materi

6,417 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,417
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
88
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

materi

  1. 1. MATERI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR GAYA HUKUM NEWTON USAHA DAN ENERGI PESAWAT SEDERHANA Standar Kompetensi: Memahami peranan usah, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar: 1. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya, penjumlahan gaya dan pengaruhnya pada suatu benda yang dikenai gaya 2. Menerapkan hukum Newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari 3. Menjelaskan hubung bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan energi, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari 4. Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari 5. Menyelidiki tekanan pada benda padat, cair, dan gas serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari TEKANAN PILIHAN MENU MATERI
  2. 2. GAYA MENU TUJUAN PEMBELAJARAN Pada saat kamu bermain bola, jika tendangan yang kamu berikan kepada bola keras maka bola tersebut akan bergerak dengan cepat. Mengapa bola bergerak setelah ditendang? Apa yang diberikan kaki mu sehingga bolanya bergerak?. Kamu akan mengetahui jawabannya dengan mengikuti pembelajaran berikut ini. Setelah mengikuti pembelajaran tentang gaya, kamu diharapkan dapat menjelaskan pengertian gaya, mengidentifikasi jenis-jenis gaya, penjumlahan gaya dan pengaruhnya pada suatu benda yang dikenai gaya. TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI
  3. 3. GAYA MATERIMENU A. PENGERTIAN GAYA Gaya didefenisikan sebagai tarikan atau dorongan yang diberikan kepada suatu benda yang menyebabkan benda diam menjadi bergerak dan benda bergerak menjadi diam. Contohnya saat kamu mendorong atau menarik gerobak atau saat kamu bermain basket. Gaya disimbolkan dengan huruf F. Gaya dapat diukur dengan menggunakan neraca pegas atau dinamometer. Besarnya gaya dinyatakan satuan Newton (N). Satu Newton merupakan gaya yang memberikan percepatan 1 m/s2 kepada massa 1 kg, atau dapat dikatakan 1 N = 1 kg m/s2. Jika suatu benda dikenai suatu gaya, gaya tersebut dapat menyebabkan:  benda diam menjadi bergerak  Benda bergerak menjadi diam  Arah gerak benda berubah  Benda berubah bentuk TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI
  4. 4. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI B. JENIS-JENIS GAYA Gaya berdasarkan sifatnya gaya dibedakan menjadi dua yaitu: 1.Gaya sentuh Gaya sentuh adalah tarikan atau dorongan yang terjadi karena adanya sentuhan antara dua benda atau lebih. Contoh dari gaya sentuh ini antara lain: • Gaya otot Gaya otot adalah gaya yang berasal dari kekuatan otot, seperti menarik, mengangkat, mendorong, menendang dan sebagainya. • Gaya pegas Gaya pegas adalah gaya yang ditimbulkan dari sebuah pegas karena pegas ditarik atau ditekan. Salah satu contohnya. • Gaya gesek Gaya gesekan adalah gaya yang timbul karena adanya gesekan relatif antara dua permukaan benda.
  5. 5. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 2. Gaya tak sentuh Gaya tak sentuh adalah tarikan atau dorongan yang terjadi tanpa adanya sentuhan dengan benda atau ada jarak antara benda dan penyebab geraknya. Contoh dari gaya tak sentuh ini antara lain: •Gaya magnet Gaya magnet adalah gaya yang ditimbulkan oleh magnet. •Gaya listrik Gaya listrik adalah gaya yang ditimbulkan oleh muatan listrik. •Gaya gravitasi gaya gaya gravitasi adalah gaya tarik yang diakibatkan oleh bumi. Contohnya saat kamu melempar batu keatas, maka batu itu tetap akan jatuh kebawah karena adanya tarikan dari gaya gravitasi.
  6. 6. GAYA MATERI C. ARAH GAYA Seperti animasi diatas, pada saat kamu menendang bola kearah kanan maka bola tersebut akan bergerak kearah kanan, dan begitu juga sebaliknya ketika kamu menendang bola tersebut kearah kiri maka bola itu juga akan bergerak kearah kiri. Dari peristiwa diatas terlihat bahwa selain memiliki nilai gaya juga memiliki arah. Karena gaya memiliki nilai dan arah maka gaya merupakan besaran vektor. MENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI
  7. 7. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI D. Resultan Gaya Jumlah total gaya yang bekerja pada suatu benda disebut resultan gaya. Resultan (R) merupakan satu gaya penganti untuk semua gaya yang bekerja pada suatu benda. Resultan gaya ada dua yaitu : 1.Dua Buah Gaya Segaris dan Searah Dua buah gaya atau lebih yang segaris dan searah dapat diganti dengan sebuah gaya lain yang besarnya sama dengan jumlah gaya- gaya tersebut. Untuk dua gaya yang searah, besar resultan gaya dapat dirumuskan sebagai berikut. R = F1 + F2 Keterangan: R : resultan (N) F 1 : gaya pertama (N) F 2 : gaya kedua (N)
  8. 8. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 2.Dua Buah Gaya Segaris dan Berlawanan Arah Dua buah gaya yang berlawanan arah, resultannya (R) dapat dirumuskan sebagai berikut: R = F1 – F2 Untuk dua buah gaya yang berlawanan berlaku: •Keduanya akan saling mengurangi •Arah resultan gaya, kearah gaya yang lebih besar •Jika gaya yang diberikan sama besar maka R=0 Dua buah gaya segaris yang sama besarnya tetapi berlawanan arah, maka resultannya sama dengan nol. Karena resultan gaya yang bekerja pada benda nol, maka benda tidak mengalami perubahan gerak. Keadaan benda seperti ini dinamakan dalam keadaan seimbang.
