BAB I                                PENDAHULUAN   A. Permasalahan Kasus Sampah di Kota Palu       Palu, Ibu Kota Provinsi...
B. Alasan Pemilihan Kasus       Sebab Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang perlumendapat perhatian dari mas...
BAB II   KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PENANGANAN SAMPAH                   SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK   1. Pengertian ...
1. A.W Widjaya       Apabila sadar dan kesadaran dikaitkan dengan konteks manusia dan       masyarakat. Maka sadar (kesada...
residu hasil pengolahan sebelumnya agar dapat dikembalikan ke media         lingkungan.      c. Penanganan sampah menurut ...
a. pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis,         jumlah, dan/atau sifat sampah;  ...
e. memperoleh pembinaan agar dapat melaksanakan pengelolaan sampah secara baik        dan berwawasan lingkungan.          ...
BAB III                                 PENUTUPA. Kesimpulan           Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa samp...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Paper seminar

1,218 views

Published on

1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,218
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
37
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Paper seminar

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN A. Permasalahan Kasus Sampah di Kota Palu Palu, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah, Fenomena Sampah (Kasus KotaPalu), permasalahannya bukan hal tersebut diatas tetapi disebabkan Kebodohan, tidakmau tau atau kebobrokan para pejabat pemdanya khususnya Dinas Kebersihan Kota.Mobil Sampah yang sudah penuh dan malah tumpah-tumpah dijalan dan sangat Bauharus melapor dahulu ke Boss Sampahnya di Jln Pipit dekat kantor Balai Kota ,Kodim dan kantor pemerintah lainnya, barulah boleh dibuang ketempatnya (sumberpelanggan ) Berdasarkan data dinas kebersihan dan pertamanan bahwa jumlah sampahyang dihasilkan kota palu sebanyak 863 m3 per hari dan yang terangkut hanya sekitar840 lebih per hari. (dinas kebersiahan dan pertamanan kota palu, 2004). KelurahanLayana dengan luas wilayah 12 km2,dengan jumlah penduduk mencapai 2685 jiwamenghasilkan volume sampah sebanyak 14, 72 m3 per hari. Volume sampah inibelum tertangani dengan baik, dimana masih terdapat beberapa warga yangmenumpuk Smpah dilahan terbuka dan tidak terangkut, sebab sampah yang terangkuthanyalah sampah berada disekitar jalan poros, sedangkan sampah yang berasal dariareal pemukiman yang tidak dapat dilalui oleh mobil angkutan tidak terangkut.Akibatnya menimbulkan beberapa masalah dampak lingkungan. Masalah tersebutantara lain seperti penyumbatan saluran drainase yang mengakibatkan banjir dangenangan air pada beberapa lokasi, tempat berkembang biaknya lalat, nyamuk, dankecoa (dinas kebersiahan dan pertamanan provinsi Sulawesi tengah, 2004). 1
  2. 2. B. Alasan Pemilihan Kasus Sebab Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang perlumendapat perhatian dari masyarakat. Permasalahan sampah tersebut makin kompleksdalam kaitannya dengan pengelolaannya. karena kuantitas sampah semakinmeningkat, semakin bervariasi jenis komposisinya, keterbatasan sumber dana bagipelayanan umum, dampak perkembangan ekonomi dan juga semakin tingginyaaktivitas-aktivitas sumber potensial adanya sampah. C. Tujuan 1. Membangun kesadaran masyarakat terhadap penanganan sampah 2. Melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik dalam UU no.18 tahun 2008 dalam pengelolaan sampah D. Manfaat 1. Dapat mengetahui informasi mengenai penanganan sampah. 2. Dapat mengetahui hak dan kewajiban dalam UU no.18 tahun 2008 mengenai pengelolaan sampah. 2
