Soal Beras,
Kami Solusinya...!
Dengan stock beras melimpah langsung dari petani beras
Cianjur, kami siap men-supply beras ...
25.000 lebih jumlah anak yatim dan dhuafa
yang telah tersantuni oleh Mizan Amanah hingga akhir Ramadhan 1434 H
Kepedulian ...
Salam Kami...
Assalamu'alaikum Wr Wb...

Alhamdulillah... Segala pujian kita limpahkan ke
hadirat Allah Azza Wajalla, yang...
Hal.

22

TIPS
Muslimah yang cerdas
dan memiliki pengetahuan
yang luas, memiliki
banyak keuntungan dan
berpotensi untuk
me...
Surat Pembaca
Tertarik Metode Ust. Budi Ashari
Assalamualaikum Wr Wb...
Hallo Majalah Generasi. Saya terkesan dengan
metod...
Rancangan Gerbang Depan - Sekolah Peradaban Al Kamil

Sekolah Peradaban Al Kamil adalah sekolah bagi anak yatim-piatu, kau...
Sosok

Ustadz Riza Muhammad

Seorang Dai
Bukan Selebritis
Peran dai atau ustadz dalam
pendidikan agama serta
pembinaan spi...
Sosok
Ustadz Riza Muhammad di sela-sela
shooting sinetron ‘Pesantren & Rock n
Roll - Season 3’ di SCTV

bulan Ramadhan itu...
Sosok
keras, penuh doktrin, tanpa ada joke, atau pendekatan sesuai
dengan usia mereka, gak akan laku dakwah kita. Kita har...
Fokus

Kemuliaan Wanita,
Kemuliaan Islam
Agama Islam sebagai agama ‘rahmatan lil alamin’, turun ke bumi untuk menghapus
se...
Fokus
imbangan kemuliaan dan
ketinggian martabat para
wanita adalah sama
dengan pria di sisi Allah
SWT, yaitu taqwa,
sebag...
Fokus

Peran Wanita
dalam Rumah Tangga
citizenwarrior.com

DALAM rumah tangga, wanita
memegang peranan yang sangat sentral...
Fokus

Adab Keluar Rumah Bagi Wanita
KEMULIAAN wanita di dalam Islam diatur
di dalam berbagai hal. Adab keluar rumah
bagi ...
Fokus

Wanita, Pendidik Generasi Terbaik
SALAH satu tugas mulia wanita adalah
sebagai pendidik anak-anaknya. Banyak
suka-d...
Fokus
Syaikh Bakr Abu Zaid berkata: “Termasuk
(pembinaan) awal yang diharamkan (dalam
Islam) adalah memakaikan pada anak-a...
Resensi
FILM

Jobs
Genre
Rating
Durasi
Studio
Sutradara
Produser
Naskah
Pemain

: Drama Biografi
: 13 tahun ke atas
: 128 ...
Resensi
BUKU

Bahagia di Jalan Agama
Penulis
ISBN
Cetakan I
Halaman
Penerbit
Dimensi

:
:
:
:
:
:

Yusuf Anshori
978-602-8...
Islamic Parenting

Mendidik Anak
Sayang Ibu
urga di bawah telapak
kaki ibu merupakan
untaian kata yang indah
sebagai pengh...
Islamic Parenting

surga adalah keharusan. Tahun-tahun
pertama kehidupan mereka sebelum
menjadi baligh adalah tanggung jaw...
Tips

Meraih Kemuliaan Ilmu
Bagi Muslimah Cerdas
Kewajiban menuntut ilmu dalam
Islam tidak hanya dibebankan
kepada kaum la...
Tips
Selain Al Qur’an dan Hadist, kita pun
dapat belajar dari sumber lain seperti Shirah
Rasulullah SAW, Shirah Para Sahab...
ADVERTORIAL
FOTO-FOTO: DOK. MIZAN AMANAH

yatim dan dhuafa dari berbagai
wilayah di Indonesia, dari Asrama
Mizan Amanah, m...
Inspirasi Islam

Siti Khadijah

Inspirasi Wanita Modern
Selain kisah cinta Romeo dan Juliet, bagi umat Islam, kisah cinta ...
Inspirasi Islam

Inspirasi
Sebagai wanita, kita bisa belajar banyak
dari sosok teladan seorang Siti Khadijah.
Inilah beber...
Derita TKW
di Negeri Orang
enjadi tenaga kerja di luar
negeri dengan gaji yang
cukup tinggi membuat
banyak warga Indonesia...
Penempatan dan Perlindungan Tenaga
Kerja Indonesia), hingga Maret 2013,
tercatat setidaknya ada 6,5 juta jumlah
TKI yang b...
Info CSR

BNI Raih 2 Penghargaan
CSR Best Practice For MDG’s
PT. Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk (BNI) berhasil meraih...
Info CSR
Telkom Bangun
Pusat Pelatihan
Internet
di Pesantren

AirAsia Sediakan 250.000 Kursi
Gratis untuk Warga Filipina Y...
News

Gerakan Ekonomi Syariah
Menggema dari Lapangan Monas

G

eliat ekonomi syariah
kembali muncul, bertepatan
dengan dic...
News
TEMPO

Rahmat Waluyo, Siswa kelas IX SMP
2 Semarang, peraih medali Emas dan
Perak Olimpiade Sains Junior tingkat
Inte...
ADVERTORIAL
FOTO-FOTO : ASEP

Soto Kudus Grup Menara, Favorit
Penikmat Soto Kudus
Salah satu soto Kudus favorit adalah
Sot...
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Majalah generasi edisi Desember 2013
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Majalah generasi edisi Desember 2013

2,049 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,049
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
41
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Majalah generasi edisi Desember 2013