  9. 9. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI Contoh Soal: 1. Sebuah meja didorong oleh dua orang dengan gaya searah masing-masing 10 N dan 15 N. Berapa besar gaya yang bekerja pada meja? Diketahui : F1 = 10 N F2 = 15 N F1 dan F2 searah Ditanyakan : R = ...? Jawab : R = F2 + F1 R = 15 N + 10 N R = 25 N
  10. 10. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 2. Diketahui dua buah gaya masing-masing 10 N ke arah kanan dan 15 N ke arah kiri. Hitung gaya perpaduan kedua gaya tersebut dan tentukan arahnya! Diketahui : F1= 10 N F2= 15 N F1 dan F2 berlawanan arah Ditanyakan : R = ...? Arah = ...? Jawab : R = F2 – F1 R = 15 – 10 R=5N Arah R sama dengan arah F2 yaitu ke kiri. Jadi, besar perpaduan F1 dan F2 adalah 5 N, arahnya ke kiri.
  11. 11. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI E. Gaya Gesek Gaya gesekan adalah gaya yang timbul akibat persentuhan langsung antara dua permukaan benda dengan arah berlawanan terhadap kecendrungan gerak benda. Jika permukaan benda yang bergesekan kasar maka gaya gesek yang dihasilkan semakin besar. Sebaliknya semakin halus permukaan maka gaya gesek yang dihasilkan semakin kecil. Gaya gesek terbagi atas dua macam yaitu: •Gaya gesek statis yaitu gaya gesekan antara dua benda yang akan mulai bergerak atau diam. •Gaya gesek kinetis yaitu gaya gesekan antara dua benda yg mana salah satu bendanya ada yg bergerak.
  12. 12. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 1. Gaya Gesekan yang Menguntungkan • Gaya gesek antara kaki dan permukaan lantai yang mengakibatkan kita dapat berjalan. • Gaya gesekan parasut dengan udara menyebabkan para penerjun dapat melayang diudara dan jatuh perlahan. • System rem pada kendaraan untuk memperlambat/ memberhentikan kendaraan. • Gaya gesekan antara ban mobil bergerigi agar dapat mencengkram permukaan jalanan sehingga kendaraan tidak selip. 2. Gaya Gesekan yang Merugikan • Gaya gesekan antara ban mobil atau motor dengan jalan mengakibatkan ban cepat tipis. • Gaya gesekan antara piston dengan silinder dalam mesin mobil sehingga mesin cepat panas dan mengakibatkan mesin cepat aus. • Gaya geekan antara udara dengan badan pengendara sepeda motor yang menyebabkan gerak sepeda motor terhambat. Itulah sebabnya kitasering melihat para pembalab sepeda motor menundukan badannya untuk mengurangi gesekan dengan udara. • Alas sandal dan sepatu menjadi tipis karena sering bergesekan dengan jalan.
  13. 13. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI F. Gaya Berat Berat benda adalah gaya gravitasi bumi yang bekerja pada benda tersebut. Berat merupakan besaran vektor dengan arah gaya menuju pusat bumi. Alat mengukur berat neraca pegas atau dinamometer. Satuan berat dinyatakan dengan satuan gaya, yaitu newton(N). Secara matematis berat dinyatakan sebagai berikut: Berat = massa x percepatan gravitasi w = m . g keterangan: w= berat (N) m= massa (kg) g= gravitasi (m/s2)
  14. 14. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI Contoh Soal: 1. Sebuah benda massanya 15 kg. Berapakah berat benda tersebut jika ditimbang di tempat yang percepatan gravitasinya 9,8 m/s²? Diketahui : m = 15 kg g = 9,8 m/s² Ditanyakan : w = ...? Jawab : w = m g = 15 9,8 = 147 kg m/s2 = 147 N
  15. 15. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 2. Massa seorang astronout dibumi adalah 60 kg. Berat astronout tersebut dibulan adalah? (diketahui massa bumi lebih besar dari massa bulan) Diketahui : mdibumi = 60 kg gdibumi > gdibulan Ditanyakan : w dibulan = ...? Jawab : w dibumi = w dibulan karena g dibumi > g dibulan maka wdibumi > w dibulan mdibumi x g dibumi > m dibulan x g dibulan 60 kg x 10 m/s² > w dibulan 600 N > w dibulan Jadi w dibulan kecil dari 600 N
  16. 16. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 1. Gaya yang menyababkan benda jatuh kebawah yaitu …. A.Gaya gravitasi bumi B.Gaya dorong bumi C.Gaya kimia D.Gaya otot
  17. 17. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 2. Paduan dua gaya segaris yang berlawanan arah adalah… A.Jumlah kedua gaya B.Selisih kedua gaya C.Hasil kali kedua gaya D.Hasil bagi kedua gaya
  18. 18. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 3. Pada permukaan yang kasar, gaya geseknya menjadi… A.Hilang B.Tetap C.Kecil D.Besar
  19. 19. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 4. Umar dan Amir sedang tarik tambang dengan arah yang berlawanan. Jika gaya Umar 25 N dan gaya Amir 20 N, maka resultan dan arah gayanya adalah…. A.5 N kearah Umar B.5 N kearah Amir C.5 N kearah Umar dan Amir D.5 N kearah kiri
  20. 20. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI 5. Bila gravitasi sebuah planet ¼ kali gravitasi bumi (g=10 m/s²). Berapakah berat benda dibumi jika benda tersebut memiliki berat 40 N di planet? A.240 N B.160 N C.100 N D.10 N
  21. 21. GAYA MENU TUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON Seperti yang terlihat pada video, sebuah robot sedang bermain bola, dengan sedikit memberi dorongan pada bola, bola akan menggelinding di atas lantai. Meskipun sudah tidak ada gaya yang diberikan kepada bola, tetapi bola tersebut tetap menggelinding beberapa saat. Mengapa hal itu bisa terjadi?. Kamu akan mengetahui jawabannya dengan mengikuti pembelajaran berikut ini. Setelah mengikuti pembelajaran tentang hukum Newton, kamu dapat menerapkan hukum newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari – hari.
