Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Mengeksplorasi Program Pelatihan Serta Pertandingan Sepakbola Usia Dini dan Muda

4,020 views

Published on

Untuk menegaskan dalam pembinaan sepakbola usia dini dan muda, bahwa Pelatihan dan Pertandingan itu bukan berdiri sendiri-sendiri, tetapi keduanya memiliki korelasi erat satu sama lainnya, Pelatihan di siapkan untuk menyiapkan Pertandingan, atau Pertandingan harus di dahului Pelatihan, sehingga kesannya bukan hanya bertanding atau NOT ONLY THE GAME.

Published in: Sports
  • Dating direct: ❤❤❤ http://bit.ly/369VOVb ❤❤❤
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Sex in your area is here: ❶❶❶ http://bit.ly/369VOVb ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Mengeksplorasi Program Pelatihan Serta Pertandingan Sepakbola Usia Dini dan Muda

  1. 1. 1 KUMPULAN PRESENTASI DAN TULISAN MENGEKPLORASI PROGRAM PELATIHAN SERTA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN MUDA GRASSROOTS & YOUTH FOOTBALL DEVELOPMENT M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2016
  2. 2. 2 DAFTAR ISI DAN HALAMAN BUKU :  SAMPUL MUKA, JUDUL BUKU INI 1  DAFTAR ISI 2  KALAM PENGANTAR 4  KALAM PENDAHULUAN 5  MENATA PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS 6 MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA USIA DINI  PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING ANTAR SSB 10 SEKOTA DAN ANTAR KOTA  DESAIN MODEL PEMBINAAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI 19 MEMBANGUN BASIS PEMBINAAN SEPAKBOLA INDONESIA  MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM SENDIRI DAN TIM LAWAN 27 PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI  PROGRAM DAN JADUAL KEGIATAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 33 ANTAR SSB TAHUN 2011  PENGANTAR FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA UDIN 41 GRASSROOT FOOTBALL FESTIVAL INTRODUCTION UNTUK MEMAJUKAN SEPAKBOLA INDONESIA  FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI 48 UNTUK MEMAJUKAN SEPAKBOLA INDONESIA  BERMAIN DI LAHAN TERBATAS BAGI PEMAIN USIA DINI DAN MUDA 55 DALAM 4 ZONA BERMAIN UNTUK MEMBANGUN FONDASI  FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI 61 (GRASSROOTS FOOTBALL MATCH FESTIVAL)  PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAN 67 ORGANISASI PERTANDINGAN DAN ORGANISASI SEPAKBOLA USIA DINI  MITRA TANDING U12 8 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN DAN 98 ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI  MITRA TANDING U14 4 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN DAN 107 ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA MUDA  MERANCANG JADUAL PERTANDINGAN LIGA SEPAKBOLA USIA MUDA 116 12 PESERTA  MENDUKUNG PESEPAKBOLA ANAK2 PADA USIA DINI (GRASSROOTS) 121  PROGRAM PENGEMBANGAN BOLA UDIN DAN BOLA UMUD 136  PEMBINAAN USIA DINI 142 INVESTASI MASA DEPAN SEPAKBOLA INDONESIA
  3. 3. 3  STANDAR MINIMAL TEKNIS PELAKSANAAN PERTANDINGAN USIA DINI 147 7 LAWAN 7 UNTUK U9 DAN U10, 9 LAWAN 9 UNTUK U11 DAN U12  STANDAR MINIMAL TEKNIS PELAKSANAAN PERTANDINGAN USIA MUDA 153  MENYIAPKAN, MELAKSANAKAN, MENGEVALUASI DAN MENYUSUN LAPORAN 160 LIGA SEPAKBOLA ANAK “PADA KEGIATAN LAN 2013”  EVERY SUNDAY PROGRAMME FOR GRASSROOTS 165 PROGRAM SETIAP HARI MINGGU UNTUK PEMAIN CILIK  PERTEMUAN MANAJER FESTIVAL SEPAKBOLA U11 CALCI JUNIOR CUP 2014 168  BAGAIMANA MENYUSUN JADUAL PERTANDINGAN DENGAN JUMLAH 174 BERTANDING SAMA ANTARA TIM MENANG DAN TIM KALAH DI BABAK PENYISIHAN DALAM SEBUAH TURNAMEN ATAU FESTIVAL  CONTOH PROGRAM PEMUSATAN LATIHAN PEMAIN USIA DINI U12 181  WASIT PENDIDIK (REFEREE EDUCATOR) 194  PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR) 198  KALAM PENUTUP 206  SUMBER PUSTAKA 210  TENTANG PENULIS 211  SAMPUL BELAKANG, PESAN YANG TERMUAT DALAM BUKU INI 213
  4. 4. 4 KALAM PENGANTAR MELALUI PENULISAN BUKU SEDERHANA INI YANG BERJUDUL “MENGEKSPLORASI PROGRAM PELATIHAN SERTA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN MUDA” (GRASSROOTS& YOUTH FOOTBALL DEVELOPMENT), PENULIS INGIN BERBAGI PENGETAHUAN DENGAN PARA PENGGIAT YANG MEMBINA SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA DI LINGKUNGAN SSB-SSB, AKADEMI SEPAKBOLA, PUSDIKLAT SEPAKBOLA, PERKUMPULAN ATAU KLUB SEPAKBOLA MAUPUN DI SENTRA PEMBINAAN SEPAKBOLA LAINNYA DI SELURUH PENJURU TANAH AIR. MENGEKPLORASI LEBIH JAUH LAGI TENTANG MENGEMBANGKAN PROGRAM LATIHAN SERTA PERTANDINGAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA HARUS DI LAKUKAN, MENGINGAT SELAMA INI KEGIATAN PELATIHAN DAN PERTANDINGAN TERSEBUT SEPERTI BERJALAN TERPISAH, MAKA MENYATUKAN KEDUANYA DALAM SATU RANGKAIAN PEMBINAAN YANG TERPROGRAM SUDAH MERUPAKAN KEHARUSAN GUNA MELAKUKAN UPAYA AKSELERASI PENCAPAIAN PRESTASI UNTUK MEMBANGUN FONDASI SEPAKBOLA YANG LEBIH KUAT. KARENA HAL ITU SUDAH MERUPAKAN KEBUTUHAN MENDESAK, SEBAB SAMPAI SAAT INI PENDEKATAN PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA KURANG MEMPERHATIKAN KETERKAITAN DI ANTARA KEDUANYA, BELUM LAGI KURANGNYA MEMPERHATIKAN FASE PEMBINAAN YANG HARUS DI LAKUKAN, DI MANA PEMBINAAN USIA DINI ADALAH UNTUK MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, SEDANG UNTUK PEMBINAAN USIA MUDA ADALAH FASE PEMBENTUKAN BERMAIN DALAM POSISI DAN FORMASI. PENULISAN BUKU SEDERHANA INI JUGA DI MAKSUDKAN UNTUK MELENGKAPI BUKU-BUKU PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA YANG SUDAH ADA, MUDAH-MUDAHAN BUKU INI DAPAT DI PERGUNAKAN PULA SEBAGAI BUKU RUJUKAN ATAU UNTUK MENAMBAH KHASANAH PENGETAHUAN BAGI PARA PEMBINA DAN PELATIH YANG MENANGANI PEMAIN USIA DINI DAN USIA MUDA, KARENA ISINYA MEMUAT BANYAK MACAM DAN VARIASI CARA MENANGANI PELATIHAN MAUPUN PERTANDINGAN YANG LEBIH DI EKSPLORASI. EKSPLORASI PELATIHAN DAN PERTANDINGAN ADALAH CARA UNTUK MENGEMBANGKAN LEBIH JAUH TENTANG PROGRAM PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA, DENGAN PENDEKATAN KOMPREHENSIF MELIPUTI BERAGAM AKTIFITAS PEMBINAAN, PENYUSUNAN PERENCANAAN PROGRAM KEGIATAN, PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN LATIHAN SERTA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI PEMAIN DAN TIM KELOMPOK USIA. ISI BUKU INI MERUPAKAN PENYEMPURNAAN HIMPUNAN PRESENTASI PENULIS TAHUN 2011 S/D 2015, YANG PERNAH DI SAMPAIKAN DI BERBAGAI ACARA WORKSHOP, PELATIHAN ATAU DISKUSI DENGAN KAWAN-KAWAN PEMBINA SEPAKBOLA UDIN DAN UMUD, JUGA KAWAN- KAWAN GURU OLAHRAGA DI BERBAGAI DAERAH, ATAU TELAH BANYAK DI PUBLIKASIKAN PULA MELALUI MEDIA INTERNET TERMASUK MELALUI BLOG, FESBUK DAN TWITER.
  5. 5. 5 KALAM PENDAHULUAN SEBAGAIMANA JUDULNYA “MENGEKPLORASI PROGRAM PELATIHAN SERTA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN MUDA” DAN SEBAGAIMANA JUGA DI SEBUTKAN DALAM KALAM PENGANTAR, BUKU INI MERUPAKAN KUMPULAN PRESENTASI DAN TULISAN GRASSROOTS & YOUTH FOOTBALL DEVELOPMENT (PENGEMBANGAN SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA), YANG MELIPUTI BERBAGAI TOPIK YANG MENCERMINKAN RANGKAIAN UPAYA UNTUK MENGEKPLORASI BERMACAM PROGRAM PELATIHAN DAN MENATA PERTANDINGAN GUNA LEBIH MENINGKATKAN DAN AKSELERASI MENCAPAI PRESTASI PARA PEMAIN USIA DINI DAN PEMAIN USIA MUDA UNTUK MEMBANGUN FONDASI SEPAKBOLA YANG LEBIH KUAT LAGI. TERUTAMA UNTUK MENEGASKAN BAHWA PELATIHAN DAN PERTANDINGAN ITU BUKAN BERDIRI SENDIRI-SENDIRI, TETAPI KEDUANYA MEMILIKI KORELASI ERAT YANG SATU DENGAN YANG LAINNYA, PELATIHAN DI DESAIN UNTUK MENYIAPKAN PERTANDINGAN OLEH KARENA ITU PERTANDINGAN HARUS DI DUKUNG DAN DI DAHULUI DENGAN PELATIHAN, SEHINGGA KESANNYA BUKAN HANYA BERTANDING ATAU NOT ONLY GAME. ATAU SEBALIKNYA DALAM PELAKSANAN PERTANDINGAN BAGI PEMAIN USIA DINI DAN MUDA ITU, HARUS MERUPAKAN ARENA UNTUK MEMPERLIHATKAN HASIL LATIHAN YANG SEBELUMNYA TELAH DI DI IKUTI OLEH SEMUA PEMAIN MASING-MASING TIM YANG BERTANDING SECARA TERPROGRAM. TOPIK-TOPIK YANG DI SAJIKAN DALAM BUKU INI TERDIRI DARI 25 JUDUL, YANG MEMUAT BANYAK PENGETAHUAN TENTANG BAGAIMANA MENATA PELATIHAN DAN BAGAIMANA MENATA PERTANDINGAN, MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM DAN PEMAIN, APA YANG DI MAKSUD DENGAN CAMPFESTIVAL, SEPERTI APA BERMAIN DI LAHAN TERBATAS, FESTIVAL DAN TURNAMEN, ORGANISASI PERTANDINGAN, MENDUKUNG ANAK-ANAK BERMAIN SEPAKBOLA, PENGEMBANGAN DI DALAM MEMBINA PESEPAKBOLA USIA DINI, STANDAR MINIMAL TEKNIS PERTANDINGAN. MERANCANG JADUAL PERTANDINGAN, PERTEMUAN MANAJER, PEMUSATAN LATIHAN, WASIT PENDIDIK, PELATIH PENDIDIK DAN LAINNYA. ADAPUN JUDUL PRESENTASI DAN TULISAN DI MAKSUD MULAI DARI NOMOR KESATU BERJUDUL “MENATA PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS.”“PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING ANTAR SSB SEKOTA DAN ANTAR KOTA.”“DESAIN MODEL PEMBINAAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI.”“MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM SENDIRI DAN TIM LAWAN PADA PERTANDINGANSEPAKBOLA USIA DINI.”“PROGRAM DAN JADUAL KEGIATAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB TAHUN 2011.” “PENGANTAR FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI.”“FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI.”“BERMAIN DI LAHAN TERBATAS BAGI PEMAIN USIA DINI DAN MUDA.”“FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI.”“PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI.” “MITRA TANDING U12, 8 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI.” “MITRA TANDING U14, 4 SSB SEKOTA/SEKABUPATEN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA MUDA.” “MERANCANG JADUAL PERTANDINGAN LIGA SEPAKBOLA USIA MUDA 12 PESERTA.” “MENDUKUNG PESEPAKBOLA ANAK-ANAK PADA USIA DINI.” DAN MASIH ADA BANYAK NOMOR JUDUL PRESENTASI DAN TULISAN LAINNYA.
  6. 6. 6 1 FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES MENATA PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA USIA DINI M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2013
  7. 7. 7 FESTIVAL PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS • MEMADUKAN PELATIHAN DAN PERTANDINGAN GRASSROOTS MERUPAKAN CARA KOMPREHENSIF YANG BERTUJUAN MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, BAGI PARA PEMAIN USIA 6 S/D 12 TAHUN DALAM RANGKAIAN WAKTU DAN TEMPAT YANG SAMA DALAM SUASANA GEMBIRA DAN EDUKATIF. • FESTIVAL PELATIHAN DIADAKAN UNTUK MEMBERIKAN BERBAGAI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, DIPANDU OLEH PELATIH PENDIDIK. • FESTIVAL PERTANDINGAN DIADAKAN UNTUK MEMPRAKTEKAN LANGSUNG SEMUA HASIL PELATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA. FESTIVAL PELATIHAN PROGRAM PELATIHAN (COACHING CLINIC) : GOOGLE IMAGES • MENENDANG BOLA • MENGONTROL BOLA • MENGGIRING BOLA • (PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA) • DITUTUP DENGAN BERMAIN BOLA DALAM LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME) DIANTARA PESERTA PELATIHAN, DENGAN MEMBENTUK TIM-TIM SESUAI KELOMPOK USIA DALAM SUASANA MENYENANGKAN. FESTIVAL PERTANDINGAN • MODE PERTANDINGAN TURNAMEN KANDANG, PESERTA DI BAGI DALAM BEBERAPA GRUP DAN DI BAGI DALAM BEBERAPA BABAK. • SISTIM PERTANDINGAN KOMPETISI PENUH (BILA PESERTANYA SEDIKIT) ATAU KOMPETISI SETENGAH (BILA PESERTANYA BANYAK).
  8. 8. 8 • DENGAN MEMBUAT JUMLAH PERTANDINGAN SAMA ANTARA TIM PERINGKAT ATAS DAN PERINGKAT BAWAH PADA BABAK PENYISIHAN, SAMA-SAMA MAJU KE BABAK BERIKUTNYA (GRUP ATAS DAN GRUP BAWAH). • PADA SAAT MENGIKUTI FESTIVAL PERTANDINGAN, SAMPAIKAN KEPADA ANAK DIDIK AGAR BERMAIN UNTUK MENANG TAPI KEMENANGAN BUKAN TUJUAN SEMATA, KARENA YANG DIPENTINGKAN ADALAH MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA SETIAP PEMAIN, OLEH SEBAB ITU YANG PERLU DIPERHATIKAN ADALAH PERKEMBANGAN HASIL LATIHAN DARI SETIAP PEMAIN DAN BUKAN UNTUK MEMBENTUK TIM YANG HANYA MEMBURU KEMENANGAN. • UNTUK MENILAI PERKEMBANGAN KEMAJUAN PARA PEMAIN SAAT TAMPIL DI FESTIVAL PERTANDINGAN YANG DI IKUTINYA, MAKA BISA DIBENTUK TSG/GRUP STUDI TEKNIK, ATAU JUGA DENGAN MENGGUNAKAN FORM PENILAIAN PELATIH ATAS PENAMPILAN PEMAIN DARI TIM SENDIRI MAUPUN TIM LAWAN SAAT BERTANDING, KEMUDIAN DI BUAT REKAM JEJAKNYA DALAM BENTUK BUKU LAPORAN TEKNIK FESTIVAL PERTANDINGAN DI MAKSUD. • PARA PEMAIN HARUS DI BIMBING BERMAIN SPORTIF ATAU FAIR PLAY DAN RESPEK ATAU MENGHORMATI PEMAIN LAWAN, PERATURAN DAN WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN. • WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN HARUS BERTINDAK SEBAGAI WASIT PENDIDIK MEMPERKENALKAN PERATURAN PERMAINAN DAN MEMBIMBING PEMAIN AGAR BERMAIN SPORTIF DAN MENGGUNAKAN KARTU HIJAU SEBAGAI PENGHARGAAN BAGI PEMAIN MAUPUN OFISIAL YANG BERLAKU SPORTIF SAAT BERTANDING. • PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN FESTIVAL HARUS DENGAN TEGAS MENYATAKAN SEMUA PEMAIN HARUS DI MAINKAN, DENGAN CARA DI PARUH KEDUA DI GANTI SEBAGIAN ATAU SEMUA, JUGA BISA DI GANTI SEBAGIAN ATAU DI GANTI SEMUA DI PERTANDINGAN BERIKUTNYA. • DALAM FESTIVAL PERTANDINGAN, KETENTUANNYA TIM YANG BERHASIL MENDUDUKI PERINGKAT TERATAS TIDAK DISEBUT JUARA TETAPI DISEBUT TIM TERBAIK. • KETENTUAN LAINNYA PEMAIN TERBAIK LEBIH BAGUS BILA PERLINI, SEPERTI PEMAIN TERBAIK BARISAN DEPAN, BARISAN TENGAH, BARISAN BELAKANG DAN PENJAGA GAWANG. • KEMUDIAN TANDA PENGHARGAAN PRESTASI TIDAK DALAM BENTUK PIALA/TROPHY ATAU UANG, TETAPI CUKUP DALAM BENTUK SOVENIR, SERTIFIKAT ATAU BENTUK LAINNYA YANG BERSIFAT MENDIDIK. • ATAU JALAN TENGAHNYA ADALAH MEMBERIKAN PENGHARGAAN KEPADA SSB YANG TELAH BERHASIL MEMBINA PEMAIN DAN TIMNYA BERPRESTASI, DALAM BENTUK PERLENGKAPAN SEPAKBOLA MISALNYA. • DAN JANGAN LUPA MEMBERIKAN PENGHARGAAN KEPADA ORANG TUA YANG TELAH MENDUKUNG ANAKNYA BERMAIN BOLA, KEPADANYA BISA DIBERIKAN SERTIFIKAT PENGHARGAAN ATAS PERAN SERTANYA. • FESTIVAL PELATIHAN DAN FESTIVAL PERTANDINGAN YANG DI PADUKAN PELAKSANAANNYA SEPERTI CAMPFESTIVAL, IDEAL BILA DI LAKUKAN DI PENGHUJUNG TAHUN, DENGAN TUJUAN UNTUK MENILAI DAN MENGEVALUASI HASIL LATIHAN YANG
  9. 9. 9 TELAH DI JALANI SEPANJANG TAHUN OLEH SEMUA PEMAIN DARI SSB MASING-MASING, SEKALIGUS UNTUK MENYIAPKAN DIRI MENGHADAPI KEGIATAN TAHUN BERIKUTNYA. • RANGKAIAN KEGIATAN FESTIVAL LATIHAN DAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAPAT DI KEMAS DALAM BENTUK CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA, YANG MELAKSANAKAN JUGA KONTES JUGLING ATAU FREE STYLE, KEMUDIAN LOMBA KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA (TERMASUK PENJAGA GAWANG), BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME) UNTUK MENGASAH KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA MELEWATI LAWAN DENGAN CEPAT DAN KERJASAMA 1-2 SENTUHAN DENGAN KAWAN BERMAIN UNTUK MELEWATI LAWAN BERMAIN DENGAN CEPAT. • MENGENAI KEMASAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA AKAN DI JELASKAN TERSENDIRI. • SUASANA FESTIVAL PERTANDINGAN : DOKUMEN FOTO PRIBADI • PENONTON TIDAK MENDEKATI GARIS GAWANG MAUPUN GARIS SAMPING LAPANGAN PERMAINAN. TANAM FAIR PLAY DAN RESPEK SEJAK DINI: FOTO FIFA FAIR PLAY-FOTO UEFA RESPECT-GOOGLE IMAGES SEBELUM KEPADA ANAK DIDIK, TANAMKAN LEBIH DAHULU KEPADA KITA SENDIRI SEBAGAI PEMBINA ATAU SEBAGAI ORANG TUA, BERI CONTOH YANG BAIK, TUNJUKAN DALAM SETIAP PERTANDINGAN. (M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA-2013)
  10. 10. 10 2 PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING ANTAR SSB SEKOTA DAN ANTAR KOTA DOKUMEN FOTO PRIBADI M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2014
  11. 11. 11 PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING ANTAR SSB PENGELOMPOKAN SEKOLAH-SEKOLAH SEPAKBOLA INI DIMAKSUDKAN UNTUK LEBIH MENGGALI DAN MENGANGKAT POTENSI PARA PESEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA, SERTA UNTUK LEBIH MENGEKPLORASI TEKNIK MENATA PELATIHAN DAN PERTANDINGAN DIANTARA PEMAIN SSB, DENGAN TUJUAN UNTUK “MEMBANGUN FONDASI SEPAKBOLA USIA DINI DAN USIA MUDA YANG LEBIH KOKOH UNTUK MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN SEPAKBOLA INDONESIA.” URAIAN PENGELOMPOKAN MITRA LATIH DAN MITRA TANDING YANG DIIKUTI 4 DAN 8 SSB ADALAH SEPERTI SEBAGAI BERIKUT : 1. PENGELOMPOKAN DAPAT DILAKUKAN DENGAN MISALNYA 4 SSB ATAU 8 SSB PESERTA. 2. UNTUK MELAKUKAN PROGRAM KEGIATAN FESTIVAL YANG MELIPUTI PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING DIANTARA SSB SATU KELOMPOK SETIAP 2 ATAU 3 BULAN SEKALI. 3. PESERTA MITRA LATIH DAN MITRA TANDING ADALAH 4 SSB ATAU 8 SSB YANG TERGABUNG DALAM KELOMPOK SAMA, ATAU PENGELOMPOKAN DAPAT DIRUBAH SETIAP 6 (12) BULAN. 4. KEGIATAN BERSAMA INI DIKOORDINIR OLEH PARA PENGURUS SSB YANG TERGABUNG DI DALAMNYA DAN PELAKSANAAN DI LAPANGAN DIPANDU OLEH PARA PELATIH SSB YANG TERGABUNG DI DALAMNYA DAN BERTINDAK SEBAGAI PELATIH PENDIDIK. 5. DILAKUKAN SECARA BERKALA 2 BULAN SEKALI DENGAN SSB KOTAYANG SAMA DAN 3 BULAN SEKALI DENGAN SSB KOTA YANG BERBEDA. 6. DILAKSANAKAN PADA HARI SABTU DAN MINGGU UNTUK KEGIATAN DENGAN SSB SEKOTA (DUA HARI), HARI SABTU ATAU HARI MINGGU UNTUK KEGIATAN DENGAN SSB LAIN KOTA (SEHARI). 7. UNTUK KEGIATAN KESELURUHAN DIMULAI PUKUL 08.00 S/D 17.00 (SEHARI). 8. KEGIATAN PELTIHAN DAN MITRA LATIH DIMULAI PUKUL 08.00 S/D 09.50. 9. KEGIATAN MITRA TANDING DIMULAI PUKUL 10.00 S/ 17.00 (SEHARI) . 10. KELOMPOK USIA 12 DAN 14 TAHUN. 11. 9 LAWAN 9 UNTUK USIA 12 TAHUN DENGAN WAKTU BERMAIN 2 X 20 MENIT DAN 11 LAWAN 11 UNTUK USIA 14 DENGAN WAKTU BERMAIN 2 X 25 MENIT (WAKTU MINIMUM). 12. JUMLAH PEMAIN YANG DISERTAKAN 18 ORANG UNTUK USIA 12 TAHUN DAN 18 ORANG UNTUK USIA 14 TAHUN. 13. UKURAN LAPANGAN UNTUK USIA 12 TAHUN, 40 X 60 METER, LAPANGAN PERMAINAN STANDAR DIBAGI 2 LAPANGAN, DENGAN UKURAN GAWANG 2 X5 METER DAN MEMPERGUNAKAN BOLA NO. 4.