  1. 1. Soal Beras, Kami Solusinya...! Dengan stock beras melimpah langsung dari petani beras Cianjur, kami siap men-supply beras dalam partai kecil maupun besar untuk kebutuhan Anda. Kebutuhan restoran, hotel, katering, atau kebutuhan Anda sehari-hari, semuanya dapat kami layani. Mulai dari beras Pandan Wangi, IR64, Rojolele hingga Menthik Wangi, semua dapat kami sediakan dan kami antarkan langsung ke lokasi Anda.* Segera hubungi kami, untuk mendapatkan harga spesial dan kualitas beras yang terjamin. * Untuk Jumlah Pesanan Tertentu, dan Khusus Untuk Wilayah Bandung dan Sekitarnya BERAS 88 Solusi Kebutuhan Beras Anda www.beras88.com HOTLINE PEMESANAN CV. MAYA KEMBARA 022 - 616 888 11
  2. 2. 25.000 lebih jumlah anak yatim dan dhuafa yang telah tersantuni oleh Mizan Amanah hingga akhir Ramadhan 1434 H Kepedulian Anda adalah solusi yang menjamin mereka tetap semangat dan tersenyum menggapai masa depan BCA BANK MANDIRI BANK MANDIRI SYARIAH BANK MUAMALAT 139 304 0002 132 002 004 0060 727 373 7377 4 080 200 000 WAKAF 139 300 4952 132 000 653 1140 727 777 7775, 703 746 1037 4 080 400 000 01 520 101 18 013 701 0003 793 03 1000 514 08 ZAKAT INFAQ dan SHODAQOH SALURKAN KEPEDULIAN ANDA MELALUI REKENING BCA BANK MANDIRI BANK MANDIRI SYARIAH BANK MUAMALAT BANK BNI BANK BRI BANK KESEJAHTERAAN BCA BANK MANDIRI BANK MANDIRI SYARIAH BANK MUAMALAT BANK DANAMON 139 300 0001 128 000 623 5151 727 575757 2 4 080 300 000, 101 003 8415 0005 774 709 KANTOR PUSAT Jl. Kesehatan Raya No. 16 Bintaro - Jakarta Selatan - Tel. (021) 7388 6407 KANTOR CABANG • Jl. Merak IV Blok N3 No. 19 Bintaro Jaya Sektor 1 - Jakarta Selatan - Tel. (021) 735 4740 • Jl. Dr. Otten No. 3 Bandung - Jawa Barat - Tel. (022) 423 7770 scan this QR code KANTOR KAS Jl. Jend. H. Amir Machmud No. 658 Cimahi - Jawa Barat - Tel. (022) 662 8846 ASRAMA YATIM Banten • Jl. Bintaro Utama III Blok AP No. 50A Bintaro Jaya Sektor 3 - Tangerang Selatan - Tel. (021) 735 6058 Jakarta • Jl. Raya Perumnas Blok 10 Kav No. 3 Kel. Malaka, Jatinegara - Jakarta Timur - Tel. (021) 862 3323 • Jl. Abdul Majid No. 8 RT. 005/011 Cipete Utara, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - Tel. (021) 739 6605 • Jl. Karang Tengah Raya No. 14 Lebak Bulus, Cilandak - Jakarta Selatan - Tel. (021) 765 4869 • Jl. Danau Toba No. 143 Bendungan Hilir, Tanah Abang - Jakarta Pusat - Tel. (021) 4464 0666 • Jl. Salihara No. 13 RT. 014/003 Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520 - Tel. (021) 788 44732 • Jl. Jagakarsa Raya No. 3 Jagakarsa - Jakarta Selatan - Tel. (021) 7120 7733 • Jl. Peta Utara RT. 001/006 Pegadungan, Kali Deres - Jakarta Barat - Tel. (021) 2940 5404 • Jl. Lapan No. 1 Pekayon, Pasar Rebo - Jakarta Timur - Tel. (021) 3787 9121 Jawa Barat • Jl. Pojok Utara II No. 45 Cimahi - Jawa Barat - Tel (022) 663 0106, 665 4433 • Jl. Gede Bage No. 119 - Kompleks Arisandi, Gede Bage, Bandung - Jawa Barat - Tel. (022) 9236 7472 • Jl. Raya Lembang No. 188A Bandung - Jawa Barat - Tel. (022) 2784 546 • Jl. Sukasari I No. 29 Bogor - Jawa Barat - Tel. (0251) 8322 668 Jawa Timur • Jl. R.A. Kartini No. 128 Tegalsari Surabaya - Jawa Timur - Tel. (031) 567 6376 Kalimantan • Jl. S. Parman No. 54 Gn. Sari Ulu, Balikpapan - Kalimantan Timur - Tel. (0542) 566 1720 info@mizanamanah.org w w w. m i z a n a m a n a h . o r g
  3. 3. Salam Kami... Assalamu'alaikum Wr Wb... Alhamdulillah... Segala pujian kita limpahkan ke hadirat Allah Azza Wajalla, yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam, sehingga kita masih bisa beribadah, bekerja, dan berkarya dalam ridhoNya. Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Rasulullah Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya, juga kepada kita semua, umatnya hingga akhir zaman. Tak terasa kita sudah berada di penghujung tahun 2013 Masehi. Patut kita syukuri bahwa kita telah berkarya dan berbuat yang terbaik bagi bangsa, negara, dan agama, untuk lebih banyak berkarya dan berbuat lebih baik lagi bagi kemaslahatan bersama di masamasa mendatang, insya Allah. Majalah GENERASI edisi bulan Desember ini, mengangkat bahasan utama tentang ibu dan wanita, sosok yang teramat penting bagi setiap manusia di dunia ini. Tanpa kehadiran seorang ibu, entah bagaimana kita bisa bertahan hidup hingga saat ini. Tanpa kehadiran seorang wanita, apa jadinya nasib generasi kita selanjutnya. Kemuliaan wanita adalah kemuliaan Islam, itulah kata yang tepat menggambarkan strategisnya posisi wanita di mata Islam. Simak pula perbincangan kami dengan ustadz keren yang kerap muncul di layar kaca, Ust. Riza Muhammad. Bagaimana tantangan beliau dalam berdakwah di kalangan muslim modern saat ini, bagaimana kiat beliau memberi ruh dalam tiap dakwahnya, semuanya dapat dilihat di rubrik SOSOK kali ini. Dan terakhir, simak liputan kegiatan Yayasan Yatim dan Dhuafa Mizan Amanah di seluruh Indonesia lewat sisipan ‘Info Mizan Amanah’. Semoga para pembaca mendapat manfaat dari sajian kami kali ini. Selamat menikmati. Dede Sutisna Pemimpin Redaksi RESENSI 18 ISLAMIC PARENTING TIPS 22 INFO CSR 30 NEWS 32 INFO NIAGA 36 ANJANGSANA 38 KOLOM PAKAR 40 TAUSYIAH 44 INTERMEZZO 46 20 SISIPAN INFO MIZAN AMANAH MEDIA SILATURAHMI MIZAN AMANAH Pemimpin Umum Andri Yanto, SHI Pemimpin Redaksi Dede Sutisna Redaktur Pelaksana Stefana Hendra Redaksi Asep Nurhamdjah, Larbi L. Sahal, Izzudin Halsel, Idan Hamdani Abdillah, Dodi Mulyana, Doni ‘Debo’ Handri Foto Fikar Azmy, Syaiful Achmad Asisten Redaksi Sadi Samsudin Desain Stef, Nurhadi Iklan Stef, Agus Setiadi Kontributor Ade Hidayat, Rhino (Bali) Sirkulasi dan Distribusi Hamid (Jakarta), Idan (Bandung), Dodi (Balikpapan), Enjang (Surabaya) Keuangan Rini Udayanti Penerbit : Mizan Amanah - Yatim & Dhuafa Jl. Kesehatan Raya No. 16 Bintaro Jakarta Selatan T. 021 7388 6407 ISSN 4 : 2337 - 3555 Redaksi menerima sumbangan/kontribusi berupa artikel yang bersifat inspiratif, edukatif dan sesuai dengan rubrikasi dan profil pembaca majalah GENERASI. Artikel ditulis dengan panjang 2 (dua) halaman Microsot Word (font: Times New Roman, size: 10 pt, leading: 1,5). Artikel dilengkapi dengan ilustrasi foto/gambar (300 dpi, ukuran 1:1 atau lebih). Artikel dan foto/gambar yang dimuat akan memperoleh honorarium. Artikel dan foto/gambar dapat dikirim ke: redaksi.sahabat.mizanamanah@gmail.com. Isi di Luar Tanggungjawab Percetakan
  4. 4. Hal. 22 TIPS Muslimah yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas, memiliki banyak keuntungan dan berpotensi untuk melahirkan generasigenerasi cerdas. Bagaimana kiat-kiat dan adab yang sebaiknya dilakukan wanita di dalam menuntut ilmu? Ikuti rubrik TIPS edisi kali ini. Hal. 38 Hal. 8 WAWANCARA EKSKLUSIF Ust. Riza Muhammad Dakwah itu akan punya ruh, akan memiliki makna, dan akan sampai, apabila kita sendiri sudah melakukannya. Jika sedang berceramah, janganlah berharap pujian atau sanjungan orang. Dai adalah penyampai ayat-ayat Allah, bukan selebritis. Lantas bagaimana pendapat beliau tentang masyarakat relijius di Indonesia? Simak kupasannya di rubrik SOSOK edisi kali ini. ANJANGSANA Istana Alhambra Sisa Kejayaan Islam di Tanah Spanyol Kemegahan bangunannya memperlihatkan keagungan dan kejayaan Islam di masa lalu. Telusuri jejak sejarahnya di rubrik Anjangsana kali ini. Kemuliaan Wanita, Kemuliaan Islam Posisi wanita sebagai istri atau ibu rumah tangga memilki arti yang sangat urgent, bahkan dia merupakan salah satu tiang penegak kehidupan keluarga dan termasuk pemeran utama dalam mencetak tokoh-tokoh besar. Bahasan selanjutnya bisa disimak di Halaman 12. Desember 2013 5
  5. 5. Surat Pembaca Tertarik Metode Ust. Budi Ashari Assalamualaikum Wr Wb... Hallo Majalah Generasi. Saya terkesan dengan metode pendidikan yang disebut di majalah Generasi edisi November 2013 kemarin. Memang benar. Umat Islam harus bangkit dan mengejar ketertinggalannya. Kalau boleh, saya bisa dapat nomor kontak Ust. Budi Ashari. Sukses buat Mizan Amanah dan Majalah Generasi. EDI SUBAGIYO Pondok Labu, Jakarta Selatan Waalaikumussalam pak Edi... Benar, Islam harus kembali menjadi peradaban yang diakui dunia. Untuk kontak Ust. Budi Ashari, bisa lihat di website Kuttab Al Fatih: www.kuttabalfatih.com. Terimakasih atas semangatnya. Sukses juga buat pak Edi di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Salut Mizan Amanah Hijrah, Selalu Sulit Assalamualaikum Wr Wb... Terinspirasi dari artikel di majalah GENERASI tentang hijrah, memang benar bahwa proses hijrah selalu menjadi proses yang sangat sulit. Banyak benturan, tantangan, dan hambatan yang harus dilalui dan diselesaikan. Namun jika kita berpegang teguh pada agama Allah, insya Allah, semua proses dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi bisa dilewati dengan sukses. Wassalamualaikum... HARY MULYANA via gmail.com Wa’alaikumussalam pak Hary... Benar sekali pandangan Anda. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan jalan sukses kepada kita semua. Aamiin... Saran Assalamualaikum Wr Wb... Halo majalah GENERASI. Saya boleh usul, bagaimana jika sisipan majalah Info Mizan Amanah, diletakkan di luar majalah Generasi. Karena agak sulit juga membaca sisipan jika ada di tengah-tengah majalah. Sukses selalu buat majalah Generasi dan majalah Info Mizan Amanah. SOPHIE via yahoo.com Waalaikumussalam mbak Sophie... Memang ada kendala di teknis dan biaya untuk itu. Namun usul Anda akan kami pertimbangkan. Terima kasih atas semangat dan perhatiannya. Surat Pembaca dapat dikirim via eMail ke: redaksi.sahabat.mizanamanah@gmail.com, atau ke alamat Redaksi : Jl. Kesehatan Raya No. 16 Bintaro - Pesanggrahan Jakarta Selatan 6
  6. 6. Rancangan Gerbang Depan - Sekolah Peradaban Al Kamil Sekolah Peradaban Al Kamil adalah sekolah bagi anak yatim-piatu, kaum dhuafa, dan anak-anak yang berprestasi, dengan beasiswa penuh dari Mizan Amanah. Fisik bangunan memang sedang dalam tahap pengerjaan, namun Sekolah Peradaban Al Kamil terus mendidik generasi masa depan bangsa dengan ilmu-ilmu bermanfaat bagi kemandirian anak di masa depan. Kepedulian Anda adalah jaminan tepat waktunya tahap pembangunan dan jaminan keberlanjutan pendidikan bagi anak yatim-piatu dan dhuafa. Salurkan Kepedulian Anda Melalui Rekening KANTOR PUSAT Jl. Kesehatan Raya No. 16 Bintaro - Jakarta Selatan 101 00 1112222 1 (Bank Mandiri) a/n. Yayasan Mizan Amanah SEKOLAH PERADABAN AL KAMIL Jl. Raya Ciranjang No. 53 RW. 06 Desa Hegarmanah, Kec. Sukaluyu Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Tel: (0263) 326 100 • eMail: info@sekolahperadaban-alkamil.org www.sekolahperadaban-alkamil.org w w w. m i z a n a m a n a h . o r g
  7. 7. Sosok Ustadz Riza Muhammad Seorang Dai Bukan Selebritis Peran dai atau ustadz dalam pendidikan agama serta pembinaan spiritual umat sangat penting kedudukannya dalam Islam. Tak heran jika mereka kerap disebut sebagai pewaris nabi dan penyampai ayat-ayat Allah SWT. Namun demikian, kemunculan para dai dan ustadz ini, terutama para dai dan ustadz muda, di layar TV kerap menimbulkan kritik. Tak sedikit pula yang khawatir, terutama melihat gaya hidup dan perilaku mereka yang kerap bergaya layaknya para pesohor atau selebritis. 8 alah satu dai muda yang saat ini kerap muncul di televisi, Ustadz Riza Muhammad, menolak anggapan tersebut. Menurutnya, seorang dai bukan selebritis. “Seorang dai itu tugasnya adalah menyampaikan surat cinta dari Allah kepada umat-Nya, pesan-pesan Rasulullah kepada umatnya pula. Dai bukan selebritis,” ujarnya kepada Majalah GENERASI yang menemuinya di lokasi syuting sinetron ‘Pesantren & Rock n Roll’ di Bogor beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancara pemilik nama asli May Riza Kurnia. S Awalnya muncul di layar TV dan sinetron bagaimana? Sebenarnya mulai terlibat di sinetron itu sejak 2006. Saya sempat main FTV. Saya berangkat dari dai TPI, jadi peran saya di sinetron dan FTV juga sama dan tidak jauh dengan pekerjaan saya sekarang, yaitu sebagai penceramah. Kemudian tahun kemarin (2012), saya juga sempat mendapat tawaran main di ANTV, dan sempat juga dapat iklan produk minuman. Hanya kebetulan tidak saya ambil karena waktunya benturan dengan jadwal saya umroh. Kemudian, ketika itu produk minuman itu menawarkan honor 50 juta, mau syuting apa umroh nih? Wah godaan nih, akhirnya saya tetap pilih umroh. Nah, Alhamdulillah sepulang dari umroh, pihak Screenplay (nama salah satu production house yang memproduksi sinetron di layar televisi) menawarkan saya untuk syuting sinetron ‘Putih Abu-Abu’. Enam setengah episode saya jalani, tidak sampai selesai, karena memang gak ngangkat juga peran saya di situ. Peran saya di sana itu khan awalnya digadanggadang untuk menaikkan rating sinetron tersebut yang saat Ramadhan sempat anjlok. Biasanya, sinetron komersil kalau masuk