  22. 22. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON Sir Isaac Newton adalah orang pertama yang merumuskan adanya gerak dan gaya gravitasi. Ada tiga Hukum Newton yang sangat terkenal berkaitan dengan gerak, yaitu Hukum I Newton, Hukum II Newton, dan Hukum III Newton. A. Hukum I Newton Seperti animasi di atas ketika kamu sedang diatas motor, kemudian bus tiba-tiba bergerak, maka tubuh kamu terdorong kebelakang dan ketika motor tersebut melaju kencang tiba-tiba direm, tubuh mu akan tertarik kedepan. Hal ini disebabkan tubuh kita cenderung mempertahankan keadaannya semula, yaitu diam.Sebuah benda yang ringan memiliki kelembaman yang lebih kecil daripada benda yang berat. Hal ini sesuai dengan Hukum I Newton.
  23. 23. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON Hukum I Newton berbunyi, apabila resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol atau tidak ada gaya yang bekerja pada benda, maka untuk benda yang bergerak akan terus bergerak dengan kecepatan tetap pada lintasan yang lurus, dan untuk benda diam selamanya akan terus diam. Sifat benda yang mempertahankan keadaan diam atau keadaan bergeraknya disebut inersia atau kelembaman. Oleh karena itu, Hukum I Newton dikenal dengan sebutan hukum kelembaman. Secara matematis hukum I Newton dinyatakan sebagai berikut. ∑F=0 Rumus ini berlaku untuk benda diam atau benda bergerak dengan kecepatan tetap.
  24. 24. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON B. Hukum II Newton Hukum II Newton berkaitan dengan resultan gaya yang tidak sama dengan nol. Misalnya, ketika kamu mendorong meja hingga bergerak. Mula-mula meja diam, karena tidak ada gaya yang bekerja. Setelah didorong atau diberi gaya, barulah meja bergerak. Sebenarnya, selain gaya dorong yang kamu lakukan, pada meja juga terjadi gaya lain, seperti gaya gesekan dari lantai atau dari angin. Jadi, pada prinsipnya gaya yang bekerja pada meja bukanlah gaya tunggal, tetapi gabungan dari berbagai gaya yang dinamakan resultan gaya. Resultan gaya inilah yang menghasilkan percepatan benda. Newton merumuskan hal ini dalam hukum keduanya, yaitu percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sebanding dan searah dengan resultan gaya tapi berbanding terbalik dengan massa bendanya. Secara matematis hukum II Newton dunyatakan sebagai berikut: F= m.a Keterangan:F= gaya yang bekerja (N) m= massa benda (kg) a= percepatan benda (m/s2)
  25. 25. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON Contoh Soal : Sebuah benda yang memiliki massa 3 kg dikenai gaya sebesar 6 N. Tentukan percepatan benda tersebut!! Diketahui : F = 6 N m = 2 kg Ditanyakan : a = ... ? Jawab : a= F/m a= 6 N / 2 kg a= 2 m/s2
  26. 26. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON C. Hukum III Newton Newton merumuskan hukum ketiganya, yaitu jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua, maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama, tetapi arahnya berlawanan. Pasangan kedua gaya ini sering dikenal dengan gaya aksi– reaksi. Faksi = -Freaksi Keterangan: F 1 : gaya aksi F 2 : gaya reaksi Tanda negatif menunjukkan kedua gaya berlawanan.
  27. 27. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON Contoh Soal : Jika sebuah benda memiliki gaya aksi sebesar 25 N, besar gaya reaksinya adalah… Diketahui : Faksi = 25 N Ditanya : Freaksi=….? Jawab : Faksi = -Freaksi -Freaksi = 25 N Freaksi = - 25 N
  28. 28. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON 1. Hukum I Newton dikenal sebagai hukum . . . . A. kekekalan B. kelembaman C. aksi-reaksi D. keseimbangan
  29. 29. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON 2. Jika kita berada di dalam bus yang sedang berjalan, tiba-tiba direm maka badan kita akan terdorong . . . . A. ke samping B. ke bawah C. ke depan D. ke belakang
  30. 30. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON 3. Sebuah mobil bergerak dengan percepatan 4 m/s2. Jika massa mobil 1.500 kg, besar gaya yang bekerja pada mobil adalah . . . . A. 375 N B. 750 N C. 1.500 N D. 6.000 N
  31. 31. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON 4. Seorang anak melempar bola dengan gaya 3 N sehingga bola bergerak dengan percepatan 3 m/s2. Massa bola yang dilempar adalah . . . . A. 1 Kg B. 2 Kg C. 3 Kg D. 4 Kg
  32. 32. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI HUKUM NEWTON 5. Berikut ini yang bukan merupakan syarat aksi-reaksi adalah . . . . A. Besarnya gaya sama B. Arah gaya berlawanan C. Gayanya searah D. Terjadi pada dua benda
  33. 33. GAYA MENU TUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI Pada video tampak para pelari yang sedang mengikuti perlombaan. Pelari tersebut membutuhkan energi yang cukup besar agar dapat berlari dengan cepat. Dari manakah pelari tersebut mendapatkan sumber energi? Kamu akan mengetahui jawabannya dengan mengikuti pembelajaran berikut ini. Setelah mengikuti pembelajaran tentang hukum Newton, kamu dapat menerapkan hukum newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari – hari.
