Majalah Generasi 9 Oktober 2013

1,704 views

Published on

Majalah Generasi 9 Oktober 2013

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,704
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
209
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Majalah Generasi 9 Oktober 2013

  1. 1. Soal Beras, Kami Solusinya...! Dengan stock beras melimpah langsung dari petani beras Cianjur, kami siap men-supply beras dalam partai kecil maupun besar untuk kebutuhan Anda. Kebutuhan restoran, hotel, katering, atau kebutuhan Anda sehari-hari, semuanya dapat kami layani. Mulai dari beras Pandan Wangi, IR64, Rojolele hingga Menthik Wangi, semua dapat kami sediakan dan kami antarkan langsung ke lokasi Anda.* Segera hubungi kami, untuk mendapatkan harga spesial dan kualitas beras yang terjamin. * Untuk Jumlah Pesanan Tertentu, dan Khusus Untuk Wilayah Bandung dan Sekitarnya BERAS 88 Solusi Kebutuhan Beras Anda www.beras88.com HOTLINE PEMESANAN CV. MAYA KEMBARA 022 - 616 888 11
  2. 2. 25.000 lebih jumlah anak yatim dan dhuafa yang telah tersantuni oleh Mizan Amanah hingga akhir Ramadhan 1434 H Kepedulian Anda adalah solusi yang menjamin mereka tetap semangat dan tersenyum menggapai masa depan SALURKAN KEPEDULIAN ANDA MELALUI REKENING BCA BANK MUAMALAT BANK MANDIRI BANK MANDIRI SYARIAH BANK BNI 139 300 4952 (Shodaqoh) 139 304 0002 (Zakat) 139 300 0001 (Wakaf) 101 00 38 415 (Wakaf) 2 000 000 000 (Zakat) 3 000 000 000 (Wakaf) 4 000 000 000 (Shodaqoh) 132 000 653 1140 (Shodaqoh) 132 002 004 0060 (Zakat) 128 000 623 5151 (Wakaf) 727 373 7377 (Zakat) 727 575 7572 (Wakaf) 727 777 7775 (Shodaqoh) 01 520 101 18 (Zakat, Infaq, Shodaqoh) Kantor Pusat Jl. Kesehatan Raya No. 16 Bintaro - Jakarta Selatan - Tel. (021) 7388 6407 Kantor Cabang • Jl. Merak IV Blok N3 No. 19 Bintaro Jaya Sektor 1 - Jakarta Selatan - Tel. (021) 735 4740 • Jl. Dr. Otten No. 3 Bandung - Jawa Barat - Tel. (022) 423 7770 Kantor Kas Jl. Jend. H. Amir Machmud No. 658 Cimahi - Jawa Barat - Tel. (022) 662 8846 Asrama Yatim • Jl. Bintaro Utama III Blok AP No. 50A Bintaro Jaya Sektor 3 - Jakarta Selatan - Tel. (021) 735 6058 • Jl. Abdul Majid No. 8 RT. 005/011 Cipete Utara, Kebayoran Baru - Jakarta Selatan - Tel. (021) 739 6605 • Jl. Karang Tengah Raya No. 14 Lebak Bulus, Cilandak - Jakarta Selatan - Tel. (021) 765 4869 • Jl. Raya Perumnas Blok 10 Kav No. 3 Kel. Malaka, Jatinegara - Jakarta Timur - Tel. (021) 862 3323 • Jl. Salihara No. 13 RT. 014/003 Pasar Minggu - Jakarta Selatan 12520 - Tel. (021) 788 44732 • Jl. Danau Toba No. 143 Bendungan Hilir, Tanah Abang - Jakarta Pusat - Tel. (021) 4464 0666 • Jl. Jagakarsa Raya No. 3 Jagakarsa - Jakarta Selatan - (021) 7120 7733 • Jl. Peta Utara RT. 001/006 Pegadungan, Kali Deres - Jakarta Barat - (021) 2940 5404 • Jl. Lapan No. 1 Pekayon, Pasar Rebo - Jakarta Timur - (021) 3787 9121 • Jl. Pojok Utara II No. 45 Cimahi - Jawa Barat - Tel (022) 663 0106, 665 4433 • Jl. Gede Bage No. 119 - Kompleks Arisandi, Gede Bage, Bandung - Jawa Barat - (022) 9236 7472 • Jl. Raya Lembang No. 188A Bandung - Jawa Barat - (022) 2784 546 • Jl. Sukasari I No. 29 Bogor - Jawa Barat - (0251) 8322 668 • Jl. S. Parman No. 54 Gn. Sari Ulu, Balikpapan - Kalimantan Timur - Tel. (0542) 566 1720 info@mizanamanah.org w w w. m i z a n a m a n a h . o r g
  3. 3. Salam Kami... Assalamu'alaikum Wr Wb... Alhamdulillahirobbil ‘alamiin, segala puja dan puji ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita kesehatan, kesempatan, dan ilmu yang bermanfaat agar kita dapat bekerja, berkarya, dan beribadah hanya kepadaNya. Shalawat dan salam kita persembahkan kepada Rasulullah, uswatun hasanah kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya, juga kepada kita semua sebagai umatnya hingga akhir masa. Hari istimewa umat Islam, Hari Idul Adha atau juga disebut dengan Idul Qurban mulai menghampiri kita. Seiring dengan itu, aktifitas kami sebagai lembaga pengemban amanat umat terdepan, mulai bersiap melayani masyarakat akan penyediaan hewan qurban yang halal dan sesuai syariah. Masyarakat sudah bisa bekerjasama dengan kami untuk melaksanakan ibadah qurban, sesuai ajaran Islam yang diriwayatkan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan anaknya , Nabi Ismail AS. Komitmen bantuan qurban yang kami laksanakan tiap tahun, insya Allah, selalu menghadirkan keistimewaan tersendiri. Untuk tahun 2013 ini, penyaluran (distribusi) hewan qurban, akan menyentuh lokasi-lokasi pelosok di Indonesia. Lokasi yang kami anggap, lebih membutuhkan bantuan. Antara lain, desa Mpuri di Bima, NTB. Kemudian desa Kandea di pedalaman Makassar, Sulawesi Selatan. Dan masih banyak lagi. Di majalah GENERASI edisi bulan Oktober ini, tentunya, kami menampilkan bahasan utama tentang Hari Raya Idul Adha. Bagaimana sejarahnya, hingga makna dari hari agung tersebut, semuanya diulas tuntas di edisi kali ini. Simak juga wawancara eksklusif kami dengan Prof. Dr. Ir. Zuhal, MSc, EE. Eks Menristek dan kini Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, yang sudah tak asing lagi. Selamat menikmati... Dede Sutisna RESENSI 18 ISLAMIC PARENTING POTRET 22 EDU NEWS 32 INFO CSR 30 INFO NIAGA 36 ANJANGSANA 38 KOLOM PAKAR 40 INTERMEZZO 45 TAUSYIAH 46 20 SISIPAN INFO MIZAN AMANAH MEDIA SILATURAHMI MIZAN AMANAH Pemimpin Redaksi Penerbit : Mizan Amanah - Yatim & Dhuafa Jl. Kesehatan Raya No. 16 Bintaro Jakarta Selatan T. 021 7388 6407 ISSN 4 : 2337 - 3555 Redaksi menerima sumbangan/kontribusi berupa artikel yang bersifat inspiratif, edukatif dan sesuai dengan rubrikasi dan profil pembaca majalah Sahabat Mizan Amanah. Artikel ditulis dengan panjang 2 (dua) halaman Microsot Word (font: Times New Roman, size: 10 pt, leading: 1,5). Artikel dilengkapi dengan ilustrasi foto/gambar (300 dpi, ukuran 1:1 atau lebih). Artikel dan foto/gambar yang dimuat akan memperoleh honorarium. Artikel dan foto/gambar dapat dikirim ke: redaksi.sahabat.mizanamanah@gmail.com. Isi di Luar Tanggungjawab Percetakan
  4. 4. Hal. 8 Prof. Dr. Ir. Zuhal, M.Sc, E.E. Ciptakan Pendidikan dengan Sistem dan Ekosistem Yang Baik Bersyukur, karena sudah ada kemauan Pemerintah untuk memperbaiki dunia pendidikan di Indonesia dengan mengalokasikan bujet APBN sebesar 20%, namun ternyata masih banyak lagi masalah yang ada di dunia pendidikan di Indonesia. Menurut Profesor Zuhal, apa saja sistem dan ekosistem pendidikan yang harus dikembangkan di Indonesia? Simak ulasannya di rubrik SOSOK kali ini. Hal. 38 Masjid Lautze Masjid Oriental Yang Banyak Mencetak Mualaf Hal. 20 ISLAMIC PARENTING Berbakti : Kewajiban Setiap Anak Pada Orangtua Bulan ini, bulan istimewa. Banyak keutamaan dalam bulan ini dengan kehadiran Hari Raya ‘Idul Adha. Pada hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Tak sedikit dari kita bertanya, seperti apa keutamaannya? Ikuti paparannya di rubrik FOKUS edisi kali ini. Halaman 12 Hal. 28 Mengenang Habib Munzir Al Musawa Innalillahi Wa inna ilaihi raji'un... Habib Munzir bin Fuad Al Musawa telah meninggalkan kita semua. Tepatnya pada hari Minggu (15/9/2013). Pimpinan Majelis Rasulullah ini menghembuskan nafas terakhir pada pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Habib Munzir menghadap sang Ilahi pada usia 40 tahun. Bagaimana curahan hati beliau, keteguhan beliau dalam berdakwah, dan kesaksian kakak kandungnya, Habib Nabil Al Musawa, tentang kecintaan luar biasa almarhum pada Rasulullah SAW, semuanya dikupas di edisi kali ini. Oktober 2013 5
  5. 5. Surat Pembaca Setuju Ustadz Bachtiar Nasir Salut Sekolah Peradaban Al Kamil-nya Mizan Amanah Assalamualaikum Wr Wb... Salut buat majalah Generasi. Semakin lama semakin keren. Apalagi sudah bisa mewawancarai ustadz favorit saya, ustadz Bachtiar Nasir. Beliau memang concern membangun peradaban dan pendidikan Islam di Indonesia, yang mulai tercemari oleh nilai-nilai liberal dan komersialisasi. Semoga kiprah Ust. Bachtiar Nasir bersama MIUMI dan lembaga-lembaga Islam Indonesia lainnya, selalu dilindungi dan diberkati oleh Allah SWT. Aamiin... Assalamualaikum Wr Wb... Salut untuk Mizan Amanah yang mampu menyelenggarakan pendidikan gratis di Sekolah Peradaban Al Kamil. Bangga juga, di Cianjur sudah ada lembaga pendidikan yang bagus buat anak yatim dan dhuafa. Maju terus ya Mizan Amanah. Semoga Allah SWT meridhoi kalian. Amien... KELIEK RUS Mampang, Jakarta Selatan INDA HESTI Cianjur, Jawa Barat Waalaikumussalam pak Keliek Rus... Kami pun mendukung segala hal yang dapat membuat Islam lebih berkembang dan lebih mampu berbuat untuk kemajuan bangsa Indonesia. Jangan lupa simak tausyiah Ustadz Bachtiar Nasir, mulai edisi ini. Terima kasih atas perhatiannya. Waalaikumussalam mbak Inda Hesti... Kami juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, atas dukungan dan kepeduliannya pada kami. Sukses buat mbak Inda Hesti dan para sahabat Mizan Amanah di Cianjur. Tanya Penulis Assalamualaikum GENERASI... Tulisan saudara Jaha Nababan sangat inspiratif. Ternyata dunia pendidikan di Indonesia cukup memprihatinkan. Di dunia global borderless seperti ini, dunia pendidikan di Indonesia harus segera berbenah, agar makin banyak lagi kesempatan bagi anak bangsa berkiprah di dunia internasional. Bagaimana caranya saya bisa menghubungi penulis? TOGI S Jakarta Waalaikumussalam pak Togi... Memang demikian. Semoga dunia pendidikan Indonesia bisa selekasnya berbenah. Agar kualitas anak bangsa makin diakui di tingkat internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan tetap cinta Indonesia. Anda bisa menghubungi penulis via email ke redaksi kami. Terima kasih atas perhatiannya. 6 Ralat Assalamualaikum Wr Wb majalah GENERASI... Bersama surat ini saya hanya ingin mengkoreksi sedikit adanya kesalahan ketik. Di edisi September 2013, halaman awal sisipan ‘Info Mizan Amanah’, tertulis Agustus 2013, padahal itu sudah bulan September 2013. Jangan salah ketik lagi yach :). Terima Kasih sudah dimuat surat saya. WULANDARI whulanxxxx@yahoo.com Waalaikumussalam, mbak Wulandari... Banyak terima kasih atas perhatiannya. Dengan demikian, bersama surat ini, ralat sudah dilakukan dan kesalahan sudah diperbaiki. Surat Pembaca dapat dikirim via eMail ke: redaksi.sahabat.mizanamanah@gmail.com, atau ke alamat Redaksi : Jl. Duren Tiga No. 27 Pancoran - Jakarta Selatan 12760
  6. 6. Bersekolah di sekolah yang baik dan layak adalah dambaan setiap anak, tak terkecuali anak-anak yatim dan anak dhuafa yang ada di sekeliling kita. Mizan Amanah berencana untuk membangun sebuah sekolah khusus yang dinamakan Orphan Smart Building yaitu Pusat Pendidikan dan Kemandirian Anak Yatim. Lokasi pembangunan tepatnya di kawasan Bintaro, yang saat ini menjadi asrama anak yatim dan dhuafa Mizan Amanah. Gedung ini akan didukung oleh berbagai fasilitas layak yang menunjang pendidikan dan ketrampilan anak. Salurkan Kepedulian Wakaf Anda Melalui Rekening Kantor Pusat BCA Bank Muamalat : 139 300 0001 : 1010 038 415 3000 000 000 Bank Mandiri : 128 000 623 5151 Bank Mandiri Syariah : 727 575 7472 Jl. Kesehatan Raya No. 16 Bintaro - Jakarta Selatan T. (021) 7388 6407 www.mizanamanah.org