  12. 12. 12 14. UKURAN LAPANGAN UNTUK USIA 14 TAHUN 110 X 75 METER (100 X 64 METER), DENGAN UKURAN GAWANG 2.44 X 7.32 METER, DENGAN MEMPERGUNAKAN BOLA NO. 5. 15. WASIT YANG BERTUGAS UNTUK MEMIMPIN PERTANDINGAN USIA 12 TAHUN SEBANYAK 4 ORANG (2 GRUP MASING-MASING TERDIRI DARI 2 ORANG) DAN SEORANG PENGAWAS PERTANDINGAN YANG BERTINDAK JUGA SEBAGAI INSPEKTUR WASIT. 16. WASIT YANG BERTUGAS UNTUK MEMIMPIN PERTANDINGAN USIA 14 TAHUN SEBANYAK 8 ORANG (2 GRUP MASING-MASING TERDIRI DARI 4 ORANG) DAN SEORANG PENGAWAS PERTANDINGAN YANG BERTINDAK SEBAGAI INSPEKTUR WASIT. 17. SEMUA WASIT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN YANG DISERTAKAN MEMIMPIN DAN MENGAWASI PETANDINGAN ADALAH WASIT DAN PENGAWAS PERTANDINGAN RELAWAN YANG SUDAH MEMAHAMI BAGAIMANA CARANYA MEMIMPIN PERTANDINGAN USIA DINI MAUPUN USIA MUDA UNTUK MEMPERKENALKAN PERATURAN PERMAINAN (LAWS OF THE GAME) DENGAN BAIK DAN BENAR SEJAK AWAL (WASIT PENDIDIK DAN PENGAWAS PERTANDINGAN PENDIDIK). 18. SSB TUAN RUMAH PENYELENGGARA LATIHAN DAN PERTANDINGAN DILAKUKAN SECARA BERGILIR ATAU BERGANTIAN DIANTARA SSB DALAM SATU KELOMPOK. 19. SSB TUAN RUMAH PENYELENGGARA LATIHAN MENYEDIAKAN LAPANGAN UNTUK MITRA LATIH DAN MITRA TANDING. 20. JADUAL MITRA TANDING BERDASARKAN POLA JADUAL STANDAR YANG TELAH DITETAPKAN. 21. SAAT MITRA TANDING, SSB YANG DISEBUT PERTAMA DALAM JADUAL PERTANDINGAN (TIM A), MENYEDIAKAN BOLA UTAMA UNTUK MITRA TANDING, SSB YANG DISEBUT KEDUA DALAM JADWAL PERTANDINGAN (TIM B), MENYEDIAKAN BOLA CADANGAN UNTUK MITRA TANDING. 22. MINUMAN MEMBAWA SENDIRI-SENDIRI 23. DAN SEMUA SSB ANGGOTA KELOMPOK IURAN MEMBAYAR WASIT DAN PP. 24. SEBELUM MELAKUKAN PROGRAM MITRA LATIH DAN MITRA TANDING, SEMINGGU SEBELUMNYA DILAKUKAN TERLEBIH DAHULU PERTEMUAN PARA PELATIH YANG MENANGANI SSB ANGGOTA KELOMPOK, UNTUK MEMBAHAS PERSIAPAN TENTANG MATERI DAN KEGIATAN PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING, TERMASUK MEMBAGI GRUP DAN JADUAL PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING. 25. SELAIN ITU PADA HARI PELAKSANAAN, SEBELUM MELAKUKAN MITRA TANDING, TERLEBIH DAHULU DILAKUKAN PELATIHAN (COACHING CLINIC) GABUNGAN BAGI SELURUH PEMAIN DARI SEMUA SSB PESERTA, DILANJUTKAN DENGAN MITRA LATIH DIANTARA PESERTA PELATIHAN DENGAN TANPA MELIHAT ASAL SSB PEMAIN BERSANGKUTAN.
  13. 13. 13 26. BERTINDAK SEBAGAI PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR) PADA SAAT PELATIHAN (COACHING CLINIC) ADALAH PELATIH SSB SELURUH ANGGOTA KELOMPOK, SECARA BERSAMA-SAMA MEMANDU PELATIHAN. 27. SAAT BERLANGSUNG MITRA LATIH MAUPUN MITRA TANDING DIPIMPIN OLEH WASIT PENDIDIK (REFEERE EDUCATOR) YANG MEMBIMBING PARA PEMAIN AGAR MEREKA MEMAHAMI PERATURAN PERMAINAN (LAWS OF THE GAME) SEJAK DINI. 28. SAAT BERLANGSUNGNYA MITRA TANDING DIANTARA SSB PESERTA, PARA PELATIH SETIAP USAI MITRA TANDING MENGISI FORM PENILAIAN PENAMPILAN TIM SENDIRI MAUPUN TIM LAWAN. 29. SETELAH USAI MITRA LATIH DAN MITRA TANDING DILAKUKAN EVALUASI BERSAMA OLEH SELURUH PELATIH SSB PESERTA (TERMASUK MELAKUKAN EVALUASI PELAKSANAAN PELATIHAN). 30. POLA JADUAL STANDAR BILA DIIKUTI OLEH 4 SSB DENGAN SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH (6 NOMOR PERTANDINGAN)DILAKSANAKAN SATU HARI : NP.1 1 - 2 (SSB A – SSB B) NP.2 3 - 4 (SSB C – SSB D) NP.3 4 - 1 (SSB D - SSB A) NP.4 2 - 3 (SSB B – SSB C) NP.5 4 - 2 (SSB D – SSB B) NP.6 1 - 3 (SSB C – SSB C) 31. POLA JADUAL STANDAR BILA DIIKUTI OLEH 8 SSB DENGAN SISTEM PERTANDINGAN KOMPETISI SETENGAH (28 NOMOR PERTANDINGAN) DILAKSANAKAN SETIAP HARI SABTU DAN MINGGU) : NP.1 1 – 3 (SSB A – SSB C) NP.2 2 – 4 (SSB B – SSB D) NP.3 5 – 7 (SSB E – SSB G) NP.4 6 – 8 (SSB F – SSB H) NP.5 7 – 1 (SSB G – SSB A) NP.6 8 – 2 (SSB H – SSB B) NP.7 3 – 5 (SSB C - SSB E) NP.8 4 – 6 (SSB D - SSB F) NP.9 7 – 3 (SSB G - SSB C) NP.10 8 – 4 (SSB H - SSB D) NP.11 1 – 5 (SSB A - SSB E) NP.12 2 – 6 (SSB B - SSB F) NP.13 1 – 2 (SSB A – SSB B) NP.14 3 – 4 (SSB C – SSB D) NP.15 5 – 6 (SSB E – SSB F) NP.16 7 – 8 (SSB G – SSB H)
  14. 14. 14 NP.17 3 – 2 (SSB C – SSB B) NP.18 4 – 1 (SSB D – SSB A) NP.19 7 – 6 (SSB G - SSB F) NP.20 8 – 5 (SSB H - SSB E) NP.21 1 – 8 (SSB A – SSB H) NP.22. 2 – 7 (SSB B - SSB G) NP.23 5 – 4 (SSB E - SSB D) NP.24 6 – 3 (SSB F - SSB C) NP.25 3 – 8 (SSB C – SSB H) NP.26 4 – 7 (SSB D – SSB G) NP.27 5 – 2 (SSB E – SSB B) NP.28 6 – 1 (SSB F – SSB A) 32. DENGAN PENGATURAN KEGIATAN, KELOMPOK USIA, WAKTU, TEMPAT DAN PROGRAM : FESTIVAL PELATIHAN (COACHING CLINIC) UNTUK USIA 12 TAHUNBILA DIIKUTI 4/8SSB : PESERTA SELURUH PEMAIN DARI 4/8 SSB @ 18 ORANG = 72/144 ORANG. DENGAN PEMANDU PELATIHAN, 4/8 ORANG PELATIH DARI SSB PESERTA. SETIAP PELATIH PENDIDIK MEMANDU PELATIHAN 18 ORANG PEMAIN DARI SSB BERBEDA (BERTUKAR DENGAN KOLEGA PELATIH LAINNYA), CONTOH PELATIH SSB A MEMANDU PEMAIN SSB B, PELATIH SSB B MEMANDU PEMAIN SSB A, BEGITU JUGA UNTUK PELATIH C DAN D DAN SETERUSNYA, BERTUKAR ANAK DIDIK SAAT MEMANDU PELAKSANAAN PELATIHAN. FESTIVAL PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING U12 SEHARI : PELATIHAN 08.00 LAPANGAN DIBAGI 4 TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA 09.00 MENGGIRING BOLA. MENENDANG BOLA. MENGONTROL BOLA. (PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA) DIIKUTI SEMUA PEMAIN DARI 4 SSB PESERTA. MITRA LATIH 09.00 LAPANGAN DIBAGI 4 MITRA LATIH ANTAR PESERTA PELATIHAN 09.50 (LAPANGAN 1,2,3,4) BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME) DIBAGI 8 TIM @ 9 ORANG/9+9 ORANG. BERMAIN 2 X 10 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT. SETIAP TIM GUNAKAN ROMPI BERBEDA WARNA. MASING-MASING TIM BERMAIN 2 KALI. JADUAL MITRA LATIH : K-L ; M-N ; O-P ; Q-R, L-M ;N-K ; P-Q ; R-O. PEMAIN DICAMPUR TANPA MELIHAT SSB ASAL. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  15. 15. 15 MITRA TANDING BILA DIIKUTI 4 SSB KOMPETISI PENUH 10.00 MITRA-TANDING (2 X 20 MENIT) 10.00 LAPANGAN DIBAGI 2 A-B C-D (PUTARAN 1) 11.00 (LAPANGAN 1 DAN 2) D-A B-C 12.00 D-B C-A 14.00 B-A D-C (PUTARAN 2) 15.00 A-D C-B 16.00 B-D A-C PEMAIN CADANGAN PADA PARUH KEDUA SEMUA DITURUNKAN BERMAIN. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- FESTIVAL PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING U12 DUA HARI : BILA DIIKUTI 8 SSB PELATIHAN 08.00 LAPANGAN DIBAGI 4 TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA 09.00 (LAPANGAN 1,2,3,4) MENGGIRING BOLA MENENDANG BOLA MENGONTROL BOLA (PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA) DIIKUTI SEMUA PEMAIN DARI 8 SSB PESERTA MITRA LATIH MITRA LATIH ANTAR PESERTA PELATIHAN 09.00 LAPANGAN DIBAGI 4 BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME) 09.50 (LAPANGAN 1,2,3,4) DIBAGI 8 TIM @ 9+9 ORANG (DIBAGI 2 KELOMPOK) BERMAIN 2 X 10 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT PEMAIN BERGANTI SEMUA DI PARUH KEDUA SETIAP TIM GUNAKAN ROMPI BERBEDA WARNA MASING-MASING TIM BERMAIN 2 KALI JADUAL MITRA LATIH : K-L ; M-N ; O-P ; Q-R, L-M ; N-K ; P-Q ; R-O. PEMAIN DICAMPUR TANPA MELIHAT ASAL SSB. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- MITRA TANDING KOMPETISI SETENGAH HARI PERTAMA 10.00 LAPANGAN DIBAGI 2 A-C B-D 11.00 (LAPANGAN 1 DAN 2) E-G F-H 12.00 C-E D-F 13.00 G-A H-B 14.00 A-H B-G 15.00 E-D F-C 16.00 A-B C-D 17.00 E-F G-H
  16. 16. 16 HARI KEDUA 08.00 LAPANGAN DIBAGI 2 E-B F-A 09.00 (LAPANGAN 1 DAN 2) G-D H-C 10.00 A-E B-F 11.00 C-G D-H 12.00 B-C D-A 13.00 G-F H-E PEMAIN CADANGAN PADA PARUH KEDUA SEMUA DITURUNKAN BERMAIN. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 33. PELATIHAN (COACHING CLINIC) U14 TAHUN BILA DIIKUTI 4 SSB : PESERTA SELURUH PEMAIN DARI 4 SSB @ 18 ORANG = 72 ORANG. DENGAN PEMANDU PELATIHAN, 4 ORANG PELATIH DARI SSB PESERTA. SETIAP PELATIH PENDIDIK MEMANDU PELATIHAN 18 ORANG PEMAIN DARI SSB BERBEDA (BERTUKAR DENGAN KOLEGA PELATIH LAINNYA, CONTOH PELATIH SSB A MEMANDU PEMAIN SSB B, PELATIH SSB B MEMANDU PEMAIN SSB A, BEGITU JUGA UNTUK PELATIH C DAN D, BERTUKAR ANAK DIDIK SAAT MEMANDU PELAKSANAAN PELATIHAN. PROGRAM PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING U14 SEHARI : PELATIHAN 08.00 LAPANGAN DIBAGI 4 TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA 09.00 (LAPANGAN 1,2,3,4) MENGGIRING BOLA. MENENDANG BOLA. MENGONTROL BOLA. MENANDUK BOLA. (PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA) DIIKUTI SEMUA PEMAIN DARI 4 SSB PESERTA. MITRA LATIH 09.00 LAPANGAN DIBAGI 4 MITRA LATIH ANTAR PESERTA PELATIHAN 09.50 (LAPANGAN 1,2,3,4) BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME) DIBAGI 8 TIM @ 9 ORANG. BERMAIN 2 X 10 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT. SETIAP TIM GUNAKAN ROMPI BERBEDA WARNA. MASING-MASING TIM BERMAIN 2 KALI. JADUAL MITRA LATIH : K-L ; M-N ; O-P ; Q-R, L-M ; N-K ; P-Q ; R-O. PEMAIN DICAMPUR TANPA MELIHAT SSB ASAL. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  17. 17. 17 MITRA TANDING DIANTARA 4 SSB KOMPETISI SETENGAH 10.00 MITRA-TANDING (2 X 25 MENIT) 10.00 LAPANGAN DIBAGI 2 A-B 11.00 (LAPANGAN 1 DAN 2) C-D 12.00 D-A 14.00 B-C 15.00 D-B 16.00 A-C PEMAIN CADANGAN PADA PARUH KEDUA SEMUA DITURUNKAN BERMAIN. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- PROGRAM PELATIHAN, MITRA LATIH DAN MITRA TANDING U14 DUA HARI : BILA DIIKUTI 4 SSB PELATIHAN 08.00 LAPANGAN DIBAGI 4 TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA 09.00 (LAPANGAN 1,2,3,4) MENGGIRING BOLA. MENENDANG BOLA. MENGONTROL BOLA. MENANDUK BOLA. (PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA) DIIKUTI SEMUA PEMAIN DARI 4 SSB PESERTA. MITRA LATIH 09.00 LAPANGAN DIBAGI 4 MITRA LATIH ANTAR PESERTA PELATIHAN 09.50 (LAPANGAN 1,2,3,4) BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME) DIBAGI 8 TIM @ 9 ORANG. BERMAIN 2 X 10 MENIT, ISTIRAHAT 5 MENIT. SETIAP TIM GUNAKAN ROMPI BERBEDA WARNA. MASING-MASING TIM BERMAIN 2 KALI. JADUAL MITRA LATIH : K-L ; M-N ; O-P ; Q-R, L-M ; N-K ; P-Q ; R-O. PEMAIN DICAMPUR TANPA MELIHAT SSB ASAL. -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- MITRA TANDING KOMPETISI PENUH HARI PERTAMA 10.00 A-B 11.00 C-D 12.00 D-A 13.00 B-C 14.00 D-B 15.00 A-C
  18. 18. 18 HARI KEDUA 08.00 B-A 09.00 D-C 10.00 A-D 11.00 C-B 12.00 B-D 13.00 C-A PEMAIN CADANGAN PADA PARUH KEDUA SEMUA DITURUNKAN BERMAIN. ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ (M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA-2014)
  19. 19. 19 3 DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011 DESAIN MODEL PEMBINAAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI MEMBANGUN BASIS PEMBINAAN SEPAKBOLA INDONESIA M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2013
  20. 20. 20 DESAIN MODEL PEMBINAAN KOMPREHENSIF • MODEL PEMBINAAN CAMPFESTIVAL ADALAH SEBUAH KEGIATAN KOMPREHENSIF YANG MEMADUKAN PELATIHAN DAN PERTANDINGAN SERTA KEGIATAN PENDUKUNG LAINNYA DALAM SATU RANGKAIAN WAKTU DAN DI TEMPAT YANG SAMA, DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBANGUN DAN MENINGKATKAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA PEMAIN USIA DINI. PESERTA DAN KEGIATAN • SSB YANG MENDAFTARKAN DIRI UNTUK IKUT SERTA CAMPFESTIVAL DAN MENDAFTARKAN PEMAIN USIA 12 TAHUN. • MENGIKUTI PELATIHAN, PERTANDINGAN, KONTES, LOMBA DAN KEGIATAN SELENGKAPNYA. • UNTUK MEMATANGKAN PERSIAPAN DISELENGGARAKAN TERLEBIH DAHULU SEMINAR DAN REFRESHING BAGI PENGURUS, OFISIAL DAN PELATIH SSB PESERTA, DENGAN MATERI TENTANG PROGRAM GRASSROOTS DAN KEGIATAN PELATIHAN, PERTANDINGAN DAN LAINNYA YANG AKAN DISELENGGARAKAN. TEMA • BERKEMAH-BERMAIN-BELAJAR-BERLATIH- BERLOMBA-BERTANDING UNTUK MEMBANGUN DAN MENINGKATKAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA. • UNTUK MENDUKUNG MENINGKATKAN PRESTASI SEPAKBOLA INDONESIA DI MASA DEPAN. • DENGAN AJAKAN BERSAMA MEMAJUKAN SEPAKBOLA USIA DINI. RANGKAIAN KEGIATAN • SEMINAR-REFRESHING BAGI PENGURUS, OFISIAL DAN PELATIH SSB PESERTA. • PERTEMUAN MANAJER DAN UNDIAN GRUP. • SKRINING. • PELATIHAN WASIT REMAJA. • PERTEMUAN TEKNIK. • PELATIHAN ATAU COACHING CLINIC BAGI PARA PEMAIN SSB PESERTA. • PERTANDINGAN. • KONTES. • LOMBA. • DISKUSI PELATIH. • FILM TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA. • KUIZ SEPAKBOLA. • BAZAR. • KAMPANYE FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU.
