberikan pengalaman belajar yang baik tersebut. Sebelum simulasi
dilaksanakan, guru perlu menugaskan siswa memilih tim pemegang peran yang
sesuai dengan kemampuan anak untuk memegang peran-peran tersebut. Guru
perlu menghindari tugas yang sulit bagi anak dalam pemeranan.
3) Coaching. Guru bertindak sebagai pelatih saat diperlukan, memberikan
nasehat agar anak mampu bersimulasi secara betul. Sebagai pelatih, guru akan
mendukung dan menasehati tetapi tidak menggurui.
4) Discussing. Selama simulasi berlangsung, guru bertindak sebagai pemberi
penjelasan, wasit, dan pelatih. Sesudah simulasi berakhir, guru perlu membuka
diskusi berkaitan dengan signifikansi simulasi dengan kenyataan yang sebenarnya
dimasyarakat atau dilapangan. Guru perlu menanyakan kepada siswa utamanya
pemain tentang kesulitan dan pemahaman anak dalam bersimulasi, hubungan
simulasi dengan matapelajaran yang sedang diikuti.
2.8 Hakikat Belajar Melalui Media Simulasi
Hakikat belajar melalui media simulasi ini bertujuan untuk dan demi
meningkatkan motivasi (keinginan) anak (peserta didik) untuk belajar. Dengan
belajar melalui media simulasi, anak lebih memahami dan mengerti apa yang
dipelajarinya, karena anak ikut langsung dalam proses pembelajarannya, dan itu
akan membuat anak menyukai pembelajaran yang dilakukannnya tersebut, dengan
kata lain pembelajaran anak (peserta didik) itu bermakna bagi dirinya. Hal
tersebut dikarenakan bukan hanya ranah kognitif saja yang dikuasai oleh anak
(peseta didik), namun ranah afektif dan psikomotorik juga dapat dikuasai oleh
anak (peserta didik). Oleh sebab itu, belajar melalui media simulasi ini amat
sesuai dengan kebutuhan belajar anak (peserta didik).
Simulasi menjadi penting seiring dengan perubahan pandangan
pendidikan, dari proses pengalihan isi pengetahuan kearah proses pengaplikasian
teori ke dalam realita pengalaman kehidupan. Lebih lanjut, pengenalan teknik
simulasi lebih merupakan kegiatan untuk membantu siswa (peserta didik) dalam
mengembangkan keterampilan menemukan dan memecahan masalah. Sehingga
pada giliranya melalui simulasi, dapat meningkatkan efektivitas keterampilan
siswa dalam menemukan dan memecahkan masalah untuk saat yang akan datang.
Teknik simulasi dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa, akan
menjadi bagian dari suasana pendidikan.
BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan
1. Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan
sekelilingnya (state of affairs).
2. Peranan guru dalam simulasi sangat penting mengingat tugas guru adalah
membangkitkan kesadaran anak tentang konsep dan prinsip yang disimulasikan.
3. Hakikat belajar melalui media simulasi ini bertujuan untuk dan demi
meningkatkan motivasi (keinginan) anak (peserta didik) untuk belajar. Dengan
belajar melalui media simulasi, anak lebih memahami dan mengerti apa yang
dipelajarinya, karena anak ikut langsung dalam proses pembelajarannya, dan itu
akan membuat anak menyukai pembelajaran yang dilakukannnya tersebut, dengan
kata lain pembelajaran anak (peserta didik) itu bermakna bagi dirinya.
3.2Saran
Dari makalah ini dapat kami saran kan yaitu bahwa dalam menggunakan
media pembelajaran perlu melakukan simulasi kelas karena dengan adanya
simulasi kelas siswa akan lebih memahami pembelajaran tersebut.
DAFTAR PUTAKA
Lupy Dwi Septa Satria . 2009. Hakikat Belajar Melalui Media Simulasi.
(Online)Https://Mediapls2009.Wordpress.Com/2011/03/27/Hakikat-Belajar-
Melalui-Media-Simulasi/ (Diakses Pada Tanggal 1 Desember 2015)
Seputro . 2012. Pengertian Simulasi. (Online)
Http://Karya-Ilmiah.Um.Ac.Id/Index.Php/Kimia/Article/View/15858 (Diakses)

More Related Content

What's hot

Modul "prosedur pengembangan modul"
Modul "prosedur pengembangan modul" Modul "prosedur pengembangan modul"
Modul "prosedur pengembangan modul" Nursoleha51
 
Pengembangan Modul
Pengembangan ModulPengembangan Modul
Pengembangan ModulGuru Online
 
Modul simulasi kelompok 4
Modul simulasi  kelompok 4Modul simulasi  kelompok 4
Modul simulasi kelompok 4SRI HANDAYANI
 