  7. 7. Sosok Prof. Dr. Ir. Zuhal, MSc. E.E. Ciptakan Pendidikan dengan Sistem dan Ekosistem Yang Baik enyebut nama Prof. Dr. Ir. Zuhal, MSc, E.E., (Profesor Zuhal) yang biasanya tersirat dan terungkap adalah segala hal yang berkaitan dengan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Dunia riset dan penelitian teknologi memang sangat melekat pada pria ramah dan bersahaja ini. Pada era 80-an sejumlah riset dan penelitian yang dilakukannya tak sekedar mendapat perhatian, tapi juga pengakuan. Sebut saja, karya penelitiannya pada tahun 1982 - 1985 di Stanford Research Institute dan Tsukuba Research Institute (University of Tokyo), saat ia melakukan penelitian Mathematical Modeling di bidang Optimasi Multiobjektif Pengembangan Sistem Pembangkit Tenaga Listrik. Kemudian, pada tahun 1985 - 1988, ia menghasilkan karya fenomenal bernama Zopplan (Zuhal Optimum Planning) berupa Software untuk M optimasi Sistem Pembangkit Tenaga Listrik yang digunakan oleh World Bank untuk Energy Pricing Policy Study (EPPS). Kemampuan dan kecerdasan dirinya menjadikan seorang Zuhal menempati beragam posisi penting di negeri ini. Di bidang Riset dan Pengembangan Teknologi, ia pernah menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) dan Ketua Dewan Riset Nasional (DRN). Di bidang korporat, ia pernah bertugas menjadi Direktur Utama (CEO) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Puncaknya, saat reformasi mulai digulirkan pada tahun 1998, Profesor Zuhal, yang sebelumnya Direktur Utama PLN diangkat Presiden Baharuddin Jusuf Habibie sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia, menggantikan Rahardi Ramelan. Dengan pengalamannya berkiprah di ranah akademis dan pemerintahan itu, Profesor Zuhal merupakan salah seorang pendorong kuat terwujudnya Sistem Inovasi Nasional (SINAS) di Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) dan juga sebagai Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN). Majalah GENERASI berkesempatan untuk menemui dan berbincang dengan Profesor Zuhal, terutama terkait dunia pendidikan. Menurutnya, sejak Indonesia merdeka sudah banyak yang dilakukan. Namun, dalam kondisi kekinian, masih banyak yang harus dibenahi. “Menurut saya, dalam era globalisasi seperti sekarang, kemajuan (pendidikan) kita diukur dengan yang lain (negara lain di sekitar Indonesia). Ada kelihatan jelas di sini, bahwa pendidikan kita ini masih belum terlalu mempunyai daya saing dibandingkan dengan negaranegara lain,” bukanya. “Sebetulnya dari sisi SDM, SDM-SDM kita kemampuannya baik-baik. Banyak SDM kita seperti dosen-dosen yang pintar dipakai di negara jiran atau tetangga seperti Malaysia. Bahkan, dengan bantuan tenaga Oktober 2013 9
  8. 8. Sosok FOTO-FOTO : DEBO dosen dan peneliti dari Indonesia, Malaysia memiliki perguruan tinggi yang memiliki peningkatan lebih tinggi daripada perguruan tinggi di Indonesia. Jadi, kelemahan kita itu di dalam sitem dan ekosistem yang membentuk pendidikan tinggi tersebut. Misalnya, kita kurang memberikan perhatian kepada kemampuan dosen-dosen karena umumnya perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kemampuan penelitiannya. Penelitian-penelitian kita kurang mendapat kesempatan. Paper-paper peneliti kita kurang bisa dibawa ke forum internasional, bukan karen SDM kita yang kurang mampu, tapi, misalnya untuk ikut seminar di luar negeri tidak ada anggaran. Jadi, akhirnya Malaysia yang memanfaatkan kesempatan itu dan menggunakan tenaga-tenaga ahli kita. Reformasi Pendidikan Selain itu, Profesor Zuhal pun menyoroti soal kurikulum. Menurutnya, kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini belum memberikan dorongan bagi tumbuhnya kreatifitas. “Proses belajar mengajar masih menggunakan cara lama,” tuturnya. “Dosen aktif di papan tulis, mahasiswa menyalin terus pulang. Hal ini tidak membuat yang kita sebut Standard Education System,” tambahnya. Sejatinya, Profesor Zuhal menekankan perlunya reformasi pendidikan. “Yang kita lihat ubah kurikulum. Ganti menteri, ganti 10 kurikulum. Itu saja,” katanya. Profesor Zuhal menambahkan, di China, pemerintah mendorong ada inovasi dalam kreativitas, dan itu dipicu oleh pemikiran-pemikiran berbasis ilmu-limu eksakta seperti matematika dan fisika. Pemerintah membuat sistem pendidikan bidang IPA, ini sangat strategis karena memakai kreatifitas, dan langsung diterapkan ke dosen-dosen muda yang diterjunkan ke SMA. Itu salah satunya yang membuat perubahan dalam sistem pendidikan di China. “Dulu itu, mereka iri dengan Indonesia. Tahun 7080an, Indonesia dikenal sebagai macan Asia, kita dianggap lebih unggul,” katanya lebih lanjut. Namun, Profesor Zuhal pun mengakui ada perbaikan yang telah diupayakan terkait sistem pendidikan di Indonesia. “Kita juga patut mensyukuri adanya kemajuan berupa adanya kemauan pemerintah untuk meningkatkan anggaran hingga 20% bagi sektor pendidikan. Tapi, itu saja tak cukup. Profesor Zuhal menekankan kembali perlunya perubahan ekosistem dan metode pendidikan sehingga anggaran yang diserap tidak didominasi ke gaji pegawai, tetapi lebih ke perbaikan mutu pendidikan dan memang perlu pemikiran bersama. Dalam skala lebih kecil, Profesor Zuhal mencontohkan Universitas Al Azhar Indonesia. “Di Universitas Al Azhar Indonesia, kita buat sesuatu yang disebut Enterprise University. Pilarnya ada tiga. Excellent Education (pendidikan bermutu). Equity Value System, standar nilai-nilainya itu harus jelas. Universitas itu tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mentransfer human value. Equity Value System pun sesuai ajaran Islam yang ‘rahmatan lil alamin’. Adil tak membeda-bedakan. Semua manusia harus menikmati pendidikan. Karena itu meskipun di Al Azhar ini berbasis Islam, kita memberi beasiswa kepada pihak agama lain yang kurang mampu,” jelasnya. Profesor Zuhal pun menyebut mahasiswa non-muslim yang berpestasi dan mendapat beasiswa dan kini diterima di sebuah universitas terkemuka di Australia. Sejatinya, pendidikan itu harus menghasilkan manusiamanusia yang mempunyai nilai-nilai adil. Adapun pilar ketiga, menurut Profesor Zuhal adalah Enterprise. “Enterprise menjadi roh dari pilar pendidikan di Al Azhar. Al Azhar merupakan universitas yang tidak mendapat subsidi dari pemerintah dan tidak disubsidi oleh Yayasan Al Azhar. Kita berdiri sendiri karena semangat enterprise itu. Ada 22 perusahaan yang memberikan bantuan atau sumbangan yang bukan CSR. Mereka percaya, karena kita membangun trust,” paparnya. Saat ini, Al Azhar terus mendapat perhatian dan pengakuan internasional. Beberapa kunjungan pejabat penting dari negara besar pun tak jarang dilakukan ke Universitas Al Azhar Indonesia, misalnya, PM Inggris, PM China, dan pejabat lainnya.
  9. 9. Sosok Profesor Zuhal dan KIN (Komite Inovasi Nasional) KOMITE Inovasi Nasional atau disingkat dengan KIN adalah sebuah organisasi non-struktural dan independen yang dibentuk oleh Presiden dengan pertimbangan bahwa kebijakan inovasi nasional di Indonesia perlu dilaksanakan secara terencana, terpadu, terintegrasi, dan terkoordinasi dalam satu kesatuan Sistem Inovasi Nasional guna meningkatkan produktivitas nasional dan mempercepat pertumbuhan ekonomi bangsa. Bahwa dalam rangka implementasi pelaksanaan sistem inovasi nasional secara efektif dan efisien, perlu dilakukan melalui institusi yang efektif dan berhasil-guna baik dari sisi legalitas maupun otoritas. Dengan pertimbangan tersebut, lembaga yang memiliki visi resmi meningkatkan produktivitas Indonesia melalui inovasi ini dibentuk pada tanggal 20 Mei 2010 dan disahkan dalam Peraturan Presiden atau Perpres Nomor 32 Tahun 2010. Komite ini memiliki misi meningkatkan jumlah HaKI dari penelitian dan industri yang langsung berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, meningkatkan jumlah-jumlah produk unggulan dan nilai tambah industri dari berbagai daerah. Kemudian, meningkatkan infrastruktur berstandar internasiona, mencapai swasembada pangan, obat-obatan, energi, dan air bersih yg berkesinambungan. Lalu, mencapai swasembada produk dan sistem industri pertahanan, transportasi dan ICT, dilanjutkan dengan meningkatkan ekspor produk industri kreatif menjadi dua kali lipat, dan mencapai pertumbuhan ekonomi yg berkesinambungan, kemakmuran yg merata, dan memperkokoh NKRI. Tugas Utama KIN Dengan pertimbangan, visi dan visinya, KIN memiliki tugas utama yakni Profesor Zuhal dan Pendidikan Usia Dini SELAIN mengungkapkan pendidikan secara umum dan pendidikan di Al Azhar, Profesor Zuhal pun menyoroti pendidikan Islam, terutama pendidikan usia dini. Menurutnya, pendidikan usia dini tersebut sangat penting. “Karena di situlah kita meletakkan dasardasar untuk SDM masa depan. Bahkan, di Al Azhar membuka Program Khusus Usia Dini di bawah Fakultas Psikologi,” ungkapnya. Profesor Zuhal menambahkan, bahwa kita harus menerapkan metodelogi mutakhir yang tidak melupakan dasardasar Islam yang kita jadikan landasan untuk membina anak-anak. “Pendidikan itu tonggaknya tiga. Pertama, pendidikan intelektual. Kedua, pendidikan bersifat afektif, yakni lebih kepada rasa, emosi. Ketiga, pendidikan bersifat keterampilan psikomotor yang sering kita sebut KSA (Knowledge, Skill, dan Attitude). Artinya, kita tidak sekedar menghasilkan manusia-manusia pintar, tetapi juga manusia yang bersikap baik,” ungkapnya. memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam penetapan kebijakan dan program Penguatan Sistem Inovasi Nasional berdasarkan analisis sosio-politiktekno-ekonomi secara ilmiah untuk membawa Indonesia yang berdaya saing tinggi, mandiri dan sejahtera. Artinya, KIN adalah BUKAN Penentu Kebijakan Riset & Pengembangan, BUKAN Penyandang Dana Riset, dan BUKAN Pelaksana Kegiatan Riset & Pengembangan. Sejatinya, menurut Profesor Zuhal sebagai Ketua KIN, KIN diharapkan dapat memacu inovasi dengan:memberikan rekomendasi kepada Presiden, tentang kebijakan inovasi dengan prinsip out-ofthe-box, but within the system; memperkuat kerja sama inter-sektoral antara aktor-aktor inovasi. Memacu kerja sama triple helix menjadi lebih efektif, efisien dan produktif; serta memonitor implementasi kebijakan Pemerintah tentang inovasi. BIODATA Nama : Prof. Dr. Ir. Zuhal, MSc, E.E. Tempat/Tanggal Lahir : Cirebon, Jawa Barat, 5 Mei 1941 Jabatan : • Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) • Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) • Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia (23 Mei 1998 – 26 Oktober 1999) Penghargaan - Satya Lencana Pembangunan (1995) - Satya Lencana Pembangunan (1996) - Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun (1996) - Bintang Mahaputra Adipradana (1999) - The Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star (Pemerintah Jepang, 2008) - Ganesa Prajamanggala Bhakti Adiutama (ITB, 2009) - Lifetime Achievement Award (PII, 2009) - Doctor Honoris Causa (Dr (HC)) dari Tokyo Denki University, Japan (2011) Penulisan Buku - Dasar Teknik Listrik dan Elektronika Daya (Penerbit GRAMEDIA, Cetakan Ke-3, 1993) - Dasar Teknik Listrik (Penerbit ITB, Cetakan Ke-4, 1991) - Ketenagalistrikan Indonesia (Penerbit GANECA, 1995) - Visi IPTEK Memasuki Milenium III (Penerbit UI Press, 2000) - Prinsip Dasar Elektroteknik (Penerbit GRAMEDIA, 2004) - Kekuatan Daya Saing Indonesia (Penerbit Buku KOMPAS, 2008) - Knowledge and Innovation (Gramedia Pustaka Utama, 2010) - Gelombang Ekonomi Inovasi - Kesiapan Indonesia Berselancar Di Era Ekonomi Baru (Gramedia Pustaka Utama, 2013) Oktober 2013 11