  21. 21. 21 DOKUMEN FOTO PRIBADI WASIT MEMBERIKAN KARTU HIJAU KEPADA SEORANG PEMAIN YANG BERLAKU SPORTIF SEMINAR DAN REFRESHING : • SEMINAR DAN REFRESHING PENGURUS, OFISIAL, PELATIH SSB PESERTA. DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011
  22. 22. 22 PERTEMUAN MANAJER : • PERTEMUAN MANAJER SSB PESERTA, UNDIAN GRUP DAN TENTANG SKRINING. DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011 PERTEMUAN TEKNIK : • PERTEMUAN TEKNIK DENGAN MANAJER DAN PELATIH SSB PESERTA DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011
  23. 23. 23 PELATIHAN : • PELATIHAN (COACHING CLINIC) BAGI PEMAIN SSB PESERTA. DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011 FESTIVAL PERTANDINGAN : • FESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB. DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011
  24. 24. 24 KONTES : • KONTES JUGLING ATAU FREE STYLE. DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011 KONTES : • KONTES KETERAMPILAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA. DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011 LOMBA : • LOMBA 2 LAWAN 2 DAN 3 LAWAN 3 DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME) DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011
  25. 25. 25 DISKUSI : • DISKUSI PELATIH SSB PESERTA. DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011 PENYERAHAN TANDA PENGHARGAAN : • PENYERAHAN TANDA PENGHARGAAN KEPADA PEMAIN DAN TIM BERPRESTASI BERUPA SOVENIR CAMPFESTIVAL. DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011
  26. 26. 26 SUASANA : • CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB. DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011 SUASANA : • CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB. • DOKUMEN FOTO CAMPFESTIVAL 2011 (M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA-2013)
  27. 27. 27 4 MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM SENDIRI DAN TIM LAWAN PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI DOKUMEN FOTO PRIBADI M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2013
  28. 28. 28 MEMBUAT PENILAIAN ATAS PENAMPILAN TIM SENDIRI DAN TIM LAWAN SELAMA INI SETIAP SELESAI KEGIATAN PERTANDINGAN KEJUARAAN SEPAKBOLA KELOMPOK USIA, UMUMNYA HANYA MENINGGALKAN JEJAK LAPORAN : URUTAN KEDUDUKAN KEJUARAAN, PEMAIN TERBAIK, PENCETAK GOL TERBANYAK, TIM FAIR PLAY DAN BILA ADA DATA STATISTIK. DAN JARANG MENINGGALKAN JEJAK LAIN SEPERTI REKAM JEJAK LAPORAN TEKNIS, MISALNYA CATATAN PENAMPILAN TEKNIS YANG DICAPAI SETIAP TIM PESERTA BAIK SECARA TIM MAUPUN SECARA INDIVIDU DISETIAP PERTANDINGAN, SEBAGAI REFERENSI BERGUNA TENTUNYA BAGI PERKEMBANGAN PEMBINAAN SELANJUTNYA. CATATAN PENAMPILAN TEKNIS DALAM SEBUAH PERTANDINGAN BIASANYA DIBUAT OLEH TIM TSG (TECHNICAL STUDY GROUP), YANG INSTRUMENNYA LEBIH RUMIT DAN HARUS MELIBATKAN ANGGOTA TSG YANG TERLATIH. TAPI KALI INI KITA BUAT DENGAN CARA SEDERHANA MELALUI INSTRUMEN FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH, YANG BISA DIISI SEUSAI PERTANDINGAN PADA FORM YANG DISEDIAKAN PENYELENGGARA PERTANDINGAN. DAN SETELAH DIISI, FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH DIKEMBALIKAN SAAT ITU JUGA KEPADA PENYELENGGARA PERTANDINGAN, UNTUK DIHIMPUN DAN DIOLAH SEBAGAI BAHAN YANG SANGAT BERHARGA GUNA MEMBUAT ANALISA PERTANDINGAN. DENGAN DEMIKIAN ANALISA PERTANDINGAN TERSEBUT BISA DIBUAT BERDASARKAN PENGAMATAN SEMUA PELATIH, SEHINGGA SEMUA KENYATAAN YANG TERJADI DI LAPANGAN PERMAINAN DAPAT TERCATAT DENGAN BAIK, SEPERTI PENAMPILAN TEKNIS DAN MENTAL APA SAJA YANG TELAH DAN BELUM TERCAPAI, HAL ITU SEBENARNYA MERUPAKAN BAGIAN PENTING BAHAN EVALUASI SETIAP PELATIH TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DIDIKNYA. FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH INI SANGAT SEDERHANA DAN MEMUAT 2 BAGIAN, YAITU BAGIAN A MEMUAT PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI DAN BAGIAN B MEMUAT PENILAIAN TERHADAP TIM LAWAN. KEDUA BAGIAN TERSEBUT MEMUAT KOLOM SAMA UNTUK DIISI SECARA SINGKAT TAPI PADAT, YAITU KOMENTAR TENTANG PENILAIAN TIM SENDIRI DAN PENILAIAN ATAS TIM LAWAN YANG MELIPUTI :  PERMAINAN TIM.  PERMAINAN INDIVIDU.  PEMAIN MENONJOL.
  29. 29. 29  FORMASI TIM.  PENERAPAN FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU. DENGAN DEMIKIAN SETIAP PELATIH DISAMPING DIMINTA KOMENTAR ATAU MEMBUAT PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI, JUGA DIMINTA UNTUK MEMBERIKAN KOMENTAR ATAU PENILAIAN TERHADAP TIM LAWANNYA SECARA FAIR DAN BERIMBANG DALAM BENTUK ANALISA PERTANDINGAN SEDERHANA TETAPI DIHARAPKAN TAJAM ATAU MENGENA. MAKSUD TUJUAN MENGISI FORM ADALAH SEBAGAI BAHAN BERHARGA UNTUK MEMBUAT RANGKUMAN ANALISA PERTANDINGAN YANG AKAN DIBUAT OLEH PENYELENGGARA KEJUARAAN, SEBAGAI BAGIAN PENTING PULA BILA PENYELENGGARA KEJUARAAN HENDAK MEMBUAT LAPORAN TEKNIK, DISAMPING BAGIAN LAINNYA SEPERTI HASIL PERTANDINGAN, KLASEMEN, DATA DAN STATISTIK PERTANDINGAN, ANALISA TAKTIK DAN STRATEGI, LAPORAN OFISIAL PERTANDINGAN (WASIT, IW DAN PP), TENTANG PESERTA, TENTANG KEJUARAAN, DLL. ISIAN KOMENTAR PERMAINAN TIM MENULIS TENTANG PENAMPILAN ATAU PERMAINAN YANG DIPERLIHATKAN TIM SENDIRI MAUPUN TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN, SEPERTI TAKTIK DAN STRATEGI, PENYERANGAN DAN PERTAHANAN, TRANSISI, PENGUASAAN BOLA ATAU ALIRAN BOLA DARI KAKI KE KAKI, DUKUNGAN TERHADAP KAWAN, INTERSEP, DUEL PEREBUTAN BOLA, TEMPO PERMAINAN, DLL. ISIAN KOMENTAR PERMAINAN INDIVIDU MENULIS TENTANG KEMAMPUAN BERMAIN PERSEORANGAN YANG DIPERLIHATKAN PEMAIN TIM SENDIRI MAUPUN PEMAIN TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN, SEPERTI TEKNIK, SKILL, KONTROL DAN PENGUASAAN BOLA, MENGGIRING, MENGUMPAN, MENEMBAK DAN MENANDUK BOLA, KEMAMPUAN PENJAGA GAWANG. ISIAN KOMENTAR PEMAIN MENONJOL MENULIS NOMOR PUNGGUNG (NPG) PEMAIN TIM SENDIRI MAUPUN PEMAIN TIM LAWAN YANG BERMAIN MENONJOL DAN BESAR KONTRIBUSINYA BAGI TIMNYA SAAT PERTANDINGAN. ISIAN KOMENTAR FORMASI TIM MENULIS TENTANG FORMASI TIM SENDIRI MAUPUN FORMASI TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN, PALING TIDAK POSISI STATIS PEMAIN SAAT START ATAU AKAN MEMULAI PERTANDINGAN. ISIAN KOMENTAR FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU MENULIS TENTANG SIKAP FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU PEMAIN TIM SENDIRI MAUPUN TIM LAWAN SAAT PERTANDINGAN.
  30. 30. 30 CONTOH PENGISIAN KOMENTAR PERMAINAN TIM TIM SENDIRI : MISALNYA KERJASAMA ANTAR PEMAIN DAN ANTAR LINI CUKUP RAPIH, MENGALIRKAN BOLA DARI KAKI KE KAKI, JARANG TERSENDAT, DENGAN PENGUASAAN BOLA YANG CUKUP BAIK, ALIRAN BOLA MERAMBAT DARI LINI KE LINI DI DALAM MELAKUKAN SERANGAN, TETAPI PENYELESAIAN AKHIR BANYAK GAGAL SEHINGGA BANYAK PELUANG TERBUANG. SAAT KEHILANGAN BOLA KURANG CEPAT MERUBAH DARI FORMASI MENYERANG KE FORMASI BERTAHAN SEHINGGA LINI PERTAHANAN TERBUKA. BEGITU PULA SAAT SETELAH BERHASIL MEREBUT BOLA DARI KAKI LAWAN KURANG CEPAT MERUBAH DARI FORMASI BERTAHAN KE FORMASI MENYERANG, SEHINGGA KAWAN YANG BERADA DI LINI DEPAN KURANG MENDAPAT DUKUNGAN DARI PEMAIN LINI TENGAH ATAU BELAKANG. MASIH KURANG SIGAP DALAM MENGHADAPI SERANGAN BALIK LAWAN ATAU TIDAK MELAKUKAN INTERSEP DENGAN BAIK, SEHINGGA DUEL PEREBUTAN BOLA TIDAK SELALU DIMENANGKAN. PARA PEMAIN KURANG PANDAI DALAM MEMAINKAN TEMPO PERMAINAN SEHINGGA TENAGA KERAP TERKURAS DALAM PERMAINAN YANG KURANG EFEKTIF. TIM LAWAN : MISALNYA KERJASAMA ANTAR PEMAIN DAN ANTAR LINI KURANG MULUS, ALIRAN BOLA DARI KAKI KE KAKI KERAP TERSENDAT, KARENA SERING KEHILANGAN BOLA, ALIRAN BOLA ANTAR LINI TERLIHAT KURANG BERJALAN, BANYAK KEHILANGAN PELUANG DI DALAM MELAKUKAN PENYELESAIAN AKHIR, TRANSISI MASIH LEMAH, DUKUNGAN TERHADAP KAWAN YANG MENGUASAI BOLA JARANG DILAKUKAN, DEMIKIAN PULA INTERSEP KURANG TERLIHAT WALAU MEMPERLIHATKAN KEGIGIHAN SAAT DUEL PEREBUTAN BOLA. DAN MEMAINKAN PERMAINAN TEMPO SEDANG KARENA KELIHATANNYA KURANG DI DUKUNG KONDISI FISIK YANG CUKUP. CONTOHPENGISIAN KOMENTAR PERMAINAN INDIVIDU TIM SENDIRI : MISALNYATEKNIK DASAR DAN SKILL PEMAIN CUKUP BAIK DI BANDING PEMAIN LAWAN BERTANDING, KONTROL BOLA MASIH PERLU DI PERBAIKI, PENGUASAAN BOLA JUGA MASIH PERLU DI TINGKATKAN, KURANG BERANI MENGGIRING BOLA SAAT DIBUTUHKAN UNTUK MELEWATI PEMAIN LAWAN, MENGUMPAN BOLA CUKUP BAGUS, MENEMBAK BOLA KEARAH GAWANG LAWAN MASIH BANYAK TIDAK MENEMUI SASARAN KARENA SERING DILAKUKAN SECARA TERGESA, MENANDUK BOLA DI UDARA MASIH DILAKUKAN KURANG BERTENAGA. KEMAMPUAN PENJAGA GAWANG CUKUP BAIK, BANYAK MELAKUKAN TINDAKAN PENYELAMATAN. TIM LAWAN : MISALNYA TEKNIK DASAR DAN SKILL PEMAIN MASIH KURANG. KONTROL, PENGUASAAN, MENGGIRING, MENGUMPAN, BOLA MASIH KURANG BAGUS UNTUK MEWUJUDKAN KERJA SAMA TIM YANG SOLID. MENEMBAK BOLA KE ARAH GAWANG MASIH SERING TIDAK MENEMUI SASARAN. MENANDUK BOLA DILAKUKAN CUKUP BAGUS SAAT MENJAGA DAERAH PERTAHANAN. KEMAMPUAN PENJAGA GAWANG BAGUS BANYAK MELAKUKAN TINDAKAN PENYELAMATAN YANG GEMILANG.
  31. 31. 31 CONTOH PENGISIAN PEMAIN YANG MENONJOL TIM SENDIRI : MISALNYANPG. 1, 3, 5, 7, 9. TIM LAWAN : MISALNYA NPG. 1, 3, 5. CONTOH PENGISIAN FORMASI TIM TIM SENDIRI : MISALNYA 1-2-1 KALAU 5 PEMAIN, 1-4-1 KALAU 7 PEMAIN, 1-4-3 KALAU 9 PEMAIN, 4-3-3 KALAU 11 PEMAIN. TIM LAWAN : MISALNYA 1-2-1 KALAU 5 PEMAIN, 1-3-2 KALAU 7 PEMAIN, 1-3-4 KALAU 9 PEMAIN, 4-2-4 KALAU 11 PEMAIN. CONTOH PENGISIAN PENERAPAN FAIR PLAY DAN PEROLEHAN KARTU HIJAU TIM SENDIRI : MISALNYA PARA PEMAIN MENERAPKAN FAIR PLAY DENGAN BAIK, MENGHORMATI PERATURAN, MENTAATI KEPUTUSAN WASIT, BERSALAMAN DENGAN PEMAIN LAWAN BILA TANPA SENGAJA MELAKUKAN PELANGGARAN SEBAGAI TANDA PENYESALAN DAN MENINTA MAAF, DLL. MEMPEROLEH 3 KARTU HIJAU. TIM LAWAN : MISALNYA PARA PEMAIN LAWAN MENERAPKAN FAIR PLAY DENGAN BAIK, MENGHORMATI PERATURAN, MENTAATI KEPUTUSAN WASIT, BERSALAMAN DENGAN PEMAIN LAWAN BILA TANPA SENGAJA MELAKUKAN PELANGGARAN SEBAGAI TANDA PENYESALAN DAN MEMINTA MAAF, DLL. MEMPEROLEH KARTU HIJAU 5. (JAKARTA, 2 JANUARI 2013-M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA) DITERAPKAN PERTAMA KALI DI CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA ANTAR SSB U12 TAHUN 2011
  32. 32. 32 CONTOH MEMBUAT : FORM KOMENTAR SINGKAT PELATIH BAHAN LAPORAN TEKNIK (BESARNYA KOLOM DISESUAIKAN MENURUT KEBUTUHAN) PERTANDINGAN : TANGGAL : TEMPAT : HASIL PERTANDINGAN : A. PENILAIAN TERHADAP TIM SENDIRI : 1. PERMAINAN TIM : 2. PERMAINAN INDIVIDU : 3. PEMAIN MENONJOL : 4. FORMASI TIM : 5. PENERAPAN FAIR PLAY ATAU PEROLEHAN KARTU HIJAU : B. PENILAIAN TERHADAP TIM LAWAN : 1. PERMAINAN TIM : 2. PERMAINAN INDIVIDU : 3. PEMAIN MENONJOL : 4. FORMASI TIM : 5. PENERAPAN FAIR PLAY ATAU PEROLEHAN KARTU HIJAU : TANGGAL : PELATIH SSB : NAMA : TANDA TANGAN :
  33. 33. 33 5 PROGRAM DAN JADWAL KEGIATAN CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB TAHUN 2011 M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2011
  34. 34. 34 CAMPFESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SSB TAHUN 2011  ADALAH SEBUAH PROGRAM PELATIHAN DAN PERTANDINGAN SECARA KOMPREHENSIF MELIPUTI BANYAK ASPEK PEMBANGUNAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA PEMAIN U12, TERMASUK PEMBEKALAN TEKNIS DAN ORGANISASI BAGI PEMBINA SEKOLAH SEPAKBOLA MAUPUN AKADEMI SEPAKBOLA PESERTA CAMP & FESTIVAL.  UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PEMBINAAN USIA DINI DISEMUA ASCAB PSSI YANG DIWAKILI OLEH SEKOLAH SEPAKBOLA MAUPUN AKADEMI SEPAKBOLA YANG IKUT SERTA SEBAGAI PESERTA CAMP & FESTIVAL, GUNA MEMBANGUN SEPAKBOLA YANG BERBASIS PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN SEPAKBOLA MASA DEPAN YANG BERPRESTASI. PENDAHULUAN  UNTUK MENGAPLIKASIKAN PROGRAM KOMPREHENSIF SECARA PROGRESIF, SEKOLAH SEPAKBOLA BANDUNG (SSBB) BERSAMA MANAJEMEN SPORT UTAMA (MSU), MENDISAIN PROGRAM KEGIATAN PEMBINAAN KOMPREHENSIF YANG MELIPUTI BERBAGAI ASPEK PENDEKATAN PEMBINAAN, SEBAGAI CARA UNTUK MENGGALI DAN MENEMUKAN PEMAIN USIA DINI BERTALENTA TINGGI CALON PEMAIN HANDAL DIMASA DEPAN, MELALUI PENYELENGGARAAN CAMP & FESTIVAL SEPAKBOLA U12 ANTAR SEKOLAH SEPAKBOLA TAHUN 2011.  PENYELENGGARAAN CAMP SEPAKBOLA SEMACAM INI PERTAMA DIGELAR, DAN MERUPAKAN PERCONTOHAN UNTUK DILAKUKAN DI BERBAGAI DAERAH DIDALAM RANGKA MENDUKUNG VISI DAN MISI PENGEMBANGAN SEPAKBOLA USIA MUDA PSSI, YAITU FOOTBALL GROWTH FROM YOUNG AGE, COACHES DEVELOPMENT AND ELITE FOOTBALL IN THE FUTURE. LATAR BELAKANG  SEPAKBOLA INDONESIA BERPRESTASI DIARENA INTERNASIONAL DAN MENJADI PESERTA PIALA DUNIA DISUATU SAAT ADALAH HARAPAN SEMUA PECINTA SEPAKBOLA DISELURUH PENJURU TANAH AIR TERMASUK URANG BANDUNG.  NAMUN DEMIKIAN UNTUK MENCAPAI PRESTASI DUNIA, MASYARAKAT SEPAKBOLA NASIONAL MAUPUN DAERAH HARUS MENINGKATKAN KERJA KERASNYA DAN BEKERJA SECARA KOMPREHENSIF, DALAM MELAKUKAN PEMBINAAN SERIUS, TERATUR, SISTEMIK, BERJENJANG, BERTAHAP DAN BERKESINAMBUNGAN HINGGA MENCAPAI SASARAN YANG DIINGINKAN.
