Pemanfaatan Unit Produksi Sebagai Alternatif Tempat Pelatihan                    Lifeskill dan Enterpreuner Skill         ...
pengayaan      dari KBK     memberipenekanan pada efektifitas penerapan                                                Ket...
dan Keselamatan Kerja (health and                     yang digunakan sebagai alternatifsafety);    (b)    Hubungan      in...
industri (promosi jabatan, organisasi             lainnya adalah mengunakan ataukerja, psikologi kerja, kerjasama); (e)   ...
sumberdaya seoptimal dan sehemat                      berorientasi mutu, yang kinerjanyamungkin.       Pemanfatan UP untuk...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Jurnal jaya

625 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Jurnal jaya

  1. 1. Pemanfaatan Unit Produksi Sebagai Alternatif Tempat Pelatihan Lifeskill dan Enterpreuner Skill Ani Kristiani Guru SMKN-33 Jakarta Utara Di Sunting Oleh : Jayani Achmad 521507281 Pendidikan Teknik Elektronika Unit Produksi di SMK merupakan alternatif tempat pelatihan siswa SMK. Untuk kecakapan hidup perlu dikembangkan perangkat keras, dan perangkat lunaknya. Sedangkan kecakapan berwirausaha lebih banyak ditekankan pada komponen lunak kepribadian. Unit produksi sekolah dapat berperan sebagai tempat latihan siswa untuk mengembangkan kecakapan hidup dan kecakapan berwirausaha.Latar Belakang bidang profesi yang akan digeluti dan Kata kunci : kecakapan hidup, kecakapan berwirausahn, dian dant produkai dimi aat uni secar s langsung dapatSemakin sempitnya peluang kerja saat membantu siswa menerapkanini berdampak pada persaingan yang ketrampilan yang dimilikinya dalamkian ketat untuk mendapatkan pekerjaan kehidupan sehari-hari, yang dikenalserta semakin meningkatnya angka dengan istilah kecakapan hiduppengangguran. Pengangguran terjadi (lifeskill).salah satunya terjadi karena kurikulumpendidikan yang ada dinilai kurang Keberhasilan sebuah kurikulum adalahmampu membekali siswanya untuk apabila kurikulum tersebut dapatmandiri dan mampu bekerja atau mencapai tujuan pendidikan secaramenciptakan lapangan kerja dan tidak efektif dan efisien. Pada Kurikulumtergantung pada pekerjaan yang 2004, metode pembelajarannyaditawarkan orang lain. Berbagai menggabungkan ketiga ranah (kognitif,pendapat menyatakan bahwa sumber psikomotor adan afektif) secarapermasalahan terletak pada kebijakan bersamaan untuk tiap pelatihannya.dan sistem pendidikan nasional yang Selain itu,kurikulum ini membutuhkankurang efektif. Mulai dari beban fasilitas pendukung yang sama ataukurikulum yang terlalu padat, metode mendekati fasilitas di dunia keja. Untukpembelajaran yang tidak efektif dan mengatasi masalah kesenjanganefisien, sampai kepada masalah teknologi, Pihak SMK da pa trelevansi kurikulum dengan kondisi memanfaatkan waktu PSG, dimanalapangan kerja yang tidak tepat. siswa dapat mengenal industri dan dunia kerja lebih dekat, baik dari aspekSalah satu upaya untuk meningkatkan peralatan m a upun aspek sistemrelevansi dan efektifitas pendidikan kerjanya.dengan kemampuan lulusan SMK untukbekerja dan menciptakan lapangan Masih terdapatnya kesenjangan antarakerja, dalam bentuk kompetensi pembelajaran di sekolah dengankecakapan hidup (lifeskill). Hal ini pembelajaran di dunia industri,terlihat pada kurikulum 2004 . disebabkan oleh : (1) kesenjanganKurikulum yang mulai digunakan pada teknologi mesin dan alat sebagai saranatahun ajaran 2004/2005 i ni pembelajaran psikomotorik, (2)mengembangkan kompetensi yang lebih kurangnya pengalaman guru di industri,ditekankan pada kemampuan untuk (3) kesenjangan aspek softkillmenerapkan ketrampilan sesuai dengan menyangkut ranah adaptif. Konsep keterampilan hidup yang merupakan Pemanfaatan Unit Produksi Sebagai Alternatif Tempat Pelatihan Lifeskill dan Enterpreuner Skill 17 (Ani Kristiani)