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL 2018
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL 2018PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL 2018
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL 2018JamarudinFisika
 
Modul pembelajaran simulasi
Modul pembelajaran simulasiModul pembelajaran simulasi
Modul pembelajaran simulasiharmanman1
 
Revisi MAKALAH penggunaan metode dalam pembelajaran dan strategi pembelajaran...
Revisi MAKALAH penggunaan metode dalam pembelajaran dan strategi pembelajaran...Revisi MAKALAH penggunaan metode dalam pembelajaran dan strategi pembelajaran...
Revisi MAKALAH penggunaan metode dalam pembelajaran dan strategi pembelajaran...Khusnul Kotimah
 
Modul pembelajaran simulasidgx
Modul pembelajaran simulasidgxModul pembelajaran simulasidgx
Modul pembelajaran simulasidgxramla_paic
 
PENILAIAN PRODUK DALAM MBELAJARAN TERPADU
PENILAIAN PRODUK DALAM MBELAJARAN TERPADUPENILAIAN PRODUK DALAM MBELAJARAN TERPADU
PENILAIAN PRODUK DALAM MBELAJARAN TERPADUFatma Dwi Astuti
 
Modul media tutorial
Modul media tutorialModul media tutorial
Modul media tutorialambarlestari
 
Pengaruh metode pembelajaran dan karakter dosen terhadap motivasi new
Pengaruh metode pembelajaran dan karakter dosen terhadap motivasi newPengaruh metode pembelajaran dan karakter dosen terhadap motivasi new
Pengaruh metode pembelajaran dan karakter dosen terhadap motivasi newSubur Hidayatullah
 
Makalah media, tutorial
Makalah media, tutorialMakalah media, tutorial
Makalah media, tutorialilham PAI
 
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL
PROSEDUR  PENGEMBANGAN  MODULPROSEDUR  PENGEMBANGAN  MODUL
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODULherlianpaic
 
Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia
Metodologi Pembelajaran Bahasa IndonesiaMetodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia
Metodologi Pembelajaran Bahasa IndonesiaNASuprawoto Sunardjo
 
Modul prosedur pengembangan modul pembelajaran
Modul prosedur pengembangan modul pembelajaranModul prosedur pengembangan modul pembelajaran
Modul prosedur pengembangan modul pembelajarandana solit
 
modul model pembelajaran tutorial
modul model pembelajaran tutorialmodul model pembelajaran tutorial
modul model pembelajaran tutorialagungnugroho223
 

What's hot (17)

Modul "prosedur pengembangan modul"
Modul "prosedur pengembangan modul" Modul "prosedur pengembangan modul"
Modul "prosedur pengembangan modul"
 
Modul simulasi
Modul simulasiModul simulasi
Modul simulasi
 
Pengembangan Modul
Pengembangan ModulPengembangan Modul
Pengembangan Modul
 
Modul simulasi kelompok 4
Modul simulasi  kelompok 4Modul simulasi  kelompok 4
Modul simulasi kelompok 4
 
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL 2018
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL 2018PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL 2018
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL 2018
 
Modul pembelajaran simulasi
Modul pembelajaran simulasiModul pembelajaran simulasi
Modul pembelajaran simulasi
 
Revisi MAKALAH penggunaan metode dalam pembelajaran dan strategi pembelajaran...
Revisi MAKALAH penggunaan metode dalam pembelajaran dan strategi pembelajaran...Revisi MAKALAH penggunaan metode dalam pembelajaran dan strategi pembelajaran...
Revisi MAKALAH penggunaan metode dalam pembelajaran dan strategi pembelajaran...
 
Modul pembelajaran simulasidgx
Modul pembelajaran simulasidgxModul pembelajaran simulasidgx
Modul pembelajaran simulasidgx
 
PENILAIAN PRODUK DALAM MBELAJARAN TERPADU
PENILAIAN PRODUK DALAM MBELAJARAN TERPADUPENILAIAN PRODUK DALAM MBELAJARAN TERPADU
PENILAIAN PRODUK DALAM MBELAJARAN TERPADU
 
Modul media tutorial
Modul media tutorialModul media tutorial
Modul media tutorial
 
Pengaruh metode pembelajaran dan karakter dosen terhadap motivasi new
Pengaruh metode pembelajaran dan karakter dosen terhadap motivasi newPengaruh metode pembelajaran dan karakter dosen terhadap motivasi new
Pengaruh metode pembelajaran dan karakter dosen terhadap motivasi new
 
Makalah media, tutorial
Makalah media, tutorialMakalah media, tutorial
Makalah media, tutorial
 
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL
PROSEDUR  PENGEMBANGAN  MODULPROSEDUR  PENGEMBANGAN  MODUL
PROSEDUR PENGEMBANGAN MODUL
 
Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia
Metodologi Pembelajaran Bahasa IndonesiaMetodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia
Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia
 
Modul prosedur pengembangan modul pembelajaran
Modul prosedur pengembangan modul pembelajaranModul prosedur pengembangan modul pembelajaran
Modul prosedur pengembangan modul pembelajaran
 
modul model pembelajaran tutorial
modul model pembelajaran tutorialmodul model pembelajaran tutorial
modul model pembelajaran tutorial
 
Tugas
TugasTugas
Tugas
 

Viewers also liked

Peranan multimedia dalam pengajaran dan pembelajaran
Peranan multimedia dalam pengajaran dan pembelajaranPeranan multimedia dalam pengajaran dan pembelajaran
Peranan multimedia dalam pengajaran dan pembelajaranJenry Saiparudin
 
Buku 4-pedoman-pkb-dan-angka-kreditnya
Buku 4-pedoman-pkb-dan-angka-kreditnyaBuku 4-pedoman-pkb-dan-angka-kreditnya
Buku 4-pedoman-pkb-dan-angka-kreditnyariejha
 
makalah model pembelajaran JIGSAW
makalah model pembelajaran JIGSAWmakalah model pembelajaran JIGSAW
makalah model pembelajaran JIGSAWCharis Al Asad
 
makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika mate...
makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika mate...makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika mate...
makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika mate...zulfatul karomah
 
Ppt strategi pembelajaran
Ppt strategi pembelajaranPpt strategi pembelajaran
Ppt strategi pembelajaranKhusnul Kotimah
 
ppt Model pembelajaran
ppt Model pembelajaranppt Model pembelajaran
ppt Model pembelajaranrizka_pratiwi
 

Viewers also liked (8)

Peranan multimedia dalam pengajaran dan pembelajaran
Peranan multimedia dalam pengajaran dan pembelajaranPeranan multimedia dalam pengajaran dan pembelajaran
Peranan multimedia dalam pengajaran dan pembelajaran
 
Buku 4-pedoman-pkb-dan-angka-kreditnya
Buku 4-pedoman-pkb-dan-angka-kreditnyaBuku 4-pedoman-pkb-dan-angka-kreditnya
Buku 4-pedoman-pkb-dan-angka-kreditnya
 
Metode dalam pendidikan
Metode dalam pendidikanMetode dalam pendidikan
Metode dalam pendidikan
 
Powerpoint strategi pembelajaran
Powerpoint strategi pembelajaranPowerpoint strategi pembelajaran
Powerpoint strategi pembelajaran
 
makalah model pembelajaran JIGSAW
makalah model pembelajaran JIGSAWmakalah model pembelajaran JIGSAW
makalah model pembelajaran JIGSAW
 
makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika mate...
makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika mate...makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika mate...
makalah pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran matematika mate...
 
Ppt strategi pembelajaran
Ppt strategi pembelajaranPpt strategi pembelajaran
Ppt strategi pembelajaran
 
ppt Model pembelajaran
ppt Model pembelajaranppt Model pembelajaran
ppt Model pembelajaran
 

Similar to Simulasi Kelas

Modul metode simulasi
Modul metode simulasiModul metode simulasi
Modul metode simulasiyusriphysic
 
Modul pembelajaran model simulasi
Modul pembelajaran model simulasiModul pembelajaran model simulasi
Modul pembelajaran model simulasiandilham
 
Pengertian dan karakteristik pencapaian konsep
Pengertian dan karakteristik pencapaian konsepPengertian dan karakteristik pencapaian konsep
Pengertian dan karakteristik pencapaian konseprenatanurlaily77
 
Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran “ANTUSIAS”
Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran “ANTUSIAS”Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran “ANTUSIAS”
Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran “ANTUSIAS”Dwi Budiwiwaramulja
 
MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR (Oleh : Anggi Saputra)
MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR (Oleh : Anggi Saputra)MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR (Oleh : Anggi Saputra)
MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR (Oleh : Anggi Saputra)Anggi Saputra
 
Modul model pembelajaran
Modul model pembelajaran Modul model pembelajaran
Modul model pembelajaran Fitradiansyah
 
Model pencapaian konsep
Model pencapaian konsepModel pencapaian konsep
Model pencapaian konsepsintaroyani
 
Modul media pembelajaran simulasi
Modul media pembelajaran simulasiModul media pembelajaran simulasi
Modul media pembelajaran simulasiLINDAJULIANTI
 
Pembelajaran berbasis komputer
Pembelajaran berbasis komputerPembelajaran berbasis komputer
Pembelajaran berbasis komputerrima sakinah
 
PPT Pembelajaran Berbasis Komputer
PPT Pembelajaran Berbasis KomputerPPT Pembelajaran Berbasis Komputer
PPT Pembelajaran Berbasis KomputerHanna Karimah
 