  10. 10. Fokus QURBAN Ciri Keislaman dari Seseorang malangkab.go.id 12
  11. 11. Fokus da beberapa keutamaan terkait qurban. Namun, sebelum menjelaskan keutamaan-keutamaannya, tak ada salah kiranya untuk menyimak kronologi peristiwa yang melatarbelakangi Hari Raya Qurban yang diabadikan dalam Al Qur’an, tepatnya, dalam surat Ash-Shafaat, Ayat 100-111: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang Termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri Dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang. Kemudian, (yaitu) “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hambahamba Kami yang beriman.” Dari kronologi peristiwa ini, jelas tersirat dan tersurat bahwa Allah SWT berkenan membalas pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang telah berserah diri memenuhi perintah Allah SWT dan peristiwa ini senantiasa didengungkan tatkala Idul Adha tiba mengiringi ibadah qurban. Tak diragukan lagi, berqurban menjadi ibadah pada Allah dan pendekatan diri pada-Nya, dan juga dalam rangka mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW. Kaum muslimin sesudah Rasulullah SAW melestarikan ibadah mulia yang merupakan bagian dari syari’at Islam. Menurut mayoritas ulama, hukumnya adalah sunnah muakkad A Bulan ini, bulan istimewa. Banyak keutamaan dalam bulan ini dengan kehadiran Hari Raya ‘Idul Adha. Pada hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurban. Tak sedikit dari kita bertanya, seperti apa keutamaannya? (yang amat dianjurkan). Ibadah ini pun melahirkan banyak keutamaan. Keutamaannya meliputi. 1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?”. Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?”. Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) 2. Berqurban adalah ciri keislaman seseorang Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). 3. Ibadah qurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah SWT Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduktanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah —sebagai qurban— di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi). 4. Berqurban membawa misi kepedulian pada sesama dan dapat menggembirakan kaum dhuafa “Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” (HR. Muslim). 5. Berkurban, ibadah yang paling utama “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS. Al Kautsar : 2) Rasulullah SAW juga menegaskan: “Ibadah Oktober 2013 13
  12. 12. Fokus harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat.” 6. Berqurban adalah sebagian dari syiar agama Islam “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS. Al Hajj : 34). 7. Mengenang ujian kecintaan dari Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT Dengan beragam keutamaan tersebut, peristiwa qurban pun memiliki beberapa hikmah. Di antaranya: 1. Bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan. 3. Ibadah qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban. Ibnul Qayyim berkata, “Penyembelihan yang dilakukan di waktu mulia lebih afdhol daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut. Oleh karenanya jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tamattu’ dan qiron meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan udhiyah.” Dengan beragam keutamaan dan hikmah, tepatlah bila kita berqurban di tahun ini, dan tentunya di tahun-tahun berikutnya. AS - dari berbagai sumber Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban) HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi aqiqahcatering.co.id 2. Agar setiap mukmin mengingat kesabaran Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, yang membuahkan ketaatan pada Allah SWT dan kecintaan pada-Nya lebih dari cinta pada diri sendiri dan anak. Pengorbanan seperti inilah yang menyebabkan lepasnya cobaan sehingga Ismail pun berubah menjadi seekor domba. Jika setiap mukmin mengingat kisah ini, seharusnya mereka mencontoh dalam bersabar ketika melakukan ketaatan pada Allah SWT dan seharusnya setiap mukmin mendahulukan kecintaannya kepada Allah SWT daripada memperturutkan hawa nafsu dan syahwatnya. 14
  13. 13. Fokus Rasulullah SAW dan Kisah Seratus Ekor Unta ADA satu kisah yang menarik dari Rasulullah SAW sehingga beliau menyatakan dirinya sebagai anak dua sembelihan. Kisahnya, ketika Abdullah bin Abdul Muthalib belum dilahirkan. Ayahnya, Abdul Muthalib, pernah bernazar bahwa, jika anaknya laki-laki sudah berjumlah sepuluh orang, salah seorang di antara mereka akan dijadikan qurban. Setelah istri Abdul Muthalib melahirkan lagi anak laki-laki, genaplah anak laki-lakinya sepuluh orang. Anak laki-laki yang kesepuluh itu tidaklah diberi nama dengan nama-nama yang biasa, tapi diberi nama dengan nama yang arti dan maksudnya berlainan sekali, yaitu dengan nama “Abdullah”, yang artinya “Hamba Allah”. Selanjutnya setelah Abdullah berumur beberapa tahun, ayahnya, Abdul Muthalib, belum juga menyempurnakan nazarnya. Pada suatu hari dia mendapat tanda-tanda yang menyuruhnya supaya menyempurnakan nazarnya. Oleh sebab itu, bulatlah keinginannya agar salah seorang di antara anak laki-lakinya dijadikan qurban dengan cara disembelih. Sebelum pengurbanan itu dilaksanakan, dia lebih dulu mengumpulkan semua anak laki-lakinya dan mengadakan undian. Pada saat itu undian jatuh pada diri Abdullah, padahal Abdullah adalah anak yang paling muda, yang paling bagus wajahnya dan yang paling disayangi dan dicintai. Tetapi apa boleh buat, kenyataannya undian jatuh padanya, dan itu harus dilaksanakan. Seketika tersiar kabar di seluruh kota Makkah bahwa Abdul Mutthalib hendak mengurbankan anaknya yang paling muda. Maka datanglah seorang kepala agama, penjaga Ka’bah, menemui Abdul Mutthalib, untuk menghalang-halangi apa yang akan diperbuat Abdul Mutthalib. Kepala agama itu memperingatkan untuk tidak melakukan perbuatan tersebut. Jika hal itu sampai dilaksanakan, sudah tentu kelak akan dicontoh oleh orang banyak, karena Abdul Muthalib adalah seorang wali negeri pada masa itu dan dia mempunyai famouswonders.com pengaruh yang sangat besar di kota Makkah. Oleh sebab itu, apa yang akan dilakukannya tentu akan menjadi panutan bagi warga lain. Si pemuka agama ini mengusulkan agar nazar tersebut diganti dengan menyembelih seratus ekor unta. Berhubung kepala agama penjaga Masjidil Haram telah memperkenankan bahwa nazar Abdul Muthalib cukup ditebus dengan seratus ekor unta, disembelihlah oleh Abdul Muthallib seratus ekor unta di muka Ka’bah. Dengan demikian Abdullah urung jadi qurban. Karena peristiwa itu pada waktu Nabi SAW telah beberapa tahun lamanya menjadi utusan Allah, Rasulullah pernah bersabda (yang artinya), “Aku anak laki-laki dari dua orang yang disembelih.” Maksud Rasulullah, beliau adalah keturunan dari Nabi Ismail AS, yang juga akan disembelih tapi lalu diganti Allah dengan qibas, dan anak Abdullah, yang juga akan disembelih tapi kemudian diganti dengan seratus ekor unta. Oktober 2013 15
  14. 14. Fokus Qurban : Sudah Ada Sejak Zaman Nabi Adam AS PENGERTIAN qurban secara terminologi syara’ tidak ada perbedaan, yaitu hewan yang khusus disembelih pada saat Hari Raya Qurban (’Idul Adha 10 Dzulhijjah) dan harihari tasyriq (11,12, dan 13 Dzulhijjah) sebagai upaya untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Dalam Islam, qurban disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Saat itu Rasulullah keluar menuju masjid untuk melaksanakan shalat ‘Idul Adha dan membaca khutbah ‘Id. Setelah itu beliau berqurban dua ekor kambing yang bertanduk dan berbulu putih. Tradisi qurban sebetulnya telah menjadi kebiasaan umat-umat terdahulu, hanya saja prosesi dan ketentuannya tidak sama persis dengan yang ada dalam syariat Islam, syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Allah SWT befirman: “Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu (Muhammad) dalam urusan syariat ini. Dan serulah kepada agama Tuhanmu, sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.” (QS. AI Hajj: 67). Bahkan qurban telah menjadi salah satu ritual dalam sejarah pertama manusia. Seperti dikisahkan dengan jelas dalam AI Qur’an surah Al Maidah ayat 27 mengenai prosesi qurban yang dilakukan oleh kedua putra Nabi Adam AS, qurban diselenggarakan tiada lain sebagai refleksi syukur hamba atas segala nikmat yang dianugerahkan Tuhannya, di samping sebagai upaya mendekatkan diri ke hadirat-Nya. Keutamaan 10 hari Pertama di Bulan Dzulhijah IBNU Abbas Radhiallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Tiada amal ibadah di hari apapun yang lebih utama dari 10 hari ini.” Mereka bertanya, “Tidak pula jihad? Rasulullah bersabda: “Tidak pula jihad, kecuali seseorang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Al-Bukhari). Ibadah yang dianjurkan pada hari-hari pertama Dzulhijjah tersebut adalah: Shalat Disunnahkan berangkat lebih awal menuju (jamaah) shalat fardhu. Memperbanyak shalat sunnah, karena hal itu merupakan sarana pendekatan yang paling utama. Sahabat Tsauban Radhiallaahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Hendaklah kalian memperbanyak sujud kepada Allah. Karena sesungguhnya 16 tidaklah kalian sujud sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat kalian semua kepadaNya dengan sujud itu satu derajat dan menggugurkan dengannya dari kalian satu dosa.” (HR. Muslim). learninghabit.wordpress.com Puasa Diriwayatkan dari sahabat Hunaidhan bin Khalid dari istrinya dari sebagian istri Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada 9 Dzulhijjah...” (HR. Ahmad, Abu Daud dan An-Nasa’i). Imam An-Nawawi berkata tentang puasa di hari-hari sepuluh (awal) Dzulhijjah: “Sesungguhnya ia amat dianjurkan takbir, tahlil dan tahmid; sebagaimana telah dinukil dari hadits Ibnu Umar RA di atas: “Maka perbanyaklah tahlil, takbir dan tahmid”. Imam Al Bukhari Rahimahullah berkata: “Ibnu Umar RA dan Abu Hurairah RA keluar ke pasar sambil mengumandang-kan takbir dan orang-orang membaca takbir karena takbir beliau berdua.” Al Bukhari juga mengatakan, “Ibnu Umar RA bertakbir di kubah beliau di Mina sehingga jamaah masjid bertakbir mengumandangkannya dan bertakbir semua, penghuni pasar-pasar bertakbir sehingga Mina merata dengan gema takbir”. Ibnu Umar RA juga bertakbir di Mina di hari-hari itu, usai shalat fardhu, di atas kudanya, dalam tenda, di waktu duduk dan berjalannya, di hari itu seluruhnya disunnahkan mengeraskan takbir karena Umar, putranya dan Abu Hurairah melakukan demikian. Puasa pada hari Arafah Bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji sangat dianjurkan berpuasa hari Arafah karena Rasulullah SAW bersabda tentang puasa Arafah ini: “Yaitu menjadi jaminan Allah untuk menghapus (dosadosa hamba) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim).