  34. 34. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI A.Pengertian Energi Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Dalam SI satuan energi dinyatakan dalam joule (J). Sedangkan dalam ilmu Biologi dan kedokteran, satuan energi yang sering digunakan adalah kalori. 1 kalori=4,2 joule Menurut hukum kekekalan energi, energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan tetapi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. B.Bentuk-Bentuk Energi •Energi Panas Energi panas adalah energi yang dihasilkan dari energi kinetik partikel- partikel penyusun benda. Jika suhu benda semakin panas maka gerakan partikel-partikel semakin cepat. •Energi Bunyi Energi bunyi adalahenergi yang dihasilkan oleh semua benda yang bergetar. Energi bunyi mengalir melalui gelombang mekanik. Semakin besar simpangan benda semakin besar pula energi bunyi yang dihasilkan. Misalnyasenar gitar yang dipetik menghasilkan bunyi.
  35. 35. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI •Energi Kimia Energi kimia adalah energi yang berasal dari reaksi senyawa- senyawa. Misalnya energi yang tersimpan dalam makanan, minuman, atau bahan bakar. •Energi Listrik Energi listrik adalah energi yang berasal dari muatan listrik. Alat- alatyang dapat menghasilkan energi listrik diantaranyaadalah baterai, aki (akumulator), dan generator. •Energi Magnet Energi magnet adalah energi yang dihasilkan oleh magnet •Energi Cahaya Energi cahaya adalah energi yang dihasilkan oleh adanya radiasi gelombang elektromagnetik pada frekuensi cahaya tampak. Contohnya cahaya , cahaya dari lampu, dan sebagainya. •Energi Mekanik Energi mekanik adalah energi yang dimiliki suatu benda terhadap kedudukannya. Energi mekanik terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.
  36. 36. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI C. Sumber dan Pemanfaatannya •Energi Matahari Energi matahari dapat digunakan sebagai pemanas air dengan memasang sel surya atau fotovoltaik. •Energi Angin Energi angin dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik, berupa kincir angin yang mampu mengerakan turbin •Energi Air Energiair dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik . •Energi Biogas Energi biogas adalah energi yang memanfaatkan kotoran ternak untuk menghasilkan gas. Gas ini dapat digunakansebagai bahan bakar kompor gas danlampu penerangan.
  37. 37. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI •Energi Panas Bumi Uap panas yang berada didalam bumi dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga panas bumi disebut PLTP •Energi Nuklir Energi nuklir merupakan energi yang dihasilkan dari reaksi inti atom. Contoh pemanfaatan energi nuklir adalah PLTN. •Energi Minyak dan Batu Bara Minyak bumi dan batu bara merupakan hasil tambang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Bahan bakar minyak (BBM) merupakan sumber energi yang banyak dimanfaatkan manusia untuk peralatan transportasi, peralatan rumah tangga dan sektor industri.
  38. 38. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI E.PERUBAHAN BENTUK ENERGI Mengubah energi mekanik menjadi energi listrik Mengubah energi kimia menjadi energi cahaya Mengubah energi gerak menjadi energi bunyi Mengubah energi kimia menjadi energi panas Mengubah energi listrik menjadi energi cahaya Mengubah energi listrik menjadi energi gerak Mengubah energi listrik menjadi energi bunyi Mengubah energi listrik menjadi energi panas
  39. 39. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI F.Energi Mekanik Energi mekanik adalah energi ditinjau dari gerak benda. energi mekanik terdiri atas energi potensial dan energi kinetik. •Energi Potensial Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda disebabkan oleh kedudukannya berdasarkan ketinggiannya atau keadaan diam. Secara matematis, energi potensial dirumuskan : Ep=m.g.h •Energi Kinetik Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh suatu benda bergerak. Secara matematis energi kinetik dirumuskan : Ek= ½ m.v² •Hukum Kekekalan Energi Mekanik Energi mekanik yang dimiliki suatu benda dapat dituliskan sebagai berikut: Em= Ep+Ek maka hukum kekekalan energi mekanik dapat dituliskan Em1=Em2
  40. 40. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI Contoh Soal 1. Sebuah kelapa berada dipohon setinggi 7 m dari permukaan tanah, dan perkiraan massa buah kelapa itu 2 kg. jika kecepatan gravitasinya 9,8 m/s ². Berapakah energi potensial yang dimiliki buah kelapa tersebut? Diketahui : h=7 m m=2 kg g=9,8 m/s ² Ditanya : Ep=..? Jawab : Ep=m.g.h =2 kg x 9,8 m/s ² x 7 m =137,2 J