  8. 8. Sosok Ustadz Riza Muhammad di sela-sela shooting sinetron ‘Pesantren & Rock n Roll - Season 3’ di SCTV bulan Ramadhan itu konsepnya jadi bingung. Ceritanya mesti gimana nih? Nah, di sana saya berperan sebagai ustadz di pesantren kilat saat bulan Ramadhan. Selesai di situ, ada tawaran lagi di Program ‘Cahaya Ilahi’ B-Channel. Saya mendapat tawaran 150 episode selama setahun. Setelah itu, saya mendapat tawaran program baru untuk Ramadhan dari RCTI, yaitu ‘Hafidz Indonesia’. Wah, acara yang bagus nih. Saya pikir ini pasti program hafalan Qur’an untuk anak-anak. Nggak nyangka. Ini pasti booming nih. Soalnya cuma RCTI yang waktu itu berani buat acara seperti ini. Anak kecil baca Qur’an, 3 juz4 juz. Itu amazing. Sebetulnya itu masih pilot project. Orang RCTI bilang, kalau pilot project ini disetujui, program ini akan jalan terus. Dan ternyata lolos. Nah, waktu itu juga Screenplay juga telepon menawarkan syuting sinetron ‘Pesantren & Rock n Roll’. Waktu mereka mengatakan ingin melakukan penyegaran, menggantikan Ustadz Solmed dengan saya. Nah, mereka minta karena ini latarnya pondok pesantren modern, mereka minta ceramahnya pakai bahasa Inggris. Syuting pertama, saya masuk di episode 30. Sekarang sudah masuk 103 episode. Karena saya melihat figur yang beda, saat memerankan figur tersebut saya coba menggunakan bahasa India. Ternyata mereka suka, dan karakter tersebut terus berlanjut. Alhamdulillah rating sinetron tersebut terus naik. Dari situ, tayangan di SCTV naik, RCTI juga naik. Itulah yang 10 akhirnya membuat stasiun TV lain melirik. TransTV telepon saya untuk mengisi ‘Tabligh Akbar:Syiar dan Syair’. Terus Trans7 juga telepon, Indosiar telepon. Jadi selama Ramadhan itu, saya mengisi di hampir semua stasiun TV. Full di semua TV. Sekarang ini banyak dai-dai dan ustadz muda muncul dan masuk di dunia entertainment. Ustadz sendiri melihat fenomena ini bagaimana? Sempat mengalami benturan? Kalau benturan sih gak ya. Bersentuhan dengan dunia entertainment itu sebenarnya bukan yang pertama. Justru terbalik. Jujur saja, sebenarnya tidak ada rencana atau ancang-ancang untuk menjadi seorang ustadz atau seorang penceramah. Tapi (kalau masuk) pesantren, iya. Aku berawal dari seorang public speaker. Jadi background aku adalah MC, penyiar radio, dan presenter TV. Saya sempat jadi penyiar radio di Bali. Basic aku memang penyiar radio. Makanya warna vokal saya masih kelihatan penyiar radionya. Dari dunia radio saya melangkah ke dunia audio-visual. Malah dalam mindset saya, saya mencintai dunia akting. Kalau ditanya tujuan saya ingin jadi artis, saya jawab iya. Kemudian, saya ikutan audisi ‘Dai TPI’ pada tahun 2005. Saya suka dengan dunia public speaking. Saya punya sebuah ide ingin menggabungkan antara dunia entertainment, akting, nyanyi, dan ceramah. Kalau kita aduk rata, jadi kue apa nih? Nah, memang seorang dai itu harus lebih hebat dari seorang aktor. Karena apa? Karena dia membawa sebuah surat cinta dari Allah, yang kemudian coba dideskripsikan melalui aksi ceramah. Ada body language, body movement, stressing atau penekanan, akting, dan lain-lain. Makanya, seorang dai harusnya lebih hebat dari seorang aktor. Saya pernah punya pengalaman, ceramah menceritakan tentang Baitul Maqdis. Wah, luar biasa. Sampai-sampai orang yang mendengarkan merasa seperti sedang menyaksikan Baitul Maqdis. Setelah selesai, saya ditanya, Ustadz pernah ke sana? Saya jawab belum...hehehe. Koq bisa? Nah itulah hebatnya public speaking. Ini sebenarnya dibutuhkan lho dalam dunia dakwah. Karena Allah berfirman, “Sampaikanlah dakwah itu dengan penuh hikmah.” Hikmah berarti seseorang dituntut untuk memiliki improvisasi. Ada karakter, ada seni. Makanya tidak salah jika Islam masuk ke Indonesia melalui akulturasi dengan budaya Hindu. Masyarakat lebih mudah menerima Islam melalui konsep budaya. Ustadz sendiri melihat seni dalam dakwah itu bagaimana? Seni itu memang bagian dari improvisasi. Dalam Islam sendiri, pada zaman Rasulullah itu belum ada seni dalam bernyanyi, atau berdakwah menggunakan alat musik. Memang tidak ada. Namun sekali lagi, dinamisasi dalam dakwah itu diperlukan. Apalagi dakwah sama anak-anak remaja. Tantangannya banyak. Kalau kita terlalu
  9. 9. Sosok keras, penuh doktrin, tanpa ada joke, atau pendekatan sesuai dengan usia mereka, gak akan laku dakwah kita. Kita harus memiliki sebuah konsep. Al Qur’an dan Sunnah itu adalah harga mati. Namun, menyampaikan hal ini ke anak-anak remaja perlu sebuah konsep dan rumus tersendiri. Sosok ulama sekarang ini, khususnya para dai dan ustadz muda, lebih menonjol sisi selebritisnya daripada ulamanya. Ustadz sendiri melihat hal tersebut bagaimana? Oh ya, saya sendiri sempat mendapat masukan dari tementemen TV sendiri. Hati-hati ya, ustadz, jangan terlalu dekat dengan infotainment. Dakwah-dakwah aja, jangan terlalu masuk infotainment. Ustadz, hati-hati, jangan terlalu ‘nyeleb’ ya. Public figure itu kan menjadi sorotan banget. Tapi, seorang dai itu beda dengan seorang artis. Kalau artis itu, sisi selebritisnya terekspos keluar. Kalau seorang dai memang harus selalu menjaga agar dirinya tidak terlalu ter-ekspose seperti seorang selebritis. Terutama dalam hal harta. Dia beli sesuatu, ekspose rumah, mobil. Itu jangan deh. Itu terlalu sensitif. Kenapa? Karena seorang dai atau ustadz itu adalah pengayom umat. Masyarakat kita ini tidak seperti yang kita bayangkan. Masih banyak yang miskin. Saya sendiri pernah mendapat tawaran seperti itu. Tapi saya tolak. Sebab, bahasa infotainment itu khan beda ya. Nanti akan ada yang terluka. Saya gak mau. Yang Ustadz lakukan sendiri bagaimana? Saya coba belajar dari kasus-kasus yang sudah pernah ada. Apa yang mereka lakukan itu sebenarnya menyinggung perasaan umat. Ketika beli mobil di-ekspose, dandanannya borju, hobi-hobinya mewah. Ustadz koq main golf sih? Ya, saya banyak mendapat pelajaran dan peringatan lah dari hal-hal tersebut. Tapi Ustadz, hal tersebut sah-sah saja kan? Seorang dai atau ustadz kan juga manusia, yang juga butuh dengan halhal tersebut. Ya, boleh-boleh saja, tapi jangan jadi konsumsi publik kan? Karena begini, publik kita ini kan berbeda-beda. Tidak semua kaya, tidak semuanya tajir. Kalau kita menampakkan itu ke publik nanti yang muncul adalah kesenjangan ya. Kaya tidak dilarang, banyak duit tidak dilarang, cuma tawadhu yang susah. Qonaah, sederhana. Kita bisa koq pakai mobil yang bagus, pakaian yang bagus. Tapi ketika menampilkannya ke publik, kita harus bijaksana. Karena kalau tidak hati-hati, memang menyinggung banget perasaan umat. Munculnya acara-acara reliji di stasiun TV, terutama menjelang dan selama Ramadhan, tak luput dari perhatian Ustadz Riza. Ia tidak menolak anggapan banyak orang bahwa tampilnya ustadz atau dai di acara-acara Ramadhan hanya sekadar tempelan. Ia menyayangkan hal tersebut. Ia menganggap bahwa masyarakat kita ini terlalu takut menonjolkan sisi keislamannya. Padahal masyarakat kita adalah masyarakat muslim terbesar di dunia. “Kenapa harus takut? Kita ini hanya berani menampilkan acaraacara keislaman hanya pada momen-momen tertentu. Kenapa hanya di bulan Ramadhan, kenapa bukan setiap hari? “Masyarakat kita ini masyarakat yang religius, tapi musiman,” ujar ustadz kelahiran Situbondo ini. Ada perasaan beban setelah jadi penceramah? Apalagi sekarang sudah masuk ke kalangan selebritis. Oh iya, terasa banget beban itu. Allah mengatakan bahwa Allah sangat membenci orang-orang yang mengatakan hal-hal yang baik, tetapi ia sendiri tidak melakukan. Jadi begini, dakwah itu akan punya ruh, akan memiliki makna, dan akan sampai apabila kita sendiri sudah melakukannya. Misalnya, saya mengatakan “Hai brothers, don’t forget, shalat tahajud ya...” Karena orang yang suka melakukan shalat tahajud itu, Allah akan tinggikan derajatnya ke tingkat ‘maqommam mahmudah’. Ucapan saya ini akan terasa hambar, jika saya tidak melakukan apa yang saya katakan. Percaya deh. Berapa banyak seorang seorang dai yang gagal. Prinsip satu, saya mendapatkan banyak nasehat dari para orang tua, jika saya sedang berceramah jangan kau berharap ceramahmu akan dipuji atau disanjung orang. Ketika seorang dai naik ke atas panggung kemudian berceramah, dan berharap mendapatkan pujian dan sanjungan dari banyak orang, maka sesungguhnya dai tersebut sudah gagal. Prinsip ini saya pegang. Maka ketika di atas panggung, “Ya, Rabb. Rabbisrohli sodri, wayasyirli amri, wahlul uqdatammilisani yafqohu qauli” . Ya Rabb, aku berceramah membawakan ayatayat-Mu, menyampaikan surat cinta-Mu, maka jauhkanlah aku dari sifat-sifat seperti itu. Karena tidak sedikit dai-dai yang terserang penyakit seperti itu. AH B I O D ATA Nama Lengkap Nama Dakwah Tempat, Tanggal Lahir Pendidikan Hobby : : : : : May Riza Kurnia Ustadz Riza Muhammad Situbondo, 1 Mei 1983 Alumnus Pondok Pesantren Al Abror Situbondo Mengaji, travelling, olahraga PRESTASI - Finalis Indonesia Star Metro TV 2004 - Finalis DAI TPI 2005 - Finalis Film Ketika Cinta Bertasbih 2008 PENGALAMAN RADIO - Radio Gema Merdeka Bali - Radio CDBS Bali - Pinguin FM Bali - Lentera Jiwa DFM Jakarta PENGALAMAN SINETRON/FTV - FTV ‘Sakaratul Maut’, ANTV, 2006 - FTV ‘Pacarku Office Girl’, SCTV, 2010 - Sinetron ‘Putih Abu-Abu’, SCTV, 2012 - Sinetron ‘Ustadz Photocopy’, SCTV, 2012 - Sinetron ‘Pesantren & Rock N Roll Season 3’, SCTV, 2013 PENGALAMAN HOST/PRESENTER TV - Presenter ‘Halo Bu Dokter’ di Metro TV - Presenter ‘Acara Siraman Rohani: Sari Usada’ di TVRI Bali - Presenter ‘Acara Gema Ramadhan, Kunjungan Presiden SBY 2009’ di TVRI - Presenter ‘Mualaf’ di Alif TV 2012 - Dewan Juri di program ‘Hafidz Indonesia’, RCTI 2013 PENGALAMAN NARASUMBER/PENCERAMAH TV - ‘Cafe Tausiyah’ di MNC Muslim 2012 - ‘Taman Cinta’ di MNC Muslim 2012 - ‘Open Mic Stand Up Comedy’ ‘ di Metro TV 2012 (eps: Ustadz) - ‘Ada Anak Bertanya Pada Bapak’ di B-Channel TV 2012 - ‘Mualaf’ di Alif TV 2012 - ‘Ramadhan di Masjidil Haram’ di ANTV 2012 - ‘Ngulik’ di Trans TV 2012 - ‘Suara Anak Negeri’ di Alif TV dan Jak TV 2012 - ‘Hitam Putih’ di Trans7 2012 - ‘Chatting dengan YM’ di ANTV 2012 - ‘Cahaya Ilahi’ di B-Channel TV 2012 - ‘Comic Action Idul Adha’ di Kompas TV 2012 - ‘Versus’ Idul Adha di Kompas TV 2012 - ‘K20’ di Kompas TV 2012 Desember 2013 11
  10. 10. Fokus Kemuliaan Wanita, Kemuliaan Islam Agama Islam sebagai agama ‘rahmatan lil alamin’, turun ke bumi untuk menghapus seluruh bentuk kezaliman-kezaliman yang menimpa kaum wanita dan mengangkat derajatnya secara manusiawi. 12
  11. 11. Fokus imbangan kemuliaan dan ketinggian martabat para wanita adalah sama dengan pria di sisi Allah SWT, yaitu taqwa, sebagaimana yang terkandung dalam QS Al Hujurat: 13: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakilaki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”. Lebih dari itu Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya yang lain: “Barangsiapa yang mengerjakan amalan shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beri balasan pula kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. AnNahl: 97). 123rf T berguna, tidak berharga, dan diperlakukan dengan semena-mena. Anak-anak perempuan dikubur hidup-hidup, ditenggelamkan, disembelih, ataupun dijual. Alhamdulillah, Islam kemudian datang dengan cahayanya yang menyinari seluruh dunia. Perbuatan bodoh, yang tidak bisa disebut sebagai manusia itu diharamkan, dan Allah mengancam pelakunya dengan siksa yang amat besar. Seperti peringatan yang ada di dalam Al Qur’an, “Apabila bayibayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh?” (QS. At-Takwir: 8-9) Abdurrazzaq meriwayatkan dari Umar bin Khatthab RA. Dia berkata bahwa Qais bin Ashim datang menemui Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, pada zaman Jahiliyah, aku pernah mengubur hidup-hidup anak-anak perempuanku.” Rasulullah SAW menjawab, “Merdekakanlah (sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu budak.” “Ya Rasulullah, aku punya banyak unta,” lanjut Qais. “Sembelihlah (sebagai ganti) setiap satu dari mereka satu unta,” jawab Rasulullah SAW. Islam Datang, Kebodohan Hancur Begitu Islam datang, perempuan dikembalikan ke kedudukannya yang mulia. Kehadiran Islam telah menghancurkan kekufuran, kebodohan, dan kekejaman yang dilakukan terhadap perempuan. Hakhak perempuan yang hilang dikembalikan pada tempatnya, dan mereka memperoleh kemuliaan yang tidak bisa didapatkan di tempat lainnya. Watsilah bin Al Asqa pernah berkata, bahwa sesungguhnya salah satu berkah dan kebahagiaan seorang perempuan adalah karena didahulukannya anak perempuan sebelum anak laki-laki. Seperti firman Allah SWT: “Dia memberikan anakanak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Asy-Syura: 49). Allah SWT menyebutkan anak perempuan terlebih dahulu, baru kemudian anak laki-laki. Tentu kita masih ingat hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bagaimana Rasulullah menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, baru kemudian ayah untuk dihormati terlebih dahulu. Hikayat Dalam sebuah hikayat dikisahkan bahwa salah seorang raja Arab yang dijuluki dengan Abu Hamzah menikah dengan seorang perempuan. Sang raja sangat ingin memiliki seorang anak lelaki, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Sang istri melahirkan anak perempuan. Abu Hamzah sangat marah, sehingga ia meninggalkan istrinya dan tinggal di tempat lain. Sekitar setahun kemudian, Abu Hamzah berjalanjalan dan tanpa sengaja melewati rumah sang istri. Abu Hamzah tertegun. Ia bergegas masuk ke dalam rumahnya, lalu mencium kepala istri dan anaknya. Akhirnya, timbullah rasa kasih sayang di dalam hatinya, hingga perasaan benci itu berubah menjadi cinta. Kisah di atas adalah salah satu kisah yang menggambarkan betapa pentingnya anak laki-laki bagi bangsa Arab di zaman jahiliyah dulu. Mereka menganggap anak laki-laki lebih penting karena mereka adalah kaum yang fanatik dan gemar berperang. Kelahiran anak laki-laki adalah anugerah, sementara anak perempuan adalah musibah. Anak perempuan dianggap tidak zawaj.com Desember 2013 13
  12. 12. Fokus Peran Wanita dalam Rumah Tangga citizenwarrior.com DALAM rumah tangga, wanita memegang peranan yang sangat sentral. Disebutkan di dalam Al Qur’an, “Dan tetaplah kalian (kaum wanita) tinggal di rumah-rumah kalian.” (QS. Al Ahzab: 33). Posisi wanita sebagai istri atau ibu rumah tangga memilki arti yang sangat urgent, bahkan dia merupakan salah satu tiang penegak kehidupan keluarga dan termasuk pemeran utama dalam mencetak tokoh-tokoh besar . Sehingga tepat sekali ungkapan: ’Di balik setiap orang besar ada seorang wanita yang mengasuh dan mendidiknya.’ Peran Strategis Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin berkata, “Perbaikan masyarakat dapat dilakukan dengan dua cara, pertama, perbaikan secara lahir, yaitu di pasar-pasar, di masjid-masjid dan sebagainya. Ini didominasi oleh lelaki karena merekalah yang bisa tampil di depan umum. Kedua, perbaikan masyarakat dilakukan yang di rumahrumah, secara umum hal ini merupakan tanggung jawab kaum wanita. Karena merekalah yang sangat berperan sebagai pengatur dalam rumahnya.” Sebagaimana Allah SWT berfirman, “Tetaplah kalian tinggal di dalam rumahrumah kalian dan janganlah ber-tabarruj (berpenampilan) sebagaimana penampilannya orang-orang jahiliyah yang pertama. Tegakkanlah shalat, tunaikan zakat, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab: 33). Sebagai pengatur rumah tangga, wanita memiliki peran penting dalam menjaga dan 14 membina rumah tangga agar menjadi rumah tangga yang diridhoi oleh Allah SWT. Tinggalnya wanita di dalam rumah merupakan alternatif terbaik karena memang itu perintah dari Allah SWT. Selain itu, wanita diberi peran strategis di dalam memberikan ketenangan dan keharmonisan bagi suami. Namun hal ini tidak akan terwujud kecuali para wanita melakukan ketaatan sempurna kepada suaminya dalam perkara yang bukan maksiat. Ketaatan ini bahkan lebih utama daripada melakukan ibadah-ibadah sunnah. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak boleh seorang wanita puasa (sunnah) sementara suaminya ada di tempat kecuali setelah mendapat izin suaminya.” (HR. Bukhari-Muslim). Al Hafidz Ibnu Hajar menafsirkan, hadits ini menunjukkan lebih ditekankan kepada istri untuk memenuhi hak suami daripada mengerjakan kebajikan yang hukumnya sunnah. Karena hak suami itu wajib sementara menunaikan kewajiban lebih didahulukan daripada menunaikan perkara yang sunnah. Para istri juga harus menjaga rahasia suami dan kehormatannya di saat sendiri, atau di saat suami tidak ada di tempat. Ini menumbuhkan kepercayaan dari suami secara penuh terhadapnya. Menjaga harta suami adalah kewajiban seorang istri. Selanjutnya. Rasulullah bersabda, “Sebaikbaik wanita penunggang unta, adalah wanita yang baik dari kalangan Quraisy yang penuh kasih sayang terhadap anaknya dan sangat menjaga apa yang dimiliki oleh suami.” (HR. Bukhari) Sang istri pun selayaknya dapat mengatur kondisi rumah tangga, hingga tercipta rumah tangga yang rapi, bersih, dan sehat sehingga tampak menyejukkan pandangan dan membuat betah penghuni rumah. Kewajiban lainnya adalah mendidik anak. Inilah salah satu tugas yang termulia dari seorang wanita, yaitu mempersiapkan sebuah generasi yang andal dan diridhai oleh Allah SWT.
