Lengkap geo

5,817 views

Published on

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,817
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
278
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Lengkap geo

  1. 1. 0 23,5 L.U 0 MATAHARI 21 JUNI 23 SEPTEMBER 23 MARET 0 23 MARET MATAHARI MATAHARI 0 23,5 L.S MATAHARI 22 DESEMBER MATAHARI KETERANGAN a. PADA 23 MARET MATAHARI TEPAT BERADA DI KHATULISTIWA, SEMUA TEMPAT DI BUMI SIANG HARI SAMA PANJANG DENGAN MALAM YAITU 12 JAM b. PADA 21 JUNI MATAHARI PADA KEDUDUKAN PALING UTARA, BELAHAN BUMI UTARA MENGALAMI MUSIM PANAS, BELAHAN BUMI SELATAN MUSIM DINGIN c. Pada 23 SEPTEMBER MATAHARI KEMBALI BEREDAR DI KHATULISTIWA PADA WAKTU ITU SAMA DENGAN 23 MARET. d. Pada 22 DESMBER MATAHARI PADA KEDUDUKAN PALING SELATAN, BELAHAN BUMI SELATAN MUSIM PANAS, BELAHAN BUMI UTARA MUSIM DINGIN By Sutarto
  2. 2. 66,5 40 O O GARIS BALIK UTARA 0 23,5 0 KHATULISTIWA 0 23,50 O 40 GARIS BALIK SELATAN O 66,5 By Sutarto
  3. 3. REVULUSI BUMI B.4 23 MARET 0 66,5 21 JUNI M 22 DESEMBER . B.3 B.1 B.2 23 SEPTEMBER By Sutarto
  4. 4. A SINAR VERTIKAL G S N a b GAMBAR SUDUT DATANG SINAR MATAHARI DI KHATULIS DAN LINTANG TINGGI KETERANGAN LEBIH BESAR MASUK SUDUT MATAHARI, LEBIH BESAR INTENSIVITAS PEMENASAN SINAR A DARI PADA B KARENA BIDANG A < DARI BIDANG B + C By Sutarto
  5. 5. SUDUT DATANG SINAR MATAHARI DI SUATU TEMPAT SIANG HARI a a c b PERMUKAAN BUMI Keterangan Pada pagi hari bidang yang terpanasi adalah a + c Pada siang hari bidang yanmg dipanasi adalah a Pada sore hari bidang yang diapanasi adalah a + b Pada siang hari wilayah a dipanasi matahari lebih intensif By Sutarto
  6. 6. 60 30 T 0 ANGIN TIMUR KUTUB R R FRON KUTUB 0 T SUB TROPIKA T ANGIN BARAT PASAT TIMUR LAUT 0 0 KHATULISTIWA ZONA KONVERGENSI INTER TROPIKA PASAT TENGGARA 0 ANGIN BARAT T T SUB TROPIKA 30 T = TINGGI R = RENDAH FRON KUTUB 60 0 R R ANGIN TIMUR KUTUB T By Sutarto
  7. 7. Kutub utara tekanan udara tinggi Angin timur Front kutub Angin barat Subtropika tekanan udara tinggi Angin passat timur laut Equator tekanan udara rendah Angin passat tenggara Subtropika tekanan udara tinggi Angin barat Front kutub Kutub selatan tekanan udara tinggi Angin timur
  8. 8. Tekanan rendah Tekanan udara tinggi Tekanan rendah COMOLONIMBUS UDARA DINGIN TURUN TEKANAN TINGGI UDARA DINGIN TURUN UDARA HANGAT NAIK TEKANAN RENDAH TEKANAN TINGGI PERMUKAAN BUMI TEMPERATUR YANG PANAS MENGENDALIKAN SISTEM SIRKULASI UDARA YANG ADA DI ATMOSFER PADA GARIS LINTANG 30 0 LU/ LS YANG TERKENAL DENGAN NAMA HADLEY CELL. MASSA UDARA PANAS BERTEMU DENGAN MASSA UDARA DINGIN BERGERAK MENUJU GARIS KHATULISTIWA. KARENA SUHU DI WILAYAH KHATULISTIWA SANGAT TINGGI MAKA KEDUA MASSA UDARA TERSEBUT DIPAKSA BERGERAK NAIK SEHINGGA ZONA TERSEBUT TEKANAN UDARANYA SANGAT RENDAH. DAERAH TERSEBUT DINAMAKAN ZONA KONVERGENSI INTER TROPIKA.
  9. 9. GAMBAR SUDUT PEMANASAN SINAR MATAHARI DIMUKA BUMI 2 3 M P KETERANGAN P = PUSAT BUMI M = MATAHARI GARIS NORMAL ARAH SINAR MATAHARI By Sutarto
  10. 10. HUKUM BUYS BALLOT. II K.U KETERANGAN A 1 2 3 K KHATULISTIWA A.2 2 H A.4 3 A.3 Molecular udara A berputar dengan bumi dari barat ke timur dan bergerak ke khatulistiwa( KH ) sesaat di titik 1, kemudian di titik 2, 3 dan di A.4. Jika bumi tidak berotasi, ia akan tiba di A.3 Jadi karena tiap titik di KH lebih cepat berputar, maka molekul A datangnya terlambat tidak di A.3, tetapi baru di- A.4. Begitupula molekul B 1 B KECEPATAN ROTASI BUMI MENURUT GARIS LINTANG B.1 NO. K.S 1 GARIS LINTANG 0 0 0 2. 10 3 30 0 40 0 0 60 0 90 4 By Sutarto 5 6 KECEPATAN ROTASI 461 M / DETIK 457 M / DETIK 402 M / DETIK 335 M / DETIK 232 M / DETIK 0 M / DETIK
  11. 11. ANGIN SIKLON DAN DAN ANTI SIKLON KETERANGAN H.1 = ANTI SIKLON UTARA H.1 H.2 = ANTI SI- L.1 KLON SELATAN C A R B G W G W R A B C L.1 = SIKLON UTARA L.2 = SIKLON SELATAN L.2 H.2 C W A G R B B G R C A W By Sutarto
  12. 12. PEMBIASAN ANGIN MENURUT HUKUM BUYS BALLOT 100% K.U MAX.KUTUB 89,7% BELAHAN UTARA O 60 L.U Pembiasan angin menurut PENYIPANGAN KE KANAN 50% KETERARNGAN O 30 L.U Hukum Buys Ballot di belahan Utara menyimpang ke kanan di belahana Selatan menyimpang ke kiri. Hal ini dikarenakan 0% 0 KHATULISTIWA O TIADA PEMBIASAN bumi berotasi dari barat ke timur dan bumi yang bulat bentuknya memepat di kedua kutubnya. PENYIPANGAN KE KIRI O 30 L.S BELAHAN SELATAN O 60 K.S
  13. 13. KEDUDUKAN BUMI PADA GERAK SEMU HARIAN MATAHARI Z Z B BUMI LINTASAN M MATAHARI BUMI A N N KETERANGAN Kedudukan bumi pada : A = 21 Juni ( Summer di Utara ) N = Nadir B = 22 Desember ( summer di selatan ) Z = Zenith K.U. = Kutub Utara K.S = Kutub Selatan L.U = Lintang Utara L.S = Lintang selatan By Sutarto
  14. 14. REFLEKSI OLEH PEMANCARAN 5 RADIASI MATAHARI MEMASUKI PUNCAK ATMOSFER 100 AWAN 21 TANAH 15 ABSORPSI OLEH MULEKUL DAN DEBU 6 3 KESELURUHAN REFLEKSI ( ALBEDO ) 32 AWAN ABSORPSI TANAH 50 ABSORPSI KESELURUHAN: 68 DARATAN DAN LAUTAN DIAGRAM SKEMATIK KESEIMBANGAN RADIASI GLOBAL By Sutarto
  15. 15. BALANS PANAS DI ATMOSFIR MATAHARI 100% ALBEDO 19% 11% ATMOSFER MATAHARI 100% PANTULAN 8% ABSORPSI 13% CERAH AWAN DIFFUSI 20% ABSORPSI 15% TRANSMISI 54% 74% AWAN awan PENEMBUSAN 27% PEMBAURAN 19% 46% PANTULAN KEMBALI 66% KULIT BUMI BALANS PANAS DI ATMOSFER TAK BERAWAN By Sutarto 45% KULIT BUMI BALANS PANAS DI LANGIT BERAWAN SEDANG
  16. 16. BALANS PANAS DI ATMOSFIR MATAHARI 100% PANTULAN 65% DIFFUSI 6% AWAN AWAN DIFFUSI TRANSMISI 0% ABSORPSI 12% 17% PANTULAN 2% 2% 17% 17% KULIT BUMI BALANS PANAS DI ATMOSFER BERAWAN By Sutarto
  17. 17. DAUR HIDROLOGI KECIL Matahari KETERANGAN Air laut yang yang mendapat pemanasan dari matahari akan menguap menjadi Gas H20 kemudian akan mengalami proses kondenisasi dimana Gas H2O berubah menjadi titik air yang berkumpul yang dianamakan awan . Apabila titik air jatuh ke bumi atau laut maka terjadilah hujan. AWAN KONDENISASI GAS H2O PENGUAPAN SAMUDERA By Sutarto HUJAN
  18. 18. DAUR HIDROLOGI SEDANG KETERANGAN MATAHARI Air laut mendapat pemanasan dari matahari akan menguap menjadi gas H2O, gas ini naik ketempat yang lebih tinggi dan mendapat pendinginan sehingga terjadi proses kondenisasi yaitu gas H2O berubah menjadi titik-titik air yang berkumpul dinamakan awan Apabila titik air ini jatuh dinamakan hujan. AWAN AWAN KONDENISASI HUJAN PENGUAPAN DARATAN By Sutarto SAMUDERA
  19. 19. DAUR HIDROLOGI BESAR KETERANGAN MATAHARI AWAN KRISTAL ES HUJAN Air laut yang mendapat pema nasan dari matahari akan menguap manjadi gas H2O. Gas H2O dibawa angin mendaki pegunungan yang tinggi SUBLIMASI sehingga mendapat pendingi nan yang besar dan terjadi proses sublimasi dimana gas PENGUAPAN H2O berubah menjadi kristal SAMUDERA DARATAN es dan berkumpul menjadi awan. Apabila kristal es jatuh kepermukaan bumi maka terjadi hujan salju By Sutarto
  20. 20. DAUR HIDROLOGI SEMPURNA SUBLIMASI AWAN MATAHARI AWAN KONDENISASI PENGUAPAN AIR TANAH GAS H2 O PENGUAPAN DANAU SAMUDERA By Sutarto
  21. 21. MUATAN POSITIF + + ++ + KRISTAL ES UDARA DINGIN UDARA HANGAT KETERANGAN AWAN __ _ _ MUATAN NEGATIF KILASAN PETIR ++ + + + PERMUKAAN TANAH By Sutarto HUJAN PUNCAK AWAN – GURUH MENDAPAT MUATAN LISTRIK POSITIF, SEDANGKAN DASARNYA BERMUATAN NEGATIF. LUCUTAN ITU TAMPAK SEBAGAI KILAS – AN PETIR. PETIR DAPAT MELEJIT KE TANAH , KARENA BAGIAN BAWAH AWAN DAN TANAH MUATANNYA BERLAWANAN SEPANJANG JALANNYA PETIR UDARA TERPANASKAN. MOLEKUL UDARA HA – NGAT BERTABRAKAN DENGAN YANG DINGIN MENCIPTAKAN BUNYI GEMU – RUH
  22. 22. AWAN HUJAN By Sutarto AWAN HUJAN
  23. 23. UAP AIR SANGAT PANAS GAS UAP PANAS GEYSER FUMAROL SUMBER AIR PANAS LUBANG AIR PANAS MATA AIR PANAS BATUAN VULKANIK PANAS BATUAN INDUK
  24. 24. c.2 c.1 b d 2 a 1 By Sutarto
  25. 25. KETERANGAN SIKLUS BATUAN 1 = Magma batuan cair pijar didalam lithosfer, bentuk mula –mula siklus batuan 2 = Batuan Beku. a = Karena pendinginan magma menjadi makin padat membeku. 3 = Batuan sedimen Klastis. b = Batuan beku rusak hancur karena tenaga eksogen: air hujan, pamas/didingin, es, angin, dll, diangkut diendapkan menjadi batuan sedimen klastis. 4.a= Batuan sedimen chemis. c.1= Batuan larut dalam air dan langsung diendapkan menjadi batuan sedimen chemis. 4.b= Batuan sedimen organis. c.2= Batuan larut dalam air diambil oleh organisme dan melalui organisme membentuk batuan endapan organisme. 5 = Batuan metamorf. d = Karena tekanan dan suhu batuan beku dan batuan sedimenmengalamiperubahan bentuk menjadi batuan malihan ( metamorf )
  26. 26. A. Batuan Beku Menurut tempat 1 Beku Luar 1. Batuan beku luar 2. Batuan beku korok 3. Batuan beku dalam Menurut Struktur Amorf Porfiris Granitis/Holokristalin B. Batuan Sedimen 2 3 Beku Dalam Beku Gang MAGMA 1. Menurut cara pengendapannya 2. Menururt tempat mengendapnya C. Batuan Metamorf 1. Batuan Metamorf Dynamo : Tekanan dan 2. Batuan Metamorf Kontak : Suhu yang waktu tinggi 3. Batuan Metamorf Pneumatolitis kontak : Suhu sangat tinggi dan mendapat tambahan bahan gas 3. Menururt tenaga pengendapnya a. Hancur mengendap endapan klastis / mekanis b. Larut mengendap 1. Langsung Chemis 2. Tak Langsung a. Sedimen Teritis b. Sedimen Marine c. Sedimen Limnis d. Sedimen Pluvial e. Sedimen Glasial Darat Laut Rawa Sungai Glatser a. Sedimen Aeolis b. Sedimen Aquatis c. Sedimen Glasial Angin Air Es By Sutarto
  27. 27. HUJAN CUACA, EROSI DAN PENGENDAPAN PENGHANGCURAN BATUAN BEKU LARUT ( DIENDAPKAN MEREKAT DAN PADU ) SUHU DAN TEKANAN PENGHANCURAN BATUAN SEDIMEN MENCAIR SUHU DAN TEKANAN BATUAN METAMORF SUHU DAN TEKANAN PENDINGINAN MENCAIR MAGMA MAGMA MENCAIR By Sutarto
  28. 28. BATU SAPIR BATU INTAN BATU KUARSA BATU NEFRIT BATU OBSIDIAN BATU BASALT BATU ZAMRUT BATU TOURMALIN BATU METAMORPIK BATU FELDSPAR BATU OPAL BATU ALABASTER
  29. 29. BATU GEODE BATU FLUARIT ANDESIT BATU TULIS BATU METAMORF BATU DOLOMIT BATU KALSIT BATU SEDIMEN BATU TOPAZ BATU DELIMA BATU GAMPING BATU PUALAM
  30. 30. MENERAL DAN MENERALOGI Meneral meliputi suatu struktur dan warna yang khas, mencakup kelompok yang berbeda seperti, Obsidian berwarwarna hitam, batu Delima berwarna merah seperti kaca, batu Inatan keras adan jernih dan batu Talk berwarna pucat dan berkapur. Batuan ini terjadi secara alamiah bukan berasal dari tumbuhtumbuhan atau hewan. Maneral merupakan sumber batuan berharga yanmg sering ditambang dalam wujud bijih. Organisma hidup memerlukan meneral untuk menjaga dan menghasilkan nutrisi guna menjaga kesehatan, mencegah penyakit bahkan kematian. Ahli pertambangan menggolongkan meneral atas dasar komposisi kimia, kelas kristal, kekerasan dan penampilan ( warna, kilap sifat tak tembus cahaya ). Atas dasar tersebut suatu pemeilihan meneral dapat dikenali dengan mudah.
  31. 31. ARUS PERMUKAAN LUBANG KE BAWAH BATUAN DATARAN TINGGI GAMPING CELAH YANG CURAM SINGKAPAN BATU GAMPING GABUNGAN BATU GAMPING TEKANAN TERA ROSA BATUAN KEDAP AIR SEPERTI BATUAN GRANIT PATAHAN ARUS BAWAH BATUAN ARUS MUNCUL KEMBALI KE PERMUKAAN STALAGTIT STALAGMIT GUA LAPISAN KEDAP AIR SEPERTI TANAH LIAT
  32. 32. ALIRAN PERMUKAAN BATUAN KEDAP AIR BATUAN GAMPING ALIRAN AIR MUNCUL KEMBALI ALIRAN MASUK KEDALAM TANAH ARUS AIR BAWAH TANAH STALAGTIT STALAGMIT GUA TOPOGRAFI KARST MENGACU PADA AREA DI MANA BATUAN INDUK MAMPU DIHANCURKAN OLEH ZAT KIMIA SECARA ALAMI YANG TERDAPAT PADA AIR TANAH DAN AIR HUJAN. KARAKTERISTIK KARST DITANDAI OLEH LUBANG AIR YANG MASUK KEDALAM TANAH, GUA, KEMUNCULAN KEMBALI ARUS AIR BAWAH TANAH DAN MENGHILANGNYA ARUS YANG TERJADI DI DALAM BATU GAMPING
  33. 33. Sedimen batuan horizontal BATUAN SEDIMEN MIRING Instrusi granit patahan Geolog menggunakan prinsip stratigrapi untuk mengungkap sejarah yang berhubungan dengan geologi dari suatu daerah dengan menggunakan informasi dalam lapisan batuan di suatu kawasan. Sebagai contoh pada kenampakan lapisan batuan ini, patahan memotong instrusi granit tetapi tidak sampai batuan sedimen horisontal. Dengan menghubungan strata yang berbeda satu sama lain, geolog dapat menyimpulkan bahwa instrusi granit muncul sebelum patahan tersebut terjadi. Sebagai tambahan, bahwa suatu patahan sudah terjadi sebelum sedimentasi horizontal ada pada lapisan atas permukaan bumi.