Eghy pancarrani 2 a kurikulum pembelajaran
Eghy pancarrani 2 a kurikulum pembelajaranEghy pancarrani 2 a kurikulum pembelajaran
Eghy pancarrani 2 a kurikulum pembelajaranEghy Yudhistira
 
Model Pembelajaran Langsung
Model Pembelajaran LangsungModel Pembelajaran Langsung
Model Pembelajaran LangsungRose Lind
 

Similar to Simulasi Kelas (20)

Modul simulasi
Modul simulasiModul simulasi
Modul simulasi
 
Modul metode simulasi
Modul metode simulasiModul metode simulasi
Modul metode simulasi
 
Makalah
MakalahMakalah
Makalah
 
Bab i1
Bab i1Bab i1
Bab i1
 
Modul pembelajaran model simulasi
Modul pembelajaran model simulasiModul pembelajaran model simulasi
Modul pembelajaran model simulasi
 
Bab ii
Bab iiBab ii
Bab ii
 
Pengertian dan karakteristik pencapaian konsep
Pengertian dan karakteristik pencapaian konsepPengertian dan karakteristik pencapaian konsep
Pengertian dan karakteristik pencapaian konsep
 
Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran “ANTUSIAS”
Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran “ANTUSIAS”Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran “ANTUSIAS”
Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran dengan Model Pembelajaran “ANTUSIAS”
 
MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR (Oleh : Anggi Saputra)
MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR (Oleh : Anggi Saputra)MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR (Oleh : Anggi Saputra)
MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DI SEKOLAH DASAR (Oleh : Anggi Saputra)
 
Model pengajaran langsung
Model pengajaran langsungModel pengajaran langsung
Model pengajaran langsung
 
Modul model pembelajaran
Modul model pembelajaran Modul model pembelajaran
Modul model pembelajaran
 
Model pembelajaran simulasi
Model pembelajaran simulasiModel pembelajaran simulasi
Model pembelajaran simulasi
 
Model pencapaian konsep
Model pencapaian konsepModel pencapaian konsep
Model pencapaian konsep
 
Modul media pembelajaran simulasi
Modul media pembelajaran simulasiModul media pembelajaran simulasi
Modul media pembelajaran simulasi
 
Pembelajaran berbasis komputer
Pembelajaran berbasis komputerPembelajaran berbasis komputer
Pembelajaran berbasis komputer
 
Ppt
PptPpt
Ppt
 
PPT Pembelajaran Berbasis Komputer
PPT Pembelajaran Berbasis KomputerPPT Pembelajaran Berbasis Komputer
PPT Pembelajaran Berbasis Komputer
 
Eghy pancarrani 2 a kurikulum pembelajaran
Eghy pancarrani 2 a kurikulum pembelajaranEghy pancarrani 2 a kurikulum pembelajaran
Eghy pancarrani 2 a kurikulum pembelajaran
 
Modul pekerti scl hobri
Modul pekerti scl hobriModul pekerti scl hobri
Modul pekerti scl hobri
 
Model Pembelajaran Langsung
Model Pembelajaran LangsungModel Pembelajaran Langsung
Model Pembelajaran Langsung
 

More from Mahasiswa

UTS Mona Suci Oktaviana
UTS Mona Suci OktavianaUTS Mona Suci Oktaviana
UTS Mona Suci OktavianaMahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2Mahasiswa
 
Study eksploratoris karakter keguruan profesional mona.doc
Study eksploratoris karakter keguruan profesional mona.docStudy eksploratoris karakter keguruan profesional mona.doc
Study eksploratoris karakter keguruan profesional mona.docMahasiswa
 
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.pptStudi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.pptMahasiswa
 

More from Mahasiswa (9)

UTS Mona Suci Oktaviana
UTS Mona Suci OktavianaUTS Mona Suci Oktaviana
UTS Mona Suci Oktaviana
 
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
 
Study eksploratoris karakter keguruan profesional mona.doc
Study eksploratoris karakter keguruan profesional mona.docStudy eksploratoris karakter keguruan profesional mona.doc
Study eksploratoris karakter keguruan profesional mona.doc
 
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.pptStudi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
 

Recently uploaded

Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docNurulAiniFirdasari1
 
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdfMateri Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdfKamboja16
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdfWahyudinST
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Abdiera
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaAbdiera
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanssuserc81826
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfHeriyantoHeriyanto44
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuKarticha
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiOviLarassaty1
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...NiswatuzZahroh
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfSBMNessyaPutriPaulan
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...Riyan Hidayatullah
 
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimAsi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimNodd Nittong
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfEmeldaSpd
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfwaktinisayunw93
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfandriasyulianto57
 

