Key Performance Indicator

11,334 views

Published on

Artikel Key Performance Indicator

3 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
11,334
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
176
Actions
Shares
0
Downloads
510
Comments
3
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Key Performance Indicator

  1. 1. Key Performance Indicator Oleh : Rahmat Taufiq Sigit, SSGB KPI (Key Performance Indicator) sering disebut sebagai landasan untuk menjaga agarperusahaan sesuai dengan tujuan dan visi misinya. Dalam bahasa Indonesia KPI dikenaldengan target kinerja yang terbagi menjadi beberapa bagian yaitu kinerja perusahaan, kinerjaunit kerja maupun kinerja individu. Untuk lebih jelasnya fungsi KPI dapat dilihat pada gambarberikut : Gambaran Perusahaan tanpa KPI yang Jelas dan Tepat Sasaran Gambaran Perusahaan KPI yang Jelas dan Tepat Sasaran Melihat definisi dan jenis dari KPI maka dapat dibayangkan bahwa penyusunan sebuahKPI bukanlah hal yang mudah, KPI tidak bisa ditentukan hanya oleh bagian tertentu saja tetapiKPI membutuhkan koordinasi antar unit kerja dalam penentuan variabelnya sesuai dengankesiapan/ada tidaknya data yang akan diolah menjadi sebuah nilai variabel. Selain itupenentuan variabel KPI juga harus berdasar pada visi misi perusahaan dalam jangka waktutertentu. variabel KPI yang terbentuk harus merupakan penjabaran/breakdown dari Visi dan
  2. 2. Misi Perusahaan, sehingga pemenuhan KPI sejalan dengan pemenuhan visi misi perusahaan.Gambaran breakdown sebuah KPI seperti pada pada gambar dibawa ini :Master Improvement Story oleh Prof Dr. Vincent Gaspersz CSSMBBDari setiap PPK (Program Peningkatan Kinerja) diatas ditentukan KPI untuk menilaikeberhasilan dari setiap PPK.Ada beberapa unsur yang harus dipenuhi dalam penentuan variabel KPI yang dikenal dengan(SMART):1. SCIENTIFIC Seperti yang dijabarkan sebelumnya bahwa pemenuhan KPI sejalan dengan tujuan-tujuan perusahaan, jadi memungkinkan bahwa KPI bersifat unit antara satu perusahaan denganperusahaan lainnya. KPI yang menggambarkan secara langsung pemenuhan tujuan-tujuan perusahaandisebut KPI organisasi. KPI organisasi kemudian di breakdown menjadi KPI unit kerja dan KPIindividu.dalam hal ini unit kerja yang bersangkutan.
  3. 3. KPI Organisasi Meningkatkan Kepuasan Pelanggan KPI Unit Kerja KPI Div. Produksi KPI Div. Pemasaran Mengurangi jumlah unit yang di-reject oleh inspeksi kualitas Mengurangi jumlah komplain pelanggan KPI Individu KPI Individu Dept. Pelayanan KPI Individu Dept. Promosi Mengangkat telepon pelanggan sebelum dering Memberikan jawaban yang lengkap, jelas, dan memuaskan ke-3 kepada pelanggan kurang dari 5 menit2. MEASUREABLE Variabel KPI tidak dapat diukur secara objektif bila tidak memiliki value (Nilai) satuan.misalnya jumlah komplain, jumlah produksi dalam unit, ton persentase dll. selain itu variabel KPIjuga harus menunjukkan indikasi tingkat keberhasilan, apakah sangat bagus, bagus, kurang,atau tidak bagus. Mengingat unsure ini sangatlah penting maka, dalam menentukan variabel KPI diperlukansistem monitoring dan pendukung untuk mendokumentasikan data realisasi KPI. Hanya dengandukungan skema monitoring inilah, pencapaian KPI setiap bulan atau setiap triwulan bisadikelola dan dikendalikan dengan optimal3. ACHIEVEABLE Variabel KPI harus bersifat achieveable (dapat dicapai) bagi setiap individu dalamperusahaan untuk mengindikasikan efektifitasnya. KPI tidak perlu banyak, realistis dan tidakterlalu rendah juga tidak terlalu tinggi .
  4. 4. Karena KPi yang terlalu rendah akan mengakibatkan kurangnya motivasi dalammenggapainya, begitu pula KPI yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan keputusasaan bagiindividu-individu yang dinilai. KPI sebaiknya diterapkan secara bertahap setiap tahunnya untuk menjaga motivasikaryawan sebagai contoh untuk tahun 2008 Penigkatan penjualan 20% dan untuk tahun 2009sebesar 30%, asalkan masih bersifat achievable maka tidak ada salahnya mempertimbangkanInilah yang menjadi alas an utama mengapa seluruh level dan unit kerja di dalam perusahaanperlu dilibatkan. dalam penyusunannya Tanpa sistem monitoring yang baik, penilaian kinerja pada akhirnya bisa berujung padaapa yang saya sebut permainan nilai KPI.ini rentan terjadi pada bagian administrasi. Harus diakui dimensi KPI untuk bagian administrasi biasanya bermuara pada dua halyakni : tingkat akurasi penyusunan laporan dan ketepatan waktu penyusunan laporan. Tanpasistem monitoring yang rapi, data pencapaian KPI untuk dua hal diatas bisa diisi dengansekenanya. Alhasil, yang sering terlihat data pencapaian KPI mereka cenderung selalu “bagus”(misal tingkat akurasi selalu 100%, dan ketepatan waktu selalu dinyatakan on time; padahalkriteria ketepatan waktu sendiri mereka mungkin belum punya standarnya yang baku). Jikademikian yang terjadi dimana skor KPI bagian-bagian support dan administrasi selalucenderung tinggi4. RELIABLE KPI harusnya Reliable (dapat diandalkan). Maksud dan unsur ini adalah KPI dapat benar-benar esensial bagi perusahaan dalam mencapai tujuan-tujuannya. KPI yang terbentukdiharapkan menggambarkan progress dari pencapaian tujuan perusahaan, selain itu bagikaryawan, KPI dapat pula memberikan informasi tentang apa saja yang harus dilakukan untukdapat mencapai tujuan yang diharapkan.5. TIME BOUND Yang tidak kalah penting KPI harus memiliki Time Bound untuk menetapkan perhitungantarget waktu pencapaiannya. Satuan waktu yang digunakan bisa per hari/jam.bulan ataupuntanggal. (misalnya deadline pembuatan laporan keuangan harus dikumpulkan per tanggal 1setiap bulannya). --- SELESAI---

×