  34. 34. MASA AKHIR PERAPIAN BARANG TEMBIKAR BATU BATA TENGKORAK BANGUNAN BATU TULANG MASA AWAL
  35. 35. SKEMA PEMBENTUKAN SIKLON EKSTRA TROPIS 1 TAHAP AWAL By Sutarto
  36. 36. SKEMA PEMBENTUKAN SIKLON EKSTRA TROPIS 2 By Sutarto
  37. 37. 3 SKEMA PEMBENTUKAN SIKLON EKSTRA TROPIS By Sutarto
  38. 38. SKEMA PEMBENTUKAN SIKLON EKSTRA TROPIS 4 UDARA HANGAT By Sutarto
  39. 39. MATA BADAI DAERAH TEKANAN RENDAH COMULUNIMBUS KONDENISASI UAP AIR HUJAN UDARA HANGAT UDARA DINGIN By Sutarto
  40. 40. KETERANGAN SUATU ANGIN TOPAN DISEBUT JUGA ANGIN SIKLON TROPIS ATAU TIPON TERBENTUK MANA KALA SEMUA KONDISI – KONDISI TERPENUHI. SEPERTI SUHU PERMU – KAAN LAUT LEBIH DARI 27 0 DAN PEMUSATAN EMBUN PUTIH SERTA UDARA DI C NGIN DI ATMOSFER. DI BAWAH KONDISI SEPERTI INI UDARA PANAS TIDAK DAPAT KELUAR, MEMBENTUK SUATU KOLOM YANG MENCIPTAKAN ANGIN TOPAN ITU. ANGIN TOPAN DAPAT MENJANGKAU DIAMETER LEBIH DARI 500 KM YANG DAPAT MEMUTAR ANGIN DENGAN KECEPATAN 300 KM PER JAM. DI DALAM PUSAT KOLOM TERSEBUT TERDAPAT MATA ANGIN TOPAN. UDARA LEMBAB PADA AWAN COMU – LUNIMBUS NAIK LEBIH DARI 10.000 M PADA DAERAH BERTEKANAN UDARA REN – DAH DAN LANGIT YANG CERAH. UDARA YANG LEMBAB TERSEBUT MENGALAMI KONDENISASI DAN TURUN MENJADI HUJAN. ANGIN BADAI
  41. 41. BAROMETER ANEROID PERMUKAAN PLUVIOMETER PENUNJUK CORONG UKURAN YANG DIRUNCINGKAN PEGAS PENGUNG KIT RANTAI VELAG KUNINGAN PENGARUH DARI LUAR BAGIAN DALAM DAPAT DIPINDAHKAN BOTOL GELAS LOGAM VAKUM MANGKOK BERPUTAR PEGAS HALUS ANIMOMETER GENERATOR ALTI METER
  42. 42. Suhu naik Suhu turun 2.000 meter Awan mulai mendingin dengan lambat Suhu turun ARAH ANGIN Foehn Foehn adalah suatu angin hangat yang kering menuruni suatu lereng bukit/puncak gunung. Angin ini tercipta manakala udara yang dingin bergerak naik ke puncak lereng pegunungan dari arah asal angin datang dan menuruni lereng karena tekanan udara yang turun . Angin hangat pada sisi tempat lereng menurun mempunyai suatu temperatur lebih hangat dibanding pada udara sama dibagian puncaknya.
  43. 43. ANGIN MUSON TIMUR LAUT CURAH HUJAN RENDAH INDIA BOMBAY BOMBAY SAMUDERA HINDIA ARUS ANGIN MUSON TENGGARA BULAN DESEMBER MUSON TIMUR LAUT ANGIN MUNSON ADALAH ANGIN MUSIMAN YANG MEMBAWA HUJAN AMAT DERAS DI MUSIM PANAS DAN CUACA CERAH PADA WAKTU MUSIM DINGIN ANGIN MUSON TIMUR TERJADI SEBAGAI AKIBAT ADANYA PERBEDA-AN TEMPERATUR UDARA ANTARA DARATAN ASIA DENGAN TEMPERATUR DIATAS SAMUDRA HINDIA
  44. 44. DAERAH CURAH HUJAN TINGGI INDIA BOMBAY BOMBAY KETIKA MUSIM PANAS KEMBALI KE SUB KONSTINEN INDIA , ASIA SELATAN MEMANAS LEBIH CEPAT DARI PERMUKAAN LAUTAN HINDIA . BEBERAPA WILAYAH UTARA DAN TENGAH INDIA TEMPERA -TUR MENCAPAI LEBIH 40 C 0 SAMUDERA HINDIA BULAN MEI UTARA MUSIM SEMI KEMBALI
  45. 45. DAERAH CURAH HUJAN TINGGI ANGIN MUSON BARAT DAYA INDIA BOMBAY BOMBAY ARUS ANGIN MUSON TENGGARA BULAN JULI ANGIN MUS0N BARAT DAYA UDARA PANAS NAIK DI ATAS DARATAN YANG MENGHASILKAN SUATU AREA TEKANAN RENDAH.. KEADAAN INI MEMAKSA MASSA UDARA DINGIN DAN LEMBAB DARI SAMUDRA BERGERAK KE ARAH DARATAN . ANGIN BARAT DAYA INI MENANDAI KEMBALINYA HUJAN ANGIN MUNSON DI MUSIM PANAS. UAP AIR YANG DITIUP OLEH ANGIN MENGALAMI KONDENISASI MENGHASILKAN HUJAN LEBAT. MUSIM HUJAN PADA UMUMNYA MULAI BULAN JUNI sampai SEPTEMBER .
  46. 46. DAERAH CURAH HUJAN TINGGI INDIA BOMBAY BOMBAY SAMUDERA HINDIA BULAN NOVEMBER UTARA KEMBALI MUSIM DINGIN CURAH HUJAN TERJADI PADA MUSIM GUGUR SEPERTI KETIKA ANGIN MuSoN BARAT DAYA BERHEMBUS . KETIKA ANGIN MUSON TIMUR LAUT BERTIUP CUACA DINGIN DAN KERING.
  47. 47. MATAHARI AWAN AWAN PENGUAPAN SAMUDERA By Sutarto
  48. 48. PUNCAK GUNUNG KONDENISASI AWAN AWAN AWAN ANGIN MENDAKI HUJAN ANGIN TURUN DAERAH BAYANGAN HUJAN DARATAN LAUT
  49. 49. AWAN HUJAN JENITHAL 0 O 23,5 LU 0 O 23,5 LU By Sutarto
  50. 50. PEMBAGIAN WILAYAH LAUT MENURUT KONVENSI HUKUM LAUT MERCUSUAR A LAUT TERITORIAL B 12 mil laut  kedaulatan penuh negara pantai ZONA EKONOMI EKLUSIF  200 Mil ( 350 mil dengan landas benua  Hak eklusif ekonomi negara pantai  Tidak ada hak politis C LAUTAN LEPAS D Eksploitasi diatur oleh badan otorita internasional GARIS PANTAI SAMUDERA By Sutarto
  51. 51. SINKLINAL SINKLINAL SINKLINAL ANTI KLINAL SINKLINAL By Sutarto
  52. 52. PROSES PELIPATAN MUKA BUMI TENAGA TEKANAN TANGENSIAL SEBELUM MENGALAMI TEKANAN ANTI KLINAL SINKLINAL SESUDAH MENGALAMI TEKANAN By Sutarto
  53. 53. PEGUNUNGAN LIPATAN PEGUNUNGAN MENYEBAR LEMPENGAN 1 LEMPENGAN 2 Z0NA SUBDUKSI PALUNG LEMPENGAN 4 LEMPENGAN 3 PATAHAN UBAH SAMUDERA By Sutarto
  54. 54. BENUA LITOSFER SAMUDERA MAGMA PEGUNUNGAN LIPATAN PUNGGUNG SAMUDERA MAGMA LEMPENG TEKTONIK BUMI GERAKAN MAGMA DALAM BUMI PUNGGUNG LAUT KULIT BUMI LITOSFER ASTENOSFER MAGMA ZONA PATAHAN MAGMA ZONA PATAHAN
  55. 55. SAMUDERA SAMUDERA KULIT BUMI LITOSFER ASTENOSFER ZONA SUBDUKSI MAGMA ZONA SUBDUKSI SAMUDERA MAGMA PEGUNUNGAN LIPATAN CONTOH FORMASI PATAHAN
  56. 56. GARIS DIVERGEN GARIS GARIS KONVERGEN GARIS YANG PERALIHAN BERUBAH UBAH LEMPENG AMERIKA UTARA LEMPENG EURASIA LEMPENG PILIFINA LEMPENG KARIBIA LEMPENG COCOS LEMPENG PASIFIK LEMPENG AUSTRALIA INDO LEMPENG EURASIA LEMPENG ARABIA LEMPENG AFRIKA LEMPENG NAZCA LEMPENG AMERIKA SELATAN LEMPENG SCOTIA LEMPENG ANTARTIKA PETA DIATAS MENUNJUKAN LEMPENGAN-LEMPENGAN TEKTONIK UTAMA YANG MERUPAKAN BAGIAN-BAGIAN KERAK BUMI. SEKELILING PINGGIRAN LEMPENGAN TERDAPAT GUNUNG-GUNUNG API DAN GEMPA BUMI APA BILA LEMPENGAN BERGERAK. MASING-MASING LEMPENGAN SALING BERHUBUNGAN DAN SECARA KONSTAN BERGERAK SEHINGGA TERJADI TABRAKAN PADA BAGIAN TEPINYA MENYEBABKAN TERJADINYA GEMPA. SE – LAIN ITU LEMPENGAN DAPAT DIPAKSA KE BAWAH YANG LAIN, MENYEBABKAN LEMPENGAN ITU MENCAIR MENCIPTAKAN MAGMA YANG NAIK MELALUI GUNUNG API YANG BERDEKATAN.
  57. 57. SAMUDERA ARTIK SAMUDERA ARTIK GREENLAND AMERIKA UTARA EROPA ASIA SAMUDERA PASIFIK AFRIKA SAMUDERA PASIFIK SAMUDERA HINDIA AMERIKA SELATAN SAMUDERA ATLANTIK ANTARTIKA JALUR GEMPA GUNUNG API AKTIF AUSTRALIA
  58. 58. Penyebaran Gempa bumi dan Gunung Api Penyebaran gunung api dan zone gempa bumi seluruh dunia sebagian besar mengikuti jalurjalur lempeng tektontik . Di dalam area kulitbumi yang keras adalah di bawah tekanan yang luar biasa,yang dapat menyebabkan adanya letusan gunung api. Dari waktu ke waktu, tekanan ini dilepaskan dalam suatu gempa bumi, atau cairan magma memaksa keluar ke permukaan bumi dengan cara sebagai gunung api. Bagaimanapun, gempa bumi utama dan letusan volkanis juga terjadi jauh dari jalur lempeng tektonik.
  59. 59. SUMBU ANTIKLINAL SINKLINAL By Sutarto
  60. 60. GAS BERACUN DAN DEBU ALIRAN LAHAR BERAPI AKTIF GUNUNG BERAPI AKTIF ALIRAN LAHAR GUNUNG TIDAK MAGMA TERKUNGKUNG DAPUR MAGMA UTAMA By Sutarto
  61. 61. Corak kerucut LINGKARAN DIKES MAGMA Tebing curam Dinding menonjol LAKOLIT DIKES Selubung bumi SILL BATUAN SEDIMEN By Sutarto
  62. 62. GUNUNG API RETAKAN Gunung api KERUCUT GUNUNG API KUBAH GUNUNG API GABUNGAN GUNUNG API MAR By Sutarto
  63. 63. P I P A GAS DAN DEBU VULKANIK SALURAN SAMPING RETAS RUANG MAGMA By Sutarto
  64. 64. SEBELUM PATAH SEBELUM PATAH HOSRT HOSRT GRABEN GRABEN SESUDAH PATAH SESUDAH PATAH By Sutarto
  65. 65. DASAR DINDING ARAH PATAHAN DINDING MENGGANTUNG SUDUT PATAHAN PATAHAN NORMAL BIDANG PATAHAN PATAHAN DORONG PATAHAN MIRING PATAHAN BALIK By Sutarto
  66. 66. HORST SLENK HORST HORST SLENK By Sutarto
  67. 67. PATAHAN DORONG PATAHAN NORMAL HOSRT PATAHAN BALIK PATAHAN PUKULGESER GRABEN DORONGAN Keterangan Gambar diatas menunjukan ciri-ciri struktural yang disebabkan gerakan-gerakan di dalam kerak bumi. Batuan sering terpecah-pecah membentuk celah-celah besar atau patahan. Bila mana sebuah balok tanah tenggelam antara 2 patahan, terbentuklah sebuah graben atau lembah renggang. Bilamana sebuah balok lahan terdorong keatas diantara 2 patahan terbentuklah sebuah hosrt atau gunung balok. Kadang-kadang balok lahan bergerak secara lateral sepanjang patahan. Patahan dorongan terjadi apa bila lipatan terpapas dan bagian atasnya terdorong diatas bagian bawahnya. By Sutarto
  68. 68. Patahan normal KERAK BUMI SELU – BUNG BUMI ARAH PATAHAN Retakan lembah yang dalam akan terendam air seperti halnya pada bidang pembatas patahan paralel. Patahan tersebut menghancurkan lapisan litosfer. By Sutarto
  69. 69. BIDANG PATAHAN
  70. 70. Tanpa atmospir tidak akan ada kehidupan di atas bumi. Atmospir terdiri dari lapisan gas yang mendukung kehidupan dan menyediakan perlindungan dari radiasi yang berbahaya diatas permukaan bumi. Ilustrasi ini menunjukkan perubahan temperatur dihubungkan dengan berbagai lapisan atmospir dan ketinggianya dari permukaan bumi
  71. 71. PANJANG GELOMBANG KETINGGIAN LEVEL TERENDAH
  72. 72. BALON CUACA 30.500 METER AWAN MUTIARA 21.000 METER  AWAN SIRUS 6.100 – 18.300 METER PESAWAT PENUMPANG JET 15.000 METER HELIKKOPTER 10.970 METER AWAN KOMULONIMBUS 10.000 - 18.000 METER AWAN KOMULUS 5000 – 13.700 METER BURUNG TERBANG 8.200 METER AWAN STRATUS 2.500 METER By Sutarto
  73. 73. SKETSA SUSUNAN LAPISAN ATMOSFER KETINGGIAN ( KM ) PUNCAK ATMOSFER 1000 EXOSFER IONOPAUSE 300 LAPISAN F.2 200 LAPISAN F.1 LAPISAN E.2 140 100 LAPISAN E.1 80,4 48,2 11,2 MESOPAUSE LAPISAN D LAPISAN APPLETON LAPISAN MEAVISIDE LAPISAN KENNELY LAPISAN THERMOSFER 400 LAPISAN IONOSFER THERMOFAUSE 650 MESOSFER LAPISAN OZON STRATOSFER TROPOPAUSE TROPOSFER DARATAN LAUT By Sutarto
  74. 74. KETERANGAN 1. LAPISAN TROPOSFER KETINGGIAN RATA-RATA 11,2 KM DPAL TEMPERATUR RELATIF TIDAK KONSTAN SEMANGKIN TINGGI DARI 0 0 0 PERMUKAAN BUMI SUHU TURUN 6 C - 7 C. TETAPI SUHU TERSEBUT TIBA - TIBA NAIK SEBELUM MENCAPAI LAPISAN TROPOSPAUSE. KEBALIKAN SUHU INI DISEBUT INVERST SUHU . GEJALA CUACA TERJADI PADA LAPISAN INI. 2. LAPISAN STRATOSFER 0 PADA KETINGIAN 20 KM SUHU PADA LAPISAN INI RELATIF KONSTAN SEKITAR -55 C BAGI-AN LAPISAN STRATOSFER YANG SUHUNYA TETAP DISEBUT ISOTHERMAL. DIATAS KETING-GIAN 32 KM SUHU MULAI MENINGKAT DENGAN CEPATKARENA ADANYA LAPISAN OZON YANG MENYERAP RADIASI ULTRAVIOLET DARI MATAHARI DAN DIUBAH MENJADI ENERGI PANAS. PADA LAPISAN INI TIDAK ADA PERISTIWA GEJALA CUACA. 3. LAPISAN MESOSFER SUHU PADA LAPISAN INI MENUNJUKAN PENURUNAN KEMBALI, DIMANA SEMAKIN TINGGI SUHUNYA MAKIN RENDAH . PADA KETINGGIAN 80 KM DPAL SUHUNYA MENCAPAI -1400 C . SUHU INI MERUPAKAN SUHU PALING RENDAH DI LAPISAN ATMOSFER ATAS, KARENA SESUDAH ITU SUHU AKAN TERUS NAIK DAN TIDAK AKAN PERNAH TURUN LAGI. MERUPAKAN LAPISAN PELINDUNG BUMI DARI SERBUAN METEOR. 4. LAPISAN THERMOSFER SUHU PADA LAPISAN INI TERUS MENINGKAT SAMPAI RIBUAN DERAJAT CELCIUS DAN TIDAK AKAN MENGALAMI PERUBAHAN SUHU LAGI. LAPISAN INI DITANDAI ADANYA PERUBAHAN KOMPOSISI ATMOSFER DIMANA MOLEKUL DARI BERBAGAI GAS TERURAI MENJADI ATOM -ATOM SEBAGAI AKIBAT AKSI RADIASI ULTRA VIOLET DAN SINAR X. 5. LAPISAN IONOSFER LAPISAN IONOSFER MERUPAKAN LAPISAN THERMOSFER DAN MESOSFER YANG MENGALAMI PROSES IONISASI . PADA LAPISAN INI GELOMBANG RADIO LEMAH DAN KUAT DIPANTULKAN KEMBALI. DALAM LAPISAN INI TERJADI TERDAPAT ALIRAN LISTRIK YANG KUAT YANG TERJADI OLEH ATOM-ATOM YANG TERIONOSASI OLEH SINAR ULTRA VIOLET MATAHARI. 6. LAPISAN EXOSFER PADA LAPISAN INI KERAPATAN TERJADI SEDEMIKIAN RENDAH SEHINGGA BENTURAN PARTIKEL - PARTIKEL NETRAL SANGAT JARANG. BAHKAN PARTIKEL TERSEBUT BEBAS DARI GRAVITASI BUMI. PADA LAPISAN EXOSFER ATOM NETRAL DAN MOLEKUL BERGERAK SANGAT BEBASNYA . ADA YANG BERGERAK MENUJU DAERAH PENGARUH GAYA TARIK BUMI DAN ADA YANG MENUJU RUANG ANTAR PLANET. PARTIKEL YANG BEMUATAN LISTRIK BERGERAK DI BAWAH PENGARUH MEDAN MAGNET BUMI.