  35. 35. 35  KEMUDIAN KEPEDULIAN TERHADAP PEMBINAAN PEMAIN USIA DINI ATAU USIA MUDA HARUS LEBIH MERATA DAN HARUS MERUPAKAN PRIORITAS UTAMA UNTUK DIKERJAKAN SERIUS TANPA KENAL LELAH. PROGRAM KEGIATAN  PROGRAM KEGIATAN CAMP & FESTIVAL INI ADALAH KEGIATAN SEPAKBOLA YANG DIPERUNTUKAN BAGI PESEPAKBOLA U12, YANG TERBUKA DIIKUTI OLEH 32 SSB YANG MENDAFTAR DARI DARI BERBAGAI ASCAB PSSI KOTA/KABUPATEN YANG MENDAFTAR MENGIKUTI CAMP & FESTIVAL YANG BERASAL DARI BANTEN, DKI JAKARTA, JAWA BARAT DAN JAWA TENGAH, UNTUK MENGUKUR HASIL PEMBINAAN YANG DIJALANKAN DISEPANJANG TAHUN OLEH MASING-MASING SSB PESERTA CAMP & FESTIVAL (TITIK KULMINASI PEMBINAAN).  PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN INI AKAN DILAKSANAKAN DIPENGHUJUNG TAHUN PADA BULAN DESEMBER 2011 MENDATANG, SELAMA 4 HARI, TANGGAL 28-29-30-31 DESEMBER 2011, DIRENCANAKAN BERTEMPAT DI BUMI PERKEMAHAN KIARA PAYUNG JATINANGOR SUMEDANG (PESERTA MENGINAP).  PROGRAM KOMPREHENSIF DAN TERINTEGRASI INI MELIPUTI BANYAK ASPEK PEMBINAAN YANG HARUS (WAJIB) DIIKUTI SECARA KESELURUHAN OLEH SEMUA SSB PESERTA YANG MENDAFTAR YAITU SEPERTI :  REFRESHING BAGI PELATIH SSB PESERTA : DILAKSANAKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 MINGGU SEBELUM CAMP & FESTIVAL DIMULAI, BERTEMPAT DI BANDUNG, INSTRUKTUR DARI PSSI. DENGAN TUJUAN UNTUK MENYEGARKAN DAN MENINGKATKAN PENGETAHUAN SERTA KEMAMPUAN PARA PELATIH DIDALAM MEMBINA PARA PEMAIN USIA DINI SESUAI METODA STANDAR PSSI, TERMASUK BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME), DIDALAM UPAYA MEMBANGUN PRESTASI PESEPAKBOLA USIA DINI.  SEMINAR BAGI PENGURUS DAN OFISIAL SSB PESERTA : DILAKSANAKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 MINGGU SEBELUM CAMP & FESTIVAL DIMULAI, BERTEMPAT DI BANDUNG, PEMBERI PRESENTASI DARI PSSI. DENGAN TUJUAN UNTUK MEMBERIKAN PENCERAHAN TENTANG BAGAIMANA CARA MENGELOLA ORGANISASI DAN PEMBINAAN USIA DINI.  PERTEMUAN MANAJER DAN UNDIAN PEMBAGIAN GRUP : DILAKSANAKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 MINGGU SEBELUM CAMP & FESTIVAL DIMULAI BERTEMPAT DI BANDUNG. DIIKUTI OLEH PARA MANAJER PESERTA CAMP & FESTIVAL. DENGAN TUJUAN UNTUK MENYAMAKAN PERSEPSI DIDALAM
  36. 36. 36 MEMANDANG PERLUNYA MELAKSANAKAN PROGRAM KEGIATAN CAMP & FESTIVAL, MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN YANG BERBASISKAN FAIR PLAY UNTUK MENCAPAI PRESTASI SETINGGI-TINGGINYA, SERTA UNDIAN PEMBAGIAN GRUP DAN JADWAL PERTANDINGAN.  REFRESHING WASIT REMAJA : DILAKSANAKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 MINGGU SEBELUM CAMP & FESTIVAL DIMULAI, INSTRUKTUR DARI ASCAB ATAU ASPROV PSSI SETEMPAT, BERTEMPAT DI BANDUNG. DENGAN TUJUAN MENYIAPKAN WASIT REMAJA U-18 YANG AKAN DITUGASKAN MEMIMPIN PERTANDINGAN FESTIVAL SEPAKBOLA U12 TAHUN 2011.  PERTEMUAN TEKNIK : DILAKSANAKAN 1 HARI SEBELUM CAMP & FESTIVAL DIMULAI BERTEMPAT DI TEMPAT PERTANDINGAN. DIIKUTI OLEH PARA MANAJER, PELATIH DAN KAPTEN TIM PESERTA FESTIVAL. DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KESERAGAMAN PENGERTIAN MENGENAI SEGALA SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTANDINGAN.  COACHING CLINIC :` DILAKUKAN SEBELUM PERTANDINGAN FESTIVAL DIMULAI ATAU DILAKUKAN DISELA JADWAL PERTANDINGAN. DIIKUTI OLEH PARA PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL. DENGAN TUJUAN UNTUK MENINGKATKAN SKILL PEMAIN USIA DINI.  PERTANDINGAN FESTIVAL SEPAKBOLA : DILAKSANAKAN PADA HARI KAMIS, JUMAT, SABTU, MINGGU TANGGAL 28-29-30- 31 DESEMBER 2011 DI KIARA PAYUNG JATINAGOR KABUPATEN SUMEDANG. PERTANDINGAN 7 LAWAN 7, 2 X 20 MENIT ISTIRAHAT 5 MENIT, UKURAN LAPANGAN 60 X 40 METER, UKURAN GAWANG 2 X 5 METER. DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) SEJUMLAH 18 ORANG PEMAIN TERMASUK PESERTA KONTES/LOMBA, DAFTAR SUSUNAN PEMAIN (DSP) DISETIAP PERTANDINGAN 10 ORANG PEMAIN, TURUN BERTANDING 7 ORANG PEMAIN DAN 3 ORANG PEMAIN CADANGAN. DIIKUTI OLEH 32 TIM SSB PESERTA YANG MENDAFTARKAN DIRI. DENGAN TUJUAN MEMPEREBUTKAN URUTAN TIM TERBAIK I-II-III-IV, SERTA PEMAIN TERBAIK, PENJAGA GAWANG TERBAIK, PEMAIN BELAKANG TERBAIK, PEMAIN TENGAH TERBAIK, PEMAIN DEPAN TERBAIK, PENCETAK GOL TERBANYAK, TIM PALING BANYAK MEMASUKAN GOL, TIM PALING SEDIKIT KEMASUKAN GOL, PEMAIN FAVORIT, TIM FAVORIT DAN TIM FAIR PLAY.
  37. 37. 37  KONTES KETERAMPILAN SEPAKBOLA : DILAKSANAKAN DISELA-SELA JADWAL PERTANDINGAN. DIIKUTI OLEH PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL YANG BERMINAT IKUT SERTA DAN MENDAFTARKAN DIRI KE PANPEL. KONTES TERDIRI DARI TENDANGAN PENALTI, TENDANGAN BEBAS, TENDANGAN SUDUT, MENGUMPAN BOLA, MENANDUK BOLA, MENGGIRING BOLA DAN MENJAGA GAWANG. DENGAN TUJUAN MENGASAH KETERAMPILAN SEPAKBOLA. MEMPEREBUTKAN URUTAN TERBAIK I-II KETERAMPILAN SEPAKBOLA.  KONTES JUGLING ATAU FREE STYLE : DILAKSANAKAN DISELA-SELA JADWAL PERTANDINGAN. DIIKUTI OLEH PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL YANG BERMINAT IKUT SERTA DAN MENDAFTARKAN DIRI KE PANPEL. KONTES TERDIRI DARI JUGLING ATAU FREE STYLE. MEMPEREBUTKAN URUTAN TERBAIK I-II JUGLING/FREE STYLE.  LOMBA PERMAINAN SEPAKBOLA : DILAKSANAKAN DISELA-SELA JADWAL PERTANDINGAN. DIIKUTI OLEH PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL YANG BERMINAT DAN MENDAFTARKAN DIRI KEPADA PANPEL. (LOMBA 2 LAWAN 2, 3 LAWAN 3, SEMUA TANPA PENJAGA GAWANG, 2 X 5/10 MENIT, UKURAN LAPANGAN 16 X 6 METER. DENGAN TUJUAN UNTUK MENINGKATKAN SKILL PERMAINAN SEPAKBOLA TERUTAMA MENGASAH KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA UNTUK MELEWATI LAWAN BERMAIN DENGAN CEPAT DAN KERJASAMA 1-2 SENTUHAN DENGAN KAWAN BERMAIN UNTUK MELEWATI LAWAN BERMAIN DENGAN CEPAT. MEMPEREBUTKAN PERINGKAT I-II PERMAINAN SEPAKBOLA DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME).  KUIZ SEPAKBOLA : DILAKSANAKAN DISELA-SELA JADWAL PERTANDINGAN. DIIKUTI OLEH PEMAIN PESERTA CAMP & FESTIVAL YANG BERMINAT IKUT SERTA DENGAN MENGISI FORMULIR KUIZ. DENGAN TUJUAN UNTUK MELIHAT SEJAUH MANA PENGETAHUAN SEPAKBOLA YANG DIMILIKI PEMAIN YANG MENGIKUTI KUIZ INI.  PEMUTARAN FILM SEPAKBOLA : DILAKSANAKAN MALAM KEDUA SAAT PENYELENGGARAAN KEGIATAN CAMP & FESTIVAL BERLANGSUNG. DIIKUTI OLEH PEMAIN DAN OFISIAL PESERTA CAMP & FESTIVAL.
  38. 38. 38 DENGAN TUJUAN UNTUK MENAMBAH BERBAGAI PENGETAHUAN, TEKNIK, TAKTIK, STRATEGI, SERTA CARA BERMAIN SEPAKBOLA YANG BAIK DAN BENAR BAGI PEMAIN DAN OFISIAL YANG MENYAKSIKAN PEMUTARAN FILM.  DISKUSI PELATIH : DILAKSANAKAN SETIAP MALAM SELAMA KEGIATAN CAMP & FESTIVAL BERLANGSUNG. DIIKUTI OLEH PELATIH SSB PESERTA CAMP & FESTIVAL. DENGAN TUJUAN UNTUK MELAKUKAN EVALUASI PELAKSANAAN CAMP & FESTIVAL, BERTUKAR FIKIRAN BERBAGI PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN.  KAMPANYE FAIR PLAY : DILAKSANAKAN SELAMA CAMP & FESTIVAL BERLANGSUNG. DENGAN TUJUAN UNTUK MENYAMPAIKAN PESAN TENTANG FAIR PLAY DAN KARTU HIJAU MELALUI MEDIA SPANDUK, POSTER, SELEBARAN, UNTUK MENJADI PERHATIAN SELURUH INSAN SEPAKBOLA. PESAN KHUSUS BAGI PEMAIN, BILA INGIN MAJU IA HARUS KONSENTRASI HANYA KEPADA PERMAINAN SEPAKBOLA SEMATA, MEMATUHI PERATURAN DAN WASIT, TIDAK BOLEH BERSIKAP DAN BERMAIN KASAR, MEMUKUL, MENGELUARKAN PERKATAAN KOTOR (HARUS RESPEK TERHADAP LAWAN, PERATURAN DAN WASIT YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN).  BAZAR : DILAKSANAKAN SELAMA KEGIATAN CAMP & fESTIVAL BERLANGSUNG. DIIKUTI OLEH PERUSAHAAN ATAU PERORANGAN SIAPA SAJA YANG BERMINAT BERPARTISIPASI MEMERIAHKAN CAMP & FESTIVAL, DENGAN MEMBUKA KANTER UNTUK MEMPROMOSIKAN DAN MEMASARKAN PRODUKNYA. DENGAN TUJUAN UNTUK MENDUKUNG KEBUTUHAN YANG DIPERLUKAN OLEH PESERTA CAMP & FESTIVAL MAUPUN PENONTON ATAU PENGUNJUNG, SEPERTI MENYEDIAKAN MAKANAN DAN MINUMAN SEHAT SERTA BERSIH, MAKANAN DAN MINUMAN SUPLEMEN, VITAMIN DAN OBAT-OBATAN, SERTA PERLENGKAPAN DAN PAKAIAN OLAHRAGA. JADWAL PROGRAM KEGIATAN  REFRESHING PELATIH : 11 DESEMBER 2011, 08.00-16.00.  SEMINAR PENGURUS : 11 DESEMBER 2011, 08.00-16.00.  UNDIAN GRUP : 11 DESEMBER 2011, 16.30-17.00.  PERTEMUAN MANAJER : 11 DESEMBER 2011, 17.00-18.00.  KURSUS WASIT REMAJA : 11 – 17 DESEMBER 2011.  PERTEMUAN TEKNIK : 28 DESEMBER 2011, 10.00-11.00.  COACHING CLINIC PEMAIN : 28 DESEMBER 2011, 10.00-11.30.  PEMBUKAAN : 28 DESEMBER 2011, 15.00.
  39. 39. 39  PERTANDINGAN : 28 S/D 31 DESEMBER 2011, (16/09).  DISKUSI PELATIH : 28-29-30 DESEMBER 2011, (20.00).  KONTES DAN LOMBA : 29 DESEMBER 2011, 16.00.  KUIZ SEPAKBOLA : 29 DESEMBER 2011, 18.30.  FILM SEPAKBOLA : 29 DESEMBER 2011, 19.00.  KAMPANYE FAIR PLAY : 28-29-30-31 DESEMBER 2011.  BAZAR : 28-29-30-31 DESEMBER 2011. JADWAL PERTANDINGAN 28-12-2011, BABAK PENYISIHAN 10.00 COACHING CLINIC PEMAIN 15.00 PEMBUKAAN GRUP/LAPANG : A B C D E F G H 16.00 NP.1-8 1-2 1-2 1-2 1-2 1-2 1-2 1-2 1-2 17.00 NP.9-16 3-4 3-4 3-4 3-4 3-4 3-4 3-4 3-4 29-12-2011, BABAK PENYISIHAN 09.00 NP.17-24 4-1 4-1 4-1 4-1 4-1 4-1 4-1 4-1 10.00 NP.24-32 2-3 2-3 2-3 2-3 2-3 2-3 2-3 2-3 13.30 NP.33-40 4-2 4-2 4-2 4-2 4-2 4-2 4-2 4-2 14.30 NP.41-48 1-3 1-3 1-3 1-3 1-3 1-3 1-3 1-3 16.00 (KONTES DAN LOMBA) 30-12-2011, BABAK 16 BESAR LAPANG : E F G H 09.00 NP.49-52 UIGA-U2GB UIGB-U2GA UIGE-U2GF UIGF-U2GE 10.00 NP.53-56 UIGC-U2GD UIGD-U2GC UIGG-U2GE UIGH-U2GG
  40. 40. 40 30-12-2011, BABAK 8 BESAR LAPANG : C D E F 15.00 NP.57-60 M49-M50 M51-M52 M53-M54 M55-M56 31-12-2011, BABAK SEMI FINAL LAPANG : A B 09.00 NP.61-62 M57-M58 M59-M60 31-12-2011, BABAK FINAL LAPANG : A 15.00 NP.63 K61-K62 16.00 NP.64 M61-M62 17.00 PENUTUPAN (BANDUNG, 23 JANUARI 2011-M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA)
  41. 41. 41 6 PENGANTAR FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA UDIN (GRASSROOTS FOOTBALL FESTIVAL INTRODUCTION) FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES UNTUK MEMAJUKANSEPAKBOLA INDONESIA PRESENTASI : M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2012
  42. 42. 42 FESTIVAL PELATIHAN GRASSROOTS FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA UDIN DI PANDU OLEH PELATIH PENDIDIK (COACH EDUCATOR), DI IKUTI PESEPAKBOLA USIA DINI, MULAI USIA 6 TAHUN SAMPAI USIA 12 TAHUN. DENGAN KEGIATAN POKOK BELAJAR MELALUI LATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DAN DI LANJUTKAN DENGAN MITRA TANDING DIANTARA PESERTA DALAM SUASANA FUN. DURASI KEGIATAN SESUAI USIANYA 1.5 S/D 2 JAM. FILOSOFI GRASSROOTS  SEPAKBOLA UNTUK SEMUA ORANG, DAPAT DI MAINKAN DI MANA SAJA, TANPA MEMBEDAKAN USIA, GENDER, KEPERCAYAAN, ETIKA, LATAR BELAKANG SOSIAL DAN TINGKAT KEBUGARAN.  SEPAKBOLA USIA DINI UNTUK USIA 6 S/D 12 TAHUN.  SEPAKBOLA ADALAH SEKOLAH FAIR PLAY SEUMUR HIDUP, SEMANGAT BEKERJA SAMA, PERTEMANAN SEDIKIT DARI BANYAK DI DAPAT DARI SEPAKBOLA.  UNTUK KESENANGAN MERUPAKAN TERPENTING DALAM PELATIHAN SEPAKBOLA, MENGAJARKAN PERMAIAN BUKAN KEMENANGAN DALAM SEMUA TUJUAN.  BIARKAN ANAK2 DIBERI KEBEBASAN SAAT BERMAIN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI, AGAR BERGAIRAH, GEMBIRA DAN BISA MENDAPAT PENGHARGAAN. SUASANA GEMBIRA FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES
  43. 43. 43 BELAJAR BERMAIN SEPAKBOLA TUJUAN : BELAJAR-BERMAIN-BERGEMBIRA. METODA : BELAJAR BERMAIN SEPAKBOLA MELALUI PERMAINAN YANG MENYENANGKAN, DENGAN MEMADUKAN LATIHAN DENGAN BERMAIN SEPAKBOLA, SESUAI TUJUAN YANG DI BUAT PELATIH PENDIDIK, MUARA PELATIHAN ADALAH PERMAINAN DENGAN MEMBENTUK TIM-TIM KECIL UNTUK BERMAIN DI LAHAN TERBATAS (SMALL SIDE GAME). MEMPERKENALKAN PERMAINAN  MEMBERI KEGEMBIRAAN KEPADA ANAK2.  MENAMPILKAN SITUASI SEDERHANA NAMUN MENDASAR.  BISA DI LAKUKAN OLEH SEMUA ANAK UNTUK MEMBANGUN MOTIVASI MEREKA AGAR MENYUKAI SEPAKBOLA.  PENDEKATAN GRASROOTS TERHADAP KARAKTERISTIK SEPAKBOLA YANG MEMPUNYAI CIRI SBB : – SEBUAH PERMAINAN. – DI TAMPILKAN DALAM BENTUK BERLATIH DAN BERMAIN (MITRA TANDING DIANTARA PESERTA PELATIHAN). – DI BUAT SEDERHANA DAN DI TERAPKAN SESUAI KARAKTERISTIK ANAK2 BAIK SAAT BERLATI MAUPUN BERMAIN. – 2 SITUASI MENDASAR DI SEPAKBOLA DI PERKENALKAN YAITU BERMAIN BERSAMA KAWAN SATU TIM MENGHADAPI LAWAN TANDING YANG SAMA. BERMAIN DI LAHAN TERBATAS • PERBANDINGAN BERMAIN DI LAHAN TERBATAS DENGAN 11 LWN 11  PEMAIN BISA MENYENTUH BOLA LEBIH BANYAK PADA 7 LWN 7, PADA 5 LWN 5 DAN PADA 4 LWN 4.  PEMAIN SERING MENGALAMI SITUASI 1 LWN 1, 3 KALI LEBIH BANYAK PADA 4 LWN 4 ATAU 5 LWN 5 DAN 2 KALI LEBIH BANYAK PADA 7 LWN 7.  GOL BISA TERCIPTA RATA-RATA PER MENIT LEBIH BANYAK PADA 7 LWN 7, PADA 5 LWN 5 DAN PADA 4 LWN 4.  KIPER BISA BERAKSI 4 KALI LEBIH BANYAK PADA 7 LWN 7 .  BOLA KELUAR LAPANGAN LEBIH SEDIKIT PADA 7 LWN 7, 5 LWN 5 DAN PADA 4 LWN 4.