  13. 13. Fokus Adab Keluar Rumah Bagi Wanita KEMULIAAN wanita di dalam Islam diatur di dalam berbagai hal. Adab keluar rumah bagi wanita adalah salah satu hal yang ditekankan pemenuhannya di dalam Islam. Allah SWT Maha Mengetahui tentang maslahat (kebaikan) hambaNya di dunia maupun di akhirat. Antara lain mewajibkan wanita untuk tetap tinggal di rumah. Namun bila ada kepentingan, diperbolehkan baginya keluar rumah untuk memenuhi kebutuhannya. Rasulullah SAW bersabda, “Allah telah mengijinkan kalian untuk keluar rumah guna menunaikan hajat kalian.” (HR. Bukhari-Muslim). Namun juga ingat petuah Rasulullah SAW yang lainnya, “Wanita itu adalah aurat maka bila ia keluar rumah syaithan menyambutnya.” (HR. At Tirmidzi). Sehingga wajib bagi wanita ketika hendak keluar harus memperhatikan adab yang telah disyariatkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW, yaitu: a. Memakai jilbab yang syar’i. b. Harus atas izin dari suaminya, bila ia sudah menikah. c. Tidak boleh bepergian kecuali dengan mahramnya. d. Menundukkan pandangan. Seperti ditetapkan di dalam Al Qur'an Surat AnNur: 31: “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara lakilaki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang Menjaga Iffah ALLAH SWT menciptakan bentuk fisik dan tabiat wanita berbeda dengan pria. Kaum pria di berikan kelebihan oleh Allah SWT baik fisik maupun mental atas kaum wanita sehingga pantas kaum pria sebagai pemimpin atas kaum wanita. Allah SWT berfirman, “Kaum lelaki itu adalah sebagai pemimpin (pelindung) bagi kaum wanita.” (QS. An-Nisa: 35). Sehingga secara asal nafkah bagi keluarga itu tanggungjawab bagi kaum lelaki. Asy-Syaikh Ibnu Baaz berkata, “Islam menetapkan masing-masing dari suamiistri memiliki kewajiban yang khusus agar keduanya menjalankan perannya, hingga sempurnalah bangunan masyarakat di dalam dan di luar rumah.” Suami berkewajiban mencari nafkah dan penghasilan sedangkan tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.” (QS. AnNur:31) e. Berbicara dengan wajar tanpa mendayu-dayu (melembut-lembutkan). Seperti ditetapkan di dalam Al Qur’an, “Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab:32) f. Tidak boleh melenggak lenggok ketika berjalan. g. Hindari memakai wewangian. h. Tidak boleh menghentakkan kaki ketika berjalan agar diketahui perhiasannya. i. Tidak boleh ikhtilat (campur baur) antara lawan jenis. j. Tidak boleh khalwat (menyepi dengan pria lain yang bukan mahram). runninginheels.co.uk istri berkewajiban mendidik anakanaknya, memberikan kasih sayang, menyusui dan mengasuh mereka serta tugas-tugas lain yang sesuai baginya, mengajar anak-anak perempuan, mengurusi sekolah mereka, dan mengobati mereka serta pekerjaan lain yang khusus bagi kaum wanita. Bila wanita sampai meninggalkan kewajiban dalam rumahnya berarti ia menyia-nyiakan rumah berikut penghuninya. Hal tersebut berdampak terpecahnya keluarga baik hakiki maupun maknawi. Namun bila kaum wanita tidak ada lagi yang mencukupi dan mencarikan nafkah, boleh baginya keluar rumah untuk bekerja, tentunya ia harus memperhatikan adab-adab keluar rumah sehingga tetap terjaga iffah (kemulian dan kesucian) harga dirinya. Desember 2013 15
  14. 14. Fokus Wanita, Pendidik Generasi Terbaik SALAH satu tugas mulia wanita adalah sebagai pendidik anak-anaknya. Banyak suka-duka, hambatan sekaligus rintangan di dalam proses asuh dan proses pendidikan kepada anak. Agar seorang wanita berhasil mengemban tugas mulia ini, maka wanita perlu menyiapkan diri secara baik dan sempurna. Persiapan tersebut antara lain: 1. Berusaha Memperbaiki Diri Sendiri Faktor ini sangat penting, karena bagaimana mungkin seorang ibu bisa mendidik anaknya menjadi orang yang baik, kalau dia sendiri tidak memiliki kebaikan tersebut dalam dirinya. Sebuah ungkapan Arab yang terkenal mengatakan: “Sesuatu yang tidak punya, tidak bisa memberikan apa-apa.” Maka kebaikan dan ketaqwaan seorang pendidik sangat menetukan keberhasilannya dalam mengarahkan anak didiknya kepada kebaikan. Oleh karena itu, para ulama sangat menekankan kewajiban meneliti keadaan seorang yang akan dijadikan sebagai pendidik dalam agama. Dalam sebuah ucapannya yang terkenal Imam Muhammad bin Sirin berkata: “Sesungguhnya ilmu (yang kamu pelajari) adalah agamamu (yang akan membimbingmu mencapai ketaqwaan), maka telitilah dari siapa kamu mengambil (ilmu) agamamu”. 2. Menjadi Teladan Yang Baik Bagi Anak-anak Menampilkan teladan yang baik dalam sikap dan tingkah laku di depan anak didik termasuk metode pendidikan yang paling baik dan utama. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa pengaruh yang ditimbulkan dari perbuatan dan tingkah laku yang langsung terlihat terkadang lebih besar dari pada pengaruh ucapan. Hal ini disebabkan jiwa manusia itu lebih mudah mengambil teladan dari contoh yang terlihat di hadapannya, dan menjadikannya lebih semangat dalam beramal serta bersegera dalam kebaikan. Oleh karena itulah, dalam banyak ayat Al Qur’an, Allah SWT menceritakan kisahkisah para nabi yang terdahulu, serta 16 kuatnya kesabaran dan keteguhan mereka dalam mendakwahkan agama Allah. Ini untuk meneguhkan hati Rasululah SAW dalam kegiatan syiar Islam, dengan mengambil teladan yang baik dari para nabi terdahulu. Allah SWT berfirman, “Dan semua kisah para Rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Hud:120). “ Termasuk metode pendidikan yang benar adalah membiasakan anak-anak sejak dini melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, sebelum mereka mencapai usia dewasa, agar mereka terbiasa dalam ketaatan. Syaikh Bakr Abu Zaid, ketika menjelaskan pengaruh tingkah laku buruk seorang ibu dalam membentuk kepribadian buruk anaknya, beliau berkata: “Jika seorangibutidak memakai hijab (pakaian yang menutup aurat), tidak menjaga kehormatan dirinya, sering keluar rumah (tanpa ada alasan yang dibenarkan agama), suka berdandan dengan menampakkan (kecantikannya di luar rumah), senang bergaul dengan kaum lelaki yang bukanmahramnya, dan lain sebagainya, maka ini (secara tidak langsung) merupakan pendidikan (yang berupa) praktek (nyata) bagi anaknya, untuk (mengarahkannya kepada) penyimpangan (akhlak) dan memalingkannya dari pendidikan baik yang membuahkan hasil yang terpuji." Sehubungan dengan hal ini, Imam Ibnul Jauzi membawakan sebuah ucapan seorang ulama salaf yang terkenal, Ibrahim al-Harbi. Dari Muqatil bin Muhammad al-’Ataki, beliau berkata: “Aku pernah hadir bersama ayah dan saudaraku menemui Abu Ishak Ibrahim al-Harbi, maka beliau bertanya kepada ayahku: Mereka ini anak-anakmu?. Ayahku menjawab: Iya. (Maka) beliau berkata (kepada ayahku): Hati-hatilah! Jangan sampai mereka melihatmu melanggar larangan Allah, sehingga (wibawamu) jatuh di mata mereka.” 3. Memilih Metode Pendidikan Yang Baik Untuk Anak Syaikh Muhammad bin Shaleh al’Utsaimin berkata, “Yang menentukan (keberhasilan) pembinaan anak, susah atau mudahnya, adalah kemudahan (taufik) dari Allah SWT, dan jika seorang hamba bertakwa kepada Allah serta (berusaha) menempuh metode (pembinaan) yang sesuai dengan syariat Islam, maka Allah akan memudahkan urusannya (dalam mendidik anak). Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya.” (QS. Ath-Thalaaq:4). Termasuk metode pendidikan yang benar adalah membiasakan anak-anak sejak dini melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya, sebelum mereka mencapai usia dewasa, agar mereka terbiasa dalam ketaatan. Imam Ibnu Hajar Al ’Asqalani menjelaskan makna hadits yang shahih riwayat Bukhari dan Muslim ketika Rasulullah SAW melarang Hasan bin ‘Ali memakan kurma sedekah, padahal waktu itu Hasan masih kecil. Beliau menyebutkan, makna kandungan hadits ini adalah bolehnya membawa anak kecil ke mesjid dan mendidik mereka dengan adab yang bermanfaat (bagi mereka), serta melarang mereka melakukan sesuatu yang membahayakan mereka sendiri, (yaitu dengan) melakukan hal-hal yang diharamkan (dalam agama), meskipun anak kecil belum dibebani kewajiban syariat, agar mereka terlatih melakukan kebaikan tersebut.
  15. 15. Fokus Syaikh Bakr Abu Zaid berkata: “Termasuk (pembinaan) awal yang diharamkan (dalam Islam) adalah memakaikan pada anak-anak kecil pakaian yang menampakkan aurat, karena ini semua menjadikan mereka terbiasa dengan pakaian dan perhiasan tersebut (sampai dewasa), padahal pakaian tersebut menyerupai (pakaian orang-orang kafir), menampakkan aurat dan merusak kehormatan”. Syaikh Muhammad bin Shaleh alUtsaimin ketika ditanya, apakah diperbolehkan bagi anak kecil, laki-laki maupun perempuan, untuk memakai pakaian pendek yang menampakkan pahanya? Beliau menjawab: “Sudah diketahui bahwa anak kecil yang umurnya di bawah tujuh tahun, tidak ada hukum (larangan menampakkan) bagi auratnya. Akan tetapi membiasakan anak-anak kecil memakai pakaian yang pendek danmenampakkan aurat(seperti) ini tentu akan membuat mereka mudah (terbiasa) membuka aurat nantinya (setelah dewasa). Bahkan bisa jadi seorang anak (setelah dewasa) tidak malu menampakkan pahanya, karena sejak kecil dia terbiasa menampakkannya dan tidak peduli dengannya… Maka menurut pandanganku anak-anak (harus) dilarang memakai pakaian (seperti) ini, meskipun mereka masih kecil, dan hendaknya mereka memakai pakaian yang sopan dan jauh dari (pakaian) yang dilarang (dalam agama)”. 4. Kesungguhan dan Keseriusan Dalam Mendidik Anak Syaikh Bakr Abu Zaid berkata: “Anakanak adalah amanah titipan Allah SWT kepada kedua orang tua atau orang yang bertanggungjawab atas urusan mereka. Maka syariat (Islam) mewajibkan mereka menunaikan amanah ini dengan mendidik mereka berdasarkan petunjuk agama Islam, serta mengajarkan kepada mereka hal-hal yang menjadi kewajiban mereka, dalam urusan agama maupun dunia. Kewajiban yang pertama (diajarkan kepada mereka) adalah menanamkan ideologi (tentang) iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab suci, para Rasul, hari akhirat, dan mengimani takdir Allah yang baik dan buruk, juga memperkokoh (pemahaman) tauhid yang murni dalam jiwa mereka, agar menyatu ke dalam relung hati mereka. Kemudian mengajarkan rukun- rukun Islam pada diri mereka, (selalu) menyuruh mereka mendirikan shalat, menjaga kejernihan sifat-sifat bawaan mereka (yang baik), menumbuhkan (pada) watak mereka akhlak yang mulia dan tingkah laku yang baik, serta menjaga mereka dari teman pergaulan dan pengaruh luar yang buruk.” Inilah rambu-rambu pendidikan Islam yang harus diketahui oleh setiap muslim. Inilah metode pendidikan yang menjadi bagian dari petunjuk para Nabi. Lebih lanjut, Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin menekankan pentingnya masalah ini dalam ucapan beliau: “Anakanak pada masa awal pertumbuhan mereka, yang selalu bersama mereka adalah seorang ibu, maka jika sang ibu memiliki akhlak dan perhatian yang baik kepada mereka, tentu mereka akan tumbuh dan berkembang dengan baik dalam asuhannya, dan ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi perbaikan masyarakat muslim. Oleh karena itu, wajib bagi seorang wanita yang mempunyai anak, untuk memberikan perhatian besar kepada anaknya dan kepada upaya mendidiknya. Takutlah Kepada Fitnah Wanita RASULULLAH SAW mengingatkan umatnya, “Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau dan Allah SWT menjadikan kalian berketurunan di atasnya. Allah melihat apa yang kalian perbuat. Takutlah kepada (fitnah) dunia dan takutlah kepada (fitnah) wanita, karena sesungguhnya awal fitnah yang menimpa Bani Israil adalah dari wanitanya.” (HR. Muslim) Bila fitnah dari wanita telah menyala, ia merupakan inti dari tersebarnya segala fitnah-fitnah yang lainnya. Allah SWT berfirman, “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia untuk condong kepada syahwat, yaitu wanita-wanita, anak-anak dan harta yang banyak.” (QS. Ali Imran: 14). Al Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Sesungguhnya fitnah wanita merupakan fitnah yang terbesar, karena Allah menjadikan para wanita itu sebagai sumber segala syahwat. Dan Allah meletakkan para wanita (dalam bagian syahwat) sebelum yang lainnya, mengisyaratkan bahwa asal dari segala syahwat adalah wanita.” Bila fitnah wanita itu telah menjalar, maka tiada yang bisa membendung arus kebobrokan dan kerusakan moral manusia. Fenomena negara barat atau negara-negara lainnya yang menyuarakan emansipasi wanita, sebagai bukti kongkrit hasil dari perjuangan mereka yaitu pornoaksi dan pornografi bukan hal yang tabu bahkan malah membudaya, fotofoto telanjang dan menggoda lebih menarik daya beli dan mendongkrak pangsa pasar. Tak lebih harga diri wanita itu seperti budak pemuas syahwat lelaki. Demikian tingginya kedudukan wanita di dalam Islam. Syaikh Shaleh al-Fauzan berkata, Wanita muslimah memiliki kedudukan (yang agung) dalam Islam, sehingga disandarkan kepadanya banyak tugas (yang mulia dalam Islam). Oleh karena itu, Rasulullah SAW selalu menyampaikan nasehat-nasehat yang khusus bagi wanita. Bahkan beliau menyampaikan wasiat khusus tentang wanita dalam khutbah beliau di Arafah (ketika haji wada ), “Dan bertaqwalah kepada Allah SWT tentang urusan wanita.” Ini semua menunjukkan wajibnya memberikan perhatian kepada kaum wanita di setiap waktu. Agungnya tugas dan peran wanita ini terlihat jelas pada kedudukannya sebagai pendidik pertama dan utama bagi generasi muda, yang dengan memberikan bimbingan yang baik bagi para wanita, berarti telah mengusahakan perbaikan besar bagi masyarakat dan bagi umat Islam secara keseluruhan. Desember 2013 17