  75. 75. By Sutarto
  76. 76. KETERANGAN Berbagai konsentrasi gas hidrogen flouride ( HF) diatas atmosfir bumi diperlihatkan di sini. Konsentrasi paling lemah adalah dalam garis lintang yang lebih rendah di sekitar garis balik dan garis katulistiwa; konsentrasi meningkat ke arah kutub di mana jumlah gas terus meningkat. Efek ozon tidak dapat menyerap sebagian gas hidrogen flouride tersebut. Bagaimanapun, ini merupakan suatu efek rumah kaca yang kuat dan menimbulkan gas dan sangat berperan dalam pemanasan global. Dari gambaran ini, suatu proses data yang dikumpulkan oleh satelit NASA, telah jelas menunjukkan bahwa jumlah HF paling besar menghasilkan gas yang ditemukan di sekitar Antartika, sedangkan tingkatan ozon yang paling rendah berada pada lingkaran putih di kutub dan tidak menunjukkan adanya data satelit.
  77. 77. GAS EFEK RUMAH KACA MATAHARI PANCARAN ENERGI MATAHARI PELEPASAN ENERGI PANAS ENERGI PANAS TERPERANG - REFLEKSI ENERGI MATAHARI By Sutarto KAP
  78. 78. AWAN Polusi udara Awan yang asam Asap kendaraan, pabrik Polutan dari sulpur, sulpurik, nitrat dan corbidioksida , kebakaran dan pembangkit berkombinasi dengan uap air di atmosfer listrik dibawa ke udara AWAN Hujan asam Kerusakan hutan Awan asam bergerak turun menjadi hujan Daun-daun asam berguguran sehingga fotosintesis tidak efektif pengendapan Beberapa unsur tidak bercampur dengan awan tetapi turun sebagai hujan panas yang kering dan berbahaya. DANAU Hujan asam mengganggu keseimbangan ekoKerusakan pada sistem akar sistem danau dan de menyembabkan pohon tidak mampu mengumpulkan bahan ngan cepat membunuh gizi dan menahan terpaan angin organisma Pengasaman tanah By Sutarto
  79. 79. PUNCAK PUNGGUNG BUKIT GUNUNG CELAH lembah LINTASAN SALJU KAKI BUKIT DATARAN LERENG JALUR PEPOHONAN AIR TERJUN JURANG By Sutarto
  80. 80. TENAGA RADIAL HORST HORST PATAHAN NORMAL GRABEN / SLENK DATARAN TINGGI HASIL DARI PATAHAN By Sutarto
  81. 81. SATELIT 400 – 900 KM PESAWAT TERBANG 18.000 M PESAWAT TERBANG RENDAH SAMPAI SEDANG 1000 – 9000 M   OBSERVASI DI DARAT By Sutarto
  82. 82. JALUR TERBANG PESAWAT YANG MELAKUKAN PEMOTRETAN JALUR TERBANG I JALUR TERBANG II JALUR TERBANG III  P.1 A C JALUR TERBANG IV P.2 E P.3 B  D F DAERAH TAMPALAN DALAM PEMOTRETAN UDARA By Sutarto
  83. 83.  GAMBAR SAAT PEMOTRETAN TAMPALAN LIPUTAN SATU LEMBAR FOTO DAERAH TEMPALAN GARIS NADIR ( TAPAK MEDAN SEBUAH PESAWAT TERBANG ) FOTO UDARA YANG DIPEROLEH VARIASI TEPI FOTO AKIBAT PERGESERAN JALUR TERBANG By Sutarto
  84. 84. GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK BIDANG ARAH DAN KEKUATAN PANJANG GELOMBANG BIDANG MAGNETIK BIDANG ARAH DAN KEKUATAN BIDANG ELEKTRIK SPEKTRUM ELEKTROMAGNETIK VISUAL CAHAYA SPEKTRUM 700 nm TV DAN RADIO 1 Km 1m RADAR CAHAYA X RAY,S TAMPAK INFRA MERAH ULTRAVIOLET GAMMA RAY,S 1 mm 1 nm 0,1nm 0,5nm 1 nm 400 nm
  85. 85. VISUAL CAHAYA SPEKTRUM SPECTROMETER VISUAL CAHAYA SPEKTRUM
  86. 86. SPEKTRUM LAMPU BUSUR SODIUM LAMPU BUSUR SODIUM SPEKTRUM MATAHARI MATAHARI SPEKTRUM GAMMA RAY,S GALAKSI SPEKTRUM GALAKSI SPECTROMETER
  87. 87. CONTOH FOTOGRAFI JARAK JAUH FOTOGARFI JARAK JAUH Satelit Landsat USA mengorbitkan bumi pada suatu ketinggian 900 km ( 560 mi (3)) dan membawa multispectral Scanners gambar tv yang mendeteksi penyinaran elektromagnetik yang dipancarkan dari satelit tersebut . Scanners gambar tv jenis ini bertindak sebagai suatu alat yang mendeteksi jarak jauh dan menggambarkan corak yang alami yang berhubungan dengan geologi seperti batuan yang terbuka, tanah, dan lumpur ( abu-abu), per- mukaan air ( biru tua), hutan ( coklat kemerah merahan ) dan padang rumput dan tanaman musiman ( warna gelap )
  88. 88. Citra Satelit Kawasan hutan Amazon Gambaran satelit ini menunjukkan bagian yang sama dari hutan hujan tropis sepanjang sungai Amazon di Brazilia. pada tahun 1975, 1986 dan 1992, Grig-garis diagonal menandai (adanya) kerusakan kawasan hutan.
  89. 89. Di dalam gambaran ini, area yang putih dan merah menandai adanya pola konsentrasi panas yang tidak normal. Dalam zone putih, permukaan laut adalah antara14 dan 32 cm lebih tinggi dibanding normal, dan bila permukaan laut lebih hangat dari yang biasanya maka zona merah tidak melebihi 10 cm. Area hijau menandai adanya kondisi-kondisi normal, sedangkan area warna ungu menandai adanya suatu ketinggian permukaan lauit 18 cm di bawah kondisi garis normal. Gambar ini menunjukan pergerakan badai Gloria dan pola tanda- tanda yang akan ditimbulkan dari pergerakan angin topan tersebut.Keadaan cuaca secara terus-menerus dimonitor dan dipotret oleh satelit di seluruh dunia, tetapi masih sukar untuk meramalkan keadaan cuaca karena banyaknya variabel yang mempenaruhinya. Sensor infra merah membantu ahli ilmu cuaca untuk menginterpretasikan gambar dengan menentukan temperatur dan tingginya tingkat kelemababan udara.
  90. 90. Satelit cuaca Amerika Serikat NOAA-11 membawa suatu instrumen yang disebut Advanced Very High Resolusi Radiometer ( AVHRR) tentang permukaan bumi. Para ilmuwan menggunakan gambaran AVHRR untuk mengamati keseluruhan bola bumi, dan mereka meneliti gambaran tersebut dari tahun ke tahun untuk bukti-bukti perubahan iklim global. Warna hijau pada peta menandakan aktivitas fotosintsis tumbuh-tumbuhan pada area yang berbeda-beda. Warna hujau gelap menggambarkan Tumbuhan yang lebat. Warna hijau kuning merupakan Area yang sedikit tumbuhan . salju, es, atau awan ( warna putih); air ( biru ); dan tanah tandus ( coklat ).
  91. 91. FOTO SATELIT EROPA BARAT Secara garis besar Eropa Barat dapat di lihat dengan jelas dalam gambar satelit SPOT. Warna tiruan telah dilapiskan di atas gambar untuk memungkinkan suatu perbedaan yang lebih jelas pada permukaan objek. Disini laut diwakili dengan warna biru, sedangkan daratan diwakili warana warna kuning atau hujau, tergantung pada tingkatan tumbuh-tumbuhan. Wilayah pegunungan Alpen di wakili dengan warna putih dan sebelah utara Italia terlihat dengan jelas.
  92. 92. CITRA SATELIT Pemandangan ini berada di wiayah Amerika bagian selatan. Gambar citra satelit menunjukan suatu area yang dikenal dalam Bahasa Spanyol sebagai Cono Sur ( Kerucut Selatan ) . Pegunungan Andes memanjang dari utara keselatan sepanjang benua Amerika. Pada gambar ini pantai samudera Pasifik terlihat jelas di wilayah Chili.
  93. 93. Gambar Satelit ini merupakan Delta sungai Nil. Warna yang gelap menunjukan sungai meluap sampai keluar ke padang pasir dan mengalir ke laut Tengah. Bentuk Delta ini digolongkan sebagai Arcuate, artinya Delta berbentuk kipas .
  94. 94. CITRA SATELIT INFRA MERAH Gambar inframera suatu badai Para ahlii ilmu cuaca menggunakan gambar satelit yang diambil dengan menggunakan inframerah untuk menen- tukan suhu panas atmospir . Data diterjemahkan ke dalam suatu warna yang kelihata yang mewakili temperatur tertentu. Warna merah pada umumnya mewakili sinar violet dan yang menunjukan temperatur terpanas.
  95. 95. RADIAO TELESKOP Radio Teleskop digunakan untuk mendeteksi gelombang elektromagnetik dari ruang angkasa pada gelombang panjang berkisar antara 1 mm atau 0,04 inci atau lebih dari 1 km ( 0,6 mil ). Teleskop radia merupakan alat yang sangat sensitif digunakan hanya untuk mendeteksi gelombang elek- tromagnetik dengan suatu gelombang panjang dan resolusi yang tinggi ( kemampuan untuk mencari detail ) dari suatu intrumen tunggal yang rendah. Suatu isyarat yang diterima oleh sekolompok teropong bintang mengarah ke objek yang sama dikombinasikan sehingga menghasilkan resolusi yang meningkat secara dramatis. Sebagai contoh Verry Large Array ( VLA ) di New Mexico mempunyai 27 parabola yang dapat dikom- binasikan untuk menghasilkan gambar beresolusi tinggi.
  96. 96. b~ 0~ a~ FILM NEGATIF STASIUN PEMOTRETAN H* TINGGI DI ATAS MEDAN a 0 b CETAK POSITIF RUMUS S= H TINGGITERBANG S= f H SKALA FOTO f = PANJANG FOKUS KAMERA A 0 H = TINGGI TERBANG B h ELEVASI MEDAN By Sutarto
  97. 97. INTERAKSI ANTARA TENAGA ELEKTROMAGNETIK DENGAN ATMOSFER SENSOR PADA SATELIT LAPISAN OZON MATAHARI PANTULAN DAN HAMBURAN AWAN  SENSOR PADA PESAWAT UDARA PERMUKAAN BUMI SERAPAN By Sutarto
  98. 98. SISTEM PENGIDERAAN JAUH NON CITRA SUMBER TENAGA MATAHAR SENSOR DATA VISUAL ATMOSFER DIGITAL CITRA PANTULAN PANCARAN OBJEK OBJEK ANEKA PENGGUNA DATA By Sutarto
  99. 99. PROSES INTERPRETASI CITRA PERBAIKAN TINGKAT REFERENSI TEORISASI MENYUSUSN TEORI ATAU MENGGUNAKAN TEORI YG ADA PADA DISIPLIN ILMU MERUMUSKAN IDENTITAS OBJEK DAN ELEMEN BER DASARKAN KARAKTER FOTO SEPERTI POLA INTERPRETASI CITRA DETEKSI KLASIFIKASI MELALUISERANGKAIAN KEPUTUSAN, EVALUASI BERDASARKAN KRITERIA YANG ADA MENCARI ARTI MELALUI PROSES ANALISIS DAN DEDUKSI By Sutarto
  100. 100. Stereoscope Stereoskop menciptakan ilusi kedalaman ke dalam dua dimensional pemotretan yang disebut stereograph. Suatu stereograph terdiri dari dua foto yang terpisah, masing-masing diambil dari suatu sudut yang sedikit berbeda. Ketika gambar dipandang dengan menggunakan stereoskop, dua gambaran menyatu menjadi satu bagian dan menghasilkan gambar tiga dimensional.
  101. 101. DIAGRAM ALIRAN MASUKAN DAN KELUARAN DATA S.I.G PETA TEMATIK / PETA TOPOGRAFI DATA P.J SATELIT DARI DATA P.J DARI PESAWAT UDARA DATA HASIL SURVEY DI LAPANGAN PEMROSESAN DATA DATA DASAR KERUANGAN PEMROSESAN DATA DATA DASAR TABEL INTEGRATOR DATA DASAR GEOGRAFI HASIL LAPORAN DAN PETA YANG TERKAIT PERENCANAAN WILAYAH DATA STATSITK BERUPA TABEL EKONOMI SUMBER DAYA ALAM PARIWISATA LINGKUNGAN PERBANGKAN INDUSTRI DAPAT DISIMPULKAN DALAM KOMPUTER By Sutarto
  102. 102. S.I.G UNTUK KEPENTINGAN KELAUTAN SATELIT AWAN AWAN L A P I S A N A T M O S F E R KAPAL STASIUN BUMI KAPAL By Sutarto
  103. 103. Penemuan Lokasi Melalui GPS Sistem Posisi Global ( GPS) satelit mengorbitkan tinggi di atas permukaan bumi pada orbit yang tepat. GPS digunakan sipenerima untuk menentukan garis lintang, garis bujur, dan ketinggian. Penerima mengukur waktu dari signal yang dikirim oleh satelit yang berbeda ( A, B, dan C) untuk menjangkau penerima tersebut. Dari data tersebut , sipenerima mengetahui suatu posisi dengan tepat. Setiap waktu ada berbagai satelit di dalam cakupan GPS disegala penempatan di atas permukaan bumi. Tiga satelit diperlukan untuk menentukan garis bujur dan garis lintang, sedang satelit yang keempat ( D) diperlukan untuk menentukan ketinggian.
  104. 104. satelit bumi Garis edar satelit GPS Sistem Navstar Global Sistem memposisikan ( GPS) 24 jaringan satelit di dalam suatu garis edar di sekitar bumi yang menyediakan informasi bagi para pemakai untuk mengetahui tentang pergerakan dan posisi mereka. Suatu GPS penerima menghitung informasi posisi dengan membandingkan waktu penerimaan isyarat dari tiga atau empat satelit GPS yang berbeda yang menjangkau penerima isyarat tersebut.
  105. 105. laut laut Keberadaan batu karang daratan laut Batu karang penghalang atol By Sutarto keberadaan batu karang meluas keluar dari daratan yang tidak berair sampai ke perairan laut. Pulau karang adalah pulau yang dibentuk oleh bukit karang berbentuk gelang yang menyerupai suatu danau di pinggir laut. Pulau karang sering terbentuk pada suatu dasar laut yang vulkanis. Suatu batu karang penghalang terpisah dari daratan bersebelahan dengan daratan di pinggir laut atau lagon. Sebagian besar batu karang penghalang berfungsi untuk menjadi penghalang deburan ombak pada pantai sehingga terhindar dari abrasi.