  41. 41. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI 2. Sebuah benda bergerak dengan kecepatan 8 m/s. Jika massa benda tersebut 2 kg, berapakah energi kinetiknya? Diketahui : v = 8 m/s m=2 kg Ditanya : Ek=..? Jawab : Ek= ½ m.v² = ½ 2 kg x (8 m/s) ² =64 J
  42. 42. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI 3. Sebuah genting jatuh dari atas bangunan dengan energi kinetik dan energi potensialnya berturut-turut 15 J dan 7 J. Berapakah energi mekanik genting tersebut? Diketahui : Ek = 15 J Ep = 7 J Ditanya : Em =..? Jawab : Em= Ek + Ep = 15 J + 7 J =22 J
  43. 43. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI G.USAHA DAN DAYA 1. Usaha Usaha merupakan gaya dikalikan dengan perpindahan yang searah dengan gaya. Jika ada perpindahan sesuatu baru dapat dikatakan melakukan usaha. Secara matematis usaha dirumuskan sebagai: W=F.s Keterangan: W= usaha F = Gaya s = jarak 2. Daya Daya merupakan kecepatan seseorang untuk melakukan usaha. Secara matematis daya dinyatakan dalam persamaan: P= W/t P= [(F.s)/t)] Keterangan: W= usaha P = Daya t = waktu
  44. 44. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI Contoh Soal: 1. Seekor kuda menarik gerobak dengan gaya 200N sejauh 5 m. Berapakah usaha yang dilakukan kuda untuk menarik gerobak tersebut? Diketahui : F = 200 N s = 5 m Ditanya : W =..? Jawab : W= F.s = 200 N x 5 m =1000 J
  45. 45. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI 2. Jika sebuah mesin melakukan usaha sebesar 180.000 J selama 0,5jam, berapakah besarnya daya? Diketahui : W = 180.000 J t = 0,5 X3600 s = 1.800 s Ditanya : P =..? Jawab : P= W/t = 180.000 J / 1.800 s =100 watt
  46. 46. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI 1. Jika kita menyalakan kipas angin maka terjadi perubahan energi dari . . . . A. Energi listrik menjadi energi panas B. Energi listrik menjadi energi kimia C. Energi listrik menjadi energi gerak D. Energi panas menjadi energi listrik
  47. 47. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI 2. Benda A dan B bermassa sama. Jika benda A berada pada tempat yang lebih tinggi dari B maka . . . . A. Ep A = Ep B B. Ep A < Ep B C. Ep A > Ep B D. Ep A = 0
  48. 48. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI 3. Seorang anak mendorong tembok, usaha yang dilakukan anak tersebut adalah . . . . A.Tetap B. 0 C. Berubah-ubah D. 0,5 j
  49. 49. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI 4. Sebuah mobil bermassa 1 ton bergerak dengan kecepatan 20 m/s. Energi kinetik mobil adalah . . . . A. 2.000.000 J B. 200.000 J C. 20.000 J D. 2.000 J
  50. 50. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI USAHA DAN ENERGI 5. Andi melakukan usaha untuk mengangkat karung beras sebesar 250 J dalam waktu 125 sekon. Besar daya Andi adalah . . . . A. 1 watt B. 2 watt C. 1,5 watt D. 2,5 watt
  51. 51. GAYA MENU TUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA Pada gambar tampak seseorang sedang membuka tutup botol. Untuk membuka tutup botol tersebut, ia menggunakan sebuah alat pembuka tutup botol. Pembuka tutup botol termasuk pesawat sederhana yang sering digunakan sehari-hari. Mengapa orang tersebut menggunakan alat untuk membuka tutup botol? Dapatkah dia dengan mudah membuka tutup botol dengan jarinya? Apakah yang dimaksud dengan pesawat sederhana? Kamu akan mengetahui jawabannya dengan mengikuti pembelajaran berikut ini. Setelah mengikuti pembelajaran tentang hukum Newton, kamu dapat menerapkan hukum newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari – hari.
  52. 52. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA A. Tuas (Pengungkit) Tuas adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan atau mengangkat beban dengan gaya yang lebih kecil dari bebannya. Sistem kerja tuas terdiri atas tiga bagian, yaitu beban, titik tumpu, dan kuasa. Berdasarkan posisi bagian-bagian sistem kerjanya, maka tuas dikelompokkan menjadi tiga, yaitu tuas jenis pertama, kedua, dan ketiga. 1. Tuas Jenis Pertama Pada tuas jenis pertama posisi titik tumpu berada diantara beban dan kuasa. Dengan kata lain, beban dan kuasa berada pada sisi yang berlainan dari titik tumpu.Contoh penggunaan tuas jenis pertama ini adalah linggis untuk mengankat batu, tang pemotong, gunting, dan sebagainya. 2. Tuas Jenis Kedua Pada tuas jenis kedua, posisi titik tumpu berada pada salah satu ujung tuas, sedangkan beban terletak diantara titik tumpu dan kuasa. Contoh penggunaan tuans jenis kedua ini adalah pembuka tutup botol.