  16. 16. Resensi FILM Jobs Genre Rating Durasi Studio Sutradara Produser Naskah Pemain : Drama Biografi : 13 tahun ke atas : 128 menit : Open Road Film II : Joshua Michael Stern : Mark Hulme : Matt Whiteley : Ashton Kutcher, Dermot Mulroney, Josh Gad ‘JOBS’ tak hanya memperlihatkan sosok Steve Jobs yang dipujapuja sebagai inovator, dengan inovasi-inovasinya yang mencengangkan dunia, seperti iMac, iPod, Mac Book, hingga iPad. Kepeduliannya pada detail dan ambisinya dalam setiap proyek yang dikerjakan mengikis sisi humanis dalam dirinya. Sutradara Joshua Michael Stern membuka filmnya dengan produk inovasi Steve Jobs yang mengubah industri, dan menjadikan Apple sebagai salah satu perusahaan terbesar di dunia. Penonton kemudian dibawa ke tahun 1974 saat Steve Jobs berada di Reed College. Lalu, Steve Jobs digambarkan melewati berbagai fase kehidupan di masa mudanya dengan mempelajari kaligrafi, hingga perjalanan spiritual ke India. Dikisahkan pula, ketika Steve Jobs tinggal bersama orangtua angkatnya di California, dan bekerja pada perusahaan Atari yang fokus pada pembuatan game. Ia kemudian mengerjakan proyek bersama teman masa kecilnya Steve Wozniak (Josh Gad) berupa personal computer dengan nama The Apple 1. Dari situ, perjalanan Steve Jobs dalam mengubah industri penggunaan komputer dimulai.Sebuah tontonan inspiratif bagi generasi muda modern, techy, dan memiliki semangat pembaruan. FILM Sokola Rimba Genre Rating Durasi Studio Sutradara Produser Pemain : Drama : 13 tahun ke atas : 90 menit : Miles Film : Riri Riza : Mira Lesmana : Prisia Nasution AWALNYA Sokola Rimba adalah judul sebuah buku yang merupakan catatan pengalaman Butet Manurung, mengajar di Hutan Bukit Duabelas, Jambi. Jalan cerita yang menarik, membuat Miles Film membawanya ke dalam format layar lebar. Film Sokola Rimba mengisahkan interaksi Butet Manurung dengan anak-anak Rimba Hutan Bukit Duabelas, Jambi, yang lucu dan cerdas, serta pertemuan Butet yang mengesankan dengan salah satu murid terbaiknya, Nyungsang Bungo. 18 Petualangan dan persahabatan Butet dan Bungo harus menghadapi tantangan berat baik dari dunia luar, maupun dari dalam masyarakat Rimba sendiri. Film Sokola Rimba menyajikan dengan indah gambaran kehidupan salah satu masyarakat adat yang tinggal di pedalaman dan jarang digambarkan dalam film Indonesia. Sebuah film apik yang diharapkan dapat memberi pemahaman kepada masyarakat untuk lebih mengenal salah satu kehidupan masyarakat marjinal Indonesia yang unik, dan sekaligus dapat menimbulkan rasa bangga, betapa kaya dan beragamnya kebudayaan Indonesia.
  17. 17. Resensi BUKU Bahagia di Jalan Agama Penulis ISBN Cetakan I Halaman Penerbit Dimensi : : : : : : Yusuf Anshori 978-602-8997-76-8 November 2013 viii + 199 halaman Republika Penerbit 13.5 x 20.5 cm SIAPAPUN tentu ingin hidup kaya dan bahagia. Namun dalam mencapainya banyak di antara kita yang salah jalan. Ada yang melakukan korupsi, menjadi rentenir atau lintah darat, pergi ke dukun, melakukan suap alias sogok-menyogok, dan lain sebagainya. Sehingga kalaupun mereka mendapatkan kekayaan dan kebahagiaan, semuanya hanyalah semu belaka. Hakikatnya mereka sengsara dan miskin, terlebih kelak di akhirat. Iman adalah pondasinya. Hidup kaya, bahagia, dan penuh berkah hanya bisa diwujudkan bila kita beriman kepada Ilahi Rabi, memasrahkan semua permasalahan hanya kepada Allah Yang Maha Suci, mengabdi dan meminta hanya kepadaNya. Selain itu, kita harus selalu berbuat baik kepada sesama manusia. Bila kita istiqamah menjalankannya, niscaya Allah akan memberi rezeki yang tidak terduga dan besarnya tak terhingga. Sungguh hal itu akan menjadi kenyataan, karena janji Allah SWT tidak mungkin dusta. Namun bila masih ada kesangsian dan keraguan di dalam diri kita, niscaya hal tersebut akan sulit diraih. Janji Allah hanya diberikan kepada mereka yang yakin dan percaya saja. Agama sesungguhnya telah memberi jalan kepada siapapun yang ingin hidup bahagia dan kaya. Caranya sungguh sangat mudah. Buku ini merupakan usaha agar kita dalam menjalani kehidupan selalu mengandalkan Allah dan senantiasa bertawakal kepadaNya dengan penuh rasa keyakinan di dalam jiwa. Buku ini merupakan refleksi tentang hidup kaya dan bahagia di dalam bimbingan agama. Buku ini, insya Allah, akan banyak memberi inspirasi kepada kita untuk dapat meraih kebahagiaan dan kesuksesan dunia akhirat dengan bekal ilmu dan pengabdian kepada Allah SWT dengan tulus dan ikhlas. Desember 2013 19
  18. 18. Islamic Parenting Mendidik Anak Sayang Ibu urga di bawah telapak kaki ibu merupakan untaian kata yang indah sebagai penghargaan Islam terhadap seorang ibu. Seorang ibu adalah orang yang ikhlas merasakan sakit dan ketidaknyamanan selama berbulan-bulan agar bakal janin kecil bisa tumbuh dan hidup nyaman di dalam rahimnya. Agar janinnya dapat lahir menjadi manusia baru dan berkesempatan untuk melihat dunia.Tak cukup itu, ia pun rela memberikan sari-sari darahnya untuk diambil oleh sang anak berhari-hari, berbulan-bulan, hingga anak disapih. Sampai beranjak dewasa, sang ibu pun tak lepas untuk selalu menjaga dengan berbagai caranya. S Rela Berkorban Untuk Anak Masih ingat kisah ibu dan tiga buah kurma? Suatu hari datang seorang ibu tengah baya ke rumah Rasulullah SAW, membawa dua orang putrinya. Ketiganya datang dengan gemetar karena lapar. Sang Ibu meminta makanan kepada Aisyah yang saat itu sedang ada di rumah. Saat itu hanya ada tiga buah kurma, pas untuk mereka bertiga, pikir Aisyah. Kemudian Aisyah berikan kepada sang ibu yang diterima dengan ucapan terima kasih. Di hadapan Aisyah, sang ibu langsung membagikan tiga butir kurma, satu untuk anaknya di sebelah kanan, dan satu lagi di sebelah kiri dengan penuh kasih sayang. Sisa satu kurma untuknya. Ditatapnya 20 kedua anaknya yang lahap memakan kurma pemberian Aisyah. Ketika sang Ibu akan memakan kurmanya, kedua anaknya meminta lagi. Perut mereka masih lapar. Melihat tangantangan kecil kedua buah hatinya, sang ibu tak jadi memasukkan kurma ke dalam mulutnya. Dengan tangan gemetar, ia bagi kurma itu menjadi dua, sebagian untuk anak di sebelah kanan, sebelah untuk yang di sebelah kiri. Habislah ketiga kurma, tanpa sang ibu memakannya sama sekali. Dengan penuh kasih sayang, sang ibu memandangi kedua anaknya yang dengan lahap memakan kurma miliknya. Siti Aisyah berkaca-kaca melihat sebuah pemandangan yang terjadi di hadapannya itu. Ia menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW. Apa jawab Rasulullah? Beliau bersabda: ”Wanita tersebut (dijamin) masuk surga…” Mendidik Anak Sahabat GENERASI, itulah seorang ibu sejati yang dibawah kakinya ditempatkan surga. Seorang manusia yang penuh kasih sayang. Yang di dalam hati dan pikirannya adalah bagaimana membuat anak-anaknya bisa selamat, tumbuh besar dan bisa berdiri sendiri. Bayangkan bila kita melihat ada seorang anak yang membentak atau bahkan memukul ibunya yang sudah membesarkannya. Tentu hal ini mengusik nurani kita. Kita kasihan terhadap sang ibu dan di sisi lain prihatin karena anak tersebut bisa jadi akan terjauh dari surga. Bila sang anak menjadi anak durhaka, maka yang akan ditanya adalah kedua orang tuanya yang sudah Allah berikan amanah. Nah lho... Pasti ada sesuatu dibaliknya. Apa yang membuat sang anak berani membentak dan memukul ibunya? Tentunya sahabat GENERASI pernah menyimak berbagai berita kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang marak terjadi. Ayah membentak ibu, ibu mencubit anak, ayah dan ibu bertengkar saling mencaci, dan lain-lain. Apa yang terjadi pada sang anak bila melihat dan merasakan KDRT ini? Anak akan belajar melakukan kekerasan pula. Ia akan menganggap wajar bila berbicara dengan berteriak ataupun mencaci. Anak pun akan belajar menganggap normal sebuah kekerasan fisik ketika ada konflik. Apa yang terjadi kemudian adalah berbagai kejadian sang anak melakukan kekerasan kepada orang tuanya dan salah satunya adalah ibu. Salahkah sang anak? Ternyata agar anak sayang ibu memerlukan bimbingan dan contoh. Bagaimana anak belajar lembut kepada ibu, bila sang ibu kasar. Bagaimana anak belajar sayang kepada ibu, bila sang ayah cuek kepada ibu yang setiap hari melayani berbagai keperluannya. Bagaimana anak belajar kasih sayang terhadap ibu, bila di keseharian ia tidak diajari seperti apa berkasih sayang. Mendidik anak adalah tugas orangtua. Membimbing mereka agar bisa masuk
  19. 19. Islamic Parenting surga adalah keharusan. Tahun-tahun pertama kehidupan mereka sebelum menjadi baligh adalah tanggung jawab orangtua untuk memberikan berbagai bekal berupa akhlak yang baik. Melewatkannya sehingga anak berperilaku buruk di kemudian hari adalah suatu yang akan dipertanggungjawabkan. Ketika anak yang sudah baligh pada akhirnya melakukan kekerasan kepada ibunya karena kurang bimbingan maka ini menjadi tanggung jawab orangtuanya pula. Kasih sayang menumbuhkan kasih sayang. Kelembutan melahirkan dr. Zulaehah Hidayati * kelembutan pula. Keikhlasan menciptakan keikhlasan pula. Mendidik anak agar sayang ibu adalah dengan membimbing mereka dengan suasana kasih sayang, kelembutan, dan keikhlasan. Ayah sayang kepada ibu dengan selalu bersikap lembut dan suka membantu ibu. Ibu sayang kepada ayah dengan selalu membantu dengan penuh keikhlasan. Ibu sayang anak dengan membimbing penuh kesabaran, kelembutan, dan kasih sayang. Sehingga anak akan belajar pula melakukannya. Hari ibu merupakan sebuah momen yang bisa dimanfaatkan untuk mendidik anak sayang ibu. Bentuknya bisa bermacam-macam, misalnya dengan ayah memimpin anak-anak untuk melakukan berbagai pekerjaan ibunya. Dengan kegiatan tersebut, maka anak belajar betapa beratnya pekerjaan seorang ibu. Anak juga belajar bagaimana seorang ayah sebagai pemimpin keluarga juga menghormati ibu. Hal ini tentunya perlu dilakukan berulang pula di hari lainnya agar anak bisa benar-benar memahami dan berakhlak baik pada seorang ibu. * Penulis adalah Konsultan Parenting 123rf oleh : Desember 2013 21
  20. 20. Tips Meraih Kemuliaan Ilmu Bagi Muslimah Cerdas Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam tidak hanya dibebankan kepada kaum laki-laki, melainkan kepada setiap muslim secara umum, termasuk juga muslimah. Muslimah yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas akan memiliki banyak keuntungan dan berpotensi untuk melahirkan generasi-generasi cerdas dan berpengetahuan. 22 uslimah yang cerdas akan menjadi pendamping yang hebat bagi suami dan dapat mengantarkan suaminya tuk memenuhi kewajibankewajibannya dengan sebaik-baiknya. Muslimah yang memiliki kedalaman ilmu akan dapat mendidik anak-anak menjadi pribadi-pribadi≠ baik dan berkualitas yang shalih. Diriwayatkan dari Rasulullah SAW dalam sebuah hadist shahih: “Barang siapa M menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan ke surga.” Al Qur’an dan Hadist adalah sumber ilmu dan pengetahuan yang merupakan wasiat dari Rasulullah. Rasulullah bersabda, “Aku tinggalkan di tengah-tengah kalian, dua perkara. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnahku (Hadits).” (HR. Malik, Al Hakim & Baihaqi).
  21. 21. Tips Selain Al Qur’an dan Hadist, kita pun dapat belajar dari sumber lain seperti Shirah Rasulullah SAW, Shirah Para Sahabat, Shirah Nabawiyah, dan Kitab-Kitab Ulama Klasik. Sumber-sumber ilmu tersebut akan memperkaya pengetahuan agama Islam, namun tentu akan berat bagi sebagian orang untuk dapat mempelajarinya, terlebih bagi yang tidak atau kurang suka membaca. Untuk itulah adanya majelis-majelis ilmu dengan berbagai tema kajian baik tadabur Al Qur’an, Shirah, dan lainnya akan memudahkan kita untuk mempelajarinya. Jika kita masih sempat untuk pergi ke pusat-pusat perbelanjaan sekedar berkumpul bersama sahabat atau keluarga, cobalah sesekali berubah haluan untuk pergi menghadiri pengajian yang diadakan di sekitar rumah. Jika telah merasakan nikmatnya menuntut ilmu di majelis-majelis ilmu dan bertemu sahabat-sahabat baru yang selalu mengajak kita pada kebaikan dan mempelajari hal-hal yang sebelumnya belum diketahui, perlahan, menghadiri majelismajelis ilmu tersebut akan menjadi kebiasaan dan gaya hidup kita. Ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat. Untuk dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat, ada kiat-kiat dan adab dalam menuntut ilmu yang sebaiknya dilakukan, antara lain: 1. Mengikhlaskan niat menuntut ilmu karena Allah SWT. Tidak boleh kita dalam menuntut ilmu berniat untuk tujuan yang tidak baik seperti untuk berbantahan dengan ulama, untuk membantah orang-orang bodoh agar terlihat hebat atau perbuatan tidak baik lainnya. Menurut Imam Ibnu Jama’ah RA, “Niat yang baik dalam menuntut ilmu hendaklah ditujukan hanya untuk mengharap wajah Allah, beramal dengannya, menghidupkan syariat, menerangi hatinya, menghiasi batinnya, dan mengharap kedekatan dengan Allah pada hari kiamat, serta mencari segala apa yang Allah sediakan untuk ahlinya (ahli ilmu) berupa keridhaan dan karuniaNya yang besar.” 2. Memohon ilmu yang bermanfaat. Hendaknya setiap penuntut ilmu senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah SWT dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu, serta selalu merasa butuh kepadaNya. Di antara doa yang Rasulullah ucapkan adalah: “Ya Allah, aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR. Ahmad). 3. Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya ilmu yang diperoleh dengan (sungguh-sungguh) belajar, dan sikap sabar (penyantun) diperoleh dengan membiasakan diri untuk sabar. Barangsiapa yang berusaha (keras) mencari kebaikan maka ia akan memperoleh kebaikan dan barangsiapa yang menjaga dirinya dari kejelekan (kejahatan) maka ia akan dilindungi Allah dari kejelekan (kejahatan).” (HR. Ibnul Jauzi dari Abu Hurairah RA). 4. Menjauhkan diri dari dosa dan maksiat. Imam Ibnul Qayyim RA menjelaskan dalam kitabnya ‘ad-Daa wad Dawaa’ bahwa seseorang tidak mendapat ilmu disebabkan dosa dan maksiat yang dilakukannya. Dosa yang paling besar adalah syirik dan durhaka kepada orangtua. Serta dosa-dosa besar lainnya, seperti makan harta orang lain, utang tidak dibayar, muamalah riba, minum khamr, makan dan minum dari usaha yang haram, membuka aurat di depan yang bukan mahramnya, dusta, ghibah, dan memfitnah seorang muslim. Termasuk sulit untuk menahan gerak lisannya. 5. Tidak boleh sombong dan malu. Tengoklah kisah bagaimana Nabi Musa AS meninggalkan dakwahnya untuk sementara waktu kemudian menuntut ilmu kepada Nabi Khidir. Dalam kisah ini, betapa Nabi Musa AS sangat antusias menuntut ilmu. Bahkan, meski kedudukannya saat itu merupakan nabi ia tak segan untuk terus menuntut ilmu. Beliau bahkan bersedia menempuh perjalanan panjang demi bertemu sang guru. Beliau yang berstatus tinggi sebagai nabi, bahkan bersedia merendahkan diri di hadapan sang guru. Alasannya, karena ilmu memiliki kedudukan tinggi dalam Islam. Allah berfirman, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat.” (QS. Al Mujadilah:11). Banyak ayat yang menyatakan keutamaan ilmu dan kewajiban menuntutnya. Dalam hadis, Rasulullah pun sering mengingatkan umatnya untuk menuntut ilmu. Beliau pun menyatakan keutamaan ilmu seluruh umatnya. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan AtTirmidzi dari Abud Darda menceritakan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia mencari ilmu, Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah dan sesungguhnya para malaikat benar-benar akan meletakkan sayapsayapnya untuk penuntut ilmu.” 6. Diam dan mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan. Allah berfirman, “(Yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar:18). 7. Berusaha memahami ilmu yang disampaikan. Sahabat Abdullah bin Mas’ud pernah berdoa, “Ya Allah, tambahkanlah kepada kami keimanan, keyakinan, dan pemahaman (yang benar).” (Diriwayatkan oleh Abdullah bin Imam Ahmad). 8. Mengikat ilmu dengan tulisan. Rasulullah bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr dari Anas bin Malik). 9. Mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Rasulullah SAW telah mengingatkan agar kita mengamalkan ilmu yang dipelajari, sebagaimana sabdanya, “Tidak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hinggat ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya apa yang telah diamalkan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan kemana ia habiskan, tentang tubuhnya capek dan letihnya, untuk apa ia gunakan.” (HR. AtTirmidzi). Desember 2013 23
  22. 22. ADVERTORIAL FOTO-FOTO: DOK. MIZAN AMANAH yatim dan dhuafa dari berbagai wilayah di Indonesia, dari Asrama Mizan Amanah, maupun dari anak binaan non-mukim, semuanya hadir di Sekolah Peradaban Al Kamil untuk menuntut ilmu dan mewujudkan citacita mereka. SEKOLAH PERADABAN AL KAMIL Wujudkan Generasi Muslim Yang Bermanfaat G enerasi unggul diciptakan dari hasil pendidikan yang berbasis pengembangan potensi, bukan penyamaan skill atau potensi. Pendidikan seperti inilah yang akan melahirkan para juara yang berprestasi membanggakan. Representasi Visi dan Misi Mizan Amanah Kehadiran Sekolah Peradaban Al Kamil, merupakan representasi dari visi dan Misi Mizan Amanah sebagai bentuk kepedulian untuk membentuk generasi muslim yang bermanfaat. Ide dan gagasan untuk membangun sebuah lembaga pendidikan telah lama disusun oleh manajemen Mizan Amanah 24 sejak tahun 2007. Yaitu dengan dibentuknya tim pendidikan di Mizan Amanah. Hal ini karena Mizan Amanah telah lama berperan dalam aktivitas pengasuhan anak yatim dan dhuafa. Ini dirasa sangat penting untuk mendidik mereka dengan baik agar terlahir generasi unggul di masa depan. Sejak Mizan Amanah berdiri, anak binaan Mizan Amanah telah menempati asrama. Namun untuk pendidikan, para binaan yatim masih harus bersekolah di luar asrama. Hal ini yang sering menjadi kendala dalam proses bimbingan, sebab ternyata anakanak banyak terpengaruh oleh lingkungan. Sehingga untuk mewujudkan generasi unggul, Mizan Amanah bertekad untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang kelak akan mencetak generasi yang penuh manfaat. Dalam perjalanan waktu, dan berkat rahmat serta karunia Allah SWT, alhamdulillah, di tahun 2011 lewat tangan para dermawan, lahan di daerah Ciranjang, Cianjur Jawa Barat pun terbebaskan. Di lahan tersebut, kini telah didirikan Sekolah Peradaban Al Kamil, yaitu sekolah bagi anak-anak yatim, kaum dhuafa, dan anakanak yang berprestasi dengan beasiswa penuh dari Mizan Amanah. Sudah Dua Angkatan Sekolah Peradaban Al Kamil kini memiliki dua angkatan. Untuk angkatan baru telah terdaftar 60 anak. Jadi total 81 anak telah terdaftar di sini. Anak-anak Prestasi Membanggakan Pendidikan yang tekun tanpa kenal lelah pun kini berbuah manis. Kini, anak didik Sekolah Peradaban Al Kamil, telah mampu menguasai hafalan Al Qur’an. “Rata-rata, anakanak sudah hafal sekitar 3 juz lebih. Bahkan sudah ada yang hafal sampai 5 juz,” ungkap Rendi Yulianto, Kepala Sekolah Peradaban Al Kamil. “Memang, di awal-awal, konsentrasi kami adalah di pendalaman agama, akhlak, dan Al Qur’an. Dengan bekal dasar keimanan, insya Allah, jiwa anak-anak akan lebih kokoh, tidak mudah goyah, dan lebih mudah menyerap ilmu lainnya, yang kurikulumnya akan kita mulai di tahun ke-2,” tambah Rendi. Untuk kegiatan ekstra-kurikuler (ekskul), Sekolah Peradaban Al Kamil menerapkan kegiatan ekskul yang langsung menyentuh lifeskill. Kegiatan bertani, memanen, hingga memasak hasil panen, adalah kegiatan ekstra yang kita berikan di Sekolah Peradaban Al Kamil. “Areal persawahan yang berada di lingkungan sekolah menjadi tempat praktek ekskul mereka,” tutur Rendi. “Alhamdulillah, beras yang dipanen dari sawah kami, hasilnya juga dinikmati bersama. Proses yang cukup panjang yang dijalani, mulai dari menanam hingga panen, menjadikan kita makin menghargai dan bersyukur akan karunia Allah,” ungkap Rendi. Sekolah Peradaban Al Kamil membuka pendaftaran siswa baru setiap bulan Juli. Rendi menambahkan, bahwa target tiap angkatan adalah 60 siswa. Dan rencananya akan diperbesar hingga jenjang SMA, dengan lama pendidikan enam tahun, SMP plus SMA. Proses pembangunan GSG (gedung serba guna), yang insya Allah bisa selesai sesuai target rencana awal yaitu pada Januari 2014 Progres Pembangunan Pembangunan infrastruktur Sekolah Peradaban Al Kamil masih berlangsung. Tahap demi tahap sedang dilewati dengan pasti. Perjalanan proses pembangunan pun kian menunjukkan progress menggembirakan. Meski sampai sekarang masih dalam tahap awal pembangunan, paling tidak gedung serba guna (GSG) dan kolam renang yang dirancang di tahap awal pembangunannya, kini sudah tampak tiang-tiang penyangga yang berdiri kokoh, tinggal penyelesaian akhir yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Kolam renang pun kini sudah hampir selesai, dan tinggal proses penyelesaian akhir. ”Alhamdulillah, kalau melihat perkembangan pembangunan tahap awal di Sekolah Peradaban Al Kamil ini, gedung serga guna sebentar lagi akan selesai, termasuk kolam renang yang tinggal penyelesaian akhir saja. Mudahan-mudahan GSG (gedung serba guna) ini bisa selesai sesuai target rencana awal yaitu pada Januari 2014,” kata Kepala Sekolah Peradaban Al Kamil, Rendi Yulianto, S.Hum. SEKOLAH PERADABAN AL KAMIL Jl. Raya Ciranjang No.53 RW 06 Desa Hegarmanah, Kec.Sukaluyu, Kab. Cianjur, Jawa Barat Tel. : (0263) 326 100 eMail : info@sekolahperadaban-alkamil.org www.sekolahperadaban-alkamil.org Salurkan Kepedulian Anda Pada Generasi Peradaban Masa Depan Melalui Rekening : 101 00 1112222 1 (Bank Mandiri) a/n. Yayasan Mizan Amanah Kantor Pusat : Jl. Kesehatan Raya No. 16 Bintaro - Jakarta Selatan Tel. (021) 7388 6407 w w w. m i z a n a m a n a h . o r g Desember 2013 25
  23. 23. Inspirasi Islam Siti Khadijah Inspirasi Wanita Modern Selain kisah cinta Romeo dan Juliet, bagi umat Islam, kisah cinta yang tidak kalah indah adalah kisah cinta Nabi Muhammad SAW dan Siti Khadijah. Bukan hal yang mudah menjadi pasangan seorang rasul, maka kehadiran Siti Khadijah di tengah perjuangan Nabi Muhammad SAW tentulah sangat spesial. D ibandingkan kepada istri yang lain, rasa cinta Nabi Muhammad SAW terhadap Siti Khadijah sangatlah besar. Saat menikahi Siti Khadijah, Nabi Muhammad tidak melakukan poligami. Bahkan setelah Siti Khadijah meninggal dunia, Nabi Muhammad masih sering membicarakan mendiang istrinya. Sebuah rasa cinta yang teramat besar dari seorang suami kepada istrinya. 26 Riwayat Siti Khadijah sebelum bertemu Nabi Muhammad SAW, adalah seorang wanita yang dikenal sebagai wanita terkaya di kalangan bangsa Quraisy. Karenanya, banyak pemuka dan bangsawan bangsa Quraisy yang melamarnya, mereka ingin menjadikan dirinya sebagai istri. Namun, Siti Khadijah menolak lamaran mereka dengan alasan bahwa perhatian Khadijah saat itu sedang tertuju hanya untuk mendidik anak-anaknya, hasil pernikahan Siti Khadijah sebelumnya. Alasan lainnya adalah Khadijah sangat sibuk mengurus usahanya, sehingga tidak punya waktu untuk menjalin ikatan pernikahan. Para sejawatnya mengakui keberhasilan Siti Khadijah di dalam berdagang. Ketika itu mereka memanggilnya dengan sebutan ‘Ratu Quraisy’ dan ‘Ratu Mekkah’. Ia juga sering dijuluki sebagai At-Thahirah, yaitu orang yang bersih dan suci. Nama AtThahirah itu diberikan oleh sesama bangsa Arab yang terkenal dengan kesombongan, keangkuhan, dan kebanggaannya sebagai laki-laki. Karenanya perilaku Khadijah yang patut diteladani, hingga ia menjadi terkenal di seantero bangsa Arab. Suatu ketika, Muhammad bekerja mengelola barang dagangan milik Siti
  24. 24. Inspirasi Islam Inspirasi Sebagai wanita, kita bisa belajar banyak dari sosok teladan seorang Siti Khadijah. Inilah beberapa di antaranya: • Menjadi Seorang Janda Terhormat Di masa kehidupan seorang Siti Khadijah, wanita adalah kaum yang dikucilkan dan • Mandiri Sebagai Saudagar Sudah menjadi rahasia umum bahwa Siti Khadijah adalah seorang wirausaha atau saudagar sukses dan kaya raya. Tidak banyak wanita yang mandiri di masa itu, apalagi menjadi seorang saudagar sukses. Inilah bukti bahwa wanita bukan makhluk yang lemah atau bodoh. Wanita bisa menghargai dirinya sendiri dengan menjemput rezekinya dengan mandiri. Dengan menjadi saudagar atau wirausaha, maka terbukalah kesempatan dan rezeki yang lebih besar untuk orang lain. • Tidak Menilai Pria Dari Kekayaannya Sebagai wanita cantik dan kaya, banyak pria kaya yang ingin melamar Siti Khadijah. Beberapa pelamar itu adalah orang-orang yang berasal dari keluarga kaya dan bersedia membayar berapapun mas kawin yang diinginkan Siti Khadijah. Tetapi wanita mulia tersebut menolak lamaran yang datang secara halus. Harta bukanlah satu-satunya penilaian dalam memilih pasangan hidup. • Melamar Terlebih Dahulu Jika Anda sering membaca kisah cinta Siti Khadijah dan Nabi Muhammad SAW, Anda pasti tahu bahwa Siti Khadijah yang terlebih dahulu menyatakan keinginannya untuk menikah dengan Rasulullah. Melalui sahabatnya, Siti Khadijah menyampaikan keinginan itu. Hal ini menjadi sebuah jalan bagi wanita untuk tidak malu atau takut mengutarakan keinginan hatinya menikah dengan seorang pria baik, soleh dan berakhlak mulia. Menikah adalah tujuan yang mulia, jadi tidak perlu malu untuk sebuah tujuan mulia yang suci. Kalaupun lamaran itu tidak diterima, janganlah malu, karena Allah SWT pasti punya jawaban terbaik untuk menjawab jodoh seorang wanita. • Istri Yang Taat Pada Suami Dibandingkan dengan pria kaya raya yang melamar Siti Khadijah, kekayaan Rasulullah saat menikahi Siti Khadijah tidaklah besar. Tetapi Siti Khadijah memilih pria dengan akhlak mulia. Beliau tahu bahwa tugas seorang istri adalah mendampingi suami. Siti Khadijah juga taat dan tidak membawa nama besar keluarganya atau kekayaan yang dimiliki untuk mengurangi rasa hormatnya pada Rasulullah. Pilihlah pria yang taat dan memiliki akhlak mulia, juga pria yang rajin dan pantang menyerah menjemput rezeki yang halal. Itulah beberapa teladan dari sosok Siti Khadijah yang bisa menjadi inspirasi bagi wanita modern masa kini dengan segala kesibukan dan aktivitas multi-peran yang dijalani. Dijual Sebidang Tanah Luas : 12.615 m2 Lokasi : Jl. Cipamokolan Bandung (1600 meter dari Jl. Soekarno-Hatta) Jl. Ciwastra Kawasan Industri/ Pabrik, dll Jl. Cipamokolan tidak ada harganya, apalagi seorang janda. Siti Khadijah pernah diceraikan suaminya, tetapi beliau justru memiliki takdir sebagai pendamping seorang Rasulullah. Inilah bukti bahwa tidak selamanya seorang janda itu hina dan boleh dipandang sebelah mata (seperti cap yang diberikan masyarakat hingga saat ini). Jika sang wanita bisa menghormati diri dan perilakunya, maka status apapun yang disandang, dia pantas menjadi wanita mulia yang suatu saat akan memuliakan seorang pria dan keluarganya. Rel Kereta Api Khadijah untuk dijual ke Syam bersama Maisyarah. Setibanya dari berdagang, Maisyarah menceritakan mengenai perjalanannya, mengenai keuntungankeuntungannya, dan juga mengenai watak dan kepribadian Muhammad. Setelah mendengar dan melihat perangai manis, pekerti yang luhur, kejujuran, dan kemampuan yang dimiliki Muhammad, kian hari Khadijah semakin mengagumi sosok Muhammad. Selain kekaguman, muncul juga perasaan-perasaan cinta Khadijah kepada Muhammad. Tibalah hari suci itu. Maka dengan maskawin 20 ekor unta muda, Muhammad menikah dengan Siti Khadijah pada tahun 595 Masehi. Pernikahan itu berlangsung diwakili oleh paman Khadijah, ‘Amr bin Asad. Sedangkan dari pihak keluarga Muhammad diwakili oleh Abu Thalib dan Hamzah. Ketika Menikah, Muhammad berusia 25 tahun, sedangkan Siti Khadijah berusia 40 tahun. Bagi keduanya, perbedaan usia yang terpaut cukup jauh, tidaklah menjadi masalah, karena mereka menikah dilandasi oleh cinta yang tulus, serta pengabdian kepada Allah. Dan, melalui pernikahan itu pula Allah telah memberikan keberkahan dan kemuliaan kepada mereka. Dari pernikahan itu, Allah menganugerahi mereka dengan beberapa orang anak, maka dari rahim Siti Khadijah lahirlah enam orang anak keturunan Muhammad. Anak-anak itu terdiri dari dua orang laki-laki dan empat orang perempuan. Anak laki-laki mereka, al-Qasim dan dan Abdullah at-Tahir atTayyib meninggal saat bayi. Kemudian, empat anak perempuannya adalah Zainab, Ruqayyah, Ummi Kulsum, dan Fatimah azZahra. Siti Khadijah mengasuh dan membimbing anak-anaknya dengan bijaksana, lembut, dan penuh kasih sayang, sehingga mereka pun setia dan hormat sekali kepada ibunya. LOKASI Jl. Soekarno-Hatta Berminat? Hubungi: Toni - 0856 854 6803 0821 1045 3004 Desember 2013 27