Recently uploaded (20)

Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.docSilabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
Silabus Mata Pelajaran Biologi SMA Kelas X.doc
 
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdfMateri Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
Materi Struktur Jaringan Tumbuhan(1).pdf
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A - [abdiera.com]
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum MerdekaModul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
Modul Ajar IPA Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukanPLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
PLaN & INTERVENSI untuk sekolah yang memerlukan
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
 
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamuAdab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
Adab bjjkkkkkkk gggggggghhhhywq dede dulu ya itu yg kamu
 
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran BerdifferensiasiDiagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
Diagram Fryer Pembelajaran Berdifferensiasi
 
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
Pembuktian rumus volume dan luas permukaan bangung ruang Tabung, Limas, Keruc...
 
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdfPPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
PPT Hukum Adat Keberadaan Hukum Adat Di Kehidupan Masyarakat.pdf
 
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...Workshop penulisan buku                       (Buku referensi, monograf, BUKU...
Workshop penulisan buku (Buku referensi, monograf, BUKU...
 
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin LimAsi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
Asi Eksklusif Dong - buku untuk para ayah - Robin Lim
 
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdfPelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN  MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
Pelatihan Asesor 2024_KEBIJAKAN DAN MEKANISME AKREDITASI PAUD TAHUN 2024 .pdf
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdfProgram Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
Program Roots Indonesia/Aksi Nyata AAP.pdf
 
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdfPanduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
Panduan Mengisi Dokumen Tindak Lanjut.pdf
 