  44. 44. 44  KHUSUS PADA CONTOH FOTO DIBAWAH INI, PERTANDINGAN 3 LAWAN 3 DOKUMEN FOTO PRIBADI BOLA TIDAK PERNAH KELUAR PADA CONTOH PERTANDINGAN DI ATAS  3 LAWAN 3, DENGAN 2 PEMAIN LAPANGAN DAN 1 PENJAGA GAWANG,  2 X 10 MENIT ATAU 3 X 5 MENIT,  TIDAK ADA OUT,  BERMAIN DI LAHAN TERBATAS J23-BANDUNG,  SENTUHAN JAUH LEBIH BANYAK ,  KIPER JAUH LEBIH AKTIF,  DALAM LAPANGAN UKURAN 16 X 6 M, DENGAN UKURAN GAWANG 2 X 3 METER,  TUJUAN BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA MELEWATI LAWAN DENGAN CEPAT DAN KERJASAMA 1-2 SENTUHAN BOLA BERSAMA KAWAN BERMAIN DENGAN CEPAT MELEWATI LAWAN BERMAIN. BERMAIN DI LAHAN TERBATAS  BERMAIN DI LAHAN TERBATAS,  DIATUR SESUAI USIANYA 6-8/9-10/11-12 TAHUN ,  4 LWN 4, 5 LWN 5, 7 LWN 7 DAN 9 LWN 9, LAPANGAN MENURUT UKURAN SEPERTI 12 X 20, 20 X 20, 30 X 45 DAN 45 X 60, DENGAN UKURAN GAWANG 3 X 2 DAN 5 X 2, MENURUT FORMAT PERTANDINGAN BERBEDA.  KEKHASANNYA : • BISA BERMAIN SETIAP WAKTU. • MENYENTUH BOLA LEBIH SERING. • BISA MENCOBA MENCETAK GOL DI SETIAP SAAT. • SELALU DI DORONG OLEH PELATIH PENDIDIK. • SENANTIASA DI DUKUNG OLEH ORANG TUA.
  45. 45. 45 PELATIHAN GRASSROOTS PERENCANAAN PELATIHAN :  PROGRAM PELATIHAN,  PELATIH PENDIDIK,  SASARAN PELATIHAN,  JUMLAH ANAK PESERTA PELATIHAN,  LAPANGAN YANG AKAN DI PERGUNAKAN,  CARA PENILAIAN,  TINGKATAN KEMAMPUAN ANAK2 PESERTA,  PENJELASAN PROGRAM PELATIHAN,  PENGATURAN WAKTU DAN PENGGUNAAN LAPANGAN, PERALATAN YANG DI PERGUNAKAN,  SAAT SESI BERMAIN MENYERTAKAN WASIT YANG BERTINDAK SEBAGAI WASIT PENDIDIK MENANAMKAN PERATURAN PERMAINAN SEJAK DINI,  EVALUASI PELATIHAN,  SERTIFIKAT BUAT ANAK2 PESERTA PELATIHAN. TEKNIK DASAR • 3 BENTUK LATIHAN TEKNIK DASAR : Menendang Bola Mengontrol Bola Menggiring Bola DOKUMEN FOTO PRIBADI
  46. 46. 46 CONTOH LATIHAN DAN BERMAIN LATIHAN : KONTROL BOLA MENGGUNAKAN DADA DAN BAGIAN KAKI, DITERUSKAN DENGAN MENGUMPAN BOLA, MENGGIRING BOLA, MENENDANG BOLA KEARAH GAWANG, PENJAGA GAWANG MENANGKAP BOLA, MEMAINKAN ATAU MENIMANG-NIMANG BOLA. BERMAIN : 4 LWN 4, 5 LWN 5, 7 LWN 7 DAN 9 LWN 9 SUASANA PELATIHAN : FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES
  47. 47. 47 FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES (M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA-2012)
  48. 48. 48 7 FESTIVAL PELATIHAN SEPAKBOLA USIA DINI UNTUK MEMAJUKAN SEPAKBOLA INDONESIA FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES Presentasi : M.ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2012
  49. 49. 49 FILOSOFI SEPAKBOLA USIA DINI ( PHILOSOPHY OF GRASSROOTS FOOTBALL ) 1. Sepakbola untuk semua orang, Sepakbola dapat dimainkan dimanasaja tanpa membedakan usia, gender, kepercayaan, etika, latar belakang sosial dan tingkat kebugaran. 2. Sebagaimana disebutkan diatas, bahwa sepakbola dapat dimainkan dimana saja. Pogram usia dini FIFA membawa sepakbola untuk usia 6 sampai 12 tahun diseluruh dunia. 3. Sepakbola adalah sebuah sekolah fairplay seumur hidup, semangat bekerjasama, pertemanan hanyalah sedikit dari banyak nilai yang didapatkan dari sepakbola 4. Hal tersebut juga untuk kesenangan yang merupakan hal terpenting dalam pelatihan sepakbola, serta mengajarkan permainan bukan kemenangan dalam semua tujuannya. 5. Biarkan anak-anak diberikan kebebasan saat bermain sepakbola yang diperuntukan bagi pesepakbola usia dini agar bergairah dan mendapatkan penghargaan.
  50. 50. 50 FESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI6 – 12 Tahun. I. TENTANG PERATURAN PERMAINAN Bermain Di Lahan Terbatas (Small Side Game)  UKURAN LAPANGAN 1. 4 Lawan 4 12 x 20m ( 15 x 25m) 2. 5 Lawan 5 20 x 20m ( 25 x 35m) 3. 7 Lawan 7 30 x 45m ( 35 x 50 m) 4. 9 Lawan 9 45 x 60 m (50 x 67 m)  FORMAT MITRA TANDING No. Usia Format Mitra Tanding Tergantung Usia Ukuran Lapang 1 6 – 8 Th 4 Lawan 4 Tanpa Penjaga Gawang 4 Lawan 4 Dengan Penjaga Gawang (3 + 1) 5 Lawan 5 12 x 20m 15 x 25m 20 x30 / 25x35m 2 8 – 10 Th 4 Lawan 4 Tanpa Penjaga Gawang 4 Lawan 4 Dengan Penjaga Gawang (3 + 1) 5 Lawan 5 7 Lawan 7 12 x 20m 15 x 25m 20 x30 / 25x35m 20 x45 / 35x50m 3 10 – 12 Th 4 Lawan 4 Tanpa Penjaga Gawang 4 Lawan 4 Dengan Penjaga Gawang (3 + 1) 5 Lawan 5 7 Lawan 7 9 Lawan 9 12 x 20m 15 x 25m 20 x30 / 25x35m 20 x45 / 35x50m 45 x 60m/ 50x67m
  51. 51. 51  MODEL MITRA TANDING 3 TIM ( 2 Putaran ) PUTARAN NP MITRA TANDING 1 1 2 3 A – B C - A B – C 2 4 5 6 B – A A - C C – B 4 Pertandingan setiap Tim 4 TIM ( 1 Putaran ) 3 PERTANDINGAN SETIAP TIM RANGKAIAN NP MITRA TANDING 1 1 A – B 2 C – D 2 3 B – C 4 D – A 3 5 B – D 6 A – C
  52. 52. 52 II. PERLENGKAPAN 1. Tiang Gawang: 3 x 2m atau 5 x 2m 2. Bola a. 6 – 10 Th > Ukuran Nomor 3 b. 11 – 12 Th > Ukuran Nomor 4. 3. GARIS LAPANGAN a. Menggunakan garis tengah dan garis penalti, untuk mitra tanding 5 lawan 5, 7 lawan 7, 9 lawan 9. b. Tanpa menggunakan garis penalti, untuk pertandingan 4 lawan 4 III. TENTANG TEKNIK DASAR 1. Kontrol bola menggunakan dada, diteruskan dengan passing. 2. Kontrol bola menggunakan kaki bagian depan, diteruskan dengan passing. 3. Kontrol bola menggunakan kaki bagian dalam, diteruskan dengan passing. 4. Kontrol bola menggunakan paha, diteruskan dengan passing. 5. Kontrol bola menggunakan kaki bagian bawah, diteruskan dengan passing. 6. Menimang-nimang bola. 7. Mengumpan bola, menggunakan kaki bagian dalam. 8. Menggiring bola, menggunakan kaki bagian dalam, lurus, berkelok. 9. Menendang bola ke arah Gawang, menggunakan kaki bagian dalam. 10. Tendangan voli ke arah Gawang. IV. PELATIHPENDIDIK (COACH EDUCATOR) 1. Memberikan perhatian pada elemen permainan dan mengorganisir banyak bermain di lahan terbatas (small matches). 2. Bertanggung jawab atas keselamatan dan memberikan pertolongan pada kesempatan pertama. 3. Pendekatan terhadap semua aspek latihan. 4. Menyediakan sepenuh waktu ketika melaksanakan tugas melatih. 5. Mengingatkan apa yang harus di lakukan para pesepakbola usia dini dengan orang tua di lingkungan Sekolah Sepakbola. 6. Melakukan aktifitas untuk memberikan instruksi dan latihan bagi Pesepakbila Usia Dini. 7. Memberikan instruksi dengan melakukan adaptasi dengan Pesepakbola Usia Dini di setiap jenjang.
  53. 53. 53 8. Mendengarkan pendapat para Pesepakbola Usia Dini. 9. Membimbing para Pesepakbola Usia Dini dengan cara memperagakan teknik dasar bermain sepakbola sebagai model dan contoh. 10. Membantu para Pesepakbola Usia Dini agar tumbuh secara alami. V. PELAKSANAAN FESTIVAL 1. Dapat dilaksanakan sehari. 2. Durasi waktu kegiatan keseluruhan 5 jam. 3. Mulai pada pukul 06.30 – 11.30. 4. Jadwal kegiatan : 06.30 - 07.00 : Registrasi peserta. 07.00- 07.30 : Persiapan, Pembukaan. 07.30- 09.00 : Pelatihan. 09.00- 11.00 : Mitra Tanding Antar Grup ( Fun Games ). 11.0 - 11.30 : Penutupan, Pemberian Sertifikat. 5. (Waktu berakhir Pelatihan dan Mitra Tanding setiap jenjang usia tidak sama). 6. Tempat : Stadion Sepakbola ( yang memiliki Tribun ). 7. Ketentuan : Setiap peserta membawa bola sendiri, menggunakan kaos seragam Festival dan menggunakan Sepatu Bola. PENGORGANISASIAN SESI LATIHAN 8-12 TAHUN DURASI 1.15 MENIT. FASE 1 LATIHAN PENDAHULUAN (PEMANASAN). MULAI DARI : 10-15 MENIT. KEGIATAN PERMULAAN PROGRAM : PENGENALAN BERBAGAI BENTUK LATIHAN. PELAKSANAAN : PENGENALAN PERTANDINGAN. PENGENALAN BERMAIN DI LAHAN TERBATAS. PSYCHOMOTOR SKILL. PETUNJUK : MERUPAKAN LATIHAN PENDAHULUAN. INTI LATIHAN : MELAKUKAN KOORDINASI GERAKAN.
  54. 54. 54 FASE 2 PERHATIAN UNTUK LATIHAN, PENGENALAN LATIHAN DAN PERTANDINGAN. KEGIATAN BERMAIN DI LAHAN TERBATAS 15-20 MENIT. PROGRAM : PENGENALAN PERTANDINGAN. PELAKSANAAN : MEMPERKENALKAN BERMAIN 2 LAWAN 2, 3 LAWAN 3, DST. PETUNJUK : TANPA GAWANG. INTI LATIHAN : MEMBERIKAN BERBAGAI TEORI ASPEK PERMAINAN. DI LANJUTKAN > KEGIATAN BELAJAR TEKNIK DASAR SEPAKBOLA 10-15 MENIT. PROGRAM : LATIHAN PERGERAKAN DENGAN DAN TANPA BOLA. PELAKSANAAN : FOOTBALL RELAY CIRCUIT (LATIHAN SEPAKBOLA SIRKUIT DAN ESTAFET). DENGAN MEMBERIKAN LATIHAN KONTROL BOLA SERTA BERGERAK DENGAN BOLA DAN MENEMBAK KE GAWANG. PETUNJUK : DI BAGI DALAM BEBERAPA TITIK TEMPAT LATIHAN. INTI LATIHAN : TEKNIK DENGAN SIMULASI. DI LANJUTKAN > KEGIATAN BERTANDING DI LAHAN TERBATAS 15-20 MENIT. PROGRAM : PERTANDINGAN. PELAKSANAAN : BERTANDING 4 LAWAN 4 DENGAN PENJAGA GAWANG DAN BERTANDING 5 LAWAN 5 DENGAN PENJAGA GAWANG. PETUNJUK : BERMAIN BEBAS. INTI LATIHAN : MEMBERIKAN PRAKTEK BERBAGAI ASPEK PERMAINAN. FASE 3 PENDINGINAN. KEGIATAN PENDINGINAN 5 MENIT PROGRAM : RELAKSASI. PELAKSANAAN : RELAKSASI PER INDIVIDU. PETUNJUK : UNTUK PEMULIHAN. INTI LATIHAN : FISIK DAN MENTAL RELAKSASI. (BANDUNG, 14 JANUARI 2012-M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA)
  55. 55. 55 8 BERMAIN DI LAHAN TERBATAS BAGI USIA DINI DAN MUDA (SMALL SIDE GAME) DALAM 4 ZONA BERMAIN UNTUK MEMBANGUN FONDASI M. ACHWANI, MANAJEMEN SPORT UTAMA, 2014 INSTRUKSI 1 S/D 8 DI SETIAP ZONA @ 5 MENIT : ZONA A1 ZONA B1 ZONA B2 ZONA A2 1) KAKI KANAN KAKI KIRI KAKI KANAN KAKI KIRI 2) KAKI KIRI KAKI KANAN KAKIKIRI KAKI KANAN 3) 1 SENTUHAN 2 SENTUHAN 1 SENTUHAN 2 SENTUHAN 4) 2 SENTUHAN 1 SENTUHAN 2 SENTUHAN 1 SENTUHAN 5) BAGIAN DALAM BAGIAN DEPAN BAGIAN LUAR BAGIAN DALAM 6) BAGIAN DEPAN BAGIAN DALAM BAGIAN DEPAN BAGIAN LUAR 7) BEBAS TERBATAS BEBAS TERBATAS BEBAS TERBATAS BEBAS TERBATAS 8) BEBAS BEBAS BEBAS BEBAS
  56. 56. 56  DESKRIPSI BERMAIN-BERLATIH DI LAHAN TERBATAS :  BERMAIN SEPAKBOLA DI LAHAN TERBATAS BERUKURAN 10 X 20 METER,  DIBAGI 4 ZONA, YAITU ZONA A1, ZONA B1, ZONA B2 DAN ZONA A2,  4 LAWAN 4, DIMANA SETIAP TIM MASING-MASING BERANGGOTAKAN 4 PEMAIN, TERDIRI DARI 3 PEMAIN LAPANGAN DAN 1 PENJAGA GAWANG,  ATAU 3 LAWAN 3 TANPA PENJAGA GAWANG,  SEBAGAI CONTOH SALING BERHADAPAN ADALAH TIM UTAMA DAN TIM PRATAMA,  BAGI TIM UTAMA, ZONA A1 ADALAH ZONA BELAKANG (ZONA PERTAHANAN) DAN B1 ADALAH ZONA TENGAH DI DAERAH SENDIRI, ZONA B2 ADALAH ZONA TENGAH DI DAERAH LAWAN DAN ZONA A2 ADALAH ZONA PERTAHANAN LAWAN YANGMERUPAKAN ZONA DEPAN ATAU ZONA PENYERANGAN TIM UTAMA.  BAGI TIM PRATAMA, ZONA A2 ADALAH ZONA BELAKANG (ZONA PERTAHANAN) DAN B2 ADALAH ZONA TENGAH DI DAERAH SENDIRI, ZONA B1 ADALAH ZONA TENGAH DI DAERAH LAWAN DAN ZONA A1 ADALAH ZONA PERTAHANAN LAWAN YANG MERUPAKAN ZONA DEPAN ATAU ZONA PENYERANGAN TIM PRATAMA.  TUJUAN BERMAIN ATAU BERLATIH DI LAHAN TERBATAS ADALAH UNTUK MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA,MENGASAH DAN MENINGKATKAN SKILL BERMAIN SEPAKBOLA, SERTA AGAR PEMAIN BISA MENGGUNAKAN KEDUA BELAH KAKINYA SAMA BAIK SAAT BERMAIN SEPAKBOLA.  DILAKUKAN DALAM SUASANA FUN (SENANG).  PARA PEMAIN YANG IKUT BERLATIH HARUS BERMAIN MENGIKUTI DAN MELAKSANAKAN INSTRUKSI BERBEDA DI SETIAP ZONA, SESUAI TEKNIK BERMAIN SEPAKBOLA YANG HARUS DILAKUKAN, ATAU SESUAI INTRUKSI MENGGUNAKAN KAKI BERBEDA (KAKI KANAN DAN KIRI), MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, LUAR ATAU DEPAN (KURA KAKI).  SETIAP JENIS INSTRUKSI ATAU BENTUK LATIHAN YANG HARUS DILAKUKAN DI SELURUH ZONA ADALAH @ 5 MENIT, SETELAH ITU BERGANTI SESUAI INSTRUKSI ATAU BENTUK LATIHAN BERIKUTNYA.  DI SETIAP ZONA, INSTRUKSI SATU DENGAN INSTRUKSI LAIN MERUPAKAN RANGKAIAN BERSAMBUNG KE INSTRUKSI BERIKUTNYA (DAN BERUBAH DI SETIAP 5 MENIT).  YANG HARUS DIPERHATIKAN PELATIH ADALAH INSTRUKSI KESATU DAN KEDUA AKAN MELEKAT ATAU TERBAWA KE INSTRUKSI BERIKUTNYA, YAITU INSTRUKSI KETIGA S/D INSTRUKSI KETUJUH, DIMANA MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN KAKI KIRI HARUS DITERAPKAN SAAT MELAKUKAN INSTRUKSI BERMAIN DENGAN 1 DAN 2 SENTUHAN, MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, LUAR DAN DEPAN, DENGAN MENGGUNAKAN SEPARUH WAKTU DARI WAKTU MELAKSANAKAN SETIAP INSTRUKSI YANG BERDURASI 5 MENIT (DIBAGI DUA MENJADI @ 2.5 MENIT).  PELATIH HARUS MEMBERIKAN ABA-ABA SESUAI URUTAN INSTRUKSI, ATAU PELATIH HARUS MEMBERIKAN ABA-ABA DISETIAP ADA PERUBAHAN INSTRUKSI YANG HARUS DIJALANKAN PEMAIN DI LAPANGAN.  WAKTU BERMAIN 4 X 1O MENIT, TANPA OFSAID, TANPA PENGGANTIAN PEMAIN, DENGAN JEDA DIANTARA 4 KALI WAKTU BERMAIN ADALAH 5 MENIT, UNTUK