  106. 106. Constinental shelf P a n t a i Submarine canyon Constinental slope Constinental rise Bentuk patahan Dataran curam Punggung tengah laut Pulau tenggelam palung slope Gunung laut By Sutarto
  107. 107. CONSTINENTAL SHELF BENTUK PATAHAN PUNGGUNG © Microsoft Corporation. All Rights Reserved. SAMU Formation of an Oceanic Ridge PALUNG Microsoft ® Encarta ® Encyclopedia 2003. © 1993-2002 Microsoft Corporation. All rights reserved. DERA SAMUDEARA KULIT KERAS SAMUDERA BATU YANG DICAIRKAN NAIK ARUS KONVEKSI VULKANO SUBDUKSI DAN MANTEL
  108. 108. PANTAI SAMUDERA GUNUNG LAUT PAPARAN LUBUK PUNGGUNG LAUT DASAR SAMUDERA By Sutarto
  109. 109. KETERANGAN 1. SHELF ( PAPARAN ) ADALAH BAGIAN LAUT YANG DANGKAL, DALAMNYA KURANG DARI 200 M DAN MASIH BAGIAN DARI BENUA. 2. LUBUK LAUT ( BASIN ) ADALAH BAGIAN INGRESI LAUT YANG BENTUKNYA DANGKAL AGAK BULAT. 3. PALUNG LAUT (TROG) ADALAH BAGIAN INGRESI LAUT YANG BENTUKNYA BULAT 4. PUNGGUNG LAUT ADALAH BUKIT-BUKIT YANG TERDAPAT DI DASAR LAUT. 5. GUNUNG LAUT ADALAH GUNUNG YANG KAKINYA DI DASAR LAUT DAN PUNCAKNYA MENJULANG DI ATAS PERMUKAAN LAUT. 6. KONSTINENTAL SHELF ADALAH DASAR LAUT YG BERBATASAN DENGAN BENUA. 7. KONSSTINENTAL SLOPE ADALAH DASAR LAUT YANG LETAKNYA BERBATASAN DENGAN KONSTINENTAL SHELF, KEDALAMNYA 200 – 1500M 8. KONSTINENTAL RISE ADALAH DASAR LAUT YANG LETAKNYA BERBATASAN DENGAN KONSTINENTAL SLOPE, KEDALAMNYA 15.00 M – 5000 M 9. THE DEEPS ADALAH DASAR LAUT YANG KEDALAMNYA LEBIH DARI 5000M, DI DAERAH INI TERDAPAT PALUNG LAUT.
  110. 110. PENAMPANG SUBMARIENE KANYON PERMUKAAN LAUT 200 M By Sutarto
  111. 111. Z O N A P E L AG I K NERITIK ZONA SAMUDERA ZONA ZONA EPYLAGIS CONSTINENTAL SHELF Zona Mesopelagis CONSTINENTAL SLOPE Zona Bethypelagis DASAR SAMUDERA ZONA ABISOPELAGIS PALUNG DASAR SAMUDERA ZONA HADAL
  112. 112. Zone Kehidupan Lautan Zona Neritic daerah air terbuka di atas landas benua, daerah ini paling produktif di lautan. Zona epipelagic, atau zone paling atas di wilayah lautan merupakan area yang terbuka yang kaya akan phytoplankton, plankton dan zooplankton. Kelanjutan dari zona epipelagic untuk kedalaman sekitar1,000 meter adalah zona mesopelagic Ikan,hewan tak bertulang belakang, dan binatang laut menyusui umumnya mencari makan pada zona epipelagic Zona Bathypelagic dan zona abyssopelagic adalah area dingin sekali tanpa cahaya, dihuni oleh hewan tak bertulang belakang dan ikan yang sangat primitif. Di dasar cekung ( Palung ) di sekitar hydrothermal hidup bakteri autotrophic . Bakteri tersebut ditemukan di sekitar perairan superheated yang berasap hitam dan mengasumsikan peran photosynthetic tananam, membentuk dasar makanan.
  113. 113. WILAYAH TERPENGARUH UDARA SUMUR AIR BUNGA TANAH AIR DALAM PERJALANAN AIR KARENA KAPILER WILAYAH JENUH AIR WILAYAH ALIRAN DALAM BATUAN By Sutarto
  114. 114. SALURAN AIR KEDALAM TANAH MENGALIR DENGAN BAIK MENGALIR KURANG BAIK PATAHAN BATUAN KEDAP AIR AIR TANAH ADALAH AIR YANG DITEMUKAN DI BAWAH PERMUKAAN BUMI YANG MENCAKUP ARUS BAWAH TANAH DAN AIR YANG MENGISI RUANG PORIPORI KECIL ANTAR TANAH DAN BUTIRBUTIRAN PASIR.
  115. 115. TANGKI AIR HUJAN BUKIT PENGOLAHAN AIR BERSIH PENYALURAN KE RUMAH DAN PABRIK waduk sumur BATAS ALIRAN ANAK SUNGAI SUNGAI SUMBER AIR PANAS AIR TANAH WILAYAH ALIRAN DALAM BATUAN PENGGUNAAN UNTUK IRIGASI
  116. 116. A = SUNGAI MUDA B = SUNGAI DEWASA C = SUNGAI TUA KAWASAN HUTAN TANGGUL CORAK PEMBELOKAN TEBING JURANG A © Microsoft Corporation. All Rights Reserved. Typical Features of a River DATARAN GENANGAN AIR DAN CORAK Microsoft ® Encarta ® Encyclopedia 2003. © 1993-2002 Microsoft Corporation. All rights reserved. BANJIR TIKUNGAN JANGKAUAN MEANDER ALIRAN YANG TERPUTUS DANAU TAPAL KUDA B ENDAPAN TEPI TANGGUL ENDAPAN LUMPUR POTONGAN LUMPUR C JANGKAUAN PENGENDAPAN LUMPUR MUARA SUNGAI PERCABANGAN SUNGAI DELTA SUNGAI
  117. 117. CORAK TIKUNGAN SUNGAI TANGGUL BEKAS MEANDER ARUS TIDAK DERAS ARUS DERAS DATARAN BANJIR PUNGGUNG BUKIT TANJUNG TEBING SUNGAI ENDAPAN TEPI TERUSAN TERLEPAS EROSI DASAR SUNGAI PENUMPUKAN SEDIMEN TERUSAN TERPUTUS CORAK MEANDER CORAK PEMBELOKAN ARUS SUNGAI PENUMPUKAN SEDIMEN ARAH ARUS By Sutarto
  118. 118. Sumber mata air Anak sungai Pertemuan 2 sungai tanggul DELTA muara Air terjun MEANDER TERUSAN DANAU TAPAK KUDA POTONGAN LUMPUR By Sutarto
  119. 119. KETERANGAN DI DALAM SUATU SUNGAI TERDAPAT TIGA ZONA YAITU DAERAH HULU, TENGAH DAN DAERAH HILIR. ZONA HULU MERUPAKAN DAERAH PEGUNUNGAN ATAU PERBUKITAN YANG MERUPAKAN SUMBER MATA AIR SUATU SUNGAI. PADA DAERAH HULU LEMBAH SUNGAI BERBENTUK V DENGAN LEMBAH YANG CURAM DAN TERJADI EROSI PADA DASAR SUNGAI DIMANA PROSES SEDIMEN MULAI TERJADI. DALAM ZONA PERTENGAHAN YANG MERUPAKAN PERTEMUAN ANAK SUNGAI DE – NGAN INDUK SUNGAI ALIRAN SUNGAI MEMUTAR DAN MENEKUK BERLIKU-LIKU. SUATU DANAU TAPAK KUDA TERBENTUK MANAKALA SUATU ALIRAN SUNGAI ME – MOTONG BUSUR LINGKARAN LEKUKAN TERSEBUT HINGGA TERPUTUS. TANGGUL PADA PINGGIRAN ALIRAN SUNGAI DIBANGUN UNTUK MENCEGAH BANJIR PADA DAERAH DATARAN RENDAH DI SEPANJANG ALIRAN SUNGAI. ZONA KE TIGA DARI SUATU SUNGAI ADALAH DAERAH YANG DIPENGARUHI OLEH SAMUDERA ATAU LAUT SEPERTI DAERAH MUARA SUNGAI. SEDIMEN MENGENDAP DI MUARA MENJADI DARATAN YANG DINAMAKAN DELTA. HAL INI TERJADI JIKA ALIRAN SUNGAI TIDAK MAMPU MANGANGKUT LUMPUR KELUAR DARI MUARA SUNGAI. PADA DAERAH HILIR TERJADI EROSI PADA TEPIAN SUNGAI SEHINGGA ALIRAN SUNGAI BERBENTUK U ATAU MELEBAR KE KANAN – KIRI SUNGAI.
  120. 120. PERTEMUAN ANAK SUNGAI ANAK SUNGAI MEANDER TANGGUL DATARAN BANJIR DANAU TAPAK KUDA
  121. 121. DATARAN BANJIR SISI LEMBAH SUNGAI SISI LEMBAH ANAK SUNGAI SALURAN SUNGAI TEBING BATUAN INDUK SEDIMEN PASIR, KERIKIL DAN TANAH LIAT Bentuk dari suatu Dataran Banjir ( Flood dataran ) Dataran banjir ( floodplain ) adalah suatu bagian luas dari suatu lembah yang tertimbun oleh pasir, kerikil, dan tanah liat. Dataran banjir ( Floodplains ) terbentuk manakala suatu sungai yang meluap membanjir lembah. Sungai kemudian menyimpan endapan yang terbawa arus sungai dan mengendap menjadi dataran di kiri-kanan lembah sungai.
  122. 122. AWAN MATAHARI HUJAN ENDAPAN PERMUKAAN PENUMPUKAN ENDAPAN Aliran pengendapan PENGUAPAN ZONA SIRKULASI UDARA PENGEMBU NAN TANAH Aliran permukaan PENYARINGAN ZONA SIRKULA- SI UDARA TANAH CADANG KEMUNCULAN AIR AN AIR TANAH BAWAH TANAH SIRKULASI UDARA SALURAN AIR CEKUNGAN MERESAP KE DALAM TANAH ARUS PALUNG ARUS TENGAH ZONA AIR BAWAH TANAH ARUS DASAR PERMUKAAN AIR TANAH By Sutarto
  123. 123. KETERANGAN AIR HUJAN BERASAL DARI AIR SUNGAI DAN SALJU JATUH DI PERMUKAAN TANAH. SEBAGIAN AIR KEMBALI KE ATMOSFER MELALUI CARA PENGUAPAN. KECUALI PADA DAERAH YANG PALING KERING PENGUAPANNYA MELEBIHI NORMAL. CURAHAN AIR HUJAN YANG BERLEBIHAN DENGAN CEPAT MENGALIR DI PERMUKAAN TANAH, MERESAP KEDALAM TANAH MENJADI AIR TANAH ATAU MENGUAP. HAL INI MERUPAKAN SISTEM PENGERINGAN PADA AIR HUJAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI. ALIRAN AIR DI DARAT TERJADI MANAKALA TIDAK SEMUA AIR DAPAT MERESAP KE DALAM TANAH, MAKA DENGAN CEPAT AIR AKAN MENGALIR KE DALAM SUNGAI MENJADI ARUS SUNGAI. SEDANGKAN AIR YANG BERHASIL MERESAP KE DALAM TANAH MENGALIR SECARA BERLAHAN-LAHAN MEMENUHI TANAH BERKUMPUL MENJADI PALUNG DAN ALIRAN AIR DALAM TANAH. PADA WAKTU TANAH DIGALI MENJADI KOLAM ATAU SUMUR DENGAN CEPAT AIR DALAM TANAH MENGALIR MEMENUHI KOLAM ATAU SUMUR.
  124. 124. DANAU BENDUGAN LEMBAH MENGGANTUNG KREVAS TEBING TEBING CRAG AND TAIL DANAU AIR CAIRAN DRAMLIN MORENA AKHIR KIPAS ALUVIAL By Sutarto
  125. 125. KETERANGAN GAMBAR DIATAS MEMPERLIHATKAN BERBAGAI CIRI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANDANGAN TERKENA GLETSER. GLETSER TERSEBUT PENUH DENGAN KREVAS YAITU EROSI PADA PERMUKAAN TANAH YANG MENGAKIBATKAN TERBENTUKNYA LEMBAH YANG SANGAT DALAM DAN AKHIRNYA MENGHASILKAN LEMBAH GANTUNG JIKA EROSI BERLANGSUNG SE CARA INTENSIF. KERAP KALI AIR TERJUN JATUH DARI LEMBAH GANTUNG. CIRI LAIN DARI EROSI GLATSER TEBING BUNTUT ( CRAG AND TAIL ), INI TERJADI BILA ES MENGALIR DIATAS MASSA BATUAN SANGAT KERAS. SISI HULUNYA SANGAT CURAM DAN SISI HILIRNYA LEBIH LANDAI, KARENA DIISI MORENA. MORENA AKHIR BAGAI PUNGGUNG MENANDAI TAHAP BERTURUT-TURUT MUNDURNYA GLETSER. LEWAT MORENA AKHIR KERAP KALI TERDAPAT ENADAPAN FLUVIOGLASIAL YAITU ENDAPAT MORENA YANG DISEBARKAN OLEH ALIRAN SUNGAI DARI GLETSER ATAU DARI DANAU AIR CAIRAN YANG TERBENDUNG DIBALIK MORENA AKHIR YANG DISEBUT KIPAS ALUVIAL. DRUMLIN ADALAH BUKIT-BUKIT BENTUK OVAL YANG RENDAH TERDIRI ATAS TANAH LIAT.
  126. 126. ARAH ARUS ES BATU DATAR ESKER DRUMLIN TUMPUKAN BATU PADA PUNCAK GUNUNG LUBANG UAP PANAS KAME CEKUNGAN ALUVIAL DATARAN ALUVIAL KERIKILDAN PASIR SUNGAI GLETSER LAPISAN TANAH LIAT Batuan induk
  127. 127. C E A B C C B E D D C By Sutarto
  128. 128. KETERANGAN A = SUNGAI KONSEKUEN LONGITUDINAL ADALAH SUNGAI YANG ARAH ALIRAN AIRNYA SEJAJAR DENGANARAH ANTIKLINAL. B= SUNGAI KONSEKUEN LATERAL ADALAH SUNGAI YANG ARAH ALIRAN AIRNYA SEJAJAR DENGAN KEMIRINGAN LERENG. C= SUNGAI SUBSEKUEN ADALAH SUNGAI YANG ARAH ALIRAN AIRNYA MENUJU KE SUNGAI KONSEKUEN LATERAL. D= SUINGAI RESEKUEN ADALAH SUNGAI YANG ARAH ALIRAN AIRNYA SEJAJAR DENGAN SUNGAI KONSEKUEN LATERAL DAN MENUJU KE SUNGAI SUBSE – KUEN. E= SUNGAI OBSEKUEN ADALAH SUNGAI YANG ARAH ALIRAN AIRNYA BERLA – WANAN DENGANARAH ALIRAN SUNGAI KONSEKUEN LATERAL.
  129. 129. 2 1 1 MIL 4 ob res 3 ob ob 1 MIL ob s 1 MIL res 5 6 1 MIL 1 MIL By Sutarto
  130. 130. GUNUNG API ALIRAN DEDRITIK ALIRAN RADIAL DANAU RETAKAN LEMBAH ALIRAN REKTANGULAR BUKIT ALIRAN SENTRIPETAL ALIRAN TRELLIS By Sutarto
  131. 131. KETERANGAN 1 = POLA DENDRITIK IALAH POLA ALIRAN SUNGAI YANG ANAK-ANAK SUNGAINYA BERMUARA KE SUNGAI INDUK SECARA TIDAK TERATUR. POLA ALIRAN SUNGAI INI TERDAPAT PADA DAERAH YANG BATUANNYA HOMOGEN DAN LERENGANYA TIDAK BEGITU TERJAL. 2 = POLA TRELIS IALAH SUATU POLA ALIRAN SUNGAI YANG SUNGAI-SUNGAI INDUKNYA HAMPIR SEJAJAR DAN ANAK-ANAK SUNGAINYA JUGA HAMPIR SEJAJAR. 3 = POLA RECTANGULAR IALAH SUATU POLA ALIRAN SUNGAI YANG TERDAPAT DI DAERAH YANG BERSTRUKTUR PATAHAN. ALIRAN AIR PADA POLA MEMBENTUK SUDUT SIKU-SIKU. 4 = POLA RADIAL SENTRIPUGAL IALAH SUATU POLA ALIRA SUNGAI YANG ARAH NYA ME NYEBAR. POLA ALIRAN INI TERDAPAT DI KERUCUT GUNUNG API ATAU DOME BERSTADIUM MUDA. POLA ALIRANNYA MENURUNI LERENG- LE – RENG PEGUNUNGAN. 5 = POLA RADIAL SENTRIPETAL IALAH POLA ALIRAN SUNGAI YANG ARAH ALIRANNYA MENUJU KE PUSAT. POLA ALIRAN INI TERDAPAT DI DAERAH CEKUNGAN. 6 = POLA PARALEL IALAH SUATU POLA ALIRAN SUNGAN YANG ARAH ALIRANNYA HAMPIR SEJAJAR ANTARA SUNGAI YANG SATU DEGAN YANG LAIN. TEMPAT PERTEMUAN ANAK-ANAK SUNGAI DAN SUNGAI INDUK BERBENTUK SUDUT LANCIP. POLA ALIRAN INI TERDAPAT DI DAERAH PERBUKITAN DENGAN LERENG YANG TERJAL.