Simulasi Kelas

  • 1. Penggunaan Media Pembelajaran Melalui Simulasi Kelas Di susun Oleh : Kelompok 7 Nama anggota : HUSNIAH (1302090128) SUSI NADEA (13020901 ) USWATUN HASANAH (13020901 ) NISA KASMINOOR (13020901 ) RISKI ( ) AZZHARI ( ) Dosen pembimbing : Dra.H Hambali, M.Pd PROGRAM STUDI PGSD FAKULTAS FKIP UNIVERSITAS ALMUSLIM MATANGGLUMPANGDUA 2015
  • 2. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT ,bahwa penulis telah menyelesaiakan tugas mata kuliah sumber dan media pembelajaran dengan membahas materi penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas. Dalam penyusunan dan penulisan tugas atau makalah ini,tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.Sehingga dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik dalam penulisan maupun materi,mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis.Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi menyempurnakan makalah ini. Dalam pembuatan makalah ini penulis juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu dalam memberikan informasi tentang materi yang terkait. Semoga materi ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan dan menjadi motifasi,khususnya bagi penulis. Matangglumpangdua, Desember 2015 Penulis
  • 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ...................................................................................... i DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah........................................................................................ 2 1.3 Tujuan ......................................................................................................... 2 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian simulasi .................................................................................... 3 2.2 Tujuan penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas............... 3 2.3 Manfaat penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas............. 4 2.4 Prinsip-prinsip model simulasi dalam belajar............................................. 5 2.5 Bentuk-bentuk simulasi.............................................................................. 5 2.6 Langkah-langkah penggunaan metode simulasi......................................... 6 2.7 Peranan guru dalam simulasi...................................................................... 7 2.8 Hakikat belajar melalui media simulasi...................................................... 9 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 10 3.2 Saran ......................................................................................................... 10 DAFTAR PUSTAKA
  • 4. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang `Filosofi belajar melalui media simulasi ini bertujuan untuk dan demi meningkatkan motivasi (keinginan) anak (peserta didik) untuk belajar. Dengan belajar melalui media simulasi, anak lebih memahami dan mengerti apa yang dipelajarinya, karena anak ikut langsung dalam proses pembelajarannya, dan itu akan membuat anak menyukai pembelajaran yang dilakukannnya tersebut, dengan kata lain pembelajaran anak (peserta didik) itu bermakna bagi dirinya. Hal tersebut dikarenakan bukan hanya ranah kognitif saja yang dikuasai oleh anak (peseta didik), namun ranah afektif dan psikomotorik juga dapat dikuasai oleh anak (peserta didik). Oleh sebab itu, belajar melalui media simulasi ini amat sesuai dengan kebutuhan belajar anak (peserta didik). Simulasi menjadi penting seiring dengan perubahan pandangan pendidikan, dari proses pengalihan isi pengetahuan kearah proses pengaplikasian teori ke dalam realita pengalaman kehidupan. Lebih lanjut, pengenalan teknik simulasi lebih merupakan kegiatan untuk membantu siswa (peserta didik) dalam mengembangkan keterampilan menemukan dan memecahan masalah. Sehingga pada giliranya melalui simulasi, dapat meningkatkan efektivitas keterampilan siswa dalam menemukan dan memecahkan masalah untuk saat yang akan datang. Teknik simulasi dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa, akan menjadi bagian dari suasana pendidikan. Dalam kegiatan pembelajaran guru harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan mengubah pola pembelajaran akuntansi yang bersifat konvensional menjadi pembelajaran yang lebih variatif. Salah satu metode yang bisa digunakan adalah simulasi. Selain perubahan dalam metode pembelajaran, diperlukan juga suatu media yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran salah satunya yaitu media CD
  • 5. Interaktif dengan metode simulasi yang mengharapkan kegiatan pembelajaran akan lebih menyenangkan. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana cara menggunakan media pembelajaran melalui simulasi kelas ? 2. Bagaimana prinsip-prinsip menggunakan media pembelajaran melalui simulasi kelas ? 3. Bagaimana peran guru dalam menggunakan media pembelajaran melalui simulasi kelas ? 1.3 Tujuan 1. Untuk memngetahui bagaimana menggunakan media pembelajaran melalui simulasi kelas. 2. Untuk memngetahui prinsip-prinsip menggunakan media pembelajaran melalui simulasi kelas. 3. Untuk mengetahui peran guru dalam melakukan media pembelajaran melalui simulasi kelas.