  15. 15. Fokus Adab dan Hukum Idul Adha DOK. MIZAN AMANAH Takbir Disyariatkan bertakbir mulai Shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) sampai pada waktu Ashar di akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah). Disunnahkan bagi kaum pria meninggikan suaranya di masjid-masjid pasar, rumah, juga setiap usai shalat wajib sebagai bukti mengagungkan Allah dan menampakkan ibadah dan syukur kepadaNya. Rasulullah SAW tidak makan sampai kembali dari shalat kemudian makan dari daging qurban. Pergi ke tempat shalat ‘Id dengan berjalan kaki selagi tidak menyusahkan. Menurut sunnah, shalat hari Raya adalah dilaksanakan di tanah lapang kecuali ada halangan, seperti hujan maka dilaksanakan di dalam masjid seperti yang dilakukan Rasulullah SAW. Menyembelih Qurban Dilaksanakan setelah shalat hari raya, karena Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka hendaklah mengulangi berikutnya dan siapa belum menyembelih hendaklah menyembelih.” (HR. Al Bukhari). Waktu menyembelih adalah 4 hari, yaitu hari Idul Adha dan 3 hari Tasyrik (tanggal: 11, 12 dan 13) sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Seluruh hari Tasyrik adalah hari-hari menyembelih” (Silsilah Hadits Shahih No. 2476). Mandi dan Menggunakan Minyak Wangi Bagi Kaum Lelaki Berpakaian yang paling bagus tanpa berlebihan maupun terlalu panjang, tidak mencukur jenggot, karena hukumnya haram. Sedangkan bagi kaum perempuan disyariatkan keluar ke tempat shalat tanpa pakaian mewah dan tanpa minyak wangi. Jangan sampai dalam shalat yang tujuannya berbuat ketaatan kepada Allah, mereka malah memakai pakaian yang menentang-Nya, seperti pakaian mewah, membuka aurat dan wewangian di depan lelaki. Makan Daging Qurban Shalat Bersama Kaum Muslimin Lalu mendengarkan khutbah. Berdasarkan firman Allah SWT yang artinya: “Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar:2). Shalat ‘Id tidak boleh ditinggal kecuali karena udzur. Menurut syariat, kaum wanita diperintahkan mendatangi juga, termasuk wanita yang sedang haid, juga orang tua, namun posisi wanita yang haid menjauh dari tempat shalat. Melewati jalan yang berbeda Disunnahkan bagi Anda berangkat ke masjid atau ke tempat shalat di lapangan, pada hari raya, melewati satu jalan dan pulang lewat jalan yang lain, karena Rasulullah SAW melaksanakan demikian. Mengucapkan selamat berhari raya dibolehkan seperti ucapan ‘Taqabalallahu Minna Wa Minkum’, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian. Anjuran Tidak Makan Sebelum Shalat Idul Adha ADA satu anjuran sebelum menunaikan shalat Idul Adha yaitu tidak makan sebelumnya. Karena di hari tersebut kita kaum muslimin yang mampu disunnahkan untuk berqurban. Oleh karenanya, anjuran tersebut diterapkan agar kita nantinya bisa menyantap hasil qurban. Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata, ”Rasulullah SAW biasa berangkat shalat ‘Id pada hari Idul Fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘Id baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad). Oktober 2013 17
  16. 16. Resensi BUKU GELOMBANG EKONOMI INOVASI : KESIAPAN INDONESIA BERSELANCAR DI ERA EKONOMI BARU Pengarang ISBN Terbit Halaman Penerbit Dimensi : : : : : : Prof. Dr. Ir. Zuhal, MSc, EE 978-979-22-9783-6 2013 xxiv + 278 halaman PT Gramedia Pustaka Utama 18 x 24 cm BUKU Gelombang Ekonomi Inovasi ini merupakan buku penutup bagi ‘trilogi inovasi’: Kekuatan Daya Saing Indonesia (2008) dan Knowledge and Innovation: Platform Kekuatan Daya Saing (2010). Buku ketiga ini merupakan respons terhadap tren kian dalamnya pergeseran episentrum inovasi ke benua Asia, sebagai upaya untuk menjawab : Seberapa siapkah kita untuk menangkap peluang tersebut? Apa yang harus dilakukan agar kita segera berparisipasi dalam gelombang ekonomi baru bersama new emerging economies lainnya? Di satu sisi, kita mendapati prediksi dan apresiasi dunia internasional terhadap masa depan ekonomi Indonesia terkesan sangat positif. Tetapi, di sisi lain kita menghadapi fakta suram masih rendahnya kapasitas inovasi negeri ini. Minimnya dana riset, belum mapannya ekosistem inovasi, tidak tersedianya sumber daya manusia yang memadai, dan belum terjalinnya sinergi antara sektor sains dan bisnis, menjadikan faktor-faktor yang membuat ramalan indah perekonomian terbesar abad ke21 terasa ‘masih jauh panggang dari api’. Buku ini dapat dikatakan sebagai rangkuman hasil inovasi teknologi yang pada akhirnya mampu mendorong terjadi perubahan, tidak saja bagi perubahan secara ekonomi s tapi juga perubahan budaya dan tata nilai bagi umat manusia. Meskipun terkesan ‘teknik banget’, gaya bahasa dan penulisan yang disampaikan Prof. Zuhal, yang juga mantan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), ini terasa sangat sederhana dan mudah dicerna bagi siapa saja. Buku ini penuh motivasi yang disajikan dalam bentuk contoh hasil karya inovasi. FILM MALAM SERIBU BULAN Genre : Drama Komedi Rating : Semua Umur Sutradara : Webi Aregawa Pemain : Tora Sudiro, Dhea Imut, Kawakibi Muttaqien, Oka Soemantararedja, Yati Surachman, Lucky Hakim, A Nugraha, Iyus Gumelar, Ruli Ramadhani dan Kayra Miendra. FILM ini menceritakan pergolakan yang terjadi pada manusia tentang keimanan dan kepercayaannya kepada Tuhan. Malam Seribu Bulan berkisah tentang dua orang pemuda bernama Ujang dan Pujono, yang terjerumus ke dunia hitam demi 18 meningkatkan taraf hidup mereka. Mereka sadar kalau hidup itu adalah sebuah pilihan dan keduanya berjanji untuk memulai hidup baru d iluar Jakarta. Untuk mengumpulkan modal usaha, Ujang dan Pujono tetap melakukan dengan cara yang tidak halal serta berjanji akan mengembalikan hasilnya jika sudah sukses nanti. Di luar dugaan, warga di desa asing yang mereka singgahi dipenuhi dengan orangorang baik. Mereka pun mulai berpikir ulang untuk melakukan kejahatan di sana. Film sarat pesan moral ini baik untuk ditonton oleh seluruh keluarga.
  17. 17. Resensi BUKU ABDULLAH BANI’MAH : MENJEMPUT TAKDIR Pengarang ISBN Terbit Halaman Penerbit Dimensi : : : : : : Teuku Chairul Wisal 978-602-8997-67-6 Maret 2013 iv + 250 halaman Republika Penerbit 13.5 x 20.5 cm “BERAPA kali Anda memegang remote TV? Berapa kali Anda memegang ponsel? Berapa kali Anda membuka internet? Berapa kali Anda membuka dan membuka Al Qur’an? Berapa kali Anda berkhianat kepada Allah? Demi Allah, selain Anda ada orang yang berharap bisa membolak-balikkan mushaf Al Qur’an. Ini adalah salah satu harapanku. Semoga Allah tidak menjadikan Anda terhalang dari membaca Al Qur’an. Jangan sampai terjadi pada Anda suatu hari nanti. Anda mengharapkan kebaikan, tetapi Anda tidak dapat melakukannya.” Inilah sebagian nasihat yang disampaikan Ustadz Abdullah Bani’mah yang cukup menggugah hati. Nasihat-nasihat tersebut terangkum dalam buku ‘Abdullah Bani’mah : Menjemput Takdir’ karya Teuku Chairul Wisal. Buku yang berlatar belakang kisah nyata Ustadz Abdullah Bani’mah ini disajikan dengan gaya penulisan novel dan sarat dengan pesan-pesan dakwah yang indah dan bernas. Abdullah Bani’mah merupakan salah seorang ustadz di negeri Saudi Arabia. Terlahir dalam keadaan sehat. Di usianya yang ke-19 tahun, Abdullah Bani’mah mengalami sebuah musibah yang sangat tragis dan fatal yang menyebabkan anggota tubuhnya—mulai dari bahu sampai ujung kaki—lumpuh total. Perjuangan hidup mati selama 4 tahun di rumah sakit harus dilewati dengan rasa sakit yang tiada terperi, lahir dan batin dilukiskan dengan sangat indah dalam buku ini. Keikhlasan dan kerelaannya untuk menerima kejadian tersebut, Abdullah yakini sebagai sebuah takdir dan cara Allah dalam menuntunnya menjadi hamba Allah yang kemudian mendedikasikan seluruh hidupnya di jalan dakwah, meski melalui kursi roda sepanjang hidupnya. Oktober 2013 19
  18. 18. Islamic Parenting Berbakti Pada Orangtua : Kewajiban Setiap Anak Pada Orangtua stratton.d11.org 20
  19. 19. Islamic Parenting pa yang dipaparkan di atas merupakan sebuah cermin bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam telah dan selalu mengingatkan umatnya untuk bersikap baik terhadap orangtua. Lalu, sikap dan cara seperti apa yang bisa ditanamkan kepada seorang anak agar bisa berbakti kepada orangtua. A Pertama Tanamkan pada anak untuk bergaul dengan kedua orangtuanya dengan cara yang baik. Hal yang paling memungkinkan dan bisa menjadi contoh langsung adalah sikap kita sebagai orangtua terhadap orangtua kita sendiri. Kedua Anak diarahkan untuk berkata kepada kedua orangtuanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan berbicara dengan kedua orangtua dan berbicara dengan teman atau dengan orang lain. Berbicaralah dengan perkataan yang mulia kepada kedua orangtua, tidak boleh mengucapkan ‘ah’ apalagi mencemooh dan mencaci maki atau melaknat keduanya karena ini merupakan dosa besar dan bentuk kedurhakaan kepada orangtua. Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk berjihad dengan meninggalkan orangtuanya dalam keadaan menangis, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam berkata, “Kembali dan buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis” HR. Abu Dawud dan Nasa’i Ketiga Tekankan terhadap anak untuk selalu tawadhu’ (rendah hati) dan menjauhi sikap sombong. Kelak apabila sang anak tumbuh dewasa dan sudah meraih sukses atau mempunyai jabatan di dunia, sang anak senantiasa ingat dan paham hal itu semua terjadi karena peran besar kedua orangtuanya. Keempat Ingatkan anak untuk belajar memberikan infaq dan shadaqah kepada kedua orangtua. Dalam surat Al-Baqarah ayat 215, Allah SWT berfirman yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, ‘Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha mengetahui” Artinya, jika sang anak kelak sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orangtuanya. Kedua orangtua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim dan orang-orang yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut yang artinya: Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat. (HR. Bukhari) Kelima Ajari anak agar selalu berdoa untuk kedua orangtuamya. Sebagaimana dalam ayat “Robbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro” (Ya Rabb-ku, ampunilah dosaku dan dosa ayah-ibuku. Kasihanilah mereka, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku di waktu kecil). Seandainya orangtua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid’ah, sang anak harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil berdoa agar mereka ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah SWT. Doa pun senantiasa dipanjatkan bilamana orangtua sudah wafat. Lebih rinci sedikitnya ada enam cara atau amalan yang patut diketahui dan kelak dilakukan seorang anak terhadap kedua orangtuanya yang telah wafat. 1. Mendoakannya. 2. Menshalatkan ketika orangtua meninggal. 3. Selalu memintakan ampun untuk keduanya. 4. Membayarkan hutang-hutangnya. 5. Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syariat. 6. Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya, sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW dari sahabat Abdullah bin Umar RA yang artinya: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturrahmi kepada temanteman bapaknya sesudah bapaknya meninggal.” (HR. Muslim). AS Oktober 2013 21
  20. 20. Hikmah Di Balik Peristiwa Si Dul nak bungsu pasangan musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Ahmad Abdul Qodir Jaelani yang akrab disapa Dul berusia 13 tahun sejak hari ini menjadi buah bibir publik, bukan karena kehebatannya bermain musik seperti orang tuanya, tetapi kecerobohannya yang menyebabkan 7 orang meninggal dunia sia-sia. Dengan usia† yang belum diizinkan secara hukum untuk mengemudi mobil, Dul telah nekad mengendarai mobil sedan Mitsubishi Lancer pada dini hari dengan kecepatan tinggi di jalan tol Jagorawi. Sebagaimana yang disampaikan berbagai media massa, akibat kecepatan yang tinggi dan kehilangan kontrol, mobil si Dul berpindah jalur, menabrak pagar pembatas tol dan terjadilah tabrakan maut dengan mobil yang melaju berlawanan arah dengan mobil si Dul. Kejadian luar biasa ini tentu mengundang reaksi emosional masyarakat karena anak di bawah umur melakukan perbuatan yang tidak patut dicontoh. Komentar yang muncul dari masyarakat kebanyakan mengkritik keras kelakuan A 22 Ahmad Dhani yang tidak bisa mendidik anaknya dengan baik sehingga mengakibatkan kerugian yang tak terkira, yaitu melayangnya nyawa manusia yang kebanyakan menjadi tulang punggung keluarga itu. Kejadian serupa pernah terjadi pada dua orang anak muda, yang orang tuanya juga sangat terpandang di negeri ini. Yang pertama adalah Rasyid Rajasa, putra dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa pada awal Tahun Baru 2013. Rasyid terlibat kecelakaan maut di tol Jagorawi hingga menewaskan dua orang. Rasyid sempat diadili namun kemudian bebas tanpa pernah ditahan. Sedangkan yang kedua adalah Muhammad Dwigusta Cahya (18) pengendara Nissan Juke di tol Purbaleunyi awal April 2013 yang lalu dan bertabrakan dengan Xenia dengan modus mirip si Dul. Dwigusta menyebabkan 5 nyawa melayang sia-sia. Dwigusta adalah anak dari General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, Agus Andriyanto. Saat ini kasus Dwigusta masih dalam proses pengadilan dan yang bersangkutan hanya dikenai tahanan kota. Melihat sepak terjang anak-anak muda dari orang terkenal di Indonesiaóyang orang tuanya mempunyai 'nama besar' sungguh mengiris sanubari, terlebih pihak kepolisian seperti mandul menghadapi kenakalan mereka. Barangkali dengan adanya peristiwa ini, ada hikmah besar yang bisa kita jadikan pelajaran. Teguran Pertama, sebagai teguran awal kepada para orang tua yang berlimpah harta dan punya kedudukan tinggi, bahwa harta dan kedudukan semata tak bisa menjamin kebaikan dan keselamatan seorang anak. Mungkin selama ini banyak yang lupa diri, arogan, merasa bisa memiliki dan melakukan apa saja dengan modal jabatan dan finansialnya. Akhirnya terpaksa Allah SWT ‘menegur’ orang-orang yang lalai dan merasa jumawa tersebut. Manusia sering lupa diri bila telah memiliki segalanya. Padahal bagi Tuhan tak ada sulitnya untuk membalik keadaan, untuk memusnahkan harta, kekayaan, kedudukan, dan kehormatan hanya dalam sekejap. Begitu pula dengan