  53. 53. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA 3. Tuas jenis ketiga Pada tuas jenis ketiga posisi titik tumpu benda berada pada salah satuujungnya, sedangkankuasa terletak antara titik tumpu dan beban. Contohnya pada saat kamu mengangkat barbel, siku mu sebagai titik tumpu, lengan sebagaikuasa danbarbel pada telapak tangan sebagai beban. Pada tuas berlaku hubungan sebagai berikut F x lk = w x lb Keterangan :w= beban F =kuasa lk = lengan kuasa lb = lengan beban Perbandingan antara beban dan kuasa atau antara lengan kuasa dan beban disebut dengan keuntungan mekanis (KM). secara matematis KM dapat dirumuskan sebagai berikut KM = W/F = lk / lb
  54. 54. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA Contoh Soal: Sebuah batu besar dengan massa 80 kg akan dijungkit dengan sebuah tuas yang panjangnya 1,5 m. jika lengan beban adalah 0,5m, berapakah kuasa yang diperlukan agar batu dapat terangkat dan berapakah keuntunganmekanis tuas tersebut Diketahui: m = 80 kg l = 1,5 m lb = 0,5 m g = 9,8 m/s2 Ditanya: F …..? KM…..? Jawab : w= m.g = 80 kg x 9,8 m/s2 = 784 N lk= l - lb = 1,5 m – 0,5 m = 1 m F x lk = W x lb F =(lb / lk) W =(0,5/1) x 784 N = 392 N KM=W/F =784/392 = 2 N
  55. 55. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA B. Katrol Katrol merupakan pesawat sederhana berbentuk roda yang sekelilingnya diberi tali. Berdasarkan rangkaiannya katrol terdiri dari katrol tetap,katrol bergerak, dan sistem katrol. 1. Katrol Tetap Katrol tetap adalah suatu katrol yang tidak berpindah tempatnya tetapi hanya berputar saja. Pada Katrol Tetap Titik Tumpu terletak pada sumbu katrol artinya Jarak antara Titik Beban ke Titik Tumpu sama dengan jarak antara kuasa ke titik tumpu dengan demikian maka panjang lengan beban sama dengan panjang lengan kuasa. Karena lk = lb maka w= F, sehingga didapat keuntungan mekanisnya KM= w/F =1 2. Katrol Bergerak Katrol bergerak adalah katrol yang ikut bergerak bersama beban. Pada katrol bergerak titik tumpu terletak pada tali yang terikat pada tempat tertentu sedangkan titik beban terletak pada pusat (poros) katrol dan titik kuasa terletak pada tali yang ditarik gaya. Karena 2lk = lb maka F=(1/2)w, sehingga didapat keuntungan mekanisnya KM= w/F =2
  56. 56. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA 3. Sistem katrol Sistem katrol adalah beberapa katrol yang disatukan dalam blok katrol sehingga dapat bergerak. Dengan menggunakan sistem katrol ini, kuasa yang diperlukan untuk mengangkat beban dapat diperkecil. Dalam sistem katrol F= (1/n) w dimana n adalah banyaknya katrol yang terdapat pada sistem katrol. Keuntungan mekanis dari sistem katrol dapat dituliskan: KM= w/F =n Contoh Jika katrol menggunakan tali yang menahan beban berjumlah 6, maka keuntungan mekaniknya adalah 6 kali.
  57. 57. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA Contoh: 1. Sebuah beban dengan massa 30 kg akan diangkat dengan bantuan katrol tetap. Berapakah gaya yang diperlukan dan berapa keuntungan mekanisnya jika g= 10 m/s ². Diketahui : m= 30 kg Ditanya : F =..? KM =..? Jawab : w= m.g = 30 kg x 10 m/s ² =294 N F=w = 294 N KM= w/F = 294/294 = 1
  58. 58. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA Contoh Soal: Sebuah beban dengan massa 30 kg akan diangkat dengan bantuan katrol bergerak. Berapakah gaya yang diperlukan dan berapa keuntungan mekanisnya jika g= 10 m/s ². Diketahui : m= 30 kg Ditanya : F=..? KM =..? Jawab : w= m.g = 30 kg x 10 m/s ² =294 N F=w = (1/2) 294 N = 147 N KM= w/F = 294/147 = 2
  59. 59. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA C. Bidang miring Bidang miring adalah usaha memindahkan benda ketempat yang lebih tinggi. Misalnya, memindahkan kotak barang dari atas tanah kedalam sebuah truk. Contoh bidang miring dalam kehidupan sehari-hari diantaranya sekrup, bor kayu, tangga, dan papan yang dimiringkan. Usaha yang dilakukan kuasa F pada bidang miring (WF) harus sama dengan usaha yang dilakukan beban pada arah vertikal (WB).dapat dirumuskan sebagai berikut. WF = WB F.s = w.h s/h= w/F Keuntungan mekanisnya adalah sebagai berikut. KM =w/F= s/h
  60. 60. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA Keterangan : F = kuasa/ gaya (N) w = beban/ gaya berat beban (N) s = panjang bidang miring (m) h = tinggi bidang miring (m) WF= usaha dari kuasa F WB= usaha dari beban w Salah satu aplikasi bidang miring adalah baji. Baji adalah benda keras yang terbuat dari batu atau logam yang dibuat tebal pada salah satu ujungnya sedangkan ujung yang lain dibuat lebih tipis sehingga bagian ujung yang tipis menjadi lebih tajam. Contoh dari baji antaralain paku, pahat, kapak, dan pisau.
  61. 61. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA Sebuah drum bermassa 200kg akan dinaikkan dari tanah keatas sebuah truk setinggi 1,2m dengan menggunakan bidang miring sepanjang 5 m. berapakah kuasa yang harus dilakukan untuk memindahkan drum tersebut? (g=10 N/kg) Diketahui: m = 200 kg g = 10 N/kg h = 1,2 m s = 5 m Ditanya : F =…..? Jawab: w= m.g = 200 kg x 10 N/kg = 2000 N F.s = w.h F = (2000 N x 1,2 m) / 5 m = 480 N
  62. 62. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA D. Roda Gigi (GIR) Roda gigi (gir) termasuk pesawat sederhana yang dapat mengubah besar gaya dan kecepatan putar. Salah satu penerapan roda gigi dalam keseharian adalah roda gigi pada jam mekanis. Jam mekanis terbentuk dari beberapa roda gigi yang saling menggerakkan. Setiap roda gigi memiliki jumlah gigi yang berbeda.