  132. 132. Arus lambat mengerosi Batas aliran sungai Arus cepat mengerosi Aliran kering Erosi oleh arus jurang Bentuk erosi Erosi arus sungai Dari Waktu Ke Waktu, suatu arus pada sisi curam pada lereng gunung akan lebih cepat mengikis bagian lereng tersebut dibandingkan dengan arus pada sisi lereng gu -nung yang tidak curam. Erosi yang cepat pada bagian hu lu sungai akan menyebabkan kekeringan di daerah hulu. By Sutarto
  133. 133. EROSI DASAR SUNGAI TEKANAN MENCIPTAKAN PUNGGUNG BUKIT ARUS YANG MEMOTONG PUNGGUNG BUKIT sebelum TEKANAN PENGHANCUR sesudah TEKANAN PENGHANCUR By Sutarto
  134. 134. LEMBAH MELEBAR LONGSORAN TEBING MUDAH LONGSOR LERENG TETAP KEMIRINGAN BERKURANG LERENG TANAH PENGIKISAN TANAH OLEH SUNGAI By Sutarto
  135. 135. PERMUKAAN KARANG ANGIN TOPAN PANTAI ALIRAN SUNGAI TANGGUL PUNCAK RIAK PASIR PROFIL PANTAI Profil pantai pada umumnya mempunyai tiga komponen; yaitu tanggul atau gundukan tanah yang menuju daratan, permukaan pantai dan karang penghalang. Titik puncak pantai merupakan c orak terkecil pantai yang mana merupakan tanjakan yang ditemukan pada bagian atas tanggul dan pantai.
  136. 136. ABARASI PANTAI TANJUNG KARANG PANTAI BERPASIR KARANG RUNTUH BUKIT PASIR RAWA-RAWA BERGARAM TELUK SISA DARATAN LENGKUNGAN PANTAI GUA BUKIT PASIR LIDAH PASIR POTONGAN LUMPUR MUARA PASANG / SURUT AKSI DARI SUATU OMBAK DAN AIR PASANG - SURUT PADA PANTAI MENCIPTAKAN BERBAGAI VARIASI CORAK PANTAI, SEPERTI BUKIT PASIR, PANNTAI BERPASIR, KARANG RUNTUH, GUA PANTAI DAN RAWA-RAWA BERGARAM. LENGKUNGAN PANTAI TERJADI KARENA TANAH PANTAI MUDAH LONGSOR DITERPA OMBAK. By Sutarto
  137. 137. ARUS PERMUKAAN PANTAI MENGHAYUTKAN PASIR ARAH GERAKAN BUTIRAN PASIR OMBAK MENDEKATI PANTAI ARAH GERAKAN AIR PANTAI ARUS BALIK ARAH GERAKAN OMBAK ARUS PERMUKAAN PANTAI Arus permukaan pantai adalah pergerakan pasir sepanjang pantai. Ombak yang mendekati pantai menciptakan suatu arus berliku-liku yang mengangkut sedimen yang sejajar dengan panjangnya pantai . Longshore arus adalah arus yang bergerak berliku-liku sejajar mengikuti garis pantai. Proses longshore mengapung berperan terjadinya erosi pada bibir pantai.
  138. 138. PENDISTRIBUSIAN RAWA BERGARAM ONGGOKAN PASIR SEDIMEN DELTA LAPISAN SEDIMEN Alluvium ( sedimen seperti tanah dan slib) yang diendapkan di muara suatu sungai membatasi arus air ke dalam danau atau lautan, menyebabkan terbentuknya saluran pengganti pada muara sungai sehingga terjadi penumpukan lumpur menjadi daratan yang disebut delta. Delta tersebut akan terus meluas seiring banyaknya lumpur yang diendapkan di muara. By Sutarto
  139. 139. Fyord merupakan suatu teluk yang terletak antara karang atau pantai yang curam. Fyord terjadi ketika gletser terbentuk diatas pegunungan pada kawasan pantai yang terlipat. Gletser mengikis lembah secara intensif membentuk sungai-sungai es. Ketika temperatur memanas gletser meleleh dan menggenangi lembah tersebut sehingga menjadi laut. Kedalaman Fyord lebih dari 300 m di bawah permukaan laut dan lebarnya 6 km serta panjangnya 161 km.
  140. 140. ESTUARIUM ( MUARA ) MUARA AIR ASIN ARUS SUNGAI YANG BESAR ZONA AIRPAYAU PASANG KECIL ZONA AIR TAWAR MUARA CAMPURAN ZONA AIR ASIN ARUS SUNGAI YANG KECIL ZONA AIR TAWAR AIR PASANG MUARA TEGAK LURUS HOMOGEN ZONA AIR ASIN ZONA AIRPAYAU ARUS SUNGAI YANG KECIL PASANG BESAR ZONA AIR ASIN ZONA AIR TAWAR ZONA AIRPAYAU By Sutarto
  141. 141. AKTIVITAS MANUSIA MERUBAH LINGKUNGAN KOTA PEMBUANGAN LIMBAH KAWASAN HUTAN INDUSTRI PERTANIAN LOGAM POSPOR TERIKAT OLH TANAH LIAT DAN RIZHOSFERA KAYA OKSIGEN MISKIN OKSIGEN GANGGANG HIJAU GANGGANG HIJAU Proses Eutrophikasi Banyak aktivitas manusia menyebabkan bahan gizi tambahan, seperti nitrat dan fosfat, masuk sungai dan danau yang dikenal sebagai proses eutrophikasi. Keadaan ini mempercepat pertumbuhan ganggang dan jenis plankton , dengan demikian akan menghabiskan persediaan oksigen dalam air yang akan menggangu kehidupan ikan. Eutrophikasi dapat dipulihkan dengan mengurangi jumlah bahan gizi yang memasuki air sungai atau danau, sebagai contoh dengan memindahkan aktivitas pembuanmgan limbah ke sungai atau danau.
  142. 142. DRAINASE DATARAN TINGGI KURANG BAIK MENGENDAPKAN TANAH PADA LERENG TANAH DIALIRKAN DENGAN BAIK INFILTRASI ZONA AKUMULASI – DEPOSIT ALUVIAL ALIRAN PERMUKAAN Aliran air menghanyutkan tanah PADA LERENG AIR MENGALIR SANGAT CEPAT KEDALAMAN TANAH KETEBAlan TANAH LIAT TERUS MENINGKAT terdiri dari unsur garam, besi dan alumunium. By Sutarto
  143. 143. DATARAN RUMPUT DAN PEPOHONAN PEMBUSUKAN BAHAN ORGANIK HUMUS LAPISAN TANAH BAWAH PECAHAN BATUAN BATUAN INDUK Horizon .o Horizon . A Horizon . B Horizon . C Horizon . D By Sutarto
  144. 144. KETERANGAN Tanah hitam pada daerah stepa merupakan suatu akumulasi mineral dan humus. Akar rumput menjangkau ke dalam tanah yang subur ini dan memperkaya humus manakala tumbuhan tersebut mati, sedang binatang yang tinggal di tanah membawa humus ke dalam tanah itu. Embun dari cairan salju di musim semi dan angin topan di musim panas menarik naik ke atas zat kalsium karbonat melalui proses kapilerisasi . Tanah bagian bawah adalah tanah loss yang kering berasal dari batuan induk yang kaya kapur.
  145. 145. PERMUKAAN ATAU HORIZON O HORIZON A L ( SAMPAH DAUN ) F ( LAPISAN PERMENTASI ) H ( LAPISAN HUMUS ) WARNA GELAP DARI PENCUCIAN HUMUS Top soil WARNA TERANG DISEBABKAN OLEH PERPINDAHAN MATERIAL AKIBAT EROSI HORIZON B WARNA GELAP DISEBABKAN OLEH ADANYA PENGENDAPAN MATERIAL AKIBAT EROSI Sub soil HORIZON C PENGHANCURAN BATUAN INDUK regolith HORIZON R ATAU D MATERIAL BATUAN INDUK TOP SOIL E ( ZONA ELUVASI ATAU PENCUCIAN UNSUR TANAH JIKA HUJAN MELEBIHI DARI PENGUAPAN JIKA PEMGUAPAN LEBIH BESAR DARI HUJAN MAKA MATERIAL TANAH BERGERAK NAIK SAMPAI PERMUKAAN ZONA ELUVASI By Sutarto
  146. 146. HORIZON. O LAPISAN HUMUS TIPIS L F&H LAPISAN KERAS LATERIT HORIZON . A HORIZON. B PROFIL TANAH SAVANA GABUNGAN HORIZON A DAN B KARENA PERBEDAAN MUSIM ENDAPAT TANAH KERIKIL HORIZON. C KARENA IKLIM PELAPUKAN KIMIA BERLANNGSUNG CEPAT BATUAN INDUK BERASAL DARI MAGMA Pelepasan kerikil halus pada musim penghujan Kedalaman lapisan tanah 1-2 meter Pengendapan kembali kerikil halus pada celah tanah di musim kering By Sutarto
  147. 147. Profil Tanah savana. Savana atau tanah ferruginous ditemukan dalam daerah padang rumput yang sangat luas atau padang rumput tropis di dunia. Savana terdapat pada daerah antara 5° sampai 15° utara dan selatan, sedangkan pada daerah tropis terdapat di bagian tengah benua, mencakup Venezuela, Brazil, Afrika tengah, dan Australia utara. Temperatur secara konstan tinggi tetapi curah hujan musiman. Musim kemarau menghambat pengembangan hutan dan padang rumput . Tumbuhtumbuhan mati pada musim kemarau dan menyediakan suatu lapisan humus di permukaan tanah . Sepanjang musim kemarau pembuluh kapiler membawa material ke arah permukaan tanah . Dalam musim hujan erosi cepat terjadi, tetapi aluminium dan sisa zat besi pada lapisan atas memberi warna merah terang pada tanah . Perubahan antara erosi dan gejala kapiler pada pergantian musim membawa ke arah pengembangan dari suatu lapisan baru di bawah permu kaan yang dikenal sebagai suatu lapisan laterit. Lapisan ini menghalangi pengeringan di musim hujan dan juga membuat tanah sangat sukar untuk ditanami. Padang rumput ini pada umumnya digunakan untuk penggembalaan ternak.
  148. 148. LAPISAN SAMPAH LAPISAN HUMUS HITAM HORIZON .O L &H F Tanah latosol daerah hutan hujan tropis BANYAK ORGANISMA TANAH MENCAMPUR TANAH DENGAN BAIK OXSIDAN BESI DAN ALUMUNIUM MEMBERI WARNA MERAH TANAH HORIZON. A HORIZON. B OKSIDA HIDRAT MENGHASILAN PEWARNAAN KUNING MERAH TIDAK ADA BATAS YANG JELAS ANTARA HORIZON A DAN B PENGURAIAN TANAH LIAT HORIZON. C TANAH LIAT YANG RUSAK KARENA IKLIM DAN KIMIAWI BATUAN INDUK BATUAN INDUK Hujan yang sangat tinggi mempercepat penghancuran dan tanah dan batuan kerikil Ketebalan tanah mencapai 30 meter Erosi permukaan tanah mempercepat hilangnya nutrisi By
  149. 149. KETERANGAN Latosol atau tanah ferralitic terdapat dalam bioma hutan-hujan tropis di daerah khatulistiwa di sekitar 5° utara dan selatan di mana temperatur tinggi dan hujan lebat terjadi sepanjang tahun . Kondisi iklim mendukung jaring paling tinggi produktivitas utama dari semua biomA teresial, dan kerusakan karena iklim DAN bahan kimia Meluas SAMPAI ke arah PERKEMbangan tanah yang dalamNYA mencapai 20 m SAMPAI 30 m Tanah tropis mempunyai suatu struktur YANG DALAM DAN MUDAH lepas jika ada penebangan hutan yang MENGHILANGKAN PENUTUP TANAH OLEH tumbuh-tumbuhan dan akar, AKIBATNYA TANAH DENGAN CEPAT TERerosi oleh curah hujan di tas normal . KEADAAN Ini mengakibatkan hilangnya kesuburan TANAH .
  150. 150. MOR ( HUMUS ASAM ) TERBENTUK DARI TANAH LUMPUR ORGANISME TANAH SANGAT SEDIKIT KARENA TANAH ASAM DAN BEKU SEPANJANG TAHUN Profil tanah tundra GLETSER MEMBEKUKAN TANAH DI MUSIM PANAS DAN MUSIM DINGIN YANG MEMBEKU TANAH BEKU MENBUAT LAPISAN TIDAK TEMBUS AIR DAN MENGHALANGI PENGERINGAN BATUAN INDUK Horizon mengembang tidak baik, karena percampuran tanah dengan organisma sangat sedikit. Erosi tanah terjadi setelah es mencair di musim semi. Ketebalan tanah 50 cm. Batuan yang hancur bergulin-guling dibawa aliran es. By Sutarto
  151. 151. Tundra Profil Tanah Tundra terdapat di wilayah Alaska utara, Greenland, Rusia, dan Canada di sebelah utara dari taiga. Iklimnya sangat ekstrim, dan temperatur jarang naik di atas 0° C, sehingga permukaan tanah selamanya membeku. Hujan sepanjang tahun berupa hujan salju. Musim panas singkat dan temperatur naik cukup untuk mencairkan seperseratus meter permukaan tanah. Tumbuhan didominasi sebangsa lumut, lumut, dan semak belukar rendah. Siklus musim yang membeku dan mencair menyebabkan kerusakan batuan.Pembekuan mendorong terjadi perekahana batuan sehingga permukaan batuan pecah .
  152. 152. MATERIAL ORGANIK FRAGMEN MENERAL DAN MATERIAL ORGANIK MATERIAL ORGANIK HUMUS HORIZON. A HORIZON. A HORIZON. A HORIZON B PENGHANCURAN BATUAN INDUK BATUAN INDUK BATUAN INDUK MULAI HANCUR MATERIAL BATUAN INDUK BATUAN INDUK MATERIAL ORGANIIK MUDAH HANCUR MATERIAL BATUAN INDUK MATERIAL BATUAN INDUK HORIZON C HORIZON C BATUAN INDUK BATUAN INDUK TANAH MENDUKUNG FORMAT HORIZON KEHIDUPAN TUMBUHAN By Sutarto
  153. 153. KETERANGAN Formasi tanah adalah suatu proses di mana batuan mengalami penghancuran menjadi partikel/butir yang lebih kecil dan bercampur dengan material organik yang membusuk. Batuan induk mulai hancur karena adanya fraktor siklus pendinginan dan pemanasan , hujan, dan kekuatan lingkungan lain ( I). Batuan induk pecah menjadi material yang lebih kecil yang kemudian menjadi partikel meneraL ( II ) yang lebih halus. Organisma di dalam suatu area tanah berperan untuk membentuk formasi tanah dengan cara menguraikan sebagai batuan dan organisme yang hidup dalam tanah menambahkan lapisan organik manakala mereka mati. Ketika tanah melanjutkan perkem bangannya akan membentuk formasi lapisan horizon III. Lapisan permukaan pada umumnya lebih kaya akan bahan organik, sedangkan lapisan yang paling rendah, adalah lapisan horizon C, dimana lebih banyak mengan - dung lapisan meneral karena masih berupa batuan induk. Tanah akan secepatnya menjangkau suatu titik di mana dapat mendukung suatu kehidupan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh dengan subur, dan sumber daya alam berproses secara efektif ( IV). Pada tahap ini, tanah pada horizon B sangat berperan penting karena cadangan meneral dilepaskan dalam tanah.
  154. 154. LAPISAN TIPIS HUMUS HORIZON .O LAPISAN TANAH GEMBUR HORIZON. A HORIZON. B LAPISAN TANAH LIAT HORIZON. C By Sutarto
  155. 155. KETERANGAN Terbentukny tanah terbentuk membutuhkan waktu beriburibu tahun dari pengaruh iklin dan sisa organisme yang membusuk . Pada horizon, tanah berkembang membentuk lapisan-lapisan yang nyata . Masing-Masing horizon mempunyai warna yang spesifik, tekstur, dan kandungan mineral, seperti terlihat pada panampang-melintang tanah pada gambar diatas. Harizon tanah tersusun berlapislapis, dimana setiap lapisan menunjukan karakteristik yang berbeda-beda. Bagian atas merupakan lapisan humus, sedangkan bagian bawahnya berisi meneral dari rembesan humus yang ada di atasnya. Lapisan tanah paling dasar adalah batuan induk yang mengalami pelapukan karena faktor cuaca atau pengaruh temperatur dalam bumi. Batuan induk merupakan pondasi dari horizon tanah.