  57. 57. 57 MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA PELATIH UNTUK MEMBERIKAN EVALUASI DAN PERBAIKAN KEPADA PARA PEMAIN YANG MENGIKUTI LATIHAN.  DIBAWAH INI DISAMPAIKAN LEBIH LANJUT URAIAN TENTANG BAGAIMANA CARANYA UNTUK MELAKUKAN BERMAIN-BERLATIH DI LAHAN TERBATAS DAN BAGAIMANA PELATIH K MEMBERIKAN INSTRUKSI TERSUSUN TERDIRI DARI 8 INSTRUKSI BERBEDA YANG HARUS DILAKUKAN SEPERTI DI BAWAH INI :  URAIAN LANJUTAN BERMAIN-BERLATIH DI LAHAN TERBATAS :  LAPANGAN LAHAN TERBATAS UKURAN 10 X 20 METER, DAPAT DIBUAT SEKURANGNYA 9 LAPANGAN KECIL DI SEPARUH AREA LAPANGAN UKURAN NORMAL UKURAN 110 X 75 METER ATAU 100 X 64 METER.  BERMAIN 4 LAWAN 4 DENGAN PENJAGA GAWANG, UKURAN GAWANG 2 X 3 M.  ATAU TANPA PENJAGA GAWANG, 3 LAWAN 3, UKURAN GAWANG 1 X 1 M.  WAKTU BERMAIN 4 X 10 MENIT, DENGAN 2 INSTRUKSI BERBEDA (@ 5 MENIT) DI SETIAP KALI BERMAIN YANG BERDURASI @ 10 MENIT, DISELINGI WAKTU ISTIRAHAT 5 MENIT DIANTARA WAKTU 4 KALI BERMAIN TERSEBUT, UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN SELAMA WAKTU TERSEBUT KEPADA PELATIH UNTUK MELAKUKAN EVALUASI DAN KOREKSI KEPADA PARA PEMAIN YANG MENGIKUTI LATIHAN.  TUJUAN BERMAIN ATAU BERLATIH UNTUK MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA, MENGASAH DAN MENINGKATKAN SKILL SERTA AGAR BISA MENGGUNAKAN KEDUA BELAH KAKINYA SAMA BAIK SAAT BERMAIN SEPAKBOLA.  MEMBERIKAN REWARD (PENGHARGAAN) KEPADA PEMAIN DAN TIM SEPERTI BILA YANG BERSANGKUTAN MELAKSANAKAN INSTRUKSI DENGAN BENAR ATAU BILA MENCETAK GOL, MEMBERIKAN PUNISHMENT (HUKUMAN) KEPADA PEMAIN DAN TIM BILA YANG BERSANGKUTAN TIDAK MELAKSANAKAN SESUAI INSTRUKSI ATAU KEMASUKAN GOL MISALNYA.  8 INSTRUKSI BERBEDA DI SETIAP ZONA SEPERTI URAIAN DI BAWAH INI :  ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------  INSTRUKSI KESATU, BERMAIN DI ZONA A1 HARUS MENGGUNAKAN KAKI KIRI, DI ZONA B1 MENGGUNAKAN KAKI KIRI, DI ZONA B2 MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN DI ZONA A2 MENGGUNAKAN KAKI KIRI.  BERIKUTNYA INSTRUKSI KEDUA, BERMAIN DI ZONA A1 HARUS MENGGUNAKAN KAKI KIRI, DI ZONA B1 MENGGUNAKAN KAKI KANAN, DI ZONA B2 MENGGUNAKAN KAKI KIRI DAN DI ZONA A2 MENGGUNAKAN KAKI KANAN.  -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------  INSTRUKSI KETIGA, BERMAIN DENGAN 1 SENTUHAN DI ZONA A1, BERMAIN 2 SENTUHAN DI ZONA B1, BERMAIN 2 SENTUHAN DI ZONA B2 DAN BERMAIN 1 SENTUHAN DI ZONA A2.  BERIKUTNYA INSTRUKSI KEEMPAT, BERMAIN 2 SENTUHAN DI ZONA A1, BERMAIN 1 SENTUHAN DI ZONA B1, BERMAIN 1 SENTUHAN DI ZONA B2 DAN BERMAIN 2 SENTUHAN DI ZONA A2.  -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  58. 58. 58  INSTRUKSI KELIMA, MENENDANG DENGAN BAGIAN DALAM DI ZONA A1, MENENDANG DENGAN BAGIAN DEPAN (KURA) DI ZONA B1, MENENDANG DENGAN BAGIAN LUAR DI ZONA B2 DAN MENENDANG DENGAN BAGIAN DALAM DI ZONA A2.  BERIKUTNYA INSTRUKSI KEENAM, MENENDANG DENGAN BAGIAN DEPAN DI ZONA A1, MENENDANG DENGAN BAGIAN DALAM DI ZONA B1, MENENDANG DENGAN BAGIAN DEPAN DI ZONA B2 DAN MENENDANG DENGAN BAGIAN LUAR DI ZONA A2.  --------------------------------------------------------------------------------------------------------------  INSTRUKSI KETUJUH, BERMAIN BEBAS TERBATAS DI SEMUA ZONA, ATAU PEMAIN KEDUA TIM MENGGUNAKAN KAKI BERBEDA, TIM YANG SATU MENGGUNAKAN KAKI KANAN, TIM LAINNYA MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU SEBALIKNYA BERGANTIAN.  INSTRUKSI KEDELAPAN, BERMAIN BEBAS DI SEMUA ZONA.  ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------  UNTUK MENJADI PERHATIAN PELATIH :  -------------------------------------------------------------------------------------  SETIAP INSTRUKSI DI SETIAP ZONA ITU BERBEDA, DISETIAP WAKTU BERMAIN BERDURASI 10 MENIT DIBERIKAN 2 INSTRUKSI YANG HARUS DIJALANKAN PEMAIN SESUAI URUTAN INSTRUKSI DIATAS BILA MEMASUKI SETIAP ZONA YANG ADA, DITAMBAH SEHUBUNGAN DENGAN BAHWA INSTRUKSI KESATU DAN INSTRUKSI KEDUA SEPERTI DISEBUT DIATAS HARUS MELEKAT KEPADA INSTRUKSI BERIKUTNYA, YAITU INSTRUKSI NOMOR KETIGA S/D INSTRUKSI KETUJUH. MAKA BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN KAKI KIRI PADA SAAT MISALNYA SEDANG MELAKUKAN INSTRUKSI 1-2 SENTUHAN, ITU HARUS DILAKUKAN DENGAN CARA MEMBAGI WAKTU 5 MENIT MENJADI DIBAGI 2 YAITU @ 2.5 MENIT, UNTUK MENGGUNAKAN KAKI YANG BERBEDA, JUGA PADA SAAT MELAKUKAN INSTRUKSI LAINNYA S/D INSTRUKSI KETUJUH HARUS MELAKUKAN HAL SAMA. SELANJUTNYA DISAMPAIKAN PENJELASAN SISTEMATIKA PER ZONA, TERMASUK PENGATURAN WAKTU MELAKSANAKAN SETIAP INSTRUKSI YANG BERDURASI 5 MENIT, DIBAGI 2 MENJADI @ 2.5 MENIT BILA HARUS MELAKUKAN BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN KIRI SEPERTI DISAMPAIKAN DIBAWAH INI :  -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------  SAAT PEMAIN BERADA DI ZONA A1, SAAT PEMAIN MENYENTUH BOLA DISANAPERHATIKAN INSTRUKSI PERTAMA ATAU 5 MENIT PERTAMA MENGGUNAKAN KAKIKANAN, INSTRUKSI KEDUA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI KIRI,KEMUDIAN DIRANGKAIKAN DENGAN INSTRUKSI KETIGA PADA 5 MENIT BERIKUTNYAYAITU BERMAIN 1 SENTUHAN, INSTRUKSI KEEMPAT PADA 5 MENIT BERIKUTNYA BERMAIN 2 SENTUHAN, DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN INSTRUKSI PERTAMA DAN INSTRUKSI KEDUAYAITU MENGGUNAKAN KAKI KANAN ATAU KAKI KIRI, DENGAN KETENTUAN BERGANTI KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI SELANJUTNYA JUGADEMIKIAN BERGANTI KAKI DI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI, INSTRUKSI KELIMA 5 MENITBERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, INSTRUKSI KEENAM 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DEPAN. JUGA PADA SAAT INSTRUKSI KETUJUH 5 MENIT BERIKUTNYA BERMAIN BEBAS TERBATAS, WALAU TIDAK
  59. 59. 59 DIBERI INSTRUKSI LAIN TETAPI TETAP HARUS BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN KAKI KIRI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI, DENGAN KETENTUAN KETIKA PEMAIN TIM YANG SATU MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAKA TIM YANG LAINNYA MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU SEBALIKNYA. KECUALI PADA INSTRUKSI KEDELAPAN 5 MENIT BERIKUTNYA BERMAIN BEBAS, SEMUA PEMAIN DIBEBASKAN UNTUK MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAUPUN KAKI KIRI SESUAI SITUASI YANG DIHADAPINYA.  ---------------------------------------------------------------------------------------  SAAT PEMAIN BERADA DI ZONA B1, BILA PEMAIN MENYENTUH BOLA DISANA PERHATIKAN INSTRUKSI KESATU ATAU 5 MENIT PERTAMA MENGGUNAKAN KAKI KIRI, INSTRUKSI KEDUA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI KANAN, KEMUDIAN DIRANGKAIAN DENGAN INSTRUKSI KETIGA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA YAITU BERMAIN 1 SENTUHAN, INSTRUKSI KEEMPAT PADA 5 MENIT BERIKUTNYA BERMAIN 2 SENTUHAN, DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN INSTRUKSI PERTAMA DAN INSTRUKSI KEDUA YAITU MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU KAKI KANAN, DENGAN KETENTUAN BERGANTI KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI SEKALI. INSTRUKSI SELANJUTNYA JUGA DEMIKIAN BERGANTIAN KAKI DI SETIAP 2.5 MENIT. INSTRUKSI KELIMA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DEPAN, INSTRUKSI KEENAM 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM. JUGA PADA SAAT INSTRUKSI KETUJUH BERMAIN BEBAS TERBATAS, WALAU TIDAK DIBERI INSTRUKSI LAIN TETAPI TETAP HARUS BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN KAKI KIRI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI, DENGAN KETENTUAN KETIKA PEMAIN YANG SATU MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAKA TIM LAINNYA MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU SEBALIKNYA.KECUALI PADA INSTRUKSI KEDELAPAN BERMAIN BEBAS, SEMUA PEMAIN DIBEBASKAN UNTUK MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAUPUN KAKI KIRI SESUAI SITUASI YANG DIHADAPINYA.  ----------------------------------------------------------------------------------------  SAAT PEMAIN BERADA DI ZONA B2, BILA PEMAIN MENYENTUH BOLA DISANAPERHATIKAN INSTRUKSI PERTAMA ATAU 5 MENIT PERTAMA MENGGUNAKAN KAKIKANAN, INSTRUKSI KEDUA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI KIRI, KEMUDIAN DIRANGKAIKANDENGAN INSTRUKSI KETIGA PADA 5 MENIT BERIKUTNYAYAITU BERMAIN 1 SENTUHAN, INSTRUKSI KEEMPAT PADA 5 MENIT BERIKUTNYA BERMAIN 2 SENTUHAN, DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN INSTRUKSI PERTAMA DAN INSTRUKSI KEDUA YAITU MENGGUNAKAN KAKI KANAN ATAU KAKI KIRI, DENGAN KETENTUAN BERGANTI KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI SELANJUTNYA JUGADEMIKIAN BERGANTI KAKI DISETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI KELIMA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN LUAR, INSTRUKSI KEENAM 5 MENITBERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DEPAN. JUGA PADA SAAT INSTRUKSI KETUJUH BERMAIN BEBAS TERBATAS, WALAU TIDAK DIBERIKAN INSTRUKSI LAIN TETAPI TETAP HARUS BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN DAN KAKI KIRI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI, DENGAN KETENTUAN KETIKA PEMAIN TIM YANG SATU MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAKA PEMAIN TIM LAINNYA MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU SEBALIKNYA. KECUALI PADA INSTRUKSI KEDELAPAN BERMAIN BEBAS, SEMUA
  60. 60. 60 PEMAIN DIBEBASKAN UNTUK MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAUPUN KAKI KIRI SESUAI SITUASI YANG DIHADAPINYA.  ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------  SAAT PEMAIN BERADA DI ZONA A2, BILA PEMAIN MENYENTUH BOLA DISANA PERHATIKAN INSTRUKSI KESATU ATAU 5 MENIT PERTAMA MENGGUNAKAN KAKI KIRI, INSTRUKSI KEDUA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI KANAN, KEMUDIAN DIRANGKAIKAN DENGAN INSTRUKSI KETIGA PADA 5 MENIT BERIKUTNYA YAITU BERMAIN 2 SENTUHAN, INSTRUKSI KEEMPAT PADA 5 MENIT BERIKUTNYA BERMAIN 1 SENTUHAN, DENGAN TETAP MEMPERHATIKAN INSTRUKSI PERTAMA DAN INSTRUKSI KEDUA YAITU MENGGUNAKAN KAKI KIRI ATAU KAKI KANAN, DENGAN KETENTUAN BERGANTI KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI SELANJUTNYA JUGADEMIKIAN BERGANTIAN KAKI SETIAP 2.5 MENIT SEKALI. INSTRUKSI KELIMA 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN DALAM, INSTRUKSI KEENAM 5 MENIT BERIKUTNYA MENGGUNAKAN KAKI BAGIAN LUAR. JUGA PADA SAAT INSTRUKSI KETUJUH BERMAINA BEBAS TERBATAS, WALAU TIDAK DIBERIKAN INSTRUKSI LAIN TETAPI TETAP HARUS BERGANTIAN MENGGUNAKAN KAKI KIRI DAN KANAN SETIAP 2.5 MENIT SEKALI, DENGAN KETENTUAN KETIKA PEMAIN TIM YANG SATU MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAKAN PEMAIN TIM LAINNYA MENGGUNAKAN KAKIKIRI ATAU SEBALIKNYA. KECUALI PADA INSTRUKSI KEDELAPAN BERMAIN BEBAS, SEMUA PEMAIN DIBEBASKAN MENGGUNAKAN KAKI KANAN MAUPUN KAKI KIRI SESUAI SITUASI YANG DIHADAPINYA.  -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------  PARA PEMAIN DIARAHKAN AGAR BERMAIN SERIUS TAPI SANTAI (SERSAN) DAN BERCIRIKAN BERMAIN FUN (SENANG), DIMANA SETIAP PEMAIN DAN TIM DIHARUSKAN BERMAIN MENGIKUTI INSTRUKSI, BILA PEMAIN DAN TIM BISA BERMAIN SESUAI INSTRUKSI MAKA PELATIH HARUS MEMBERIKAN PENGHARGAAN DENGAN MEMBERIKAN PENILAIAN BAGUS KEPADANYA, TAPI BAGI PEMAIN DAN TIM YANG MENYALAHI INSTRUKSI YANG TELAH DITETAPKAN SEBELUMNYA, MAKA PELATIH HARUS MEMBERIKAN HUKUMAN KEPADANYA, TETAPI BILA DIHUKUM PARA PEMAIN HARUS MENJALANKANNYA DENGAN SENANG HATI. HUKUMAN BISA DIBERIKAN DALAM BENTUK SEPERTI LONCAT2 TINGGI (JUMPING), PUSH UP, SIT UP ATAU CARA LAIN YANG BILANGAN ULANGAN TIDAK LEBIH DARI 6 X, YANG MEMBERIKAN PILIHAN HUKUMANNYA ADALAH LAWAN BERMAINNYA, DENGAN MAKSUD AGAR DAPAT MENGUNDANG TAWA CANDA SEJENAK. (M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA-2014)
  61. 61. 61 9 GOOGLE IMAGES FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS FOOTBALL MATCH FESTIVAL) PRESENTASI : M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2013 FOTO FIFA GRASSROOTS/FAIR PLAY-UEFA RESPECT-GOOGLE IMAGES
  62. 62. 62 FESTIVAL PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI • MENURUT PANDUANNYA ADALAH MERUPAKAN RANGKAIAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA YANG BERSIFAT TURNAMEN, DIPERUNTUKAN BAGI PEMAIN USIA 6 S/D 12 TAHUN, UNTUK MENDAPATKAN TIM TERBAIK. • PERTANDINGAN DILAKUKAN DALAM SUASANA GEMBIRA DAN UNTUK MEMPRAKTEKAN HASIL LATIHAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA DENGAN BAIK DAN BENAR, UNTUK MEMBANGUN FONDASI BERMAIN SEPAKBOLA BAGI SETIAP ANAK-ANAK YANG MENGIKUTINYA. • JADI TUJUAN SEBENARNYA ADALAH UNTUK MENILAI PERKEMBANGAN KEMAJUAN KEMAMPUAN BERMAIN SEPAKBOLA BAGI SEMUA PEMAIN TIM PESERTA. • BERSAMAAN DENGAN ITU PARA PEMAIN DIPERKENALKAN UNTUK MEMAHAMI PERATURAN PERMAINAN, FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN. DOKUMEN FOTO PRIBADI GREEN CARD PRESENTED BY AFC KARTU HIJAU PERSEMBAHAN KONFEDERASI SEPAKBOLA ASIA KARTU HIJAU PERTANDINGAN KAMI ADALAH FAIR PLAY “KARTU HIJAU” PERSEMBAHAN AFC • Sepakbola adalah sebuah Sekolah Seumur Hidup (School of Life), yang tidak hanya kesenangan dan kenikmatan tapi juga untuk mengendalikan emosi. • Suka cita ketika melakukan seleberasi kemenangan dan kesedihan ketika mengalami kekalahan. • Sepakbola adalah bak seorang Guru yang menghantarkan peluang bagi anak Pria dan Wanita untuk belajar guna mendapatkan banyak kebajikan dan nilai tambah dari kehidupan bagi siapa saja.