  3. 3. BAB II KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP PENANGANAN SAMPAH SEBAGAI WARGA NEGARA YANG BAIK 1. Pengertian kesadaran Kesadaran merupakan suatu yang dimiliki oleh manusia dan tidak ada padaciptaan Tuhan yang lain. Refleksi merupakan bentuk dari pengungkapan kesadaran,dimana ia dapat memberikan atau bertahan dalam situasi dan kondisi tertentu dalamlingkungan. Kesadaran merupakan unsur dalam manusia dalam memahami realitas danbagaimana cara bertindak atau menyikapi terhadap realitas. Kesadaran yang dimilikioleh manusia yaitu sadar dalam diri, akan diri sesama, masa silam, dan kemungkinanmasa depannya. Istilah kesadaran berasal dari bahasa Latin yaitu “ concentia” yang artinya “mengerti dengan “. Dalam bahasa inggris istilah “ concentia “ ini dapat diartikansebagai “consciousness” yaitu kesadaran, secara harfiah kata “ kesadaran “ berasaldari kata “sadar”, yang berarti insyaf; merasa; tahu dan mengerti. Jadi kesadaranadalah keinsyafan atau merasa mengerti atau memahami segala sesuatu. kesadarandalam lingkup kamus besar bahasa indonesia (2002 : 975) diartikan sebagaikeinsyafan atau keadaan mengerti dan merupakan hal yang dirasakan atau dialamiseseorang. Beberapa tokoh telah berusaha merumuskan definisi Kesadaran, diantaranyasebagai berikut: 3
  4. 4. 1. A.W Widjaya Apabila sadar dan kesadaran dikaitkan dengan konteks manusia dan masyarakat. Maka sadar (kesadaran) itu adalah kesadaran kehendak dan kesadaran dirinya. Kesadaran diartikan sebagai keadaan tahu, mengerti dan merasa misalnya tentang harga diri, kehendak (karsa) hukum dan lainnya. 2. Prof. Dr. K Bertens Kesadaran dimaksudkan sebagai kesanggupan manusia untuk mengenal dirinya sendiri dank arena itu berefleksi tentang dirinya (2001 : 52) 2. Pengertian sampah Sampah pada dasarnya merupakan suatu bahan yang terbuang atau di buang darisuatu sumber hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam yang tidak mempunyainilai ekonomi, bahkan dapat mempunyai nilai ekonomi yang negatif karena dalampenanganannya baik untuk membuang atau membersihkannya memerlukan biaya yangcukup besar. Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untukmaksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacatdalam pembikinan manufktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan(Kementerian Lingkungan Hidup, 2005). a. Pengelolaan Sampah adalah kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah (Kementrian Lingkungan Hidup, 2007). b. Penanganan sampah, yaitu rangkaian kegiatan penanganan sampah yang mencakup pemilahan (pengelompokan dan pemisahan sampah menurut jenis dan sifatnya), pengumpulan (memindahkan sampah dari sumber sampah ke TPS atau tempat pengolahan sampah terpadu), pengangkutan (kegiatan memindahkan sampah dari sumber, TPS atau tempat pengolahan sampah terpadu, pengolahan hasil akhir (mengubah bentuk, komposisi, karateristik dan jumlah sampah agar diproses lebih lanjut, dimanfaatkan atau dikembalikan alam dan pemprosesan aktif kegiatan pengolahan sampah atau 4
  5. 5. residu hasil pengolahan sebelumnya agar dapat dikembalikan ke media lingkungan. c. Penanganan sampah menurut (Notoatmodjo, 2003). 1. Landfill artinya Ditanam yaitu pemusnahan sampah dengan membuat lubang di tanah (jugangan) kemudian sampah dimasukkan dan ditimbun dengan tanah. 