  2. 2. pengayaan dari KBK memberipenekanan pada efektifitas penerapan Keterampilan hidup dandan efisiensinya. Enterpreuner SkillPelatihan ketrampilan yang melihat Keterampilan hidup mengandung duaketercapaian kompetensi dari dua aspek unsur yang harus ditumbuhkan dalampenilaian yaitu unsur pengetahuan dan diri siswa yaitu yang disebut perangkatkemampuan menghasilkan suatu keras (hardskill), perangkat lunakproduk, ternyata tidak cukup untuk (softskill), dan Kecakapanmembekali siswa terjun ke masyarakat Berwirausaha.dan bekerja. Masih dibutuhkan satu alatukur lagi yaitu bagaimana kompetensiyang diberikan dapat diaplikasikan 1. Perangkat keras Kecakapan Hidupdalam kehidupan. Lebih dari sekedarpelatihan ketrampilan, kompetensi Perangkat keras merupakan kompetensiketerampilan hidup ini juga menuntut yang berupa fisik, terlihat dan terpakaikemampuan untuk mengaplikasikan dan dapat ditingkatkan melaluiketrampilan yang dimiliki dalam pengalaman yang dilatihkan secarakehidupan sehari-hari. Pelatihan berulang-ulang. Komponen ini lebihkompetensi kejuruan secara normatif dikenal dengan istilah technical knowbiasanya dilaksanakan di laboratorium, how, umumnya merupakan ukuran daridimana laboratorium adalah tempat ketrampilan seseorang dalam ranahuntuk melaksanakan praktek, yang psikomotor menggunakan tangannyadilengkapi dengan sarana dan peralatan (manual) dan alat (mechanical). Namununtuk melatih ketrampilan. ketrampilan kalkulasi biaya yang menggunakan kecakapan otak (kognitif)Pendirian UP (Unit Produksi) di juga merupakan salah satu bentuksekolah-sekolah saat ini cenderung perangkat keras. Secara menyeluruh,dimanfaatkan untuk tempat pelatihan perangkat keras meliputi : (a)ketrampilan psikomotorik dan sumber Kecakapan menggunakan alat, (b)pendapatan sekolah. Apakah unit ini Kecakapan Melaksanakan kalkulasidapat dikembangkan sebagai tempat biaya, (c) Kecakapan Pengendalianpelatihan industri, kesiapan kerja, Mutu, dan (d) Kecakapan Mengevaluasiketerampilan hidup atau kecakapan dan Melaporkan Hasil Kerja.berwirausaha ? Bagaimana bentukpengembangan kreatif atau upayaoptimalisasi dalam mempersiapkan UP 2. Perangkat Lunak Kecakapan Hidupsebagai tempat pelatihan keterampilanhidup ? Bagaimana mengukur Perangkat lunak kecakapan hidupkeberhasilan program pelatihan adalah kompetensi bekerja yang bersifatketerampilan hidup di UP? Manfaat apa non fisik, seperti sikap dan etos kerjasajakah yang dapat diperoleh dengan yang termasuk dalam ranah afektif.menetapkan UP sebagai tempat Robert D. Brown (1980) memetakannyapelatihan keterampilan hidup ? Semua dalam bentuk penghayatan terhadapitu perlu dikaji untuk menemukan solusi masalah : (a) kesehatan kerja (health);bagi sekolah untuk meningkatkan mutu, (b) lingkungan kerja (worthy homeefektifitas dan efisiensi pendidikan membership); (c) peraturan kerja (civickhususnya pendidikan kejuruan ? and law education); (d) pemanfaatan waktu luang (leisure); dan (e) etika kerja (ethics). Secara rinci komponen perangkat lunak ini meliputi kecakapan penghayatan terhadap : (a) Kesehatan18 Pevote, Vol.1, No. 1, September 2006 : 17-21
  3. 3. dan Keselamatan Kerja (health and yang digunakan sebagai alternatifsafety); (b) Hubungan industri tempat pelatihan, sebelum memasuki(Industrial Relation), meliputi industri atau duna kerja, agar masa PKLpemahaman sistem organisasi kerja, di industri dapat dipersingkat dalamkerjasama dsb; (c) Etika Kerja antara upaya efisiensi. Sebagai pusat pelatihanlain : kedisiplinan, dan sistem penilaian terdapat perbedaan antara metodaprestasi; dan (d) Hak dan Kewajiban pelatihan ketrampilan di laboratorumkerja : Hukum Perburuhan, Peraturan dengan pelatihan ketrampilan di UP.Kerja. Pelatihan di UP menggunakan metode yang meng-adopt kegiatan di industri secara menyeluruh, sedangkan pelatihan3. Kecakapan Berwirausaha di laboratorium umumnya hanya dalamKecakapan berwirausaha adalah bentuk perangkat keras.kecakapan berwirausaha, yang dalam Robert D. Brown (1980) dalam bukunyahal ini lebih banyak ditekankan pada Industrial Education Facilities,soft component kepribadian seperti : (a) menyebutkan bahwa sebuahkemandirian; (b) kepemimpinan; (c) laboratorium pendidikan industri yangkejujuran; (d) rasa