  25. 25. Derita TKW di Negeri Orang enjadi tenaga kerja di luar negeri dengan gaji yang cukup tinggi membuat banyak warga Indonesia tergiur untuk menjalaninya. Namun para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tentu harus waspada karena tidak sedikit yang justru menderita. Selain gajinya yang tidak dibayarkan, banyak pula yang menerima siksaan fisik hingga pemerkosaan yang berujung pada kehamilan dan memiliki anak di luar nikah. Kisah derita Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia di ‘negara sahabat’ sepertinya tidak akan pernah berhenti. Masih belum lepas dari ingatan kita saat Ceriyati, TKW asal Brebes, Jawa Tengah yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kuala Lumpur, nekad turun melalui jendela lantai 15 apartemen, tempatnya bekerja dengan menggunakan potongan-potongan baju yang disimpul menjadi tali akibat tidak tahan menerima perlakuan kasar dan siksaan majikannya. Saat itu tubuh Ceriyati yang amat kurus, penuh luka dan memar termasuk di wajahnya akibat ulah majikannya. Ceriyati jelas bukan satu-satunya. Sebut saja Sartinah (bukan nama sebenarnya), TKW asal Jawa Timur yang harus melahirkan bayi hasil tindak perkosaan seorang sopir taksi sesaat setelah ia kabur dari rumah majikannya akibat tak tahan atas perilaku sang majikan. M 28 Nasib serupa juga dialami Tukiyem, TKW asal NTB yang kini tengah hamil 7 bulan. Kehamilannya kini juga akibat diperkosa seorang oknum Rela atau petugas yang merazia para TKW yang sebelumnya berdalih untuk menolong. Sementara Juminten, TKW asal Banyuwangi, Jawa Timur selama 5 tahun bekerja tidak pernah menerima gaji dari majikannya. Menurut Satgas Pelayanan dan Perlindungan TKI KBRI di Malaysia, Tatang Razak, kasus kekerasan seksual yang menimpa TKW di Malaysia mencapai 5 persen atau 50 orang tiap tahunnya dari total jumlah TKW Indonesia yang mencapai 2 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 10 orang tiap tahunnya melahirkan bayi hasil perkosaan. Dalam satu bulan, KBRI Kuala Lumpur menampung 1000 lebih TKW yang kabur dari majikannya akibat diperlakukan semena-mena. Di antaranya tidak dibayar gajinya, mengalami pelecehan seksual dan kekerasan fisik. Kisah para TKW yang bekerja di negeri orang, semakin mengharubiru. Mereka ‘terpaksa’ berpisah dari suami atau isteri untuk bekerja di luar negeri. Hal ini berdampak pada kerenggangan hubungan yang berdampak pada perselingkuhan, pertengkaran, dan bahkan perceraian. Demikian juga dengan perpisahan dengan anak-anak yang berdampak pada kurangnya kasih sayang dalam diri si anak, karena anak hanya dimanjakan dengan materi yang dikirimkan oleh ibu atau ayah mereka yang bekerja di perantauan. Tentunya ini akan menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan generasi muda yang tumbuh tanpa pendampingan dari kedua orangtua. Kepiluan demi kepiluan dirasakan oleh mereka dan keluarganya tanpa tahu ke mana lagi harus mengadu. Banyak Permasalahan Menjadi TKI-TKW memang pilihan hidup yang harus dijalani saat para tenaga kerja tersebut merasa letih dan lelah hidup serba kekurangan di dalam negeri sendiri. Meskipun telah diingatkan dalam peribahasa yang bijak, ‘Hujan emas di negeri orang, hujan batu di negeri sendiri, lebih baik di negeri sendiri’. Akan tetapi melilitnya perut, rengekan anak, serta tagihan hutang kiri dan kanan, serta tidak berharganya diri di dalam negeri sendiri membuat mereka harus beranjak dan melangkah ke negeri orang untuk menenangkan perut yang melilit-lilit, rengekan anak, dan gumaman dan cemoohan tetangga akibat hutang yang tambal sulam. Meskipun banyak permasalahan TKI di luar negeri yang dihadapi pada saat ini, namun jumlah TKI di luar negeri tetap besar. Data resmi BNP2TKI (Badan Nasional
  26. 26. Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia), hingga Maret 2013, tercatat setidaknya ada 6,5 juta jumlah TKI yang bekerja di 142 negara. Dari jumlah itu, M. Jumhur Hidayat, Kepala BNP2TKI, mengatakan bahwa para TKI tersebut berasal dari 392 Kabupaten/Kota. Padahal di seluruh Indonesia terdapat 500 Kabupaten/Kota. “Para TKI itu datang dari 392 Kabupaten/Kota. Artinya kabupaten kota kita kan ada 500, jadi memang gila pertumbuhannya,” ungkap Jumhur. Melihat kenyataan ini semua, Pemerintah nampaknya terlihat sangat lamban dalam membuat kebijakan perlindungan terhadap TKI-TKW bahkan hingga hari ini. Baru bergerak setelah hal itu menjadi berita utama di media. Itu pun memunculkan ide-ide solusi yang tidak mengatasi inti permasalahan. Apa yang bisa diharapkan dari memberi ponsel kepada TKI-TKW? Ada kultur dan asumsi di negara-negara tertentu (penerima TKI-TKW), TKI-TKW masih diperlakukan sebagai budak, yakni bisa dihardik, diperlakukan kasar, bahkan dianiaya, walau mereka mengatakan ini sebagai bentuk hukuman. Dengan kejadian-kejadian ‘kejam’ seperti ini, seharusnya para TKI-TKW mesti lebih cermat dan berpikir ulang jika hendak bekerja sebagai TKI-TKW di luar negeri. Jangan mudah menerima bujukan, sekalipun dari keluarga sendiri, sedangkan yang bersangkutan tidak tahu apapun bagaimana keadaan real ketika bekerja di luar negeri. Hal ini seharusnya disosialisasi oleh Kementerian Tenaga Kerja dan pihak-pihak terkait sebagai pelaku jasa penyalur tenaga kerja, bukan sekadar menjual pepesan kosong kepada TKI yang bersangkutan dan menambah derita hidupnya, dari miskin menjadi bertambah miskin dan tersiksa. menghormati atas dasar kemanusiaan dan profesionalitas dalam perlindungan hak-hak TKI-TKW, bukan membiarkan mereka diasumsikan sebagai budak, suruhan yang bisa dikasari. Perlu sekali pembentukan lembaga perwakilan di tiap negara penerima TKI-TKW, lengkap dengan staf advokasi (pengacara), tenaga kesehatan, dan tenaga konsultasi pekerjaan. TKI-TKW merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik agar kualitasnya menjadi lebih baik dan lebih profesional. Pemerintah hendaknya senantiasa mendata dan memantau calon TKI-TKW, biro jasa pengiriman TKI-TKW, serta seluruh stakeholder terkait secara khusus. Training ketrampilan bekerja juga harus selalu diberikan dan selalu di-update oleh pengajar profesional. Selain itu ketrampilan berbahasa asing dan pengetahuan mengenai hukum juga harus diberikan, sebagai bekal sosial hidup di negara lain. Dan lebih dari semuanya, pemerintah harus mampu membangun ekonomi yang berkeadilan sehingga bisa merealisasikan lapangan kerja yang layak dan cukup untuk seluruh masyarakat. Alangkah indahnya andai kelak tak terdengar lagi rintihan TKI-TKW dengan segala penderitaan yang mereka alami. Tugas Pemerintah Pemerintah wajib melindungi segenap warga negaranya. Pemerintah ebagai perwakilan negara seharusnya mampu membuat perjanjian bilateral yang saling Desember 2013 29
  27. 27. Info CSR BNI Raih 2 Penghargaan CSR Best Practice For MDG’s PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil meraih dua penghargaan dalam acara GKPM Awards 2013 CSR Best Practice For MDG’s. Penghargaan yang berhasil diraih adalah penghargaan tertinggi Platinum untuk program ‘Kampoeng BNI’ dan penghargaan Gold untuk program ‘BNI Go Green’. Penghargaan diberikan di Hotel Kartika Chandra Jakarta oleh Menko Kesra beberapa waktu yang lalu. Ajang pemberian penghargaan ini ditujukan kepada perusahaan pelaku CSR yang telah berprestasi dalam pencapaian delapan tujuan Millenium Development Goals 2015 (MDG’s 2015) yaitu: penanggulangan kemiskinan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi malaria dan penyakit menular lainnya, memastikan kelestarian lingkungan hidup dan terakhir mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Setelah tim Corporate Community Responsibility BNI melakukan presentasi di depan 10 juri, akhirnya anugerah GKPM (Gelar Karya Pemberdayaan Masyarakat) Awards 2013 CSR Best Practice For MDG’s berhasil diraih BNI. Penghargaan Platinum diraih ‘Kampoeng BNI’ untuk kategori pertama MDG’s yaitu penanggulangan kemiskinan. BNI dinilai memiliki komitmen dalam pemberdayaan masyarakat miskin melalui 37 Kampoeng BNI yang telah dibangun di seluruh pelosok Indonesia dengan fokus industri kreatif, pangan dan perikanan yang berbasiskan kearifan lokal. Sedangkan, penghargaan Gold diraih BNI melalui program ‘BNI Go Green’ untuk kategori ketujuh MDG’s yaitu Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup. BNI dinilai memiliki komitmen dalam memberdayakan lahan kritis melalui restorasi konservasi lahan kritis di 125 desa dari 25 kecamatan dari 3 kabupaten di Jawa Barat yang dikemas dalam program ‘BNI Go Green’. Penghargaan Platinum diraih ‘Kampoeng BNI’ untuk kategori pertama MDG’s yaitu penanggulangan kemiskinan. Usai Konvoi, Dream Club Indonesia Santuni Anak Yatim SETELAH sekitar sejam berkonvoi dengan mobil Lamborghini, Ferrari, Porsche, dan Jeep, Dream Club Indonesia melakukan bakti sosial di Senayan City. Anak-anak yatim yang mendapat sumbangan pun gembira. “Selama ini Dream Club Indonesia memang menekankan misi di kegiatan sosial,” kata Ketua Pembina Dream Club Indonesia (DCI) Basuki Lidin, Minggu (3/11/2013). 30 Bakti sosial itu dilakukan di Kafe Portico, Mal Senayan City, Jl Asia Afrika, Jakarta Pusat. Bakti sosial berupa pemberian sumbangan diberikan kepada sejumlah anak yatim di Jakarta. Rencananya, sumbangan ini akan digunakan untuk membiayai keperluan sekolah anak-anak yatim tersebut. Komunitas DCI yang berdiri pada 27 April 2013 ini biasa melakukan bakti sosial. Mereka pernah melakukan bakti sosial berupa operasi bibir sumbing yang diinisiasi oleh salah seorang anggotanya yang berprofesi sebagai dokter, yaitu Tompi, yang dikenal juga sebagai penyanyi. Kelompok ini juga pernah menyumbang untuk masjid. “Masjid kita sumbang meski agama anggota kita yang beragam. Karena kami ingin berbuat banyak,” tutur Basuki.
  28. 28. Info CSR Telkom Bangun Pusat Pelatihan Internet di Pesantren AirAsia Sediakan 250.000 Kursi Gratis untuk Warga Filipina Yang Menjadi Korban Topan Haiyan SEBANYAK 250.000 kursi gratis disediakan untuk warga negara Filipina sebagai bagian kampanye kemanusiaan maskapai penerbangan AirAsia bertajuk #toPHwithlove guna membantu korban topan Haiyan alias topan Yolanda di negara itu. Jika satu pesawat terbang mereka mampu menerbangkan sekitar 120 orang maka diperlukan hingga 2.084 penerbangan untuk menerbangkan 250.000 orang. “Kami turut berduka cita atas yang terjadi di Filipina. Staf kami di negara tersebut dan keluarga mereka turut merasakan dampak dari bencana alam yang dashyat ini,” kata CEO Grup AirAsia, Tony Fernandes, dalam keterangannya pada pers. Fernandes mengemukakan, dengan dukungan komunitas di ASEAN, mereka akan terus membantu dan mendampingi warga Filipina melalui masa-masa sulit. “Kami berharap penawaran kursi gratis ini dapat memudahkan perjalanan warga Filipina yang ingin kembali ke kampung halaman dan berjumpa dengan kerabat tercinta mereka yang terkena dampak bencana Topan Haiyan,” ujar Fernandez. AirAsia juga akan menyediakan ruang kargo khusus untuk pengiriman barangbarang bantuan. Bagi LSM dan badan bantuan kemanusiaan yang ingin membantu dapat mengirimkan surat permohonan mereka ke e-mail foundation@airasia.com. Sebagaimana diberitakan, berdasarkan data Dewan Nasional Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana (DNRRMC) Filipina, jumlah korban jiwa akibat amukan topan Yolanda adalah sebanyak 2.357 orang dan korban cedera berjumlah 3.853 orang. Selain itu, sebanyak 534.340 orang masih mengungsi di 1.099 pusat pengungsian dan topan itu dilaporkan juga berdampak kepadalebih dari delapan juta orang Filipina. Pizza Hut Pecahkan Rekor MURI Bareng Anak Yatim dan Dhuafa PIZZA HUT sebagai jaringan restoran pizza terbesar di Indonesia menggelar Pizza Maker Junior 2013, yaitu kegiatan pemecahan rekor MURI untuk kategori pizza terpanjang di Indonesia, di GOR Pertamina Simprug (20/11). Untuk memecahkan rekor pizza terpanjang, Pizza Hut mendatangkan sebanyak 420 anak-anak yatim dan dhuafa. Dari target pizza sepanjang 250 meter, ternyata anak-anak yatim dan anak-anak kaum dhuafa tersebut mampu membuat pizza sepanjang 266,38 meter. Total ada 500 loyang kotak ukuran 30 x 60 cm yang dirangkai tanpa jarak. Usai acara, pizza tersebut dijual ke masyarakat dan hasil penjualannya akan didonasikan ke anak yatim dan dhuafa tersebut. “Acara ini juga dikemas sebagai kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertepatan dengan Hari Anak Universal,” ujar Presiden Direktur PT Sarimelati Kencana, pemegang merek Pizza Hut, Stephen McCarthy. TELKOM Indonesia membangun dan meresmikan Pusat Pelatihan Internet (BLC) di sejumlah sekolah dan pesantren di Indonesia dalam rangka percepatan penyebaran keempatan mendapatkan layanan akses internet. “Percepatan penyebaran kesempatan untuk mendapatkan layanan akes internet itu secara merata, bukannya hanya di perkotaan tapi juga bertahap dan berkelanjutan hingga ke peloksok daerah,” kata Kepala Wilayah Telekomunikai (Kawitel) Telkom Priangan Timur Afianto di Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu yang lalu. Pada kesempatan itu, Telkom wilayah Priangan Timur meresmikan penggunaan Pusat Pelatihan Internet (BLC) di Pondok Pesantren Nurul Huda Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Peluncuran sarana dan akses internet dengan kemampuan kecepatan tinggi tersebut dilakukan oleh Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum dan Kawitel Priangan Timur Afianto. Kehadiran Broadband Learning Center (BLC) di pondok pesantren tersebut mendapat sambutan dari para santri sehingga mereka bisa mengakses internet untuk mendukung pelajaran di pesantren itu. Kawitel Priangan Timur, Afianto menyebutan Telkom telah memasang 1.136 akses point di kawaan Tasikmalaya, termasuk di Singaparna yang merupakan ibukota dari Kabupaten Tasikmalaya itu Pemasangan 1.136 access point itu terdiri dari e-government sebanyak 215 unit, perhotelan sebanyak 392 unit, kampus sebanyak 187 unit, kantor polisi sebanyak 172 unit, sekolah sebanyak 82 unit. Pemasangan akses point itu juga dilakukan di taman-taman kota dimana sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan penggunaan internet. Afianto mengatakan Telkom akan terus-menerus mengembangkan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan layanan akses internet. Seusai peresmian BLC, sebanyak 40 orang dari komunitas dan aparat desa se-kabupaten Tasikmalaya serta 26 wartawan dari berbagai media yang ada di Tasikmalaya yang tergabung dalam organisasi PWI mendapatkan kesempatan pelatihan pengunaan internet sehat melalui broadband di BLC. Desember 2013 31