  21. 21. 123rf mengangkatnya kembali ke posisi terhormat, makmur, dan sejahtera. Sungguh tidak ada kesulitan sama sekali bagiNya. “Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya, dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir:2) Anak, Titipan Allah SWT Anak adalah titipan amanat dari Allah SWT. Setiap orangtua wajib menjaganya, memberikan segala kebaikan bagi bekal kehidupannya kelak. Hikmah selanjutnya, di sisi lain peristiwa ini bisa menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagaimana semestinya memperlakukan anak. Bukti menurunnya derajat perhatian terhadap anak, terutama banyak terjadi di perkotaan. Ketatnya tuntutan hidup di kota seperti Jakarta sering memaksa konsentrasi para orangtua terfokus pada persoalan ekonomi. Akibatnya, banyak anak ‘dilepas’ begitu saja. Kalaupun masih ada perhatian, bentuk sebatas komunikasi jarak jauh, tanpa adanya pengawasan langsung bagaimana keseharian anak, dengan siapa bergaul, apakah rutin belajar, pergi ke masjid untuk belajar agama dan lainnya. Tak heran jika kemudian banyak orangtua merasa kecolongan karena berbagai persoalan seperti terlibat geng motor, tersangkut kasus narkoba, bahkan kriminalitas. Orangtua yang terlalu asyik pekerjaan sering kali mengkompensasi perhatiannya dengan materi. Mereka berpikiran, begitu semua kebutuhan anak, mulai uang sekolah, jajan, dan uang kursus dipenuhi, maka tanggung jawab sebagai orangtua lepas begitu saja. Sebagian orangtua bahkan memberikan anaknya fasilitas berlebihan seperti sepeda motor dan mobil, seperti ditunjukkan Ahmad Dhani kepada Dul. Kita lihat di jalanan, bocahbocah ingusan bercelana biru dan abuabu banyak berseliweran di jalan sambil berboncengan lebih dari dua orang dan tanpa mengenakan helm. Sungguh miris melihatnya. Bagaimana jika bocah yang secara psikologis masih labil dan belum memahami rambu-rambu lalu lintas, lantas mengalami kecelakaan. Akibatnya bukan hanya mengenai orang lain, melainkan juga merugikan diri sendiri dan keluarga, seperti yang dialami si Dul. Pemberian mobil, motor, uang saku berlebih, maupun fasilitas lain di luar kepentingan pendidikan bukanlah bentuk kasih sayang sesungguhnya. Hal itu justru bisa menjerumuskan sang anak kepada budaya konsumtif yang tidak mendidik. Marilah para orangtua kembali kepada tanggungjawab untuk mencetak generasi terbaik bangsa di masa depan. Oktober 2013 23
  22. 22. ADVERTORIAL DOK. MIZAN AMANAH SEKOLAH PERADABAN AL KAMIL Wujudkan Generasi Unggul Berakhlak Islami S yahdan, terbetiklah kabar yang menggemparkan langit dan bumi. Kabar itu berasal dari dunia binatang. Menurut cerita, para binatang besar ingin membuat sekolah untuk para binatang kecil. Mereka, para binatang besar itu, berencana menciptakan sebuah sekolah yang di dalamnya akan diajarkan mata pelajaran memanjat, terbang, berlari, berenang, dan menggali. Anehnya, mereka tidak dapat mengambil kata sepakat tentang pelajaran mana yang paling penting. Akhirnya, mereka memutuskan agar semua murid mengikuti seluruh mata pelajaran yang diajarkan. Setiap murid harus mengikuti pelajaran memanjat, 24 terbang, berlari, berenang, dan menggali. Sekolah pun dibuka dan menerima murid dari berbagai pelosok hutan. Pada saat-saat awal, dikabarkan bahwa sekolah berjalan lancar. Seluruh murid dan pengajar di sekolah itu menikmati segala kebaruan dan keceriaan. Hingga tibalah pada suatu hari yang mengubah keadaan sekolah itu. Salah satu murid bernama kelinci menghadapi masalah besar. Kelinci jelas merupakan binatang yang pandai berlari. Ketika mengikuti pelajaran berenang, kelinci hampir tenggelam. Pengalaman mengikuti pelajaran berenang ternyata mengguncang batinnya. Lantaran sibuk mengurusi pelajaran berenang, kelinci pun tak pernah lagi dapat berlari secepat sebelumnya. Begitu juga si burung elang. Dia berusaha keras mengikuti pelajaran berenang tetapi tetap tidak bisa. Tragisnya lagi, karena sibuk belajar berenang akhirnya dia lupa cara terbang. Ini lantaran mereka dipaksa melakukan hal-hal yang tidak menghargai sifat alami mereka. *** Dongeng di atas dikutip dari pengantar buku Sekolah Para Juara karya Thomas Amstrong (2000). Melihat dongeng di atas tampak bagaimana generasi unggul diciptakan dari hasil pendidikan yang berbasis pengembangan potensi, bukan penyamaan skill atau potensi. Pendidikan seperti inilah yang akan melahirkan para juara yang berprestasi membanggakan. Representasi Visi dan Misi Mizan Amanah Kehadiran Sekolah Peradaban Al Kamil, merupakan representasi dari visi dan Misi Mizan Amanah untuk membentuk generasi muslim yang bermanfaat. Ide dan gagasan untuk membangun sebuah lembaga pendidikan telah lama disusun oleh manajemen Mizan Amanah sejak tahun 2007. Yaitu dengan dibentuknya tim pendidikan di Mizan Amanah. Hal ini karena Mizan Amanah telah lama berperan dalam aktivitas pengasuhan anak yatim dan dhuafa. Ini dirasa sangat penting untuk mendidik mereka dengan baik agar terlahir generasi unggul di masa depan. Sejak Mizan Amanah berdiri, anak binaan Mizan Amanah telah menempati asrama. Namun untuk pendidikan, para binaan yatim masih harus bersekolah di luar asrama. Hal ini yang sering menjadi kendala dalam proses bimbingan, sebab ternyata anak-anak banyak terpengaruh oleh lingkungan. Sehingga untuk mewujudkan generasi unggul, Mizan Amanah bertekad untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yang kelak akan mencetak generasi yang penuh manfaat. Dalam perjalanan waktu, dan berkat rahmat serta karunia Allah, alhamdulillah, di tahun 2011 lewat tangan para dermawan, lahan di daerah Ciranjang, Cianjur Jawa Barat pun terbebaskan. Di lahan tersebut, kini telah didirikan Sekolah Peradaban Al Kamil, yaitu sekolah bagi anakanak yatim, kaum dhuafa, dan anakanak yang berprestasi dengan beasiswa penuh dari Mizan Amanah. Sudah Dua Angkatan Sekolah Peradaban Al Kamil kini memiliki dua angkatan. Untuk angkatan baru telah terdaftar 60 anak. Jadi total 81 anak telah terdaftar di sini. Anak-anak yatim dan dhuafa dari berbagai wilayah di Indonesia, dari Asrama Mizan Amanah, maupun dari anak binaan non-mukim, semuanya hadir di Sekolah Peradaban Al Kamil untuk menuntut ilmu dan mewujudkan citacita mereka. Kegiatan Ramadhan 2013 yang baru lalu pun mereka ikuti dengan khusyuk dan penuh keceriaan. Di awal Ramadhan, anak-anak didik Sekolah Peradaban Al Kamil mengikuti kajiankajian Islam dan mabit di Masjid Habiburrahman, PT. Dirgantara Indonesia, Bandung. Selama tiga hari, mereka belajar di sana dengan dibimbing oleh pengajar-pengajar intern dan para pengajar tamu. Insya Allah, mulai semester depan, Sekolah Peradaban Al Kamil akan merekrut tenaga-tenaga pengajar untuk bidang keahlian, seperti komputer, dan sebagainya. Sejumlah tenaga dosen, praktisi, dan pakar akan aktif mengajar di Sekolah Peradaban Al Kamil. Untuk pembangunan, Sekolah Peradaban Al Kamil masih terus melengkapi infrastruktur penunjang kegiatan belajar-mengajar. Gedung serba guna dan kolam ikan kini sedang dalam progres pengerjaan, yang insya Allah selesai di bulan Januari 2014. Prestasi Membangggakan Pendidikan yang tekun tanpa kenal lelah pun kini berbuah manis. Kini, anak didik Sekolah Peradaban Al Kamil, telah mampu menguasai hafalan Al Qur’an. “Rata-rata, anakanak sudah hafal sekitar 3 juz lebih. Bahkan sudah ada yang hafal sampai 5 juz,” ungkap Rendi Yulianto, Kepala Sekolah Peradaban Al Kamil. “Memang, di awal-awal, konsentrasi kami adalah di pendalaman agama, akhlak, dan Al Qur’an. Dengan bekal dasar keimanan, insya Allah, jiwa anak-anak akan lebih kokoh, tidak mudah goyah, dan lebih mudah menyerap ilmu lainnya, yang kurikulumnya akan kita mulai di tahun ke-2,” tambah Rendi. Untuk kegiatan ekstra-kurikuler (ekskul), Sekolah Peradaban Al Kamil menerapkan kegiatan ekskul yang langsung menyentuh lifeskill. Kegiatan bertani, memanen, hingga memasak hasil panen, adalah kegiatan ekstra yang kita berikan di Sekolah Peradaban Al Kamil. “Areal persawahan yang berada di lingkungan sekolah menjadi tempat praktek ekskul mereka,” tutur Rendi. “Alhamdulillah, beras yang dipanen dari sawah kami, hasilnya juga dinikmati bersama. Proses yang cukup panjang yang dijalani, mulai dari menanam hingga panen, menjadikan kita makin menghargai dan bersyukur akan karunia Allah,” ungkap Rendi. Sekolah Peradaban Al Kamil membuka pendaftaran siswa baru setiap bulan Juli. Rendi menambahkan, bahwa target tiap angkatan adalah 60 siswa. Dan rencananya akan diperbesar hingga jenjang SMA, dengan lama pendidikan enam tahun, SMP plus SMA. SEKOLAH PERADABAN AL KAMIL Jl. Raya Ciranjang No.53 RW 06 Desa Hegarmanah, Kec.Sukaluyu, Kab. Cianjur, Jawa Barat Tel. : (0263) 326 100 eMail : info@sekolahperadaban-alkamil.org www.sekolahperadaban-alkamil.org Salurkan Kepedulian Anda Pada Generasi Peradaban Masa Depan Melalui Rekening : BCA Bank Muamalat : 139 300 0001 : 1010 038 415 3000 000 000 Bank Mandiri : 128 000 623 5151 Bank Mandiri Syariah : 727 575 7472 Kantor Pusat : Jl. Kesehatan Raya No. 16 Bintaro - Jakarta Selatan Tel. (021) 7388 6407 w w w. m i z a n a m a n a h . o r g Oktober 2013 25
  23. 23. Inspirasi Islam Idul Adha Menanamkan Makna Keimanan, Kesabaran, Keikhlasan, dan Kepedulian Saat ini kita memasuki salah satu bulan penting dalam Islam yaitu bulan Dzulhijjah, dimana pada bulan ini umat Islam di seluruh dunia berkesempatan untuk menunaikan rukun Islam yang kelima yakni ibadah haji. D alam ibadah ini umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di kota Makkah untuk melaksanakan prosesproses ritual ibadah haji yang diawali dengan wukuf di Arafah hingga thawaf wada’ atau thawaf perpisahan yang dilaksanakan pada saat meninggalkan kota Makkah. Ritual ibadah haji ini semakin menegaskan citra agama Islam sebagai agama yang egaliter, agama yang menempatkan prinsip persamaan sebagai sesuatu yang harus dijunjung tinggi. Dalam pelaksanaan ibadah ini umat islam berkumpul dengan menanggalkan segala macam status yang disandangnya tanpa memandang status sosial, kaya dan miskin, pejabat dan rakyat, kulit hitam dan kulit putih, berbagai ras di dunia tanpa memandang perbedaan semua berjalan seirama melaksanakan urutanurutan ritual dalam rangka beribadah menaati perintahNya. Kisah Nabi Ibrahim AS Di bulan ini pula, kita kembali diingatkan pada sebuah kisah luar biasa tentang keimanan, kesabaran, dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS yang demi perintah Tuhannya rela mengorbankan anaknya Ismail. 26 Betapa galaunya Nabi Ibrahim AS, saat bermimpi diperintah Allah SWT untuk menyembelih putra tercintanya, Ismail. Keraguan dan kebimbangan menyelimuti hatinya, benarkah ini sebuah perintah dari Allah atau hanya tipu daya setan belaka?. Nabi Ibrahim pun pergi menemui putranya dan menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Allah melalui mimpinya. Semula beliau khawatir akan jawaban anaknya, tapi Ismail menjawab: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Singkat cerita, pada saat Nabi Ibrahim AS menyembelih Ismail, serta-merta Allah SWT 'mengganti' Ismail dengan seekor hewan sembelihan yang besar (qibas). Peristiwa ini pun menjadi asal mula disunahkannya berqurban bagi umat Islam pada Hari Raya Idul Adha. Sungguh sebuah kisah yang sangat luar biasa tentang arti kepasrahan, ketaatan, dan keimanan absolut dari Nabi Ibrahim AS. Kisah ini pun diabadikan dalam Al Qur'an Surat Ash-Shaaffaat Ayat 99-108 : Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!”. Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.” Dalam kisah di atas tergambar dengan jelas sikap Nabi Ibrahim AS dan Ismail dalam memahami perintah dari Tuhannya. Keimanan datang dari sebuah keyakinan dimana dalam hal ini Nabi Ibrahim meyakini bahwa perintah yang datang dari Tuhannya adalah sebuah kebenaran yang mutlak harus dipatuhi olehnya sebagai hambaNya. Hikmah Kesabaran Kalau kita tengok kisah di atas, sepertinya kisah dua anak manusia tersebut boleh kita jadikan sebuah acuan untuk mengukur