  63. 63. 63 • Bekerja sama dalam sebuah tim (team work). • Menolong setiap ada kejadian di Lapangan. • Mendemonstrasikan permainan Fair disepanjang waktu permainan. • Mendemonstrasikan semangat olahraga yang baik. • Menolong dan memberikan simpati kepada siapa yang cedera. • Memberikan aplaus untuk menghormati terhadap Tim yang kalah dan Tim yang menang. • Menghormati Pemain dan Ofisial Tim lawan dan Wasit. INI ADALAH FILOSOFI BARU DARI KARTU HIJAU “BILAMANA KARTU HIJAU DIPERLIHATKAN” • Menolong Pemain ketika terkena cedera. • Menendang bola keluar Lapangan permainan di area dimana Pemain lawan cedera berada. • Menyesali, meminta maaf dan menyalami Pemain lawan bila berbuat khilaf atau tanpa sengaja telah melakukan pelanggaran terhadapnya. • Menghormati lawan dengan memberikan bola kembali dari lemparan kedalam ke Pemain lawan di tempat terjadinya Pemain lawan cedera. • Menenangkan bila ada kawan satu Tim yang bertindak emosional terhadap Pemain lawan. • Tim termasuk Ofisial, bila semua berperilaku baik, tidak ada Pemainnya yang terkena Peringatan (KK) atau Pengusiran (KM), memperlihatkan sikap positif terhadap pertandingan. Maka Wasit akan mendatangi untuk memberikan Kartu Hijau di tempat Bangku Cadangan setelah peluit panjang berbunyi tanda usainya pertandingan. GOOGLE IMAGES SEPAKBOLA ANAK-ANAK ADALAH PERUBAHAN ATAU MEMODIFIKASI MENJADI LAPANGAN KECIL, GAWANG KECIL, TIM KECIL DAN ANAK- ANAK DALAM PERTANDINGAN KOMPETISI YANG BERSAHABAT.
  64. 64. 64 FOTO FIFA GRASSROOTS-GOOGLE IMAGES FILOSOFI GRASSROOTS (1) SEMUA ORANG (ANAK-ANAK) PRIA DAN WANITA PUNYA KESEMPATAN SAMA UNTUK BERMAIN DENGAN TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN LATAR BELAKANGNYA. (2) SEPAKBOLA UNTUK ANAK-ANAK UMUR 6 S/D 12 TAHUN DI SELURUH DUNIA. (3) FAIR PLAY, SEMANGAT TIM, PERTEMANAN SEBAGIAN DARI BANYAK NILAI DALAM BERMAIN SEPAKBOLA. (4) MEMBANGUN KEGEMBIRAAN ADALAH PENTING BAGI PELATIH DALAM MELATIH BERMAIN SEPAKBOLA BUKAN KEMENANGAN SEMATA TUJUANNYA. (5) SEPAKBOLA GRASSROOTS HARUS DIBERIKAN DENGAN CARA SEDERHANA, MENGGAIRAHKAN DAN PENGHARGAAN BAGI ANAK-ANAK. PANDUAN PERATURAN PERTANDINGAN USIA DINI • PERATURAN PERTANDINGAN DIBUAT SEDERHANA DAN MUDAH DIMENGERTI : • SEBUTAN PERTANDINGAN, FESTIVAL. • PESERTA. • BATASAN USIA PEMAIN. • SKRINING. • UKURAN LAPANGAN DAN GAWANG. • BOLA YANG DIPERGUNAKAN. • WAKTU BERMAIN. • BANYAKNYA PEMAIN YANG BERMAIN DAN PEMAIN CADANGAN YANG MASUK DSP (DAFTAR SUSUNAN PEMAIN). • PENGGANTIAN PEMAIN. • LEMPARAN KEDALAM.
  65. 65. 65 • PELANGGARAN DAN PENGUSIRAN SEMENTARA. • FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN. • MEDIS DAN KEAMANAN. • SEBUTAN PERINGKAT TERTINGGI. • BENTUK PENGHARGAAN. PANDUAN PEMBINAAN USIA DINI • MEMBANGUN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA. • MEMBANGUN SUASANA GEMBIRA. • MEMPERLAKUKAN ANAK SESUAI USIANYA DAN JANGAN SAMAKAN DENGAN ORANG DEWASA. • MEMBENTUK PEMAIN BUKAN TIM. • SEMUA HARUS DIBERI KESEMPATAN BERMAIN SEPAKBOLA. • BELUM DIARAHKAN UNTUK BERMAIN PADA SATU POSISI TERTENTU. • MEMBERIKAN KEBEBASAN DAN KELELUASAAN DALAM BERMAIN SEPAKBOLA. • MELAKUKAN KOMUNIKASI DUA ARAH. • BERLAKU SEBAGAI PELATIH PENDIDIK. • MODEL PEMANASAN DENGAN MENGGUNAKAN BOLA. • MENDORONG PEMAIN BERMAIN UNTUK MENANG TAPI KEMENANGAN BUKAN TUJUAN SEMATA. • BERMAIN FAIR PLAY, RESPEK DAN DISIPLIN. • WASIT PENDIDIK MENANAMKAN PERATURAN PERMAINAN. • PENGHAGAAN ATAS DUKUNGAN DAN PENGERTIAN ORANG TUA.
  66. 66. 66 GOOGLE IMAGES JAGA ARAH PEMBINAAN SEPAKBOLA USIA DINI SUPAYA TETAP SESUAI DENGAN PANDUAN FIFA GRASSROOTS, AGAR SEPULUH TAHUN KEMUDIAN SEPAKBOLA INDONESIA MENJADI LEBIH MAJU DARI SEKARANG, KARENA DI MASA SEKARANG LATIHAN FONDASI TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA BAGI ANAK-ANAK DIBERIKAN DENGAN BAIK DAN BENAR. (M. ACHWANI-MANAJEMEN SPORT UTAMA-2013)
  67. 67. 67 10 PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS) GOOGLE IMAGES M. ACHWANI MANAJEMEN SPORT UTAMA 2013
  68. 68. 68 PENGANTAR MEMBUAT SEBUAH PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL DAN MENYUSUN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS) ADALAH MERUPAKAN HAL YANG PENTING DI DALAM MEMPERSIAPKAN SEBUAH PERHELATAN SEPAKBOLA BAGI PEMAIN USIA DINI. PERENCANAAN JELAS AKAN MEMUDAHKAN FESTIVAL DILAKSANAKAN DI SEBUAH TEMPAT SESUAI DENGAN JADUAL PERTANDINGAN YANG TELAH DITETAPKAN SEBELUMNYA. DAN BEGITU PULA BILA ORGANISASI PERTANDINGAN DISUSUN DISETIAP PERTANDINGAN DENGAN MENGGUNAKAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF), AKAN MEMBUAT PERTANDINGAN DAPAT DILAKSANAKAN TEPAT WAKTU DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR. KEDUA HAL TERSEBUT BAIK PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL MAUPUN ORGANISASI PERTANDINGAN ADALAH DUA HAL YANG SALING BERKAITAN KARENA MENATA FESTIVAL DAN MENATA PERTANDINGAN DENGAN BAIK, DIMANA PERENCANAAN DIBUAT MATANG MEMBUAT SEMUA PIHAK YANG TERKAIT PERTANDINGAN, AKAN TAHU KAPAN AKAN ADA PERTANDINGAN, DI LAPANGAN MANA DAN SIAPA LAWAN SIAPA, BEGITU PULA DENGAN DIPANDU ORGANISASI PERTANDINGAN SEMUA PIHAK MISALNYA AKAN TAHU KAPAN WAKTU PEMANASAN, KAPAN TIM HARUS BERSIAP DI PINGGIR LAPANGAN DAN KAPAN AKAN MEMASUKI LAPANGAN PERMAINAN. WALAU KEDUANYA BISA DIBEDAKAN TETAPI TIDAK BISA DIPISAHKAN SATU SAMA LAIN, PERENCANAAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN MENENTUKAN ARAH DAN TUJUAN PERTANDINGAN AGAR BISA TERCAPAI DAN ORGANISASI PERTANDINGAN MEMASTIKAN SEMUA KEGIATAN YANG TELAH DIRENCANAKAN DAPAT DILAKSANAKAN SESUAI URUTAN KEGIATAN DAN SESUAI WAKTUNYA. PADA PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI ATAU USIA MUDA DAN DEWASA,BILA PERTANDINGAN DITATA BAIK ATAU BERKUALITAS MAKA AKAN MEMUNGKINKAN DITEMUKANYA PEMAIN BERTALENTA. SYARAT SEBUAH ATAU RANGKAIAN PERTANDINGAN BERKUALITAS ADALAH BERCIRIKAN CUKUP WAKTU UNTUK PEMULIHAN BAGI PEMAIN YANG BERTANDING DAN TERBUKANYA PELUANG BAGI PELATIH UNTUK BISA MENGATUR PENAMPILAN PEMAINNYA PADA SETIAP PERTANDINGAN SEHINGGA DAPAT MENEMUKAN PUNCAK PERMAINANNYA PADA PERTANDINGAN YANG PENTING. PEMAIN JANGAN DIEKSPLOITASI PADA SAAT FESTIVAL,PERHITUNGKAN WAKTU DAN LAPANGAN YANG ADA, JANGAN MENERIMA PESERTA TERLALU BANYAK SEHINGGA DURASI PERTANDINGAN HANYA SEBENTAR, PERTANDINGAN JADI KEBANYAKAN DALAM SATU HARI BAGI PEMAIN. TAPI SEBALIKNYA PEMAIN BOLEH DIEKSPLORASI DENGAN MEMBERIKAN KEBEBASAN BERMAIN DALAM SUASANA FUN UNTUK MENGEKPRESIKAN DIRI SEMUA KEMAMPUANNYA DISETIAP KALI BERMAIN TANPA DIINTERVENSI SIAPAPUN TERMASUK INTERVENSI DARI PELATIH TIDAK BOLEH, SEMUA PEMAIN HARUS BERMAIN. JARAK PERTANDINGAN SATU DENGAN PERTANDINGAN BERIKUTNYA MISALNYA 30 MENIT UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN CUKUP PEMANASAN BAGI TIM YANG AKAN BERTANDING, SEBAGAIMANA DIATUR DALAM ORGANISASI PERTANDINGAN KHUSUSNYA DALAM PENGATURAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF). SEMUA STANDAR DAN PERSYARATAN PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI SEPERTI UNTUK U12 YANG SEMESTINYA ATAU IDEALNYA DITERAPKAN SEJAK SEKARANG, TETAPI BILA BELUM BISA DITERAPKAN SEKARANG MISALNYA, AGAR BISA DIUSAHAKAN DITERAPKAN PADA KESEMPATAN MENDATANG.
  69. 69. 69 PENDAHULUAN PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN DAN ORGANISASI PERTANDINGAN SEPAKBOLA USIA DINI (GRASSROOTS), SECARA GARIS BESARNYA TERDIRI DARI 2 HAL, YAITU HAL PERTAMA ADALAH TENTANG BAGAIMANA FESTIVAL DISELENGGARAKAN MULAI DARI PERENCANAAN SAMPAI DILAKSANAKAN, HAL KEDUA ADALAH TENTANG TATA CARA MENGORGANISIR KEGIATAN PADA HARI PERTANDINGAN PADA FESTIVAL SEPAKBOLA USIA DINI DENGAN CONTOH UNTUK U12. KEMUDIAAN PERENCANAAN INI DIBAGI DALAM 5 BAGIAN, YAITU BAGIAN SATU PERENCANAAN DAN URUTAN KEGIATAN, BAGIAN DUA PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI, BAGIAN TIGA PERSIAPAN TEKNIS DAN SDM, BAGIAN EMPAT PENGORGANISASIAN PERTANDINGAN DAN BAGIAN LIMA PELAKSANAAN DAN PELAPORAN PERTANDINGAN. BAGIAN SATU MENGENAI PERENCANAAN DAN URUTAN KEGIATAN, YANG MELIPUTIPERTAMA PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN U12, KEDUA URUTAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN. BAGIAN DUA MENGENAI PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI, YANG MELIPUTI PERTAMA PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP), KEDUA PERATURAN PERMAINAN (LAWS OF THE GAME), KETIGA MENYIAPKAN LAPANGAN DAN PERLENGKAPAN, KEEMPAT INSPEKSI LAPANGAN ATAU STADION OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, KELIMA FORMULIR-FORMULIR PERTANDINGAN, KEENAM MENYIAPKAN AKREDITASI. BAGIAN TIGA MENGENAI PERSIAPAN TEKNIS DAN SDM,YANG MELIPUTI PERTAMA WORKSHOP ATAU SEMINAR, KEDUA PERTEMUAN MANAJER, KETIGA UNDIAN GRUP, KEEMPAT SKRINING, KELIMA PERTEMUAN TEKNIK, KEENAAM SUMBER DAYA MANUSIA (SDM), KETUJUH OFISIAL PERTANDINGAN, KEDELAPAN PANITIA DISIPLIN. BAGIAN EMPAT PENGORGANISASIAN PERTANDINGAN, YANG MELIPUTI PERTAMA ORGANISASI PERTANDINGAN, KEDUA DAERAH STERIL, KETIGA URUTAN WAKTU WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF), KEEMPAT PANDUAN UNTUK ANOUNCER, KELIMA INFORMASI PERTANDINGAN. BAGIAN LIMA PELAKSANAAN DAN PELAPORAN PERTANDINGAN, YANG MELIPUTI KESATU PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN, KEDUA JADUAL PERTANDINGAN, KETIGA URUTAN KEDUDUKAN, KEEMPAT PENGHARGAAN KEPADA PEMENANG, KELIMA LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN. KELIMA BAGIAN TERSEBUT DIATAS MERUPAKAN RANGKAIAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN YANG BERKAITAN SATU SAMA LAIN UNTUK MENDUKUNG KEGIATAN PERSIAPAN, PELAKSANAAN DAN PELAPORAN SUATU PERHELATAN PERTANDINGAN YANG TERENCANA DENGAN BAIK DENGAN TUJUAN AGAR PELAKSANAAN PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR. SPESIAL MENGENAI PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP), YANG DISAJIKAN PADA HALAMAN 72, DARI 25 BUTIR PERATURAN TERSEBUT BISA DIPISAH MENJADI DUA KELOMPOK, YAITU KELOMPOK YANG MENYANGKUT PANDUAN DAN MENYANGKUT PERATURAN KHUSUS. YANG MENYANGKUT PANDUAN SEPERTI NAMA FESTIVAL, DASAR PERATURAN, PENDAFTAN PESERTA, PENDAFTARAN OFISIAL DLL, KEMUDIAN YANG MENYANGKUT PERATURAN KHUSUS SEPERTI SISTEM PERTANDINGAN, PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN, WAKTU ATAU LAMANYA PERTANDINGAN DLL.
  70. 70. 70 BAGIAN SATU : “PERENCANAAN DAN URUTAN KEGIATAN” PERENCANAAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL PERTANDINGAN U12 CONTOH : 8 SSB PESERTA DALAM WAKTU TERBATAS (SEHARI) DALAM SUASANA FUN 1. MODE PERTANDINGAN UNTUK USIA PEMAIN U12, 7 LAWAN 7 ATAU 9 LAWAN 9, DI BAGI 2 GRUP PADA BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), KEMUDIAN DI BAGI DALAM 2 BABAK. DAN MEMBERIKAN KESEMPATAN BERMAIN 3 KALI BAGI TIM YANG TIDAK LOLOS KE BABAK KEDUA. DAN 4 KALI BERTANDING BAGI SETIAP TIM PESERTA YANG BERHAK MAJU KE BABAK KEDUA. 2. JADWAL PERTANDINGAN YANG SATU DENGAN YANG LAIN BERJARAK 30 MENIT, UNTUK MEMBERIKAN KESEMPATAN PEMANASAN DENGAN WAKTU YANG CUKUP BAGI SETIAP TIM PESERTA DAN JUGA UNTUK MEMBERIKAN WAKTU PEMULIHAN YANG CUKUP BAGI PEMAIN DARI TIM YANG AKAN BERTANDING PADA JADUAL BERIKUTNYA. 3. BABAK PERTAMA DAN DILANJUTKAN KE BABAK KEDUA LANGSUNG PERTANDINGAN FINAL UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN, YAITU URUTAN 1 DARI KEDUA GRUP LANGSUNG BERTANDING MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 1 FESTIVAL. DAN URUTAN 2 DARI KEDUA GRUP LANGSUNG BERTANDING UNTUK MEMPEREBUTKAN PERINGKAT 3 FESTIVAL, BEGITU SETERUSNYA DENGAN PERTIMBANGAN UNTUK MENYESUAIKAN WAKTU YANG DIMILIKI DALAM PERTANDINGAN SEHARI MEMANG TERBATAS. 4. DENGAN MODE PERTANDINGAN 2 BABAK DAN PEMBAGIAN GRUP HANYA 2, AKAN MEMBUAT PENGATURAN JADUAL PERTANDINGAN AGAK LONGGAR, MEMBERIKAN WAKTU PEMANASAN CUKUP, DURASI PERTANDINGAN JUGA CUKUP DAN TENTUNYA AKAN MEMBERIKAN MASA PEMULIHAN YANG CUKUP PULA BAGI SETIAP PEMAIN. 5. PENGATURAN SEMACAM ITU AKAN MEMBUAT PEMAIN BISA MENAMPILKAN PERMAINAN PUNCAK, KEMUDIAN PEMAIN MERASA TIDAK DIEKSPLOITIRTENAGANYA HABIS-HABISAN SEPERTI SELAMA INI TERJADI DALAM MODEL PERTANDINGAN SEHARI DENGAN JUMLAH PERTANDINGAN LEBIH DARI 6 KALI MISALNYA KARENA PESERTA LEBIH DARI 12JUMLAHNYA, PEMBAGIAN GRUP YANG LEBIH BANYAK DAN BANYAKNYA BABAK LEBIH DARI 3 BABAK, SEHINGGA SULIT UNTUK MENEMUKAN PENAMPILAN PUNCAK BAGI PEMAIN YANG IKUT SERTA. 6. APALAGI BILA DI DUKUNG DENGAN PERATURAN SEMUA PEMAIN HARUS DITURUNKAN BERTANDING (PENGGANTINYA SEMUA PEMAIN CADANGAN DITURUNKAN PADA PARUH KEDUA), HAL ITU AKAN MEMBUAT EKSPLORASI KEMAMPUAN TEKNIK DASAR BERMAIN SEPAKBOLA MASING-MASING PEMAIN MENJADI MAKSIMAL DAN MENGHINDARKAN EKPLOITASI PEMAIN BERLEBIHAN YANG KESANNYA KURANG MANUSIAWI. 7. PERATURAN KHUSUS DIBUAT SEDERHANA TETAPI SEBAIKNYA TIDAK TERLALU SEDERHANA, KARENA SESEDERHANA APAPUN, PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN HARUS BISA MEMECAHKAN BANYAK PERSOALAN YANG TIMBUL PADA SAAT PERTANDINGAN BERLANGSUNG. 8. KEMUDIAN DIBUAT URUTAN KEGIATAN PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN YANG SISTEMIK, MULAI DARI PERSIAPAN, DILANJUTKAN DENGAN PELAKSANAAN DAN DIAKHIRI DENGAN PELAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN YANG LENGKAP, DENGAN TUJUAN AGAR PELAKSANAAN PERTANDINGAN DAPAT BERJALAN DENGAN BAIK, TERTIB, AMAN DAN LANCAR. 9. BILA INGIN MENGIKUT SERTAKAN PESERTA YANG LEBIH BANYAK, WAKTU BERMAIN BISA DIKURANGI, LAPANGAN BISA DITAMBAH BILA PESERTANYA 16/32 MISALNYA, HARUS ADA 4/8 LAPANGAN, ATAU BILA LEBIH LAGI BISA DIBUAT 2/4 HARI, TAPI JANGAN LUPA PENGATURAN WAKTU DIANTARA JADUAL PERTANDINGAN DAN PEMULIHAN TETAP DIPERHITUNGKAN.