  63. 63. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA 1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi pesawat sederhana adalah . . . . A. Memperkecil usaha B. Mempercepat pekerjaan C. Mempermudah melakukan kerja D. Memperbesar usaha
  64. 64. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA 2. Alat yang menggunakan prinsip tuas jenis kedua adalah . . . . A. Pisau B. Gunting C. Roda D. Pemecah kemiri
  65. 65. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA 3. Berikut ini merupakan alat yang menggunakan prinsip bidang miring, kecuali. . . . A. Pisau B. Roda C. Tangga D. Sekrup
  66. 66. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA 4. Sebuah batu beratnya 20 N diangkatdengan menggunakan sebuah tuas. Jika gaya yang diberikan sebesar 10 N, keuntungan mekanisnya adalah . . . . A. 2 B. 1 C. 0,5 D. 0
  67. 67. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI PESAWAT SEDERHANA 5. Katrol yang memiliki keuntungan mekanis sama dengan 1 adalah . . . . A. Katrol rangkap B. Katrol bebas C. Katrol tetap D. Katrol bergerak
  68. 68. GAYA MENU TUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN Seekor bebek memiliki kaki yang berselaput. Mengapa kaki ayam dan kaki bebek saat berada di tanah becek, kaki ayam terperosok lebih dalam dibandingkan kaki bebek? Pertanyaan tersebut erat kaitannya dengan tekanan yang dihasilkan oleh masing-masing binatang. Semakin dalam kaki binatang terperosok ke dalam tanah, semakin besar tekanan pada tanah. Lalu, faktor-faktor apa saja yang memengaruhi tekanan suatu benda?Kamu akan mengetahui jawabannya dengan mengikuti pembelajaran berikut ini. Setelah mengikuti pembelajaran tentang hukum Newton, kamu dapat menerapkan hukum newton untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari – hari.
  69. 69. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN A. Tekanan Pada Zat Padat Tekanan pada zat padat dapat didefenisikan sebagai besarnya gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang permukaan tersebut. secara matematis, tekananpada zat padatdapat dinyatakan sebagai: P=F/A Keterangan: P= tekanan F= Gaya A= Luas permukaan Satuan tekanan berdasarkan SI ditetapkan dalam Pascal (Pa). 1 Pa= 1 N/m2 Satuan tekanan dalam cgs adalah 1 atm= 76 cmHg Tekanan pada permukaan benda ditentukan oleh besar gaya dan luas bidang tekanan tempat gaya bekerja. Semakin kecil luas bidang tekannya maka tekanannya semakin besar. Sebaliknya semakin besarluas bidang tekannya maka tekanannya semakin kecil.
  70. 70. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN Contoh: Sebuah benda dengan luas bidang tekannya 5 m ² diberi gaya sebesar 75 N. Berapakah tekanan yang ditimbulkan? Diketahui : A= 5 m ² F=75 N Ditanya : P=..? Jawab : P= F/A = 75 N/5 m² =15 Pa
  71. 71. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN B.TEKANAN ZAT CAIR Tekanan zat cair atau tekanan hidrostatis adalah tekanan pada zat cair yang disebabkan oleh berat zat cair itu sendiri yang memberikan gaya ke segala arah. Besarnya tekanan hidrostatis bergantung pada: • massa jenis zat cair (ρ) • percepatan gravitasi (g) • kedalaman zat cair (h) Pada zat cair, semakin dalam suatu tempat dalam zat cair maka tekanan pada tempat itu akan semakin besar. Secara matematis, tekanan hidrostatis dinyatakan dalam persamaan: Ph = ρ.g.h
  72. 72. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN Contoh: Berapakah tekanan hidrostatik alkohol yang memiliki massa jenis 800 kg/m ³ dengan kedalaman 0,3 m dan percepatan gravitasi buminya 10 m/s ² Diketahui : ρ= 800 kg/m ³ g= 10 m/s ² h=0,3 m Ditanya : P=..? Jawab : P= ρ.g.h = 800 kg/m ³ x 10 m/s ² x 0,3 m =2400 Pa
  73. 73. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN C. Bejana Berhubungan Bejana berhubungan adalah dua pipa atau lebih yang saling dihubungkan oleh sebuah pipa sehingga zat cair dalam bejana tersebut mengalir dari bejana yang satu ke bejana yang lain. “Dalam bejana berhubungan yang diisi dengan satu jenis zat cair, dalam keadaan setimbang, permukaan zat cair terletak dalam satu bidang datar.” Dan untuk bejana berhubungan yang diisi dengan dua zat cair yang berbeda, akan berlaku: “Dalam bejana berhubung yang diisi dengan dua macam jenis zat cair yang massa jenisnya berlainan, dalam keadaan setimbang, tinggi permukaan zat cair diatas bidang batas yang bersamaan berbanding terbalik dengan massa jenisnya.” secara matematis tekanan pada bejana berhubungan dapat dituliskan sebagai berikut: P1=P2 ρ 1.g.h1= ρ2.g.h2 ρ1.h1= ρ2.h2
  74. 74. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN Contoh: Sebuah bejana berhubungan berisi dua zat cair, yaitu air raksa denga massa jenis 13600 kg/m³ setinggi 50 cm dan air dengan massa jenis 1000 kg/m³. Berapakah tinggi air dari keadaan setimbang? Diketahui : ρ air raksa= 13600 kg/m³ h air raksa= 50 cm =0.5 m ρ air = 1000 kg/m³ Ditanya : h air=..? Jawab : ρ1.h1= ρ2.h2 13600 kg/m³ x 0,5 m= 1000 kg/m³. h air h air = 6.800/1000 = 6,8 m =68 cm
  75. 75. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN D. Hukum Pascal Prinsip pascal dikemukakan oleh Blaise Pascal yang berbunyi: “Tekanan yang diberikan pada suatu cairan dalam suatu ruang tertutup akan diteruskan kesetiap titik tanpa ada pengurangan. Secara matematis dapat ditulis sebagai berikut : P1=P2 F1 / A1 = F2 / A2 Alat-alat yang menggunakan prinsip pascal antara lain: • Pompa hidrolik • Dongkrak hidrolik • Rem hidrolik • Alat pengangkat mobil
  76. 76. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN Contoh: Sebuah mesin pengangkat mobil mempunyai luas penampang kecil dan besar seluas 8 cm2 dan 20 cm2. Jika gaya tekan di penampang kecil 20 N maka gaya angkat di penampang besar adalah . . . . Diketahui : F1 = 20 N A1 = 8 cm2 A2 = 20 cm2 Ditanya : F2 =..? Jawab : F2 / A2 = F1 / A1 F2 = (F1 A2) / A1 = (20 N x 20 cm2)/8 cm2 =400N/8 =50N
  77. 77. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN E. Hukum Archimedes Bunyi hukum Archimedes, “ Sebuah benda yang tenggelam seluruhnya atau sebagian dalam suatu fluida diangkat keatas oleh sebuah gaya yang sama dengan berat fluida yang dipindahkan”. Secara matematis hukum Archimedes dirumuskan sebagai berikut: FA = ρ.v.h Ketika suatu benda tercelup keair, beratnya bukan benar-benar hilang. Benda terasa lebih ringan apabila didalam air karena benda tersebut mendapatkan gaya dorong keatas. Gaya keatas(FA) = berat benda sesungguhnya – Berat benda yang hilang (berat semu) Peristiwa dalam hukum Archimedes: • Tenggelam (w > FA) • Melayang (w = FA) • Terapung (w < FA) Alat-alat yang menerapkan hukum Archimedes, antara lain kapal laut, kapal selam, galangan kapal, balon udara, dan hidrometer (alat untuk mengukur massa jenis benda).