  24. 24. Inspirasi Islam fimadani.com derajat sebuah kesabaran dan bagaimana menyikapi sesuatu hal atau peristiwa dengan sabar. Kita bisa mengambil pelajaran bahwa kesabaran itu datang ketika kita memahami kebenaran dari perintah Allah SWT, ketika kita meyakini dan mengimani ketentuan yang datang dariNya. Kepatuhan, ketaatan dan kepasrahan Nabi Ibrahim dan Ismail bukanlah asal patuh, asal taat, asal pasrah tapi semua itu adalah hasil dari pemahaman atas keyakinan dan keimanan yang mutlak kepada Allah SWT. Keyakinan dan keimanan bahwa sesungguhnya segala yang datang dari Allah SWT adalah sebuah kebenaran. Hikmah Keikhlasan Sulit memang untuk mengukur kadar keikhlasan kita ketika melakukan sesuatu, karena sebagai manusia apa yang kita lakukan seringkali berhubungan dengan kepentingan diri kita sendiri dan memang tidak ada sesuatu hal yang bisa dijadikan sebagai tolok ukur keikhlasan amal kita. Namun tidak ada salahnya kalau kita mencoba bercermin dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail untuk sekedar mengambil pelajaran bahwa ketika Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih anaknya dan setelah melalui pergolakan batin yang luar biasa akhirnya beliau memantapkan hati untuk melaksanakan perintah tersebut dengan ikhlas yang dalam hal ini beliau menyadari bahwa Allah yang telah memberinya anugerah keturunan yang sangat didambakannya dan Allah pula yang akan mengambilnya kembali. Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah Allah dengan hati yang tulus dan merelakan putra tercintanya diminta kembali oleh Sang Penciptanya karena beliau percaya bahwa “Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun” — Sesungguhnya segala sesuatu adalah milik Allah dan kepadaNyalah semuanya akan kembali. Hikmah Kepedulian Di hari Idul Adha dan pada tiga hari berikutnya disunahkan bagi muslim yang mampu untuk berkurban dengan menyembelih hewan ternak berupa kambing/domba atau sapi atau unta. Kemudian daging hasil sembelihan tersebut dibagikan kepada orang lain yang tentunya lebih diutamakan untuk masyarakat sekitar dan kalangan yang kurang mampu. Ini adalah bukti bahwa agama Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kebersamaan serta kepedulian terhadap sesama. Islam mengajarkan pengikutnya untuk berzakat yang termasuk salah satu rukun Islam. Islam juga mempunyai konsep shadaqoh, wakaf, dan juga qurban, di mana semua amal ini mempunyai konteks muamalah secara horisontal atau muamalah kepada sesama manusia. Semoga kita dapat memaknai hikmah Idul Adha ini sehingga dapat mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari. Oktober 2013 27
  25. 25. LIPUTAN KHUSUS Mengenang Habib Munzir Al Musawa Sebelum Wafat, Mimpi Bertemu Rasulullah SAW Innalillahi Wa inna ilaihi raji'un... abib Munzir bin Fuad Al Musawa telah meninggalkan kita semua. Tepatnya pada hari Minggu (15/9/2013). Pimpinan Majelis Rasulullah ini menghembuskan nafas terakhir pada pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Habib Munzir menghadap sang Ilahi pada usia 40 tahun. H Curahan Hati Habib Munzir Sebelum dipanggil Sang Pencipta, Habib Munzir sempat menulis kisah mengenai mimpi bertemu Rasulullah Nabi Muhammad SAW di dalam blognya. Dalam blognya tersebut ia mengaku sempat berbincang dengan Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Saya sangat mencintai Rasulullah SAW, menangis merindukan Rasulullah SAW, dan sering dikunjungi Rasululullah SAW dalam mimpi, Rasul selalu menghibur saya jika saya sedih, suatu waktu saya mimpi bersimpuh dan memeluk lutut beliau dan berkata wahai Rasulullah SAW aku rindu padamu, jangan tinggalkan aku lagi, butakan mataku ini asal bisa jumpa denganMu ataukan matikan aku sekarang, aku tersiksa di dunia ini. Rasulullah SAW menepuk bahu saya dan berkata, "Munzir, tenanglah, sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah jumpa denganku." (Maka saya terbangun. Demikian tulisan Habib Munzir di dalam blognya. Selain bercerita mengenai mimpinya bertemu dengan Rasulullah Nabi Muhammad SAW, Habib Munzir juga menulis mengenai penyakit asma yang sempat dideritanya. 28 Habib Munzir Al Musawa (alm) Majelis Rasulullah Almarhum Habib Munzir dalam tulisannya juga mengaku sangat bangga dan bersyukur kepada Sang Pencipta karena jemaah Majelis Rasulullah SAW semakin banyak dan terus bertambah, bahkan hingga ke luar negeri. “Kini jemaah Majelis Rasulullah sudah jutaan, di Jabodetabek, Jawa Barat, hingga ke suluruh Indonesia, bahkan sampai Malaysia dan Jepang. Sungguh agung anugerah Allah SWT pada orang yang mencintai Rasulullah SAW, yang merindukan Rasulullah SAW,” katanya. In Memoriam, Habib Munzir Habib Munzir bin Fuad Al Musawa lahir di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, 23 Februari 1973. Ia adalah pimpinan Majelis Rasulullah, majelis dzikir terbesar di Indonesia. Ia merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Fuad bin Abdurrahman Al Musawa dan Rahmah binti Hasyim Al Musawa. Ayahnya bernama Fuad yang lahir di Palembang dan dibesarkan di Mekkah. Masa kecil Habib Munzir dihabiskan di daerah Cipanas, Jawa Barat bersama-sama saudara-saudaranya, Ramzi, Nabil, serta Lulu Musawa. Ia mulai mendalami Ilmu Syariah Islam di Ma had As-Saqafah Al Habib Abdurrahman Assegaf di Bukit Duri Jakarta Selatan, lalu mengambil kursus bahasa arab di LPBA As-Salafy Jakarta Timur. Ia memperdalam lagi ilmu Syari ah Islamiyah di Ma had Al Khairat, Bekasi Timur. Habib Munzir banyak menimba ilmu di Ma'had Al Khairat dan di sinilah beliau kenal dengan Habib Umar bin Hafidz yang kemudian diteruskan ke Ma had Darul Musthafa di pesantren Habib Umar bin Hafidz di Tarim, Hadhramaut, Yaman pada tahun 1994 untuk mendalami ilmu fiqh, ilmu tafsir Al Qur'an, ilmu hadits, ilmu sejarah, ilmu tauhid, ilmu tasawwuf, mahabbaturrasul, ilmu dakwah, dan ilmu ilmu syariah lainnya. Kembali dari Yaman, Habib Munzir kembali ke Jakarta memulai berdakwah pada tahun 1998. Setelah berjalan kurang lebih enam bulan, Habib Munzir memulai membuka majelis setiap malam Selasa. Setelah jamaahnya semakin padat, Habib Munzir lalu memusatkan pengajiannya di Masjid Raya Al Munawar Pancoran, Jakarta Selatan. Hingga kini, anggotanya mencapai jutaan orang. Karena makin dikenal dan dicintai banyak jamaahnya, Habib Munzir juga sering diundang televisi nasional untuk memberikan tausyiah dan memimpin dzikir. Tak heran, Presiden SBY dan sejumlah pejabat lain cukup dekat dengan Habib Munzir. Dalam sejumlah peringatan Isra Mi'raj atau Maulid Nabi Muhammad SAW, para pejabat kerap hadir di acara Majelis Rasulullah.
  26. 26. Habib Nabil Al Musawa : Cinta Habib Munzir Kepada Rasulullah SAW, Luar Biasa KENANGAN bersama Habib Munzir, tentu amat dirasakan oleh kakak kandungnya, Habib Nabil Al Musawa. Habib Nabil Al Musawa berkali-kali menyebut adiknya Habib Munzir, sebagai orang yang sangat sabar. Sang kakak ingat betul bagaimana adiknya itu sudah diberi cobaan sakit sejak kecil, tapi tak pernah mengeluh. Dalam sebuah kesempatan, GENERASI menemui Habib Nabil Al Musawa, yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Kerjasama Kelembagaan PKS dan juga duduk di Komisi IV DPR-RI yang membawahi bidang kehutanan dan perikanan. Berikut petikan perbincangannya. Bagaimana awal dakwah Habib Munzir? Sejak kecil, Habib Munzir memang memiliki kelebihan, berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain. Bapak kami, sejak kecil, mewajibkan kami semua untuk menghafal Al Qur’an. Mulai dari juz ‘Amma, kemudian dilanjutkan dengan juz Tabarak, lalu juz Qad Sami’allah. Namun berbeda dengan Habib Munzir, beliau malah mencari surat-surat Al Qur’an yang ada Nabi Muhammad SAW. Pertama beliau menghafal surat Muhammad, kemudian dilanjutkan surat Ash-Shaf, dan surat-surat lain yang ada Nabi Muhammad-nya. Jadi kecintaan beliau kepada Rasulullah SAW sejak kecil memang sudah luar biasa. Selain itu, sejak kecil, Habib Munzir selalu melakukan amal-amal sunnah. Misalnya, sejak kecil kami berpuasa seninkamis, Habib Munzir malah melakukan puasa Nabi Daud. Itu semua dilakukan sejak kecil, sejak masih SD. Apa keistimewaan Habib Munzir di mata umat? Ada beberapa faktor. Salah satunya adalah keikhlasan. Berapa banyak dai yang Kadang saya lihat, jam 2-3 malam, beliau masih saja sibuk berbuat untuk umat. Namun Habib Munzir juga diberikan kegembiraan oleh Allah SWT. Beliau dalam mimpinya pernah bertemu Rasulullah SAW, dan itulah yang menguatkan beliau. Habib Nabil Al Musawa berdakwah, namun tergantung ‘amplop’nya. Habib Munzir tidak seperti itu. Bahkan sampai beliau meninggal dunia, rumah pun tidak punya. Rumahnya ngontrak, dan tahun depan masa kontraknya habis. Saya keluarganya, saya saksinya. Kira-kira ada gak dai terkenal yang mampu seperti itu?. Mobilnya pun, semua diberikan oleh sahabat dan jamaahnya. Habib Munzir selalu berceramah yang diikuti dengan dzikir. Sehingga ceramahnya masuk ke dalam hati. Bagaimana sakitnya beliau dan kisah Habib Munzir bertemu Rasulullah SAW? Satu hal yang perlu diketahui, Habib Munzir telah diberikan cobaan yang luar biasa oleh Allah SWT. Kami semua sehat, namun Habib Munzir sejak kecil menderita asma kronis. Seminggu bisa 3 hingga 5 kali anfal. Dan anfalnya luar biasa. Pernah suatu saat, beliau amat pucat, keringat besar-besar, nafas tidak teratur, tidak bisa bicara, semua makanan dimuntahkan. Selain itu, beliau juga masalah di bagian otaknya. Coba kita bayangkan, seorang yang 24 jam terus-menerus ngurusin umat. Puluhan ribu orang terus-menerus, belum yang telpon, e-mail, ngurusin website juga. Kegiatan yang beliau lakukan menguras fisik beliau. Beliau berkorban semata untuk umat. Apa cita-cita dan harapan Habib Munzir sebelum wafat? Ada hal yang selalu diulang di Majelis Rasulullah, beliau ingin Jakarta ini menjadi kota Rasulullah SAW. Artinya, beliau ingin orang-orang di Jakarta hidup sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Tidak saling ‘memakan’, tidak saling menghina, membunuh, berkelahi, dan juga tidak melakukan maksiat. Dalam kesempatan ini, saya juga memohon maaf kepada pengguna jalan, bila jalanan sering macet ketika beliau berdakwah. Mohon dimaafkan dan dipahami. Apa yang dilakukan keluarga untuk meneruskan perjuangan Habib Munzir? Majelis Rasulullah bukan milik pribadi Habib Munzir Al Musawa, namun amanah dari guru beliau untuk tugas dakwah. Guru beliau, Habib Umar bin Hafidz, sudah menunjuk untuk sementara, orang yang paling sepuh di antara kami untuk memimpin Majelis Rasulullah, yakni Habib Mukhsin, sampai Habib Umar datang dan menunjuk pemimpin definitifnya. November depan, ada Musyawarah Ulama Internasional di Indonesia. Habib Umar bin Hafidz, insya Allah akan datang. Di situ beliau akan memutuskan. Harapan kami, apa yang sudah dimulai oleh Habib Munzir dapat diteruskan, dan akan kita dorong terus untuk menjadi semakin besar. Karena akan menjadi amal sedekah beliau dan ilmu yang terus mengalir kepada beliau sampai hari kiamat. Oktober 2013 29
  27. 27. Info CSR Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Letusan Sinabung P ertamina menyalurkan bantuan senilai Rp.100 juta untuk pengungsi korban letusan Gunung Sinabung. Bantuan tersebut disalurkan melalui posko pengungsi di Gedung Kursus Wanita Kristen (KWK) GBKP Berastagi, Kabupaten Karo, provinsi Sumatera Utara. Assistant Customer Relation Pertamina Marketing Operation Region I, Sudarman menuturkan, bantuan yang diberikan meliputi makanan dan kebutuhan dasar para pengungsi. Bahan makanan yang diberikan para pengungsi seperti 100 kotak biskuit dan 150 kotak susu bayi serta perlengkapan mendasar pengungsi seperti, 1.000 buah masker, 1.000 potong kain sarung dan 1.000 potong selimut. “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pertamina kepada sesama yang membutuhkan pertolongan, dan juga sebagai program Pertamina yang peduli kepada lingkungan sekitar Bantuan ini kami harapkan dapat membantu meringankan beban 1.190 warga pengungsi yang berada di pengungsian ini,” jelas Sudarman dalam keterangan pers, Jumat (20/9/2013). Sementara itu terkait distribusi ke daerah terdampak bencana letusan Sinabung, Pertamina mengaku sudah menjadikan 10 SPBU yang berada di Tanah Karo, sebagai prioritas pasokan. APP Berikan Wakaf 100 Ribu Mushaf Al Qur’an 30 “Letusan Gunung Sinabung. memberi efek pada peningkatan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah bencana. Mengantisipasi hal ini, PT. Pertamina Region I mengoptimalkan ketersediaan pasokan BBM dan mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait letusan gunung tersebut. Mobilitas kendaraan yang tinggi, akan berpengaruh pada kebutuhan BBM, selain itu kemungkinan arus kendaraan dari dan menuju Karo juga akan meningkat. ASIA Pulp & Paper (APP) mewakafkan 100 ribu mushaf (buku) Al Qur’an sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat. Dalam hal ini APP melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dilaksanakan di Gandaria, Jakarta, beberapa waktu yang lalu. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo. “Bersama, kami mencoba menjawab Untuk itu SPBU di Kabupaten Karo diprioritaskan dalam pendistribusian BBM, termasuk SPBU yang berada di daerah penyangga, atau daerah tetangga seperti Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Dairi,” sambung Sudarman. “Di Karo, ada 10 unit SPBU. Dengan skala prioritas, maka dari keseluruhan SPBU tersebut, SPBU yang ada di Kecamatan Kabanjahe dan Brastagi menjadi prioritas utama karena berdekatan dengan lokasi pengungsian dan pusat kota. Sejak Minggu dini hari pasokan sudah dioptimalkan dari supply point Terminal BBM Medan Group,” ungkapnya. tantangan besar sebagai bangsa untuk memenuhi kebutuhan Al Qur’an di Indonesia,” ujar Direktur Corporate Affairs and Communications APP Suhendra Wiriadinata dalam keterangan pers di Jakarta. Saat ini Indonesia memiliki kebutuhan kitab suci Al Qur’an yang sangat besar. Kementerian Agama memperkirakan kebutuhan itu mencapai 2 juta mushaf per tahun. Sedangkan, hingga kini pencetakan taraf nasional baru bisa memenuhi sekitar 50 ribu hingga 60 ribu mushaf per tahun.