  • 6. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Simulasi Simulasi berasal dari kata “Simulate” artinya pura-pura atau berbuat seolah-olah. Simulation juga berarti tiruan atau perbuatan yang pura-pura saja. Simulasi sebagai metode penyajian adalah suatu usaha untuk memperoleh pemahaman akan hakikat suatu prinsip atau keterampilan tertentu melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan (tidak sesungguhnya). Dengan simulasi memungkinkan siswa mampu menghadapi kenyataan yang sesungguhnya atau mempunyai kecakapan bersikap dan bertindak sesuai dengan situasi sebenarnya. Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan sekelilingnya (state of affairs). Aksi melakukan simulasi ini secara umum menggambarkan sifat-sifat karakteristik kunci dari kelakuan sistem fisik atau sistem yang abstrak tertentu. Alasan pemilihan metode simulasi, untuk memudahkan siswa dan guru “mengalami” pola atau model kehidupan dan nilai praktis dari suatu pokok masalah tanpa langsung kedalam suasa alamiah (yang sebenarnya). 2.2 Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran Melalui Simulasi Kelas Adapun tujuan penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas yaitu : 1. Melatih keterampilan tertentu, baik yang bersifat keahlian (profesional) maupun keterampilan dalam hidup sehari-hari. 2. Memperoleh pemahaman tentang suatu pengertian (konsep) atau prinsip. 3. Latihan memecahkan masalah
  • 7. 2.3 Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran Melalui Simulasi Kelas Adapun manfaat penggunaan media pembelajaran melalui simulasi kelas yaitu : 1. Meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan melibatkan diri dalam mempelajari situasi yang hampir serupa dengan kejadian yang sebenarnya. 2. Memberikan motivasi untuk bekerja sama dalam kelompok. 3. Melatih siswa untuk bekerja sama dalam kelompok. 4. Menimbulkan dan memupuk daya imaginasi siswa. 5. Melatih siswa untuk memahami dan menghargai pendapat, peran orang lain. Agar penggunaan metode simulasi mencapai tujuan dan manfaat yang diinginkan, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Tiap siswa atau kelompok siswa mendapat kesempatan yang sama untuk melakukan simulasi. 2. Tiap siswa terlibat langsung dalam peranannya masing-masing. 3. Simulasi dimaksudkan untuk latihan keterampilan agar dapat menghadapi kenyataan dengan baik oleh sebab itu, disiapkan petunjuk simulasi dapat secara terperinci atau secara garis besar. 4. Dalam simulasi diusahakan dapat digambarkan secara lengkap tentang situasi, proses yang diperkirakan terjadi dalam kenyataan sesungguhnya. 2.4 Prinsip Penggunaan Model Simulasi Dalam Belajar Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru manakala menggunakan simulasi untuk pembelajaran, diantaranya : 1. Simulasi dilakukan oleh kelompok siswa. 2. Tiap kelompok mendapat kesempatan melaksanakan simulasi yang sama atau dapat juga berbeda.
  • 8. 3. Semua siswa harus terlibat langsung menurut peranan masing- masing. Penentuan topik disesuaikan dengan tingkat kemampuan kelas, dibicarakan oleh siswa dan guru. 4. Dalam simulasi seyogyanya dapat dicapai ketiga domain psikis. 5. Hendaknya yang diusahakan terintegrasinya beberapa ilmu. Petunjuk simulasi hendaknya dibuat secara jelas dan mudah dipahami anak terutama bagi pemegang peran. 6. Simulasi adalah latihan keterampilan motorik maupun sosial yang dapat memberikan pengalaman belajar bagi siswa dalam menghadapi keadaan yang sebenarnya. 7. Pelaksanaan simulasi perlu menggambarkan situasi yang lengkap, proses yang rinci dan urut yang sesuai dengan situasi yang sesungguhnya. 2.5 Bentuk-Bentuk Simulasi Secara rinci, bentuk-bentuk simulasi , diantaranya : 1. Peer teaching Peer teaching dapat dikategorikan sebagai simulasi mengingat peer teaching adalah latihan mengajar yang dilakukan seorang mahasiswa dimana dia bertindak seolah-olah sebagai guru dan teman sekelasnya seolah-olah sebagai murid suatu sekolah tertentu. Peer teaching ini banyak dipraktekan siswa atau mahasiswa di sekolah calon guru, untuk meningkatkan keterampilan mengajarnya, sebelum mengajar siswa yang sebenarnya pada saat praktek. 2. Sosiodrama Sosiodrama adalah salah satu bentuk simulasi, yakni suatu drama yang bertujuan untuk menemukan alternatif pemecahan masalah-masalah sosial yang timbul dalam hubungan antar anggota sosial. Masalah-masalah sosial yang cocok untuk sosiodrama misalnya, masalah konflik antara anggota keluarga, konflik antara buru dengan majikan, konflik antara masyarakat dengan pimpinannya, dan
  • 9. sejenisnya. Bagi siswa, dengan metode simulasi utamanya melalui sosiodrama dapat belajar menemukan alternatif pemecahan masalah sosial yang berkembang dimasyarakat. Dengan disosiodramakan, siswa dapat mengimajinasikan masalah sehingga terdorong untuk menemukan alternatif pemecahannya. 2.6 Langkah-langkah penggunaan metode simulasi Langkah-langkah penggunaan metode simulasi : 1. Persiapan 2. Menentukan topik dan tujuan, dimana menentukan topik dan tujuan simulasi, akan lebih baik bila dilakukan bersama siswa 3. Pelaksanaan simulasi 4. Merumuskan tujuan pembelajaran khusus (TPK) 5. Merumuskan petunjuk simulasi, dimana guru menguraikan secara garis besar situasi yang akan disimulasikan, menjelaskan peranan-peranan yang akan disimulasikan. 6. Proses simulasi yang didalamnya terdapat pemilihan para pelaku atau pemeran, setelah itu barulah pemberian kesempatan bertan 7. Evaluasi, sesuai dengan tujuan dan isi pokok bahasan, seyelah itu dilakukanya latihan ulang. Ada juga yang menyebutkan langkah-langkah penggunaan metode simulasi menggunakan empat fase, diantaranya : 1. Fase orientasi, berisi penjelasan guru tentang topik dan memberikan gambaran tentang simulasi. 2. Fase latihan, Guru menjelaskan skenario atau jalannya cerita, aturan main, pemegang peran, prosedur keputusan yang harus diambil, dan tujuan, membagi peran, dan memberikan kesempatan anak untuk berkordinasi dan berlatih sesuai dengan peran masing-masing 3. Fase pelaksanaan simulasi. Siswa pemegang peran melaksanakan simulasi sesuai dengan jalan cerita yang sudah ditentukan. Selama simulasi berlangsung, guru berperan sebagai wasit dan pelatih. Secara periodik guru