2. Inceneration artinya Dibakar yaitu memusnahkan sampah dengan jalan membakar di dalam tungku pembakaran., 3. Composting, artinya Dijadikan pupuk yaitu pengelolaan sampah menjadi pupuk (kompos), khususnya untuk sampah organik seperti: daun-daunan, sisa makanan dan sampah lain yang dapat membusuk d. Jenis-jenis sampah secara garis besar dapat dibagi 3 antara lain: 1. Sampah Anorganik/kering,contohnya: logam, besi, kaleng plastic, karet, botol, dll. Yang tidak dapat mengalami pembusukkan secara alami 2. Sampah Organik/basah, contohnnya: sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah, sisa buah dll. Yang dapat mengalami pembusukkan secara alami 3. Sampah Berbahaya, contoh: baterai, botol, racun nyamuk, jarum suntik bekas, dll. 3. Menurut Undang-Undang no. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah Pasal 1 ayat (1) (Definisi) Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Penanganan Sampah Pasal 22(1) Kegiatan penanganan sampah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 huruf b meliputi: 5
  6. 6. a. pemilahan dalam bentuk pengelompokan dan pemisahan sampah sesuai dengan jenis, jumlah, dan/atau sifat sampah; b. pengumpulan dalam bentuk pengambilan dan pemindahan sampah dari sumber sampah ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu; c. pengangkutan dalam bentuk membawa sampah dari sumber dan/atau dari tempat penampungan sampah sementara atau dari tempat pengolahan sampah terpadu menuju ke tempat pemrosesan akhir; d. pengolahan dalam bentuk mengubah karakteristik, komposisi, dan jumlah sampah; dan/atau e. pemrosesan akhir sampah dalam bentuk pengembalian sampah dan/atau residu hasil pengolahan sebelumnya ke media lingkungan secara aman. Hak dan Kewajiban Pasal 11 (Hak)(1) Setiap orang berhak: a. mendapatkan pelayanan dalam pengelolaan sampah secara baik dan berwawasan lingkungan dari Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau pihak lain yang diberi tanggung jawab untuk itu; b. berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan, penyelenggaraan, dan pengawasan di bidang pengelolaan sampah; c. memperoleh informasi yang benar, akurat, dan tepat waktu mengenai penyelenggaraan pengelolaan sampah; d. mendapatkan pelindungan dan kompensasi karena dampak negatif dari kegiatan tempat pemrosesan akhir sampah; dan 6
  7. 7. e. memperoleh pembinaan agar dapat melaksanakan pengelolaan sampah secara baik dan berwawasan lingkungan. Pasal 12 (Kewajiban)(1) Setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan. 4. Analisis dan pembahasan terhadap kasus permasalahan sampah Sampah merupakan hasil kegiatan manusia yang tidak terpakai lagi, yangterkumpul dan kemudian menjadi sebuah timbunan sampah yang dapat merugikanmasyarakat apabila tidak ditangani dengan benar, namun dari segi ekonomi dapatmemberikan keuntungan bagi masyarakat apabila ditangani oleh masyarakat denganbenar dengan cara mengelolah sampah dengan system pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah merupakan hal yang terpenting bagi masyarakat untukmenangani penanganan sampah dalam hal mengurangi volume sampah yang semakinhari makin bertambah, untuk itu diperlukan kesadaran masyarakat yang dimulai darihal yang kecil misalnya menjaga kebersihan sampah rumah tangga. 7
  8. 8. BAB III PENUTUPA. Kesimpulan Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia dan proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Penanganan sampah merupakan rangkaian kegiatan penaganan sampah yang mencakup pemilahan (pengelompokan dan pemisahan sampah menurut jenis dan sifatnya), pengumpulan (memindahkan sampah dari sumber sampah ke TPS atau tempat pengolahan sampah terpadu). Untuk itu diperlukan kesadaran masyarakat dalam mengelolah sampah dengan benar.B. Saran 1. Sebagai warga Negara yang baik perlu melaksanakan hak dan kewajiban 2. Dapat memahami pengelolaan sampah dengan benar. 3. Pemerintah dapat memberikan fasilitas yang memadai mengenai penanganan sampah. 8

×