percaya diri; (e) disebutnya sebagai industrial art atkemampuan untuk mengatasi masalah school perlu mempersiapkan program(problem solving); dan (f) tidak mudah pelatihan ketrampilan fisik, pelatihanputus asa. Hard component dari kedisipilinan dan etos kerja, dan tenagakecakapan ini adalah akuntansi dan edukatif terlatih. Berdasarkankalkulasi biaya. pandangan tersebut, UP yang akan dikembangkan secara kreatif sebagai tempat pelatihan memerlukan hal-halUnit Produksi Sebagai Tempat berikut :PelatihanUP merupakan salah satu alternatiftempat pelatihan bagi siswa, disamping 1. Program Pelatihan Perangkat keraslaboratorium dan industri mitra sekolah, Untuk melatih ketrampilan vokasionalkarena dipandang dapat memberikan dibutuhkan fasilitas fisik, antara lain :kontribusi yag nyata dalam melatih (a) ruang yang didesain dalam suasanaketrampilan dan kecakapan di samping industri; (b) peralatan berskala industrifungsi ekonomis yang da pa t dengan jumlah sesuai kemampuan; (c)diberikannya. rancangan program pelatihanManfaat pelatihan UP Sekolah antara ketrampilan menggunaan alat; (d)lain : (1) dapat meminimalkan sumber belajar, seperti modul dan jobkesenjangan teknologi; (2) melatih instruction, dan (e) alat evaluasi.perangkat keras dan perangkat lunak 2. Program Pelatihan Soft skillsesuai dengan standart yag berlaku di Mengacu kepada komponen non fisikindustri; (3) dapat menghemat waktudan biaya pelatihan ke luar; (4) dapat yang harus dimiliki karyawan industri, dimana seorang karyawan hendaknyamemberikan keuntungan secaraekonomis yang dapat digunakan untuk mengenal tentang : (a) disiplin kerja (pemakaian seragam, peraturan); (b) hakkesejahteraan siswa, karyawan, danguru; (5) me la tih kecakapan dan kewajiban (upah, insentif, jam kerja dan lembur, prestasi kerja); (c)berwirausaha; (6) melatih siswamengatasi masalah (problem solving). kesehatan dan keselamatan kerja (Jaminan kesehatan, keselamatan kerja,UP sebagai miniatur industri di sekolah asuransi keselamatan); (d) hubungan Pemanfaatan Unit Produksi Sebagai Alternatif Tempat Pelatihan Lifeskill dan Enterpreuner Skill 19 (Ani Kristiani)
  4. 4. industri (promosi jabatan, organisasi lainnya adalah mengunakan ataukerja, psikologi kerja, kerjasama); (e) meminjam tenaga pelatih atau instrukturorientasi dan jaminan mutu. Program dari industri.pelatihan perangkat lunak juga 6. Akreditasi Unit Produksimembutuhkan : (a) rancangan programpelatihan dan indikatornya; dan (b) alat Penyelenggaraan pelatihan di UPevaluasinya. hedaknya memenuhi standart kinerja yang mutunya dapat dipertanggung-3. Program Pelatihan Kecakapan jawabkan, selain itu benar-benar harusberwirausaha efektif mencapai tujuan, danPelatihan diarahkan pada penanaman berlangsung secara efisien, disampingjiwa wirausaha yang ulet, pantang mendatangkan keuntungan. Untuk itu,menyerah, jujur, percaya diri, tidak UP perlu dievaluasi kinerjanya sesuaimudah putus asa, kepemimpinan, dengan standar kinerja di industribersama dengan pelatihan perangkat sejenis, dan sesuai dengan standartlunak komponen keterampilan hidup. kurikulum nasional. Perlu ditetapkanIndikator yang ada digunakan untuk suatu sistem akreditasi bagi UP yangmenentukan sistem evaluasi. Siswa mengembangkan pelatihan keterampilandiberi modal kerja dan dilatih hidup, dimana penilaian akreditasimelaksanakan usaha agar mendatangkan diberikan oleh industri sejenis bersamakeuntungan. Kompetensi kalkulasi dengan depdiknas atau direktoratharga dan biaya juga menjadi bagian pembinaan SMK pada tingkat daerah,pelatihan. atau bila memungkinkan pada tingkat nasional.4. Pelatihan Problem SolvingDalam kegiatan UP tentu akan terjadiberbagai masalah yang harus diatasi Mutu, Efektifitas, dan Efisiensisecara cepat. Disini siswa dikonfrontasi Pelatihansecara langsung dengan masalah yang Pelatihan keterampilan hidup di UPada dan dilibatkan dalam upaya-upaya dipandang cukup efektif manakala unitmengatasinya. tersebut dapat mencapai tujuan yang5. Instruktur Bersertifikasi Kompetensi ditetapkan. Efektifitas