  156. 156. LAPISAN HUMUS TIPIS DARI DAUN JARUM HORIZON. O L H LAPISAN MOR TEBAL ( HUMUS ASAM ) Tanah podsol di hutan musim NODA GELAP DARI LARUTAN HUMUS HORIZON BERPASIR MERUPAKAN ENDAPAN MATERIAL HORIZON. A AIR YANG MEMBEKU DAN GLETSER PENGENDAPAN ORGANIK ENDAPAN BESI HORIZON. B HORIZON. C LAPISAN ALUMUNIUM AKUMULASI TANAH LIAT DENGAN OXIDA BESI CUACA MEMBUAT MATRIAL TANAH BERWARNA MERAH BATUAN INDUK ALIRAN AIR DALAM TANAH MENGHILANG KAN NUTRISI E ( zona eluvasi ) Hujan yang terus meningkat melebihi penguapan membuat kadar asam tinggi dan pencucian tanah liat bercampur oxsida besi tanpa bahan organik Ketebalan tanah 1 meter Zona iluvasi By Sutarto
  157. 157. Tanah Podzol Khas Hutan Boreal Tanah Podzol sebagian besar ditemukan dalam bioma ( hutan boreal ) pada garis lintang yang lebih besar dari 60° di Eurasia dan Amerika Utara, dan pada ketinggian tempat dengan suhu udara sejuk. Tanah Podzol juga ditemukan di Inggris di daerah Moorland . Formasi tanah Podzols berstruktur kasar, udaranya dingin di mana pertumbuhan tamanan lambat sepanjang musim salju dan musim dingin lebih panjang dari musim panas. Tumbuh-Tumbuhan sebagian besar merupakan pohon berdaun jarum, yang secara khusus menyesuaikan diri dengan kondisi iklim . Produktivitas sangat rendah karena dipengaruhi kondisi iklim. Tanah kurang subur dan iklim tidak serasi untuk pertanian, tetapi sangat baik untuk dijadikan hutan tanaman lndustri.
  158. 158. ENERGI MATAHARI PEREDARAN ENERGI DAN NUTRISI
  159. 159. PEREDARAN NITROGEN DALAM SUATU EKOSISTEM
  160. 160. TRENSPIRASI HUJAN SIRKULASI AIR DALAM SUATU EKOSISTEM EVAPORASI
  161. 161. PENDISTRIBUSIAN AIR HUJAN FOTOSINTESIS HABITAT PENGENDALI EROSI PENYIMPANAN AIR
  162. 162. PESAWAT ULANG ALIK ANTARIKSA DALAM GARIS EDAR PESAWAT ULANG ALIK KEMBALI KE BUMI MEMASUKI ATMOSFER TANGKI BAHAN BAKAR TERPISAH PENDORONG MEMISAH DAN DIMANFAATKAN KEMBALI PARASUT PENAHAN PESAWAT PESAWAT ULANG ALIK ANTARIKSA MENDARAT SEPERTI PESAWAT BIASA PENDARATAN PELUNCURAN LANDASAN PENDARATAN By Sutarto
  163. 163. KEMUDI DAN REM UDARA SAYAP PESAWAT MESIN UTAMA RUANG CARGO SISTIM MANUVER ORBIT PINTU DARURAT penutup REMOTE MANIPULATOR SYSTEM ( rms ) Ruang kru pesawat dan panel kontrol PINTU CARGO TANGKI BAHAN BAKAR OKSIGEN By Sutarto
  164. 164. KETERANGAN Pesawat ulang alik adalah sarana angkutan ruang angkasa yang digunakan untuk melaksanakan sampai 100 misi penerbangan ruang angkasa dengan biaya kecil. Pesawat ulang alik menyerupai suatu pesawat udara di dalam pengguannya sangat berbeda dengan pesawat terbang biasa. Pesawat ulang alik meninggalkan bumi dengan tegak lurus, mengikat ke suatu roket peluncuran untuk langkah yang pertama peluncurannya. Mesin utama menyediakan daya dorong yang diperlukan untuk mengangkat pesawat ulang alik ke dalam garis edar dan mesin manuver digunakan untuk membawa pesawat ke garis orbit. Setelah selesai melaksanakan misi pesawat ulang alik kembali ke bumi dalam suatu posisi horisontal serupa dengan pesawat udara, tetapi dengan cara terbang layang tidak mengunakan mesin untuk kembali ke bumi menuju landasan pendaratan.
  165. 165. PENGUJIAN PERTAMA KALI PESAWAT ULANG ALIK TERJADI PADA TAHUN 1977. SEBUAH PESAWAT DIBAWA MENGUDARA MENEMPEL DIPUNGGUNG SEBUAH JET RAKSASA DAN KEMUDIAN DILEPASKAN UNTUK TERBANG LAYANG KEMBALI KE TANAH DAN MENDARAT SENDIRI. SELANJUTNYA SETELAH BEBERAPA KALI UJI COBA PESAWAT ULANG ALIK ANTARIKSA DILUNCURKAN OLEH DUA ROKET PENDORONG YANG KEMUDIAN DIMANFAATKAN KEMBALI. PESAWAT TERUS NAIK KEATAS DALAM GARIS EDAR MEMAKAI BAHAN BAKAR DARI SEBUAH TANGKI YANG DIBUANG DAN TIDAK DIMANFAATKAN KEMBALI . SELESAI MISINYA PESAWAT ITU MASUK KEMBALI DALAM ATMOSFER DAN MELAYANG KEBAWAH UNTUK MENDARAT DI LAPANGAN UDARA SEPERTI PESAWAT BIASA. PESAWAT ULANG ALIK DAPAT DIGUNAKAN LAGI UNTUK MISI-MISI BERIKUTNYA.
  166. 166. KETERANGAN Setasiun ruang angkasa Soviet Mir yang terlihat sangat kompleks, merupakan suatu kendaraan angkasa yang memasukilah garis edar pada 19 Pebruari 1986. Pada 22 Maret 1995, Valeri Polyakov tinggal 437 hari di dalam stasiun ruang angkasa Mir untuk menyelesaikan tugasnya.
  167. 167. PANEL SURYA LABORATOTIUM ORBIT AIR PERISAI MATAHARI PESAWAT APOLLO UNIT PEMBUANGAN LIMBAH TEROPONG BINTANG SISTEM PENDINGIN PINTU PERPADUAN MODUL HUBUNGAN UDARA SPECTROMETER INFRA MERAH LUBANG MASUK RUANG TEMPAT TINGGAL UNIT CADANGAN PERSEDIAAN NITROGEN CAIR PANEL SURYA LENGAN PANEL SURYA By Sutarto
  168. 168. KETERANGAN STASIUN ANTARIKSA SKYLAB ADALAH PESAWAT ANTARIKSA TERBESAR YANG PERNAH DI – BANGUN MANUSIA. STASIUN TERSEBUT MENGEDARI BUMI DAN DI KUNJUNGI REGU-REGU 3 ASTRONOUT DALAM MISI SELAMA 84 HARI . PARA AWAK MEMPUNYAI BAGIAN BAGIAN TER PISAH UNTUK TINGGAL DAN BEKERJA. DAYA DATANG DARI PANEL-PANEL SEL SURYA. BEBERAAPA DIANTARANYA HARUS DIPERBAIKI OLEH ASTRONOUT. MISI-MISI SKYLAB MEMBUAT PENGEMATAN PENGAMATAN PENTING MENGENAI MATAHARI DAN BUMI. MEREKA MENGADAKAN PERCOBAAN – PERCOBAAN HAMPA BOBOT DIATAS. MEREKA JUGA MEMBUKTIKAN BAHWA ORANG DAPAT BERTAHAN DALAM PENERBANGAN ANTARIKSA YANG LAMA. SKYLAB Stasiun antarikasa USA SOYUZ Stasiun antarikasa ISS Stasiun antarikasa
  169. 169. PENUTUP DIBUANG TAHAP KE 2 MEMBAKAR TAHAP KE 1 MEM ISAH VIKING MEMISAH PELINDUNG BIO DIBUANG KAPSUL MARS PENDARAT UTAMA TETAP BEREDAR SEBAGAI MATA RANTAI PENGHUBUNG PENDORONG MEM ISAH BUMI JALUR PENERBANGAN DARI BUMI KE MARS 80 JUTA KM MARS PELINDUNG BAHANG MEM ISAH ROKET RETRO MENYALA PELUNCURAN VIKING PENDARATAN LUNAK SKOP OTOMATIS BUMI By Sutarto PLANET MARS
  170. 170. GAMBAR STERO PARASUT ANALISIS TANAH PENDARATAN DI MARS ANTENA UHF ANTENA MENGARAH KE BUMI PERISAI PANAS PENDARATAN ( MELIPAT ) INSTRUMEN CUACA LENGAN ROBOT INSTRUMEN PENYURVE CUACA MARS YANG MUDAH MENGUAP LIDAR TANGKI BAHAN BAKAR KAKI PENDARATAN PANEL MATAHARI GAMBAR PENDARATAN MARS Pendaratan di kutub selatan Mars dijadwalkan pada tahun 1999. Pendaratan di desian dengan mengunakan roket rotor untuk pengereman sehingga pendaratan berjalan dengan lembut tanpa merusak peratan . Pendaratan ke Mars untuk suatu misi guna mempelajari keadaan iklim dan cuaca pada kutub selatan Mars
  171. 171. KETERANGAN KUAR-KUAR VIKING DILUNCURKAN DARI BUMI UNTUK PERJALANAN 80 JUTA KM KE MARS SELAMA 10 BULAN. BILA MENDEKATI PLANET SETIAP PESAWAT ANTARIKSA MEMASUKI GARIS EDAR SEKELILING MAR. KEMUDIAN SETELAH MEMERIK SA PERMUKAAN DI BAWAH, PENDARATAN MEMISAH DAN BERPAYUNG KE BA – WAH MENUJU PERMUKAAN MARS. ROKET MEMPERLAMBAT KUAR ANTARIKSA KE PENGHENTIAN AKHIR UNTUK BERMUKIM DI PERMUKAAN MARS. SELANJUTNYA DENGAN MENGGUNAKAN TANGAN ROBOT MELALUI KENDALI JARAK JAUH KUAR ANTARIKSA VIKING MENGAMBIL SAMPEL BATUAN MARS DAN MENGANALISANYA YANG KEMUDIAN MENGIRIMKAN GAMBAR-GAMBAR PERMUKAAN MARS KE STASIUN PENGENDALI DI BUMI.
  172. 172. TAHAP KE-3 MEMBAWA ROKET KE GARIS EDAR PADA KETINGGIAN 188 KM DENGAN KECEPATAN 28.000 KM PER JAM, 11 MENIT 50 DETIK SESUDAH PELUNCURAN TAHAP KE-2 MENYALA SETELAH 6 MENIT UNTUK MENCAPAI KETINGGIAN 186 KM, KECEPATAN 24.900 KM / JAM TAHAP KE-2 DAN ROKET LOLOS DARURAT MEMISAH ROKET LOLOS DARURAT PESAWAT ANTARIKSA APOLLO 67 MK DI ATAS, TAHAP KE – 1 MEMISAH PADA 9.900 KM /JAM 2 MENIT 42 DETIK SESUDAH PELUNCURAN PELUNCURAN PESAWAT APOLLO BUMI By Sutarto
  173. 173. MODUL JASA TANGKI BAHAN BAKAR MODUL KOMANDO KONTROL POSISI KONTROL PENGHUBUNG MESIN KRU RUANG MEKANIK KONTROL PERPUTARAN PENYEMBURAN PEMBAKARAN GAS KONTROL PENYIMPANGAN TANGKI HELIUM ANTENA KECEPATAN TINGGI By Sutarto
  174. 174. BULAN BUMI 7 4 1 3 2 5 8 9 6 14 13 15 11 16 10 12 By Sutarto
  175. 175. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. PELUNCURAN OPOLLO ROKET TAHAP KE-2 NYALA ROKET TAHAP KE-3 NYALA MASUK GARIS EDAR BUMI MENINGGALKAN GARIS EDAR BUMI MODUL KOMANDO BERPADU DENGAN MODUL BULAN MASUK GARIS EDAR BULAN MODUL BULAN LEPAS, MODUL KOMANDO TETAP DALAM GARIS EDAR MODUL BULAN MENDARAT MODUL BULAN MELUNCUR PARA ASTRONOT PINDAH KEMBALI KE MODUL KOMANDO DAN MODUL BULAN DILEPAS MODUL KOMANDO MENINGGALKAN GARIS EDAR BULAN MODUL KOMANDO MEMISAHKAN DIRI DARI MODUL JASA MODUL KOMANDO MEMERINGKAN PELINDUNG BAHANG KE ARAH BUMI MASUK KEMBALI KE BUMI PENCEBURAN KE LAUT.
  176. 176. KETERANGAN PELUNCURAN MISI APOLO XI YANG PERTAMA KALI MENDARATKAN MANUSIA DIBULAN. ROKET SATURNUS V YANG MELUNCURKAN PESAWAT ANTARIKSA APOLLO BERISI TIGA TAHAPAN. PESAWAT ANTARIKSA ITU JUGA DIKAITKAN PADA ROKET LOLOS YANG DAPAT MELEPASKAN DIRI DARI SATURNUS TERSEBUT JIKA SELAMA PELUNCURAN ADA SESUATU YANG TIDAK BERES. KETIGA TAHAPAN ITU MENYALA PADA URUTAN YANG TEPAT UNTUK MENEMPATKAN PESAWAT ANTA – RIKSA KE DALAM GARIS EDAR. TAHAP KE -3 KEMUDIAN MENYALA LAGI GUNA MENDORONGNYA KE BULAN. SETIAP TAHAPAN BESERTA MENARA LOLOS DILE – PASKAN BILA MANA TIDAK DIPERLUKAN LAGI, SEHINGGA BAHAN BAKAR TIDAK TERSIA – SIA. MEREKA TIDAK DIMANFAATKAN LAGI. KUTUB UTARA
  177. 177. CAMERA TELEVISI SARANA ANGKUT MODUL MUNDUR DAUR ULANG UDARA RUANG ISTIRAHAT KURSI COSMONOUT ROKET MUNDUR TANGKI OKSIGEN DAN NITROGEN MODUL PERALATAN CONTROL PENGENDALIAN ROKET
  178. 178. GARIS EDAR BULAN MATAHARI BULAN BULAN BARU Bulan sabit Quarter pertama tam bah besar BUMI BULAN BULATAN QUARTER PURNAMA MENYUSU AKHIR T TERUS MENGECIL BULAN BARU By Sutarto
  179. 179. SATELIT PADA PANET DALAM SISTEM TATA SURYA YUPITER DAN BULANNYA BULAN SARTUNUS ( IAPETUS ) BULAN MARS ( POBOS ) URANUS DAN BULANNYA BULAN NEPTUNUS ( TRITON ) BULAN PLANET BUMI
  180. 180. MIMAS BULAN SATURNUS ARIEL BULAN URANUS MIRADA BULAN URANUS CALLESTIO BULAN YUPITER IO BULAN YUPITER TITAN BULAN SATURNUS
  181. 181. KU ULAN BATOR BULAN BUMI JAKARTA LIBRASI PARALAKTIK KS BL. 3 U S R T A R F1 A 0 BL. 2 F2 S BUMI LIBRASI LINTANG A Q R S P BL. 1 BUMI BL.2 BL.1 LIBRASI BUJUR By Sutarto
  182. 182. LINTASAN BULAN MENGELILINGI BUMI BL.4 PARIGEA = JARAK TERDEKAT BULAN KE BUMI APOGEA = JARAK TERJAUH BULAN KE BUMI BUMI BL.1 F1 BL. 3 F2 P PARIGEA APOGEA BL.2 R REVOLUSI BULAN BERSAMAAN DENGAN ROTASINYA P KU P P KU KU BUMI KU R R P BELAHAN YANG SELALU TIDAK NAMPAK KU R By Sutarto R : BAGIAN BELAKANG P : BAGIAN DEPAN
  183. 183. matahari B.1 s b.1 B = BUMI 0 27 b = BULAN b.2 s b.3 B.2 B.3 By Sutarto
  184. 184. BULAN. 4 BUM I BUM I BULAN. 1 MATAHARI BUM I BULAN. 3 BULAN. 2 EKLIPTIKA BUM I S.3 S.2 Z=A E KEU S.1 PARALAKTIK BINTANG. S B S S LKS U KLU P T EKILPTIKA BOLA LANGIT KES B.1 B.3 K N=Q By Sutarto M B.3
  185. 185. Z Z awan awan L V B h B  S BIDANG S Z T R B M S BENDA-BENDA LANGIT YANG JARAKNYA BERBEDA-BEDA DIPROYEKSIKAN KEPADA BOLA LANGIT Q Q’ P’ M’ U T U P PANDANG N R’ U T N By Sutarto
  186. 186. KE ZENITH SI - B KE BINTANG POLARIS KLU KE BINTANG POLARIS KE MATAHARI SI- B   KE ZENITH SI - A 45  KU SI- C KE MATAHARI KE MATAHARI 0 90 KHATULISTIWA 00 SI- A 0  SI-D 45 0 KS KLS By Sutarto
  187. 187. Z SIKAP BOLA LANGIT SEJAJAR O GARIS LINTANG 90 Z KLU POLARIS MATAHARI 2 POLARIS 1  B SI - A S KLS  SI - B S U KLU N B U N MATAHARI T T SIKAP BOLA LANGIT TAGAK O GARIS LINTANG 0 KETERANGAN 1. KESAN SI-A Z 2. KESAN SI-B 3. KESAN SI-C 0 3  B 30 SI - C S KLS SIKAP BOLA LANGIT MIRING POLARIS MATAHARI N T U KLU GARIS LINTANG 30 O 0 TERHADAP LETAK MATAHARI PADA TANGGAL 21 MARET DAN LETAK BIN – TANG POLARIS
  188. 188. Z A KEDUDUKAN MATAHARI PADA SUATU SAAT P P2 Z B  x P3 P1 S U T M.1 U T  S M B O Q N ZMM1 = BUSUR LINGKAR VERTIKAL = BUSUSR O O = TINGGI MATAHARI = 23 I/2 LS.  = 6 hs TINGGI BUSUR MM1 = 45 = bs . PP1 . AZIMUTH BUSUR SBUM1Z = 240 O = AZIMUT MATAHARI  P bs Bp2.  P O TINGGI P = 45 P . = 45 O= bs SP1 = bs BP2 BUJUR ASTRONOMI P = bs BP3 LINTANG ASTRONOMI = P = bs PP3
  189. 189. TERAS LUAR ( 2.100 KM ) TERAS DALAM ( TEBAL 1.370 KM ) KERAK BENUA ( TEBAL 35 KM ) KERAK SAMUDERA ( TEBAL 6 KM ) KETERANGAN OKSIGEN NIKEL SILIKON ALUMUNIUM TERAS BESI KOBAL MAGNESIUM KALSIUM SELUBUNG ( TEBAL 2.900 KM ) NATRIUM KALIUM By Sutarto
  190. 190. Unsur-Unsur dalam Kulit luar bumi ( kulit keras )adalah, dalam jumlah tertentu, terdiri atas silisium, oksigen dan unsur campuran ( seperti silikat, besi dikombinasikan dengan Sio4). Unsur-Unsur bahan kimia ini, bersama dengan aluminium, besi, zat kapur, sodium, magnesium dan kalium merupakan unsur utama.