  29. 29. News Gerakan Ekonomi Syariah Menggema dari Lapangan Monas G eliat ekonomi syariah kembali muncul, bertepatan dengan dicanangkannya Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!) di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu (17/11/2013). Dalam pidato pembukaan Gres!, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan, setidaknya ada 3 alasan mengapa ekonomi syariah dibutuhkan di Tanah Air. Pertama, ekonomi syariah penting karena dapat mengurangi kerentanan antara sistem keuangan dengan sektor rill sehingga mengindari terjadinya pengelembungan ekonomi (bubble economy). Kedua, ekonomi syariah penting karena menghindarkan dari pembiayaan yang sifatnya spekulatif. “Dengan terhindarnya pembiayaan yang spekulatif dapat memperluas financial inclusion sehingga melalui pembiayaan kepada UMKM berdasarkan landasan kebersamaan tidak untuk kepentingan para pemilik modal,” ujar SBY. Dan yang ketiga, SBY mengatakan ekonomi syariah penting karena dapat memperkuat sistem pengaman sosial. “Hadirnya dana-dana syariah potensial seperti zakat, infaq dan sedekah dapat memperkuat sistem pengaman sosial yang sudah ada, orang miskin, kaum dhuafa dapat mendapatkan manfaat ini sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional kita,” ungkap SBY. Pusat Ekonomi Syariah Dunia SBY juga mengatakan Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi syariah dan masyarakat syariah di dunia. Apalagi ekonomi syariah banyak memberikan manfaat di tengah gejolak ekonomi yang terus menerjang perekonomian dunia. “Dalam 9 tahun terakhir dengan dukungan pemerintah, parlemen, regulator, masyarakat perkembangan ekonomi syariah tumbuh sangat signifikan,” ujar SBY. Ia menambahkan saat ini aset industri perbankan syariah telah naik 14 kali lipat atau tumbuh 15% per tahun. “Pencapaian ini menjadi tonggak penting sistem keuangan syariah di Indonesia,” sambungnya. SBY yakin Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah dan masyarakat ekonomi syariah di dunia. “Potensi itu ada melihat Indonesia merupakan salah satu negara muslim terbesar di dunia ditambah lagi dengan perkembangan pertumbuhan masyarakat kelas menengah Indonesia,” ujar SBY. Menurutnya sistem keuangan syariah dan ekonomi syariah memberikan banyak manfaat di tengah gejolak ekonomi dunia yang silih berganti menyerang perekonomian global. “Krisis ekonomi yang silih berganti saat ini justru menjadi tantangan lebih bagi negaranegara maju, sementara sistem ekonomi syariah justru dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak krisis keuangan serta dapat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional,” pungkas SBY. Film Animasi Karya Siswa SMK Diputar di Bioskop MULAI Kamis (24/10/2013) lalu, para pengunjung bioskop akan mendapatkan tontonan berbeda dari biasanya. Mereka akan disuguhi sebuah mahakarya film animasi tiga dimensi atau 3D, yang berkisah tentang petualangan seorang anak. Lalu apa istimewanya? Film ini bukan film Hollywood garapan orang Barat, yang selama ini sering menghiasi layar lebar tanah air, tetapi 100 persen karya anak bangsa. Lebih istimewa 32 lagi, film ini dibesut oleh para pelajar SMK. Film berjudul ‘Petualangan Si Adi’ ini berdurasi 90 menit. Diproduksi oleh Batavia Pictures bekerja sama dengan Castle Production. Film bergenre komedi aksi ini menceritakan tentang petualangan seorang anak SMK mencari pusaka-pusaka di Nusantara. Ditemani oleh robotnya yang canggih, B10, mereka menumpas kejahatan yang ditebarkan oleh Raja Kegelapan Kokar. Adapun sekolah yang terlibat dalam pembuatan film ini adalah SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 2 Wonosobo, SMKN 2 Jepara, SMKN 9 Surakarta, SMKN Tunas Harapan Pati, SMKN 11 Surabaya, SMKN 4 Malang, SMKN Bina Informatika Tangerang, dan SMK Pelita YNH Sukabumi. Segera datangi bioskop XXI dan 21 terdekat dan dukung terus kreasi-kreasi anak bangsa.
  30. 30. News TEMPO Rahmat Waluyo, Siswa kelas IX SMP 2 Semarang, peraih medali Emas dan Perak Olimpiade Sains Junior tingkat Internasional (IJSO). Indonesia Juara Olimpiade Sains dan Matematika Asia KAPASITAS dan kemampuan generasi muda Indonesia memang tidak perlu diragukan lagi. Baru-baru saja putra-putri Indonesia kembali menuai prestasi di tingkat Asia. Tim siswa-siswi sekolah dasar Indonesia berhasil memborong 7 medali emas dalam ajang The 3rd Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary Schools (ASMOPS) di Grand Royal Panghegar, Bandung, 9-13 November 2013. Di bidang matematika teori, tim Indonesia memborong 5 medali emas, 3 medali perak, 4 medali perunggu, serta Top Scorer Matematika. Di bidang sains teori, 2 medali emas, 7 medali perak, dan 4 medali perunggu, serta Top Scorer Sains berhasil dimenangkan. Di kategori eksplorasi (berisi soal-soal gabungan matematika dan sains), dua tim Indonesia sukses meraih peringkat Runner-Up kedua dan 3 tim menyabet peringkat Runner-Up pertama. Kategori Best Team dimenangkan oleh E-MOS, tim dari Malaysia, yang masing-masing anggota timnya secara individu juga meraih medali perunggu di kategori Sains dan Matematika. Adapun penghargaan khusus sebagai tim dengan perjuangan luar biasa, ‘Team with the Strongest Fighting Spirit’, diberikan kepada tim Nigeria. Perwakilan juri Sigit P. Santosa mengatakan tim juri sangat terkesan dengan tingkat pemikiran para siswa. Menurut mereka, kapasitas logika berpikir para peserta sangat kuat sehingga mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang diberikan oleh tim pembuat soal. Soft Skills Pemuda Indonesia Perlu Dilatih GENERASI muda Indonesia dapat lebih maju melalui pembentukan kemampuan non-teknis. Sementara selama ini, hanya kemampuan teknis seperti sisi akademis yang mendapat perhatian utama dalam dunia pendidikan. Pelaku dunia pendidikan, Bona Ventura mengatakan, jika diukur berdasarkan kemampuan teknis sesuai bidang akademis masing-masing, lulusan perguruan tinggi dan generasi muda Indonesia memang tidak kalah, bahkan berani diadu. Namun, justru hal-hal non-teknis, seperti kemampuan berbicara di depan orang banyak, rasa percaya diri, dan interaksi terhadap perubahan dengan cepat, pada umumnya generasi muda Indonesia masih perlu banyak belajar dan berlatih dengan mereka yang berasal dari luar negeri. Selain itu, kata Bona, institusi pendidikan juga harus dapat mengarahkan anak didiknya agar dapat memilih gelar atau jurusan yang sesuai dengan bakat masingmasing. Sehingga mereka tidak lagi sekadar mengikuti tren maupun kemauan orangtua saat masuk ke jenjang perguruan tinggi. MAHASISWA Universitas Lampung (Unila) Chindy Feryandy HB (Fery), telah berpartisipasi pada kegiatan Olimpiade Karya Tulis Ilmiah (OKTI)-PPI Prancis pada 26–27 Oktober lalu. Salah satu hasil artikel ilmiah karyanya akan terbit di International Scholars Journal pada Desember 2013 mendatang dan memperoleh International Standard Serial Number (ISSN). Dengan judul makalah penelitiannya ‘Optimalization of ZSM-5 Synthesis from Lampung Natural Zeolite and Silica Enrichment Utilizing Rice Husk’, Fery mempresentasikan kepada para peserta lainnya. Dia pun berhasil lolos pada tahap final. Walaupun belum menjadi juara di salah satu forum ilmiah bergengsi di Eropa ini, Fery mengaku bangga karyanya akan tertera di jurnal internasional. PENGAMAT musik dan komposer kawakan Indonesia, Bens Leo dan Purwacaraka berkolaborasi untuk mengangkat kembali lagu anak-anak ke tengah panggung hiburan Tanah Air. Caranya, dengan menggelar Festival Lomba Lagu Anak (Fesla). Dalam amatan mereka berdua, saat ini sudah tidak ada lagi lagu untuk anak-anak usia 3-13 tahun. Bahkan dalam beberapa acara di TV, anak-anak diminta untuk menyanyikan lagu bertema dewasa. “Anak-anak zaman sekarang itu kebanyakan menyanyikan lagu yang tidak sesuai konteksnya," tutur Purwacaraka saat jumpa pers di Park Hotel, Jakarta Timur, Selasa (12/11/2013). Bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dua tokoh musik itu sudah menemukan 10 lagu terbaik dari 304 lagu yang masuk sejak dibukanya Fesla selama sebulan penuh, 131 Oktober lalu. Lagu-lagu tersebut disaring dari 184 pencipta yang berasal dari 11 provinsi di seluruh Indonesia. “Di Fesla 2013 kita bukan mau mengembalikan masa Ibu Sud atau AT Mahmud. Tapi idealisme anak-anak Indonesia harus memiliki area di mana mereka memang masih anak-anak. Semoga ini bisa diapresiasi," timpal Bens Leo. Desember 2013 33
  31. 31. ADVERTORIAL FOTO-FOTO : ASEP Soto Kudus Grup Menara, Favorit Penikmat Soto Kudus Salah satu soto Kudus favorit adalah Soto Kudus Grup Menara. Soto Kudus yang memiliki 11 cabang ini menyajikan soto Kudus yang dijamin lebih gurih dan enak, ditambah dengan harga yang terjangkau. Dengan harga di bawah dua puluh ribu rupiah, Anda bisa memperoleh semangkuk soto Kudus campur nasi dengan porsi yang mengenyangkan. Topping-nya pun cukup banyak pilihannya. Sate paru, sate usus, sate telur puyuh adalah sajian standard yang disajikan di atas meja. Resto yang berada tepat di sebelah Shae Bakery & Cake ini, selalu ramai saat jam makan siang dan makan malam. Para pengunjung yang datang kebanyakan adalah para profesional muda yang bekerja di lokasi perkantoran sekitar. Terletak di kawasan yang cukup ramai setiap harinya, fasilitas parkir yang tersedia pun cukup luas. MURSIDI Soto Kudus Grup Menara - Cabang Jl. Veteran Soto Kudus Favorit Yang Gurih dan Menyegarkan oto merupakan makanan khas asli Indonesia yang memiliki banyak ragamnya. Selain dinamakan berdasarkan bahan utamanya, seperti soto ayam, soto babat, soto kaki, dan sebagainya, soto juga kadang diberi nama sesuai daerah asalnya. Seperti soto Betawi, soto Lamongan, soto Madura, dan tentunya soto Kudus yang berasal dari kota Kudus, S 34 Jawa Tengah. Di balik mangkuk mungilnya, soto Kudus hangat dengan asap tipis mengepul terbukti ampuh mengobati perut yang lapar, menghangatkan badan, sekaligus memulihkan stamina bagi yang sedang kurang fit. Soto Kudus memiliki ciri khas disajikan di mangkuk porselen kecil dengan sendok bebek sebagai alat makannya. Biasanya nasi dicampurkan ke dalam kuahnya, namun adapula yang dipisah. Isinya berupa suwiran daging ayam, tauge, seledri, dan bawang goreng. Kuahnya berwarna kuning keruh. Penyajiannya bisa ditambahkan air jeruk nipis, sambal cabai rawit rebus, atau kecap manis. Ciri khas lainnya adalah aneka pelengkap yang disajikan terpisah, seperti perkedel, tempe goreng, sate kerang, telur puyuh, jeroan, atau ati ampela. Mantap nikmatnya! Menu Favorit Banyak menu favorit di restoran Soto Kudus Grup Menara cabang Jl. Veteran ini yang relatif digemari oleh para pelanggan. Selain tentunya soto Kudus, terdapat pula sajian berselera lainnya yang siap memanjakan lidah para pengunjung. “Menu favorit lain selain soto Kudus, adalah garang asem, nasi pindang daging, ayam bakar, dan nasi liwet, tapi yang paling laris ya soto Kudus dan garang asem,” ujar Mursidi, Manajer Soto Kudus Grup Menara cabang Jl. Veteran Jakarta Selatan. Restoran yang buka sejak pukul 07.30 pagi setiap harinya ini, memiliki 9 orang karyawan yang dibagi dalam kerja shift tiap harinya. Selain di Jl. Veteran Jakarta Selatan, Soto Kudus Grup Menara ini juga memiliki 11 cabang lainnya, di antaranya di Cilegon, Serang, Merak, Karawaci Tangerang, Margonda Depok, Juanda Depok, Serpong, Gading Serpong, Buah Batu Bandung, dan di Alam Sutera Serpong. Soto Kudus dan garang asem, menu favorit restoran Soto Kudus Grup Menara cabang Jl. Veteran Jakarta Selatan Kegiatan Sosial Menjadi Agenda Soto Kudus Grup Menara SELALU peduli, berbagi, dan beramal pada mereka yang kurang mampu, seperti para yatim-piatu dan masyarakat dhuafa selalu ditanamkan oleh ibu Farida, selaku pemilik Soto Kudus Grup Menara, kepada jajaran stafnya. Pesan itulah yang kerap terngiang di telinga Mursidi, Manajer Soto Kudus Grup Menara cabang Jl. Veteran Jakarta Selatan. Sejak bergabung dengan Soto Kudus Grup Menara pada tahun 1998, Mursidi selalu menanamkan kepeduliannya kepada sesama. Kepedulian itu diwujudkan dengan memberikan santunan kepada anak yatim-piatu dan dhuafa setiap tahunnya. Selain itu, ada acara baksos di setiap Agustusan, kemudian santunan untuk korban bencana, seperti banjir, dan bencana- bencana lainnya. Kepedulian Mursidi lainnya adalah dengan memberikan kesempatan kepada Mizan Amanah selaku lembaga sosial nasional yang membina anak yatim-piatu dan dhuafa, untuk meletakkan Kotak Peduli Yatim (KPY) Mizan Amanah tepat di pintu masuk restoran Soto Kudus Grup Menara cabang Jl. Veteran Jakarta Selatan. “Untuk yayasan amal atau yayasan yatim-dhuafa yang resmi dan kredibel, kami pasti siap bekerjasama. Insya Allah, dengan adanya kotak amal atau KPY Mizan Amanah di restoran kita, para pelanggan Soto Kudus Grup Menara juga akan menyisihkan sebagian rezekinya lewat Mizan Amanah. Aamiin...” ujar Mursidi menutup perbincangan. Desember 2013 35

×