  28. 28. Info CSR Bank Danamon dan PemKot Bandung Bangun Taman Fotografi BANK Danamon melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan bekerjasama dengan pemerintah kota Bandung membangun sebuah taman tematik yakni Taman Fotografi, di Taman Cempaka, Jl. Anggrek, Bandung. Program tersebut searah dengan kebijakan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang akan memoles Kota Bandung menjadi kota kembang yang lebih asri. Enam ratus taman di Bandung yang ada saat ini akan disulap menjadi taman tematik. Seperti halnya yang dilakukan Taman Cempaka ini. Untuk menarik minat warga, taman juga nantinya akan dilengkapi, fasilitas wifi, perpustakaan kecil, dan pos jaga, di mana selama 24 jam taman akan selalu diperhatikan keamanan dan kenyamanannya. Ridwan mengungkapkan, ke depan taman dengan tema tematik fotografi juga akan dijadikan tempat pameran dan galeri. Ditambahkannya, saat ini, dirinya sudah mengantongi 30 tema untuk taman di Bandung. Sementara itu, Pemimpin Wilayah Region II Jabar Bank Danamon Arief Setyahadi, menambahkan, Bank Danamon mengalokasikan dana CSR pada 2013 hingga Rp.500 Juta. Pihaknya antusias alokasi CSR ini untuk membenahi Bandung melalui media taman. Philips ‘Terangi’ Enam Pesantren PHILIPS memberikan bantuan penerangan untuk enam pesantren pada serangkaian kegiatan ‘Pesantren Terang Bersama Philips LED’. “Philips ingin memberikan ungkapan terimakasih terhadap masyarakat di Indonesia. Kami membawa inovasi pencahayaan LED untuk membantu para santri dalam belajar atau bahkan menerangi kegiatan di malam hari,” kata Head of Marketing Lighting PT Philips Indonesia Ryan Tirta Yudhistira, beberapa waktu yang lalu. Melalui teknologi pencahayaan LED, Philips ingin menghadirkan suasana pesantren yang lebih modern dengan suasana berbeda. Program ini sekaligus mengingatkan masyarakat akan pentingnya penghematan energi listrik dengan menggunakan pencahayaan LED sebagai solusi jangka panjang. Tiga pesantren pertama yang mendapat produk pencahayaan Philips LED adalah Pondok Pesantren Al Munawwir di Yogyakarta, Pondok Pesantren As-Salam di Surakarta, Jawa Tengah, serta Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jombang, Jawa Timur. Kemudian tiga pondok pesantren berikutnya yang akan dilengkapi Philips LED adalah Pondok Pesantren Suralaya di Tasikmalaya, Pondok Pesantren Al Ihya di Kuningan, Jawa Barat, serta Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo, Jawa Timur Dengan pencahayaan berteknologi LED, keenam pesantren tersebut dapat menikmati solusi pencahayaan tahan lama hingga 15 tahun, hemat energi hingga 85 persen, tidak panas dan ramah untuk mata. “Kami menyumbangkan total lebih dari 300 buah lampu Philips LED yang akan dipasang di masjid, ruang belajar, lampu meja, dan lampu darurat,” ujar Ryan. Perwakilan dari Pondok Pesantren Al Munawwir di Yogyakarta, Fatah, turut memberikan apresiasi atas kepedulian Philips tadi. “Selain kini lebih terang dan tahan lama, santri kami juga lebih nyaman dalam melakukan berbagai kegiatan, dan lebih bersemangat dalam menimba ilmu,” pujinya. YAYASAN Agung Podomoro Land (APL) menyumbangkan buku bacaan termasuk buku ensiklopedia kepada TPA Ramah Anak. Selain buku, Yayasan APL juga turut menyumbang infrastruktur tempat baca yakni perpustakaan, tidak hanya di Jakarta tetapi juga daerah-daerah terpencil yang dirasa membutuhkan. Wakil Ketua Yayasan APL Handaka Santosa mengatakan pihaknya mengalokasikan sekitar sekitar Rp.1 Miliar untuk membangun 10 perpustakaan, baik di Jakarta maupun di daerah. Diharapkan, kerjasama pemberian bantuan bagi kemanusiaan akan berkesinambungan. BCA Finance membuka kesempatan beasiswa bagi mahasiswa seluruh Indonesia. Total, ada Rp.1,08 miliar bantuan biaya studi yang dibagikan. Syarat bagi pelamar beasiswa adalah mahasiswa S-1 yang tengah atau sudah menyelesaikan semester dua. Nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal untuk mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) adalah 3,00 dan perguruan tinggi swasta (PTS) minimal 3,4. Pendaftaran dan seleksi dilakukan secara online melalui website BCA Finance. Selain seleksi administratif, akan ada juga seleksi melalui karya tulis dengan tema yang akan ditentukan kemudian, bagi 150 calon pemenang beasiswa. Pendaftaran dilakukan sebelum 30 September 2013. BLITZMEGAPLEX bekerja sama dengan perusahaan industri film Korea Selatan mengadakan pelatihan pembuatan film pada 13-19 September 2013 yang baru lalu, bertajuk ‘Toto’s Filmmaking Class 2013’. Sebanyak 40 pelajar SMP dan SMA mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan film selama satu minggu penuh tanpa dipungut biaya. “Kami rencanakan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Blitzmegaplex dengan tujuan investasi jangka panjang untuk meningkatkan pendidikan dan kecintaan masyarakat luas khususnya kaum muda, pada dunia film,” kata Direktur Blitzmegaplex, Dian Sunardi. “Dalam short course ini peserta akan diberikan materi pengajaran mengenai penulisan skenario, storyboard, sound, dan musik dalam film, akting, produksi, hingga dengan proses marketing atau pemasaran film,” ungkapnya. Selama pelatihan, para peserta akan dipandu oleh mentor- mentor yang berpengalaman di dunia perfilman seperti Salman Aristo, Lance Mengong, Chandra Endroputro, Ari Syarif, Robby Ertanto, Ardy Octaviand, dan Faozan Rizal. Oktober 2013 31
  29. 29. Edu News stkipgarut.ac.id akil Presiden Boediono mendorong diterapkannya pembelajaran online atau e-learning dalam dunia pendidikan di Indonesia. Menurut Boediono, e-learning merupakan lompatan untuk mengatasi ketertinggalan pendidikan Indonesia dengan dunia internasional. “E-learning, apabila didesain dengan baik, akan dapat menjawab sebagian besar dari hambatan. Dan dengan itu, pemerataan pendidikan dapat kita percepat,” kata Boediono saat memberikan Kuliah Perdana Universitas Surya di Jakarta, Selasa (3/9/2013). Boediono mengakui bahwa kondisi pendidikan Indonesia masih jauh dari harapan. Ia berharap setiap anak Indonesia di pelosok mana pun, apa pun latar belakang sosial ekonominya dapat dengan mudah dan murah memperoleh pendidikan yang bermutu. Boediono mengatakan, banyak faktor yang mengakibatkan ketertinggalan pendidikan Indonesia, mulai dari keterpencilan, keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, hingga ketidakmerataan penyebaran guru yang mumpuni. Selain itu, adanya hambatan Wakil Presiden RI, Boediono kemiskinan, biaya sekolah yang mahal, dan masih ada keluarga yang kurang menghargai pendidikan dan masa depan bagi anak-anaknya. Implementasi Boediono menyarankan agar e-learning dibangun berskala nasional dengan diterapkan mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Jika diterapkan di perguruan tinggi, mahasiswa di mana pun, kapan pun dapat dengan mudah mengakses mata kuliah. “Keuntungan utama dari sistem pembelajaran online adalah potensinya untuk menjangkau mahasiswa dalam jumlah yang berlipatganda dibanding dengan sistem pembelajaran konvensional dan dengan jaminan standar kualitas pengajar minimal yang memadai,” kata Boediono. Untuk mengimplementasikan e-learning, tambah Boediono, perlu dibangun terlebih dulu teknologi informasi yang handal hingga seluruh pelosok. Setelah itu, perlu dikembangkan sistem software-nya yang mampu melayani semua interaksi dalam proses pembelajaran. Boediono menambahkan, semua itu tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Namun, ia meyakini bahwa manfaatnya akan berlipat ganda dari yang dikeluarkan. “Saya perlu tekankan bahwa penerapan e-learning ini tidak harus menggantikan sistem pengajaran tatap muka yang dilaksanakan 3.000 perguruan tinggi yang ada. Sistem itu merupakan penguat. Tapi pada waktunya, tentu pengajaran tatap muka yang nyata-nyata di bawah standar harus hilang dan diganti dengan yang lebih baik,” papar Boediono. Mahasiswa UMY Jadikan Al Qur’an Untuk Terapi Kesehatan MAHASISWA Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Harto Andi Irawan, menjadikan Al Qur’an untuk terapi kesehatan bagi pasien rumah sakit di Yogyakarta. Membaca Al Qur’an secara tartil (perlahan-lahan) dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan skala nyeri pada ibu pasca melahirkan secara cesar. Mahasiswa UMY ini membacakan ayat Al Qur’an selama 10 menit pada 31 pasien di RS Nur Hidayah, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. 32 Hasilnya 16 dari 31 pasien yang dijadikan sampel di rumah sakit Nur Hidayah tersebut mengalami penurunan dari berbagai skala nyeri setelah menjalani operasi cesar. Nyeri tersebut ternyata dapat dihambat oleh adanya rangsangan syaraf lain yang lebih kuat. Hasil penelitian mahasiswa UMY angkatan 2009 ini bahkan diikutkan dalam International Conference on Cross Cultural Collaboration in Nursing for Sustainable Development pada 9-10 September lalu di Bangkok, Thailand. Andi bahkan diundang untuk memaparkan hasil penelitiannya tersebut di ajang bergengsi ini. “Saya bangga, karena penelitian saya disejajarkan dengan penelitian S2 dan S3 hanya empat orang pemapar makalah yang masih S1,” ujarnya. Diakuinya, para peserta konferensi yang mayoritas non-muslim justru tertarik dengan hasil penelitian mahasiswa UMY ini. Presentasinya pun digelar di Christian University of Thailand yang didukung oleh Azusa Pacific University of California serta Kimyung University.