  191. 191. TERAS DALAM TERAS LUAR SELUBUNG SELUBUNG ATAS KERAK BENUA KEDALAMAN By Sutarto
  192. 192. TERAS DALAM TERAS LUAR DISKONTINUITAS GUTENBERG SELUBUNG BAWAH ZONA TRANSISI MANTEL ATAS DISKONTINUITAS MOHOROVICIC LITHOSFERA ASTENOSFERA ZONATRANSISI KERAK BENUA By Sutarto
  193. 193. Struktur Internal bumi Bumi terdiri dari satu rangkaian lapisan yang terbentuk bersamaan dengan sejarah lahirnya planet-planet. Material yang lebih padat tertarik ke arah material yang lebih cair di pusat inti bumi dan diapungkan ke permukaan. Lapisan yang lebih tebal/padat, berupa inti besi berada di bagian dalam dikelilingi oleh suatu cairan inti sebelah luar. Mantel bawah terdiri dari batuan cair yang dikelilingi oleh batuan yang mencair secara parsial di dalam asthenosphera, sedangkan Mantel atas terdiri dari benda padat yang mengayun-ayun sampai ke kulit keras bumi. Diantara sebagian dari lapisan tersebut ada yang mengalami perubahan struktur sehingga membentuk diskontinuitas. Unsur-Unsur seperti silisium, aluminium, zat kapur, kalium, sodium, dan oksigen, membentuk lapisan luar yang keras yaitu kerak benua.
  194. 194. MAGNETIK UTARA GARIS BIDANG MAGNETIK MAGNETIK SELATAN Keadaan fisik bumi yaitu adanya pemindahan arus gas atau panas yang berputar-putar dari pencairan logam dalam inti bumi merupaka sumber medan magnet bumi. Seperti magnet batang besar, suatu kompas akan menunjuk kerah utara dengan benar karena penunjuk arah pada kompas tertarik oleh kutub magnet bumi yang disebut “ north-seeking”. By Sutarto
  195. 195. POROS ROTASI CAHAYA SELINDER BIDANG MAGNETIK BERKAS CAHAYA RADIASI SUMBER RADIO ASTRONOMI Bagan Diagram ini menggambarkanBin-tang Netron dengan medan magnet ber - putar pada porosnya sedemikian rupa sehingga berkas caha- ya tersapu di sekitar langit . Cahaya berbentuk selinder mempunyai suatu radius dimana mempercepat perputaran yang sama dengan kecepatan cahaya.
  196. 196. Cahaya Utara Ini berbagai cahaya auroral dipotret dari daerah Fairbanks, Alaska. Cahaya auroral terjadi manakala partikel dilepaskan dari matahari saling berhubungan dengan gas dalam atmospir bumi. Aurora Barealis hanya dapat dilihat pada garis lintang tinggi di kutub utara sebab medan mag- net bumi menarik partikel unsur matahari ke dalam kutub magnet bumi.
  197. 197. LAUT TETHYS SAMUDERA PANTHALASSA ANTARTIKA EURASIA INDIA AMERIKA UTARA ANTARTIKA AMERIKA SELATAN AFRIKA AUSTRALIA By
  198. 198. keterangan Pada pertengahan periode Permian sekitar 270 juta tahun yang lalu, Massa kontinental bumi, mencakup benua selatan Gondwana yang luas. Terbentuknya super Konstinental tunggal bersama-sama dengan pergerakan tektonik . Pangaea, dikelilingi oleh samudera Panthalassa Keberadaan kontinental yang sangat besar seperti itu sangat mempengaruhi iklim, dimana kondisi benua besar ini kering, sedangkan dibagian selatan dari Gondwana mengalami pembekuan . Keberadaan Pangaea bertahan hampir 100 juta tahun. Pemisahan daratan benua pangea terjadi pada masa periode Triasic sekitar 240 juta tahun yang lalu. Sekitar 140 juta tahun yang lalu, Gondwana dan palaeocontinent utara Laurasia memisahkan diri dan dibatasi oleh laut Tethys.
  199. 199. LAUT TETHYS EURASIA AMERIKA UTARA AMERIKA SELATAN INDIA ANTARTIKA AFRIKA AUSTRALIA By Sutarto
  200. 200. Gondwana, Laurasia, dan laut Tethys Peta ini menunjukkan tata ruang konstinental pada massa awal Cretaceous ( sekitar 130 juta tahun yang lalu). Paleocontinental Gondwana dan Laurasia dipisahkan oleh laut Tethys dan Gondwana telah mulai terpisah dengan Afrika dan Amerika Selatan yang bergeser dari posisi semula. Pada akhir Cretaceous, India telah mulai memisahkan diri bergerak ke arah wilayah Eurasia yang luas dan Australia serta New Zealand juga mulai terpisah dari Antartika. Laut Tethys, selanjutnya membentuk suatu formasi dari barat ke timur yang tidak terputus-putus, memungkinkan penyebaran flora dan fauna semakin luas.
  201. 201. Area dasar laut melebar BATAS RETAKAN Lempeng tektonik bergerak Bidang patahan Sepanjang jaman Mesozoic Sekitar 200 juta tahun yang benua raksas Pangea mulai bergerak terpisah - pisah menjadi benua baru. Garis pemisahan pertam menjadi Afrika dan Amerika Utara yang sekarang. By Sutarto
  202. 202. Batas patahan, retakan dan punggung laut Areal dasar laut melebar Gerak lempeng tektonik Bidang patahan By Sutarto
  203. 203. BATAS PATAHAN RETAKAN DAN PUNGGUNG LAUT GERAKAN LEMPENG TEKTONIK AREAL DASAR LAUT MELEBAR PERGERAKAN LEMPENG TEKTONIK BIDANG PATAHN By Sutarto
  204. 204. GARIS MAGNET BUMI PARTIKEL ANGIN MATAHARI PENGARUH MAGNET BERAKHIR EKOR MAGNET BUMI SABUK VAN ALLEN BUMI BIDANG MAGNET BUMI PARTIKEL ANGIN MATAHARI By Sutarto
  205. 205. Magnetosphere Magnetosphere Bumi adalah daerah ruang angkas di mana medan magnet planet kita mendominasi matahari. Magnetosphere memaksa angin matahari, berupa suatu arus partikel elektris mengalir keluar dari matahari. Angin matahari memampatkan magnetosphere ke arah matahari, dan bergerak ke luar ke dalam suatu ekor panjang dan beroposisi dengan bumi. Batas Magnetosphere disebut magnetopause. Magnetosphere dapat disamakan dengan gelombang udara yang bergerakcepat yang membangun sayap di sekitar atmosfer bumi. Partikel angin matahari bergerak mengalir di sekitar magnetopause, tetapi membutuhkan beberapa waktu untuk sampai ke tempat tersebut. Akibatnya Magnetosphere menjadi terjerat di dalam daerah yang disebut Sabuk Van Allen. Dari waktu ke waktu partikel matahari mengalir keluar dari sabuk Van Allen ke dalam atmospir bumi menghasilkan cahaya pajangan Aurora atau cahaya kutub.
  206. 206. KUTUB UTARA PUSAT BUMI MERIDIAN GREENWICH GARIS EQUATOR JARAK TERPENDEK PADA PERMUKAAN BUMI KUTUB SELATAN JARAK TERPENDEK DARI PERMUKAAN BUMI ADALAH GARIS TEORITIS YANG MELINTASI PUSAT BUMI YANG MEMBAGI BUMI ATAS DUA BAGIAN YANG SAMA . GARIS KHATULISTIWA DAN SEMUA GARIS MERIDIAN YANG BERSENTUHAN DE- NGAN GARIS KUTUB UTARA DAN SELATAN MERUPAKAN JARAK TERPENDEK DI - BUMI. SUATU JARAK TERPENDEK DARI PERMUKAAN BUMI MENUN-JUKAN JARAK PALING PENDEK ANTARA DUA TITIK PADA BUMI DAN INI MERUPAKAN SUATU KON-SEP YANG DI GUNAKAN DALAM ILMU PELAYARAN.
  207. 207. GARIS LINTANG GARIS BUJUR UTARA 0 BARAT TIMUR ( -) SELATAN MERIDIAN UTAMA By Sutarto
  208. 208. KETERANGAN GARIS LINTANG DAN GARIS BUJUR DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN TITIK LOKASI TERTENTU PADA BOLA BUMI. GARIS LINTANG PARALEL MEMBENTUK BIDANG HORIZONTAL DARI TIMUR KE BARAT. GARIS EQUATOR ADALAH GARIS IMAJINASI YANG MEMBAGI BOLA BUMI ATAS DUA BAGIAN YAITU BELAHAN BUMI UTARA DAN BELAHAN BUMI SELATAN. GARIS BUJUR DIUKUR DARI KUTUB BOLA BUMI UTARA DAN SELATAN. SEMAKIN DEKAT KUTUB BOLA BUMI GARIS LINTANG SEMAKIN PENDEK, SEDANGKAN GARIS BUJUR SAMA PANJANGNYA DARI UTARA KE SELATAN DAN KEDUA BAGIAN KUTUB. MEREDIAN UTAMA ADALAH GARIS ORBIT YANG DIJADIKAN PATOKAN YANG TERPILIH DARI GARIS LAINNYA YANG BERADA PADA LOKASI TERTENTU DALAM GLOBE DAN DINYATAKAN 0 0 SEBAGAI GARIS LINTANG 0 DAN GARIS BUJUR ( MEREDIAN 0 )
  209. 209. KUTUB UTARA LINGKARAN ARTIK GARIS BALIK UTARA GARIS LINTANG BENUA EQUATOR LOKASI GARIS BUJUR GARIS BALIK SELATAN LINGKAR ANTARTKA KUTUB SELATAN MERIDIAN UTAMA KETERANGAN GLOBE ADALAH GAMBARAN BOLA BUMI. GLOBE TERDIRI DARI GARIS EQUATOR YG MEMBAGI BUMI ATAS DUA BAGIAN YANG SAMA YAITU BELAHAN BIMI UTARA DAN BE – LAHAN BUMI SELATAN. BESARNYA GARIS BU – 0 JUR ADALAH 360 YATU 1800 BT DAN 180 0 BT. SERTA BESARNYA GARIS LINTANG 180 0 0 0 YA-TU 90 LU DAN 90 LS SEDANGKAN GARIS BALIK UTARA DAN SELATAN ADALAH GARIS TERJAUH PEREDARAN GERAK SEMU HARIAN MATAHARI . By Sutarto
  210. 210. KUTUB UTARA LINGKAR ARTIK GARIS MEREDIAN GREENWICH GARIS BALIK UTARA GARIS BUJUR EQUATOR GARIS LINTANG GARIS BALIK SELATAN LINGKAR ANTARTIAKA KUTUB SELATAN GARIS – GARIS PADA GLOBE GALOBE MERUPAKAN SATU-SATUNYA CARA UNTUK MENGHADIRKAN BUMI SESUAI ASLINYA. BERBAGAI BENTUK MENUNJUK PADA BUMI SEPERTI, GARIS KHATULISTIWA, GARIS LINTANG, GARI BUJUR , KUTUB DAN GARIS BALIK. SEMUA ITU MEMUDAHKAN KITA UNTUK MEMAHAMI PERMUKAAN BUMI DAN UNTUK MENJELASKAN ORIENTASI DAN BUMI POSISI BUMI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN MATAHARI.
  211. 211. B A A B Y Y D X C X C D By Sutarto
  212. 212. SAMUDERA ATLANTIK LAUT SELATAN ANTARTIKA KUTUB SELATAN SAMUDERA ATLANTIK SAMUDERA HINDIA
  213. 213. 90 75 65 30 45 15 0 EQUATOR 75 65 45 30 PROYEKSI KERUCUT DENGAN SATU PARALEL STANDARD 15 0
  214. 214. BIDANG PROYEKSI 60 30 60 30 90 60 30 0 30 60 60 60 30 0 30 90 30 60 60 30 0 PROYEKSI SENTRAL PROYEKSI STREOGRAFIS 0
  215. 215. KU 60 40 30 EQUATOR 15 0 15 30 40 KS 60
  216. 216. WILAYAH KAYA WILAYAH MISKIN GARIS PEMISAH TUJUAN PROYEKSI PETERS ADALAH UNTUK MENGHADIRKAN WILAYAH DENGAN KETELITIAN MAKSIMUN. TETAPI DAPAT DIAMBIL SUATU KESIMPULAN MEYANGKUT DAERAH YANG SANGAT LUAS TERDAPAT DISTORSI YANG SANGAT KECIL. DALAM HAL INI KEBALIKAN DARI SKALA MERCATOR DIMANA BENTUK PETA DIBUAT SANGAT TELITI DAN DISTORSI AREA SANGAT BERLEBIHAN WALAUPUN HAL ITU ADALAH SUATU KEBETULAN.
  217. 217. GARIS KONTUR
  218. 218. 40.000 KM LINTASAN TERJAUH LEBIH KURANG 12 JAM 1 KALI PERPUTARAN 23 JAM, 56 MENIT, 4 DETIK 600 KM LINTASAN TERDEKAT Garis Edar geosinkron , beredar di sekitar bola bumi dan satelit tersebut kembali ke posisi semula dalam satu kali rotasi bum. Satelit tidak harus mengorbit di garis katulistiwa dan garis orbit satelit dapat berbentuk lonjong. Secara Khas, geosinkron satelit melayani bidang kommunikasi dan pengamatan pada garis lintang tinggi di atas permukaan bumi. By Sutarto
  219. 219. ARAH ROTASI SUMBU BUMI LINTASAN TERJAUH LEBIH DARI 12 JAM Satu kali lintasan 23 jam, 56 menit, 4 detik Sebuah satelit yang beredar di garis geostasioner berada di atas bumi.. Untuk melakukan garis edar geostasioner, satelit harus menyelesesai- kan satu kali rotasi dalam bentuk bidang lingkaran. Satelit mengorbit di sekitar poros bumi, melingkari garis katulistiwa. Banyak satelit pengamatan cuaca dan satelit komunikasi garis edarnya adalah geostasioner. By Sutarto
  220. 220. SATELIT SATELIT DALAM ORBIT DALAM ORBIT Sinar laser Stasiun bumi Sinar laser Stasiun bumi Satelit Geodesi berfungsi untuk menentukan posisi lokasi ter- tentu di atas permukaan bumi dengan tepat. Untuk tujuan ter- sebut satelit ditempatkan pada orbiter bumi. Dalam gambar ilustrasi ini menggunakan teknik laser satelit ( SLR), yang memantulkan berkas sinar laser ke setasiun bumi dan dipantul-kan kembali ke satelit yang berada di orbit bumi.
  221. 221. SATELIT Garis edar satelit Pemancaran gelombang radio ke satelit STASIUN BUMI Penerimaan gelombang radio dari satelit Garis edar rotasi bumi By Sutarto
  222. 222. Sistem Rilay Satelit Satelit telah membuat revolusi komunikasi dengan menghubungkan seluruh dunia melalui telepon dan penyiaran berita peristiwa yang terjadi di belahan dunia. Suatu satelit menerima suatu isyarat gelombang mikro dari suatu setasiun bumi, kemudian memperkuat suara dan retransmisi sinyal kembali ke suatu setasiun atau setasiun penerima di atas bumi pada suatu frekwensi yang berbeda Suatu satelit komunikasi berada di dalam garis edar geosinkron, yang berarti bahwa satelit itu sedang mengorbitkan di kecepatan yang sama dengan rotasi bumi. Satelit berada di dalam posisi yang sama dengan posisi permukaan bumi, sehingga stasiun pemancar radio dan televisi tidak akan pernah kehilangan hubungan dengan reciver satelit.