  71. 71. 71 URUTAN KEGIATAN PENYELENGGARA PERTANDINGAN PERSIAPAN-PELAKSANAAN-PELAPORAN 1. MEMBUAT PERENCANAAN AWAL YANG MENYANGKUT HAL ATAU TENTANG APA-BAGAIMANA- KAPAN-DIMANA-SIAPA-BERAPA?. 2. MERANCANG PERTANDINGAN DENGAN 8/16/32 PESERTA. 3. MEMBAGI DALAM BERAPA GRUP (MASING-MASING TERDIRI DARI 4 PESERTA), MEMBUAT PERTANDINGAN DALAM BERAPA BABAK DAN JADUAL PERTANDINGAN. 4. RAPAT INTERNAL MEMBAHAS PERENCANAAN DAN PERSIAPAN. 5. MENYIAPKAN SEMUA SARANA FASILITAS PERTANDINGAN DAN PERSONIL PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. 6. MEMBUAT PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP). 7. PEMBERITAHUAN ATAU UNDANGAN KEPADA 8/16/32 CALON PESERTA. 8. PENDAFTARAN PESERTA DAN PENDAFTARAN PEMAIN. 9. PENETAPAN 8/16/32PESERTA. 10. PUBLIKASI DAN PROMOSI FESTIVAL YANG HENDAK DISELENGGARAKAN. 11. WORKSHOP ATAU SEMINAR DILAKUKAN SEBELUM PERTEMUAN MANAJER, UNTUK MENINGKATKAN DAN MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN TENTANG SEPAKBOLA USIA DINI SERTA MENANGANI ORGANISASI DAN MEMBINA PEMAIN USIA DINI 12. PERTEMUAN MANAJER DILAKUKAN JAUH SEBELUMNYA ATAU SETELAH JUMLAH PESERTA. SUDAH FINAL (TETAP) BERJUMLAH 8/16/32 PESERTA. a. UNTUK MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN PERATURAN LAINNYA YANG ADA KAITANNYA DENGAN PENYELENGGARAAN FESTIVAL. b. UNTUK MEMASTIKAN BAHWA PESERTA BENAR-BENAR MEMAHAMI PKP. c. KEKHASAN PERTANDINGAN USIA DINI, TERUTAMA YANG MENYANGKUT SISTEM PERTANDINGAN, MEMBERIKAN KESEMPATAN SEMUA PEMAIN TURUN BERTANDING, MEMBANGUN SUASANA FUN ATAU GEMBIRA DLL. d. ORGANISASI PERTANDINGAN, DENGAN PENGATURAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL, PENGATURAN DAERAH STERIL DLL. 13. SKRINING BAGI PEMAIN DARI 8/16/32 PESERTA, UNTUK MEMASTIKAN USIA PEMAIN BENAR ADANYA, DILAKSANAKAN SEBELUM PERTEMUAN TEKNIK. 14. UNDIAN GRUP DAN PENETAPAN JADUAL PERTANDINGAN. 15. PERTEMUAN TEKNIK, DILAKSANAKAN SEBELUM PERTANDINGAN DIMULAI, UNTUK MEMPEROLEH PEMAHAMAN YANG SAMA ATAS SEMUA HAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN. 16. PEMBUKAAN FESTIVAL. 17. PERTANDINGAN, BABAK PERTAMA (PENYISIHAN) DI SETIAP GRUP, DILANJUTKAN KE BABAK KEDUA DAN BABAK SELANJUTNYA ATAU LANGSUNG PERTANDINGAN BABAK FINALUNTUK MENETAPKAN URUTAN KEDUDUKAN. 18. PENUTUPAN FESTIVAL, MENGUMUMKAN URUTAN KEDUDUKAN, MULAI DARI PERINGKAT 1 (TIM TERBAIK) SAMPAI KE PERINGKAT BERIKUTNYA DAN PARA PEMAIN BERPRESTASI. 19. MEMBUAT LAPORAN PELAKSANAAN PERTANDINGAN BAGUSNYA DALAM BENTUK LAPORAN TEKNIK.
  72. 72. 72 BAGIAN DUA : “PERATURAN, STANDAR DAN AKREDITASI” PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN> SEBUT NAMA FESTIVAL SEKURANG-KURANGNYA MENCAKUP HAL-HAL DIBAWAH INI (MATERI PENYUSUNAN PKP) 1. NAMA FESTIVAL DAN PENJELASAN SINGKAT TENTANG a. PERTANDINGAN ANTAR APA?. b. PERTANDINGAN BERAPA PEMAIN LAWAN BERAPA PEMAIN?. c. KELOMPOK USIA BERAPA?. d. WAKTU PELAKSANAAN. e. TEMPAT PELAKSANAAN. 2. DASAR PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) a. PERATURAN UMUM PERTANDINGAN PSSI (PUP PSSI). b. PERATURAN PERMAINAN FIFA (LAW OF THE GAME) YANG DIMODIFIKASI UNTUK PEMAIN USIA DINI, YAITU PERATURAN PERMAINAN KHUSUS PEMAIN BERUSIA 12 TAHUN 7 V 7 (SATU TIM 7 PEMAIN), DITERBITKAN PSSI TAHUN 2002. DAN DAPAT PULA MERUJUK KEPADA MANUAL BPPUM PSSI YANG DITERBITKAN PSSI TAHUN 2011. 3. PENDAFTARAN PESERTA a. PERSYARATAN PENDAFTARAN SSB PESERTA. b. WAKTU PENDAFTARAN. c. TEMPAT PENDAFTARAN. 4. PENDAFTARAN PEMAIN a. PERSYARATAN PENDAFTARAN PEMAIN. b. BATASAN USIA PEMAIN (TAHUN KELAHIRAN). c. DOKUMEN BUKTI TANGGAL KELAHIRAN. d. DAFTAR NAMA PEMAIN (DNP) DAN JUMLAH PEMAIN YANG BISA DIDAFTARKAN, MISALNYA 14 UNTUK 7 LAWAN 7 ATAU 18 ORANG UNTUK 9 LAWAN 9. 5. PENDAFTARAN OFISIAL a. DAFTAR NAMA OFISIAL (DNO), MISALNYA TERDIRI DARI 3 ORANG. b. MANAJER TIM. c. PELATIH. d. KESEHATAN. 6. PERTEMUAN MANAJER a. DILAKSANAKAN SETELAH JUMLAH PESERTA TERPENUHI (8 PESERTA MISALNYA). b. DILAKUKAN UNTUK MEMBAHAS PERATURAN KHUSUS PERTANDINGAN (PKP) DAN MEMBAHAS HAL-HAL YANG ADA KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN. c. UNDIAN PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN. d. DIHADIRI OLEH MANAJER-MANAJER TIM PESERTA. e. DIPIMPIN OLEH KETUA PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN ATAU KOMISI/SEKSI PERTANDINGAN. 7. SKRINING a. DILAKUKAN SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN ATAU WAKTU LAIN YANG DITETAPKAN, b. PERSYARATAN SKRINING, MEMBAWA DOKUMEN AKTE KELAHIRAN DAN RAPORT. c. WAKTU SKRINING, DITETAPKAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. d. TEMPAT SKRINING, DITETAPKAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN.
  73. 73. 73 e. DILAKSANAKAN OLEH TIM SKRINING YANG DITUNJUK OLEH PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. f. SETIAP OFISIAL TIM PESERTA IKUT MENYAKSIKAN PELAKSANAAN SKRINING. g. PEMAIN YANG LOLOS SKRINING DITUANGKAN DALAM BERITA ACARA YANG DITANDA TANGANI OLEH TIM SKRINING DAN SEMUA MANAJER TIM PESERTA SERTA DIKETAHUI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN. 8. PERTEMUAN TEKNIK a. DILAKSANAKAN SEHARI SEBELUM PERTANDINGAN. b. DILAKSANAKAN SETELAH SKRINING. c. DAN DILAKSANAKAN SETELAH UNDIAN PEMBAGIAN GRUP DAN PENETAPAN JADUAL PERTANDINGAN ATAU BISA DILAKUKAN SAAT PERTEMUAN TEKNIK. d. DIHADIRI OLEH MANAJER, PELATIH DAN KAPTEN TIM PESERTA, KEMUDIAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN TERMASUK KOORDINATOR KESEHATAN, KEAMANAN DAN MEDIA (BILA ADA). e. DENGAN TUJUAN UNTUK MEMPEROLEH KESERAGAMAN PENGERTIAN MENGENAI HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTANDINGAN TERSEBUT. f. BERDASARKAN AGENDA PERTEMUAN TEKNIK YANG DISUSUN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN, YANG POKOK ADALAH MENGESAHKAN DAN MENETAPKAN HASIL UNDIAN PEMBAGIAN GRUP DAN JADUAL PERTANDINGAN, PENGESAHAN PEMAIN SESUAI BERITA ACARA SKRINING PEMAIN, MENGESAHKAN DAN MENETAPKAN WARNA KOSTIM DISETIAP PERTANDINGAN. g. HAL LAIN YANG POKOK ADALAH MENETAPKAN URUTAN WAKTU MENUJU TENDANGAN AWAL (KICK OFF), SEREMONI SEBELUM DAN SESUDAH PERTANDINGAN, PERTANDINGAN, TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN, PENGATURAN PEMANASAN SAAT PERTANDINGAN, PERTOLONGAN PEMAIN CEDERA, PEMBERIAN AIR MINUM, KEADAAN KAHAR (MEMAKSA) DLL. h. DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN. i. HASIL PERTEMUAN TEKNIK DITUANGKAN DALAM BENTUK BERITA ACARA YANG DITANDA TANGANI OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN (PP). 9. LAPANGAN PERMAINAN a. UKURAN LAPANGAN, 40 X 60 METER ATAU MAKSIMAL 50 X 70 METER. b. GAWANG, 2 X 5 METER. c. GARIS SAMPING, SEPANJANG 60 METER. d. GARIS GAWANG, SEPANJANG 40 METER. e. DAERAH GAWANG, 4 X 13 METER. f. DAERAH PENALTI, 12 X 29 METER, DENGAN LINGKARAN 5 METER DARI TITIK PENALTI. g. TITIK PENALTI, 9 METER. h. TIANG DENGAN BENDERA SUDUT, 1.5 METER, DENGAN BUSUR SUDUT 75 CM. i. LINGKARAN TENGAH BERDIAMETER 5 METER. 10. BOLA a. NOMOR BOLA, 4. b. UKURAN LINGKARAN, TIDAK LEBIH DARI 64 CM DAN TIDAK KURANG DARI 62 CM. c. BERAT, TIDAK LEBIH DARI 440 GRAM DAN TIDAK KURANG DARI 400 GRAM. d. TEKANAN UDARA, O.4-O.6 ATMOSFIR (400/600 GRAM/CM2). 11. SISTEM PERTANDINGAN a. KOMPETISI SETENGAH, UNTUK BABAK PERTAMA (PENYISIHAN). b. DI BAGI 2 GRUP PADA BABAK PERTAMA (PENYISIHAN). c. DI BAGI 2 BABAK.
  74. 74. 74 d. PERTANDINGAN DENGAN SISTEM GUGUR PADA BABAK KEDUA (FINAL). 12. PEMBAGIAN GRUP JADUAL PERTANDINGAN a. DITETAPKAN SAAT PERTEMUAN MANAJER. b. PESERTA TERBAGI DALAM 2 GRUP, A DAN B, MASING-MASING TERDIRI DARI 4 TIM. c. MENUNJUKAN NOMOR PERTANDINGAN (NP), HARI/TANGGAL, TEMPAT DAN MENUNJUKAN LAWAN BERTANDING ANTARA SIAPA DENGAN SIAPA? d. DIPUBLIKASIKAN SECARA LUAS UNTUK DIKETAHUI KEPADA SEMUA PIHAK YANG ADA KAITANNYA DENGAN PERTANDINGAN DAN UNTUK MENARIK MINAT PENONTON. 13. WAKTU ATAU LAMANYA BERMAIN a. 2 X 20 MENIT. b. ISTIRAHAT 5 MENIT, DARI BUNYI PLUIT KE BUNYI PLUIT, ATAU 5 MENIT KEMUDIAN SETELAH BUNYI PLUIT TANDA BERAKHIR PARUH PERTAMA, SUDAH DILAKUKAN KEMBALI TENDANGAN AWAL DI PARUH KEDUA. 14. DAFTAR SUSUNAN PEMAIN( DSP) a. SEMUA PEMAIN YANG MASUK DALAM DSP HARUS TERCANTUM DALAM DNP YANG TELAH DISAHKAN DALAM PERTEMUAN TEKNIK OLEH PP. b. JUMLAH PEMAIN YAN MASUK DSP 14 ORANG ATAU 18 ORANG. c. JUMLAH PEMAIN YANG TURUN BERTANDING, 7 ORANG ATAU 9 ORANG SETIAP TIM. d. PEMAIN CADANGAN, 7 ORANG ATAU 9 OANG SETIAP TIM. e. SEMUA PEMAIN YANG DITURUNKAN BERTANDING HARUS TERCANTUM DALAM DSP. 14 PENGGANTIAN PEMAIN a. DISETIAP PARUH PERMAINAN TIDAK BOLEH ADA PERGANTIAN PEMAIN KECUALI ADA YANG CEDERA BERAT SESUAI PEMERIKSAAN DOKTER ATAU PETUGAS KESEHATAN PANITIA PELAKSANA PERTANDINGAN. b. MEMASUKI PARUH KEDUA SEMUA PEMAIN CADANGAN MASUK MENGGANTIKAN PEMAIN YANG TELAH BERMAIN DI PARUH PERTAMA. 15 KOSTIM a. WARNA KOSTIM UTAMA (TIM TUAN RUMAH). b. WARNA KOSTIM CADANGAN (TIM TAMU). c. PENJAGA GAWANG, WARNA MENYESUAIKAN. d. WARNA KAOS KAKI DAN MENGGUNAKAN SKIN GUARD. e. KAOS BERNOMOR PUNGGUNG, BERNOMOR DADA, BERNOMOR PADA CELANA (SEBELAH KANAN). 16 TIDAK ADA OFSAID 17 LEMPARAN BOLA KEDALAM a. HARUS DILAKUKAN DENGAN BENAR, BOLA DIAYUN KEBELAKANG KEPALA SEBELUM DILEMPAR KEDALAM, KEMUDIAN KAKI TIDAK BOLEH MENGINJAK GARIS SAMPING DAN KEDUA BELAH KAKI HARUS MENGINJAK TANAH. b. JIKA PEMAIN YANG MELEMPAR BOLA KEDALAM MELAKUKAN KESALAHAN, WASIT BOLEH MEMBERIKAN KESEMPATAN MELEMPAR BOLA KEMBALI DENGAN BENAR DENGAN DIBERI CONTOH OLEH WASIT. 18 TATA TERTIB DI BANGKU CADANGAN DAN DAERAH TEKNIK a. JUMLAH OFISIAL, 3 ORANG DENGAN MENGGUNAKAN KARTU TANDA PENGENAL. b. JUMLAH PEMAIN CADANGAN, 7 ATAU 9 ORANG. c. MENGGUNAKAN ROMPI WARNA TIDAK SAMA DENGAN KOSTIM PEMAIN DI LAPANGAN. d. BERLAKU TERTIB, TIDAK MENINGGALKAN BANGKU CADANGAN, BERLAKU TERTIB DAN SOPAN, YANG MEMBERIKAN PETUNJUK KEPADA PEMAIN HANYA SEORANG (PELATIH).
  75. 75. 75 19 PEROLEHAN NILAI, MENENTUKAN PEMENANG DAN PERINGKAT a. MENANG 3, SERI 1 DAN KALAH 0. b. JIKA NILAI YANG DIDAPAT OLEH 2 TIM ATAU LEBIH, MAKA UNTUK UNTUK MENENTUKAN PERINGKATNYA (SECARA BERURUTAN BILA MASIH TETAP SAMA) : 1) SELISIH GOL. 2) GOL MEMASUKAN LEBIH BANYAK. 3) PERTEMUAN DIANTARA KEDUANYA. 4) BILA HASILNYA MASIH SAMA MAKA DI UNDI DALAM PERTEMUAN DIANTARA KEDUA TIM DIPIMPIN OLEH PENGAWAS PERTANDINGAN. 5) BILA KEDUANYA BERTEMU DALAM PERTANDINGAN TERAKHIR, UNTUK MENGHASILKAN PEMENANGNYA UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN DALAM GRUP PADA BABAK PERTAMA (PENYISIHAN), BISA DILAKUKAN PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT. BILA HASILNYA MASIH SERI DILANJUTKAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, BILA JUGA BELUM MENGHASILKAN PEMENANGNYA MAKA UNTUK MENGHASILKAN PEMENANGNYA MELALUI UNDIAN OLEH WASIT. 6) DALAM PERTANDINGAN FINAL UNTUK MENENTUKAN URUTAN KEDUDUKAN, BILA PERTANDINGAN SAAT WAKTU NORMAL BERAKHIR DENGAN SERI, MAKA DILAKUKAN PERPANJANGAN WAKTU 2 X 5 MENIT, BILA HASILNYA MASIH SERI DILANJUTKAN DENGAN TENDANGAN DARI TITIK PENALTI, BILA JUGA BELUM MENGHASILKAN PEMENANGNYA MAKA UNTUK MENGHASILKAN PEMENANGNYA MELALUI UNDIAN OLEH WASIT. 20 PELANGGARAN DAN SANKSI a. MELAKUKAN PELANGGARAN SERIUS DI LAPANGAN PERMAINAN, BAIK SECARA FISIK. KELAKUAN TIDAK SOPAN MAUPUN UCAPAN TIDAK SOPAN. b. TIDAK HADIR DI LAPANGAN, DIBERI BATAS TOLERANSI MISALNYA 10 MENIT. c. TIDAK MAU MELANJUTKAN PERTANDINGAN (MOGOK), DIBERI BATAS TOLERANSI MISALNYA 5 MENIT MISALNYA. d. MENGUNDURKAN DIRI, DICABUT DARI KEPESERTAANYA DAN SEMUA NILAI YANG DI DAPAT DIHAPUS. e. PERINGATAN (TANPA KARTU KUNING) DAN PENGUSIRAN (TANPA KARTU MERAH) KEPADA PEMAIN, DIKELUARKAN SEMENTARA SELAMA 2 MENIT, CATATAN YANG TERKENA PERINGATAN MAUPUN PENGUSIRAN BAGI PEMAIN HANYA BERLAKU DI SETIAP PERTANDINGAN SAJA. f. SANKSI TERHADAP PEMAIN BERSIFAT MENDIDIK. g. SANKSI TERHADAP OFISIAL TIM HARUS DIBERIKAN SECARA TEGAS SESUAI KETENTUAN BERLAKU KARENA OFISIAL TIM ADALAH PANUTAN BAGI PEMAIN USIA DINI. 21 PANITIA DISIPLIN a. MEWUJUDKAN DAN MEMELIHARA SUASANA TUNDUK DAN PATUH PADA PERATURAN- PERATURAN, KEPUTUSAN-KEPUTUSAN DAN KETENTUAN-KETENTUAN YANG BERKAITAN DENGAN PERTANDINGAN. b. MENANGANI, MENYIDANGKAN DAN MENYELESAIKAN KASUS PELANGARAN DISIPLIN YANG DILAKUKAN OLEH OFISIAL TIM DAN TIDAK UNTUK PELANGGARAN DISIPLIN YANG DILAKUKAN PEMAIN KARENA HAL ITU MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA DARI OFISIAL TIMNYA MASING-MASING. c. MENANGANI, MENYIDANGKAN DAN MENEYELESAIKAN PROTES DALAM WAKTU SESINGKAT- SINGKATNYA. d. MENCATAT DAN MEMBERITAHUKAN PEMAIN YANG TERKENA PERINGATAN DAN PENGUSIRAN KEPADA OFISIAL TIM YANG BERSANGKUTAN.

×