  • 10. dapat menghentikan permainan siswa dan memberikan koreksi atau balikan, mengevaluasi penampilan pemegang peran dan mengklarifikasi kekeliruan dalam memainkan peran. 4. Fase debriefing, berisi guru mengkonsentrasikan perhatian anak pada : 1) Persepsi dan reaksi anak terhadap peristiwa simulasi. 2) Menganalisis proses simulasi. 3) Membandingkan simulasi dengan realitas yang sebenarnya. 4) Menghubungkan aktivitas simulasi dengan bahan belajar. 5) Simulasi lanjutan 2.7 Peranan Guru Dalam Simulasi Peranan guru dalam simulasi sangat penting mengingat tugas guru adalah membangkitkan kesadaran anak tentang konsep dan prinsip yang disimulasikan. Di samping itu, guru dalam pelaksanaan simulasi mempunyai fungsi manajerial. Joyce dan Weil, mengidentifikasi empat peranan guru dalam model pembelajaran melalui simulasi, yakni : explaining, refereeing, coaching, dan discussing. 1) Explaining. Siswa mampu melakukan peran-peran dalam simulasi, apabila memiliki pemahaman yang cukup mengenai peran. Demikian pula jalan cerita harus dipahami betul oleh pelaku atau pemegang peran. Pemahaman pelaku terhadap peran yang dimainkan maupun jalannya cerita tidak terlepas dari pentingnya peranan guru. Sebelum simulasi dimulai, guru perlu memberikan gambaran tentang jalannya cerita. Selain itu, gambaran tokoh-tokoh cerita beserta karakterisasinya. Gambaran yang disampaikan guru tersebut dimaksudkan untuk memancing daya imajinasi anak, khususnya bagi pemegang peran agar mampu menghayati peran masing-masing. 2) Refereeing. Simulasi digunakan untuk menyediakan pengalaman belajar yang baik. Guru perlu mengontrol partisipasi siswa dalam bersimulasi agar simulasi mampu memberikan pengalaman belajar yang baik tersebut. Sebelum simulasi dilaksanakan, guru perlu menugaskan siswa memilih tim pemegang peran yang
  • 11. sesuai dengan kemampuan anak untuk memegang peran-peran tersebut. Guru perlu menghindari tugas yang sulit bagi anak dalam pemeranan. 3) Coaching. Guru bertindak sebagai pelatih saat diperlukan, memberikan nasehat agar anak mampu bersimulasi secara betul. Sebagai pelatih, guru akan mendukung dan menasehati tetapi tidak menggurui. 4) Discussing. Selama simulasi berlangsung, guru bertindak sebagai pemberi penjelasan, wasit, dan pelatih. Sesudah simulasi berakhir, guru perlu membuka diskusi berkaitan dengan signifikansi simulasi dengan kenyataan yang sebenarnya dimasyarakat atau dilapangan. Guru perlu menanyakan kepada siswa utamanya pemain tentang kesulitan dan pemahaman anak dalam bersimulasi, hubungan simulasi dengan matapelajaran yang sedang diikuti. 2.8 Hakikat Belajar Melalui Media Simulasi Hakikat belajar melalui media simulasi ini bertujuan untuk dan demi meningkatkan motivasi (keinginan) anak (peserta didik) untuk belajar. Dengan belajar melalui media simulasi, anak lebih memahami dan mengerti apa yang dipelajarinya, karena anak ikut langsung dalam proses pembelajarannya, dan itu akan membuat anak menyukai pembelajaran yang dilakukannnya tersebut, dengan kata lain pembelajaran anak (peserta didik) itu bermakna bagi dirinya. Hal tersebut dikarenakan bukan hanya ranah kognitif saja yang dikuasai oleh anak (peseta didik), namun ranah afektif dan psikomotorik juga dapat dikuasai oleh anak (peserta didik). Oleh sebab itu, belajar melalui media simulasi ini amat sesuai dengan kebutuhan belajar anak (peserta didik). Simulasi menjadi penting seiring dengan perubahan pandangan pendidikan, dari proses pengalihan isi pengetahuan kearah proses pengaplikasian teori ke dalam realita pengalaman kehidupan. Lebih lanjut, pengenalan teknik simulasi lebih merupakan kegiatan untuk membantu siswa (peserta didik) dalam mengembangkan keterampilan menemukan dan memecahan masalah. Sehingga
  • 12. pada giliranya melalui simulasi, dapat meningkatkan efektivitas keterampilan siswa dalam menemukan dan memecahkan masalah untuk saat yang akan datang. Teknik simulasi dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa, akan menjadi bagian dari suasana pendidikan.
  • 13. BAB III PENUTUP 3.1Kesimpulan 1. Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan sekelilingnya (state of affairs). 2. Peranan guru dalam simulasi sangat penting mengingat tugas guru adalah membangkitkan kesadaran anak tentang konsep dan prinsip yang disimulasikan. 3. Hakikat belajar melalui media simulasi ini bertujuan untuk dan demi meningkatkan motivasi (keinginan) anak (peserta didik) untuk belajar. Dengan belajar melalui media simulasi, anak lebih memahami dan mengerti apa yang dipelajarinya, karena anak ikut langsung dalam proses pembelajarannya, dan itu akan membuat anak menyukai pembelajaran yang dilakukannnya tersebut, dengan kata lain pembelajaran anak (peserta didik) itu bermakna bagi dirinya. 3.2Saran Dari makalah ini dapat kami saran kan yaitu bahwa dalam menggunakan media pembelajaran perlu melakukan simulasi kelas karena dengan adanya simulasi kelas siswa akan lebih memahami pembelajaran tersebut.
  • 14. DAFTAR PUTAKA Lupy Dwi Septa Satria . 2009. Hakikat Belajar Melalui Media Simulasi. (Online)Https://Mediapls2009.Wordpress.Com/2011/03/27/Hakikat-Belajar- Melalui-Media-Simulasi/ (Diakses Pada Tanggal 1 Desember 2015) Seputro . 2012. Pengertian Simulasi. (Online) Http://Karya-Ilmiah.Um.Ac.Id/Index.Php/Kimia/Article/View/15858 (Diakses)