  223. 223. Orbit hiperbola Orbit parabola Objek Orbit Orbit sikuler Pusat orbit Orbit eleptikal By Sutarto
  224. 224. KETERANGAN Alur, atau garis edaR langit berbentuk kurva oleh karena adanya tarikan gravitasi. Para ahli ilmu falak percaya bahwa semua garis edar merupakan kombinasi lingkaran . Seperti Johannes Kepler menggunakan data Tycho Brahe untuk menetapkan garis edar planet yang bidangnya berbentuk lonjong atau elip di sekitar matahari. Sedangkan ga- ris edar lain, seperti beberapa bintang berekor atau komet garis edarnya adalah benbentuk hiperbolik atau berbentuk parabola. Suatu obyek mengikuti ga - ris edar seperti itu tidak dipengaruhi oleh matahari ( terlepas dari pengaruh matahari )
  225. 225. ZONA RADIASI INTI MATAHARI ZONA KONVEKSI PHOTOSPERA By Sutarto
  226. 226. keterangan Matahari bukan benda padat melaikan terdiri atas beberapa lapisan gas. Daerah matahari terdiri dari inti, zona konveksi, zone radiasi, dan photosfera. inti matahari merupakan lapisan gas dan temperatur mencapai 16 juta ° C ( 29 juta ° F). Energi matahari diproduksi dalam inti melalui fusi hidrogen menjadi helium. Bahan itu memencar keluar melalui zona radioaktif dan kemudian terbawa konveksi sampai lapisan permukaan dalam wujud panas. Gas di dalam zone ini adalah sekitar 2.5 juta ° C ( 4.5 juta ° F) . Arus konveksi mengocok permukaan menjadi mosaik butiran memindahkan energi matahari keluar . Zone konveksi adalah suhunya lebih dingin, sekitar 2 juta ° C ( 1.1 juta ° F), dan lebih sedikit padat, sekitar sepersepulahnya sebagai sebagai lapisasn gas. Photospera suhunya lebih rendah dari zona konveksi yaitu sekitar 5,500° C ( 10,000° F) dan terdapat 2 lapisan gas tipis yang merupakan atmosfer matahari. Pergolakan Photosfera kelihatan dari bumi dalam wujud bintik pada matahari,
  227. 227. By
  228. 228. By Sutarto
  229. 229. By Sutarto
  230. 230. KETERANGAN Gambar diatas menghadirkan suatu tahap awal dalam formasi matahari, yaitu ketika matahari berubah ukurannya.Berkurangnya gas yang dipanaskan inti matahari melalui fusi nuklir hidrogen ke dalam helium menandai mulai terjadinya evolusi matahari. Gambar pada sisi kanan menunjukan matahari dalam keadaan evolusi. Matahari tidak lagi menghasilkan panas yang tinggi di dalam inti sebab panas yang tinggi dalam inti telah habis dilepaskan keluar untuk menyeimbangkan kekuatan gravitasi. Ahli falak menaksir bahwa matahari yang dibentuk sekitar 4.5 milyar (Am.) tahun yang lalu dan sekarang ini pada pertengahan jalan kehidupannya. Secepatnya matahari diharapkan untuk megahiri peleburan bahan bakar hidrogen ke dalam helium di intinya dan menjadi suatu bintang raksasa merah. Kejadian ini berlangsung 500 juta tahun. Selanjutnya matahari menjadi suatu bintang kerdil putih yang ukurannya sebesar planet bumi.
  231. 231. MATAHARI JARAK DARI BUMI TERDEKAT TERJAUH RATA - RATA TEMPERATUR MENCAPAI : PLUTO NEPTUNUS PUSAT/ I NTI PERMUKAA N SUN SPOT URANUS SATURNUS UKURAN KHAS DARI……. BUTIRAN SUPER BUTIRAN SUN SPOT UMUR 4,6 MILYAR TAHUN JENIS SPEKTRAL G. 2 CORONA JUPITE R UKURAN / ENERGI RADIUS PANCARAN ENERGI Joule/ detik MARS MATAHARI BULAN BUMI MASSA VENUS KOMPOSISI KIMIA HIDROGEN, HELIUM ( DENGAN SEDIKITNYA 70 UNSUR YANG LEBIH BERAT ) MERKURIUS
  232. 232. SUPER RAKSAS MERAH 5 RAKSASA MERAH 4 BINTANG 3 6 SUPER NOVA 2 PROTO BINTANG 7 KERDIL PUTIH 9 8 1 NEBULA KERDIL HITAM BLAKC HOLE By Sutarto
  233. 233. SUPER RAKSASA MERAH RAKSASA MERAH N O VA BINTANG SUPER NOVA NEUTRON BINTANG PLANET NEBULA PROTO BINTANG SIKERDIL PUTIH NEBULA SIKERDIL HITAM BLACK HOLE By Sutarto
  234. 234. KETERANGAN 1. MATAHARI BERIKUT SISA TATA SURYA BERMULA SEBAGAI AWAN DEBU DAN GAS HIDROGEN YANG MENGAMBANG DALAM ANTARIKSA. MATAHARI DAN PLANET BELUM ADA. 2. AWAN TERSEBUT MENYUSUT KARENA GRAVITASI MENARIK ZARAH-ZARAH DALAM AWAN. SERAYA MEMADAT AWAN ITU MULAI BERPUTAR DAN MEMANAS. DI PUSAT AWAN PEMANASAN SEMAKIN HEBAT. SEBUAH BENDA PANAS PUSAT MULAI MUNCUL DAN BAGIAN LUAR AWAN MULAI MENGITARINYA. BENDA PUSAT ITU SEMAKIN MENYUSUT MENJADI SEMAKIN PANAS. 3. BENDA PUSAT MENJADI SEBUAH BINTANG- MATAHARI SERAYA MENGEM – BANGKAN ENERGI YANG DISEBABKAN OLEH FUSI DAN BERPIJAR SECARA TETAP SELAMA 5 MILYAR TAHUN. . 4. KEMUDIAN PERSEDIAN HIDROGEN DALAM MATAHARI – BINTANG SEBAGAI BAHAN BAKAR MULAI BERKURANG. TERASNYA AKAN MENYUSUT. PENYUSUTAN AKAN MENGHASILKAN LEBIH BANYAK ENERGI YANG MENYEBABKAN MATAHARI MENGEMBANG. 5. MATAHARI AKAN MULAI MEMBENGKAK DAN MENJADI BINTANG RAKSASA MERAH YANG MENELAN PLANET-PLANET BAGAIAN DALAM, TERMASUK BUMI 6. HELIUM YANG MEMBENTUK FUSI SELAMA KEHIDUPAN MATAHARI KINI AKAN MEMBAKAR. INI AKAN MEMBUAT MATAHARI LEBIH MENGEMBANG LAGI. 7. AKHIRNYA MATAHARI-BINTANG AKAN BERUBAH MENJADI BINTANG KERDIL. 8. PADA KEMATIANNYA, MATAHARI – BINTANG AKAN MENJADI SEBUAH LUBANG HITAM YANMG DIKENAL DENGAN NAMA BLACKHOLE
  235. 235. Kehidupan dari suatu Bintang Suatu bintang mulai hidup sebagai massa gas besar, yang secara relatif dingin, sebagian dari suatu kabut angkasa melayang-layang di angkasa seperti Kabut angkasa Great di dalam rasi Orion. Sebab gaya berat menyebabkan gas memadat untuk menaikan suhunya dengan cepat melalui suatu reaksi nuklir dalam inti atomnya.Kilauan cahaya dari suatu bintang disebabkan olehlah pancaran dari sejumlah energi yang sangat besar dari peleburan atom hidrogen untuk membentuk helium. By Sutarto
  236. 236. CRAB NEBULLA RING NEBULLA ORION NEBULLA HEAD HORSE NEBULLA EAGLE NEBULLA PISTOL STAR By Sutarto
  237. 237. By Sutarto
  238. 238. TIPE A.1 SUPERNOVA Variabel cahaya bintang Di dalam galaksi yang jauh di ukur berdasarkan terangnya cahaya yang tetap Jarak terdekat diukur berdasarkan tingkat cahayanya LEBIH DARI 30 MILYAR TAHUN CAHAYA LEBIH DARI 500 TAHUN CAHAYA LEBIH DARI 7 MILYAR TAHUN CAHAYA BUMI BINTANG TERDEKAT Diukur berdasarkan paralaks LEBIH DARI 12 MIYAR TAHUN CAHAYA Jarak terdekat diukur berdasarkan tingkat cahayanya Quasar diuikur berdasarkan pergeseran cahaya merah By Sutarto
  239. 239. Ekor kedua 80.000.000 km COMA Gas ekor INTI DEBU EKOR ANGIN MATAHARI COMA 60. 000 KM AWAN HIDROGEN 1.600.00 KM ( TIDAK TERLIHAT OLEH MATA ) INTI 8 SAMPAI 25 KM ARAH GERAK KOMET ARAH GERAK ANGIN MATAHARI By Sutarto
  240. 240. MERKURIUS VENUS Merkurius Merkurius mengorbit paling dekat dari matahari dibanding planet yang lain, hal itu membuat planet tersebut kering, panas, dan hampir tidak ada udara masuk. Walaupun permukaan planet Merkurius menyerupai bulannya,tetapi dipercaya bahwa bagian dalampe benarbenar serupa dengan bumi terutama terdiri atas unsur besi dan unsur-unsur yang lebat berat lain. Foto ini diambil oleh satelit Mariner 10, pada tahun 1974 yang untuk pertama memberikan detail terlengkap tentang Merkurius. Venus Venus adalah planet adalah panet paling terang di langit beredar mengikuti matahari dan mundar-mandir tanpa tujuan. Awan Venus berupa asam sulphur mengaburkan permukaan Venus dan menghalangi penelitian planet ini dari bumi . Dengan menggunakan teknologi ruang angka sa , data planet Venus daoat diperoleh secara lengkap. Dari hasil analisis menununjukan bahwa planet Venus adalah planet terpanas dengan suatu temperatur permukaan sekitar 462° C ( 864° F). Ilmuwan percaya suatu efek rumah kaca menyebabkan temperatur yang ekstrim, karena awan tebal dan atmospir padat menjerat energi dari matahari terperangkap dalam atmosfer Venus.
  241. 241. BUMI MARS Bumi Suatu lapisan Oksigen di atmospir yang bersifat melindungi bumi dari temperatur yang panas , air yang berlimpah-limpah, dan suatu komposisi kimia bervariasi menjadikan bumi mendukung kehidupan, dan satu- satu nya planet yang diketahui mempunyai kehidupan. Planet Bumi adalah terdiri atas batu dan metal padat pada bagian luar yang berasal dari cairan seluruh inti bumi . Foto ini, diambil oleh Apollo 17 wahan ruang angkasa pada tahun 1972, memperlihatkan Arabia, Benua Afrika, dan Antartika. Mars Wahana ruang angkasa sudah mendarat di planet Mars sehingga para ilmuwan sudah dapat menentukan atmosfer Mars yang sebagian besar terdiri dari gas asam-arang ( CO2), zat lemas yang sedikit, oksigen, dan uap air yang jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu lapisan atmosfernya sangat tipis, temperatur sehari-hari sering berubah-ubah dengan suhu rata-rata 100° C ( 180° F). Temperatur permukaan yang terlalu panas dan permukaan Mars yang rendah memaksa air selalu berada dalam suatu cairan gas di atas Mars, sehingga planet ini menyerupai suatu padang pasir. Gambar planet Mars ini dipusatkan pada lembah Marineris, yaitu suatu celah yang lebarnya sekitar 4,000 km dan panjangnya 2,500 mil
  242. 242. Jupiter dan Bulannya YUPITER Jupiter adalah planet besar dengan suatu volume 1,400 kali bumi . Sabuk warna adalah sabuk awan yang mengandung arus listrik yang sangat kuat di angkasa sehingga planet raksasa ini menjadi masif, Planet Yupiter mempunyai 16 satelit ( bulan ) dan yang ditunjukkan di sini merupakan empat satelit paling besar yaitu bagian tengah adalah Europa, Io adalah bagian atas yang terjauh, bagian bawah adalah Callisto dan Ganymede bagian bawah kiri. Saturnus SATURNUS Saturnus, dicirikan oleh cincinnya, tergolong planet paling besar kedua setelah Yupiter dalam sistem tata surya . Pada tahun 1610 ahli falak dan ahli fisika Italia yang bernama Galileo menggunakan teropong bintang yang pertama, mengamati planet ini yang nampak mempunyai suatu bentuk yang aneh, tetapi gagal untuk mengenali keberadaan cincin pada planet Saturnus. Walaupun planet terbentuk lebih dari 4 milyar (Am.) tahun yang lalu, tetapi secara terus menyerap panas untuk mengatasi dan meningkatkan suhu sebanyak tiga kali panas yang diterima dari matahari. Teropong bintang ruang angkasa Hubble memperoleh gambaran Saturnus ini pada 26 Agustus 1990.
  243. 243. URANUS Uranus Warna biru Uranus berasal dari gas metana . Keberadaan gas ini menyebabkan atmosfer Uranus dingin dan kelihatan bersih. Apa yang nampak pada tepi kanan gambar planet ini merupakan batas malam. Lamanya rotasi planet ini 42 tahun karena garis edar planet berputar. Para ilmuwan memperoleh data Uranus ini dari gambar yang dikirim oleh wahana ruang angkasa Voyager 2 pada tahun 1986, pada jarak 9.1 juta km ( 5.7 juta mi ) jauhnya dari planet Uranus. NEPTUNUS Neptunus Misi Voyoger 2 pada tahun 1989 menghasilkan warna yang memberikan gambaran tentang planet Neptunus, yang menunjukkan komponen berbeda pada atmosfer planet. Warna merah menunjukkan cahaya matahari yang yang menyebar dari suatu lapisan kabut tipis di sekitar planet, biru menandai adanya gas metana dan tambalan putih adalah awan yang tinggi dalam atmosfer.
  244. 244. PLUTO Pluto Pluto adalah planet terjauh dari matahari, walaupun demikian adakalanya datang semakin dekat dibanding Neptunus dalam garis edar sistem tata surya . Karena itu planet Pluto kelihatan sangat eksentrik.Planet Pluto merupakan planet terkecil yang permukaannya berbatu- batu, dan planet terdingin . Lamanya rotasi 247.7 tahun di sekitar matahari. Gambar ini melukiskan planet Pluto, dengan latar depan merupakan bulannya, yang bernama Charon, dan latar belakang adalah matahari yang sangat jauh sehingga kelihatan seperti suatu bintang yang terang.
  245. 245. CINCIN SATURNUS VAYOGER 2 MENDEKATI SATURNUS Cincin Saturnus Cincin Sartunus bentuknya sangat lebar tetapi berupa lempengan yang sangat tipis , Gambar warna warni tercipta dari fragmen batu, gas, dan es yang mengorbit sekitar planet. Ada lebih dari 100,000 bagian partikel kecil yang terpisah, menyusun cincin yang luas yang dapat dilihat dari teopong bintang di bumi. Pada devisi Cassini , jarak antara A dengan B kira-kira 4,800 km ( 3,000 mil ) lebar. Pesawat ruang angkasa Voyager 2 pada tahun 1981 memotret pemandangan ini seluas 8.9 juta km ( 5.5 juta mi ) pergi. s
  246. 246. TERBANG MENDEKATI BUMI I 8 DESEMBER 1992 TERBANG MENDEKATI BUMI I I 8 DESEMBER 1992 TERBANG MENDEKATI VENUS 10 JANUARI 1990 SABUK ASTROID PELUNCURAN GALILEO 18 OKTOBER 1989 MATAHARI TERBANG MENDEKATI IO 28 AGUSTUS 193 TERBANG MENDEKATI GASPRA 29 DESEMBER 1991 YUPITER JULI 1997 POSISI GALILEO PADA COMET SHOUKERS LEVY-9 MEMPENGARUHI YUPITER PEMERIKSAAN PELEPASAN 13 JULI 1995 POSISI TERAKHIR MISI GALILEO 7 DESEMBER 1997 GARIS EDAR PLANET GARIS EDAR GALILEO GALILEO SAMPAI DI YUPITER 7 DESEMBER 1995 Wahana ruang angkasa Galileo Dengan menggunakan gravitasi bumi dan Venus wahana ruang angkasa Galileo untuk akseleras guna membangun kecepatan yang cukup untuk menjangkau tujunnya yaiotu planet Yupiter. Pesawat ini diluncurkan pada tahun 1989 dan mencapai garis edar di sekitar planet Yupiter pada tahun 1995. Pesawat ini berhasil melepaskan suatu alat guna mempelajari atmosfer Yupiter. Antena utama berhasil membuka sepenuhnya untuk memberi informasi atmosfer Yu-piter ke bumi
  247. 247. AWAN OORT
  248. 248. MATAHARI MATAHARI MERKURIUS MATAHARI BUMI MATAHARI VENUS MARS
  249. 249. YUPITER SATURNUS NEPTUNUS URANUS
  250. 250. PLUTO KOMET BENNETT,S ROTASI PLANET PLUTO KOMET HYAKUTAKE KOMET HOLE BOPP
  251. 251. JARAK PERGESERAN BINTANG LATAR BELAKANG BINTANG BINTANG BINTANG JARAK PERGESERAN BINTANG BUMI MATAHARI MATAHARI BUMI By Sutarto

×