dapat dicapaiIndustri bila UP siap dengan ketiga fasilitas pendidikan industri seperti yangKeberhasilan suatu pelatihan di industri digambarkan Brown (1980), dansangat tergantung pada kemampuantenaga edukatif yang sesuai dan memanfaatkannya melalui penyelenggaraan yang terkendali,berskala industri. Guru atau instrukturyang melaksanakan pelatihan dengan sistem manajemen yang andal dan berorientasi mutu serta sesuaikompetensi di UP harus memilikikompetensi sebagai supervisor di dengan standar yang berlaku di indsutri sejenis. Mutu kinerja manajemen UPindustri, agar dapat melatih ketrampilan tersebut hendaknya memenuhi standarsimulatif yang sama dengan industri. yang diakui oleh industri sejenisKompetensi guru dan instruktur tersebut bersama depdiknas melalui direktoratdapat diperoleh melalui magang di pembinaan SMK, dengan sistemindustri untuk beberapa waktu, sehingga penilaian akreditasi berskala regionalbenar-benar memahami prinsip kerja diindustri. Selain itu, kompetensi guru ataupun nasional.tersebut hendaknya diujikan di industri Pelatihan dapat berlangsung efisiendan di-legal-kan dengan Sertifikat apabila tujuan pelatihan dapatKompetensi dari industri. Alternatif dilaksanakan dengan memanfaatkan20 Pevote, Vol.1, No. 1, September 2006 : 17-21
  5. 5. sumberdaya seoptimal dan sehemat berorientasi mutu, yang kinerjanyamungkin. Pemanfatan UP untuk dievaluasi melalui sistem akreditasipelatihan keterampilan hidup dapat yang dilaksanakan oleh industri sejenisdikatakan sebagai langkah efisien, dan Depdiknas melalui Direktoratmengingat bahwa unit tersebut dapat Pembinaan SMK baik dalam skalamemanfaatkan sumber daya sekolah, regional maupun nasional.seperti mesin dan alat, guru, denganmengadop sistem yang berlaku diindustri. Efisiensi dalam segi waktu Daftar Pustakadapat dicapai mengingat pelatihan dapatdilakukan seusai sekolah, sedangkandari segi biaya akan dapat mengurangi Rosida Syamwil, (2004). Optimalisasibiaya transprotasi ke industri. Namun Unit Produksi dan Unit Usahaperlu diingat bahwa sertifikasi sebagai Alternatif tempat Palatihankompetensi di industri juga diperlukan Keterampilan hidup dansebagai alat evaluasi apakah Enterpreunerial Skill, Proceedingspenyelenggaraan pelatihan keterampilan Konvensi Nasional Aptekinda IIhidup di UP tersebut sudah efektif dan Temu Larya XIIIdalam perspektif dunia kerja. FT/FPTK/JPTJK Universitas/IKIP se-Indonesia Jakarta, 12-14 Februari 2004.Kesimpulan Direktorat pembinaan SMK. (2003).Pokok-pokok pemikiran di atas Draft Landasan, Program, danmenunjukkan bahwa UP dapat Pengembangan Kurikulum 2004digunakan sebagai alternatif pelatihan Craigh, R.L. (1987). Training andkecakapan hidup (lifeskill), yang Development Handbook, Newmewakili pelatihan di industri secara York: Mc Graw Hill Book Co.simulatif. Kegiatan pelatihan di unittersebut dapat pula disajikan sebagai Samuel, J.C. (1986). Curriculumlangkah persiapan awal sebelum siswa Planning and Development,memasuki pelatihan yang sesungguhnya Boston: Allyn and Bacon, Incdi industri atau dunia kerja. Berbeda DeVore P.W. (1980). Technology andengan bengkel biasa yang hanya Introduction, Worcester: Davismelatih ketrampilan dalam bentuk Publication, Inc.perangkat keras, UP merupakan bengkelyang dapat melatihkan komponen hard Bower, G.H. and Hilgard, E.R. (1980).dan perangkat lunak secara simultan. Theory of Learning. Englewood Cliff: Prentice Hall, IncKesiapan sekolah dalam mengembangkan UP sebagai laboratorium Brown, R.D. (1964). IndustrialPendidikan Industri dan Keterampilan Eduacationnal Facilities. Boston:hidup diukur dari kesiapan dalam : (1) Allyn and Bacon, Inc.perangkat program pelatihan perangkatkeras; (2) perangkat program pelatihanperangkat lunak; (3) fasilitas industridalam skala kecil; dan (4) gurubersertifikasi kompetensi industri atauinstruktur langsung dari industri.Selain itu UP hendaknya dapatmenjalankan fungsi manajemen yang Pemanfaatan Unit Produksi Sebagai Alternatif Tempat Pelatihan Lifeskill dan Enterpreuner Skill 21 (Ani Kristiani)

×