  78. 78. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN Contoh: Kapal dengan volume 50.000 m3, terapung di atas air laut dengan massa jenis1.200 kg/m3. Jika bagian kapal yang terbenam di dalam air laut hanya setengahnya maka berat kapal di udara adalah . . . . Diketahui : v= 50.000 m3 ρ= 1.200 kg/m3 h=50 % volume kapal Ditanya :w udara=..? Jawab : W udara = F keatas W udara= ρ. 50 % volume kapal. g = 1000 kg/m ³ x (50/100)(50000) x10 = 250.000.000 N
  79. 79. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN F. Tekanan Udara Tekanan udara terjadi karena udara memiliki berat. Semakin tinggi suatu tempat, semakin kecil tekanan udaranya. Alat yang biasa digunakan untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Tekanan udara pada barometer air raksa dibaca dalam sentimeter raksa (cmHg). Berdasarkan hasil penelitiannya, Evangelista Torricelli menyimpulkan bahwa setiap kenaikan 10 m dari permukaan laut, tekanan udara akan turun sebesar 1mmHg. Berdasarkan kesimpulan torricelli hubungan antara ketinggian tempat dan tekanan udara dirumuskan sebagai berikut: h= [ (76-x)/0,1). 10 m Alat pengukur tekanan udara antara lain adalah barometer raksa, barometer air, dan barometer aneroid (logam)
  80. 80. GAYA MATERIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN Contoh: Tekanan udara di lereng gunung dengan ketinggian 400 meter adalah . . . . Diketahui : h= 400 m Ditanya : P=..? Jawab : h=[ (76-x) / 0,1] . 10 m [ (76-x) / 0,1]= h/10 76-x= (h . 0,1)/10 m 76-x=(400 x0,1)/10 m 76-x=4 x= 76-4 x=72 cmHg
  81. 81. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN 1. Perhatikan gambar berikut! (1) (2) (3) (4) Keempat balok di atas diletakkan di atasmeja dan diberi gaya yang sama. Tekanan yang paling besar diberikan oleh balok nomor .... A. 1 B. 2 C. 3 D. 4
  82. 82. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN 2. Perhatikan gambar berikut! Tekanan yang paling besar terjadi pada titik .... A. D B. C C. B D. A
  83. 83. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN 3. Sebuah mesin pengangkat mobil mempunyai luas penampang kecil dan besar seluas 8 cm2 dan 20 cm2. Jika gaya tekan di penampang kecil 20 N maka gaya angkat di penampang besar adalah . . . . A. 8 N B. 20 N C. 40 N D. 50 N
  84. 84. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN 4. Tekanan hidrostatis yang dialami penyelam yang menyelam pada kedalaman 4 m di bawah permukaan air yang mempunyai massa jenis 1.000 kg/m3 adalah . . . . A. 10.000 Pa B. 20.000 Pa C. 40.000 Pa D. 50.000 Pa
  85. 85. GAYA EVALUASIMENU TUJUAN PEMBELAJARAN MATERI EVALUASI TEKANAN 5. Tekanan atmosfer disebabkan oleh .... A. Adanya partikel udara B. Adanya ketinggian yang sangat besar C. Perbedaan massa jenis udara D. Semua salah
  86. 86. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  87. 87. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  88. 88. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  89. 89. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  90. 90. JAWABAN MU BENAR Back to home
  91. 91. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  92. 92. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  93. 93. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  94. 94. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  95. 95. JAWABAN MU BENAR Back to home
  96. 96. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  97. 97. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  98. 98. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  99. 99. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  100. 100. JAWABAN MU BENAR Back to home
  101. 101. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  102. 102. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  103. 103. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  104. 104. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  105. 105. JAWABAN MU BENAR Back to home
  106. 106. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  107. 107. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  108. 108. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  109. 109. JAWABAN MU BENAR Lanjut ke soal berikutnya
  110. 110. JAWABAN MU BENAR Back to home
  111. 111. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  112. 112. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  113. 113. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  114. 114. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  115. 115. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  116. 116. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  117. 117. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  118. 118. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  119. 119. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  120. 120. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  121. 121. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  122. 122. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  123. 123. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  124. 124. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  125. 125. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  126. 126. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  127. 127. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  128. 128. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  129. 129. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  130. 130. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  131. 131. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  132. 132. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  133. 133. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  134. 134. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA
  135. 135. SAYAng sekali jawaban mu salah KEMBALI KE SOAL SEBELUMNYA

×