  30. 30. Edu News energytoday.com Universitas Indonesia (UI), universitas terbaik di Indonesia, tahun ini hanya menempati peringkat 309, padahal tahun 2012 lalu UI mampu bercokol di peringkat ke-273 dunia. Di Tahun 2013, Peringkat Universitas di Indonesia Menurun Drastis DI antara kriteria pemeringkatan QS World University Rankings 2013 adalah jumlah dosen dan mahasiswa asing yang masuk ke Indonesia, serta jumlah publikasi ilmiah akademisi Indonesia di jurnal internasional. Tiga hal itu ditengarai menyumbang andil dalam merosotnya peringkat Indonesia di daftar pemeringkatan tahun ini. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso menilai, selain jumlah perguruan tinggi yang disurvei makin banyak, Indonesia masih lemah dalam semua ‘faktor asing’ yang harus masuk ke Tanah Air. “Coba saja lihat, dosen asing hampir enggak ada yang bisa kita undang karena bayarnya mahal. Mahasiswa asing juga belum banyak. Belum lagi karya publikasi kita di tingkat internasional masih kurang,” papar Djoko (10/9/2013). Selain itu, pendidikan tinggi Indonesia juga masih terganjal dari segi hukum dan perundang-undangan. Djoko menyebut, Indonesia tidak memiliki visa pelajar atau mahasiswa. Para pelajar internasional yang masuk ke Indonesia hanya menggunakan izin tinggal sementara, bukan visa pelajar. “Sementara di negara lain ada visa pelajar, dan urusannya dipermudah. Katanya internasionalisasi, tapi kenyataannya kita belum internasional. Lha, kalau pelajar asing susah masuk ke Indonesia, kita bisa apa?” imbuhnya. Dalam QS World University Rankings 2013, peringkat kampus Indonesia turun drastis. Sebagian besar merosot hingga 100 peringkat. Padahal, kampus-kampus Asia mulai menunjukkan dirinya di kancah dunia. Misalnya National University of Singapore (NUS), yang menduduki peringkat 24 dunia. Universitas Indonesia (UI), misalnya. Tahun ini hanya menempati peringkat 309, padahal tahun lalu UI bercokol di peringkat ke-273. Institut Teknologi Bandung (ITB) ‘hanya’ turun sekitar 10 peringkat, yakni dari 451500 (2012) ke 461-470 (2013). Sementara, peringkat Universitas Gadjah Mada (UGM) ngedrop 100 peringkat. Tahun ini UGM hanya sanggup berada di rangking 501550 dari peringkat tahun lalu 401-450. Penurunan hingga 100 peringkat juga dialami Universitas Airlangga (Unair), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Brawijaya (UB). Kelima kampus itu menempatkan diri di peringkat 701 padahal tahun lalu mereka berada di rangking 601. SEJUMLAH 30 pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Jakarta Timur mendapat beasiswa belajar di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Program pendidikan dari Pemkot Jakarta Timur, UNJ dan beberapa lembaga lain ini diberikan untuk meningkatkan kualitas para pengajar dalam tingkat PAUD. Salah satu tenaga pengajar PAUD, Ekawati (31) dari PAUD Mawar Putih di Kampung Tengah, Kramat Jati mengatakan, ini merupakan kesempatannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dimilikinya. Wali Kota Jakarta Timur, H.R. Krisdianto mengatakan, program ini mampu menjadi nilai tambah bagi tutor PAUD (19/9). “Ini merupakan proses peningkatan SDM dan karir para pengajar untuk itu manfaatkan dengan baik,” ujarnya. Untuk beasiswa ini, anggaran yang digelontorkan sebanyak Rp.1,08 miliar, untuk 30 orang pengajar selama empat tahun masa pendidikan. UNIVERSITY of Sydney membuka program beasiswa Sydney Achievers International Scholarships bagi para pelajar internasional. Program ini dibuka untuk program S-1 dan S-2 di University of Sydney tahun ajaran 2014. Kesempatan mendapatkan beasiswa terbuka lebar. Sebab, University of Sydney menyediakan kuota 100 beasiswa untuk bidang studi apa pun di kampus tersebut. Beasiswa untuk jenjang sarjana akan menerima bantuan studi senilai 10 ribu dolar Australia per tahun. Sedangkan mahasiswa jenjang pascasarjana akan disokong 10 ribu dolar Australia. Secara rinci, mereka yang menyelesaikan studi 1,5 tahun akan mendapatkan 15 ribu dolar Australia, dan masa studi dua tahun akan diganjar biaya 20 ribu dolar Australia. Pelamar program S1 harus sudah menyelesaikan pendidikan setingkat SMA di Australia. Sementara itu, pelamar program S2 harus memegang gelar sarjana yang setara dengan lulusan S1 Australia. Tentu saja, prestasi akademik pelamar harus bagus. Pendaftaran terakhir ditetapkan pada 15 Januari 2014. Mau tahu lebih banyak soal beasiswa ini? Klik aja website University of Sydney. Oktober 2013 33
  31. 31. ADVERTORIAL FOTO-FOTO : DEBO kemudian pindah tak lebih dari 500 meter dari lokasi semula mulai Maret 2013. Menu Utama dan Menu Favorit Saat Anda mengunjungi rumah makan ini, Anda akan disapa dengan ramah oleh para pelayan dengan sapaan “Selamat Pagi Selamat Datang Di Pecel Lele Lela.” Dengan sapaan khas Pecel Lele Lela, jadi baik siang, malam ataupun pagi sapaannya sama yaitu ‘Selamat Pagi’. Seperti menu di RM. Pecel Lele Lela lain, di RM Lele Lela Cabang Tanjung Barat yang merupakan cabang RM. Pecel Lele Lela ke-17 ini, terdapat aneka menu utama yang terdiri dari lele orisinal, lele mayonaise, lele bumbu cabe ijo, lele fillet kuah tom yam, lele filet tepung, lele filet lada hitam, lele filet saus padang. “Menu favoritnya, ya lele orisinal. kalau senang pedes itu yang menjadi favorit adalah lele saus padang,” ungkap Suhara, Wakil Kepala Cabang RM Pecel Lele Lela Cabang Tanjung Barat. Selain itu, Anda SUHARA RM. Pecel Lele LELA - Cabang Tanjung Barat Sajian Pecel Lele Lezat Yang Modern dan Mendunia erdasarkan kajian ilmiah ikan lele memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu sekitar 17%. Ikan ini juga memiliki berbagai macam asam lemak, esensial yang dapat mencukupi kabutuhan akan asam lemak harian manusia sekitar 9%. Namun, batasi konsumsi ikan ini, karena kandungan kolesterolnya juga lumayan tinggi. B 34 Saat menyebut lele sebagai menu makanan, yang terbayang adalah lele yang digoreng kering dilengkapi sambal dan sayur segar di sebuah warung tenda. Bayangan ini mulai memudar seiring kemunculan RM. Pecel Lele Lela yang dirintis sang pemilik atau pendiri bernama Rangga Umara di sebuah tempat di kawasan Kalimalang di Jakarta Timur dan berhasil mewaralabakannya sehingga RM Pecel Lele Lela yang melekatkan nama Lela yang merupakan singkatan singkatan, yaitu Lebih Laku hadir di berbagai tempat. Sejatinya, rumah makan yang menyuguhkan lele sebagai menu pokok dengan varian bumbunya, dan di sajikan dengan standar pelayanan restoran cepat saji secara modern ini telah memiliki lebih dari 60 cabang. Salah satunya, adalah RM. Pecel Lele Lela Cabang Tanjung Barat yang didirikan pada bulan Maret 2010 di samping gedung ACC, Rancho Tanjung Barat dan pun bisa memilih menu olahan ayam. Di RM Lele Lela Cabang Tanjung Barat menyuguhkan menu olahan ayam berupa menu ayam bakar madu, ayam saos padang, ayam cabe ijo, serta ayam suwir bumbu bali. “Kalau di sini, menu favorit pengunjung selain lele adalah ayam bakar madu,” ungkap Suhara. Minuman Adapun untuk minuman, menurut Suhara, di rumah makan yang dikelolanya dengan jadwal buka jam 11.00 WIB hingga 23.00 WIB atau pukul 16.00 WIB dan tutup pukul 24.00 WIB saat bulan Ramadhan, menyajikan aneka minuman yang menyegarkan. Misalnya, ada berbagai macam juice, sop buah yoghurt, Cappuccino Lela atau Es Lela Puciona. “Untuk minuman, sop buah yoghurt menjadi minuman yang boleh dibilang favorit pengunjung kami,” jelas Suhara. Sop buah yoghurt di dalamnya memadukan berbagai buah seperti strawberry, jeruk juga lainnya, yang bercampur dengan yoghurt, rasanya sungguh sangat menggoda di lidah, segar dan menyehatkan, satu pilihan yang pas di siang hari. Harga dan Layanan Pesan Antar Untuk harga, harga yang ditawarkan di restoran ini sangat kompetitif, mulai Rp.13.000 hingga Rp.20.000 per porsi. Resto yang satu ini juga menyediakan layanan pesan antar dan juga paket katering yang bisa di akses via telpon atau langsung datang ke outlet. Dengan menu andalan dan fasilitas layanan yang dianggap memadai, Suhara mengungkapkan sejauh ini tak ada kendala berarti. Rumah makan yang dikelolanya dengan menu utama bermaterikan lele jenis Sangkuriang ini berharap kelak rumah makan ini semakin mendunia. Tak sekedar hadir di pelosok kota, namun juga kota lain di luar negeri, di luar Indonesia. Selalu Berbagi dan Beramal, Kiat Sukses RM. Pecel Lele Lela SELALU berbagi, beramal, dan peduli pada kaum dhuafa dan anak yatim piatu, atau mereka yang kurang mampu merupakan kunci sukses yang selalu dipegang oleh pemilik RM. Pecel Lele Lela, Rangga Umara beserta segenap jajarannya di seluruh Indonesia. Setidaknya itulah yang kerap didengungkan oleh Rangga kepada salah satu didikannya, Suhara, Wakil Kepala Cabang RM Pecel Lele Lela Cabang Tanjung Barat. Sejak berjualan di lokasi keramaian di wilayah Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Suhara beserta jajarannya senantiasa peduli pada anak yatim dan para dhuafa yang kurang beruntung secara ekonomi. Berbagi rezeki dengan mereka, adalah aktifitas sosial yang selalu dilakukan oleh RM. Pecel Lele Lela di seluruh cabang di Indonesia. Kepedulian Suhara antara lain dengan memberikan kesempatan kepada Mizan Amanah selaku lembaga sosial nasional yang membina anak-anak yatim dan dhuafa, untuk meletakkan Kotak Peduli Yatim (KPY) Mizan Amanah di dekat kasir RM. Pecel Lele Lela yang berlokasi tepatnya di Jl. TB. Simatupang No. 99, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. “Kami selalu diingatkan oleh pimpinan kami untuk senantiasa menyisihkan rezeki yang kita peroleh dengan memberikan bantuan pada anak yatim dan kaum dhuafa. Insya Allah, dengan adanya kotak amal atau KPY Mizan Amanah di kasir kita, para pelanggan RM. Pecel Lele Lela juga akan menyisihkan sebagian rezekinya lewat Mizan Amanah. Aamiin...” ujar Suhara menutup perbincangan. Oktober 2013 35
  32. 32. iPhone 5S Pertama dengan Prosesor 64-bit PROSESOR 64-bit bukan barang baru untuk dunia PC dan laptop, tapi smartphone selama ini baru memanfaatkan prosesor 32-bit. Hal itu berubah setelah Apple resmi meluncurkan iPhone 5S (10/9/2013). Dikutip dari The Verge, ponsel terbaru dari Apple tersebut dipersenjatai dengan prosesor Apple A7 yang menggunakan arsitektur 64-bit. Menurut wakil presiden senior pemasaran Apple Phil Schiller, Apple A7 merupakan chip 64-bit yang pertama dan satu-satunya di dunia. Lalu, apa kelebihannya dibandingkan prosesor 32-bit pada ponsel-ponsel (termasuk iPhone) terdahulu? Yang jelas, iPhone 5S memiliki prosesor yang lebih cepat, kamera yang lebih baik, serta fitur baru, pemindai sidik jari. Di samping jumlah transistor dan beberapa parameter spesifikasi lain yang lebih tinggi, Apple A7 mampu mengakses memori (RAM) dengan kapasitas lebih dari 4GB. Sebelumnya, prosesor-prosesor 32-bit terbatas pada angka itu. Dengan demikian, prosesor ini mampu menawarkan kinerja yang lebih baik untuk aplikasi-aplikasi yang boros fitur. Arsitektur 64-bit membutuhkan dukungan software, dan sistem operasi iOS7 yang terbaru pun mampu berjalan dalam mode 64bit, begitu juga dengan aplikasi-aplikasinya. Tentu, di samping aplikasi 64-bit, iPhone 5S juga tetap kompatibel dengan aplikasi 32-bit. Apple turut menyiapkan toolset pemrograman Xcode yang mendukung pengembangan aplikasi 64-bit untuk memudahkan para pengembang aplikasi membuat software untuk iPhone 5S. Penjualan Apple mengatakan akan menjual iPhone 5S di 100 negara dengan lebih dari 270 operator mobile pada akhir tahun ini. Sedikitnya stok iPhone 5S, seperti diberitakan Apple Insider, 36 businessinsider Jumat (20/9/2013), kemungkinan disebabkan oleh sulitnya produksi komponen sensor sidik jari. Hal ini juga yang membuat Apple tidak membuka pemesanan iPhone 5S. iPhone 5S sudah mulai dijual di beberapa negara, termasuk Kanada, China, Prancis, Jerman, Jepang, Puerto Rico, Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Hong Kong, dan Australia, pada hari Jumat (20/9/2013). Konsumen yang berminat sudah bisa membeli di toko Apple masingmasing negara pada pukul 8 pagi. iPhone 5S untuk versi tidak terikat kontrak (unlocked) di Amerika Serikat dijual dengan harga 649 dollar AS untuk versi 16 GB, 749 dollar AS untuk versi 32 GB, dan 849 dollar AS untuk versi 64 GB. Bagaimana dengan harga di Indonesia? Dengan menggunakan perhitungan dengan menambahkan pajak sebesar 20 persen dari harga resmi di Amerika, maka harga iPhone 5S 16GB di Indonesia sebesar Rp.9.039.000. Pembeli Perdana iPhone 5S Australia memang menjadi negara pertama yang memasarkan iPhone 5S pada hari Jumat, 20 September 2013, pukul 08.00 standar waktu timur Australia (AEST) atau pukul 05.00 WIB. Namun, siapa sangka bahwa pembeli pertama perangkat tersebut justru orang Indonesia yang tinggal di Benua Kanguru. Jimmy Gunawan (33), si pembeli sekaligus pemilik pertama iPhone 5S di dunia, mengaku sudah mengantre di depan toko Apple di Sydney sejak tengah malam agar menjadi orang pertama di barisan pengantre. Jimmy yang berprofesi sebagai desainer grafis freelance ini merogoh kocek sebesar 2.000 dollar Australia atau sekitar Rp.21,4 juta rupiah untuk membeli dua unit iPhone 5S, satu untuk dirinya sendiri, lainnya untuk sang ibu yang tinggal di Indonesia.

×